Friday, August 10, 2007

Adam Bukan Manusia Pertama, Banyak Adam Lainnya


Pengantar

Salah satu pertanyaan paling menarik dimuka bumi ini adalah Apakah benar seluruh manusia dimuka bumi ini hanya berasal dari 1 manusia saja? apakah benar Adam adalah manusia pertama?

Apabila anda menjawab: "Ya, Pasti!!", maka pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana caranya untuk dapat memperbanyak diri, apakah Ia dan turunannya melakukan inses atau persetubuhan diantara saudara sekandung?!

Ya, mungkin saja kebanyakan orang tidak mempersoalkan hal ini dan menerima begitu saja doktrin bahwa Adam sebagai manusia pertama namun demikian mari kita kaji dan uji bersama klaim kebenaran mengenai hal ini berdasarkan apa yang tertulis di:
Setelah itu, silakan sidang pembaca memutuskanya sendiri.


Ajaran Kristen


Berikut ini penciptaan Langit, Bumi hingga Adam.

Ke-1
("BARESITH/בְּרֵאשִׁ֖ית BARA/בָּרָ֣א ELHAYAM/ELOHIM/אלהים 'ET/אֵ֥ת HA-SHAMAYIM/הַשָּׁמַ֖יִם WA'ET/וְאֵ֥ת HA-ERETS/הָאָֽרֶץ׃")
Pada permulaan [beresith/resith] membentuk [bara] TUHAN [ELHAYAM/Elohim] ['et] LANGIT [shamayim] dan [wa'et] BUMI [erets]. Bumi [erets] Tohuw [belum berbentuk] dan bohuw [kosong, tak berpenghuni]; kho shek' [gelap] TEHOM [dalam] ru'-akh [Roh] ELHAYAM/Elohim merachefet ["מְרַחֶ֖פֶת"/tpxrm = BERGETAR] paw-nim' [DIHADAPAN/MENGHADAPI] HA-MAYIM ["הַמָּֽיִם"/air yang banyak/luas, banjir]. Berfirmanlah ('amar) ELHAYAM/ELOHIM: DATANG (hyh/hayah) 'OWR (TERANG, cahaya, FAJAR, KILAT) 'owr hayah. ELHAYAM/elohim RA'AH (melihat/tahu) kiy (sebab, karena, bahwa, apabila) 'owr TOWB (baik, lebih baik, menyenangkan). ELHAYAM/elohim BADAL (memisahkan, mengkhususkan, mengucilkan) 'owr BEYN (dari/antara) CHOSEK (gelap, kesengsaraan). ELHAYAM/elohim QARA' (sebut/menamai) 'owr YAM/YOM ("יוֹם"(ywm)/"ים"(ym) - Dewa Yam, waktu, siang, hari) chosek LAYIL/LAYLA (malam, LILITH). datang (hayah) 'EREB (petang) datang/jadi BOQER (pagi), YAM/YOM 'ECHAD (YAM SATU/TUNGGAL) [Kej 1.1-5]

    Note:
    Legenda ini menyatakan bahwa bumi dan air sudah ada saat itu, ada terang yang dinamakan siang yang berbeda dengan kegelapan yang dinamakan malam namun saat itu, matahari, bulan dan bintang belum ada! Tidak ada penjelasan, siapakah pencipta bumi/daratan, air, Ruh Allah, mengapa ruh Allah di sana saat itu. Ini mengindikasikan bahwa Bumi/daratan, air dan roh Allah diciptakan oleh sesuatu yang lain di hari 1

    Kata "RESITH/BARESITH/בְּרֵאשִׁ֖ית" = mulainya satu episode tertentu contoh: Yer 26:1, "pada permulaan pemerintahan.."

    Kata "BARA/בָּרָ֣א" = membentuk, menggemukan [setelah tohuw], memotong/membangun [sejalan dengan mulainya episode baru, resith] dan bukan kondisi menciptakan. Sample beberapa kata bara' yang artinya BUKAN mencipta:

      "..Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk [bariy'] itu. Lalu terjagalah Firaun. [Kej 41:4] dan "...mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan [bara’] dirimu dengan bagian yang terbaik d ari setiap korban sajian umat-Ku Israel?" [1 samuel 2:29]. Bara di sini = gemuk/menggemukan

      "Kalau engkau bangsa yang banyak jumlahnya, pergilah ke hutan dan BUKALAH [bara'] tanah..." [Josua 17:15 ] Bara di sini = memotong/membuka

    Frase "ELHAYAM/ELOHIM/אלהים 'ET/אֵ֥ת HASHAMAYIM/הַשָּׁמַ֖יִם WA'ET/וְאֵ֥ת HAERETS/הָאָֽרֶץ" = "el ha-yam et ha-Sha-mayim wa et ha-eretz":

    El/Ilu (אֱלֹ = Tuan);
    HA (הָ = si/sang/ini/itu/"the");
    ELOHIM/"אלהים"/Allah Jamak atau EL-HA-YAM/"ים"-"ה"-"אל"/(EL YAM/Tuhan YAM/EL si/itu/ini/the YAM). Dalam legenda Ugarit/Kanaan/Punisia/Mesopotamia "Yam" = dewa laut/sungai (Nahar). Dalam Punisia = "ים"/ym dan kata ini ada dalam "אלהים"/ELHAYAM/ELOHIM. Kata "yowm"/"יוֹם"/ywm, diterjemahkan "hari" merujuk pada lawan dari malam/gelap dan menariknya kata "ים"/Yam juga ada pada "יוֹמַ֫יִם‎"/"dua yam"/"dua hari" juga dalam jamak "יָמִים‎"/"hari-hari", jadi "yowm", sewajarnya juga terkait dengan "yam";
    'ET (אֵ֥ת = aleph/huruf pertama + tav/huruf terakhir, tidak pernah diartikan, banyak tafsir, mungkin menandakan urutan kejadian yang berkaitan bukan terpisah);
    WA (וְ = dan);
    SHAMAYIM (shin (שָׁ = menghabiskan, memusnahkan) + mayim/מַ֖יִם/air. Jadi artinya = Uap Air/air di atas, langit, tinggi. Dalam mitologi Kanaan Shamayim = dewa langit suami dari Athirat/erets = dewa bumi. Dalam Mitologi Yunani berpadanan dengan Ouranos/Langit dan Ge/Gaia/Bumi). Lihat juga: "A STUDY ON THE DUAL FORM OF MAYIM, WATER", Min Suc Kee);
    AERETZ (אֶרֶץ = aksara Akkadian = erṣetu; Ugarit = ʾrṣ/arṣ arti = bumi, tanah atau dewa bumi)

    Jadi, "el ha-yam et ha-Sha-mayim wa et ha-eretz" = "Tuan/Dewa laut, langit dan bumi"

    kata "merachefet"/"מְרַחֶ֖פֶת"/tpxrm kerap diterjemahkan "melayang/hover". padahal seharusnya bergetar, karena di Ulangan 32.11, "..yəraḥêp̄/"יְרַחֵ֑ף" (MENGGETARKAN) yip̄rōś/"יִפְרֹ֤שׂ" (mengembangkan) kənāp̄āw/"כְּנָפָיו֙" (sayapnya).." DAN LEBIH JELASNYA DI Yeremia 23.9, "..‘aṣmōwṯay/"עַצְמוֹתַ֔י" (tulang-rulangku) kāl/"כָּל־" (semua) rāḥăp̄ū/"רָֽחֲפוּ֙" (BERGETAR)..". sehingga terjemahan seharusnya adalah BERGETAR.


    Legenda-legenda bangsa lainnya, menyampaikan tentang adanya pertikaian antar dewa saat itu, sehingga kita bisa memahami mengapa ruh ELHAYAM/ELOHIM ada di sana, bergetar ketika berhadapan/menghadapi air dan juga mengapa di perjanjian lama maupun baru, tertulis kecemburuan/kemarahan ELHAYAM, karena kaum Israel memuja "ELOHIM NEKAR" (Para Allah asing) yang merujuk pada BAAL dan ASYERAH/ASYTORET bukan dirinya [Misal: 1 raja 19.18; Yeremia 23.27; Hosea 2.15; Roma 11.4] yang padahal, kata "BA'AL/BAAL/BEEL/EL" [Ugarit, Phoenisian, Ibrani, amorit, Aramaik] atau "BEL" (di Babilon) atau EN (Sumeria) merupakan kata generik untuk arti TUAN/TUHAN atau PEMILIK yang setara dengan kata Adon (Tuan)/Adonai (Tuanku) sebagai alias bagi Y@HOVA/YAHWE.

    Di legenda Ugarit, BAAL/HADAD, TUHAN dengan senjata petir, angin dan hujan yang menyuburkan, berperang dan mengalahkan Dewa YAM. Istri BAAL/HADAD, ANAT/Asytoret menyampaikan pujian penghormatan kepada BAAL sebagai penunggang awan. Frase pujian ini muncul juga Mazmur 68.4 "Bernyanyilah bagi ELHAYAM/ELOHIM, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya Yahh; beria-rialah di hadapan-Nya!" dan tentu saja, di Alkitab, sang penerima kemenangan ini bukanlah BAAL melainkan ELHAYAM/ELOHIM [Ba`al Battles Yahm the Ocean; Ba`al Celebrates his Victory; Ba'al cycle]


    Dalam tablet tanah liat Assurbanipal, legenda Babilonia, tertulis: Dahulu, di atas dan bawah bumi tertutup lautan purba yang bersumber dari TIHAMAT (Alkitab Kej.1.1: TEHOM, Dalam tulisan Eusebius, mengutip pendeta Babilon, Berossus: THAMTE/Laut), air menjadi satu, tampaklah langit..kemudian lahir para dewa..salah satu yang utama adalah MARDUK (Berrosus: BEL).. terjadi pertikaian diantara para dewa baru, TIHAMAT tidak puas dan memberontak dari penguasa yang lebih tinggi, sukses dan memperoleh banyak pengikut. Ia juga menciptakan MONSTER-MONSTER untuk membantunya.. Kemudian Marduk menawarkan diri untuk memerangi TIHAMAT dengan syarat jika berhasil, Ia menjadi raja jagat. Rapat dewa memberikannya nama Dewa langit..Marduk berhasil membunuh Tihamat memotong tubuhnya menjadi dua, memisahkan air diatas dan dibawah, air diatas menjadi langit..membasmi para monsternya TIHAMAT salah satunya adalah naga berkepala 7..dan seterusnya yang hampir mirip dengan versi kejadian 1 ["The Babilonian and the Hebrew Genesis", Heinrich Ziemmern, mulai hal.24]

    "..Di point lainnya pada lingkaran Anat, juga, disebutkan membunuh Yamm. "Pasti Aku akan melawan Yamm, kesayangan EL," Ia tambahkan, "Pasti Aku ikat Tunnan dan memusnahkannya / Aku bertarung dengan ular gemerlap, / si Kepala 7 yang hebat." Tampaknya Yam terbunuh lebih dari sekali dan bangkit lagi, Sulit melenyapkan selamanya monster kekacauan ["Religion and Its Monsters", Timothy K. Beal, hal.20]

    Kata "LAYLA/LAYLI/LILITH" selain muncul di Kejadian 1, juga di Yesaya 34.14 ("LIYLIYTH/LILITH"/HANTU MALAM, yang bertempat di sungai-sungai EDOM) dan Mazmur 91.5 ("PACHAD LAYLA/LAYLI" = Teror Malam). LILITH, dari kata Babilon-Asyria "lilitu", iblis perempuan/dewi angin, salah satu 3 dewa Babilonia. Juga "Lillake" di tablet Sumeria dalam Gilgamesh yang ada di tepi sungai Eufrat. Dalam etimologi popular Ibrani, 'Lilith' dari 'layil', monster malam berbulu ["Hebrew Myths: The Book of Genesis", Robert Graves dan Raphael Patailihat. Juga lihat "The Book of Lilith, Barbara Black Koltuv, Introduction].
Ke 2:
membentuk cakrawala (raqiya) memisahkan air (mayim) yang ada di bawah dan di atas cakrawala. Menamakan cakrawala itu langit (Shamayim), YOM SHENIY/SENIN (terjemahan umum: hari ke-2) [Kej 1.6-8]. Perlu diperhatikan bahwa Langit tercipta di hari kedua setelah adanya Bumi

Ke-3:
Mengumpulkan air di bawah langit pada satu (echad) tempat (maqam) hingga terlihat yang kering, yang kering dinamakan bumi/daratan (erets), kumpulan air dinamakan laut/samudera (Yam). Bumi mengeluarkan tunas muda, tumbuhan berbiji, segala pohon buah berbiji, YOM SH@LIYSHIY/SELASA (hari ke-3) [Kej 1:9-13]

Ke-4:
Menjadikan benda penerang yang besar (Matahari), yang kecil (bulan) dan bintang (kowkab) untuk menerangi bumi dan diletakan di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam, terang dan gelap, datang (hayah) tanda (owth) masa (mo'ed) hari (Yom), tahun (shaneh). YOM R@BIY`IY/RABU (hari ke-4) [Kej 1.14-19]
    Note:
    1 Hari tuhan = 1000 tahun manusia [Mazmur 90:4, II Petrus 3:8, Wahyu 20: 2-7, dinyatakan kalimat-kalimat 1000 tahun sebagai peristiwa kebangkitan]. Juga, bagaimana mungkin di hari ke-1, diciptakan Siang dan Malam namun 4000 tahun kemudian matahari dan bulan baru diciptakan? dan bagaimana mungkin menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan agar berbuah dan berbiji tanpa ada matahari, karena baru tercipta 1000 tahun lagi?
Ke-5:
Di air (Mayim) melimpah (sharats) mahluk hidup (NEPHESH HAYAH), MAHLUK YANG BISA TERBANG ('OWPH) beterbangan ('UWPH) di bumi di lintasan kubah langit ('al 'erets 'al paniym raqiya shamayim). ELHAYA/ELOHIM membentuk ('bara) MONSTER (Tanniyn) besar (gadol), segala jenis (kol miyn) mahluk hidup bergerak (NEPHESH HAYAH HAROMESET) melimpah di air, dan segala jenis mahluk bersayap ('OWPH KANAPH), YOM CHAMIYSHIY/KAMIS (hari ke-5) [Kej 1.20-23]. jadi binatang laut dan burung diciptakan bersamaan dan terjadi sebelum binatang darat

Ke-6:
Bumi mengeluarkan (erets yatsa') segala mahluk hidup, melata, ternak, liar, membuat (asah) Adam dari gambar (tselem) dan rupa (d@muwth) Elohim, laki-laki (ZAKAR), perempuan (N@QEBAH), bertambah banyak, YOM SHISHSHIY/JUM'AT (hari ke-6) [kej 1.24-31]
    Note:
    Para Rabbi: Tinggi Adam sebelum jatuh dalam dosa, 200 kubik, setelahnya, 100 kubik [Babylonian Talmud: Tractate Sanhedrin 100a; Zohar, vol.1, hal.297; Midrash Tanhuma-Yelammedenu, Samuel A. Berman, hal.20]

    Rabbi Yose bin Halafta, abad ke-2 M, Rabbi periode Mishana dari Sepphoris, Galile, adalah pembuat kalender Yahudi yang digunakan hari ini. Proses penciptaan tanggal 25 Elul tahun ke-1/Julian: 22 Sep 3760 SM. Hari ke-6, ketika Adam dan Hawa diciptakan adalah hari ke-1 bulan Tishri/Julian: 7 Ocktober 3761 SM (Versi kristen lain lagi, versi Kristen Ortodok Timur: 1 Sep 5509 SM; Versi Uskup User, Anglo-Irlandia: 23 Oktober 4004 SM). Tahun baru Yahudi, Rosh Hashana/hari ke-1, bulan Tishri/hari peniupan adalah di tahun ke-2. Di Mishnah Torah-nya kaum Maimunit (Dari Musa bin Maimun, filsuf dan saintis Yahudi abad ke-12 M) menyatakan perhitungan harus berdasarkan hari ke-3 Nissan tahun itu (yaitu 22 maret 1178 M), jadi, tahun ke-4398 sejak penciptaan dunia adalah tahun ke-0 (dalam bahasa latin AM = Anno Mundi = "dalam tahun di dunia"), penciptaan manusia terjadi di AM 1 atau 3761 SM. [Lihat juga: "History of the World", R. Rachel M. Solomin; Juga "Haaretz]
Ke-7:
Elohim sabath (berhenti) dari pekerjaannya, YOM SH@BI'IY/SABTU [hari ke-7] [Kej 2:1-3]

Di Kejadian 2:
Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi (erets) dan langit, BELUM ADA semak apapun di bumi, BELUM ADA tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah BELUM menurunkan hujan ke bumi, dan BELUM ADA ADAM untuk mengusahakan tanah (ADAMAH) itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia (ADAM) itu DARI debu (APHAR) TANAH (ADAMAH) dan menghembuskan nafas (N@SHAMAH) hidup (HAYAH) ke dalam hidungnya; demikianlah ADAM itu menjadi makhluk hidup (NEPHESH HAYAH).

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman Eden (GAN EDEN), DI SEBELAH TIMUR (QEDEM: konon letaknya dekat daratan sungai Efrat dan Tigris/nil, lainnya berkata di selatan IRAK); DISITULAH DITEMPATKANNYA ADAM YANG DIBENTUKNYA ITU. LALU TUHAN AllAH MENUMBUHKAN BERBAGAI POHON dari tanah (ADAMAH), yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. [Kej 2:2-9]

Sungai yang mengalir dari Eden untuk membasahi taman dan bercabang 4... Yang pertama, Pison, mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila... yang kedua, Gihon, mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush..yang ketiga, Tigris (Nil), mengalir di sebelah timur Asyur... yang keempat, Efrat. TUHAN ALLAH MENGAMBIL ADAM ITU DAN MENEMPATKANNYA DALAM TAMAN EDEN untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada Adam: "Semua pohon dalam taman boleh kaumakan buahnya, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, jangan kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. [Kej 2.10-17].

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau Adam seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia Lalu TUHAN Allah membentuk DARI TANAH (adamah) segala binatang hutan dan segala (kol) mahluk yang bisa terbang ('owph) di langit (Shamayim). Dibawa/dikawinkan ('BOW) kepada Adam untuk dilihat/dicampuri (ra'ah), apa (mah) disebut (qara') yang ('aher) disebut (qara') Adam. Segala (kol) makhluk hidup (nephesh hayah) nama (shem) nya ('huw. feminim, strong's no.1931: Itu, Ia, Perempuan). Adam memberi nama kepada segala ternak, mahluk yang bisa terbang ('owph) di langit (Shamayim) dan segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. [Kej 2.18-20]

    Note:
    Penciptan ADAM, TUMBUHAN DAN HEWAN pada kitab Kejadian 2 BERTOLAK BELAKANG  dengan kejadian 1:

      Kejadian 1:
      SELASA/Hari ke-3: DI BUMI, DARI TANAH ditumbuhkan Tunas muda, tumbuhan berbiji, segala pohon buah berbiji[Kej 1:9-13]
      KAMIS/Hari ke-5: Di BUMI, DARI AIR, diciptakan mahluk hidup (NEPHESH HAYAH), MAHLUK YANG BISA TERBANG beterbangan di bumi di lintasan kubah langit..MONSTER besar, segala jenis mahluk hidup bergerak, dan segala jenis mahluk bersayap [Kej 1.20-23]
      JUMAT/Hari ke-6: DI BUMI, DARI BUMI, diciptakan segala mahluk hidup, melata, ternak, liar, SETELAHNYA DI BUMI menciptakan Adam dari gambar dan rupa Elohim, laki-laki, perempuan, bertambah banyak [kej 1.24-31]
      SABTU/Hari ke-7: Tuhan berhenti dari pekerjaannya [Kej 2:1-3]
      Kejadian 2:
      Bumi langit diciptakan [Kej 2.4]. Kemudian menciptakan Adam SEBELUM semak, tumbuhan apapun di padang [Kej 2.5-7]
      Kemudian membuat taman Eden di BUMI bagian TIMUR: DARI TANAH DI BUMI ditumbuhkan berbagai pohon untuk dimakan buahnya, pohon kehidupan, 4 sungai dan memerintahkan Adam bercocok tanam [Kej 2.8-17]
      Kemudian DARI TANAH diciptakan segala binatang hutan, ternak, mahluk yang bisa terbang di langit.[Kej 2-19-20]
      DARI SISI ADAM/RUSUK DICIPTAKAN Hawa untuk menjadi pasangannya [Ke 2.21-25]
      laki-laki, perempuan dan turunannya terjadi SETELAH Adam di usir dari Eden

    ADA SELISIH 3 HARI terciptanya ADAM antara Kejadian 1 VS Kejadian 2
Lanjutannya:
Lalu TUHAN Allah membuat Adam tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk (TSELA) dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging (Basar). Dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari ADAM, dibangun-Nyalah seorang perempuan (ISHSHAH), Dibawa/dikawinkan ('BOW) kepada ADAM. Lalu berkatalah ADAM: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan (ISHSHAH), sebab ia diambil dari laki-laki (IYSH). Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ('AZAB) ayahnya ('AB) dan ibunya ('EM) dan bersatu dengan isterinya (ISHSHAH), sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, Adam dan isterinya (ISHSHAH), tetapi mereka tidak merasa malu. [Kej.2.21-25]

    Note:
    Darimana Adam tahu bahwa LAKI-LAKI AKAN MENINGGALKAN BAPAKNYA dan KAWIN DENGAN PEREMPUAN padahal Anak-anaknya dari Hawa belum ada?

    PENOLONG ADAM SEBELUM HAWA:

      "..Allah menciptakan Adam namun Ia kesepian, maka diciptakan Lilith dari tanah yang sama, Adam dan Lilith bertengkar, karena tidak mau berbaring di bawah lainnya, Lilith beralasan karena mereka terbuat dari tanah yang sama. Lilithpun meninggalkan Adam. Allah mengirim 3 malaikat untuk mengejarnya, untuk menyuruhnya kembali kepada Adam. Lilith menolak dan hendak melemahkan dan membunuh para bayi. Para Malaikat berhasil mengatasinya, akhirnya Lilith berjanji bahwa Ia tidak akan mengganggu bayi yang Ibunya menggantung amulet nama 3 malaikat itu, Mereka kemudian melepaskannya dan Allah menciptakan Hawa sebagai ganti Lilith. Sejak itu, Lilith berkelana di dunia dengan lolongan kebenciannya di malam hari. Ia yang disebut sebagai 'Yang melolong'" [Alpabet Bin Sirah, bab 5; Straight Dope]

      Rabbi Hiya: 'Dan tuhan menciptakankan monster besar (ikan, Paus), artinya Leviathan dan istri.' 'Dan setiap mahluk hidup yang bergerak' di seluruh bagian Bumi. "nephesh Hayah" (mahluk hidup, kej 1.21) adalah lilith...Rabbi Simeon:..Kitab suci mengatakan Tuhan mengambil salah satu rusuknya dan menutup tempat itu dengan daging (Kej 2.21), di setiap buku kuno dinyatakan bahwa yang diambil bukan rusuknya tapi Lilith yang hidup bersama Adam dan memberikannya keturunan. Karena Lilith bukan penolong yang sepadan Adam, maka diciptakanlah Hawa (Kej 2.20)" ["Zohar: Bereshith to Lekh Lekha", Nurho de Manhar, Ch.16]

      Bahkan Lilith pernah menjadi pengantin Allah: "...Saat kehancuran kuil, Tuhan mengusir pengantinnya, Shekhinah dan mengangkat satu pelayan wanita yang menggantikannya sementara menjadi pengantinNya, yaitu Lilith.." ["SAMPLE MYTHS FROM TREE OF SOULS: THE MYTHOLOGY OF JUDAISM, Howard Schwartz, Oxford University Press, 2004]
Lanjutannya:
Ular (NACHASH) membujuk ISHSHAH untuk makan pohon pengetahuan, ISHSHAH memakannya dan memberikan pada SUAMINYA ('ENOWSH). Mata mereka terbuka dan tahu bahwa mereka telanjang. Ketika mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman, takut karena telanjang, mereka sembunyi, Allah tahu mereka makan buah pengetahuan padahal telah melarang Adam. Adam berkilah bahwa ISHSHAH yang memberinya maka dimakannya. ISHSHAH berkata bahwa ia diperdaya ULAR. Allah mengutuk ular bahwa ia akan berjalan dengan perutnya dan akan makan debu (APHAR) selamanya. Keturunan perempuan dari Ular dan darinya (Huw, orang ke-3, laki-laki) akan saling bermusuhan. ISHSHAH akan susah payah mengandung, sakit ketika melahirkan dan berahi pada suami. Tanah menjadi terkutuk karena Adam dan setelah bersusah payah, hasil dari tanah akan menjadi makanan Adam. Adam namakan ISHSHAH, HAWA, Allah membuatkan mereka pakaian dan kulit binatang, mengusir mereka dari Taman Eden agar mengusahakan tanah tempat ADAM berasal. [Kej 3.1-24]

Adam tahu (YADA) Hawa, isterinya, hamil, lalu melahirkan Kain..Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, saudara Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani..Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah sebagai korban persembahan; Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya..TUHAN mengindahkan persembahan Habel..hati Kain menjadi sangat panas..Kain memukul Habel, membunuhnya [Kej 4.1-8].
    Note:
    Saat makan buah pengetahuan, ADAM dan HAWA telah kawin.
    Talmud: b. Shab. 146a: Ular menyetubuhi HAWA, memasukan kotoran padanya. Dalam Kabbala: Zohar 1.37a: Rabbi Hiyya: Anak-anak Allah keturunan KAIN karena SAMAEL menyetubuhi HAWA, hamil dan lahirlah KAIN. Dalam Midrash: Pirqe R. Eliezer. Ch. 13: Samael adalah pangeran terbesar di surga. Samael memiliki 12 sayap. Ia dan pasukannya turun. Samael menaiki Ular. Ular berkata kepada wanita itu: "Benarkah kamu diperintahkan untuk tidak memakan buah pohon ini?. [Samael and Serpent]. (samael) mengendarai ular menyetubuhi Hawa dan hamil ["Zohar: Bereshith to Lekh Lekha", A SYMPOSIUM OF RABBI SIMEON'S STUDENTS", CH 21]. Rabbi Jehuda:...Samael, ketika turun ke bumi menaiki ular. ketika muncul dalam bentuk ular, Ia disebut Setan. [Ibid, Ch.16].

    Rabbi Abba: "'Dan ADAM TAHU, HAWA, ISTRINYA, MENGANDUNG DAN MELAHIRKAN KAIN' (kej 4.1)..kedua bersaudara, Kain dan Habel, sangat berbeda sifat dan karakternya." Rabbi Eleazar: "..penyebab ketidaksamaan dari persetubuhannya dengan ULAR dan ADAM yang melahirkan 2 anak laki-laki..Kain itu berasal dari yang tidak murni, Habel yang murni, Kain berasal dari malaikat maut/Samael/Ular [Ibid, Ch.31]

    Samael, Malaikat kematian adalah, yang juga sebagai Ular dan disebut Setan dan Istrinya adalah Lilith ["Zohar", Vol.1 hal.209, catatan kaki no.823]

    Dalam Kristen, Setan dan Y@Hova adalah sama.

      IBLIS [Satan] bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: "Pergilah, hitunglah orang Israel dari BERSYEBA SAMPAI DAN, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka" Lalu berkatalah Yoab: "Kiranya Y@HOVA menambahi rakyat-Nya 100 x lipat dari pada yang ada sekarang..."[1 Tawarikh 21:1-3]

      Bangkitlah pula murka Y@HOVA terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda" Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari DAN SAMPAI BERSYEBA; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka." Lalu berkatalah Yoab kepada raja: "Kiranya @YAHOVA, ELHAYAM/ELOHIM, menambahi rakyat 100x lipat dari pada yang ada sekarang.."[2 samuel 24:1, 3 ,4]

      "YAM/YOM BOW BEN ELHAYAM/ELOHIM (Yam berkumpul bersama para anak YAM) AL YATSAB Y@HOVA/YHWH (bersama Ia yang menjadi) TAVEK BOW GAM SATAN (diantara yang berkumpul juga iblis) [Ayub 1.6, 2.1].

      Arti dari kata Y@HOVA/YHWH ("יהוה"/hwhy), apakah dari: huruf "י"/Y = Dia + ("היה"/"אֶֽהְיֶ֣ה"/HYH/HYHA = DATANG, Kel 3.2-14: ...Firman ELOHIM kepada Musa: "hyha rsa hyha/AHAYAH 'AHER AHAYAH/"datang yang datang" DAN BUKAN "aku adalah aku") ATAUKAH DARI: huruf "י"/Y = Dia + ("HOVAH "הוה"/HWH = BENCANA, Yes 47.11/Yeh 7.26)? Sehingga, arti Y@HOVA/YHWH seharusnya adalah Y+HWH (DIA BENCANA) DAN BUKAN Y+HYH (DIA DATANG)
Lanjutannya:
Allah mengutuk Kain..mengusirnya..menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi..Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka Barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh Barangsiapapun yang bertemu dengan dia. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya [Kej 4.9-17]
    Note:
    Siapakah 'Barangsiapa' yang ditakutkan akan membunuh Kain sampai membuat Tuhan memberikan jaminan agar tidak akan dibunuh oleh 'Barangsiapapun'? Darimana munculnya perempuan yang bersetubuh dengan Kain? dan siapa penduduk kota Henokh yang didirikan Kain?
Lanjutannya:
Karena Habel dibunuh Kain, Allah memberikan Adam anak pengganti Habel [Kej 4:25]. Adam berusia 130 tahun, ketika anak ke ke-3nya, SET, lahir [Kej 5:3], berusia 800 tahun, ketika anak-anak lelaki dan perempuannya lahir. Adam wafat di usia 930 tahun. [kej 5:4-5]. Set berusia 105 tahun, ketika Enos. Dan Set masih hidup 807 tahun, setelah ia memperanakkan Enos lahir. dan punya beberapa anak laki dan perempuan. Set wafat di usia 912 tahun. Enos berusia 90 tahun saat Kenan lahir. Kenan berusia 70 tahun, saat Mahalalel lahir. [Kej 5.6-13]

    Note:
    Selain Set hingga berusia 799 tahun, Adam tidak punya anak lain, di usia 800 tahun Adam punya beberapa anak lagi laki dan perempuan yang tidak disebutkan namanya. Oleh karenanya, perempuan mana yang dikawini Kain dan Set, ketika Adam berusia 210 tahun?

    Alkitab: Setelah Adam diciptakan dari tanah, Allah merasakan bahwa Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Sehingga dijadikannya pula penolong baginya, yang sepadan dengan dia. dari tanah yang sama, Tuhan Allah menciptakan binatang dan mahluk yang bisa terbang 'penolong yang sepadan bagi manusia itu [Kej 2:18-19], setelah itu, HAWA diciptakan. Di antara para binatang-binatang hutan yang diciptakan Allah, kera bentuknya juga menyerupai manusia, tentunya menyerupai rupa dan gambar ALLAH juga, maka APAKAH DAPAT DITERIMA, JIKA:

    • Wanita misterius yang disetubuhi Kain dan SET itu adalah Kera betina?
    • Kaum Yahudi dan Abrahamik dari garis keturunan Kain dan Set apakah 1/2nya berasal dari kera?

    Jika menerima ini, tentunya sangat memalukan bagi pemeluk Abrahamik, oleh karenanya, selain kisah Lilith di atas, perlu juga beberapa variasi legenda lain untuk menjembataninya, misal:

      Kain mengawini adik perempuannya, Awan di akhir Jubile ke-4. Di Jubile ke-5, minggu ke-1, Henokh anak Kain lahir. Kain wafat diakhir jubile ke-19. Di Jubile ke-4, minggu ke-5, Anak lelaki Adam, yaitu Set lahir. Di Jubile ke-4, minggu ke-6, Anak perempuan Adam, Azura lahir. Set mengawini Azura di JuDile ke-5 di minggu ke-5 dan setelah itu lahirlah Enos anak Set [Jubilee 4.1-9. 1 Jubile = 50 tahun perhitungan bulan = 49 tahun perhitungan matahari (Perhitungan kalender bulan Yahudi 12 bulan + 7 bulan per 30 hari tambahan untuk siklus 19 tahunan).

      Kain berusia 15 tahun saat membunuh Habel, Ia kawin dengan Themech dan melahirkan Henokh. Kain wafat di usia 730 tahun. Henok Kawin dengan anak perempuan Set. Namun menurut Jerahmeel, Henokh kain dengan Niba, anak perempuan dari Shem [Antiquities of Philo 2.1-4]

      Menurut Pirḳe de R. Eliezer: Istri Kain adalah adik kembarnya (xxi). Rabbi Miasha juga mengatakan demikian (hal.152. menurut catatan kaki no.3, namanya adalah Luluwa. Sementara di catatan kaki no.4, Saudara kembar perempuan Abel adalah Aklima). menurut Rabbi Zadok, selain masalah persembahan, irihati Kain hendak membunuh Abel adalah karena adik perempuan kembar Abel lebih cantik, jadi ingin dikawininya (Hal.154)
Demikianlah, legenda yang terlalu banyak bolong ini, memang perlu legenda lainnya untuk menutupinya.

[Pengantar]


Ajaran Islam

Berikut kronologis kemunculan Adam menurut Qur'an dan Hadis:
  • Setelah Allah menciptakan Pena, Ikan besar dan meletakan Bumi yang datar di atas punggung Ikan tersebut. maka aktifitas penciptaan dilakukan secara maraton selama 6 hari yang kadarnya 1 hari = 1000 tahun. Di haris, terdapat beberapa ragam pendapat variasa detail harian penciptaan Bumi dan segala isinya [AQ 7:27-33 dan AQ 41:9:12].
  • Setelah itu, Allah membuat pengumuman pada para Malaikat bahwa Ia akan "menjadikan seorang khalifah di muka bumi" [AQ 2:30, 7:10]. Manusia ini bernama Adam dan akan tingal di BUMI bukan di SURGA.

    Kata "Khalifah" ternyata punya 2 (dua) arti: Penguasa/Pemimpin dan Pengganti [Menurut H. Yousouf Sou’yb (Dosen Fakultas Ushulludin Sumut) kata “khalifatan” itu pada masa Nabi Muhammad SAW, diartikan "Pengganti". Namun, apapun arti Khalifah, tetap mengindikasikantelah adanya sekelompok orang. Jikapun diartikan pengganti maka akan digantikan dengan jenis yang sama dan atau sederajat [Misal: Abu bakar jadi Khalifah setelah wafat terbunuh kemudian digantikan Umar. Setelah Umar terbunuh digantikan Usman, Setelah Usman terbunuh digantikan Ali, Setelah Ali terbunuh digantikan orang lainnya dan seterusnya]

  • Saat Allah mengatakan demikian malaikat juga bertanya, "Mengapa hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah" [AQ 2:30]. Mengapa malaikat tahu apa yang akan terjadi padahal Qur'an [AQ 2:32] menyatakan bahwa kemampuan malaikat terbatas, "Laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘alamtanaa" [Tiada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami]?

      Note:
      Kapan Malaikat dan Iblis diciptakan?
      Riwayat Al-Muthanna - Ishaq b.Al-Hajjaj - 'Abdallah b.Abi Ja'far - Ayahnya - Al-Rabi' b.Anas: Allah menciptakan Malaikat di hari Rabu, Jinn di hari Kamis dan Adam di hari Jum'at..Beberapa jinn kafir dan sejumlah Malaikat turun ke bumi memerangi mereka. Demikianlah pertumpahan darah dan kerusakan muncul di bumi [The History of Al-Tabari, Vol I, General Introduction and From the Creation to the Flood, Franz Roshenthal, 1989, hal.253].

      Riwayat Musa b.Harun al-Hamdani -`Amr b. Hammad - Asbat-al-Suddi - Abu Malik dan Abu Salih-Ibn 'Abbas. Juga (al-Suddi) - Murrah al-Hamdani - Ibn Masud dan beberapa sahabat nabi: Iblis dijadikan penguasa langit terendah, berasal dari suku malaikat yang disebut Jinn..karena mereka adalah penjaga Jannah (Surga)..Iblis adalah penjaga surga [Ibid, hal.250-251].

      Riwayat dari Al Dahhak - Ibn Abbas: Nama Iblis adalah Al-Harith. [Ibid, hal. 252], Riwayat Tawus -Ibn Abbas: Nama Iblis adalah Azazil [Ibid, hal.254]

  • Allah menciptakan Adam dari tanah yang ada di bumi [AQ 3:59, 6:2, 7:12, 17:61, 15:26, 28,33, 23:12, 30:20, 38:71, 38:76, 32:7, 55:14] dan dibuat seperti (alaa) wujud/bentuk ALLAH (shurati-Hi) (khalaqa Allahu azza wa jalla adama alaa shuratihi) [Sahih Muslim 40.6809; 32.6325, dari riwayat Abu Hurairah, silakan lihat fatwa: 20652]. Aktifitas tersebut dilaksanakan pada saat:

    • Matahari terbit, menurut ucapan Nabi SAW yang berasal dari Abu Huraira [lihat tafsir Ibn kathir Surat 2.35-36, "Adam di Surga selama 1 Jam saja" di hadis Muslim dan An-Nasa'i]
    • Ashar [waktunya adalah ketika Panjang Bayangan benda 2x tinggi benda], menurut ucapan Nabi SAW yang berasal dari:

      • Abu Huraira [Muslim no.4997/039.6707 (juga di Ahmad no.7991. Juga di Muslim no.4.1856, 1857, Abu dawud no.3.1041, 1042);
      • Imam Ahmad [Tafsir Ibn kathir pada surat 7.54];
      • Ibn Abbas - 'Ikrimah - Abu Sa'd al-Baqqal - Abu Bakr b. 'Ayyash - Hannad b. al-Sari [The History of al-Tabari, Volume 1 - General Introduction and from the Creation to the Flood (trans. Franz Rosenthal, State University of New York Press, Albany 1989), pp. 187-193];
      • Surat 2.35-36, "Adam di surga selama 1 jam" dari Ibn Abbas yang dicatat Al-Hakim & sahih menurut kreteria Bukhari & Muslim namun nga dimasukan pada kitab sahih mereka berdua [khusus yg ini ngga disebutkan berasal dari Nabi SAW]

  • Allah kemudian mengajarkan Adam semua nama benda [AQ 2:31]. Tafsir Ibn Kathir AQ 2.31: Ad-Dahhak meriwayatkan komentar Ibn `Abbas tentang ucapan Allah "dan Ia (Allah) mengajarkan Adam semua nama" maksudnya adalah nama-nama yang digunakan orang-orang misalnya: manusia, binatang, langit, tanah, laut, kuda, keledai dsb.

    Kemudian, Ibn Hatim dan Ibn Jarir meriwayatkan dari `Asim bin Kulayb - Sa`id bin Ma`bad - Ibn `Abbas tentang kalimat Allah, "dan Ia (Allah) mengajarkan Adam semua nama", Ibn `Abbas ditanya, 'apakah Allah mengajarkan nama piring dan pot (jambangan/periuk/belanga)?'. Ia menjawab, "Ya, termasuk..[..]" [juga lihat di: Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs: "..termasuk: periuk masak, piring dan lepekan". Juga di An-Nasafi yang meriwayatkan dari Ibn Abbas nama semuanya bahkan piring dan belanga]

  • Allah meminta Adam memberitahukan nama-nama yang telah Ia ajarkan pada para malaikat [AQ 2:33]. Ini adalah demonstrasi daya ingat yang luar biasa dari Adam

  • Allah kemudian menyuruh Para Malaikat untuk menyembah Adam dan hanya Iblis yang menolak menyembahnya [AQ 38:75-76, 20:116, 15:33, 7:11-12, 2:34]

  • Allah lalu mengutuk Iblis dan mengusirnya keluar dari Surga [AQ 7:13, 15:34, 38:77]. 

  • Iblis melakukan negosiasi agar kutukannya dapat ditangguhkan hingga hari pembalasan [AQ 7:14, 15:34-38, 37:79] dan meminta juga agar diberikan keleluasaan untuk menyesatkan anak cucu Adam di muka bumi [AQ 15:39]

  • Allah mengabulkannya [AQ 7:15-17, 38:80-83] dan bahkan ditambah bonus janji Allah bahwa barang siapa yang tergoda Iblis, akan dimasukkan ke neraka jahanam bersama Iblis [AQ 7:18, AQ 38:84-85]. Kesepakatan antara Allah dan Iblis ini tidak adil bagi Adam:

    • Allah sudah menyatakan dari awal bahwa manusia yang diciptakannya itu tidak berdomisili di SURGA, tidak jelas alasan Allah menetapkan demikian, sekarang bertambah dengan melakukan kesepakatan tanpa melibatkan Adam yang jadi objeknya dan bahkan saat itu ada di Surga
    • Kesepakatan diterima Allah dengan menafikan fakta bahwa hingga detik itu tidak ada indikasi Adam akan membangkang atau beritikad buruk.
    • Keberadaan Adam yang hanya sekejap di Surga sudah merupakan RAHASIA UMUM kalangan dalam [Allah, Malaikat dan Iblis]
    • Faktanya, baik Allah dan Iblis sama-sama akan menyesatkan manusia: "Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya" [AQ 35.8; 14.4; 16.93; 13.27; 47.1,8] NAMUN di ayat lain: Iblis lah yang menyesatkan manusia [misal: AQ 15:39, 36:26, 38:82]
    • Tanpa kesepakatanpun, tingkat hunian yang tinggi di Neraka jahanam telah pasti, para keturunan Adam sudah tervonis jauh sebelum kesepakatan terjadi dan jauh sebelum manusia dilahirkan.

        Riwayat Qa'nabi - Malik - Zaid bin Unaisah - Abdul Hamid bin 'Abdurrahman bin Zaid Ibnul Khaththab - Muslim bin Yasar Al Juhani - Umar Ibnul Khaththab pernah ditanya tentang ayat ini:

        (Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka) -Qs. Al A'raf: 172- Al Qa'nabi membaca ayat tersebut, lalu Umar berkata, "Aku juga pernah mendengar Rasulullah SAW ditanya tentang ayat itu, lalu beliau menjawab;

        "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam, lalu ALLAH MENGUSAP PUNGGUNGNYA (sulbi) DENGAN TANGAN KANAN-Nya hingga keluarlah keturunan Adam dari punggungnya. Kemudian Allah berfirman: "AKU MENCIPTAKAN MEREKA UNTUK MASUK SURGA, dan mereka akan beramal dengan amalan-amalan penduduk surga."

        kemudian ALLAH KEMBALI MENGUSAP PUNGGUNG ADAM hingga keluarlah keturunan Adam dari punggungnya. Setelah itu Allah berfirman: "AKU MENCIPTAKAN MEREKA UNTUK MASUK NERAKA, dan mereka akan beramal dengan amalan-amalan penduduk neraka."

        Seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, lalu untuk apa gunanya beramal?"

        Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya jika Allah menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam surga maka Ia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk surga, sehingga ia mati dengan amalan penduduk surga lalu memasukkannya ke dalam surga.

        Dan jika Allah menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam neraka maka Ia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk neraka, sehingga ia mati dengan amalan penduduk neraka lalu memasukkannya ke dalam neraka."

        Riwayat Muhammad Ibnul Mushaffa - Baqiyyah - Umar bin Ju'tsum Al Qurasyi - Zaid bin Abu Unaisah - Abdul Hamid bin 'Abdurrahman - Muslim bin Yasar - Nu'iam bin Rabi'ah: "Aku sependapat dengan Umar Ibnul Khaththab dengan hadits ini, namun hadits Malik lebih lengkap." [Abu Dawud no.4081, Juga di Tirmidhi no.3001 (Hadis Hasan), 3002 (Hadis Hasan sahih). Malik no.1395. Ahmad no. 294, 2157, 17000]

  • Setelahnya Allah menyuruh Iblis keluar dari surga [AQ 7:18, 15:31-34]. Sebelum Iblis diusir, penjagaaan langit dengan peluru bintang belumlah ada. Penjagaan itu baru muncul kemudian untuk menghalau Iblis menguping pembicaraan dan kemudian lemparan bintang/api segera melanda Iblis [AQ 15:16-18, 37:6-10, 67:5, 72:8-10]

  • Setelah itu, Allah menyuruh ADAM dan Istri untuk tinggal di Surga (Jannah), mereka dipersilakan makan apa saja yang di sukai mereka namun TIDAK BOLEH mendekati 1 jenis pohon saja [AQ 2:35, 7:19, 20:117-119].

    Dimanakah Adam dan Istri tinggal sebelumnya, karena baru diminta tinggal di Surga, padahal di AQ 7.40 untuk masuk surga lewat pintu-pintu langit? Kapan Adam mengakhiri masa lajangnya? Siapa mempelainya?

    Di Quran nama "Hawwa =حواء" tidak ada. Penjelasan hadis bervariasi dan saling bertolak belakang, misal Pendapat lokasi Adam tertidur yang ketika terbangun sudah ada Hawwa, Ibn Isaq -> di luar surga (ini juga ada di tafsir Ibn Kathir) namun Ibn Abbas katakan [dari Ibn Mas'ud + beberapa sahabat] -> di dalam surga.

    Alkitab 4x menyebutkan nama "Hawwa" (Dalam Yunani: EUA, Ibrani: "חַוָּה"/hyw, "ḥavvâ" = "hidup/bernafas" atau "ḥāyâ" = "hidup"), arti = "sesuatu yang hidup/sumber kehidupan" julukan yang sama untuk: TIAMAT (Legenda Bailonia), Kheba (legenda Huria dari surat Armana, pernah disembah di Jerusalem pada akhir jaman perunggu/1550–1200 SM. berasal dari "Kubau", wanita yang memerintah pada Dinasti ke-3, bangsa Sumeria/kish) atau Ninti (ti=rusuk/hidup, Dewi yang menyembuhkan rusuk Enki pada legenda sumeria). Kaum rabbi awal melihat kesamaan kata Hawwa dengan kata Aramaik 'Hewya’ = "ular". Legenda Kanaan menyatakan istri "El" adalah Aserah [Chawat, Hawwah] yang digambarkan dengan POHON KEHIDUPAN, Dewi para Ular sehingga sering juga digambarkan sebagai ULAR.

    Sementara di AQ 4:1 hanya menceritakan seperti ini: "وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا" [wakhalaqa minhaa zawjahaa (dan menjadikan (wa+khalaqa) dari (min + kepemilikan: "haa" (nya, tunggal perempuan), "hu" (nya, tunggal pria), "iy" (ku), "ka" (mu), "naa" (kami), "kum" (kalian)) pasangan/pendampingnya (zawja+haa)]. Jadi, nama "Hawwa" memang diadopsi dari sumber-sumber non Islam. Untuk itu tafsiran untuk "Hawwa" dan juga AQ 4:1, dapat saja berarti:

    • Menjadikan pasangan yang berasal dari diri Adam sendiri yaitu "rusuk" [Merujuk ucapan nabi SAW di hadis sahih Bukhari dan dua Hadis muslim semuanya berasal dari Abu Huraira atau berdasarkan tafsir Ibn kathir untuk surat 2:34-35, dari Muhammad bin Ishaq yang menyatakan bahwa setelah Allah mengajarkan Adam nama-nama dan memarahi Iblis karena tidak mau berlutut pada Adam, maka sebagaimana kitab-kitab sebelumnya katakan, Adam kemudian tertidur. Ibn Abbas: Saat Adam tertidur Allah menciptakan Hawa dari rusuk kiri Adam].

    • "dan menjadikan darinya pasangan/pendampingnya". Hadis hanya menginformasikan bahwa ketika Adam bangun dari tidurnya, Hawwa tiba-tiba sudah ada di sampingnya. Maka berdasarkan ini ada kemungkinan bahwa Hawwa berasal dari suatu kaum yang telah ada sebelumnya. Sehingga ketika waktunya tiba Adam dan Hawwa digelandang keluar Surga, adalah wajar kemudian dikatakan Adam khalifah masyarakat setempat.

  • Allah mengingatkan Adam bahwa "IBLIS" adalah MUSUH dan jangan sampai digelincirkan dari surga. Allah juga melarang Adam dan Istri mendekati pohon tertentu karena menyebabkan Adam termasuk ORANG-ORANG ZALIM (zhzhaalimiina)[AQ 2:35, 7:19 20:117]

  • Perhatikan kalimat "orang-orang zalim"! Bagaimana bisa, Adam adalah manusia pertama, namun saat itu SUDAH ADA sekumpulan orang yang dikategorikan ZALIM?!


    waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina
    [2:35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini37. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.[dan juga AQ 7:19 menggunakan kata Alzhzhaalimiina yg sama]

    [alzhzhaalimiina = الْظَّالِمِينَ] di situs ini dinyatakan kata itu termasuk sebagai isim mafxul (maf'ul) yang merupakan:


    • Jamak laki-laki,
    • Pelaku aktif dari suatu perbuatan dan
    • Kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda الظَّالِمِينَ memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas.

    Sehingga dari gelagatnya arti kata pada surat tersebut jelas menyatakan bahwa Adam sangat memahami maksud pembicaraan dan siapa-siapa [nnaas] yang berjenis laki-laki sebagai pelaku-pelaku aktif perbuatan dhalim. Padahal, kondisi Adam di ayat tersebut belum termasuk kaum Zalim dan juga belum berketurunan.

    IBLIS yang menolak menyembah Adam jelas tidak termasuk golongan Nnaas [manusia] andaikata ada yg berpendapat bahwa karena SETAN membangkang maka Ia masuk pada kategori golongan zalim. Jika pendapat ini diterima, populasi zalim barulah 1 (satu) ekor saja dan belum pantas kalo kata jamak digunakan pada ayat itu. Dengan kata lain, pendapat tersebut kuranglah tepat

    Dengan penggunaan kata jamak pada ayat itu, Ini merupakan Indikasi yang sangat kuat bahwa ada nnaas [manusia] lain, selain tempat adam/hawa saat ini [surga]. Dengan kata lain, Adam bukanlah nnaas [manusia] pertama.

    Mari kita lihat juga ayat di bawah ini:


    inna allaaha isthafaa aadama wanuuhan waaala ibraahiima waaala 'imraana 'alaa al'aalamiina
    [3:33] Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

    Kata-kata: "memilih = اصْطَفَى = isthafaa" + "melebih/diatas = عَلَى = 'alâ" + "bangsa/dunia = الْعَالَمِينَ = al'âlamîna". Ibn kathir dalam tafsirnya menyatakan, "Yang terpilih diantara orang-orang di Bumi" arti senada juga di sampaikan di al-islam.org

    Bagaimana bisa memutuskan suatu pilihan, jika tidak ada kontestan lain yang serupanya, bukan?! Sehingga, petunjuk kata-kata pada ayat itu juga sangat kuat mengindikasikan bahwa Adam bukanlah naas (manusia) pertama.

    Juga pada ayat berikut ini:


      huwa alladzii khalaqakum min nafsin waahidatin waja'ala minhaa zawjahaa liyaskuna ilayhaa falammaa taghasysyaahaa hamalat hamlan khafiifan famarrat bihi falammaa atsqalat da'awaa allaaha rabbahumaa la-in aataytanaa shaalihan lanakuunanna mina alsysyaakiriina - falammaa aataahumaa shaalihan ja'alaa lahu syurakaa-a fiimaa aataahumaa fata'aalaa allaahu 'ammaa yusyrikuuna - ayusyrikuuna maa laa yakhluqu syay-an wahum yukhlaquuna - walaa yastathii'uuna lahum nashran walaa anfusahum yanshuruuna
      [7:189-191] Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan. Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur" - Tatkala Allah memberi keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya588 menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. - Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. - Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.
      588: Maksudnya: orang-orang musyrik itu menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak itu mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdu Manaah, Abdu Syam dan sebagainya.

    Penjelasan ayat no. 588 di atas, tidak tepat. Ayat-ayat tersebut TIDAK menerangkan kelakukan syirik keturunan ADAM berabad-abad kemudian namun kelakuan SYIRIK itu telah dilakukan banyak orang pada jaman Adam dan Hawwa

    Informasi TERPENTING tersebut ada pada AQ 7.190, yaitu di frase" "[عَمَّا = 'ammaa = dari apa] + [يُشْرِكُونَ = yusyrikuuna = yang mereka persekutukan]".

    Mengapa?

    Karena kata yang digunakan adalah "Yusyrikuuna" dan bukan "yushrikaana". -"uuna" pada kata "Yusyirikuuna" merupakan kata kerja "sedang/akan terjadi" jamak, para laki-laki dan berjumlah lebih dari dua" (ismun jama', bentuk beraturan). [Penggunaan "Yusyirikuuna = orang-orang" lihat di: AQ 9:31, 10:18, 16:1,3,54, 23:59,92, 24:55, 27:59,63, 30:33, 35, 40, dll]

    Petunjuk penggunaan kata di ayat itu kuat mengindikasikan bahkan di jaman Adam SEKALIPUN, sudah ada masyarakat dan buanyak yang menyembah Allah lainnya!

    Tafsir-tafsir Quran tidak mengulas frase ini, mereka hanya menyampaikan bahwa kejadian AQ 7.189-191 adalah di jaman Adam dan Hawwa ketika sedang membuat keturunan.

    Tafsir Jalalyn (AQ 7.190):
    Samura bin Jundab meriwayatkan dari Nabi SAW: ‘Ketika Hawa hamil - Seluruh anak-anak yang dilahirkan gagal hidup - Setan datang padanya dan berkata, "Berilah nama Abdul harits dan ia akan hidup" Hawa namai itu dan Iapun hidup. Ini adalah hasil dari wahyu dan perintah setan'. [Al-Hakim menyatakan ini "sahih". Tirmidhi 47.3357/no.3003. Abu Isa menyatakan: hasan gharib. Imam Ahmad no.19258, "Ketika Hawa mengandung, Iblis mengelilinginya hingga tak seorang pun anaknya yang hidup. Iblis lalu berkata, 'Namakanlah anakmu Abdul Harits, niscaya ia akan hidup.' Mereka pun menamakannya Abdul Harits dan ia pun hidup. Padahal, itu merupakan bagian dari bisikan dan perintah setan"].

    Tafsir Ibn Abbas AQ 7.190 juga menyampaikan kisah yang sama.

    Asbab Al-Nuzul Al-Wahidi untuk ayat 7:189-191: Mujahid berkata: “Asalnya, seluruh anak dari Adam dan Hawa wafat ketika masih bayi. Dan dibisikan pada mereka, "Jika seorang anak lelaki lahir untuk mu, namai dia 'Abdul Harits [Hamba Harits]'. Nama setan adalah Harits. Adan dan Hawa melakukan seperti yang ia minta mereka lakukan. Maka turunlah AQ 7.190"].

    Tabari Vol.1, hal.320-322 menyampaikan perawi perawi yang menyatakan bahwa anak pertama pasangan Adam-Hawa BUKAN kembar laki/perempuan Kain dan Habel:

    • Muhammad b. Bashshar - ‘Abd al-Samad b. ‘Abd al-Warith - ‘Umar b. Ibrahim - Qatadah - al-Hasan - Samurah b. Jundub – NABI SAW: TIDAK ADA SATUPUN dari anak HAWA yang hidup. Kemudian ia bersumpah bahwa jika satu dari anaknya selamat, ia akan menamainya Abdul Harits". Ketika seorang anak darinya selamat, ia namainya Abdul Harits. Ini adalah karena bisikan setan.
    • Ibn Humayd – Salamah – Ibn Ishaq – Dawud b. al-Husayn – ‘Ikrimah – Ibn ‘Abbas: Adam hendak melahirkan anak-anak Adam dan membuatnya menyembah Allah, menamai mereka ‘Abdallah, ‘Ubaydallah ("hamba, atau hamba kecil Allah"), dan sejenisnya. Namun mereka mati. Sekarang, Iblis mendatanginya dan Adam dan berkata: Berikan mereka nama-nama lain, mereka akan selamat. Jadi, ketika ia melahirkan seorang bayi untuk Adam, mereka menamainya Abdul Harits". Sehubungan ini, Allah menurunkan firmannya: AQ 7.189..dan seterusnya".
    • Ibn Waki‘ – Ibn Fudayl - Salim b. Abi Hafsah – Sa‘id b. Jubayr, mengomentari ayat yang sama: "..Ketika Hawa menjadi berat dengan KEHAMILAN PERTAMANYA, Iblis mendatanginya sebelum Ia melahirkan, dan berkata: Hawa, Apa yang ada di perutmu? Ia menjawab: Aku tak tahu. Iblis bertanya: Dimana itu akan keluar, dari hidung, mata, atau telinga? Ia menjawab lagi: Aku tak tahu. Iblis berkata: Bagaimana menurutmu, jika itu keluar sehat, engkau menurutiku apapun yang ku perintahkan? Ketika Ia berkata: Ya. Iblis berkata: Namai bayi lelaki itu Abdul Harits! Iblis dinamai Al-Harits. Ia setuju. Kemudian, Hawa berkata pada Adam: Seseorang datang padaku di dalam tidurku dan mengatakan ini dan itu. Adam berkata: Itu Iblis. Berhati-hatilah terhadapnya, karena Ia adalah musuh kita yang telah mengeluarkan kita dari Surga. Iblis mendatangi Hawa lagi dan mengulangi apa yang telah ia sampaikan sebelumnya, dan Hawa setuju. Ketika Hawa melahirkan anak, Allah memberinya anak yg sehat. Namun, Ia namai anaknya Abdul Harits. Inilah yang dimaksud pada ucapan Allah, "keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.."
    • Ibn Waki‘ – Jarir dan Ibn Fudayl - ‘Abd al-Malik – Sa‘id b. Jubayr: Ketika (Sa‘id) ditanya apakah Adam menyekutukan (dengan tuhan lain), Sa'id menjawab: Allah melarang bahwa Aku seharusnya beranggapan bahwa Adam melakukan itu! Akan tetapi, ketika Hawa berat dengan kehamilannya, Iblis mendatangi dan berkata padanya: Dimana itu akan keluar, dari hidung, mata, atau mulut? Ia membuat Hawa putus asa (karena tidak tau dan takut akan apa yang terjadi). Kemudian Iblis berkata: Bagaimana pikirmu tentang itu, ketika itu telah keluar terbentuk sepenuhnya – Ibn Waki‘ berkata bahwa Ibn Fudayl menambahkan: tanpa menyakiti dan membunuhmu - kamu seharusnya menurutiku? Ketika Hawa setuju, Iblis berkata: Namai dia Abdul Harits, dan Hawa lakukan itu. Jarir menambahkan: Jadi Adam mempersekutukan (dengan tuhan lain) adalah hanya di penamaan.
    • Musa b. Harun - ‘Amr b. Hammad – Asbat – al-Suddi: Kemudian ia - Hawa yang dimaksud - melahirkan seorang anak lelaki. Iblis datang padanya dan berkata: Namai dia hambaku (‘abdi)! Jika kau tak mau, Aku akan membunuhnya. Adam berkata padanya: I turuti kamu (sekali sebelumnya), dan kamu menyebabkan aku diusir dari surga. Jadi ia menolak mematuhinya dan menamai anaknya ‘Abdulrahman "Hamba Ia yang penyayang" Ibis - menguasai anak itu dan membunuhnya. Hawa melahirkan anak lainnya, dan ketika ia melahirkan itu, Iblis berkata: Namai ia hambaku! Jika kau tak mau, Aku akan membunuhnya. Adam berkata padanya: I turuti kamu (sekali sebelumnya), dan kamu menyebabkan aku diusir dari surga. Jadi ia menolak mematuhinya dan menamai anaknya Salih, dan Iblis membunuhnya. Ketiga kalinya kembali, Iblis berkata pada Adam dan Eve: Jika kamu hendak mengatasi ku, namai dia ‘Abdul harits! Nama Iblis’ adalah Al-Harits. Ia dipanggil Iblis ketika ia menyusahkan (ublisa) - membuat jadi bingung. Ini (adalah maksud dari ucapan Allah) dimana ia katakan where He says: "keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu" - maksudnya adalah dalam hubungan dengan penamaan.

    Kenapa informasi ini merupakan hal penting untuk diketahui?

    Karena Ibn kathir di tafsir AQ 5.27-31 juga telah menyatakan bahwa kisah perkawinan inses silang kakak/adik kembar yang melatarbelakangi terbunuhnya Habil oleh Kain bersumber dari beberapa ulama kalangan salafi dan generasi belakangan! Mereka berkata bahwa Allah mengijinkan Adam mengawinkan anak-anak perempuannya kepada anak-anak lelakinya karena adanya keharusan pada tindakan itu. Mereka juga erkata bahwa di setiap kelahiran, Adam diberikan kembar, laki dan perempuan dan Ia gunakan ini dengan mengawinkan yang perempuan dengan anak lelaki dari kembaran lain. Saudara perempuan kembaran Habil tidak cantik, sementara saudara perempuan kembaran Qabil cantik, mengakibatkan Qabil menginginkannya bagi dirinya bukan untuk saudara lelakinya. Adam menolak kecuali mereka menyampaikan kurban dan kurban siapa yang diterima, akan mengawini adik perempuan kembaran Qabil hingga terjadi insiden pembunuhan Habil dan kemudian sekor gagak mengajarinya cara mengubur :)

      Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. [AQ 5.31]

    Tabari hal. 307 menyatakan para ulama berbeda pendapat mengenai nama Qabil. Beberapa meyebutkan Qayn bin Adam, beberapa Qabin bin Adam, beberapa Qayin dan beberapa lainnya Qabil.

    Mereka juga berbeda pendapat mengenai alasan mengapa ia membunuh Habil:

    Musa bin Harun Al Hamdani - Amr bin Hammad - Asbat - Al Suddi - (Abu Malik dan Abu Salih - Ibn Abbas) juga dari (Murrah Al Hamdani - Ibn Mas'ud) dan beberapa sahabat Nabi: Setiap anak lelaki yang terlahir untuk Adam bersamaan dengan anak perempuan. Adam biasa mengawinkan anak laki-laki di satu kelahiran dengan perempuan di kelahiran berikutnya. Selekasnya dua anak laki bernama Kain dan Abel lahir untuk nya. Kain adalah petani sementara Abel adalah gembala. Kain yang tertua diantara mereka. Adik perempuan Kain lebih cantik dari adik perempuan Abel. Abel mencoba mengawini adik Kain, namun Kain menolak dan berkata: Ia adalah adik perempuanku dan terlahir bersama denganku dan ia lebih cantik dari adik perempuanmu. Aku lebih berhak mengawininya. Ayahnya memerintahkan Kain mengawini adik perempuan Abel, namun ia menolaknya. Kain dan Abel memberikan kurban untuk mengetahui siapa yang lebih berhak pada anak perempuan itu. Hari itu Adam tidak ada karena di minta Allah ke Mekkah..Abel mempersembahkan domba yang gemuk, sementara Kain mempersembahkan jagung yang kurus, jagung yang gemuk di makannnya. Petir datang menyambar persembahan Abel namun tidak persembahan Kain. Kain marah dan berkata: Aku akan membunuhmu yang menghalangiku mengawini Adikku. Abel kabur. Suatu ketika Abel sendang mengebalakan domba di gunung dan tertidur, Kain mengambil batu dan melemparnya membuat Abel meninggal. Kain membiarkannya terbaring telanjang tidak tahu cara menguburkan. Allah lalu mengirimkan 2 gagak bersaudara dan berkelahi satu sama lainnya hingga mati dan yang satu menggali lubang dan menguburnya. Melihat itu kain berteriak, "Aduh celakanya aku! mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" ....

    Sesuai dengan pernyataan Ibn Kathir di atas dan juga paparan Tabari mengenai adanya perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai alasan pembunuhan, maka darimanakah sumber comotan kisah yang disampaikan para ulama kalangan salafi dan generasi belakangan ini?

    Motif pembunuhan karena wanita dan gagak yang mengajari cara mengubur mayat tidak ada pada teks-teks Yahudi sebelum masehi namun ada pada teks-teks setelah masehi:

      ..sumber paling awal adalah akhir abad ke-2M (s.d 4M/6M): "Adam: Kamu tahu, anakku seth, bahwa air bah akan datang mencuci seluruh dunia akibat anak-anak perempuan Kain, saudaramu, membunuh audaramu Abel, akibat hasratnya pada adik perempuanmu Lebuda. Demikian pula, karena Hawa, ibumu dosa muncul dan setelah air bah, tahun-tahun keberadaan dunia ini adalah 6000 tahun. Dan kemudian datang masa akhir" [Testament of Adam, 3.5]

      Midrash (makna dalam), Genesis Rabba, Rabbi Hunna (320 M - 350 M) berkata: tambahan dari yang kembar telah lahir bersama Abel. [Kain] berkata: Aku akan ambil dia [sebagai istri]. [Abel] berkata: Tidak, aku yang akan ambil dia. Yang pertama berkata, "aku dapat dia karena aku lahir pertama". yang belakangan berkata,"Aku seharusnya dapat dia, karena dia lahir bersamaku [Genesis Rabba 22.7. Tahun pembuatan: Abad 4 M - 6 M]

      Dan Ia [Hawa] menjadi hamil dan melahirkan Kain dan Lebuda [Beberapa teks: Kemudian ia menjadi hamil lagi, melahirkan Abel dan adik perempuannya Qelima]. Dan ketika anak-anak menjadi besar Adam berkata pada Hawa: Jadikan Kain bersama Qelima (sebagai istri), karena ia lahir bersama Abel dan jadikan Abel bersama Lebuda, yang lahir bersama Kain. Dan Kain berkata pada ibunya, Hawa: Aku akan ambil adikku sendiri dan biarkan Abel ambil adiknya sendiri. Karena Lebuda sangat cantik [Cave of Treasure (Abad ke-6 M) 5.20-22, "Cain and Abel in Text and Tradition", John Byron, hal.28]

      Dalam Pierqe of Rabbi Eliezer (PER),
      Rabbi Zeira: ...Sammael (setan) menghamili Hawa. Adam menghamili Hawa lahirlah Abel. Seperti dikatakan: Adam tahu istrinya. Apa yang dimaksudkan Tahu? [Ia Tahu] bahwa ia hamil. Hawa tahu anaknya (kain) tidak seperti mahluk bumi (Palestina Targum Genesis 4.1: Adam tahu Istrinya dihamili malaikat Sammael, dan melahirkan Kain, Ia seperti mahluk surga bukan seperti mahluk bumi ini) ... Rabbi Miasha berkata: Kain lahir bersama adik perempuannya [PER Ch.21, hal.150-152] ... Rabbi Zadok berkata: Kebencian keras melanda Kain kepada adik lelakinya, Abel. Karena persembahannya diterima. bukan itu saja, tapi juga adik perempuan kembaran Abel adalah perempuan tercantik. Dan ia mempunyai hasrat padanya. Lebih lanjut, Ia berkata: Aku akan bunuh adikku Abel dan aku akan ambil adik perempuan kembarannya darinya. Seperti dikatakan, "Ketika mereka ada di ladang" (kejadian 4.8) di ladang artinya wanita yang diumpamakan ladang ["John Byron", hal.28. PER Ch.21, hal 154] ... Adam dan penolongnya (Hawa) menangis dan berduka untuknya (Abel), tidak tahu apa yang harus di lakukan, Karena tidak tahu tradisi menguburkan. Seekor gagak, salah satu temannya mati. (Gagak) berkata: Aku akan ajarkan orang ini apa yang harus di lakukan. Ia ambil temannya, gali tanah, sembunyikan dan kubur di hadapan mereka. Adam berkata: Seperti gagak ini akan aku lakukan. Ia ambil mayat Abel, Ia gali tanah dan ia kuburkan. [PER Bab 21 hal.156]

      [Pirqe (kutipan) Rabbi Eliezer (PER), Bab 21, hal.150-157. Rabbi Eliezer dan Rabi Zadok hidup pada masa Tanna. Rabi Zadok adalah generasi ke-2. Masa Tanna adalah s.d 210 M. PER, Bab 21 berasal dari Rav. Zeira (Generasi ke-3, abad ke-4). Rabi Miasha dari abad ke-4 Masehi. Penyusunan PRE adalah dari berbagai variasi sumber dilakukan tidak sebelum abad ke-8 M. Kemudian, Palestina Targum atau Pseudo-Jonathan, dikompilasi abad 7-9 Masehi ("A History of Biblical Interpretation: The ancient period", Alan J. Hauser, Duane. Hal.168)]

      Setelah Kain membunuh Abel, Mayatnya terbaring terjulur di atas tanah karena kain tidak tahu cara mengurusi itu, Kemudian Yang kuasa mengirimkan dua burung yang murni, membuatnya yang satu membunuh yang lain. Burung yang hidup kemudian menggali tanah dengan cakarnya dan menguburkan korbannya. Kain belajar dari ini dan tahu apa yang dilakukan. Ia gali kuburan dan menguburkan Abel.

      [Midrash Tanhuma-Yelammedenu, Samuel A. Berman, Pasal 10. hal. 31-32. Juga di buku "Claiming Abraham: Reading the Bible and the Qur'an Side by Side, Michael Lodahl, hal.107, memuat kisah yang sama: "..berisi ucapan Tanhuma Bar Abba, abad ke-4 M - yaitu 'Mayatnya terbaring terjulur.. dua burung murni.. menggali.. kain belajar darinya.. menguburkan Abel' (Tanhuma Beresith 10)

      A. Berman menyampaikan usia manuskrip ini, pada "introduction", hal.x:
      "..Nama Tanhuma Yelammedenu diberikan sebagai kompilasi kotbah yang ditemukan disejumlah naskah dan beberapa edisi cetak. Bagian pertama judul Tanhuma, diadopsi dari nama Tanhuma bar Abba, salah satu aggadists paling produktif dalam literatur Yahudi, yang hidup di abad ke-4 M. Banyak ucapannya sebagai atribusi di teks ini. Bagian kedua judul Yelammedenu bagian dari frase yelammedenu rabbenu, "Semoga guru kami memembimbing kita" yang sering diulang di Midrash ini. Para Ahli sepakat bahwa formula ini adalah judul sebuah teks midrash yang ada jauh sebelum Midrash ini di kompilasi.."]

      Sekarang, Kain menyimpan dendam besar pada Abel, dari sebelum ini, karena adik perempuan kembaran Abel menjadi Istri Kain dan ia tidak secantik adik perempuan kembaran Kain yang jadi istri Abel. Ketika Kain ingat ini, Ia berkata: Aku sekarang menemukan kesempatan membalas ["John Byron", hal.28]
      ...
      Melihatnya mati, Ia takut bapaknya menuntut (Abel) darinya; Dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, sedang memikirkan, ia lihat se ekor burung yang telah membunuh rekannya, meletakan paruhnya ke tanah dan menggali, menguburkan yang mati dan menutupinya dengan tanah. Pada saat itulah Kain memperlakukan hal yang sama terhadap Abel, Demikian agar (bapaknya) mungkin tidak menemukannya ["John Byron", hal.77. Oxford Bodleian Ms. Heb. C 74r baris 18-26, dari: 300 M - Abad ke-9M]

    Jelas sudah darimana sumber Quran dan juga para ulama islam ketika mencomot kisah pembunuhan Habil dengan motif kecemburuan Qabil serta gagak yang mengajari mengubur, yaitu berasal dari ucapan-ucapan para rabbi abad SETELAH 2 Masehi.


  • Allah, entah kenapa, pada saat seperti itu tiba-tiba saja menghilang/tidak ada di sekitar Adam dan Hawa dan entah mengapa pula absennya Allah tersebut juga diketahui oleh Iblis?! Perlu di ketahui, Al Quran menginformasikan bahwa sejak di usir, jangankan untuk masuk ke surga, bahkan hanya untuk sekedar nguping saja Iblis mengalami kesulitan dan berpotensi terkena lemparan bintang2/api oleh para Malaikat. Namun, ketika itu, bukan saja Iblis bebas dari gangguan lemparan bahkan mampu menyusup kembali ke dalam surga dan leluasa berbincang-bincang dengan ADAM dan ISTRI!!!

    Di sini, terlihat bahwa ternyata Allah termasuk mahluk ceroboh dan tidak Maha Tahu karena mahluk yang di usirnya dapat masuk kembali ke Surga tanpa diketahui olehnya sendiri dan pun jika Allah telah menginstruksikan Para Malaikat untuk memperkuat penjagaan, maka TIDAK ADA informasi baik di Al Quran maupun hadis tentang kekecewaan Allah atas lemahnya penjagaan dan menghukum para Malaikat yang lalai bertugas jaga saat itu

  • Di surga yg konon ketat penjagaan itu, Iblis dengan leluasa bercakap-cakap dengan ADAM dan ISTRI, Ia memberitahukan Adam alasan mengapa Allah melarang mereka tidak makan buah Quldi tersebut, yaitu agar mereka berdua "tidak menjadi malaikat [مَلَكَيْنِ] dan menjadi orang-orang yang kekal [الْخَالِدِينَ = alkhâlidîna]" [AQ 7:20] dan Iblis juga bersumpah bahwa ia mengatakan yang sebenarnya [النَّاصِحِينَ = alnnâshichîna = "yang memberi Nasihat", lihat penggunaan kata ini di AQ 7:79 dan AQ 28:20]

    Ada beberapa hal mengapa Adam dapat menerima perkataan dari Iblis ini:

    • Allah jelas tidak memberitahukan pada Adam bahwa Iblis telah di usir. Keleluasaan Iblis untuk dapat masuk kembali ke dalam Surga tidak mengindikasikan ADAM tau bahwa IBLIS di usir! Musuh yang dikutuk dan di usir tentunya tidak dapat keluar/masuk surga dengan seleluasa ini sehingga mereka yang berada di SURGA jelaslah BUKAN MUSUH. Nasihat atau anjuran dari penghuni surga tentunya merupakan suatu yang baik

    • Allah di AQ 20:117 hanya memberikan keterangan dengan kalimat seperti ini , "[Ini = هَذَا = hâdzâ]+ [Musuh = عَدُوٌّ = 'aduwwun]"!!! Kata "Ini [hâdzâ]" tidak merujuk kepada "IBLIS"! Barulah pada ayat lainnya [AQ 7:22] yang diucapkan SETELAH kejadian, Allah MENGUCAPKAN kata "الشَّيْطَآنَ[al sysyaythâna = Setan] لَكُمَا [lakumâ = bagi kamu berdua] عَدُوٌّ ['aduwwun = Musuh] "!

      Entah berhubungan atau/tidak namun di Tanzania terdapat Suku pigmi [kerdil] bernama Hadza yang peradabannya berumur lebih dari 50.000 tahun. Mereka mempunyai kisah adanya kaum raksasa yang mempunyai Tinggi dan tenaga yang luar biasa besar [note: Adam tinginya 60 dzira (hasta) (30 meter) menjulang ke langit, lihat: Bukhari no.5759, 3079,3080 [4.55.543, 544] dari Abu Huraira, Muslim 40.6803 dari Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Huraira. Dengan narasi yang hampir sama juga ada di Ibn Majjah no.4324. Ahmad no.6868, 7126, 7592, 7824, 7941] cara leluhr Kaum Hadza menaklukan mereka adalah dengan siasat agar mau makan sesuatu yg telah diracuni

    • Allah ketika menempatkan mereka di Surga, membolehkan mereka makan ["فَكُلاَ"] apa saja namun dilarang mendekati ["تَقْرَبَا"] pohon tertentu. Tidak terdapat kata-kata bahwa pohon tersebut tidak boleh di makan ["فَكُلاَ"]. Al Quran tidak menginformasikan bahwa letak pohon tersebut terpisah tersendiri jika dibandingkan dengan pohon lainnya yang ada di surga, juga tidak menginformasikan ada/tidaknya buah pohon tersebut yang jatuh atau juga tidak menginformasikan bagaimana cara mengambil buah pohon tersebut yaitu apakah harus dengan memanjatkah? perlu usaha tertentukah? atau diberikan oleh Iblis sendiri

    • Al Qur'an menginformasikan bahwa Allah telah mengajarkan Adam semua nama benda, namun ternyata nama dan kegunaan pohon itu tidak ADAM diketahui! Iblis lah yang memberitahukan nama dan kegunaan pohon itu

    • Jika alasan-alasan tersebut di atas tidak dapat diterima, Maka sangat TIDAK MASUK AKAL, ADAM dapat MELUPAKAN larangan tuhan SECEPAT itu padahal di AQ 2:33, nyata termaktub demonstrasi ingatan Adam tentang semua nama benda yang telah Allah ajarkan pada para Malaikat.

      Abu Huraira, Iman Ahmad, Ibn Abbas dan juga Ibn kathir sepakat bahwa sejak adam mulai ada hingga keluar dari Surga hanya memakan waktu 1 jam saja [Ashar s/d Malam] atau 1 harian! Jadi alangkah anehnya hanya dalam tempo sekian jam saja ADAM bisa lupa total perintah tuhan untuk tidak mendekati pohon tersebut!

  • Setelah di rasakan cukup memberikan "waktu khusus" pada IBLIS agar dapat membuat Adam dan Hawa makan buah larangan, maka tiba-tiba Allah hadir lagi di sekitar itu dan mencari mereka. Mengetahui pelanggaran telah dilakukan, Allah Marah mengusir mereka semua [Adam + istri dan Ibllis]. Adam kemudian meminta Ampun dan diterima Allah namun tetap saja digelandang keluar dari surga di [AQ 2:36, 7:22-25, 20:121-122]

    Quran mencatat Ada 2 kejadian Allah mengusir Iblis, yaitu ketika tidak mau menyembah Adam dan ketika membuat Adam makan buah larangan. Kejadian ini sangat mengherankan karena Iblis yang di usir ternyata masih mudah keluar masuk surga tanpa sepengetahuan Allah dan tanpa para malaikatnya.

    Ketika Adam diturunkan dari surga, kepalanya menyentuh langit sehingga menjadi botak, turunannya mewarisi kebotakannya ["Kitab Al-Tabaqat Al Kabir", Vol.1, 1.3.42 (Riwayat Ibn Sa`d - Hishàm Ibn Muhammad - Ayahnya - Abu Salih - Ibn `Abbas). Juga di Tabari, Vol.1 hal.297]

  • Tentang Iblis,
    Tafsir Ibn Kathir untuk Surat 7:24, menyatakan oknum yang diusir dari Surga adalah: Adam, Hawwa dan Ular namun di 2:38 oknum yang di usir dari Surga adalah: Adam, Hawwa dan Iblis. Tafsir Ibn Kathir utk Surat 2:36 menyatakan Setelah di usir, penempatan utk Iblis: Dustumaysan dan Ular: Asbahan [dari Riwayat Ibn Abi Hatim] kemudian Masih disurat yang sama disebutkan taurat menyebutkan Iblis bersembunyi di mulut ular

    Dari tafsir tabari untuk surat 2:36, dicatat bagaimana Iblis masuk surga, Ular dan menggoda Iblis dari 2 (dua) perawi:

    • Berdasarkan riwayat 'Umar b. 'Abd al-Rahman b. Muhrib menyatakan Wahb b. Munabbih berkata [..]Iblis masuk ke perut Ular an saat sudah masuk Surga Ia keluar dari perut ular, menuju pohon larangan, mengambilnya dan pergi ke Hawwa dan akhirnya Hawwa mengambilnya dan memakannya, kemudian Hawwa membawa pohon itu dan pergi ke Adam yang kemudian memakannya juga.
    • Berdasarkan Riwayat Ibn Abbas dari Ibn Mas'ud dari sekelompok sahabat berkata, [..]Iblis bersembunyi di mulut Ular ketika masuk Surga menghindari para Malaikat..membujuk Adam utk makan buah itu, Adam menolak namun Eva memakannya dan kemudian membujuk Adam untuk memakannya

    Dari Muhammad Ibn 'Abd Allah Kisa'i mencatat bahwa Kaab menyatakan Ular telah ada 2000 tahun lebih dahulu dari Adam. dan mengajarkan Adam dan Hawwa seluruh nama pohon yang ada di surga. Ketika kemudian Iblis bersembunyi di mulut Ular dan berkata pada Hawwa maka Hawwa percaya karena sebelumnya Ular telah menceritakan semua tentang pohon disurga. Hawwa kemudian menceritakakan ini pada Adam [ini kemudian diceritakan oleh Ibn Abbas] dan memetik 7 buah yang 5 diserahkan pada Adam dan mereka memakannya. Kemudian mereka ber-4 diusir keluar dari Surga. Kaab menyatakan Iblis ditempatkan di Maysan, sementara Ular di Iphahan.

    Memperhatikan hadis tersebut di atas, Banyak Muslim mengatakan bahwa kisah tentang ular itu Israiliyat namun suka/tidak kisah ini justru di catat oleh para sejarahwan Islam sendiri yang bersumber dari para Sahabat Nabi sendiri yang tentunya saat mereka berkata itu Nabi SAW dipastikan mengetahui yang disampaikannya.

    Namun demikian,
    Al qur'an telah memberikan petunjuk jelas bahwa yang IBLIS bujuk adalah ADAM dan bukan Hawwa [AQ 20:120] walaupun di AQ 7:20-22, dinyatakan Ibis membujuk mereka berdua namun Ibnu Kathir dalam tafsirnya untuk surat 7:20 menyatakan Adam yang dibujuk IBLIS dengan merujuk pada AQ 20:120.

    Ternyata kesalahan Hawwa dalam hal ini cuma satu, yaitu: mengikuti permintaan suami makan bersama buah itu dan menjadi penurut pada Suami malah menjadi kesalahan super berat!

    Jika demikian, maka sudah sepatutnya kita sangat prihatin dengan ketidakadilan yang menimpa Hawwa. Rupanya Hawwa di ciptakan Allah SWT hanya untuk menerima ketidakadilan dan penderitaan saja.

  • Terakhir,
    Memperhatikan "keluguan" adam dan Hawa yang mau saja memakan buah khuldi, maka bisa dipastikan Adam dan Hawa bukan leluhur kaum Tionghoa dan/atau beberapa suku lainnya di dunia

    Mengapa?

    Kalau Adam dan hawa leluhur kaum Tionghoa dan/atau beberapa suku lainnya di dunia, sudah pasti yang dilakukan mereka adalah membudidayakan pohon Khuldi dan/atau ikut membagikannya pada para malaikat (dan juga Iblis) serta memberikan beberapa butir persembahan kepada Allah..baru kemudian dilakukan acara makan bersama..

    Allah pasti pusing untuk memberikan hukuman karenanya!

Kemudian,
Memperhatikan kisah surga di kisah Adam dan Hawa di atas, maka harusnya surga tersebut berada di Bumi bukan di langit.

Alasannya?

Kata "Jannah [الْجَنَّةَ]" ada yang dikaitkan dengan kata lainnya misal: Jannatul ma’wa, Jannatul Firdaus, Jannatul Khuldi, Jannatul 'adnin dan lainnya. Namun ada juga "Jannah" yang berdiri sendiri misalnya Kebun Tamar (AQ 2:266, 13:14, 23:19, 17:9); Kebun Anggur (AQ 18:32, 2:266, 6:99, 23:19, 17:91); Kebun di lereng bukit (AQ 2:265); atau Kebun saja (AQ 26:134, 6:141, 50:9, 18:35,39,40) atau bahkan berarti Taman (AQ 44:25, 34:15,16)

Tentang Klaim Surga bernama FIRDAUS [Wikipedia],

    Kata "paradise" di bahasa inggriskan dari bahasa Perancis "paradis", asalnya dari bahasa Latin "paradisus", dan itu berasal dari bahasa Yunani‚ "kebun kerajaan" (royal garden)[1]. Kata Yunani itu berasal dari bahasa kata Persianya Avestan "pairidaêza-" (Bahasa kuno iran timur) = "Tempat berpagar/tempat yang di pagari",[2]. Berhubungan dengan kata sanskrit "paradesha" = "negeri asing" atau "Negara utama" dari sanskrit "para" = "lewat" (Yunani "pera" dan "desha" = "tanah, Negara"). Kata ini dimasukan kebahasa Semit: Akkadian "pardesu", Arabic: "firdaws", Aramaic "pardaysa", dan Ibrani "pardes".
Kata “Jannah” pada kisah Adam juga tidak terkait dengan kata keterangan lainnya harusnya merupakan bukti konsiten dengan ayat lainnya bahwa itu adalah TAMAN/KEBUN!

Kemudian,
Kata Ihbituu [اهْبِطُوْا], yang diucapkan Allah ketika mengusir Iblis [+Adam dan Istri] dari surga [2:36,38, 7:24] TIDAK BERARTI "turun" dari atas ke bawah namun bisa berarti PERGI, KELUAR atau dimaksudkan sebagai "turunnya" level kenikmatan

Buktinya?

Dongeng Eksodus Nabi Musa dan bangsa israel keluar dari mesir dan kemudian tersesat selama 40 tahun di padang pasir Sinai. Mereka kemudian hanya makan "Manna". Mereka kemudian bosan, mengingat kehidupan lamanya ketika di Mesir dan meminta agar dapat makanan lain selain itu. Saat itulah Allah berfirman di AQ 2:61, "اهْبِطُوْا مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ" ihbithuu mishran fa-inna lakum maa sa-altum [Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta]

Dataran semenanjung Sinai jika dibandingkan dataran Mesir, maka berada pada ketinggian yang sama!

TIDAK ADA 1 (satu) ayat/surat-pun di QURAN yang menyatakan bahwa surga berada pada 1 (satu) lokasi dengan bintang-bintang. Namun demikian, para pembantah dapat saja akan memberikan argumentasi:

    wa-annaa lamasnaa alssamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhubaan - wa-annaa kunnaa naq'udu minhaa maqaa'ida lilssam'i faman yastami'i al-aana yajid lahu syihaaban rashadaan
    [72:8-9] dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat itu untuk mendengar-dengarkan. Tetapi sekarang barangsiapa yang mendengar-dengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai
Ayat ini harusnya bukanlah BUKTI bahwa surga ada di langit, karena ayat ini hanya menyajikan informasi bahwa pernah ada lokasi nongkrong para JIN untuk nguping yaitu di langit yang tidak jamak [Al-samaa-a].

Di Islam, ini adalah langit pertama/terdekat tempat bintang-bintang diletakan [AQ 67:5, 37:6] dan Quran juga menginformasikan bahwa malaikat-malaikat itu bersayap [AQ 35:1], mereka dapat turun dengan cepat [وَالسَّابِحَات سَبْحًا], mendahului [فَالسَّابِقَات] dengan kencang [AQ 79:3-4] dan berada di semua langit (dalam bentuk jamak) ["alssamaawaati", AQ 53:26] BUKAN HANYA di langit pertama. Jadi, ketika setan kepergok nguping berita maka segera dilempari bintang-bintang dari segala penjuru [15:18, 37:8]

Quran juga menyampaikan bahwa bahwa Malaikat-malaikat menghadap Allah [AQ 70:4]. Lokasi tempat menghadap tampaknya tidak berjauhan dengan area ufuk [AQ 53:7, 81.23] antah berantah

Mengapa?

    Maka apakah hendak membantahnya/meragukannya (afatumārūnahu) tentang (ʿalā) apa (mā) yang dilihatnya (yarā)? Dan sesungguhnya (walaqad) Ia telah melihatnya (raāhu) waktu turun (nazlatan) lainnya (ukh'rā), dekat (ʿinda) Sidratil Muntaha, Di dekat itu (ʿindahā) taman/surga (jannatu) tempat tinggal (al-mawā).. [AQ 53.12-15]
Kejadian ini adalah di peristiwa isra' mira'j, yaitu sebelum tawar menawar shalat dengan Allah, ketika itu Muhammad bersama jibril dan Muhammad diperlihatkan Sidratul muntahal.

    Ufuq (bil/bi + ufuq = di kaki langit/horizon. Bentuk jamak: aafaaq (AQ 41.53) = seluruh penjuru. Jika mengadah ke atas, kita melihat langit (sama) bukan ufuk. Matahari terbit/tenggelam di ufuk timur/barat. Jadi kata ini menunjukan kaki langit). Di setelah kata "ufuq" terdapat kata (al-a'laa, "الْأَعْلَى", "sangat tinggi, mulia, unggul") dan juga kata (almubiini, "الْمُبِينِ", "sangat terang, nyata"). Ini menunjukan sifat dan bukan Lokasi. Ufuk adalah tempat jibril dilihat Muhammad (AQ 53.7, 81.23). Di tempat itulah sidratil muntahal dan di dekatnya ada jannah (surga, taman) (AQ 53.14-17) dan ada sungai-sungai.

    Isi dan keadaan Jannah/Surga di quran, diantaranya terdapat tanah [adam diciptakan dari tanah], pohon, ada sungai-sungai, mata air ada istana, ada dipan, pintu, ada permadani, ada perhiasan emas mutiara, gelang [18:31, 22:23, 25:10, 38:51, 43:71] piring, gelas dari emas, pakaiannya dari sutera [35:33], 2 warna surga adalah hijau tua [55:64], ada bidadari-bidadari yang "siap bekerja" di atas permadani dan disebelahnya ada buah2an [55:54, 55:70], minumannya ada campuran jahenya [76:17]. Juga diinformasikan bahwa kekekalan surgawan/wati serta bidadarinya adalah TIDAK LANGGENG, yaitu selama LANGIT dan BUMI masih ADA [11:107-108].

    Sementara itu,
    lokasi sidratul Muntahal di sebutkan bervariasi, yaitu: di langit ke-6 (Muslim no.252) atau di langit ke-7 (Muslim no.234. Bukhari no.2698, 3598, 6963. Ahmad no.12047, 12212)

    Di bawah Sidratil Muntahal terdapat 4 sungai:

      Jibril berkata; "Ini adalah Sidratul Munahaa" Ternyata di dasarnya ada 4 sungai, 2 sungai tak terlihat dan 2 sungai terlihat..adapun 2 sungai tak terlihat adalah dua sungai yang berada di surga, sedangkan 2 sungai yang terlihat adalah NIL dan EUFRAT" [Bukhari no.3598, 2968, 5179]

    Sungai Nil dan Eufrat bukan cuma ada di Sidratul Muntahal namun juga ada:

    • Di langit ke-1 [Bukhari no.6963]
    • Di langit ke-2 [Bukhari 9.93.608]
    • Di langit ke-7 [Muslim 1.314; dan Bukhari no.4.54.429 5.58.227]
    • Di langit, namun tidak disebutkan langit keberapa [Muslim 40.6807 dan Bukhari 7.69.514]
Isi surga dan kondisi macam ini JELAS TIDAK DIMUNGKINKAN dalam kosmologi modern (bulatan bumi yang merupakan anggota tata surya, mengitari matahari. Tata surya ini merupakan himpunan bagian dari galaxy dan Galaxy merupakan bagian kecil dari semesta) NAMUN SANGAT DIMUNGKINKAN dalam kosmologi islami.

Mengapa?

Dalam kosmologi Islami, bumi adalah datar, atapnya berupa 7 langit bertumpuk satu diatas yang lain berbentuk kubah! Inilah mengapa langit, surga, bumi dan air dimungkinkan bertemu!

  1. Bahwa bumi ini berada di atas punggung: seekor ikan yang sangat besar dan seekor lembu/sapi. Kelak setelah kiamat: 70.000 surgawan (kelompok pertama) yang masuk surga tanpa dihisab (siksa neraka), akan dijamu Allah dengan lauk "lembu/sapi (balaam) dan hati ikan paus (nun)" [Bukhari no.6039/8.76.527 (arab). Atau di Muslim no.5000/39.6710 (arab: terdapat penjelasan: "أَمَّا ( النُّون ) فَهُوَ الْحُوت بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاء", artinya "Nun adalah Ikan paus menurut konsensus para ulama")]

  2. Singgasana Allah di atas air:
    "Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah singgasana-Nya di atas air[1] ("عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ", arsyuhu ala al-mai).." [AQ 11.7]. Allah bersemayam di atas arsy (istawaa 'alaa al'arsyi) [AQ 7.54, AQ 57.4, AQ 32.4, AQ 25.59, AQ 20.4, AQ 10.3]. Yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya [AQ 40.7]. Hadis meriwayatkan arsy yang berada di atas air:

      Abdan - Abu Hamzah - Al A'masy - Jami' bin Syidad - Shafwan bin Muhriz - 'Imran bin Hushain:

      ...Nabi menjawab: 'Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun terjadi sebelum-Nya, arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah mencipta langit dan bumi dan Allah menetapkan segala sesuatu dalam alquran'. [Bukhari no. 6868, 2953. Ibn Majah no.178 (Riwayat Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Ash Shabbah - Yazid bin Harun - Hammad bin Salamah - Ya'la bin 'Atho` - Waki' bin Hudus - pamannya Abu Razin ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, di manakah Rabb kita sebelum menciptakan makhluk-Nya?" beliau menjawab: "Dia berada di ruang kosong, di bawah dan di atasnya tidak ada udara, dan di sana tidak ada makhluk. Setelah itu Ia menciptakan 'Arsy-Nya di atas air"). Tirmidhi no.3034 ("Wahai Rasulullah dimanakah Allah sebelum Dia menciptakan makhlukNya? beliau menjawab: "Dia berada di awan yang tinggi, di atas dan di bawahnya tidak ada udara dan Dia menciptakan 'arsyNya di atas air."). Ahmad no.15599, 15611]

    Perlu juga diketahui bahwa: Singgasana Iblis juga di atas air:

      Riwayat Abu Kuraib, Muhammad bin Al Ala` dan Ishaq bin Ibrahim, teks milik Abu Kuraib -- Abu Mu'awiyah - Al A'masy - Abu Sufyan - Jabir - Rasulullah SAW:

      "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling rendah bagi Iblis adalah yang paling besar godaannya." [Muslim no. 5032 dan Riwayat Abu Mu'awiyah - Al 'A'masy - Abu Sufyan - Jabir - Rasulullah SAW: "Iblis meletakkan istananya di atas air kemudian mengutus pasukannya.." [Ahmad no. 13858, 11490, 14632]

    Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda.

    • Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida di antaranya berdasarkan AQ 10.3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana) untuk mengatur segala urusan".

      Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) mengutip hadis dari Ibnu Abi Hatim - Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah SWT menciptakan `arsy dan kursi dari cahaya-Nya. `Arsy melekat di kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. `Arsy dikelilingi oleh empat buah sungai dan Para malaikat berdiri di setiap sungai sambil bertasbih/memuliakan Allah.

    • Kursi [kur'siyyuhu (AQ 2.55)/kur'siyyihi (AQ 38.34)] TIDAK SAMA dengan arsy/. Arti kursi adalah BUKAN "pengetahuan allah", BUKAN arsy, BUKAN "bukan kekuasaan dan kekuatan Allah" NAMUN "pijakan kedua kaki Allah".

      Ibnu ‘Abbas berkata: "الكرسي موضع قدميه و العرش لا يقدر قدره" ["Al-Kursi adalah pijakan kedua kaki (Allah), dan ‘Arsy tidak ada yang tahu ukurannya kecuali Allah."] (‘Abdullah Bin Ahmad, as-Sunnah no. 586, isnadnya hasan – Tahqiq Muhammad Sa’id Salim al-Qahthani. Al-Hakim (al-Mustadraknya 2/310: Hadis ini sahih menurut Bukhari dan Muslim walaupun mereka tidak meriwayatkannya. Disepakati adz-Dzahabi). Fathul Bari Ibn Hajjar (8/199 : Dari Ibnu ‘Abbas bahawa al-Kursi adalah pijakan kedua kaki (Allah) sanadnya sahih). Al-Albani, Mukhtasar al-‘Uluw lil ‘aliyyil Ghoffar, Adz-Dzahabi (1/75: Perkataan ibn Abbas Sahih mauquf). Hadis ibn Abbas juga termuat di Musnad Ahmad, lihat Ibn Kathir dan "ask the scholar"]

    Sementara itu,
    terdapat klaim bahwa Quran dan hadis menyatakan 'Arsy Allah dan Allah ada di langit, misal:

    • Apakah kamu merasa aman (a-amintum) siapa (man) di (fii) langit (tunggal: Al-samāi) bahwa/yang (an) membenamkan (yakhsifa) dengan mu (bikumu) bumi (al-ardha) ketika (fa-idzaa) Ia (hiya, feminim tunggal) bergoncang (tamuuru)? atau (am) apakah kamu merasa aman siapa di langit yang mengirimkan (yursila) padamu ('alaykum) badai batu (hasiban). Maka kelak kalian tahu (fasata'lamuuna) bagaimana (kayfa) peringatanku [nadziiri]? [AQ 67.16-17 -> Kalimat ini dapat juga mengindikasikan itu adalah malaikat yang di langit]

    • "Tidak tahukah kamu bagaimana Allah itu? Sungguh, Arsy-Nya ada di atas semua langit-Nya seperti ini -lalu isyarat tangannya beliau mengatakan, 'Seperti Kubah, dan Arsy itu berteriak dan menyeru kepada Allah seperti tunggangan berteriak kepada pengendara karena berat-." [Abu dawud no.4101, juga statement Ibnu Taimiyah: "Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata: "Telah datang menemui Rasulullah SAW seorang A’rab dan berkata: "Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah" (Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 1/252)]

    • Termasuk hadis yang merupakan pernyataan seorang budak wanita (di hadis lain, Ia menyatakan tidak dengan ucapan namun dengan isyarat tangan):

      Riwayat Yahya - Al Hajjaj Ash Shawwaf - Yahya bin Abu Katsir - Hilal bin Abu Maimunah - 'Atha` bin Yasar - Mu'awiyah bin Al Hakam As Sulami:

      Wahai Rasulullah, terdapat seorang budak wanita yang telah aku pukul dengan keras. Kemudian Rasulullah SAW menganggap hal tersebut sesuatu yang besar terhadap diriku, lalu aku katakan; tidakkah saya memerdekakannya? Beliau berkata: "Bawa dia kepadaku! Kemudian aku membawanya kepada beliau.

      Beliau bertanya: "Dimanakah Allah?" Budak wanita tersebut berkata; di langit. Beliau berkata: "Siapakah aku?" Budak tersebut berkata; engkau adalah Rasulullah."Beliau berkata; bebaskan dia! Sesungguhnya ia adalah seorang wanita mukmin." [Abu Dawud no.2856. Muslim no.836. Abu dawud no.2857 (Riwayat Ibrahim bin Ya'qub - Yazid bin Harun - Al Mas'udi - 'Aun bin Abdullah - Abdullah bin 'Utbah - Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dengan membawa seorang budak wanita hitam, kemudian ia berkata; wahai Rasulullah, sesungguhnya saya berkewajiban membebaskan budak mukmin. Kemudian beliau bersabda: "Di manakah Allah?" kemudian ia mengisyaratkan ke langit dengan jari-jarinya. Kemudian beliau berkata kepadanya: "Siapakah aku?" kemudian ia menunjuk kepada Nabi SAW dan ke langit yang maksudnya adalah engkau adalah Rasulullah. Maka beliau berkata: "Bebaskan dia, sesungguhnya ia adalah wanita mukminah.")]

    Menyatakan bahwa Allah ada di langit TIDAKLAH TEPAT karena hadis juga telah menginformasikan bahkan malaikatpun duduk di atas kursi yang terbentang diantara langit dan bumi, misal:

      Riwayat Yahya bin Bukair - Al Laits - 'Uqail - Ibnu Syihab (riwayat Abdullah bin Muhammad - Abdurrazzaq - Ma'mar - Az Zuhri - Abu Salamah bin Abdurrahman Jabir bin Abdullah:

      Aku mendengar Nabi SAW bersabda menceritakan peristiwa Fatratul Wahyu (Masa-masa kevakuman wahyu): "Ketika aku tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara yang berasal dari langit, maka aku pun mengangkat pandanganku ke arah langit, ternyata di atas terdapat Malaikat yang sebelumnya mendatangiku di gua Hira tengah duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa ketakutan hingga aku jatuh tersungkur ke tanah. Lalu aku pun segera menemui keluargaku seraya berkata, 'Selimutilah aku, selimutilah aku.' Maka keluargaku pun segera menyelimutiku. Akhirnya Allah Ta'ala menurunkan ayat: [AQ 74.1-5]. Yakni sebelum perintah shalat diwajibkan. Ar Rijz adalah berhala. [Bukhari no.4544, 4545, 4543, 3, 2999, 4572, 5746]

    PETA LENGKAPNYA adalah: di atas 7 langit ada laut - di atas laut ada Arsy - dan allah berada di atas Arsy.

      Riwayat [(Muhammad bin Ash Shabbah - Al Walid bin Abu Tsaur) dan (Ahmad bin Abu Suraij - 'Abdurrahman bin Abdullah bin Sa'd dan Muhammad bin Sa'id - Amru bin Abu Qais) dan (Ahmad bin Hafsh - Bapaknya - Ibrahim bin Thahman)] - Simak - Abdullah bin Amirah - Al Ahnaf bin Qais - Al Abbas bin Abdul Muthallib:

      ..Beliau (SAW) lalu bertanya: "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?" mereka menjawab, "Kami tidak tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah bisa 71, atau 72, atau 73 tahun perjalanan -perawi masih ragu-. kemudian langit yang di atasnya juga seperti itu." Hingga beliau menyebutkan 7 langit. Kemudian setelah langit ke-7 terdapat lautan, jarak antara bawah dan atasnya seperti jarak antara langit dengan langit (yang lain). Kemudian di atasnya terdapat 8 malaikat yang jarak antara telapak kaki dengan lututnya sejauh langit dengan langit yang lainnya. Dan di atas mereka terdapat Arsy, yang antara bagian bawah dengan atasnya sejauh antara langit satu dengan langit yang lainnya. Dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala ada di atasnya." [Abu Dawud no.4100, Tirmidhi no.3242 (hasan gharib). Ibn Majjah no.189]

    Walaupun Arsy Allah ada di atas air yang ada di atas langit ke-7,
    Namun Quran memberikan 3x PENEGASAN FINAL lokasi keberadaan Allah, yaitu: TIDAK di langit namun di Mesjidil Haram:

    • Ke-1: "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya.." [AQ 2.144].
    • Ke-2: "Dan dari mana saja kamu, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan"[AQ 2.149].
    • Ke-3: "Dan dari mana saja kamu, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka.." [AQ 2.150]

    Nabi berkata:
    Kenapa orang-orang mengarahkan pandangan mereka ke langit ketika mereka sedang shalat? Suara beliau SEMAKIN TINGGI beliau bersabda: "Hendaklah mereka menghentikannya atau Allah benar-benar akan menyambar penglihatan mereka." [Bukhari no. 708 atau di Muslim 4.862 dari riwayat Jabir bin samura. Atau di Muslim 4.863 riwayat dari Abu huraira, "Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang (See: KBBI. "الصَّلاَةِ" = Al sallata = salat], atau mata mereka akan direnggut"]

  3. Bahwa (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR. [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk AQ 65.12. Dalil bahwa bumi BUKAN bulatan lihat juga: di sini]

  4. "Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap (saqfan) yang terpelihara,[..]" [AQ 21.32] [Tafsir Ibn Kathir: Artinya, menutupi bumi seperti kubah di atasnya.]

    "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit kanopy/kubah/atap (binaa-an) [AQ 2.22, juga di AQ 40.60, tentang "dan langit kanopy/kubah/atap (binaa-an)]. Tafsir Ibn kathir untuk AQ.2.22,29:

      Bahwa Allah mulai dengan menciptakan BUMI dulu baru kemudian membuat LANGIT menjadi 7 langit. Ini adalah bagaimana bangunan biasanya di mulai, lantai dulu baru kemudian bagian atapnya [Ini juga pendapat Mujahid, Ibn Abbas bahwa bumi diciptakan terlebih dahulu.

    "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)..[AQ 13.2]. Tafsir Ibn kathir untuk AQ 13.2:

      Berkenaan dengan kalimat (menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan) adalah seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan di tempat peredarannya) [Ada dua pendapat dan keduanya menyatakan Matahari dan bulan yang bergerak terus menerus]. 'arsy adalah atap dari ciptaan dan tidak berbentuk BULATAN seperti di klaim banyak astronomer. Lebih seperti KUBAH yang di topang oleh pilar. Ditandu oleh para malaikat dan di atas dunia, di atas kepala-kepala orang. Hadis Nabi dari riwayatkan Abu Dharr:

      Ketika senja [magrib], Nabi bertanya padaku, "Apakah kau tau kemana Matahari itu pergi (saat Magrib)?!

      Aku jawab, "Allah dan rasulnya yang lebih tau."

      Ia jawab, "Ia berjalan hingga berhenti pada tempatnya di bawah Arsy lalu menyungkur sujud dan mohon ijin untuk terbit kembali, dan diijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba) dia minta agar terus saja bersujud namun tidak diperkenankan dan minta izin namun tidak diizinkan dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah ke tempat asal kamu datang" dan ia akan terbit dari tempatnya terbenamnya tadi (barat).

      Itulah penafsiran dari sabda Allah "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (AQ 36:38) [Bukhari: no.2960/4.54.421, no.4428/6.60.327, no.6874/9.93.520 dan no.6881/9.93.528. Juga Muslim: no.228/1.297. Juga di Hadis Qudsi Imam Ahmad no.91 (penguatnya di Abu Dawud 3991, 4002]

      'Ada pilar namun tidak dapat kamu lihat' menurut Ibn `Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan beberapa lainnya.

      Iyas bin Mu`awiyah, "Langit itu seperti kubah di atas bumi', artinya tanpa tiang. Serupa seperti Qatadah katakan.

      Ibn Kathir menyatakan bahwa pendapat terakhir [Iyas bin Mu'awiyah] adalah lebih baik mengingat Allah juga menyatakan di ayat lainnya [22:65] yaitu ‘Dia menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya?’

  5. Allah menyampaikan, kisah perjalanan Zulkarnaen dari ufuk timur hingga ufuk barat:

      "Mereka menanyaimu [wayas-aluunaka] tentang Dzulkarnain. Katakanlah Aku bacakan [qul sa-atluu] padamu [ʿalaykum] cerita tentangnya. Sesungguhnya telah diberikannya kekuasaan [makkannaa lahu] di bumi, dan Kami telah berikan [waaataynaahu] dari tiap suatu [min kulli shayin] jalan [sababaan].
      Maka iapun berjalan [fa-atba'a sababaan].
      Hingga [ḥattaa] ketika [idhaa] sampai [balagha] di tempat terbenam [maghriba] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] terbenam [taghrubu] di [fii] mata air yang berlumpur hitam [ayyin hamiatin], dan mendapati [wawajada] DI DEKAT ITU/SEKITAR/SISI [indahaa] segolongan umat [qawman]...
      Hingga ketika sampai ke tempat terbit [mathli'a] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] menyinari [tathlu'u] pada ['alaa] segolongan umat [qawmin]...
      Hingga ketika sampai [balagha] di antara [bayna] dua gunung [alssaddayni], MENDAPATI [WAJADA] di [min] sebelahnya [duunihimaa] suatu kaum [qawman].." [AQ 18.83-86, 90, 93]

    Karena Allah sendirilah yang menceritakan perjalanan Zulkarnaen: hingga sampai ke ufuk barat, hingga sampai ke ufuk timur dan hingga sampai di antara dua gunung. Di mana, di setiap area itu, Ia bertemu tiga kaum yang berbeda, maka ini bukanlah sebuah kiasan.

    Tafsir ibn kathir AQ 18.86 menyatakan "Ia menemukan matahari terbenam di laut hitam, bukan KIASAN karena ia menyaksikan sendiri. kata "al hami-ah" di ambil dari salah satu dua arti yaitu dari AQ 15.28, "lumpur hitam" (ini pendapat ibn Abbas). Ali bin abi thalhah "zulkarnaen mendapati matahari terbenam di laut yang panas" (juga pendapat Al Hasan Al basri). Ibn Jarir mengatakan keduanya benar yang mana saja boleh.
Demikianlah logika dari sudut pandang islam mengapa sungai nil dan efrat dapat sekaligus ada baik di surga, langit dan bumi. Tentu saja logika islami seperti ini jaka sembung bawa golok dengan sains moderen yang kita kenal sekarang, namun dalam Islam, logika dan akal sehat tidaklah perlukan, cukup dengan Iman maka habis perkara!

Kemudian,
Terdapat informasi menarik di peristiwa Isra dan Mi'raj Muhammad,
Yaitu di setiap langit yang disinggahinya, beliau bertemu banyak Nabi lain yang telah lama wafat dan juga keturunan Adam, yaitu di langit ke-:

  1. Adam, beserta keturunannya: di kanan dan kiri Adam, di mana yang sebelah kanan adalah para penghuni Surga dan yang sebelah kiri adalah para penghuni neraka [Muslim 1.313; Bukhari 1.8.345].
  2. Yesus [Muslim 1.314]. Isa dan Yahya [Muslim 1.309 dan Bukhari 4.54.429; 5.58.227]. Idris [Bukhari 9.93.608]
  3. Yahya dan Yusuf [Muslim 1.314]. Yusuf [Muslim 1.309 dan Bukhari 4.54.429, 5.58.227]
  4. Idris [Muslim 1.309, 314 dan Bukhari 4.54.429, 5.58.227]. Harun [Bukhari 9.93.608]
  5. Harun [Muslim 1.309, 314 dan Bukhari 4.54.429, 5.58.227]
  6. Abraham [Muslim 1.313 dan Bukhari 1.8.345, 9.3.608]. Musa [Muslim 1.309,314 dan Bukhari 4.54.429, 5.58.227]
  7. Musa [Bukhari 9.93.608]. Abraham [Muslim 1.314 dan Bukhari 4.54.429, 5.58.227]
Informasi di atas ini seharusnya membingungkan.

Mengapa?

Qur'an menyatakan bahwa mereka yang meninggal tidak otomatis mendapat kan penempatan surga atau neraka, namun MASIH berada di alam barzakh/"بَرْزَخٌ" [AQ 6:93, 9:101, 18:99, 22:7, 23:101-104, 27:82-90, 39:67-75, 40:46, 56:1-56, 75:1-14, 79:34-41, 101:1-11] hingga saat kiamat. Tafsir Ibn Kathir untuk ALAM BARZAH:

    Mujahid berkata, "Al-Barzakh adalah penghalang antara dunia dan akhirat". Muhammad bin Ka `b berkata, "Al-Barzakh adalah apa antara dunia dan akhirat, Bukan orang-orang di dunia ini, makan dan minum, atau orang-orang di akhirat, yang mendapatkan pahala atau hukuman karena perbuatan". Abu Sakhr berkata, "Al-Barzakh mengacu pada kuburan. Mereka tidak di dunia ini maupun akhirat, dan mereka akan tinggal di sana sampai hari kiamat"
Setelah itu mereka dibangkitkan. Hadis menginformasikan di hari kiamat, Muhammad-lah orang pertama yang akan dibangkitkan dari alam kubur [Bukhari 9.93.524, 564 4.56.732, Dari Usman bin Affan; dari Ibnu Umar (Al-Fakihy: 111/70-71)].

Kemudian manusia dikumpulkan, matahari mendekati bumi hingga sebatas 1 atau 2 mil dan manusia berkeringat deras:

    Al Hasan bin Sawwar - Laits bin Sa'ad dari Mu'awiyah bin Shalih - Abu 'Abdur Rahman - Abu Umamah - Rasulullah SAW:

    "Pada hari kiamat matahari mendekat seukuran 1 mil, panasnya ditambahkan sekian dan sekian, serangga-serangga akan mendidih layaknya tungku, mereka mengeluarkan keringat berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka, diantara mereka ada yang mencapai dua mata kaki, ada yang mencapai dua betis, ada yang mencapai pertengahannya dan ada yang dikekang keringat." [Ahmad no.21162]

    ***
    Riwayat [Tirmidhi: (Suwaid bin Nashr - Ibnu Al Mubarak)/Muslim: (Al Hakam bin Musa Abu Shalih - Yahya bin Hamzah)] - Abdurrahman bin Jabir - Sulaim bin Amir - Al Miqdad bin Al Aswad - Rasulullah SAW:

    "Pada hari kiamat, matahari didekatkan ke manusia [Tirmidhi: "hingga sebatas 1 atau 2 mil"/Muslim: "hingga sebatas 1 mil"] -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- (Timirdhi: "lalu matahari melelehkan mereka,") lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." [Tirmidhi: "Aku melihat"/Muslim: "Al Miqdad berkata:"] Rasulullah SAW menunjuk dengan tangan ke mulut beliau. [Tirmidhi: + "maksudnya benar-benar tenggelam. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih dan dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Sa'id dan Ibnu Umar"] [Muslim no.5108/40.6852 dan Tirmidhi no.2354/4.11.2421]

    ***
    Abdul 'Aziz bin Abdullah - Sulaiman - Tsaur bin Yazid - Abul Ghaits - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Pada hari kiamat manusia berkeringat, hingga keringat mereka di bumi setinggi 70 hasta dan menenggelamkan mereka hingga telinga dan mulut." [Bukhari no.6051/8.76.539]
Sejumlah orang akan ada yang masuk surga tanpa hisab (jumlahnya 70.000 orang saja), namun sisanya sebelum masuk surga akan dihisab dulu. Dalam tafsir ibn kathir jus 8/381-382, mengutip sahih Bukhari yang berasal dari riwayat Abu Sa'id Al Khudri:

    nabi berkata jika orang-orang BERIMAN telah selamat dari neraka mereka tertahan di jembatan yang ada antara surga dan neraka. Di sana mereka diqishaskan untuk setiap perbuatan zalim ketika di dunia, setelah bersih maka diijinkan masuk surga.
Jembatan antara surga dan neraka ini juga di sebut Al A'raaf [AQ 57.13 dan AQ 7.46]. Dalam jus 8/385 disebutkan bahwa:
    Al A'raaf adalah bentuk jamak dari urf. Setiap bentuk dataran tinggi disebut urf..jengger ayam di sebut urf. Al araaf itu mempunyai pintu. Dari riwayat yang disampaikan oleh Ats Tsauri dari Jabir, dari Mujahid, dari Ibn abbas, "al Araaf adalah dinding spt jengger ayam jantan". Riwayat lain dari ibn abbas menyatakan bukit antara surga dan neraka disana orang-orang berdosa ditahan diantara surga dan neraka. As Suddi mengatakan al A'raaf tempatnya tinggi karena disana penghuninya dapat menyaksikan orang-orang. ["Lubaabut Tafsiir Min Ibni Katsir", Penerbit Mu-assasah Daar Al-Hilaal Kairo, cetakan ke-1, 1994, pustaka Imam Asy-sayfi'i, Bogor, cetakan ke-2, Mei 2003]
Tafsir Ibn kathir menyatakan:
    Ibn jarir menyampaikan hadis dari Hudhayfah yang ditanya oleh orang-orang tentang Al A'raaf dan berkata, "Mereka yang kebaikan dan kejahatannya setara. perbuatan buruknya mencegah dirinya termasuk golongan surga dan perbuatan buruknya mencegahnya masuk neraka. karena itu mereka dihentikan di sana pada sebuah dinding hingga allah menghakiminya.
Memperhatikan ini, maka, mereka semua, harusnya TIDAK SEDANG ADA Kanan (Surga) dan Kiri (Neraka) ADAM, bukan?!

Juga,
terdapat hal menarik lain yang berkenaan dengan kejadian di LANGIT KE-1.

Apakah itu?

Jibril yang di setiap langit, MAMPU mengenali Nabi-nabi yang telah wafat lama namun entah mengapa di langit ke-1, beliau ini malah TIDAK MAMPU mengenali: Ayah, Ibu dan Kakek Nabi yang masuk neraka. BAHKAN juga TIDAK MAMPU mengenali paman Nabi Abu Thalib dan Khadijah (istri pertama nabi) yang wafat HANYA di kisaran 1 tahunan sebelum peristiwa Isra' Mira'j!

Saat Ayahanda muhammad wafat, Muhammad belumlah lahir. Saat Ibundanya wafat, Muhammad masihlah seorang kafir berusia 6 tahunan. Pasca meninggal Ibunya, Muhammad yang masih kafir ini dirawat Kakeknya, Abu Muttalib dan wafat ketika Muhammad berusia 8 tahun. Sejak itu ia dirawat pamannya, Abu Talib, yang kemudian menikahkannya dengan Khadijah. Hanya khadijjah yang menerima Allahnya Muhammad dan menerima Muhammad sebagai Rasullullah. Sehingga KECUALI KHADIJJAH, mereka semua, harusnya ada di sebelah kiri Adam [golongan yang masuk neraka].

Herannya mereka ini tidak ada yang dikenali JIBRIL, TIDAK ADA YANG DIINGAT dan DIRINDUKAN MUHAMMAD.

TIDAK ADA satupun dari mereka ini sempat DICERITAKAN KEBERADAANNYA ketika membawakan perjalanan Mi'raj kepada orang-orang

  1. Riwayat Musa bin Isma'il - Hammad - Tsabit - Anas: Seorang laki-laki bertanya, "Ya Rasulullah! Di manakah ayahku?" beliau menjawab, "Di Neraka!" [Abu Dawud no.4095/41.4700]. Ketika orang itu pergi, beliau memanggilnya seraya berkata, "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka" [Muslim no.302/1.398 (Riwayat Abu Bakar bin Abu Syaibah - Affan - Hammad - Tsabit - Anas). Ahmad no.11747, 13332, Juga "Qaa'idatun Jalilah At-Tawassul wal Wasilah", Cetakan 1977, Hal.8, Lahore-Pakistan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah]

  2. "Riwayat Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb - Muhammad bin Ubaid - Yazid bin Kaisan - Abu Hazim - Abu Hurairah: Nabi SAW menziarahi kubur ibunya, lalu beliau menangis sehingga orang yang di sekelilingnya pun ikut menangis. Kemudian beliau berkata: "Aku mohon izin Rabb-ku untuk memintakan ampunan baginya, namun tidak diperkenankanNya, dan Aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya lalu diperkenankanNya. Karena itu, berziarahlah kubur karena akan mengingatkan kalian akan kematian" [Muslim no.1622/4.2130, 1621/4.2129, Abu Daud no.2815/20.3228, Nasa'i no.2007/3.21.2036, Ibnu Majah no.1561/1.6.1572, Ahmad no.9311, Baihaqi (4/76). Tafsir Ibnu Katsir jilid 2 hal.393-395]

  3. Riwayat Hasan bin Musa dan Ahmad bin 'Abdul Malik - Zuhair - Zubaid bin Al Harits - Muharib bin Ditsar - 'Abdullah bin Buraidah - ayahnya: Kami bersama Nabi SAW, beliau singgah di tempat kami, saat itu beliau bersama sekitar seribu tentara berkuda, beliau shalat dua rakaat kemudian beliau menghadapkan wajah ke arah kami bercucuran air mata. Umar bin Al Khaththab menghampirinya berkata: Wahai Rasulullah! Ada apa denganmu? Rasulullah SAW berkata: "Aku memintakan ampunan untuk ibuku pada Rabbku AzzaWaJalla tapi Ia tidak mengizinkanku, aku pun bercucuran air mata karena iba padanya dari Api (Neraka) (مِنْ النَّارِ)" [Ahmad no.21925, Ibnu Abi Syaibah, Hakim (1/376), Ibnu Hibban (no. 791), Baihaqi (4/76) dan Tirmidzi]

  4. Juga dari 2 (dua) hadis mursal di bawah ini, sebagai asbabunuzul AQ 2.119,

  5. "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka"

    Hadis Mursal:

    1. Rasulullah SAW bersabda: "Betapa inginnya aku tahu nasib ibu bapakku." Maka turunlah ayat (AQ 2.119). Rasulullah SAW tidak menyebut-nyebut lagi kedua ibu bapaknya hingga wafatnya [Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari atTsauri, dari Musa bin 'Ubaidah yang bersumber dari Muhammad Ibnu Ka'b al-Qarzhi]
    2. Rasulullah SAW pada suatu hari berdoa. "Di mana kedua ibu bapakku kini berada?" Maka Allah turunlah ayat (AQ 2.119) [Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraiz yang bersumber dari Dawud bin Abi 'Ashim]

  6. Abu Talib (Pelindung sekaligus paman Muhammad) ketika wafat tetap tidak mau memeluk Islam, tidak mau mengakui Muhammad sebagai rasullullah juga menolak menerima Allahnya Muhammad dan menyatakan mengikuti agamanya Abu Muttalib (Kakeknya Nabi) [Riwayat Said bin Al-Musaiyab - Ayahnya (Bukhari no.2.23.442 (turunnya At taubah 9.113), 5.58.223, 6.60.295, Sahih Muslim no.1.36 dan Nasai no.3.21.2037 [turunnya Attaubah 9.113 dan Al qasash 28:56]). Muslim no.1.37, 1.38 (Riwayat Abu huraira, turunnya Al Qasash 28.56)]
Kenapa Ayah+ibu, kakek dan paman nabi masuk neraka? Karena TAKDIR. Ya! Sudah takdir mereka untuk MASUK NERAKA.
  • Beberapa dari mereka, sebelum kedatangan Islam, berjasa melahirkan, merawat dan membesarkan muhammad, namun karena hingga sebelum wafatnya tidak menyembah Allah SWT yang juga disebutkan di ajaran ahlul kitab, maka mereka tetap masuk neraka.
  • Beberapa dari mereka, telah beramal dan melakukan perbuatan baik namun karena hingga sebelum wafatnya tidak menyembah Allah SWT, maka mereka tetap masuk neraka
  • Beberapa dari mereka, hidup di jaman Muhammad menjadi nabi dan bahkan ikut berdarah-darah untuk Muhammad dan juga Islam, namun karena hingga sebelum wafatnya tidak menyembah Allah SWT maka mereka tetap masuk neraka.
Mereka ini telah disesatkan Allah dan/atau Iblis sehingga berakhir hidupnya dalam keadaan tidak beriman pada Allah SWT dan menjadi bahan bakar Neraka.

Jadi,
tidak perduli apakah mereka kenal/tidak, tahu/tidak dengan Allah SWT, pokoknya selama sebelum wafat tidak memuja Allah, maka akan berada di neraka

    Riwayat Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar - Muhammad bin Ja'far - Syu'bah - Washil al-Ahdab - al-Ma'rur bin Suwaid - Abu Dzar Nabi SAW:

    "Jibril mendatangiku lalu memberikan kabar gembira kepadaku, bahwa orang yang meninggal dari umatmu dalam keadaan tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apa pun niscaya masuk surga." Maka aku bertanya: "Meskipun dia berzina dan mencuri?" Jibril menjawab, "Walaupun dia berzina dan mencuri." [Muslim: no.137/1.171, 138/1.172. Bukhari: no.1161, no.2983, no.5379/7.72.717, no.6933/9.93.579]
Walaupun terdapat klaim seperti di atas ini, anda-anda para MUSLIM dan/atau para MUALAF, tetaplah tidak berada di posisi aman.

Mengapa?

TIDAK SEMUA muslim masuk surga dan malah HAMPIR SELURUH MUSLIM juga akan berakhir, UNTUK SELAMA-LAMANYA di NERAKA.

Mengapa?

Karena Allah sendiri, yaitu sesaat sejak ADAM diciptakan, telah menetapkan siapa-siapa saja dan juga telah menetapkan jumlah quota surga dan nerakanya, BAHKAN, jika quota tersebut tidak terpenuhi, Allah akan mengisinya dari suku Arab Badui (suku kesukaan allah):

  • "Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya" [AQ 35.8; 14.4; 16.93; 13.27; 47.1,8] NAMUN di ayat lainnya malah disampaikan yang menyesatkan manusia sdalah IBLIS! [misal: AQ 15.39; 36.26; 38.82]

  • "dari setiap 1000, 999 dijebloskan neraka!" [Bukhari no.3099, 4372, 6049. Muslim no.327, 5233. Ahmad no.6268, 10854]

  • Riwayat 'Amru bin 'Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al Himshi - 'Abbad bin Yusuf - Shafwan bin 'Amru - Rasyid bin Sa'd - 'Auf bin Malik - Rasulullah SAW:

    "Yahudi akan terpecah menjadi 71 golongan, 1 golongan akan masuk surga dan yang 70 golongan akan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan, yang 71 golongan masuk neraka dan yang 1 golongan akan masuk surga. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, sungguh ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, yang 1 golongan masuk surga dan yang 72 golongan akan masuk neraka." Lalu beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, siapakah mereka (yang masuk surga)?" beliau mennjawab: "Yaitu Al Jama'ah."

    [Ibn Majjah no.3982 (Komentar ulama terhadap Abbad bin Yusuf: Ibnu Hibban: tsiqaat, Ibnu Hajar al 'Asqalani: Maqbul, Adz Dzahabi: Shaduuq yaghrib). Abu Dawud 3981 ([Riwayat Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Yahya - Abu Al Mughirah] dan [Amru bin Utsman - Baqiyyah] - Shafwan - Azhar bin Abdullah Al Harazi - Abu Amir Al Hauzani - Mu'awiyah bin Abu Sufyan - Rasulullah SAW: "orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahlu kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan; 72 golongan masuk neraka dan 1 golongan masuk surga, yaitu Al Jama'ah."). Tirmidhi no.2656 (Riwayat Mahmud bin Ghailan - Abu Daud Al Hafari - Sufyan Ats Tsauri - Abdurrahman bin Ziyad - Abdullah bin Yazid dari Abdullah bin Amru - Rasulullah SAW: ..bani Israil terpecah menjadi 72 golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya masuk ke dalam neraka KECUALI 1 golongan," ..Abu Isa berkata; 'Hadits ini hasan gharib mufassar)]

    ***

    Riwayat Qa'nabi - Malik - Zaid bin Unaisah - Abdul Hamid bin 'Abdurrahman bin Zaid Ibnul Khaththab - Muslim bin Yasar Al Juhani - Umar Ibnul Khaththab pernah ditanya tentang ayat ini:

    (Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka) -Qs. Al A'raf: 172- Al Qa'nabi membaca ayat tersebut, lalu Umar berkata, "Aku juga pernah mendengar Rasulullah SAW ditanya tentang ayat itu, lalu beliau menjawab; "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam,

    lalu ALLAH MENGUSAP PUNGGUNGNYA (sulbi) DENGAN TANGAN KANAN-Nya hingga keluarlah keturunan Adam dari punggungnya. Kemudian Allah berfirman: "AKU MENCIPTAKAN MEREKA UNTUK MASUK SURGA, dan mereka akan beramal dengan amalan-amalan penduduk surga."

    kemudian ALLAH KEMBALI MENGUSAP PUNGGUNG ADAM hingga keluarlah keturunan Adam dari punggungnya. Setelah itu Allah berfirman: "AKU MENCIPTAKAN MEREKA UNTUK MASUK NERAKA, dan mereka akan beramal dengan amalan-amalan penduduk neraka."

    Seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, lalu untuk apa gunanya beramal?"

    Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya jika Allah menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam surga maka Ia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk surga, sehingga ia mati dengan amalan penduduk surga lalu memasukkannya ke dalam surga.

    Dan jika Allah menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam neraka maka Ia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk neraka, sehingga ia mati dengan amalan penduduk neraka lalu memasukkannya ke dalam neraka."

    [Abu Dawud no.4081, Juga di Tirmidhi no.3001 (Hadis Hasan), 3002 (Hadis Hasan sahih). Malik no.1395. Ahmad no. 294, 2157, 17000. Kemudian di hadis Ahmad no. 26216, Riwayat Haitsam - Abu Ar Rabi' - Yunus - Abu Idris - Abu Darda' - Nabi SAW bersabda: "Ketika Allah menciptakan Adam, Allah memukul bahu kanan Adam, maka keluarlah keturunan berkulit putih seperti molekul, dan memukul bahu kirinya keluar keturunan berkulit hitam seperti arang, Allah berkata pada yang di bagian kanannya, 'Masuklah ke Surga dan Aku tidak perduli'. berkata pada yang di bagian kirinya, 'Masuklah ke dalam Neraka dan Aku tidak perduli'"]

    ***

    Riwayat (Abu Bakr bin Abu Syaibah - Abu Mu'awiyah dan Waki' atau dari jalur lainnya riwayat Muhammad bin 'Abdullah bin Numair Al Mahdani - Bapakku dan Abu Mu'awiyah dan Waki') - Al A'masy - Zaid bin Wahb - 'Abdullah - Rasulullah SAW (Ash Shadiq Al Mashduq, seorang yang jujur menyampaikan dan berita yang disampaikannya adalah benar):

    'seorang manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari. Kemudian menjadi segumpal daging pada 40 hari berikutnya. Lalu menjadi segumpal daging pada 40 hari berikutnya. Setelah 40 hari berikutnya, Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan ruh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.'

    ..seseorang darimu yang mengerjakan amal perbuatan ahli surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta, namun SURATAN TAKDIR rupanya ditetapkan baginya hingga ia mengerjakan amal perbuatan ahli neraka dan akhirnya ia pun masuk neraka.

    Ada pula orang yang mengerjakan amal perbuatan ahli neraka, hingga jarak antara ia dan neraka hanya satu hasta, namun SURATAN TAKDIR rupanya ditetapkan baginya hingga kemudian ia mengerjakan amal perbuatan ahli surga dan akhirnya ia pun masuk surga.' [Muslim no.4781. Bukhari no.3085]

    ***

    Riwayat [Qutaibah atau Hasyim bin Qasim] - [Al Laits atau Bakr bin Mudhar] - Abu Qabil/Huyaiy bin Hani - Syufayyi bin Mati' - 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash:

    Rasulullah SAW keluar menemui kami sementara di tangan beliau terdapat dua kitab. Kemudian beliau pun bertanya: "Apakah kalian tahu kitab apakah kedua kitab ini?" Maka kami pun menjawab: "Tidak wahai Rasulullah, kecuali Anda mengabarkannya pada kami."

    Akhirnya beliau pun bersabda terkait dengan kitab yang berada pada tangan kanannya: "Ini adalah kitab yang berasal dari Rabb semesta alam. Di dalamnya terdapat nama-nama penduduk surga dan juga nama-nama orang tua serta kabilah mereka. Jumlahnya telah ditutup dengan orang yang terakhir dari mereka, dan tidak akan ditambah dan jumlah mereka tidak pula dikurangi lagi."

    Kemudian beliau bersabda terkait dengan kitab yang berada di tangan kirinya: "Adapun ini, ia adalah kitab yang juga berasal dari Rabb semesta alam. Di dalamnya telah tercantum nama-nama penghuni neraka, dan juga nama-nama bapak mereka serta kabilah mereka, dan telah dijumlah dengan orang yang terakhir dari mereka. Sehingga jumlah mereka tidak lagi akan bertambah dan tidak pula akan berkurang selama-lamanya."

    Kemudian para sahabat pun berkata, "Kalau begitu, dimanakah letaknya amalan wahai Rasulullah jika memang perkara sudah habis?" beliau menjawab: "Berusahalah dan mendekatlah, karena sesungguhnya penduduk surga akan ditutup dengan amalan penduduk ahli surga, meskipun ia mengamalkan amalan apa saja. Dan sesungguhnya penduduk neraka akan ditutup pula dengan amalan penduduk neraka, meskipun ia mengerjakan amalan apa saja." Kemudian Rasulullah SAW bersabda dengan kedua tangannya lalu menghempaskannya dan bersabda: "Sesungguhnya Allah telah selesai terhadap urusan para hamba-Nya. Satu golongan di dalam surga dan satu kelompok pula di dalam neraka.". Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari Ibnu Umar. Dan hadits ini adalah Hasan Shahih Gharib. [Tirmidhi no. 2067/4.6.2141. Ahmad no.6275]

  • Jumlah mereka yang terpilih dan menjadi barisan surgawan banyaknya adalah 120 baris dan 80 barisnya merupakan umat muhammad [Tirmidi no.3469, Tirmidhi berkata, "Ini hadis Hasan" (Fatwa no.4203) atau lihat di Tirmidhi no.2469 (Dua jalur perawi). Musnad Ahmad no.4100, 21862, 21983 dan 21924. Juga di Sunan Darimi no.2713]. sehingga tentunya sisanya adalah umat-umat lain termasuk non Ahlul kitab.

    Dalam sahih Bukhari no.6059/8.76.549 dari perawi Ibn Abbas dan muslim no.278/1.367 dari Abu Zubair, ada memuat kalimat "..‘Wahai Jibril, apakah mereka itu ummatku? Jibril menjawab, ‘Bukan, tapi lihatlah ke ufuk!’ Maka aku pun melihat ternyata ada sejumlah besar manusia. Jibril berkata, ‘Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab."

  • "Rabbku berjanji padaku untuk memasukkan 70.000 orang dari ummatku tanpa hisab dan adzab, setiap 1000nya bersama 70.000.." [Tirmidhi no.2361 (2624) dari Abu Umamah. Pendapat Abu Isa: Hadits ini hasan gharib]

    note:
    "حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، حَدَّثَنَا اِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الاَلْهَانِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ اَبَا اُمَامَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ وَعَدَنِي رَبِّي اَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِي سَبْعِينَ اَلْفًا لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلاَ عَذَابَ مَعَ كُلِّ اَلْفٍ سَبْعُونَ اَلْفًا وَثَلاَثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ اَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏".

    (Hadis dengan narasi seperti di atas juga yang juga dari riwayat Abu Umamah ada di Ibn Majah no.4276 (4427) "..70.000 orang dari ummatku ke dalam surga tanpa hisab dan siksa. Dan setiap 1000 orang dengan 70.000 orang" dan Ahmad no. 21271 "70.000 dari ummatku akan masuk surga tanpa hisab dan adzab, setiap 1000nya bersama 70.000", juga di Ahmad no.21135) -> Jika ini di hitung: Per 1000 surgawan dari (poin ke-1) akan membawa lagi: 70.000 orang -> 70 x 70.000 = 4.9 juta orang + (point ke-1) = 4.97 juta orang (1/3-nya adalah pria).

  • Jika quota tidak terpenuhi akan di isi ras Arab Badui:
    "Aku memohon kepada Rabbku 'azza wajalla, lalu Allah memberiku janji untuk memasukkan dari umatku sebanyak 70.000 semisal bulan di malam purnama, lalu aku meminta tambahan, dan Dia memberiku tambahan bahwa setiap 1000 orang akan membawa 70.000 orang.

    Lalu aku berkata; 'Wahai Rabb, BAGAIMANA JIKA JUMLAH ITU TIDAK TERPENUHI dari orang-orang yang berhijrah dari umatku? '

    ALLAH BERFIRMAN: 'KALAU BEGITU AKAN AKU PENUHI JUMLAH ITU DARI ARAB BADUI
    '"

    Hadis di atas menunjukan:

    • Kata hijrah yang dimaksud jelas bukanlah hijrah dari Mekkah ke Medina, karena kita tahu jumlah yang hijrah ke Medina ketika itu tidak sampai 100 orang.
    • Menunjukan jumlah quota yang Allah janjikan adalah jumlah final (total 4.97 juta) dan pun sudah diberikan kepastian bahwa jika quota tidak terpenuhi maka akan di isi dari ras Arab Badui BUKAN dari ras lainnya.
Memperhatikan seluruh jumlah manusia dari jaman dulu sampai sekarang, maka jumlah quota surga ini jelas telah lama terpenuhi. Apalagi jika hingga kiamat kelak. Sungguh hidup menjadi tersia-sia jika sampai wafat masih belum menyadari bahwa ajaran ini hanyalah omong kosong belaka!
---------------


KLIK!!: Fakta-fakta Historis
    Penipuan tengkorak manusia tertua:
    Manusia Piltdown (Eoanthropus dawsoni) adalah sebuah penipuan yang mungkin dilakukan oleh Charles Dawson dan/atau orang-orang lainnya terhadap para palentologis dari November 1912 hingga terbongkar pada tahun 1953.

    Ada dua alasan mengapa penipuan ini bisa bertahan selama 40 tahun. Pertama, ia memuaskan keinginan orang-orang Eropa agar manusia terawal berasal dari Eurasia, dan kedua, orang Inggris juga menginginkan seorang "manusia pertama dari Inggris" setelah kabar ditemukannya manusia purba di Perancis dan Jerman (Manusia Neanderthal). Rasa cemburu inilah yang menyebabkan tengkorak dan rahang palsu tersebut disimpan dan dihindarkan dari mata publik.

    Simak juga time line UMUR BUMI dan PERADABAN MANUSIA,salah satunya di:


    Klik!!: Earlier proof of modern man

      Earlier proof of modern man” :400.000 BC

      Human teeth dating back 400,000 years, found in a cave near Rosh HaAyin are the earliest evidence of modern man, and show he lived twice as long ago as was previously thought, said Tel Aviv University on Tuesday.

      Until now, human remains from only 200,000 years ago had been discovered in Africa, leading researchers to speculate that this was the continent on which Homo sapiens originated.

      The cave was uncovered in 2000 near Rosh HaAyin and a morphological analysis was performed on the teeth. The teeth are similar to those of modern man, CT scans and X- Rays showed. They are also “very similar” to evidence of modern man from those discovered at two separate locations in northern Israel and which date from 100,000 years ago. According to the researchers, their discoveries are likely to change the perception that modern man originated in Africa. [sumber lain: Homo sapiens lived in Eretz Yisrael 400,000 years ago]

    Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi
    Mon, 25/09/2006 - 11:06pm

    A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
    • Australopithecus Africanus
    • Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis

    B. Manusia Purba / Homo Erectus
    • Sinanthropus Pekinensis
    • Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
    • Manusia Heidelberg
    • Pithecanthropus Erectus

    C. Manusia Modern
    • Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
    • Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
    • Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel
    • Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
    • Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
    • Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

    Klik!!: Earlier proof of modern man

      Manusia Pertama Hidup 50 Ribu Tahun Lalu
      Manusia PurbaParis, 19 Pebruari 2003 17:54

      Manusia pertama di Australia muncul pertama kali pada 50 ribu tahun lalu dan berupaya dapat hidup dalam kondisi kekeringan yang memusnahkan sebagian besar binatang di kawasan tersebut, demikian laporan jurnal Nature, Rabu.

      Temuan James Bowler dari Universitas Melbourne yang diperoleh setelah meneliti fosil yang ditemukan 30 tahun lalu pada sejumlah makam zaman pra-sejarah di pegunungan di dekat Danau Mungo di bagian tenggara jauh Australia.

      Dua di antara lokasi itu, terutama memuat deposit warna merah oker, yang menandai adanya upacara penguburan tertua di dunia, sementara serangkaian DNA juga ditemukan dari sisa-sisa jenazah manusia.

      Namun hingga kini usia daerah itu masih menjadi tanda tanya besar, dengan kisaran umur antara 20 ribu-62 ribu tahun, mengurangi kepentingan ilmiah lokasi-lokasi pemakaman.

      Tim Bowler itu melakukan 25 kali ujicoba terhadap sisa-sisa jenazah dengan menggunakan teknik-teknik optik terbaru. Disimpulkan, pemakaman itu berlangsung sekitar 40 ribu tahun lalu, dengan margin kesalahan 2.000 tahun.

      Mereka memperbaiki waktu untuk pertama kalinya manusia tiba di Australia di Danau Mungo sekitar 46 ribu-50 ribu tahun lalu, bersamaan dengan, atau beberapa saat setelahnya, pendudukan pertama manusia di kawasan Australia barat dan utara.

      Peristiwa itu kemudian disusul oleh satu periode kekeringan antara 30 ribu-40 ribu tahun lalu. Manusia lebih maju di sekitar Danau Mungo, kemudian beradaptasi dengan kondisi tersebut.

      "Kronologi baru yang memuat gambaran baru manusia beradaptasi dengan iklim yang kian memburuk di benua terkering dan tak berpenghuni di dunia," demikian kesimpulan Bowler dan tim-nya dalam kertas kerja tersebut.

      Pemakaman di Mungo merupakan satu sumber misteri dan argumen bagi para ilmuwan yang mencoba menentukan apakah nenek moyang manusia modern berasal dari satu atau banyak sumber.

      Sejumlah peneliti DNA memperlihatkan bahwa manusia Mungo memiliki susunan genetik yang hampir sama dengan manusia modern, kecuali satu fragmen genetik yang tidak teratur.

      Hal itu dapat membuktikan keberadaan spesies manusia kedua berasal dari nenek moyang yang diperkirakan berasal dari Cina. Demikian ilmuwan tersebut. [Tma, Ant] [Sumber: Gatra.com]

    Manusia kenya,100 rb tahun yang lalu

    Manusia pertama di asia bukan Afrika,
    fosil hominid berotak kecil dan berusia 1,75 juta tahun di Dmanisi, Georgia dan fosil manusia kerdil Homo floresiensis di Pulau Flores, Indonesia berusia 18 ribu tahun.

    Salah satu bukti manusia purba di Asia pada awal periode tersebut adalah tengkorak berusia 1,8 juta tahun di Mojokerto.

    Tiga tengkorak yang telah memfosil ditemukan di Ethiopia, dan disebut-sebut sebagai salah satu penemuan terpenting dalam usaha mencari asal-usul manusia. Tengkorak dari dua orang dewasa dan satu anak-anak tersebut diperkirakan berumur 160.000 tahun. Ketiganya digali dari lapisan sedimen di dekat desa Herto di wilayah Afar, sebelah timur Ethiopia. Mereka ditengarai merupakan fosil manusia modern (Homo sapiens) yang tertua di dunia

    Manusia_Peking
    Manusia Peking (kini kadangkala dikenali sebagai Manusia Beijing), juga dikenali sebagai Sinanthropus pekinensis (masa ini Homo erectus pekinensis), merupakan suatu contoh Homo erectus. Rangka ini mulai pertama sekali dijumpai pada 1923-27 semasa penggalian di Zhoukoudian (Choukoutien) berhampiran Beijing (Peking), China. Jumpaan ini bertarikh sekitar 250,000-400, 000 tahun ketika pada zaman Pleistocene.

    Bukti PERADABAN manusia tertua adalah dikisaran 400.000 tahun s/d 25.000 tahun SM:
    lemuria-timeline



    Kumari Kandam and Lemuria
    "Lemuria" in Tamil nationalist mysticist literature, connecting Madagascar, South India and Australia (covering most of the Indian Ocean). Mount Meru stretches southwards from Sri Lanka.

    Kumari Kandam is a sunken kingdom sometimes compared with Lemuria. According to these modernist interpretations of motifs in classical Tamil literature — the epics Cilappatikaram and Manimekalai that describe the submerged city of Puhar — the Dravidians originally came from land south of the present day coast of South India that became submerged by successive floods. There are various claims from Tamil authors that there was a large land mass connecting Australia and the present day Tamil Nadu coast.

    Sejarah Mexico
    Mexico ialah sebuah negara di Amerika Utara yang merupakan negara bertuturkan bahasa Sepanyol yang terbesar di dunia. Sejarah Mexico bermula dengan ketibaan sejumlah penduduk orang asli yang besar pada sekitar 12,500 tahun dahulu, dengan petempatan-petempatan mungkin telah wujud seawal 20,000 tahun dahulu di sana. Kaum kerabat puak kuno ini membina sebuah tamadun yang maju dan yang berkembang pesat dari tahun 1200 SM hingga tahun 1521.
    --------

    Dari dua contoh peradaban lebih tua dari bangsa SUMERIA, tidak ada satupun menyangkut kata ADAM dan HAWA baik dari Bible maupun AQ..

    perlu diketahui bahwa Samapai kedatangan orang Kristen di amerika MEREKA tidak kenal sama sekalipun dengan ALLAH/MUSA/NUH/ADAM

    [Pengantar]


    Early Modern Homo sapiens
    All people today are classified as Homo sapiens sapiens--i.e., the sapiens variety of the species Homo sapiens. The first began to appear nearly 200,000 years ago in association with technologies not unlike those of the early Neandertals. It is now clear that they did not come after the Neandertals but were their contemporaries. However, it is likely that both modern humans and Neandertals descended from Homo heidelbergensis.

    Compared to the Neandertals and other late archaic Homo sapiens, modern humans generally have more delicate skeletons. Their skulls are more rounded and their brow ridges generally protrude much less. They rarely have the occipital buns found on the back of Neandertal skulls. They also have relatively high foreheads and pointed chins.The first fossils of early modern humans to be identified were found in 1868 in a 27,000-23,000 year old rock shelter site near the village of Les Eyzies click this icon to hear the preceding term pronounced in southwestern France. They were subsequently named the Cro-Magnon click this icon to hear the preceding term pronounced people. They were very similar in appearance to modern Europeans. Males were 5 feet 4 inches to 6 feet tall (1.6-1.8 m.) That was 4-12 inches (10-31 cm.) taller than Neandertals. Their skeletons and musculature generally were less massive than the Neandertals. The Cro-Magnon had broad, small faces with pointed chins and high foreheads. Their cranial capacities were up to 1590 cm3, which is relatively large even for people today.

    Origins of Modern Humans
    Current data suggest that modern humans evolved from archaic Homo sapiens primarily in East Africa. A 195,000 year old fossil from the Omo 1 site in Ethiopia shows the beginnings of the skull changes that we associate with modern people, including a rounded skull case and possibly a projecting chin. A 160,000 year old skull from the Herto site in the Middle Awash area of Ethiopia also seems to be at the early stages of this transition. It had the rounded skull case but retained the large brow ridges of archaic Homo sapiens. Somewhat more advanced transitional forms have been found at Laetoli in Tanzania dating to about 120,000 years ago. By 115,000 years ago, early modern humans had expanded their range to South Africa and into Southwest Asia shortly after 100,000 years ago. Evidently, they did not appear elsewhere in the Old World until 60,000-40,000 years ago. This was during a short temperate period in the midst of the last ice age.


    It would seem from these dates that the location of initial modern Homo sapiens evolution and the direction of their dispersion from that area is obvious. That is not the case. Since the early 1980's, there have been two leading contradictory models that attempt to explain modern human evolution--the replacement model and the regional continuity model.

    The replacement model of Christopher Stringer and Peter Andrews proposes that modern humans evolved from archaic Homo sapiens 200,000-150,000 years ago only in Africa and then some of them migrated into the rest of the Old World replacing all of the Neandertals and other late archaic Homo sapiens beginning around 100,000 years ago. If this interpretation of the fossil record is correct, all people today share a relatively modern African ancestry. All other lines of humans that had descended from Homo erectus presumably became extinct. From this view, the regional anatomical differences that we see among humans today are recent developments--evolving mostly in the last 40,000 years. This hypothesis is also referred to as the "out of Africa", "Noah's ark" and "African replacement" model.

    The regional continuity (or multiregional evolution) model advocated by Milford Wolpoff, of the University of Michigan, proposes that modern humans evolved more or less simultaneously in all major regions of the Old World from local archaic Homo sapiens. For example, modern Chinese are seen as having evolved from Chinese archaic Homo sapiens and ultimately from Chinese Homo erectus. This would mean that the Chinese and some other peoples in the Old World have great antiquity in place. Supporters of this model believe that the ultimate common ancestor of all modern people was an early Homo erectus in Africa who lived at least 1.8 million years ago. It is further suggested that since then there was sufficient gene flow between Europe, Africa, and Asia to prevent long-term reproductive isolation and the subsequent evolution of distinct regional species. It is argued that intermittent contact between people of these distant areas would have kept the human line a single species at any one time. However, regional varieties, or subspecies, of humans are expected to have existed.

    Replacement Model Arguments
    There are two sources of evidence supporting the replacement model--the fossil record and DNA. So far, the earliest finds of modern Homo sapiens skeletons come from Africa. They date to at least nearly 200,000 years ago on that continent. They appear in Southwest Asia by at least 100,000 years ago and elsewhere in the Old World by 60,000-40,000 years ago. Unless modern human remains dating to 200,000 years ago or earlier are found in Europe or East Asia, it would seem that the replacement model better explains the fossil data for those regions. However, the DNA data supporting a replacement are more problematical.

    Beginning in the 1980's, Rebecca Cann, at the University of California, argued that the geographic region in which modern people have lived the longest should have the greatest amount of genetic diversity today. Through comparisons of mitochondrial DNA sequences from living people throughout the world, she concluded that Africa has the greatest genetic diversity and, therefore, must be the homeland of all modern humans. Assuming a specific, constant rate of mutation, she further concluded that the common ancestor of modern people was a woman living about 200,000 years ago in Africa. This supposed predecessor was dubbed "mitochondrial Eve" click this icon to hear the preceding term pronounced. More recent genetic research at the University of Chicago and Yale University lends support to the replacement model. It has shown that variations in the DNA of the Y chromosome and chromosome 12 also have the greatest diversity among Africans today. John Relethford and other critics of the replacement model, have pointed out that Africa could have had the greatest diversity in DNA simply because there were more people living there during the last several hundred thousand years. This would leave open the possibility that Africa was not necessarily the only homeland of modern humans.

    Critics of the genetic argument for the replacement model also point out that the rate of mutation used for the "molecular clock" is not necessarily constant, which makes the 200,000 year date for "mitochondrial Eve" unreliable. The rate of inheritable mutations for a species can vary due to a number of factors including, generation time, the efficiency of DNA repair within cells, and varying amounts of natural environmental mutagens. In addition, some kinds of DNA molecules are known to be more subject to mutation than others, resulting in faster mutation rates. This seems to be the case with the Y chromosome in human males.

    Further criticism of the genetic argument for the replacement model has come from geneticists at Oxford University. They found that the human betaglobin gene is widely distributed in Asia but not in Africa. Since this gene is thought to have originated more than 200,000 years ago, it undercuts the claim that an African population of modern Homo sapiens replaced East Asian archaic Homo sapiens less than 60,000 years ago.

    Regional Continuity Model Arguments
    Fossil evidence also is used to support the regional continuity model. Its advocates claim that there has been a continuity of some anatomical traits from archaic Homo sapiens to modern humans in Europe and Asia. In other words, the Asian and European physical characteristics have antiquity in these regions going back over 100,000 years. They point to the fact that many Europeans have relatively heavy brow ridges and a high angle of their noses reminiscent of Neandertals. Similarly, it is claimed that some Chinese facial characteristics can be seen in an Asian archaic Homo sapiens fossil from Jinniushan dating to 200,000 years ago. Like Homo erectus, East Asians today commonly have shovel-shaped incisors while Africans and Europeans rarely do. This supports the contention of direct genetic links between Asian Homo erectus and modern Asians. Alan Thorne of the Australian National University believes that Australian aborigines click this icon to hear the preceding term pronouncedshare key skeletal and dental traits with pre-modern people who inhabited Indonesia at least 100,000 years ago. The implication is that there was no replacement by modern humans from Africa 60,000-40,000 years ago. However, the evidence does not rule out gene flow from African populations to Europe and Asia at that time and before. David Frayer, of the University of Kansas, believes that a number of European fossils from the last 50,000 years have characteristics that are the result of archaic and modern Homo sapiens interbreeding.

    Assimilation Model
    It is apparent that both the complete replacement and the regional continuity models have difficulty accounting for all of the fossil and genetic data. What has emerged is a new hypothesis known as the assimilation (or partial replacement) model. It takes a middle ground and incorporates both of the old models. Günter Bräuer, of the University of Hamburg in Germany, proposes that the first modern humans did evolve in Africa, but when they migrated into other regions they did not simply replace existing human populations. Rather, they interbred to a limited degree with late archaic Homo sapiens resulting in hybrid populations. In Europe, for instance, the first modern humans appear in the archaeological record rather suddenly shortly around 40,000 years ago.
    The abruptness of the appearance of these Cro-Magnon people could be explained by their migrating into the region from Southwest Asia and possibly North Africa. They apparently shared Europe with Neandertals for another 12,000 years. During this long time period, it is argued that interbreeding occurred and that the partially hybridized predominantly Cro-Magnon population ultimately became modern Europeans. In 2003, a discovery was made in a Romanian cave named Peştera cu Oase that supports this hypothesis. It was a partial skeleton of a 15-16 year old male Homo sapiens who lived about 30,000 years ago or a bit earlier. He had a mix of old and new anatomical features. The skull had characteristics of both modern and archaic Homo sapiens. This could be explained as the result of interbreeding with Neandertals according to Erik Trinkaus of Washington University in St. Louis. Alan Templeton, also of Washington University, reported that a computer-based analysis of 10 different human DNA sequences indicates that there has been interbreeding between people living in Asia, Europe, and Africa for at least 600,000 years. This is consistent with the hypothesis that humans expanded again and again out of Africa and that these emigrants interbred with existing populations in Asia and Europe. It is also possible that migrations were not only in one direction--people could have migrated into Africa as well.

    [..]


    [Pengantar]