Saturday, September 19, 2009

Agama Langit? Agama Bumi? Mmmhh..ato..Agama Kosmis, Aja!


Hampir setiap agama dan kebudayaan memiliki mitos alam semesta. Mesir kuno mempercayai bahwa Dewa Khnumm menciptakan alam-semesta kemudian membuat manusia dari tanah liat, lalu Dewi Hathor meniupkan hidup kepada mereka. Yunani kuno mempercayai, bahwa segala sesuatu dibuat oleh Oceanus, air yang pertama. Cina kuno mempercayai P'an Ku memahat alam-semesta yang sebelumnya berantakan, setelah mati tulangnya berubah menjadi bukit, dagingnya menjadi tanah, giginya menjadi kandungan logam dan seterusnya, keseluruhan kejadian itu berjalan selama 18.000 tahun. ALBERT EINSTEIN menyatakan bahwa:
    ‘Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik. Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi...’
Ilmu pengetahuan memberikan dugaan bahwa semesta ini berumur 13,7 Miliyar tahun ada juga yang mengatakan 15 Milyar tahun. Penemuan-penemuan fosil manusia purba yaitu keberadaan manusia pertama di Asia beserta temuan kapak tangan dan alat-alat potong-memotongnya yang berumur 1.83 Juta tahun ditempat yang sama, di Bukit Bunuh [Lenggong-Perak], serta penemuan peradaban Lemuria, yang berusia tidak kurang dari 400.000 tahun telah memberikan konfirmasi pasti bahwa Manusia tidak mungkin berusia kurang dari 1 juta tahun. Di abad 20 ini setidaknya ada 5 hipotesis yang membicarakan penciptaan tata surya dan 2 Hipotesis yang membicarakan penciptaan semesta, diantaranya:
    Tata surya: Hipotesis kabut, (1724, 1796), oleh Imanuel Kant, disempurnakan Pierre Marquis de Laplace, garis besarnya adalah: Tata surya masih berupa kabut yang terdiri dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Ada gravitasi, kabut menyusut dan berputar. Suhu kabut memanas menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari terus menyusut, perputarannya semakin cepat. Sebagian dari gas dan es terlontar. Gaya gravitasi, penurunan suhu, gas-gas memadat membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar terbentuk.

    Semesta: Pada tahun 1922, bermula pada teori relativitas yang ditemukan Einstein, Alexander Friedman dan beberapa Ilmuwan kemudian menuliskan rumusan dari hipotesis Dentuman, garis besanya adalah: Terjadi kondensasi benda angkasa, menyatu, mengecil kemudian meledak. Debu dan gas membentuk bintang. Bintang meledak dan serpihannya membentuk planet-planet, termasuk bumi. Tahun 1927, Georges Lemaître, seorang biarawan Katoli Romawi Belgia, mengajukan teori dentuman besar mengenai asal usul alam semesta, ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba".

    Tahun 1929, Hubble melalui pengamatannya menemukan bahwa galaksi mengembang. Penemuan inilah yang kemudian dianggap sejalan dengan teori Lemaître. Pada siaran radio di tahun 1949, Fred hoyle yang menolak hipotesis dentuman, menyebutkannya sebagai ejekan dengan kata "Big Bang" namun kemudian kata itu malah menjadi sangat populer. Penerimaan secara luas Hipotesis Bing bang terjadi setelah Cosmic microwave background radiation [CMBR] ditemukan oleh Arno Penzias and Robert Wilson di tahun 1964
Artikel edisi Oktober 1994, Scientific American menyatakan: Hipotesis Big Bang adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan pengembangan alam semesta yang didukung hasil-hasil pengamatan. Namun, Di bulan April tahun 2002, Steinhardt dari Princeton University dan Turok dari Cambridge University, dalam laporan di jurnal Science dan wawancara telepon dengan Associated Press, menyatakan bahwa:
  • Hipotesis Big bang tidak dapat menerangkan apa yang terjadi sebelum Big Bang dan menjelaskan hasil akhir dari semesta.
  • Big Bang hanyalah salah satu bagian dari pembuatan semesta, tapi bukan pelopor dari kelahiran semesta.
  • Ia hanya bagian kecil dari proses pembentukan semesta yang tidak memiliki awal dan akhir.
  • Sehingga penentuan umur semesta, yang muncul dari teori Big Bang, merupakan kesimpulan mengada-ada.
  • Penambahan dan penyusutan semesta terjadi secara terus-menerus, berlangsung bukan dalam miliar tapi triliunan tahun.
"Waktu tidak mesti memiliki awal," ujar Steinhardt. Ia mengatakan bahwa teori waktu sebenarnya hanya transisi atau tahap evolusi dari fase sebelum semesta ada ke fase perluasan semesta yang ada saat ini.

Para ilmuwan yang menyokong teori Big Bang melihat ekspansi semesta ditentukan oleh sejumlah energi yang memperlambat dan mempercepat ekspansi. Energi yang memperlambat ekspansi ini kemudian bergerombol dalam galaksi, bintang dan planet. Energi yang mempercepat ekspansi ini diistilahkan sebagai "energi gelap".

Namun Steinhardt dan Turok melihat bahwa materi semesta tidak sekadar terdiri dari energi biasa dan "energi gelap", tapi juga "spesies ketiga". "Kami melihat rasio energi yang membentuk semesta adalah 70 persen materi unik dan 30 persen materi biasa," ujar Steinhardt.

Materi biasa yang dimaksud Steinhardt adalah materi yang membuat ekspansi semesta lebih pelan, yang mengijinkan gravitasi menciptakan galaksi, bintang dan planet, termasuk bumi.

Sementara percepatan ekspansi didorong oleh "energi gelap" yang menyatukan sejumlah zat dan energi. "Energi ini, sekali mengambil alih semesta, mendorong segala seuatu pada pusat percepatan. Sehingga semesta akan berukuran dua kali lipat setiap 14 hingga 15 miliar tahun sepanjang ada energi gravitasi yang mendominasi semesta," ujar Steinhardt.

Big Bang muncul ketika "energi gelap" mengubah karakter ini. Dengan alasan inilah, kedua ilmuwan fisika tersebut menolak bahwa Big Bang merupakan penyebab kelahiran alam semesta. Karena semesta sudah ada sebelum dentuman itu terjadi. [Sumber: Fisika Net; Mengapa big bang itu keliru silakan lihat juga di: Is the Big-Bang a Religious Hoax?, Why the Big Bang is Wrong, Big bang or Big Hoax, BIG BANG? Hah!, False vs. True science: Mini Big-bangs in a Fractal Universe, fractal universe, Fractal cosmology]

Keberadaan mahluk hidup dari sudut menurut kacamata Ilmu modern mengikuti dua teori yaitu Abiogenesis dan Biogenesis namun sejak Louis pasteur berhasil dengan percoabaan leher angsanya maka teori yang diakui para Ilmuwan Modern adalah Bio genesis, secara ringkas teori Louis pastur terangkum dengan kalimat:

    omne vivum ex ovo, setiap makhluk hidup berasal dari telur
    omne ovum ex vivo, setiap telur berasal dari makhluk hidup
    omne vivum ex vivo, setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
Akhir dari bumi kita ini di jelaskan di dalam jurnal Inggris, Astrophysics atau pada http://uk.arxiv.org/.Robert Smith, korektor naskah emiritus astronomi di University of Sussex, Inggris selatan dan Dr. Klaus-Peter Schroeder di Universitas Guanajuato, Meksiko, menyatakan bahwa Miliaran tahun dari sekarang, Matahari secara perlahan mengembang..ketika Matahari kehabisan bahan bakarnya, Matahari akan berkembang menjadi "raksasa merah" yang berbahaya..merenggangnya atmosfir bagian luar Matahari menyebabkan Bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah.

Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk mengakibatkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan dipanggang oleh Matahari. lautan akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan memicu pemanasan besar-besaran.

Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, Bumi akan selamat dari kehancuran total, dan itu akan terjadi 7.6 Mliyar tahun lagi (sumber: Antara)

Tulisan di atas merupakan pengantar dari artikel mengenai penciptaan semesta. Untuk itu mari kita lihat Semesta dari kacamata 4 agama terbesar di dunia:

Siapakah pemenang gelar Agama Kosmis menurut Einstein? Samakah itu dengan pilihan anda? Kutipan Einstein tersebut sekaligus merupakan kesimpulan saya mengenai Penciptaan semesta dipandang dari kacamata 4 agama terbesar dunia.

[Kembali]



Abrahamic: Penciptaan Semesta

Yahudi kuno serta kaum Kristen memiliki dua legenda penciptaan, keduanya tercatat di kitab Bible.

Yang pertama,
Allah menciptakan Langit dan Bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air, Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang" Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Allah menjadikan cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Allah menamai cakrawala itu langit, itulah hari ke dua.

Segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji di bumi, itulah hari ke tiga.

Matahari dan bulan serta bintang-bintang pada hari ke empat, semua burung dan hewan laut pada hari ke lima, Binatang ternak, melata, liar dan laki-laki dan wanita pertama pada hari ke enam [Kejadian 1, 1-31].

Pada tahun 1951, Paus Pius XII menghubungkan Kata "Jadilah terang" dengan hipotesis Big Bang. Sejak saat itu Big Bang, meledak besar sebagai 'teori' asal mula semesta.

Yang kedua,
Tuhan membuat bumi, lalu laki-laki pertama, lalu tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, lalu terakhir seorang wanita [Kejadian 2, 4-22].

Frase kata "Jadilah.." terdapat dalam setiap kehendak yang Allah lakukan.

Paus Pius XII sangat bersemangat untuk menghubungkan frase "Jadilah terang" di ayat pertama dengan Big Bang, rupanya beliau sangat memahami terdapat kemuskilan logika bahwa

  • Bagaimana mungkin, Terang dinamakan siang dan gelap dinamakan malam terjadi di hari pertama, sementara Matahari dan bulan baru ada di hari ke 4
  • Bagaimana mungkin, tumbuhan yang berbiji dan buah-buahan yang berbiji dapat tumbuh semetara Matahari dan Bulan baru diciptakan keesokan harinya, dimana satu hari Allah setara 1000 tahun di bumi.
Beberapa pendapat kalangan nasrani menghubungkan terang dan gelap sebagai kebaikan dan kejahatan, namun pendapat itu juga tidak relevan mengingat obyek kejahatan belum tercipta.

Diatas telah disebutkan bahwa Frase "Jadilah terang" dilakukan sebelum penciptaan. Semua penggunaan Frase “Jadilah terang” ternyata dilakukan SETELAH ada Air yang menutupi samudera raya! Tidak ada bukti dari Alkitab yang menyatakan bahwa Air yang menutupi samudera raya juga diciptakan oleh ALLAH

Di hari pertama, Tidak diceritakan bagaimana air tercipta karena tidak didahului dengan kata "Jadilah terang". Air dan Allah sudah ada. Bentuk bumi saat itu hanyalah air yang menutupi seluruh BUMI. Dari atas air tercurah dan dibawah juga ada air, di mana-mana hanyalah Air.

Kejadian
1:1 "pada mulanya [ray-sheeth'] Elohim [Allah yang Jamak] bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] langit [shamayim] & bumi [erets]

1:2 Bumi [erets] Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia] dan bohuw [kosong, tak berpenghuni]; kho shek' [tidak jelas, gelap] teh-home [lautan, kedalaman] roo'-akh [Roh] Elohim [Allah dalam bentuk jamak] rachap [bergerak, melayang] paw-neem' [dipermukaan] Mayim [air (banyak, luas), banjir]

Jika kita simak di kejadian 1:3-31, maka sebelum melakukan penciptaan, Allah selalu mulai dengan berfirman [Vayomer] dan kemudian terdapatlah ciptaannya. Event penggunaaan kata Vayomer terjadi lebih dari 8 x dilakukan oleh elohim [Allah dalam bentuk Jamak] ketika hendak menciptakan sesuatu, namun kata vayomer itu tidak pernah ada di kejadian 1:1-2!

Ini mengindikasikan bahwa tidak ada aktivitas penciptaan di kej 1:1-2! artinya ada suatu barang yang sudah ada bahkan sebelum elohim [allah yang jamak] ada, yaitu air!

Resith, bermakna mulai dari satu episode tertentu contoh Yer 26:1, "pada permulaan pemerintahan.." Kata resith bukanlah berarti waktu yang permulaan sekali tapi permulaan dari suatu event tertentu yang terjadi berikutnya, kejadian ini sejalan dengan makna tohuw = kacau balau yang terjadi dan keadaan yang bohuw = kosong kecuali hanya air yang menutupi dalam jumlah banyak

Bara sering diterjemahkan 'menciptakan', namun arti ini bukan merupakan arti yg umum digunakan di literatur Ibrani. Bara dapat berarti: membangun, membentuk, menggemukan [setelah tohuw], memotong [sejalan dimulainya episode baru, resith]

Sebagai contoh, berikut ini terdapat kata bara' yang artinya BUKAN mencipta:

  • Kej 41:4,..Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk [bariy'] itu. Lalu terjagalah Firaun.
  • 1 samuel 2:29...mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan [bara’] dirimu dengan bagian yang terbaik d ari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
Sudah? masa artinya mencipta disitu? disini artinya gemuk/menggemukan
    Josua 17:15 ...then get thee up to the wood country, and cut down [bara'] for thyself there..
Sudah? masa artinya mencipta disitu? disini artinya memotong/membuka

Namun anda akan temukan beberapa penulis menyatakan bahwa 'menciptakan' merupakan bentuk QAL dari kata בָּרָא ‘bārā`’:

1. mencipta/ membentuk (dari ketiadaan)
2. menggemukkan

Benarkah artinya adalah MENCIPTA? dan apakah arti/maksud QAL itu?

Qal, ternyata merupakan bentuk kata kerja utk menyatakan suatu tindakan "sederhana" atau "sebab-musabab." Contoh: he sat, he ate

Dalam hubungan dengan waktu adlh expresi Perfek [bentuk ke 3 seperti di bahasa Inggris], yaitu suatu tindakan yang rampung. Perfek juga digunakan seperti "kini" (Present Tense, Inggris)

Ternyata QAL hanyalah ekspresi WAKTU!
Ekspresi LAMPAU, SEDANG, AKAN TERJADI tidak akan merubah ARTI, contoh:

TELAH membentuk/menggemukan
SEDANG membentuk/menggemukan
AKAN membentuk/menggemukan

Jadi, dulu/sekarang/nanti..GEMUK ya GEMUK ngga akan berubah menjadi CIPTA

Sehingga Kej 1:1, artinya menjadi "pada awalnya Elohim membentuk langit & bumi.."

Mari kita perhatikan kitab Yesaya, yang tegas menyatakan 'membentuk bumi' [hanya ini yang tidak saya ganti dengan kata aslinya dan pilihan artinya]:

    45:18 For thus saith the LORD that bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] The heavens; God himself that formed the earth and made it; he hath established it, he bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] it not in Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia], he formed it to be inhabited : I {am} the LORD ; and {there is} none else.

    45:18 Sebab beginilah firman TUHAN, yang bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] langit, --Dialah Allah--yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, --dan Ia bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] bukan Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia], tetapi Ia membentuknya untuk didiami--:"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.
Terjemahan Indonesia "mencipta, bukan supaya kosong" saya ganti dalam Ibrani dengan beberapa pilihan kata, demikian juga terjemahan dalam inggrisnya "created; in vain"

bara, telah kita ketahui artinya adalah membentuk
Tohuw, artinya Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia--> disini kita pakai sia-sia

Sehingga,

  • bukan "created/mencipta", namun "membentuk"
  • bukan "It not in Vain" dan juga tidak "bukan supaya kosong", namun lebih tepatnya "tidak untuk kesia-siaan"
Yesaya 45:18 menjadi,
"Sebab beginilah firman TUHAN, yang MEMBENTUK langit, --Dialah Allah--yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, --dan Ia MEMBENTUK tidak untuk KESIA-SIAAN, tetapi Ia membentuknya untuk didiami--:"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain."

Dapatlah kita simpulkan bahwa Alkitab pada Kejadian 1 hanya bercerita mengenai Bumi disaat banjir besar, Ia tidak berbicara mengenai pembentukan Tata surya apalagi Pembentukan Semesta, petunjuk mengenai hal itu, dilihat di hari ke-2 dan ke-3, ketika Banjir itu reda, Langit mulai terang, Air hanya dibawah Langit [rakiah, berbentuk kanopi], beberapa mulai surut, daratan terlihat dan sisanya berupa lautan.

Utk siang dan malam:

1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Terlihat bahwa malam tidak pernah diciptakan, yang diciptakan itu siang!

Hari itu berakhir di peralihan siang ke malam = petang,
kemudian utk pertamakalinya ada peralihan malam ke siang = pagi. Jadi, petang-siang itulah 1 hari; itulah hari yg ke-1!

Langit diciptakan setelah siang!

1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ke-2

Cakrawala [Ibrani = Rakiya] berbentuk canopy; Jewish Encyclopedia: The Hebrews regarded the earth as a plain or a hill figured like a hemisphere, swimming on water. Over this is arched the solid vault of heaven. To this vault are fastened the lights, the stars. So slight is this elevation that birds may rise to it and fly along its expanse

Daratan ternyata tidak diciptakan!

1:9. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul [kaw-vaw'] pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.

Sehingga yang tanpa di Vayomer-kan [firman-kan] namun sudah ada yaitu: Bumi, kegelapan, air, para allah dan daratan [logis sekali karena bumi adalah daratan yang tertutup air]!

Jadi, jelas sudah bahwa Alkitab kej 1:1-31, hanya menceritakan urutan kejadian periode surutnya banjir besar daripada kisah mengenai penciptaan semesta dengan ledakan yang luarbiasa!

Sama sekali tidak ada relevansinya dengan hipotesis Big Bang.

[Catatan: di sini, di sini dan di sini.. anda temukan konfirmasi bahwa Alkitab dan para bapak gereja mendukung GeoCentris juga mengutuk teori Heliocentrisnya Galileo. Di Sini anda akan temukan rekaman Interogasi kepada Giordano Bruno sebelum ia di bakar hidup-hidup Gereja karena teori Heliocentrisnya]

[Kembali ke artikel "bumi itu datar versi alkitab"]

***

Logika Al Qur’an untuk awal terciptanya Langit dan bumi juga menggunakan Frase kata ‘jadilah..’ yang sama!

[note:
innamaa qawlunaa lisyay-in idzaa aradnaahu an naquula lahu kun fayakuunu
[16:40] Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia]

Frase kata yang sama yaitu ‘jadilah, maka jadilah ia’ atau ‘kun fayakoonu’ merupakan frase ke-MahaKuasa-an, Itu tercantum pada 8 ayat [Al Baqarah 2:117, Ali Imran 3: 47, Ali Imran 3: 59, Al Anaam 6: 73, An Nahl 16: 40, Maryam 19: 35 Yasin 36: 82, dan Al Ghafir 40: 68] Yaitu saat penciptaan langit dan Bumi, Penciptaan Adam & Isa, serta penciptaan lainnya yang dikehendaki Allah:

    [2:117] Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.
    [3: 59] Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
    [36: 82] Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
Apakah frase kata ‘jadilah, maka jadilah ia’ atau ‘kun fayakoonu’ merupakan Big Bang?

Qur’an ayat 51: 47 menyatakan bahwa "Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa".

Beberapa orang menterjemahkan kata ‘kami benar-benar berkuasa menjadi ‘kami meluaskannya’. Tafsiran ‘kami meluaskan’ dikemukakan oleh Harun Yahya yang muncul hanya baru-baru ini saja, yaitu ketika hipotesis BigBang dan alam semesta yang terus mengembang sedang populer-pupulernya. Namun berdasarkan 3 ayat di atas tentang ‘jadilah!’ maka samasekali tidak menunjukan kecocokan apapun dengan hipotesis Big Bang maupun Alam semesta yang terus mengembang.

Detail penciptaan Langit dan Bumi menurut Al Qur’an terdapat di surat [7:54, 10:3, 11:7, 21:30, 25:59, 32:4, 57:4, 41:9-12 dan 79:27-33].

Surat Al Anbiyaa' 21:30, menunjukan keadaan Bumi dan langit saat yang awal mula:

    Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya ("سِتَّةِ", anna) langit-langit ("السَّمَاوَاتِ", al-samāwāti) dan bumi ("وَالْأَرْضَ", wal-arḍa) dahulu adalah ("كَانَتَا", kānatā) suatu yang padu ("رَتْقًا", ratqan), kemudian (Kami) pisahkan keduanya ("فَفَتَقْنَاهُم", fafataqnāhumā). Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

      Note:
      Perhatikan dengan baik ayat ini, TIDAK ADA dinyatakan bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi yang padu itu di sana, malah jelas termaktub bahwa langit bumi itu DITEMUKAN Allah sudah dalam keadaan berpadu. Sama sekali tidak ada penggunaan kata "kami ciptakan" untuk situasi langit-bumi yang padu ini di manapun di Quran!

    Tafsir Ibn Kathir atas ayat 21:30:

      ...Tidakah mereka mengetahui bahwa Langit dan bumi dulunya bersatupadu yakni pada awalnya mereka satu kesatuan, terikat satu sama lain. Bertumpuk satu diatas yang lainnya, kemudian Allah memisahkan mereka satu sama lain dan menjadikannya Langit itu tujuh dan Bumi itu tujuh, meletakan udara diantara bumi dan langit yang terendah..

      Said bin Jubayr mengatakan ‘langit dan Bumi dulunya jadi satu sama lain, Kemudian Langit dinaikkan dan bumi menjadi terpisah darinya dan pemisahan ini disebut Allah di Al Qur’an’

      Al hasan dan Qatadah mengatakan,’Mereka Dulunya bersatu padu, kemudian dipisahkan dengan udara ini’

    Darimana datangnya bumi langit yang padu itu? Siapa yang menciptakannya? Tampaknya bahkan Allahpun tidak tahu tentang ini, karena Dirinya pun berada di suatu ruang yang telah ada sebelum Ia ada:

      Abdan - Abu Hamzah - Al A'masy - Jami' bin Syidad - Shafwan bin Muhriz - 'Imran bin Hushain:
      ...Nabi menjawab: 'Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun terjadi sebelum-Nya, arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah mencipta langit dan bumi dan Allah menetapkan segala sesuatu dalam alquran'. [Bukhari no. 6868, 2953. Ibn Majah no.178 (Riwayat Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Ash Shabbah - Yazid bin Harun - Hammad bin Salamah - Ya'la bin 'Atho` - Waki' bin Hudus - pamannya Abu Razin ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, di manakah Rabb kita sebelum menciptakan makhluk-Nya?" beliau menjawab: "Dia berada di ruang kosong, di bawah dan di atasnya tidak ada udara, dan di sana tidak ada makhluk. Setelah itu Ia menciptakan 'Arsy-Nya di atas air"). Tirmidhi no.3034 ("Wahai Rasulullah dimanakah Allah sebelum Dia menciptakan makhlukNya? beliau menjawab: "Dia berada di awan yang tinggi, di atas dan di bawahnya tidak ada udara dan Dia menciptakan 'arsyNya di atas air." Abu Isa mengatakan ini Hadis Hasan). Ahmad no.15599, 15611].

    Tampaknya persoalan ini telah lama diketahui bahkan sampai ditanyakan oleh para orang badui:

      Riwayat Harun bin Ma'ruf - Sufyan - Hisyam - Bapaknya - Abu Hurairah - Rasulullah SAW:
      "Manusia akan selalu bertanya-tanya hingga dikatakan, 'Ini makhluk yang Allah telah menciptakannya, lalu siapakan yang menciptakan Allah? ' Maka siapa saja yang mengalami hal semacam itu, hendaklah ia mengatakan 'aku beriman kepada Allah'."

      [Abu Dawud no.4098, Muslim no. 193 (Riwayat Abdullah bin ar-Rumi - an-Nadlar bin Muhammad - Ikrimah (Ibnu Ammar) - Yahya - Abu Salamah - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: .."Wahai Abu Hurairah, mereka akan senantiasa bertanya kepadamu hingga mereka berkata, 'Ini Allah, lalu siapa yang menciptakan Allah'." Abu Hurairah: "Ketika aku berada di masjid, tiba-tiba orang-orang dari kaum Baduwi mendantangiku, 'Wahai Abu Hurairah, ini Allah, lalu siapakah yang menciptakan Allah'. Perawi berkata, 'Kemudian Abu Hurairah mengambil kerikil dengan telapan tangannya, lalu melempar mereka sambil berkata, 'Berdirilah, berdirilah, sungguh benar kekasihku'") Juga di Muslim 190, 192, Muslim no.195 dari riwayat Anas. Di Ahmad no.8666 (orang yg bertanya bukan orang Badui tapi orang Irak). Ahmad no. 20864 (dari riwayat Khuzaimah bin Tsabit) yang bertanya bukan orang tapi setan (juga di riwayat Abu Huraira dan Aisyah)]

    Pertanyaan menarik yang bahkan Nabi besar SAW pun tidak mendapatkan jawabannya dari Jibril dan Allah.
Surat AR RA'D (GURUH)13:2,
    Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

    Tafsir Ibn kathir untuk ayat [13:2],

    • Allah, mengangkat para langit tanpa pilar & mengangkat para langit tinggi jauh diatas Bumi

    • berkenaan dengan kalimat (menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan) adalah seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan di tempat peredarannya) [Ada dua pendapat dan keduanya menyatakan Matahari dan bulan yang bergerak terus menerus]. 'arsy adalah atap dari ciptaan dan tidak berbentuk BULATAN seperti banyak di klaim oleh astronomer. Lebih seperti KUBAH yang di topang oleh pilar. Ditandu oleh para malaikat dan di atas dunia, di atas kepala-kepala orang. Menurut Nabi sebagaimana diriwayatkan Abu Dharr:
      Ketika senja [magrib], Nabi bertanya padaku, "Apakah kau tau kemana Matahari itu pergi (saat Magrib)?! Aku jawab, "Allah dan rasulnya yang lebih tau." Ia jawab, "Ia berjalan hingga berhenti pada tempatnya di bawah Arsy lalu menyungkur sujud dan mohon ijin untuk terbit kembali, dan diijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba) dia minta agar terus saja bersujud namun tidak diperkenankan dan minta izin namun tidak diizinkan dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah ke tempat asal kamu datang" dan ia akan terbit dari tempatnya terbenamnya tadi (barat). Itulah penafsiran dari sabda Allah "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (AQ 36:38) [Bukhari: no.2960/4.54.421, no.4428/6.60.327, no.6874/9.93.520 dan no.6881/9.93.528. Juga Muslim: no.228/1.297]

    • 'Ada pilar namun tidak dapat kamu lihat' menurut Ibn `Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan beberapa lainnya.

    • Iyas bin Mu`awiyah, "Langit itu seperti kubah di atas bumi', artinya tanpa tiang. Serupa seperti Qatadah katakan

    • Ibn Kathir menyatakan bahwa pendapat terakhir [Iyas bin Mu'awiyah] adalah lebih baik mengingat Allah juga menyatakan di ayat lainnya [22:65] yaitu ‘Dia menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya?’

    • Penjelasan langit berbentuk kubah dan daratan datar ada di Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk surat 65:12, yang mengatakan (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR.
Penjelasan-penjelasan di atas, memberikan kita informasi bahwa menurut tradisi Islam, Bumi diciptakan terlebih dahulu, Langit dinaikkan, langit sebagai atap yang berbentuk Kubah dan allah menahannya agar tidak jatuh ke BUMI serta dibentangkannya BUMI.

Surat Fushshilat 41: 9-12, menyajikan urutan pengerjaan Bagaimana penciptaan yang dilakukan Allah:

  • Pertama, (41:9) Bumi di ciptakan dalam 2 masa
  • Kedua, (41:10) Segala isi BUMI di ciptakan total dalam 4 masa
  • Ketiga, (41:11) Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."

  • Surat diatas jelas menunjukan bahwa kedudukan BUMI dan LANGIT adalah SEDERAJAT, yaitu BUMI yang BUKAN merupkan anggauta LANGIT. Bumi diciptakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian ALLAH menyelesaikan Langit dan itu dibuktikan di ayat selanjutnya

  • Keempat, (41:12) Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan pelita-pelita cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

  • TAFSIR Ibn Kathir untuk surat 41:9-11 juga menyatakan bahwa :

      Penciptaan Bumi dan Penciptaan langit dibicarakan secara terpisah Allah berkata bahwa Ia menciptakan Bumi terlebih dahulu, karena itu adalah Fondasi, dan Fondasi harus dibangun terlebih dahulu baru kemudian atap..
Berkenaan dengan penciptaan pelita-pelita (AQ 41.12, "mashaabiiha" = pelita), Qur’an memberikan konfirmasi bahwa bintang-bintang diciptakan sebagai hiasan langit, misil pelempar setan yang mencuri dengar dan untuk keperluan navigasi
    Demi langit [wa+al-samaa-i] dan [wa] YANG BERJALAN [al-ṭāriqi]. [wamā (Dan apa) + adrāka (memberitahukanmu) = dan tahukah kamu] apa [mā] YANG BERJALAN [al-ṭāriqu]? BINTANG [al-najmu] yang cemerlang (al-thāqibu) [AQ 86.2-3, Al Makiyya, turun urutan ke-36. kata "ṭāriqi/u" juga ada di (AQ 4.168,169; 20.63,77,104; 23.17, 46.30, 72.11,16) artinya berjalan/jalan]

    dan kami [wa-annā] menyentuh [lamasnā] langit [al-samāa], kemudian kami dapati [fawajadnāhā] penuh [muli-at] penjagaan [ḥarasan] keras [shadīdan] dan PANAH-PANAH API [syuhubaan], dan kami [wa-annā] pernah [kunna] menduduki [naqʿudu] dari itu [minha] tempat [maqāʿida] untuk mendengarkan [lilssamʿi] kemudian siapa [faman] yang mendengarkan [yastamiʿi] sekarang [l-āna] akan didapati [yajid] baginya [lahu] PANAH API [syihaaban] yang mengintai [AQ 72.8-9, Al Makiyya, turun di urutan ke-40. kata "syuhubaan/Syihaabun juga ada di (AQ 15.18, 27.7, 37.10) artinya panah api]

    Dan pastinya [walaqad] Kami jadikan [jaʿalnā] di [fī] langit [al-samāi] HIASAN-HIASAN [burūjan] dan Kami hiasi [wazayyannāhā] untuk mereka yang memandangnya [lilnnāẓirīna] dan Kami menjaganya [waḥafiẓ'nāhā] dari [min] tiap [kulli] syaitan [shayṭānin] terkutuk [rajīmin], kecuali [illā] Ia [mani] mencuri [is'taraqa] dengar [al-samʿa] maka Ia dikejar [fa-atbaʿahu] PANAH API [syihaabun] yang terang [mubīnun]. [AQ 15.16-18. Al Makiyya, turun urutan ke-54. Kata "burūjan" juga ada di (AQ 4.78, 25.61, 85.1, 33.33, 24.60) artinya benteng/benda-benda langit/hiasan]

      Tafsir Ibn kathir AQ 15.16-18: Mujahid dan Qatadah berkata bahwa Buruj merujuk pada benda-benda langit...`Atiyah Al-`Awfi berkata: "Buruj disini merujuk pada 'benteng penjaga'. Ia dibuat jadi 'Bintang jatuh' untuk melindungi dari Iblis yang mencoba mendengarkan informasi dari langit tertinggi. Jika ada syaitan yang menerobos untuk mencuri dengar, sebuah 'bintang jatuh' datang dan menghancurkannya. Ia mungkin lolos dan menyampaikannya pada Syaitan lainnya di bawah[..]"

      Di AQ 25.61, "BerkatNya [tabāraka] yang [alladhī] menjadikan [jaʿala] di [fī] langit [al-samai] hiasan-hiasan [burūjan] dan menjadikan [wajaʿala] di situ [fīhā] sebuah lampu [sirājan] dan bulan [waqamaran] bercahaya [munīran].".

      "sirajan" adalah matahari:
      "dan menjadikan [waja'ala] padanya [fiihinna] bulan [al-qamara] bercahaya [nūran] dan menjadikan Matahari [al-shamsa] lampu [siraajaan] [AQ 71.16]" + "dan menjadikannya [waja'alna] LAMPU [sirajan] yang amat terang/terik [wahhaajaan] [AQ 78.13]".

      Di Islam, Bulan dan Matahari, keduanya memancarkan cahaya:
      "Ia-lah (huwa) yang [alladhī] menjadikan [ja'ala] Matahari [al-shamsa] bersinar [ḍiyāan] dan bulan [waqamaran] bercahaya [nūran] [AQ 10.5]".

      Kata "munir", "nuur", "naar" berasal dari akar kata yang sama "nūn wāw rā (ن و ر)" artinya adalah memancarkan cahaya sendiri BUKAN memantulkan cahaya, Untuk jelasnya simak AQ 24.35: "Allah cahaya [nūru] langit dan bumi. Perumpamaan [mathalu] cahayaNya [nūrihi], seperti celah [kamish'katin], di dalamnya [fīhā] ada pelita [miṣ'bāḥun]. Pelita itu [al-miṣ'bāḥu] di [fī] kaca [al-zujājatu] itu seperti [ka-annahā] sebuah bintang [kawkabun] berkilauan [durriyyun], dinyalakan [yūqadu] dari [min] pohon [shajaratin] berkah [mubārakatin], pohon zaitun [zaytūnatin] tidak [lā] di timur [sharqiyyatin] dan tidak [walā] di barat [gharbiyyatin], yang hampir [yakādu] minyaknya [zaytuhā] menerangi [yuḍīu] walau [walaw] tidak [lam] disentuh [tamsashu] api [nārun]. Cahaya [nūrun] di atas [ʿalā] cahaya [nūrin]"

    Sesungguhnya [innā] Kami hiasi [zayyannā] langit [Al-samāa] terdekat/dunia [al-dunyaa] dengan hiasan [bizīnatin] BINTANG-BINTANG [al-kawākibi]. dan menjaganya dari tiap syaitan durhaka [māridin]. Tidak [lā] mereka dapat dengarkan [yassammaʿūna] malaikat [Al-mala-i] yang tinggi [al-a'laa] dan mereka dilempari [wayuq'dhafūna] dari [min] tiap [kulli] sisi [jānibin] terusir [duḥūran] dan bagi mereka [walahum] siksaan [adhābun] terus menerus [wāṣibun], kecuali [illā] Ia [man] mencuri [al-khaṭfata] maka Ia dikejar [fa-atbaʿahu] PANAH API [syihaabun] yang cemerlang (thāqibu). [AQ.37.6-10. Al makiyya, turun di urutan ke-56. Kata "al-kawākibi" juga ada di (AQ 6.76, 12.4, 24.35, 82.2) artinya bintang-bintang]

    Dan pastinya Kami hiasi langit terdekat dengan PELITA-PELITA [mashaabiiha], dan menjadikan mereka [wajaʿalnāhā] rudal/perajam [rujūman] untuk syaitan-syaitan [lilsysyayaathiini],..[AQ 67.5. Al makiyya, turun di urutan ke-77. Kata "mashaabiiha" juga ada di (AQ 41.12, 24.35) artinya pelita]

      AQ 24.35 di atas, menunjukan persamaan pelita dan bintang. Tafsir Ibn kathir 67.1-5: Ini merujuk pada bintang-bintang yang telah diletakan di langit, beberapa bergerak dan beberapa diam. Kata 'mereka' adalah merujuk pada bintang-bintang sebagai pelita atau penerangan. Meteor-meteor yang dilemparkan berasal dari bintang-bintang. Qatadah berkata: "Bintang-bintang diciptakan hanya untuk tiga kegunaan, yaitu:  Hiasan di langit, Alat pelempar setan dan petunjuk Navigasi,  Jadi siapapun yang mencari interpretasi lain tentang bintang selain ini maka itu jelas merupakan opini pribadi, Ia telah melebihi porsinya dan membebani dirinya dengan hal-hal yang ia sendiri tidak punya pengetahuan tentang ini." [Ibn Jarir dan Ibn Hatim mencatat riwayat ini]

    Memperhatikan Quran vs Tafsirnya, maka ini tidaklah merujuk pada meteor dan jelas merujuk pada bintang.

    Tampak jelas para pemikir islam, allah dan Muhammad memang tidak berpengetahuan apapun tentang semesta dan bahkan tidak mempunyai kemampuan dalam membedakan antara bintang, matahari, planet, bulan, asteroid, komet, metoroid, meteor dan meteorit:

    • Bintang adalah Semua benda masif yang sedang dan pernah melakukan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir. Bintang yang tidak lagi melakukan pembakitan energi disebut bintang katai, panas bintang ini berangsur-angsur padam dan inipun masih luar biasa panas. Bintang katai terdingin (merah) bersuhu permukaan 2000 - 3500 K (matahari: 5000-6000 K).

      Bintang katai terdiri dari: Katai merah (massa rendah); Katai kuning (massa sebanding dengan Matahari); Katai putih (tahap akhir siklus hidup bintang, ia terdiri dari materi elektron terdegenerasi, tidak cukup masif untuk menjadi supernova tipe II-bintang-bintang (memiliki 0,5-10 massa matahari, diameter hampir sama dengan bumi atau sekitar 100 x lebih kecil dari matahari. Suhu permukaannya: 8.000 K); Katai coklat (kurang masif untuk melangsungkan fusi hidrogen menjadi helium – massa < 0,08 massa Matahari) dan Katai gelap (katai putih yang terdinginkan, tidak lagi memancarkan cahaya dalam panjang gelombang tampak). Lama waktu Bintang-bintang kehilangan panasnya secara perlahan seumuran dengan usia semesta
    • Bintang Antares vs Bintang acturus: Bola kaki vs kelereng kecil. Matahari seukuran 1 pixel.
    • Bintang Acturus vs Bintang Matahari: Bola kaki vs kelereng kecil. Yupiter seukuran 1 pixel.
    • Bintang Matahari vs Planet Yupiter: Bola kaki vs kelereng kecil.
    • Planet Yupiter vs Planet bumi: Bola kaki vs kelereng kecil.
    • Matahari adalah bintang dengan jarak terdekat dari bumi. Ia menghasilkan cahaya. Massa matahari kurang lebih 99,86% massa total Tata Surya. Matahari bermassa 333.000 x massa bumi dan bervolume 1.3 juta x volume Bumi.
    • Planet adalah benda angkasa yang mengorbiti sebuah bintang (atau sisa bintang), mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri dalam mengatasi tekanan rigid body sehingga punya kesetimbangan hidrostatik (berbentuk hampir bulat), tidak terlalu besar yang dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium intinya dan telah "membersihkan lingkungan" (mengosongkan orbit) dari benda-benda angkasa lain selain satelitnya sendiri. Berdiameter > 800 km
    • Satelit planet adalah benda angkasa bukan buatan manusia yang mengorbiti planet.
    • Asteroid adalah benda angkasa berukuran lebih kecil daripada planet namun lebih besar daripada meteoroid, Asteroid terdiri dari karbon dan metal dan mengorbit matahari.
    • Komet terdiri dari debu dan es yang berasal dari sabuk Kuiper Belt (kabut Oort), mengorbit matahari dengan jarak orbit berbentuk elips dan lebih jauh dari asteroid. Ketika orbitnya mendekati matahari, radiasi matahari menguapkan es disekitarnya dan jejak uap tersebut membuatnya tampak berekor
    • Meteoroid adalah pecahan asteroid (atau benda angkasa lainnya, namun rata-rata berasal dari pecahan asteroid yang saling bertubrukan) ukurannya lebih kecil dari asteroid dan lebih besar dari molekul.
    • Meteor adalah meteorid yang berhasil masuk ke atmospher bumi dengan kecepatan supersonik. Atmospher terdiri dari fluida (gas dan cairan) kecepatan tersebut menimbulkan tekanan yang sangat besar yang terjadi di depan metor. Tekanan ini memanaskan udara dan itu kemudian memanaskan meteor hingga menjadi terbakar. Inilah yang kemudian disebut bintang jatuh.
    • Meteor yang tidak habis terbakar dan jatuh ke bumi disebut Meteorit
Surat An Naazi’ aat 79:27-33, menyajikan urutan pengerjaan penciptaan yang dilakukan Allah!
    Allah menyatakan bahwa penciptaan Manusia itu jauh lebih mudah daripada penciptaan Langit. Ia meninggikan Bangunannya lalu menyempurnakannya (79:28). Kemudian ia Menciptakan siang dan malam. Kemudian bumi dihamparkannya (diisi) Caranya: memancarkan Air dan menumbuhkan tumbuhan, gunung-gunung dipancangkan teguh (79:31-32). Untuk apa? Untuk kesenangan Manusia dan binatang ternak milik manusia (79:33)

    Tafsir Ibn Kathir untuk surat 79:27-33:

      Telah disinggung sebelumnya di surat Ha Mim As-Sajdah bahwa bumi tercipta sebelum langit diciptakan. Kemudian, setelah langit tercipta, bumi di luaskan [dibentuk/di isi].

    Di Tafsir Ibn Kathir untuk surat 41:9-12, terdapat satu riwayat menarik mengenai kebingungan seseorang akan hubungan surat [41:9-12] dan surat [79:27-33] yaitu mana yang diciptakan terlebih dahulu: BUMI atau LANGIT

      Sa’id Bin Jubayr berkata, ‘Seseorang berkata pada Ibn ‘Abbas: Saya menemukan di Qur’an yang membingungkan ku:…Allah berkata (79:27-33):

        Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia menciptakannya, meninggikannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

        Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

      Jadi Dia menyatakan bahwa Penciptaan Langit dahulu baru kemudian penciptaan Bumi, Namun kemudian Allah berkata (41:9-12):

        Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya dalam empat masa. bagi orang-orang yang bertanya.

        Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan pelita-pelita yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

      Di sini Allah menyatakan Penciptaan BUMI dahulu baru kemudian Penciptaan Langit..

      Kemudian Ibn ‘Abbas menjawab:..

      • Allah menciptakan Bumi dalam dua hari (masa),
      • kemudian Dia menciptakan Langit, kemudian Dia (Istawa ila) meninggikan langit dan membentuknya dalam dua hari lagi.
      • Kemudian Dia membentangkan Bumi, ini berarti bahwa Dia membawa, sejak saat itu, air dan makanan. Dan kemudian Dia menciptakan Gunung-gunung, Pasir, benda-benta tak bernyawa, batu-batu dan bukit-bukit dan semuanya dalam waktu dua hari lagi.

      Inilah yang Allah katakan (Ia) menghamparkan (Bumi) (79:30) Dan Allah berkata :Ia ciptakan bumi dalam dua hari, jadi Dia menciptakan Bumi dan segala Isi didalamnya dalam empat hari dan Dia menciptakan Langit dalam dua Hari.

      Ini di rekaman oleh Al Bukhari:

      • Dia menciptakan Bumi dalam Dua hari, artinya pada Minggu dan Senin [dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya, memberikan yang potensial untuk ditanam dan seterusnya berproduksi
      • [Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya]yang manusia butuhkan dan tempat tempat untuk bercocoktanam dan memanennya pada Selasa dan Rabu [`Ikrimah dan Mujahid menyatakan menempatkan tanaman yang hanya cocok di tempat-tempat tertentu], jadi dengan dua hari sebelumnya menjadi empat hari [bagi orang-orang yang bertanya; Ibn `Abbas, Qatadah dan As-Suddi menyatakan, "untuk siapapun yang bertanya tentang itu]
      • Kemudian Dia meninggikan (Istawa ila) langit dan dan langit itu masih merupakan asap..melengkap dan menyelesaikan ciptaannya seperti 7 langit dalam dua hari, artinya Kamis dan Jumat
Surat Al Raaf 7:54,

    Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, [..]

    note:
    Frase arab "سِتَّةِ" (sittati, enam) + ayyāmin ("أَيَّامٍ") tercantum di (AQ 7.54, 10.3, 11.7, 25.59, 32.4, 50.38 dan 57:4), KELIRU jika diterjemahkan paksa menjadi "enam masa", karena harusnya terjemahannya adalah "enam hari":

    • ayyāman (أَيَّامًا)/ayyāma ( أَيَّامَ) di (AQ 2.80, 184; AQ 3.24, AQ 34.18; AQ 45.14) = hari;
      ayyāmin (أَيَّامٍ)/ayyāmi ("الْأَيَّامِ", Al-ayyāmi; "بِأَيَّامِ" bi-ayyāmi) di (AQ 2.184, 185, 196, 203; AQ 3.41; AQ 5.89; AQ 11.65; AQ 22.28; AQ 41.16; AQ 69.7, 24; AQ 14.5; 10.102) = hari

    • "Sesungguhnya sehari (yawman) disisi Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perhitunganmu" [AQ 22.47]
      "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepadaNya dalam satu hari (yawmin) yang kadarnya adalah 1000 tahun menurut perhitunganmu"[AQ 32.5]

    • Hadis dan tafsir:

      • Riwayat [(Humayd - Hakkam - Anbasah) dan (Ibn Waki - Ayahnya - Isra'il)] - Simak - Ikrimah - Ibn abbas: Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari - yang mana tiap harinya adalah seperti 1000 tahun menurut perhitunganmu [Tabari Vol.1 Hal 226-227].
      • Riwayat 'Abdah - Al Husain bin Al Faraj - Abu Mua'dh - Ubayd - Al Dahhak: 1 hari yang kadarnya 1000 tahun menurut perhitunganmu, Ia maksudkan hari-hari selama 6 hari penciptaan langit bumi dan apa yang ada di dalamnya [Tabari Vol.1 hal.227]
      • Al Muthanna - Al Hajjaj - Abu Awanah - Abu Bishr - Mujahid: 1 hari dari 6 hari adalah seperti 1000 tahun menurut perhitunganmu.[Tabari vol.1 hal.227]
      • Riwayat Al Muthanna - Ali (bin Al Haytam) - Al Musayyab bin Sharik - Abu Rawq - Al Dahhak: Ia yang menciptakan Langit dan bumi dalam 6 hari - dari hari-hari di dunia lain. Ukuran 1 hari adalah 1000 tahun. Ia mulai penciptaan di hari Minggu dan keseluruhan ciptaan hari Jumat (Ijtama'a jum'ah) [Tabari vol.1 hal.227]
      • Riwayat Ibn Humayd - Jarir (bin abd al Hamid) - al A'mash - Abu Salih - Ka'b: Allah mulai menciptakan di hari minggu, senin, selasa, rabu dan kamis. Ia Selesaikan di hari jumat. Ia melanjutkan: Tuhan membuat setiap hari setara 1000 tahun [Tabari vol.1 hal.227]
      • Riwayat Ibn Abiyy - Abu Ishak - Ibrahim b. Abdullah Nabt - Anas ibn Malik - Muhammad SAW: Panjang umur Bumi ini adalah 7 hari di hari-hari kehidupan setelah kematian. Allah berkata "sehari di sisi Allahmu adalah setara dengan 1000 tahun dalam perhitunganmu" [Suyuti sehubungan dengan hadis-hadis sahih tentang umur bumi tersisa 7000 tahun]
      • Tafsir ibn Abbas Al Sajdah 1.30:
        [32:4] (Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya) dari penciptaan dan keajaiban-keajaiban, (dalam 6 hari) hari-hari dari permulaan penciptaan yang setara dengan 1000 tahun dari tahun-tahun kehidupan di dunia ini.; hari ke-1 adalah minggu dan hari terakhir adalah Jumat.

    Dalam tafsir Ibn kathir untuk surat AQ 7:54:

    Allah menyatakan bahwa Ia menciptakan semesta, Langit dan Bumi dan semua yang ada didalamnya dalam 6 hari. Enam hari yang dimaksud adalah Minggu, Senin, Selasa, rabu, kamis dan Jumat. Di hari Jum'at semua ciptaan telah di susun, Adam diciptakan. Kata "As=Sabt' artinya Stop.

    Imam Ahmad mencatat

      Abu Huraira berkata bahwa Nabi berkata padaku Allah menciptakan Debu/Abu pada hari Sabtu, Gunung-gunung pada hari Minggu, Pepohonan pada hari Rabu, Menyebarkan makhluk hidup pada hari Kamis dan Menciptakan Adam pada hari Jum'at antara Asr dan Malam.
Di Hadis Muslim no.4997/039.6707 (juga di Ahmad no.7991):
    Riwayat Suraij bin Yunus dan Harun bin 'Abdullah - Hajjaj bin Muhammad - Ibnu Juraij - Isma'il bin Umayyah - Ayyub bin Khalid - 'Abdullah bin Rafi' (-budak- Ummu Salamah) - Abu Hurairah: "Rasulullah SAW memegang tangannya, dan berkata:

    'Allah Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari Sabtu, menancapkan gunung pada hari Ahad (minggu), menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin, menjadikan bahan-bahan mineral pada hari Selasa, menjadikan cahaya pada hari Rabu, menebarkan binatang pada hari Kamis, dan menjadikan Adam pada hari Jum'at setelah ashar, yang merupakan penciptaan paling akhir yaitu saat-saat terakhir di hari jum'at antara waktu ashar hingga malam." [Di sahih muslim 4.1856, 4.1857, Abu dawud 3.1041, 3.1042 diriwayatkan Abu Huraira bahwa Adam diciptakan pada hari Jum'at]

    Catatan untuk hadis 039.6707:
    Ibn Taimiyyah, Majmu' Fatawa (37 vols., ed. `Abd al-Rahman b. Qasim & anaknya Muhammad, Riyadh, 1398), 18:18f. Ibn Taimiyyah menyatakan keautentikan Hadis Imam muslim di dukung oleh Abu Bakr al-Anbari & Ibn al-Jauzi sedangkan al-Baihaqi mendukung yang mengabaikan hadis ini. Al-Albani mengatakan bahwa Ibn al-Madini mengkritik hadis ini, sementara Ibn Ma'in tidak (Ibn Ma'in dikenal sangat ketat, keduanya adalah shaikh Bukhari). Ia menyatakan lebih lanjut bahwa hadis ini sahih, tidak kontradiksi dengan Qur'an, bertentangan dengan pandangan yang mungkin dipunyai ahli lainnya yang mengkritik hadis ini, Karena yang di maksudkan di qur'an adalah penciptaan langit dan bumi dalam 6 hari, yang setiap harinya seperti 1000 tahun, sementara hadis ini merujuk pada penciptaan bumi saja, yang hari-harinya lebih pendek dari yang di rujuk Qur'an (Silsilah al-Ahadith as-Sahihah, no. 1833).
Berikut ini adalah dari The History of al-Tabari, Volume 1 - General Introduction and from the Creation to the Flood (trans. Franz Rosenthal, State University of New York Press, Albany 1989), pp. 187-193:
    ".. kemudian, demikian juga, Terdapat (juga) sebuah tradisi yang berasal dari Rasullulah yang disampaikan oleh Hannad b Al-Sari, yang juga berkata bahwa ia baca semua hadis (Abu Bakar) -. Abu Bakr b 'Ayyash-Abu Sa'ad al-Baqqal-' Ikrimah-IBN ABBAS

      Para Yahudi datang kepada Nabi dan bertanya tentang penciptaan langit dan bumi. Dia mengatakan:

      Allah menciptakan bumi di hari Minggu dan Senin.
      Dia menciptakan pegunungan dan penggunaannya untuk yang mereka miliki di hari Selasa.
      Di hari Rabu, Dia ciptakan pohon, air, kota-kota dan pembudidayaan tanah tandus.

      Ini adalah empat (hari).

      Ia melanjutkan (mengutip quran): '"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya (semua) dalam empat masa. bagi orang-orang yang bertanya.

      Di hari Kamis, Ia ciptakan langit.
      Di hari Jumat, Ia ciptakan bintang-bintang, Matahari, bulan dan malaikat, hingga tersisa 3 jam.

      Di bagian awal dari 3 jam ini, Ia ciptakan kondisi (dari manusia) siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati.
      Di bagian ke-2, Ia jauhkan kerusakan pada setiap yang berguna bagi manusia.
      dan di waktu ke-3, (Ia menciptakan) Adam dan memerintahkannya berdiam di Surga, Ia perintahkan iblis bersujud dihadapan Adam dan ia usir adam dari surga di akhir jam.

      Ketika para yahudi bertanya: Kemudian apa, Muhammad?
      Ia berkata: 'kemudian Ia duduk di tahtanya.'
      Para Yahudi berkata: Kamu benar, jika kau telah selesai, Mereka berkata dengan: Ia kemudian beristirahat

      Mendengar itu Nabi marah besar dan berkata, 'Kami ciptakan langit-langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya dalam 6 hari, dan kelelahan tidak menyentuh kami. berhati-hatilan dengan ucapan kalian'"
dan:
    "Menurut al-Muthanna- al-Hajjaj- Hammad- 'Ata' b. al-Sa'ib- 'Ikrimah:

      Para Yahudi bertanya pada Nabi: Bagaimana dengan Minggu? Rasullullah menjawab: Di hari itu, Allah menciptakan bumi dan menyebarkannya.
      Mereka bertanya tentang Senin, dan Ia menjawab: Di hari itu, Ia ciptakan Adam.
      Mereka bertanya tentang Selasa, dan Ia menjawab: Di hari itu, Ia ciptakan pegunungan, air dan banyak lagi.
      Mereka bertanya tentang Rabu, dan Ia menjawab: Makanan.
      Mereka bertanya tentang Kamis, dan Ia menjawab: Ia menciptakan para langit.
      Mereka bertanya tentang Jumat, dan Ia menjawab: Allah menciptakan Malam dan Siang.
      Mereka bertanya tentang sabtu dan menyinggung tentang istirahatnya allah (atas hari itu), ia berseru: Terpujilah Allah! Allah kemudian menyampaikan: Kami ciptakan langit-langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya dalam 5 hari dan kelelahan tidak menyentuh kami'"
Komentar dari Tabari:
    "Dua riwayat yang disampaikan pada kami dari Rasullullah telah menjelaskan bahwa Matahari dan bulan diciptakan setelah Allah menciptakan banyak hal pada ciptaannya.

    Itu karena hadis dari Ibn Abbas yang bersandar pada Rasullullah mengindikasikan bahwa Allah menciptakan Matahari dan Bulan pada hari JUMAT.

    Jika demikian, bumi dan langit dan apa yang ada didalamnya, kecuali para malaikat dan Adam, diciptakan Allah sebelum menciptakan Matahari dan bulan.

    Semua ini (demikian) terjadi ketika tidak ada cahaya dan tidak ada hari, karena malam dan siang hanyalah benda merujuk jam-jam yang dikenal melalui pergerakan lintasan melingkar matahari dan bulan.

    Sekarang, Jika ini benar bahwa bumi dan matahari dan apa yang ada di dalamnya, kecuali yang telah kami sebutkan, terjadi ketika tidak ada matahari dan bulan, kesimpulannya adalah semua terjadi ketika tidak ada malam ataupun siang.

    Hal yang sama (hasil tersimpul dari) mengikuti hadis dari Abu Hurayrah yang bersandar dari rasullullah:

    Allah menciptakan cahaya pada hari Rabu - arti dari 'cahaya' matahari, jika Allah berkehendak."
Laporan-laporan mengenai penciptaan langit dan bumi di atas, menyimpulkan bahwa Bumi diciptakan terlebih dahulu baru kemudian langit, yang permulaannya dalam keadaan bertumpuk satu diatas yang lain dan kemudian langit di angkat ke atas, yang semuanya tercipta dalam 6 hari, seperti juga yang dilaporkan Mujahid, Imam Ahmad bin Hanbal, dan dari Ibn Abbas menurut Riwayat Ad-Dahhak's darinya.

Masih mengenai Surat 41:11

    "Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu.."
Dalam Asbabun Nuzul surat Al Iklas 112:1-4,
    Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata:
    "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.
Dari hadis di atas, kita ketahui bahwa tidak ada penolakan mengenai asal muasal Langit, Adam, Iblis dan Bumi.

Surat 41, 51, 21 dan 79 termasuk golongan Almakiyah (sebelum Hijrah ke Medinah, 620 M) dan urutan turunnya surat adalah tertera demikian. Ayat 112, ada yang mengganggap sebagai Al Makiyyah, sementara As suyuti menganggap sebagai Al Madaniyya

Penegasan terakhir mengenai penciptaan Bumi dan Langit adalah melalui surat Al Baqarah yang diturunkan Allah di 2 H (624 M). Surat ini termasuk golongan surat Al madaniyya yang turun lebih belakangan dari surat Al Makiyya lainnya yaitu 41, 51, 21 dan surat 79.

Di surat Al Baqarah 2:29,

    Ia yang menjadikan segala sesuatunya untuk mu di Bumi. Kemudian Ia meninggikan (Iswata ila) langit dan dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Setelah semuanya siap, di dilanjutkan dengan penciptaan Adam di Al Baqarah 2:30-36, surat itu memperkuat surat-surat penciptaan manusia yang turun sebelumnya yaitu di 7:10-24, 15:26-33 dan 38:71-84. Disebutkan bahwa Adam diciptakan dari tanah kemudian Allah berkata, ‘Jadilah!’ [3:59]

Pernyataan di surat Al Baqarah 2:29-36 sangat jelas, terstruktur dan ada urutannya! yaitu menciptakan Bumi, kemudian langit plus 7 langit dan terakhir Penciptakan Manusia. Jadi, saat manusia diciptakan maka penciptaan langit sudah final, tidak ada pengembangan langit lagi. Bukti itu ada di ayat 2:31

    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Ada juga yang tega-teganya berpendapat bahwa 7 langit adalah 7 lapisan Atmosfir.

Di jaman awal Islam, Mujahid, Qatadah and Ad-Dahhak dalam tafsir Ibn Kathir untuk surat 32:4-6 yang di kutip lagi oleh Ibn kathir untuk tafsir surat 13:2-4, dinyatakan bahwa jarak Bumi dan lapisan langit serta antar lapisan langit adalah 500 tahun [jadi sekitar 3500 tahun] atau berdasarkan hadis nabi dari Abu Dawud no.4100 (4 jalur perawi), Tirmidhi no.3242 (hasan gharib). Ibn Majjah no.189 yang menyatakan:

    "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?" mereka menjawab, "Kami tidak tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah bisa 71, atau 72, atau 73 tahun perjalanan -perawi masih ragu-. kemudian langit yang di atasnya juga seperti itu." Hingga beliau menyebutkan 7 langit. Kemudian setelah langit ke-7 terdapat lautan, jarak antara bawah dan atasnya seperti jarak antara langit dengan langit (yang lain). Kemudian di atasnya terdapat 8 malaikat yang jarak antara telapak kaki dengan lututnya sejauh langit dengan langit yang lainnya. Dan di atas mereka terdapat Arsy, yang antara bagian bawah dengan atasnya sejauh antara langit satu dengan langit yang lainnya. Dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala ada di atasnya."
Jelas sudah bahwa 7 langit BUKAN atmosfir, sesuai dengan bunyi surat di qur’an maka langit yang dimaksudkan adalah ‘surga’:

Surat Al Najm 53:14-15, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal..

Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) menjelaskan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. menciptakan `arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. `Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. `Arsy dikelilingi oleh empat buah sungai, yaitu:

  1. sungai yang berisi cahaya yang berkilauan;
  2. sungai yang bermuatan salju putih berkilauan;
  3. sungai yang penuh dengan air; dan
  4. sungai yang berisi api yang menyala kemerahan.
Para malaikat berdiri di setiap sungai tersebut sambil bertasbih kepada Allah. Hadis yang menyebutkan 7 langit adalah Surga:
  • Bukhari 9.93.608, yang dinarasikan Anas Bin Malik, yaitu saat perjalanan Isra’ Mira’j naik hingga kelangit ke 7 dikatakan oleh Nabi Muhammad bahwa Ia dibawa keliling langit. Pada langit pertama ia bertemu para penghuni Surga dan juga Adam, kemudian ia lihat dua sungai yang disebut sebagai sumber dari sungai Nil dan Eufrat. Ia juga melihat sungai yang lain dan ditepi sungai itu Ia lihat Istana yang dibangun dari Mutiara dan Jamrud..di Surga tingkat ke-2, bertemu para penghuni surga+Idris.. di Tingkat ke-4, bertemu para penghuni surga+Harun..di Tingkat ke-6, Para penghuni surga+Ibrahim..di Tingkat ke-7, para penghuni surga+Musa

  • Bukhari 1.8.345, diriwayatkan Abu Dhar, Muhammad berkata, saat ia mencapai Langit pertama. Ia berjumpa Adam bersama jiwa-jiwa anak cucunya pada sisi kanan dan kiri Adam, dimana yang dikanannya merupakan penghuni Surga dan dikirinya adalah penghuni neraka..Di setia tingkat surga itu ia bertemu, Idris, Musa, Yesus dan Ibrahim..Ia diberikan perintah untuk membawa shalat sebanyak 50 x, kemudian di sarankan Musa untuk naik lagi dan menjadi 25x, ketemu musa, disuruh nawar lagi, balik lagi dan menjadi 12.5x, ketemu musa, disuruh nawar lagi dan terakhir menjadi 5x

  • Bukhari 4.54.429, diriwayatkan Malik Bin Sasaa, Muhammad berkata ia bertemu yesus dan Yahya di langit ke 2, dilangit ke 3 bertemu yusuf, di langit ke 4 bertemu Idris, dilangit ke-5 bertemu Harun, langit ke-6 bertemu Musa, ketika Ia mencapai langit ke 7, Ia bertemu Abraham disana dan melihat Bait-Al-Ma’mur (Rumah Allah) yang didalamnya 70.000 malaikat yang berbeda yang melakukan sholat setiap harinya. Ia lihat pula Sidrat-ul-Muntaha, Buah Nabk, daun seperti telinga gajah, dan EMPAT SUNGAI, dua di Surga [paradise]yang dua tidak terlihat, yang lain adalah: sungai Nil dan Euphrate [Abas Malik meriwayatkan...dan 4 Sungai mengalir, dua terlihat dan dua tidak..yang terlihat adalah Nil dan Euphrates (Bukhari 5.58.227); Abu Huraira meriwayatkan Nabi berkata: Saihan, Jaihan, Euphrates dan Nil adalah nama2 sungai di Firdaus (Muslim 40.6807)]

  • [Kembali kesebelumnya]
Kosmologi Islam: Bumi yang datar ada di atas Ikan Paus [Klik untuk MELIHAT atau MENYEMBUNYIKAN]
    Dahulu, para leluhur kita tidaklah mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai ajaran ini, namun kita sekarang mempunyai kesempatan!. Mari kita kenali lebih dalam lagi ajaran yang menyatakan Bumi berada di atas Punggung Ikan Paus sebagaimana tersirat di Surah 68:1,

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
    ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

    nuun waalqalami wamaa yasthuruuna
    Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,


    Di bawah ini adalah kutipan 6 Tafsir yang sangat di hormati di aliran Sunni dan 1 Hadis yang sangat di hormati aliran Syi'ah untuk surat 68:1,

    AL-TABARI
    Seseorang mungkin berkata: Jika ini seperti yang engkau gambarkan, namakan, bahwa Alah menciptakan Bumi sebelum langit lantas apa arti pernyataan Ibn ‘Abbas yang disampaikan pada kamu semua oleh Wasil b. ‘Abd al-A‘la al-Asadi- Muhammad b. Fudayl- al-A‘mash- Abu Zabyan- Ibn ‘Abbas: "Yang paertama kali Allah ciptakan adalah pulpen." Allah berkata padanya [pulpen]: "Tuliskan!", kemudian pulpen bertanya: "Apa yang harus saya tulis, Allahku!" Allah menjawab: "Tuliskan apa yang telah di takdirkan!" Ia kemudian melanjutkan: dan pulpen itu melanjutkan [menulis] apapun yang telah digariskan hingga saat kiamat. Allah kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun] dan Bumi kemudian dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

    Aku diberitahu hal yang sama oleh Wasil - Waki’ - al-A‘mash - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas.

    Menurut Ibn al-Muthanna - Ibn Abi ‘Adi - Shu‘bah - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen." Ia meneruskan [menulis] apapun yang akan terjadi. Allah kemudian mengangkat uap air, dan langit tercipta dari itu. Kemudian Ia menciptakan IKAN, dan bumi dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [Ikan]. Ikan itu bergerak, yang mengakibatkan bumi jadi bergoncang. Kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tingi. Jadi, Ia katakan dan Ia sampaikan:"Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis"

    Aku di beritahu hal yang sama oleh Tamim b. al-Muntasir - Ishaq (b. Yusuf) - Sharik (b. ‘Abdallah al-Nakha‘i) - al-A‘mash - Abu Zabyan atau Mujahid - Ibn ‘Abbas, dengan perbedaan, yang Ia katakan: "dan para langit membagi terpisah [sebagai ganti: diciptakan] dari itu".

    Menurut Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen". Allah berkata pada nya [pulpen]: Tuliskan!, kemudian pulpen bertanya: Apa yang harus saya tulis, Allahku! Allah menjawab: Tuliskan apa yang telah di takdirkan! Ia kemudian melanjutkan: dan pulpen itu melanjutkan [menulis] apapun yang telah digariskan hingga saat kiamat. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

    Menurut Ibn Humayd - Jarir (b. ‘Abd al-Hamid) - ‘Ata’ b. al-Sa’ib - Abu al-Duha Muslim b. Subayh - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen". Allah kemudian berkata padanya: "Tuliskan!", dan ia tuliskan apapun yang akan terjadi hingga kiamat tiba. Kemudian Allah menciptakan IKAN. Kemudian ia tumpukan Bumi padanya.

    Ini dilaporkan sebagai hadis yang disampaikan oleh IBN ‘ABBAS dan yang lainnya dalam maksud mengkomentari dan menjelaskan dan tidak bertentangan dengan yang disampaikan kami darinya untuk masalah ini.

    Seharusnya seseorang bertanya: Apa komentar dari yang Ia sampaikan dan orang2 dengar dari apa yg disampaikan pada kami darinya? Ia seharusnya merujuk seperti yang diceritakan kepada ku oleh Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "Ia adalah Yang tunggal yang menciptakan semua bagimu yang ada di muka bumi. Kemudian ia tarik/rentangkan para langit dan dijadikan tujuh langit" Arsy Allah ada di Air. Tidak diciptakan apapun kecuali yang ia ciptakan sebelum Air. Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam." Ikan ada di air. Air ada di atas bebatuan [kecil]. Batuan ada di punggung Malaikat. Malaikat ada di atas Bebatuan [Besar]. Bebatuan besar -Satunya disebutkan di Luqman - ada di angin, tidak dilangit atau di bumi. Ikan bergerak dan menjadi gelisah. Sebagai hasilnya, Bumi menjadi berguncang [gempa]. Kemudian ia kokohkan, pasakan gunung2 di atasnya, dan manjadi stabil. Ini dinyatakan pada kalimat Allah Dan telah Kami jadikan di bumi ini "gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama kalian" [The History of Al-Tabari: General Introduction and From the Creation to the Flood, translated by Franz Rosenthal [State University of New York Press (SUNY), Albany, 1989], Volume 1, pp. 218-220]

    Menurut Muhammad b. Sahl b. 'Askar-Isma'il b. 'Abd al-Karim-Wahb, menyebutkan beberapa dari keagungannya (yang digambarkan sebagai berikut): para langit dan Bumi dan Lautan ada didalam Tubuh [Haykal], dan Haykal itu ada di dalam ganjal. Kaki Allah ada di atas ganjal. Ia bawa ganjal itu. Itu kemudian menjadi seperti Sendal pada kakinya. Ketika Wahb di tanya: Apa Haykal itu? Ia menjawab: Sesuatu yang ada di ujung2 dilangit yang mengelilingi bumi dan lautan-lautan seperti tali temali yang digunakan untuk mengencangkan tenda/kemah. Dan ketika Wahb di tanya bagaimana bumi-bumi [disusun], Ia menjawab: Adalah tujuh langit yang Rata/datar dan pulau-pulau. Setiap dua bumi, terdapat lautan. Semua di kelilingi Lautan, dan Haykal ada dibalik lautan [Ibid., pp. 207-208]
    ----

    Tafsir Ibnu Kathir
    وقيل : المراد بقوله : ( ن ) حوت عظيم على تيار الماء العظيم المحيط ، وهو حامل للأرضين السبع ، كما قال الإمام أبو جعفر بن جرير

    terjemahannya kurang lebih:
    Dikatakan bahwa "Nun" merujuk pada IKAN PAUS BESAR yang ada di Air di Lautan yang sangat luas dan di atas punggungnya ia membawa tujuh bumi, sebagaimana di sebutkan oleh Imam Abu Jafar Ibn Jarir:

    حدثنا ابن بشار ، حدثنا يحيى ، حدثنا سفيان - هو الثوري - حدثنا سليمان - هو الأعمش - عن أبي ظبيان ، عن ابن عباس قال : أول ما خلق الله القلم قال : اكتب . قال : وما أكتب ؟ قال : اكتب القدر . فجرى بما يكون من ذلك اليوم إلى يوم قيام الساعة . ثم خلق " النون " ورفع بخار الماء ، ففتقت منه السماء ، وبسطت الأرض على ظهر النون ، فاضطرب النون فمادت الأرض ، فأثبتت بالجبال ، فإنها لتفخر على الأرض .

    terjemahannya kurang lebih:
    Ibn Bashar - Yahya - Sufyan Al-Thuri - Sulayman Al-Amash - Abu Thubian - Ibn Abbas yang berkenaan, "Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pulpen dan Ia katakan untuk 'menulis'. Pulpen itu bertanya, "Apa yang mesti saya tulis?" Allah berkata, "Tuliskan takdir [semuanya]" Jadi, pulpen menulis semua yang ada di saat itu hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan "nun" dan Ia buat uap terangkat yang mana para langit diciptakan dan bumi diletakan DATAR pada punggung nun. Kemudian Nun menjadi gelisah dan [sebagai hasilnya] numi mulai goyang/goncang, namun (Allah) mengencangkan (bumi) dengan gunung-gunung agar bumi tidak bergerak..

    ثم قال ابن جرير : حدثنا ابن حميد ، حدثنا جرير ، عن عطاء ، عن أبي الضحى ، عن ابن عباس قال : إن أول شيء خلق ربي عز وجل القلم ، ثم قال له : اكتب . فكتب ما هو كائن إلى أن تقوم الساعة . ثم خلق " النون " فوق الماء ، ثم كبس الأرض عليه .

    terjemahannya kurang lebih:
    Diriwayatkan oleh Ibn Jarir - Ibn Hamid - Ata’a - Abu Al-Dahee - Ibn Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan, adalah pulpen dan Ia katakan padanya, "Tuliskan". Kemudian pulpen menuliskan semua yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan Nun (IKAN PAUS) di atas air dan Ia tekan/tindih bumi pada punggungnya (paus).

    وقد روى الطبراني ذلك مرفوعا فقال : حدثنا أبو حبيب زيد بن المهتدي المروذي ، حدثنا سعيد بن يعقوب الطالقاني ، حدثنا مؤمل بن إسماعيل ، حدثنا حماد بن زيد ، عن عطاء بن السائب ، عن أبي الضحى مسلم بن صبيح ، عن ابن عباس قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : " إن أول ما خلق الله القلم والحوت ، قال للقلم : اكتب ، قال : ما أكتب ؟ قال : كل شيء كائن إلى يوم القيامة " . ثم قرأ : ( ن والقلم وما يسطرون ) فالنون : الحوت .

    terjemahannya kurang lebih:
    Al Tabarani meriwayatkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Habib Zaid Al-Mahdi Al Marouzi - Sa’id Ibn Yaqub Al-Talqani - Mu’amal Ibn Ismail - Hamad Ibn Zaid - Ata’a Ibn Al Sa’ib - Abu Al Dahee Muslim Ibn Subaih - Ibn Abbas yang menyatakan bahwa Nabi SAW berkata, "Yang pertama Allah ciptakan adalah pulpen dan Ikan paus dan Ia katakan pada pulpen "tulis". Kemudian pulpen bertanya, "apa yang mesti saya tulis" Allah membalas, "semua yang akan terjadi hingga hari kiamat" (Kemudia Ia katakan "Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis") Jadi, ada dua: Ikan paus dan pulpen

    وقال ابن أبي نجيح : إن إبراهيم بن أبي بكر أخبره عن مجاهد قال : كان يقال : النون : الحوت العظيم الذي تحت الأرض السابعة .

    Terjemahannya kurang lebih:
    Ibn Abu Nujaih: Ibrahim Ibn Abu Bakar berkata Mujahid berkata: "Di katakan bahwa Nun adalah Ikan Paus yang Besar yang ada dibawah tujuh bumi"

    وذكر البغوي وجماعة من المفسرين : إن على ظهر هذا الحوت صخرة سمكها كغلظ السماوات والأرض ، وعلى ظهرها ثور له أرب عون ألف قرن ، وعلى متنه الأرضون السبع وما فيهن وما بينهن فالله أعلم .

    Terjemahannya kurang lebih:
    Al-Baghawy dan sekelompok komentator: di punggung ikan paus ini ada bebatuan yang besar yang memilliki ketebalan lebih besar dari lebarnya para langit dan bumi dan diatas bebatuan ini ada Banteng yang mempunyai 40.000 tanduk. Pada tubuh banteng ini diletakan tujuh bumi dan segala isinya, dan allah maha mengetahui [Source atau di sini atau di sini, Kutipan Ibn Kathir di atas tidak dalam translasi Inggris [hanya Arab] dan translasinya berasal dari sini)
    ----

    AL-QURTUBI
    وروى الوليد بن مسلم قال : حدثنا مالك بن أنس عن سمي مولى أبي بكر عن أبي صالح السمان عن أبي هريرة قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( أول ما خلق الله القلم ثم خلق النون وهي الدواة وذلك قول تعالى : " ن والقلم " ثم قال له اكتب قال : وما أكتب قال : ما كان وما هو كائن إلى يوم القيامة من عمل أو أجل أو رزق أو أثر فجرى القلم بما هو كائن إلى يوم القيامة - قال - ثم ختم فم القلم فلم ينطق ولا ينطق إلى يوم القيامة . ثم خلق العقل فقال الجبار ما خلقت خلقا أعجب إلي منك وعزتي وجلالي لأكملنك فيمن أحببت ولأنقصنك فيمن أبغضت ) قال : ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( أكمل الناس عقلا أطوعهم لله وأعملهم بطاعته ) .

    Terjemahannya kurang lebih:
    Al-Walid Ibn Muslim - Malik Ibn Ans - Sumay anak dari Abu Bakir - Abu Salih Al-Samaan - Abu Hurayrah - NABI mengatakan, "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen, kemudian Ia ciptakan 'Nun' yang merupakan sebuah bak tinta. Ini adalah apa yang Allah sampaikan (di surat 68:1) 'Nun dan pulpen.’ Dan Ia katakan padanya, "tuliskan".

    [Jadi pulpen tuliskan semua yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian alah ciptakan Nun (Ikan Paus) diatas air dan Ia tekan/tindih bumi pada punggungnya [paus]. Alah kemudian berkata pada pulpen "tulis". Pulpen bertanya "Apa yang saya mesti tulis" Allah.. (note: Kalimat-kalimat yang ada di dalam tanda kurung ini hanya ada di situs ini dan tidak ada dalam situs berbahasa arab, namun jika kita perhatikan kalimat, "..ثم قال له اكتب قال: وما أكتب قال: ما كان.." maka terdapat indikasi jelas bahwa kalimat tersebut telah terpotong/tidak lengkap/SENGAJA dipotong)]

    menjawab, "Tuliskan apa yang telah dan akan terjadi hingga hari kiamat, apakah perbuatan, pahala, konsekuensi dan hukuman hingga hari kiamat". Kemudian pulpen menuliskan yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan pikiran..."

    وعن مجاهد قال : " ن " الحوت الذي تحت الأرض السابعة .

    Terjemahannya kurang lebih:
    Mujahid menyatakan bahwa 'Nun' adalah Ikan Paus yang ada di bawah tujuh bumi. [..]

    وكذا قال مقاتل ومرة الهمداني وعطاء الخراساني والسدي والكلبي : إن النون هو الحوت الذي عليه الأرضون

    Terjemahannya kurang lebih:
    Seperti juga, yang diriwayatkan oleh Mukatil - Murrah Al-Hamdani - Ata’ Al-Kharasani - Al Suddi - Al-Kalbi yang mengatakan, "Nun adalah Ikan paus yang di atasnya para bumi di letakan"

    وَرَوَى أَبُو ظَبْيَان عَنْ اِبْن عَبَّاس قَالَ : أَوَّل مَا خَلَقَ اللَّه الْقَلَم فَجَرَى بِمَا هُوَ كَائِن , ثُمَّ رَفَعَ بُخَار الْمَاء فَخَلَقَ مِنْهُ السَّمَاء , ثُمَّ خَلَقَ النُّون فَبَسَطَ الْأَرْض عَلَى ظَهْره , فَمَادَتْ الْأَرْض فَأُثْبِتَتْ بِالْجِبَالِ , وَإِنَّ الْجِبَال لَتَفْخَر عَلَى الْأَرْض .

    Terjemahannya kurang lebih:
    Di riwayatkan oleh Abu Thabyan, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang berkata, "yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen yang menulis semua yang akan terjadi. Kemudian uap air mulai terangkat, Berasal dari situ langit tercipta. kemudian (Allah) menciptakan Nun (paus) dan menggepengkan Bumi pada punggungnya. Ketika bumi mulai bergoyang, Ia kemudian diperkuat dengan gunung-gunung, yang ada dipermukaan" Kemudian Ibn Abbas membacakan ayat (68:1) 'Nun dan Pulpen'

    [Bahasa arab sisanya tidak saya tuliskan dan langsung saya tuliskan terjemahannya]

    Al kalbi dan Mukatil menyatakan bahwa nama (ikan Paus) adalah ‘Al-Bahmout.’ Al-Rajis berkata, "Mengapa aku melihatmu semua terdiam dan Allah menciptakan Al-Bahmout?"

    Abu Yakthan dan Al-Waqidi menyatakan bahwa nama (ikan paus) adalah ‘Leotha’; Dimana Kab menyatakan bahwa namanya adalah ‘Lo-tho-tha’ atau ‘Bil-Ha-motha.’ Kab berkata, "Setan bergerak ke atas Ikan paus, dimana tujuh bumi diletakan dan membisikan pada hatinya, "Kamu sadari apa yang ada di punggungmu, Oh Lo-tho-tha dari binatang dan tetumbuhan dan manusia dan lainnya? Jika engkau merasa terganggu dengan mereka, Engkau dapat melemparkan mereka semua dari punggungmu" Jadi Lo-tho-tha berniat untuk melakukan apa yang disarankan (oleh setan) namun Alah mengirimkan reptil pada Ikan paus yang merangkak melalui lubang tiupnya hingga mencapai otaknya. Ikan paus kemudian menangis pada Allah dan Ia memberikan ijin pada reptil untuk keluar (dari ikan paus)." Kab melanjutkan dan berkatam "Demi Allah, Ikan paus menatap pada reptil dan reptil menatap pada ikan paus dan jika ikan paus berniat melakukan (apa yang disarankan setan) reptil akan balik ke tempat sebelumnya" [Source atau di sini, Kutipan Qurtubi di atas tidak dalam translasi Inggris [hanya Arab] dan translasinya berasal dari sini]
    ----

    TAFSIR IBN ABBAS
    Dan dari riwayatnya yang berasal dari Ibn 'Abbas yang ia katakan berkenaan dengan intepretasi apa yang allah katakan (Nun): '(Nun) Ia katakan: Allah bersumpah demi Nun, yang adalah Ikan paus yang membawa Bumi di punggungnya ketika di air, dan di bawah itu adalah banteng, dibawah banteng adalah bebatuan dan dibahwa bebatuan...Nama Ikan Paus itu adalah Liwash, dan dikatakan bahwa namanya adalah Lutiaya'; nama dari banteng itu adalah Bahamut, dan beberapa mengatakan namanya adalah Talhut atau Liyona. Ikan paus itu ada di laut yang dinamakan 'Adwad, dan itu bagaikan banteng kecil di lautan yang sangat luas. Lautan itu ada di Bebatuan cekung dengan 4,000 celah, dan dari tiap celah itu air keluar ke bumi.

    Dikatakan juga bahwa Nun adalah satu dari nama-nama Allah; yaitu kepanjangan dari huruf Nun pada nama Allah al-Rahman (Pemurah); dan juga dikatakan bahwa Nun adalah bak tinta. (demi pulpen) Allah bersumpah demi pulpen. Pulpen dibuat dari Cahaya dan tingginya setara jarak Langit dan bumi.

    Adalah dengan pulpen ini perangkat Ingatan, misal. Catatan yang dijaga, dituliskan. Juga dikatakan bahwa pulpen adalah satu dari para malaikat yang mana Allah bersumpah, (dan yang mana mereka tuliskan dan Allah juga bersumpah dengan apa yang para malaikat itu tuliskan pada kegiatan-kegiatan turunan Adam, [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn 'Abbâs]

    Note:
    Al-Bahmout atau Bahamut juga ada di mitologi Arab, yaitu kisah 1001 malam pada hari ke-496. Bahamut dinyatakan sebagai Ikan besar. Bahamut tidak sama dengan Behemoth [Setan/monster dalam legenda Yahudi].
    ----

    Tafsir al-Tustari
    Ibn 'Abbas' berkata pada laporan lain, 'Nun adalah Ikan yang di atasnya seluruh bumi(arḍūn) berada,..'[Source]
    ----

    Tafsir al-baghawi
    اختلفوا فيه فقال ابن عباس : هو الحوت الذي على ظهره الأرض . وهو قول مجاهد ومقاتل والسدي والكلبي

    [..] ibn abbas katakan: Ikan paus ini membawa bumi pada punggungnya dan ini juga merupakan pandangan dari Mujahid, Muqatil, saddi dan kalbi [..] tujuh langit dan tujuh bumi di atas Banteng [..] [Sumber]
    ----

    Dari Hadis Sahih Bukhari dan Muslim
    Dalam kumpulan hadis sahih Bukhari dan Muslim tidak dijelaskan riwayat Bumi ada di atas punggung ikan paus [Ikan besar], namun demikian terdapat riwayat menarik seperti dibawah ini:

    Riwayat Yahya bin Bukair - Al Laits - Khalid - Sa'id bin Abu Hilal - Zaid bin Aslam - 'Atho' bin yasar - Abu Sa'id Al Khudri - Rasulullah SAW:


    Riwayat 'Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits - bapakku - kakekku - Khalid bin Yazid - Sa'id bin Abu Hilal - Zaid bin Aslam - 'Atha bin Yasar - Abu Sa'id Al Khudri - Rasulullah SAW:

    "Pada hari kiamat bumi bagaikan sekeping roti, Allah Al Jabbar memutar-mutarnya dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang diantara kalian bisa memutar-mutar rotinya dalam perjalanan sebagai kabar gembira penghuni surga."

    "Pada hari kiamat bumi akan seperti satu potong roti yang akan diratakan oleh Allah dengan tanganNya hingga menjadi seimbang. Sebagaimana roti yang diratakan oleh salah seorang dari kalian diperjalanannya sebagai hidangan bagi penghuni surga.

    Selanjutnya ada seorang yahudi dan berujar;' Kiranya Allah Arrahman memberkatimu wahai Abul Qasim, maukah kuberitahu kabar gembira penghuni surga dihari kiamat nanti?

    Kemudian seorang lelaki yahudi datang berkata pada beliau; "semoga Allah memberkahimu wahai Abu Qasim, maukah kuberitahu tentang hidangan penghuni surga pada hari kiamat?

    "baik" Jawab Nabi.

    Beliau menjawab: 'Ya'

    Lanjut si yahudi; 'Bumi ketika itu bagaikan sekeping roti' sebagaimana disabdakan Nabi SAW.

    Ia berkata: bumi akan menjadi satu potong roti -sebagaimana sabda Rasulullah SAW tadi.-


    Lantas Nabi SAW memandang kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya.


    Ia berkata: "Maukah kamu kuberitahu lauk penghuni surga?


    maka Rasulullah SAW melihat kepada kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya.


    Ia berkata "Maukah kuberitahukan kepadamu tentang lauk pauk mereka."
    Beliau menjawab: 'Ya'

    Lanjutnya: "lauk mereka adalah sapi dan ikan paus."

    Ia berkata: "lauknya adalah balaam dan nun."


    Mereka bertanya; 'Apa keistimewaan daging ini?'

    Para sahabat bertanya; apakah itu?


    Nabi menjawab: "sobekan hati [caudate lobe] ikan paus dan sapi itu, bisa disantap untuk 70.000 orang"

    [Bukhari no.6039/8.76.527arab]







    Nabi SAW menjawab: seekor sapi, sedangkan nun adalah daging yang paling baik dari hatinya [caudate lobe] akan dimakan 70.000 orang yang masuk suga tanpa hisab.

    [Muslim no.5000/39.6710, Untuk arab: di sini atau lebih baik di sini karena terdapat penjelasan: "أَمَّا ( النُّون ) فَهُوَ الْحُوت بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاء", artinya "Nun adalah Ikan paus menurut konsensus para ulama"]

    note:
    "والحوت" di translate ke inggris "and whale"; ke Melayu "ikan paus"; ke spanyol "Y la ballena = dan ikan paus"; ke itali "E la balena= dan ikan paus"; Turki "Ve Balina = dan ikan paus"; ke belanda "walvis= ikan paus"; ke Jerman "und der wal = dan ikan paus", ke perancis "balein = ikan paus"; Ke rusia "И китов= dan Paus"; ke swahili "Na whale =dan paus"; ke Jepang "とクジラ= ikan paus", ke korea "그리고 고래 = dan ikan paus"; Hindi "और व्हेल = dan ikan paus"; Mandarin "與鯨魚= dan ikan paus"..dll

    Jika, Bumi adalah Roti maka sebesar apalagi ukuran ikan dan lembu yg bagian berlebih dari hatinya saja dapat mencukupi kebutuhan 70.000 orang sebagai lauk pauk makan roti?

    Walaupun Bukhari dan Muslim tidak menjelaskan detail darimana "ox" dan "fish" itu berasal, namun dapat kita ketahui ukuranya ngga tanggung-tanggung besarnya, bukan?!
    ----

    Dari Aliran Syi'ah
    Ulama Syi'ah Kulayni di “Kafi”nya 8/89 meriwayatkan:

    55 – محمد عن أحمد عن ابن محبوب عن جميل بن صالح عن أبان بن تغلب عن أبي عبد الله (ع) قال: سألته عن الأرض على أي شيء هي؟ قال: هي على حوت قلت: فالحوت على أي شيء هو؟ قال: على الماء قلت: فالماء على أي شيء هو؟ قال: على صخرة قلت: فعلى أي شيء الصخرة؟ قال: على قرن ثور أملس قلت: فعلى أي شيء الثور؟ قال: على الثرى قلت: فعلى أي شيء الثرى؟ فقال: هيهات عند ذلك ضل علم العلما

    Muhammad menyampaikan dari Ahmad - ibn Mahbub - Jamil ibn Salih - Aban ibn Taghlib - Abu ‘Abd Allah, yang berkata, Aku tanya dia mengenai bumi: Ia terletak di atas apa? Ia menjawab: Itu berada di atas seekor Ikan Paus. Aku bertanya: Ikan paus itu di atas apa? Ia menjawab: di atas air. Aku bertanya: Air di atas apa? Ia menjawab: di atas bebatuan. Aku bertanya. bebatuan di atas apa? ia menjawab: Di atas banteng dengan tanduk yang halus. Aku bertanya: Banteng itu diatas apa? Ia menjawab: Di atas tanah. Aku bertanya: Tanah di atas apa? Ia menjawab: Mana tahu? Ini adalah batasan pengetahuan dari yang diketahui manusia.

    Syi'ah lainnya sheikh Al-Majlese dalam “Miratul uqul”menyatakan ini SAHIH.

    (الحديث الخامس و الخمسون) [حديث الحوت على أي شي‏ء هو]
    (2): صحيح.
    ----

    Kisah Para Nabi [Tales of the Prophet]
    4. Penciptaan Bumi, Gunung-Gunung dan Laut-laut [The creation of the Earth, the mountains and the seas]

    Kaab al-Ahbar berkata: Ketika Allah berkehendak untuk menciptakan Tanah yang kering, Ia perintahkan angin untuk mengocok ke atas air. ketika menjadi turbulen dan berbusa, gelombang bertambah besar dan beruap. Kemudian Allah merintahkan busa itu memampat, dan menjadi kering. Dalam hari-hari Ia ciptakan langit yang kering di atas permukaan air adalah seperti yang Ia katakan:"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari?" (AQ Fushshilat 41:9).

    Kemudian Ia perintahkan gelombang-gelombang ini menjadi diam, dan mereka membentuk gunung-gunung, yang kemudian Ia gunakan sebagai pasak untuk menahan bumi, seperti yang Ia katakan: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka" (AQ Al Anbiyaa' 21:31). Jika tidak karena gunung-gunung, Bumi tidak akan cukup stabil bagi para penghuninya. Pembuluh dari gunung-gunung ini berhubungan dengan pembuluh dari Gunung Qaf, yang berjajar mengellilngi Bumi.

    Kemudian Allah menciptakan tujuh lautan.
    Yang pertama dinamakan Baytush dan mengelillingi bumi di belakang gunung Qaf, kemudian dibelakangnya berturut-turut bernama Asamm, Qaynas, Sakin, Mughallib, Muannis, dan yang terakhir Baki. Ini adalah tujuh lautan, dan tiap dari mereka mengelilingi lautan yang sebelumnya. Di dalamnya terdapat mahluk-mahluk yang hanya Allah yang tahu jumlahnya. Allah menciptakan makanan bagi para mahluk-mahluk ini dalam hari yang ke-4, seperti yang Ia katakan: "dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. Bagi orang-orang yang bertanya. (AQ Fushshilat 41:10).

    Terdapat tujuh Bumi.
    Yang pertama dinamakan Ramaka, yang kedua dinamakan Khalada,..Arqa, Haraba, Maltham, Sijjin dan Ajiba. Dan bumi bergoyang-goyang dengan penghuni di dalamnya seperti sebuah kapal, jadi Allah mengirimkan se sosok Malaikat yang luar biasa besar dan kuat dan diperintahkan memanggul bumi di bahunya. Satu sisi tangannya di timur dan yang lain di barat memegang Bumi dari ujung ke ujung. Namun, tidak ada pijakan kaki baginya, jadi Allah ciptakan bebatuan persegi dari jamrut yang memiliki 7.000 lubang. Di setiap lubangnya sebuah laut, gambaran ini hanya di ketahui oleh Allah semata. dan Ia perintahkan Bebatuan itu untuk berdiam di bawah kaki malaikat.

    Akan tetapi, bebatuan itu tidak ada yang menyangga, jadi Allah ciptakan banteng besar dengan 40.000 kepala, mata, telinga, cuping hidung, mulut, lidah dan kaki dan diperintahkan memanggul bebatuan di punggungnya dan juga di tanduknya. Nama dari Banteng itu adalah al-Rayyan. Karena Banteng itu ngga punya tempat buat pijakan kakinya, Allah menciptakan Ikan sangat besar..Ikan ini bernama Behemoth.. [Tales of the Prophets (Qisas Al-Anbiya) (Great Books of the Islamic World), Muhammad Ibn Abd Allah Kisai (Author), Wheeler M. Thackston (Author), Al-Kisai (Author, Abad ke 6/13 Masehi) hal 8-10 dan hal 337-338 [Notes to The Text])

    Catatan:
    Bantahan mengenai kosmologi bumi dan Langit di atas punggung ikan paus, Anda akan temukan beberapa, di antaranya dikatakan bahwa ini berasal dari Israiliyat, misal Abu as-Shaykh al-‘Asfahani, al-‘Athamah 4/1400], mengatakan, "Tidak disebutkan di kitab ataupun sunnah otentik tentang paus yang membawa bumi, dan semua yang disebutkan tentang ini adalah berdasarkan riwayat Bani Israail"

    Tuduhan Israiliyat sangatlah absurd:


    1. Kitab-kitab kalangan Ahlul kitab (yahudi/Nasrani) walaupun sama-sama menyatakan bumi itu datar, langit berbentuk kubah dan matahari berjalan mengelilingi bumi serta menyatakan adanya kisah Yunus di telan ikan besar [Dhū al Nūn (Orang dengan Ikan besar)], namun kitab-kitab suci Yahudi dan kristen JUSTRU TIDAK memiliki pandangan bahwa bumi berada di atas ikan besar!
    2. Sekurangnya dari 6 kitab tafsir sunni yang dengan reputasi sangat baik dan juga sekurangnya 1 hadis yang sangat dihormati di aliran Syi'ah, kita ketahui bahwa riwayat itu bersandar pada ucapan Muhammad kepada Abu huraira [Qurtubi]; kepada Wahb; kepada Ibn Abbas hingga sampai ke Al Tabari [Ibn Kathir]; Kepada Ibn Abbas [Al tabarani]; Dari Ibn Abbas [dan beberapa sahabat nabi] hingga sampai ke Ibn Jarir [Al Tabari, Tusturi, Qurtubi]; dari Abu ‘Abd Allah [Kafi]
    3. Ibn kathir juga memuat bahwa pengetahuan Ibn Abbas mengenai Quran dan tafir sangat di hormati bahkan juga oleh Ibn' Umar
    4. Nūn [ن], dalam penulisan Arab, berarti Ikan besar/Ikan paus. Ibn kathir di surat Al-Anbiya 21:87-88, dalam kisah YUNUS: "Here Nūn refers to the fish;".

    Kemudian ada yang berupaya mengatakan hadis2 yang tercantum adalah dipalsukan ato juga dhaif (lemah) salah satunya dari Albani [lahir (1914 M) - wafat (1999 M), Silsalat al-‘Ahaadeeth adh-Dha’eefah wal-Mawdhuu’ah, #294], padahal

      Albani sendiri mengakui bahwa sebenarnya ia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits). [lihat: ini dan ini]

      Albani sendiri gampang menjatuhkan vonis hadis dhaif dan mereka yang bertentangan dengan dirinya dikatakan ahli Bid'ah

    Kemudian,
    Mullah `Ali al-Qaari RaHimahullah, dalam Mirqaat:

    'Jadi Aku datang untuk tahu' Itu dalam artian berkat-berkat yang terlimpahkan padaku, semua yang ada di langit (jamak) dan di bumi yaitu sebagai semua yang Allah sampaikan pada kalangan malaikat dan pepohonan dan banyak lainnya. Yang menunjukan keluasan dari pengetahuannya (Rasulullah SAW) yang Allah` Azza Wa Jall beritahukannya. Ibn Hajjar berkata bahwa pengetahuan dari seluruh semesta dan semua yang ada di langit (jamak) dan dibaliknya sebagai bukti dari peristiwa Mi`raj dan bumi, yaitu seluruh tujuh bumi dan yang ada dibawahnya apakah itu seekor sapi atau seekor ikan di atasnya.

    [Fa`Alimtu Ayyi Bisababi WuSuuli dhaalikal FayDi Maa Fis Samaawaati Wal ArDi Ya`ani Maa A`alamahullahu Ta`aalaa Mimma Feehaa Minal Malaayikati Wal Ashjaari Wa Ghayrihimaa `Ibaaratun `An Sa`ati `Ilmihilladhee FataHallahu bihi `Alayhi Wa Qaalabnu Hajar Ayyi Jameeyal Kaayinaatillatee fis Samaawaati Bal Maa Fawqahaa Kamaa Yustafaadu Min QiSSatil Mi`yraaji Wal ArDu Hiya Bi Ma`anaa al-Jinsi Ayyi Wa Jamee`ya Maa Fee ArDeenas Sab`yi Bal wa Maa TaHtahaa Kamaa Afaadahuu Ikhbaaruhuu `Alayhis Salaamu Minath Thawri wal Huutil ladhee `Alayhaa] - [sumber]

    Sebagai pelengkap, perhatikan gambar Bumi [berbentuk FLAT DISK], di panggul banteng dan dibawahnya adalah Ikan:

    Ajaib al-Makhluqat (The wonders of creation), by the Persian author Zakariya Qazwini (d. 1283 or 1284).

    [..]Sebuah kopian risalah dari turki kisaran tahun 1553, polesan peta, menunjuk arah selatan, dengan malaikat memegang mangkok berisi ikan yang diatasnya sapi sedang memanggul globe [..]

    Risalah kegeograpian dan kumpulan legenda menakjubkan sangat populer di pertengahan dan awal masyarakat islam modern. Peta yang ditunjukan di sini adalah menakjubkan padanya terdapat beberapa mahluk yang menyokong bumi di cakrawala. Yang digunakan adalah proyeksi islam tradisional tentang bumi dalam bentuk piringan datar yang dikelilingi laut-laut terpisah terkurung sekeliling pegunungan Qaf..

    Karena kosmologi bumi di atas Ikan paus ini tercantum di kitab-kitab tafsir utama Sunni dan hadis utama Syi'ah, maka klaim bahwa ini Israiliyat adalah mengada-ada.

    Mari saya uraikan cara lain:

    Quran juga menyampaikan bahwa bahwa Malaikat-malaikat menghadap Allah [AQ 70:4]. Lokasi tempat menghadap tampaknya tidak berjauhan dengan area ufuk [AQ 53:7, 81.23] antah berantah

    Mengapa?

      Maka apakah hendak membantahnya/meragukannya (afatumārūnahu) tentang (ʿalā) apa (mā) yang dilihatnya (yarā)? Dan sesungguhnya (walaqad) Ia telah melihatnya (raāhu) waktu turun (nazlatan) lainnya (ukh'rā), dekat (ʿinda) Sidratil Muntaha, Di dekat itu (ʿindahā) taman/surga (jannatu) tempat tinggal (al-mawā).. [AQ 53.12-15]

    Kejadian ini adalah di peristiwa isra' mira'j, yaitu sebelum tawar menawar shalat dengan Allah, ketika itu Muhammad bersama jibril dan Muhammad diperlihatkan Sidratul muntahal.

      Ufuq (bil/bi + ufuq = di kaki langit/horizon. Bentuk jamak: aafaaq (AQ 41.53) = seluruh penjuru. Jika mengadah ke atas, kita melihat langit (sama) bukan ufuk. Matahari terbit/tenggelam di ufuk timur/barat. Jadi kata ini menunjukan kaki langit). Di setelah kata "ufuq" terdapat kata (al-a'laa, "الْأَعْلَى", "sangat tinggi, mulia, unggul") dan juga kata (almubiini, "الْمُبِينِ", "sangat terang, nyata"). Ini menunjukan sifat dan bukan Lokasi. Ufuk adalah tempat jibril dilihat Muhammad (AQ 53.7, 81.23). Di tempat itulah sidratil muntahal dan di dekatnya ada jannah (surga, taman) (AQ 53.14-17) dan ada sungai-sungai.

      Isi dan keadaan Jannah/Surga di quran, diantaranya terdapat tanah [adam diciptakan dari tanah], pohon, ada sungai-sungai, mata air ada istana, ada dipan, pintu, ada permadani, ada perhiasan emas mutiara, gelang [18:31, 22:23, 25:10, 38:51, 43:71] piring, gelas dari emas, pakaiannya dari sutera [35:33], 2 warna surga adalah hijau tua [55:64], ada bidadari-bidadari yang "siap bekerja" di atas permadani dan disebelahnya ada buah2an [55:54, 55:70], minumannya ada campuran jahenya [76:17]. Juga diinformasikan bahwa kekekalan surgawan/wati serta bidadarinya adalah TIDAK LANGGENG, yaitu selama LANGIT dan BUMI masih ADA [11:107-108].

      Sementara itu,
      lokasi sidratul Muntahal di sebutkan bervariasi, yaitu: di langit ke-6 (Muslim no.252) atau di langit ke-7 (Muslim no.234. Bukhari no.2698, 3598, 6963. Ahmad no.12047, 12212)

      Di bawah Sidratil Muntahal terdapat 4 sungai:

        Jibril berkata; "Ini adalah Sidratul Munahaa" Ternyata di dasarnya ada 4 sungai, 2 sungai tak terlihat dan 2 sungai terlihat..adapun 2 sungai tak terlihat adalah dua sungai yang berada di surga, sedangkan 2 sungai yang terlihat adalah NIL dan EUFRAT" [Bukhari no.3598, 2968, 5179]

      Sungai Nil dan Eufrat bukan cuma ada di Sidratul Muntahal namun juga ada:

      • Di langit ke-1 [Bukhari no.6963]
      • Di langit ke-2 [Bukhari 9.93.608]
      • Di langit ke-7 [Muslim 1.314; dan Bukhari no.4.54.4295.58.227]
      • Di langit, namun tidak disebutkan langit keberapa [Muslim 40.6807 dan Bukhari 7.69.514]

    Isi surga dan kondisi macam ini JELAS TIDAK DIMUNGKINKAN dalam kosmologi modern (bulatan bumi yang merupakan anggota tata surya, mengitari matahari. Tata surya ini merupakan himpunan bagian dari galaxy dan Galaxy merupakan bagian kecil dari semesta) NAMUN SANGAT DIMUNGKINKAN dalam kosmologi islami.

    Mengapa?

    Dalam kosmologi Islami, bumi adalah datar, atapnya berupa 7 langit bertumpuk satu diatas yang lain berbentuk kubah! Inilah mengapa langit, surga, bumi dan air dimungkinkan bertemu!

    1. Bahwa bumi ini berada di atas punggung: seekor ikan yang sangat besar dan seekor lembu/sapi. Kelak setelah kiamat: 70.000 surgawan (kelompok pertama) yang masuk surga tanpa dihisab (siksa neraka), akan dijamu Allah dengan lauk "lembu/sapi (balaam) dan hati ikan paus (nun)" [Bukhari no.6039/8.76.527 (arab). Atau di Muslim no.5000/39.6710 (arab: terdapat penjelasan: "أَمَّا ( النُّون ) فَهُوَ الْحُوت بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاء", artinya "Nun adalah Ikan paus menurut konsensus para ulama")]

    2. Singgasana Allah di atas air:
      "Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah singgasana-Nya di atas air[1] ("عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ", arsyuhu ala al-mai).." [AQ 11.7]. Allah bersemayam di atas arsy (istawaa 'alaa al'arsyi) [AQ 7.54, AQ 57.4, AQ 32.4, AQ 25.59, AQ 20.4, AQ 10.3]. Yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya [AQ 40.7]. Hadis meriwayatkan arsy yang berada di atas air:

        Abdan - Abu Hamzah - Al A'masy - Jami' bin Syidad - Shafwan bin Muhriz - 'Imran bin Hushain:

         ...Nabi menjawab: 'Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun terjadi sebelum-Nya, arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah mencipta langit dan bumi dan Allah menetapkan segala sesuatu dalam alquran'. [Bukhari no. 6868, 2953. Ibn Majah no.178 (Riwayat Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Ash Shabbah - Yazid bin Harun - Hammad bin Salamah - Ya'la bin 'Atho` - Waki' bin Hudus - pamannya Abu Razin ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, di manakah Rabb kita sebelum menciptakan makhluk-Nya?" beliau menjawab: "Dia berada di ruang kosong, di bawah dan di atasnya tidak ada udara, dan di sana tidak ada makhluk. Setelah itu Ia menciptakan 'Arsy-Nya di atas air"). Tirmidhi no.3034 ("Wahai Rasulullah dimanakah Allah sebelum Dia menciptakan makhlukNya? beliau menjawab: "Dia berada di awan yang tinggi, di atas dan di bawahnya tidak ada udara dan Dia menciptakan 'arsyNya di atas air."). Ahmad no.15599, 15611]

      Perlu juga diketahui bahwa: Singgasana Iblis juga di atas air:

        Riwayat Abu Kuraib, Muhammad bin Al Ala` dan Ishaq bin Ibrahim, teks milik Abu Kuraib -- Abu Mu'awiyah - Al A'masy - Abu Sufyan - Jabir - Rasulullah SAW:

        "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling rendah bagi Iblis adalah yang paling besar godaannya." [Muslim no. 5032 dan Riwayat Abu Mu'awiyah - Al 'A'masy - Abu Sufyan - Jabir - Rasulullah SAW: "Iblis meletakkan istananya di atas air kemudian mengutus pasukannya.." [Ahmad no. 13858, 11490, 14632]

      Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda.

      • Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida di antaranya berdasarkan AQ 10.3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana) untuk mengatur segala urusan".

        Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) mengutip hadis dari Ibnu Abi Hatim - Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah SWT menciptakan `arsy dan kursi dari cahaya-Nya. `Arsy melekat di kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. `Arsy dikelilingi oleh empat buah sungai dan Para malaikat berdiri di setiap sungai sambil bertasbih/memuliakan Allah.

      • Kursi [kur'siyyuhu (AQ 2.55)/kur'siyyihi (AQ 38.34)] TIDAK SAMA dengan arsy/. Arti kursi adalah BUKAN "pengetahuan allah", BUKAN arsy, BUKAN "bukan kekuasaan dan kekuatan Allah" NAMUN "pijakan kedua kaki Allah".

        Ibnu ‘Abbas berkata: "الكرسي موضع قدميه و العرش لا يقدر قدره" ["Al-Kursi adalah pijakan kedua kaki (Allah), dan ‘Arsy tidak ada yang tahu ukurannya kecuali Allah."] (‘Abdullah Bin Ahmad, as-Sunnah no. 586, isnadnya hasan – Tahqiq Muhammad Sa’id Salim al-Qahthani. Al-Hakim (al-Mustadraknya 2/310: Hadis ini sahih menurut Bukhari dan Muslim walaupun mereka tidak meriwayatkannya. Disepakati adz-Dzahabi). Fathul Bari Ibn Hajjar (8/199 : Dari Ibnu ‘Abbas bahawa al-Kursi adalah pijakan kedua kaki (Allah) sanadnya sahih). Al-Albani, Mukhtasar al-‘Uluw lil ‘aliyyil Ghoffar, Adz-Dzahabi (1/75: Perkataan ibn Abbas Sahih mauquf). Hadis ibn Abbas juga termuat di Musnad Ahmad, lihat Ibn Kathir dan "ask the scholar"]

      Sementara itu,
      terdapat klaim bahwa Quran dan hadis menyatakan 'Arsy Allah dan Allah ada di langit, misal:

      • Apakah kamu merasa aman (a-amintum) siapa (man) di (fii) langit (tunggal: Al-samāi) bahwa/yang (an) membenamkan (yakhsifa) dengan mu (bikumu) bumi (al-ardha) ketika (fa-idzaa) Ia (hiya, feminim tunggal) bergoncang (tamuuru)? atau (am) apakah kamu merasa aman siapa di langit yang mengirimkan (yursila) padamu ('alaykum) badai batu (hasiban). Maka kelak kalian tahu (fasata'lamuuna) bagaimana (kayfa) peringatanku [nadziiri]? [AQ 67.16-17 -> Kalimat ini dapat juga mengindikasikan itu adalah malaikat yang di langit]

      • "Tidak tahukah kamu bagaimana Allah itu? Sungguh, Arsy-Nya ada di atas semua langit-Nya seperti ini -lalu isyarat tangannya beliau mengatakan, 'Seperti Kubah, dan Arsy itu berteriak dan menyeru kepada Allah seperti tunggangan berteriak kepada pengendara karena berat-." [Abu dawud no.4101, juga statement Ibnu Taimiyah: "Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata: "Telah datang menemui Rasulullah SAW seorang A’rab dan berkata: "Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah" (Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 1/252)]

      • Termasuk hadis yang merupakan pernyataan seorang budak wanita (di hadis lain, Ia menyatakan tidak dengan ucapan namun dengan isyarat tangan):

        Riwayat Yahya - Al Hajjaj Ash Shawwaf - Yahya bin Abu Katsir - Hilal bin Abu Maimunah - 'Atha` bin Yasar - Mu'awiyah bin Al Hakam As Sulami:

        Wahai Rasulullah, terdapat seorang budak wanita yang telah aku pukul dengan keras. Kemudian Rasulullah SAW menganggap hal tersebut sesuatu yang besar terhadap diriku, lalu aku katakan; tidakkah saya memerdekakannya? Beliau berkata: "Bawa dia kepadaku!" Kemudian aku membawanya kepada beliau.

        Beliau bertanya: "Dimanakah Allah?" Budak wanita tersebut berkata; di langit. Beliau berkata: "Siapakah aku?" Budak tersebut berkata; engkau adalah Rasulullah."Beliau berkata; bebaskan dia! Sesungguhnya ia adalah seorang wanita mukmin." [Abu Dawud no.2856. Muslim no.836. Abu dawud no.2857 (Riwayat Ibrahim bin Ya'qub - Yazid bin Harun - Al Mas'udi - 'Aun bin Abdullah - Abdullah bin 'Utbah - Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dengan membawa seorang budak wanita hitam, kemudian ia berkata; wahai Rasulullah, sesungguhnya saya berkewajiban membebaskan budak mukmin. Kemudian beliau bersabda: "Di manakah Allah?" kemudian ia mengisyaratkan ke langit dengan jari-jarinya. Kemudian beliau berkata kepadanya: "Siapakah aku?" kemudian ia menunjuk kepada Nabi SAW dan ke langit yang maksudnya adalah engkau adalah Rasulullah. Maka beliau berkata: "Bebaskan dia, sesungguhnya ia adalah wanita mukminah.")]

      Menyatakan bahwa Allah ada di langit TIDAKLAH TEPAT karena hadis juga telah menginformasikan bahkan malaikatpun duduk di atas kursi yang terbentang diantara langit dan bumi, misal:

        Riwayat Yahya bin Bukair - Al Laits - 'Uqail - Ibnu Syihab (riwayat Abdullah bin Muhammad - Abdurrazzaq - Ma'mar - Az Zuhri - Abu Salamah bin Abdurrahman Jabir bin Abdullah:

        Aku mendengar Nabi SAW bersabda menceritakan peristiwa Fatratul Wahyu (Masa-masa kevakuman wahyu): "Ketika aku tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara yang berasal dari langit, maka aku pun mengangkat pandanganku ke arah langit, ternyata di atas terdapat Malaikat yang sebelumnya mendatangiku di gua Hira tengah duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa ketakutan hingga aku jatuh tersungkur ke tanah. Lalu aku pun segera menemui keluargaku seraya berkata, 'Selimutilah aku, selimutilah aku.' Maka keluargaku pun segera menyelimutiku. Akhirnya Allah Ta'ala menurunkan ayat: [AQ 74.1-5]. Yakni sebelum perintah shalat diwajibkan. Ar Rijz adalah berhala. [Bukhari no.4544, 4545, 4543, 3, 2999, 4572, 5746]

      PETA LENGKAPNYA adalah: di atas 7 langit ada laut - di atas laut ada Arsy - dan allah berada di atas Arsy.

        Riwayat [(Muhammad bin Ash Shabbah - Al Walid bin Abu Tsaur) dan (Ahmad bin Abu Suraij - 'Abdurrahman bin Abdullah bin Sa'd dan Muhammad bin Sa'id - Amru bin Abu Qais) dan (Ahmad bin Hafsh - Bapaknya - Ibrahim bin Thahman)] - Simak - Abdullah bin Amirah - Al Ahnaf bin Qais - Al Abbas bin Abdul Muthallib:

        ..Beliau (SAW) lalu bertanya: "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?" mereka menjawab, "Kami tidak tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah bisa 71, atau 72, atau 73 tahun perjalanan -perawi masih ragu-. kemudian langit yang di atasnya juga seperti itu." Hingga beliau menyebutkan 7 langit. Kemudian setelah langit ke-7 terdapat lautan, jarak antara bawah dan atasnya seperti jarak antara langit dengan langit (yang lain). Kemudian di atasnya terdapat 8 malaikat yang jarak antara telapak kaki dengan lututnya sejauh langit dengan langit yang lainnya. Dan di atas mereka terdapat Arsy, yang antara bagian bawah dengan atasnya sejauh antara langit satu dengan langit yang lainnya. Dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala ada di atasnya." [Abu Dawud no.4100 (4 jalur perawi), Tirmidhi no.3242 (hasan gharib). Ibn Majjah no.189]

      Walaupun Arsy Allah ada di atas air yang ada di atas langit ke-7,
      Namun Quran memberikan 3x PENEGASAN FINAL lokasi keberadaan Allah, yaitu: TIDAK di langit namun di Mesjidil Haram:

      • Ke-1: "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya.." [AQ 2.144].
      • Ke-2: "Dan dari mana saja kamu, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan"[AQ 2.149].
      • Ke-3: "Dan dari mana saja kamu, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka.." [AQ 2.150]

      Nabi berkata:
      Kenapa orang-orang mengarahkan pandangan mereka ke langit ketika mereka sedang shalat? Suara beliau SEMAKIN TINGGI beliau bersabda: "Hendaklah mereka menghentikannya atau Allah benar-benar akan menyambar penglihatan mereka." [Bukhari no. 708 atau di Muslim 4.862 dari riwayat Jabir bin samura. Atau di Muslim 4.863 riwayat dari Abu huraira, "Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang (See: KBBI. "الصَّلاَةِ" = Al sallata = salat], atau mata mereka akan direnggut"]

    3. Bahwa (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR. [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk AQ 65.12. Dalil bahwa bumi BUKAN bulatan lihat juga: di sini]

    4. "Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap (saqfan) yang terpelihara,[..]" [AQ 21.32] [Tafsir Ibn Kathir: Artinya, menutupi bumi seperti kubah di atasnya.]

      "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit kanopy/kubah/atap (binaa-an) [AQ 2.22, juga di AQ 40.60, tentang "dan langit kanopy/kubah/atap (binaa-an)]. Tafsir Ibn kathir untuk AQ.2.22,29:

        Bahwa Allah mulai dengan menciptakan BUMI dulu baru kemudian membuat LANGIT menjadi 7 langit. Ini adalah bagaimana bangunan biasanya di mulai, lantai dulu baru kemudian bagian atapnya [Ini juga pendapat Mujahid, Ibn Abbas bahwa bumi diciptakan terlebih dahulu.

      "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)..[AQ 13.2]. Tafsir Ibn kathir untuk AQ 13.2:

        Berkenaan dengan kalimat (menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan) adalah seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan di tempat peredarannya) [Ada dua pendapat dan keduanya menyatakan Matahari dan bulan yang bergerak terus menerus]. 'arsy adalah atap dari ciptaan dan tidak berbentuk BULATAN seperti di klaim banyak astronomer. Lebih seperti KUBAH yang di topang oleh pilar. Ditandu oleh para malaikat dan di atas dunia, di atas kepala-kepala orang. Hadis Nabi dari riwayatkan Abu Dharr:

        Ketika senja [magrib], Nabi bertanya padaku, "Apakah kau tau kemana Matahari itu pergi (saat Magrib)?!

        Aku jawab, "Allah dan rasulnya yang lebih tau."

        Ia jawab, "Ia berjalan hingga berhenti pada tempatnya di bawah Arsy lalu menyungkur sujud dan mohon ijin untuk terbit kembali, dan diijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba) dia minta agar terus saja bersujud namun tidak diperkenankan dan minta izin namun tidak diizinkan dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah ke tempat asal kamu datang" dan ia akan terbit dari tempatnya terbenamnya tadi (barat).

        Itulah penafsiran dari sabda Allah "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (AQ 36:38) [Bukhari: no.2960/4.54.421, no.4428/6.60.327, no.6874/9.93.520 dan no.6881/9.93.528. Juga Muslim: no.228/1.297. Juga di Hadis Qudsi Imam Ahmad no.91 (penguatnya di Abu Dawud 3991, 4002]

        'Ada pilar namun tidak dapat kamu lihat' menurut Ibn `Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan beberapa lainnya.

        Iyas bin Mu`awiyah, "Langit itu seperti kubah di atas bumi', artinya tanpa tiang. Serupa seperti Qatadah katakan.

        Ibn Kathir menyatakan bahwa pendapat terakhir [Iyas bin Mu'awiyah] adalah lebih baik mengingat Allah juga menyatakan di ayat lainnya [22:65] yaitu ‘Dia menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya?’

    5. Allah menyampaikan, kisah perjalanan Zulkarnaen dari ufuk timur hingga ufuk barat:

        "Mereka menanyaimu [wayas-aluunaka] tentang Dzulkarnain. Katakanlah Aku bacakan [qul sa-atluu] padamu [ʿalaykum] cerita tentangnya. Sesungguhnya telah diberikannya kekuasaan [makkannaa lahu] di bumi, dan Kami telah berikan [waaataynaahu] dari tiap suatu [min kulli shayin] jalan [sababaan].
        Maka iapun berjalan [fa-atba'a sababaan].
        Hingga [ḥattaa] ketika [idhaa] sampai [balagha] di tempat terbenam [maghriba] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] terbenam [taghrubu] di [fii] mata air yang berlumpur hitam [ayyin hamiatin], dan mendapati [wawajada] DI DEKAT ITU/SEKITAR/SISI [indahaa] segolongan umat [qawman]...
        Hingga ketika sampai ke tempat terbit [mathli'a] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] menyinari [tathlu'u] pada ['alaa] segolongan umat [qawmin]...
        Hingga ketika sampai [balagha] di antara [bayna] dua gunung [alssaddayni], MENDAPATI [WAJADA] di [min] sebelahnya [duunihimaa] suatu kaum [qawman].." [AQ 18.83-86, 90, 93]

      Karena Allah sendirilah yang menceritakan perjalanan Zulkarnaen: hingga sampai ke ufuk barat, hingga sampai ke ufuk timur dan hingga sampai di antara dua gunung. Di mana, di setiap area itu, Ia bertemu tiga kaum yang berbeda, maka ini bukanlah sebuah kiasan.

      Tafsir ibn kathir AQ 18.86 menyatakan "Ia menemukan matahari terbenam di laut hitam, bukan KIASAN karena ia menyaksikan sendiri. kata "al hami-ah" di ambil dari salah satu dua arti yaitu dari AQ 15.28, "lumpur hitam" (ini pendapat ibn Abbas). Ali bin abi thalhah "zulkarnaen mendapati matahari terbenam di laut yang panas" (juga pendapat Al Hasan Al basri). Ibn Jarir mengatakan keduanya benar yang mana saja boleh.

    Kosmologi bumi dan langit di atas Ikan paus ini benar-benar dapat menjelaskan banyak hal dalam logika berpikir yang islami, diantaranya adalah:

    • Adalah sangat wajar bumi ini didatarkan atau digepengkan seperti martabak dan gunung-gunung dipancang sebagaimana maksud surat:

      • Luqman 31:10, "Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu"
      • Al-Anibiya') 21:31, "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka (tamida bihim**)."
      • Al-Nahl 16:15 "Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu" (tamida bikum**)
      • An Naba' 6-7, "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?"

      Dalam tafsir Ibnu kathir surat 21:30-33,

      (Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh,) artinya, gunung-gunung yang menstabilkan bumi dan menjaganya agar tetap kokoh dan memberikannya berat, jika tidak itu seharusnya goncang bersama orang-orang, misal, bergerak dan bergetar sehingga mereka tidak dapat berdiri tegak di atasnya -- karena ini diliputi oleh air, bagian dari 1/4 permukaannya.

      mengapa?

      Adalah demi mencegah daratan ikut-ikutan bergerak-gerak liar dan bahkan dapat berakibat terguling ketika sang ikan bergerak-gerak.

      Ini Sungguh suatu yang sangat cerdas dan brilian, bukan?!

    • Mengapa sangat wajar terjadinya banjir Nuh yang dapat menenggelamkan seluruh dunia hingga puncak tertinggi dunia sebagaimana terekam pada riwayat dibawah ini:

      Ibn Abbas mengatakan, [..]seluruh air menutupi seluruh permukaan bumi hingga akhirnya mengelilingi puncak2 gunung dan bahkan main tinggi melebihnya setinggi 15 hasta. Dikatakan juga bahwa gelombang itu tingginya 80 mil melampaui gunung-gunung. Perahu tersebut terus berlayar dibawah perlindungan Allah…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]

      Mengapa?

      Adalah karena bumi ini ada di atas punggung IKAN! Ikan hidupnya di air sehingga kebutuhan VOLUME AIR yang luarbiasa besar bukanlah menjadi persoalan dan sudah tersedia dengan sangat MELIMPAHnya. Jangankan cuma 80 mil, bahkan 2x dari itupun masih sangat melimpah, bukan?!

      Ini sungguh suatu yang sangat cerdas dan brilian, bukan?!

    Sehingga yang sangat perlu di garis bawahi oleh mereka-mereka yang membantah kosmologi Bumi di atas punggung ikan paus ini adalah Para Penulis Tafsir tersebut adalah orang-orang KOMPETEN dalam QURAN, HADIS, SIRAT, BAHASA ARAB. Mereka berpengetahuan sangat luas dalam ISLAM dan BERKEMAMPUAN LEBIH DARI CUKUP untuk sekedar membedakan mana hadis yang PALSU/tidak, DHAIF/tidak ataupun Israliyiat/tidak. Bahkan para Ahli klasik Islam ini TIDAK ADA yang menyatakan bumi di atas punggung ikan gueedeee sebagai kisah palsu, dhaif dan Israiliyiat
Kesimpulan, Penciptaan semesta versi ABRAHAMIC
  • Penciptaan versi Al Qur’an jangat jelas BUKAN penciptaan semesta! Dan BUKAN PENCIPTAAN TATA SURYA namun hanya penciptaan Bumi dan berada di punggung seekor ikan Paus
  • Waktu penciptaan Bumi adalah lebih panjang dari penciptaan langit dan segala isinya
  • Allah melalui Qur’an menegaskan ALKITAB mengenai bagaimana PENCIPTAAN BUMI, yaitu Bumi diciptakan duluan daripada langit.
  • Bumi BUKANLAH anggota bagian dari langit!
  • Qur'an menyatakan Bumi sederajat dengan langit [namun saya lebih menyukai bahwa derajat Langit lebih rendah dari Bumi, karena ada belakangan].
  • Bahkan Matahari, Bintang dan Bulan diciptakan lebih belakangan daripada Bumi
  • Fungsi Bintang-bintang dan Bintang besar BUKAN-lah seperti Matahari, namun sebagai penghias langit, Pelempar setan dan Petunjuk navigasi.
  • Urutan penciptaannya adalah: Bumi, kemudian langit, kembali untuk menciptakan isi bumi. Penciptaan Manusia dilakukan setelah penciptaan Langit dan segala isinya selesai.
Jelas sudah bahwa penciptaan versi Qur'an tidak ada relevansinya dengan Big Bang. Islam juga medukung bahwa ide Geo sentris dan Bumi itu Datar. Untuk lebih detailnya silakan lihat: Di sini

[Kembali]



Abrahamic: Sejarah Manusia - Adam

Adam adalah manusia pertama versi abrahamic yang disepakati dan dinyatakan dengan suara bulat di kalangan ajaran Abrahamic. Berdasarkan data-data di Alkitab dan Al Qur’an dibawah ini:

Adam diciptakan menurut Rupa Allah
Adam diciptakan Allah menurut gambar rupa-Nya [Kejadian 1:26]. Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya [kejadian 1:27-28 dan Kejadian 5:1-3]. Konfirmasi bahwa Adam diciptakan menurut rupa Allah ada di tradisi Islam, yaitu di hadis Sahih Muslim book 40 Number 6809, Book 32 Number 6325:

    Diriwayatkan Abu Huraira, Nabi mengatakan: Allah menciptakan Adam menurut gambarNya dengan tinggi 60 kubik dan sesaat setelah adam tercipta Ia menyuruh Adam menyalami para Malaikat yang duduk di sekitar itu..tinggi badan orang-orang makin berkurang hingga saat ini”
AL-WAHHABI ABDUL AZIZ BIN BAZ dari aliran Wahabi juga menyatakan bahwa ALLAH SERUPA DENGAN NABI ADAM.

[Penjelasan lebih detail mengenai 'Adam di ciptakan dari Rupa Allah' silakan buka situs Islam, Islam Question and Answer, Fatwa No.20652, Commentary on the hadeeth, "Allaah created Adam in His image" When Prophet says "Allah created Adam in his image" what does "his image" refer to and how should we understand it?]

Allah dipastikan mempunyai Tangan

    [38:75] Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".
Untuk memastikan bahwa ayat di atas bukan perumpamaan lihat tafsir ayat 50:30:
    (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh ?" Dia menjawab : " Masih ada tambahan ?"
Tafsir surat ini ada di hadis sahih Bukhari Volume 6 Book 60 Number 371, 372:
    Diriwayatkan Anas dan Abu huraira, dinyatakan Nabi berkata “Orang yang akan di ceburkan ke Neraka dan akan dikatakan, ‘masih ada yang lain?’ 50:30 hingga Allah menjejakan kakiNya diatas Neraka dan dikatakan ‘Qati! Qati! (cukup..cukup)!’
Berbicara masalah kaki, referensi yang sama, kita dapatkan di tradisi Alkitab yaitu Allah mempunyai kaki yang nyata yang bisa dipakai berjalan-jalan, 'Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu [eden] pada waktu hari sejuk,..' [kejadian 3:8]

Apakah hal ini bertentangan dengan As Syuura 42:11, Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Tidak. Dengan melihat ayat-ayat sebelumnya pada surat tersebut, yang dimaksudkan adalah agar tidak mencari perlindungan selain daripada Allah semata. Jadi kata ‘tidak ada yang serupa dengan dia’ bukan merujuk pada bentuk tuhan dan penciptaan Adam, namun tidak ada Tuhan lain yang sehebat Allah yang patut di sembah (Lihat juga Ar Ra’d 13:16)

Adam di ciptakan di bumi.

    belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. –[Kejadian 2:5-15]
Adam diciptakan dari debu tanah di saat kabut membasahi bumi [Kejadian 2:6-7]. Di bumi, Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah. Pernyataan ini didukung penuh di Alkitab. Dinyatakan bahwa di Taman Eden ada 4 (empat) sungai yang mengalir dari taman itu, 2 diantaranya bernama sungai Efrat dan Tigris [Kejadian 2: 5-115]. itu menyatakan bahwa Taman Eden berada di dataran tinggi. Taman itu ditumbuhi tumbuh-tumbuhan [kejadian 2:9] dan binatang hutan serta burung-burung [Kejadian 2:19].

Al Qur’an juga memberikan konfirmasikan mengenai adanya sungai-sungai di ‘jannah’ dan jumlahnya juga 4 (empat). Tidak kurang 41 ayat di Al Qur'an menyatakan bahwa di bawah Surga mengalir sungai-sungai:

    [66:8], [2:25], [2:266], [3:15], [3:136], [3:195], [3:198], [4:13], [4:57], [4:122], [5:12], [5:85], [5:119], [9:72], [9:89], [9:100], [10:9], [13:35], [14:23], [16:31], [18:31], [18:33], [20:76], [22:14], [22:23], [25:10], [29:58], [39:20], [47:12], [47:15], [48:5], [48:17], [54:54], [57:12], [58:22], [61:12], [64:9], [65:11], [66:8], [85:11], [98:8]
Hadis juga memberikan konfirmasi 4 sungai, dua sungai tidak terlihat dan dua sungai lainnya terlihat, nama sungai yang terlihat adalah Nil dan Eufrat, lihat di sini

Al kitab juga menginformasikan bahwa Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi . Tugasnya adalh mengusahakan dan memelihara taman Eden [Kejadian 2:15]. Saat Adam di usir dari taman Eden, ia pun diperintahkan untuk mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Allah menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan [Kejadian 3:23-24].

Di Qur'an kata ‘Jannah’ selalu diasosiasikan artinya sebagai 'Surga' misalnya 'Jannatul Firdaus' namun beberapa ayat di bawah ini memberikan informasi bahwa kata “Jannah” dapat bermakna kebun/taman:

    Kebun Tamar (2:266, 13:14, 23:19, 17:9); Kebun Anggur (18:32, 2:266, 6:99, 23:19, 17:91); Kebun di lereng bukit (2:265); Kebun saja (26:134, 6:141, 50:9, 18:35, 39, 40) dan Taman (44:25, 34:15, 16)
Firdaus berasal dari bahasa persia yang berarti 'tanah yang berpagar' [arti tersebut sangat sesuai dengan maksud di Kejadian 3:24] sehingga kata Jannatul Firdaus akan menjadi sangat janggal kalau di artikan surga surga, sehingga seharusnya adalah taman firdaus...atau taman yang berpagar.

Terdapat 3 Ayat di Al Qur'an yang TEGAS menyatakan bahwa taman tersebut merupakan sebuah Warisan!

    [43:72-73] Dan itulah 'surga' yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.

    [19:63] Itulah 'syurga' yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.

    [7:43] Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ('surga') ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka: "ltulah 'surga' yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
Dan warisan tersebut adalah taman yang sama diwariskan kepada adam
    [23:10-12] Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (ya'ni) yang akan mewarisi 'syurga' Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Cuma ada satu masalah kecil..Di hadis sahih di atas, dipastikan sudah ada orang-orang yang sudah masuk surga! Jadi, ajaran lama di abrahamic terbukti masih manjur, bukan?!

Adam Bukan manusia Pertama dan Ia Petani
Adam di usia 130 tahun mempunyai anak bernama Set sebagai pengganti Habel yang dibunuh Kain [Kejadian 4:1-2, 4:25, 5:3], Habel adalah penggembala dan Kain adalah Petani [kejadian 4:2-3]. Jadi, saat Set lahir, Habel dan kain(Qabil) sudah cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan beternak dan bertani.

Di kejadian 3:22, 24 disebutkan Allah menugaskan Adam untuk mengusahakan dan memelihara Taman Eden. Saat di usir keluar dari taman Eden diperintahkan juga untuk mengusahakan tanah.

Konfirmasi pekerjaan anak-anak adam dinyatakan juga di Al Maidah 5:27:

    Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa."
Tafsir Ibn “Uyainah, Ibn Abi Hatim, Ibnu Hibban, Ibnu “Athiyah, Al-Samarkandi, Abi Ishaq, At-Thabari, Abi Syaibah, Al Baghawai, Abil-Fidak, Al-Razi dan banyak lainnya untuk ayat tersebut di atas menyatakan bahwa 'kurban' yang dipersembahkan Habil adalah hasil terbaik peternakannya, sebaliknya Qabil mempersembahkan 'kurban' yang merupakan hasil pertaniannya yang terjelek.

Diriwayatkan Ibn Abbas:

    Ibnu Abbas berkata, "Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala." (dari al-Hakim)
Jadi, jaman Adam diciptakan ternyata telah ada pertanian. Sehingga, Allah menciptakan Adam di setelah jaman Neolitikum, yaitu jaman di mana manusia hidup dengan cara berburu dan bertani.

Bukti terpenting berikutnya adalah berdasarkan kejadian 4:16-17, dinyatakan bahwa Kain di usir ke tanah Nod, kemudian memperistri seorang Wanita dan melahirkan Henokh, kemudian kain mendirikan kota yang juga diberi nama Henokh!

Al Qur’an juga memberikan sumbangan bukti dengan surat yang diturunkan di 3 H(625 M), Al Imran 3: 33.

    Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
Kemudian, Al Baqarah 2:30.
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Kata Khalifah bisa berarti Penguasa/pemimpin, juga bisa berarti Pengganti, dua-duanya tetap saja mengartikan bahwa ada sekelompok orang yang sebelumnya ada dan perlu di atur [lihat Adam yang melebihi segala umat di masanya pada ayat 3:33] dan kata yang berarti pengganti menunjukan ada manusia/umat sebelumnya.

Adam ternyata bukanlah Manusia pertama [silakan lihat juga di sini dan di sini]

Tuhan mengetahui apa yang juga di ketahui iblis, yaitu sejarah (bukan ramalan) mengenai pertumpahan darah di bumi. Adam dipastikan lebih pintar dari iblis, buktinya Allah memerintahkan Adam untuk mengajarkan Malaikat (termasuk Iblis) tentang Benda-benda [2:33]. bukti berikut bahwa pengetahuan Iblis adalah sejarah dengan melihat ayat 7:16-19, 15:36-39, 38:79-85] yaitu saat Iblis di usir dari surga dan sebelum keluar dari surga ada percakapan antara Tuhan dan Iblis bahwa Iblis bertekad untuk menyesatkan manusia di dunia dan Tuhan-pun mengijinkan.

Juga di Alkitab di Kejadian 6:2,4 'maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka...Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Di hitung berdasarkan umur saat punya anak, maka jarak adam dan Nuh dibawah 1000 tahun (lihat Umur Peradaban manusia, Abrahamic). Jadi, jaman purbakala adalah jaman sebelum jaman Adam.

Reinkarnasi di Islam dan Kristen
Walaupun, agama Abrahamic mayoritas tidak mendukung adanya kelahiran kembali, namun di Alkitab yaitu Yehezkiel 37:1-14 diceritakan bahwa Allah menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, juga konfirmasi reikarnasi Elia di Injil Matius 11:13-15, 17:18 dan Markus 9:13. Al qur’an juga menegaskan peristiwa yang disebutkan di Yehezkiel melalui ayat Al Baqarah 2:259. Penjelasan lebih rinci mengenai Reinkarnasi, dapat dilihat di artikel ini:

From Hero To Zero: Ini Reinkarnasi, Bro!

[Kembali]



Hindu: Penciptaan Semesta

Dalam kitab dongeng Hindu, yang disebut Purana, yaitu di Matsya Purana 2.25-30, penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak ada apa-apa, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk diluar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan didalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi telur emas. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya.

Rgveda tidak menjelaskan sejarah manusia, tapi menjelaskan evolusi semesta. Dongeng tersebut memberikan penjelasan yang padat, efektif dan sederhana atas apa yang dinyatakan RigVeda.

Sebelum, Saat dan Setelah Penciptaan adalah Tuhan
Konsep Hindu menyatakan bahwa sebelum, saat dan setelah Penciptaan adalah Tuhan. Filsafat Hindu dalam Rgveda, menyatakan bahwa Penciptaan merupakan manifestasi dari Yang Maha Kuasa.

    “Semua adalah Purusa, apapun yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi. Ia adalah tuan dari kekekalan, yang tumbuh dari makanan. Ia dinyatakan mempunyai ribuan kepala, ribuan mata dan ribuan kaki. Ia membungkus Bhumi dari segala penjuru, dan ada di luar berbentuk sepuluh jari. Semua hanyalah Purusa, "- Rgveda 10.90.1-2,
Chandogya Upanisad 3.14.1 menyatakan bahwa semuanya adalah Brahman.

Hindu tidak membuat dikotomi antara baik dan buruk, seperti dalam agama non Vedic. Batas alam semesta adalah tempat berlangsungnya pertempuran antara gaya konstraksi dan ekspansi. Pertempuran ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.

Tidak ada neraka abadi karena bahkan neraka pun tidak bisa dipisahkan dengan Tuhan. Bahkan, tidak ada surga atau neraka pada akhir jaman. Semesta hanyalah manifestasi dari Yang Kuasa, dan akhir dari siklus semesta yang sekarang disebut "Mahapralaya" saat semua kembali pada Purusa. Di akhir jaman, tidak ada surga, tidak ada neraka dan tidak ada jiwa.

Dalam Rgveda, kata "Purusa" bisa berarti manusia/laki-laki (man). Secara etimologis, Purusa berarti orang yang menghuni kota (Pura). "Pura" sendiri berarti tempat yang dihuni oleh penjaga/ penghuni.

  • Purusa disebut juga Rahim Emas, Purusa disebut juga Brahmanda, Purusa disebut juga Martanda.
  • Purusa disebut juga Prajapati [Satapatha Brahmana 7.4.1.15, Jaiminya Brahmana 2.47].,
  • Purusa disebut juga Brahmanaspati/Brhaspati, sang penguasa Ekspansi, menciptakan alam semesta seperti seorang seniman [Rigveda 10.72.2].
  • Purusa disebut juga Lopramudra, Purusa disebut juga Agastya, Hasil Agastya dan istrinya Lopamudra adalah Purusa,
  • Purusa disebut juga Indra, Purandara (Pembelah kota), Purusa disebut juga Virata Penutup batas. Apapun yang membesar lebih dari Purusa adalah Purusa.
  • Purusa disebut juga Aditi, Purusa disebut juga daksa yang saling melahirkan, Daksa dan Aditi yang saling melahirkan, yang melahirkan adalah Purusa yang dilahirkan adalah Purusa. Dalam naskah pasca-Veda, Purusa dan Aditi menjadi Visnu-Laksmi atau Siva-Sakti. Dalam Siva Purana, Daksa melakukan pengorbanan sehingga Dewi Sakti bisa lahir sebagai manusia sebagai putrinya Sati. Ini adalah representasi dari Aditi dan Daksa yang saling melahirkan.
  • Penguasa Kontraksi dan Ekspansi disebut juga Brahmanaspati dan Indra, juga disebut juga Indra dan Virata, atau Agastya dan Lopamudra
  • Pertempuran antara Ekspansi dan Kontraksi adalah Pertempuran Purusa. ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.
  • Karena semua alam semesta adalah manifestasi dari Purusa, kita juga adalah bagian dari Yang Maha Kuasa. Kitab-kitab Hindu menyatakan bahwa jika kita menyadari kebenaran sang diri, maka tidak ada lagi perbedaan antara kita dan Tuhan. Realisasi ini dinyatakan dalam Brhadaranyaka Upanisad 1.4.10, yang menyatakan "Aku adalah Brahman".
Jadi Purusa dalam Veda adalah Tuhan. RigVeda menjelaskan bahwa sebelum penciptaan Sang Pencipta dalam bentuk tak berwujud yang disebut rahim emas, rahim dari semesta atau Hiranyagharba
    "Sebelum penciptaan adalah rahim emas, ia adalah tuan dari segala yang lahir. Ia memegang bumi dan surga ini." -Rgveda 10.121.1
Emas mempunyai warna khusus. Material menjadi berwarna emas pada temperatur yang sangat tinggi. Untuk rahim dari mana matahari, bintang dan galaksi terbentuk, sangatlah wajar diasosiasikan dengan emas. Emas adalah warna energi dalam naskah Veda. Asosiasi dewa-dewa dengan emas dalam Hindu Dharma adalah simbol representasi dewa-dewa dalam bentuk berbagai energi.

Saat Penciptaan Semesta, Purusa/Prajapati/Brahman menciptakan dua kekuatan yang disebut Purusa yaitu kekuatan hidup (batin/nama) dan Prakerti (pradana/rupa) yaitu kekuatan kebendaan. Kemudian timbul "cita" yaitu alam pikiran yang dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam (sifat kebenaran/Dharma), Rajah (sifat kenafsuan/dinamis) dan Tamah (Adharma/kebodohan/apatis). Kemudian timbul Budi (naluri pengenal), setelah itu timbul Manah (akal dan perasaan), selanjutnya timbul Ahangkara (rasa keakuan). Setelah ini timbul Dasa indria (sepuluh indria/gerak keinginan) yang terbagi dalam kelompok

  • Panca Budi Indria yaitu lima gerak perbuatan/rangsangan: Caksu indria (penglihatan), Ghrana indria (penciuman), Srota indria (pendengaran), Jihwa indria ( pengecap), Twak indria (sentuhan atau rabaan)
  • Panca Karma Indria yaitu lima gerak perbuatan/penggerak: Wak indria(mulut), Pani (tangan), Pada indria (kaki), Payu indria (pelepasan), Upastha indria (kelamin)
Setelah itu timbulah lima jenis benih benda alam (Panca Tanmatra): Sabda Tanmatra(suara), Sparsa Tanmatra (rasa sentuhan), Rupa Tanmatra(penglihatan), Rasa Tanmatra (rasa), Gandha Tanmatra (penciuman). Dari Panca Tanmatra lahirlah lima unsur-unsur materi yang dinamakan Panca Maha Bhuta, yaitu Akasa (ether), Bayu (angin), Teja (sinar), Apah (zat cair) dan Pratiwi (zat padat.)

Keadaan Sebelum Penciptaan
Keadaan sebelum penciptaan disebut dalam Nasadiya sukta yang mengisahkan asal mula alam semesta di Rgveda 10.129:

  1. Tiada yang termanifestasikan atau tak termanifestasikan. Sehingga tiada debu dan tiada langit di luarnya. Apa yang melingkupinya, di mana naungannya? Apa suara yang dalam dan tak-terjelaskan itu?
  2. Tiada kematian atau keabadian. Tiada perbedaan antara siang dan malam. Hanya Ia atas kehendakNya sendiri tanpa udara. Tiada apapun selain itu.
  3. Sebelumnya hanya ada kegelapan, semuanya ditutupi kegelapan. Semuanya hanya cairan yang tak terpisahkan (Salila). Apapun itu, ditutupi dengan kekosongan. Yang satu lahir dari panas.
  4. Sebelum itu (sebelum penciptaan) keinginan (untuk mencipta) bangkit dari diriNya, lalu dari pikiranNya bibit pertama lahir. Manusia yang bijak dalam berpikir menemukan yang termanifestasikan terikat dengan yang tak-termanifestasikan.
  5. Cahayanya menyebar menyamping, ke atas dan bawah. Ia menjadi pencipta. Ia menjadi besar atas kehendaknya sendiri ke bawah dan atas.
  6. Siapa yang tahu, siapa yang akan memberitahu dari mana dan mengapa penciptaan ini lahir, karena dewa-dewa lahir setelah penciptaan ini. Sehingga, siapa yang tahu dari siapa semesta ini dilahirkan.
  7. Dari siapa penciptaan ini dilahirkan, Ia mendukung atau tidak. Ia bertahta di langit tertinggi, mungkin Ia tahu atau mungkin tidak.
Sebelum penciptaan yang ada hanya kosong. Belum ada ruang maupun waktu. Tak ada materi dan energi. Konsep ini sangat penting dalam kosmologi Veda. Fisika modern mengatakan bahwa semua materi dan energi semesta terkonsentrasi dalam satu titik; namun, mantra satu sampai tiga dengan gamblang menyatakan semesta adalah sama sekali kosong pada awalnya. Taittiriya Brahmana menjelaskan:
    "Pada mulanya sama sekali tiada apapun. Tiada surga, tiada bumi dan atmosfer." -Taittiriya Brahmana 2.2.9.1
Salila (air/cairan ) di mana-mana.
Sebelumnya yang ada hanya kegelapan dan hanya ada Salila (Rgveda 10.129.3 seperti dkutip sebelumnya). Salila berarti air, tapi dalam Rgveda itu berarti fluida asal yang tak terdiferensiasi. Dalam mantranya, Salila didahului oleh "apraketa" yang berarti tak terdiferensiasi, yang tanpa ragu lagi menjelaskan maksudnya. Bahwa Salila merupakan istilah teknis dijelaskan di Satapatha Brahmana.

    "Apah adalah Salila sebelumnya. Keinginan lahir dari itu. Mereka bekerja. Dari sana muncul panas. Dari panas lahirlah telur emas. Telur emas berenang di dalamnya selama satu tahun." -Satapatha Brahmana 11.1.6.1
Bahwa Apah sebelumnya adalah Salila. Jadi, Apah dan Salila berarti air. Jika maksudnya adalah air, mantra ini menjadi tidak masuk akal sama sekali. Apah dan Salila merupakan istilah teknis dan tidak dapat ditukar pemakaiannya seperti kata "speed" dan "velocity", dalam percakapan sehari-hari keduanya sama tapi dalam ilmu Fisika keduanya berbeda karena yang satu besaran skalar dan lainnya besaran vektor.

Salila adalah keadaan pertama dari semesta, ketika tak ada apapun. Yang ada adalah kesetimbangan yang sempurna dan keseragaman. Ketika kesetimbangan ini pecah karena gaya fundamental alam, ketidakseragaman tercipta dan ketidakseragaman inilah yang disebut Apah.

Veda menyatakan bahwa pada awalnya semua adalah Salila, yang sepintas tampak berarti air di mana-mana. Konsep air di mana-mana ini tersebar ke seluruh dunia dan kemudian dipinjam oleh agama non Vedic. Injil (Genesis 1.1-2 dan 1.6-7) dan Quran (21.30) menjelaskan bahwa pada mulanya alam hanya terdiri dari air.

Fisika modern menjelaskan pada kita bahwa alam semesta pada awalnya adalah panas, yang kemudian didinginkan secara cepat dengan mengembangnya semesta. Veda menjelaskan sebaliknya. Semesta pada mulanya sangat dingin. Evolusi semesta dimulai dengan naiknya temperatur.

Mantra RigVeda 10.129.3 di atas menyatakan bahwa penyebab semesta adalah tapa. Tapa merupakan konsep yang penting dalam Hinduisme. Pada Hinduisme pos-Veda, Tapa menjadi diartikan laku yang keras di tengah rimba, yang akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Tapa berarti memanaskan, membuat panas, dan inilah arti yang digunakan dalam Veda. Evolusi semesta dimulai dengan penciptaan materi, energi dan ruang yang efeknya akan memanaskan semesta. Dalam pengertian ini, seluruh semesta bisa dianggap lahir dari Tapa.

Para pembaca yang berpengetahuan akan mengatakan bahwa materi dan energi selalu ada dan semua materi dan energi terkumpul dalam satu titik sebelum Ledakan Besar (Big Bang). Konsep Veda menjelaskan sangat berbeda! Alam semesta tidak dimulai dengan Ledakan Besar. Alam semesta muncul dari kekosongan, dan inilah dasar dari pernyataan "Sunya hi Parameswara hai" yang berarti Kehampaan adalah Tuhan.

Karena alam semesta tidak punya materi, energi dan ruang pada saat pertama, maka penciptaan ketiga hal tersebut sangatlah penting. Karena penciptaan alam semesta adalah melalui Yajna:

    "Dari Yajna didapatkanlah mentega. Lalu binatang (Pasu) Vayavya, Aranya, and Gramya diciptakan."-Satapatha Brahmana 14.3.2.1

    "Dari Yajna berupa persembahan seluruh Rchas, lahirlah Samas. Dari sini lahirlah Chandas, dari sini lahirlah Yaju."-Rgveda 10.90.9

    "Tujuh adalah batasnya (Paridhi), tiga kali tujuh adalah kayu bakar (Samidha). Dalam Yajna, dimana dewa-dewa menjadi tumbuh, mereka mengorbankan binatang Purusa."-Rgveda 10.90.15

    "Tuhan memulai Yajna dari Yajna, itulah Dharma yang pertama. Mereka yang berhasil akan mencapai surga, tempat mahluk-mahluk angkasa dan dewa-dewa sebelumnya berada." -Rgveda 10.90.16
RigVeda menyebutkan kata pasu (Binatang), hewan peliharaan hidup bersama dan hewan liar hidup lepas. Kitab ini bukanlah cerita tentang hewan sama sekali. Hewan peliharaan adalah simbolisasi dari partikel yang selalu berkumpul, sedangkan hewan liar adalah simbol dari partikel yang terlepas sendiri. Partikel materi diwakili dengan nama binatang dan dibagi menjadi tiga kategori: "Gramya" yang berarti binatang peliharaan, "Aranya" adalah binatang liar, dan "Varavya" adalah jenis burung.

Partikel2 seperti ini, dikenal dengan istilah boson dan fermion, adalah partikel yang sudah sangat dikenal para fisikawan. Ke-tidakhomogen-an inilah yang direpresentasikan dengan mentega. Alam semesta tak lagi sama dengan sebelumnya. Alam terbagi menjadi materi dan energi.

Pengorbanan di sini berarti perubahan wujud, perubahan dari wujud tak termanifestasi menjadi alam semesta dalam wujud bermanifestasi. Dengan berlanjutnya Yajna, berarti berlanjutnya penciptaan materi, energi dan ruang, keadaan yang serba-sama (homogen) lalu berubah menjadi tak-sama (heterogen). Tiga, merujuk kepada Triloka, bumi (Phrtivi), atmosfer(Antariksa) dan Langit (Dyau). Dalam tiap Loka terdapat tujuh Samidha yang berarti total dua puluh satu.

Begitu proses penciptaan dimulai, itu akan berlanjut dengan sendirinya.

Sang Penguasa Expansi
Didalam RigVeda 10.72.2 dikatakan bahawa Brahmanaspati/Brhaspati menciptakan alam semesta seperti seorang seniman. Brahmanspati berarti Sang Penguasa Expansi. Jadi Brahmanaspati bisa diidentifikasikan sebagai berekspansinya alam semesta. Dalam naskah pasca-Veda digambarkan menjadi pendeta para dewa, Mantra dibawah ini mengindikasikan bahwa alam semesta diciptakan dari exspansi.

    “Brahmanaspati, dengan kekuatanNya bisa membengkokkan yang tak terbengkokkan, yang dengan kemarahan membinasakan Sambara, yang mengacaukan yang tak terkacaukan, memasuki gunung Vasumanta...

    Ia membuka pintu air, yang telah ada dan akan terbentuk kemudian, selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Kerja yang dilakukan oleh Brahmanaspati, satu dan yang lain, menggunakan air dengan tanpa usaha yang keras...

    Orang bijak sebenarnya melihat ketidakbenaran itu dan berdiri pada jalur yang benar lagi. Mereka menciptakan Agni dari tangan mereka di gunung, yang belum ada sebelumnya...

    Indra yang sentosa dan Brahmanaspati, mengatur yang anda berdua pegang, bahkan air pun tidak bisa melawan hukum anda. Datanglah langsung makanan kita seperti dua kuda yang menarik kereta”-Rigveda 2.24.2,5,7,12
Tidak ada gunung dengan nama Vasumanta. Dalam Rgveda permukaan alam semesta disebut dengan istilah gunung. Exspansi alam semesta tidak terjadi secara spontan. Batas energinya dilambangkan oleh gunung. Vasumanta artinya yang menyimpan kekayaan, jadi gunung ini dianggap sebagai menyimpan kekayaan tersembunyi di dalamnya. Brahmanaspati dikatakan membuka pintu air. Ini bukanlah air biasa.

Pergerakan Indra dan Brahmnaspati merupakan kekuatan-kekuatan ekspansi dan konstraksi.

Brahmanaspati dikatakan membebaskan sapi-sapi yang tersembunyi dalam gunung. Ini bukan cerita perebutan mendapatkan sapi. Sapi-sapi berarti partikel fundamental dari alam yang belum termanifestasikan. Kekayaan ini adalah materi dan energi dari alam semesta, yang akan bermanifestasi pada saat permukaan dari alam semesta didorong lebih jauh.

    "Ketika Brhaspati menemukan tempat dimana sapi-sapi disembunyikan dan membuat suara. Sapi keluar dari gunung seperti burung keluar dari telur”-Rgveda 10.68.7
    “Kemarahan Brahmanaspati, yang selalu melakukan hal-hal yang hebat, menjadi nyata ketika Ia menginginkan. Ia membawa sapi-sapi keluar, membagi mereka dengan prosedur yang hebat untuk surga, dan mereka mulai bergerak terpisah dengan kekuataannya”-Rigveda 2.24.14
Dalam kosmologi Veda, alam semesta mempunyai pusat, dan materi serta energi diciptakan secara terus menerus di permukaan alam semesta selama semesta berekspansi.

Lahirnya Dewa-Dewa dan Kontraksi Alam Semesta
Kosmologi "Ledakan Besar" (Big Bang) memberikan penjelasan yang sangat dramatis tentang saat-saat awal penciptaan. Alam semesta sangat panas lalu melalui tahap ekspansi yang sangat cepat yang disebut inflasi. Pandangan Veda berbeda dengan pandangan Ledakan Besar. Momen awal penciptaan dijelaskan dengan sukta berikut dalam RgVeda:

    Dari delapan Putra yang lahir dari Aditi, hanya tujuh yang dibawanya kepada para dewa, Martanda ditinggalkan. Dengan ketujuh putranya, Aditi pergi ke masa sebelumnya. Untuk kelahiran dan kematian manusia, Aditi menerima Martanda kembali. -RigVeda 10.72.8-9
Martanda berarti telur mati. Telur disini adalah alam semesta, jadi telur mati berarti alam semesta tanpa kehidupan.

Terbentuknya kehidupan bukanlah proses yang spontan. Alam semesta harus berkembang untuk menjadi eksis, tapi gaya ekspansi dan konstraksi telah ada sejak awal dalam keseimbangan yg lemah.

Alam semesta tidak berkembang secara kontinyu adalah sudut pandang Veda. Setelah ekspansi awal, alam semesta mulai mengkerut. Inilah arti dari Aditi pergi ke masa sebelumnya.

Taittiriya Samhita 6.5.6.1 mengatakan bahwa Aditi melahirkan telur yang tidak sempurna. Dalam Mahabharata, Harivamsa Parva 9.5 Kasyapa berkata kepada Aditi tentang penolakannya bahwa putranya tidak mati, tapi ada di dalam telur. Oleh karena itu ia diberi nama Martanda. Inti dari semua cerita tersebut adalah gaya dasar alam tidak bekerja dengan baik pada saat penciptaan.

Setelah ekspansi awal, alam semesta mulai kolaps. Lalu gaya dasar alam berubah, dan semesta mulai berekspansi lagi. Saat semesta telah dalam keadaan setimbang, itu disebut Vivasvana, tempat di mana makhluk bisa hidup.

    "Aditi mempunyai delapan Putra. Hanya tujuh dari mereka yang disebut Aditya. Yang kedelapan, Martanda, tidak punya bagian tubuh yang bisa dibagi. Para Aditya melihat ia (Martanda) tidak sama dengan mereka (Aditya), jadi mereka membagi tubuhnya. Lalu ia menjadi seorang manusia. Ia diberi nama Vivasvana dan semua manusia lahir dari dia." -Satapatha Brahmana 3.1.3.3-4
Satapatha Brahmana 3.1.3.4 adalah sumber dari mitos dimana manusia diciptakan sejak saat awal oleh Tuhan. Perlu dicatat bahwa Vivasvana adalah alam semesta itu sendiri sehingga tidaklah mungkin melahirkan manusia.

Dalam Rgveda 10.17.1 Yama disebut sebagai Putra Vivasvana, dan dalam Rgveda 10.14.1 Yama disebut sebagai Vaivasvata yang berarti Putra dari Vivasvana. Orang suci dalam sukta 8.27-31 dalam Rgveda adalah Vaivasvata Manu.Vivasvata berarti Putra dari Vivasvana. Dalam naskah India, Vivasvana adalah ayah dari Manu, raja pertama, dan dalam naskah Iran, Vivangahvanta (yaitu Vivasvana) adalah ayah dari Yima (yaitu Yama), yang juga raja pertama.

Sejak adanya naskah pasca Veda, penciptaan manusia pertama diterima sebagai terjadi segera setelah penciptaan semesta, sehingga selanjutnya Veda diasumsikan diterima oleh manusia sejak awal jaman. Veda ditemukan oleh orang-orang suci pada masa kebudayaan Indus-Sarasvati. Alam semesta berumur milyaran tahun, sedangkan sejarah manusia hanya berumur 10.000 tahun saja. Pada saat 10.000 tahun yang lampau pikiran manusia belum mampu untuk mencerna pengetahuan di dalam Veda. Sejarah manusia, dan tentu saja sejarah India juga, baru berumur 10.000 tahun, Dongeng yang tercantum di Purana telah mecampuradukan kosmologi dan sejarah manusia.

Pada abad awal dan pertengahan sejarah, umat Hindu (dan Budha) telah menyebarkan ide mereka ke seluruh penjuru. Sumber dari beberapa ide dalam ajaran Kristen dan Islam adalah berasal dari naskah suci Hindu. Perhatikan keterangan berikut dari Taittiriya Brahmana.

    "Setelah menciptakan alam semesta dan manusia, Prajapati pergi tidur." -Taittiriya Brahmana 1.2.6.1
Keterangan yang sama bisa ditemukan pada Injil (Genesis 2.2) yang mengatakan bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh setelah menyelesaikan pekerjaannya..

Batas Semesta
Menurut Big Bang, alam tidak mempunyai batas. Dalam kosmologi Veda, alam semesta mempunyai batas, diluar alam semesta adalah alam sepuluh dimensi.

    "Semua adalah Purusa, apapun yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi. Ia adalah tuan dari kekekalan, yang tumbuh dari makanan. Ia dinyatakan mempunyai ribuan kepala, ribuan mata dan ribuan kaki. Ia membungkus Bhumi dari segala penjuru, dan ada di luar berbentuk sepuluh jari. Semua hanyalah Purusa," -Rgveda 10.90.1,

    "Kemudian Virata lahir. Virata lebih besar dari Purusa. Ia mulai terbagi setelah lahir. Lalu menjadi Bhumi dan Pura." -Rgveda 10.90.5
Kata ribuan digunakan untuk melukiskan arti tak terbatas (banyak sekali). Makna yang paling krusial dalam mantra ini adalah bahwa Purusa berada di luar semesta dalam bentuk sepuluh jari.

Yaska menjelaskan arah ini dalam tangan alam di Nirukta 1.7 Taittiriya Samhita 4.7.9.1 yang mengatakan jari adalah arah. Satapatha Brahmana (6.3.1.2.1 dan 8.4.2.13) menjelaskan bahwa arah (Disa) ada sepuluh. Dalam terminologi sains modern, arah berarti dimensi. Alam semesta dalam kosmologi Veda dipandang sebagai sepuluh dimensi.

Semesta dilukiskan sebagai telur dalam semua naskah pasca-veda.

    "Seluruh semesta termasuk bulan, matahari, galaksi dan planet-planet ada didalam telur. Telur ini dikelilingi oleh sepuluh kualitas dari luar." -Vayu Purana 4.72-73

    "Di akhir dari ribuan tahun, Telur itu dibagi dua oleh Vayu." -Vayu Purana 24.73

    "Dari telur emas, bumi dan langit diciptakan." -Manusmrti 1.13
Ketika alam semesta berekspansi, Ia juga diberi nama Virata yang diturunkan dari akar kata 'Vr' yang artinya untuk menutupi yang juga berarti 'sangat besar.
    "Vrtra menutupi kesemua tri loka." -Taittiriya Samhita 2.4.12.2
    "Vrtra berada jauh diatas di Antariksa." -Rgveda 2.30.3
Tri loka melukiskan alam semesta, jadi disini Vrtra menutupi alam semesta. Jika Vrtra ada dibatas alam semesta, ia bisa dikatakan berada ditempat yang jauh sekali.

Kata Sanskrit "Brahmanda," yang merupakan perpaduan dari dua kata yakni "Brahma" dan "Anda." Brahma berasal dari kata "Brha" yang berarti berkembang dan "Anda" berarti telur. Telur secara makro adalah Semesta, secara mikro Bumi. Jadi Brahmanda berarti telur yang mengembang yang dapat juga berarti isi semesta yang mengembang dengan “pura” yang merujuk pada batas alam semesta. Pura berarti kota yang terlindung dan juga digunakan biasa dimaknai sebagai benteng yang mengelilingi sebuah kota.

Konsep ini sangat penting karena membantu mengungkap arti dari Indra, yang juga disebut "Purandara", Ia yang menerobos kota yang terlindung.

Indra juga sering disebut sebagai Purandara yang berarti ia yang membelah kota (Pura). Pura di sini bukanlah kota biasa, tapi seluruh alam semesta, oleh karena itulah sumber utama alam disebut dengan Purusa. Jadi Purandara berarti Ia yang membelah alam semesta. Kalau Vrtra berarti Ia yang menutupi Semesta, maka Indra adalah Ia yang membelah alam semesta.

Dalam Veda, batas alam semesta adalah tempat berlangsungnya pertempuran antara gaya konstraksi dan ekspansi. Dalam Rgveda, dilambangkan dengan pertempuran antara Indra dan Vrtra, dan layar dari pertempuran ini adalah batas alam semesta. Kekuatan utama ekspansi dalam Veda dilukiskan sebagai Indra, dan musuh utamanya, kekuatan utama kontraksi adalah Vrtra. Pertempuran ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.

Dalam Rgveda 1.32 karena inilah titik pusat dalam komsologi Veda. Dilukiskan bahwa Vrtra (sang ular) menahan air, di matra 12 dijelaskan menjelaskan bahwa kekalahan Vrtra dari Indra membebaskan tujuh sungai untuk mengalir. Pembebasan tujuh sungai (sapta sindhu) oleh Indra bukanlah disebutkan hanya satu kali, tapi berulang-ulang kali dalam Rgveda. Ide dimana ular menahan air juga ditemukan dalam mitos yang berbeda-beda diseluruh dunia.

Mitos dari Quiches, suku Indian di Amerika Selatan, bisa ditemukan di Popol Vuh. Suku Quiches percaya bahwa pada mulanya adalah air dan ular berbulu.

Gaya Listrik
Dengan menyadari bahwa pertempuran antara Indra dan Vrtra adalah pertempuran antara gaya ekspansi dan kontraksi, sekarang perlu kita menentukan gaya yang mana direpresentasikan baik oleh Indra maupun Vrtra. Sains moderen mengenal tiga gaya fundamental: gravitasi, nuklir dan listrik.

Gaya gravitasi adalah gaya antara dua massa yang selalu tarik menarik. Ini adalah gaya yang tetap berlaku pada jarak yang panjang dan merupakan gaya yang melingkupi sistem tata surya dan galaksi.

Indra bukanlah menggambarkan gaya gravitasi karena gravitasi adalah gaya tarik. Gaya nuklir adalah gaya yang menjaga inti atom, jadi gaya ini bukanlah gaya yang direpresentasikan oleh Indra, karena gaya yang digambarkan oleh Indra haruslah berlaku untuk jarak yang panjang. Gaya arus lemah terdiri dari gaya nuklir lemah dan gaya elektromagnetis.

Gaya nuklir lemah merupakan gaya yang berlaku pada jarak yang sangat pendek sekitar 10-17 meter, Jadi bukan gaya yang berlaku pada tingkat kosmik. Jadi gaya nuklir masih tidak sesuai. Gaya Elektromagnetik terdiri dari gaya listrik dan gaya magnet. Kedua gaya ini bisa atraktif maupun repulsif, dan bisa menjangkau jarak yang panjang. Indra diidentifikasikan sebagai gaya listrik berdasarkan literatur Veda.

Dalam Rgveda 4.17.13 Indra disebut sebagai Asanimana yang artinya Ia yang menguasai petir. Lebih lanjut dalam Kausitaki Brahmana 6.9, Indra disebut sebagai Asani (petir). Satapatha Brahmana mengatakan:

    "Siapakah Indra dan siapakah Prajapati? Petir adalah Indra dan Yajna adalah Prajapati." -Satapatha Brahmana 11.6.3.9
Tegangan Permukaan
Vrtra menutupi seluruh semesta dan juga merupakan gaya kontraksi. Ini membawa realisasi langsung bahwa Vrtra tak lain adalah tegangan permukaan dari alam semesta. Setetes fluida cenderung menjadi bentuk spherical untuk mengurangi gaya permukaan.

Terdapat energi yang berhubungan dengan gaya permukaan, dan setiap sistem selalu berusaha mengurangi energinya. Inilah sebabnya mengapa gelembung berbentuk spherical (seperti bola) karena sphere (bola) merupakan konfigurasi dengan luas permukaan terendah. Jika alam semesta berekspansi, permukaannya cenderung meningkat, yang akan menaikkan total energi alam semesta. Tegangan permukaan akan beraksi mengurangi luas permukaan alam semesta, dengan kata lain tegangan permukaan akan berusaha mengkontraksi alam semesta.

Gaya repulsi listrik haruslah lebih besar dari tegangan permukaan pada saat elam semesta berekspansi. Inilah pertempuran besar kosmik antara Indra dan Vrtra, dan mendapat perhatian sangat besar dalam Rgveda karena hasil dari pertempuran ini akan menentukan apakah akan terbentuk alam semesta atau tidak. Rgveda melukiskan pertempuran ini dalam berbagai cerita, salah satunya adalah cerita tentang pembunuhan babi liar.

Pembantaian Varaha
Varaha mempunyai arti langsung yakni babi liar. Kata varaha diturunkan dari akar kata "Vr" yang secara etimologis berarti Ia yang menutupi/melingkupi. Jadi, secara etimologis arti dari Varaha dan Vrtra adalah sama. Bukanlah kebetulan jika Rgveda menjelaskan pembantaian Varaha dan juga Vrtra. Pembantaian Varaha dihubungkan dengan Visnu dan Trita.

    "Visnu membunuh Varaha dan mencuri makanan yang telah dimasak."–Rgveda 1.61.7

    "Trita, diperkuat oleh Indra, membunuh Varaha menggunakan kuku besi."- Rgvda 10.99.6
Varaha dan Vrtra dua-duanya merepresentasikan permukaan semesta. Trita dilukiskan sebagai memiliki kuku besi, yang menggambarkan sifat-sifat magnetis dari Trita.

Para pembaca yang mempunyai pengetahuan mendalam tentang teori kosmologi secara detail mungkin menganggap diskusi tentang tegangan permukaan ini sebagai sesuatu yang absurd, karena semesta seharusnya tidak mempunyai permukaan di awal penciptaannya.

Kenyataannya adalah para ilmuwan telah menemukan bukti adanya fenomena permukaan pada skala kosmologi, tapi gagal meng-identifikasi-kan-nya lebih lanjut. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan gelembung dan rongga dalam skala kosmik, suatu tanda adanya tegangan permukaan.

Gelembung dan Rongga (Voids) di Angkasa Luar.
Salah satu asumsi penting yang mendasari kosmologi Big Bang adalah alam semesta dimana-mana sama (uniform). Artinya seluruh bagian alam semesta mempunyai massa jenis dan struktur yang sama. Dengan pertimbangan tersebut, pemilihan unit untuk dispersi massa-energi menjadi sangat penting. Kita tahu bahwa planet-planet dan bintang-bintang tidaklah terdistribusi merata. Para ilmuwan memilih skala yang lebih besar, pada awalnya dipercayai galaksi tersebar secara merata diseluruh angkasa luar.

Ketika Hubble melakukan survey pada 44,000 galaksi, Ia tidak menemukan distribusi merata, bahkan Ia menemukan pengelompokan (clustering). Penelitiannya dilanjutkan oleh Fritz Zwicky pada tahun 1938 yang menemukan juga bahwa galaksi mengelompok dan tidak terdistribusi merata. Hal ini yang mendasari bahwa kelompok galaksi (cluster of galaxies) adalah unit yang cocok [untuk model Big Bang-ed] dan kelompok galaksi ini tersebar secara merata di angkasa.

Galaksi kita, Bima Sakti (Milky Way), adalah bagian dari kelompok duapuluh lima galaksi. Astronomer Perancis Gerard de Vaucouleurs melakukan penelitian dalam skala yang lebih besar lagi pada tahun 1950, dan menemukan bahwa kelompok galaksi juga tidak terdistribusi merata.Ia mengelompokkan galaksi dalam supercluster yang mempunyai rentang 200 juta-tahun-cahaya. Para ilmuwan kemudian percaya bahwa supercluster galaksi ini adalah unit yang lebih tepat karena semesta tampak terdistribusi merata. Tapi ada lagi penemuan baru yang mendapatkan bahwa supercluster terletak pada gelembung raksasa. Didalam gelembung adalah rongga besar tanpa ada galaksi hampir tak ada massa dan energi.

Veda mempunyai referensi tentang struktur raksasa ini pada Satapatha Brahmana:
    "Ketika Apah dipanaskan, gelembung (Phena) tercipta" -Satapatha Brahmana 6.1.3.2
Definisi Apah sudah dijelaskan diatas bahwa itu bukan semata-mata air. Ada cukup referensi untuk membuktikan bahwa orang suci Veda menganggap Apah melingkupi seluruh alam semesta. Dengan tanpa mengetahui arti sains dari Apah, semua agama dan mitologi membicarakan alam semesta yang ditutupi oleh air pada awal penciptaan.

Mantram yang dikutip diatas, dengan jelas membuktikan bahwa orang suci Veda berpendapat bahwa tegangan permukaan bekerja sehingga Apah menjadi berbentuk gelembung. Ditemukannya gelembung raksasa dalam skala besar pada struktur alam semesta membuktikan adanya tegangan permukaan dalam evolusi semesta.

Karena ilmu pengetahuan modern gagal memasukkan tegangan permukaan dalam teorinya, tak heran setelah tujuh puluh tahun riset yang terus menerus belum juga mampu memprediksi evolusi alam semesta.

Sebabnya jelas. Seluruh framework Big Bang adalah salah.

[Kembali]


Hindu: Siklus Semesta

Sejarah bumi saat ini berada di jaman Kali yuga ke-28 pada tahun Brahma ke 51. Jaman kali yuga ini di mulai di Februari 3102 SM [Manusmrti 1:64-80; Surya Sidhantha 1:11-23] dan berakhir di 432.000 tahun kemudian.

Semesta merupakan proses yang tiada awal dan akhir. Rangkaian siklus Semesta yang terbagi kedalam 14 mavantara. Di setiap rangkaian tersebut didahului dengan banjir super besar di permukaan bumi, dan disetiap banjir super tersebut Manu menyelamatkan spesies dengan Perahu besar [Manusmrithi 1:64-80, matsya Purana] dan rangkaian diakhiri dengan Pralaya [Manu Smriti, Sacred Books of the East Vol. 25, translated by Georg Bühler, 1886, Chapter I, 79].

Setiap selesai 100 tahun Brahma akan ada MahaPralaya [Studies in Occult Philosophy 358, Occult Glossary 20-1, Secret Doctrine 1:368, 2:179, Fundamentals of the Esoteric Philosophy 145, 184, 468].

Pralaya merupakan sinonim dari Samhara, satu dari 5 fungsi Siwa. Pralaya(Sanskrit) artinya adalah berakhir, menyerap kembali alam di akhir jaman/kalpa; penghancuran dan Mati. Pralaya di Terminologi Hindu:
  1. Nitya pralaya berarti tidur, arti yang lebih luasnya adalah Mati, terjadinya kematian jiwa
  2. Laya atau Yuga Pralaya, di akhir Maha Yuga (4 yuga), terjadinya banyak sekali kematian (mis perang, gempa dll)
  3. Mavantara Pralaya, terjadi di setiap mavantara, jadi sebanyak 14 Mavantara, berupa banjir besar yang mendahului adanya Manu ‘manusia’
  4. Dina (hari) Pralaya atau Naimittik Pralaya atau pralaya, terjadi di akhir kalpa (1 hari penuh Brahma = 1000 Maha yuga), hancurnya semesta, Surga dan Neraka (3 dunia: Bhur, bhuwah, swaha)
  5. Mahapralaya, terjadi di akhir Maha Kalpa (100 Kalpa), atau di akhir usia Brahma, dimana 14 Dunia, 5 elemen(tatwa) 3 sifat (triguna) musnah. Jadi seluruh Brahmanda (telur yang mengembang, semesta dan segala isinya termasuk para deva) di serap kembali oleh Brahman.
  6. Aatyantika Pralaya, ‘tercapainya perjalanan jiwa lepas dari roda samsara’, khusus arti yang ini, maka waktu terjadinya adalah relatif.
  7. Philosophi samkya menyatakan bahwa pralaya berarti ‘kosong, tiada apapun, keadaan yang dicapai ketiga triguna (Satwam, rajas, tamas) berada pada kondisi yang balance, arti no 6 ini merupakan sinonim dari dari no 5, waktu terjadinya adalah relatif
Di ajaran Hindu, terdapat dua pendapat berkenaan dengan Apakah ada pengulangan penciptaan setelah Mahapralaya?

Pendapat pertama menyatkan bahwa siklus penciptaan sudah mencapai final dan tidak ada perulangan.

Pendapat lainya menyatakan bahwa ketika umur Brahma dan kemudian semesta diserap kembali oleh Brahman terjadi pengulangan proses Karena Brahma tercipta oleh Brahman, sebagaimana dikisahkan di Purana Srimad Bhagavatam 3.8.16-33, Brahma lahir di pusar perut Wisnu yang tengah berbaring di semesta yang dipenuhi cairan, Brahma mengalami kebingungan atas keberadaannya kemudian mencari tahu dan menemukan Visnu. Kemudian terdapat juga cerita di Siwa Purana dan Tamasika Purana, yang mengisahkan ketika Brahma menolak untuk memuja Visnu, mereka kemudian bertanding. Ditengah pertandingan muncullah Siva dan menegahi mereka melalui sayembara siapa yang tercepat diantara mereka untuk mencapai bagian terbawah Siva atau bagian teratas Siva maka dialah pemenangnya. Visnu segera merubah wujud sebagai Babi (Varaha) kemudian menuju kebawah, Brahma berubah menjadi Angsa menuju ke atas namun tidak ada dari mereka yang mencapainya.

Siklus umur Brahma di bagi dalam rangkaian Mavantara, di setiap Mavantara ada Manu, jadi terdapat 14 manu dalam 14 Mavantaranya. Manu berasal dari kata Manasa yang berarti mahluk yang memiliki kesadaran/berpikir. Manvantara berasal dari ‘Manu’ dan ‘antara’ yang artinya adalah interval antara dua Manu [Srimad-Bhagavatam 3.13.14-16] Manu bukan merupakan unit individu, Manu merupakan satu set ras manusia. Manu merupakan nama generik dari Pitr atau leluhur/asal muasal manusia [Secret Doctrine 2:308-9].

Jaman kita ini merupakan jaman Manu yang ke 7 dari 14 Manu yang akan ada di bumi ini:
  • Manvantara 1 - interval dari Swayambhu Manu (makhluk berpikir yang menjadikan dirinya sendiri) menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Saptarshis, Marichi, Atri, Angiras, Pulaha, Kratu, Pulastya, and Vashishtha [2][6].
  • Manvantara 2 - interval of Swarochisha Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Urja, Stambha, Prańa, Dattoli, Rishabha, Nischara, and Arvarívat.
  • Manvantara 3 - interval of Auttami Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Sons of Vashishtha: Kaukundihi, Kurundi, Dalaya, Śankha, Praváhita, Mita, and Sammita.
  • Manvantara 4 - interval of Támasa Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Jyotirdhama, Prithu, Kavya, Chaitra, Agni, Vanaka, and Pivara.
  • Manvantara 5 - interval of Raivata Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Hirannyaroma, Vedasrí, Urddhabahu, Vedabahu, Sudhaman, Parjanya, and Mahámuni.
  • Manvantara 6 - the interval of Chakshusha Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Sumedhas, Virajas, Havishmat, Uttama, Madhu, Abhináman, and Sahishnnu.
  • Manvantara 7 (Saat ini) - interval of Vaivasvata Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Kashyapa, Atri, Vashishtha, Vishvamitra, Gautama, Jamadagni, Bharadvaja [6].
  • 7 (Tujuh) Manu di Manvantara 8 s/d 14 Manvantara adalah: Arka Savarnika. Daksha Savarnika, Brahma Savarnika, Dharma Savarnika, Rudra Savarnika, Deva Savarnika or the son of clarity: Raucya dan terakhir adalah Indra Savarnika [Vishnu Purana, terjemahan oleh Horace Hayman Wilson, 1840, Book III: Chapter I. p. 259]
[Kembali]


Hindu: Sejarah Manusia - Manu

Setelah tercipta alam semesta, Dewa-Dewa, Gandarwa. Paisacha. Maka Brahman menciptakan tumbuhan, binatang dan manusia.

Brahman (Prajapati) menciptakan dua kekuatan yang disebut Purusa yaitu kekuatan hidup (batin/nama) dan Prakerti (pradana/rupa) yaitu kekuatan kebendaan. Kemudian timbul "cita" yaitu alam pikiran yang dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam (sifat kebenaran/Dharma), Rajah (sifat kenafsuan/dinamis) dan Tamah (Adharma/kebodohan/apatis). Kemudian timbul Budi (naluri pengenal), setelah itu timbul Manah (akal dan perasaan), selanjutnya timbul Ahangkara (rasa keakuan). Setelah ini timbul Dasa indria (sepuluh indria/gerak keinginan) yang terbagi dalam kelompok
  • Panca Budi Indria yaitu lima gerak perbuatan/rangsangan: Caksu indria (penglihatan), Ghrana indria (penciuman), Srota indria (pendengaran), Jihwa indria ( pengecap), Twak indria (sentuhan atau rabaan)
  • Panca Karma Indria yaitu lima gerak perbuatan/penggerak: Wak indria(mulut), Pani (tangan), Pada indria (kaki), Payu indria (pelepasan), Upastha indria (kelamin)
Setelah itu timbulah lima jenis benih benda alam (Panca Tanmatra): Sabda Tanmatra(suara), Sparsa Tanmatra (rasa sentuhan), Rupa Tanmatra(penglihatan), Rasa Tanmatra (rasa), Gandha Tanmatra (penciuman).

Dari Panca Tanmatra lahirlah lima unsur-unsur materi yang dinamakan Panca Maha Bhuta, yaitu Akasa (ether), Bayu (angin), Teja (sinar), Apah (zat cair) dan Pratiwi (zat padat.)

Perpaduan semua unsur-unsur ini menghasilkan dua unsur benih kehidupan yaitu Sukla (benih laki-laki) dan Swanita (benih perempuan). Pertemuan antara dua benih kehidupan ini adalah pertemuan Purusa dengan Pradana maka terciptalah manusia.
    Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembangbiak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu-[Bhagavad-Gita 3.10]

    Beberapa jiwa memasuki kandungan untuk ditubuhkan; yang lain memasuki obyek-obyek diam sesuai dengan perbuatan dan pikiran mereka.-[Katha Upanisad 2.2.7]

    Mahluk-mahluk di dunia yang terikat ini adalah bagian percikan yang kekal (Brahman) dari Ku, mereka berjuang keras melawan 6 indria termasuk pikiran.-[Bagawad Gita 15.7]
Percikan dari Brahman itu dinamakan Atman/jiwatman. Atman itu tak terlukai oleh senjata, tak terbakar oleh api, tak terkeringkan oleh angin, tak terbasahkan oleh air, abadi, di mana- mana ada, tak berpindah- pindah, tak bergerak, selalu sama, tak dilahirkan, tak terpikirkan, tak berubah dan sempurna tidak laki- laki ataupun perempuan.

Percikan itulah yang menghidupkan/menggerakan manusia. Atman/roh/jiwa menghidupkan sarwa prani (makhluk di alam semesta ini). Indria tak dapat bekerja bila tak ada atman. Misalnya telinga tak dapat mendengar bila tak ada atman, mata tak dapat melihat bila tak ada atman, kulit tak dapat merasakan bila tak ada atman. Badan jasmani bisa berubah, lahir, mati, datang dan pergi, namun Atma tetap langgeng untuk selamanya.
    Ibarat orang meninggalkan pakian lama dan menggantinya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani baru.-[Bhagawad Gita II.22]

    Maya tanpa kecerdasan dan Material mempunyai sifat: kebaikan/selaras (satwam), nafsu/kekuatan (rajas) dan kebodohan/kelambaman (tamas)” -[Siwa Samhita 1.79] Mahluk hidup diikat oleh sifat-sifat tersebut dan sulit dikendalikan......-[Bhagawad Gita 14.5]
Atma/Jiwatman bersifat abadi, namun karena Maya, maka Jiwatma tidak mengetahui asalnya yang sesungguhnya. Keadaan itu disebut “Awidya”. Hal tersebut mengakibatkan Jiwatman mengalami proses kelahiran kembali yang berulang-ulang.

Kelahiran kembali (Punarbhawa/Reinkarnasi) terjadi karena Ia harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu (karma). Dalam ajaran tersebut, bisa dikatakan manusia menentukan nasib baik/buruk yang akan ia jalani sementara Tuhan yang menentukan kapan hasilnya diberikan (baik semasa hidup maupun setelah lahir kembali.

Apabila manusia tidak sempat menikmati pada kehidupan saat ini, maka akan dinikmati pada kehidupan selanjutnya. Karma merupakan hukum sebab akibat. keadaan manusia (baik suka maupun duka) disebabkan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri, baik yang ia lakukan pada saat ia menjalani hidup maupun apa yang ia lakukan pada saat ia menjalani kehidupan sebelumnya.

Perputaran itu tidaklah terputus sampai Ia melepas belenggu Maya dan menghancurkan Awidya/ketidaktahuan. Tujuan dari kelahiran kembali adalah proses penyatuan Atman dan Brahman. Moksa adalah tercapainya persatuan tersebut.

Menurut ‘secret doctrine’ karangan H.P. Blavatsky, juga tulisan David Pratt dan G. de Purucker yang mengulas siklus manusia di setiap Mavantara menyatakan bahwa generasi akar pertama 7 akar ras manusia berasal berasal dari dunia lain (Astral). Ras ini muncul disekitar 150 juta tahun. Beranak pinak hingga masing-masing menghasilkan 7 kelompok sub ras [secret doctrine 2:1] Masing-masing dari 7 akar asal itu berbeda secara potensi, kapabilitas mental, bentuk fisiknya dan karakteristiknya sehingga ada yang berbentuk lebih baik dari yang lainnya yang tergantung dari karma dan hasil kelahiran kembali di dunia sebelumnya [Secret doctrine 2:249]

Bumi kita ini di masa generasi pertama ras akar manusia adalah lebih ringan/halus relatif keras dan padat dari bumi saat ini. Mahluk-mahluk tersebut juga lebih halus, tembus cahaya berisi cairan tanpa tulang, rambut kulit dan organ-organ mereka lama kelamaan berubah menjadi lebih padat namun tetap ringan pada hingga akhir jamannya, mereka tidak berjenis kelamin, kelahiran kembali mahluk berikutnya terjadi dengan cara pembelahan. Tinggi tubuh mereka adalah ratusan kaki, indera yang dikembangkan mereka adalah indera pendengaran

Generasi akar ras ke 2 merupakan kelanjutan dari kelompok akar generasi pertama, yang terjadi di sekitar 25-30 Juta tahun yang lalu. Mereka ini berkembang menjadi mahluk semi astral yang lebih berat, lebih padat lebih seperti agar-agar, tulang, rambut, kulit dan organnya tumbuh namun belum sempurna daripada generasi pertama dan mulai nampak gambaran kasar bentuk manusia. Ras generasi kedua ini beranakpinak secara aseksual sedikit menyerupai ras pertama. Tinggi tubuh ratusan kaki. Indra yang dikembangkan pada generasi kedua ini adalah indera perasa

Dua generasi pertama cenderung tidak mempunyai kesadaran pikiran secara mental seperti anak kecil.

Generasi akar ras ke 3 adalah Lemurian, badannya lebih keras lagi dari yang kedua, yang perlahan berkembang menjadi tulang, otot, system syaraf dan pembuluh darah, tubuh memadat seperti organ sekarang, mereka terlepas dari ras astralnya, di awal generasi ketiga masih secara aseksual namun berkembang menjadi hemaprodit, generasi ketiga masih tidak memerlukan makanan seperti kita sekarang Ia mengambil material kedalam tubuhnya mirip seperti berosmosis. Ketika energi vital mereka habis, mereka tertidur dan kemudian menghilang. Itulah kematian bagi mereka. Permulaan tinggi tubuh mereka mecapai 60 kaki namun di generasi berikutnya berkurang menjadi 25 kaki

Pada 320 Juta tahun hingga 4.5 juta tahun, terdapat evolusi juga pada mahluk-mahluk baru yaitu burung-burung, binaang melata, ampibi, ikan dan mahluk invertebrata. Mahluk yang lebih tinggi berasal dari jenis ras manusia sebelumnya, yaitu disetelah ras generasi ke dua dan diawal generasi ke 3, bentuk fisik mamalia terbentuk lebih dahulu dari pada ras manusia terpisah menjadi pria dan wanita dari pada ras manusia generasi ke tiga.

Manusia, Kera dan Monyet mempunyai nenek moyang yang sama yang berasal dari generasi manusia. Dalam Studies in Ocult Phiillosophy hal. 123 dikatakan bahwa perkembangan generasi kera berakhir di generasi ke 5 dan juga semua binatang secara perlahan akan punah di jutaan tahun kedepan. Binatang-binatang ini akan muncul kembali di Mavantara berikutnya.

Perkembangan manusia secara hemaprodit berakhir di akhir jaman generqasi ke 3 ini dan terjadi perbedaan seksual, kesararan berpikirpun perlahan menguat seiring perkembangan keadaan fisik mereka. Perkembangan ini merupakan terminologi manasaputra yang memiliki keinginan dan pilihan. Mereka mulai jatuh lebih dalam kepada materi antara dorongan spritual dan binatang. Dua dari generasi sub ras akhir Lemurian membangun kota dan mengembangkan seni dan pengetahuan. Generasi Lemuria ini berada di pusat Benua PasifiK, yang kemudian hancur di 8 juta tahun lalu.

Generasi lemurian ini memiliki mata ketiga dan dua mata seperti kita berkembang lebih belakangan, mata ini disebut mata siwa/mata spiritual. Seiring dengan berkembangnya alat seksual, maka kecenderungan sikap lemurian makin ke arah materi dan sensualitas, mata ketiga mulai kehilangan kekuatannya dan perlahan menghilang. Indra yang dikembangkan digenerasi ini adalah indera penglihatan

Kebangkitan pikiran yang berawal di generasi ketiga ini menjadi penuh di generasi ke 5 pada sekitar 18.5 juta tahun yang lalu, namun ‘mano/manah’ (prinsip kelima) belum sepenuhnya berkembang hingga generasi ke 5

Generasi ke 4 ras akar manusia adalah Atlantis, terjadi di 10 hingga 12 Juta tahun yang lalu. Tubuh berkembang lebih kasar lagi di sekitar 4.5 juta tahun. Mereka mengembangkan peradaban yang mengagumkan. Generasi ini tenggelam 850.000 tahun yng lalu, kemudian bagian kecilnya hingga 10.5 Ribu tahun yang lalu. Tinggi tubuh sekitar 20-30 kaki dan terus mengecil

Generasi ke 5 yaitu Ras Arya atau indo eropa yang kemudian menjadi ras langka disekitar 1 juta tahun sebelumnya di Central asia, saat ini kita mendekati pertengahan generasi ke 5.

Bibit dari generasi ke 6 akan muncul di benua amerika, di akhir Kaliyuga akan berjumlah besar, Hemaprodit akan muncul kembali anak-anak akan diciptakan melalui Kriyasakti (atas dasar kehendak dan imaginasi) Daging dan tubuh generasi ke 6 akan berkembang lebih lembut dan lunak, generasi ke 6 akan bertahan hingga 1.5 Maha yuga atau lebihd dari 6 Juta tahun dan generasi ke 7 akan lebih pendek lagi [Studies in Occult Philosophy 39, 165-6, 639-40; Dialogues of G. de Purucker 2:215-7; Fountain-Source of Occultism 165-6; Secret Doctrine 2:444-6.]. Di generasi ke 7 ras manusia akan tembus cahaya, secara tubuh akan lebih kecil dari generasi saat ini namun lebih intelek dan lebih spritual

[Kembali]


Buddha: Penciptaan Semesta

Sang Buddha menyebut tentang asal dan perluasan alam semesta hanya sepintas lalu. Beliau tidak menganggap mengetahui hal tersebut secara detail adalah lebih penting dibanding masalah utama manusia yakni mengakhiri penderitaan dan mencapai kebahagiaan Nibbana (Sansekerta: Nirwana). Ketika seorang sekali waktu mendesak Sang Buddha untuk menjawab pertanyaan tentang luasnya alam semesta, Sang Buddha membandingkan keadaan tersebut dengan perumpamaan sebagai berikut: ‘seorang yang terkena panah beracun, namun menolak diobati dan dicabuti anak panah tersebut, sebelum orang tersebut mengetahui secara jelas siapa yang melepaskan anak panah tersebut’. Sang Buddha, lalu bersabda:
    Menjalani hidup yang suci tak dikatakan tergantung apakah alam semesta ini terbatas atau tidak, atau keduanya atau tidak keduanya. Sebab apakah alam semesta ini, terbatas atau tidak; tetaplah ada kelahiran, tetap ada usia-lanjut, tetap ada kematian, kesedihan, penyesalan, penderitaan, keperihan dan keputusasaan; dan untuk mengatasi semua itulah semua yang Saya ajarkan.[Majjhima Nikaya, I: 430; Juga lihat di Cula Malunkyaputta Sutta [MN.063], Kokanuda Sutta [AN 10.096], Ditthi Sutta [An 10.093]]
Pengetahuan tentang bagaimana alam-semesta terjadi, kita tidak akan dapat mengatasi penderitaan, pula tidak akan dapat mengembangkan kemurahan hati, kebajikan dan cinta kasih. Buat Sang Buddha pertanyaan menyangkut hal-hal ini adalah jauh lebih penting dari pada spekulasi tentang asal-mula alam semesta.

Perkembangan dari Ilmu Fisika moderen saat ini telah sampai pada kesimpulan bahwa alam semesta tidak berawal secara serentak. Alam semesta secara berkesinambungan berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, terbentuk dan hancur, suatu proses tanpa awal dan akhir. Dengan sendirinya, bila dinyatakan, bahwa bila alam semesta berawal secara serentak, maka Big Bang adalah bagian dari proses tersebut dan diperlukan energi awal yang terjadi dari sesuatu yang tidak ada, dan hal ini jelas bertentangan dengan kaidah ilmu pengetahuan.

Tak Dapat ditentukan Awal, tidak ada Maha Pencipta
Sang Buddha berpendapat, bahwa alam semesta, yang disebut Beliau sebagai Samsara, adalah tanpa awal. Beliau bersabda:
    Tidak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan, berpindah dari kelahiran ke kelahiran, terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui [Samyutta Nikaya, II: 178].
Karena tanpa awal, maka konsekuensinya ‘Mahluk Pencipta Maha Kuasa’-pun merupakan bagian dari perpindahan dari kelahiran ke kelahiran terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan sehingga tidak mengawali alam semesta. Sang Buddha pun menjelaskan mengapa konsep ‘Maha Pencipta itu muncul’
    Para bhikkhu, pada suatu masa yang lampau setelah berlangsungnya suatu masa yang lama sekali, 'bumi ini belum ada'. Ketika itu umumnya makhluk-makhluk hidup di alam dewa Abhassara3), di situ mereka hidup ditunjang oleh kekuatan pikiran, diliputi kegiuran, dengan tubuh yang bercahaya dan melayang-layang di angkasa hidup diliputi kemegahan, mereka hidup demikian dalam masa yang lama sekali.

    Demikianlah, pada suatu waktu yang lampau ketika berakhirnya suatu yang lama sekali, Alam/dunia ini mulai berevolusi dalam pembentuk, ketika hal ini terjadi alam Brahma1) kelihatan dan masih kosong. Ada makhluk dari alam dewa Abhassara yang 'masa hidupnya2) atau 'pahala kamma baiknya' 3) untuk hidup di alam itu telah habis, ia meninggal dari alam Abhassara itu dan terlahir kembali di alam Brahma. Disini, ia hidup ditunjang pula oleh kekuatan pikirannya diliputi kegiuran, dengan tubuh yang bercahaya-cahaya yang melayang-layang di angkasa, hidup diliputi kemegahan, ia hidup demikian dalam masa yang lama sekali.

    Karena terlalu lama ia hidup sendirian di situ, maka dalam dirinya muncullah rasa ketidak puasan, juga muncul suatu keinginan, 'O, semoga ada makhluk lain yang datang dan hidup bersama saya di sini! Pada saat itu ada makhluk lain yang disebabkan oleh masa usianya atau pahala kamma baiknya telah habis, mereka meninggal di alam Abhassara dan terlahir kembali di alam Brahma sebagai pengikutnya, tetapi dalam banyak hal sama dengan dia.

    Para bhikkhu, berdasarkan itu, maka makhluk pertama yang terlahir di alam Brahma berpendapat : "Saya Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Tahu, Penguasa, Tuan Dari Semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, Penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada4). Semua makhluk ini adalah ciptaanku". Mengapa demikian? Baru saja saya berpikir, 'semoga mereka datang', dan berdasarkan pada keinginanku itu maka makhluk-makhluk ini muncul. Makhluk-makhluk itu pun berpikir, 'dia Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Tahu, Penguasa, Tuan dari semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada. Kita semua adalah ciptaannya. Mengapa? Sebab, setahu kita, dialah yang lebih dahulu berada di sini, sedangkan kita muncul sesudahnya".

    "Para bhikkhu, dalam hal ini makhluk pertama yang berada di situ memiliki usia yang lebih panjang, lebih mulia, lebih berkuasa daripada makhluk-makhluk yang datang sesudahnya.

    Para bhikkhu, selanjutnya ada beberapa makhluk yang meninggal di alam tersebut dan terlahir kembali di dunia/alam ini. Setelah berada di Alam/dunia ini ia meninggalkan kehidupan berumah tangga dan menjadi pertapa. Karena hidup sebagai pertapa, maka dengan bersemangat, tekad, waspada dan kesungguhan bermeditasi, pikirannya terpusat, batinnya menjadi tenang dan memiliki kemampuan untuk mengingat kembali satu kehidupannya yang lampau, tetapi tidak lebih dari itu.

    Mereka berkata : "Dia Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Masa Kuasa, Penguasa, Tuan dari semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, Penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada. Dialah yang menciptakan kami, ia tetap kekal dan keadaannya tidak berubah, ia akan tetap kekal selamanya, tetapi kami yang diciptakannya dan datang ke sini adalah tidak kekal, berubah dan memiliki usia yang terbatas."

    "Para bhikkhu, inilah pandangan pertama tentang asal mula dan dasar dari ajaran beberapa pertapa dan brahmana yang berpandangan - Semi-Eternalis pada hal-hal tertentu, yang berpendapat bahwa 'atta' dan 'loka' sebagian kekal dan sebagian tidak kekal".[Brahmajala Sutta, Diterbitkan oleh Badan Penerbit Buddhis ARYASURYACANDRA, 1993]

    Catatan:
    1. ekacca-sassatika ekacca-asassatika
    2. ayam loko samvattati (alam ini belum berevolusi untuk terbentuk).
    3. alam dewa brahma yang dicapai sebagai hasil meditasi sampai Jhana II
    4. Aham asmi Brahma Maha-Brahma abhibhu anabhib bhuto annad-atthu-daso vasavatti issaro katta nimmata settho sanjita vasi pita bhuta-bhavyanam..
Menurut yang diyakini oleh para ilmuwan saat ini, Alam semesta merupakan suatu sistim yang berdenyut, yang setelah mengembang secara maksimal, lalu menciut dengan segala energi yang ditekan pada suatu bentukan masa; sedemikan besar sehingga menyebabkan ledakan, yang disebut sebagai "big bang", yang berakibat pelepasan energi. Pengembangan dan penciutan alam semesta berlangsung dalam kurun waktu milyaran tahun. Sang Buddha telah memaklumi pengembangan dan penciutan alam semesta. Beliau bersabda:
    Lebih awal atau lebih lambat, ada suatu waktu, sesudah masa waktu yang sangat panjang sekali alam semesta menciut .......Tetapi lebih awal atau lebih lambat, sesudah masa yang lama sekali, alam semesta mulai mengembang lagi [Digha Nikaya, III: 84].

    Suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur...setelah selang suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini mulai terbentuk kembali. [AGANNA SUTTA (27), DIGHA NIKAYANGUTTARA NIKAYA]
Penemuan teleskop konvensional dan teleskop radio belakangan kemudian, telah memungkinkan para ahli astronomi untuk mengetahui bahwa alam semesta terdiri dari sekian milyar bintang, planet, asteroid dan komet. Semua benda langit tersebut berkelompok dalam bentuk cakram atau spiral yang disebut galaksi. Planet bumi kita hanya satu titik kecil yang terdapat pada suatu galaksi yang diberi nama Bimasakti (Inggeris: Milky Way). Bimasakti atau Milky Way terdiri atas kurang lebih 100 milyar bintang dengan jarak dari ujung ke ujung 60.000 tahun cahaya. Telah diketahui pula bahwa galaksi-galaksi di alam semesta ini tersusun berkelompok. Kelompok galaksi dimana Bimasakti kita berada terdiri dari dua lusin galaksi; kelompok lain, kelompok Virgo misalnya terdiri dari ribuan galaksi.

Dibalik kenyataan; bahwa tata surya, galaksi, dan kelompok galaksi baru diketahui di dunia Barat setelah penemuan peralatan canggih; kitab suci Agama Buddha telah banyak menyebutkan hal tersebut ribuan tahun sebelumnya. Penganut agama Buddha sejak zaman dahulu telah menggambarkan galaksi sebagai berbentuk spiral. Istilah dalam bahasa Pali untuk galaksi adalah "cakkavala"; yang berasal dari kata "cakka", yang berarti cakram / roda. Sang Buddha secara sangat jelas dan tepat menggambarkan kelompok-kelompok galaksi, yang oleh para ilmuwan baru ditemukan. Beliau menyebutnya sebagai sistim dunia (lokadhatu) dan menambahkan perbedaan dalam ukurannya: sistim dunia ribuan-lipat, sistim dunia puluhan ribu-lipat, sistim dunia besar, dan seterusnya. Beliau menyebutkan sistim dunia terdiri dari ribuan matahari dan planet, walau sebenarnya oleh para ahli astronomi menyebutnya sebagai jutaan.
    "Ananda, apakah kau pernah mendengar tentang seribu Culanika loka dhatu (tata surya kecil)? … Ananda, sejauh matahari dan bulan berrotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasar, sejauh itulah luas seribu tata surya.

    Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu Sineru, seribu Jambudipa (Jambudipa, dapat berarti India dan/atau kontinent/Bumi), seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavidehana… Inilah, Ananda, yang dinamakan SERIBU TATA SURYA KECIL. (SAHASSI CULANIKA LOKADHATU ).

    Ananda, seribu kali Sahassa Culanika Lokadhatu dinamakan “DVISAHASSA MAJJHIMANIKA LOKADHATU”. Ananda, seribu kali Dvisahassa Majjhimanika Lokadhatu dinamakan “TISAHASSI MAHASAHASSI LOKADHATU”.

    Ananda, bilamana Sang Tathagata ( sebutan lain bagi Sang Buddha Gotama ) mau, maka ia dapat memperdengarkan suara-Nya sampai terdengar di Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu, ataupun melebihinya lagi.”

    tiga Lipat Sistem jagad raya (tri-sahasra-mahasahasra-dhatu):
    1. Sahassi Culanika lokadhatu berisi 1000 x 1000 [matahari, bulan dan tempat tinggal para mahluk (termasuk alam Brahma)],
    2. Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu, yang berisi 1000 sahassi culanika lokadhatus
    3. Tisahassi Mahasahassi lokadhatu, yang berisi 1000 dvisahassi majjhimanika lokadhatus or 1000 x (1000)3 tata surya.[Anguttara-nikaya, vol. i, p. 226, P.T.S., London; Samyutta-nikaya Atthakatha, vol. ii, p. 525, P.T.S., London; [1]]

    tri-sahasra-mahasahasra-dhatu (Tiga lipat semesta jagad raya):
      Dalam Terminologi Buddhis tentang semesta jagad besarannya adalah Tri-sahasra-mahasahasra-dhatu yang berisikan sistem jagad raya yang berisikan (1000)3 x 1000 tatasurya. Di setiap arah dari sistem jagad semesta ini meluas/mengembang, beberapa lingkar tidak berpenghuni beberapanya berpenghuni. Tak terhitung banyaknya di lautan langit luas bagai tak bertepi, apa yang kita lihat barulah sebagian kecilnya.

    Di beberapa tempat Kanonikal teks Pali dan kitab komentar terdapat pula pengertian dasasahassi lokadhatu, yang berarti 10 lipat system jagad raya! [Buddhavansa Atthakatha, p. 158, P.T.S., London; [2]] Tidaklah terbayangkan seperti apa;
Kemudian, dalam satu Sutra Mahayana, yaitu Avatamsaka Sutra, bab 4, dinyatakan seperti ini:
    [..] Pada saat itu, Bodhisattva melanjutkan, "Para Murid Buddha, lautan Dunia [system dunia] memiliki aneka bentuk dan karakteristik. Mereka bisa bulat atau persegi, atau tidak bulat atau tidak persegi. Variasinya tak terbatas. Beberapa berbentuk seperti pusaran air, seperti semburan api gunung berapi, seperti pepohonan atau bunga, seperti Istana atau seperti suatu mahluk hidup, seperti Buddha. Variasinya sebanyak partikel debu [..]"

    [Note: Verifikasi sutta-sutta termasuk sutra mahayana ini juga dilakukan di Konsili ke-3 (247 SM), penterjemahan pertama kedalam bahasa China dilakukan secara bertahap mulai di abad ke-2 Masehi]
Dahulu, dalam waktu yang sangat lama, manusia tidak dapat membayangkan luas alam-semesta baik dalam satuan waktu maupun ruang untuk dapat memahami asal dan luas alam-semesta. Pemikiran saat itu terbatas serta terikat ke pemahaman dunia semata. Didalam Bible misalnya, dipahami bahwa seluruh alam-semesta diciptakan dalam enam hari dan penciptaan itu terjadi barulah beberapa ribu tahun lalu.

Saat ini, para ahli astronomi menghitung bintang dalam satuan ribuan-milyar dan mengukur jarak alam semesta dalam satuan tahun cahaya; satu tahun cahaya adalah jarak yang dapat ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Manusia zaman dulu jelas tidak dapat membayangkan dimensi seperti itu. Sang Buddha memahami konsep dari alam semesta yang tak terbatas menyebut adanya:
    ..daerah gelap, hitam, kelam diantara sistim-sistim dunia, sedemikian rupa hingga cahaya matahari dan bulan sekalipun tak dapat mencapainya ......." [Majjhima Nikaya, III: 120].
[Kembali]


Buddha: Sejarah Manusia

Bagaimana dan kapan kehidupan bermula adalah misteri dan mungkin akan tetap demikian. Kebanyakan agama-agama menyatakan bahwa Tuhan mereka masing-masing yang menciptakan kehidupan. Namun pernyataan demikian belum tentu dapat menjawab bagaimana kehidupan dimulai, sebab bila Tuhan adalah makhluk-hidup, maka dengan demikian harus sejalan dengan pemahaman, bahwa ‘hidup berasal dari hidup’. Dan, dalam hal ini belum dapat diterangkan bagaimana kehidupan Tuhan (sebagai suatu pribadi) dimulai. Terpisah dari legenda-legenda, maka selama ini, ada dua teori ilmiah yang mencoba menerangkan bagaimana kehidupan bermula di dunia ini.

Pertama,
Hipotesa Haldane-Oparin, yang dinamai sesuai nama dua sarjana yang pertama yang mengemukakan bahwa bahan organik berasal dari bahan anorganik [John Reader. The Rise of Life. New York, 1986]. Menurut hipotesa mereka, pada zaman lampau, campuran dari gas anorganik yang sederhana larut dalam laut, lalu dengan energi matahari membentuk molekul prasejarah yang pertama; molekul ini kemudian merupakan prasyarat bermulanya kehidupan. Hipotesa ini adalah yang paling diterima dalam menerangkan asal kehidupan.

Kemudian,
baru–baru ini, Sir Fred Hoyle dan Professor Chandra Wickramasinghe menyajikan hipotesa yang sangat berbeda [Sir Fred Hoyle and Chandra Wickramasinghe. Lifecloud. New York, 1978]. Mereka mengatakan bahwa bentuk kehidupan yang sederhana ber-evolusi di angkasa luar lalu terbawa ke bumi oleh meteor-meteor dan ekor komet yang sedang melintas. Namun, cara bagaimanapun kehidupan dimulai, pada kenyataannya telah pernah ditemukan bukti-bukti berupa fosil berbentuk batang yang menyerupai ganggang dan bakteri primitif kita saat ini, yang telah ada sejak 2,7 milyar tahun lalu.

Hampir semua ahli sependapat bahwa bentuk kehidupan awal berkembang dipermukaan laut.

Sang Buddha memberi gambaran bagaimana kehidupan berawal dibumi, ketika alam-semesta mulai mengembang, alam yang telah ada barulah alam surga (alam-dewa). Beliau menjelaskan kepada seorang yang bernama Vasetha:
    Vasettha, terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan bilamana hal ini terjadi, umumnya mahluk-mahluk terlahir kembali di Abbassara (Alam Cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang lama sekali.

    Vasettha, terdapat juga suatu saat, cepat atau lambat, setelah selang suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini mulai terbentuk kembali.

    Dan ketika hal ini terjadi, mahluk ­mahluk yang mati di Abhassara (Alam Cahaya), biasanya terlahir kembali di sini sebagai manusia. Mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang lama sekali.

    Pada waktu itu semuanya terdiri dari air/cairan, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, bulan maupun pertengahan bulan belum ada, tahun-tahun maupun musim-musim belum ada; laki-laki maupun wanita belum ada. Mahluk­mahluk hanya dikenal sebagai mahluk-mahluk saja.

    Vasettha, cepat atau lambat setelah suatu masa yang lama sekali bagi mahluk-mahluk tersebut, tanah dengan sarinya muncul ke luar dari dalam air.

    Sama seperti bentuk-bentuk buih (busa) di permukaan nasi susu masak yang mendingin, demikianlah munculnya tanah itu. Tanah itu memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tanah itu.

    Kemudian, Vasettha, di antara mahluk mahluk yang memiliki pembawaan sifat serakah (lolajatiko) berkata: O apakah ini? dan mencicipi sari tanah itu dengan jarinya. Dengan mencicipinya, maka ia diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk dalam dirinya. Dan mahluk-mahluk lainnya mengikuti contoh perbuatannya, mencicipi sari tanah itu dengan jari jarinya. Dengan mencicipinya, maka mereka diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk ke dalam diri mereka. Maka mahluk-mahluk itu mulai makan sari tanah, memecahkan gumpalan-gumpalan sari tanah tersebut dengan tangan mereka.

    Dan dengan melakukan hal ini, cahaya tubuh mahluk-mahluk itu menjadi lenyap. Dengan lenyapnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak. Demikian pula dengan siang dan malam, bulan dan pertengahan bulan, musim-musim dan tahun-tahun pun terjadi. Demikianlah, Vasettha, sejauh itu dunia terbentuk kembali.

    Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati sari tanah, memakannya, hidup dengannya, dan berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.

    Berdasarkan atas takaran yang mereka makan itu, maka tubuh mereka menjadi padat, dan terwujudlah berbagai macam bentuk tubuh. Sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang indah dan sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang buruk. Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir : Kita lebih indah daripada mereka, mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahannya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka sari tanah itupun lenyap. Dengan lenyapnya sari tanah itu, mereka berkumpul bersama-sama dan meratapinya: "Sayang, lezatnya! Sayang lezatnya!" Demikian pula sekarang ini, apabila orang menikmati rasa enak, ia akan berkata: "Oh lezatnya! Oh lezatnya!; yang sesungguhnya apa yang mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan masa lampau, tanpa mereka mengetahui makna dari kata-kata itu.

    Kemudian, Vasettha, ketika sari tanah lenyap bagi mahluk mahluk itu, muncullah tumbuh-tumbuhan dari tanah (Bhumi­pappatiko). Cara tumbuhnya adalah seperti tumbuhnya cendawan. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa; lama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tumbuhan itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tumbuhan itu. Kemudian mahluk­mahluk itu mulai makan tumbuh-tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut.

    Mereka menikmati, mendapatkan makanan, hidup dengan tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka berkembang menjadi lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk.

    Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir: Kita lebih indah daripada mereka; mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahan dirinya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan yang muncul dari tanah itu pun lenyap. Selanjutnya tumbuhan menjalar (badalata) muncul dan cara tumbuhnya adalah seperti bambu. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa; sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tumbuhan itu; lama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tumbuhan itu.

    Kemudian, Vasettha, mahluk-mahluk itu mulai makan tumbuhan menjalar tersebut. Mereka menikmati, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan menjalar tersebut, dan hal itu berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.

    Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat; dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk. Dan karena keadaan ini; maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir : Kita lebih indah daripada mereka; mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahan dirinya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan menjalar itu pun lenyap. Dengan lenyapnya tumbuhan menjalar itu, mereka berkumpul bersama-sama meratapinya : "Kasihanilah kita, milik kita hilang! Demikian pula sekarang ini, bilamana orang-orang ditanya apa yang menyusahkannya, mereka menjawab : "Kasihanilah kita! Apa yang kita miliki telah hilang; yang sesungguhnya apa yang mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan pada masa lampau, tanpa mengetahui makna daripada kata-kata itu."

    Kemudian, Vasettha, ketika tumbuhan menjalar lenyap bagi mahluk-mahluk itu, muncullah tumbuhan padi (sali) yang masak dalam alam terbuka (akattha-pako), tanpa dedak dan sekam, harum, dengan bulir-bulir yang bersih. Bilamana pada sore hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan malam, maka keesokan paginya padi itu telah tumbuh den masak kembali. Bilamana pada pagi hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan siang; maka pada sore hari padi tersebut telah tumbuh dan masak kembali; demikian terus-menerus padi itu muncul.

    Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati padi (masak) dari alam terbuka, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan padi tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.

    Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas. Bagi wanita nampak jelas kewanitaannya (itthilinga) dan bagi laki-laki nampak jelas kelaki-lakiannya (purisalinga). Kemudian wanita sangat memperhatikan tentang keadaan laki-laki, dan laki-laki pun sangat memperhatikan tentang keadaan wanita. Karena mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain terlalu banyak, maka timbullah nafsu indria yang membakar tubuh mereka. Dan sebagai akibat adanya nafsu indria tersebut, mereka melakukan hubungan kelamin (methuna). [AGANNA SUTTA (27), DIGHA NIKAYANGUTTARA NIKAYA]
Kelahiran Kembali
Punabbhava berasal dari bahasa Pali yang terbentuk dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti lagi atau kembali, sedangkan ”bhava” berarti proses menjadi ada/eksis atau kelahiran. Jadi, secara harafiah, punabbhava berarti proses menjadi ada/eksis lagi atau kelahiran kembali atau tumimbal lahir.

Dalam proses kelahiran kembali tidak terjadi suatu perpindahan roh/jiwa/kesadaran ke dalam jasmani(rupa)yang baru. Kelahiran kembali adalah adanya proses berkesinambungan dari kesadaran (citta) pada kehidupan lampau dengan kesadaran (citta) kehidupan baru yang merupakan suatu aksi-reaksi. Oleh karena itu proses kelahiran kembali sangatlah berhubungan dengan proses kematian itu sendiri. Dan kedua proses yang berhubungan dengan batin ini sangatlah kompleks.

Sebagai contoh adalah sepeda, kendaraan beroda dua, Rodanya saja tidak dapat dikatakan sebagai sepeda, begitu pula stang, rem dan bahkan orang yang mengendarai. Untuk dikatakan sebagai seped, maka ia harus mempunyai stang, rem, ban, dll. Aksi perubahan dilakukan dengan tambahan mesin, maka ia bukan lagi sepeda, namun motor. Aksi perubahan bentuk apa pun bisa dilakukan misalnya kendaraan tersebut di modifikasi rodanya menjadi tiga, maka ia jadi Beca, dengan mesin maka jadilah ia bemo Dan jelas ia bukanlah lagi sebagai sepeda.

Guru Buddha menjelaskan dalam Satta Sutta; Radha Samyutta; Samyutta Nikaya 23.2 {S 3.189} bahwa makhluk hidup merupakan perpaduan dari lima kelompok (Panca Khandha), yang kelimanya dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama yaitu Rupa (jasmani/fisik/Materi) dan yang kedua adalah Nama(batin/pikiran). Baik fisik maupun batin ini tidak terlepas dari hukum perubahan, suatu saat muncul dan saat kemudian mengalami pemadaman/mati. Batin sendiri terdiri dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran. Unsur-unsur batin ini disebut dalam bahasa Pali sebagai citta. Citta juga sering disebut dengan kesadaran. Citta/kesadaran ini mengalami kemunculan, pemisahan dan pemadaman/mati.

Pada saat seseorang mengalami kematian, jasmani tidak lagi bisa berfungsi untuk mendukung citta/kesadaran. Citta/kesadarannya pun akan mengalami pemadaman/kematian dan secara otomatis ia meneruskan kesan apapun yang tertanam padanya kepada Citta/kesadaran penerusnya yang tidak lain merupakan Citta/kesadaran pada kehidupan yang baru. Penerusan Kesadaran (Patisandhi Vinnana) ini terjadi dengan adanya peran dari Kamma yang pernah dilakukan.

Ketika jasmani mengalami kematian, dalam pikiran orang yang sekarat muncul kesadaran yang bernama Kesadaran Ajal (Cuti Citta). Ketika Kesadaran Ajal mengalami pemadaman juga, maka orang tersebut dikatakan sudah meninggal. Tetapi pada saat yang bersamaan pula (tanpa selang/jeda waktu) Citta/kesadaran kehidupan baru muncul. Dan saat itulah seseorang telah dilahirkan kembali, sudah berada dalam kandungan dengan jasmani yang baru berupa janin. Keseluruhan proses ini terjadi dalam waktu yang singkat.

[note: Pertumbuhan janin mingguan lihat di sini, di sini atau di sini. Jantung mulai berdetak di minggu ke 6 [36-42 hari setelah menstruasi], Otak mulai terbentuk di minggu ke 7, dengan rate bertumbuhan cel otak adalah 100/menit]

Perumpamaan Lilin
Api pada lilin tidak akan hidup tanpa adanya unsur-unsur pendukung seperti batang lilin, sumbu, dan udara (oksigen). Api yang menyala tersebut ternyata merupakan api yang berbeda karena tiap saat disokong oleh bagian dari batang lilin, sumbu dan molekul-molekuk udara yang berbeda. Meskipun disokong oleh unsur-unsur yang berbeda, tetapi api tersebut tetap menyala tanpa perlu padam kemudian menyala lagi. Dengan kata lain adanya proses yang berkesinambungan.

Api disini tidak lain adalah kesadaran, batang lilin dan sumbu adalah jasmani, dan udara adalah kamma. Jasmani dan kamma adalah penyokong keberlangsungan kesadaran.

Sang Buddha juga menjelaskan bagaimana cara kelahiran mahluk hidup:
    ”Sariputta, ada empat cara kelahiran. Apakah empat cara kelahiran itu? Kelahiran melalui telur (andaja yoni), kandungan (jalabuja yoni), tempat lembab (samsedaja yoni) dan kelahiran secara spontan (opapatika).

    Apakah kelahiran melalui telur? Ada makhluk-makhluk yang lahir dengan memecahkan kulit telur; ini yang disebut kelahiran melalui telur.

    Apakah kelahiran melalui kandungan? Ada makhluk-makhluk yang lahir melalui kandungan; ini yang disebut kelahiran melalui kandungan.

    Apakah kelahiran pada tempat lembab? Ada makhluk-makhluk yang lahir dalam ikan yang membusuk, mayat yang membusuk, adonan yang membusuk, atau dalam jamban atau dalam saluran air kotor; ini yang disebut kelahiran pada tempat lembab.

    Apakah kelahiran secara spontan? Ada dewa-dewa dan penghuni-penghuni neraka dan makhluk manusia tertentu dan para penghuni tertentu dari alam yang tidak menyenangkan, yang lahir (muncul) secara spontan; ini yang disebut kelahiran secara spontan. Inilah empat cara kelahiran.” [Mahasihanda Sutta; Majjhima Nikaya 12]
Dalam Mahatanhasankhaya Sutta; Majjhima Nikaya 38, Guru Buddha menjelaskan tiga tiga kondisi terjadinya kelahiran tertentu:
    "Para bhikkhu, embrio (dalam kandungan) terjadi karena penggabungan tiga hal, yaitu: adanya pertemuan ayah dan ibu, tetapi ibu tidak ada makhluk yang siap terlahir (kembali), dalam hal ini tidak ada pembuahan dalam kandungan; ada pertemuan ayah dan ibu, ibu dalam keadaan masa subur, tetapi tidak ada makhluk yang siap untuk terlahir (kembali), dalam hal ini tidak ada pembuahan dalam kandungan; tetapi ada pertemuan ayah dan ibu, ibu dalam keadaan masa subur dan ada makhluk yang siap terlahir (kembali), maka terjadi pembuahan karena pertemuan tiga hal itu.”
[Kembali]


Buddha: Siklus Semesta
Hukum Sebab-Akibat merupakan inti ajaran Sang Buddha. Dengan memahami Hukum Sebab-Akibat, Sang Buddha mencapai Pencerahan. Beliau bersabda, 'Kebenaran yang sejati adalah Hukum Sebab Akibat. Tanpa mengerti pokok tersebut, maka seperti bola benang yang kusut, tidak mampu untuk menghentikan penderitaan dan kelahiran kembali.'

Terdapat dua Kebenaran yang harus disadari dalam Ajaran Sang Buddha yaitu Kebenaran Duniawi [Sammati-satya/Sammuti-sacca] dan Kebenaran Tertinggi/Akhir [Paramartha-satya/Paramattha-sacca]. Nagarjuna yang merupakan peletak dasar doktrin Sunyata dalam sekte Madhyamaka pada pertengahan abad kedua, mengatakan, "Ajaran Sang Buddha didasarkan atas dua Kebenaran, yaitu Kebenaran Duniawi (Sammuti-sacca/Sammati-satya) dan Kebenaran Tertinggi/Akhir (Paramattha-sacca/Paramartha-satya). Mereka yang tidak mengerti perbedaan antara dua Kebenaran ini tidak akan memahami arti yang mendalam dari Ajaran Sang Buddha."

Teori alam semesta ajaran Buddha bersandar pada samvatta-kappa, vivatta-kappa (Anguttara Nikaya, Agganna Sutta) dan paticca-samuppada (hukum sebab akibat). Vivatta-kappa dapat diartikan sebagai ekspansi (pengembangan) waktu dan samvatta- kappa dapat diartikan sebagai kontraksi (pengerutan) waktu. Perputaran waktu samvatta dan vivatta ini disebut kappa (kalpa dalam bahasa Sanskerta) yang secara kasar diartikan sebagai masa waktu yang tidak dapat diperkirakan atau masa waktu yang sangat lama. Siklus evolusi alam semesta terjadi dalam hitungan Maha kalpa dan di bagi kedalam 4 Proses:
  • Vivartakalpa, selama kalpa ini semesta dibentuk dan menjadi ada ditandai dengan adanya kematian di alam Abhasvara dan terlahir kembali di alam Brahma.
  • Vivartasthāyikalpa, selama masa kalpa ini, semesta berada pada kondisi stabil, di tandai dengan adanya kelahiran kembali di alam Neraka
  • Saṃvartakalpa, selama masa kalpa ini, semesta menuju pada proses kehancuran di tandai dengan adanya tidak adanya mahluk yang lahir kembali di alam neraka
  • Saṃvartasthāyikalpa, selama masa kalpa ini semesta berada pada keadaan tiada apapun, ditandai dengan tidak adanya lagi mahluk di alam brahma.
Vivartakalpa
Vivartakalpa dimulai dengan munculnya angin/badai kuno, kemudian membangun struktur semesta yang telah hancur pada akhir MahaKalpa yang terakhir. Mahluk dari Alam yang lebih tinggi lahir kembali di alam yang lebih rendah. Contohnya Mahabrahma lahir kembali dari alam deva Abhasvara, terus ada hingga kelahiran kembali di alam neraka. Di Kalpa ini mahluk-mahluk itu lahir kembali menjadi manusia-manusia, mereka tidak menyerupai manusia saat ini, mereka lebih bersinar dengan cahayanya sendiri, melayang tanpa alat bantu, hidup sangat panjang dan tidak membutuhkan penopang hidup (misalnya makan, baju, dll) mereka itu seperti tipe deva alam deva paling rendah.

Lama kelamaan, mereka mencicipi makanan, tubuhnya menjadi berat dan terbentuk, sinar mereka hilang, muncul perbedaan kendahan diantara mereka, usia hidup berkurang, alat kelamin muncul dan melakukan hubungan seksual, keserakahan, pencurian, kekerasan diantara mereka, membangun peradaban sosial dan pemerintahan, memilih pemimpin, yang dinamakan Mahasammata, ‘Yang mulia yang disepakati’. Beberapa mulai berburu dan makan daging hewan, yang juga sudah terlahir kembali di kalpa ini [Anggana Sutta, Digha Nikaya 27]

Vivartasthāyikalpa,

Antarakalpa Pertama

Vivartasthāyikalpa, dimulai ketika mahluk terlahir kembali di alam neraka. Umur manusia terus berkurang dari beberapa ribuan tahun menjadi 100 tahun. Di awal antarakalpa ini, manusia secara umum berbahagia, mereka hidup di bawah pemerintahan ‘raja putaran roda’ (cakravartin) [Mahāsudassana-sutta, Digha Nikaya17]. Raja cakravartin, Mahāsudassana (Sanskrit: Mahāsudarśana) hidup selama 336,000 tahun. Generasi berikutnya dari cakravartin, Daḷhanemi (Sanskrit: Dṛḍhanemi) dan 5 keturunannya hidup lebih dari 80,000 tahun. Turunan ke 7, memecahkan tradisi dengan turun tahta sebelum waktunya, menyerahkan tahta pada anaknya. kemudian menjadi śramaṇa. Akibatnya adalah kemiskinan meningkat, pencurian dimulai, ada institusi hukuma menjadi ada, pembunuhan dan kejahatan merajalela. [Cakkavatti-sīhanāda-sutta, Digha Nikaya.26]

Umur manusia menjadi semakin berkurang dari 80,000 menjadi 100 tahun. Setiap generasi banyak kejahatan meningkat dan kemerosotan moral, penipuan, pelecehan, aktivitas kotbah penyesatan, keserakahan, kebencian, berpandangan salah, kawin dengan saudara kandung dan kegiatan seksual abnormal lainnya, tidak menghormati orang tua dan tetua. Selama periode ini, Tiga dari empat Buddha di antarakalpa hidup: Krakucchanda Buddha (Pāli: Kakusandha), berumur hingga 40,000 tahun; Kanakamuni Buddha (Pāli: Konāgamana), berumur hingga 30,000 tahun; dan Kāśyapa Buddha (Pāli: Kassapa) berumur hingga 20,000 tahun [Mahāpadāna-sutta, Digha Nikaya.14].

Kita berada di akhir antarakalpa pertama, umur kehidupan kurang dari 100 tahun. Śākyamuni Buddha (Pāli: Sakyamuni), berumur hingga 80 tahun.

Sisa di antarakalpa ini diramalkan menyedihkan: Kejahatan dan kemerosotan moral akan mencapai puncak kerusakannya. umur hidup semakin berkurang tidak akan lebih dari 10 tahun, menikah pada umur 5 tahun; Makanan akan lebih buruk dan kurang lezat; Bentuk moralitas akan tidak dikenali. Orang yang keji dan tidak bermoral akan menjadi pemimpin. Perkawinan antar saudara kandung merajalela. Kebencian antar masyarakat, sesama anggota keluarga tumbuh hingga masing-masing orang saling ‘memangsa’.

Selekasnya perang besar terjadi, semakin beringas, kejam dan biadab. Yang kurang agresif akan bersembunyi di hutan dan beberapa tempat rahasia, Perang ini akan menjadi tanda akhir antarakalpa pertama.

Antarakalpa Kedua
Di akhir peperangan, yang selama keluar dari persembunyiannya dan menyesali perbuatannya, Mereka mulai berkelakuan baik, umur mereka meningkat, kesehatan dan kesejahteraan meningkat. Umur ras manusia juga meningkat. Hingga waktu yang kemudian, keturunan-keturunan mereka yang berumur rata-rata 10 tahunan akan menjadi 80.000 tahun, Saat itulah akan ada raja cakravartin bernama Saṅkha. Di jaman itu pula Bodhisatva yang saat ini ada di Surga Tuṣita terlahir kembali ke alam manusia, Ia bernama Ajita. Ia akan memasuki hidup sebagai seorang śramaṇa, kemudian mencapai penerangan sempurna dan dikenal sebagai Buddha Maitreya (Pāli: Metteyya).

Setelah jaman Maitreya, dunia menjadi buruk kembali dan umur hidup perlahan berkurang dari 80,000 menjadi 10 tahun, perubahan tiap antarakalpa ditandai dengan adanya Perang yang sangat merusak, puncak antarakalpa ditandai dengan Peradaban tinggi dan moralitas. Setelah antarakalpa yang ke 19, Umur kehidupan meningkat menjadi 80.000 tahun dan tidak menurun lagi, Vivartasthāyikalpa akan menuju masa akhirnya.

Saṃvartakalpa
The Saṃvartakalpa dimulai dengan berhentinya kelahiran kembali di alam neraka yang berlanjut juga dengan penghentian kelahiran kembali di alam-alam yang lebih tinggi, misalnya, Preta/peta/mahluk halus/Jin, tidak ada lagi yang dilahirkan, kemudian binatang, kemudian manusia dan seterusnya hingga alam Deva.

Ketika alam-alam hingga Brahmaloka tidak lagi berpenghuni, Terjadilah kebakaran/panas yang dahsyat menghabiskan seluruh struktur pisik alam mulai alam Brahma, namun tidak alam yang diatasnya, Ābhāsvara. Ketika hancur maka mulailah the Saṃvartasthāyikalpa.

Saṃvartasthāyikalpa
Tidak ada apapun di Saṃvartasthāyikalpa, kecuali alam Ābhāsvara worlds keatas. In berkahir ketika Angin purba mulai bertiup dan membangun struktur semesta kembali.
Kehancuran lainnya

Kehancuran akibat panas/api adalah bentuk normal yang terjadi di akhir Saṃvartakalpa. Namun setiap 8 mahākalpa, yaitu setelah 7 kehancuran oleh pembakaran/panas, terdapat kehancuran disebabkan oleh cairan/air. Ini bahkan lebih merusak lagi, bukan hanya menghancurkan alam-alam Brahma namun juga alam-alam Ābhāsvara.

Setiap 64 MahaKalpa, yaitu setelah 56 Kehancuran oleh panas/pembakaran dan 7 kehancuran akibat cairan/air, terdapat kehancuran akibat angin. Ini menghancurkan bukan saja alam-alam Abhasvara namun juga alam Śubhakṛtsna. Alam yang lebih tinggi lagi dari alam Śubhakṛtsna tidak pernah mengalami kehancuran.

Sang Buddha, juga disebut sebagai ‘Pengenal alam semesta (Lokavidu) [Majjhima Nikaya, I:337]

[Kembali]


Abrahamic: Umur Semesta

Penciptaan semesta dan segala isinya tercantum Alkitab [Kejadian 1:1-31] Yaitu dilakukan 6 hari. Pada tradisi Yahudi dimulai pada Malam hari dan berakhir di sore Harinya.(Kejadian 1:19, Ulangan 16:6). Pada tradisi Islam, hari dimulai saat Subuh [Pagi] hingga esok menjelang Pagi. (Al An’nam 6:96, Al Furqon 25:47)

Di Qur’an, masa penciptaan adalah 6 hari, rujukan penyetaraannya telah disebutkan di atas, yaitu setara dengan 6000 tahun. 
Di tafsir Ibn Kathir mengutip riwayatkan oleh Sa'd ibn Abu Waqqas; AbuSa'id al-Khudri di hadis Abu dawud 37.4336 dan 25.3658, disampaikan ½ hari = 500 tahun.  
Alkitab menyampaikan hal senada mengenai konversi perhitungan antara waktu Allah vs waktu Manusia: 
Mazmur 90:4, “..di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin..”; II Petrus 3:8,”..satu hari sama seperti seribu tahun..”. 

Jadi, penciptaan semesta selama 6 hari setara dengan 6000 tahun.

Kemudian,
kita juga dapat menghitung umur dari peradaban manusia mulai dari adam di bumi hingga saat ini:

  • Dari Adam s/d lahirnya Ibrahim/Abraham adalah sebanyak 19 turunan, [Berdasarkan kitab kejadian 5-16], jika di hitung berdasarkan penjumlahan usia mereka saat mempunyai anak berikutnya maka didapat hasil perhitungan kronologis 2006 tahun [Usia meninggal tidak dapat dijadikan patokan, walaupun Adam s/d turunan ke 7 rata-rata meninggal diatas 900 tahun, namun dari bukti Al kitab kita ketahui bahwa ternyata Adam masih hidup saat keturunan ke 7-nya lahir]
  • Dari mulai Ibrahim s/d Muhammad adalah 29 turunan di asumsikan masing-masing mempunyai keturunan di usia 41 tahun [di hitung berdasarkan rata-rata cucu Nuh mempunyai anak [Arpaksad] s/d Ibrahim], maka 28 keturunan berikutnya mempunyai total panjang waktu di bawah 1148 tahun
  • Muhammad lahir pada tahun 570 s/d tahun 2008 telah berjalan selama 1438 tahun

    Detail hitungan ini lihat di: G.I.G.O = Sampah Masuk Sampah Keluar [Banjir Nuh]
Maka umur peradaban manusia menurut agama Yahudi, Nasrani dan Islam baru berjalan 4592 tahun saja!

Dan umur alam semesta ini ternyata berusia kurang dari 10.592 tahun!

Di Abad ke 9, Abu Ma’shar al-Balkhi menyataan bahwa Banjir besar jaman Nuh terjadi di 17 February 3101 SM. Menurut Alkitab, Nuh adalah turunan adam yang ke 9 dan saat terjadinya banjir, usia Nuh adalah 600 tahun. Artinya Nuh lahir di tahun 3701M. Waktu dari mulai Adam s/d Nuh lahir adalah 1056 tahun [Lihat hitungan di sini]. Sehingga Adam lahir tahun 4757 SM Berdasarkan hal tersebut maka model perhitungan di mulai dari jaman Nuh hingga Adam didapat hasil Manusia pertama menurut ajaran abrahamic diciptakan oleh Allah pada tahun 4968 SM!

Dan semesta baru mulai diciptakan pada 10.968 SM!

Menurut The History of Al-Tabari: The Sasanids, the Lakhmids, and Yemen hal.412 s.d 416 (lihat juga Fatawa: 20907, sebagai pembanding):

  • Tabari: Turunnya Adam dari langit - Muhammad hijrah, yaitu menurut:

    • Kaum yahudi dengan kitab tauratnya (4642 tahun dan beberapa bulan) [hal.412] + 1386 tahun (tahun 2008 M - 622 M/hijrah) + 6000 = 12.028 tahun
    • Kaum kristen dengan kitabnya dalam bahasa latin/septuagint (5992 tahun dan beberapa bulan) [hal.412] + 1386 tahun (tahun 2008 M - 622 M/hijrah) + 6000 = 13.378 tahun
    • Zoroastrian Persia (4182 tahun, 10 bulan, 19 hari) [hal.412] + 1386 tahun (tahun 2008 M - 622 M/hijrah) + 6000 = 11.568 tahun

  • Tabari: Ulama-ulama islam: Adam - Nuh, Nuh - Ibrahim, Ibrahim - Musa, masing-masing 10 qarn (qarn adalah abad, 100 tahun) [hal.413].

    Ibrahim b sa'id a jawhari - Yahya b. Salih - Al Hasan b. Ayyub al hadrami - Abd Allah b. Busr: Nabi SAW bicara padaku: "Kamu akan hidup 1 abad (qarn)!" [hal.415].

    Sehingga pengertian Qarn = abad = 100 tahun. Sejak Adam - Musa: 3000 tahun

    Ibn Bashshar - Abu Dawud - Hammam b. Qatadah - Ikrimah - Ibn Abbas: Adam - Nuh (10 abad).[Hal.413]

    Harith b. Muhammad - Muhammad b. Sa'd - Muhammad b umar b waqid al aslami dari beberapa ulama mengatakan: Adam - Nuh (10 abad). Nuh - Ibrahim (10 Abad). Ibrahim - Musa (10 abad).[hal.413]

    Jadi Adam - Musa: 3000 tahun.

  • Abd Al Rahman b Mahdi - Abu Awanah - Asim Al Ahwal - Abu Uthman - Salman: Interval (Al fatrah): Muhammad - Isa/Yesus (600 tahun).[hal 413].

    Fudayl b. abd al wahhab - Ja'far b. sulayman - Awf: Isa/Yesus - Musa (600 tahun) [hal.413].

    Jadi total dari Muhammad - Musa: 1200 tahun (dari perawi yang berbeda) + 1438 (Tahun 2008 - 570 M/lahir) + 3000 tahun (di atas) + 6000 tahun = 11.638 tahun

  • Al harith - Muhammad b. Sa'd - Hisham - His father - Abu Salih - Ibn Abbas: Musa - Isa (1900 tahun), ada ribuan nabi tanpa interval diantara mereka. Isa - Muhammad (569 tahun) [hal.414]

    Jadi total dari Musa - Muhammad: 2469 tahun + 1438 (Tahun 2008 - 570 M/lahir) + 3000 tahun (di atas) + 6000 tahun = 12.907 tahun

  • Wahb b. Munabbih - Abu Salih - Ibn Abbas: Hingga sampai hidupnya sekarang telah berlalu 5600 tahun, keseluruhan umur dunia adalah 6000 tahun. Wahb b. Munabih wafat 114 H (732 M) sisanya tinggal 215 tahun (dari Wahb wafat s.d Tabari menulis ini) [hal.415-416]

  • Tabari: beberapa otoritas menyatakan sejak Adam diturunkan dari langit - Masa Muhammad adalah 6113 tahun, yaitu:

    Adam - Banjir Nuh (2256 tahun). Banjir Nuh - lahirnya Ibrahim (1079 tahun). Lahirnya Ibrahim - Musa exodus dengan bani Israel (565 tahun). Musa exodus dengan Bani Israel - Pembangunan Bayt Al Maqdis yaitu 4 tahun sejak Sulaiman naik tahta menggantikan Daud (636 tahun). Dari Bayt Al Maqdis - Naik tahtanya Iskandar Zulkarnaen/Dhu Qarnayn (717 tahun). Iskandar Zulkarnaen - lahirnya Isa/Yesus (369 tahun). Lahirnya Isa/Yesus - Muhammad menjadi Nabi (551 tahun). Muhammad menjadi Nabi - Hijrah (13 tahun).[Hal.416].

    Rincian hitungan ini jika di jumlah = 6186 tahun (tidak sama dengan 6113 tahun) + 1386 tahun (tahun 2008 M - 622 M/hirah) + 6000 = 13.572 tahun.

  • Hisham b Muhammad Al Kalbi - Ayahnya - Abu Salih Ibn Abas: Adam - Nuh (2200 years). Nuh - Ibrahim (1143 tahun). Ibrahim - Musa (575 tahun), Musa - Daud/david (179 tahun), Daud/David - Isa/Yesus (1053 tahun), Isa - Muhammad (600 tahun).[hal. 416].

    Jadi dari Adam - Muhammad total: 5750 + 1438 (Tahun 2008 - 570 M/lahir) + 6000 = 13.188 tahun
Berdasarkan seluruh versi di atas, maka umur semesta, kurang dari 14000 tahun.

Kemudian,
berdasarkan [Kejadian 4:1-2] juga riwayat Ibn Abbas, Tafsir Qur’an Al Maidah 5:27, [Tafsir Ibn “Uyainah, Ibn Abi Hatim, Ibnu Hibban, Ibnu “Athiyah, Al-Samarkandi, Abi Ishaq, At-Thabari, Abi Syaibah, Al Baghawai, Abil-Fidak, Al-Razi dan banyak lainnya], mengindikasikan bahwa Adam dan Kain adalah seorang Petani. Kain kemudian di usir ke tanah Nod dan menikahi seorang Wanita dan mendirikan kota [kejadian  4:16-17].

Dari sini kita ketahui, kehidupan pertanian saat itu telah cukup mapan dapat menghidupi sejumlah manusia. Kondisi ini mengindikasikan "penciptaan" Adam terjadi jauh setelah jaman neolithikum.

[Kembali]



Abrahamic: Kiamat/Akhir Semesta

Ajaran Abrahamic menegaskan bahwa akan ada batas akhir yang dinamakan hari kiamat, ciri-ciri nya dinyatakan di Alkitab dan Al Qur’an.

Menurut Tradisi Nasrani:

    ''..matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak lagi bercahaya. Bintang-bintang akan jatuh dari langit, kuasa-kuasa langit akan goncang, dan para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Matius 24:29, Markus 13:24-25]

    ''..pada matahari, bulan, dan bintang-bintang akan kelihatan tanda-tanda. Di bumi, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Manusia akan takut setengah mati menghadapi apa yang akan terjadi di seluruh dunia ini, sebab para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Lukas:21:25-26]
Mempelajari dengan seksama kutipan di atas, yang merupakan isi dari Matius 24, Markus 13, Lukas 21, maka saya berada pada satu kesimpulan yaitu ini bukan nubuatan mengenai kiamat namun kisah kehancuran di Yerusalem dijaman kaisar nero [sekitar tahun 70 M], yang menurut alkitab adalah pemburuan Yahudi-Nasrani, rasul-rasul Yesus diadili oleh kaisar Nero. Hal ini, ditandai dengan kata yang mendahului kalimat2 alkitab diatas terutama di Lukas 21:20: ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat” kemudian di tiga injil ada perintah waspada akan ada orang yang menyesatkan, mengaku mesias, saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, adanya pembinasa keji dan di menjelang akhir pasal itu terdapat kalimat dengan arti sama di tiga Injil yaitu ‘Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi” [lukas 21:24; Markus13:30; Matius 24:34]

Perhatikan dua Ayat yang saling menerangkan dan melengkapi dibawah ini [yang dalam kurung adalah kamus kode leksikon]:

    Matius 24:36 [yang dalam kurung adalah kamus kode leksikon]

    But [1161] of [4012] that [1565] day [2250] and [2532] hour [5610] knoweth [1492] (5758) no [3762] {man}, no, not [3761] the angels [32] of heaven [3772], but [1508] my [3450] Father [3962] only [3441].
    Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, Tidak malaikat-malaikat di sorga, Melainkan hanya Bapa-Ku sendiri."

    Markus 13:32
    But [1161] of [4012] that [1565] day [2250] and [2532] {that} hour [5610] knoweth [1492] (5758) no man [3762], no, not [3761] the angels [32] which [3588] are in [1722] heaven [3772], neither [3761] the Son [5207], but [1508] the Father [3962].
    Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
Dua ayat diatas memberikan petunjuk sangat kuat pada kita bahwa jangankan mengetahui waktu kiamat, bahkan untuk peristiwa yang lebih dekat saja, yaitu kehancuran Yerusalem, Yesus-Pun tidak mengetahuinya

Sehingga nubuatan [ramalan] mengenai kiamat hanyalah ada di kitab wahyu, yaitu kitab yang konon ditulis murid Yesus, Yohanes sebagai kesaksiannya sendiri [Wahyu 1:9] ketika di buang di Pulau Patmos [80 km sebelah barat daya Efesus]:

    ..gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi.. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya...[Wahyu 6:12-14]
Isaac Newton, bapak ilmu fisika dan astronomi modern, mendasarkan ramalannya soal hari kiamat dari teks Alkitab, tepatnya ayat-ayat Daniel. Ia berargumen bahwa dunia akan berakhir 1.260 tahun setelah berdirinya Kekaisaran Suci Roma di Eropa Barat pada 800 M, yaitu dunia akan berakhir pada 2060.(sumber: Antara)

[Bahkan orang sepintar itu saja bisa saja keliru, bukan?!]

Menurut Tradisi Islam :
Ciri-ciri kiamat menurut Al Quran adalah sebagai berikut:

    Bulan, matahari, bintang-bintang semua itu akan hancur dan sinarnya menjadi pudar lalu padam. Segala gerak, tatanan dan aturannya menjadi hancur. Matahari bertabrakan dengan bulan. Adapun langit yang kita lihat akan bergoncang, terbelah dan hancur. Gugusan langit akan luluh bagaikan barang-barang tambang yang diluluhkan dan mencair. Alam ini dipenuhi dengan asap tebal dan awan gelap.[Al-Qiyamah: 8-9, Al-Takwir: 1-2, Al-Infithar: 2, Ath-Thur: 1, Al-Haqqah: 16, Ar-Rahman: 37, Al-Mursalat: 9, An-Naba’: 19, Al-Anbiya’: 104, Al-Furqan: 25, Ad-Dukhan: 10]
Hadis sahih Muslim yang mendukung kejadian tersebut, diriwayatkan Al-Miqdad bin al-Aswad,:
    "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, " Di hari kiamat nanti matahari akan mendekati manusia, sehingga jaraknya hanya satu mil. Manusia akan berada dalam keringatnya masing-masing sesuai dengan amal perbuatanya. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai setengah badan dan ada yang tenggelam sampai mulutnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberi isyarat dengan tangannya ditunjukan ke mulutnya" [Sahih Muslim 040.6852; Sahih Bukhari 2.24.553, diriwayatkan oleh Abdullah bin 'Umar]
Di dekat hari kiamat, matahari mendekati manusia? Ini adalah bukti bahwa Islam mendukung Geosentris bukan Heliosentris.

Matahari dengan jarak 1 Mil?

bahkan dengan jarak sedekat jarak bumi-bulan [rata2 jaraknya 238.857 mil atau 384.403 Km] maka dapat dipastikan tidak ada lagi kehidupan di muka bumi dan tentunya tidak mungkin jika manusia bisa hidup dan cuma berkeringat saja, toh!

Di nyatakan pula bahwa matahari akan terbit dari barat sebagai salah satu dari 10 tanda-tanda kiamat [Hadis Muslim 041.6931, diriwayatakan Hudhaifa b. Usaid Ghifari; Sahih Muslim 041.7025, diriwayatkan oleh Abdullah b. 'Amr], Juga di Sahih Bukhari:

    Diriwayatkan Abu Huraira,
    Nabi berkata, "Waktu tidak akan ditetapkan hingga matahari terbit dari barat, Orang-orang akan melihat itu dan semua akan percaya. Namun itu adalah saat ketika 'tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu' (AQ 6.158) [Sahih Bukhari 8.76.513]

    Diriwayatkan Abu Dharr,
    Ketika Matahari hendak terbenan, Aku memasuki mesjid dan Nabi duduk disana. nabi berkata, "O Abu Dharr! Tahukah engkau kemana matahari ini pergi?" Ia berkata, "Allah dan nabinya tahu yang terbaik" Nabi berkata,"Ia pergi dan minta ijin bersujud dan diijinkan dan [suatu hari] ia diperintahkan kembali ketempat ia datang, dan ia akan terbit dari barat" Kemudian Nabi mengutip ayat, "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"(AQ 36.38), sebagaimana disampaikan oleh 'Abdullah [Sahih Bukhari 9.93.520]

KAPAN TERJADINYA KIAMAT?

Umur Bumi ini dan sisanya hingga kiamat adalah:Riwayat Ibn Abiyy - Abu Ishak - Ibrahim b. Abdullah Nabt - Anas ibn Malik - Muhammad SAW: Panjang umur Bumi ini adalah 7 hari di hari-hari kehidupan setelah kematian. Allah berkata "sehari di sisi Allahmu adalah setara dengan 1000 tahun dalam perhitunganmu" [Suyuti sehubungan dengan hadis-hadis sahih tentang umur bumi tersisa 7000 tahun]. Kemudian di Tabari Hal. 172 - 175:
  • 7000 tahun. Riwayat Ibn Humayd - Yahya bin Wadih - Yahya bin Ya'qub - Hammad - Sa'id bin Jubair - Ibn Abbas: Dunia ini adalah satu diantara minggu-minggu di alam lain - 7000 tahun. Telah berlalu 6200 tahun. Akan dialami ratusan tahun. Selama waktu itu akan terjadi tidak ada seorang beriman pada ke-tahuid-an Allah.
  • 6000 tahun. Riwayat Abu Hisham - Mu'awiyah bin Hisham - Sufyan - al A'Mash - Abu Salih - Ka'b: Umur bumi 6000 tahun. Riwayat Muhammad bin Sahl bin Askar - Ismail bin Abd al karim - 'Abd al samad bin Maqil - Wahb: Telah berlalu 5600 tahun..Aku tanya Wahb bin Munabih seberapa lama bumi ini. Ia jawab: 6000 tahun
  • Sisa waktu seperti jarak antara shalat Ashar - Magrib: Hadis Nabi yang di riwayatkan Muhammad bin Bashshar dan Ali bin Sahl - Mu'ammal - Sufyan - Abdallah bin Dinar - Ibn Umar: Nabi berkata: Perbandingan waktu antara mereka yang sebelum kalian, waktu kalian adalah seperti jarak shalat Ashar - Magrib.

    Riwayat Ibn Humayd - Salamah - Muhammad bin Ishaq - Ibn Umar: Nabi berkata: Sebagai pembandingan waktu bangsa-bangsa yang telah berlalu. Waktu kalian seperti Ashar - magrib.

    Riwayat Al Hasan bin Arafah - Abu Al Yaqzan Ammar bin Muhammad (Anak dari adik perempuan Sufyan al Thawri) - Layth bin Abi Sulaym - Mughira bin Hakim - Abdullah bin Umar: Nabi berkata: Hanya sebanyak ini waktu bumi tersisa untuk umatku yaitu matahari ketika shalat Ashar telah dilakukan.

    Riwayat Muhammad bin Awf -  Abu Nu'aym - Sharik - Salamah bin Kuhayl - Mujahid - Ibn Umar: Kami duduk bersama Nabi ketika matahari telah melewati Qu'ayqi'aan (nama gunung, 12 mil/24 km, selatan Mekkah, tapi di web ini: di barat) di setelah shalat Ashar. Ia berkata: Sebagai pembanding kehidupan-kehidupan mereka yang telah berlalu. Kehidupan kalian adalah seperti apa yang tersisa di hari ini dibandingkan yang telah berlalu. 
Sekarang,
mari kita lihat timeline kapan tepatnya kiamat, yaitu sejak Muhammad, sang pembaharu ajaran Allah mulai diutus hingga wafatnya:


Mulai diutus - Hijrah

Mereka menanyakan kepadamu tentang: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. [AQ 7.187, Al Makiyya, turun urutan ke-39. Juga di surat Al makiyya lainnya: AQ 20.15, urutan ke-36. AQ 41.47, urutan ke-61. AQ.53.57-58, turun urutan ke-23. AQ 31.34, urutan ke-57. AQ 67.25-27, turun urutan ke-77. AQ 79.42-46, urutan ke-81].

Hadis-hadis di bawah ini adalah posisi di saat/setelah turunnya AQ 31.34:

    Riwayat ..Abu Zur'ah - Abu Hurairah/Abu Dzar: "..Ketika kami tengah duduk, sedang Rasulullah SAW berada di tempat duduk beliau, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki...dia berkata; "..Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku kapankah Hari Kiamat tiba?"

    Beliau menundukan kepada dan tidak menjawab sedikitpun, kemudian orang tersebut mengulang pertanyaan dan beliau tidak menjawab sedikitpun. Lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda: "Orang yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya."

    Akan tetapi ia memiliki tanda-tanda yang dengannya Hari Kiamat tersebut diketahui. Yaitu..Itulah 5 tanda yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Sesungguhnya Allah memiliki ilmu mengenai Hari Kiamat hingga firman Allah: Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang mengutus Muhammad dengan kebenaran sebagai pemberi petunjuk dan kabar gembira, tidaklah aku lebih mengetahui dari salah seorang dari kalian. Sesungguhnya ia adalah Jibril yang turun dalam bentuk Dihyah Al Kalbi."

    [Nasai no. 4905. Juga di Bukhari no. 48, 4404. Muslim no.10, 11. Ibn Majjah. no.63, 4034. Ahmad no. 9137. Dari jalur perawi Abdullah bin Buraidah - Yahya bin Ya'mar - Ibn Umar/Umar - Nabi SAW dengan sanad yang kurang lebih sama di sampaikan di Muslim no.9. Dawud no.4075. Tirmidhi no.2535. Nasai no.4904. Ibn Majjah no.62. Ahmad no.352. Kemudian, Lamanya Umar diberitahukan bahwa yang datang itu adalah Jibril adalah Setelah 3 hari kemudian ada di: Ahmad no.346, 179. Ibn Majjah no. 62, Nasai no. 4904 dan Abu Dawud no.4075].
Selain 5 tanda kiamat di atas, juga terdapat bentukan variasi lain tanda-tanda kiamat yang disampaikan, di antaranya adalah:

  • 10 tanda kiamat: Riwayat Bundar - Abdurrahman bin Mahdi - Sufyan - Furat Al Qazzar - Abu Ath Thufail - Hudzaifah bin Usaid: Rasulullah SAW bersabda:

    "Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat 10 tanda-tanda; terbitnya matahari dari barat, ya'juj dan ma'juj (hancurnya tembok pembantas), binatang (Jasassah), tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah arab, api muncul dari bawah 'Aden.."

    Riwayat Mahmud bin Ghailan - Waki' - Sufyan - Furat menambahkan dalam riwayatnya: Asap. Riwayat Hannad - Abu Al Ahwash - Furat Al Qaffaz, seperti hadits Waki' - Sufyan.

    Riwayat Mahmud bin Ghailan - Abu Dawud Ath Thayalisi - Syu'bah dan Al Mas'udi - Furat Al Qazzaz seperti hadits Abdurrahman - Sufyan - Furat dan menambahkan dalam riwayatnya: Dajjal atau asap.

    Riwayat Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna - Abu An Nu'man Al Hakam bin Abdullah Al 'Ijlani - Syu'bah - Furat seperti hadits Abu Dawud - Syu'bah dan menambahkan: Rasulullah SAW bersabda: "Dan yang ke-10 mungkin angin melemparkan mereka ke laut atau turunnya Isa bin Maryam. Berkata Abu Isa: dalam hal ini ada hadits serupa dari 'Ali, Abu Hurairah, Ummu Salamah, Shafiyyah binti Huyay dan hadits ini hasan shahih.

    [Tirmidhi no.2109. Hadis lainnya tidak menggunakan kata gerhana namun: longsor (Muslim no. 5162, 5163), gempa bumi (Abu Dawud no. 3757), berkobarnya api (Ahmad no.15555) dan kerusakan (Ahmad no.15557, 15558)] ATAU

  • Penggolongan tanda-tanda kiamat versi lain: Riwayat Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Hari kiamat tidak akan terjadi hingga: 2 kelompok besar saling berbunuhan besar-besaran padahal ajakan keduanya satu; muncul para pendusta yang kurang lebihnya 30, kesemuanya mengaku ia utusan Allah; hingga ilmu diangkat; banyak keguncangan; zaman terasa singkat; fitnah muncul dimana-mana; dan banyak alharaj, yaitu pembunuhan; hingga ditengah-tengah kalian harta melimpah ruah dan berlebihan, sehingga pemilik harta mencari-cari orang yang mau menerima sedekahnya, sampai ia menawar-nawarkan sedekahnya, namun orang yang ditawari mengelak seraya mengatakan ' Aku tak butuh sedekahmu', sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan; sehingga seseorang melewati kuburan seseorang dan mengatakan; 'Aduhai sekiranya aku menggantikannya'; hingga matahari terbit dari sebelah barat, padahal jika matahari telah terbit dari sebelah barat dan manusia melihatnya, mereka semua beriman, pada saat itulah sebagaimana ayat; 'Ketika itu tidak bermanfaat lagi bagi seseorang keimanannya, yang ia belum beriman sebelumnya atau belum mengerjakan kebaikan dengan keimanannya." (AQ 6.158); ketika dua orang telah menyerahkan kedua bajunya tetapi keduanya tidak jadi melakukan jual beli, keduanya tidak jadi melipatnya; dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah pulang membawa susu sapinya tetapi tidak jadi ia meminumnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang memperbaiki kolam (tempat minum) nya tetapi dia tak jadi meminumnya, dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah mengangkat suapannya tetapi dia tidak jadi menyantapnya." [Bukhari no.6588] ATAU

  • Mencemburui kuburan: Riwayat Abu Hurairah - Nabi SAW: "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga seseorang melewati kuburan seseorang, lantas mengatakan; 'duhai sekiranya aku menggantikan dia.'" [Bukhari no.6582. Muslim no.5175 . Ahmad no.6929, 10446. Malik no.508] ATAU

  • Binatang dan benda-benda berbicara: Riwayat Abu Sa'id Al Khudri - Rasulullah SAW bersabda: "Kiamat belum akan terjadi sehingga binatang buas dapat berbicara kepada manusia, pecut serta tali sandal seseorang dapat berbicara kepada pemiliknya, dan pahanya dapat memberitahukannya apa yang telah diperbuat istrinya ketika ia tidak ada di rumah." [Ahmad no.11365, 11413] ATAU

  • Api Keluar dari Hejaz: Riwayat Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Hari kiamat tidak akan tiba hingga api keluar dari tanah Hejaz yang bisa menyinari tengkuk unta di Bushra." [Bukhari no.6585. Muslim no.5164] ATAU

  • Wanita berjoget: Riwayat Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Hari kiamat tidak akan tiba sehingga pantat-pantat wanita daus berjoget pada Dzul khulashah, dan Dzul khulashah ialah thaghut suku Daus yang mereka sembah di masa jahiliyah." [Bukhari no.6583. Muslim no.5173. Ahmad no.7352] ATAU

  • Kabilah Qahthan: Riwayat Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Hari kiamat tidak akan tiba hingga seseorang dari kabilah Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya." [Bukhari no.6584, 3256. Muslim no.5182. Ahmad no.9037] ATAU

  • Bermegah-megahan Membangun Mesjid: Riwayat Anas bin Malik - Nabi SAW: "Tidak akan tiba Hari Kiamat sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun Masjid." [Abu Dawud no.379, Ahmad no. 10348 (manusia saling berlomba mendirikan bangunan). Ahmad no.11931, 12016, 12079, 12925, 13509. Darimi no.1372. Nasai no.682] ATAU

  • Tidak ada yang menyebut Allah, Allah: Riwayat Anas bin Malik - Rasulullah SAW: "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga di muka bumi tidak ada yang menyebut; 'Allah, Allah." [Muslim no.211, 212. Bukhari no. 2709. Tirmidhi no. 2133. Ahmad no.11601, 12199, 12609, 13232, 13331] ATAU

  • Memerangi Yahudi: Riwayat Abu Hurairah - Nabi SAW: "kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian akan memerangi orang-orang Yahudi, sehingga ada seorang Yahudi yang lari dan bersembunyi di balik batu, lalu batu tersebut berkata; 'Wahai hamba Allah, wahai muslim, ini ada Yahudi di belakangku.' kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian memerangi kaum yang sandal mereka dari bulu." [Musim no. 5203. Ahmad no. 9029. Ahmad no.8807 (Sanadnya seperti di atas, namun didahului kalimat: kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari arah terbenamnya, maka manusia akan beriman semuanya pada hari yang "tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.")] ATAU

  • Memerangi Turki: Riwayat Abu Hurairah - Nabi SAW: "Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga kalian memerangi bangsa Turki yang bermata kecil, wajah kemerahan dan hidungnya pesek. Wajah mereka seakan seperti perisai yang menutupi kulit. Dan tidak akan terjadi hari qiyamat hingga kalian memerangi kaum yang bersandal bulu" [Bukhari no.2711, 2712, 3322. Muslim no.5184-5187. Tirmidhi no.2131. Ibn Majjah no. 4086-4089, Abu Dawud no.3749, Ahmad no.7351, 7892, 6965, 9994, 10440, 10441, 10831] ATAU

  • Banjir ajaib: Riwayat Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Kiamat tidak akan terjadi sampai manusia di hujani oleh air hujan yang tidak akan merendam rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat dan tidak akan merendam kecuali rumah-rumah yang terbuat dari serabut." [Ahmad no.7248] ATAU

  • Hujan setahun, tak menumbuhkan: Riwayat Anas - Rasulullah SAW: : "Tidak akan datang hari kiamat hingga manusia mendapatkan hujan selama setahun, namun bumi tidak menumbuhkan sesuatu pun." [Ahmad no.11979] ATAU

  • Orang hina bahagia: Riwayat Hudzaifah bin Al Yaman - Nabi SAW: "Kiamat tidak akan terjadi hingga orang yang paling bahagia didunia adalah orang hina putra orang hina." [Tirmidhi no. 2135, Ahmad no.22214] ATAU

  • Jumlah Wanita jauh melebihi Pria: Riwayat Anas bin Malik - Rasulullah SAW: "Tidak akan datang hari kiamat hingga pada setiap 50 wanita terdapat 1 orang laki-laki, wanita akan semakin banyak dan laki-laki akan semakin sedikit." [Ahmad no.11764] ATAU

  • Kecuali atas manusia-manusia Buruk: Riwayat Abdullah - nabi SAW: "Kiamat tidak terjadi kecuali atas manusia-manusia buruk." [Muslim no.5243. Ahmad no.15491 (Riwayat Ilba' As-Sulamy - Rasulullah SAW: ""...kecuali menimpa manusia-manusia yang buruk"). Ahmad no. 3548 (Riwayat Abdullah bin Mas'ud - Nabi SAW: "..kecuali atas sejahat-jahat manusia.". Ahmad no. 3930], dan MASIH BANYAK LAGI VARIASINYA
Melihat berubah-ubahnya tanda-tanda kiamat yang diucapkan oleh seorang nabi, utusan kesayangan Allah ini, maka sangatlah wajar jika seseorang menjadi bertanya-tanya: Apakah Muhammad ini memahami apa yang dibicarakannya?

Mengapa?

Karena Quran juga menyampaikan bahwa diantara nabi yang mengetahui tentang kiamat adalah Isa, "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku" [AQ 43.61, Al Makiyya, turun urutan ke-63] dan tentu saja juga Allah [AQ 43.85, Al Makiyya, turun urutan ke-63]. Yang mengutus Jibril dengan perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan tentang hari pertemuan [AQ 40.15, Al Makiyya, turun urutan ke-60].

Telah dekat datangnya hari kiamat dan tandanya telah terjadi [Al Qamar 54.1-2] (Al makiyya, turun urutan ke-37, yaitu tahun ke-5 setelah Muhammad diutus menjadi pembaharu ajaran Allah, menjadi Nabi):

    Riwayat Ali bin Hujr - Ali bin Mushir - Al A'masy - Ibrahim - Abu Ma'mar - Ibnu Mas'ud:
    ketika kami bersama Rasulullah SAW di Mina, kemudian bulan terbelah menjadi dua belah, sebelah dari balik gunung dan sebelah di depan gunung. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada kami; saksikanlah! yaitu telah dekat datangnya hari kiamat dan telah terbelah bulan. (AQ 54.1), Abu Isa: hadits ini adalah hasan shahih. [Tirmidhi 1.44.3286/no.3207. Ahmad no. 12227 (Riwayat Abdurrazaq - Ma'mar - Qatadah - Anas bin malik). Di Tirmidhi 1.44.3285/no. 3208 (Riwayat Abdu bin Humaid - Abdur Razzaq - Ma'mar - Qatadah - Anas bin Malik), sebagai telah dekat datangnya hari kiamat, muhammad memperlihatkan terbelahnya bulan sebanyak: 2x. (terbelahnya bulan sebanyak 2x, disampaikan juga di: Muslim 39.6728/no.5013, Ahmad no.12678, 12825)]
Setelah Hijrah Ke Medina
Hadis di bawah ini menginformasikan telah terjadi transfer pengetahuan tentang kiamat, misalnya dari riwayat Anas bin Malik dan juga Abdullah bin Salam menantikan Muhammad di hari hijrahnya Muhammad ke Medina dan kemudian Ia bertanya, "Sesungguhnya saya akan bertanya kepada tuan tentang tiga hal, yang tidak akan ada yang mengetahui jawabannya kecuali seorang Nabi. 1. Apa tanda-tanda pertama hari kiamat, 2. Makanan apa yang pertama-tama dimakan oleh ahli syurga, dan 3. Mengapa si anak menyerupai bapaknya atau kadang-kadang menyerupai ibunya?" Jawab Nabi SAW: "Baru saja Jibril memberitahukan hal ini padaku" Kata Abdullah bin Salam: "Jibril?" Jawab Rasulullah SAW: "Ya." Kata Abdullah bin Salam: "Dia itu termasuk malaikat yang termasuk musuh kaum Yahudi." Lalu Nabi membacakan ayat ini (S. 2: 97) sebagai teguran kepada orang-orang yang memusuhi malaikat pesuruh Allah. [Bukhari 4.55.546; 5.58.275; 6.60.7 dan Muslim 3.614]

Setelah ini, terjadi peningkatan pengetahuan Muhammad. Pengetahuan Muhammad, bukan cuma tanda-tandanya saja bahkan ia pun telah diberitahukan Allah SWT bahwa waktunya pun sudah sangat dekat sekali,

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah." Dan tahukah kamu, boleh jadi (la'alla) hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. [AQ 33.63]

    Maududi: Di surah ini terdapat 3 event penting yaitu: perang parit, Penyerbuan Bani Quraiza dan Muhammad mengawini Zaynab bint Jash, yang terjadi di Dhul Qaidha 5 AH
Terdapat beberapa hadis yang memberikan kejelasan bahwa kiamat itu memang sudah dekat karena telah Dajal telah muncul dan adanya perang dua kelompok dalam Islam:

    Riwayat Al Hakam bin Nafi' - Syu'aib - Az Zuhriy - Abu Salamah - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga ada dua kelompok yang saling berperang, yang keduanya mengaku satu agama (Islam)".

    Riwayat Abdullah bin Muhammad - 'Abdur Razzaq - Ma'mar - Hammam - Abu Hurairah - Nabi SAW: "Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga ada dua kelompok yang saling berperang, ketika itu para korban yang terbunuh sangat banyak padahal keduanya mengaku satu agama dan tidak akan terjadi hari qiyamat hingga timbul para dajjal pendusta yang jumlahnya hampir mendekati 30 orang semuanya mengaku dirinya Rasul Allah". [Bukhari no.3340, juga di Bukhari no.6423, Muslim no.5142 dan Ahmad no.10444: tanpa menyebutkan adanya Dajjal].
Peperangan dua kelompok sesama Islam terjadi di setelah wafatnya Muhammad.

Mengenai Dajjal,
2 diantaranya disebutkan berada di jaman Muhammad, yaitu: Al Masih Dajjal dan Ibn Shayyad Dajjal (saat di temui Muhammad ia belum baligh):

    Dajjal Ibn Shayyad:

    • Riwayat Hammad bin Humaid - 'Ubaidullah bin Mu'adz - Ayahku - Syu'bah - Sa'd bin Ibrahim - Muhammad bin Al Munkadir: 'Pernah aku melihat Jabir bin Abdullah bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Shayyad adalah dajjal. Maka saya katakan, 'Engkau bersumpah atas nama Allah? ' ia jawab, 'Saya mendengar Umar bersumpah atas yang demikian disisi Nabi SAW dan beliau SAW tidak memungkirinya.' [Bukhari no.6808. Muslim no.5214 Di Ahmad no.22680 disebutkan mata anak kecil itu (Ibn Shayyad) buta sebelah)

    • Riwayat Sufyan bin Waki' - 'Abdul A'la - Al Jurairi - Abu Nadlrah - Abu Sa'id: Rasulullah SAW bertemu dengan Ibnu Sha'id (Ibn Shayyad) di suatu jalan Madinah lalu beliau menahannya, ia adalah budak Yahudi dan ia memiliki rambut yang dipintal, saat itu Rasulullah SAW bersama Abu Bakar dan Umar, Rasulullah SAW bertanya padanya: "Apa kau bersaksi bahwa aku utusan Allah?" ia balik bertanya: Apa kau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Nabi SAW bersabda: "Aku beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul dan hari akhir." Nabi SAW: "Apa yang kau lihat?" Abu Sha'id menjawab: Aku melihat 'arsy diatas air. Nabi SAW: "Kau melihat 'arsynya iblis diatas laut." Beliau bertanya: "Apa yang kau lihat?" Ibnu Sha'id menjawab: Aku melihat seorang jujur dan dua pendusta atau dua orang jujur dan seorang pendusta. Nabi SAW: "Disamarkan baginya." Lalu nabi SAW memanggilnya [Tirmidhi no.2173, Hadis ini Hasan]

      Riwayat Abdullah bin Mua'wiyah Al Jumhi - Hammad bin Salamah - 'Ali bin Zaid - Abdurrahman bin Abu Bakrah - ayahnya: Rasulullah SAW bersabda: "Ayah dan ibu Dajjal tinggal selama 30 tahun, keduanya tidak memiliki anak, setelah itu keduanya melahirkan bayi buta sebelah mata, ia paling berbahaya dan sedikit manfaatnya, matanya tidur tapi hatinya tidak." Setelah itu Rasulullah SAW menyebutkan ciri-ciri kedua orang tua Dajjal, beliau bersabda: "Ayahnya tinggi, kurus, hidungnya seperti paruh dan ibunya gemuk bertangan panjang." Berkata Abu Bakrah: Kami mendengar bayi lahir dikalangan yahudi Madinah, lalu aku pergi bersama Zubair bin Awwam hingga kami memasuki kediaman kedua orang tuanya, ternyata ciri-ciri yang disebutkan Rasulullah SAW ada pada keduanya, kami bertanya: Apa kalian punya anak? Keduanya menjawab: Kami tinggal selama 30 tahun tapi tidak punya anak, setelah itu kami punya anak buta sebelah mata, ia membahayakan dan sedikit sekali manfaatnya, matanya tertidur tapi hatinya tidak. Berkata Abu Bakrah: Lalu kami keluar dari kediaman mereka berdua ternyata ia tengah tergeletak di tanah di bawah terik matahari dalam kain beludru dan ia berbicara tapi tidak difahami. Lalu ia membuka penutup kepalanya, ia bertanya: Apa yang kalian berdua katakan? Kami menjawab: Apa kau mendengar ucapan kami? Ia menjawab: Ya, kedua mataku tidur tapi hatiku tidak. Berkata Abu Isa: hadits ini hasan gharib [Tirmidhi no.2174].

      Riwayat 'Abd bin Humaid - Abdurrazzaq - Ma'mar - Az Zuhri - Salim - Ibnu Umar: Rasulullah SAW melewati Ibnu Shayyad bersama beberapa sahabat, diantara mereka ada Umar bin Al Khaththab, ia bermain bersama anak-anak kecil didekat Uthum bin Maghalah, ia adalah seorang budak, ia tidak merasa hingga Rasulullah SAW memukul punggungnya lalu beliau bertanya: "Apa kau bersaksi bahwa aku utusan Allah?" Ibnu Shayyad memandang beliau, ia menjawab: Aku bersaksi bahwa engkau adalah rasul kaum ummi. Selanjutnya Ibnu Shayyad bertanya: Apa kau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Rasulullah SAW: "Aku beriman kepada Allah dan rasulNya." Setelah itu nabi SAW: "Apa yang mendatangimu?" Ibnu Shayyad menjawab: Seorang jujur dan seorang pendusta mendatangiku. Nabi SAW: "Urusan dicampur adukkan padamu." Setelah itu Rasulullah SAW: " aku menyembunyikan sesuatu padamu." Nabi SAW ketika itu menyembunyikan kutipan ayat yang berbunyi "dan ingatlah ketika langit membawa asap yang nyata (QS. Addukhan 44.10). Ibnu Shayyad menjawab: Itu adalah asap. Rasulullah SAW bersabda: "Hinalah engkau, engkau tidak bakalan melampaui batas kemampuanmu sebagai dukun!." Umar berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku menebas lehernya. Rasulullah SAW bersabda: "Bila ia benar, kau tidak akan bisa menguasainya dan bila tidak, tidak ada baiknya bagimu untuk membunuhnya." Berkata 'Abdur Razza: Maksud beliau Dajjal. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. [Tirmidhi no.2175].

    • Juga di Bukhari no.1267, 2827, 5208, 5707, Muslim no.5215. Abu Dawud no.3768, dst.

    Al Masih Dajjal:

      Riwayat An Nufaili - Utsman bin 'Abdurrahman - Ibnu Abu Dzi`b - Az Zuhri - Abu Salamah - Fatimah binti Qais:, "Pada suatu malam pernah Rasulullah SAW mengakhirkan shalat isya` yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau. Tamim berkata, "Saat itu tiba-tiba ada seorang wanita yang berambut panjang." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi. Aku lalu bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal. Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka."

      Riwayat Hajjaj bin Abu Ya'qub - Abdu Ash Shamad - Bapakku - Husain Al Mu'allim - Abdullah bin Buraidah - Amir bin Syurahil Asy Sya'bi - Fatimah binti Qais:..Ketika Rasulullah SAW selesai dari shalatnya, beliau duduk sambil tertawa, beliau bersabda: "Hendaklah setiap orang tetap di tempat shalatnya (duduk)."

      Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Apakah kalian tahu, kenapa aku kumpulkan kalian di sini?" Para sahabat, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau bersabda: "Aku kumpulkan kalian bukan atas sesuatu yang membuat takut atau senang, namun aku kumpulkan kalian adalah karena Tamim Ad Dari, seorang lelaki Nashrani yang datang dan berbaiat masuk Islam, ia menceritakan kepadaku sebuah kisah yang mirip dengan cerita yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Dajjal.

      Ia ceritakan kepadaku bahwasanya ia pernah menaiki sebuah perahu bersama 30 laki-laki dari kaum Lakhm dan Judzam, mereka kemudian diombang-ambingkan oleh ombak selama 1 bulan di tengah laut, sampai akhirnya mereka menepi ke sebuah pulau saat matahari terbenam. Mereka lantas duduk di sisi kapal mereka, setelah itu mereka bergegas memasuki pulau tersebut hingga akhirnya bertemu dengan binatang melata besar dan berbulu lebat. Mereka berkata, "Celaka engkau, siapa kamu ini!" binatang itu menjawab, "Aku adalah Jasasah. Temuilah laki-laki yang ada dalam sebuah gua, karena ia sangat berkeinginan untuk mendengar berita dari kalian." Tamim berkata, "Saat ia menyebut laki-laki, maka kami ketakutan jikalau dia adalah setan lalu kami cepat pergi hingga memasuki gua tersebut. Dan ternyata di dalamnya terdapat manusia yang paling besar yang pernah kami lihat, talinya sangat kuat, dan tangannya menyatu dengan leher (terikat dengan rantai)." Lalu perawi menyebutkan hadits tersebut dengan lengkap.

      Manusia besar (Dajjal) itu bertanya kepada mereka tentang Nakhl Baisan (nama tempat dekat Yordania), mata air Zughar (nama tempat di Syam) dan seorang Nabi yang buta huruf. Manusia besar itu berkata, "Aku adalah Al Masih Dajjal, dan hampir-hampir aku mendapat izin untuk segera keluar."

      Nabi SAW bersabda: "Sesunggunya ia (Dajjal) berada di laut Syam, atau laut Yaman. Bahkan ia akan muncul dari arah timur tempat ia berasal -beliau ucapkan hingga dua kali seraya menunjuk ke arah timur-. Fatimah berkata, "Aku hafal perkataan ini dari Rasulullah SAW, lalu ia menyebutkan hadits selengkapnya."

      Riwayat Muhammad bin Shadran - kami Al Mu'tamir - Isma'il bin Abu Khalid - Mujalid bin Sa'id - Amir - Fatimah bin Qais: pernah Nabi SAW shalat zhuhur kemudian naik ke atas mimbar, padahal sebelum hari itu beliau tidak penah naik ke atas mimbar tersebut kecuali di hari jum'at. Kemudian beliau menyebutkan kisah ini." Abu Dawud berkata, "Ibnu Shadran adalah orang Bashrah, ia pernah tenggelam di lautan bersama Ibnu Miswar, dan tidak ada yang selamat dari mereka selain dia."

      Riwayat Washil bin Abdul A'la - Ibnu Fudhail - Al Walid bin Abdullah bin Jumai' - Abu Salamah bin 'Abdurrahman - Jabir:, "Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar: "Ketika ada beberapa orang berlayar di lautan, makanan mereka hilang (habis), lalu tampaklah oleh mereka sebuah pulau. Mereka pun menuju pulau tersebut untuk mencari roti, namun mereka dihadang oleh Jasasah." Aku (Walid bin Abdullah) lantas bertanya kepada Abu Salamah, "apa itu Jassasah?" Ia menjawab, "Seorang wanita yang rambutnya menutupi kulit dan kepalanya. Wanita itu berkata, "Dalam istana ini." Lalu ia menceritakan haditsnya, dan ia bertanya tentang Nakhl Baisan dan mata air Zughar, ia menjawab; "Dia adalah Al Masih", maka Abu Salamah berkata kepadaku; Dalam hadits ini ada beberapa lafadz yang tidak aku hafal. Abu Salamah berkata, "Jabir bersaksi bahwa laki-laki itu adalah Ibnu Shayyad." Aku berkata, "Tapi Ibnu Shayyad telah mati!" Jabir menjawab, "Meskipun ia telah mati." Aku bertanya lagi, "Ia juga telah masuk Islam." Jabir berkata, "Meskipun ia telah masuk Islam." Aku bertanya, "Ia juga telah masuk ke kota Madinah." Jabir menjawab, "Meskipun ia telah masuk kota Madinah."

      [Abu Dawud no.3767. Muslim no.5235]
Ya’juj Ma’juj sebagai PERTANDA bahwa KIAMAT SUDAH SANGAT DEKAT dan AKAN SANGAT CEPAT TERJADINYA,
    Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"..Dzulkarnain berkata: "..maka tolonglah aku dengan kekuatan, agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka....berilah aku potongan-potongan besi..Berilah aku tembaga agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu..Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya...Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar." [AQ 18.94-97, Al Makiyya, turun urutan ke-69]

    Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir..[AQ 21.96, Al Makiyya, turun urutan ke-73]

    Tentang GOG dan MAGOG (Ya'juj dan Ma'juj):

    • GOG adalah turunan dari Nuh - Sem - Arpakhsad - Selah - Eber - Peleg - Rehu - Serug - Nahor - Terah - Abraham - Ishak - Yakub - Yusuf - Efraim - .. - Zuf - Tohu - Elihu - Yeroham - Elkana - Samuel - Yoel - Semaya - GOG [Kej.11, 25, 30, 46, 1 Sam 1.1, 1 tar 5.4]
    • MAGOG adalah turunan dari Nuh - Yapet - MAGOG (keturunan lain Yapet diantaranya: Tubal, Mesekh) [Kejadian 10.2, 1 tar 1.15]
    • Masing-masing dari nama mereka kemudian menjadi nama sebuah bangsa dan sebuah negeri. 
    • Kemudian ada pula GOG yang berada di tanah MAGOG, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal [Yeh 38.2,3]
    • Di Perjanjian lama, baik itu GOG maupun MAGOG, bukanlah Iblis

    Seluruh referensi Perjanjian lama TIDAK PERNAH menyatakan bahwa GOG dan MAGOG merupakan satu kesatuan dan/atau 2 (dua) nama tersebut TIDAK PERNAH ada dalam satu jaman tertentu. Namun, di kitab Wahyu 20.8, nama GOG dan juga nama MAGOG tiba-tiba saja menjadi satu kesatuan dan berfungsi sebagai "ramalan".

    Islam yang tidak mempercayai kitab-kitab PASCA Yesus wafat kemudian malah mengadopsi khayalan Yohanes dengan mengaplikasikanYajuj dan Majuj sebagai penanda kiamat.
Kapan tembok/benteng Yajuj dan Majuj terbuka?
    Riwayat Yahya bin Bukair - Al Laits - 'Uqail - Ibnu Syihab - 'Urwah bin Az Zubair - Zainab binti Abu Salamah - Ummu Habibah binti Abu Sufyan - Zainab binti Jahsy: Nabi SAW datang kepadanya dengan gemetar sambil berkata: "Laa ilaaha illallah, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat, HARI INI TELAH dibuka benteng Ya'juj dan Ma'juj seperti ini". Beliau memberi isyarat dengan mendekatkan telunjuknya dengan jari sebelahnya. Zainab binti Jahsy berkata, Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa sedangkan di tengah-tengah kita banyak orang-orang yang shalih?". Beliau menjawab: "Ya, benar jika keburukan telah merajalela". [Bukhari no. 3097, 3331]

    Riwayat Malik bin Isma'il - Ibnu 'Uyainah - Az Zuhri - 'Urwah - Zainab binti Ummu Salamah - Ummu Habibah - Zainab binti Jahsy: Nabi SAW bangun tidur dalam keadaan wajahnya memerah seraya mengucapkan: "laa-ilaaha-illallah, celaka bangsa arab karena keburukan yang telah dekat, HARI INI TELAH dibuka benteng Ya'juj dan Ma'juj seperti ini" --Sedang Sufyan menyatakan secara pasti jumlahnya yaitu sembilan puluh atau seratus-maka beliau di tanya; 'Apakah kita juga akan binasa sedang diantara kita masih ada orang-orang yang shalih? ' Nabi menjawab; "Iya, jika kejahatan telah mewabah." [Bukhari no.6535, 3098. Muslim no.5130]
Hadis di atas menyampaikan bahwa Muhammad bangun tidur bercerita kepada Zaynab bint Jashy tentang Yajuj dan Majuj, ini menunjukan mereka telah berada di perkawinan sehingga berita telah bolongnya tembok ini terjadi di setelah turunnya surat AQ 33.63 (5 H)

Maka kiamat, sudah benar-benar luar biasa dekatnya!

Muhammad DIUTUS BERSAMAAN DENGAN KIAMAT!
    Riwayat Sulaiman bin Dawud Al Mahri - Ibnu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Abu Ayyub dari Syarahil bin Yazid Al Mu'arifi dari Abu Alqamah dari Abu Hurairah yang aku tahu hadits itu dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Allah mengirimkan kepada umat ini setiap seratus tahun seorang pembaharu agamaNya" (inna Allaha yab'athu lihadhihi ạl ủmaati ala rasi kuli miayati sanatin MAN YUJADDIDU LAHA DINAHA) Abu Dawud berkata, "Abdurrahman bin Syuraih Al Iskandarani meriwayatkan hadits ini, namun tidak menyebutkan Syarahil." [Abu Dawud no.3740]
Kalimat "yang aku tahu HADIS ITU dari rasullullah SAW", menunjukan bahwa si perawi menyampaikan pendapat Abu huraira (abdurahman bin shakr) dan BUKAN pendapat MUHAMMAD karena di "hadis itu", TIDAK ADA kalimat yang merupakan kebiasaan Abu Huraira dalam menyampaikan hadis Nabi. Bukti ini diperkuat dari statement Abu Dawud sendiri tentang Abdurrahman bin Syuraih Al Iskandarani (w. 167 H) yang tidak menyebutkan dari syarahil bin Yazid padahal tidak bisa hadis ini muncul dari abu alqamah tanpa syarahil.

Kalimat "man yujaddidu", bukanlah jamak, jadi Allah mengirim "seorang pembaharu" atau seorang utusan. Dari sejak Adam, telah berulang kali Allah mengirimkan pembaharu dan Muhammad merupakan pembaharu "PENUTUP" dari agama Allah. Kalimat "setiap 100 tahun" akan berhenti pada batasan terjadinya KIAMAT dan Muhammad DIUTUS berdekatan dengan terjadinya KIAMAT, dan telah disampaikan bukti di atas bahwa tembok Yajuj dan Majuj telah terbuka dan juga pada hadis di bawah ini:
    Riwayat Mahmud bin Ghailan - Abu Dawud - Syu'bah - Qatadah - Anas bin malik: Rasulullah SAW: "Aku diutus bersamaan dengan hari kiamat seperti dua ini (maksudnya sangat dekat)." Abu Dawud mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, ia tidak melebihkan salah satunya atas yang lain. berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. [Tirmidhi no.2140. Bukhari no.4555, 4889, 6022-6024. Muslim no.5244-5247]

    Riwayat Muhammad bin Ubaid- Al A'masy - Ibnu Abu Khalid - Wahb As Su`ali - Rasulullah SAW: "Dan aku diutus, sementara jarak antara aku dan hari kiamat adalah seperti jarak dari sini ke sini, dan hampir saja ia akan mendahuluinya." Maka Al A'masy menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Dan sekali waktu, Muhammad berkata; "Hampir saja ia mendahuluiku.." [Ahmad no.18021, 21869]
KIAMAT TERJADI DIKISARAN 100 TAHUN!
  • Disampaikan antara SETELAH turunnya AQ 33.63 (5H) hingga 7H:
    Riwayat Hajjaj bin Asy Sya'ir - Sulaiman bin Harb - Hammad bin Zaid - Ma'bad bin Hilal Al Anazi - Anas bin Malik: seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW kapan terjadinya kiamat. Beliau terdiam sejenak lalu melihat anak kecil (gẖulāmi) dari Azd Syanu`ah yang ada didepan beliau, beliau menjawab: "Bila anak ini masih hidup, ia tidak sampai tua hingga kiamat terjadi." Anas berkata: ANAK ITU (ạl̊gẖulāmu) SEBAYAKU SAAT ITU [Hadis Muslim Bab: Dekatnya kiamat no.41.7452/5250; 41.7451/5249 (Riwayat Abu Bakr bin Abu Syaibah - Yunus bin Muhammad - Hammad bin Salamah - Tsabit - Anas); 41.7453/5251 (Riwayat Harun bin Abdullah - Affan bin Muslim - Hammam - Qatadah - Anas). Juga di Musnad Ahmad no. 12097 (Riwayat Yunus dan Hasan bin Musa - Hammad bin Salamah - Tsabit Al Bunani - Anas bin Malik)]

    Riwayat Shadaqah - 'Abdah - Hisyam - Ayahnya - 'Aisyah: ada beberapa laki-laki arab badui yang keras perangainya mendatangi Nabi SAW, mereka bertanya kepada beliau kapan waktu itu? (مَتَى السَّاعَةُ فَكَانَ) Beliau melihat yang termuda diantara mereka sembari mengatakan: "Jika anak ini hidup, belum ia lanjut usia, waktu telah terjadi." kata Hisham berarti kematian. [Bukhari 8.76.518/6030. Hadis Muslim di Bab: Dekatnya Kiamat 41.7450/5248 (Riwayat Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib - Abu Usamah - Hisyam - ayahnya - Aisyah)]

      Note:
      Ghulam adalah anak yang belum baligh.
      Riwayat Yahya bin Bukair - Al Laits - Uqail - Ibnu Syihab - Anas bin Malik: Saat Rasulullah SAW datang di Madinah, ia (anas) masih anak-anak usia 10 tahun..saat Nabi SAW wafat aku adalah pemuda yang telah berumur 20 tahun. [Bukhari no.4768, 5769. Muslim no.3784. Ahmad no.11634, 12255]. Juga mengatakan di Mekkah 10 tahun, Medina 10 tahun dan wafat 60 tahun. [Muslim no. 4330]. Nabi Muhammad wafat di 11 H.

      Anas bin Malik hampir baligh (dewasa) di menjelang Perang Khaibar (7H):
      Riwayat Qutaibah -Ya'qub - 'Amru - Anas bin Malik: Nabi SAW berkata pada Abu Thalhah: "Carilah seorang ghulam (anak kecil sebagai pelayan) dari ghulam milikmu untuk melayaniku selama keberangkatan ke Khaibar. Maka Abu Thalhah keluar bersamaku dengan memboncengku. Saat itu aku adalah seorang anak kecil yang hampir baligh. Aku melayani Rasulullah SAW saat Beliau singgah..Kemudian kami sampai di Khaibar. Ketika Allah membukakan kemenangan kepada Beliau pada peperangan itu, diceritakan kepada Beliau tentang kecantikan Shafiyah binti Huyay bin Akhthab yang suaminya telah terbunuh dan dia menjanda. Maka Rasulullah SAW memilihnya untuk diri Beliau sendiri. [Bukhari no.2679, dalam bab: Keutamaan orang yang mengajak anaknya dalam peperangan sebagai pelayan]

      Batasan usia lelaki baligh, menurut Umar adalah 15 tahun:
      Riwayat 'Ubaidullah bin Sa'id - Abu Usamah - 'Ubaidullah - Nafi' - Ibnu'Umar bahwa dia pernah menawarkan diri kepada Rasulullah SAW untuk ikut dalam perang Uhud, saat itu umurnya masih 14 tahun namun Beliau tidak mengijinkannya. Kemudian ia menawarkan lagi pada perang Khandaq saat itu usiaku 15 tahun dan Beliau mengijinkanku". Nafi' berkata; "Aku menemui 'Umar bin 'Abdul 'aziz saat itu dia adalah khalifah lalu aku menceritakan hadis ini, dia berkata: "Ini adalah batas antara anak kecil dan orang dewasa". [Bukhari no.2470]

      Jadi di saat perang Khaibar usia Anas bisa jadi sudah 15 tahun. Maka ketika bertemu suku Badui dan kemudian Anas mengatakan bahwa usianya dan usia anak kecil itu sebaya maka itu ada di kisaran 13-15 tahunan!

      Anas pernah mengatakan panjang umurnya adalah 99 tahun
      Riwayat Mu'tamir bin Sulaiman - Humaid bin humaid (68H - 142H) - Anas bin Malik: "bahwasanya ia diberikan umur 100 tahun kurang 1 tahun." [Ahmad no. 11802].

      Anas mempercayai bahwa kiamat terjadi bersamaan dengan Muhammad di Utus, sehingga Ia percaya akan terjadi di penghujung 100 tahun, terhitung sejak Muhammad menjadi nabi [Anas lahir = Muhammad menjadi Nabi],  maka ketika Muhammad wafat [11H, Anas ketika itu berusia 20 tahun], sisanya sampai kiamat adalah 80 tahun lagi [11H + 80 = 91H]. Ketika perawi Humaid akil balig (15 tahun) maka usia Anas sudah 93 tahun (68H + 15 + 10), sehingga wajar saja Anas kemudian menyampaikan prediksi bahwa umurnya 99 karena akan kiamat! Namun ternyata, meleset, Anas wafat di usia lebih dari 100 tahun, yaitu di usia 102/103 tahun (93 H).

  • Disampaikan lagi pada 2 TAHUN sebelum wafat beliau (9 H):
    Riwayat (Ibnu Numair - Abu Khalid) dan (Abu Bakr bin Abu Syaibah - Sulaiman bin Hayyan) - Dawud - Abu Nadhrah - Abu Sa'id: Tatkala Nabi SAW kembali dari perang Tabuk (Akhir Oktober 630/Rajab 9H), para sahabat bertanya kepada beliau tentang hari kiamat. Lalu beliau bersabda: "Tidak akan ada lagi orang-orang yang hidup pada hari ini, setelah 100 tahun yang akan datang." [muslim no.4608]

  • Disampaikan lagi pada 1 BULAN sebelum beliau wafat (11 H):
    Riwayat Harun bin 'Abdullah dan Hajjaj bin Asy Sya'ir - Hajjaj bin Muhammad - Ibnu Juraij - Abu Az Zubair - Jabir bin 'Abdullah: Rasulullah SAW bersabda sebulan sebelum wafatnya: "Kalian menanyakan kepadaku tentang Hari Kiamat, ketahuilah bahwa ilmunya di sisi Allah. Saya bersumpah demi Allah, tidak akan ada manusia yang hidup pada hari ini di atas bumi, setelah 100 tahun yang akan datang." Riwayat Muhammad bin Hatim - Muhammad bin Bakr - Ibnu Juraij (tidak menyebutkan perkataan; 'sebulan sebelum wafatnya.') [muslim no.4606. Namun di Muslim no.4607 terdapat 2 jalur perawi lain yg menyebutkan kata "sebulan sebelum wafatnya" juga di Ahmad no.13929 ]

  • Disampaikan lagi di HARI-HARI AKHIR sebelum beliau wafat (11 H):
    Riwayat Sa'id bin 'Ufair - Al Laits - 'Abdurrahman bin Khalid bin Musafir - Ibnu Syihab - Salim dan Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah - 'Abdullah bin 'Umar: "Nabi SAW shalat Isya' bersama kami di hari-hari akhir hayatnya. Setelah selesai memberi salam beliau berdiri dan bersabda: "Tidakkah kalian perhatikan malam kalian ini?. Tidak akan tersisa seorangpun dipermukaan bumi yang ada di malam ini pada penghujung 100 tahun sejak malam ini" [Bukhari 1.3.116/no.113; Bukhari 1.10.539/no.531 dan Ahmad no.5873 (tidak ada kata di hari-hari akhir hayat)].

    Di hadis lainnya, yaitu yang berasal dari perawi yang sama (Salim dan Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah - 'Abdullah bin 'Umar) namun ujung perawi lanjutannya yang berbeda-beda, disampaikan TAMBAHAN variasi TAFSIR dari Abdullah ibn Umar mengenai maksud Rasullulah tentang 100 tahun, di antaranya:

    • "Sesungguhnya maksud sabda Nabi, 'Tidak akan ada orang yang tersisa di atas bumi ini' adalah berakhirnya generasi tersebut'." [bukhari 1.10.575/no.566. Tirmidhi 33.2471/no.2177]. 
    • hanyasanya yang beliau inginkan dari sabdanya "Tidak ada lagi disana seorang pun yang hari ini di atas bumi.' maksudnya, generasi (manusia yang hidup dalam) 100 tahun itu berhenti, dan diganti generasi lain." [ahmad no.5755]
    • Sebenarnya Rasulullah SAW hanya ingin mengatakan: 'Di awal abad yang akan datang, orang yang hidup pada masa sekarang ini tak satupun yang masih hidup.' Maksudnya masa para sahabat itu akan habis. [muslim no.4605]
    • Sebenarnya Rasulullah SAW mengatakan: "Orang-orang yang hidup hari ini, maka 100 tahun ke depan tidak akan ada lagi yang masih hidup di muka bumi." Maksudnya, beliau menegaskan bahwa masa itu akan terjadi." [Abu dawud no.3784]
    • yang Rasulullah SAW maksudkan adalah: "'Pada hari ini tidak ada seorangpun yang berada di hamparan bumi menginginkan untuk melewati abad ini.' [ahmad no.5360]

    Melihat begitu bervariasinya dan tidak konsistennya pendapat dari Ibn Umar di atas, maka TAMBAHAN PENDAPATNYA ini saja sudah patut diabaikan.

    Disamping itu,
    Apa istimewanya sehingga sedemikian pentingnya perlu memperhatikan malam itu saja, jika ternyata maksud pernyataan muhammad cuma sekedar hendak menyatakan bahwa generasi akan berganti, padahal tanpa perlu "sabda supranatural"nya, tetap saja generasi akan berganti. Pun pada yang berpendapat bahwa maksudnya adalah tidak akan ada orang yang akan berusia sampai 100 tahun, maka pada jaman Muhammad hidup saja, Abu Afak, sudah berusia 120 tahun ketika ia dibunuh atas perintah Muhammad akibat ketajaman syairnya menyindir Muhamad dan juga Anas bin Malik, yang pada kenyataannya wafat di usia 102/103 tahun telah membantah telak spekulasi tersebut!
Sekarang, 1400 tahun TELAH berlalu, seluruh ramalannya sudah meleset dengan sangat tidak tanggung-tanggung. Maka jika ada pertanyaan: Apakah Muhammad dan Allahnya memahami apa yang dibicarakannya?

Jawabannya jelas: Ia dan Allahnya benar-benar tidak tahu apapun.

[Kembali]


Hindu: Umur Semesta

Pada siklus semesta di atas, telah dinyatakan bahwa jaman kali yuga panjangnya 432.000 tahun. Sebelum kita sampai pada hitungan umur semesta menurut hindu, berikut di bawah ini beberapa contoh petunjuk di Veda-Veda sruti yang menyebutkan bulan, tahun, angka 432.000 dan 4 Yuga:
    Rig Veda:
    11. Formed with twelve spokes, by length of time, unweakened, rolls round the heaven this wheel of during Order.Herein established, joined in pairs together, seven hundred Sons and twenty stand, O Agni.

    48. Twelve are the fellies, and the wheel is single; three are the naves. What man hath understood it? Therein are set together spokes three hundred and sixty, which in nowise can be loosened. [RV 1.164.11,48]
    ---> 12 bulan, [720 sepasang = 360]

    2. Let us declare aloud the name of Ghṛta, and at this sacrifice hold it up with homage. So let the Brahman hear the praise we utter. This hath the four-horned Buffalo emitted.

    3. Four are his horns, three are the feet that bear him; his heads are two, his hands are seven in number. Bound with a triple bond the Steer roars loudly: the mighty God hath entered in to mortals.[RV 4.58.2-3]
    ---> 4,3,2, [0.000.000] = 4.320.000 = 1 MahaYuga

    Atharva Veda, untuk 4 Yuga:
    21. A hundred years, ten thousand years, two, three, four ages (yuga) do we allot to thee; Indra and Agni, and all the gods without anger shall favour thee![AV 8.2.21]

    Sataphata Brahmana 10.4.2:
    17. He made himself twenty-four bodies of thirty bricks each. There he stopped, at the fifteenth; and because he stopped at the fifteenth arrangement there are fifteen forms of the waxing, and fifteen of the waning (moon).

    18. And because he made himself twenty-four bodies, therefore the year consists of twenty-four half-months. With these twenty-four bodies of thirty bricks each he had not developed (sufficiently). He saw the fifteen parts of the day, the muhûrtas 2, as forms for his body, as space-fillers (Lokamprinâs), as well as fifteen of the night; and inasmuch as they straightway (muhu) save (trai), they are (called) 'muhûrtâh'; and inasmuch as, whilst being small, they fill (pûr) these worlds (or spaces, 'loka') they are (called) 'lokamprinâh.'

    19. That one (the sun) bakes everything here, by means of the days and nights, the half-moons, the months, the seasons, and the year; and this (Agni, the fire) bakes what is baked by that one: 'A baker of the baked (he is),' said Bhâradvâga of Agni; 'for he bakes what has been baked by that (sun).'

    20. In the year these (muhûrtas) amounted to ten thousand and eight hundred: he stopped at the ten thousand and eight hundred.

    23. He arranged the Rik-verses into twelve thousand of Brihatîs, for of that extent are the

    24. He then arranged the two other Vedas into twelve thousand Brihatîs,--eight (thousand) of the Yagus (formulas), and four of the Sâman (hymns)--for of that extent is what was created by Pragâpati in these two Vedas. At the thirtieth arrangement these two came to an end in the Paṅktis; and because it was at the thirtieth arrangement that they came to an end, there are thirty nights in the month; and because it was in the Paṅktis, therefore Pragâpati is 'pâṅkta.' There were one hundred-and-eight hundred Paṅktis.

    25. All the three Vedas amounted to ten thousand eight hundred eighties (of syllables); muhûrta by muhûrta he gained a fourscore (of syllables), and muhûrta by muhûrta a fourscore was completed.

    Note:
    • Muhurtas: 1 hari dan 1 malam = 30 Muhurtas; 1 Muhurta = 48 menit; 1 hari dan 1 malam = 1440 menit = 864.000 detik; 1 hari = 432.000 detik
    • Batu Lokamprinâ: berisi sebanyak muhurta dalam 1 tahun [30 x 360= 10800 muhurtas; 10.800 muhurta x 48 menit x 60 detik = 31.104.000 detik x 100 tahun = 3.110.400.000]
    • Brihatî: berisi 36 suku kata, Rig-veda berisi 36 × 12,000= 432,000 suku kata.
    • Paṅkti: berisi 5 padas [kaki], terdiri dari 8 suku kata setiapnya [5 x 8 = 40]; 10,800 Paṅktis [40 x 10800 = 432.000]
    • 3 Vedas [Rig, Yahur dan Samas]: Paragraph 23-24 di atas terdiri dari 2 x 432,000 = 864,000 suku kata
***

Contoh-contoh petunjuk tersebut di atas, kemudian diterjemahkan sebagaimana tercantum di Bab.1 ayat 11–23, Surya Siddhanta dan Visnu Purana book I Chapter III, sebagai berikut:
  • 1 tahun manusia di hitung 360 hari
  • 1 hari Leluhur dan/atau dewa adalah 1 tahun Manusia.
  • Umur Deva/leluhur adalah 100 tahun = 36.000 tahun umur manusia.
  • 1 Maha yuga berisi 4 Yuga:
    • Satya/Krita Yuga, 4.800 tahun Deva, 1.728.000 tahun manusia
    • Treta Yuga, 3.600 tahun Deva, 1.296.00 tahun manusia
    • Dwapara Yuga, 2.400 tahun deva, 864.000 tahun manusia
    • Kali yuga, 1.200 tahun deva, 432.000 tahun manusia
  • 1 Mahayuga = 12.000 tahun deva
  • 1000 Mahayuga =1 Kalpa
  • 1 kalpa = 1 hari brahma (4.32 Milyar tahun Manusia. Ilmuwan menyatakan bahwa umur Matahari adalah sama)
  • (1 hari dan 1 malam) Brahma = 2 Kalpa
  • 1 bulan Brahma adalah 259,2 Milyar tahun.
  • 1 tahun Brahma adalah 3.1104 Triliun tahun
  • Dalam Kitab sejarah Hindu (Mahabharata) 100 tahun Brahma = 1 rangkaian Semesta jagat ini = 1 MAHA KALPA = 311.04 triliun tahun
Menurut Surya Siddhanta, Saat ini kaliyuga ke 28, mulai di Februari 3102 SM dan sudah berlalu 50 tahun brahma, sekarang kita ada di tahun Brahma yang ke 51.

Dalam 1 Kalpa yang setara dengan satu hari Brahma (bukan satu hari satu malam) adalah sama dengan 4.320.000.000. 1 Kalpa tersebut terbagi kedalam 14 Mavantara yang setara dengan 308.571.429 tahun. Dalam setiap Mavantara ada 1 Manu sehingga total dalam 1 kalpa ada 14 Manu yang perkembangannya tidak putus-putusnya mulai dari mahluk tembus pandang, berkembang secara fisik, menjadi mahluk bercahaya kembali dan seterusnya hingga Maha Kalpa yaitu 100 tahun Brahma akan ada MahaPralaya.

Tidak ada manusia pertama kecuali kelompok manusia yang pertama. Sejarah manusia di mulai 150 juta tahun yang lampau. Manusia seperti kita pertama kali muncul di sekitar 18.5 juta tahun yang lalu.

Melihat kebelakang, dari bulan Oktober 2008, maka dunia kita ini menurut Veda adalah:
    6 manvantaras (6 x 306.772.000 = 1,840,320,000) + 7 sandhis (7 x 1.728.000 = 12,096,000) + 27 mahâ-yugas (27 x 4.320.000 = 116,640,000) + 1 krita-yuga (1,728,000) + 1 tretâ-yuga (1,296,000) + 1 dvâpara-yuga (864,000) + the time from the beginning of kali-yuga (3102 + 2008 – 1, karena sebelum masehi ada tahun 0 dan 1) = 1,972,949,109 years.
Melihat kedepan, era Kaliyuga baru berjalan 5109 tahun sehingga masih tersisa 426.891 tahun lagi untuk mencapai akhir kaliyuga ke-28 ini. Untuk sampai di penghujung Mavantara masih 188,341,782 tahun lagi. Untuk mencapai akhir Kalpa ini (satu hari brahma) masih 2,347,050,891 tahun lagi.

Jadi Kiamat menurut perhitungan hindu masih Milayaran tahun lagi.

[Kembali]


Buddha: Umur Semesta

Rangkaian siklus alam semesta terjadi dalam waktu 1 MahaKalpa, yang dibagi menjadi:
  • Vivartakalpa (Masa Pembentukan ditandai dengan adanya kematian mahluk dari Alam Abhasara dan lahir kembali ke alam Brahma),
  • Vivartasthāyikalpa (Masa Pembentukan hingga stabil dan kemudian ditandai dengan adanya Mahluk yang lahir di neraka),
  • Saṃvartakalpa (Masa Kehancuran semesta ditandai dengan habisnya mahluk yang terlahir di neraka),
  • Saṃvartasthāyikalpa (Masa kekosongan tiada apapun, ditandai dengan habisya mahluk dari alam brahma)
note:
Jika kata 'kappa' berdiri sendiri maka yang dimaksudkan adalah Maha Kappa

Buddha tidak pernah menyatakan lamanya 1 kappa itu dalam satuan tahun. Beliau memberikan 2 perumpamaan untuk dapat memahami betapa lamanya 1 Kappa itu, yaitu menjawab pertanyaan 2 bikkhu berbeda sebagaimana tercantum di SN 15.5 & 15.6 [lihat juga terjemahan inggrisnya]. Semua jawaban dari Beliau di akhiri dengan kalimat, "bahkan 1 kappa belumlah sampai dan berakhir", berikut ini saya sampaikan beberapa variasi hitungan mengenai itu:
  • Pabbatasuttaṃ [SN 15.5]: Batu cadas dengan dimensi: 1 yojana³ digosok dengan kāsikena vatthena [kain yg sangat halus] dan setiap seratus tahun dapat terkikis sedikit demi sedikit hingga habis dan bahkan untuk selama itupun 1 kappa belumlah sampai untuk berakhir

    • Hitungannya saya pinjam dari blog ini: Asumsi 1 yojana = 15 km (estimasi), sehingga densitas (d) batu cadas = 3203.7kg/m³, batu cadas tsb terbuat dari silikat, s = ± 100g/mol. Estimasi jumlah molekul dalam kikisan kain adalah 1, hitungannya menjadi

      1 kappa = 100 x (y³)x d/(0.001s x NA )= 6.5 x 1042 tahun. di mana NA= Angka avogrado.

      Terlalu tinggi dalam mengestimasikan molekul?

      Jika dikurangi menjadi 1017, molekul silikat yg terkikis kain menjadi, 1.66 x 10-8kg. Jadi nilai 1 Kappa = adalah hingga 1017....tetapi kappa itu masih belum berakhir

    • variasi lainnya:
      '1 yojana' = 7 mil s/d 14 Mil; 1 mil = 1.6 km, jadi 1 yojana setara antara 11.2 km s/d 22.4 km. Anggap saja per 100 tahun dapat 1 mm³, sehingga:

      1 kappa = (11.2)³ x (106)³ mm x 100 tahun = 1.41 x 1023 s/d 1.1 x 1024....tetapi kappa itu masih belum berakhir

  • Sāsapasuttaṃ [SN 15.6]: Di hadapan seorang bikkhu tertentu, Dinding besi dengan dimensi 1 yojana³ di isi dengan 1 biji mustard setiap seratus tahun bahkan hingga dinding itu penuh masih lebih cepat dari 1 Kappa.

    • Hitungannya saya pinjam dari blog ini: Asumsi 1 yojana = 15 km(estimasi); Diameter sebiji mustard (m) = 0.15875 cm, dengan asumsi berbentuk bulat, dan di isi penuh tanpa ada lagi udara di dalamnya

      1 kappa = 100 x (y³)/(4π x(0.01m/2)³)= 5.37 x 1022 tahun..tetapi kappa itu masih belum berakhir

    • variasi lainnya:
      '1 yojana' = 7 mil s/d 14 Mil; 1 mil = 1.6 km, jadi 1 yojana setara antara 11.2 km s/d 22.4 km, utk menjadi mm = 1.41 x 1021 mm³ s/d 1.1 x 1022 mm³

      Anggap saja ukuran biji mustard adalah 2mm x 2mm x 2mm = 8mm³, Jadi, 1.41 x 1021 mm³ / 8 mm³ = 1.76 x 1020 butir s/d 1.4 x 1021 butir. Bila diambil satu butir setiap setiap seratus tahun maka

      1 kappa = 1.76 x 1020 butir x 100 tahun = 1.76 x 1022 tahun s/d 1.4 x 1023 tahun..tetapi kappa itu masih belum berakhir

  • Kemudian,
    terdapat juga istilah lagi yaitu: Maha Kappa; asankheyya/asankhya-kappa (asankhya = "tak terhitung banyaknya") dan Antara kappa [Cakkavati-Sihananda Sutta: Interval meningkat/menurunnya umur kehidupan manusia: 10 thn -> 1 asankhyeyya -> 10 tahun].

    Satu Maha Kappa = 4 Assankhyya Kappa [Samvatta-Kehancuran mulai hingga menjadi elemen dasar/habis; Samvattatthdyi-tidak ada apapun; Vivatta-renovasi hingga komplit; Vivattatthayi-kestabilan] - [Anguttara, II, 142].

    1 Maha Kappa [MK] = 4 Assankheyya Kappa [AK], dimana 1 AK = 20 antara kappa. Jadi 1 Maha Kappa = 80 antara kappa.

    Kappa di Neraka Avici panjangnya 1/80 MK atau 1/20 AK. Jadi, 1 Assankheyya Kappa = 64 antara kappa utk umur manusia atau 20 antara kappa neraka avici.

    Sutta aliran Theravada tidak menerangkan petunjuk matematis penurunan/kenaikan rata-rata. Keterangan mengenai hal ini kita dapat temukan di 1 sutta aliran Mahayana: Avatamsaka Sutra [Sutra Karangan Bunga], yang menyatakan saat kebaikan meningkat umur manusia bisa mencapai rata-rata 84.000 tahun dan kemudian menurun 1 tahun per 100 tahunnya hingga umur manusia mencapai rata-rata 10 tahun dan kemudian meningkat setahun untuk setiap 100 tahun.

    [Note:
    Chakavati Sihananda Sutta, tidak pernah merujuk pada sistimatika penurunan seperti apapun dan juga tidak pernah menganjurkan perhitungan mulai/berakhir di 100.000 tahun atau 84.000 tahun atau 80.000 namun. Sutta itu hanya memberikan petunjuk, kalimat berulang, "Setelah beberapa ratus tahun dan beberapa ribu tahun" yang justu merujuk pada definisi assankhya ("tak terhitung banyaknya"). Baru pada syair ke-14 tertera kata "80.000 tahun" namun tetap tidak terdapat pentunjuk sistimatika bentuk matematis bagaimana penurunan umur hingga ke 40.000 tahun dan seterusnya.

    Hanya di Sutta mahayana Avatamsaka Sutra, sistimatika dan nilai tahun disebutkan. Jika kita perhatikan maka seharusnya terdapat perbedaan perlakuan perubahan penurunan/kenaikan umur sehingga tidak statis di angka per 100 tahun, misalnya utk kenaikan umur yg mulai dari 10 tahun, maka setelah terjadi 9 x usia 10 tahun maka baru 10 tahun berikutnya terdapat kenaikan umur 1 tahun. Untuk penurunan umur yg mulai dari 84.000 tahun, maka setelah terjadi 83.799 x usia 84.000 tahun maka di 84.000 tahun berikutnya terdapat pengurangan umur 1 tahun dan seterusnya]

    Dengan merujuk model perhitungan dari Suta Mahayana maka:

    Dengan mengabaikan perubahan dari 84.000 menjadi 83.7999 memerlukan berapa lama hingga kemudian wajar terjadi pengurangan per 100 tahun berkurang 1 tahun, maka dengan rumus jumlah deret ukur sederhana, S =(F+L)(T)/ 2; di mana S = Jumlah total tahun; F = angka pertama dalam deret angka; L = Angka terakhir dalam deret angka; T = Jumlah unit dalam urutan. Maka:

    1 antara kappa, = 2 x (10 + 84000)x(83991)/2 + (2 x 100 x(83991-1)) = 7,072,881,910 tahun atau 7.1 x 109.
    1 AK = 64 x 7.1 x 109 = 4.52 x 1011.
    1 MK = 4 x 4.52 x 1011 = 1.8 x 1012

    Dengan memperhatikan beberapa hasil dari model perhitungan sebelumnya maka hasil angka tahun dengan model perhitungan ini jelas masih jauh terlalu kecil atau dengan kata lain, nilai ini masih terlalu jauh untuk mendekati lammanya 1 Kappa.

  • Variasi lainnya didapat dari link ini dengan summary sbb:
    • Kalpa biasa adalah sekitar 16 juta tahun.
    • Kalpa kecil adalah 1000 kalpa biasa atau 16 Milyar tahun.
    • Medium kalpa adalah 20 kalpa kecil atau 320 Milyar tahun
    • Kalpa besar adalah 4 medium kalpa atau 1.28 Triliun tahun [1.28 x 1012]. Namun, memperhatikan beberapa hasil dari model perhitungan sebelumnya maka hasil angka tahun dengan model perhitungan ini jelas masih jauh terlalu kecil atau dengan kata lain, nilai ini masih terlalu jauh untuk mendekati lammanya 1 Kappa.
Apa yang dimaksudkan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kata "asankheyya" yang artinya tak dapat di hitung lagi?

Di Situs ini dan ini, anda masih akan temukan penamaan bilangan super besar dalam kitab2 suci tradisi India [Veda dan Jainism] yaitu penamaan bilangan hingga pangkat 1053 = Tallakshanaam dan di kitab Jainism, Anuyogadwar Sutra [penulisan 100 SM] terdapat penulisan angka 10140. Apakah ini artinya yang dimaksud dengan tahun kappa yang tak dapat di hitung lagi lamanya adalah melebihi 10140?

Kemudian, seberapa banyak Maha Kappa sebenarnya telah berlalu?

Untuk pertanyaan ini, Sang Buddha menyampaikan perumpamaannya di 2 Sutta lainnya yaitu di 15.7 dan 15.8, Sāvakasuttaṃ dan Gaṅgāsuttaṃ:
  • Sāvakasuttaṃ: Dihadapan sekelompok Bikkhu, misalkan 4 bikkhu dapat hidup dan mencapai umur 100 tahun, disetiap harinya ia dapat mengingat 100.000 Kappa, maka bahkan seluruh kappa yang mereka ingatpun, jumlah kappa yg telah berlalu lebih banyak lagi.

    Jumlah Kappa yg di ingat dan telah berlalu = 4 x 100 tahun x 365 hari x 100.000 Kappa = 14.6 Milyard Maha Kappa dan itupun masih banyak kappa lagi yg telah berlalu

  • Gaṅgāsuttaṃ: Di hadapan seorang Brahmin, menghitung jumlah pasir di sungai Gangga dari hulu hingga mencapai Lautan, walaupun sulit, bahkan jika terkumpulpun hingga habis maka jummlah Kappa yang telah berlalu bahkan lebih banyak daripada itu.

    Dari situs ini, didapat perkiraan panjang sungai gangga yaitu 1557 mil (2506 km), panjang deltanya saja adalah: 200 mil (322 km), luas Delta gangga (A) saja adalah 105000 km2, Estimasi dalamnya pasir d = 1 m pasir, volume (s) = 1/16 mm dalam diameter, sehingga

    Jumlah Maha Kappa yg telah berlalu =(1000)2 x A x d/(4π x (0.001s/2)³)= 2.7 x 1023 Maha Kappa dan tentunya hasilnya bertambah lebih banyak lagi jika di hitung hingga sepanjang 1557 mil namun apapun hasil perhitungannya [karena tertulis harusnya dari hulu ke hilir], maka tetap saja masih lebih banyak kappa lagi yg telah berlalu
Kemudian,
Kehancuran semesta oleh panas setiap 1 Maha Kalpa dan terjadi hanya sampai di alam Brahma. Alam Abhasvara keatas tidak terkena [Lihat: Satta Suriya Sutta].

Kehancuran semesta oleh cairan setiap 8 Maha Kalpa terjadi hanya sampai dengan alam-alam Abhasvara. Alam Śubhakṛtsna keatas tidak terkena.

Kehancuran semesta oleh angin setiap 64 MahaKalpa hanya sampai alam Śubhakṛtsna, alam yang lebih tinggi tidak pernah terkena. Siklus itu kemudian berulang. Saat Mahluk di Subhakrtsna lahir di alam abhasavara dan seterusnya.

Dengan adanya tri-sahasra-mahasahasra-dhatu, maka saat kehancuran semesta, mahluk-mahluk dapat terlahir juga di triliunan tatasurya/semesta lainnya termasuk didalamnya (alam Brahma, Deva, manusia, Binatang, Mahluk halus dan Neraka). Ini menunjukan adanya kontinuitas kelahiran kembali pada kelahiran kembali di alam-alam yang Vertikal maupun Horizontal

Setiap dari masa evolusi semesta dibagi lagi menjadi 20 antarakalpa, dan panjangnya adalah sama. Di masa Saṃvartasthāyikalpa, tidak ada apapun karena itu perbedaannya tidak terlihat namun berbeda dengan 3 kalpa lainnya.

Melihat uraian di atas, gelagatnya, penciptaan manusia di mulai di pertengahan Vivartakalpa atau lewat 1 medium Kalpa. Jaman Buddha Gautama berada di tengah Vivartasthāyikalpa, sehingga umur dunia kita sekarang ini masihlah lebih jauh lagi dari 640 Milyar tahun!

Bisakah anda bayangkan, untuk dunia dimana kita sekarang terlahir saja, yang dikatakan umurnya 1 Maha kappa,maka jumlah tahun untuk mencapai 1 Maha Kappa saja sudah tak terhitung lagi lamanya. Namun ternyata bahkan jumlah Maha kappa yang sebenarnya TELAH BERLALU lebih tak terukur lagi jumlahnya!

Mengerikan sekali, bukan?!

[Kembali]


Kesimpulan

Baik ajaran India dan Ilmu Pengetahuan modern memberikan perhitungan bahwa umur semesta ini adalah milyaran tahun sedangkan ajaran Abrahamic (Yahudi, Nasrani dan Islam) menyatakan bahwa umur semesta tidak sampai 15.000 tahun - 350.000 tahun.

Kiamat disebutkan ada di 4 Agama.

Di ajaran Abrahamic tidak mengenal adanya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri setelah manusia meninggal.

Jadi, perbuatan manusia hanya perdasarkan penilaian yang terjadi di waktu yang sangat singkat yaitu di setelah akil baliq hingga meninggal. Penilaian dari Allah tersebutlah yang sangat menentukan apakah seseorang akan mendapatkan ganjaran surga atau neraka yang kekal abadi selamanya! Sehingga kemunculan Tuhan menjadi tidak jelas makna dan tujuannya. Penciptaan dunia, malaikat, setan dan manusia menjadi tidak pernah jelas makna dan tujuannya.

Di ajaran India baik ajaran Hindu maupun Buddha selalu memberikan kesempatan pada mahluk untuk memperbaiki diri. Perbedaannya adalah:
  • Di ajaran Hindu, terdapat dua pendapat: Pertama, Siklus tersebut sudah berakhir dengan terjadinya Maha Pralaya dengan wafatnya Brahma. Kedua, siklus tersebut berulang kembali bersamaan dengan terlahirnya kembali Brahma. Purana mengisahkan Brahma terlahir kembali di pusarnya Visnu sehingga proses penciptaan terjadi kesinambungan.

    Pendapat kedua tersebut menjadikan keberadaan/fungsi Brahma diciptakan menjadi tidak jelas begitupula dengan makna dan tujuan semesta ini diciptakan
  • Di ajaran Buddha, kontinuitas siklus kelahiran kembali adalah tidak ada habis-habisnya. Konsekuensinya adalah tidak ada cara lain untuk keluar dari lingkaran kelahiran kembali kecuali dengan memadamkan nafsu keinginan. Surga dan neraka bukanlah merupakan hal yang permanen. Fungsi kehadiran sosok mahluk pencipta tidak dibutuhkan dalam struktur ini.
Ajaran Abrahamic (Kristen dan Islam), dengan segala daya dan upaya, berlomba-lomba untuk 'menghamba'kan dirinya pada hipotesis Big Bang. Hindu menyatakan seluruh framework hipotesis Big bang adalah salah. Sementara sang Buddha menyatakan, 'Kebenaran yang sejati adalah Hukum Sebab Akibat yang saling bergantungan. Tanpa mengerti pokok tersebut, maka seperti bola benang yang kusut, tidak mampu untuk menghentikan penderitaan dan kelahiran kembali.'

Si Pemrakarsa hipotesis bigbang, ALBERT EINSTEIN, menyatakan, “Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik. Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi. Meliputi yang Alamiah maupun yang Spiritual, Agama yang seharusnya berdasarkan pada Pengertian yang timbul dari Pengalaman akan segala sesuatu yang Alamiah dan Perkembangan Rohani, berupa kesatuan yang penuh arti. Buddhism sesuai dengan Pemaparan ini. Jika ada agama yang sejalan dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Modern, maka itu adalah Ajaran Buddha.”

SINOPSIS BUKU- Ajaran Buddha di Mata Cendekiawan Ungkapan penghargaan Albert Einstein, ilmuwan terbesar abad ke-20:
    1905:"Rasa keagamaan kosmik merupakan dorongan paling kuat dan paling mulia terhadap penelitian ilmiah. Agama Buddha, seperti yang kita pelajari dari tulisan Schopenhauer yang mengagumkan, mengandung unsur tersebut jauh lebih kuat dibanding agama lainnya."

    1939:"Jika ada suatu agama yang akan memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern, agama itu adalah agama Buddha."
Einstein meninggal 18 April 1955, menjelang wafatnya Ia meninggalkan pesan agar jasadnya di kremasi dan tidak di kubur secara Yahudi.

Bagaimana menurut anda?

[Kembali]


Sumber
  • Al Qur’an, Al Kitab, RigVeda, Tipitaka
  • Tafsir Ibn Kathir, Sahih Bukhari dan Muslim
  • Keajaiban Al Qur’an, Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan
  • Wikipedia, fisika.net, Sammagi-Phala, Bhagavant, dll
  • Vedic Physic-Scientific Origin of Hinduism, Oleh: Raja Ram Mohan Roy, Alih bahasa: Gede Manggala, Posted by Ketut Adi on 2003-09-22 di iloveblue.com
  • All about Buddhism, Dasar Pandangan Agama Buddha, Karya Venerable S. Dhammika [Warga Australia yang menjadi Bikkhu], The Buddha Dhamma Mandala Society, Singapore, 1990; Terjemahan Dr. Arya Tjahjadi, DSA, Penerbit Yayasan Dhammadipa Arama Cabang Surabaya
  • KARUNAKAR MARASAKATLA, Evolution in the fourth round, Root-race chronology
[Kembali]


Artikel terkait lainnya:

First save: 10/6/08, 2:50 PM

133 comments:

  1. Ini hoax yang paling sering dipercaya umat Buddha. Einstein tidak pernah mengatakan bahwa agama Buddha adalah agama kosmis atau semacamnya.
    Tidak pernah ada bukti secuilpun, baik dalam public speaking, jurnal ilmiah, private letters, buku, atau rekaman bentuk lainnya bahwa Einstein pernah mengatakan itu. Entah siapa yang pertamakali menyebarkan hoax ini, tapi usahanya memang cukup sukses (bikin GR umat Buddha :) ).
    Umat Buddha pasti kecewa dengan kenyataan ini.
    http://en.wikiquote.org/wiki/Albert_Einstein#Misattributed

    ReplyDelete
  2. Dear Mr Anonim,

    Saya bisa pahami kejengkelan anda membaca betapa menyedihkannya ajaran agama ‘langit’.

    Saking jengkelnya...anda tambahkan bumbu kata 'hoax' dengan mengutip http://en.wikiquote.org/wiki/Albert_Einstein#Misattributed:

    Buddhism has the characteristics of what would be expected in a cosmic religion for the future: It transcends a personal God, avoids dogmas and theology; it covers both the natural and the spiritual, and it is based on a religious sense aspiring from the experience of all things, natural and spiritual, as a meaningful unity.
    • Variant: The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend a personal God and avoid dogmas and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things, natural and spiritual as a meaningful unity. If there is any religion that would cope with modern scientific needs, it would be Buddhism.
    • These two statements are very similar, widely quoted, and seem to paraphrase some ideas in the essay "Religion and Science", but neither has been properly sourced. Notable Einstein scholars such as John Stachel and Thomas J. McFarlane (author of Buddha and Einstein: The Parallel Sayings) know of this statement but have not found any source for it. Any information on any definite original sources for these is welcome.
    • This quote does not actually appear in "Albert Einstein: The Human Side" as is sometimes claimed.

    Benarkah Hoax dan umat Buddha ke-geer-an?

    Coba lihat Lucunya Wikipedia, di http://en.wikiquote.org/wiki/Buddhism, yang malah memuat kutipan ini juga:

    The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism. (Albert Einstein)

    Wah, kelihatannya Wikipedia masih bimbang untuk bersikap mau bagaimana.

    O, ya, karena link wikipedia di atas menyebut Thomas J Mc Farlane, maka silakan anda lihat ringkasan buku Buddha and Einstein: The Parallel Sayings, Thomas J MC Farlane, di http://www.integralscience.org/einsteinbuddha/

    Dan berikut dibawah ini saya lampirkan lagi beberapa sumber yang reliable mengenai kutipan Einstein bahwa Buddhisme adalah agama scientif:

    • http://www.spaceandmotion.com/Albert-Einstein-Quotes.htm
    • http://mads.stenfatt.com/einstein/
    • http://online.sfsu.edu/~rone/Buddhism/VerhoevenBuddhismScience.htm, Dr. Martin J. Verhoeven, Religion East and West, Issue 1, June 2001, pp. 77-97
    • http://www.westegg.com/einstein/#quotes
    • http://www.encognitive.com/node/1633
    • http://park.org/Guests/Stavanger/bud1.htm
    • http://www.oppapers.com/essays/Buddhism/89854
    • http://www.purifymind.com/CognitiveScience.htm
    • http://barometer.orst.edu/news/2003/04/21/News/Lecture.Studies.Chaos.Theory.And.Buddhism-2295837.shtml
    • http://www.physics-philosophy-metaphysics.com/forum/ancient-indian-philosophy-buddha-buddhism-religion-t26.html
    • http://www.islam.com/all-replies.asp?id=927967&ct=22&mn=927967
    • Ah, bosen capek…terlalu banyak

    ***

    Kemudian untuk quote-an yang ini:

    The beginnings of cosmic religious feeling already appear at an early stage of development, e.g., in many of the Psalms of David and in some of the Prophets. Buddhism, as we have learned especially from the wonderful writings of Schopenhauer, contains a much stronger element of this.

    Lihat di :
    Religion and Science; The following article by Albert Einstein appeared in the New York Times Magazine on November 9, 1930 pp 1-4. It has been reprinted in Ideas and Opinions, Crown Publishers, Inc. 1954, pp 36 - 40. It also appears in Einstein's book The World as I See It, Philosophical Library, New York, 1949, pp. 24 - 28.
    [http://www.sacred-texts.com/aor/einstein/einsci.htm#TIMES]

    ***

    Saya rasa anda juga sudah tahu bahwa sangat menjijikan buat agama Tradisi India mengaku-aku atau minta di akui oleh kitab2 lain seperti yang biasa dilakukan secara konyol oleh kalangan Abrahamic yang entah mengapa merasa PENTING SEKALI untuk menyatakan secara sepihak bahwa

    Hindu dan/atau Buddha meramalkan Muhammad-lah atau Yesus-lah dikitab2 Hindu atau Buddha..hehehe seperti ini misalnya:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/benarkah-yesus-di-nubuatkan-di-kitab.html

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/03/benarkah-yesus-pergi-ke-india.html

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/10/lho-koqmuhammad-ada-di-kitab-hindu-dan_8940.html

    hehehehe..ternyata hanya klaim kosong tok!

    Jangan khawatir, Hinduisme dan Buddhisme..merasa biasa2 saja kalo dikatakan sesuai dengan ilmu pengetahuan modern oleh sarjana2 barat.

    Salam

    ReplyDelete
  3. Wah keren saudara Wirajhana Eka bagaikan menegakkan kembali apa yang rubuh,Sadhu..Sadhu..Sadhu..

    ReplyDelete
  4. Ngarep deh... Budha itu siapa? tuhan atau yang menyebarkan ajaran budha?? masa disembah terus yang di tiongkok itu budha juga? sesuai dengan ilmu pengetahuan modern???

    hahahahahaha...

    ReplyDelete
  5. kalau bener bikin situs kaya www.harunyahya.com baru gue percaya...

    ReplyDelete
  6. Dear anonim,
    Buddha itu siapa?
    Oh, Ia manusia bukan tuhan. Manusia ini bilang bahwa ada jutaan tata surya lain selain tata surya kita, sementara tuhan bilang kalo bumi itu dulunya bertumpuk satu diatas yang lain dengan langit..bumi duluan diciptakan kemudian baru langit dinaikan..
    kira-kira kalo ada tuhan bicara model gini..konyol ngga?

    Disembah? maksudnya model seperti tuhan? Wah, Itu hal terbodoh yang dilakukan oleh orang2

    Cara Tradisi india dalam menghormati orang suci [Bukan menyembah], saya urutkan dari penghormatan yang tertinggi s.d terendah):

    1.Yang tertinggi adalah mengitari tubuh
    2.Tengkurap, menyelonjorkan tangan sejajar
    3.Bersujud seperti shalat
    4.mencakupkan tangan
    5.menganggukan kepala

    Nah, demikianlah caranya untuk menghormati..Dan bukan untuk menyembah dan meminta2...

    Di sutta tipitaka disebutkan cara menghormati Buddha bukan menyembah dan memberikan bunga2, namun melakukan sati dan pana

    Ada satu artikel yang patut anda baca untuk membedakan menyembah dan menghormati:
    http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/09/kamulah-yang-menyembah-berhala/

    Zaly,
    Saya ngga perlu buat ".com" karena buat saya blog gratisan ini cukup.

    O, ya saya asumsikan anda masuk blog saya lewat komentar di facebook saya untuk Abdul Kohar Ibnu Sofyan [lihat rangkaian komentar ini:

    http://www.facebook.com/wirajhana.eka?ref=profile#/note.php?note_id=148495827360&comments]

    Untuk itu, Disamping masalah "big bang", Harun yahya juga salah menafsirkan teori Darwin, karena ngga pernah Darwin bilang nenek moyang manusia berasal dari kera.

    Jadi, jangan belajar teori darwin pada Harun yahya.

    Untuk mengenal selintas apa maksud Darwin, anda bisa baca ini sebagai pendahuluan..ini cukup ringkas:
    http://pkukmweb.ukm.my/~ahmad/tugasan/s3_99/rosmina2.htm
    http://suaratuhan.blogspot.com/2009/02/200-tahun-teori-darwin-layak-dibuang.html

    Liat penelitian terakhir DNA yang menyatakan bahwa pewarisan sifat pada organisme akibat pengaruh lingkungan
    http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2009/04/14/brk,20090414-170215,id.html

    Atau untuk jelasnya baca juga buku aslinya Darwin disini:
    http://www.talkorigins.org/faqs/origin/chapter14.html

    Bantahan yang cukup bagus, atas tulisan HY mengenai teori darwin anda baca disini:
    http://forum.detik.com/showthread.php?t=26375
    http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Teori-Evolusi-vs-Adam-Hawa-Meluruskan-yang-bengkok

    Untuk Tulisan HY yang memuat tafsiran AQ tentang bulan terbelah, saya komentari di sini:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/08/bulan-tidak-pernah-terbelah-dua.html

    Kemudian,
    Banyak situs islam secara sepihak memberitakan bahwa ia dihukum karena “menghancurkan Darwinisme” namun ternyata mereka keliru, dari banyak tuntutan diantaranya adalah membuat seorang wanita dipaksa melayani 16 orang, kejadian ini direkam dan wanita itu diperas jika melaporkan akan di publikasikan! Ia juga pernah dituntut karena kepemilikan kokain dan terakhir Harun Yahya dihukum 3 tahun karena variasi kejahatan dalam pengelolaan ilegal organisasi untuk keuntungan pribadi:

    [...] Controversial Turkish Islamic author Adnan Oktar was sentenced to three years in prison on Friday for creating an illegal organization for personal gain, state-run Anatolian news agency said. [...]

    [http://www.reuters.com/article/artsNews/idUSL0992091620080509]

    btw, Tks buat sarannya.

    ReplyDelete
  7. Dahulu kala baik Tuhan itu sendiri ataupun kisah2 suci sering dan banyak muncul. akan tetapi di jaman modern ini dan akan datang, kisah yang ada cuma orang kesurupan dewa atau iblis. Tidak akan pernah ada lagi satu jenis kekuatan yg maha dahsyat, suci, gaib, skillfull, yang bisa menggemparkan dunia dan menyelamatkan manusia dari nafsu kotor dan rentetannya. Kenapa? karena kita manusia susah diatur lagi. jadi wait and see. toh byk hukum kebenaran telah diturunkan di dunia ini. terserah manusia itu sendiri yang mau berpijak di elemen positif/negatif. Pesan saya adalah teruskanlah perjuangan blogger ini, kalo ada teman2 se-manusia punya pendapat lain, janganlah ada kata2 kotor. cukup diam dan pahami dulu isi alkitab masing2. Maklum alkitab adalah buatan manusia, yang namanya manusia pasti ada salahnya. entah sengaja atau tidak. yang jelas kita sbg human punya akal pikiran dan hati nurani. di dalam palsu terdapat asli, di dalam asli bisa jadi palsu. Thanks

    ReplyDelete
  8. salam...
    waduh hebat mas wira punya pengetahuan banyak tentang isi di kitab2 agama lain ya...tapi kok sayangnya kenapa seakan mencari-cari kelemahanya...apa tidak lebih indah klo kita mempelajari mengamalkan semua kebaikan dalam kitab kita..tanpa perlu mengatakan agama langit yang menyedihkan dan Tuhan yang konyol yang justru akan memancing kebencian dan fitnah...semua kitab akan membenarkan ajaran masing masing, tapi tidak ada hak untuk menghina yang lain...saya justru sedih membaca komentarnya...

    ReplyDelete
  9. Dear Cakra Bocah Trowulan,

    Agama2 di muka bumi berbeda2 baik dari isi maupun tujuannya. Untuk itu, menyampaikan apa yang berbeda adalah hal yang wajar.

    sisi baiknya adalah untuk orang perorang yang semakin memahami manfaat dan resikonya dengan menjalani ajarannnya sekarang.

    Itu juga, akan lebih meminimalisir orang2 selama ini telah mengambil keuntungan atas nama AGAMA karena ketidaktahuan orang lain untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

    Kenapa?

    Karena di jaman ini, Informasi bukan lagi hal yang previledge.

    ReplyDelete
  10. hindu itu cuma dongeng2 dan imajinasi orang2 purba,kebudayan lalu diagamakan....tidak ada firman tuhan didalamnya

    ReplyDelete
  11. Dear ryan,
    Panas ya...keciannn

    Setelah anda membaca tentunya anda tahu sekarang bahwa yang mem-firmankan:

    Bumi itu Datar;
    Matahari mendekati Bumi;
    Bintang sbg alat pelempar setan;
    Matahari, Bulan, dan bintang diciptakan lebih belakangan dari Bumi..

    Ternyata BUKAN Tuhan Hindu..

    Hehehehe..konyol

    ReplyDelete
  12. 4 ryan hendra
    Apa iya Hindu cuma agama dongeng? Kok dongeng lebih pintar dan ilmiah dari Tuhan agama langit?

    ReplyDelete
  13. Bagi yang beragama Hindu maupun Budha, mungkin bisa membantu menjelaskan makhluk yang pertama tercipta itu apa menurut ajaran Hindu atau Budha ? Apakah saat pertama kali tercipta, hanya 1 jenis makhluk saja atau berbagai jenis makhluk yg tercipta ? Terima kasih.

    ReplyDelete
  14. Berbagai jenis. Silahkan menunggu dari Wirajhana... Yang pasti dalam Veda disebutkan ada 8.400.000 jenis makhluk hidup. Mulai dari bakteri, rerumputan, serangga, kambing, macan, gajah hingga manusia...

    ReplyDelete
  15. Dear Lim,
    Anda menanyakan apa mahluk pertama yang tercipta menurut Hindu dan Buddha.

    Untuk Hindu:
    Di kitab suci yang umum akui sebagai yang tertua di dunia, Rig Veda menyatakan seperti ini:

    Siapa yang tahu, siapa yang akan memberitahu dari mana dan mengapa penciptaan ini lahir, karena dewa-dewa lahir setelah penciptaan ini. Sehingga, siapa yang tahu dari siapa semesta ini dilahirkan. Dari siapa penciptaan ini dilahirkan, Ia mendukung atau tidak. Ia bertahta di langit tertinggi, mungkin Ia tahu atau mungkin tidak. [Rgveda 10.129.6-7]

    [Untuk mengetahui siapa itu Allah/Tuhan/Deva, silakan lihat di tulisan ini:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/07/allah-semua-agama-itu-ternyata-sama.html]

    Kemudian,
    Disetiap terbentuk dan kehancuran dunia, dinamakan siklus umur Brahma di bagi dalam rangkaian Mavantara, di setiap Mavantara ada Manu, jadi terdapat 14 manu dalam 14 Mavantaranya.

    Manu berasal dari kata Manasa yang berarti mahluk yang memiliki kesadaran/berpikir. Manvantara berasal dari ‘Manu’ dan ‘antara’ yang artinya adalah interval antara dua Manu [Srimad-Bhagavatam 3.13.14-16]

    Manu bukan merupakan unit individu, Manu merupakan satu set ras manusia. Manu merupakan nama generik dari Pitr atau leluhur/asal muasal manusia [Secret Doctrine 2:308-9].

    Lebih lanjutnya silakan baca tulisan di atas pada artikel ini.

    Untuk Buddha:
    Mahluk2 pertama di setiap siklus juga para Deva, lihat di atas di bagian tulisan tetang Ajaran Buddha dan juga ditulisan ini:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html#buddha

    salam.

    ReplyDelete
  16. Bli, tiang boleh gak copy artikel ini ke blog tiang? Yg pasti sumbernya akan tiang cantumkan kok.

    ReplyDelete
  17. waaakaaaaakaaak, kelihatan banget maksa dicocok-cocokan, spy kelihatannya ajaran agama hindu/budha itu sesuai dg science, spy kelihatannya aja ilmiah. padahal...waa kaaa kaaaak....
    Dari awal pun kitab suci agama Islam, terutama di qur'an sudah menyatakan bahwa bumi itu bulat, tinggal cara orang memahaminya saja yg sering salah tafsir yhd ayat2 ttt, btw. Anda mengaku salah satu sumber tulisan disini adalah qur'an, tapi anda memelintir ayat2 qur'an sedemikian rupa shg menimbulkan salah tafsir. Ini salah satunya, QS. 41 Al Fushshilat, tidak spt itu bunyinya, yg benar adalah :
    ayat 10:
    waja'ala fiihaa rawaasiya min fawqihaa wabaaraka fiihaa waqaddara fiihaa aqwaatahaa fii arba'ati ayyaamin sawaa-an lilssaa-iliina
    Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
    ayat 11:
    tsumma istawaa ilaa alssamaa-i wahiya dukhaanun faqaala lahaa walil-ardhi i/tiyaa thaw'an aw karhan qaalataa ataynaa thaa-i'iina
    Kemudian Dia "menuju" langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
    Coba bandingkan dg kutipan ayat 10&11 Al Fushshilat di tulisan anda di atas. Paham?!

    ReplyDelete
  18. Dear Moon,
    Tentang Islam mengatakan bumi itu bulat...hmmm, sayang sekali..ngga ada tuh..yang ada juga bilang datar, bertumpuk dengan langit satu diatas yang lain..

    Tafsir surat 41 dari Ibn Kathir juga mengatakan hal yang kurang lebih senada:

    Penciptaan Bumi dan Penciptaan langit dibicarakan secara terpisah Allah berkata bahwa Ia menciptakan Bumi terlebih dahulu, karena itu adalah Fondasi, dan Fondasi harus dibangun terlebih dahulu baru kemudian atap..

    hehehe..konyol.

    salam

    ReplyDelete
  19. Anda yg konyol, kl belum bisa membaca qur'an itu belajar dulu, jadi gak asbun spt ini. baca nih http://faithfreedom.myforumportal.com/board/bentuk-bulat-planet-bumi-t816-45.html

    ReplyDelete
  20. Dear moon,

    Apakah kata 'takwir' surat 39:5 di link anda berhubungan dengan bentuk bumi?

    Tidak.

    karena itu hanya menerangkan bahwa bentuk langit versi islam berbentuk kubah dengan matahari dan bulan-lah yang berjalan.

    Bukti:

    [..]Ibn Taymiyah: Allah has said, "And He (Allah) it is Who created the night and the day, the sun & the moon. They float, each in a Falak." Ibn Abbas says, "A Falaka like that of a spinning wheel." The word 'Falak' (in the Arabic language) means "that which is round."[..]

    Tafsir Ibn Kathir surat Ar rad:2,
    [..]seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan ditempat peredarannya), Itu juga dikatakan artinya adalah: Hingga mereka selesai/turun [settle] ke bawah kursi Allah [‘arsy] setelah melewati bagian lain bumi.

    Jadi ketika mereka, dan seluruh planet2 sampai di sana, mereka berada ada di jarak terjauh dari ‘arsy. Karena menurut pandangan yang benar, yang teks-teks buktikan, ini berbentuk seperti kubah, dibawahnya semua adalah ciptaan. Tidak berbentuk bundar seperti benda2 langit, karena ada pillar bawaannya. Fakta ini jelas bagi mereka yang mengerti ayat dan hadis2 otentik[..]

    Arti kata takwir:

    Surat at takwir:1,
    YUSUFALI: When the sun is folded up;
    PICKTHAL: When the sun is overthrown,
    SHAKIR: When the sun is covered,

    Tafsir:
    [..]At-Takwir means to gather one part of something with another part of it (i.e., folding). From it comes the folding of the turban (`Imamah) & the folding of clothes together. Thus, the meaning of Allah's statement, (Kuwwirat) is that part of it will be folded up into another part of it. Then it will be rolled up and thrown away. When this is done to it, its light will go away.

    Sumber: http://www.islambasics.com/view.php?bkID=69&chapter=19

    [..]The word kawwara is derived from Takwir which denotes for the sun 'to lose its light'. (Another meaning of Takwir is 'to fold', & the translation in the text is based on this meaning. The sense of folding the sun is that its function will come to an end, and it will lose its light..
    Muhammad Taqi Usmani) Sayyidna Hasan Basri (RA) has attached this interpretation to it. Another sense of the word is 'to cause to fall'.
    Rabi' Ibn Khaitham (RA) assigns the following interpretation to this verse: The Sun will be thrown into the ocean, and as a result of its heat the entire ocean will turn into fire. The two interpretations are not contradictory. They may be reconciled thus:
    first, its light will be put off and then it may be thrown into the ocean.
    Sahih of Bukhari records from Sayyidna Abu Huharirah (RA) that the Holy Prophet (Sallaho Alaihe Wassallam) said that on the Day of Resurrection the Sun and the Moon would be thrown into the ocean.
    Musnad of Bazzar has the addition that they will be thrown into Hell.
    Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya and Abush-Shaikh stated that on the Day of Resurrection Allah will throw the Sun, the Moon and all stars into the ocean. Then a violent wind will blow over them, as a result of which the entire ocean will turn into fire.

    Thus it is correct to say that the Sun & the Moon will be put into the ocean. It is likewise correct to say that they will be put into Hell, because the entire ocean at that time will have been turned into Hell. [Derived from Mazhari and Qurtubi] [..]

    Sumber: http://www.central-mosque.com/quran/maariful_quran.pdf

    Jadi M oon,
    kata ‘takwir’ yang dimaksud 100% menegaskan bahwa langit islam berbentuk kanopi, seperti maksud surat Al baqarah:22,

    YUSUFALI: Who has made the earth your couch, and the heavens your canopy; and sent down rain from the heavens; [..].
    PICKTHAL: Who hath appointed the earth a resting-place for you, and the sky a canopy; and causeth water to pour down from the sky,[..]
    SHAKIR: Who made the earth a resting place for you and the heaven a canopy and (Who) sends down rain from the cloud [..]

    sumber: http://english.bayynat.org.lb/Quran/AL-BAQARA2.HTM

    Konyol ya..

    ReplyDelete
  21. orang salah tafsir itu banyak, krn mmg mreka bukan ahlinya. Untuk bisa menafsirkan qur'an itu ia harus mengiasai bahasa Arab, ajaran Islam dan ahli dibidangnya, artinya seorang dokter muslim yg ahli bahasa arab tentunya akan lebih dapat memahami arti ayat-ayat qur'an yg berkaitan dg ilmu kedokteran (spt ttg ayat qur'an yg menyatakan bahwa syaraf perasa manusia itu letaknya di bawah kullit), dll,termasuk penciptaan bumi, tentu saja langit terlebih dahulu dicipta, ada byk ayat2 dlm qur'an yg menyebutkan langit&bumi, langit selalu disebut dulu dari bumi, dan di surah itu juga disebutkan "lantas menuju langit" berarti langit sudah ada dulu sebelumnya.
    Jadi jangan sok menafsirkan kitab suci agama orang lain, cukup saja kekonyolan kalian dgn mengangap bumi berbentuk seperti bola, bundar(padahal bumi berbentuk elipsis) dan disangga oleh naga pula, aneh, membedakan tuhan dgn jin saja belum bisa kok sok-sok an mencoba menafsirkan kitab suci firman Tuhan.

    ReplyDelete
  22. Nimbrung ah... Yg salah tafsir itu siapa sih? Terus siapa dong yg tafsirannya tepat? apakah bro Moon? Atau MUI?

    ReplyDelete
  23. MUI juga sama, tafsirnya, coba mana sini lampirkan gimana menurut kamu tafsirnya? Jgn asal ngomong ya, hrs dr sumber resmi.

    ReplyDelete
  24. Dear M oon,
    koq malah nanya2 ngga jelas..bukannya ngecheck

    Semua tulisan di artikel dan juga di komentar saya sesuai dengan tafsir dan hadis [sahih dan sunan] juga saya sertakan sumber dan linknya..

    ngga berani ya untuk check...
    takut bahwa yang saya tulis ternyata 100% bener, ya

    Ayo silakan buktikan..jangan malu2..

    ReplyDelete
  25. Tar to bro... Moon. Namanya sudah tafsir... dimana pasti ada sebuah faktor pemikiran dr si pembuat tafsir. Ya Kan...???
    Sekarang saya ingin tau... sapa saja yg bisa membuat tafsir? Orang2 tertentu atau semua orang bisa membuat?
    Klo orang2 tertentu, maka syarat2 apa yg harus dipenuhi o/ orang tsb agar masuk kualifikasi u/ mbuat tafsir?

    ReplyDelete
  26. Lha wong ditanya mana tafsir MUI yg bertentangan dgn tafsir aku, kok malah balik tanya. Sy nggak melihat adanya perbedaan itu. Ttg kriteria penafsir itu sdh sy jawab sblmnya, berulang2, cari dan baca!

    ReplyDelete
  27. Gini saja...Bro...Moon... Kita ambil saja 1 contoh saja. Dulu... orang merokok tidak diharamkan sama sekali, sekarang karena ada penemuan2 yg mana dibilang rokok itu gak baik. Maka MUI mencari2 ayat2 yg agak nyrempet... Sehingga bisa mengatakan itu haram.

    Begitu juga dg bumi, coba gak ada penemuan secara ilmiah klo bumi itu bulat, mungkin di muslim akan mati2an bilang bumi itu datar. Apalagi ayat2 di qur'an yg bisa diasumsikan bulat, sangat sedikit.

    Itu lho bro maksud ane....

    Oh ya setiap orang yg menafsirkan, tentu punya massa/pengikut... Ya kan? Shg tafsir yg ia buat tentu punya pengakuan dr massa/pengikutnya. Shg klo anda bilang itu tafsir yg salah/sesat, saya rasa kurang bijak.... karena itulah pemikiran manusia.... Coba Bayangkan klo suatu saat, bumi ini pecah, jadi lempengan datar....Pasti anda akan membenarkan bahwa sesungguhnya bumi itu datar.......ya kan??? hehehehehe...

    So... dlm meTafsirkan ayat2 selalu mengikuti perkembangan jaman. Begitulah konsepnya...

    Klo di Veda, kita artikan apa adanya... shg mungkin jaman dulu akan kelihatan konyol atau g masuk akal sama sekali... Tp lamban laun kok benar ya????

    Sehingga tantangan kami...coba artikan qur'an apa adanya tanpa perlu pemikiran2 yg sifatnya melunakkan atau mengikuti perkembangan zaman... Tentu malah kelihatan, ngawur, sadis, dll? Ya kan?

    ReplyDelete
  28. Ho ho ho ho, tambah ngaco aja, justru skrg ini hindu/budha semakin dikesan2kan spy mirip ajaran Islam. Mana ilmiahnya sesajian, nggak ada. Mana ilmiahnya zina, nggak ada, justru menunjukkan tak ada beda antara manusia dengan hewan. Merokok itu adalah haram, jika memang merokok itu terbukti mengganggu kesehatan, krn ayatnya adalah : dilarang menzalimi diri sendiri. Nah yg masih diperdebatkan adalah : mengganggu kesehatan atau tidaknya. bukan ayatnya. Paham?!
    Justru qur'an itu kitab yang paling lengkap dan sempurna, bahkan bentuk bumi dibahas dalam berbagai sudut pandang, yakni dari pandangan manusia yg berada di dalam bumi (diratakan, bagai hamparan), juga jika dipandang manusia dari luar bumi (yakni, bulat bagai telur).
    Masih banyak hal-hal lain,coba apa kata seloka kitabmu itu ttg bedanya cahaya bulan dgn matahari?! Ada?

    Juga apa kata kitabmu itu ttg alat sensor perasa sakit yg dibawah kulit manusia. Ada?!
    Di Qur'an bahkan ini sudah dijelaskan, dan menjadi dasar imu pengetahuan kedokteran. Ilmiah!

    Juga apa kata kitabmu itu ttg hujan? Ada? Apa katanya?

    Apa kata kitab-mu itu ttg membar pembatas air sungai yg tawar dgn air laut yg asin? Ada?!

    Apa kata kitabmu itu ttg ilmu akutansi/tata buku? Ada?!

    Apa kata kitabmu itu ttg Bio energi? Ada?!


    dll masih banyak lagi, baca :
    http://faithfreedom.myforumportal.com/board/al-qur-an-online-t5148-15.html

    ReplyDelete
  29. Sekarang aku tantang kamu! Apa kata hindu/budha, veda-mu itu ttg proses penciptaan manusia? Ilmiahkah?! Think!

    Sedangkan di qur'an jelas disebutkan:

    penciptaan anak manusia.

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ

    [23:12] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

    ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ

    [23:13] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

    ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

    [23:14] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.


    Disini juga dipakai bahan dasar TANAH untuk membuat air mani, akan tetapi ilmu pengetahuan mengatakan komposisi kimia sperma adalah sebagai berikut :

    Komposisi kimia …………..( Dalam mg/100 ml )
    Ammonia ……………………………2
    Ascoric Acid ……………………..12,8
    Ash …………………………………..9,9 %
    Calcium ……………………………25
    Carbon Dioxide …………..54 ml/100 ml
    Chloride …………………………155
    Cholesterol ………………………80
    Citric Acid ……………………….376
    Creatine …………………………..20
    Ergothioneine ………………..Trace
    Fructose ………………………..224
    Glutathione ………………………30
    Glycerylphorylcholine ………54-90
    Inositol ……………………………..50,57
    Lactic Acid ………………………..35
    Magnesium ……………………….14
    Nitrogen, nonprotein(total) …913
    Phosphorus,acid-soluble …….57
    Inorganic ………………………….11
    Lipid ………………………………….6
    Total (lipid) ………………………112
    Phosphorylcholine ………….250-380
    Potassium …………………………89
    Pyruvic Acid ………………………29
    Sodium ……………………………281
    Sorbitol ……………………………..10
    Vitamin B 12 ……………….300-600 ppg
    Sulfur …………………………3 % (of ash)
    Urea …………………………………72
    Uric Acid ……………………………..6
    Zinc ………………………………….14
    Copper ………………………0,006-0,024

    Kalau diuraikan dalam atom2nya, maka akan jadi C, H, O, N, S + mineral lain. Itulah 'saripati tanah' yang sampai ke manusia melalui proses rantai makanan, yang kemudian diolah oleh tubuh kita sendiri menjadi sperma.

    ReplyDelete
  30. Dear M oon,
    Islam katakan bumi diciptakan dulu baru matahari, bulan dan bintang. Bintang dan meteor buat melempar setan, matahari akan mendekati bumi jarak 1 KM..hehehe terus nyemplung ke laut..

    Ilmiah versi islam koq beda ama versi sain?

    Di India, Tertibnya penciptaan semesta malah dibuktikan kebenarannya oleh sain, bahkan ilmu kedokteran & Ilmu bedah pun udah ada dari sebelum masehi.

    Untuk tantangan mu ngga perlu di jawab oleh tuhan Hindu..cukup seorang rsi bernama Pippalada penulis Garbho upanisad [1800 SM] yang menjawab.

    Upanisad ini berisi detail perkembangan Janin dari mulai sperma bersatu hingga lahir malah!

    [jangan tersedak ya..bandingkan sendiri sama proses janin menurut kedokteran]:

    Garbha Upanishad
    Translated by Dr. A. G. Krishna Warrier
    Published by The Theosophical Publishing House, Chennai

    The formation of the embryo and its stages of development

    On a perfect day and on the uniting of the male and female reproductive fluids,
    after the lapse of one night, the embryo is in a mixed (semi-fluid) state.
    After seven nights from thereon, it takes the shape of a bubble formed out of water.
    At the end of a fortnight, it takes the shape of a solid lump. It gets solidified and hardened at the end of one month.

    In two months, the head takes form.
    At the end of three months, the legs and foot are formed.
    And by the fourth month, the wrist, stomach and the hip, waist etc are formed.
    During the fifth month, the spine and the adjoining bones get shaped.
    The Mouth, Nose, Eyes and the Ears are all formed during the sixth month.
    In the seventh month, life or the jivan enters the body shaped so far.
    By the eighth month, it attains full shape and gets fulfilled with all other remaining parts. If the potency of the father (the male) is stronger than the mother, it becomes a male and vice-versa. If the potency of both the father and the mother are equal with no pulling force in either, it becomes a nabumsaka. (neither a male nor a female)

    It is born as a blind or as a deaf or dumb or short or with other deficiency due to any mental confusion during the period of pregnancy. If the male reproductive fluid is split because of the air moving around in the body, twins are born.
    When the body comprised of the five natural forces acquires intelligence by the infusion of the jivan (or the soul), it also acquires the five intellectual organs and the brain, which enables the jivan to distinguish between different forms of objects and tastes.
    ...
    Once he digests the essence of the same, he understands the fact that the eight basic forces (five sense organs, the mind, intellect and ego) and their sixteen variants belong to the soul or the jivan residing in the body.

    Whatever is consumed or drunk by the mother passes through the nerves dovetailed with the child’s to the jivan, which is satisfied with such feed.

    It is during the ninth month that all the sense organs and intellect organs attain completeness.

    Constitution of a human body:
    (Apart from what is said in the earlier paragraphs), The human body consists of 107 secret spots (comparable to the genitals), 180 junction points, 109 nerves called as “snaayu”, 700 other nerves, 500 tissue groups (muscle), 360 bones, four and a half crore hairs, 8 palam (palam is an old measure that weighs around 35 grams) weighing Heart and 12 palam weighing tongue. The body also has got one ser (ser is a measure weighing around 300 grams) weighing biological fire, two ser weighing watery substance, a quarter ser weighing semen or other reproductive fluid and two-sers weighing fat. There is no laid down measure or weight of the urinary or the other solid excretions, which are dependent on the intake.

    link:
    http://www.dharmicscriptures.org/Garbha%20Upanishad_English.doc

    Awas jangan tersedak!

    ReplyDelete
  31. Mana buktinya statement resi kamu itu lebih dulu dari qur'an? Gak ada jaminan. Sedangkan dlm kitab suci kamu justru dibilang manusia terdiri atas unsur, api,angin et cetera yg sama sekali tak terbukti ilmiah. Justru qur'an yg benar menyatakan unsur tanah sbg pembentuk manusia.

    Juga mana kajian ilmiah ttg sesajian itu?

    ReplyDelete
  32. Dear M oon,
    Hahahahaha..menyedihkan ya..Allah cuma mampu bikin tulisan yang anak tk sekarang juga tau ringkasannya..tapiiiii Garbha upanisad Hindu..luar biasa bukan dari mulai bertemunya janin hingga lahir + struktur tubuh ada..

    Jangan nangis dong..

    btw buka aja link nya kamu juga akan tau..

    ReplyDelete
  33. anak tk dan resi-mu itu baru tahu stl ada penelitian ilmu kedokteran ttg ini, jadi gak usah ngarang-ngarang deh. Ilmu kedokteran iu penemuanya muslim, berdasarkan petunjuk (kamu tahu kan artinya "clue")dari qur'an, bisa tebel banget kalau seluruh pengetahuan dijelaskan secara rinci, lagian buat apa otak manusia, kalau semuanya sudah dijelaskan rinci, nggak ada usahanya manusia!

    Coba aja kitab kamu itu bisa membedakan antara cahaya bulan dgn cahaya matahari!

    wakaaakaaak....

    ReplyDelete
  34. Baca ni http://faithfreedom.myforumportal.com/board/al-quran-dan-sains-t2280.html

    jauuuuh sekali kalau dibandingkan dgn isi kitabmu itu...

    ReplyDelete
  35. Broo moon.. ya... sekrg Hindu jd agama termuda dong... hehehehehe .... Padahal semua keilmuan menyatakan veda/hindu adalah agama tertua yg tetap exists.
    Ya begitulah... Coba pelajari Veda, tentu anda akan berpikiran akan lebih bijak. Kami aja baca qur'an tidak pernah dikutuk. Ya belajar... ini bukan berarti mengharuskan masuk Hindu lho.. melainkan agar paham pola pikir Hindu.

    Ttg Ilmu... ya...harus main2 srempet...sebab anda sendiri aja bilang bahwa qur'an memberikan clue... just clue!

    ReplyDelete
  36. Dear M oon,
    Masih kaget2 ya orang2 Sebelum Masehi malah mengetahui hal ini lebih detail dari allahmu sendiri...hahahaha..katak dalam tempurung!

    Lihat ini:
    http://www.answering-islam.org/Quran/Science/embryology.html

    ato di:
    http://www.ece.lsu.edu/kak/GarbhaUpanishad.pdf

    "1. Pippalāda and his date
    The first question concerns the date of the Garbha Upani¬ad. Since it is ascribed to Pippalāda, we need to determine this sage’s place in the Vedic tradition, although it is believed that the text may not be as old as the sage. Pippalāda is also the instructing sage of the Praśna Upani¬ad and the author of the Atharvaveda śākhā named after him (Paippalāda śākhā). As a principal arranger of the Atharvaveda, he should be assigned to at least the middle of the second millennium BCE, if the ›gveda is to be taken to be no later than 2000 BCE, as is suggested by hydrological evidence related to the drying up of the Sarasvatī river around this time, and the fact that the ›gveda celebrates this river as the great river of its time, flowing from the mountains to the sea.
    According to the Purāªas, Pippalāda was the disciple of the ›¬i Vedasparśa, and he instructed Yudhi¬−hira in the significance of the A¡gāravrata, which is based on a dialogue between ˜ukra and Virocana.
    The physiological knowledge in the Garbha Upani¬ad is consistent with that found in the oldest Upani¬ads. Like the other texts, it speaks of recursion, but it doesn’t list as many channels (veins and nerves) as the other texts do. This indicates that this Upani¬ad may be older than what has been assumed."

    ato

    di Journal of Postgraduate Medicine
    Medknow Publications and Staff Society of Seth GS Medical College and KEM Hospital, Mumbai, India
    ISSN: 0022-3859 EISSN: 0972-2823
    Vol. 48, Num. 3, 2002, pp. 243-245
    [http://www.bioline.org.br/request?jp02085]

    "The Vedas were followed by other writings. The `Brahmanas' which can be considered as guide books for the Vedas came next. `Aranyakas' and then `Upanishads' followed Brahmanas.1 Upanishads contain knowledge acquired sitting around one teacher in the "Guru-Shishya tradition" where the disciples sit around the teacher and learn. One such Upanishad called Garbha Upanishad (1400 BC) describes the development of embryo in an astonishingly precise manner:

    "From the conjugation of blood and semen the embryo comes into existence. During the period favourable for conception after the sexual intercourse it becomes a `Kalala' (one-day-old embryo). After remaining seven nights it becomes a vesicle - `Budbuda'. After a fortnight it becomes a spherical mass "Pinda". After a month it becomes a firm mass. After two months the head is formed. After three months the limb regions appear."6 Similar descriptions are also found in the teachings of Vag Bhata, Vishnudhara and in Agni Purana.7

    This accurate description of the embryo in the Upanishad, which predates microscopes is truly amazing as it matches almost accurately with the present-day knowledge of embryology. Seven days old embryo is indeed vesicular and is called blastocyst. The description of formation of the head and the limb regions also more or less matches with the time of their development as we know them today. "

    Hahahahaha...Allah mu koq malah kalah dengan Manusia biasa, ya?

    Awassssss...tersedak!

    ReplyDelete
  37. waaakaaakaaak, desperate, cuma itu aja, mana yg lainnya?
    apanya yg kalah, pengetahuan manusia itu tak seberapa dibanding tuhannya, yg aku tanya di kitab-mu ada tidak?
    manusia itu tahu pasti ada sumbernya, nah apa sumber dia dr kitab-mu itu atau justru dr Islam, agama sejak manusia pertama.

    ReplyDelete
  38. Lantas mana keilmiahan dr kitabmu? resi itu tidak mengambil kebenaran dr kitab-mu, melainkan dari ajaran Islam yg sudah ada sejak manusia pertama.

    ReplyDelete
  39. kok dihapus, takuut ya waaakaaakaaak

    ReplyDelete
  40. manusia itu tahu ttg itu bersumber dari mana? yg aku tanya apa kata kitab kamu itu? mana sisi ilmiah kitab kamu? kebenaran yg manusia itu dapat bukan dr kitab kamu tapi dari ajaran Islam yg sudah ada sejak manusia pertama, jd gak usah heran, bahkan pengetahuan manusia itu msih kalah jauh dg jin, apalagi dg tuhan ya jauuuuh bok!

    ReplyDelete
  41. Dear M oon alias melia,
    Anda katakan:
    apanya yg kalah, pengetahuan manusia itu tak seberapa dibanding tuhannya, yg aku tanya di kitab-mu ada tidak?

    Saya:
    pasti tersedak-sedak ya...Ternyata Tradisi KITAB KAFIR di SEBELUM MASEHI udah mengetahui perkembangan janin sesuai ilmu KEDOKTERAN jaman sekarang sementara AQ yang katanya dari Allah yang maha tau cuma bilang seperti itu tanpa tau perkembangan bulannya..

    hahahaha..konyol..nantangin kitab kafir tapi malah k.o!

    Hah! Islam sudah ada sejak manusia pertama? hehehe..maksudnya ADAM?..hahaha masih percaya aja dongeng Adam manusia pertama ini:

    Silakan baca ini:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/gigo-sampah-masuk-sampah-keluar-banjir.html

    Awasssss tersedak lagi!

    Btw,
    di artikel ini, tulisan kamu yang mana yang saya hapus?..justru bentuk2 tulisan kamu bagus buat orang lain baca..betapa konyolnya cara kamu menjawab, berargumen dan membela diri

    hehehe dihapus? hahahaha..rugi gw malah.

    ReplyDelete
  42. yang ini:
    http://cahyaiman.wordpress.com/2010/04/28/kesimpulan-para-profesor-tentang-quran/


    "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

    * Beranda
    * ATURAN DISKUSI
    * DUKUNG KAMI
    * PESAN UNTUK SAHABAT

    KESIMPULAN PARA PROFESOR TENTANG QUR’AN
    April 28, 2010
    by cahyaiman


    Ditulis oleh : Sang Misionaris

    “Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk­kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.
    ……..- Prof. Dr. Joe Leigh Simpson Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat.

    “Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. “
    ………- Prof. Marshall Johnson Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat.

    “AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. “
    ………- Prof. TVN Persaud Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba, Kanada.

    “Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. “
    ……….- Prof. Tejatat Tejasen Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand, Chiang Mai

    “…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. “
    ………..- Prof. Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman.

    “AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. “
    ……….- Prof. Palmer Ahli Geologi ternamaAmerika Serikat.

    “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”
    ……….- Prof. Shroeder Ilmuwan kelautan dari Jerman

    “Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”
    ………..- Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang

    dll.

    ReplyDelete
  43. oh ya, satu lagi ttg tulisan nyampahmu ttg nabi Adam, itu yg garbage. Makanya kalau cari data itu bukan dr kitab suci yg dipalsukan, cari sumbernya dari qur'an atau setidaknya dari PL bukan PB. lol!

    ReplyDelete
  44. Dear M oon,
    Tentang adam BUKAN manusia pertama yang dibahas dari literatur Islam, liat aja di sini:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/08/adam-bukan-manusia-pertama-banyak-adam.html

    Tentang sampah..Nah cilakanya AQ dan Hadis tidak ada yang menggambarkan sedetail PL..

    masih tentang sampah, ada sampah bagus yang tertera di tafsir dan hadis:
    Dikatakan juga bahwa gelombang itu tingginya 80 mil melampaui gunung-gunung. Perahu tersebut terus berlayar dibawah perlindungan Allah…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]

    Hehehe..detailnya kenapa sampah..ya baca aja di sini:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/gigo-sampah-masuk-sampah-keluar-banjir.html

    Btw di kitab dongeng hindu Bhasviya Purana [purana artinya adalah dongeng] ternyata ada juga loh banjir nuh itu..cocok sekali ama arti kitab hindunya yaitu dongeng..Dasar ngga berpengetahuan, dongeng malah di anggap kejadian nyata oleh Allah..hehehehe

    Trus sampah embriyo keith more, harun yahya dan rashid khalifah baca aja di sini:
    http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Embriologi_Dalam_Al-Qur%27an

    Hehehe..bantahannya bagus..allah tumbang oleh manusia..menggelikan emang..

    Salam sayang dari orang yang masih heran kenapa ada yang masih percaya dongeng.

    ReplyDelete
  45. Dasar kamunya aja yg bego, sudah nggak mampu menafsir, nyampahnya lagi, kamu tidak ambil dari sumber aslinya, tapi dari terjemahan english, haa haa haa haaa makin nyampah lagi nih kamu!

    mulai dr yg simpel2 aja dech, apa kata kitab-mu itu ttg hujan?
    Di qur'an bahkan sdh dijelaskan ttg hujan scr lengkap. dan terbukti nyata, sholat minta hujan berhasil meski di musim kemarau sekalipun. Ini menjadi solusi paling efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  46. Dear M oon,
    Hujan? ah anda ini bener2 katak dalam tempurung, apa sih sulitnya buat tradisi yang mampu menyatakan BUMI ini BULAT dan bahkan menyatakan perkembangan janin bulan perbulan hingga lahir?

    Kita mulai dari Brihat samhita, di kitab itu tertulis formasi Awan, pergerakan angin, ukuran curah ujan dll..

    Perlu kamu catat..jangan kaget ya..

    Yang menerangkan ini ngga perlu tuhan, cukup seorang manusia bernama Varâhamihira [505-587 M], Detailnya lihat di sini:

    http://pdflost.com/download/5213563/

    Btw bahasa Inggris kamu ngga bego2 amat kan?!

    Salam

    ReplyDelete
  47. haa haaa haaa, lagi-lagi kamu GAGAL, tak bisa membuktikan keilmiahan kitab veda or seloka bhagawat gita kamu itu!
    orang itu mendapatkan pengetahuan itu BUKAN dari kitab kamu, tapi dari ajaran Islam yang memang sudah ada sejak awal terbentuknya bumi ini.

    Kalau soal hujan dll itu masih membingungkanmu, Nieh yg sederhana aja,

    coba apa kata kitab kamu ttg kondisi bawah laut yang gelap?

    Apa selokanya? dlm bhs aslinya juga dicantumkan spy bisa dicek kebenarannya, bukan main comot pengetahuan yg sudah tersiar lantas diakui sbg pencetusnya....(bisa aja kamuhindu bilang resi A penemu bulan pada 200sm...haaaa haaa haaa haaa cara murahan!).

    ReplyDelete
  48. Dear M oon,
    ah masa sehhh..Kira-kira di islam ada yang lebih janggih dari brihat samhita ngga soal hujan?

    Ada? yang lebih nora sih ada..
    hehehehe..

    Kalo islam udah ada dari mula pembentukan bumi, koq AQ malah bilang bumi ada duluan dari langit? bertumpuk satu diatas yang lain, langit berbentuk kanopi, bumi datar, bulan terbelah, darah bergumpal dan ngga jelas tahapan pembentukan janin?
    Koq malah jadi lebih bego?

    buka linknya dan kamu akan tau itu benar..
    ttg sanskrit..hehehe membedakan Bhagavad gita dan brihat samhita saja ngga mampu..plus bahasa inggris aja masih blepotan minta di cantumkan bahasa yg ngga kamu kenal..hehehehe..ngga ngukur diri.

    btw, tanggapannya yang mutuan dikit deh..jangan cuma nangis tersedak ngga mampu nyimak [apalagi baca pake inggris]

    hehehehe..

    ReplyDelete
  49. lagi2 kumat begonya, sumber kanu itu tidak dijamin valid, yg tahu bhs kitab kamu itu kan cuma kalangan hindu sendiri, jd mudah saja memalsukannya supaya kelihatan ilmiah, kl mmg pengetahuan ttg janin astronomi dll, ilmu kesehatan itu sdh kalian ketahui kok tdk diakui umat hindu sbg penemunya, justru pengakuan duni thd para penemu muslim. haaa haaa haaa ketahuan ya ulah ngibul kalian!

    Nih yg simpel aja, apa kata kitab kamu ttg cahaya dalam laut?

    yg ini akurat dan mudah dibuktikan kebenarannya. Buktikan apa kata seloka kitabmu itu ttg cahaya dalam laut!
    Ada nggak?

    ReplyDelete
  50. M oon,
    bagusnya sebelum komentar klik dulu dan buka..yang terjemahin itu hampir majority non hindu dari pada hindu..awalnya mereka mo mengkafiri mereka..tapi ternyata..mereka malah K.O.

    India itu, walaupun dijajah islam 1000 tahun dan inggris ratusan tahun..walaupun kitab2 mereka di copy paste, di obok2..tapi jumlah hindunya tetep super majoritas..

    kenapa? karena mereka tau kitab2 mereka jauh lebih unggul dari kitab2 penjajah

    Btw sekolah dimana sih? kasi tau ya..bukannya apa2..saya mo pastikan supaya ntar anak2 saya..ngga sekolah di tempat dimana kamu sekolah..

    lulusannya aja begonya ngga ketulungan.

    ReplyDelete
  51. Sebagai informasi tambahan saya persilahkan membuka/mendownload (gratis) bahan2 di situs:
    1. http://www.falundafa.or.id/index.htm
    2. http://www.falundafa.or.id/word/FLG.pdf.zip
    3. http://www.falundafa.or.id/word/ZFL.doc
    4. http://www.kebijakanjernih.net/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=49&Itemid=78

    Seluruh pembahasan tentang alam semestanya hingga ke tingkat mikrokosmiknya menggunakan logika dari Ilmu Fisika Partikel

    Saya yakin, apa yg telah diramalkan oleh Einstein itu adalah benar dan tepat terjawab di dalam ajaran aliran FALUN DAFA (FALUN GONG ini.

    Semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  52. I really really wonder...
    Mas Wira ini kerjaannya apa sih? Kok sempet2 nulis kaya gini?

    ReplyDelete
  53. agama yg mengawinkan manusia dgn sapi ko disebut ilmiah, wakaaakaaakaaak...
    Jelaslah Islam agama yg paling ilmiah, dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama. Dasar penulis blog ini aja yg bego, gak bisa menafsirkan isi qur'an, di jaman yg sudah modern begini, makin byk kebenaran qur'an yg satu per satu mulai terbukti keilmiahannya. Ini pernyataan para ilmuwan, bukan sembarangan orang, macam si bloger blegug yg bego tapi sok tahu spt wira ini. Metode nyampah!

    ReplyDelete
  54. Dear M oon alias melia,
    Sebenernya saya malas ngebahas yang diluar topik ini, apalagi ngga jelas sapi itu kawin dengan upacara atau tidak. Namun demikian, Di Sudan dimana Islam Sunni adalah majority, seorang Pria menikahi kambing setelah memberikan dowry pada pemiliknya [mas kawin, di AQ 4:4, 4:24 AQ 5:5]

    Sudan man forced to 'marry' goat

    A Sudanese man has been forced to take a goat as his "wife", after he was caught having sex with the animal.

    The goat's owner, Mr Alifi, said he surprised the man with his goat and took him to a council of elders.

    They ordered the man, Mr Tombe, to pay a dowry of 15,000 Sudanese dinars ($50) to Mr Alifi.

    "We have given him the goat, and as far as we know they are still together," Mr Alifi said.

    Mr Alifi, of Hai Malakal in Upper Nile State, told the Juba Post newspaper that he heard a loud noise around midnight on 13 February and immediately rushed outside to find Mr Tombe with his goat.

    "When I asked him: 'What are you doing there?', he fell off the back of the goat, so I captured and tied him up."

    Mr Alifi then called elders to decide how to deal with the case.

    "They said I should not take him to the police, but rather let him pay a dowry for my goat because he used it as his wife," Mr Alifi told the newspaper.
    [http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/4748292.stm]

    Menurut situs ini:
    http://ethnikoi.org/iran.html

    "Tahrirolvasyleh is an Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."

    untuk tulisan arabnya, silakan baca di sini:
    http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip

    Salah satu isinya:
    A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.

    If one commits the act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrement become impure and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned.

    Salah satu yang menarik adalah di link ini:
    http://www.homa.org/index.php?option=com_content&view=article&id=104&Itemid=58

    [..]
    Islamic Teachings on sex with animals:

    "The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."

    Editor's notes: I wonder if it is OK to sodomize a dead animal? What happens if the buyer brings the poor animal back into the city?

    "If one commits an act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrements become impure, and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned, and the price of it paid to its owner by him who sodomized it."

    Editor's note: The poor animal first is sodomized and then killed and burned. What an Islamic justice towards animals? Where are the animal rights group?

    "It is forbidden to consume the excrement of animals or their nasal secretions. But if such are mixed in minute proportions into other foods their consumption is not forbidden."

    "If a man (God protect him from it!) fornicates with an animal and ejaculates, ablution is necessary."

    Editor's note: It does not say who should have ablution: the animal or the man?

    Terakhir,
    keragaman variasi seksual dan pernikahan di Islam silakan baca ini:

    Sex and sexuality in Islam
    [http://www.islamreview.com/articles/sexinislam.shtml]

    Walopun saya mo muntah baca beberapa tulisan di atas, namun suka tidak suka saya harus akui bahwa keleluasaan hubungan seksual di Islam emang paling KOMPLIT dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama!

    Salam

    ReplyDelete
  55. waaakaaakaaaak lagi-lagi nyampah....
    tuh penulis pasti salah kutip, TAK ADA itu hukumnya perkawinan antara manusia dgn hewan di Islam, tapi di Metro tv jelas sekali diperlihatkan adanya upacara perkawinan hindu antara manusia dengan sapi, lengkap dgn sesajian, hiasan-hiasan dan pendeta hindunya, ngaku aja deh, tak usah malu-malu, jgn mengingkari pendetamu dan kitab sucimu, dalam Hindu/Budha memang diperbolehkan manusia kawin dengan binatang! tak usah sok mual dan meludah segala, ini berarti kamu meludahi agama kamu sendiri,hiihiiihiihiiih,eh siapa tahu sapi yg dia kawini itu reinkarnasi istrinya jaman majapahit, whaaahaaahaaahaa haaaa haaa haaaa...
    siapa suruh percaya adanya reinkarnasi, akhirnya binatang pun dikawini!
    cek yg benar kejadian di sudan itu murni ajaran Islam atau adat afrika (ajaran primitif animisme serupa hindu). Di Islam kalau ada kejadian seperti yg terjadi di Bali itu, maka sapinya langsung dibunuh (dr sisi ilmiahnya, untuk menghindari lahirnya anak 1/2 manusia 1/2 hewan, ih mengerikan, ini baru tragedi kemanusiaan), lantas orang itu disuruh memberi ganti rugi (bukan mahar/mas kawin) kepada si pemilik sapi, kalau sapi itu bukan miliknya. Paham! Jelas sekali di TV, adanya upacara hindu perkawinan antara manusia dengan binatang. sampai sekarang tuh sapi masih hidup tuh, malah dikawinkan dengan manusia. HoekZ!

    ReplyDelete
  56. Dear M oon,
    anda katakan ini:
    waaakaaakaaaak lagi-lagi nyampah....
    tuh penulis pasti salah kutip, TAK ADA itu hukumnya perkawinan antara manusia dgn hewan di Islam,

    Saya:
    Salah kutip gimana?

    Hukum Syariah Islam, BUDAK itu statusnya sama dengan BINATANG bisa diperjualbelikan..pemiik budak yang budaknya kawin juga di beri Dowry

    Nah itulah mengapa perkawinan itu sah!

    Tabari:
    Treat women well for they are like domestic animals and they possess nothing themselves. Allah has made the enjoyment of their bodies lawful in his Qur’an. [Tabari:9:113]

    FATWA/HUKUM islam mengatur cara bersetubuh dengan binatang:

    Radd al-Muhtar ala ad-Dur al-Mukhtar is a book on Islam by 19th century Hanafi Scholar Ibn Abidin. A commentary on Imam al-Haskafi’s Durr al-Mukhtar, it is commonly known as Radd al-Muhtar. It is said to be a compilation of the great Fatwas of Imam Abu Hanifa [May Allah have mercy on his soul], and Hidayah is the name of a famous Hanafi juridical work by Burhan-ud-din Ali bin Abi Bakr al-Marghinani (1152-1197) which is considered widely authoritative as a guide to Fiqh amongst Muslims in Central Asia, Afghanistan and India, and is the basis for much of the Anglo-Islamic law in India and Pakistan.

    “QUOTE”

    If someone does jima [intercourse] with an animal or with a dead or a young girl and there is no inzal [ejaculation], then ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab taharah, masail ghusl, aussi Alamgiri, Kitab taharah)

    If someone enters the penis of an animal in her vagina or dubur [anus], the ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab Taharah Masail Ghusl)

    If someone does wati [intercourse] in the dubur [have anal sex or commit bestiality] of an animal or in his anus and there is no inzal, then Ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Hidayah kitab taharah)

    If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)


    Hadis-hadis yang mendukung ini:
    Narrated Abdullah ibn Abbas: The Prophet (peace be upon him) said: If anyone has sexual intercourse with an animal, kill him and kill it along with him.

    I (Ikrimah) said: I asked him (Ibn Abbas): What offence can be attributed to the animal/ He replied: I think he (the Prophet) disapproved of its flesh being eaten when such a thing had been done to it. [Abu Dawud 38:4449]

    Narrated Abdullah ibn Abbas: There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.[Abu Dawud 38:4450]


    Persetubuhan antara sapi dan manusia di bali apakah di upacarai perkawinan?

    Di situs ini:
    http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=98916

    tertulis kata ini:
    Prosesi "pernikahan" ini merupakan bagian dari ritual pembersihan desa yang dianggap kotor akibat perbuatan menyimpang GA dengan seekor sapi. Namun, belum ada penjelasan dari pihak desa makna dari upacara "pernikahan" tersebut.

    Di detik tertulis kata ini:
    Dalam prosesi "pernikahan" itu, si pemuda menggunakan pakaian adat Bali sedangkan sapi betina ini dihias dengan kain putih. GA dan sapi bersanding hanya berjarak satu meter. Upacara "pernikahan" ini dipimpin seorang pemangku.

    Semua kata PERNIKAHAN ditulis dengan memakai tanda kutip!

    Ini bukti? Hahahahaha konyol!

    Yang dilakukan oleh aparat DESA adalah upacara pembersihan desa 100% BUKAN upacara perkawinan!

    Jika anda emang punya otak,
    Sebagaimana BUKTI yang saya tuliskan DIATAS, yang berasal dari FATWA/HUKUM ISLAM, Pendapat ULAMA, MULlAH, dan Hadis yang menduking SAH/Tidaknya bersetubuh dengan binatang?

    ISLAM menyatakan SAH!

    Sekali lagi:
    Walopun saya mo muntah baca beberapa tulisan di atas, namun suka tidak suka saya harus akui bahwa keleluasaan hubungan seksual di Islam emang paling KOMPLIT dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama!

    Nah, silakan BUKTIKAN dalam yurisprudensi hukum HINDU/BUDDHA..sah/tidaknya Perkawinan dengan BINTATANG.

    Mampu?

    ReplyDelete
  57. Lagi-lagi kutip ayat/hadist ko dr bhs inggris, ya yg dr yg aslinya donk, jadi gak salah tafsir dan byk distorsi, tp ini mmg metode nyampah kamu.
    Lagipula hati2 mengutip Tabari, tulisan-tulisan Tabari itu dibuat dlm tekanan masa politik penguasa syiah!
    Juga bgmn dgn status hadist-nya, sahih atau palsu? Gak bisa sembarangan.
    Nih ya aku kasih tahu, tidak spt hindu/budha yg mengakui adanya perbudakan (benar-benar budak, manusia menghamba pd manusia lain/raja), begitu Islam datang maka perbudakan langsung dihapuskan! Islam sama sekali tak mengenal perbudakan, budak dlm Islam hanya tinggal nama/istilah penyebutan dr pihak luar Islam untuk menyebut bekas tawanan perang yg menjadi istri atau pegawai bagi tuan/majikan(ini jg hanya istilah dr pihak luar Islam).Jadi tak ada itu budak dlm Islam, krn tujuan Islam adalah untuk menghapuskan penghambaan manusia kpd manusia lain, haram! yg ada hanyalah penghambaan manusia kepada Allah, satu-satunya Tuhan, sang pencipta. selain itu, dilarang! paham?! Jadi Islam tak pernah memandang manusia/budak sbg binatang! Ini beda dgn kafir yg menganggap budak sbg binatang.
    Peristiwa seperti yg dilakukan oleh pemuda hindu itu juga sudah dikhawatirkan terjadi, mengingat ulah jin yg menyesatkan mmg apa saja bisa terjadi,makanya untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan, ini ilmiah! maka diatur dlm syiah (fatwa ulama syiah) untuk membunuh binatang itu dan pemuda hindu itu kl dlm Islam hrs membayar GANTI RUGI (bukan mahar) kpd si pemilik sapi! Nah, entah upacara bersih desa kek atau upacara perkawinan, tp yg pasti (ini kl mmg ilmiah) hewannya hrs dimatikan, untuk mencegah lahirnya mahluk mengerikan yg patut dikasihani itu. Ini kl kamu punya otak pasti bisa nangkep donk! nah, bgmn dg hindu, kok justru sapinya msh hidup dan dinikahkan dg manusia (ini jelas disebutkan oleh sang pembawa acara di tv, dinikahkan!).

    ReplyDelete
  58. Dear M oon,
    Hahahaha..kesedek lagi ya..tinggal cocokan saja arti itu di arab..pasti 100% match!

    Budak di Islam itu di atur di AQ dan hadis. salah satunya ayatnya:

    [23:6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

    Penjelasan no 994:
    [994]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya no. [282].

    Nah, benarkah bukan diwajibkan?..hehehehe bahkan Nabi pun mempunyai lebih dari 38 Budak:

    Nama-nama 27 Budak lelaki yang dimiliki oleh Nabi Muhammad:

    "These are the names of Muhammad's male slaves: Yakan Abu Sharh, Aflah, 'Ubayd, Dhakwan, Tahman, Mirwan, Hunayn, Sanad, Fadala Yamamin, Anjasha al-Hadi, Mad'am, Karkara, Abu Rafi', Thawban, Ab Kabsha, Salih, Rabah, Yara Nubyan, Fadila, Waqid, Mabur, Abu Waqid, Kasam, Abu 'Ayb, Abu Muwayhiba, Zayd Ibn Haritha, and also a black slave called Mahran, who was re-named (by Muhammad) Safina (`ship')."

    Berikut ini nama 11 Budak wanita yang dimiliki oleh Nabi Muhammad:
    Muhammad's Maid Slaves "are Salma Um Rafi', Maymuna daughter of Abu Asib, Maymuna daughter of Sa'd, Khadra, Radwa, Razina, Um Damira, Rayhana, Mary the Coptic, in addition to two other maid-slaves, one of them given to him as a present by his cousin, Zaynab, and the other one captured in a war."
    [Sumber: Ibn Qayyim al-Jawziyya "Zad al-Ma'ad" - Part 1, Pages 114-116]

    Nabi juga melakukan jual,beli dan menyewakan budak:

    Narrated Jabir bin Abdullah: A man decided that a slave of his would be manumitted after his death and later on he was in need of money, so the Prophet took the slave and said, "Who will buy this slave from me?" Nu'aim bin 'Abdullah bought him for such and such price and the Prophet gave him the slave.[Sahih Bukhari 3:34:351]

    Narrated Jabir: The Prophet came to know that one of his companions had given the promise of freeing his slave after his death, but as he had no other property than that slave, the Prophet sold that slave for 800 dirhams and sent the price to him.[Sahih Bukhari 9:89:296]

    "Mohammed had many male and female slaves. He used to buy and sell them, but he purchased more slaves than he sold, especially after God empowered him by His message, as well as after his immigration from Mecca. He once sold one black slave for two. His name was Jacob al-Mudbir. His purchases of slaves were more than he sold. He was used to renting out and hiring many slaves, but he hired more slaves than he rented out."[Ibn Qayyim al-Jawziyya "Zad al-Ma'ad" - part 1, page 160]

    Contoh di atas, jelas sekali bila Islam emang melegalkan perbudakan, menjual, beli, menyewakan dan memperbudak manusia!

    Anda:
    Nah, entah upacara bersih desa kek atau upacara perkawinan, tp yg pasti (ini kl mmg ilmiah) hewannya hrs dimatikan, untuk mencegah lahirnya mahluk mengerikan yg patut dikasihani itu.

    Saya:
    Hahahahaha..jelas-jelas ditulis dalam tanda kutip "perkawinan"..masih aja ngotot..hahahahaha

    Bukankah di tanggapan sebelumnya sudah saya sampekan sedikit bukti2 yang berasal dari hukum Islam, Fatwa dan Hadis di mana ternyata Islam benar2 memperbolehkan having a sex dengan binatang...

    Nah, daripada mengigau dan buang bacot ngga jelas..Ayo buktikan bahwa di Hindu/Buddha di perbolehkan mengawini binantang?

    Mampu? [ini tantangan ke-2]

    ReplyDelete
  59. yang konsisten kamu, kalau mau kutip hadist itu sertakan sumber aslinya, dlm bahasa Arab, atau link dlm bahasa Indonesia-nya, jadi bisa dipercaya dan dicek kebenarannya.
    Kata "budak" itu HANYA ISTILAH, disesuaikan dgn konsep kafir saat itu, yg membagi-bagi manusia menjadi majikan/tuan dan budak. Dalam Islam yg oleh orang kafir sebut sbg budak itu tak lain adalah kaum tawanan perang atau orang yg dihadiahkan oleh pihak kafir untuk menjadi budak orang Islam. Namun dlm Islam orang itu tidak dianggap budak dan diperlakukan SETARA dgn manusia merdeka, yg laki-laki dianggap sbg saudara/pegawai dan yg perempuan ikatannya dgn majikan/tuannya adalah sebagaimana ikatan suami istri (kecuali yg menikah, scr Islam, dgn budak laki-laki, maka budak wanita itu sejatinya adalah istri majikan laki-lakinya) krn dlm Islam wanita dan laki-laki yg bukan muhrim diharamkan tinggal serumah atau melakukan perjalanan bersama-sama tanpa kejelasan siapa muhrim bagi si wanitanya.

    ttg budak scr panjang lebar, bisa kamu baca di sini http://faithfreedom.myforumportal.com/board/islam-memberi-makna-lain-terhadap-konsep-perbudakan-t5158.html?hilit=perbudakan

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. melarang penjualan hak loyalitas budak dan penghibahannya

    Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2770
    http://hadith.al-islam.com/bayan/displa ... ind&ID=855

    dihibahkan saja dilarang, apalagi diperjualbelikan...krn tujuan pengangkatan para tawanan perang itu oleh para pejuang muslim adalah untuk melindungi nyawa si tawanan perang itu....nah, dlm hal tawanan perang tsb seorang wanita, krn bukan muhrimnya, maka status pengangkatan budak wanita ini menjadi spt ikatan perkawinan, dengan mahar berupa hak perlindungan dan pemberian nafkah lahir maupun nafkah batin, hingga ia menjadi tangan kanan majikan/tuannya.

    Kamu jelas-jelas nggak bisa membaca qur'an kok berani-beraninya secara ngawur main tafsir seenak udel kamu sendiri! Sekali lagi, kamu jgn sok tahu dgn agama orang lain, kamu urus saja agama aneh kamu itu....

    ReplyDelete
  60. Juga ayat-ayat qur'an 4:4, 4:24 dan 5:5 itu memang mengatur ttg mas kawin/mahar, tapi jelas sekali disebutkan di ayat-ayat itu bahwa itu adalah mas kawin/mahar bagi wanita, bukan untuk hewan spt imajinasi otak mesum kamu!

    QS. 4. An Nisaa'

    4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan[267]. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
    [267]. Pemberian itu ialah maskawin yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua pihak, karena pemberian itu harus dilakukan dengan ikhlas.

    24. dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami..... dst.-nya


    5. Al Maa'idah
    5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.

    see, mana yg mengatakan mas kawin untuk binatang dan membolehkan perkawinan dgn hewan? Dasar otak mesum!
    yg ada adalah pengaturan tindakan apa yg hrs dilakukan jika terjadi peristiwa spt yg dilakukan oleh pemuda Hindu bali itu dgn sapi, yakni harusnya (scr ilmiah juga) si sapi harus dibunuh dan dibakar sesegera mungkin, dan tidak boleh dikonsumsi! Ini tindakan ilmiah untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan, mengerikan...tp dlm hindu sapinya justru tetap dibiarkan hidup, mgkn krn dianggap sbg reinkarnasi dr istri si pemuda itu di masa lampau, jadi tindakan menjijikan spt itu pun dimaklumi.....cieh!

    ReplyDelete
  61. Dear M oon,
    Budak BUKAN istilah!

    Penjelasan no:994 [AQ 23:6] adalah resmi dan diterjemahkan di berbagai bahasa. Cara menambah BUDAK: via JUAL/BELI& sewa

    Seseorang di antara kami berwasiat memerdekakan seorang budak miliknya stlh ia wafat, padahal ia tdk miliki harta selain budak tsb. Lalu Nabi SAW memanggil budak itu & menjualnya. Muttafaq Alaihi. [Hadits ke-6]

    Jabir Radliyallaahu'anhu: Kami biasa menjual budak2 wanita kami, ibu dari anak2 & Nabi SAW masih hidup. Beliau tdk mempermasalahkannya. Riwayat Nasa'i, Ibnu Majah, & Daruquthni. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.[Hadits ke-12]

    Makanya baca pake MATA!

    Kamu katakan ini:
    [..]dihibahkan saja dilarang, apalagi diperjualbelikan..

    Saya:
    Wah si oon ini..goblok aja pamer-pamer! Yang dimaksudkan BUKAN larangan Hibah/jual beli BUDAK. Bukti:

    'Aisyah: Barirah datang padaku berkata: Aku telah ber-mukatabah (perjanjian antara seorang budak dgn majikannya bhw budak tsb akan merdeka bila dapat bayar uang yg disepakati) dgn majikanku sebesar 9 uqiyyah, setiap thn 1 uqiyyah, maka tolonglah aku. Aku berkata: Jika majikanmu bersedia aku bayar padanya dgn syarat wala'-nya (harta warisan bagi yg memerdekakan budak) nanti untukku, maka aku akan menolongmu. Kemudian Barirah menghadap majikannya & mengungkapkan hal itu, namun majikannya menolak. Ia datang lagi sewaktu Rasulullah SAW sedang duduk seraya berkata: Aku telah menyampaikannya kepadanya, tetapi ia menolak kecuali jika wala' itu tetap miliknya. Nabi SAW mendengar & Aisyah memberitahukan hal itu, lalu beliau bersabda: "Ambillah & berilah persyaratan wala' itu padanya, sebab wala' itu hanya bagi orang yg memerdekakan." Lalu 'Aisyah melakukan hal itu. Kemudian Rasulullah SAW berdiri dihadapan orang2..beliau bersabda: "Amma ba'du, mengapa ada orang2 yg memberikan persyaratan yg tdk ada dlm AQ?. Setiap syarat yg tdk tercantum dlm AQ adlh batil, walaupun 100 syarat. Ketetapan Allah itu lebih hak & syarat (yg ditetapkan) Allah itu lebih kuat, & wala' itu hanya bagi orang yg memerdekakan." Muttafaq Alaihi & lafadznya menurut riwayat Bukhari. Menurut riwayat Muslim: "Belilah & merdekakanlah, & berilah persyaratan wala' kepadanya."[Hadits ke-10]

    Jadi, JUAL/BELI BUDAK boleh kecuali jika wala tidak termasuk!

    Goblok aja pamer2!

    Yg lebih berpahala dari membebaskan budak adalah memberikan budak ke keluarga!

    Narrated Kurib: the freed slave of Ibn 'Abbas, that Maimuna bint Al-Harith told him that she manumitted a slave-girl without taking the permission of the Prophet. On the day when it was her turn to be with the Prophet, she said, "Do you know, O Allah's Apostle, that I have manumitted my slave-girl?"
    He said, "Have you really?"
    She replied in the affirmative.
    He said, "You would have got more reward if you had given her (i.e. the slave-girl) to one of your maternal uncles." [Sahih Bukhari 3:47:765]

    Kamu katakan:
    Mana mas kawin buat binatang?!

    Saya:
    Ya ampun gobloknya..di Islam: Budak itu setara dgn BINATANG..kalo mo pake bayar dan ikuti persyaratannya!

    ...Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us is that if a man returns a slave girl in whom he has found a defect & he has already had intercourse with her, he must pay what he has reduced of her price if she was a virgin. If she was not a virgin, there is nothing against his having had intercourse with her because he had charge of her." Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us regarding a person, whether he is an inheritor or not, who sells a slave, slave-girl, or animal without a liability agreement is that he is not responsible for any defect in what he sold unless he knew about the fault & concealed it...[Malik muwata 31.4.4]

    Oon aja pamer2!

    ReplyDelete
  62. Memang idiot! sudah gitu main cuplik hadist dari smber yg gak jelas. Hadist itu macam-macam statusnya, ada yg palsu juga. Sekali lagi ambil sumber Hadist itu dari sumber yg valid, yg dpt dipercaya spt dari sini http://hadith.al-islam.com/ misalnya, jadi kamu nggak usah korek-korek tong sampah untuk menulis sampah pula jadinya. lol!
    Dan kamu dgn otak mesum kamu main asal sembarangan menafsirkan qur'an. yg memperlakukan budak sbg hewan itu HANYA orang kafir, BUKAN muslim! Prinsip dlm agam Islam adalah mengharamkan penghambaan manusia kepada sesama mahluk ciptaan Tuhan, jadi penghambaan manusia kepada manusia lain adalah dosa besar! Syirik! dan dilarang KERAS! Jadi kata budak dlm Islam memiliki MAKNA yang BERBEDA dgn pengertian budak oleh kafir. Budak dalam Islam maknanya adalah kaum tawanan perang, suku lain! Jelas?! Makanya kamu jgn sok tahu ttg agama orang lain. Menafsirkan qur'an sj ngawur gitu! Hierarki hukum dlm Islam itu juga beda, nomor 1 dan yg uatam adalah qur'an, baru hadist, lalu ijma. Kalau ada hadist yg bertentangan dengan isi qur'an maka hukum hadist itu menjadi gugur! tidak boleh dipakai! Jelas! Kalau ada hadist yg bertentangan satu dgn yg lain, yg diambil adalah yang paling sesuai dgn isi ayat-ayat qur'an!

    ReplyDelete
  63. Ini seperti memaknai kata "tuhan", dalam Islam makna kata "tuhan" itu yang dimaksud adalah Allah SWT. Ini tentu saja BEDA dgn yg dimaksud sebagai tuhan oleh umat kristiani misalnya, krn kata "tuhan" bagi mereka adalah Yesus. Dlm agam hindu arti "tuhan" itu pastinya juga bukan Allah, tapi entah apa itu sebutannya jin yg kalian sembah-sembah itu, bisa satu atau lebih, tergantung selera...wakaakaakaak, tuhan kok bisa lebih dari satu, aneh. Kalau aku bilang, hindu budha konghuchu itu adalah lebih pada suatu filosofi hidup daripada suatu agama.

    ReplyDelete
  64. Dear M oon,
    Saat membaca Qur'an dan Hadismu ya seperti itu. Itu bukan hadis palsu..bahkan hadis ke-6, 10, 12 dalam bahasa indonesia saya ambil di situs ISLAM sendiri:
    http://www.nuralmukmin.com/index.php?option=com_content&task=view&id=720&Itemid=112

    Hadis2 itu diakui dan dipakai aliran sunni..

    Jadi buat apa mesti marah2 ketika KEGOBLOKAN-mu ketahuan jelas ketika kamu katakan BUDAK itu dilarang dihibahkan/diperjualbelikan..tapi ternyata yang dimaksudkan adalah jika tanpa wala-lah maka proses JUAL BELI BUDAK tidak boleh!

    Hahahaha...oon aja masih sok komentar..hahahahahahahahahahahahaha

    Kemudian, saat kamu katakan saya otak mesum..kamu jelas salah alamat..walaupun saya mo muntah membacanya namun demi penjelasan dan kejelasan yang dapat dipertanggung-jawabkan, maka kutipan dari Jurisprudensi Islam harus saya tampilkan dan emang ada memuat aturan tatacara berhubungan seksual dengan binatang..

    So, jika kamu mau melakukan hub seksual dengan binantang..monggo..islami koq..asal ikuti tatacaranya,ya..

    Koq malah saya yang dikatakan berotak mesum?

    Aneh!

    ReplyDelete
  65. ya mesum! Krn kamulah yg menganggap budak itu sebagai binatang! Sedangkan dalam Islam, sekalipun budak diperjualbelikan (meski ini masih meragukan) krn kontradiksi dgn hadist ttg pelarangan hibah budak, tp mungkin ini sekali lagi hanya mengikuti istilah kafir untuk menyebut "pemindahan tempat kerja" budak (yg bisa saja atas permintaan budak itu sendiri untuk pindah kota ke tempat yg lebih dekat dgn desa asalnya barangkali atau untuk bersatu dgn keluarganya yg menjadi budak di kota lain, untuk bersatu kembali stl terpisah akibat perang misalnya, dll) padahal jualbeli itu hanya sekedar istilah, tapi tetap tak pernah sedikitpun terlintas di bank muslim bahwa budak itu adalah binatang, seperti otak kotor kafir! Makna "budak", "jualbeli budak", "tuhan" dll adalah berbeda antara muslim dgn kafir!

    ReplyDelete
  66. M oon,
    Hahahaha..ajaran agama koq membolehkan having a sex with animal..perbudakan koq diperbolehkan..diperjual belikan dan bangga lagi..

    ck..ck..ck..ck..

    ReplyDelete
  67. Justru tradisi kafir(hindu juga) yg membagi-bagi manusia dalam kasta-kasta antar tuan dan budak! Islam justru memberi makna lain terhadap :
    1. Tuhan
    2. Budak
    3. dll....
    Kafir-lah yg menganggap budak sbg hewan, BUKAN Islam! Kafir pulalah yg percaya adanya reinkarnasi (Islam TIDAK), shg hewan yg dikawini tetap dibiakan hidup krn dianggap reinkarnasi roh istri di masa lampau...

    ReplyDelete
  68. Dear M oon,
    Aduh..merajuk ya...kecian deh..

    ReplyDelete
  69. Begini nieh kalau orang bego yg sok tahu mau main coba-coba menafsir, jadi makin kelihatan begonya!
    mbedain tuhan dgn jin saja nggak bisa gitu kok, nyadar diri deh, ngaca! Aneh, pohon disembah, makanan disembah, jin dikasih makan, disembah-sembah, bahkan ada pula yg kawin dgn jin, bahkan semua mahluk termasuk hewan dan tanaman boleh disetubuhi. Hih! inilah akibat halusinasi adanya reinkarnasi, jadi semua mahluk dianggap reinkarnasi dr manusia!

    Apa sih ilmiahnya memberi pohon makanan, kopi dan rokok serta bunga-bunga. Juga dimana sisi ilmiahnya sapi yg disodomi itu masih dibiarkan hidup, bahkan dikalungi bunga segala....

    Agama langit, agama yg sebenarnya, telah memikirkan apa yg bakalan terjadi dgn umat agama bumi yg membolehkan manusia bersetubuh dgn sebarang mahluk (sbg konsekueni pengakuan thd adanya reinkarnasi), makanya ditetapkan hukuman mati bagi pelakunya, untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia yg mengerikan dan patut dikasihani! Agama bumi mmg sering melakukan tindakan yg aneh dan tak ilmiah, tidak rasional.

    ReplyDelete
  70. M oon,
    Anda katakan:
    Begini nieh kalau orang bego yg sok tahu mau main coba-coba menafsir, jadi makin kelihatan begonya!

    saya:
    Oang bego yang anda sebut sok mau menafsirkan itu bernama:

    Ibn Abbas, Nasa'i, Ibnu Majah, Muttafaq Alaihi, Daruquthni,Ibnu Hibban, malik muwatta, Muslim, Bukhari

    nah, nama2 itu jauh lebih berbobot dari rengekan anda..

    ***

    Bicara menyembah..
    Maka apa manfaatnya mengelilingi batuk kotak, menciumi batu hitam dan menyembah2 dihadapannya?

    Ada?

    ReplyDelete
  71. Dasar idiot! kalau begi tuh nggak usah ngajak-ajak, bego aja lu sendirian sono!
    Sudah dibilang, di qur'an jelas-jelas seks dgn mahluk selain manusia itu dilarang, nggak spt agama kamu itu, mau zina boleh, mau kawin dgn jin boleh (katanya untuk melanggengkan kekuasaan dan kekayaan, ih!), mau sodomi binatang boleh, dan faktanya sudah ada tuh umat hindu yg menyodomi sapi, mau sodomi pohon nangka juga boleh, asal ada lobang, tancap bleh! hueksz, agama yg gini kok ngaku ilmiah!
    yg para perawi selisihkan itu hanya hukuman duniawinya saja! Juga yg mereka terangkan itu hanya cara bersucinya saja. Namanya orang berdosa, masak nggak boleh sholat tobat! Jadi kalau di Islam sodomi itu apalagi dgn mahlu lain itu ber-dosa! dilarang! yg diperselisihkan hanya ada tidaknya hukuman duniawinya. hanya abu dawud sendiri yg mengira Ibn Abbas mengatakan tak usah dihukum mati. krn ia rasa hukuman mati itu kok kesannya kejam sekali, dan ia terlalu alergi dgn yg bau-bau kitab terdahulu. Padahal kitab terdahulu itu masih lanjutan dan termasuk ajaran Islam juga, tak semua ayat2 di dalamnya palsu, ayat-ayat yg masih selaras dgn isi qur'an jelas masih asli dan masih berlaku. cuma dia sendiri tuh, sedangkan banyak lagi yg bersaksi bhw Ibn Abas mengatakan hukumannya adalah hukuman mati. Dan ini tak hanya Ibn abbas sj yg bilang begitu, tapi Abu Huraira juga! Disamping itu juga ada hadist yg jelas-jelas sahih, tanpa kontradiksi, yg menyatakan bahwa bagi pemuda yg belum mampu kawin, hukumnya adalah PUASA! Juga hadist bagi suami, jika ia timbul hasrat(termasuk akibat tergoda oleh perempuan lain, selain istrinya) maka diperintahkan untuk melakukannya (melampiaskan hasrat tsb) HANYA dgn istrinya. Jadi zina sangat dilarang keras, DOSA BESAR! Hadist itu harus sejalan dgn ayat qur'an sbg hukum pertamanya, kl ada hadist yg tak sesuai dgn perintah qur'an ya gugur dgn sendirinya! Paham?!

    Lagian kebegoan kamu terlihat dgn mengira bahwa muslim menyembah kabah! Bego! memangnya kamu yg ibadahnya dgn menyembah pohon, perempatan jalan, kendaraan bahkan hewan juga disembah, dan jin juga tentu saja, bahkan dikawini, kalau ada alian juga pasti boleh tuh kawin dgn alien!
    kabah itu hanya kiblat saat sholat, hanya arah sholat! Paham?! Tujuannya hany asebagai pemersatu umat muslim seluruh dunia, yg disembah ya hanya Allah, bukan kabahnya! Bahkan kalau di pesawat atau sedang di mobil pun sholatnya boleh menghadap ke mana saja, krn seluruh arah itu sejatinya milik Allah. Bahkan sholat di dalam kabah pun boleh kok! Logikanya dipake! Kalau yg disembah tuh kabahnya kenapa boleh sholat di dalam kabah! Inilah lagi-lagi bukti penafsiran kamu yg sok tahu ttg agama orang lain itu!

    Skrg mana tuh link seloka bahwa zina dan sodomi dgn binatang di wedha dilarang? Ada nggak?! waakaaakaaak....

    Lantas dimana sisi ilmiahnya membiarkan sapi korban sodomi itu masih tetap hidup, dan melahirkan mahluk 1/2 hewan 1/2 manusia itu?
    Juga jelaskan apa sih ilmiahnya menyembah pohon dan perempatan jalan itu? hiii hiii hiiih.
    Kenapa makanannya, kopi dan bunga di kasih di pohon ata di tengah jalan, kan mubazir, mendingan dikasih ke anak yatim piatu. Dasar aneh!

    Jgn lupa tuh sodomi pohon mangga, sudah berlobang, kalau ada mahluk mars yg ke bumi, kawinin juga, bisa jadi istri ke tujuh tuh!
    waakaaakaaak! begini nieh kalau mengira semua mahluk sbg reinkarnasi manusia, sapi-lah di sodomi, mahluk mars-lah di nikahi! Aneh dan menjijikan!

    ReplyDelete
  72. M oon,
    agama ilmiah itu ngga ada yang bilang bumi itu datar dan jadi pusat perputaran matahari..nah agama Islam mengatakan demikian!

    kalo kabah ngga di sembah..maka tunggingin aja kabah saat shalat?! hehehehe..koq ngga berani?!

    Agamamu sendiri mengajari menyembah kabah, batu hajar aswad..koq

    Ajaranmu sendiri dari kalangan sunni dan syiah membolehkan sex dengan binatang..koq malah kamu marah2?!

    kamu katakan ini:
    hanya abu dawud sendiri yg mengira Ibn Abbas mengatakan tak usah dihukum mati. krn ia rasa hukuman mati itu kok kesannya kejam sekali, dan ia terlalu alergi dgn yg bau-bau kitab terdahulu.

    saya:
    Hahahaha..kekejaman Islam itu udah terkenal..ngga usah di putar balikan..eh kemarin aja mesjid Syiah di Iran di bom oleh orang muslim sendiri

    koq jeruk makan jeruk..ajaran kaya gini mo ngaku2 ilmiah..menyanyangi sesama manusia saja ngga bisa

    lama2 cara kamu membela ajaranmu ngga pake nalar lagi...

    konyol

    ReplyDelete
  73. Dasar idiot!

    mana kata-kata hadist yg bilang: "menyodomi hewan adalah halal?"

    mana? mana? Hah?! Dasar idiot, penipu pula!

    dan hukuman mati itu ilmiah! meski dirasa kejam thd hewan, namun ilmiah! untuk menghindari lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan!

    Juga pikir tuh, syiah itu termasuk golongan yg selamat atau tidak?

    Nah agama kamu justru membiarkan hewan itu hidup, justru dikalungi bunga segala kok!
    Noh kawin dgn jin boleh, mau sodomi binatang boleh, sodomi pohon jeruk juga boleh tuh!
    Kalau di Islam bersetubuh itu hanya boleh dgn sesama manusia, haram itu mengawini mahluk lain! Emangnya kamu, kala ada mahluk mars yg mampir ke bumi, boleh tuh kamu jadikan istri ke 13 kamu. Dasar idiot! yg membolehkan zina dgn semua mahluk hasil reinkarnasi itu agama kamu itu! Gak menghindar dr enyataan. Terbukti nyata, umat hindu yg menyodomi sapi, umat hindu pulalah yg kawin dgn jin, bahkan menyembah jin!

    ttg bumi, nih ya orang idiot! Justru inilah keindahan bahasa arab, makanya dipilih menjadi bahasa qur'an. Karena 1 kata itu bisa memiliki banyak makna, bisa menjelaskan banyak hal cukup dgn 1 kata saja. Makna Dahaha itu dalam konteks kalimat di ayat itu adalah: bentuk bumi itu sebenarnya dalah "tidak rata" alias "bulat lonjong (tidak sekedar bulat, spt bola, tapi bulat lonjong) seperti telur! Namun krn sayangnya Allah pd manusia, maka manusia diciptakan dlm ukuran yg pas shg pd saat tinggal di bumi, seolah-olah bumi "bagai" dihaparkan baginya, seolah-olah rata! padahal sebenarnya tidak. Coba kalau ukuran manusia itu raksasa, bisa tidak nyaman ia tinggal di bumi, kepleset sana sini akibat bentuk bui yg sebenarnya bulat, namun disamarkan menjadi seolah-olah rata, krn kecilnya ukuran manusia. Kamu sendiri kan sudah tahu bhw riwayat kata dahaha itu adalah telur burung onta (bntukanya bulat lonjong) yg disembunyikan di timbunan pasir yg DIRATAKAN! sehingga dpt menyamarkan telur yg bult lonjong itu! Paham?!
    Dan ini sangat ilmiah sekali, terbukti benar, bahwa meski bentuk bumi itu sebenarnya adalah bulat lonjong, namun dirasakan oleh manusia bagai rata, spt karpet yg dihamparkan. Dan yg lebih mendalam lagi, lebih ilmiahnya lagi, kata ini tak hanya menjelaskan ttg bentuk bumi saja, yg bulat lonjong, bukan bulat spt bola, tapi juga menjelaskan bahwa permukaan bumi itu adalah lempeng yg labil, bagai karpet yg dihamparkan yg bisa bergeser-geser. Terbukti, pulau dan benua itu ternyata bergerak, bergeser dari waktu-ke waktu sesuai usia bumi, tak hanya diam di satu tempat bujur dan lintang!
    Nieh mustinya gue bikin blog aja, percuma nulis pjg2 disini, lu-nya aja yg bego sok-sok tahu nulis2 blog segala!

    ttg kabah sebagai kiblat, yg muslim taati itu bukan menyembah MENGHADAP kabahnya, tapi perintah Allah-lah yg dipatuhi. Jika Allah memerintahkan muslim untuk menganti arah kabah menjadi ke arah monas, sih muslim seluruh dunia akan menggantinya. JAdi bukan krn kabahnya, tapi krn perintah Allah-lah yg dipatuhi! Paham?!
    Logikana dipakai, kl sdg di luar angkasa, muslim bebas menghadap mana saja saat sholat, bahkan bisa sj saat itu ia sedang berada di atas kabah posisinya. tololnya kamu, memang idiot!

    Apa sih ilmiahnya sembah-sembah pohon dan perempatan jalan itu?
    Kenapa kamu menghindar dan gak mampu jawab pertanyaan ini? haa...ha...ha...ha...
    ilmiah dari hongkong! nyembah pohon kok ilmiah!

    ReplyDelete
  74. M oon,
    Anda katakan:
    mana kata-kata hadist yg bilang: "menyodomi hewan adalah halal?"

    Saya:
    Ah rupanya anda jadi berminat mau menyodomi ya tapi masih ngga jelas halal atau haramnya.
    Mudah sekali. Dalam kamus fiqih: Halal adalah segala sesuatu yang boleh dikerjakan atau dimakan.

    Mana hadisnya?
    Narrated Abdullah ibn Abbas: There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.[Abu Dawud 38:4450]

    Fatwa sunni:
    If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)

    Sunni:
    Sahih Muslim:
    02:40 “… Our companions have said that if the penile had has penetrated A WOMAN’S ANUS, or A MAN’S ANUS, or AN ANIMAL’S VAGINA or ITS ANUS then it is necessary to wash whether the one being penetrated is alive OR DEAD, YOUNG OR OLD, whether it was done intentionally or absentmindedly, whether it was done willfully or forcefully. …”

    03:11 “… If a woman insert (in her vagina) an ANIMAL’S PENIS she must wash, and if she inserts A DETACHED PENIS (thakaran maktu-an, lit. “a severed male member”; a martial aid perhaps!?) there are two options; the most correct is that she must wash.”

    Syiah:
    Syiah bahkan makan itu boleh asal udah di jual ke tempat lain:

    "Tahrirolvasyleh is an Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."

    untuk tulisan arabnya, silakan baca di sini:
    http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip

    Salah satu isinya:

    A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.

    "The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."

    Nah di jual dagingnya keluar daerah dulu baru bisa di makan oleh orang luar daerahnya
    Kalo melakukan dengan yang udah mati..maka dagingnya bisa di makan dengan syarat2 tertentu

    Oke M oon, sekarang lega bukan hatimu kamu bisa melakukan seks dengan binatang sesuai ajaranmu sendiri, bukan..

    ***
    Anda katakan:
    yg bilang matahari mengitari bumi itu juga ayat qur'an yg mana?

    Saya:
    Sesuai tafsir KALANGAN ANDA SENDIRI:
    matahari mengelilingi bumi:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#Fatwa

    bumi itu datar:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#pendapatdatar

    Btw, kan kamu juga SEPAKAT bahwa terjemahan surat [55:10]:
    BUKAN Dan Allah telah mem-bulat telur-kan bumi untuk makhluk(Nya)

    tapi Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya)
    ***
    tentang ka bah dan hajar aswad..hehehe ALlah mu minta disembah ke arah itu..padahal 11 tahun sebelum isra miraj..kamu nyembah yerusalem..setelah tiba2 ada yahudi yang protes karena cara beda tapi ikut2an nyembah yerusalem, maka tuhan mu pindah ke arah kabah yang sebelumnya disembah oleh kaum arab lainnya

    Hehehe..bener2 ajaran yang sangat tidak masuk akal..goblok aja masih mau di kibulin..

    ReplyDelete
  75. huf capek ngomong sama idiot!
    ngapain kamu nge-link thread sdg di-link-nya itu sendiri, ini spt orang maturbasi/onani! hih!

    sdh dijelaskan ttg DAHAHA&matahari yg beredar mengelilingi Pusat Galaksi, di posting aku sblm ini, buat orang waras pasti sudah paham. Kl lu begoo itu problem kamu, cape ngulang-ulang, hanya krn comment kamu yg dulu sblm ini blm sempet aku balas BUKAN berarti aku setuju dg opini ngawur kamu itu. Cuma belum sempet aja! Noh baca lagi postingan aku sebelum ini ttg apa itu dahaha dan pengertian peredaran matahari yg dimaksud di ayat qur'an, yi. berorbit mengelilingi Pusat Galaksi!

    ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya. Padahal di qur'an jelas-jelas dilarang dan berdosa!

    Nih ya, untuk yg masih bujang, perintahnya adalah puasa! (bukan zina, baik scr sodomi, baik dg manusia maupaun mahluk apapun, termasuk hewan dan jin dan tanaman!) Paham!

    untuk yg sdh menikah, perintahnya jelas, kemaluannya hanya dihalalkan untuk istri/suami atau budak tangan kanan(maksudnya adalah mantan tawanan perang wanita yg telah diangkat jd budak, budak diIslam artinya adalah istri beda suku, yg berasal dr tawanan perang atau hadiah dr kafir yg masih mengakui konsep penghambaan manusia kpd manusia, sbgmana makna tuhan yg jg berbeda antara dunia Islam dgn dunia kafir.
    JAdi di luar itu apa hukumnya? HARAM!
    Jika timbul hasrat akibat tergoda oleh wanita lain, atau mahluk lain(ih amit-amit, cuma orang hindu yg nafsu lihat sapi&jin atau pohon), maka perintahnya juga jelas! Segera datangi istrimu, dan salurkan hasrat itu ke istrimu!

    Jadi jelas sekali zina dlm bentuk apapun, dgn siapapun adalah DILARANG!

    QS. 17. Al Israa'
    ayat 32. Dan JANGANLAH kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

    mendekati aja DILARANG! apalagi melakukannya!

    byk ayat2 qur'an ttg ini, selain QS 17, cari aja sendiri, jgn malas, sdh bego pakai malas lagi!

    Nih, lagi2 kamu jg mengartikan sesuai khayalan otak kotor mu sendiri!

    Dan makin menunjukkan keidiotan kamu, dgn mengatakan lho sblmnya kan sholat menghadap yerusalem, benar bahkan sblmnya justru Allah membebaskan sholat menghadap ke mana aja. lalu baru diperintahkan menghadap ke yerusalem, untuk apa? agar muslim mengetahui awal mula sejarah Islam, sjk nabi Adam hingga ke nabi Ibrahim dst-nya, ada byk peristiwa sejarah ajaran Isam di yerusalem. Dan bukan yerusalemnya yg disembah, tapi hanya krn taat pd perintah Allah. Lalu pengalihan arah kiblat ke kabah ini bukan krn protes yahudi, tp mmg kehendak Allah utuk memberi kiblat yg lbh bermanfaat bagi muslim sekaligus perintah ibadah tambahan selain sholat, yakni ibadah haji dg thawaf di kabah. Kamu search sendiri di you tube ttg keistimewaan mesir dan lokasi kabah itu! baca juga AFFI, ada penjelasannya di sana! Kala bego itu jgn malas yach!
    Ini terakhir kalinya gue sudi berdiskusi dgn orgil bebal dan malas macam kamu.

    ReplyDelete
  76. M oon,
    Anda katakan:
    ngapain kamu nge-link thread sdg di-link-nya itu sendiri, ini spt orang maturbasi/onani! hih!

    Saya:
    Karena sudah dijelaskan dan persis seperti maksud AQ dan HADIS bahwa Matahari mengelilingi bumi dan Bumi itu datar...begitu pula arti dahaha..saya sudah tuliskan bahwa ebih dari 10 penafsir qur'an yang sangat fasih arab tidak ada satupun mengartikan telor onta..

    ucapan rashid khalifa saja koq dipercayai..
    padahal penjahat yang masuk bui itu mencontek lexikon yang sama..tapi ternyata malah tidak utuh di conteknya..sehingganya maksud sebenernya malah keliru..hahahaha telor burung onta..hahahaha

    Kamu katakan:
    ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya.

    Saya:
    Hahahahaha..akhirnya kamu akui sex dengan binatang halal..karena FATWA ulama adalah final bagi MUSLIM!

    Anda katakan:
    Nih ya, untuk yg masih bujang, perintahnya adalah puasa! (bukan zina, baik scr sodomi, baik dg manusia maupaun mahluk apapun, termasuk hewan dan jin dan tanaman!) Paham!

    Saya:
    Bos oon,
    Nih gua ajari lo supaya lo ngerti bagaimana yang halal dan haram bagi yang bujang dan bukan bujang di agama lo..

    Yang TIDAK dikategorikan Zina bagi pria muslim adalah jika melakukan hub seks dengan:
    1. Istri
    2. Gendak
    3. Budak belian [termasuk binatang]

    2 dan 3 masuk kategori tangan kanan..jadi saat kamu punya budak/binatang..kamu boleh lakukan apapun juga..namun ketika kalo kamu jual/atau kamu biarkan kawin dengan orang lain..jika kamu masih having a seks baru kamu terkena Zina!

    Nah, untuk urusan syahwat..islam emang topnya dah!

    Untuk pindah nyembah tuhan di yerusalem ke Kabah emang setelah ada protes orang yahudi koq..kenapa mesti ngeles?!

    KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menjelaskan bahwa tujuan kiblat ke Baitul Maqdis adalah untuk menjinakkan hati orang-orang Yahudi, karena kiblat mereka adalah Baitul Maqdis dan untuk menarik mereka kepada syari'at Al Qur'an dan agama yang baru.

    Namun Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] kemudian lewat perantara malekat jibril, turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah, yaitu di tempat yang sama di mana kaum Arab selama berabad-abad juga melakukan ritual-ritual pada sesembahannya

    Nyembah batu = allah?

    ReplyDelete
  77. Supaya tidak salah mengerti sy tidak pernah bilang kl sodomi hewan itu halal, dan TAK ADA satupun hadist yh menghalalkannya! Kamu hanya mengira-ira hadist yg masih meragukan yg kamu kira menyatakan bhw tidak ada hukuman itu sebagai menghalalkan! Halal atau haram itu bukan soal ada atau tidaknya hukuman duniawi! Tapi apakah itu termasuk perbuatan dosa yg dilarang qur'an atau tidak? Dan qur'an jelas-jelas melarangnya!

    Definisi budak dlm Islam itu BEDA dgn kafir.

    Budak wanita
    Dunia Islam: saudara, atau tangan kanan = istri dari beda suku atau mantan tawanan perang.
    Dunia Kafir: hamba atau binatang
    Bhs Inggris: slave
    Bhs Melayu : anak

    see! bisa lihat bedanya! sama juga dgn ini:

    Tuhan
    Dunia Islam : Allah SWT
    Dunia kafir : Dewa Jin

    Kitab Suci
    Dunia Islam : Qur'an
    Dunia Kafir : bukan Qur'an, Wedha, bibel dll.

    Nah jelas kan, semua kata itu memiliki beda makna antara Dunia Islam dgn Dunia Kafir!

    Jadi jgn samakan dan kamu artikan dgn bhs Dunia Kafir untuk menafsirkan Dunia Islam!

    Definisimu ttg bumi, matahari, bulan dll dlm Dunia Islam itu juga salah total. Kamu menggunakan imajinasi kamu sendiri untuk mengartikan apa yg tida kamu tahu, apa yg BUKAN duniamu. Jelas salah!

    Kamu juga nggak bisa membedakan kiblat dgn menyembah! padahal sdh dijelaskan berkali2, tapi masih saja idiot.
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1925673

    Sekali lagi, mana jawabanmu ttg ilmiahnya ngasih sesajen ke sembarang pohon dan perempatan jalan itu? Juga menyembah matahari dan bulan itu dimana sisi ilmiahnya?

    ReplyDelete
  78. M oon,
    Anda katakan:
    Supaya tidak salah mengerti, sy tidak pernah bilang kl sodomi hewan itu halal, dan TAK ADA satupun hadist yg menghalalkannya!

    saya:
    Plintat plintut! sebelumnya kamu tulis ini:

    "ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya"

    Nih baca ULANG:!
    Syiah:
    "Tahrirolvasyleh, Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."

    arabnya:
    http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip

    contoh isi:
    A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.

    "The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."

    Sunni
    Sahih Muslim:
    02:40 “… Our companions have said that if the penile had has penetrated A WOMAN’S ANUS, or A MAN’S ANUS, or AN ANIMAL’S VAGINA or ITS ANUS then it is necessary to wash whether the one being penetrated is alive OR DEAD, YOUNG OR OLD, whether it was done intentionally or absentmindedly, whether it was done willfully or forcefully. …”

    03:11 “… If a woman insert (in her vagina) an ANIMAL’S PENIS she must wash, and if she inserts A DETACHED PENIS (thakaran maktu-an, lit. “a severed male member”; a martial aid perhaps!?) there are two options; the most correct is that she must wash.”

    Radd al-Muhtar ala ad-Dur al-Mukhtar, 19th century, Hanafi Scholar Ibn Abidin, contoh:

    If someone does jima [intercourse] with an animal or with a dead or a young girl and there is no inzal [ejaculation], then ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab taharah, masail ghusl, aussi Alamgiri, Kitab taharah)

    If someone enters the penis of an animal in her vagina or dubur [anus], the ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab Taharah Masail Ghusl)

    If someone does wati [intercourse] in the dubur [have anal sex or commit bestiality] of an animal or in his anus and there is no inzal, then Ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Hidayah kitab taharah)

    If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)

    Abu dawud 38:4450, dari Ibn Abbas jelas bilang:
    There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.

    Budak = BINATANG cukup ikuti syaratnya:

    ...Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us is that if a man returns a slave girl in whom he has found a defect & he has already had intercourse with her, he must pay what he has reduced of her price if she was a virgin. If she was not a virgin, there is nothing against his having had intercourse with her because he had charge of her."

    Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us regarding a person, whether he is an inheritor or not, who sells a slave, slave-girl, or animal without a liability agreement is that he is not responsible for any defect in what he sold unless he knew about the fault & concealed it..[Malik muwata 31.4.4]

    Kamu tulis:
    Tapi apakah itu termasuk perbuatan dosa yg dilarang qur'an atau tidak? Dan qur'an jelas-jelas melarangnya!

    Saya:
    soal dosa, simak percakapan jibril dan nabimu:

    Diriwayatkan oleh Abu Dharr :
    Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), "Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?" Dia menjawab, " (Ya), "Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah." [Hadis Bukhari Vol 9, Book 93, Number 579]

    Berjina dan mencuri pokoknya cukup nyembah allah..pasti masuk surga

    menjijikan!

    ReplyDelete
  79. hhh dasar bebal! ttg hadist itu sptnya jg udah pernah aku jelasin deh, cari sana di thread yg lain!
    Hadist orang jgn dipelitir-pelintir! kata-katanya yg tepat adalah begini: "Siapa pun yg tidak pernah menyekutukan Allah, akan masuk surga, sekalipun ia pelacur atau pencuri!"
    Hei, jgn edit hadist orang donk! Dasar Idiot penipu!

    Dan tak ada juga hadist yg menghalalkan sodomi dgn hewan! Hadist sunni itu hanya mengatur ttg cara bersucinya. Hadist Syiah itu juga hanya mengatur ada tidaknya hukuman duniawinya. Status hadistnya jg nggak jelas kesahihannnya. Dan yg pasti di qur'an, jelas-jelas dilarang berzina, haram, dosa besar, zina dlm bentuk apapun, dengan apapun (baik itu dg sesama manusia, jin, binatang, tanaman, maupun aliens) adalah HARAM! Bahkan mendekati zina aja dilarang,apalagi melakukannya!

    HAdist itu maksudnya adalah Allah maha tahu dan Maha pengampun. Jd tahu niat orang itu mencuri krn lapar atau untuk nafsu memperkaya diri spt korupsi dll itu, juga melacurnya krn dipaksa atau atas kesadaran diri dan penuh nafsu. Krn jika krn nafsu bukan krn terpaksa/dibawah ancaman mau dibunuh, atau mencuri terpaksa krn kelaparan dan hanya untuk sekedar bisa makan untuk hari itu saja, ini belum masuk kategori menyekutukan tuhan. Manusia yg menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya itu adalah manusia yg selalu mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kl ia melakukan dosa itu bukan krn paksaan, tapi menghamba pada nafsu kekayaan, menyembah materi, demi kepuasan nafsu maka ini sudah masuk kategori menyekutukan tuhan, tidak menyembah Allah, tidak mematuhi segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Jadi ya gak bisa masuk surga! Dan hanya orang yg selalu mematuhi perintah dan menjauhi laranganNya lah yg bisa mengucap Laa illaha illallah. Jai bisa dipastikan orang ini adalah orang yg tak pernag berzina dan mencuri. Kalaupun para pelacur&pencuri yg terpaksa itu, bisa masuk surga stl menebus dosanya dengan terlebih dulu masuk neraka dulu.
    Jadi jelas hukumnya, berzina itu dosa besar, dan mencuri juga dosa, DILARANG!

    Kenapa sih pertanyaan gue ttg sisi ilmiah menyembah pohon dan perempatan jalan itu nggak pernah kamu jawab, kenapa? Malu ya sama agama sendiri, ibadah kok malu-malu. haaa haaa haa haa haaaa! Zina dgn ratusan manusia boleh, zina dgn jin juga boleh, sodomi hewan sudah dilakukan, hewannya tak mati, mau sodomi lubang pohon juga boleh, habis itu disembah-sembah dikasih sesaji kembang 7 rupa makanan telur ceplok dan dupa! menjijikan!

    ReplyDelete
  80. M oon,
    Ajaranmu mengatakan silakan saja mau berjinah [termasuk having a seks dengan binatang], mencuri..mmmhhh..berarti termasuk didalamnya juga membunuh sesama manusia, merampok, memperbudak, dll..pokoknya asal sebelum mati menyembah allah..maka masuk surga..

    ..iihhh..mengerikan kali!

    ReplyDelete
  81. Ini bunyi hadist aslinya:

    Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:
    Nabi saw. bersabda: "Jibril as. mendatangiku dengan membawa kabar gembira bahwa barang siapa di antara umatmu yang TIDAK MENYEKUTUKAN Allah dengan SESUATU,yaitu HANYA takut kepada dan menyembah Allah, maka ia masuk surga. Aku (Abu Dzar) bertanya: Meskipun ia pelacur dan pencuri? Nabi menjawab: Meskipun ia pelacur dan pencuri."

    Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 137

    Jadi jelas syaratnya: TIDAK MENYEKUTUKAN Allah dengan sesuatu.

    Nah pikir deh tuh, orang menjadi pelacur dan pencuri itu penyebabnya apa? krn takut miskin, krn takut mati maka ini sama dengan telah menyekutukan Tuhan! karena manusia hanya boleh takut dan patuh, taat kepada Allah saja!

    Jadi jelas orang pelacur dan pencuri itu BUKAN orang yang tak menyekutukan Allah! Selain kepada Allah, ia juga takut pada kemiskinan, takut pada kematian, dll yg membuat ia BERANI melanggar perintah dan larangan Allah, jadi ia lebih takut pada hal-hal lain yg membuat ia menjadi berani menyekutukan Allah.
    Paham?!

    Kalau orang bego sih sulit memahami filosofi, membedakan tuhan dgn jin/setan aja nggak bisa. Pohon dan peempatan jalan kok disembah. xii xii xii xiii....

    Jadi jelas, yg bisa masuk surga itu hanyalah orang yg tidak menyekutukan Allah, dan bagi seorang pelacur dan pencuri tentunya sulit dan mustahil untuk tidak masuk dalam kategori sebagai orang yg tidak menyekutukan Allah!
    Paham?!

    Makanya mendingan sesajiannya tuh dimakan sendiri aja, biar pinteran dikit, spy bisa nangkep, gak kekurangan gizi lagi, lagian makanan kok dibuang-buang di taruh di tengah perempatan jalan, di pohon, jin tuh nggak minum kopi dan nggak makan opor ayam&buah2an tauk! Pohon kok dikasih sajen buah-buahan, emangnya jeruk makan jeruk. hiii hiii hiii hii

    ReplyDelete
  82. M oon,
    Apa bedanya hadis yang anda tulis toh sama saja artinya adalah PENJINAH dan PENCURI..juga!

    Ada hadis lainnya yang serupa:
    Narrated Abu Dharr:
    I came to the Prophet while he was wearing white clothes and sleeping. Then I went back to him again after he had got up from his sleep.

    He said, "Nobody says: ‘None has the right to be worshipped but Allah’ and then later on he dies while believing in that, except that he will enter Paradise."

    I said, "Even It he had committed illegal sexual intercourse and theft."

    He said. "Even If he had committed illegal sexual intercourse and theft."

    ,in spite of Abu Dharr’s dislikeness. Abu ‘Abdullah said,

    "This is at the time of death or before it if one repents and regrets and says ‘None has the right to be worshipped but Allah’, he will be forgiven his sins."

    [Sahih al-Bukhari, Volume 7, Book 72, Number 717]

    KEMUDIAN,
    Penjelasan mu itu adalah PENJELASAN super GOBLOK yang ngga ngerti KONTEKS!, nih gw ajarin:

    1. Pencuri dan PELACUR tidak MENYEMBAH UANG/HARTA..ia serakah akan harta
    2. Yang dimaksudkan adalah MENYEMBAH ALLAH bukan ILAH lainnya seperti al-'Uzza, atau al-Lat...bukan konteks takut miskin ngga punya duit!

    Jadi, ALLAH yang dimaksudkan adalah ALLAH untuk disembah bukan untuk dibelanjakan atau untuk disodomi

    Si PEMBUNUH, PELACUR, PENJINAH, PECANDU.."at the time of death or before it if one repents and regrets and says ‘None has the right to be worshipped but Allah"..dapet deh jaminan masuk surga!

    MAKA Tidaklah mengherankan para PEMBUNUH BIADAB itu dalam menjalankan aksi biadabnya selalu berteriak "ALLAHUAKBARRRRRRR"

    ReplyDelete
  83. haa haaa haaa haaaaa. makin kelihatan begoonya. Pelajari dulu apa itu arti "menyekutukan/dosa syirik" itu! Makanya jgn sok tahu ttg agama orang lain, urusin aja agama kamu yg aneh itu, mbedain tuhan dgn jin aja nggak ngerti gitu kok. Makin konyol aja nih kamu.
    Kalau manusia berani melanggar larangan Allah, ini artinya sudah takut dgn hal lain yg membuat ia berani dengan Allah, artinya sudah menyekutukan Allah.

    ReplyDelete
  84. M oon,
    nanya ama yang pinteran dikit gih..biar ngga oon banget..

    Dear all,
    Gw punya Quis:

    Jika ada MAHLUK yang mengatakan/mengakui sbb:

    BUMI tidak berbentuk bulatan namun datar,
    Matahari mengelilingi BUMI,
    Bintang alat pelempar setan,
    Bulan, Bintang, matahari saat kiamat nyebur ke laut..
    Menyatakan BULAN terbelah tapi terbukti tidak

    Panteskah mahluk ini disebut cerdas?
    Panteskah mahluk ini diakui sebagai tuhan?

    Kemudian setujukah anda jika para si penyembah mahluk di atas adalah orang2 yang Idiot?

    Silakan jawab dengan jujur..waktu kalian seumur hidup.

    ReplyDelete
  85. haa haa haaa haaa makin desperate aja nih, haaa haaa haaa haaa

    untuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!
    Manusianya yg bodoh kok menyalahkan tuhan. haaa haaa haaa haaa

    download ebook ttg kebenaran qur'an di ebook jar disini: http://answering-ff.org/board/post137550.html?hilit=e%20book#p137550

    xii xiii xiii menyembah dewa jin matahari alias surya dan menyembah pohon beringin, perempatan jalan, bahkan tikus dan sapi, dll sesama mahluk ciptaan tuhan kok ilmiah hii hiii hiii hiiih.

    ReplyDelete
  86. Dear Moon,
    Malu ngejawab Quiznya ya..hahahaha..bukannya menjawab lantas membual spt ini:

    untuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!

    Saya:
    Hahahahaha..dogol dan munafik!

    ..Muhammad sudah menjelaskan setiap ayat AQ dan didengar oleh rashidun, sahabat..tertuang dalam bentuk Hadis!

    BUKTI maha pintar Allah dengan ilmu yang diturunkan berupa AQ dan sunatullah TELAH di presentasikan dengan sangat baiknya oleh Ibn Baaz!

    Ia infeksi mata di usia 16 dan buta total di usia 20, Ia kemudian belajar bahasa Arab dan sains Islam termasuk penafsiran Qur’an, Sunnah Nabi (saw), Yurisprudensi dan Sejarah Islam hingga tidak ada satupun kitab Islam yang tidak dipelajarinya dengan demikian ia menjadi pakar besar dan dihormati diseluruh Saudi. Tidak ada sains dalam Quran dan hadis yang tidak ia pelajari. Ibn Baz adalah ‘Quran & hadis Berjalan’.

    Ia kemudian menjelaskan mengenai bentuk Bumi yang datar seperti disket, tidak bergerak dan menjadi pusat perputaran matahari!

    Subhan'Allah!

    Allah telah menunjukan kebesarannya! lewat kebutaan ABDUL AZIZ BIN BAZ..Ia LURUSKAN KEMBALI kemurnian ilmu-ilmu asli ISLAM yang suci dari ilmu2 kafir!

    Lantas asal-usul Ilmu-ilmu kafir itu dari mana?

    David E. Duncan, The Calendar, Fourth Estate, London, 1999, pp.150-210 menulis sebagai berikut:

    Pada tahun 773, sekitar 250 tahun setelah kematian Aryabhat (476-550). Suatu delegasi diplomat tiba dari dataran rendah lembah sungai Indus di Ibukota Arab yang baru yaitu Bagdhad. Berpakaian sutra dengan warna cerah, memakai sorban dan dihiasi permata.

    Tiba di luar gerbang kota Al-Mansur (754-775) yang indah, utusan khusus ini membawa seorang ahli astronomi bersama mereka, Kanaka, seorang ahli menenai gerhana, Ia membawa kumpulan kecil pustaka tentang Astronomi India untuk diberikan kepada sang Khalifah, termasuk didalamnya adalah Surya Siddhanta, karya Brahmagupta dan karya Aryabhata. Tidak banyak yang diketahui tentang Kanaka.

    Referesi pertama yang diketahui tentang Kanaka ditulis sekitar 500 tahun kemudian oleh seorang sejarahwan Arab yang bernama Al-Qifti

    Menurut Al Qifti, sang khalifah begitu terpesonannya dengan pengetahuan yang terdapat di tulisan-tulisan bangsa India. Ia kemudian memerintahkan untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa arab dan kemudian dinamakan ‘Sindhind yang besar’ (Sindhind adalah kata Arab untuk kata sangsekertanya Siddhanta).”

    Dimana kemudian Mereka (Arabia) pergi ke eropa yang Kristen melalui syria, dan kemudian menduduki spanyol.

    Pada tahun 1126 Sindhind diterjemahkan kedalam bahasa latin.

    Ini merupakan satu di antara lusinan document penting yang memberikan kontribusi pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendorong eropa pada era modern” tambah Duncan

    … Ketika para penduduk Baghdad mengetahui dari karya Aryabhata bahwa bumi itu Bulat dan berdiameter 8316 mil, berputar pada porosnya. Banyak dari mereka yang kemudian mempercayainya dan berkeinginan juga untuk mengukurnya sendiri.

    Inspirasi yang sama membawa mereka para penduduk Abbasid untuk mengembangkan eksperimen-eksperimen.

    ***

    Demi Allah yang berbentuk batu yang di kelilingi, disembah, di shalati! Ekspansi dan penyeberannya dilakukan dengan melakukan pembantaian, pengambilan paksa harta dan wanita atas nama Allah batu sambil meneriakan, "Allahuakbarrr..Allahuakbarrr!"

    Subhan'Allah!

    P.s: Ayo dong jawab Quiznya..Tanggapi dengan reference..kalo cuma mampu memaki, mencela sih anak2 TK juga bisa..Tapi susah juga kali ya..khas muslim sejati..selalu tanpa pengetahuan namun sok tahu..

    ReplyDelete
  87. Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.

    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.

    ReplyDelete
  88. M oon,
    Anda:
    Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu.

    Saya:
    Wah jadi kalo malu menjawab..quis mudah ini jadi sampah buatmu ya..hahahahaha..ato mungkin kamu dah ngira2 idiotnya penyembah tuhan2 seperti itu, tul ngga?!

    Anda
    Manusianya yg bodoh tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan, haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    Saya:
    Wah maksud anda Ibn Baaz, dan semua periwayat yang mendengar nabi mengucapkan itu di tafsir tentang itu bodoh? wah saya sepakat abis bung!

    Anda:
    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    Saya:
    Apa nya yang benar? Dari dulu Manusia dah tau tuh bumi berbentuk bulatan, berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari, bintang bukan alat pelempar setan dan ia adalah matahari juga, bulan tidak pernah terbelah..

    sejak Allah lewat AQ mengatakan..lantas yang benar jadi salah..eh kemudian mereka dapet contekan kitab2 India dan yunani..membuat para orang barat pintar..eh baru ketahuan konyolnya AQ setelah di demonstrasikan orang buta abad 20 yang fasih abis AQ dan HADIS..untung dia buta jadi ngga terpengaruh sains kafir..jadi bisa mempertunjukan keaslian sains Islam....hahahahaha...Allah koq kalah ama anak tk...hahahaha

    Anda:
    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-lain manusia aja, hiii hiii hii hiih..

    Saya:
    Koq diperempatan jalan di sembah? yang aneh itu batu kotak hitam dan hajar aswad disembah..buang2 uang jauh2 cuma nyembah itu...itukah tuhan? hahahahahaha...kesian amat ya..udah maki2 tuhan lain eh..ternyata tuhannya batu juga..

    hahahahahaha

    ReplyDelete
  89. Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.

    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.

    gih belajar dulu, apa arti kiblat (beda dgn ngasih sajen makanan ke perempatan jalan&pohon xiii xiii xiii xiiiii), arti dosa syirik, dll nah baru deh belajar ttg ayat2 qur'an, dgn otak yg digunakan untuk berpikir, bukan dr asal ngikut pa kata asal orang arab, asal hapal ini hapal itu, dll tanpa disertai pengetahuan ttg ilmu terkait yg mendukung, para pakar astronomi jepang pun sdh mengakui ketepatan qur'an, makanya download tuh e-book jar di link di atas, biar gak bego-bego amat lu. Cieh, perempatan jalan kok disembah,lol!

    ReplyDelete
  90. sebaiknya kamu urus saja agama kamu yg aneh itu, jgn sok tahu ttg agama orang lain.

    bailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan, krn saking banyaknya ibadah yg terkait dgn kabah, spt sholat 24 jam, haji dll, meski ada juga ibadah lain yg tak terkait dgn kabah, spt puasa tidak hrs menghadap kabah saat sahur, ngasih sedekah jg tak hrs hadap kiblat, dll (beda dgn hindu yg hrs menyembah bangunan pura atau pohon saat memberi sesajen &bakar dupa, haa haaa haa haa aneh). Jadi seolah-olah kabah itu bagaikan rumah Allah saja, padahal hanya orang tolol macam kamu ini yg tak tahu bahwa Allah bisa berada dimana saja sekehendak Allah, tak harus selalu hanya di kabah saja. haaa haa haaa, bego dipiara lu.

    ReplyDelete
  91. M oon,
    Anda katakan:
    bailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan..

    Saya:
    Nih saya ajari kamu, biar kamu tau bahwa sebelumnya munculnya surat AQ 2:143-144, 149-150 baitullah [Rumah Allah = Ka'bah] ngga di lirik jadi Rumah Allah!

    Sebelum Isra mira'j, shalat ngga pernah ada, kemudian setelah tawaran dari 50 x jadi 5 x di peristiwa itu, baru ada ritual menyembah allah. Selama 17 Bulan lebih Allah yang disembah itu adalah tembok ratapan di Yerusalem!

    Di AQ 2:143-144, 149-150, terdapat peristiwa perpindahan Qiblat, yaitu dari arah Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.

    KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menceritakan protesnya Orang yahudi karena Nabi dan pengkutnya sembahyang tidak dengan ritual Yahudi tapi yang disembahnya justru tempat yahudi menyembah!

    Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] dan turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah [lihat: http://tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=3975]

    Tuhan kalian itu tidak dilangit karena hadispun mengatakan spt ini:

    Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0862
    Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit di saat berdoa diharuskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya

    Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0863
    Abu Huraira melaporkan: Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

    QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
    Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

    Hadjar Aswad itu adalah Tuhan Kalian, atau bagian dari tuhan kalian,

    AQ 22:26
    Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.

    Detailnya baca lagi di komentar utk: http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html?showComment=1280945805093, tanggal: August 1, 2010 5:21 PM,

    Ia Adalah Allah yang Maha Besar:
    BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
    Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
    Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)

    MUWATTA, Book 20, No. 20.33.113:
    Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

    "The hadith of 'Umar refutes the assertions of those who say that 'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]

    Nah, Selepas dari Blog ini kamu dah tau Jati diri Allahmu yang sejati itu

    ReplyDelete
  92. dasar idiot, justru makin kelihatan begonya, asal lu tahu ya, masjid-masjid pun oleh muslim disebut sbg rumah Allah, jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan. wuih-wuih makin ngaco aja dgn main cuplik dan plintir ayat sana sini, kalau baca qur'an itu yg utuh & lengkap, jadi gak jadi sesat macam kamu, yg bebal bin bego itu. dasar idiot.

    ReplyDelete
  93. M oon,
    Anda katakan:
    jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan.

    Saya:
    alasan koq kaya anak TK..Kalo mo ngasih alasan itu ya ambil yang sesuai dengan Hadis sahih dong...

    Nah alasan ngga boleh menengadah ke langit [ato ke atas]adalah sederhana aja yaitu agar matamu NGGA jadi BUTA [Muslim, book 4 no 0862, riwayat dari jabir bin samura dan no.863 riwayat Abu huraira]

    Hehehehe...

    Kalo gw lihat sih sebenernya tuhanmu mo bilang bahwa dia itu ngga mungkin ada di langit..tapi netep di ka bah..makanya ngga akan ada gunanya menengadah..Jadi diri tuhanmu emang disebutkan di hadis yaitu ternyata hadjar aswad..

    BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    kalo versi umar:
    'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]

    Hehehehe...

    ReplyDelete
  94. buat mas moon , tiada kewajiban bagi kita untuk meyakinkan orang yg memiliki agama atau keyakinan lain, apalagi memaksakan kebenaran al-quran pada agama lain, jadi biarlah penulis blog ini berbicara sesukanya sedangkan kita tetapa pada jalur Al-quran dan hadist.

    buat mas wira
    saya tidak tahu agama mas wira namun alangkah eloknya untuk tidak membandingkan agama mas wira dengan agama orang lain yang jelas-jelas mas wira belum memahami orang lain itu secara mendalam :)berhentilah mencela apalagi menjatuhkan keyakinan agama lain dengan mempelintir ayat ayatnya sedangkan anda tidak meyakininya :) kembangkan agama anda secara benar jangan mengkaitkan dengan agama orang lain. Jangan membuat kesesatan dengan statement anda tentang ayat Al-quran maupun hadist yang jelas dalam kitab andapun tidak mengajarkan hal tersebut , yaitu mencela agama lain :)
    saya yakin Tuhan anda akan sangat marah dengan prilaku anda seperti itu , yg jelas jelas mengatakan bahwa anda harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu :) jadi saya mohon demi toleransi beragama janganlah membandingkan atau menggunakan isi kitab orang lain secara seenaknya :)

    bila anda beragama hindu saya dapat pastikan tindakan anda tidak benar karena hindu tidak pernah mengajarkan yang demikian , semoga hati anda tergerak demi kebaikan kita bersama , rakyat indonesia : )

    ReplyDelete
  95. Dear Mas Zul,
    Tks sudah mampir..
    Apakah saya memplintir ayat?

    Jika sesama Kelompok Muslim saling bertentangan pendapat..tidak dikomentari salah satu dari mereka memelintir ayat..namun begitu ia (baca: saya)non muslim, maka cap MEMELINTIR AYAT segera diberikan.

    Padahal,
    Seluruh artikel saya tentang AJARAN MANAPUN, sudah di dasari dengan REFERENCE yang berasal dari kalangan ajaran itu sendiri..

    REFERENCE dari ajaran itu sendiri adalah MUTLAK diperlukan.

    Gunanya?

    Agar tidak terjadi PENYESATAN dan/atau PEMELINTIRAN AYAT dan/atau menambah2kan pemikiran yang memang tidak ada MENJADI diada-adakan...yang dilakukan oleh kalangan ajaran itu sendiri dan/atau kalangan di luar ajaran itu sendiri


    Anda:
    saya yakin Tuhan anda akan sangat marah dengan prilaku anda seperti itu , yg jelas jelas mengatakan bahwa anda harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu :)..

    bila anda beragama hindu saya dapat pastikan tindakan anda tidak benar karena hindu tidak pernah mengajarkan yang demikian..

    Saya:
    Di hindu, tidak pernah saya temukan adanya kalimat:

    "..harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu"

    [ataupun dengan maksud spt itu]

    Mmmh...nasehat anda tentang "memelintir ayat", seharusnya anda gunakan juga untuk diri anda sendiri..

    Demikian mas Zul..

    ReplyDelete
  96. si wira ini mmg sablenk. nieh gue kasih tahu.

    QS7:54, QS10:3, QS13:2, QS25:59 : "...Allah bersemayam di atas Arasy ..."

    QS9:129: "..Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"

    QS40:7: "..(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy.."

    QS69:17: "..malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka."

    ReplyDelete
  97. M oon,
    tanggapanmun selalu ngga nyambung selain ngga nyampe..ya udah itu mungkin udah bakatmu.

    Hadjar Aswad udah kita ketahui sebagai AllahuAkbar dari riwayat Ibn Abbas yang merujuk ucapan nabi [BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697]

    Nah, sekarang gw ajari yang lain yaitu tentang arsy:

    ‘arsy (عَرْش), disebutkan di Qur'an sebanyak 33 x dan umumnya berarti "bangunan", "singgasana", "istana" atau "tahta"

    Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda. Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada S. Yunus (10): 3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana)untuk mengatur segala urusan"

    Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) menjelaskan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. menciptakan `arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. `Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut.

    Hehehe..ternyata bukan hanya pejabat dan anggota dewan butuh kursi atau bahkan gedung untuk mengatur segala urusan..ternyata allah juga.

    ReplyDelete
  98. jadi loe emang idiot, salah mengira Allah hanya ada di kabah saja! Padahal Allah bisa berada dimana saja seuai KehendakNya! Kalau orang sdg di dlm kabah juga sholatnya tidak harus menghadap hajar azwad(batu hitam dr surga) itu. huh dasar bego. Jangan samakan kita dgn elo yg tukang nyembah batu arca ya, amit-amit deh! Lu tuh penyembah berhala koq bangga, ngaca deh, punya kaca gak seh. haaa haa haa haa......

    ReplyDelete
  99. M oon,
    Oh jadi Allah bisa juga ya keluyuran kemana-mana..ck..ck..ck, keliatannya kamu udah dapet wangsit juga dari jibril juga kali ya...btw, kalo nyembah kenapa mesti ngadep batu item itu mulu ya..dan jadi ngga sah kalo nyembah ngga ngadep batu item itu???

    Heran..heran..heran..

    ReplyDelete
  100. Dasar idiot, udah dijelasin, yg jadi kiblat itu BUKAN hajar aswad(batu hitam dr surga) TAPI kabah-nya. dan ini pun hanya u/ lambang pemersatu muslim di seluruh dunia, kalau lagi diluar angkasa boleh bebas sholat hadap mana aja, juga saat sholat di dalam kabah! Jelas?! dasar bahlul!

    ReplyDelete
  101. M oon,
    Waduh jangan ngomong luar angkasa dulu deh, pengetahuan Allahmu itu baru sampe bentuk bumi seperti "FLAT DISK", matahari mengelilingi bumi, Bintang sebagai alat pelempar setan, SAAT KIAMAT matahari mendekati bumi dgn jarak 1 mil dan manusia masih ada cuma berkeringat doang dan kemudian nyemplung ke laut deh..

    ReplyDelete
  102. omongan orang idiot yg tak mampu membaca ayat. Masih aja nggak tahu diri, main plintir sembarangan kitab suci milik agalam orang lain. cieh, gak tahu diri loe!
    mencari pembenaran atas ajaran sesatnya dgn kitab suci milik gama orang lain pula. Idiot sih idiot aja sendiri, gak usah nyari-nyari pembenaran.

    Nih ayat-ayat yg kamu plintir dr sekian ulah konyol loe, dasar idiot gak tahu malu, gak sadar dgn keterbatasannya.

    QS 16. An Nahl
    78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun (bayi, belum tahu dan belum bisa apa-apa), dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
    70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, yaitu berumur panjang hingga tua renta, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya (pikun). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

    QS 36. Yaasiin
    68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)[1271]. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
    [1271]. Maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal
    ada manusia yg berumur panjang, tidak mati-mati, sementara teman sebayanya sudah mati semua, namun ia masih hidup hingga tua renta dan menjadi lemah serta pikun (lupa semuanya).

    Kapir mmg lebay and tukang plintir, masak ayat begitu diartikan sbg reinkarnasi, gila kalee.

    http://answering-ff.org/board/reinkarnasi-moksa-dan-karma-ada-yang-bisa-menjelaskan-t4990-135.html

    ReplyDelete
  103. M oon,
    Lha kenapa kamu yang sewot? menurut kamu artinya apa?

    Btw, nabi mu sendiri saja saat terakhirnya dia masih bingung masuk surga ato ngga hingga masih meminta-minta agar diberi ampun?

    Ibunda dan ayahanda nabimu aja ada dineraka koq..

    kamu yang ngga ngaku idiot ini jika dibandingan dengan nabi mu itu? hehehehe..jauhhh deh..ngimpi dengan ajaran ini masuk surga? hehehehe...gampang..ngebom aja kalee..seperti amrozy..lumayan kan bisa dapet 72 bidadari

    ReplyDelete
  104. udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!

    dan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah.

    Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa

    ReplyDelete
  105. M oon,
    alasan mu ngga bisa KKN? Hahahahahaha..ngomong surga neraka yang ngga jelas lagi nih..

    Katanya orang masuk surga/neraka dibukakan pintunya nanti setelah kiamat..dan tentunya menurut ISLAM dari sebelum nabi MUHAMMAD bahkan hingga hari ini ngga ada yang masuk surga/neraka duoonggg!

    Tapi ternyata..

    Ada dua bukti sahih yang menunjukan Surga/neraka koq malah udah berpenghuni?!

    1. Pristiwa "ajaib" Isra Mi'raj, dikatakan nabi muu bertemu jiwa-jiwa yang ada di sebelah kiri dan kanan Nabi adam, yang kanan adalah penghuni surga dan yang kiri adalah penghuni neraka!

    2. Ibunda dan Ayahanda Nabi SAW di neraka:
    "Dari Anas, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya, "Ya Rasulullah ! Di manakah tempat ayahku ?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Di Neraka!"

    Maka tatkala orang itu berpaling hendak pergi, beliau memanggilnya, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu tempatnya di neraka" [Hadits shahih Riwayat Muslim juz I halaman 132 dan 133. Periksa kitab Qaa'idatun Jalilah At-Tawassul wal Wasilah, halaman 8 cetakan tahun 1977 Lahore-Pakistan, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.]

    "Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ziarah ke kubur ibunya, lalu ia menangis yang menyebabkan orang-orang disekelilingnya (para shahabat) turut menangis.

    Lalu beliau bersabda, 'Aku meminta izin kepada Tuhanku supaya aku dibolehkan untuk memohonkan ampun baginya, tapi tidak diizinkan bagiku.

    Lalu aku meminta izin supaya aku dibolehkan menziarahi kuburnya, maka diizinkan bagiku. Oleh karena itu ziarahilah kubur-kubur itu, karena menziarahi kubur itu dapat mengingat mati" [Hadits shahih Riwayat Muslim (3/65), Abu Daud (no 3234), Nasa'i (2/72), Ibnu Majah (no. 1572), Baihaqi (4/76), Ahmad dan Thahawi (3/189), Periksalah kitab : Tafsir Ibnu Katsir jilid 2 halaman 393, 394 dan 395, Ahkamul Janaaiz halam 187, 188 masalah ke-121 oleh Muhaddits Syaikh Muhammadn Nashiruddin Al-Albani]

    "Dari Buraidah, ia berkata, "Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan/safar, lalu beliau turun bersama kami, sedangkan kami pada waktu itu mendekati seribu orang.

    Kemudian beliau shalat dua rakaat (mengimami kami), setelah selesai beliau menghadapkan wajahnya kepada kami sedangkan kedua matanya mengalir air mata.

    Lalu bangkitlah Umar bin Khaththab menghampirinya dan berkata. 'Ya Rasulullah, mengapakah engkau (menangis)?'

    Beliau menjawab, 'Sesungguhnya aku telah meminta kepada Tuhanku Azza wa Jalla untuk memohon ampunan bagi ibuku, akan tetapi Ia tidak memberiku izin kepadaku, maka dari itulah mengalir air mataku karena kasihan kepadanya yang ia termasuk (penghuni) neraka". [Hadits shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Hakim (1/376), Ibnu Hibban (no. 791), Baihaqi (4/76) dan Tirmidzi]

    mengapa bisa bertentangan semua dari yang diajarkan ya?

    3. Saat menjelang ajal, nabimu saja ngga yakin masuk surga:
    Narrated 'Aisha:
    I heard the Prophet and listened to him before his death while he was Lying supported on his back, and he was saying, "O Allah! Forgive me, and bestow Your Mercy on me, and let me meet the (highest) companions (of the Hereafter)." See the Qur'an (4.69) and See Hadith No. 719 [
    Volume 5, Book 59, Number 715]

    Jadi, M oon..
    Disamping ajaran kalian itu saling bertentangan dan ngga karuan-karuan..maka bagaimana mungkin mempercayai sebuah ajaran yang bahkan
    1. Tidak bisa di pake menyelamatkan IBU dan AYAHnya sendiri!

    2. sipembawa ajaranpun, Yaitu UTUSAN ALLAH yang PALING DISAYANG ALLAH yang jelas-jelas NGGA KAFIR, sampe ngga yakin bisa masuk surga dengan ajarannya sendiri?

    Kepikir ngga di kepala lo yang ngaku ngga idiot ini?!

    ReplyDelete
  106. udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!

    dan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah. nabi juga tak butuh doa dr manusia, sholawat nabi itu adalah ungkapan terima kasih manusia atas jasa nabi shg manusia selamat dr kesesatan.

    apa yg nabi alami selama Isra Mij'rad itu adalah vision, gambaran masa depan. ttg drmana manusia tahu dirinya akan masuk surga/neraka sblm kiamat tiba, ini krn manusia mati di alam kubur sdh diperlihatkan calon tempatnya nanti di akherat kekal, buat para calon penghuni neraka mengalami siksa kubur, buat manusia calon penghuni surga akan mengalami nikmat kubur.

    Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa

    ReplyDelete
  107. M oon,
    Isra miraj vision Hahahahahaha..kebenaran kisah itu aja ngga jelas nyata, mimpi ato bahkan alibi karena ada di rumah sepupunya hingga jauh malam..lo bisa baca di sini:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/02/benarkah-ada-isra-miraj-dan-batu.html


    Lagian bossss
    semut, kuda, unta, burung aja..sebagai binatang biasa aja bisa disebutkan keberadaannya di AQ..kemudian MALAIKAT, SETAN juga disebutkan di AQ...eh malah yang namanya BURAQ..ngga ada satupun ayat yang menyatakan itu di AQ

    makin ketauan aja kan...

    ehh..disana disebutkan dilangit pertama disisi adam ada jiwa2 yang udah di neraka dan surga..

    Lha katanya SURGA/NERAKA ada setelah KIAMAT?

    trus ada lagi bukti bahwa ibu/bapak yang melahirkan nabi sendiri malah disebutkan dineraka..

    Gimana sih ajaran ini jadi bolak balik ngga jelas?!

    Malah hingga saat2 terakhir nabi sebelum wafat..Ia yang jelas2 MENGAKU sebagai UTUSAN ALLAH yang PALING disayang..yang jelas-jelas BUKAN KAFIR..memelas minta di ampuni dan dimasukan surga

    Lha yang bawa ajarannya aja ngga jelas dia sendiri masuk neraka atau surga...apa lagi yang ngga selevel nabi..

    koq berani2nya ngaku masuk surga

    iihhh ngeri kali ya..

    ReplyDelete
  108. buat orang waras semua itu tak da yg aneh, kalau buat orang sinting macam kamu sih ya maklum, mbedain jin dg tuhan aja gak bisa, nyembah arca, pohon, sapi yg gila jelas donk ya kamu itu.
    mendingan orang yg rendah hati meski sudah pasti masuk surga drpd elu yg sok yakin bakalan masuk surga eh tak tahunya surganya palsu, justru masuk neraka, nah baru memelas tuh kamu, nangis-nangis minta dihidupin lagi spy bisa masuk Islam, ptuih tp sorry tak ada tuh reinkarnasi, in your dream! haa haa haa haaa

    riwayat Tabari itu tak diverifikasi jd belum pasti kesahihan ceritanya, dia cuma asal tampung apa yg penutur ceritakan, lagian kisah nabi itu baru ditulis setelah sekian ratus nabi wafat, jadi pasti banyak distorsinya, jd lu jgn sembarangan ngomong, seolah-olah kamu lihat dg mata kepala sendiri. cieh.

    logikanya dipake, kalau pelacur yg ngasih minum anjing aja, diterima tobatnya lalu isa masuk surga, apalagi seorang nabi yg sudah diampuni dosa masa lalu hingga masa datangnya. bego lu piara!

    ReplyDelete
  109. M oon,
    Ka bah sebelumnya ada 360 patung berhala dan orang2 arab itu menyembah patung2 itu di Ka bah.

    QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

    QS 17:42. Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan (patung Latta, Uzza & Manah) di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."

    ALLAH SWT marah karena dirinya dikawankan dengan patung-patung, dia minta dirinya ditauhidkan, dia minta rumahnya dibersihkan dari sekutu-sekutunya yang berjumlah 359 itu.

    QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku (=Hajar Aswad) dan sucikanlah rumah-Ku (=Ka'bah) ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

    Nah Allahmu ada disitu..ia cuma marah tempatnya sempit..jadi temen2nya di gusuri..kalo yang lain adalah jin..maka allahmu adalah jin juga dong.

    Sekarang,
    Nabi kamu bilang kalo Ibu dan Ayah nabi mu ada di neraka dan saat diperjalanan ke langit ke-1, ia bertemu Adam dan di sisi kiri/kanan adan ada jiwa yang udah masuk surga dan neraka.

    hehehehe...sementara mau merampok, berzina dengan apa saja, mau membunuh siapa aja, berbohong, menculik dll...selama sebelum mati menyembah pada ALLAH SWT masuk surga [ngga jelas yang mana]

    padahal Nabi mu saja, di menjelang kematiannya..ia yang jelas2 mengaku UTUSAN ALLAH, yang jelas-jelas BUKAN KAFIR karena menyembah ALLAH..masih mengemis2 minta ampun dan ngga yakin masuk sorga!

    Lah selevel nabi aja ngga yakin dengan ajarannya..apa lagi yang bukan selevel itu

    ngeriiiiiii....deh.

    ReplyDelete
  110. yg mengira nggak yakin itu otak idiotmu!
    kafir jelas dan pasti masuk neraka.

    Gas Nebula

    Tata surya dan bintang-bintang dulunya adalah gas nebula yang terpilin dan berotasi dan akhirnya terjadilah alam yang sekarang ini. James Hanz berkata Sebenarnya materi alam semesta berasal dari gas“

    (QS: Fushilat : 11). Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

    Dulu kita berfikir bahwa dunia ini berbeda dengan benda2 langit. Ternyata ilmu pengetahuan menyatakan kita adalah bagian dari benda2 di angkasa. Malah kita adalah bagian yang sangat kecil dari dunia itu. Bumi kita yang besar ini adalah debu paling kecil di angkasa. Bayangkan, Bumi ini bisa masuk ke pusaran kecil di permukaan Yupiter, itu belum pusaran (noktah merah) yang besar di Yupiter, lalu berapa besar bumi di banding matahari. Lalu bintang2 yang kita lihat di langit sebenarnya juga sebesar matahari malah ada yang berlipat kali besarnya dengan matahari. Padahal ada milyaran bintang di angkasa. Jarak antar bintang dihitung dengan tahun cahaya. Satu tahun cahaya artinya kalo kita punya senter yang kuat, cahaya senter kita nyampai di sana dalam waktu 1 tahun. Padahal bintang paling dekat jaraknya ratusan tahun cahaya. Jadi pasti ada bermilyar bintang yang cahayanya gak nyampe sini. Lalu milyaran bintang itu membentuk galaksi dan terdapat milyaran galaksi yang bisa dilihat. Berapa yang gak bisa dilihat?
    (QS: Fushilat : 12). Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
  111. SPACE SHUTTLE

    Bila pesawat terbang bisa mengunakan angin untuk terbang tetapi bila pesawat angkasa harus menggunakan pendorong roket untuk memberi gaya tolak di luar angkasa karena di sana hampa udara. Maka dalam Al Qur’an pun diketahui bahwa manusia akan mampu menembus angkasa dan ke luar angkasa. Al Qur’an juga meramalkan kemampuan manusia menembus bumi (dasar laut goa dst)

    (QS: Ar-Rahman: 33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan. 34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Apakah Muhammad dari padang pasir arab yang terpencil dapat membuat buku tentang roket, orbit, astronomi, gas nebula seperti di atas. Apakah ini adalah karya dari seorang yang tidak bisa baca tulis. Sungguh… ini adalah firman Alloh SWT. Firman terakhir bagi kita manusia modern yang mengangungkan iptek dan fakta ilmiah. Mukjizat terakhir sebelum kiamat. Apa lagi yang membuat kita ragu kebenaran Islam?

    (QS: Saba: 2). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. dan Dia-lah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

    Jaman nabi dah pada tahu kali ada yang masuk ke dalam bumi dari langit, meteor, hujan, dst, tetapi kenapa Al Qur’an juga bilang ada yang naik ke langit. Yaa itu yang kemarin Rusia dan Amerika berlomba, dan akhirnya Niel Amstrong ke Bulan, Shuttle Galileo, Pathfinder ke Mars. Dah tau tuh Al Qur’an,,,

    Oh ya kata ya’ruju artinya ‘naik dengan membelok’ lha ini adalah kalo pesawat luar angkasa mau naik gak bisa tegak lurus, harus mengesuaikan kelengkungan arah…..


    Kenapa Pendaki Gunung Himalaya memerlukan Bantuan Oksigen Karena semakin ke atas kadar oksigen semakin tipis.

    (QS: An’Naam: 125). Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.

    Kok Muhammad bisa tau kadar oksigen segala yaa, padahal di arab gak ada gunung yang tinggi, paling2 Cuma bukit batu. SEBUAH MUKJIZAT MODERN AKHIR JAMAN ABAD ILMIAH

    ReplyDelete
  112. RELATIVITAS WAKTU

    AKU BACA DI faithfreedom, yang bilang Qur’an Kontradiktif dalam menyatakan kadar waktu 1 hari disisi Alloh dan MalaikatNya dengan berapa hari disisi manusia. Lha Kok berbeda-beda…… wah ini kontradiksi katanya. Bukaaaannnn. Waktu dirasakan berbeda pada orang yang berbeda. Coba bandingkan nunggu bis di pedesaan sama pas main bola. Lama mana?

    QS Al Ma’arif (70: 4) Naiknya malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun.

    Secara eksplisit Alloh menginformasikan kepada kita bahwa sehari bagi malaikat adalah 50.000 tahun bagi manusia. Kenapa demikian? Karena malaikat memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Ilmu fisika modern menjelaskan bila benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan begerak lamban baginya.
    Dalam Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstien lamanya waktu adalah relatif tergantung kecepatan kita. Jika ada 2 orang kembar lalu yang 1 pergi ke planet lain dengan kecepatan cahaya, dia akan pulang dan mendapati saudara kembarnya sudah tua.
    Percobaan oleh NASA 2 jam elektron yang satu di taruh di rumah yang 1 dibawa pesawat dengan kecepatan tinggi. Ternyata menunjukkan waktu yang berbedaaaaaaa.

    Jadiiiiii ....Maka jangan heran jika di Al Qur’an terdapat banyak informasi tentang relatifitas waktu. QS Al Hajj (22: 47) Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
    Jadi jika dlm Quran, Alloh mengatakan kiamat sudah dekat. (QS Anajam: 57-58) 57. Telah dekat terjadinya hari kiamat.58. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
    Maka kedekatan itu adalah relatif. Nabi hidup 1500 tahun yang lalu, adalah waktu yang pendek untuk ukuran usia alam semesta. Dalam ilmu fisika para ahli mengukur usia alam semesta adalah 12 milliar tahun. Jadi Yaum dalam bahasa arab bukan hanya berati hari tetapi juga jaman atau masa. Yang kadarnya berubah-ubah tergantung siapa yang merasakannya. Kecepatan malaikat memang berbeda satu sama lain. Dalam Qur’an kecepatan dikiaskan dengan sayap.
    QS Al Faatir: 1 : Segala puji bagi Alloh pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat.

    ReplyDelete
  113. Teori Black Hole dan Wormhole

    Ada teori alam ini satu lalu meledak (big bang) dan runtuh lagi dalam black hole dan mengerucut dan keluar atau meledak lagi menjadi alam semesta lagi dan seterusnya:

    (QS: Anbiya 21: 104) 104. (yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.

    Garis Edar Matahari

    (QS:36: 38)Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    Dulu orang berfikir matahari berjalan mengelilingi bumi, maka ketika mereka baca ayat diatas mereka berpikiran yang sama, dan mereka menerimanya,. Sekarang telah diketahui bumi mengelilingi matahari. Ayat di atas ternyata juga menunjukkan kebenarannya juga. Faktanya matahari adalah bintang dalam sayap galaksi Bima sakti/milky way yang beredar mengelilingi pusat galaksi. Maha Besar Alloh, yang membuat ayat yang bisa diterima di setiap jaman.

    ReplyDelete
  114. Bulan yang tandus

    QS: Yaasin: 39). Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
    40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

    Dalam bahasa arab, tandan yang tua artinya tidak lagi berwarna hijau, tidak lagi berair, tidak pula hidup adalah penyerupaan pada sifat permukaan bulan. Kemudian pada ayat 40 Al Qur’am menegaskan bahwa malam dan siang keduanya beredar. Satu sama lain tidak mendahului. Ini adalah indikasi bahwa bumi itu bulat. Juga indikasi bahwa malam dan siang keduanya dalam satu waktu di atas permukaan bumi. Seandainya bumi datar, maka hanya ada satu saja yang akan terjadi antara kedua hal tersebut. yaitu siang saja atau malam saja. Kemudian dikatakan bahwa bulan tidak tersedot ke dalam matahari karena bulan mempunyai garis edar revolusi ke bumi dan besama bumi berevolusi ke matahari.


    Matahari mengeluarkan cahaya sedangkan bulan Cuma memantulkan

    (QS: Nuh: 16). Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

    Mengapa bila dulu manusia menganggap matahari dan bulan sama2 bercahaya kenapa AlQur’an membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari = pelita (sumber cahaya). Karena Al Qur’an bukan ucapan manusia. Apalagi manusia dari padang pasir arab.

    ReplyDelete
  115. Rotasi Bumi

    (QS: Azzumar: 5). Dia menciptakan langit dan bumi dengan yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

    Menutup dalam bahasa arab adalah kaur yang juga artinya menggulung. Penemuan ilmiah ini diungkapkan AlQuran dengan bahasa yang sangat dalam seolah2 rahasia tentang berputarnya bumi telah diketahui pada masa turunya Al Quran.

    Bumi berputar seperti gangsing. Tetapi sumbu putarnya tidak tegak lurus melainkan 23,5 derajad. Kenapa mesti berputar dan mengapa harus 23,5 derajad.
    Seandainya Bumi ini tidak berputar maka bumi dipastikan tidak ada kehidupan,.
    Bagian yang menghadap Matahari terus menerus dipastikan akan mengalami pemanasan yang berlebihan. Dalam waktu 100 jam saja air dipermukaan bumi yang menghadap matahari akan mendidih dan 100 jam kemudian air yang itu akan menguap. Dan kehidupan pun mati. Sebaliknya pada bagian yang tidak tersinari matahari akan membeku dan menjadi es.

    QS: Al Qashash (28: 71-27)
    71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
    72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"



    Komet

    Komet mempunyai garis edar yang berbeda dengan planet dalam sistem tata surya. Komet mempunyai elavasi yang amat jauh beredar mengelilingi matahari dalam masa yang lama. Seperti komet Helly yang muncul setiap 76 (?) sekali seakan habis sembunyai di orbit yang jauh.

    (QS: At Takwiir) 15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tersembunyi,
    16. Yang beredar dan terbenam,

    ReplyDelete
  116. BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS

    Teori big bang mengatakan bahwa alam semesta yang dikompres ke dalam satu titik lantas tidak stabil dan meledak dengan kekuatan yang luar biasa. Kejadian itu diperkirakan oleh pakar astronomi terjadi sekitar 12 miliar tahun yang lalu. Ini bisa dilihat dalam teleskop bahwa benda2 langit seperti nebula, galaksi, matahari, dll menjauh satu sama lain dengan konstan. Bagai balon udara yang sedang ditiup.

    (QS: Anbiya: 30)
    30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

    (QS: Ad-Dzariat: 47. Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya

    KEGUNAAN ATMOSFER

    Ratusan meteor jatuh tiap hari dan kita bisa melihatnya pada malam hari, sungguh apabila tidak ada atmosfer apakah kita bisa aman hidup di permukaan bumi. Sinar matahari bila tidak ada atmosfer juga sangat membakar, bumi mempunyai sabuk van hallen yang melindungi badai partikel matahari yang gesekannya menyebabkan aurora. Sungguh, langit bumi (atmosfer) adalah atap yang melindungi kehidupan bumi.
    (QS: Al Baqoroh: 22). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu Mengetahui.

    Hamparan = dahiya adalah nama lain dari telor, jadi bumi seperti bulat telor





    (QS: Al Anbiya: 32). Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.

    7 lapis atmosfer: Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, termosfer dan Eksosfer. Yang tiap2 lapisan ada fungsinya masing2.

    29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS; Al Baqoroh: 29)
    12. Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. . (QS; Al Fusilat 41: 12)

    Memang ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa 7 langit dalam ayat di atas bukan atmosfer tetapi pengertian langit yang lebih besar lagi.

    ReplyDelete
  117. AIR SUMBER KEHIDUPAN

    Para peneliti sedang mangamati Es CO2 di planet mars. Berharap menemukan air kuno yang memungkinkan adanya kehidupan. Memang Air adalah syarat kehidupan
    (QS: Anbiya: 30 ………dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?


    TERJADINYA PERGANTIAN MUSIM AKIBAT GERAK SEMU MATAHARI

    Gerak semu matahari akibat revolusi bumi seakan2 matahari menyinari belahan bumi utara lebih banyak dan sebaliknya yang menyebabkan terjadinya perbedaan musim yang juga mempengaruhi timbulnya angin hujan, arus laut dan keseimbangan suhu bumi. Subhanallah….

    (QS: Ar-Rahman: 17). Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya[1442]
    [1442] dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.

    ReplyDelete
  118. Pergerakan Lempeng Bumi atau Rotasi Bumi?

    (QS: An-Naml: 88. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Ada yang mengartikan bahwa ayat diatas tentang pergerakan lempeng bumi yang menggerakkan benua (gunung , lembah, dst) Benua Amerika pernah jadi satu sama afrika, jadi pegunungan andes dan rocky mountain bergerak juga. ada juga yang mengartikan rotasi bumi yang dengan kecepatan tinggi ) jadi gunung bergerak juga./

    Kegunaan Gunung

    Gunung adalah jalan keluarnya magma yang menggelegak di dalam perut bumi. Bumi akan terguncang jika tidak ada saluran karena tekanan magma. Gunung bagaikan timah penyeimbang pada velg mobil.

    QS Luqman (31: 10). 10. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

    Langit tanpa tiang diatas maksudnya, atmosfer bumi yang berton-ton melayang diatas kita memberikan perlindungan dan hujan.

    ReplyDelete
  119. M-oon,
    Wuiih..ceritanya mo nyocok2in sains ke ayat2 AQ nih..

    Sebelum mulai, saran gw: BIASAKAN dalam menafsirkan berdasarkan HADIS sahih, QURAN, TAFSIR yang diakui kalangan SUNNI [misal: Ibn Kathir, Qurtubi, Ibn abbas, tabari] dan bukan dari pendapat orang ngga jelas model ZAKIR NAIK yang di fatwakan kafir oleh Darul Uloom Deoband, para ulama islam sendiri dan juga Rashid Khalifah yang ngaku2 mendapat wahyu dari jibril sebagai mesias setelah Muhammad dan menyatakan bahwa surat At taubah 9:128-129 adlah palsu hingga ia harus mampus

    hehehehe..

    ***

    Anda tuliskan Nebula dengan Al fushilat 41:11-12..
    Nebula adalah adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma SEMENTARA menurut tafsir ibn kathir ayat 41:9-p12 Ibn Kathir [http://tafsir.com/default.asp?sid=41&tid=46477] disebutkan BUMI diciptakan duluan, baru kemudian langit [Kathir merujuk pada ucapan sahih bukhari], kemudian di http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam, dapat anda temukan juga kesamaannya:
    Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "Ia adalah Yang tunggal yang menciptakan semua bagimu yang ada di muka bumi. Kemudian ia tarik/rentangkan para langit dan dijadikan tujuh langit" Arsy Allah ada di Air. Tidak diciptakan apapun kecuali yang ia ciptakan sebelum Air. Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam." Ikan ada di air.[sisanya liat link di atas]

    Nebula?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    Space shuttle dan Ar rachman 55:33-34..hehehehe..
    kalo kamu baca baik2 ayat 33 justru allah katakan kamu ngga akan sanggup melintas langit..tapi dengan diciptakan Pesawat maka dipastikan ALLAH SALAH..

    Tapi ternyata arti yang dimaksud bukan itu! yang dimaksud adalah: PERINGATAN pada JIN dan MANUSIA bahwa saat nanti tidak ada yang akan lolos dari sangsi kecuali dengan alasan dan bukti [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs] atau ngga akan ada mahluk yang lolos pada saat kiamat kecuali atas wewenang dan putusan Allah, ngga akan bisa mengelak dari aturan dan hukumnya [http://tafsir.com/default.asp?sid=55&tid=51661]

    SPACE SHUTTLE?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    mendaki gunung himalaya, kurangnya oksigen merujuk ayat An naam 6:125?

    Tafsir Ibn kathir utk AQ 6:125 [http://tafsir.com/default.asp?sid=6&tid=16593] berdasarkan riwayat Al-Hakam bin Aban said that `Ikrimah narrated from Ibn `Abbas that he commented on:

    (...as if he is climbing up to the sky),

    "Just as the Son of Adam cannot climb up to the sky, Tawhid and faith will not be able to enter his heart, until Allah decides to allow it into his heart.'

    'Imam Abu Ja`far bin Jarir commented: "This is a parable that Allah has given for the heart of the disbeliever, which is completely impassable and closed to faith. Allah says, the example of the disbeliever's inability to accept faith in his heart and that it is too small to accommodate it, is the example of his inability to climb up to the sky, which is beyond his capability and power.''

    Kurang oksigen?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    sampe sini aja gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...

    Lantas kebisaan lo itu apa sih?

    ReplyDelete
  120. M-oon,
    contekan lo: RELATIVITAS WAKTU vs [Al Ma’arif 70:4 dan AQ 22:47]
    Padahal, yg pertama bicara lamanya HUKUMAN saat KIAMAT bagi kafir [http://tafsir.com/default.asp?sid=70&tid=55192]dan 100% bukan KECEPATAN terbang MALEKAT dan roh, oon!

    yang kedua bicara 1000 tahun penciptaan = 1 hari yang emang ukuran penyetaraan harinya allahmu [http://tafsir.com/default.asp?sid=22&tid=34358]

    Relativitas waktu?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    Black Hole dan Wormhole dan Anbiya 21: 104

    Padahal yang dimaksud adalah BUKU tentang catatan perbuatan [sijill] seseorang saat wafat, di gulung dan di gelar saat kiamat tiba, spt kata Ibn `Abbas [juga Ali bin Abi Talhah dan Al-`Awfi, juga Mujahid, Qatadah dan yang lainnya, juga Ibn Jarir] [http://tafsir.com/default.asp?sid=21&tid=33560]

    Black Hole dan Wormhole?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    Garis Edar Matahari dgn AQ 36: 38 = bumi mengelilingi matahari?

    padahal di tafsir ibn kathir yg berdasarkan hadis sahih:
    (The first view) is that it refers to its fixed course of location, which is beneath the Throne, beyond the earth in that direction. Wherever it goes, it is beneath the Throne, it and all of creation, because the Throne is the roof of creation and it is not a sphere as many astronomers claim. Rather it is a dome supported by legs or pillars, carried by the angels, and it is above the universe, above the heads of people.

    (the second view) is that this refers to when the sun's appointed time comes to an end, which will be on the Day of Resurrection, when its fixed course will be abolished, it will come to a halt and it will be rolled up..it keeps moving in its summer orbit for a certain time, and it does not exceed that, then it moves to its winter orbit for a certain time, and it does not exceed that.
    [http://tafsir.com/default.asp?sid=36&tid=43568]

    dari dua model pandangan di atas, malah telak dikatakan MATAHARI yang selalu MOVING [bergerak]

    Silakan juga baca FATWA Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin bahwa matahari mengelilingi bumi [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#Fatwa]

    ***

    Bulan yang tandus diebutkan di Yaasin 36:39-40?
    Yang dimaksud itu adalah perjalanan bentuk bulan dari awal hingga akhir BULAN! Then it starts to wane until the end of the month, until it appears like the old dried curved date stalk. Ibn `Abbas, said, "This is the original stem (which connects the bunch of dates to the tree).' dengan hingga jumlahnya 10!

    Bulan tandus?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    Matahari mengeluarkan cahaya sedangkan bulan Cuma memantulkan dg AQ nuh 71:16?

    Ngga tuh..
    Malah TELAK sekali dikatakan BERSINAR:
    as a light and made the sun as a lamp?, as an illuminating lantern, more powerful than the light of the moon. [Tafsir al-Jalalayn]

    a shining light therein, a radiance for the children of Adam [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs]

    Sekarang sampe sini nih..masihhh aja gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...

    Lantas kebisaan lo itu apa sih?

    ReplyDelete
  121. M-oon,
    contekan lo:ROTASI BUMI ada di AQ Azzumar 39:5, Al Qashash 28:71-27?

    Padahal yang dimaksud adalah Perjalanan MATAHARI dan BULAN mengelilingi bumi, "He makes the sun and moon subservient to the Children of Adam, (each) i.e. the sun and the moon, the day and night (running on for an appointed term) for an appointed time."[Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs ]

    He has disposed the sun and the moon, each running, in its course, for an appointed term, until the Day of Resurrection.[Tafsir al-Jalalayn ]

    Tabari:
    Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "..Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

    Dari Imam Abu Jafar Ibn Jarir Diriwayatkan oleh Ibn Bashar, diriwayatkan oleh Yahya, diriwayatkan oleh Sufyan Al-Thuri, diriwayatkan oleh Sulayman Al-Amash, diriwayatkan oleh Abu Thubian, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang berkenaan, "..Kemudian Allah menciptakan "nun" dan Ia buat uap terangkat yang mana para langit diciptakan dan bumi diletakan DATAR pada punggung nun. Kemudian Nun menjadi gelisah dan [sebagai hasilnya] numi mulai goyang/goncang, namun (Allah) mengencangkan (bumi) dengan gunung-gunung agar bumi tidak bergerak..

    ibn baaz di AL-ADILLA AL-NAQLIYYA WA AL-HISSIYYA `ALA JARAYAN AL-SHAMSI WA SUKUNI AL-ARD

    ["The Transmitted and Sensory Proofs of the Rotation of the Sun and Stillness of the Earth"], he asserted that

    THE EARTh WAS FLAT and DISK-LIKE and that THE SUN REVOLVED AROUND IT [http://www.sunnah.org/history/Innovators/ibn_baz.htm]

    ROTASI BUMI? Mengada2 tuh!

    ***

    Komet di At Takwiir 81: 15-16?

    Padahal yang dimaksud Bintang pun berjalan menyisir langit di malam hari..spt yg dimaksudkan Ibn Jarir dari Khalid bin `Ar`arah berasal dari`Ali yang ditanya ttg (لَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ) (Nay! I swear by Al-Khunnas, Al-Jawar Al-Kunnas.) dan ia jawab, "Ini adalah bintang-bintang yang ngga kelihatan di siang hari dan menyisir melintasi langit pada malam hari" [http://tafsir.com/default.asp?sid=81&tid=57323]

    Komet?
    KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!

    ***

    BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS di AQ : Anbiya 21:30 dan AQ Ad-Dzariat 51:47?

    Padahal Sa`id bin Jubayr berkata: "Langit dan bumi dulu saling menempel satu dengan yang lainnya dan kemudian langit diangkat naik, bumi menjadi terpisah darinya Al-Hasan and Qatadah berkata: "Mereka bersatu patu dan dipisah dengan udara"' [http://tafsir.com/default.asp?sid=21&tid=32959]

    Wasil b. ‘Abd al-A‘la al-Asadi- Muhammad b. Fudayl- al-A‘mash- Abu Zabyan- Ibn ‘Abbas: "..Allah kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun] dan Bumi kemudian dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi."

    Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "..Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam."[http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#kosmologiislam]

    BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS
    Kagak nyambunnnnngg...

    so, sampe sini tetep gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...

    Lantas kebisaan lo itu apa sih?

    ReplyDelete
  122. M-oon,
    contekan lo:
    ATMOSFER di Al Baqoroh 2:22, Anbiya 21:29,32 dan Fusilat 41:12?

    Padahal, Hadis2 dan tafsir mengatakan:
    Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata: “Telah datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seorang A’rab dan berkata: “Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,"Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah“[HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 1/252]

    Langit berbentuk kubah adalah langit yang solid karena ada isinya yaitu mulai dari langit pertama hingga langit ke-7!

    diriwayatkan Abu Dhar, Muhammad berkata, saat ia mencapai Langit pertama. Ia berjumpa Adam bersama jiwa-jiwa anak cucunya pada sisi kanan dan kiri Adam, dimana yang dikanannya merupakan penghuni Surga dan dikirinya adalah penghuni neraka..[Sahih Bukhari vol.1 Buku 8 no.345]

    Demikian di setiap langitnya ada penghuni dan barang-barang lainnya seperti pintu dan lain sebagainya hingga ke langit ke 7

    "[..]Maka jika kalian memohon kepada Allah, mohonlah Surga “Firdaus” yang tinggi. Karena Surga dan paling atas. Dan diatasnya terdapat “Arsy ar-Rahman. Dari sana sungai-sungai Surga mengalir." -[HR. Al-Bukhari no.2790, 7423; Shahiilil Jaami’ no. 7873; Ahmad (II/335, 339) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 581) atau di Bukhari Volume 8, Book 76, Number 572, dinarasikan oleh Anas; Volume 9, Book 93, Number 519, dinarasikanoleh Abu Hurairah]

    Atmospher?
    Buset itu sih LANGIT SOLID yang berbentuk kubah!

    Aje gile...sampe sini tetep gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...

    Lantas kebisaan lo itu apa sih?

    ReplyDelete
  123. M oon,
    Terakhir ini aja deh kita pastikan ttg Pergerakan Lempeng Bumi atau Rotasi Bumi dan AQ An-Naml: 88?
    Kegunaan Gunung dan Luqman (31: 10). 10?

    hehehehe...

    Kaab al-Ahbar berkata: Ketika Allah berkehendak untuk menciptakan Tanah yang kering, Ia perintahkan angin untuk mengocok ke atas air. ketika menjadi turbulen dan berbusa, gelombang bertambah besar dan beruap. Kemudian Allah merintahkan busa itu memampat, dan menjadi kering. Dalam hari-hari Ia ciptakan langit yang kering di atas permukaan air adalah seperti yang Ia katakan:"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari?" (AQ Fushshilat 41:9).

    Kemudian Ia perintahkan gelombang-gelombang ini menjadi diam, dan mereka membentuk gunung-gunung, yang kemudian Ia gunakan sebagai pasak untuk menahan bumi, seperti yang Ia katakan: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka" (AQ Al Anbiyaa' 21:31). Jika tidak karena gunung-gunung, Bumi tidak akan cukup stabil bagi para penghuninya. Pembuluh dari gunung-gunung ini berhubungan dengan pembuluh dari Gunung Qaf, yang berjajar mengellilngi Bumi.

    Kemudian Allah menciptakan tujuh lautan.
    Yang pertama dinamakan Baytush dan mengelillingi bumi di belakang gunung Qaf, kemudian dibelakangnya berturut-turut bernama Asamm, Qaynas, Sakin, Mughallib, Muannis, dan yang terakhir Baki. Ini adalah tujuh lautan, dan tiap dari mereka mengelilingi lautan yang sebelumnya. Di dalamnya terdapat mahluk-mahluk yang hanya Allah yang tahu jumlahnya. Allah menciptakan makanan bagi para mahluk-mahluk ini dalam hari yang ke-4, seperti yang Ia katakan: "dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. Bagi orang-orang yang bertanya. (AQ Fushshilat 41:10).

    Terdapat tujuh Bumi.
    Yang pertama dinamakan Ramaka, yang kedua dinamakan Khalada,..Arqa, Haraba, Maltham, Sijjin dan Ajiba. Dan bumi bergoyang-goyang dengan penghuni di dalamnya seperti sebuah kapal, jadi Allah mengirimkan se sosok Malaikat yang luar biasa besar dan kuat dan diperintahkan memanggul bumi di bahunya. Satu sisi tangannya di timur dan yang lain di barat memegang Bumi dari ujung ke ujung. Namun, tidak ada pijakan kaki baginya, jadi Allah ciptakan bebatuan persegi dari jamrut yang memiliki 7.000 lubang. Di setiap lubangnya sebuah laut, gambaran ini hanya di ketahui oleh Allah semata. dan Ia perintahkan Bebatuan itu untuk berdiam di bawah kaki malaikat.

    Akan tetapi, bebatuan itu tidak ada yang menyangga, jadi Allah ciptakan banteng besar dengan 40.000 kepala, mata, telinga, cuping hidung, mulut, lidah dan kaki dan diperintahkan memanggul bebatuan di punggungnya dan juga di tanduknya. Nama dari Banteng itu adalah al-Rayyan. Karena Banteng itu ngga punya tempat buat pijakan kakinya, Allah menciptakan Ikan sangat besar..Ikan ini bernama Behemoth.. [Tales of the Prophets (Qisas Al-Anbiya) (Great Books of the Islamic World), Muhammad Ibn Abd Allah Kisai (Author), Wheeler M. Thackston (Author), Al-Kisai (Author, Abad ke 6/13 Masehi) hal 8-10 dan hal 337-338 [Notes to The Text])

    Al Tabari
    Menurut Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "..Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
    [The History of Al-Tabari: General Introduction and From the Creation to the Flood, translated by Franz Rosenthal [State University of New York Press (SUNY), Albany, 1989], Volume 1, pp. 218-220]

    Hahahahahahaha...gempa bumi karena ikannya KEGELIAN di tempeli BUMI di atas punggungnya?

    Sain qur'an emang lain dengan yang lain

    hahahahahahahaha....

    ReplyDelete
  124. kamu tuh gak bisa baca quran ya gimana bisa nyambung, kamu cuma bisanya ngandelin terjemahan tafsir pula, BUKAN ayat-ayat quran yang asli, makna ayat-ayat quran itu luas dan dalam, tak dibatasi hanya oleh tafsir manusia yg terbatas pengetahuan dan kemampuannya, tak seperti kitab sucimu yg bisa diedit tiap saat karena tak jelas bahasa aslinya, meragukan, palsu, bikinan manusia.. kebenaran quran mulai terbukti dengan sendirinya seiring kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan yang dicapai manusia dari jaman ke jaman. Kalau seorang manusia yg hidup pada suatu jaman keliu memahami makna quran itu wajar krn pengetahuan manusia terbatas, jadi bukan quran-nya yang keliru, manusianya yang belum bisa menangkap makna yg terkandung dlm suatu ayat quran...

    ReplyDelete
  125. http://www.witness-pioneer.org/vil/Books/MB_BQS/17astronomy.htm#The%20Sun%20and%20the%20Moon

    http://www.miraclesofthequran.com/scientific_23.html

    http://www.amazinglight.info/fisika-dari-mana-asal-besi.html

    http://www.amazinglight.info/fisika-dari-mana-asal-besi.html

    http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html

    http://www.keajaibanalquran.com/earth_movements.html

    http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html

    ReplyDelete
  126. M-oon,
    Tentang bumi diatas ikan paus dalam tafsirARAB ASLINYA baca aja di:

    Tafsir Ibn Kathir:
    http://www.iid-alraid.de/EnOfQuran/Tafseer/TafseerBooks/kathir/kathir564.htm

    Ibn Kathir dan Qurtubi:
    http://www.kl28.com/Quran.php?aea=1&sora=68

    Jika lo bisa bahasa arab dan BUKAN sok ngaku2..maka akan lo temukan PERSIS seperti yang gw tulis di:

    [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam]

    Nah, ucapan tentang hal tersebut berasal dari Nabi mu sendiri dan juga PARA sahabat nabimu.

    Jadi, selamat menikmati sains dan kosmologi AQ yang luar biasa itu.

    ReplyDelete
  127. ??? tak ada satupun hadist yg menyatakan spt khayalanmu itu, tafsir itu BUKAN ayat quran, dan bisa direvisi tiap saat oleh penafsir lain yang lebih kompeten di setiap jamannya, tafsir bukan barang mati dan bisa salah karena kemampuan manusia itu terbatas, pengetahuannya, seperti penafsiran kafir yang sering keliru dan salah melulu seperti kamu ini, tak berpengatuhan tapi asal menafsir,padahal SALAH BESAR!
    Padahal justru quran yang menerangkan secara lengkap dan tepat mengenai bentuk bumi, yakni bulat lonjong. Baca: http://www.amazinglight.info/astronomy-shape-of-the-earth-is-spherical.html

    ReplyDelete
  128. M-oon,
    Tentang Bumi di atas punggung ikan paus, kamu katakan "tak ada satupun hadist yg menyatakan spt khayalanmu itu,"

    Saya:
    Wah ketauan bahwa kamu NGGA BACA! ada tuh hadisnya!

    Tafsir yang baik adalah mengikuti APAPUN kata NABI yang di riwayatkan oleh NABI dan/atau sahabat2 yang hidup sejaman dengan nabi..dan itu ada tuh di link ini:

    [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam]

    Surat 68:1 penjelasannjya menggunakan hadis yang juga disampaikan oleh NABIMU, SAHABAT NABI, IBN JARIR, dan dituangkan juga di tafsir IBN KATHIR, QURTUBI, TUSTARI malah ada juga di SAHIHnya kafi dari SYi'ah

    ..bumi di atas punggung ikan paus?...busetttttttt deh..

    ReplyDelete
  129. Belajar Alif Ba Ta saja kamu tak bisa, bagaimana mungkin mengulas ilmu Islam yang lebih dalam. Mendingan kamu urus dah toko dupa kamu yang baunya bikin pusing.

    ReplyDelete
  130. STT,
    model2 spt anda yang cuma bisa meraung2 tanpa bisa membantah sih banyak..ngga perlu sok..

    ReplyDelete
  131. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  132. apakah anda hanya mempercayai seorang manusia dari pengetahuan yang dimilikinya yang terkenal akan kejeniusan dan tingkat IQ nya tinggi itu dapat mewakili kebenaran seluruh alam semesta yang ada?. apakah seluruh tulisannya adalah sebuah keobyektifan yang ada dan menurut pandangannya itu benar seratus persen di mata anda?. semua manusia memiliki jalan dan pemikiran yang berbeda-beda dalam meyakini dan mencapai Tuhan. bagai air yang mengalir melewati berbagai sungai yang berbeda, walaupun begitu semua muaranya tetap mengarah kelaut atau ke Yang Maha Kuasa. sehingga kepercayaan tiap2 seseorang itu merupakan bentuk dari pemahamannya akan kehidupannya, serta tingkat kesadaran akan Tuhan yang berbeda2 yang menyebabkan berbagai cara manusia untuk memuja Tuhan sesuai hati nuraninya. jika memang Dharma yang selalu dipegang, walaupun bebeda cara, ku rasa tak masalah

    ReplyDelete