- ‘Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik. Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi...’
- Tata surya: Hipotesis kabut, (1724, 1796), oleh Imanuel Kant, disempurnakan Pierre Marquis de Laplace, garis besarnya adalah: Tata surya masih berupa kabut yang terdiri dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Ada gravitasi, kabut menyusut dan berputar. Suhu kabut memanas menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari terus menyusut, perputarannya semakin cepat. Sebagian dari gas dan es terlontar. Gaya gravitasi, penurunan suhu, gas-gas memadat membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar terbentuk.
Semesta: Pada tahun 1922, bermula pada teori relativitas yang ditemukan Einstein, Alexander Friedman dan beberapa Ilmuwan kemudian menuliskan rumusan dari hipotesis Dentuman, garis besanya adalah: Terjadi kondensasi benda angkasa, menyatu, mengecil kemudian meledak. Debu dan gas membentuk bintang. Bintang meledak dan serpihannya membentuk planet-planet, termasuk bumi. Tahun 1927, Georges Lemaître, seorang biarawan Katoli Romawi Belgia, mengajukan teori dentuman besar mengenai asal usul alam semesta, ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba".
Tahun 1929, Hubble melalui pengamatannya menemukan bahwa galaksi mengembang. Penemuan inilah yang kemudian dianggap sejalan dengan teori Lemaître. Pada siaran radio di tahun 1949, Fred hoyle yang menolak hipotesis dentuman, menyebutkannya sebagai ejekan dengan kata "Big Bang" namun kemudian kata itu malah menjadi sangat populer. Penerimaan secara luas Hipotesis Bing bang terjadi setelah Cosmic microwave background radiation [CMBR] ditemukan oleh Arno Penzias and Robert Wilson di tahun 1964
- Hipotesis Big bang tidak dapat menerangkan apa yang terjadi sebelum Big Bang dan menjelaskan hasil akhir dari semesta.

- Big Bang hanyalah salah satu bagian dari pembuatan semesta, tapi bukan pelopor dari kelahiran semesta.
- Ia hanya bagian kecil dari proses pembentukan semesta yang tidak memiliki awal dan akhir.
- Sehingga penentuan umur semesta, yang muncul dari teori Big Bang, merupakan kesimpulan mengada-ada.
- Penambahan dan penyusutan semesta terjadi secara terus-menerus, berlangsung bukan dalam miliar tapi triliunan tahun.
Para ilmuwan yang menyokong teori Big Bang melihat ekspansi semesta ditentukan oleh sejumlah energi yang memperlambat dan mempercepat ekspansi. Energi yang memperlambat ekspansi ini kemudian bergerombol dalam galaksi, bintang dan planet. Energi yang mempercepat ekspansi ini diistilahkan sebagai "energi gelap".
Namun Steinhardt dan Turok melihat bahwa materi semesta tidak sekadar terdiri dari energi biasa dan "energi gelap", tapi juga "spesies ketiga". "Kami melihat rasio energi yang membentuk semesta adalah 70 persen materi unik dan 30 persen materi biasa," ujar Steinhardt.
Materi biasa yang dimaksud Steinhardt adalah materi yang membuat ekspansi semesta lebih pelan, yang mengijinkan gravitasi menciptakan galaksi, bintang dan planet, termasuk bumi.
Sementara percepatan ekspansi didorong oleh "energi gelap" yang menyatukan sejumlah zat dan energi. "Energi ini, sekali mengambil alih semesta, mendorong segala seuatu pada pusat percepatan. Sehingga semesta akan berukuran dua kali lipat setiap 14 hingga 15 miliar tahun sepanjang ada energi gravitasi yang mendominasi semesta," ujar Steinhardt.
Big Bang muncul ketika "energi gelap" mengubah karakter ini. Dengan alasan inilah, kedua ilmuwan fisika tersebut menolak bahwa Big Bang merupakan penyebab kelahiran alam semesta. Karena semesta sudah ada sebelum dentuman itu terjadi. [Sumber: Fisika Net; Mengapa big bang itu keliru silakan lihat juga di: Is the Big-Bang a Religious Hoax?, Why the Big Bang is Wrong, Big bang or Big Hoax, BIG BANG? Hah!, False vs. True science: Mini Big-bangs in a Fractal Universe, fractal universe, Fractal cosmology]
Keberadaan mahluk hidup dari sudut menurut kacamata Ilmu modern mengikuti dua teori yaitu Abiogenesis dan Biogenesis namun sejak Louis pasteur berhasil dengan percoabaan leher angsanya maka teori yang diakui para Ilmuwan Modern adalah Bio genesis, secara ringkas teori Louis pastur terangkum dengan kalimat:
omne vivum ex ovo, setiap makhluk hidup berasal dari teluromne ovum ex vivo, setiap telur berasal dari makhluk hidup
omne vivum ex vivo, setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk mengakibatkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan dipanggang oleh Matahari. lautan akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan memicu pemanasan besar-besaran.
Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, Bumi akan selamat dari kehancuran total, dan itu akan terjadi 7.6 Mliyar tahun lagi (sumber: Antara)
Tulisan di atas merupakan pengantar dari artikel mengenai penciptaan semesta. Untuk itu mari kita lihat Semesta dari kacamata 4 agama terbesar di dunia:- Penciptaan Semesta: Ajaran Abrahamic (Kristen dan Islam) Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?
- Sejarah manusia: Abrahamic Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?
- Kiamat/Pralaya di akhir semesta: Ajaran Abrahamic Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?
- Umur semesta, kapan kiamat dan kapan Manusia pertamakali ada di muka bumi: Ajaran Abrahamic Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?
[Kembali]
Abrahamic: Penciptaan Semesta
Yahudi kuno serta kaum Kristen memiliki dua legenda penciptaan, keduanya tercatat di kitab Bible.
Yang pertama,
Allah menciptakan Langit dan Bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air, Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang" Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Allah menjadikan cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Allah menamai cakrawala itu langit, itulah hari ke dua.
Segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji di bumi, itulah hari ke tiga.
Matahari dan bulan serta bintang-bintang pada hari ke empat, semua burung dan hewan laut pada hari ke lima, Binatang ternak, melata, liar dan laki-laki dan wanita pertama pada hari ke enam [Kejadian 1, 1-31].
Pada tahun 1951, Paus Pius XII menghubungkan Kata "Jadilah terang" dengan hipotesis Big Bang. Sejak saat itu Big Bang, meledak besar sebagai 'teori' asal mula semesta.
Yang kedua,
Tuhan membuat bumi, lalu laki-laki pertama, lalu tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, lalu terakhir seorang wanita [Kejadian 2, 4-22].
Frase kata "Jadilah.." terdapat dalam setiap kehendak yang Allah lakukan.
Paus Pius XII sangat bersemangat untuk menghubungkan frase "Jadilah terang" di ayat pertama dengan Big Bang, rupanya beliau sangat memahami terdapat kemuskilan logika bahwa
- Bagaimana mungkin, Terang dinamakan siang dan gelap dinamakan malam terjadi di hari pertama, sementara Matahari dan bulan baru ada di hari ke 4
- Bagaimana mungkin, tumbuhan yang berbiji dan buah-buahan yang berbiji dapat tumbuh semetara Matahari dan Bulan baru diciptakan keesokan harinya, dimana satu hari Allah setara 1000 tahun di bumi.
Diatas telah disebutkan bahwa Frase "Jadilah terang" dilakukan sebelum penciptaan. Semua penggunaan Frase “Jadilah terang” ternyata dilakukan SETELAH ada Air yang menutupi samudera raya! Tidak ada bukti dari Alkitab yang menyatakan bahwa Air yang menutupi samudera raya juga diciptakan oleh ALLAH
Di hari pertama, Tidak diceritakan bagaimana air tercipta karena tidak didahului dengan kata "Jadilah terang". Air dan Allah sudah ada. Bentuk bumi saat itu hanyalah air yang menutupi seluruh BUMI. Dari atas air tercurah dan dibawah juga ada air, di mana-mana hanyalah Air.
Kejadian
1:1 "pada mulanya [ray-sheeth'] Elohim [Allah yang Jamak] bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] langit [shamayim] & bumi [erets]
1:2 Bumi [erets] Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia] dan bohuw [kosong, tak berpenghuni]; kho shek' [tidak jelas, gelap] teh-home [lautan, kedalaman] roo'-akh [Roh] Elohim [Allah dalam bentuk jamak] rachap [bergerak, melayang] paw-neem' [dipermukaan] Mayim [air (banyak, luas), banjir]
Jika kita simak di kejadian 1:3-31, maka sebelum melakukan penciptaan, Allah selalu mulai dengan berfirman [Vayomer] dan kemudian terdapatlah ciptaannya. Event penggunaaan kata Vayomer terjadi lebih dari 8 x dilakukan oleh elohim [Allah dalam bentuk Jamak] ketika hendak menciptakan sesuatu, namun kata vayomer itu tidak pernah ada di kejadian 1:1-2!
Ini mengindikasikan bahwa tidak ada aktivitas penciptaan di kej 1:1-2! artinya ada suatu barang yang sudah ada bahkan sebelum elohim [allah yang jamak] ada, yaitu air!
Resith, bermakna mulai dari satu episode tertentu contoh Yer 26:1, "pada permulaan pemerintahan.." Kata resith bukanlah berarti waktu yang permulaan sekali tapi permulaan dari suatu event tertentu yang terjadi berikutnya, kejadian ini sejalan dengan makna tohuw = kacau balau yang terjadi dan keadaan yang bohuw = kosong kecuali hanya air yang menutupi dalam jumlah banyak
Bara sering diterjemahkan 'menciptakan', namun arti ini bukan merupakan arti yg umum digunakan di literatur Ibrani. Bara dapat berarti: membangun, membentuk, menggemukan [setelah tohuw], memotong [sejalan dimulainya episode baru, resith]
Sebagai contoh, berikut ini terdapat kata bara' yang artinya BUKAN mencipta:
- Kej 41:4,..Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk [bariy'] itu. Lalu terjagalah Firaun.
- 1 samuel 2:29...mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan [bara’] dirimu dengan bagian yang terbaik d ari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
- Josua 17:15 ...then get thee up to the wood country, and cut down [bara'] for thyself there..
Namun anda akan temukan beberapa penulis menyatakan bahwa 'menciptakan' merupakan bentuk QAL dari kata בָּרָא ‘bārā`’:
1. mencipta/ membentuk (dari ketiadaan)
2. menggemukkan
Benarkah artinya adalah MENCIPTA? dan apakah arti/maksud QAL itu?
Qal, ternyata merupakan bentuk kata kerja utk menyatakan suatu tindakan "sederhana" atau "sebab-musabab." Contoh: he sat, he ate
Dalam hubungan dengan waktu adlh expresi Perfek [bentuk ke 3 seperti di bahasa Inggris], yaitu suatu tindakan yang rampung. Perfek juga digunakan seperti "kini" (Present Tense, Inggris)
Ternyata QAL hanyalah ekspresi WAKTU!
Ekspresi LAMPAU, SEDANG, AKAN TERJADI tidak akan merubah ARTI, contoh:
TELAH membentuk/menggemukan
SEDANG membentuk/menggemukan
AKAN membentuk/menggemukan
Jadi, dulu/sekarang/nanti..GEMUK ya GEMUK ngga akan berubah menjadi CIPTA
Sehingga Kej 1:1, artinya menjadi "pada awalnya Elohim membentuk langit & bumi.."
Mari kita perhatikan kitab Yesaya, yang tegas menyatakan 'membentuk bumi' [hanya ini yang tidak saya ganti dengan kata aslinya dan pilihan artinya]:
- 45:18 For thus saith the LORD that bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] The heavens; God himself that formed the earth and made it; he hath established it, he bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] it not in Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia], he formed it to be inhabited : I {am} the LORD ; and {there is} none else.
45:18 Sebab beginilah firman TUHAN, yang bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] langit, --Dialah Allah--yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, --dan Ia bara [menciptakan, membentuk, memotong, membangun, mengkosntruksikan] bukan Tohuw [Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia], tetapi Ia membentuknya untuk didiami--:"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.
bara, telah kita ketahui artinya adalah membentuk
Tohuw, artinya Confusion, kacau, belum berbentuk, sia-sia--> disini kita pakai sia-sia
Sehingga,
- bukan "created/mencipta", namun "membentuk"
- bukan "It not in Vain" dan juga tidak "bukan supaya kosong", namun lebih tepatnya "tidak untuk kesia-siaan"
"Sebab beginilah firman TUHAN, yang MEMBENTUK langit, --Dialah Allah--yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, --dan Ia MEMBENTUK tidak untuk KESIA-SIAAN, tetapi Ia membentuknya untuk didiami--:"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain."
Dapatlah kita simpulkan bahwa Alkitab pada Kejadian 1 hanya bercerita mengenai Bumi disaat banjir besar, Ia tidak berbicara mengenai pembentukan Tata surya apalagi Pembentukan Semesta, petunjuk mengenai hal itu, dilihat di hari ke-2 dan ke-3, ketika Banjir itu reda, Langit mulai terang, Air hanya dibawah Langit [rakiah, berbentuk kanopi], beberapa mulai surut, daratan terlihat dan sisanya berupa lautan.
Utk siang dan malam:
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Terlihat bahwa malam tidak pernah diciptakan, yang diciptakan itu siang!
Hari itu berakhir di peralihan siang ke malam = petang, kemudian utk pertamakalinya ada peralihan malam ke siang = pagi. Jadi, petang-siang itulah 1 hari; itulah hari yg ke-1!
Langit diciptakan setelah siang!
1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ke-2
Cakrawala [Ibrani = Rakiya] berbentuk canopy; Jewish Encyclopedia: The Hebrews regarded the earth as a plain or a hill figured like a hemisphere, swimming on water. Over this is arched the solid vault of heaven. To this vault are fastened the lights, the stars. So slight is this elevation that birds may rise to it and fly along its expanse
Daratan ternyata tidak diciptakan!
1:9. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul [kaw-vaw'] pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
Sehingga yang tanpa di Vayomer-kan [firman-kan] namun sudah ada yaitu: Bumi, kegelapan, air, para allah dan daratan [logis sekali karena bumi adalah daratan yang tertutup air]!
Jadi, jelas sudah bahwa Alkitab kej 1:1-31, hanya menceritakan urutan kejadian periode surutnya banjir besar daripada kisah mengenai penciptaan semesta dengan ledakan yang luarbiasa!
Sama sekali tidak ada relevansinya dengan hipotesis Big Bang.
[Catatan: di sini, di sini dan di sini.. anda temukan konfirmasi bahwa Alkitab dan para bapak gereja mendukung GeoCentris juga mengutuk teori Heliocentrisnya Galileo. Di Sini anda akan temukan rekaman Interogasi kepada Giordano Bruno sebelum ia di bakar hidup-hidup Gereja karena teori Heliocentrisnya]
[Kembali ke artikel "bumi itu datar versi alkitab"]
***
Logika Al Qur’an untuk awal terciptanya Langit dan bumi juga menggunakan Frase kata ‘jadilah..’ yang sama!
[note:
innamaa qawlunaa lisyay-in idzaa aradnaahu an naquula lahu kun fayakuunu
[16:40] Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia]
Frase kata yang sama yaitu ‘jadilah, maka jadilah ia’ atau ‘kun fayakoonu’ merupakan frase ke-MahaKuasa-an, Itu tercantum pada 8 ayat [Al Baqarah 2:117, Ali Imran 3: 47, Ali Imran 3: 59, Al Anaam 6: 73, An Nahl 16: 40, Maryam 19: 35 Yasin 36: 82, dan Al Ghafir 40: 68] Yaitu saat penciptaan langit dan Bumi, Penciptaan Adam & Isa, serta penciptaan lainnya yang dikehendaki Allah:
- [2:117] Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.
[3: 59] Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
[36: 82] Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
Qur’an ayat 51: 47 menyatakan bahwa "Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa".
Beberapa orang menterjemahkan kata ‘kami benar-benar berkuasa menjadi ‘kami meluaskannya’. Tafsiran ‘kami meluaskan’ dikemukakan oleh Harun Yahya yang muncul hanya baru-baru ini saja, yaitu ketika hipotesis BigBang dan alam semesta yang terus mengembang sedang populer-pupulernya. Namun berdasarkan 3 ayat di atas tentang ‘jadilah!’ maka samasekali tidak menunjukan kecocokan apapun dengan hipotesis Big Bang maupun Alam semesta yang terus mengembang.
Detail penciptaan Langit dan Bumi menurut Al Qur’an terdapat di surat [7:54, 10:3, 11:7, 21:30, 25:59, 32:4, 57:4, 41:9-12 dan 79:27-33].
Surat Al Anbiyaa' 21:30, menunjukan keadaan Bumi dan langit saat yang awal mula:
- Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya ("سِتَّةِ", anna) langit-langit ("السَّمَاوَاتِ", al-samāwāti) dan bumi ("وَالْأَرْضَ", wal-arḍa) dahulu adalah ("كَانَتَا", kānatā) suatu yang padu ("رَتْقًا", ratqan), kemudian (Kami) pisahkan keduanya ("فَفَتَقْنَاهُم", fafataqnāhumā). Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
- Note:
Perhatikan dengan baik ayat ini, TIDAK ADA dinyatakan bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi yang padu itu di sana, malah jelas termaktub bahwa langit bumi itu DITEMUKAN Allah sudah dalam keadaan berpadu. Sama sekali tidak ada penggunaan kata "kami ciptakan" untuk situasi langit-bumi yang padu ini di manapun di Quran!
Tafsir Ibn Kathir atas ayat 21:30:
...Tidakah mereka mengetahui bahwa Langit dan bumi dulunya bersatupadu yakni pada awalnya mereka satu kesatuan, terikat satu sama lain. Bertumpuk satu diatas yang lainnya, kemudian Allah memisahkan mereka satu sama lain dan menjadikannya Langit itu tujuh dan Bumi itu tujuh, meletakan udara diantara bumi dan langit yang terendah..
Saidbin Jubayr mengatakan ‘langit dan Bumi dulunya jadi satu sama lain, Kemudian Langit dinaikkan dan bumi menjadi terpisah darinya dan pemisahan ini disebut Allah di Al Qur’an’
Al hasan dan Qatadah mengatakan,’Mereka Dulunya bersatu padu, kemudian dipisahkan dengan udara ini’
- Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
- Allah, mengangkat para langit tanpa pilar & mengangkat para langit tinggi jauh diatas Bumi
- berkenaan dengan kalimat (menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan) adalah seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan ditempat peredarannya) Ada dua pendapat dan semuanya mengatakan Matahari dan bulan yang bergerak. 'arsy adalah atap dari ciptaan dan tidak berbentuk BULAT seperti banyak di klaim oleh astronomer. Lebih seperti KUBAH yang di topang oleh pilar. Menurut Nabi sebagaimana diriwayatkan Abu Dharr:
Ketika senja [magrib], Nabi bertanya padaku, "Apakah kau tau kemana Matahari itu pergi (saat Magrib)?! Aku jawab, "Allah dan rasulnya yang lebih tau." Ia jawab, "Ia berjalan [travel] hingga kelelahan [bersujud] sendiri dibawah 'Arsy dan mohon ijin untuk terbit kembali, dan di ijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba) ketika hendak bersujud tapi sujudnya ngga diterima dan memohon ijin untuk bergerak di jalurnya namun ngga di ijinkan, ia diperintahkan untuk kembali ketempatnya dateng dan ia akan terbit dari barat. Itulah penafsiran dari sabda Allah "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (AQ 36:38) [Bukhari Vol.4 Book 54 No.421; Vol. 6, Book 60, No.327; Vol. 9, Book 93, No.520, No.528, juga di Sahih Muslim Book 001 No.0297] - 'Ada pilar namun tidak dapat kamu lihat' menurut Ibn `Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan beberapa lainnya.
- Iyas bin Mu`awiyah, "Langit itu seperti kubah di atas bumi', artinya tanpa tiang. Serupa seperti Qatadah katakan
- Ibn Kathir menyatakan bahwa pendapat terakhir [Iyas bin Mu'awiyah] adalah lebih baik mengingat Allah juga menyatakan di ayat lainnya [22:65] yaitu ‘Dia menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya?’
- Penjelasan langit berbentuk kubah dan daratan datar ada di Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk surat 65:12, yang mengatakan (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR.
Tafsir Ibn kathir untuk ayat [13:2],
Surat Fushshilat 41: 9-12, menyajikan urutan pengerjaan Bagaimana penciptaan yang dilakukan Allah:
- Pertama, (41:9) Bumi di ciptakan dalam 2 masa
- Kedua, (41:10) Segala isi BUMI di ciptakan total dalam 4 masa
- Ketiga, (41:11) Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."
- Keempat, (41:12) Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Surat diatas jelas menunjukan bahwa kedudukan BUMI dan LANGIT adalah SEDERAJAT, yaitu BUMI yang BUKAN merupkan anggauta LANGIT. Bumi diciptakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian ALLAH menyelesaikan Langit dan itu dibuktikan di ayat selanjutnya
TAFSIR Ibn Kathir untuk surat 41:9-11 juga menyatakan bahwa :
- Penciptaan Bumi dan Penciptaan langit dibicarakan secara terpisah Allah berkata bahwa Ia menciptakan Bumi terlebih dahulu, karena itu adalah Fondasi, dan Fondasi harus dibangun terlebih dahulu baru kemudian atap..
- Surat 67:1-5,
- Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
[Note: kata mishbah, berarti lampu atau penerangan. Ditafsirkan sebagai bintang-bintang]
Allah berkata, (& indeed We have adorned the nearest heaven with lamps) Ini merujuk pada bintang-bintang yang telah di letakan di langit, beberapa bergerak dan beberapa diam.
Allah menyatakan, (and We have made them (as) missiles to drive away the Shayatin,) Kata 'them' di pernyataanNya ini, "and We have made them" adalah merujuk pada Bintang-bintang sebagai lampu atau penerangan..Meteor-meteor yang dilemparkan berasal dari bintang-bintang.
- Surat 34:22-23,
Diriwayatkan Abu Hurayrah, "Nabi berkata [..] Mungkin sebuah meteor akan mengenai mereka sebelum ia [setan] berhasil meneruskan sesuatu [bocoran] [..]" [Dicatat oleh Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmidhi & Ibn Majah]
Di sahih Muslim, Book 026, Number 5538, Diriwayatkan Ibn Abbas, "Nabi berkata [..] Dan ketika para malaikat melihat para jin mereka menyerangnya dengan meteor-meteor [..]"
Surat As-Saffat (37:6-7, Verily, We have adorned the near heaven with the stars (for beauty) & to guard against every rebellious devil. They cannot listen to the higher group (angels) for they are pelted from every side. Outcast, & theirs is a constant (or painful) torment. Except such as snatch away something by stealing, & they're pursued by a flaming fire of piercing brightness). Qatadah berkata, ‘Bintang-bintang diciptakan hanya untuk tiga kegunaan, yaitu: Hiasan di langit, Alat pelempar setan dan petunjuk Navigasi, Jadi siapapun yang mencari interpretasi lain tentang bintang selain ini maka itu jelas merupakan opini pribadi, Ia telah melebihi porsinya dan membebani dirinya dengan hal-hal yang ia sendiri tidak punya pengetahuan tentang ini. [Ibn Jarir dan Ibn Hatim mencatat riwayat ini].
Surat 37:6-9,
Bintang-bintang dan planet-planet di langit memberikan penerangan pada manusia di bumi, seperti yang Allah katakan:(67:5, And indeed We have adorned the nearest heaven with lamps, and We have made such lamps (as) missiles to drive away the Shayatin, & have prepared for them the torment of the blazing Fire.), (15:16-18, & indeed, We have put the big stars in the heaven & We beautified it for the beholders. And We have guarded it from every outcast Shaytan. except him who steals the hearing then he is pursued by a clear flaming fire)
Surat 15:16-19,
Disini, Mujahid dan Qatadah berkata bahwa Buruj [Bintang-bintang besar] merujuk pada benda-benda langit. (Aku berkata): Ini seperti ayat :
(25:61, Blessed be He Who has placed the big stars in the heavens) `Atiyah Al-`Awfi berkata: "Buruj disini merujuk pada 'benteng penjaga'. Ia dibuat jadi 'Bintang jatuh' untuk melindungi dari Iblis yang mencoba mendenganrkan informasi dari langit tertinggi. Jka ada syaitan yang menerobos untuk mencuri denganr, sebuah 'bintang jatuh' datang dan menghancurkannya. Ia mungkin lolos dan menyampaikannya pada Syaitan lainnya di bawah[..]", Seperti yang dinyatakannya di Sahih.
Surat 25:61,
Disini, Allah memuliakan dirinya dan memuji keindahan yang diciptakannya di langit, yaitu tentang Al-Buruj, bintang-bintang raksasa, menurut pandangan Mujahid, Sa`id bin Jubayr, Abu Salih, Al-Hasan dan Qatadah. Ini seperti pada Ayat, (67:5, And indeed We have adorned the nearest heaven with lamps). Allah berkata:
(Blessed be He Who has placed in the heaven Al-Buruj, and has placed therein a great lamp,) yaitu Matahari yang bersinar seperti lampu, seperti yang Allah katakan: (78:13, And We have made (therein) a shining lamp). (and a moon giving light.) Artinya, sinar dan cahaya dari sesuatu yang lain, yang berbeda dari sinar Matahari, seperti Allah katakan: (10:5, It is He Who made the sun a shining thing and the moon as a light)
- Allah menyatakan bahwa penciptaan Manusia itu jauh lebih mudah daripada penciptaan Langit. Ia meninggikan Bangunannya lalu menyempurnakannya (79:28). Kemudian ia Menciptakan siang dan malam. Kemudian bumi dihamparkannya (diisi) Caranya: memancarkan Air dan menumbuhkan tumbuhan, gunung-gunung dipancangkan teguh (79:31-32). Untuk apa? Untuk kesenangan Manusia dan binatang ternak milik manusia (79:33)
- Allah menciptakan Bumi dalam dua hari (masa),
- kemudian Dia menciptakan Langit, kemudian Dia (Istawa ila) meninggikan langit dan membentuknya dalam dua hari lagi.
- Kemudian Dia membentangkan Bumi, ini berarti bahwa Dia membawa, sejak saat itu, air dan makanan. Dan kemudian Dia menciptakan Gunung-gunung, Pasir, benda-benta tak bernyawa, batu-batu dan bukit-bukit dan semuanya dalam waktu dua hari lagi.
- Dia menciptakan Bumi dalam Dua hari, artinya pada Minggu dan Senin [dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya, memberikan yang potensial untuk ditanam dan seterusnya berproduksi
- [Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya]yang manusia butuhkan dan tempat tempat untuk bercocoktanam dan memanennya pada Selasa dan Rabu [`Ikrimah dan Mujahid menyatakan menempatkan tanaman yang hanya cocok di tempat-tempat tertentu], jadi dengan dua hari sebelumnya menjadi empat hari [bagi orang-orang yang bertanya; Ibn `Abbas, Qatadah dan As-Suddi menyatakan, "untuk siapapun yang bertanya tentang itu]
- Kemudian Dia meninggikan (Istawa ila) langit dan dan langit itu masih merupakan asap..melengkap dan menyelesaikan ciptaannya seperti 7 langit dalam dua hari, artinya Kamis dan Jumat
Tafsir Ibn Kathir untuk surat 79:27-33:
- Telah disinggung sebelumnya di surat Ha Mim As-Sajdah bahwa bumi tercipta sebelum langit diciptakan. Kemudian, setelah langit tercipta, bumi di luaskan [dibentuk/di isi].
Di Tafsir Ibn Kathir untuk surat 41:9-12, terdapat satu riwayat menarik mengenai kebingungan seseorang akan hubungan surat [41:9-12] dan surat [79:27-33] yaitu mana yang diciptakan terlebih dahulu: BUMI atau LANGIT
- Sa’id Bin Jubayr berkata, ‘Seseorang berkata pada Ibn ‘Abbas: Saya menemukan di Qur’an yang membingungkan ku:…Allah berkata (79:27-33):
- Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia menciptakannya, meninggikannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
Jadi Dia menyatakan bahwa Penciptaan Lagit dahulu baru kemudian penciptaan Bumi, Namun kemudian Allah berkata (41:9-12):
- Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya dalam empat masa. bagi orang-orang yang bertanya.
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Di sini Allah menyatakan Penciptaan BUMI dahulu baru kemudian Penciptaan Langit..
Kemudian Ibn ‘Abbas menjawab:..
Inilah yang Allah katakan (Ia) menghamparkan (Bumi) (79:30) Dan Allah berkata :Ia ciptakan bumi dalam dua hari, jadi Dia menciptakan Bumi dan segala Isi didalamnya dalam empat hari dan Dia menciptakan Langit dalam dua Hari.
Ini di rekaman oleh Al Bukhari:
- Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, [..]
- ayyāman (أَيَّامًا)/ayyāma ( أَيَّامَ) di (AQ 2.80, 184; AQ 3.24, AQ 34.18; AQ 45.14) = hari;
ayyāmin (أَيَّامٍ)/ayyāmi ("الْأَيَّامِ", Al-ayyāmi; "بِأَيَّامِ" bi-ayyāmi) di (AQ 2.184, 185, 196, 203; AQ 3.41; AQ 5.89; AQ 11.65; AQ 22.28; AQ 41.16; AQ 69.7, 24; AQ 14.5; 10.102) = hari - "Sesungguhnya sehari (yawman) disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu" [AQ 22.47]
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepadaNya dalam satu hari (yawmin) yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu"[AQ 32.5]
note:
Frase arab "سِتَّةِ" (sittati, enam) + ayyāmin ("أَيَّامٍ") tercantum di (AQ 7.54, 10.3, 11.7, 25.59, 32.4, 50.38 dan 57:4), tidak tepat jika diterjemahkan paksa menjadi "enam masa", karena harusnya terjemahannya adalah "enam hari":
- Allah menyatakan bahwa Ia menciptakan semesta, Langit dan Bumi dan semua yang ada didalamnya dalam 6 hari. Enam hari yang dimaksud adalah Minggu, Senin, Selasa, rabu, kamis dan Jumat. Di hari Jum'at semua ciptaan telah di susun, Adam diciptakan. Kata "As=Sabt' artinya Stop.
Imam Ahmad mencatat
- Abu Huraira berkata bahwa Nabi berkata padaku Allah menciptakan Debu/Abu pada hari Sabtu, Gunung-gunung pada hari Minggu, Pepohonan pada hari Rabu, Menyebarkan makhluk hidup pada hari Kamis dan Menciptakan Adam pada hari Jum'at antara Asr dan Malam.
- Abu Huraira meriwayatkan bahwa Nabi menggenggam tangan ku dan berkata: Allah yang Maha Agung dan Mulia menciptakan :
Tanah liat pada hari Sabtu, Gunung pada hari Minggu, Pepohonan pada hari Senin dan Segala yang berkaitan kelengkapan pekerjaan pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, menyebarkan Binatang pada hari Kamis dan Adam setelah ashar pada hari Jum’at, ciptaan terakhir pada hari Jum’at antara Sore dan Malam [Di sahih muslim 4.1856, 4.1857, Abu dawud 3.1041, 3.1042 diriwayatkan Abu Huraira bahwa Adam diciptakan pada hari Jum'at]
Catatan untuk hadis 039.6707:
Ibn Taimiyyah, Majmu' Fatawa (37 vols., ed. `Abd al-Rahman b. Qasim & anaknya Muhammad, Riyadh, 1398), 18:18f. Ibn Taimiyyah menyatakan keautentikan Hadis Imam muslim di dukung oleh Abu Bakr al-Anbari & Ibn al-Jauzi sedangkan al-Baihaqi mendukung yang mengabaikan hadis ini. Al-Albani mengatakan bahwa Ibn al-Madini mengkritik hadis ini, sementara Ibn Ma'in tidak (Ibn Ma'in dikenal sangat ketat, keduanya adalah shaikhs of al-Bukhari). Ia menyatakan lebih lanjut bahwa hadis ini sahih, tidak kontradiksi dengan Qur'an, bertentangan dengan pandangan yang mungkin dipunyai ahli lainnya yang mengkritik hadis ini, Karena yang di maksudkan di qur'an adalah penciptaan langit dan bumi dalam 6 hari, yang setiap harinya seperti 1000 tahun, sementara hadis ini merefer pada penciptaan bumi saja, yang hari-harinya lebih pendek dari yang di refer di Qur'an (Silsilah al-Ahadith as-Sahihah, no. 1833).
- ".. kemudian, demikian juga, Terdapat (juga) sebuah tradisi yang berasal dari Rasullulah yang disampaikan oleh Hannad b Al-Sari, yang juga berkata bahwa ia baca semua hadis (Abu Bakar) -. Abu Bakr b 'Ayyash-Abu Sa'ad al-Baqqal-' Ikrimah-IBN ABBAS
- Para Yahudi datang kepada Nabi dan bertanya tentang penciptaan langit dan bumi. Dia mengatakan:
Allah menciptakan bumi di hari Minggu dan Senin.
Dia menciptakan pegunungan dan penggunaannya untuk yang mereka miliki di hari Selasa.
Di hari Rabu, Dia ciptakan pohon, air, kota-kota dan pembudidayaan tanah tandus.
Ini adalah empat (hari).
Ia melanjutkan (mengutip quran): '"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya (semua) dalam empat masa. bagi orang-orang yang bertanya.
Di hari Kamis, Ia ciptakan langit.
Di hari Jumat, Ia ciptakan bintang-bintang, Matahari, bulan dan malaikat, hingga tersisa 3 jam.
Di bagian awal dari 3 jam ini, Ia ciptakan kondisi (dari manusia) siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati.
Di bagian ke-2, Ia jauhkan kerusakan pada setiap yang berguna bagi manusia.
dan di waktu ke-3, (Ia menciptakan) Adam dan memerintahkannya berdiam di Surga, Ia perintahkan iblis bersujud dihadapan Adam dan ia usir adam dari surga di akhir jam.
Ketika para yahudi bertanya: Kemudian apa, Muhammad?
Ia berkata: 'kemudian Ia duduk di tahtanya.'
Para Yahudi berkata: Kamu benar, jika kau telah selesai, Mereka berkata dengan: Ia kemudian beristirahat
Mendengar itu Nabi marah besar dan berkata, 'Kami ciptakan langit-langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya dalam 6 hari, dan kelelahan tidak menyentuh kami. berhati-hatilan dengan ucapan kalian'"
- "Menurut al-Muthanna- al-Hajjaj- Hammad- 'Ata' b. al-Sa'ib- 'Ikrimah:
- Para Yahudi bertanya pada Nabi: Bagaimana dengan Minggu? Rasullullah menjawab: Di hari itu, Allah menciptakan bumi dan menyebarkannya.
Mereka bertanya tentang Senin, dan Ia menjawab: Di hari itu, Ia ciptakan Adam.
Mereka bertanya tentang Selasa, dan Ia menjawab: Di hari itu, Ia ciptakan pegunungan, air dan banyak lagi.
Mereka bertanya tentang Rabu, dan Ia menjawab: Makanan.
Mereka bertanya tentang Kamis, dan Ia menjawab: Ia menciptakan para langit.
Mereka bertanya tentang Jumat, dan Ia menjawab: Allah menciptakan Malam dan Siang.
Mereka bertanya tentang sabtu dan menyinggung tentang istirahatnya allah (atas hari itu), ia berseru: Terpujilah Allah! Allah kemudian menyampaikan: Kami ciptakan langit-langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya dalam 5 hari dan kelelahan tidak menyentuh kami'"
- "Dua riwayat yang disampaikan pada kami dari Rasullullah telah menjelaskan bahwa Matahari dan bulan diciptakan setelah Allah menciptakan banyak hal pada ciptaannya.
Itu karena hadis dari Ibn Abbas yang bersandar pada Rasullullah mengindikasikan bahwa Allah menciptakan Matahari dan Bulan pada hari JUMAT.
Jika demikian, bumi dan langit dan apa yang ada didalamnya, kecuali para malaikat dan Adam, diciptakan Allah sebelum menciptakan Matahari dan bulan.
Semua ini (demikian) terjadi ketika tidak ada cahaya dan tidak ada hari, karena malam dan siang hanyalah benda merujuk jam-jam yang dikenal melalui pergerakan lintasan melingkar matahari dan bulan.
Sekarang, Jika ini benar bahwa bumi dan matahari dan apa yang ada di dalamnya, kecuali yang telah kami sebutkan, terjadi ketika tidak ada matahari dan bulan, kesimpulannya adalah semua terjadi ketika tidak ada malam ataupun siang.
Hal yang sama (hasil tersimpul dari) mengikuti hadis dari Abu Hurayrah yang bersandar dari rasullullah:
Allah menciptakan cahaya pada hari Rabu - arti dari 'cahaya' matahari, jika Allah berkehendak."
Masih mengenai Surat 41:11
- "Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu.."
- Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
- "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.
Surat 41, 51, 21 dan 79 termasuk golongan Almakiyah (sebelum Hijrah ke Medinah, 620 M) dan urutan turunnya surat adalah tertera demikian. Ayat 112, ada yang mengganggap sebagai Al Makiyyah, sementara As suyuti menganggap sebagai Al Madaniyya
Penegasan terakhir mengenai penciptaan Bumi dan Langit adalah melalui surat Al Baqarah yang diturunkan Allah di 2 H (624 M). Surat ini termasuk golongan surat Al madaniyya yang turun lebih belakangan dari surat Al Makiyya lainnya yaitu 41, 51, 21 dan surat 79.
Di surat Al Baqarah 2:29,
- Ia yang menjadikan segala sesuatunya untuk mu di Bumi. Kemudian Ia meninggikan (Iswata ila) langit dan dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Pernyataan di surat Al Baqarah 2:29-36 sangat jelas, terstruktur dan ada urutannya! yaitu menciptakan Bumi, kemudian langit plus 7 langit dan terakhir Penciptakan Manusia. Jadi, saat manusia diciptakan maka penciptaan langit sudah final, tidak ada pengembangan langit lagi. Bukti itu ada di ayat 2:31
- Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Surat Al Najm 53:14-15, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal..
Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) menjelaskan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. menciptakan `arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. `Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. `Arsy dikelilingi oleh empat buah sungai, yaitu:
- sungai yang berisi cahaya yang berkilauan;
- sungai yang bermuatan salju putih berkilauan;
- sungai yang penuh dengan air; dan
- sungai yang berisi api yang menyala kemerahan.
- Sahih Bukhari vol.9 book 93, No. 608, yang dinarasikan Anas Bin Malik, yaitu saat perjalanan Isra’ Mira’j naik hingga kelangit ke 7 dikatakan oleh Nabi Muhammad bahwa Ia dibawa keliling langit. Pada langit pertama ia bertemu para penghuni Surga dan juga Adam, kemudian ia lihat dua sungai yang disebut sebagai sumber dari sungai Nil dan Eufrat. Ia juga melihat sungai yang lain dan ditepi sungai itu Ia lihat Istana yang dibangun dari Mutiara dan Jamrud..di Surga tingkat ke-2, bertemu para penghuni surga+Idris.. di Tingkat ke-4, bertemu para penghuni surga+Harun..di Tingkat ke-6, Para penghuni surga+Ibrahim..di Tingkat ke-7, para penghuni surga+Musa
- Sahih Bukhari vol.1 Buku 8 no.345, diriwayatkan Abu Dhar, Muhammad berkata, saat ia mencapai Langit pertama. Ia berjumpa Adam bersama jiwa-jiwa anak cucunya pada sisi kanan dan kiri Adam, dimana yang dikanannya merupakan penghuni Surga dan dikirinya adalah penghuni neraka..Di setia tingkat surga itu ia bertemu, Idris, Musa, Yesus dan Ibrahim..Ia diberikan perintah untuk membawa shalat sebanyak 50 x, kemudian di sarankan Musa untuk naik lagi dan menjadi 25x, ketemu musa, disuruh nawar lagi, balik lagi dan menjadi 12.5x, ketemu musa, disuruh nawar lagi dan terakhir menjadi 5x
- Sahih Bukhari Vol. 4 Buku 54 no. 429, diriwayatkan Malik Bin Sasaa, Muhammad berkata ia bertemu yesus dan Yahya di langit ke 2, dilangit ke 3 bertemu yusuf, di langit ke 4 bertemu Idris, dilangit ke-5 bertemu Harun, langit ke-6 bertemu Musa, ketika Ia mencapai langit ke 7, Ia bertemu Abraham disana dan melihat Bait-Al-Ma’mur (Rumah Allah) yang didalamnya 70.000 malaikat yang berbeda yang melakukan sholat setiap harinya. Ia lihat pula Sidrat-ul-Muntaha, Buah Nabk, daun seperti telinga gajah, dan EMPAT SUNGAI, dua di Surga [paradise]yang dua tidak terlihat, yang lain adalah: sungai Nil dan Euphrate [Abas Malik meriwayatkan...dan 4 Sungai mengalir, dua terlihat dan dua tidak..yang terlihat adalah Nil dan Euphrates (Hadis Bukhari Vol. 5 Buku 58 No.227); Abu Huraira meriwayatkan Nabi berkata: Saihan, Jaihan, Euphrates dan Nil adalah nama2 sungai di Firdaus(Sahih Muslim 040 no 6807)]
[Kembali kesebelumnya]
- Dahulu, para luluhur kita tidaklah mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai ajaran ini, namun kita sekarang mempunyai kesempatan ini!. Mari kita kenali lebih dalam lagi ajaran yang menyatakan Bumi berada di atas Punggung Ikan Paus sebagaimana tersirat diSurah 68:1,
- Kitab-kitab Abrahamic walaupun sama-sama menyatakan bumi itu datar, langit berbentuk kubah dan matahari yang berjalan mengelilingi bumi dan menyatakan adanya kisah Yunuf di telan Ikan besar, namun sumber-sumber Yahudi dan kristen JUSTRU TIDAK memiliki pandangan bahwa bumi berada di atas ikan besar!
- menurut 6 tafsir sunni yang bereputasi sangat baik dan 1 hadis sangat dihormati di aliran Syi'ah, maka dapat diketahui bahwa Riwayat itu berasal dari Muhammad sendiri kepada Abu huraira dan rantai narasi ke belakang [Qurtubi]; kepada Wahb dan rantai narasi ke belakang; kepada Ibn Abbas hingga sampai ke Al tabari [Ibn Kathir]; Kepada Ibn Abbas [Al tabarani]; Dari Ibn Abbas [dan beberapa sahabat nabi] hingga rantai narasi ke belakang sampai ke Ibn Jarir [Al Tabari, Tusturi, Qurtubi]; dari Abu ‘Abd Allah [Kafi]
- Ibn kathir juga merekam bahwa pengetahuan Ibn Abbas mengenai Quran dan tafir sangat di hormati bahkan juga oleh Ibn' Umar
- Nūn[ن], dalam penulisan Arab, berarti Ikan besar/Ikan paus. Ibn kathir di surat Al-Anbiya 21:87-88, dalam kisah YUNUS: "Here Nun refers to the fish;".
- Luqman 31:10, "Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu"
- Al-Anibiya') 21:31, "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka (tamida bihim**)."
- Al-Nahl 16:15 "Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu" (tamida bikum**)
- An Naba' 6-7, "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?"
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
nuun waalqalami wamaa yasthuruuna
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
Di bawah ini adalah kutipan 6 Tafsir yang sangat di hormati di aliran Sunni dan 1 Hadis yang sangat di hormati aliran Syi'ah untuk surat 68:1,
AL-TABARI
Seseorang mungkin berkata: Jika ini seperti yang engkau gambarkan, namakan, bahwa Alah menciptakan Bumi sebelum langit lantas apa arti pernyataan Ibn ‘Abbas yang disampaikan pada kamu semua oleh Wasil b. ‘Abd al-A‘la al-Asadi- Muhammad b. Fudayl- al-A‘mash- Abu Zabyan- Ibn ‘Abbas: "Yang paertama kali Allah ciptakan adalah pulpen." Allah berkata padanya [pulpen]: "Tuliskan!", kemudian pulpen bertanya: "Apa yang harus saya tulis, Allahku!" Allah menjawab: "Tuliskan apa yang telah di takdirkan!" Ia kemudian melanjutkan: dan pulpen itu melanjutkan [menulis] apapun yang telah digariskan hingga saat kiamat. Allah kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun] dan Bumi kemudian dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
Aku diberitahu hal yang sama oleh Wasil - Waki’ - al-A‘mash - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas.
Menurut Ibn al-Muthanna - Ibn Abi ‘Adi - Shu‘bah - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen." Ia meneruskan [menulis] apapun yang akan terjadi. Allah kemudian mengangkat uap air, dan langit tercipta dari itu. Kemudian Ia menciptakan IKAN, dan bumi dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [Ikan]. Ikan itu bergerak, yang mengakibatkan bumi jadi bergoncang. Kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tingi. Jadi, Ia katakan dan Ia sampaikan:"Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis"
Aku di beritahu hal yang sama oleh Tamim b. al-Muntasir - Ishaq (b. Yusuf) - Sharik (b. ‘Abdallah al-Nakha‘i) - al-A‘mash - Abu Zabyan atau Mujahid - Ibn ‘Abbas, dengan perbedaan, yang Ia katakan: "dan para langit membagi terpisah [sebagai ganti: diciptakan] dari itu".
Menurut Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen". Allah berkata pada nya [pulpen]: Tuliskan!, kemudian pulpen bertanya: Apa yang harus saya tulis, Allahku! Allah menjawab: Tuliskan apa yang telah di takdirkan! Ia kemudian melanjutkan: dan pulpen itu melanjutkan [menulis] apapun yang telah digariskan hingga saat kiamat. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
Menurut Ibn Humayd - Jarir (b. ‘Abd al-Hamid) - ‘Ata’ b. al-Sa’ib - Abu al-Duha Muslim b. Subayh - Ibn ‘Abbas: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen". Allah kemudian berkata padanya: "Tuliskan!", dan ia tuliskan apapun yang akan terjadi hingga kiamat tiba. Kemudian Allah menciptakan IKAN. Kemudian ia tumpukan Bumi padanya.
Ini dilaporkan sebagai hadis yang disampaikan oleh IBN ‘ABBAS dan yang lainnya dalam maksud mengkomentari dan menjelaskan dan tidak bertentangan dengan yang disampaikan kami darinya untuk masalah ini.
Seharusnya seseorang bertanya: Apa komentar dari yang Ia sampaikan dan orang2 dengar dari apa yg disampaikan pada kami darinya? Ia seharusnya merujuk seperti yang diceritakan kepada ku oleh Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "Ia adalah Yang tunggal yang menciptakan semua bagimu yang ada di muka bumi. Kemudian ia tarik/rentangkan para langit dan dijadikan tujuh langit" Arsy Allah ada di Air. Tidak diciptakan apapun kecuali yang ia ciptakan sebelum Air. Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam." Ikan ada di air. Air ada di atas bebatuan [kecil]. Batuan ada di punggung Malaikat. Malaikat ada di atas Bebatuan [Besar]. Bebatuan besar -Satunya disebutkan di Luqman - ada di angin, tidak dilangit atau di bumi. Ikan bergerak dan menjadi gelisah. Sebagai hasilnya, Bumi menjadi berguncang [gempa]. Kemudian ia kokohkan, pasakan gunung2 di atasnya, dan manjadi stabil. Ini dinyatakan pada kalimat Allah Dan telah Kami jadikan di bumi ini "gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama kalian" [The History of Al-Tabari: General Introduction and From the Creation to the Flood, translated by Franz Rosenthal [State University of New York Press (SUNY), Albany, 1989], Volume 1, pp. 218-220]
Menurut Muhammad b. Sahl b. 'Askar-Isma'il b. 'Abd al-Karim-Wahb, menyebutkan beberapa dari keagungannya (yang digambarkan sebagai berikut): para langit dan Bumi dan Lautan ada didalam Tubuh [Haykal], dan Haykal itu ada di dalam ganjal. Kaki Allah ada di atas ganjal. Ia bawa ganjal itu. Itu kemudian menjadi seperti Sendal pada kakinya. Ketika Wahb di tanya: Apa Haykal itu? Ia menjawab: Sesuatu yang ada di ujung2 dilangit yang mengelilingi bumi dan lautan-lautan seperti tali temali yang digunakan untuk mengencangkan tenda/kemah. Dan ketika Wahb di tanya bagaimana bumi-bumi [disusun], Ia menjawab: Adalah tujuh langit yang Rata/datar dan pulau-pulau. Setiap dua bumi, terdapat lautan. Semua di kelilingi Lautan, dan Haykal ada dibalik lautan [Ibid., pp. 207-208]
Tafsir Ibnu Kathir
Dikatakan bahwa "Nun"merujuk pada IKAN PAUS BESAR yang ada di Air di Lautan yang sangat luas dan di atas punggungnya ia membawa tujuh bumi, sebagaimana di sebutkan oleh Imam Abu Jafar Ibn Jarir. Diriwayatkan oleh Ibn Bashar, diriwayatkan oleh Yahya, diriwayatkan oleh Sufyan Al-Thuri, diriwayatkan oleh Sulayman Al-Amash, diriwayatkan oleh Abu Thubian, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang berkenaan, "Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pulpen dan Ia katakan untuk 'menulis'. Pulpen itu bertanya, "Apa yang mesti saya tulis?" Allah berkata, "Tuliskan takdir [semuanya]" Jadi, pulpen menulis semua yang ada di saat itu hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan "nun" dan Ia buat uap terangkat yang mana para langit diciptakan dan bumi diletakan DATAR pada punggung nun. Kemudian Nun menjadi gelisah dan [sebagai hasilnya] numi mulai goyang/goncang, namun (Allah) mengencangkan (bumi) dengan gunung-gunung agar bumi tidak bergerak..
Diriwayatkan oleh Ibn Jarir, diriwayatkan oleh Ibn Hamid, diriwayatkan oleh Ata’a, diriwayatkan oleh Abu Al-Dahee, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang menyatakan, "Yang pertama kali Allah ciptakan, adalah pulpen dan Ia katakan padanya, "Tulliskan". Kemudian pulpen menuliskan semua yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan Nun (IKAN PAUS) di atas air dan Ia tekan/tindih bumi pada punggungnya (paus).
Al Tabarani meriwayatkan hadis yang sama dengan diatas (Dari Nabi Muhamad) yang diriwayatkan dari Abu Habib Zaid Al-Mahdi Al Marouzi, diriwayatkan dari Sa’id Ibn Yaqub Al-Talqani, diriwayatkan dari Mu’amal Ibn Ismail, diriwayatkan dari Hamad Ibn Zaid, diriwayatkan dari Ata’a Ibn Al Sa’ib, diriwayatkan dari Abu Al Dahee Muslim Ibn Subaih, diriwayatkan dari Ibn Abbas yang menyatakan bahwa Nabi SAW berkata, "Yang pertama Allah ciptakan adalah pulpen dan Ikan paus dan Ia katakan pada pulpen "tulis". Kemudian pulpen bertanya, "apa yang mesti saya tulis" Allah membalas, "semua yang akan terjadi hingga hari kiamat" Kemudia Ia katakan "Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis" Jadi, Nun adalah Ikan Paus dan Al -Qalam adalah pulpen"..
Ibn Abu Nujaih menyatakan bahwa Ibrahim Ibn Abu Bakir di informasikan oleh Mujahid yang berkata, "Di katakan bahwa Nun adalah Ikan Paus yang Besar yang ada dibawah tujuh bumi"
Lebih lanjut Al-Baghawy dan sekelompok komentator menyatakan bahwa di punggung ikan paus ini ada bebatuan yang besar yang memilliki ketebalan lebih besar dari lebarnya para langitdan bumi dan diatas bebatuan ini ada Banteng yang mempunyai 40.000 tanduk. Pada tubuh banteng ini diletakan tujuh bumi dan segala isinya, dan allah maha mengetahui. [Source atau di sini atau di sini, Kutipan Ibn Kathir di atas tidak dalam translasi Inggris [hanya Arab] dan translasinya berasal dari sini)
AL-QURTUBI
Diriwayatkan oleh Al-Walid Ibn Muslim, diriwayatkan oleh Malik Ibn Ans, diriwayatkan oleh Sumay anak dari Abu Bakir, diriwayatkan oleh Abu Salih Al-Samaan, diriwayatkan oleh Abu Hurayrah yang berkenaan dengan yang ia dengar bahwa NABI mengatakan, "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen, kemudian Ia ciptakan 'Nun' yang merupakan sebuah bak tinta. Ini adalah apa yang Allah sampaikan (di surat 68:1) 'Nun dan pulpen.’ Dan Ia katakan padanya, "tuliskan". Jadi pulpen tuliskan semua yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian alah ciptakan Nun (Ikan Paus) diatas air dan Ia tekan/tindihh bumi pada punggungnya [paus]. Alah kemudian berkata pada pulpen "tulis". Pulpen bertanya "Apa yang saya mesti tullis" Allah menjawab,"Tuliskan apa yang telah dan akan terjadi hingga hari kiamat, apakah perbuatan, pahala, konsekuensi dan hukuman hingga hari kiamat". Kemudian pulpen menuliskan yang akan terjadi hingga hari kiamat. Kemudian Allah menciptakan pikiran..."
Mujahid menyatakan bahwa 'Nun' adalah Ikan Paus yang ada di bawah tujuh bumi. Ia menyatakan bahwa 'Pulpen' adalah yahg biasa dituliskan '‘Al-Thikir’ (Ingatan/kenangan - Quran). Seperti juga, yang diriwayatkan oleh Mukatil, Murrah Al-Hamdani, Ata’ Al-Kharasani, Al Suddi and Al-Kalbi yang mengatakan, "Nun adalah Ikan paus yang di atasnya para bumi di letakan"
Di riwayatkan oleh Abu Thabyan, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang berkata, "yang pertama kali Allah ciptakan adalah pulpen yang menulis semua yang akan terjadi. Kemudian uap air mulai terangkat, Berasal dari situ langit tercipta. kemudian (Allah) menciptakan Nun (paus) dan menggepengkan Bumi pada punggungnya. Ketika bumi mulai bergoyang, Ia kemudian diperkuat dengan gunung-gunung, yang ada dipermukaan" Kemudian Ibn Abbas membacakan ayat (68:1) 'Nun dan Pulpen'
Al kalbi dan Mukatil menyatakan bahwa nama (ikan Paus) adalah ‘Al-Bahmout.’ Al-Rajis berkata, "Mengapa aku melihatmu semua terdiam dan Allah menciptakan Al-Bahmout?"
Abu Yakthan dan Al-Waqidi menyatakan bahwa nama (ikan paus) adalah ‘Leotha’; Dimana Kab menyatakan bahwa namanya adalah ‘Lo-tho-tha’ atau ‘Bil-Ha-motha.’ Kab berkata, "Setan bergerak ke atas Ikan paus, dimana tujuh bumi diletakan dan membisikan pada hatinya, "Kamu sadari apa yang ada di punggungmu, Oh Lo-tho-tha dari binatang dan tetumbuhan dan manusia dan lainnya? Jika engkau merasa terganggu dengan mereka, Engkau dapat melemparkan mereka semua dari punggungmu" Jadi Lo-tho-tha berniat untuk melakukan apa yang disarankan (oleh setan) namun Alah mengirimkan reptil pada Ikan paus yang merangkak melalui lubang tiupnya hingga mencapai otaknya. Ikan paus kemudian menangis pada Allah dan Ia memberikan ijin pada reptil untuk keluar (dari ikan paus)." Kab melanjutkan dan berkatam "Demi Allah, Ikan paus menatap pada reptil dan reptil menatap pada ikan paus dan jika ikan paus berniat melakukan (apa yang disarankan setan) reptil akan balik ke tempat sebelumnya" [Source atau di sini, Kutipan Qurtubi di atas tidak dalam translasi Inggris [hanya Arab] dan translasinya berasal dari sini]
TAFSIR IBN ABBAS
Dan dari riwayatnya yang berasal dari Ibn 'Abbas yang ia katakan berkenaan dengan intepretasi apa yang allah katakan (Nun): '(Nun) Ia katakan: Allah bersumpah demi Nun, yang adalah Ikan paus yang membawa Bumi di punggungnya ketika di air, dan di bawah itu adalah banteng, dibawah banteng adalah bebatuan dan dibahwa bebatuan...Nama Ikan Paus itu adalah Liwash, dan dikatakan bahwa namanya adalah Lutiaya'; nama dari banteng itu adalah Bahamut, dan beberapa mengatakan namanya adalah Talhut atau Liyona. Ikan paus itu ada di laut yang dinamakan 'Adwad, dan itu bagaikan banteng kecil di lautan yang sangat luas. Lautan itu ada di Bebatuan cekung dengan 4,000 celah, dan dari tiap celah itu air keluar ke bumi. Dikatakan juga bahwa Nun adalah satu dari nama-nama Allah; yaitu kepanjangan dari huruf Nun pada nama Allah al-Rahman (Pemurah); dan juga dikatakan bahwa Nun adalah bak tinta. (demi pulpen) Allah bersumpah demi pulpen. Pulpen dibuat dari Cahaya dan tingginya setara jarak Langit dan bumi. Adalah dengan pulpen ini perangkat Ingatan, misal. Catatan yang dijaga, dituliskan. Juga dikatakan bahwa pulpen adalah satu dari para malaikat yang mana Allah bersumpah, (dan yang mana mereka tuliskan dan Allah juga bersumpah dengan apa yang para malaikat itu tuliskan pada kegiatan-kegiatan turunan Adam, [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn 'Abbâs]
Note:
Al-Bahmout atau Bahamut juga ada di mitologi Arab, yaitu kisah 1001 malam pada hari ke-496. Bahamut dinyatakan sebagai Ikan besar. Bahamut tidak sama dengan Behemoth [Setan/monster dalam legenda Yahudi].
Tafsir al-Tustari
Ibn 'Abbas' berkata pada laporan lain, 'Nun adalah Ikan yang di atasnya seluruh bumi(arḍūn) berada,..'[Source]
Tafsir al-baghawi
اختلفوا فيه فقال ابن عباس : هو الحوت الذي على ظهره الأرض . وهو قول مجاهد ومقاتل والسدي والكلبي
[..] ibn abbas katakan: Ikan paus ini membawa bumi pada punggungnya dan ini juga merupakan pandangan dari Mujahid, Muqatil, saddi dan kalbi [..] tujuh langit dan tujuh bumi di atas Banteng [..] [Sumber]
Dari Aliran Syi'ah
Ulama Syi'ah Kulayni di “Kafi”nya 8/89 meriwayatkan:
55 – محمد عن أحمد عن ابن محبوب عن جميل بن صالح عن أبان بن تغلب عن أبي عبد الله (ع) قال: سألته عن الأرض على أي شيء هي؟ قال: هي على حوت قلت: فالحوت على أي شيء هو؟ قال: على الماء قلت: فالماء على أي شيء هو؟ قال: على صخرة قلت: فعلى أي شيء الصخرة؟ قال: على قرن ثور أملس قلت: فعلى أي شيء الثور؟ قال: على الثرى قلت: فعلى أي شيء الثرى؟ فقال: هيهات عند ذلك ضل علم العلما
Muhammad menyampaikan dari Ahmad, dari ibn Mahbub, dari Jamil ibn Salih, dari Aban ibn Taghlib, dari Abu ‘Abd Allah, yang berkata, Aku tanya dia mengenai bumi: Ia terletak di atas apa? Ia menjawab: Itu berada di atas seekor Ikan Paus. Aku bertanya: Ikan paus itu di atas apa? Ia menjawab: di atas air. Aku bertanya: Air di atas apa? Ia menjawab: di atas bebatuan. Aku bertanya. bebatuan di atas apa? ia menjawab: Di atas banteng dengan tanduk yang halus. Aku bertanya: Banteng itu diatas apa? Ia menjawab: Di atas tanah. Aku bertanya: Tanah di atas apa? Ia menjawab: Mana tahu? Ini adalah batasan pengetahuan dari yang diketahui manusia.
Syi'ah lainnya sheikh Al-Majlese dalam “Miratul uqul”menyatakan ini SAHIH.
(الحديث الخامس و الخمسون) [حديث الحوت على أي شيء هو]
(2): صحيح.
Kisah Para Nabi [Tales of the Prophet]
4. Penciptaan Bumi, Gunung-Gunung dan Laut-laut [The creation of the Earth, the mountains and the seas]
Kaab al-Ahbar berkata: Ketika Allah berkehendak untuk menciptakan Tanah yang kering, Ia perintahkan angin untuk mengocok ke atas air. ketika menjadi turbulen dan berbusa, gelombang bertambah besar dan beruap. Kemudian Allah merintahkan busa itu memampat, dan menjadi kering. Dalam hari-hari Ia ciptakan langit yang kering di atas permukaan air adalah seperti yang Ia katakan:"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari?" (AQ Fushshilat 41:9).
Kemudian Ia perintahkan gelombang-gelombang ini menjadi diam, dan mereka membentuk gunung-gunung, yang kemudian Ia gunakan sebagai pasak untuk menahan bumi, seperti yang Ia katakan: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka" (AQ Al Anbiyaa' 21:31). Jika tidak karena gunung-gunung, Bumi tidak akan cukup stabil bagi para penghuninya. Pembuluh dari gunung-gunung ini berhubungan dengan pembuluh dari Gunung Qaf, yang berjajar mengellilngi Bumi.
Kemudian Allah menciptakan tujuh lautan.
Yang pertama dinamakan Baytush dan mengelillingi bumi di belakang gunung Qaf, kemudian dibelakangnya berturut-turut bernama Asamm, Qaynas, Sakin, Mughallib, Muannis, dan yang terakhir Baki. Ini adalah tujuh lautan, dan tiap dari mereka mengelilingi lautan yang sebelumnya. Di dalamnya terdapat mahluk-mahluk yang hanya Allah yang tahu jumlahnya. Allah menciptakan makanan bagi para mahluk-mahluk ini dalam hari yang ke-4, seperti yang Ia katakan: "dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. Bagi orang-orang yang bertanya. (AQ Fushshilat 41:10).
Terdapat tujuh Bumi.
Yang pertama dinamakan Ramaka, yang kedua dinamakan Khalada,..Arqa, Haraba, Maltham, Sijjin dan Ajiba. Dan bumi bergoyang-goyang dengan penghuni di dalamnya seperti sebuah kapal, jadi Allah mengirimkan se sosok Malaikat yang luar biasa besar dan kuat dan diperintahkan memanggul bumi di bahunya. Satu sisi tangannya di timur dan yang lain di barat memegang Bumi dari ujung ke ujung. Namun, tidak ada pijakan kaki baginya, jadi Allah ciptakan bebatuan persegi dari jamrut yang memiliki 7.000 lubang. Di setiap lubangnya sebuah laut, gambaran ini hanya di ketahui oleh Allah semata. dan Ia perintahkan Bebatuan itu untuk berdiam di bawah kaki malaikat.
Akan tetapi, bebatuan itu tidak ada yang menyangga, jadi Allah ciptakan banteng besar dengan 40.000 kepala, mata, telinga, cuping hidung, mulut, lidah dan kaki dan diperintahkan memanggul bebatuan di punggungnya dan juga di tanduknya. Nama dari Banteng itu adalah al-Rayyan. Karena Banteng itu ngga punya tempat buat pijakan kakinya, Allah menciptakan Ikan sangat besar..Ikan ini bernama Behemoth.. [Tales of the Prophets (Qisas Al-Anbiya) (Great Books of the Islamic World), Muhammad Ibn Abd Allah Kisai (Author), Wheeler M. Thackston (Author), Al-Kisai (Author, Abad ke 6/13 Masehi) hal 8-10 dan hal 337-338 [Notes to The Text])
Catatan:
Bantahan mengenai kosmologi bumi dan Langit di atas punggung ikan paus, Anda akan beberapa, di antaranya dikatakan bahwa ini berasal dari Israiliyat, misal Abu as-Shaykh al-‘Asfahaanee, al-‘Athamah 4/1400], mengatakan, "There is no mention in the Book or the authentic Sunnah of this whale which is carrying the earth, and all of what is mentioned about this is taken from the reports of Banee ‘Israa’eel"
Tuduhan Israiliyat adalah sangat absurd:
Kemudian ada berupaya mengatakan hadis2 yang tercantum adalah dipalsukan ato juga dhaif (lemah) salah satunya dari Albani [lahir (1914 M) - wafat (1999 M), Silsalat al-‘Ahaadeeth adh-Dha’eefah wal-Mawdhuu’ah, #294], padahal
- Albani sendiri mengakui bahwa sebenarnya ia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits). [sumber]
Albani sendiri gampang menjatuhkan vonis hadis dhaif dan mereka yang bertentangan dengan dirinya dikatakan ahli Bid'ah
Kemudian,
Mullah `Ali al-Qaari RaHimahullah, dalam Mirqaat:
‘So I came to know’ that is by means of the blessings bestowed upon me, all that is in the Heavens and in the earth that is as all that Allah hath taught/informed from amongst the angels and the trees and other things. Which points/proves towards the vastness of his (Rasulallah Sallallahu `Alayhi wa Sallam) knowledge which Allah `Azza Wa Jall opened/informed him of. Said ibn Hajar that is the knowledge of all the Universe and all that is in the heavens and beyond as is evident from the event of Mi`yraaj and the earth, that is all the seven earths and below it whether a bull or a fish on it/in it.
[Fa`Alimtu Ayyi Bisababi WuSuuli dhaalikal FayDi Maa Fis Samaawaati Wal ArDi Ya`ani Maa A`alamahullahu Ta`aalaa Mimma Feehaa Minal Malaayikati Wal Ashjaari Wa Ghayrihimaa `Ibaaratun `An Sa`ati `Ilmihilladhee FataHallahu bihi `Alayhi Wa Qaalabnu Hajar Ayyi Jameeyal Kaayinaatillatee fis Samaawaati Bal Maa Fawqahaa Kamaa Yustafaadu Min QiSSatil Mi`yraaji Wal ArDu Hiya Bi Ma`anaa al-Jinsi Ayyi Wa Jamee`ya Maa Fee ArDeenas Sab`yi Bal wa Maa TaHtahaa Kamaa Afaadahuu Ikhbaaruhuu `Alayhis Salaamu Minath Thawri wal Huutil ladhee `Alayhaa] - [sumber]
Sebagai pelengkap, perhatikan gambar Bumi [berbentuk FLAT DISK], di panggul banteng dan dibawahnya adalah Ikan:
Ajaib al-Makhluqat (The wonders of creation), by the Persian author Zakariya Qazwini (d. 1283 or 1284).

[..]a manuscript copied in Turkey circa 1553, depicts a map, oriented to the south, with an angel holding a bowl of water that contains a fish on whose back is the globe-bearing ox [..]
This geographical treatise and collection of wondrous tales was exceedingly popular in mediaeval and early modern Islamic society. The map shown here is unusual in its portrayal of several creatures supporting the world in the firmament. While it uses a traditional Islamic projection of the world as a flat disk surrounded by the sundering seas which are restrained by the encircling mountains of Qaf..
Kosmologi bumi di atas Ikan paus tercantum pada kitab-kitab tafsir utama Sunni dan juga kitab Hadis utama Syi'ah, maka seharusnya dapat dipastikan dengan mudah bahwa dakwaan Israiliyat ataupun dhaif sangatlah lemah.
Perlu di ingatkan kembali bahkan Arsy sendiri dulunya sebelum dipindahkan di atas langit berada di atas air, Huud 11:7,
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air
"Dia Allah berada di Ama' tidak ada hawa di bawah-Nya dan tidak pula hawa di atas-Nya, kemudian Dia menciptakan Arsy-Nya dan diletakkan di atas air. (HR Ahmad dlm Musnadnya jld 4 hal 11); diriwayatkan Imran bin Husain, "[..]Arsy-Nya ada di atas Air [..] [Sahih Bukhari, Vol.4 book 54, no.414]; Arsy di atas air juga disebutkan di tafsir Jalalyn, Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs, dan juga di tafsir Ibn kathir yang mengambil dari Sahih Muslim dan Bukhari dari riwayat `Abdullah bin `Amr bin Al- dan Abu Huraira]
Arsy sendiri adalah semacam ruang komando khusus untuk mengontrol segala macam urusan sebagaimana di maksud di surat Yunus 10: 3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana)untuk mengatur segala urusan"
Setelah selesai semua proses penciptaan Arsy pun berpindah menjadi di atas 7 langit yang bertumpuk satu di atas yang lain berbentuk kubah
Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah bin Abi Zamaniin dalam kitabnya Ushulussunnah: “Merupakan keyakinan Ahlussunnah yaitu Allah telah menciptakan Al Arsy dan mengkhususkannya dengan berada diatas dan ketinggian diatas semua makhluknya”[Ushulus Sunnah Hal. 282].
Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata: “Telah datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seorang A’rab dan berkata: “Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,"Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah“[HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 1/252]
Dan Ibn Kathir, "Dia adalah singgasana yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para malaikat dan dia seperti kubah yang menutupi alam ini dan dia adalah atapnya para makhluk" (Al Bidayah Wan Nihayah, 1/12)
Langit berbentuk kubah adalah langit yang solid karena ada isinya yaitu mulai dari langit pertama hingga langit ke-7!
diriwayatkan Abu Dhar, Muhammad berkata, saat ia mencapai Langit pertama. Ia berjumpa Adam bersama jiwa-jiwa anak cucunya pada sisi kanan dan kiri Adam, dimana yang dikanannya merupakan penghuni Surga dan dikirinya adalah penghuni neraka..[Sahih Bukhari vol.1 Buku 8 no.345]
Demikian di setiap langitnya ada penghuni dan barang-barang lainnya seperti pintu dan lain sebagainya hingga ke langit ke 7
"[..]Maka jika kalian memohon kepada Allah, mohonlah Surga “Firdaus” yang tinggi. Karena Surga dan paling atas. Dan diatasnya terdapat “Arsy ar-Rahman. Dari sana sungai-sungai Surga mengalir." -[HR. Al-Bukhari no.2790, 7423; Shahiilil Jaami’ no. 7873; Ahmad (II/335, 339) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 581) atau di Bukhari Volume 8, Book 76, Number 572, dinarasikan oleh Anas; Volume 9, Book 93, Number 519, dinarasikanoleh Abu Hurairah]
Kosmologi bumi dan langit di atas Ikan paus ini ini menjelaskan banyak hal, diantaranya wajar saja bentuk bumi menjadi datar atau digepengkan seperti martabak [agar tidak terguling] dan kemudian langit berbentuk kubah, karena Arsy sendiri berbentuk kubah setelah di atas langit, bagaimana bergeraknya dataran hinga perlu dipancangkan gunung supaya tidak bergerak sebagaimana dimaksud di surat
Dalam tafsir Ibnu kathir surat 21:30-33,
(Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh,) artinya, gunung-gunung yang menstabilkan bumi dan menjaganya agar tetap kokoh dan memberikannya berat, jika tidak itu seharusnya goncang bersama orang-orang, misal, bergerak dan bergetar sehingga mereka tidak dapat berdiri tegak di atasnya -- karena ini diliputi oleh air, bagian dari 1/4 permukaannya.
Juga dengan kosmologi bumi dan langit di atas Ikan paus, maka sangat wajar jika terjadi banjir besar seperti kisah banjir Nuh yang dapat menenggelamkan seluruh dunia hingga puncak tertinggi dunia sebagaimana terekam pada riwayat dibawah ini:
Ibn Abbas mengatakan, [..]seluruh air menutupi seluruh permukaan bumi hingga akhirnya mengelilingi puncak2 gunung dan bahkan main tinggi melebihnya setinggi 15 hasta. Dikatakan juga bahwa gelombang itu tingginya 80 mil melampaui gunung-gunung. Perahu tersebut terus berlayar dibawah perlindungan Allah…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]
Yang perlu di garis bawahi dari semua orang atau kelompok yang mencoba membantah kosmologi Bumi di atas punggung ikan paus adalah Para Penulis Tafsir tersebut merupakan orang-orang yang KOMPETEN, MENGERTI QURAN dan MEMPUNYAI pengetahuan tentang ISLAM yang sangat luas, Mereka MAMPU membedakan mana yang PALSU, DHAIF ataupun Israliyiat dan ternyata TIDAK ADA yang menyatakan bahwa itu Palsu, Dhaif dan Israiliyiat.
- Penciptaan versi Al Qur’an jangat jelas BUKAN penciptaan semesta! Dan BUKAN PENCIPTAAN TATA SURYA namun hanya penciptaan Bumi dan berada di punggung seekor ikan Paus
- Waktu penciptaan Bumi adalah lebih panjang dari penciptaan langit dan segala isinya
- Allah melalui Qur’an menegaskan ALKITAB mengenai bagaimana PENCIPTAAN BUMI, yaitu Bumi diciptakan duluan daripada langit.
- Bumi BUKANLAH anggota bagian dari langit!
- Qur'an menyatakan Bumi sederajat dengan langit [namun saya lebih menyukai bahwa derajat Langit lebih rendah dari Bumi, karena ada belakangan].
- Bahkan Matahari, Bintang dan Bulan diciptakan lebih belakangan daripada Bumi
- Fungsi Bintang-bintang dan Bintang besar BUKAN-lah seperti Matahari, namun sebagai penghias langit, Pelempar setan dan Petunjuk navigasi.
- Urutan penciptaannya adalah: Bumi, kemudian langit, kembali untuk menciptakan isi bumi. Penciptaan Manusia dilakukan setelah penciptaan Langit dan segala isinya selesai.
[Kembali]
Abrahamic: Sejarah Manusia - Adam
Adam adalah manusia pertama versi abrahamic yang disepakati dan dinyatakan dengan suara bulat di kalangan ajaran Abrahamic. Berdasarkan data-data di Alkitab dan Al Qur’an dibawah ini:
Adam diciptakan menurut Rupa Allah
Adam diciptakan Allah menurut gambar rupa-Nya [Kejadian 1:26]. Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya [kejadian 1:27-28 dan Kejadian 5:1-3]. Konfirmasi bahwa Adam diciptakan menurut rupa Allah ada di tradisi Islam, yaitu di hadis Sahih Muslim book 40 Number 6809, Book 32 Number 6325:
- Diriwayatkan Abu Huraira, Nabi mengatakan: Allah menciptakan Adam menurut gambarNya dengan tinggi 60 kubik dan sesaat setelah adam tercipta Ia menyuruh Adam menyalami para Malaikat yang duduk di sekitar itu..tinggi badan orang-orang makin berkurang hingga saat ini”
[Penjelasan lebih detail mengenai 'Adam di ciptakan dari Rupa Allah' silakan buka situs Islam, Islam Question and Answer, Fatwa No.20652, Commentary on the hadeeth, "Allaah created Adam in His image" When Prophet says "Allah created Adam in his image" what does "his image" refer to and how should we understand it?]
Allah dipastikan mempunyai Tangan
- [38:75] Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".
- (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh ?" Dia menjawab : " Masih ada tambahan ?"
- Diriwayatkan Anas dan Abu huraira, dinyatakan Nabi berkata “Orang yang akan di ceburkan ke Neraka dan akan dikatakan, ‘masih ada yang lain?’ 50:30 hingga Allah menjejakan kakiNya diatas Neraka dan dikatakan ‘Qati! Qati! (cukup..cukup)!’
Apakah hal ini bertentangan dengan As Syuura 42:11, Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
Tidak. Dengan melihat ayat-ayat sebelumnya pada surat tersebut, yang dimaksudkan adalah agar tidak mencari perlindungan selain daripada Allah semata. Jadi kata ‘tidak ada yang serupa dengan dia’ bukan merujuk pada bentuk tuhan dan penciptaan Adam, namun tidak ada Tuhan lain yang sehebat Allah yang patut di sembah (Lihat juga Ar Ra’d 13:16)
Adam di ciptakan di bumi.
- belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. –[Kejadian 2:5-15]
Al Qur’an juga memberikan konfirmasikan mengenai adanya sungai-sungai di ‘jannah’ dan jumlahnya juga 4 (empat). Tidak kurang 41 ayat di Al Qur'an menyatakan bahwa di bawah Surga mengalir sungai-sungai:
- [66:8], [2:25], [2:266], [3:15], [3:136], [3:195], [3:198], [4:13], [4:57], [4:122], [5:12], [5:85], [5:119], [9:72], [9:89], [9:100], [10:9], [13:35], [14:23], [16:31], [18:31], [18:33], [20:76], [22:14], [22:23], [25:10], [29:58], [39:20], [47:12], [47:15], [48:5], [48:17], [54:54], [57:12], [58:22], [61:12], [64:9], [65:11], [66:8], [85:11], [98:8]
Al kitab juga menginformasikan bahwa Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi . Tugasnya adalh mengusahakan dan memelihara taman Eden [Kejadian 2:15]. Saat Adam di usir dari taman Eden, ia pun diperintahkan untuk mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Allah menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan [Kejadian 3:23-24].
Di Qur'an kata ‘Jannah’ selalu diasosiasikan artinya sebagai 'Surga' misalnya 'Jannatul Firdaus' namun beberapa ayat di bawah ini memberikan informasi bahwa kata “Jannah” dapat bermakna kebun/taman:
- Kebun Tamar (2:266, 13:14, 23:19, 17:9); Kebun Anggur (18:32, 2:266, 6:99, 23:19, 17:91); Kebun di lereng bukit (2:265); Kebun saja (26:134, 6:141, 50:9, 18:35, 39, 40) dan Taman (44:25, 34:15, 16)
Terdapat 3 Ayat di Al Qur'an yang TEGAS menyatakan bahwa taman tersebut merupakan sebuah Warisan!
- [43:72-73] Dan itulah 'surga' yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.
[19:63] Itulah 'syurga' yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
[7:43] Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ('surga') ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka: "ltulah 'surga' yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
- [23:10-12] Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (ya'ni) yang akan mewarisi 'syurga' Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Adam Bukan manusia Pertama dan Ia Petani
Adam di usia 130 tahun mempunyai anak bernama Set sebagai pengganti Habel yang dibunuh Kain [Kejadian 4:1-2, 4:25, 5:3], Habel adalah penggembala dan Kain adalah Petani [kejadian 4:2-3]. Jadi, saat Set lahir, Habel dan kain(Qabil) sudah cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan beternak dan bertani.
Di kejadian 3:22, 24 disebutkan Allah menugaskan Adam untuk mengusahakan dan memelihara Taman Eden. Saat di usir keluar dari taman Eden diperintahkan juga untuk mengusahakan tanah.
Konfirmasi pekerjaan anak-anak adam dinyatakan juga di Al Maidah 5:27:
- Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa."
Diriwayatkan Ibn Abbas:
- Ibnu Abbas berkata, "Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala." (dari al-Hakim)
Bukti terpenting berikutnya adalah berdasarkan kejadian 4:16-17, dinyatakan bahwa Kain di usir ke tanah Nod, kemudian memperistri seorang Wanita dan melahirkan Henokh, kemudian kain mendirikan kota yang juga diberi nama Henokh!
Al Qur’an juga memberikan sumbangan bukti dengan surat yang diturunkan di 3 H(625 M), Al Imran 3: 33.
- Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
- Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Adam ternyata bukanlah Manusia pertama [silakan lihat juga di sini dan di sini]
Tuhan mengetahui apa yang juga di ketahui iblis, yaitu sejarah (bukan ramalan) mengenai pertumpahan darah di bumi. Adam dipastikan lebih pintar dari iblis, buktinya Allah memerintahkan Adam untuk mengajarkan Malaikat (termasuk Iblis) tentang Benda-benda [2:33]. bukti berikut bahwa pengetahuan Iblis adalah sejarah dengan melihat ayat 7:16-19, 15:36-39, 38:79-85] yaitu saat Iblis di usir dari surga dan sebelum keluar dari surga ada percakapan antara Tuhan dan Iblis bahwa Iblis bertekad untuk menyesatkan manusia di dunia dan Tuhan-pun mengijinkan.
Juga di Alkitab di Kejadian 6:2,4 'maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka...Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
Di hitung berdasarkan umur saat punya anak, maka jarak adam dan Nuh dibawah 1000 tahun (lihat Umur Peradaban manusia, Abrahamic). Jadi, jaman purbakala adalah jaman sebelum jaman Adam.
Reinkarnasi di Islam dan Kristen
Walaupun, agama Abrahamic mayoritas tidak mendukung adanya kelahiran kembali, namun di Alkitab yaitu Yehezkiel 37:1-14 diceritakan bahwa Allah menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, juga konfirmasi reikarnasi Elia di Injil Matius 11:13-15, 17:18 dan Markus 9:13. Al qur’an juga menegaskan peristiwa yang disebutkan di Yehezkiel melalui ayat Al Baqarah 2:259. Penjelasan lebih rinci mengenai Reinkarnasi, dapat dilihat di artikel ini:
From Hero To Zero: Ini Reinkarnasi, Bro!
[Kembali]
Hindu: Penciptaan Semesta
Dalam kitab dongeng Hindu, yang disebut Purana, yaitu di Matsya Purana 2.25-30, penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak ada apa-apa, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk diluar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan didalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi telur emas. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya.
Rgveda tidak menjelaskan sejarah manusia, tapi menjelaskan evolusi semesta. Dongeng tersebut memberikan penjelasan yang padat, efektif dan sederhana atas apa yang dinyatakan RigVeda.
Sebelum, Saat dan Setelah Penciptaan adalah Tuhan
Konsep Hindu menyatakan bahwa sebelum, saat dan setelah Penciptaan adalah Tuhan. Filsafat Hindu dalam Rgveda, menyatakan bahwa Penciptaan merupakan manifestasi dari Yang Maha Kuasa.
- “Semua adalah Purusa, apapun yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi. Ia adalah tuan dari kekekalan, yang tumbuh dari makanan. Ia dinyatakan mempunyai ribuan kepala, ribuan mata dan ribuan kaki. Ia membungkus Bhumi dari segala penjuru, dan ada di luar berbentuk sepuluh jari. Semua hanyalah Purusa, "- Rgveda 10.90.1-2,
Hindu tidak membuat dikotomi antara baik dan buruk, seperti dalam agama non Vedic. Batas alam semesta adalah tempat berlangsungnya pertempuran antara gaya konstraksi dan ekspansi. Pertempuran ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.
Tidak ada neraka abadi karena bahkan neraka pun tidak bisa dipisahkan dengan Tuhan. Bahkan, tidak ada surga atau neraka pada akhir jaman. Semesta hanyalah manifestasi dari Yang Kuasa, dan akhir dari siklus semesta yang sekarang disebut "Mahapralaya" saat semua kembali pada Purusa. Di akhir jaman, tidak ada surga, tidak ada neraka dan tidak ada jiwa.
Dalam Rgveda, kata "Purusa" bisa berarti manusia/laki-laki (man). Secara etimologis, Purusa berarti orang yang menghuni kota (Pura). "Pura" sendiri berarti tempat yang dihuni oleh penjaga/ penghuni.
- Purusa disebut juga Rahim Emas, Purusa disebut juga Brahmanda, Purusa disebut juga Martanda.
- Purusa disebut juga Prajapati [Satapatha Brahmana 7.4.1.15, Jaiminya Brahmana 2.47].,
- Purusa disebut juga Brahmanaspati/Brhaspati, sang penguasa Ekspansi, menciptakan alam semesta seperti seorang seniman [Rigveda 10.72.2].
- Purusa disebut juga Lopramudra, Purusa disebut juga Agastya, Hasil Agastya dan istrinya Lopamudra adalah Purusa,
- Purusa disebut juga Indra, Purandara (Pembelah kota), Purusa disebut juga Virata Penutup batas. Apapun yang membesar lebih dari Purusa adalah Purusa.
- Purusa disebut juga Aditi, Purusa disebut juga daksa yang saling melahirkan, Daksa dan Aditi yang saling melahirkan, yang melahirkan adalah Purusa yang dilahirkan adalah Purusa. Dalam naskah pasca-Veda, Purusa dan Aditi menjadi Visnu-Laksmi atau Siva-Sakti. Dalam Siva Purana, Daksa melakukan pengorbanan sehingga Dewi Sakti bisa lahir sebagai manusia sebagai putrinya Sati. Ini adalah representasi dari Aditi dan Daksa yang saling melahirkan.
- Penguasa Kontraksi dan Ekspansi disebut juga Brahmanaspati dan Indra, juga disebut juga Indra dan Virata, atau Agastya dan Lopamudra
- Pertempuran antara Ekspansi dan Kontraksi adalah Pertempuran Purusa. ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.
- Karena semua alam semesta adalah manifestasi dari Purusa, kita juga adalah bagian dari Yang Maha Kuasa. Kitab-kitab Hindu menyatakan bahwa jika kita menyadari kebenaran sang diri, maka tidak ada lagi perbedaan antara kita dan Tuhan. Realisasi ini dinyatakan dalam Brhadaranyaka Upanisad 1.4.10, yang menyatakan "Aku adalah Brahman".
- "Sebelum penciptaan adalah rahim emas, ia adalah tuan dari segala yang lahir. Ia memegang bumi dan surga ini." -Rgveda 10.121.1
Saat Penciptaan Semesta, Purusa/Prajapati/Brahman menciptakan dua kekuatan yang disebut Purusa yaitu kekuatan hidup (batin/nama) dan Prakerti (pradana/rupa) yaitu kekuatan kebendaan. Kemudian timbul "cita" yaitu alam pikiran yang dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam (sifat kebenaran/Dharma), Rajah (sifat kenafsuan/dinamis) dan Tamah (Adharma/kebodohan/apatis). Kemudian timbul Budi (naluri pengenal), setelah itu timbul Manah (akal dan perasaan), selanjutnya timbul Ahangkara (rasa keakuan). Setelah ini timbul Dasa indria (sepuluh indria/gerak keinginan) yang terbagi dalam kelompok
- Panca Budi Indria yaitu lima gerak perbuatan/rangsangan: Caksu indria (penglihatan), Ghrana indria (penciuman), Srota indria (pendengaran), Jihwa indria ( pengecap), Twak indria (sentuhan atau rabaan)
- Panca Karma Indria yaitu lima gerak perbuatan/penggerak: Wak indria(mulut), Pani (tangan), Pada indria (kaki), Payu indria (pelepasan), Upastha indria (kelamin)
Keadaan Sebelum Penciptaan
Keadaan sebelum penciptaan disebut dalam Nasadiya sukta yang mengisahkan asal mula alam semesta di Rgveda 10.129:
- Tiada yang termanifestasikan atau tak termanifestasikan. Sehingga tiada debu dan tiada langit di luarnya. Apa yang melingkupinya, di mana naungannya? Apa suara yang dalam dan tak-terjelaskan itu?
- Tiada kematian atau keabadian. Tiada perbedaan antara siang dan malam. Hanya Ia atas kehendakNya sendiri tanpa udara. Tiada apapun selain itu.
- Sebelumnya hanya ada kegelapan, semuanya ditutupi kegelapan. Semuanya hanya cairan yang tak terpisahkan (Salila). Apapun itu, ditutupi dengan kekosongan. Yang satu lahir dari panas.
- Sebelum itu (sebelum penciptaan) keinginan (untuk mencipta) bangkit dari diriNya, lalu dari pikiranNya bibit pertama lahir. Manusia yang bijak dalam berpikir menemukan yang termanifestasikan terikat dengan yang tak-termanifestasikan.
- Cahayanya menyebar menyamping, ke atas dan bawah. Ia menjadi pencipta. Ia menjadi besar atas kehendaknya sendiri ke bawah dan atas.
- Siapa yang tahu, siapa yang akan memberitahu dari mana dan mengapa penciptaan ini lahir, karena dewa-dewa lahir setelah penciptaan ini. Sehingga, siapa yang tahu dari siapa semesta ini dilahirkan.
- Dari siapa penciptaan ini dilahirkan, Ia mendukung atau tidak. Ia bertahta di langit tertinggi, mungkin Ia tahu atau mungkin tidak.
- "Pada mulanya sama sekali tiada apapun. Tiada surga, tiada bumi dan atmosfer." -Taittiriya Brahmana 2.2.9.1
Sebelumnya yang ada hanya kegelapan dan hanya ada Salila (Rgveda 10.129.3 seperti dkutip sebelumnya). Salila berarti air, tapi dalam Rgveda itu berarti fluida asal yang tak terdiferensiasi. Dalam mantranya, Salila didahului oleh "apraketa" yang berarti tak terdiferensiasi, yang tanpa ragu lagi menjelaskan maksudnya. Bahwa Salila merupakan istilah teknis dijelaskan di Satapatha Brahmana.
- "Apah adalah Salila sebelumnya. Keinginan lahir dari itu. Mereka bekerja. Dari sana muncul panas. Dari panas lahirlah telur emas. Telur emas berenang di dalamnya selama satu tahun." -Satapatha Brahmana 11.1.6.1
Salila adalah keadaan pertama dari semesta, ketika tak ada apapun. Yang ada adalah kesetimbangan yang sempurna dan keseragaman. Ketika kesetimbangan ini pecah karena gaya fundamental alam, ketidakseragaman tercipta dan ketidakseragaman inilah yang disebut Apah.
Veda menyatakan bahwa pada awalnya semua adalah Salila, yang sepintas tampak berarti air di mana-mana. Konsep air di mana-mana ini tersebar ke seluruh dunia dan kemudian dipinjam oleh agama non Vedic. Injil (Genesis 1.1-2 dan 1.6-7) dan Quran (21.30) menjelaskan bahwa pada mulanya alam hanya terdiri dari air.
Fisika modern menjelaskan pada kita bahwa alam semesta pada awalnya adalah panas, yang kemudian didinginkan secara cepat dengan mengembangnya semesta. Veda menjelaskan sebaliknya. Semesta pada mulanya sangat dingin. Evolusi semesta dimulai dengan naiknya temperatur.
Mantra RigVeda 10.129.3 di atas menyatakan bahwa penyebab semesta adalah tapa. Tapa merupakan konsep yang penting dalam Hinduisme. Pada Hinduisme pos-Veda, Tapa menjadi diartikan laku yang keras di tengah rimba, yang akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Tapa berarti memanaskan, membuat panas, dan inilah arti yang digunakan dalam Veda. Evolusi semesta dimulai dengan penciptaan materi, energi dan ruang yang efeknya akan memanaskan semesta. Dalam pengertian ini, seluruh semesta bisa dianggap lahir dari Tapa.
Para pembaca yang berpengetahuan akan mengatakan bahwa materi dan energi selalu ada dan semua materi dan energi terkumpul dalam satu titik sebelum Ledakan Besar (Big Bang). Konsep Veda menjelaskan sangat berbeda! Alam semesta tidak dimulai dengan Ledakan Besar. Alam semesta muncul dari kekosongan, dan inilah dasar dari pernyataan "Sunya hi Parameswara hai" yang berarti Kehampaan adalah Tuhan.
Karena alam semesta tidak punya materi, energi dan ruang pada saat pertama, maka penciptaan ketiga hal tersebut sangatlah penting. Karena penciptaan alam semesta adalah melalui Yajna:
- "Dari Yajna didapatkanlah mentega. Lalu binatang (Pasu) Vayavya, Aranya, and Gramya diciptakan."-Satapatha Brahmana 14.3.2.1
"Dari Yajna berupa persembahan seluruh Rchas, lahirlah Samas. Dari sini lahirlah Chandas, dari sini lahirlah Yaju."-Rgveda 10.90.9
"Tujuh adalah batasnya (Paridhi), tiga kali tujuh adalah kayu bakar (Samidha). Dalam Yajna, dimana dewa-dewa menjadi tumbuh, mereka mengorbankan binatang Purusa."-Rgveda 10.90.15
"Tuhan memulai Yajna dari Yajna, itulah Dharma yang pertama. Mereka yang berhasil akan mencapai surga, tempat mahluk-mahluk angkasa dan dewa-dewa sebelumnya berada." -Rgveda 10.90.16
Partikel2 seperti ini, dikenal dengan istilah boson dan fermion, adalah partikel yang sudah sangat dikenal para fisikawan. Ke-tidakhomogen-an inilah yang direpresentasikan dengan mentega. Alam semesta tak lagi sama dengan sebelumnya. Alam terbagi menjadi materi dan energi.
Pengorbanan di sini berarti perubahan wujud, perubahan dari wujud tak termanifestasi menjadi alam semesta dalam wujud bermanifestasi. Dengan berlanjutnya Yajna, berarti berlanjutnya penciptaan materi, energi dan ruang, keadaan yang serba-sama (homogen) lalu berubah menjadi tak-sama (heterogen). Tiga, merujuk kepada Triloka, bumi (Phrtivi), atmosfer(Antariksa) dan Langit (Dyau). Dalam tiap Loka terdapat tujuh Samidha yang berarti total dua puluh satu.
Begitu proses penciptaan dimulai, itu akan berlanjut dengan sendirinya.
Sang Penguasa Expansi
Didalam RigVeda 10.72.2 dikatakan bahawa Brahmanaspati/Brhaspati menciptakan alam semesta seperti seorang seniman. Brahmanspati berarti Sang Penguasa Expansi. Jadi Brahmanaspati bisa diidentifikasikan sebagai berekspansinya alam semesta. Dalam naskah pasca-Veda digambarkan menjadi pendeta para dewa, Mantra dibawah ini mengindikasikan bahwa alam semesta diciptakan dari exspansi.
- “Brahmanaspati, dengan kekuatanNya bisa membengkokkan yang tak terbengkokkan, yang dengan kemarahan membinasakan Sambara, yang mengacaukan yang tak terkacaukan, memasuki gunung Vasumanta...
Ia membuka pintu air, yang telah ada dan akan terbentuk kemudian, selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Kerja yang dilakukan oleh Brahmanaspati, satu dan yang lain, menggunakan air dengan tanpa usaha yang keras...
Orang bijak sebenarnya melihat ketidakbenaran itu dan berdiri pada jalur yang benar lagi. Mereka menciptakan Agni dari tangan mereka di gunung, yang belum ada sebelumnya...
Indra yang sentosa dan Brahmanaspati, mengatur yang anda berdua pegang, bahkan air pun tidak bisa melawan hukum anda. Datanglah langsung makanan kita seperti dua kuda yang menarik kereta”-Rigveda 2.24.2,5,7,12
Pergerakan Indra dan Brahmnaspati merupakan kekuatan-kekuatan ekspansi dan konstraksi.
Brahmanaspati dikatakan membebaskan sapi-sapi yang tersembunyi dalam gunung. Ini bukan cerita perebutan mendapatkan sapi. Sapi-sapi berarti partikel fundamental dari alam yang belum termanifestasikan. Kekayaan ini adalah materi dan energi dari alam semesta, yang akan bermanifestasi pada saat permukaan dari alam semesta didorong lebih jauh.
- "Ketika Brhaspati menemukan tempat dimana sapi-sapi disembunyikan dan membuat suara. Sapi keluar dari gunung seperti burung keluar dari telur”-Rgveda 10.68.7
“Kemarahan Brahmanaspati, yang selalu melakukan hal-hal yang hebat, menjadi nyata ketika Ia menginginkan. Ia membawa sapi-sapi keluar, membagi mereka dengan prosedur yang hebat untuk surga, dan mereka mulai bergerak terpisah dengan kekuataannya”-Rigveda 2.24.14
Lahirnya Dewa-Dewa dan Kontraksi Alam Semesta
Kosmologi "Ledakan Besar" (Big Bang) memberikan penjelasan yang sangat dramatis tentang saat-saat awal penciptaan. Alam semesta sangat panas lalu melalui tahap ekspansi yang sangat cepat yang disebut inflasi. Pandangan Veda berbeda dengan pandangan Ledakan Besar. Momen awal penciptaan dijelaskan dengan sukta berikut dalam RgVeda:
- Dari delapan Putra yang lahir dari Aditi, hanya tujuh yang dibawanya kepada para dewa, Martanda ditinggalkan. Dengan ketujuh putranya, Aditi pergi ke masa sebelumnya. Untuk kelahiran dan kematian manusia, Aditi menerima Martanda kembali. -RigVeda 10.72.8-9
Terbentuknya kehidupan bukanlah proses yang spontan. Alam semesta harus berkembang untuk menjadi eksis, tapi gaya ekspansi dan konstraksi telah ada sejak awal dalam keseimbangan yg lemah.
Alam semesta tidak berkembang secara kontinyu adalah sudut pandang Veda. Setelah ekspansi awal, alam semesta mulai mengkerut. Inilah arti dari Aditi pergi ke masa sebelumnya.
Taittiriya Samhita 6.5.6.1 mengatakan bahwa Aditi melahirkan telur yang tidak sempurna. Dalam Mahabharata, Harivamsa Parva 9.5 Kasyapa berkata kepada Aditi tentang penolakannya bahwa putranya tidak mati, tapi ada di dalam telur. Oleh karena itu ia diberi nama Martanda. Inti dari semua cerita tersebut adalah gaya dasar alam tidak bekerja dengan baik pada saat penciptaan.
Setelah ekspansi awal, alam semesta mulai kolaps. Lalu gaya dasar alam berubah, dan semesta mulai berekspansi lagi. Saat semesta telah dalam keadaan setimbang, itu disebut Vivasvana, tempat di mana makhluk bisa hidup.
- "Aditi mempunyai delapan Putra. Hanya tujuh dari mereka yang disebut Aditya. Yang kedelapan, Martanda, tidak punya bagian tubuh yang bisa dibagi. Para Aditya melihat ia (Martanda) tidak sama dengan mereka (Aditya), jadi mereka membagi tubuhnya. Lalu ia menjadi seorang manusia. Ia diberi nama Vivasvana dan semua manusia lahir dari dia." -Satapatha Brahmana 3.1.3.3-4
Dalam Rgveda 10.17.1 Yama disebut sebagai Putra Vivasvana, dan dalam Rgveda 10.14.1 Yama disebut sebagai Vaivasvata yang berarti Putra dari Vivasvana. Orang suci dalam sukta 8.27-31 dalam Rgveda adalah Vaivasvata Manu.Vivasvata berarti Putra dari Vivasvana. Dalam naskah India, Vivasvana adalah ayah dari Manu, raja pertama, dan dalam naskah Iran, Vivangahvanta (yaitu Vivasvana) adalah ayah dari Yima (yaitu Yama), yang juga raja pertama.
Sejak adanya naskah pasca Veda, penciptaan manusia pertama diterima sebagai terjadi segera setelah penciptaan semesta, sehingga selanjutnya Veda diasumsikan diterima oleh manusia sejak awal jaman. Veda ditemukan oleh orang-orang suci pada masa kebudayaan Indus-Sarasvati. Alam semesta berumur milyaran tahun, sedangkan sejarah manusia hanya berumur 10.000 tahun saja. Pada saat 10.000 tahun yang lampau pikiran manusia belum mampu untuk mencerna pengetahuan di dalam Veda. Sejarah manusia, dan tentu saja sejarah India juga, baru berumur 10.000 tahun, Dongeng yang tercantum di Purana telah mecampuradukan kosmologi dan sejarah manusia.
Pada abad awal dan pertengahan sejarah, umat Hindu (dan Budha) telah menyebarkan ide mereka ke seluruh penjuru. Sumber dari beberapa ide dalam ajaran Kristen dan Islam adalah berasal dari naskah suci Hindu. Perhatikan keterangan berikut dari Taittiriya Brahmana.
- "Setelah menciptakan alam semesta dan manusia, Prajapati pergi tidur." -Taittiriya Brahmana 1.2.6.1
Batas Semesta
Menurut Big Bang, alam tidak mempunyai batas. Dalam kosmologi Veda, alam semesta mempunyai batas, diluar alam semesta adalah alam sepuluh dimensi.
- "Semua adalah Purusa, apapun yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi. Ia adalah tuan dari kekekalan, yang tumbuh dari makanan. Ia dinyatakan mempunyai ribuan kepala, ribuan mata dan ribuan kaki. Ia membungkus Bhumi dari segala penjuru, dan ada di luar berbentuk sepuluh jari. Semua hanyalah Purusa," -Rgveda 10.90.1,
"Kemudian Virata lahir. Virata lebih besar dari Purusa. Ia mulai terbagi setelah lahir. Lalu menjadi Bhumi dan Pura." -Rgveda 10.90.5
Yaska menjelaskan arah ini dalam tangan alam di Nirukta 1.7 Taittiriya Samhita 4.7.9.1 yang mengatakan jari adalah arah. Satapatha Brahmana (6.3.1.2.1 dan 8.4.2.13) menjelaskan bahwa arah (Disa) ada sepuluh. Dalam terminologi sains modern, arah berarti dimensi. Alam semesta dalam kosmologi Veda dipandang sebagai sepuluh dimensi.
Semesta dilukiskan sebagai telur dalam semua naskah pasca-veda.
- "Seluruh semesta termasuk bulan, matahari, galaksi dan planet-planet ada didalam telur. Telur ini dikelilingi oleh sepuluh kualitas dari luar." -Vayu Purana 4.72-73
"Di akhir dari ribuan tahun, Telur itu dibagi dua oleh Vayu." -Vayu Purana 24.73
"Dari telur emas, bumi dan langit diciptakan." -Manusmrti 1.13
- "Vrtra menutupi kesemua tri loka." -Taittiriya Samhita 2.4.12.2
"Vrtra berada jauh diatas di Antariksa." -Rgveda 2.30.3
Kata Sanskrit "Brahmanda," yang merupakan perpaduan dari dua kata yakni "Brahma" dan "Anda." Brahma berasal dari kata "Brha" yang berarti berkembang dan "Anda" berarti telur. Telur secara makro adalah Semesta, secara mikro Bumi. Jadi Brahmanda berarti telur yang mengembang yang dapat juga berarti isi semesta yang mengembang dengan “pura” yang merujuk pada batas alam semesta. Pura berarti kota yang terlindung dan juga digunakan biasa dimaknai sebagai benteng yang mengelilingi sebuah kota.
Konsep ini sangat penting karena membantu mengungkap arti dari Indra, yang juga disebut "Purandara", Ia yang menerobos kota yang terlindung.
Indra juga sering disebut sebagai Purandara yang berarti ia yang membelah kota (Pura). Pura di sini bukanlah kota biasa, tapi seluruh alam semesta, oleh karena itulah sumber utama alam disebut dengan Purusa. Jadi Purandara berarti Ia yang membelah alam semesta. Kalau Vrtra berarti Ia yang menutupi Semesta, maka Indra adalah Ia yang membelah alam semesta.
Dalam Veda, batas alam semesta adalah tempat berlangsungnya pertempuran antara gaya konstraksi dan ekspansi. Dalam Rgveda, dilambangkan dengan pertempuran antara Indra dan Vrtra, dan layar dari pertempuran ini adalah batas alam semesta. Kekuatan utama ekspansi dalam Veda dilukiskan sebagai Indra, dan musuh utamanya, kekuatan utama kontraksi adalah Vrtra. Pertempuran ini diinterpretasikan menjadi pertempuran baik dan buruk, antara dewa dan raksasa, antara Tuhan dan setan.
Dalam Rgveda 1.32 karena inilah titik pusat dalam komsologi Veda. Dilukiskan bahwa Vrtra (sang ular) menahan air, di matra 12 dijelaskan menjelaskan bahwa kekalahan Vrtra dari Indra membebaskan tujuh sungai untuk mengalir. Pembebasan tujuh sungai (sapta sindhu) oleh Indra bukanlah disebutkan hanya satu kali, tapi berulang-ulang kali dalam Rgveda. Ide dimana ular menahan air juga ditemukan dalam mitos yang berbeda-beda diseluruh dunia.
Mitos dari Quiches, suku Indian di Amerika Selatan, bisa ditemukan di Popol Vuh. Suku Quiches percaya bahwa pada mulanya adalah air dan ular berbulu.
Gaya Listrik
Dengan menyadari bahwa pertempuran antara Indra dan Vrtra adalah pertempuran antara gaya ekspansi dan kontraksi, sekarang perlu kita menentukan gaya yang mana direpresentasikan baik oleh Indra maupun Vrtra. Sains moderen mengenal tiga gaya fundamental: gravitasi, nuklir dan listrik.
Gaya gravitasi adalah gaya antara dua massa yang selalu tarik menarik. Ini adalah gaya yang tetap berlaku pada jarak yang panjang dan merupakan gaya yang melingkupi sistem tata surya dan galaksi.
Indra bukanlah menggambarkan gaya gravitasi karena gravitasi adalah gaya tarik. Gaya nuklir adalah gaya yang menjaga inti atom, jadi gaya ini bukanlah gaya yang direpresentasikan oleh Indra, karena gaya yang digambarkan oleh Indra haruslah berlaku untuk jarak yang panjang. Gaya arus lemah terdiri dari gaya nuklir lemah dan gaya elektromagnetis.
Gaya nuklir lemah merupakan gaya yang berlaku pada jarak yang sangat pendek sekitar 10-17 meter, Jadi bukan gaya yang berlaku pada tingkat kosmik. Jadi gaya nuklir masih tidak sesuai. Gaya Elektromagnetik terdiri dari gaya listrik dan gaya magnet. Kedua gaya ini bisa atraktif maupun repulsif, dan bisa menjangkau jarak yang panjang. Indra diidentifikasikan sebagai gaya listrik berdasarkan literatur Veda.
Dalam Rgveda 4.17.13 Indra disebut sebagai Asanimana yang artinya Ia yang menguasai petir. Lebih lanjut dalam Kausitaki Brahmana 6.9, Indra disebut sebagai Asani (petir). Satapatha Brahmana mengatakan:
- "Siapakah Indra dan siapakah Prajapati? Petir adalah Indra dan Yajna adalah Prajapati." -Satapatha Brahmana 11.6.3.9
Vrtra menutupi seluruh semesta dan juga merupakan gaya kontraksi. Ini membawa realisasi langsung bahwa Vrtra tak lain adalah tegangan permukaan dari alam semesta. Setetes fluida cenderung menjadi bentuk spherical untuk mengurangi gaya permukaan.
Terdapat energi yang berhubungan dengan gaya permukaan, dan setiap sistem selalu berusaha mengurangi energinya. Inilah sebabnya mengapa gelembung berbentuk spherical (seperti bola) karena sphere (bola) merupakan konfigurasi dengan luas permukaan terendah. Jika alam semesta berekspansi, permukaannya cenderung meningkat, yang akan menaikkan total energi alam semesta. Tegangan permukaan akan beraksi mengurangi luas permukaan alam semesta, dengan kata lain tegangan permukaan akan berusaha mengkontraksi alam semesta.
Gaya repulsi listrik haruslah lebih besar dari tegangan permukaan pada saat elam semesta berekspansi. Inilah pertempuran besar kosmik antara Indra dan Vrtra, dan mendapat perhatian sangat besar dalam Rgveda karena hasil dari pertempuran ini akan menentukan apakah akan terbentuk alam semesta atau tidak. Rgveda melukiskan pertempuran ini dalam berbagai cerita, salah satunya adalah cerita tentang pembunuhan babi liar.
Pembantaian Varaha
Varaha mempunyai arti langsung yakni babi liar. Kata varaha diturunkan dari akar kata "Vr" yang secara etimologis berarti Ia yang menutupi/melingkupi. Jadi, secara etimologis arti dari Varaha dan Vrtra adalah sama. Bukanlah kebetulan jika Rgveda menjelaskan pembantaian Varaha dan juga Vrtra. Pembantaian Varaha dihubungkan dengan Visnu dan Trita.
- "Visnu membunuh Varaha dan mencuri makanan yang telah dimasak."–Rgveda 1.61.7
"Trita, diperkuat oleh Indra, membunuh Varaha menggunakan kuku besi."- Rgvda 10.99.6
Para pembaca yang mempunyai pengetahuan mendalam tentang teori kosmologi secara detail mungkin menganggap diskusi tentang tegangan permukaan ini sebagai sesuatu yang absurd, karena semesta seharusnya tidak mempunyai permukaan di awal penciptaannya.
Kenyataannya adalah para ilmuwan telah menemukan bukti adanya fenomena permukaan pada skala kosmologi, tapi gagal meng-identifikasi-kan-nya lebih lanjut. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan gelembung dan rongga dalam skala kosmik, suatu tanda adanya tegangan permukaan.
Gelembung dan Rongga (Voids) di Angkasa Luar.
Salah satu asumsi penting yang mendasari kosmologi Big Bang adalah alam semesta dimana-mana sama (uniform). Artinya seluruh bagian alam semesta mempunyai massa jenis dan struktur yang sama. Dengan pertimbangan tersebut, pemilihan unit untuk dispersi massa-energi menjadi sangat penting. Kita tahu bahwa planet-planet dan bintang-bintang tidaklah terdistribusi merata. Para ilmuwan memilih skala yang lebih besar, pada awalnya dipercayai galaksi tersebar secara merata diseluruh angkasa luar.
Ketika Hubble melakukan survey pada 44,000 galaksi, Ia tidak menemukan distribusi merata, bahkan Ia menemukan pengelompokan (clustering). Penelitiannya dilanjutkan oleh Fritz Zwicky pada tahun 1938 yang menemukan juga bahwa galaksi mengelompok dan tidak terdistribusi merata. Hal ini yang mendasari bahwa kelompok galaksi (cluster of galaxies) adalah unit yang cocok [untuk model Big Bang-ed] dan kelompok galaksi ini tersebar secara merata di angkasa.
Galaksi kita, Bima Sakti (Milky Way), adalah bagian dari kelompok duapuluh lima galaksi. Astronomer Perancis Gerard de Vaucouleurs melakukan penelitian dalam skala yang lebih besar lagi pada tahun 1950, dan menemukan bahwa kelompok galaksi juga tidak terdistribusi merata.Ia mengelompokkan galaksi dalam supercluster yang mempunyai rentang 200 juta-tahun-cahaya. Para ilmuwan kemudian percaya bahwa supercluster galaksi ini adalah unit yang lebih tepat karena semesta tampak terdistribusi merata. Tapi ada lagi penemuan baru yang mendapatkan bahwa supercluster terletak pada gelembung raksasa. Didalam gelembung adalah rongga besar tanpa ada galaksi hampir tak ada massa dan energi.
Veda mempunyai referensi tentang struktur raksasa ini pada Satapatha Brahmana:
- "Ketika Apah dipanaskan, gelembung (Phena) tercipta" -Satapatha Brahmana 6.1.3.2
Mantram yang dikutip diatas, dengan jelas membuktikan bahwa orang suci Veda berpendapat bahwa tegangan permukaan bekerja sehingga Apah menjadi berbentuk gelembung. Ditemukannya gelembung raksasa dalam skala besar pada struktur alam semesta membuktikan adanya tegangan permukaan dalam evolusi semesta.
Karena ilmu pengetahuan modern gagal memasukkan tegangan permukaan dalam teorinya, tak heran setelah tujuh puluh tahun riset yang terus menerus belum juga mampu memprediksi evolusi alam semesta.
Sebabnya jelas. Seluruh framework Big Bang adalah salah.
[Kembali]
Hindu: Siklus Semesta
Sejarah bumi saat ini berada di jaman Kali yuga ke-28 pada tahun Brahma ke 51. Jaman kali yuga ini di mulai di Februari 3102 SM [Manusmrti 1:64-80; Surya Sidhantha 1:11-23] dan berakhir di 432.000 tahun kemudian.
Semesta merupakan proses yang tiada awal dan akhir. Rangkaian siklus Semesta yang terbagi kedalam 14 mavantara. Di setiap rangkaian tersebut didahului dengan banjir super besar di permukaan bumi, dan disetiap banjir super tersebut Manu menyelamatkan spesies dengan Perahu besar [Manusmrithi 1:64-80, matsya Purana] dan rangkaian diakhiri dengan Pralaya [Manu Smriti, Sacred Books of the East Vol. 25, translated by Georg Bühler, 1886, Chapter I, 79].
Setiap selesai 100 tahun Brahma akan ada MahaPralaya [Studies in Occult Philosophy 358, Occult Glossary 20-1, Secret Doctrine 1:368, 2:179, Fundamentals of the Esoteric Philosophy 145, 184, 468].
Pralaya merupakan sinonim dari Samhara, satu dari 5 fungsi Siwa. Pralaya(Sanskrit) artinya adalah berakhir, menyerap kembali alam di akhir jaman/kalpa; penghancuran dan Mati. Pralaya di Terminologi Hindu:
- Nitya pralaya berarti tidur, arti yang lebih luasnya adalah Mati, terjadinya kematian jiwa
- Laya atau Yuga Pralaya, di akhir Maha Yuga (4 yuga), terjadinya banyak sekali kematian (mis perang, gempa dll)
- Mavantara Pralaya, terjadi di setiap mavantara, jadi sebanyak 14 Mavantara, berupa banjir besar yang mendahului adanya Manu ‘manusia’
- Dina (hari) Pralaya atau Naimittik Pralaya atau pralaya, terjadi di akhir kalpa (1 hari penuh Brahma = 1000 Maha yuga), hancurnya semesta, Surga dan Neraka (3 dunia: Bhur, bhuwah, swaha)
- Mahapralaya, terjadi di akhir Maha Kalpa (100 Kalpa), atau di akhir usia Brahma, dimana 14 Dunia, 5 elemen(tatwa) 3 sifat (triguna) musnah. Jadi seluruh Brahmanda (telur yang mengembang, semesta dan segala isinya termasuk para deva) di serap kembali oleh Brahman.
- Aatyantika Pralaya, ‘tercapainya perjalanan jiwa lepas dari roda samsara’, khusus arti yang ini, maka waktu terjadinya adalah relatif.
- Philosophi samkya menyatakan bahwa pralaya berarti ‘kosong, tiada apapun, keadaan yang dicapai ketiga triguna (Satwam, rajas, tamas) berada pada kondisi yang balance, arti no 6 ini merupakan sinonim dari dari no 5, waktu terjadinya adalah relatif
Pendapat pertama menyatkan bahwa siklus penciptaan sudah mencapai final dan tidak ada perulangan.
Pendapat lainya menyatakan bahwa ketika umur Brahma dan kemudian semesta diserap kembali oleh Brahman terjadi pengulangan proses Karena Brahma tercipta oleh Brahman, sebagaimana dikisahkan di Purana Srimad Bhagavatam 3.8.16-33, Brahma lahir di pusar perut Wisnu yang tengah berbaring di semesta yang dipenuhi cairan, Brahma mengalami kebingungan atas keberadaannya kemudian mencari tahu dan menemukan Visnu. Kemudian terdapat juga cerita di Siwa Purana dan Tamasika Purana, yang mengisahkan ketika Brahma menolak untuk memuja Visnu, mereka kemudian bertanding. Ditengah pertandingan muncullah Siva dan menegahi mereka melalui sayembara siapa yang tercepat diantara mereka untuk mencapai bagian terbawah Siva atau bagian teratas Siva maka dialah pemenangnya. Visnu segera merubah wujud sebagai Babi (Varaha) kemudian menuju kebawah, Brahma berubah menjadi Angsa menuju ke atas namun tidak ada dari mereka yang mencapainya.
Siklus umur Brahma di bagi dalam rangkaian Mavantara, di setiap Mavantara ada Manu, jadi terdapat 14 manu dalam 14 Mavantaranya. Manu berasal dari kata Manasa yang berarti mahluk yang memiliki kesadaran/berpikir. Manvantara berasal dari ‘Manu’ dan ‘antara’ yang artinya adalah interval antara dua Manu [Srimad-Bhagavatam 3.13.14-16] Manu bukan merupakan unit individu, Manu merupakan satu set ras manusia. Manu merupakan nama generik dari Pitr atau leluhur/asal muasal manusia [Secret Doctrine 2:308-9].
Jaman kita ini merupakan jaman Manu yang ke 7 dari 14 Manu yang akan ada di bumi ini:
- Manvantara 1 - interval dari Swayambhu Manu (makhluk berpikir yang menjadikan dirinya sendiri) menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Saptarshis, Marichi, Atri, Angiras, Pulaha, Kratu, Pulastya, and Vashishtha [2][6].
- Manvantara 2 - interval of Swarochisha Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Urja, Stambha, Prańa, Dattoli, Rishabha, Nischara, and Arvarívat.
- Manvantara 3 - interval of Auttami Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Sons of Vashishtha: Kaukundihi, Kurundi, Dalaya, Śankha, Praváhita, Mita, and Sammita.
- Manvantara 4 - interval of Támasa Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Jyotirdhama, Prithu, Kavya, Chaitra, Agni, Vanaka, and Pivara.
- Manvantara 5 - interval of Raivata Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Hirannyaroma, Vedasrí, Urddhabahu, Vedabahu, Sudhaman, Parjanya, and Mahámuni.
- Manvantara 6 - the interval of Chakshusha Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Sumedhas, Virajas, Havishmat, Uttama, Madhu, Abhináman, and Sahishnnu.
- Manvantara 7 (Saat ini) - interval of Vaivasvata Manu menurunkan 7 ras generasi di interval ini yaitu Kashyapa, Atri, Vashishtha, Vishvamitra, Gautama, Jamadagni, Bharadvaja [6].
- 7 (Tujuh) Manu di Manvantara 8 s/d 14 Manvantara adalah: Arka Savarnika. Daksha Savarnika, Brahma Savarnika, Dharma Savarnika, Rudra Savarnika, Deva Savarnika or the son of clarity: Raucya dan terakhir adalah Indra Savarnika [Vishnu Purana, terjemahan oleh Horace Hayman Wilson, 1840, Book III: Chapter I. p. 259]
Hindu: Sejarah Manusia - Manu
Setelah tercipta alam semesta, Dewa-Dewa, Gandarwa. Paisacha. Maka Brahman menciptakan tumbuhan, binatang dan manusia.
Brahman (Prajapati) menciptakan dua kekuatan yang disebut Purusa yaitu kekuatan hidup (batin/nama) dan Prakerti (pradana/rupa) yaitu kekuatan kebendaan. Kemudian timbul "cita" yaitu alam pikiran yang dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam (sifat kebenaran/Dharma), Rajah (sifat kenafsuan/dinamis) dan Tamah (Adharma/kebodohan/apatis). Kemudian timbul Budi (naluri pengenal), setelah itu timbul Manah (akal dan perasaan), selanjutnya timbul Ahangkara (rasa keakuan). Setelah ini timbul Dasa indria (sepuluh indria/gerak keinginan) yang terbagi dalam kelompok
- Panca Budi Indria yaitu lima gerak perbuatan/rangsangan: Caksu indria (penglihatan), Ghrana indria (penciuman), Srota indria (pendengaran), Jihwa indria ( pengecap), Twak indria (sentuhan atau rabaan)
- Panca Karma Indria yaitu lima gerak perbuatan/penggerak: Wak indria(mulut), Pani (tangan), Pada indria (kaki), Payu indria (pelepasan), Upastha indria (kelamin)
Dari Panca Tanmatra lahirlah lima unsur-unsur materi yang dinamakan Panca Maha Bhuta, yaitu Akasa (ether), Bayu (angin), Teja (sinar), Apah (zat cair) dan Pratiwi (zat padat.)
Perpaduan semua unsur-unsur ini menghasilkan dua unsur benih kehidupan yaitu Sukla (benih laki-laki) dan Swanita (benih perempuan). Pertemuan antara dua benih kehidupan ini adalah pertemuan Purusa dengan Pradana maka terciptalah manusia.
- Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembangbiak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu-[Bhagavad-Gita 3.10]
Beberapa jiwa memasuki kandungan untuk ditubuhkan; yang lain memasuki obyek-obyek diam sesuai dengan perbuatan dan pikiran mereka.-[Katha Upanisad 2.2.7]
Mahluk-mahluk di dunia yang terikat ini adalah bagian percikan yang kekal (Brahman) dari Ku, mereka berjuang keras melawan 6 indria termasuk pikiran.-[Bagawad Gita 15.7]
Percikan itulah yang menghidupkan/menggerakan manusia. Atman/roh/jiwa menghidupkan sarwa prani (makhluk di alam semesta ini). Indria tak dapat bekerja bila tak ada atman. Misalnya telinga tak dapat mendengar bila tak ada atman, mata tak dapat melihat bila tak ada atman, kulit tak dapat merasakan bila tak ada atman. Badan jasmani bisa berubah, lahir, mati, datang dan pergi, namun Atma tetap langgeng untuk selamanya.
- Ibarat orang meninggalkan pakian lama dan menggantinya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani baru.-[Bhagawad Gita II.22]
Maya tanpa kecerdasan dan Material mempunyai sifat: kebaikan/selaras (satwam), nafsu/kekuatan (rajas) dan kebodohan/kelambaman (tamas)” -[Siwa Samhita 1.79] Mahluk hidup diikat oleh sifat-sifat tersebut dan sulit dikendalikan......-[Bhagawad Gita 14.5]
Kelahiran kembali (Punarbhawa/Reinkarnasi) terjadi karena Ia harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu (karma). Dalam ajaran tersebut, bisa dikatakan manusia menentukan nasib baik/buruk yang akan ia jalani sementara Tuhan yang menentukan kapan hasilnya diberikan (baik semasa hidup maupun setelah lahir kembali.
Apabila manusia tidak sempat menikmati pada kehidupan saat ini, maka akan dinikmati pada kehidupan selanjutnya. Karma merupakan hukum sebab akibat. keadaan manusia (baik suka maupun duka) disebabkan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri, baik yang ia lakukan pada saat ia menjalani hidup maupun apa yang ia lakukan pada saat ia menjalani kehidupan sebelumnya.
Perputaran itu tidaklah terputus sampai Ia melepas belenggu Maya dan menghancurkan Awidya/ketidaktahuan. Tujuan dari kelahiran kembali adalah proses penyatuan Atman dan Brahman. Moksa adalah tercapainya persatuan tersebut.
Menurut ‘secret doctrine’ karangan H.P. Blavatsky, juga tulisan David Pratt dan G. de Purucker yang mengulas siklus manusia di setiap Mavantara menyatakan bahwa generasi akar pertama 7 akar ras manusia berasal berasal dari dunia lain (Astral). Ras ini muncul disekitar 150 juta tahun. Beranak pinak hingga masing-masing menghasilkan 7 kelompok sub ras [secret doctrine 2:1] Masing-masing dari 7 akar asal itu berbeda secara potensi, kapabilitas mental, bentuk fisiknya dan karakteristiknya sehingga ada yang berbentuk lebih baik dari yang lainnya yang tergantung dari karma dan hasil kelahiran kembali di dunia sebelumnya [Secret doctrine 2:249]
Bumi kita ini di masa generasi pertama ras akar manusia adalah lebih ringan/halus relatif keras dan padat dari bumi saat ini. Mahluk-mahluk tersebut juga lebih halus, tembus cahaya berisi cairan tanpa tulang, rambut kulit dan organ-organ mereka lama kelamaan berubah menjadi lebih padat namun tetap ringan pada hingga akhir jamannya, mereka tidak berjenis kelamin, kelahiran kembali mahluk berikutnya terjadi dengan cara pembelahan. Tinggi tubuh mereka adalah ratusan kaki, indera yang dikembangkan mereka adalah indera pendengaran
Generasi akar ras ke 2 merupakan kelanjutan dari kelompok akar generasi pertama, yang terjadi di sekitar 25-30 Juta tahun yang lalu. Mereka ini berkembang menjadi mahluk semi astral yang lebih berat, lebih padat lebih seperti agar-agar, tulang, rambut, kulit dan organnya tumbuh namun belum sempurna daripada generasi pertama dan mulai nampak gambaran kasar bentuk manusia. Ras generasi kedua ini beranakpinak secara aseksual sedikit menyerupai ras pertama. Tinggi tubuh ratusan kaki. Indra yang dikembangkan pada generasi kedua ini adalah indera perasa
Dua generasi pertama cenderung tidak mempunyai kesadaran pikiran secara mental seperti anak kecil.
Generasi akar ras ke 3 adalah Lemurian, badannya lebih keras lagi dari yang kedua, yang perlahan berkembang menjadi tulang, otot, system syaraf dan pembuluh darah, tubuh memadat seperti organ sekarang, mereka terlepas dari ras astralnya, di awal generasi ketiga masih secara aseksual namun berkembang menjadi hemaprodit, generasi ketiga masih tidak memerlukan makanan seperti kita sekarang Ia mengambil material kedalam tubuhnya mirip seperti berosmosis. Ketika energi vital mereka habis, mereka tertidur dan kemudian menghilang. Itulah kematian bagi mereka. Permulaan tinggi tubuh mereka mecapai 60 kaki namun di generasi berikutnya berkurang menjadi 25 kaki
Pada 320 Juta tahun hingga 4.5 juta tahun, terdapat evolusi juga pada mahluk-mahluk baru yaitu burung-burung, binaang melata, ampibi, ikan dan mahluk invertebrata. Mahluk yang lebih tinggi berasal dari jenis ras manusia sebelumnya, yaitu disetelah ras generasi ke dua dan diawal generasi ke 3, bentuk fisik mamalia terbentuk lebih dahulu dari pada ras manusia terpisah menjadi pria dan wanita dari pada ras manusia generasi ke tiga.
Manusia, Kera dan Monyet mempunyai nenek moyang yang sama yang berasal dari generasi manusia. Dalam Studies in Ocult Phiillosophy hal. 123 dikatakan bahwa perkembangan generasi kera berakhir di generasi ke 5 dan juga semua binatang secara perlahan akan punah di jutaan tahun kedepan. Binatang-binatang ini akan muncul kembali di Mavantara berikutnya.
Perkembangan manusia secara hemaprodit berakhir di akhir jaman generqasi ke 3 ini dan terjadi perbedaan seksual, kesararan berpikirpun perlahan menguat seiring perkembangan keadaan fisik mereka. Perkembangan ini merupakan terminologi manasaputra yang memiliki keinginan dan pilihan. Mereka mulai jatuh lebih dalam kepada materi antara dorongan spritual dan binatang. Dua dari generasi sub ras akhir Lemurian membangun kota dan mengembangkan seni dan pengetahuan. Generasi Lemuria ini berada di pusat Benua PasifiK, yang kemudian hancur di 8 juta tahun lalu.
Generasi lemurian ini memiliki mata ketiga dan dua mata seperti kita berkembang lebih belakangan, mata ini disebut mata siwa/mata spiritual. Seiring dengan berkembangnya alat seksual, maka kecenderungan sikap lemurian makin ke arah materi dan sensualitas, mata ketiga mulai kehilangan kekuatannya dan perlahan menghilang. Indra yang dikembangkan digenerasi ini adalah indera penglihatan
Kebangkitan pikiran yang berawal di generasi ketiga ini menjadi penuh di generasi ke 5 pada sekitar 18.5 juta tahun yang lalu, namun ‘mano/manah’ (prinsip kelima) belum sepenuhnya berkembang hingga generasi ke 5
Generasi ke 4 ras akar manusia adalah Atlantis, terjadi di 10 hingga 12 Juta tahun yang lalu. Tubuh berkembang lebih kasar lagi di sekitar 4.5 juta tahun. Mereka mengembangkan peradaban yang mengagumkan. Generasi ini tenggelam 850.000 tahun yng lalu, kemudian bagian kecilnya hingga 10.5 Ribu tahun yang lalu. Tinggi tubuh sekitar 20-30 kaki dan terus mengecil
Generasi ke 5 yaitu Ras Arya atau indo eropa yang kemudian menjadi ras langka disekitar 1 juta tahun sebelumnya di Central asia, saat ini kita mendekati pertengahan generasi ke 5.
Bibit dari generasi ke 6 akan muncul di benua amerika, di akhir Kaliyuga akan berjumlah besar, Hemaprodit akan muncul kembali anak-anak akan diciptakan melalui Kriyasakti (atas dasar kehendak dan imaginasi) Daging dan tubuh generasi ke 6 akan berkembang lebih lembut dan lunak, generasi ke 6 akan bertahan hingga 1.5 Maha yuga atau lebihd dari 6 Juta tahun dan generasi ke 7 akan lebih pendek lagi [Studies in Occult Philosophy 39, 165-6, 639-40; Dialogues of G. de Purucker 2:215-7; Fountain-Source of Occultism 165-6; Secret Doctrine 2:444-6.]. Di generasi ke 7 ras manusia akan tembus cahaya, secara tubuh akan lebih kecil dari generasi saat ini namun lebih intelek dan lebih spritual
[Kembali]
Buddha: Penciptaan Semesta
Sang Buddha menyebut tentang asal dan perluasan alam semesta hanya sepintas lalu. Beliau tidak menganggap mengetahui hal tersebut secara detail adalah lebih penting dibanding masalah utama manusia yakni mengakhiri penderitaan dan mencapai kebahagiaan Nibbana (Sansekerta: Nirwana). Ketika seorang sekali waktu mendesak Sang Buddha untuk menjawab pertanyaan tentang luasnya alam semesta, Sang Buddha membandingkan keadaan tersebut dengan perumpamaan sebagai berikut: ‘seorang yang terkena panah beracun, namun menolak diobati dan dicabuti anak panah tersebut, sebelum orang tersebut mengetahui secara jelas siapa yang melepaskan anak panah tersebut’. Sang Buddha, lalu bersabda:
- Menjalani hidup yang suci tak dikatakan tergantung apakah alam semesta ini terbatas atau tidak, atau keduanya atau tidak keduanya. Sebab apakah alam semesta ini, terbatas atau tidak; tetaplah ada kelahiran, tetap ada usia-lanjut, tetap ada kematian, kesedihan, penyesalan, penderitaan, keperihan dan keputusasaan; dan untuk mengatasi semua itulah semua yang Saya ajarkan.[Majjhima Nikaya, I: 430; Juga lihat di Cula Malunkyaputta Sutta [MN.063], Kokanuda Sutta [AN 10.096], Ditthi Sutta [An 10.093]]
Perkembangan dari Ilmu Fisika moderen saat ini telah sampai pada kesimpulan bahwa alam semesta tidak berawal secara serentak. Alam semesta secara berkesinambungan berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, terbentuk dan hancur, suatu proses tanpa awal dan akhir. Dengan sendirinya, bila dinyatakan, bahwa bila alam semesta berawal secara serentak, maka Big Bang adalah bagian dari proses tersebut dan diperlukan energi awal yang terjadi dari sesuatu yang tidak ada, dan hal ini jelas bertentangan dengan kaidah ilmu pengetahuan.
Tak Dapat ditentukan Awal, tidak ada Maha Pencipta
Sang Buddha berpendapat, bahwa alam semesta, yang disebut Beliau sebagai Samsara, adalah tanpa awal. Beliau bersabda:
- Tidak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan, berpindah dari kelahiran ke kelahiran, terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui [Samyutta Nikaya, II: 178].
- Para bhikkhu, pada suatu masa yang lampau setelah berlangsungnya suatu masa yang lama sekali, 'bumi ini belum ada'. Ketika itu umumnya makhluk-makhluk hidup di alam dewa Abhassara3), di situ mereka hidup ditunjang oleh kekuatan pikiran, diliputi kegiuran, dengan tubuh yang bercahaya dan melayang-layang di angkasa hidup diliputi kemegahan, mereka hidup demikian dalam masa yang lama sekali.
- ekacca-sassatika ekacca-asassatika
- ayam loko samvattati (alam ini belum berevolusi untuk terbentuk).
- alam dewa brahma yang dicapai sebagai hasil meditasi sampai Jhana II
- Aham asmi Brahma Maha-Brahma abhibhu anabhib bhuto annad-atthu-daso vasavatti issaro katta nimmata settho sanjita vasi pita bhuta-bhavyanam..
Demikianlah, pada suatu waktu yang lampau ketika berakhirnya suatu yang lama sekali, Alam/dunia ini mulai berevolusi dalam pembentuk, ketika hal ini terjadi alam Brahma1) kelihatan dan masih kosong. Ada makhluk dari alam dewa Abhassara yang 'masa hidupnya2) atau 'pahala kamma baiknya' 3) untuk hidup di alam itu telah habis, ia meninggal dari alam Abhassara itu dan terlahir kembali di alam Brahma. Disini, ia hidup ditunjang pula oleh kekuatan pikirannya diliputi kegiuran, dengan tubuh yang bercahaya-cahaya yang melayang-layang di angkasa, hidup diliputi kemegahan, ia hidup demikian dalam masa yang lama sekali.
Karena terlalu lama ia hidup sendirian di situ, maka dalam dirinya muncullah rasa ketidak puasan, juga muncul suatu keinginan, 'O, semoga ada makhluk lain yang datang dan hidup bersama saya di sini! Pada saat itu ada makhluk lain yang disebabkan oleh masa usianya atau pahala kamma baiknya telah habis, mereka meninggal di alam Abhassara dan terlahir kembali di alam Brahma sebagai pengikutnya, tetapi dalam banyak hal sama dengan dia.
Para bhikkhu, berdasarkan itu, maka makhluk pertama yang terlahir di alam Brahma berpendapat : "Saya Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Tahu, Penguasa, Tuan Dari Semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, Penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada4). Semua makhluk ini adalah ciptaanku". Mengapa demikian? Baru saja saya berpikir, 'semoga mereka datang', dan berdasarkan pada keinginanku itu maka makhluk-makhluk ini muncul. Makhluk-makhluk itu pun berpikir, 'dia Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Tahu, Penguasa, Tuan dari semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada. Kita semua adalah ciptaannya. Mengapa? Sebab, setahu kita, dialah yang lebih dahulu berada di sini, sedangkan kita muncul sesudahnya".
"Para bhikkhu, dalam hal ini makhluk pertama yang berada di situ memiliki usia yang lebih panjang, lebih mulia, lebih berkuasa daripada makhluk-makhluk yang datang sesudahnya.
Para bhikkhu, selanjutnya ada beberapa makhluk yang meninggal di alam tersebut dan terlahir kembali di dunia/alam ini. Setelah berada di Alam/dunia ini ia meninggalkan kehidupan berumah tangga dan menjadi pertapa. Karena hidup sebagai pertapa, maka dengan bersemangat, tekad, waspada dan kesungguhan bermeditasi, pikirannya terpusat, batinnya menjadi tenang dan memiliki kemampuan untuk mengingat kembali satu kehidupannya yang lampau, tetapi tidak lebih dari itu.
Mereka berkata : "Dia Brahma, Maha Brahma, Maha Agung, Masa Kuasa, Penguasa, Tuan dari semua, Pembuat, Pencipta, Maha Tinggi, Penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang telah ada dan yang akan ada. Dialah yang menciptakan kami, ia tetap kekal dan keadaannya tidak berubah, ia akan tetap kekal selamanya, tetapi kami yang diciptakannya dan datang ke sini adalah tidak kekal, berubah dan memiliki usia yang terbatas."
"Para bhikkhu, inilah pandangan pertama tentang asal mula dan dasar dari ajaran beberapa pertapa dan brahmana yang berpandangan - Semi-Eternalis pada hal-hal tertentu, yang berpendapat bahwa 'atta' dan 'loka' sebagian kekal dan sebagian tidak kekal".[Brahmajala Sutta, Diterbitkan oleh Badan Penerbit Buddhis ARYASURYACANDRA, 1993]
Catatan:
- Lebih awal atau lebih lambat, ada suatu waktu, sesudah masa waktu yang sangat panjang sekali alam semesta menciut .......Tetapi lebih awal atau lebih lambat, sesudah masa yang lama sekali, alam semesta mulai mengembang lagi [Digha Nikaya, III: 84].
Suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur...setelah selang suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini mulai terbentuk kembali. [AGANNA SUTTA (27), DIGHA NIKAYANGUTTARA NIKAYA]
Dibalik kenyataan; bahwa tata surya, galaksi, dan kelompok galaksi baru diketahui di dunia Barat setelah penemuan peralatan canggih; kitab suci Agama Buddha telah banyak menyebutkan hal tersebut ribuan tahun sebelumnya. Penganut agama Buddha sejak zaman dahulu telah menggambarkan galaksi sebagai berbentuk spiral. Istilah dalam bahasa Pali untuk galaksi adalah "cakkavala"; yang berasal dari kata "cakka", yang berarti cakram / roda. Sang Buddha secara sangat jelas dan tepat menggambarkan kelompok-kelompok galaksi, yang oleh para ilmuwan baru ditemukan. Beliau menyebutnya sebagai sistim dunia (lokadhatu) dan menambahkan perbedaan dalam ukurannya: sistim dunia ribuan-lipat, sistim dunia puluhan ribu-lipat, sistim dunia besar, dan seterusnya. Beliau menyebutkan sistim dunia terdiri dari ribuan matahari dan planet, walau sebenarnya oleh para ahli astronomi menyebutnya sebagai jutaan.
- "Ananda, apakah kau pernah mendengar tentang seribu Culanika loka dhatu (tata surya kecil)? … Ananda, sejauh matahari dan bulan berrotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasar, sejauh itulah luas seribu tata surya.
- Sahassi Culanika lokadhatu berisi 1000 x 1000 [matahari, bulan dan tempat tinggal para mahluk (termasuk alam Brahma)],
- Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu, yang berisi 1000 sahassi culanika lokadhatus
- Tisahassi Mahasahassi lokadhatu, yang berisi 1000 dvisahassi majjhimanika lokadhatus or 1000 x (1000)3 tata surya.[Anguttara-nikaya, vol. i, p. 226, P.T.S., London; Samyutta-nikaya Atthakatha, vol. ii, p. 525, P.T.S., London; [1]]
Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu Sineru, seribu Jambudipa (Jambudipa, dapat berarti India dan/atau kontinent/Bumi), seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavidehana… Inilah, Ananda, yang dinamakan SERIBU TATA SURYA KECIL. (SAHASSI CULANIKA LOKADHATU ).
Ananda, seribu kali Sahassa Culanika Lokadhatu dinamakan “DVISAHASSA MAJJHIMANIKA LOKADHATU”. Ananda, seribu kali Dvisahassa Majjhimanika Lokadhatu dinamakan “TISAHASSI MAHASAHASSI LOKADHATU”.
Ananda, bilamana Sang Tathagata ( sebutan lain bagi Sang Buddha Gotama ) mau, maka ia dapat memperdengarkan suara-Nya sampai terdengar di Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu, ataupun melebihinya lagi.”
tiga Lipat Sistem jagad raya (tri-sahasra-mahasahasra-dhatu):
tri-sahasra-mahasahasra-dhatu (Tiga lipat semesta jagad raya):
- Dalam Terminologi Buddhis tentang semesta jagad besarannya adalah Tri-sahasra-mahasahasra-dhatu yang berisikan sistem jagad raya yang berisikan (1000)3 x 1000 tatasurya. Di setiap arah dari sistem jagad semesta ini meluas/mengembang, beberapa lingkar tidak berpenghuni beberapanya berpenghuni. Tak terhitung banyaknya di lautan langit luas bagai tak bertepi, apa yang kita lihat barulah sebagian kecilnya.
Di beberapa tempat Kanonikal teks Pali dan kitab komentar terdapat pula pengertian dasasahassi lokadhatu, yang berarti 10 lipat system jagad raya! [Buddhavansa Atthakatha, p. 158, P.T.S., London; [2]] Tidaklah terbayangkan seperti apa;
- [..] Pada saat itu, Bodhisattva melanjutkan, "Para Murid Buddha, lautan Dunia [system dunia] memiliki aneka bentuk dan karakteristik. Mereka bisa bulat atau persegi, atau tidak bulat atau tidak persegi. Variasinya tak terbatas. Beberapa berbentuk seperti pusaran air, seperti semburan api gunung berapi, seperti pepohonan atau bunga, seperti Istana atau seperti suatu mahluk hidup, seperti Buddha. Variasinya sebanyak partikel debu [..]"
[Note: Verifikasi sutta-sutta termasuk sutra mahayana ini juga dilakukan di Konsili ke-3 (247 SM), penterjemahan pertama kedalam bahasa China dilakukan secara bertahap mulai di abad ke-2 Masehi]
Saat ini, para ahli astronomi menghitung bintang dalam satuan ribuan-milyar dan mengukur jarak alam semesta dalam satuan tahun cahaya; satu tahun cahaya adalah jarak yang dapat ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Manusia zaman dulu jelas tidak dapat membayangkan dimensi seperti itu. Sang Buddha memahami konsep dari alam semesta yang tak terbatas menyebut adanya:
- ..daerah gelap, hitam, kelam diantara sistim-sistim dunia, sedemikian rupa hingga cahaya matahari dan bulan sekalipun tak dapat mencapainya ......." [Majjhima Nikaya, III: 120].
Buddha: Sejarah Manusia
Bagaimana dan kapan kehidupan bermula adalah misteri dan mungkin akan tetap demikian. Kebanyakan agama-agama menyatakan bahwa Tuhan mereka masing-masing yang menciptakan kehidupan. Namun pernyataan demikian belum tentu dapat menjawab bagaimana kehidupan dimulai, sebab bila Tuhan adalah makhluk-hidup, maka dengan demikian harus sejalan dengan pemahaman, bahwa ‘hidup berasal dari hidup’. Dan, dalam hal ini belum dapat diterangkan bagaimana kehidupan Tuhan (sebagai suatu pribadi) dimulai. Terpisah dari legenda-legenda, maka selama ini, ada dua teori ilmiah yang mencoba menerangkan bagaimana kehidupan bermula di dunia ini.
Pertama,
Hipotesa Haldane-Oparin, yang dinamai sesuai nama dua sarjana yang pertama yang mengemukakan bahwa bahan organik berasal dari bahan anorganik [John Reader. The Rise of Life. New York, 1986]. Menurut hipotesa mereka, pada zaman lampau, campuran dari gas anorganik yang sederhana larut dalam laut, lalu dengan energi matahari membentuk molekul prasejarah yang pertama; molekul ini kemudian merupakan prasyarat bermulanya kehidupan. Hipotesa ini adalah yang paling diterima dalam menerangkan asal kehidupan.
Kemudian,
baru–baru ini, Sir Fred Hoyle dan Professor Chandra Wickramasinghe menyajikan hipotesa yang sangat berbeda [Sir Fred Hoyle and Chandra Wickramasinghe. Lifecloud. New York, 1978]. Mereka mengatakan bahwa bentuk kehidupan yang sederhana ber-evolusi di angkasa luar lalu terbawa ke bumi oleh meteor-meteor dan ekor komet yang sedang melintas. Namun, cara bagaimanapun kehidupan dimulai, pada kenyataannya telah pernah ditemukan bukti-bukti berupa fosil berbentuk batang yang menyerupai ganggang dan bakteri primitif kita saat ini, yang telah ada sejak 2,7 milyar tahun lalu.
Hampir semua ahli sependapat bahwa bentuk kehidupan awal berkembang dipermukaan laut.
Sang Buddha memberi gambaran bagaimana kehidupan berawal dibumi, ketika alam-semesta mulai mengembang, alam yang telah ada barulah alam surga (alam-dewa). Beliau menjelaskan kepada seorang yang bernama Vasetha:
- Vasettha, terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan bilamana hal ini terjadi, umumnya mahluk-mahluk terlahir kembali di Abbassara (Alam Cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang lama sekali.
Vasettha, terdapat juga suatu saat, cepat atau lambat, setelah selang suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini mulai terbentuk kembali.
Dan ketika hal ini terjadi, mahluk mahluk yang mati di Abhassara (Alam Cahaya), biasanya terlahir kembali di sini sebagai manusia. Mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang lama sekali.
Pada waktu itu semuanya terdiri dari air/cairan, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, bulan maupun pertengahan bulan belum ada, tahun-tahun maupun musim-musim belum ada; laki-laki maupun wanita belum ada. Mahlukmahluk hanya dikenal sebagai mahluk-mahluk saja.
Vasettha, cepat atau lambat setelah suatu masa yang lama sekali bagi mahluk-mahluk tersebut, tanah dengan sarinya muncul ke luar dari dalam air.
Sama seperti bentuk-bentuk buih (busa) di permukaan nasi susu masak yang mendingin, demikianlah munculnya tanah itu. Tanah itu memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tanah itu.
Kemudian, Vasettha, di antara mahluk mahluk yang memiliki pembawaan sifat serakah (lolajatiko) berkata: O apakah ini? dan mencicipi sari tanah itu dengan jarinya. Dengan mencicipinya, maka ia diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk dalam dirinya. Dan mahluk-mahluk lainnya mengikuti contoh perbuatannya, mencicipi sari tanah itu dengan jari jarinya. Dengan mencicipinya, maka mereka diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk ke dalam diri mereka. Maka mahluk-mahluk itu mulai makan sari tanah, memecahkan gumpalan-gumpalan sari tanah tersebut dengan tangan mereka.
Dan dengan melakukan hal ini, cahaya tubuh mahluk-mahluk itu menjadi lenyap. Dengan lenyapnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak. Demikian pula dengan siang dan malam, bulan dan pertengahan bulan, musim-musim dan tahun-tahun pun terjadi. Demikianlah, Vasettha, sejauh itu dunia terbentuk kembali.
Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati sari tanah, memakannya, hidup dengannya, dan berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.
Berdasarkan atas takaran yang mereka makan itu, maka tubuh mereka menjadi padat, dan terwujudlah berbagai macam bentuk tubuh. Sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang indah dan sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang buruk. Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir : Kita lebih indah daripada mereka, mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahannya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka sari tanah itupun lenyap. Dengan lenyapnya sari tanah itu, mereka berkumpul bersama-sama dan meratapinya: "Sayang, lezatnya! Sayang lezatnya!" Demikian pula sekarang ini, apabila orang menikmati rasa enak, ia akan berkata: "Oh lezatnya! Oh lezatnya!; yang sesungguhnya apa yang mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan masa lampau, tanpa mereka mengetahui makna dari kata-kata itu.
Kemudian, Vasettha, ketika sari tanah lenyap bagi mahluk mahluk itu, muncullah tumbuh-tumbuhan dari tanah (Bhumipappatiko). Cara tumbuhnya adalah seperti tumbuhnya cendawan. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa; lama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tumbuhan itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tumbuhan itu. Kemudian mahlukmahluk itu mulai makan tumbuh-tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut.
Mereka menikmati, mendapatkan makanan, hidup dengan tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka berkembang menjadi lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk.
Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir: Kita lebih indah daripada mereka; mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahan dirinya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan yang muncul dari tanah itu pun lenyap. Selanjutnya tumbuhan menjalar (badalata) muncul dan cara tumbuhnya adalah seperti bambu. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa; sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warnanya tumbuhan itu; lama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tumbuhan itu.
Kemudian, Vasettha, mahluk-mahluk itu mulai makan tumbuhan menjalar tersebut. Mereka menikmati, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan menjalar tersebut, dan hal itu berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.
Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat; dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk. Dan karena keadaan ini; maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir : Kita lebih indah daripada mereka; mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahan dirinya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan menjalar itu pun lenyap. Dengan lenyapnya tumbuhan menjalar itu, mereka berkumpul bersama-sama meratapinya : "Kasihanilah kita, milik kita hilang! Demikian pula sekarang ini, bilamana orang-orang ditanya apa yang menyusahkannya, mereka menjawab : "Kasihanilah kita! Apa yang kita miliki telah hilang; yang sesungguhnya apa yang mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan pada masa lampau, tanpa mengetahui makna daripada kata-kata itu."
Kemudian, Vasettha, ketika tumbuhan menjalar lenyap bagi mahluk-mahluk itu, muncullah tumbuhan padi (sali) yang masak dalam alam terbuka (akattha-pako), tanpa dedak dan sekam, harum, dengan bulir-bulir yang bersih. Bilamana pada sore hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan malam, maka keesokan paginya padi itu telah tumbuh den masak kembali. Bilamana pada pagi hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan siang; maka pada sore hari padi tersebut telah tumbuh dan masak kembali; demikian terus-menerus padi itu muncul.
Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati padi (masak) dari alam terbuka, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan padi tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali.
Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas. Bagi wanita nampak jelas kewanitaannya (itthilinga) dan bagi laki-laki nampak jelas kelaki-lakiannya (purisalinga). Kemudian wanita sangat memperhatikan tentang keadaan laki-laki, dan laki-laki pun sangat memperhatikan tentang keadaan wanita. Karena mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain terlalu banyak, maka timbullah nafsu indria yang membakar tubuh mereka. Dan sebagai akibat adanya nafsu indria tersebut, mereka melakukan hubungan kelamin (methuna). [AGANNA SUTTA (27), DIGHA NIKAYANGUTTARA NIKAYA]
Punabbhava berasal dari bahasa Pali yang terbentuk dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti lagi atau kembali, sedangkan ”bhava” berarti proses menjadi ada/eksis atau kelahiran. Jadi, secara harafiah, punabbhava berarti proses menjadi ada/eksis lagi atau kelahiran kembali atau tumimbal lahir.
Dalam proses kelahiran kembali tidak terjadi suatu perpindahan roh/jiwa/kesadaran ke dalam jasmani(rupa)yang baru. Kelahiran kembali adalah adanya proses berkesinambungan dari kesadaran (citta) pada kehidupan lampau dengan kesadaran (citta) kehidupan baru yang merupakan suatu aksi-reaksi. Oleh karena itu proses kelahiran kembali sangatlah berhubungan dengan proses kematian itu sendiri. Dan kedua proses yang berhubungan dengan batin ini sangatlah kompleks.
Sebagai contoh adalah sepeda, kendaraan beroda dua, Rodanya saja tidak dapat dikatakan sebagai sepeda, begitu pula stang, rem dan bahkan orang yang mengendarai. Untuk dikatakan sebagai seped, maka ia harus mempunyai stang, rem, ban, dll. Aksi perubahan dilakukan dengan tambahan mesin, maka ia bukan lagi sepeda, namun motor. Aksi perubahan bentuk apa pun bisa dilakukan misalnya kendaraan tersebut di modifikasi rodanya menjadi tiga, maka ia jadi Beca, dengan mesin maka jadilah ia bemo Dan jelas ia bukanlah lagi sebagai sepeda.
Guru Buddha menjelaskan dalam Satta Sutta; Radha Samyutta; Samyutta Nikaya 23.2 {S 3.189} bahwa makhluk hidup merupakan perpaduan dari lima kelompok (Panca Khandha), yang kelimanya dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama yaitu Rupa (jasmani/fisik/Materi) dan yang kedua adalah Nama(batin/pikiran). Baik fisik maupun batin ini tidak terlepas dari hukum perubahan, suatu saat muncul dan saat kemudian mengalami pemadaman/mati. Batin sendiri terdiri dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran. Unsur-unsur batin ini disebut dalam bahasa Pali sebagai citta. Citta juga sering disebut dengan kesadaran. Citta/kesadaran ini mengalami kemunculan, pemisahan dan pemadaman/mati.
Pada saat seseorang mengalami kematian, jasmani tidak lagi bisa berfungsi untuk mendukung citta/kesadaran. Citta/kesadarannya pun akan mengalami pemadaman/kematian dan secara otomatis ia meneruskan kesan apapun yang tertanam padanya kepada Citta/kesadaran penerusnya yang tidak lain merupakan Citta/kesadaran pada kehidupan yang baru. Penerusan Kesadaran (Patisandhi Vinnana) ini terjadi dengan adanya peran dari Kamma yang pernah dilakukan.
Ketika jasmani mengalami kematian, dalam pikiran orang yang sekarat muncul kesadaran yang bernama Kesadaran Ajal (Cuti Citta). Ketika Kesadaran Ajal mengalami pemadaman juga, maka orang tersebut dikatakan sudah meninggal. Tetapi pada saat yang bersamaan pula (tanpa selang/jeda waktu) Citta/kesadaran kehidupan baru muncul. Dan saat itulah seseorang telah dilahirkan kembali, sudah berada dalam kandungan dengan jasmani yang baru berupa janin. Keseluruhan proses ini terjadi dalam waktu yang singkat.
[note: Pertumbuhan janin mingguan lihat di sini, di sini atau di sini. Jantung mulai berdetak di minggu ke 6 [36-42 hari setelah menstruasi], Otak mulai terbentuk di minggu ke 7, dengan rate bertumbuhan cel otak adalah 100/menit]
Perumpamaan Lilin
Api pada lilin tidak akan hidup tanpa adanya unsur-unsur pendukung seperti batang lilin, sumbu, dan udara (oksigen). Api yang menyala tersebut ternyata merupakan api yang berbeda karena tiap saat disokong oleh bagian dari batang lilin, sumbu dan molekul-molekuk udara yang berbeda. Meskipun disokong oleh unsur-unsur yang berbeda, tetapi api tersebut tetap menyala tanpa perlu padam kemudian menyala lagi. Dengan kata lain adanya proses yang berkesinambungan.
Api disini tidak lain adalah kesadaran, batang lilin dan sumbu adalah jasmani, dan udara adalah kamma. Jasmani dan kamma adalah penyokong keberlangsungan kesadaran.
Sang Buddha juga menjelaskan bagaimana cara kelahiran mahluk hidup:
- ”Sariputta, ada empat cara kelahiran. Apakah empat cara kelahiran itu? Kelahiran melalui telur (andaja yoni), kandungan (jalabuja yoni), tempat lembab (samsedaja yoni) dan kelahiran secara spontan (opapatika).
Apakah kelahiran melalui telur? Ada makhluk-makhluk yang lahir dengan memecahkan kulit telur; ini yang disebut kelahiran melalui telur.
Apakah kelahiran melalui kandungan? Ada makhluk-makhluk yang lahir melalui kandungan; ini yang disebut kelahiran melalui kandungan.
Apakah kelahiran pada tempat lembab? Ada makhluk-makhluk yang lahir dalam ikan yang membusuk, mayat yang membusuk, adonan yang membusuk, atau dalam jamban atau dalam saluran air kotor; ini yang disebut kelahiran pada tempat lembab.
Apakah kelahiran secara spontan? Ada dewa-dewa dan penghuni-penghuni neraka dan makhluk manusia tertentu dan para penghuni tertentu dari alam yang tidak menyenangkan, yang lahir (muncul) secara spontan; ini yang disebut kelahiran secara spontan. Inilah empat cara kelahiran.” [Mahasihanda Sutta; Majjhima Nikaya 12]
- "Para bhikkhu, embrio (dalam kandungan) terjadi karena penggabungan tiga hal, yaitu: adanya pertemuan ayah dan ibu, tetapi ibu tidak ada makhluk yang siap terlahir (kembali), dalam hal ini tidak ada pembuahan dalam kandungan; ada pertemuan ayah dan ibu, ibu dalam keadaan masa subur, tetapi tidak ada makhluk yang siap untuk terlahir (kembali), dalam hal ini tidak ada pembuahan dalam kandungan; tetapi ada pertemuan ayah dan ibu, ibu dalam keadaan masa subur dan ada makhluk yang siap terlahir (kembali), maka terjadi pembuahan karena pertemuan tiga hal itu.”
Buddha: Siklus Semesta
Hukum Sebab-Akibat merupakan inti ajaran Sang Buddha. Dengan memahami Hukum Sebab-Akibat, Sang Buddha mencapai Pencerahan. Beliau bersabda, 'Kebenaran yang sejati adalah Hukum Sebab Akibat. Tanpa mengerti pokok tersebut, maka seperti bola benang yang kusut, tidak mampu untuk menghentikan penderitaan dan kelahiran kembali.'
Terdapat dua Kebenaran yang harus disadari dalam Ajaran Sang Buddha yaitu Kebenaran Duniawi [Sammati-satya/Sammuti-sacca] dan Kebenaran Tertinggi/Akhir [Paramartha-satya/Paramattha-sacca]. Nagarjuna yang merupakan peletak dasar doktrin Sunyata dalam sekte Madhyamaka pada pertengahan abad kedua, mengatakan, "Ajaran Sang Buddha didasarkan atas dua Kebenaran, yaitu Kebenaran Duniawi (Sammuti-sacca/Sammati-satya) dan Kebenaran Tertinggi/Akhir (Paramattha-sacca/Paramartha-satya). Mereka yang tidak mengerti perbedaan antara dua Kebenaran ini tidak akan memahami arti yang mendalam dari Ajaran Sang Buddha."
Teori alam semesta ajaran Buddha bersandar pada samvatta-kappa, vivatta-kappa (Anguttara Nikaya, Agganna Sutta) dan paticca-samuppada (hukum sebab akibat). Vivatta-kappa dapat diartikan sebagai ekspansi (pengembangan) waktu dan samvatta- kappa dapat diartikan sebagai kontraksi (pengerutan) waktu. Perputaran waktu samvatta dan vivatta ini disebut kappa (kalpa dalam bahasa Sanskerta) yang secara kasar diartikan sebagai masa waktu yang tidak dapat diperkirakan atau masa waktu yang sangat lama. Siklus evolusi alam semesta terjadi dalam hitungan Maha kalpa dan di bagi kedalam 4 Proses:
- Vivartakalpa, selama kalpa ini semesta dibentuk dan menjadi ada ditandai dengan adanya kematian di alam Abhasvara dan terlahir kembali di alam Brahma.
- Vivartasthāyikalpa, selama masa kalpa ini, semesta berada pada kondisi stabil, di tandai dengan adanya kelahiran kembali di alam Neraka
- Saṃvartakalpa, selama masa kalpa ini, semesta menuju pada proses kehancuran di tandai dengan adanya tidak adanya mahluk yang lahir kembali di alam neraka
- Saṃvartasthāyikalpa, selama masa kalpa ini semesta berada pada keadaan tiada apapun, ditandai dengan tidak adanya lagi mahluk di alam brahma.
Vivartakalpa dimulai dengan munculnya angin/badai kuno, kemudian membangun struktur semesta yang telah hancur pada akhir MahaKalpa yang terakhir. Mahluk dari Alam yang lebih tinggi lahir kembali di alam yang lebih rendah. Contohnya Mahabrahma lahir kembali dari alam deva Abhasvara, terus ada hingga kelahiran kembali di alam neraka. Di Kalpa ini mahluk-mahluk itu lahir kembali menjadi manusia-manusia, mereka tidak menyerupai manusia saat ini, mereka lebih bersinar dengan cahayanya sendiri, melayang tanpa alat bantu, hidup sangat panjang dan tidak membutuhkan penopang hidup (misalnya makan, baju, dll) mereka itu seperti tipe deva alam deva paling rendah.
Lama kelamaan, mereka mencicipi makanan, tubuhnya menjadi berat dan terbentuk, sinar mereka hilang, muncul perbedaan kendahan diantara mereka, usia hidup berkurang, alat kelamin muncul dan melakukan hubungan seksual, keserakahan, pencurian, kekerasan diantara mereka, membangun peradaban sosial dan pemerintahan, memilih pemimpin, yang dinamakan Mahasammata, ‘Yang mulia yang disepakati’. Beberapa mulai berburu dan makan daging hewan, yang juga sudah terlahir kembali di kalpa ini [Anggana Sutta, Digha Nikaya 27]
Vivartasthāyikalpa,
Antarakalpa Pertama
Vivartasthāyikalpa, dimulai ketika mahluk terlahir kembali di alam neraka. Umur manusia terus berkurang dari beberapa ribuan tahun menjadi 100 tahun. Di awal antarakalpa ini, manusia secara umum berbahagia, mereka hidup di bawah pemerintahan ‘raja putaran roda’ (cakravartin) [Mahāsudassana-sutta, Digha Nikaya17]. Raja cakravartin, Mahāsudassana (Sanskrit: Mahāsudarśana) hidup selama 336,000 tahun. Generasi berikutnya dari cakravartin, Daḷhanemi (Sanskrit: Dṛḍhanemi) dan 5 keturunannya hidup lebih dari 80,000 tahun. Turunan ke 7, memecahkan tradisi dengan turun tahta sebelum waktunya, menyerahkan tahta pada anaknya. kemudian menjadi śramaṇa. Akibatnya adalah kemiskinan meningkat, pencurian dimulai, ada institusi hukuma menjadi ada, pembunuhan dan kejahatan merajalela. [Cakkavatti-sīhanāda-sutta, Digha Nikaya.26]
Umur manusia menjadi semakin berkurang dari 80,000 menjadi 100 tahun. Setiap generasi banyak kejahatan meningkat dan kemerosotan moral, penipuan, pelecehan, aktivitas kotbah penyesatan, keserakahan, kebencian, berpandangan salah, kawin dengan saudara kandung dan kegiatan seksual abnormal lainnya, tidak menghormati orang tua dan tetua. Selama periode ini, Tiga dari empat Buddha di antarakalpa hidup: Krakucchanda Buddha (Pāli: Kakusandha), berumur hingga 40,000 tahun; Kanakamuni Buddha (Pāli: Konāgamana), berumur hingga 30,000 tahun; dan Kāśyapa Buddha (Pāli: Kassapa) berumur hingga 20,000 tahun [Mahāpadāna-sutta, Digha Nikaya.14].
Kita berada di akhir antarakalpa pertama, umur kehidupan kurang dari 100 tahun. Śākyamuni Buddha (Pāli: Sakyamuni), berumur hingga 80 tahun.
Sisa di antarakalpa ini diramalkan menyedihkan: Kejahatan dan kemerosotan moral akan mencapai puncak kerusakannya. umur hidup semakin berkurang tidak akan lebih dari 10 tahun, menikah pada umur 5 tahun; Makanan akan lebih buruk dan kurang lezat; Bentuk moralitas akan tidak dikenali. Orang yang keji dan tidak bermoral akan menjadi pemimpin. Perkawinan antar saudara kandung merajalela. Kebencian antar masyarakat, sesama anggota keluarga tumbuh hingga masing-masing orang saling ‘memangsa’.
Selekasnya perang besar terjadi, semakin beringas, kejam dan biadab. Yang kurang agresif akan bersembunyi di hutan dan beberapa tempat rahasia, Perang ini akan menjadi tanda akhir antarakalpa pertama.
Antarakalpa Kedua
Di akhir peperangan, yang selama keluar dari persembunyiannya dan menyesali perbuatannya, Mereka mulai berkelakuan baik, umur mereka meningkat, kesehatan dan kesejahteraan meningkat. Umur ras manusia juga meningkat. Hingga waktu yang kemudian, keturunan-keturunan mereka yang berumur rata-rata 10 tahunan akan menjadi 80.000 tahun, Saat itulah akan ada raja cakravartin bernama Saṅkha. Di jaman itu pula Bodhisatva yang saat ini ada di Surga Tuṣita terlahir kembali ke alam manusia, Ia bernama Ajita. Ia akan memasuki hidup sebagai seorang śramaṇa, kemudian mencapai penerangan sempurna dan dikenal sebagai Buddha Maitreya (Pāli: Metteyya).
Setelah jaman Maitreya, dunia menjadi buruk kembali dan umur hidup perlahan berkurang dari 80,000 menjadi 10 tahun, perubahan tiap antarakalpa ditandai dengan adanya Perang yang sangat merusak, puncak antarakalpa ditandai dengan Peradaban tinggi dan moralitas. Setelah antarakalpa yang ke 19, Umur kehidupan meningkat menjadi 80.000 tahun dan tidak menurun lagi, Vivartasthāyikalpa akan menuju masa akhirnya.
Saṃvartakalpa
The Saṃvartakalpa dimulai dengan berhentinya kelahiran kembali di alam neraka yang berlanjut juga dengan penghentian kelahiran kembali di alam-alam yang lebih tinggi, misalnya, Preta/peta/mahluk halus/Jin, tidak ada lagi yang dilahirkan, kemudian binatang, kemudian manusia dan seterusnya hingga alam Deva.
Ketika alam-alam hingga Brahmaloka tidak lagi berpenghuni, Terjadilah kebakaran/panas yang dahsyat menghabiskan seluruh struktur pisik alam mulai alam Brahma, namun tidak alam yang diatasnya, Ābhāsvara. Ketika hancur maka mulailah the Saṃvartasthāyikalpa.
Saṃvartasthāyikalpa
Tidak ada apapun di Saṃvartasthāyikalpa, kecuali alam Ābhāsvara worlds keatas. In berkahir ketika Angin purba mulai bertiup dan membangun struktur semesta kembali.
Kehancuran lainnya
Kehancuran akibat panas/api adalah bentuk normal yang terjadi di akhir Saṃvartakalpa. Namun setiap 8 mahākalpa, yaitu setelah 7 kehancuran oleh pembakaran/panas, terdapat kehancuran disebabkan oleh cairan/air. Ini bahkan lebih merusak lagi, bukan hanya menghancurkan alam-alam Brahma namun juga alam-alam Ābhāsvara.
Setiap 64 MahaKalpa, yaitu setelah 56 Kehancuran oleh panas/pembakaran dan 7 kehancuran akibat cairan/air, terdapat kehancuran akibat angin. Ini menghancurkan bukan saja alam-alam Abhasvara namun juga alam Śubhakṛtsna. Alam yang lebih tinggi lagi dari alam Śubhakṛtsna tidak pernah mengalami kehancuran.
Sang Buddha, juga disebut sebagai ‘Pengenal alam semesta (Lokavidu) [Majjhima Nikaya, I:337]
[Kembali]
Abrahamic: Umur Semesta
Penciptaan semesta dan segala isinya tercantum Alkitab [Kejadian 1:1-31] Yaitu dilakukan 6 hari. Pada tradisi Yahudi dimulai pada Malam hari dan berakhir di sore Harinya.(Kejadian 1:19, Ulangan 16:6). Pada tradisi Islam, hari dimulai saat Subuh [Pagi] hingga esok menjelang Pagi.(Al An’nam 6:96, Al Furqon 25:47)
Di Qur’an Masa penciptan adalah 6 hari/masa, Detailnya disebutkan di surat [41:9-12 dan 79:27-33]. Ibn Kathir menafsirkan dan surat 41:9-12 dan 79:27-33, bahwa yang dimaksudkan ‘6 masa’ adalah ‘6 hari’
Konversi perhitungan untuk penyetaraan waktu antara Waktu Allah dan Waktu Manusia di sebutkan di Alkitab di Mazmur 90:4, “..di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin..”; II Petrus 3:8,”..satu hari sama seperti seribu tahun..”. Sedangkan di Al Qur’an terdapat pada surat As-Sajda 32:5 ”.. satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun..” dalam tafsir Ibn Kathir dinyatakan demikian, juga di riwayatkan oleh Sa'd ibn Abu Waqqas; AbuSa'id al-Khudri di hadis Abu dawud book 37 number 4336 dan Book 25 number 3658 yaitu ½ hari = 500 tahun.
Al Qur’an juga mengenal perhitungan bahwa 1 hari = 50.000 tahun sebagaimana tercantum di surat Al-maarij 70:4. Tafsir Ibn Kathir pada surat 70:4 menyatakan bahwa itu adalah dalam konteks hari penghakiman, juga diriwayatkan Ibn Abi Hatim dari Ibn `Abbas; Ath-Thawri dari Simak bin Harb dari `Ikrimah; Ad-Dahhak, Ibn Zayd, Ali bin Abi Talhah dari Ibn `Abbas; hadis Imam Ahmad dari Abu `Umar Al-Ghudani; dari Abu Huraira; Hadis An Nasa’i; Hadis Abu Dawud.
Al Qur’an, tafsir Qur’an dan Hadis menyatakan hal yang sama dengan Alkitab bahwa 1 hari Allah setara dengan seribu tahun Manusia. Jadi, penciptaan semesta selama 6 hari adalah setara dengan 6000 tahun namun jika memakai perhitungan waktu perjalanan Jibril naik kelangit untuk bertemu Allah (Surat 70:4) yang dipakai, maka 6 hari penciptaan adalah setara dengan 300.000 tahun.
Kemudian, kita juga dapat menghitung umur dari peradaban manusia mulai dari adam di bumi hingga saat ini:
- Dari Adam s/d lahirnya Ibrahim/Abraham adalah sebanyak 19 turunan, [Berdasarkan kitab kejadian 5-16], jika di hitung berdasarkan penjumlahan usia mereka saat mempunyai anak berikutnya maka didapat hasil perhitungan kronologis 2006 tahun [Usia meninggal tidak dapat dijadikan patokan, walaupun Adam s/d turunan ke 7 rata-rata meninggal diatas 900 tahun, namun dari bukti Al kitab kita ketahui bahwa ternyata Adam masih hidup saat keturunan ke 7-nya lahir]
- Dari mulai Ibrahim s/d Muhammad adalah 29 turunan di asumsikan masing-masing mempunyai keturunan di usia 41 tahun [di hitung berdasarkan rata-rata cucu Nuh mempunyai anak [Arpaksad] s/d Ibrahim], maka 28 keturunan berikutnya mempunyai total panjang waktu di bawah 1148 tahun
- Muhammad lahir pada tahun 570 s/d tahun 2008 telah berjalan selama 1438 tahun
Di Abad ke 9, Abu Ma’shar al-Balkhi menyataan bahwa Banjir besar jaman Nuh terjadi di 17 February 3101 SM. Menurut Alkitab, Nuh adalah turunan adam yang ke 9 dan saat terjadinya banjir, usia Nuh adalah 600 tahun. Artinya Nuh lahir di tahun 3701M. Waktu dari mulai Adam s/d Nuh lahir adalah 1056 tahun [Lihat hitungan di sini]. Sehingga Adam lahir tahun 4757 SM Berdasarkan hal tersebut maka model perhitungan di mulai dari jaman Nuh hingga Adam didapat hasil Manusia pertama menurut ajaran abrahamic diciptakan oleh Allah pada tahun 4968 SM! Sehingga 6 hari sebelumnya yang setara 6000 tahun sebelum penciptaan adam pembentukan dunia ini oleh Allah adalah 10.968 SM!
Kemudian, berdasarkan [Kejadian 4:1-2], riwayat Ibn Abbas, Tafsir Qur’an Al Maidah 5:27, [Tafsir Ibn “Uyainah, Ibn Abi Hatim, Ibnu Hibban, Ibnu “Athiyah, Al-Samarkandi, Abi Ishaq, At-Thabari, Abi Syaibah, Al Baghawai, Abil-Fidak, Al-Razi dan banyak lainnya] Menindikasikan bahwa Adam, Kain adalah seorang Petani. Kain di usir ke tanah Nod dan menikahi seorang Wanita dan kemudian mendirikan kota [kejadian 4:16-17], maka dipastikan saat itu sudah ada kehidupan pertanian yang mapan dengan jumlah manusia yang cukup.
Indikasi itu menyatakan bahwa penciptaan Adam terjadi jauh setelah jaman neolithikum sehingga apabila ditambah penciptaan Semesta 6000 tahun maka umur semesta menurut abrahmic adalah disekitar 10.000-15.000 SM!
Variasi Hitungan kronologis Adam Ternyata banyak. Detail mengenai perhitungan ini lihat di: G.I.G.O = Sampah Masuk Sampah Keluar [Banjir Nuh]
---
Keterangan:

[Kembali]
Abrahamic: Kiamat/Akhir Semesta
Ajaran Abrahamic menegaskan bahwa akan ada batas akhir yang dinamakan hari kiamat, ciri-ciri nya dinyatakan di Alkitab dan Al Qur’an.
Menurut Tradisi Nasrani:
- ''..matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak lagi bercahaya. Bintang-bintang akan jatuh dari langit, kuasa-kuasa langit akan goncang, dan para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Matius 24:29, Markus 13:24-25]
''..pada matahari, bulan, dan bintang-bintang akan kelihatan tanda-tanda. Di bumi, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Manusia akan takut setengah mati menghadapi apa yang akan terjadi di seluruh dunia ini, sebab para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Lukas:21:25-26]
Perhatikan dua Ayat yang saling menerangkan dan melengkapi dibawah ini [yang dalam kurung adalah kamus kode leksikon]:
- Matius 24:36 [yang dalam kurung adalah kamus kode leksikon]
But [1161] of [4012] that [1565] day [2250] and [2532] hour [5610] knoweth [1492] (5758) no [3762] {man}, no, not [3761] the angels [32] of heaven [3772], but [1508] my [3450] Father [3962] only [3441].
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, Tidak malaikat-malaikat di sorga, Melainkan hanya Bapa-Ku sendiri."
Markus 13:32
But [1161] of [4012] that [1565] day [2250] and [2532] {that} hour [5610] knoweth [1492] (5758) no man [3762], no, not [3761] the angels [32] which [3588] are in [1722] heaven [3772], neither [3761] the Son [5207], but [1508] the Father [3962].
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
Sehingga nubuatan [ramalan] mengenai kiamat hanyalah ada di kitab wahyu, yaitu kitab yang konon ditulis murid Yesus, Yohanes sebagai kesaksiannya sendiri [Wahyu 1:9] ketika di buang di Pulau Patmos [80 km sebelah barat daya Efesus]:
- ..gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi.. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya...[Wahyu 6:12-14]
[Bahkan orang sepintar itu saja bisa saja keliru, bukan?!]
Menurut Tradisi Islam :
Ciri-ciri kiamat menurut Al Quran adalah sebagai berikut:
- Bulan, matahari, bintang-bintang semua itu akan hancur dan sinarnya menjadi pudar lalu padam. Segala gerak, tatanan dan aturannya menjadi hancur. Matahari bertabrakan dengan bulan. Adapun langit yang kita lihat akan bergoncang, terbelah dan hancur. Gugusan langit akan luluh bagaikan barang-barang tambang yang diluluhkan dan mencair. Alam ini dipenuhi dengan asap tebal dan awan gelap.[Al-Qiyamah: 8-9, Al-Takwir: 1-2, Al-Infithar: 2, Ath-Thur: 1, Al-Haqqah: 16, Ar-Rahman: 37, Al-Mursalat: 9, An-Naba’: 19, Al-Anbiya’: 104, Al-Furqan: 25, Ad-Dukhan: 10]
- "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, " Di hari kiamat nanti matahari akan mendekati manusia, sehingga jaraknya hanya satu mil. Manusia akan berada dalam keringatnya masing-masing sesuai dengan amal perbuatanya. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai setengah badan dan ada yang tenggelam sampai mulutnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberi isyarat dengan tangannya ditunjukan ke mulutnya" [Sahih Muslim 040.6852; Sahih Bukhari 2.24.553, diriwayatkan oleh Abdullah bin 'Umar]
Matahari dengan jarak 1 Mil?
bahkan dengan jarak sedekat jarak bumi-bulan [rata2 jaraknya 238.857 mil atau 384.403 Km] maka dapat dipastikan tidak ada lagi kehidupan di muka bumi dan tentunya tidak mungkin jika manusia bisa hidup dan cuma berkeringat saja, toh!
Di nyatakan pula bahwa matahari akan terbit dari barat sebagai salah satu dari 10 tanda-tanda kiamat [Hadis Muslim 041.6931, diriwayatakan Hudhaifa b. Usaid Ghifari; Sahih Muslim 041.7025, diriwayatkan oleh Abdullah b. 'Amr], Juga di Sahih Bukhari:
- Diriwayatkan Abu Huraira,
Nabi berkata, "Waktu tidak akan ditetapkan hingga matahari terbit dari barat, Orang-orang akan melihat itu dan semua akan percaya. Namun itu adalah saat ketika 'tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu' (AQ 6.158) [Sahih Bukhari 8.76.513]
Diriwayatkan Abu Dharr,
Ketika Matahari hendak terbenan, Aku memasuki mesjid dan Nabi duduk disana. nabi berkata, "O Abu Dharr! Tahukah engkau kemana matahari ini pergi?" Ia berkata, "Allah dan nabinya tahu yang terbaik" Nabi berkata,"Ia pergi dan minta ijin bersujud dan diijinkan dan [suatu hari] ia diperintahkan kembali ketempat ia datang, dan ia akan terbit dari barat" Kemudian Nabi mengutip ayat, "dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"(AQ 36.38), sebagaimana disampaikan oleh 'Abdullah [Sahih Bukhari 9.93.520]
Identifikasi kapan tepatnya terjadinya kiamat di alqur’an sama sekali tidak disebutkan dan hanya menyatakan bahwa itu merupakan pengetahuan di sisi allah sebagaimana disebutkan di AQ 7:187: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia..[juga di Al Azahab 33: 63, Lukman 31: 34, Al Mulk(67):26, Al Thaahaa 20:15]
Dinyatakan dalam hadis Bukhari dan Muslim bahwa baik Muhammad maupun Jibrilpun tidak tahu:
- ketika Jibril datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi saw menjawab, “Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.:
- Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Sahih Muslim No.5128)
- Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hari ini dinding Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi hadis) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari). (Sahih Muslim No.5130)
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
- Apabila orang-orang Arab badui datang menghadap Nabi saw. mereka bertanya: Kapankah kiamat akan tiba? Lalu beliau memandang kepada orang yang paling muda di antara mereka dan bersabda: Seandainya dia hidup, sebelum dia menjadi tua renta, maka kiamat akan terjadi. (Sahih Muslim No.5248)
- Bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw.: Kapankah kiamat akan tiba? Di sebelahnya terdapat seorang pemuda Ansar yang masih belia bernama Muhammad, maka Rasulullah saw. bersabda: Ketika pemuda ini hidup lama, maka sebelum ia mencapai usia tua renta kiamat sudah tiba. (Sahih Muslim No.5249)
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
- Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat). (Sahih Muslim No.5244)
- Rasulullah saw. bersabda: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti jarak antara kedua jari ini. (Sahih Muslim No.5245)
Kemudian ada hadis yang menjadikan waktu kiamat menjadi tidak lagi pasti namun masih dapat terjadi dalam waktu dekat sebagaimana tercantum dalam hadis Bukhari dan Muslim, di riwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:
- “Kiamat tidak terjadi sehingga ada dua kelompok besar bertikai yang memakan korban besar, seruan keduanya satu, dan sehingga muncul para Dajjal pembual besar mendekati 30, semuanya mengaku sebagai rasul Allah dan sehingga ilmu diangkat, gempa terjadi dalam jumlah besar, zaman menjadi dekat, fitnah besar muncul dan pembunuhan merajalela, sehingga harta melimpah di kalangan kalian, ia melimpah sehingga pemilik harta mencari-cari siapa yang menerima sedekahnya, dan sehingga dia menawarkannya maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak memerlukannya,’ sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan dan sehingga seseorang melewati kubur orang lain dan dia berkata, ‘Seandainya aku yang menggantikannya’.”
Dari Abu Hurairah bahwa
- Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)
Kemudian ada lagi hadis yang membuat waktu datangnya kiamat menjadi lebih tidak pasti lagi, yaitu dari riwayat Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra:
- Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)
Al Qur’an memang menyatakan bahwa waktu kiamat adalah pengetahuan disisi Allah dan dirahasiakan namun demikian Nabi Muhammad merupakan Rasul Allah sehingga semua ucapannya yang direkam di hadis-hadis di atas pastinya sudah mendapatkan perkenanan dan sepengetahuan dari Allah SWT, Jika tidak maka mana beranilah Nabi mengatakan kapan waktu-waktu kiamat seperti contoh diatas.
Memperhatikan hal tersebut diatas, saya berpendapat bahkan Allah SWT sendiripun tidak mempunyai pengetahuan kapan kiamat itu akan terjadi.
[Kembali]
Hindu: Umur Semesta
Pada siklus semesta di atas, telah dinyatakan bahwa jaman kali yuga panjangnya 432.000 tahun. Sebelum kita sampai pada hitungan umur semesta menurut hindu, berikut di bawah ini beberapa contoh petunjuk di Veda-Veda sruti yang menyebutkan bulan, tahun, angka 432.000 dan 4 Yuga:
- Rig Veda:
- Muhurtas: 1 hari dan 1 malam = 30 Muhurtas; 1 Muhurta = 48 menit; 1 hari dan 1 malam = 1440 menit = 864.000 detik; 1 hari = 432.000 detik
- Batu Lokamprinâ: berisi sebanyak muhurta dalam 1 tahun [30 x 360= 10800 muhurtas; 10.800 muhurta x 48 menit x 60 detik = 31.104.000 detik x 100 tahun = 3.110.400.000]
- Brihatî: berisi 36 suku kata, Rig-veda berisi 36 × 12,000= 432,000 suku kata.
- Paṅkti: berisi 5 padas [kaki], terdiri dari 8 suku kata setiapnya [5 x 8 = 40]; 10,800 Paṅktis [40 x 10800 = 432.000]
- 3 Vedas [Rig, Yahur dan Samas]: Paragraph 23-24 di atas terdiri dari 2 x 432,000 = 864,000 suku kata
11. Formed with twelve spokes, by length of time, unweakened, rolls round the heaven this wheel of during Order.Herein established, joined in pairs together, seven hundred Sons and twenty stand, O Agni.
48. Twelve are the fellies, and the wheel is single; three are the naves. What man hath understood it? Therein are set together spokes three hundred and sixty, which in nowise can be loosened. [RV 1.164.11,48]
---> 12 bulan, [720 sepasang = 360]
2. Let us declare aloud the name of Ghṛta, and at this sacrifice hold it up with homage. So let the Brahman hear the praise we utter. This hath the four-horned Buffalo emitted.
3. Four are his horns, three are the feet that bear him; his heads are two, his hands are seven in number. Bound with a triple bond the Steer roars loudly: the mighty God hath entered in to mortals.[RV 4.58.2-3]
---> 4,3,2, [0.000.000] = 4.320.000 = 1 MahaYuga
Atharva Veda, untuk 4 Yuga:
21. A hundred years, ten thousand years, two, three, four ages (yuga) do we allot to thee; Indra and Agni, and all the gods without anger shall favour thee![AV 8.2.21]
Sataphata Brahmana 10.4.2:
17. He made himself twenty-four bodies of thirty bricks each. There he stopped, at the fifteenth; and because he stopped at the fifteenth arrangement there are fifteen forms of the waxing, and fifteen of the waning (moon).
18. And because he made himself twenty-four bodies, therefore the year consists of twenty-four half-months. With these twenty-four bodies of thirty bricks each he had not developed (sufficiently). He saw the fifteen parts of the day, the muhûrtas 2, as forms for his body, as space-fillers (Lokamprinâs), as well as fifteen of the night; and inasmuch as they straightway (muhu) save (trai), they are (called) 'muhûrtâh'; and inasmuch as, whilst being small, they fill (pûr) these worlds (or spaces, 'loka') they are (called) 'lokamprinâh.'
19. That one (the sun) bakes everything here, by means of the days and nights, the half-moons, the months, the seasons, and the year; and this (Agni, the fire) bakes what is baked by that one: 'A baker of the baked (he is),' said Bhâradvâga of Agni; 'for he bakes what has been baked by that (sun).'
20. In the year these (muhûrtas) amounted to ten thousand and eight hundred: he stopped at the ten thousand and eight hundred.
23. He arranged the Rik-verses into twelve thousand of Brihatîs, for of that extent are the
24. He then arranged the two other Vedas into twelve thousand Brihatîs,--eight (thousand) of the Yagus (formulas), and four of the Sâman (hymns)--for of that extent is what was created by Pragâpati in these two Vedas. At the thirtieth arrangement these two came to an end in the Paṅktis; and because it was at the thirtieth arrangement that they came to an end, there are thirty nights in the month; and because it was in the Paṅktis, therefore Pragâpati is 'pâṅkta.' There were one hundred-and-eight hundred Paṅktis.
25. All the three Vedas amounted to ten thousand eight hundred eighties (of syllables); muhûrta by muhûrta he gained a fourscore (of syllables), and muhûrta by muhûrta a fourscore was completed.
Note:
Contoh-contoh petunjuk tersebut di atas, kemudian diterjemahkan sebagaimana tercantum di Bab.1 ayat 11–23, Surya Siddhanta dan Visnu Purana book I Chapter III, sebagai berikut:
- 1 tahun manusia di hitung 360 hari
- 1 hari Leluhur dan/atau dewa adalah 1 tahun Manusia.
- Umur Deva/leluhur adalah 100 tahun = 36.000 tahun umur manusia.
- 1 Maha yuga berisi 4 Yuga:
- Satya/Krita Yuga, 4.800 tahun Deva, 1.728.000 tahun manusia
- Treta Yuga, 3.600 tahun Deva, 1.296.00 tahun manusia
- Dwapara Yuga, 2.400 tahun deva, 864.000 tahun manusia
- Kali yuga, 1.200 tahun deva, 432.000 tahun manusia
- 1 Mahayuga = 12.000 tahun deva
- 1000 Mahayuga =1 Kalpa
- 1 kalpa = 1 hari brahma (4.32 Milyar tahun Manusia. Ilmuwan menyatakan bahwa umur Matahari adalah sama)
- (1 hari dan 1 malam) Brahma = 2 Kalpa
- 1 bulan Brahma adalah 259,2 Milyar tahun.
- 1 tahun Brahma adalah 3.1104 Triliun tahun
- Dalam Kitab sejarah Hindu (Mahabharata) 100 tahun Brahma = 1 rangkaian Semesta jagat ini = 1 MAHA KALPA = 311.04 triliun tahun
Dalam 1 Kalpa yang setara dengan satu hari Brahma (bukan satu hari satu malam) adalah sama dengan 4.320.000.000. 1 Kalpa tersebut terbagi kedalam 14 Mavantara yang setara dengan 308.571.429 tahun. Dalam setiap Mavantara ada 1 Manu sehingga total dalam 1 kalpa ada 14 Manu yang perkembangannya tidak putus-putusnya mulai dari mahluk tembus pandang, berkembang secara fisik, menjadi mahluk bercahaya kembali dan seterusnya hingga Maha Kalpa yaitu 100 tahun Brahma akan ada MahaPralaya.
Tidak ada manusia pertama kecuali kelompok manusia yang pertama. Sejarah manusia di mulai 150 juta tahun yang lampau. Manusia seperti kita pertama kali muncul di sekitar 18.5 juta tahun yang lalu.
Melihat kebelakang, dari bulan Oktober 2008, maka dunia kita ini menurut Veda adalah:
- 6 manvantaras (6 x 306.772.000 = 1,840,320,000) + 7 sandhis (7 x 1.728.000 = 12,096,000) + 27 mahâ-yugas (27 x 4.320.000 = 116,640,000) + 1 krita-yuga (1,728,000) + 1 tretâ-yuga (1,296,000) + 1 dvâpara-yuga (864,000) + the time from the beginning of kali-yuga (3102 + 2008 – 1, karena sebelum masehi ada tahun 0 dan 1) = 1,972,949,109 years.
Jadi Kiamat menurut perhitungan hindu masih Milayaran tahun lagi.
[Kembali]
Buddha: Umur Semesta
Rangkaian siklus alam semesta terjadi dalam waktu 1 MahaKalpa, yang dibagi menjadi:
- Vivartakalpa (Masa Pembentukan ditandai dengan adanya kematian mahluk dari Alam Abhasara dan lahir kembali ke alam Brahma),
- Vivartasthāyikalpa (Masa Pembentukan hingga stabil dan kemudian ditandai dengan adanya Mahluk yang lahir di neraka),
- Saṃvartakalpa (Masa Kehancuran semesta ditandai dengan habisnya mahluk yang terlahir di neraka),
- Saṃvartasthāyikalpa (Masa kekosongan tiada apapun, ditandai dengan habisya mahluk dari alam brahma)
Jika kata 'kappa' berdiri sendiri maka yang dimaksudkan adalah Maha Kappa
Buddha tidak pernah menyatakan lamanya 1 kappa itu dalam satuan tahun. Beliau memberikan 2 perumpamaan untuk dapat memahami betapa lamanya 1 Kappa itu, yaitu menjawab pertanyaan 2 bikkhu berbeda sebagaimana tercantum di SN 15.5 & 15.6 [lihat juga terjemahan inggrisnya]. Semua jawaban dari Beliau di akhiri dengan kalimat, "bahkan 1 kappa belumlah sampai dan berakhir", berikut ini saya sampaikan beberapa variasi hitungan mengenai itu:
- Pabbatasuttaṃ [SN 15.5]: Batu cadas dengan dimensi: 1 yojana³ digosok dengan kāsikena vatthena [kain yg sangat halus] dan setiap seratus tahun dapat terkikis sedikit demi sedikit hingga habis dan bahkan untuk selama itupun 1 kappa belumlah sampai untuk berakhir
- Hitungannya saya pinjam dari blog ini: Asumsi 1 yojana = 15 km (estimasi), sehingga densitas (d) batu cadas = 3203.7kg/m³, batu cadas tsb terbuat dari silikat, s = ± 100g/mol. Estimasi jumlah molekul dalam kikisan kain adalah 1, hitungannya menjadi
1 kappa = 100 x (y³)x d/(0.001s x NA )= 6.5 x 1042 tahun. di mana NA= Angka avogrado.
Terlalu tinggi dalam mengestimasikan molekul?
Jika dikurangi menjadi 1017, molekul silikat yg terkikis kain menjadi, 1.66 x 10-8kg. Jadi nilai 1 Kappa = adalah hingga 1017....tetapi kappa itu masih belum berakhir - variasi lainnya:
'1 yojana' = 7 mil s/d 14 Mil; 1 mil = 1.6 km, jadi 1 yojana setara antara 11.2 km s/d 22.4 km. Anggap saja per 100 tahun dapat 1 mm³, sehingga:
1 kappa = (11.2)³ x (106)³ mm x 100 tahun = 1.41 x 1023 s/d 1.1 x 1024....tetapi kappa itu masih belum berakhir - Sāsapasuttaṃ [SN 15.6]: Di hadapan seorang bikkhu tertentu, Dinding besi dengan dimensi 1 yojana³ di isi dengan 1 biji mustard setiap seratus tahun bahkan hingga dinding itu penuh masih lebih cepat dari 1 Kappa.
- Hitungannya saya pinjam dari blog ini: Asumsi 1 yojana = 15 km(estimasi); Diameter sebiji mustard (m) = 0.15875 cm, dengan asumsi berbentuk bulat, dan di isi penuh tanpa ada lagi udara di dalamnya
1 kappa = 100 x (y³)/(4π x(0.01m/2)³)= 5.37 x 1022 tahun..tetapi kappa itu masih belum berakhir - variasi lainnya:
'1 yojana' = 7 mil s/d 14 Mil; 1 mil = 1.6 km, jadi 1 yojana setara antara 11.2 km s/d 22.4 km, utk menjadi mm = 1.41 x 1021 mm³ s/d 1.1 x 1022 mm³
Anggap saja ukuran biji mustard adalah 2mm x 2mm x 2mm = 8mm³, Jadi, 1.41 x 1021 mm³ / 8 mm³ = 1.76 x 1020 butir s/d 1.4 x 1021 butir. Bila diambil satu butir setiap setiap seratus tahun maka
1 kappa = 1.76 x 1020 butir x 100 tahun = 1.76 x 1022 tahun s/d 1.4 x 1023 tahun..tetapi kappa itu masih belum berakhir - Kemudian,
terdapat juga istilah lagi yaitu: Maha Kappa; asankheyya/asankhya-kappa (asankhya = "tak terhitung banyaknya") dan Antara kappa [Cakkavati-Sihananda Sutta: Interval meningkat/menurunnya umur kehidupan manusia: 10 thn -> 1 asankhyeyya -> 10 tahun].
Satu Maha Kappa = 4 Assankhyya Kappa [Samvatta-Kehancuran mulai hingga menjadi elemen dasar/habis; Samvattatthdyi-tidak ada apapun; Vivatta-renovasi hingga komplit; Vivattatthayi-kestabilan] - [Anguttara, II, 142].
1 Maha Kappa [MK] = 4 Assankheyya Kappa [AK], dimana 1 AK = 20 antara kappa. Jadi 1 Maha Kappa = 80 antara kappa.
Kappa di Neraka Avici panjangnya 1/80 MK atau 1/20 AK. Jadi, 1 Assankheyya Kappa = 64 antara kappa utk umur manusia atau 20 antara kappa neraka avici.
Sutta aliran Theravada tidak menerangkan petunjuk matematis penurunan/kenaikan rata-rata. Keterangan mengenai hal ini kita dapat temukan di 1 sutta aliran Mahayana: Avatamsaka Sutra [Sutra Karangan Bunga], yang menyatakan saat kebaikan meningkat umur manusia bisa mencapai rata-rata 84.000 tahun dan kemudian menurun 1 tahun per 100 tahunnya hingga umur manusia mencapai rata-rata 10 tahun dan kemudian meningkat setahun untuk setiap 100 tahun.
[Note:
Chakavati Sihananda Sutta, tidak pernah merujuk pada sistimatika penurunan seperti apapun dan juga tidak pernah menganjurkan perhitungan mulai/berakhir di 100.000 tahun atau 84.000 tahun atau 80.000 namun. Sutta itu hanya memberikan petunjuk, kalimat berulang, "Setelah beberapa ratus tahun dan beberapa ribu tahun" yang justu merujuk pada definisi assankhya ("tak terhitung banyaknya"). Baru pada syair ke-14 tertera kata "80.000 tahun" namun tetap tidak terdapat pentunjuk sistimatika bentuk matematis bagaimana penurunan umur hingga ke 40.000 tahun dan seterusnya.
Hanya di Sutta mahayana Avatamsaka Sutra, sistimatika dan nilai tahun disebutkan. Jika kita perhatikan maka seharusnya terdapat perbedaan perlakuan perubahan penurunan/kenaikan umur sehingga tidak statis di angka per 100 tahun, misalnya utk kenaikan umur yg mulai dari 10 tahun, maka setelah terjadi 9 x usia 10 tahun maka baru 10 tahun berikutnya terdapat kenaikan umur 1 tahun. Untuk penurunan umur yg mulai dari 84.000 tahun, maka setelah terjadi 83.799 x usia 84.000 tahun maka di 84.000 tahun berikutnya terdapat pengurangan umur 1 tahun dan seterusnya]
Dengan merujuk model perhitungan dari Suta Mahayana maka:
Dengan mengabaikan perubahan dari 84.000 menjadi 83.7999 memerlukan berapa lama hingga kemudian wajar terjadi pengurangan per 100 tahun berkurang 1 tahun, maka dengan rumus jumlah deret ukur sederhana, S =(F+L)(T)/ 2; di mana S = Jumlah total tahun; F = angka pertama dalam deret angka; L = Angka terakhir dalam deret angka; T = Jumlah unit dalam urutan. Maka:
1 antara kappa, = 2 x (10 + 84000)x(83991)/2 + (2 x 100 x(83991-1)) = 7,072,881,910 tahun atau 7.1 x 109.
1 AK = 64 x 7.1 x 109 = 4.52 x 1011.
1 MK = 4 x 4.52 x 1011 = 1.8 x 1012
Dengan memperhatikan beberapa hasil dari model perhitungan sebelumnya maka hasil angka tahun dengan model perhitungan ini jelas masih jauh terlalu kecil atau dengan kata lain, nilai ini masih terlalu jauh untuk mendekati lammanya 1 Kappa. - Variasi lainnya didapat dari link ini dengan summary sbb:
- Kalpa biasa adalah sekitar 16 juta tahun.
- Kalpa kecil adalah 1000 kalpa biasa atau 16 Milyar tahun.
- Medium kalpa adalah 20 kalpa kecil atau 320 Milyar tahun
- Kalpa besar adalah 4 medium kalpa atau 1.28 Triliun tahun [1.28 x 1012]. Namun, memperhatikan beberapa hasil dari model perhitungan sebelumnya maka hasil angka tahun dengan model perhitungan ini jelas masih jauh terlalu kecil atau dengan kata lain, nilai ini masih terlalu jauh untuk mendekati lammanya 1 Kappa.
Di Situs ini dan ini, anda masih akan temukan penamaan bilangan super besar dalam kitab2 suci tradisi India [Veda dan Jainism] yaitu penamaan bilangan hingga pangkat 1053 = Tallakshanaam dan di kitab Jainism, Anuyogadwar Sutra [penulisan 100 SM] terdapat penulisan angka 10140. Apakah ini artinya yang dimaksud dengan tahun kappa yang tak dapat di hitung lagi lamanya adalah melebihi 10140?
Kemudian, seberapa banyak Maha Kappa sebenarnya telah berlalu?
Untuk pertanyaan ini, Sang Buddha menyampaikan perumpamaannya di 2 Sutta lainnya yaitu di 15.7 dan 15.8, Sāvakasuttaṃ dan Gaṅgāsuttaṃ:
- Sāvakasuttaṃ: Dihadapan sekelompok Bikkhu, misalkan 4 bikkhu dapat hidup dan mencapai umur 100 tahun, disetiap harinya ia dapat mengingat 100.000 Kappa, maka bahkan seluruh kappa yang mereka ingatpun, jumlah kappa yg telah berlalu lebih banyak lagi.
Jumlah Kappa yg di ingat dan telah berlalu = 4 x 100 tahun x 365 hari x 100.000 Kappa = 14.6 Milyard Maha Kappa dan itupun masih banyak kappa lagi yg telah berlalu - Gaṅgāsuttaṃ: Di hadapan seorang Brahmin, menghitung jumlah pasir di sungai Gangga dari hulu hingga mencapai Lautan, walaupun sulit, bahkan jika terkumpulpun hingga habis maka jummlah Kappa yang telah berlalu bahkan lebih banyak daripada itu.
Dari situs ini, didapat perkiraan panjang sungai gangga yaitu 1557 mil (2506 km), panjang deltanya saja adalah: 200 mil (322 km), luas Delta gangga (A) saja adalah 105000 km2, Estimasi dalamnya pasir d = 1 m pasir, volume (s) = 1/16 mm dalam diameter, sehingga
Jumlah Maha Kappa yg telah berlalu =(1000)2 x A x d/(4π x (0.001s/2)³)= 2.7 x 1023 Maha Kappa dan tentunya hasilnya bertambah lebih banyak lagi jika di hitung hingga sepanjang 1557 mil namun apapun hasil perhitungannya [karena tertulis harusnya dari hulu ke hilir], maka tetap saja masih lebih banyak kappa lagi yg telah berlalu
Kehancuran semesta oleh panas setiap 1 Maha Kalpa dan terjadi hanya sampai di alam Brahma. Alam Abhasvara keatas tidak terkena [Lihat: Satta Suriya Sutta].
Kehancuran semesta oleh cairan setiap 8 Maha Kalpa terjadi hanya sampai dengan alam-alam Abhasvara. Alam Śubhakṛtsna keatas tidak terkena.
Kehancuran semesta oleh angin setiap 64 MahaKalpa hanya sampai alam Śubhakṛtsna, alam yang lebih tinggi tidak pernah terkena. Siklus itu kemudian berulang. Saat Mahluk di Subhakrtsna lahir di alam abhasavara dan seterusnya.
Dengan adanya tri-sahasra-mahasahasra-dhatu, maka saat kehancuran semesta, mahluk-mahluk dapat terlahir juga di triliunan tatasurya/semesta lainnya termasuk didalamnya (alam Brahma, Deva, manusia, Binatang, Mahluk halus dan Neraka). Ini menunjukan adanya kontinuitas kelahiran kembali pada kelahiran kembali di alam-alam yang Vertikal maupun Horizontal
Setiap dari masa evolusi semesta dibagi lagi menjadi 20 antarakalpa, dan panjangnya adalah sama. Di masa Saṃvartasthāyikalpa, tidak ada apapun karena itu perbedaannya tidak terlihat namun berbeda dengan 3 kalpa lainnya.
Melihat uraian di atas, gelagatnya, penciptaan manusia di mulai di pertengahan Vivartakalpa atau lewat 1 medium Kalpa. Jaman Buddha Gautama berada di tengah Vivartasthāyikalpa, sehingga umur dunia kita sekarang ini masihlah lebih jauh lagi dari 640 Milyar tahun!
Bisakah anda bayangkan, untuk dunia dimana kita sekarang terlahir saja, yang dikatakan umurnya 1 Maha kappa,maka jumlah tahun untuk mencapai 1 Maha Kappa saja sudah tak terhitung lagi lamanya. Namun ternyata bahkan jumlah Maha kappa yang sebenarnya TELAH BERLALU lebih tak terukur lagi jumlahnya!
Mengerikan sekali, bukan?!
[Kembali]
Kesimpulan
Baik ajaran India dan Ilmu Pengetahuan modern memberikan perhitungan bahwa umur semesta ini adalah milyaran tahun sedangkan ajaran Abrahamic (Yahudi, Nasrani dan Islam) menyatakan bahwa umur semesta tidak sampai 15.000 tahun - 350.000 tahun.
Kiamat disebutkan ada di 4 Agama.
Di ajaran Abrahamic tidak mengenal adanya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri setelah manusia meninggal.
Jadi, perbuatan manusia hanya perdasarkan penilaian yang terjadi di waktu yang sangat singkat yaitu di setelah akil baliq hingga meninggal. Penilaian dari Allah tersebutlah yang sangat menentukan apakah seseorang akan mendapatkan ganjaran surga atau neraka yang kekal abadi selamanya! Sehingga kemunculan Tuhan menjadi tidak jelas makna dan tujuannya. Penciptaan dunia, malaikat, setan dan manusia menjadi tidak pernah jelas makna dan tujuannya.
Di ajaran India baik ajaran Hindu maupun Buddha selalu memberikan kesempatan pada mahluk untuk memperbaiki diri. Perbedaannya adalah:
- Di ajaran Hindu, terdapat dua pendapat: Pertama, Siklus tersebut sudah berakhir dengan terjadinya Maha Pralaya dengan wafatnya Brahma. Kedua, siklus tersebut berulang kembali bersamaan dengan terlahirnya kembali Brahma. Purana mengisahkan Brahma terlahir kembali di pusarnya Visnu sehingga proses penciptaan terjadi kesinambungan.
Pendapat kedua tersebut menjadikan keberadaan/fungsi Brahma diciptakan menjadi tidak jelas begitupula dengan makna dan tujuan semesta ini diciptakan - Di ajaran Buddha, kontinuitas siklus kelahiran kembali adalah tidak ada habis-habisnya. Konsekuensinya adalah tidak ada cara lain untuk keluar dari lingkaran kelahiran kembali kecuali dengan memadamkan nafsu keinginan. Surga dan neraka bukanlah merupakan hal yang permanen. Fungsi kehadiran sosok mahluk pencipta tidak dibutuhkan dalam struktur ini.
Si Pemrakarsa hipotesis bigbang, ALBERT EINSTEIN, menyatakan, “Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik. Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi. Meliputi yang Alamiah maupun yang Spiritual, Agama yang seharusnya berdasarkan pada Pengertian yang timbul dari Pengalaman akan segala sesuatu yang Alamiah dan Perkembangan Rohani, berupa kesatuan yang penuh arti. Buddhism sesuai dengan Pemaparan ini. Jika ada agama yang sejalan dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Modern, maka itu adalah Ajaran Buddha.”
SINOPSIS BUKU- Ajaran Buddha di Mata Cendekiawan Ungkapan penghargaan Albert Einstein, ilmuwan terbesar abad ke-20:
- 1905:"Rasa keagamaan kosmik merupakan dorongan paling kuat dan paling mulia terhadap penelitian ilmiah. Agama Buddha, seperti yang kita pelajari dari tulisan Schopenhauer yang mengagumkan, mengandung unsur tersebut jauh lebih kuat dibanding agama lainnya."
1939:"Jika ada suatu agama yang akan memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern, agama itu adalah agama Buddha."
Bagaimana menurut anda?
[Kembali]
Sumber
- Al Qur’an, Al Kitab, RigVeda, Tipitaka
- Tafsir Ibn Kathir, Sahih Bukhari dan Muslim
- Keajaiban Al Qur’an, Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan
- Wikipedia, fisika.net, Sammagi-Phala, Bhagavant, dll
- Vedic Physic-Scientific Origin of Hinduism, Oleh: Raja Ram Mohan Roy, Alih bahasa: Gede Manggala, Posted by Ketut Adi on 2003-09-22 di iloveblue.com
- All about Buddhism, Dasar Pandangan Agama Buddha, Karya Venerable S. Dhammika [Warga Australia yang menjadi Bikkhu], The Buddha Dhamma Mandala Society, Singapore, 1990; Terjemahan Dr. Arya Tjahjadi, DSA, Penerbit Yayasan Dhammadipa Arama Cabang Surabaya
- KARUNAKAR MARASAKATLA, Evolution in the fourth round, Root-race chronology
Artikel terkait lainnya:
First save: 10/6/08, 2:50 PM


Ini hoax yang paling sering dipercaya umat Buddha. Einstein tidak pernah mengatakan bahwa agama Buddha adalah agama kosmis atau semacamnya.
ReplyDeleteTidak pernah ada bukti secuilpun, baik dalam public speaking, jurnal ilmiah, private letters, buku, atau rekaman bentuk lainnya bahwa Einstein pernah mengatakan itu. Entah siapa yang pertamakali menyebarkan hoax ini, tapi usahanya memang cukup sukses (bikin GR umat Buddha :) ).
Umat Buddha pasti kecewa dengan kenyataan ini.
http://en.wikiquote.org/wiki/Albert_Einstein#Misattributed
Dear Mr Anonim,
ReplyDeleteSaya bisa pahami kejengkelan anda membaca betapa menyedihkannya ajaran agama ‘langit’.
Saking jengkelnya...anda tambahkan bumbu kata 'hoax' dengan mengutip http://en.wikiquote.org/wiki/Albert_Einstein#Misattributed:
Buddhism has the characteristics of what would be expected in a cosmic religion for the future: It transcends a personal God, avoids dogmas and theology; it covers both the natural and the spiritual, and it is based on a religious sense aspiring from the experience of all things, natural and spiritual, as a meaningful unity.
• Variant: The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend a personal God and avoid dogmas and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things, natural and spiritual as a meaningful unity. If there is any religion that would cope with modern scientific needs, it would be Buddhism.
• These two statements are very similar, widely quoted, and seem to paraphrase some ideas in the essay "Religion and Science", but neither has been properly sourced. Notable Einstein scholars such as John Stachel and Thomas J. McFarlane (author of Buddha and Einstein: The Parallel Sayings) know of this statement but have not found any source for it. Any information on any definite original sources for these is welcome.
• This quote does not actually appear in "Albert Einstein: The Human Side" as is sometimes claimed.
Benarkah Hoax dan umat Buddha ke-geer-an?
Coba lihat Lucunya Wikipedia, di http://en.wikiquote.org/wiki/Buddhism, yang malah memuat kutipan ini juga:
The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism. (Albert Einstein)
Wah, kelihatannya Wikipedia masih bimbang untuk bersikap mau bagaimana.
O, ya, karena link wikipedia di atas menyebut Thomas J Mc Farlane, maka silakan anda lihat ringkasan buku Buddha and Einstein: The Parallel Sayings, Thomas J MC Farlane, di http://www.integralscience.org/einsteinbuddha/
Dan berikut dibawah ini saya lampirkan lagi beberapa sumber yang reliable mengenai kutipan Einstein bahwa Buddhisme adalah agama scientif:
• http://www.spaceandmotion.com/Albert-Einstein-Quotes.htm
• http://mads.stenfatt.com/einstein/
• http://online.sfsu.edu/~rone/Buddhism/VerhoevenBuddhismScience.htm, Dr. Martin J. Verhoeven, Religion East and West, Issue 1, June 2001, pp. 77-97
• http://www.westegg.com/einstein/#quotes
• http://www.encognitive.com/node/1633
• http://park.org/Guests/Stavanger/bud1.htm
• http://www.oppapers.com/essays/Buddhism/89854
• http://www.purifymind.com/CognitiveScience.htm
• http://barometer.orst.edu/news/2003/04/21/News/Lecture.Studies.Chaos.Theory.And.Buddhism-2295837.shtml
• http://www.physics-philosophy-metaphysics.com/forum/ancient-indian-philosophy-buddha-buddhism-religion-t26.html
• http://www.islam.com/all-replies.asp?id=927967&ct=22&mn=927967
• Ah, bosen capek…terlalu banyak
***
Kemudian untuk quote-an yang ini:
The beginnings of cosmic religious feeling already appear at an early stage of development, e.g., in many of the Psalms of David and in some of the Prophets. Buddhism, as we have learned especially from the wonderful writings of Schopenhauer, contains a much stronger element of this.
Lihat di :
Religion and Science; The following article by Albert Einstein appeared in the New York Times Magazine on November 9, 1930 pp 1-4. It has been reprinted in Ideas and Opinions, Crown Publishers, Inc. 1954, pp 36 - 40. It also appears in Einstein's book The World as I See It, Philosophical Library, New York, 1949, pp. 24 - 28.
[http://www.sacred-texts.com/aor/einstein/einsci.htm#TIMES]
***
Saya rasa anda juga sudah tahu bahwa sangat menjijikan buat agama Tradisi India mengaku-aku atau minta di akui oleh kitab2 lain seperti yang biasa dilakukan secara konyol oleh kalangan Abrahamic yang entah mengapa merasa PENTING SEKALI untuk menyatakan secara sepihak bahwa
Hindu dan/atau Buddha meramalkan Muhammad-lah atau Yesus-lah dikitab2 Hindu atau Buddha..hehehe seperti ini misalnya:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/benarkah-yesus-di-nubuatkan-di-kitab.html
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/03/benarkah-yesus-pergi-ke-india.html
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/10/lho-koqmuhammad-ada-di-kitab-hindu-dan_8940.html
hehehehe..ternyata hanya klaim kosong tok!
Jangan khawatir, Hinduisme dan Buddhisme..merasa biasa2 saja kalo dikatakan sesuai dengan ilmu pengetahuan modern oleh sarjana2 barat.
Salam
Wah keren saudara Wirajhana Eka bagaikan menegakkan kembali apa yang rubuh,Sadhu..Sadhu..Sadhu..
ReplyDeleteNgarep deh... Budha itu siapa? tuhan atau yang menyebarkan ajaran budha?? masa disembah terus yang di tiongkok itu budha juga? sesuai dengan ilmu pengetahuan modern???
ReplyDeletehahahahahaha...
kalau bener bikin situs kaya www.harunyahya.com baru gue percaya...
ReplyDeleteDear anonim,
ReplyDeleteBuddha itu siapa?
Oh, Ia manusia bukan tuhan. Manusia ini bilang bahwa ada jutaan tata surya lain selain tata surya kita, sementara tuhan bilang kalo bumi itu dulunya bertumpuk satu diatas yang lain dengan langit..bumi duluan diciptakan kemudian baru langit dinaikan..
kira-kira kalo ada tuhan bicara model gini..konyol ngga?
Disembah? maksudnya model seperti tuhan? Wah, Itu hal terbodoh yang dilakukan oleh orang2
Cara Tradisi india dalam menghormati orang suci [Bukan menyembah], saya urutkan dari penghormatan yang tertinggi s.d terendah):
1.Yang tertinggi adalah mengitari tubuh
2.Tengkurap, menyelonjorkan tangan sejajar
3.Bersujud seperti shalat
4.mencakupkan tangan
5.menganggukan kepala
Nah, demikianlah caranya untuk menghormati..Dan bukan untuk menyembah dan meminta2...
Di sutta tipitaka disebutkan cara menghormati Buddha bukan menyembah dan memberikan bunga2, namun melakukan sati dan pana
Ada satu artikel yang patut anda baca untuk membedakan menyembah dan menghormati:
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/09/kamulah-yang-menyembah-berhala/
Zaly,
Saya ngga perlu buat ".com" karena buat saya blog gratisan ini cukup.
O, ya saya asumsikan anda masuk blog saya lewat komentar di facebook saya untuk Abdul Kohar Ibnu Sofyan [lihat rangkaian komentar ini:
http://www.facebook.com/wirajhana.eka?ref=profile#/note.php?note_id=148495827360&comments]
Untuk itu, Disamping masalah "big bang", Harun yahya juga salah menafsirkan teori Darwin, karena ngga pernah Darwin bilang nenek moyang manusia berasal dari kera.
Jadi, jangan belajar teori darwin pada Harun yahya.
Untuk mengenal selintas apa maksud Darwin, anda bisa baca ini sebagai pendahuluan..ini cukup ringkas:
http://pkukmweb.ukm.my/~ahmad/tugasan/s3_99/rosmina2.htm
http://suaratuhan.blogspot.com/2009/02/200-tahun-teori-darwin-layak-dibuang.html
Liat penelitian terakhir DNA yang menyatakan bahwa pewarisan sifat pada organisme akibat pengaruh lingkungan
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2009/04/14/brk,20090414-170215,id.html
Atau untuk jelasnya baca juga buku aslinya Darwin disini:
http://www.talkorigins.org/faqs/origin/chapter14.html
Bantahan yang cukup bagus, atas tulisan HY mengenai teori darwin anda baca disini:
http://forum.detik.com/showthread.php?t=26375
http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Teori-Evolusi-vs-Adam-Hawa-Meluruskan-yang-bengkok
Untuk Tulisan HY yang memuat tafsiran AQ tentang bulan terbelah, saya komentari di sini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/08/bulan-tidak-pernah-terbelah-dua.html
Kemudian,
Banyak situs islam secara sepihak memberitakan bahwa ia dihukum karena “menghancurkan Darwinisme” namun ternyata mereka keliru, dari banyak tuntutan diantaranya adalah membuat seorang wanita dipaksa melayani 16 orang, kejadian ini direkam dan wanita itu diperas jika melaporkan akan di publikasikan! Ia juga pernah dituntut karena kepemilikan kokain dan terakhir Harun Yahya dihukum 3 tahun karena variasi kejahatan dalam pengelolaan ilegal organisasi untuk keuntungan pribadi:
[...] Controversial Turkish Islamic author Adnan Oktar was sentenced to three years in prison on Friday for creating an illegal organization for personal gain, state-run Anatolian news agency said. [...]
[http://www.reuters.com/article/artsNews/idUSL0992091620080509]
btw, Tks buat sarannya.
Dahulu kala baik Tuhan itu sendiri ataupun kisah2 suci sering dan banyak muncul. akan tetapi di jaman modern ini dan akan datang, kisah yang ada cuma orang kesurupan dewa atau iblis. Tidak akan pernah ada lagi satu jenis kekuatan yg maha dahsyat, suci, gaib, skillfull, yang bisa menggemparkan dunia dan menyelamatkan manusia dari nafsu kotor dan rentetannya. Kenapa? karena kita manusia susah diatur lagi. jadi wait and see. toh byk hukum kebenaran telah diturunkan di dunia ini. terserah manusia itu sendiri yang mau berpijak di elemen positif/negatif. Pesan saya adalah teruskanlah perjuangan blogger ini, kalo ada teman2 se-manusia punya pendapat lain, janganlah ada kata2 kotor. cukup diam dan pahami dulu isi alkitab masing2. Maklum alkitab adalah buatan manusia, yang namanya manusia pasti ada salahnya. entah sengaja atau tidak. yang jelas kita sbg human punya akal pikiran dan hati nurani. di dalam palsu terdapat asli, di dalam asli bisa jadi palsu. Thanks
ReplyDeletesalam...
ReplyDeletewaduh hebat mas wira punya pengetahuan banyak tentang isi di kitab2 agama lain ya...tapi kok sayangnya kenapa seakan mencari-cari kelemahanya...apa tidak lebih indah klo kita mempelajari mengamalkan semua kebaikan dalam kitab kita..tanpa perlu mengatakan agama langit yang menyedihkan dan Tuhan yang konyol yang justru akan memancing kebencian dan fitnah...semua kitab akan membenarkan ajaran masing masing, tapi tidak ada hak untuk menghina yang lain...saya justru sedih membaca komentarnya...
Dear Cakra Bocah Trowulan,
ReplyDeleteAgama2 di muka bumi berbeda2 baik dari isi maupun tujuannya. Untuk itu, menyampaikan apa yang berbeda adalah hal yang wajar.
sisi baiknya adalah untuk orang perorang yang semakin memahami manfaat dan resikonya dengan menjalani ajarannnya sekarang.
Itu juga, akan lebih meminimalisir orang2 selama ini telah mengambil keuntungan atas nama AGAMA karena ketidaktahuan orang lain untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kenapa?
Karena di jaman ini, Informasi bukan lagi hal yang previledge.
hindu itu cuma dongeng2 dan imajinasi orang2 purba,kebudayan lalu diagamakan....tidak ada firman tuhan didalamnya
ReplyDeletejadi hindu adalah agama budaya
ReplyDeleteDear ryan,
ReplyDeletePanas ya...keciannn
Setelah anda membaca tentunya anda tahu sekarang bahwa yang mem-firmankan:
Bumi itu Datar;
Matahari mendekati Bumi;
Bintang sbg alat pelempar setan;
Matahari, Bulan, dan bintang diciptakan lebih belakangan dari Bumi..
Ternyata BUKAN Tuhan Hindu..
Hehehehe..konyol
4 ryan hendra
ReplyDeleteApa iya Hindu cuma agama dongeng? Kok dongeng lebih pintar dan ilmiah dari Tuhan agama langit?
Bagi yang beragama Hindu maupun Budha, mungkin bisa membantu menjelaskan makhluk yang pertama tercipta itu apa menurut ajaran Hindu atau Budha ? Apakah saat pertama kali tercipta, hanya 1 jenis makhluk saja atau berbagai jenis makhluk yg tercipta ? Terima kasih.
ReplyDeleteBerbagai jenis. Silahkan menunggu dari Wirajhana... Yang pasti dalam Veda disebutkan ada 8.400.000 jenis makhluk hidup. Mulai dari bakteri, rerumputan, serangga, kambing, macan, gajah hingga manusia...
ReplyDeleteDear Lim,
ReplyDeleteAnda menanyakan apa mahluk pertama yang tercipta menurut Hindu dan Buddha.
Untuk Hindu:
Di kitab suci yang umum akui sebagai yang tertua di dunia, Rig Veda menyatakan seperti ini:
Siapa yang tahu, siapa yang akan memberitahu dari mana dan mengapa penciptaan ini lahir, karena dewa-dewa lahir setelah penciptaan ini. Sehingga, siapa yang tahu dari siapa semesta ini dilahirkan. Dari siapa penciptaan ini dilahirkan, Ia mendukung atau tidak. Ia bertahta di langit tertinggi, mungkin Ia tahu atau mungkin tidak. [Rgveda 10.129.6-7]
[Untuk mengetahui siapa itu Allah/Tuhan/Deva, silakan lihat di tulisan ini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/07/allah-semua-agama-itu-ternyata-sama.html]
Kemudian,
Disetiap terbentuk dan kehancuran dunia, dinamakan siklus umur Brahma di bagi dalam rangkaian Mavantara, di setiap Mavantara ada Manu, jadi terdapat 14 manu dalam 14 Mavantaranya.
Manu berasal dari kata Manasa yang berarti mahluk yang memiliki kesadaran/berpikir. Manvantara berasal dari ‘Manu’ dan ‘antara’ yang artinya adalah interval antara dua Manu [Srimad-Bhagavatam 3.13.14-16]
Manu bukan merupakan unit individu, Manu merupakan satu set ras manusia. Manu merupakan nama generik dari Pitr atau leluhur/asal muasal manusia [Secret Doctrine 2:308-9].
Lebih lanjutnya silakan baca tulisan di atas pada artikel ini.
Untuk Buddha:
Mahluk2 pertama di setiap siklus juga para Deva, lihat di atas di bagian tulisan tetang Ajaran Buddha dan juga ditulisan ini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html#buddha
salam.
Bli, tiang boleh gak copy artikel ini ke blog tiang? Yg pasti sumbernya akan tiang cantumkan kok.
ReplyDeletewaaakaaaaakaaak, kelihatan banget maksa dicocok-cocokan, spy kelihatannya ajaran agama hindu/budha itu sesuai dg science, spy kelihatannya aja ilmiah. padahal...waa kaaa kaaaak....
ReplyDeleteDari awal pun kitab suci agama Islam, terutama di qur'an sudah menyatakan bahwa bumi itu bulat, tinggal cara orang memahaminya saja yg sering salah tafsir yhd ayat2 ttt, btw. Anda mengaku salah satu sumber tulisan disini adalah qur'an, tapi anda memelintir ayat2 qur'an sedemikian rupa shg menimbulkan salah tafsir. Ini salah satunya, QS. 41 Al Fushshilat, tidak spt itu bunyinya, yg benar adalah :
ayat 10:
waja'ala fiihaa rawaasiya min fawqihaa wabaaraka fiihaa waqaddara fiihaa aqwaatahaa fii arba'ati ayyaamin sawaa-an lilssaa-iliina
Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
ayat 11:
tsumma istawaa ilaa alssamaa-i wahiya dukhaanun faqaala lahaa walil-ardhi i/tiyaa thaw'an aw karhan qaalataa ataynaa thaa-i'iina
Kemudian Dia "menuju" langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Coba bandingkan dg kutipan ayat 10&11 Al Fushshilat di tulisan anda di atas. Paham?!
Dear Moon,
ReplyDeleteTentang Islam mengatakan bumi itu bulat...hmmm, sayang sekali..ngga ada tuh..yang ada juga bilang datar, bertumpuk dengan langit satu diatas yang lain..
Tafsir surat 41 dari Ibn Kathir juga mengatakan hal yang kurang lebih senada:
Penciptaan Bumi dan Penciptaan langit dibicarakan secara terpisah Allah berkata bahwa Ia menciptakan Bumi terlebih dahulu, karena itu adalah Fondasi, dan Fondasi harus dibangun terlebih dahulu baru kemudian atap..
hehehe..konyol.
salam
Anda yg konyol, kl belum bisa membaca qur'an itu belajar dulu, jadi gak asbun spt ini. baca nih http://faithfreedom.myforumportal.com/board/bentuk-bulat-planet-bumi-t816-45.html
ReplyDeleteDear moon,
ReplyDeleteApakah kata 'takwir' surat 39:5 di link anda berhubungan dengan bentuk bumi?
Tidak.
karena itu hanya menerangkan bahwa bentuk langit versi islam berbentuk kubah dengan matahari dan bulan-lah yang berjalan.
Bukti:
[..]Ibn Taymiyah: Allah has said, "And He (Allah) it is Who created the night and the day, the sun & the moon. They float, each in a Falak." Ibn Abbas says, "A Falaka like that of a spinning wheel." The word 'Falak' (in the Arabic language) means "that which is round."[..]
Tafsir Ibn Kathir surat Ar rad:2,
[..]seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan ditempat peredarannya), Itu juga dikatakan artinya adalah: Hingga mereka selesai/turun [settle] ke bawah kursi Allah [‘arsy] setelah melewati bagian lain bumi.
Jadi ketika mereka, dan seluruh planet2 sampai di sana, mereka berada ada di jarak terjauh dari ‘arsy. Karena menurut pandangan yang benar, yang teks-teks buktikan, ini berbentuk seperti kubah, dibawahnya semua adalah ciptaan. Tidak berbentuk bundar seperti benda2 langit, karena ada pillar bawaannya. Fakta ini jelas bagi mereka yang mengerti ayat dan hadis2 otentik[..]
Arti kata takwir:
Surat at takwir:1,
YUSUFALI: When the sun is folded up;
PICKTHAL: When the sun is overthrown,
SHAKIR: When the sun is covered,
Tafsir:
[..]At-Takwir means to gather one part of something with another part of it (i.e., folding). From it comes the folding of the turban (`Imamah) & the folding of clothes together. Thus, the meaning of Allah's statement, (Kuwwirat) is that part of it will be folded up into another part of it. Then it will be rolled up and thrown away. When this is done to it, its light will go away.
Sumber: http://www.islambasics.com/view.php?bkID=69&chapter=19
[..]The word kawwara is derived from Takwir which denotes for the sun 'to lose its light'. (Another meaning of Takwir is 'to fold', & the translation in the text is based on this meaning. The sense of folding the sun is that its function will come to an end, and it will lose its light..
Muhammad Taqi Usmani) Sayyidna Hasan Basri (RA) has attached this interpretation to it. Another sense of the word is 'to cause to fall'.
Rabi' Ibn Khaitham (RA) assigns the following interpretation to this verse: The Sun will be thrown into the ocean, and as a result of its heat the entire ocean will turn into fire. The two interpretations are not contradictory. They may be reconciled thus:
first, its light will be put off and then it may be thrown into the ocean.
Sahih of Bukhari records from Sayyidna Abu Huharirah (RA) that the Holy Prophet (Sallaho Alaihe Wassallam) said that on the Day of Resurrection the Sun and the Moon would be thrown into the ocean.
Musnad of Bazzar has the addition that they will be thrown into Hell.
Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya and Abush-Shaikh stated that on the Day of Resurrection Allah will throw the Sun, the Moon and all stars into the ocean. Then a violent wind will blow over them, as a result of which the entire ocean will turn into fire.
Thus it is correct to say that the Sun & the Moon will be put into the ocean. It is likewise correct to say that they will be put into Hell, because the entire ocean at that time will have been turned into Hell. [Derived from Mazhari and Qurtubi] [..]
Sumber: http://www.central-mosque.com/quran/maariful_quran.pdf
Jadi M oon,
kata ‘takwir’ yang dimaksud 100% menegaskan bahwa langit islam berbentuk kanopi, seperti maksud surat Al baqarah:22,
YUSUFALI: Who has made the earth your couch, and the heavens your canopy; and sent down rain from the heavens; [..].
PICKTHAL: Who hath appointed the earth a resting-place for you, and the sky a canopy; and causeth water to pour down from the sky,[..]
SHAKIR: Who made the earth a resting place for you and the heaven a canopy and (Who) sends down rain from the cloud [..]
sumber: http://english.bayynat.org.lb/Quran/AL-BAQARA2.HTM
Konyol ya..
orang salah tafsir itu banyak, krn mmg mreka bukan ahlinya. Untuk bisa menafsirkan qur'an itu ia harus mengiasai bahasa Arab, ajaran Islam dan ahli dibidangnya, artinya seorang dokter muslim yg ahli bahasa arab tentunya akan lebih dapat memahami arti ayat-ayat qur'an yg berkaitan dg ilmu kedokteran (spt ttg ayat qur'an yg menyatakan bahwa syaraf perasa manusia itu letaknya di bawah kullit), dll,termasuk penciptaan bumi, tentu saja langit terlebih dahulu dicipta, ada byk ayat2 dlm qur'an yg menyebutkan langit&bumi, langit selalu disebut dulu dari bumi, dan di surah itu juga disebutkan "lantas menuju langit" berarti langit sudah ada dulu sebelumnya.
ReplyDeleteJadi jangan sok menafsirkan kitab suci agama orang lain, cukup saja kekonyolan kalian dgn mengangap bumi berbentuk seperti bola, bundar(padahal bumi berbentuk elipsis) dan disangga oleh naga pula, aneh, membedakan tuhan dgn jin saja belum bisa kok sok-sok an mencoba menafsirkan kitab suci firman Tuhan.
Nimbrung ah... Yg salah tafsir itu siapa sih? Terus siapa dong yg tafsirannya tepat? apakah bro Moon? Atau MUI?
ReplyDeleteMUI juga sama, tafsirnya, coba mana sini lampirkan gimana menurut kamu tafsirnya? Jgn asal ngomong ya, hrs dr sumber resmi.
ReplyDeleteDear M oon,
ReplyDeletekoq malah nanya2 ngga jelas..bukannya ngecheck
Semua tulisan di artikel dan juga di komentar saya sesuai dengan tafsir dan hadis [sahih dan sunan] juga saya sertakan sumber dan linknya..
ngga berani ya untuk check...
takut bahwa yang saya tulis ternyata 100% bener, ya
Ayo silakan buktikan..jangan malu2..
Tar to bro... Moon. Namanya sudah tafsir... dimana pasti ada sebuah faktor pemikiran dr si pembuat tafsir. Ya Kan...???
ReplyDeleteSekarang saya ingin tau... sapa saja yg bisa membuat tafsir? Orang2 tertentu atau semua orang bisa membuat?
Klo orang2 tertentu, maka syarat2 apa yg harus dipenuhi o/ orang tsb agar masuk kualifikasi u/ mbuat tafsir?
Lha wong ditanya mana tafsir MUI yg bertentangan dgn tafsir aku, kok malah balik tanya. Sy nggak melihat adanya perbedaan itu. Ttg kriteria penafsir itu sdh sy jawab sblmnya, berulang2, cari dan baca!
ReplyDeleteGini saja...Bro...Moon... Kita ambil saja 1 contoh saja. Dulu... orang merokok tidak diharamkan sama sekali, sekarang karena ada penemuan2 yg mana dibilang rokok itu gak baik. Maka MUI mencari2 ayat2 yg agak nyrempet... Sehingga bisa mengatakan itu haram.
ReplyDeleteBegitu juga dg bumi, coba gak ada penemuan secara ilmiah klo bumi itu bulat, mungkin di muslim akan mati2an bilang bumi itu datar. Apalagi ayat2 di qur'an yg bisa diasumsikan bulat, sangat sedikit.
Itu lho bro maksud ane....
Oh ya setiap orang yg menafsirkan, tentu punya massa/pengikut... Ya kan? Shg tafsir yg ia buat tentu punya pengakuan dr massa/pengikutnya. Shg klo anda bilang itu tafsir yg salah/sesat, saya rasa kurang bijak.... karena itulah pemikiran manusia.... Coba Bayangkan klo suatu saat, bumi ini pecah, jadi lempengan datar....Pasti anda akan membenarkan bahwa sesungguhnya bumi itu datar.......ya kan??? hehehehehe...
So... dlm meTafsirkan ayat2 selalu mengikuti perkembangan jaman. Begitulah konsepnya...
Klo di Veda, kita artikan apa adanya... shg mungkin jaman dulu akan kelihatan konyol atau g masuk akal sama sekali... Tp lamban laun kok benar ya????
Sehingga tantangan kami...coba artikan qur'an apa adanya tanpa perlu pemikiran2 yg sifatnya melunakkan atau mengikuti perkembangan zaman... Tentu malah kelihatan, ngawur, sadis, dll? Ya kan?
Ho ho ho ho, tambah ngaco aja, justru skrg ini hindu/budha semakin dikesan2kan spy mirip ajaran Islam. Mana ilmiahnya sesajian, nggak ada. Mana ilmiahnya zina, nggak ada, justru menunjukkan tak ada beda antara manusia dengan hewan. Merokok itu adalah haram, jika memang merokok itu terbukti mengganggu kesehatan, krn ayatnya adalah : dilarang menzalimi diri sendiri. Nah yg masih diperdebatkan adalah : mengganggu kesehatan atau tidaknya. bukan ayatnya. Paham?!
ReplyDeleteJustru qur'an itu kitab yang paling lengkap dan sempurna, bahkan bentuk bumi dibahas dalam berbagai sudut pandang, yakni dari pandangan manusia yg berada di dalam bumi (diratakan, bagai hamparan), juga jika dipandang manusia dari luar bumi (yakni, bulat bagai telur).
Masih banyak hal-hal lain,coba apa kata seloka kitabmu itu ttg bedanya cahaya bulan dgn matahari?! Ada?
Juga apa kata kitabmu itu ttg alat sensor perasa sakit yg dibawah kulit manusia. Ada?!
Di Qur'an bahkan ini sudah dijelaskan, dan menjadi dasar imu pengetahuan kedokteran. Ilmiah!
Juga apa kata kitabmu itu ttg hujan? Ada? Apa katanya?
Apa kata kitab-mu itu ttg membar pembatas air sungai yg tawar dgn air laut yg asin? Ada?!
Apa kata kitabmu itu ttg ilmu akutansi/tata buku? Ada?!
Apa kata kitabmu itu ttg Bio energi? Ada?!
dll masih banyak lagi, baca :
http://faithfreedom.myforumportal.com/board/al-qur-an-online-t5148-15.html
Sekarang aku tantang kamu! Apa kata hindu/budha, veda-mu itu ttg proses penciptaan manusia? Ilmiahkah?! Think!
ReplyDeleteSedangkan di qur'an jelas disebutkan:
penciptaan anak manusia.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
[23:12] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
[23:13] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
[23:14] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Disini juga dipakai bahan dasar TANAH untuk membuat air mani, akan tetapi ilmu pengetahuan mengatakan komposisi kimia sperma adalah sebagai berikut :
Komposisi kimia …………..( Dalam mg/100 ml )
Ammonia ……………………………2
Ascoric Acid ……………………..12,8
Ash …………………………………..9,9 %
Calcium ……………………………25
Carbon Dioxide …………..54 ml/100 ml
Chloride …………………………155
Cholesterol ………………………80
Citric Acid ……………………….376
Creatine …………………………..20
Ergothioneine ………………..Trace
Fructose ………………………..224
Glutathione ………………………30
Glycerylphorylcholine ………54-90
Inositol ……………………………..50,57
Lactic Acid ………………………..35
Magnesium ……………………….14
Nitrogen, nonprotein(total) …913
Phosphorus,acid-soluble …….57
Inorganic ………………………….11
Lipid ………………………………….6
Total (lipid) ………………………112
Phosphorylcholine ………….250-380
Potassium …………………………89
Pyruvic Acid ………………………29
Sodium ……………………………281
Sorbitol ……………………………..10
Vitamin B 12 ……………….300-600 ppg
Sulfur …………………………3 % (of ash)
Urea …………………………………72
Uric Acid ……………………………..6
Zinc ………………………………….14
Copper ………………………0,006-0,024
Kalau diuraikan dalam atom2nya, maka akan jadi C, H, O, N, S + mineral lain. Itulah 'saripati tanah' yang sampai ke manusia melalui proses rantai makanan, yang kemudian diolah oleh tubuh kita sendiri menjadi sperma.
Dear M oon,
ReplyDeleteIslam katakan bumi diciptakan dulu baru matahari, bulan dan bintang. Bintang dan meteor buat melempar setan, matahari akan mendekati bumi jarak 1 KM..hehehe terus nyemplung ke laut..
Ilmiah versi islam koq beda ama versi sain?
Di India, Tertibnya penciptaan semesta malah dibuktikan kebenarannya oleh sain, bahkan ilmu kedokteran & Ilmu bedah pun udah ada dari sebelum masehi.
Untuk tantangan mu ngga perlu di jawab oleh tuhan Hindu..cukup seorang rsi bernama Pippalada penulis Garbho upanisad [1800 SM] yang menjawab.
Upanisad ini berisi detail perkembangan Janin dari mulai sperma bersatu hingga lahir malah!
[jangan tersedak ya..bandingkan sendiri sama proses janin menurut kedokteran]:
Garbha Upanishad
Translated by Dr. A. G. Krishna Warrier
Published by The Theosophical Publishing House, Chennai
The formation of the embryo and its stages of development
On a perfect day and on the uniting of the male and female reproductive fluids,
after the lapse of one night, the embryo is in a mixed (semi-fluid) state.
After seven nights from thereon, it takes the shape of a bubble formed out of water.
At the end of a fortnight, it takes the shape of a solid lump. It gets solidified and hardened at the end of one month.
In two months, the head takes form.
At the end of three months, the legs and foot are formed.
And by the fourth month, the wrist, stomach and the hip, waist etc are formed.
During the fifth month, the spine and the adjoining bones get shaped.
The Mouth, Nose, Eyes and the Ears are all formed during the sixth month.
In the seventh month, life or the jivan enters the body shaped so far.
By the eighth month, it attains full shape and gets fulfilled with all other remaining parts. If the potency of the father (the male) is stronger than the mother, it becomes a male and vice-versa. If the potency of both the father and the mother are equal with no pulling force in either, it becomes a nabumsaka. (neither a male nor a female)
It is born as a blind or as a deaf or dumb or short or with other deficiency due to any mental confusion during the period of pregnancy. If the male reproductive fluid is split because of the air moving around in the body, twins are born.
When the body comprised of the five natural forces acquires intelligence by the infusion of the jivan (or the soul), it also acquires the five intellectual organs and the brain, which enables the jivan to distinguish between different forms of objects and tastes.
...
Once he digests the essence of the same, he understands the fact that the eight basic forces (five sense organs, the mind, intellect and ego) and their sixteen variants belong to the soul or the jivan residing in the body.
Whatever is consumed or drunk by the mother passes through the nerves dovetailed with the child’s to the jivan, which is satisfied with such feed.
It is during the ninth month that all the sense organs and intellect organs attain completeness.
Constitution of a human body:
(Apart from what is said in the earlier paragraphs), The human body consists of 107 secret spots (comparable to the genitals), 180 junction points, 109 nerves called as “snaayu”, 700 other nerves, 500 tissue groups (muscle), 360 bones, four and a half crore hairs, 8 palam (palam is an old measure that weighs around 35 grams) weighing Heart and 12 palam weighing tongue. The body also has got one ser (ser is a measure weighing around 300 grams) weighing biological fire, two ser weighing watery substance, a quarter ser weighing semen or other reproductive fluid and two-sers weighing fat. There is no laid down measure or weight of the urinary or the other solid excretions, which are dependent on the intake.
link:
http://www.dharmicscriptures.org/Garbha%20Upanishad_English.doc
Awas jangan tersedak!
Mana buktinya statement resi kamu itu lebih dulu dari qur'an? Gak ada jaminan. Sedangkan dlm kitab suci kamu justru dibilang manusia terdiri atas unsur, api,angin et cetera yg sama sekali tak terbukti ilmiah. Justru qur'an yg benar menyatakan unsur tanah sbg pembentuk manusia.
ReplyDeleteJuga mana kajian ilmiah ttg sesajian itu?
Dear M oon,
ReplyDeleteHahahahaha..menyedihkan ya..Allah cuma mampu bikin tulisan yang anak tk sekarang juga tau ringkasannya..tapiiiii Garbha upanisad Hindu..luar biasa bukan dari mulai bertemunya janin hingga lahir + struktur tubuh ada..
Jangan nangis dong..
btw buka aja link nya kamu juga akan tau..
anak tk dan resi-mu itu baru tahu stl ada penelitian ilmu kedokteran ttg ini, jadi gak usah ngarang-ngarang deh. Ilmu kedokteran iu penemuanya muslim, berdasarkan petunjuk (kamu tahu kan artinya "clue")dari qur'an, bisa tebel banget kalau seluruh pengetahuan dijelaskan secara rinci, lagian buat apa otak manusia, kalau semuanya sudah dijelaskan rinci, nggak ada usahanya manusia!
ReplyDeleteCoba aja kitab kamu itu bisa membedakan antara cahaya bulan dgn cahaya matahari!
wakaaakaaak....
Baca ni http://faithfreedom.myforumportal.com/board/al-quran-dan-sains-t2280.html
ReplyDeletejauuuuh sekali kalau dibandingkan dgn isi kitabmu itu...
Broo moon.. ya... sekrg Hindu jd agama termuda dong... hehehehehe .... Padahal semua keilmuan menyatakan veda/hindu adalah agama tertua yg tetap exists.
ReplyDeleteYa begitulah... Coba pelajari Veda, tentu anda akan berpikiran akan lebih bijak. Kami aja baca qur'an tidak pernah dikutuk. Ya belajar... ini bukan berarti mengharuskan masuk Hindu lho.. melainkan agar paham pola pikir Hindu.
Ttg Ilmu... ya...harus main2 srempet...sebab anda sendiri aja bilang bahwa qur'an memberikan clue... just clue!
Dear M oon,
ReplyDeleteMasih kaget2 ya orang2 Sebelum Masehi malah mengetahui hal ini lebih detail dari allahmu sendiri...hahahaha..katak dalam tempurung!
Lihat ini:
http://www.answering-islam.org/Quran/Science/embryology.html
ato di:
http://www.ece.lsu.edu/kak/GarbhaUpanishad.pdf
"1. Pippalāda and his date
The first question concerns the date of the Garbha Upani¬ad. Since it is ascribed to Pippalāda, we need to determine this sage’s place in the Vedic tradition, although it is believed that the text may not be as old as the sage. Pippalāda is also the instructing sage of the Praśna Upani¬ad and the author of the Atharvaveda śākhā named after him (Paippalāda śākhā). As a principal arranger of the Atharvaveda, he should be assigned to at least the middle of the second millennium BCE, if the ›gveda is to be taken to be no later than 2000 BCE, as is suggested by hydrological evidence related to the drying up of the Sarasvatī river around this time, and the fact that the ›gveda celebrates this river as the great river of its time, flowing from the mountains to the sea.
According to the Purāªas, Pippalāda was the disciple of the ›¬i Vedasparśa, and he instructed Yudhi¬−hira in the significance of the A¡gāravrata, which is based on a dialogue between ˜ukra and Virocana.
The physiological knowledge in the Garbha Upani¬ad is consistent with that found in the oldest Upani¬ads. Like the other texts, it speaks of recursion, but it doesn’t list as many channels (veins and nerves) as the other texts do. This indicates that this Upani¬ad may be older than what has been assumed."
ato
di Journal of Postgraduate Medicine
Medknow Publications and Staff Society of Seth GS Medical College and KEM Hospital, Mumbai, India
ISSN: 0022-3859 EISSN: 0972-2823
Vol. 48, Num. 3, 2002, pp. 243-245
[http://www.bioline.org.br/request?jp02085]
"The Vedas were followed by other writings. The `Brahmanas' which can be considered as guide books for the Vedas came next. `Aranyakas' and then `Upanishads' followed Brahmanas.1 Upanishads contain knowledge acquired sitting around one teacher in the "Guru-Shishya tradition" where the disciples sit around the teacher and learn. One such Upanishad called Garbha Upanishad (1400 BC) describes the development of embryo in an astonishingly precise manner:
"From the conjugation of blood and semen the embryo comes into existence. During the period favourable for conception after the sexual intercourse it becomes a `Kalala' (one-day-old embryo). After remaining seven nights it becomes a vesicle - `Budbuda'. After a fortnight it becomes a spherical mass "Pinda". After a month it becomes a firm mass. After two months the head is formed. After three months the limb regions appear."6 Similar descriptions are also found in the teachings of Vag Bhata, Vishnudhara and in Agni Purana.7
This accurate description of the embryo in the Upanishad, which predates microscopes is truly amazing as it matches almost accurately with the present-day knowledge of embryology. Seven days old embryo is indeed vesicular and is called blastocyst. The description of formation of the head and the limb regions also more or less matches with the time of their development as we know them today. "
Hahahahaha...Allah mu koq malah kalah dengan Manusia biasa, ya?
Awassssss...tersedak!
waaakaaakaaak, desperate, cuma itu aja, mana yg lainnya?
ReplyDeleteapanya yg kalah, pengetahuan manusia itu tak seberapa dibanding tuhannya, yg aku tanya di kitab-mu ada tidak?
manusia itu tahu pasti ada sumbernya, nah apa sumber dia dr kitab-mu itu atau justru dr Islam, agama sejak manusia pertama.
Lantas mana keilmiahan dr kitabmu? resi itu tidak mengambil kebenaran dr kitab-mu, melainkan dari ajaran Islam yg sudah ada sejak manusia pertama.
ReplyDeletekok dihapus, takuut ya waaakaaakaaak
ReplyDeletemanusia itu tahu ttg itu bersumber dari mana? yg aku tanya apa kata kitab kamu itu? mana sisi ilmiah kitab kamu? kebenaran yg manusia itu dapat bukan dr kitab kamu tapi dari ajaran Islam yg sudah ada sejak manusia pertama, jd gak usah heran, bahkan pengetahuan manusia itu msih kalah jauh dg jin, apalagi dg tuhan ya jauuuuh bok!
ReplyDeleteDear M oon alias melia,
ReplyDeleteAnda katakan:
apanya yg kalah, pengetahuan manusia itu tak seberapa dibanding tuhannya, yg aku tanya di kitab-mu ada tidak?
Saya:
pasti tersedak-sedak ya...Ternyata Tradisi KITAB KAFIR di SEBELUM MASEHI udah mengetahui perkembangan janin sesuai ilmu KEDOKTERAN jaman sekarang sementara AQ yang katanya dari Allah yang maha tau cuma bilang seperti itu tanpa tau perkembangan bulannya..
hahahaha..konyol..nantangin kitab kafir tapi malah k.o!
Hah! Islam sudah ada sejak manusia pertama? hehehe..maksudnya ADAM?..hahaha masih percaya aja dongeng Adam manusia pertama ini:
Silakan baca ini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/gigo-sampah-masuk-sampah-keluar-banjir.html
Awasssss tersedak lagi!
Btw,
di artikel ini, tulisan kamu yang mana yang saya hapus?..justru bentuk2 tulisan kamu bagus buat orang lain baca..betapa konyolnya cara kamu menjawab, berargumen dan membela diri
hehehe dihapus? hahahaha..rugi gw malah.
yang ini:
ReplyDeletehttp://cahyaiman.wordpress.com/2010/04/28/kesimpulan-para-profesor-tentang-quran/
"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).
* Beranda
* ATURAN DISKUSI
* DUKUNG KAMI
* PESAN UNTUK SAHABAT
KESIMPULAN PARA PROFESOR TENTANG QUR’AN
April 28, 2010
by cahyaiman
Ditulis oleh : Sang Misionaris
“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.
……..- Prof. Dr. Joe Leigh Simpson Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat.
“Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. “
………- Prof. Marshall Johnson Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat.
“AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. “
………- Prof. TVN Persaud Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba, Kanada.
“Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. “
……….- Prof. Tejatat Tejasen Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand, Chiang Mai
“…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. “
………..- Prof. Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman.
“AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. “
……….- Prof. Palmer Ahli Geologi ternamaAmerika Serikat.
“llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”
……….- Prof. Shroeder Ilmuwan kelautan dari Jerman
“Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”
………..- Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang
dll.
oh ya, satu lagi ttg tulisan nyampahmu ttg nabi Adam, itu yg garbage. Makanya kalau cari data itu bukan dr kitab suci yg dipalsukan, cari sumbernya dari qur'an atau setidaknya dari PL bukan PB. lol!
ReplyDeleteDear M oon,
ReplyDeleteTentang adam BUKAN manusia pertama yang dibahas dari literatur Islam, liat aja di sini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/08/adam-bukan-manusia-pertama-banyak-adam.html
Tentang sampah..Nah cilakanya AQ dan Hadis tidak ada yang menggambarkan sedetail PL..
masih tentang sampah, ada sampah bagus yang tertera di tafsir dan hadis:
Dikatakan juga bahwa gelombang itu tingginya 80 mil melampaui gunung-gunung. Perahu tersebut terus berlayar dibawah perlindungan Allah…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]
Hehehe..detailnya kenapa sampah..ya baca aja di sini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/gigo-sampah-masuk-sampah-keluar-banjir.html
Btw di kitab dongeng hindu Bhasviya Purana [purana artinya adalah dongeng] ternyata ada juga loh banjir nuh itu..cocok sekali ama arti kitab hindunya yaitu dongeng..Dasar ngga berpengetahuan, dongeng malah di anggap kejadian nyata oleh Allah..hehehehe
Trus sampah embriyo keith more, harun yahya dan rashid khalifah baca aja di sini:
http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Embriologi_Dalam_Al-Qur%27an
Hehehe..bantahannya bagus..allah tumbang oleh manusia..menggelikan emang..
Salam sayang dari orang yang masih heran kenapa ada yang masih percaya dongeng.
Dasar kamunya aja yg bego, sudah nggak mampu menafsir, nyampahnya lagi, kamu tidak ambil dari sumber aslinya, tapi dari terjemahan english, haa haa haa haaa makin nyampah lagi nih kamu!
ReplyDeletemulai dr yg simpel2 aja dech, apa kata kitab-mu itu ttg hujan?
Di qur'an bahkan sdh dijelaskan ttg hujan scr lengkap. dan terbukti nyata, sholat minta hujan berhasil meski di musim kemarau sekalipun. Ini menjadi solusi paling efektif dan efisien.
Dear M oon,
ReplyDeleteHujan? ah anda ini bener2 katak dalam tempurung, apa sih sulitnya buat tradisi yang mampu menyatakan BUMI ini BULAT dan bahkan menyatakan perkembangan janin bulan perbulan hingga lahir?
Kita mulai dari Brihat samhita, di kitab itu tertulis formasi Awan, pergerakan angin, ukuran curah ujan dll..
Perlu kamu catat..jangan kaget ya..
Yang menerangkan ini ngga perlu tuhan, cukup seorang manusia bernama Varâhamihira [505-587 M], Detailnya lihat di sini:
http://pdflost.com/download/5213563/
Btw bahasa Inggris kamu ngga bego2 amat kan?!
Salam
haa haaa haaa, lagi-lagi kamu GAGAL, tak bisa membuktikan keilmiahan kitab veda or seloka bhagawat gita kamu itu!
ReplyDeleteorang itu mendapatkan pengetahuan itu BUKAN dari kitab kamu, tapi dari ajaran Islam yang memang sudah ada sejak awal terbentuknya bumi ini.
Kalau soal hujan dll itu masih membingungkanmu, Nieh yg sederhana aja,
coba apa kata kitab kamu ttg kondisi bawah laut yang gelap?
Apa selokanya? dlm bhs aslinya juga dicantumkan spy bisa dicek kebenarannya, bukan main comot pengetahuan yg sudah tersiar lantas diakui sbg pencetusnya....(bisa aja kamuhindu bilang resi A penemu bulan pada 200sm...haaaa haaa haaa haaa cara murahan!).
Dear M oon,
ReplyDeleteah masa sehhh..Kira-kira di islam ada yang lebih janggih dari brihat samhita ngga soal hujan?
Ada? yang lebih nora sih ada..
hehehehe..
Kalo islam udah ada dari mula pembentukan bumi, koq AQ malah bilang bumi ada duluan dari langit? bertumpuk satu diatas yang lain, langit berbentuk kanopi, bumi datar, bulan terbelah, darah bergumpal dan ngga jelas tahapan pembentukan janin?
Koq malah jadi lebih bego?
buka linknya dan kamu akan tau itu benar..
ttg sanskrit..hehehe membedakan Bhagavad gita dan brihat samhita saja ngga mampu..plus bahasa inggris aja masih blepotan minta di cantumkan bahasa yg ngga kamu kenal..hehehehe..ngga ngukur diri.
btw, tanggapannya yang mutuan dikit deh..jangan cuma nangis tersedak ngga mampu nyimak [apalagi baca pake inggris]
hehehehe..
lagi2 kumat begonya, sumber kanu itu tidak dijamin valid, yg tahu bhs kitab kamu itu kan cuma kalangan hindu sendiri, jd mudah saja memalsukannya supaya kelihatan ilmiah, kl mmg pengetahuan ttg janin astronomi dll, ilmu kesehatan itu sdh kalian ketahui kok tdk diakui umat hindu sbg penemunya, justru pengakuan duni thd para penemu muslim. haaa haaa haaa ketahuan ya ulah ngibul kalian!
ReplyDeleteNih yg simpel aja, apa kata kitab kamu ttg cahaya dalam laut?
yg ini akurat dan mudah dibuktikan kebenarannya. Buktikan apa kata seloka kitabmu itu ttg cahaya dalam laut!
Ada nggak?
M oon,
ReplyDeletebagusnya sebelum komentar klik dulu dan buka..yang terjemahin itu hampir majority non hindu dari pada hindu..awalnya mereka mo mengkafiri mereka..tapi ternyata..mereka malah K.O.
India itu, walaupun dijajah islam 1000 tahun dan inggris ratusan tahun..walaupun kitab2 mereka di copy paste, di obok2..tapi jumlah hindunya tetep super majoritas..
kenapa? karena mereka tau kitab2 mereka jauh lebih unggul dari kitab2 penjajah
Btw sekolah dimana sih? kasi tau ya..bukannya apa2..saya mo pastikan supaya ntar anak2 saya..ngga sekolah di tempat dimana kamu sekolah..
lulusannya aja begonya ngga ketulungan.
Sebagai informasi tambahan saya persilahkan membuka/mendownload (gratis) bahan2 di situs:
ReplyDelete1. http://www.falundafa.or.id/index.htm
2. http://www.falundafa.or.id/word/FLG.pdf.zip
3. http://www.falundafa.or.id/word/ZFL.doc
4. http://www.kebijakanjernih.net/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=49&Itemid=78
Seluruh pembahasan tentang alam semestanya hingga ke tingkat mikrokosmiknya menggunakan logika dari Ilmu Fisika Partikel
Saya yakin, apa yg telah diramalkan oleh Einstein itu adalah benar dan tepat terjawab di dalam ajaran aliran FALUN DAFA (FALUN GONG ini.
Semoga bermanfaat
I really really wonder...
ReplyDeleteMas Wira ini kerjaannya apa sih? Kok sempet2 nulis kaya gini?
agama yg mengawinkan manusia dgn sapi ko disebut ilmiah, wakaaakaaakaaak...
ReplyDeleteJelaslah Islam agama yg paling ilmiah, dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama. Dasar penulis blog ini aja yg bego, gak bisa menafsirkan isi qur'an, di jaman yg sudah modern begini, makin byk kebenaran qur'an yg satu per satu mulai terbukti keilmiahannya. Ini pernyataan para ilmuwan, bukan sembarangan orang, macam si bloger blegug yg bego tapi sok tahu spt wira ini. Metode nyampah!
Dear M oon alias melia,
ReplyDeleteSebenernya saya malas ngebahas yang diluar topik ini, apalagi ngga jelas sapi itu kawin dengan upacara atau tidak. Namun demikian, Di Sudan dimana Islam Sunni adalah majority, seorang Pria menikahi kambing setelah memberikan dowry pada pemiliknya [mas kawin, di AQ 4:4, 4:24 AQ 5:5]
Sudan man forced to 'marry' goat
A Sudanese man has been forced to take a goat as his "wife", after he was caught having sex with the animal.
The goat's owner, Mr Alifi, said he surprised the man with his goat and took him to a council of elders.
They ordered the man, Mr Tombe, to pay a dowry of 15,000 Sudanese dinars ($50) to Mr Alifi.
"We have given him the goat, and as far as we know they are still together," Mr Alifi said.
Mr Alifi, of Hai Malakal in Upper Nile State, told the Juba Post newspaper that he heard a loud noise around midnight on 13 February and immediately rushed outside to find Mr Tombe with his goat.
"When I asked him: 'What are you doing there?', he fell off the back of the goat, so I captured and tied him up."
Mr Alifi then called elders to decide how to deal with the case.
"They said I should not take him to the police, but rather let him pay a dowry for my goat because he used it as his wife," Mr Alifi told the newspaper.
[http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/4748292.stm]
Menurut situs ini:
http://ethnikoi.org/iran.html
"Tahrirolvasyleh is an Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."
untuk tulisan arabnya, silakan baca di sini:
http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip
Salah satu isinya:
A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.
If one commits the act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrement become impure and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned.
Salah satu yang menarik adalah di link ini:
http://www.homa.org/index.php?option=com_content&view=article&id=104&Itemid=58
[..]
Islamic Teachings on sex with animals:
"The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."
Editor's notes: I wonder if it is OK to sodomize a dead animal? What happens if the buyer brings the poor animal back into the city?
"If one commits an act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrements become impure, and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned, and the price of it paid to its owner by him who sodomized it."
Editor's note: The poor animal first is sodomized and then killed and burned. What an Islamic justice towards animals? Where are the animal rights group?
"It is forbidden to consume the excrement of animals or their nasal secretions. But if such are mixed in minute proportions into other foods their consumption is not forbidden."
"If a man (God protect him from it!) fornicates with an animal and ejaculates, ablution is necessary."
Editor's note: It does not say who should have ablution: the animal or the man?
Terakhir,
keragaman variasi seksual dan pernikahan di Islam silakan baca ini:
Sex and sexuality in Islam
[http://www.islamreview.com/articles/sexinislam.shtml]
Walopun saya mo muntah baca beberapa tulisan di atas, namun suka tidak suka saya harus akui bahwa keleluasaan hubungan seksual di Islam emang paling KOMPLIT dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama!
Salam
waaakaaakaaaak lagi-lagi nyampah....
ReplyDeletetuh penulis pasti salah kutip, TAK ADA itu hukumnya perkawinan antara manusia dgn hewan di Islam, tapi di Metro tv jelas sekali diperlihatkan adanya upacara perkawinan hindu antara manusia dengan sapi, lengkap dgn sesajian, hiasan-hiasan dan pendeta hindunya, ngaku aja deh, tak usah malu-malu, jgn mengingkari pendetamu dan kitab sucimu, dalam Hindu/Budha memang diperbolehkan manusia kawin dengan binatang! tak usah sok mual dan meludah segala, ini berarti kamu meludahi agama kamu sendiri,hiihiiihiihiiih,eh siapa tahu sapi yg dia kawini itu reinkarnasi istrinya jaman majapahit, whaaahaaahaaahaa haaaa haaa haaaa...
siapa suruh percaya adanya reinkarnasi, akhirnya binatang pun dikawini!
cek yg benar kejadian di sudan itu murni ajaran Islam atau adat afrika (ajaran primitif animisme serupa hindu). Di Islam kalau ada kejadian seperti yg terjadi di Bali itu, maka sapinya langsung dibunuh (dr sisi ilmiahnya, untuk menghindari lahirnya anak 1/2 manusia 1/2 hewan, ih mengerikan, ini baru tragedi kemanusiaan), lantas orang itu disuruh memberi ganti rugi (bukan mahar/mas kawin) kepada si pemilik sapi, kalau sapi itu bukan miliknya. Paham! Jelas sekali di TV, adanya upacara hindu perkawinan antara manusia dengan binatang. sampai sekarang tuh sapi masih hidup tuh, malah dikawinkan dengan manusia. HoekZ!
Dear M oon,
ReplyDeleteanda katakan ini:
waaakaaakaaaak lagi-lagi nyampah....
tuh penulis pasti salah kutip, TAK ADA itu hukumnya perkawinan antara manusia dgn hewan di Islam,
Saya:
Salah kutip gimana?
Hukum Syariah Islam, BUDAK itu statusnya sama dengan BINATANG bisa diperjualbelikan..pemiik budak yang budaknya kawin juga di beri Dowry
Nah itulah mengapa perkawinan itu sah!
Tabari:
Treat women well for they are like domestic animals and they possess nothing themselves. Allah has made the enjoyment of their bodies lawful in his Qur’an. [Tabari:9:113]
FATWA/HUKUM islam mengatur cara bersetubuh dengan binatang:
Radd al-Muhtar ala ad-Dur al-Mukhtar is a book on Islam by 19th century Hanafi Scholar Ibn Abidin. A commentary on Imam al-Haskafi’s Durr al-Mukhtar, it is commonly known as Radd al-Muhtar. It is said to be a compilation of the great Fatwas of Imam Abu Hanifa [May Allah have mercy on his soul], and Hidayah is the name of a famous Hanafi juridical work by Burhan-ud-din Ali bin Abi Bakr al-Marghinani (1152-1197) which is considered widely authoritative as a guide to Fiqh amongst Muslims in Central Asia, Afghanistan and India, and is the basis for much of the Anglo-Islamic law in India and Pakistan.
“QUOTE”
If someone does jima [intercourse] with an animal or with a dead or a young girl and there is no inzal [ejaculation], then ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab taharah, masail ghusl, aussi Alamgiri, Kitab taharah)
If someone enters the penis of an animal in her vagina or dubur [anus], the ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab Taharah Masail Ghusl)
If someone does wati [intercourse] in the dubur [have anal sex or commit bestiality] of an animal or in his anus and there is no inzal, then Ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Hidayah kitab taharah)
If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)
Hadis-hadis yang mendukung ini:
Narrated Abdullah ibn Abbas: The Prophet (peace be upon him) said: If anyone has sexual intercourse with an animal, kill him and kill it along with him.
I (Ikrimah) said: I asked him (Ibn Abbas): What offence can be attributed to the animal/ He replied: I think he (the Prophet) disapproved of its flesh being eaten when such a thing had been done to it. [Abu Dawud 38:4449]
Narrated Abdullah ibn Abbas: There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.[Abu Dawud 38:4450]
Persetubuhan antara sapi dan manusia di bali apakah di upacarai perkawinan?
Di situs ini:
http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=98916
tertulis kata ini:
Prosesi "pernikahan" ini merupakan bagian dari ritual pembersihan desa yang dianggap kotor akibat perbuatan menyimpang GA dengan seekor sapi. Namun, belum ada penjelasan dari pihak desa makna dari upacara "pernikahan" tersebut.
Di detik tertulis kata ini:
Dalam prosesi "pernikahan" itu, si pemuda menggunakan pakaian adat Bali sedangkan sapi betina ini dihias dengan kain putih. GA dan sapi bersanding hanya berjarak satu meter. Upacara "pernikahan" ini dipimpin seorang pemangku.
Semua kata PERNIKAHAN ditulis dengan memakai tanda kutip!
Ini bukti? Hahahahaha konyol!
Yang dilakukan oleh aparat DESA adalah upacara pembersihan desa 100% BUKAN upacara perkawinan!
Jika anda emang punya otak,
Sebagaimana BUKTI yang saya tuliskan DIATAS, yang berasal dari FATWA/HUKUM ISLAM, Pendapat ULAMA, MULlAH, dan Hadis yang menduking SAH/Tidaknya bersetubuh dengan binatang?
ISLAM menyatakan SAH!
Sekali lagi:
Walopun saya mo muntah baca beberapa tulisan di atas, namun suka tidak suka saya harus akui bahwa keleluasaan hubungan seksual di Islam emang paling KOMPLIT dan faktanya memang hanya Islam lah satu-satunya agama!
Nah, silakan BUKTIKAN dalam yurisprudensi hukum HINDU/BUDDHA..sah/tidaknya Perkawinan dengan BINTATANG.
Mampu?
Lagi-lagi kutip ayat/hadist ko dr bhs inggris, ya yg dr yg aslinya donk, jadi gak salah tafsir dan byk distorsi, tp ini mmg metode nyampah kamu.
ReplyDeleteLagipula hati2 mengutip Tabari, tulisan-tulisan Tabari itu dibuat dlm tekanan masa politik penguasa syiah!
Juga bgmn dgn status hadist-nya, sahih atau palsu? Gak bisa sembarangan.
Nih ya aku kasih tahu, tidak spt hindu/budha yg mengakui adanya perbudakan (benar-benar budak, manusia menghamba pd manusia lain/raja), begitu Islam datang maka perbudakan langsung dihapuskan! Islam sama sekali tak mengenal perbudakan, budak dlm Islam hanya tinggal nama/istilah penyebutan dr pihak luar Islam untuk menyebut bekas tawanan perang yg menjadi istri atau pegawai bagi tuan/majikan(ini jg hanya istilah dr pihak luar Islam).Jadi tak ada itu budak dlm Islam, krn tujuan Islam adalah untuk menghapuskan penghambaan manusia kpd manusia lain, haram! yg ada hanyalah penghambaan manusia kepada Allah, satu-satunya Tuhan, sang pencipta. selain itu, dilarang! paham?! Jadi Islam tak pernah memandang manusia/budak sbg binatang! Ini beda dgn kafir yg menganggap budak sbg binatang.
Peristiwa seperti yg dilakukan oleh pemuda hindu itu juga sudah dikhawatirkan terjadi, mengingat ulah jin yg menyesatkan mmg apa saja bisa terjadi,makanya untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan, ini ilmiah! maka diatur dlm syiah (fatwa ulama syiah) untuk membunuh binatang itu dan pemuda hindu itu kl dlm Islam hrs membayar GANTI RUGI (bukan mahar) kpd si pemilik sapi! Nah, entah upacara bersih desa kek atau upacara perkawinan, tp yg pasti (ini kl mmg ilmiah) hewannya hrs dimatikan, untuk mencegah lahirnya mahluk mengerikan yg patut dikasihani itu. Ini kl kamu punya otak pasti bisa nangkep donk! nah, bgmn dg hindu, kok justru sapinya msh hidup dan dinikahkan dg manusia (ini jelas disebutkan oleh sang pembawa acara di tv, dinikahkan!).
Dear M oon,
ReplyDeleteHahahaha..kesedek lagi ya..tinggal cocokan saja arti itu di arab..pasti 100% match!
Budak di Islam itu di atur di AQ dan hadis. salah satunya ayatnya:
[23:6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
Penjelasan no 994:
[994]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya no. [282].
Nah, benarkah bukan diwajibkan?..hehehehe bahkan Nabi pun mempunyai lebih dari 38 Budak:
Nama-nama 27 Budak lelaki yang dimiliki oleh Nabi Muhammad:
"These are the names of Muhammad's male slaves: Yakan Abu Sharh, Aflah, 'Ubayd, Dhakwan, Tahman, Mirwan, Hunayn, Sanad, Fadala Yamamin, Anjasha al-Hadi, Mad'am, Karkara, Abu Rafi', Thawban, Ab Kabsha, Salih, Rabah, Yara Nubyan, Fadila, Waqid, Mabur, Abu Waqid, Kasam, Abu 'Ayb, Abu Muwayhiba, Zayd Ibn Haritha, and also a black slave called Mahran, who was re-named (by Muhammad) Safina (`ship')."
Berikut ini nama 11 Budak wanita yang dimiliki oleh Nabi Muhammad:
Muhammad's Maid Slaves "are Salma Um Rafi', Maymuna daughter of Abu Asib, Maymuna daughter of Sa'd, Khadra, Radwa, Razina, Um Damira, Rayhana, Mary the Coptic, in addition to two other maid-slaves, one of them given to him as a present by his cousin, Zaynab, and the other one captured in a war."
[Sumber: Ibn Qayyim al-Jawziyya "Zad al-Ma'ad" - Part 1, Pages 114-116]
Nabi juga melakukan jual,beli dan menyewakan budak:
Narrated Jabir bin Abdullah: A man decided that a slave of his would be manumitted after his death and later on he was in need of money, so the Prophet took the slave and said, "Who will buy this slave from me?" Nu'aim bin 'Abdullah bought him for such and such price and the Prophet gave him the slave.[Sahih Bukhari 3:34:351]
Narrated Jabir: The Prophet came to know that one of his companions had given the promise of freeing his slave after his death, but as he had no other property than that slave, the Prophet sold that slave for 800 dirhams and sent the price to him.[Sahih Bukhari 9:89:296]
"Mohammed had many male and female slaves. He used to buy and sell them, but he purchased more slaves than he sold, especially after God empowered him by His message, as well as after his immigration from Mecca. He once sold one black slave for two. His name was Jacob al-Mudbir. His purchases of slaves were more than he sold. He was used to renting out and hiring many slaves, but he hired more slaves than he rented out."[Ibn Qayyim al-Jawziyya "Zad al-Ma'ad" - part 1, page 160]
Contoh di atas, jelas sekali bila Islam emang melegalkan perbudakan, menjual, beli, menyewakan dan memperbudak manusia!
Anda:
Nah, entah upacara bersih desa kek atau upacara perkawinan, tp yg pasti (ini kl mmg ilmiah) hewannya hrs dimatikan, untuk mencegah lahirnya mahluk mengerikan yg patut dikasihani itu.
Saya:
Hahahahaha..jelas-jelas ditulis dalam tanda kutip "perkawinan"..masih aja ngotot..hahahahaha
Bukankah di tanggapan sebelumnya sudah saya sampekan sedikit bukti2 yang berasal dari hukum Islam, Fatwa dan Hadis di mana ternyata Islam benar2 memperbolehkan having a sex dengan binatang...
Nah, daripada mengigau dan buang bacot ngga jelas..Ayo buktikan bahwa di Hindu/Buddha di perbolehkan mengawini binantang?
Mampu? [ini tantangan ke-2]
yang konsisten kamu, kalau mau kutip hadist itu sertakan sumber aslinya, dlm bahasa Arab, atau link dlm bahasa Indonesia-nya, jadi bisa dipercaya dan dicek kebenarannya.
ReplyDeleteKata "budak" itu HANYA ISTILAH, disesuaikan dgn konsep kafir saat itu, yg membagi-bagi manusia menjadi majikan/tuan dan budak. Dalam Islam yg oleh orang kafir sebut sbg budak itu tak lain adalah kaum tawanan perang atau orang yg dihadiahkan oleh pihak kafir untuk menjadi budak orang Islam. Namun dlm Islam orang itu tidak dianggap budak dan diperlakukan SETARA dgn manusia merdeka, yg laki-laki dianggap sbg saudara/pegawai dan yg perempuan ikatannya dgn majikan/tuannya adalah sebagaimana ikatan suami istri (kecuali yg menikah, scr Islam, dgn budak laki-laki, maka budak wanita itu sejatinya adalah istri majikan laki-lakinya) krn dlm Islam wanita dan laki-laki yg bukan muhrim diharamkan tinggal serumah atau melakukan perjalanan bersama-sama tanpa kejelasan siapa muhrim bagi si wanitanya.
ttg budak scr panjang lebar, bisa kamu baca di sini http://faithfreedom.myforumportal.com/board/islam-memberi-makna-lain-terhadap-konsep-perbudakan-t5158.html?hilit=perbudakan
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. melarang penjualan hak loyalitas budak dan penghibahannya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2770
http://hadith.al-islam.com/bayan/displa ... ind&ID=855
dihibahkan saja dilarang, apalagi diperjualbelikan...krn tujuan pengangkatan para tawanan perang itu oleh para pejuang muslim adalah untuk melindungi nyawa si tawanan perang itu....nah, dlm hal tawanan perang tsb seorang wanita, krn bukan muhrimnya, maka status pengangkatan budak wanita ini menjadi spt ikatan perkawinan, dengan mahar berupa hak perlindungan dan pemberian nafkah lahir maupun nafkah batin, hingga ia menjadi tangan kanan majikan/tuannya.
Kamu jelas-jelas nggak bisa membaca qur'an kok berani-beraninya secara ngawur main tafsir seenak udel kamu sendiri! Sekali lagi, kamu jgn sok tahu dgn agama orang lain, kamu urus saja agama aneh kamu itu....
Juga ayat-ayat qur'an 4:4, 4:24 dan 5:5 itu memang mengatur ttg mas kawin/mahar, tapi jelas sekali disebutkan di ayat-ayat itu bahwa itu adalah mas kawin/mahar bagi wanita, bukan untuk hewan spt imajinasi otak mesum kamu!
ReplyDeleteQS. 4. An Nisaa'
4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan[267]. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
[267]. Pemberian itu ialah maskawin yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua pihak, karena pemberian itu harus dilakukan dengan ikhlas.
24. dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami..... dst.-nya
5. Al Maa'idah
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
see, mana yg mengatakan mas kawin untuk binatang dan membolehkan perkawinan dgn hewan? Dasar otak mesum!
yg ada adalah pengaturan tindakan apa yg hrs dilakukan jika terjadi peristiwa spt yg dilakukan oleh pemuda Hindu bali itu dgn sapi, yakni harusnya (scr ilmiah juga) si sapi harus dibunuh dan dibakar sesegera mungkin, dan tidak boleh dikonsumsi! Ini tindakan ilmiah untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan, mengerikan...tp dlm hindu sapinya justru tetap dibiarkan hidup, mgkn krn dianggap sbg reinkarnasi dr istri si pemuda itu di masa lampau, jadi tindakan menjijikan spt itu pun dimaklumi.....cieh!
Dear M oon,
ReplyDeleteBudak BUKAN istilah!
Penjelasan no:994 [AQ 23:6] adalah resmi dan diterjemahkan di berbagai bahasa. Cara menambah BUDAK: via JUAL/BELI& sewa
Seseorang di antara kami berwasiat memerdekakan seorang budak miliknya stlh ia wafat, padahal ia tdk miliki harta selain budak tsb. Lalu Nabi SAW memanggil budak itu & menjualnya. Muttafaq Alaihi. [Hadits ke-6]
Jabir Radliyallaahu'anhu: Kami biasa menjual budak2 wanita kami, ibu dari anak2 & Nabi SAW masih hidup. Beliau tdk mempermasalahkannya. Riwayat Nasa'i, Ibnu Majah, & Daruquthni. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.[Hadits ke-12]
Makanya baca pake MATA!
Kamu katakan ini:
[..]dihibahkan saja dilarang, apalagi diperjualbelikan..
Saya:
Wah si oon ini..goblok aja pamer-pamer! Yang dimaksudkan BUKAN larangan Hibah/jual beli BUDAK. Bukti:
'Aisyah: Barirah datang padaku berkata: Aku telah ber-mukatabah (perjanjian antara seorang budak dgn majikannya bhw budak tsb akan merdeka bila dapat bayar uang yg disepakati) dgn majikanku sebesar 9 uqiyyah, setiap thn 1 uqiyyah, maka tolonglah aku. Aku berkata: Jika majikanmu bersedia aku bayar padanya dgn syarat wala'-nya (harta warisan bagi yg memerdekakan budak) nanti untukku, maka aku akan menolongmu. Kemudian Barirah menghadap majikannya & mengungkapkan hal itu, namun majikannya menolak. Ia datang lagi sewaktu Rasulullah SAW sedang duduk seraya berkata: Aku telah menyampaikannya kepadanya, tetapi ia menolak kecuali jika wala' itu tetap miliknya. Nabi SAW mendengar & Aisyah memberitahukan hal itu, lalu beliau bersabda: "Ambillah & berilah persyaratan wala' itu padanya, sebab wala' itu hanya bagi orang yg memerdekakan." Lalu 'Aisyah melakukan hal itu. Kemudian Rasulullah SAW berdiri dihadapan orang2..beliau bersabda: "Amma ba'du, mengapa ada orang2 yg memberikan persyaratan yg tdk ada dlm AQ?. Setiap syarat yg tdk tercantum dlm AQ adlh batil, walaupun 100 syarat. Ketetapan Allah itu lebih hak & syarat (yg ditetapkan) Allah itu lebih kuat, & wala' itu hanya bagi orang yg memerdekakan." Muttafaq Alaihi & lafadznya menurut riwayat Bukhari. Menurut riwayat Muslim: "Belilah & merdekakanlah, & berilah persyaratan wala' kepadanya."[Hadits ke-10]
Jadi, JUAL/BELI BUDAK boleh kecuali jika wala tidak termasuk!
Goblok aja pamer2!
Yg lebih berpahala dari membebaskan budak adalah memberikan budak ke keluarga!
Narrated Kurib: the freed slave of Ibn 'Abbas, that Maimuna bint Al-Harith told him that she manumitted a slave-girl without taking the permission of the Prophet. On the day when it was her turn to be with the Prophet, she said, "Do you know, O Allah's Apostle, that I have manumitted my slave-girl?"
He said, "Have you really?"
She replied in the affirmative.
He said, "You would have got more reward if you had given her (i.e. the slave-girl) to one of your maternal uncles." [Sahih Bukhari 3:47:765]
Kamu katakan:
Mana mas kawin buat binatang?!
Saya:
Ya ampun gobloknya..di Islam: Budak itu setara dgn BINATANG..kalo mo pake bayar dan ikuti persyaratannya!
...Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us is that if a man returns a slave girl in whom he has found a defect & he has already had intercourse with her, he must pay what he has reduced of her price if she was a virgin. If she was not a virgin, there is nothing against his having had intercourse with her because he had charge of her." Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us regarding a person, whether he is an inheritor or not, who sells a slave, slave-girl, or animal without a liability agreement is that he is not responsible for any defect in what he sold unless he knew about the fault & concealed it...[Malik muwata 31.4.4]
Oon aja pamer2!
Memang idiot! sudah gitu main cuplik hadist dari smber yg gak jelas. Hadist itu macam-macam statusnya, ada yg palsu juga. Sekali lagi ambil sumber Hadist itu dari sumber yg valid, yg dpt dipercaya spt dari sini http://hadith.al-islam.com/ misalnya, jadi kamu nggak usah korek-korek tong sampah untuk menulis sampah pula jadinya. lol!
ReplyDeleteDan kamu dgn otak mesum kamu main asal sembarangan menafsirkan qur'an. yg memperlakukan budak sbg hewan itu HANYA orang kafir, BUKAN muslim! Prinsip dlm agam Islam adalah mengharamkan penghambaan manusia kepada sesama mahluk ciptaan Tuhan, jadi penghambaan manusia kepada manusia lain adalah dosa besar! Syirik! dan dilarang KERAS! Jadi kata budak dlm Islam memiliki MAKNA yang BERBEDA dgn pengertian budak oleh kafir. Budak dalam Islam maknanya adalah kaum tawanan perang, suku lain! Jelas?! Makanya kamu jgn sok tahu ttg agama orang lain. Menafsirkan qur'an sj ngawur gitu! Hierarki hukum dlm Islam itu juga beda, nomor 1 dan yg uatam adalah qur'an, baru hadist, lalu ijma. Kalau ada hadist yg bertentangan dengan isi qur'an maka hukum hadist itu menjadi gugur! tidak boleh dipakai! Jelas! Kalau ada hadist yg bertentangan satu dgn yg lain, yg diambil adalah yang paling sesuai dgn isi ayat-ayat qur'an!
Ini seperti memaknai kata "tuhan", dalam Islam makna kata "tuhan" itu yang dimaksud adalah Allah SWT. Ini tentu saja BEDA dgn yg dimaksud sebagai tuhan oleh umat kristiani misalnya, krn kata "tuhan" bagi mereka adalah Yesus. Dlm agam hindu arti "tuhan" itu pastinya juga bukan Allah, tapi entah apa itu sebutannya jin yg kalian sembah-sembah itu, bisa satu atau lebih, tergantung selera...wakaakaakaak, tuhan kok bisa lebih dari satu, aneh. Kalau aku bilang, hindu budha konghuchu itu adalah lebih pada suatu filosofi hidup daripada suatu agama.
ReplyDeleteDear M oon,
ReplyDeleteSaat membaca Qur'an dan Hadismu ya seperti itu. Itu bukan hadis palsu..bahkan hadis ke-6, 10, 12 dalam bahasa indonesia saya ambil di situs ISLAM sendiri:
http://www.nuralmukmin.com/index.php?option=com_content&task=view&id=720&Itemid=112
Hadis2 itu diakui dan dipakai aliran sunni..
Jadi buat apa mesti marah2 ketika KEGOBLOKAN-mu ketahuan jelas ketika kamu katakan BUDAK itu dilarang dihibahkan/diperjualbelikan..tapi ternyata yang dimaksudkan adalah jika tanpa wala-lah maka proses JUAL BELI BUDAK tidak boleh!
Hahahaha...oon aja masih sok komentar..hahahahahahahahahahahahaha
Kemudian, saat kamu katakan saya otak mesum..kamu jelas salah alamat..walaupun saya mo muntah membacanya namun demi penjelasan dan kejelasan yang dapat dipertanggung-jawabkan, maka kutipan dari Jurisprudensi Islam harus saya tampilkan dan emang ada memuat aturan tatacara berhubungan seksual dengan binatang..
So, jika kamu mau melakukan hub seksual dengan binantang..monggo..islami koq..asal ikuti tatacaranya,ya..
Koq malah saya yang dikatakan berotak mesum?
Aneh!
ya mesum! Krn kamulah yg menganggap budak itu sebagai binatang! Sedangkan dalam Islam, sekalipun budak diperjualbelikan (meski ini masih meragukan) krn kontradiksi dgn hadist ttg pelarangan hibah budak, tp mungkin ini sekali lagi hanya mengikuti istilah kafir untuk menyebut "pemindahan tempat kerja" budak (yg bisa saja atas permintaan budak itu sendiri untuk pindah kota ke tempat yg lebih dekat dgn desa asalnya barangkali atau untuk bersatu dgn keluarganya yg menjadi budak di kota lain, untuk bersatu kembali stl terpisah akibat perang misalnya, dll) padahal jualbeli itu hanya sekedar istilah, tapi tetap tak pernah sedikitpun terlintas di bank muslim bahwa budak itu adalah binatang, seperti otak kotor kafir! Makna "budak", "jualbeli budak", "tuhan" dll adalah berbeda antara muslim dgn kafir!
ReplyDeleteM oon,
ReplyDeleteHahahaha..ajaran agama koq membolehkan having a sex with animal..perbudakan koq diperbolehkan..diperjual belikan dan bangga lagi..
ck..ck..ck..ck..
Justru tradisi kafir(hindu juga) yg membagi-bagi manusia dalam kasta-kasta antar tuan dan budak! Islam justru memberi makna lain terhadap :
ReplyDelete1. Tuhan
2. Budak
3. dll....
Kafir-lah yg menganggap budak sbg hewan, BUKAN Islam! Kafir pulalah yg percaya adanya reinkarnasi (Islam TIDAK), shg hewan yg dikawini tetap dibiakan hidup krn dianggap reinkarnasi roh istri di masa lampau...
Dear M oon,
ReplyDeleteAduh..merajuk ya...kecian deh..
Begini nieh kalau orang bego yg sok tahu mau main coba-coba menafsir, jadi makin kelihatan begonya!
ReplyDeletembedain tuhan dgn jin saja nggak bisa gitu kok, nyadar diri deh, ngaca! Aneh, pohon disembah, makanan disembah, jin dikasih makan, disembah-sembah, bahkan ada pula yg kawin dgn jin, bahkan semua mahluk termasuk hewan dan tanaman boleh disetubuhi. Hih! inilah akibat halusinasi adanya reinkarnasi, jadi semua mahluk dianggap reinkarnasi dr manusia!
Apa sih ilmiahnya memberi pohon makanan, kopi dan rokok serta bunga-bunga. Juga dimana sisi ilmiahnya sapi yg disodomi itu masih dibiarkan hidup, bahkan dikalungi bunga segala....
Agama langit, agama yg sebenarnya, telah memikirkan apa yg bakalan terjadi dgn umat agama bumi yg membolehkan manusia bersetubuh dgn sebarang mahluk (sbg konsekueni pengakuan thd adanya reinkarnasi), makanya ditetapkan hukuman mati bagi pelakunya, untuk mencegah lahirnya mahluk 1/2 manusia yg mengerikan dan patut dikasihani! Agama bumi mmg sering melakukan tindakan yg aneh dan tak ilmiah, tidak rasional.
M oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
Begini nieh kalau orang bego yg sok tahu mau main coba-coba menafsir, jadi makin kelihatan begonya!
saya:
Oang bego yang anda sebut sok mau menafsirkan itu bernama:
Ibn Abbas, Nasa'i, Ibnu Majah, Muttafaq Alaihi, Daruquthni,Ibnu Hibban, malik muwatta, Muslim, Bukhari
nah, nama2 itu jauh lebih berbobot dari rengekan anda..
***
Bicara menyembah..
Maka apa manfaatnya mengelilingi batuk kotak, menciumi batu hitam dan menyembah2 dihadapannya?
Ada?
Dasar idiot! kalau begi tuh nggak usah ngajak-ajak, bego aja lu sendirian sono!
ReplyDeleteSudah dibilang, di qur'an jelas-jelas seks dgn mahluk selain manusia itu dilarang, nggak spt agama kamu itu, mau zina boleh, mau kawin dgn jin boleh (katanya untuk melanggengkan kekuasaan dan kekayaan, ih!), mau sodomi binatang boleh, dan faktanya sudah ada tuh umat hindu yg menyodomi sapi, mau sodomi pohon nangka juga boleh, asal ada lobang, tancap bleh! hueksz, agama yg gini kok ngaku ilmiah!
yg para perawi selisihkan itu hanya hukuman duniawinya saja! Juga yg mereka terangkan itu hanya cara bersucinya saja. Namanya orang berdosa, masak nggak boleh sholat tobat! Jadi kalau di Islam sodomi itu apalagi dgn mahlu lain itu ber-dosa! dilarang! yg diperselisihkan hanya ada tidaknya hukuman duniawinya. hanya abu dawud sendiri yg mengira Ibn Abbas mengatakan tak usah dihukum mati. krn ia rasa hukuman mati itu kok kesannya kejam sekali, dan ia terlalu alergi dgn yg bau-bau kitab terdahulu. Padahal kitab terdahulu itu masih lanjutan dan termasuk ajaran Islam juga, tak semua ayat2 di dalamnya palsu, ayat-ayat yg masih selaras dgn isi qur'an jelas masih asli dan masih berlaku. cuma dia sendiri tuh, sedangkan banyak lagi yg bersaksi bhw Ibn Abas mengatakan hukumannya adalah hukuman mati. Dan ini tak hanya Ibn abbas sj yg bilang begitu, tapi Abu Huraira juga! Disamping itu juga ada hadist yg jelas-jelas sahih, tanpa kontradiksi, yg menyatakan bahwa bagi pemuda yg belum mampu kawin, hukumnya adalah PUASA! Juga hadist bagi suami, jika ia timbul hasrat(termasuk akibat tergoda oleh perempuan lain, selain istrinya) maka diperintahkan untuk melakukannya (melampiaskan hasrat tsb) HANYA dgn istrinya. Jadi zina sangat dilarang keras, DOSA BESAR! Hadist itu harus sejalan dgn ayat qur'an sbg hukum pertamanya, kl ada hadist yg tak sesuai dgn perintah qur'an ya gugur dgn sendirinya! Paham?!
Lagian kebegoan kamu terlihat dgn mengira bahwa muslim menyembah kabah! Bego! memangnya kamu yg ibadahnya dgn menyembah pohon, perempatan jalan, kendaraan bahkan hewan juga disembah, dan jin juga tentu saja, bahkan dikawini, kalau ada alian juga pasti boleh tuh kawin dgn alien!
kabah itu hanya kiblat saat sholat, hanya arah sholat! Paham?! Tujuannya hany asebagai pemersatu umat muslim seluruh dunia, yg disembah ya hanya Allah, bukan kabahnya! Bahkan kalau di pesawat atau sedang di mobil pun sholatnya boleh menghadap ke mana saja, krn seluruh arah itu sejatinya milik Allah. Bahkan sholat di dalam kabah pun boleh kok! Logikanya dipake! Kalau yg disembah tuh kabahnya kenapa boleh sholat di dalam kabah! Inilah lagi-lagi bukti penafsiran kamu yg sok tahu ttg agama orang lain itu!
Skrg mana tuh link seloka bahwa zina dan sodomi dgn binatang di wedha dilarang? Ada nggak?! waakaaakaaak....
Lantas dimana sisi ilmiahnya membiarkan sapi korban sodomi itu masih tetap hidup, dan melahirkan mahluk 1/2 hewan 1/2 manusia itu?
Juga jelaskan apa sih ilmiahnya menyembah pohon dan perempatan jalan itu? hiii hiii hiiih.
Kenapa makanannya, kopi dan bunga di kasih di pohon ata di tengah jalan, kan mubazir, mendingan dikasih ke anak yatim piatu. Dasar aneh!
Jgn lupa tuh sodomi pohon mangga, sudah berlobang, kalau ada mahluk mars yg ke bumi, kawinin juga, bisa jadi istri ke tujuh tuh!
waakaaakaaak! begini nieh kalau mengira semua mahluk sbg reinkarnasi manusia, sapi-lah di sodomi, mahluk mars-lah di nikahi! Aneh dan menjijikan!
M oon,
ReplyDeleteagama ilmiah itu ngga ada yang bilang bumi itu datar dan jadi pusat perputaran matahari..nah agama Islam mengatakan demikian!
kalo kabah ngga di sembah..maka tunggingin aja kabah saat shalat?! hehehehe..koq ngga berani?!
Agamamu sendiri mengajari menyembah kabah, batu hajar aswad..koq
Ajaranmu sendiri dari kalangan sunni dan syiah membolehkan sex dengan binatang..koq malah kamu marah2?!
kamu katakan ini:
hanya abu dawud sendiri yg mengira Ibn Abbas mengatakan tak usah dihukum mati. krn ia rasa hukuman mati itu kok kesannya kejam sekali, dan ia terlalu alergi dgn yg bau-bau kitab terdahulu.
saya:
Hahahaha..kekejaman Islam itu udah terkenal..ngga usah di putar balikan..eh kemarin aja mesjid Syiah di Iran di bom oleh orang muslim sendiri
koq jeruk makan jeruk..ajaran kaya gini mo ngaku2 ilmiah..menyanyangi sesama manusia saja ngga bisa
lama2 cara kamu membela ajaranmu ngga pake nalar lagi...
konyol
Dasar idiot!
ReplyDeletemana kata-kata hadist yg bilang: "menyodomi hewan adalah halal?"
mana? mana? Hah?! Dasar idiot, penipu pula!
dan hukuman mati itu ilmiah! meski dirasa kejam thd hewan, namun ilmiah! untuk menghindari lahirnya mahluk 1/2 manusia 1/2 hewan!
Juga pikir tuh, syiah itu termasuk golongan yg selamat atau tidak?
Nah agama kamu justru membiarkan hewan itu hidup, justru dikalungi bunga segala kok!
Noh kawin dgn jin boleh, mau sodomi binatang boleh, sodomi pohon jeruk juga boleh tuh!
Kalau di Islam bersetubuh itu hanya boleh dgn sesama manusia, haram itu mengawini mahluk lain! Emangnya kamu, kala ada mahluk mars yg mampir ke bumi, boleh tuh kamu jadikan istri ke 13 kamu. Dasar idiot! yg membolehkan zina dgn semua mahluk hasil reinkarnasi itu agama kamu itu! Gak menghindar dr enyataan. Terbukti nyata, umat hindu yg menyodomi sapi, umat hindu pulalah yg kawin dgn jin, bahkan menyembah jin!
ttg bumi, nih ya orang idiot! Justru inilah keindahan bahasa arab, makanya dipilih menjadi bahasa qur'an. Karena 1 kata itu bisa memiliki banyak makna, bisa menjelaskan banyak hal cukup dgn 1 kata saja. Makna Dahaha itu dalam konteks kalimat di ayat itu adalah: bentuk bumi itu sebenarnya dalah "tidak rata" alias "bulat lonjong (tidak sekedar bulat, spt bola, tapi bulat lonjong) seperti telur! Namun krn sayangnya Allah pd manusia, maka manusia diciptakan dlm ukuran yg pas shg pd saat tinggal di bumi, seolah-olah bumi "bagai" dihaparkan baginya, seolah-olah rata! padahal sebenarnya tidak. Coba kalau ukuran manusia itu raksasa, bisa tidak nyaman ia tinggal di bumi, kepleset sana sini akibat bentuk bui yg sebenarnya bulat, namun disamarkan menjadi seolah-olah rata, krn kecilnya ukuran manusia. Kamu sendiri kan sudah tahu bhw riwayat kata dahaha itu adalah telur burung onta (bntukanya bulat lonjong) yg disembunyikan di timbunan pasir yg DIRATAKAN! sehingga dpt menyamarkan telur yg bult lonjong itu! Paham?!
Dan ini sangat ilmiah sekali, terbukti benar, bahwa meski bentuk bumi itu sebenarnya adalah bulat lonjong, namun dirasakan oleh manusia bagai rata, spt karpet yg dihamparkan. Dan yg lebih mendalam lagi, lebih ilmiahnya lagi, kata ini tak hanya menjelaskan ttg bentuk bumi saja, yg bulat lonjong, bukan bulat spt bola, tapi juga menjelaskan bahwa permukaan bumi itu adalah lempeng yg labil, bagai karpet yg dihamparkan yg bisa bergeser-geser. Terbukti, pulau dan benua itu ternyata bergerak, bergeser dari waktu-ke waktu sesuai usia bumi, tak hanya diam di satu tempat bujur dan lintang!
Nieh mustinya gue bikin blog aja, percuma nulis pjg2 disini, lu-nya aja yg bego sok-sok tahu nulis2 blog segala!
ttg kabah sebagai kiblat, yg muslim taati itu bukan menyembah MENGHADAP kabahnya, tapi perintah Allah-lah yg dipatuhi. Jika Allah memerintahkan muslim untuk menganti arah kabah menjadi ke arah monas, sih muslim seluruh dunia akan menggantinya. JAdi bukan krn kabahnya, tapi krn perintah Allah-lah yg dipatuhi! Paham?!
Logikana dipakai, kl sdg di luar angkasa, muslim bebas menghadap mana saja saat sholat, bahkan bisa sj saat itu ia sedang berada di atas kabah posisinya. tololnya kamu, memang idiot!
Apa sih ilmiahnya sembah-sembah pohon dan perempatan jalan itu?
Kenapa kamu menghindar dan gak mampu jawab pertanyaan ini? haa...ha...ha...ha...
ilmiah dari hongkong! nyembah pohon kok ilmiah!
M oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
mana kata-kata hadist yg bilang: "menyodomi hewan adalah halal?"
Saya:
Ah rupanya anda jadi berminat mau menyodomi ya tapi masih ngga jelas halal atau haramnya.
Mudah sekali. Dalam kamus fiqih: Halal adalah segala sesuatu yang boleh dikerjakan atau dimakan.
Mana hadisnya?
Narrated Abdullah ibn Abbas: There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.[Abu Dawud 38:4450]
Fatwa sunni:
If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)
Sunni:
Sahih Muslim:
02:40 “… Our companions have said that if the penile had has penetrated A WOMAN’S ANUS, or A MAN’S ANUS, or AN ANIMAL’S VAGINA or ITS ANUS then it is necessary to wash whether the one being penetrated is alive OR DEAD, YOUNG OR OLD, whether it was done intentionally or absentmindedly, whether it was done willfully or forcefully. …”
03:11 “… If a woman insert (in her vagina) an ANIMAL’S PENIS she must wash, and if she inserts A DETACHED PENIS (thakaran maktu-an, lit. “a severed male member”; a martial aid perhaps!?) there are two options; the most correct is that she must wash.”
Syiah:
Syiah bahkan makan itu boleh asal udah di jual ke tempat lain:
"Tahrirolvasyleh is an Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."
untuk tulisan arabnya, silakan baca di sini:
http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip
Salah satu isinya:
A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.
"The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."
Nah di jual dagingnya keluar daerah dulu baru bisa di makan oleh orang luar daerahnya
Kalo melakukan dengan yang udah mati..maka dagingnya bisa di makan dengan syarat2 tertentu
Oke M oon, sekarang lega bukan hatimu kamu bisa melakukan seks dengan binatang sesuai ajaranmu sendiri, bukan..
***
Anda katakan:
yg bilang matahari mengitari bumi itu juga ayat qur'an yg mana?
Saya:
Sesuai tafsir KALANGAN ANDA SENDIRI:
matahari mengelilingi bumi:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#Fatwa
bumi itu datar:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#pendapatdatar
Btw, kan kamu juga SEPAKAT bahwa terjemahan surat [55:10]:
BUKAN Dan Allah telah mem-bulat telur-kan bumi untuk makhluk(Nya)
tapi Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya)
***
tentang ka bah dan hajar aswad..hehehe ALlah mu minta disembah ke arah itu..padahal 11 tahun sebelum isra miraj..kamu nyembah yerusalem..setelah tiba2 ada yahudi yang protes karena cara beda tapi ikut2an nyembah yerusalem, maka tuhan mu pindah ke arah kabah yang sebelumnya disembah oleh kaum arab lainnya
Hehehe..bener2 ajaran yang sangat tidak masuk akal..goblok aja masih mau di kibulin..
huf capek ngomong sama idiot!
ReplyDeletengapain kamu nge-link thread sdg di-link-nya itu sendiri, ini spt orang maturbasi/onani! hih!
sdh dijelaskan ttg DAHAHA&matahari yg beredar mengelilingi Pusat Galaksi, di posting aku sblm ini, buat orang waras pasti sudah paham. Kl lu begoo itu problem kamu, cape ngulang-ulang, hanya krn comment kamu yg dulu sblm ini blm sempet aku balas BUKAN berarti aku setuju dg opini ngawur kamu itu. Cuma belum sempet aja! Noh baca lagi postingan aku sebelum ini ttg apa itu dahaha dan pengertian peredaran matahari yg dimaksud di ayat qur'an, yi. berorbit mengelilingi Pusat Galaksi!
ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya. Padahal di qur'an jelas-jelas dilarang dan berdosa!
Nih ya, untuk yg masih bujang, perintahnya adalah puasa! (bukan zina, baik scr sodomi, baik dg manusia maupaun mahluk apapun, termasuk hewan dan jin dan tanaman!) Paham!
untuk yg sdh menikah, perintahnya jelas, kemaluannya hanya dihalalkan untuk istri/suami atau budak tangan kanan(maksudnya adalah mantan tawanan perang wanita yg telah diangkat jd budak, budak diIslam artinya adalah istri beda suku, yg berasal dr tawanan perang atau hadiah dr kafir yg masih mengakui konsep penghambaan manusia kpd manusia, sbgmana makna tuhan yg jg berbeda antara dunia Islam dgn dunia kafir.
JAdi di luar itu apa hukumnya? HARAM!
Jika timbul hasrat akibat tergoda oleh wanita lain, atau mahluk lain(ih amit-amit, cuma orang hindu yg nafsu lihat sapi&jin atau pohon), maka perintahnya juga jelas! Segera datangi istrimu, dan salurkan hasrat itu ke istrimu!
Jadi jelas sekali zina dlm bentuk apapun, dgn siapapun adalah DILARANG!
QS. 17. Al Israa'
ayat 32. Dan JANGANLAH kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
mendekati aja DILARANG! apalagi melakukannya!
byk ayat2 qur'an ttg ini, selain QS 17, cari aja sendiri, jgn malas, sdh bego pakai malas lagi!
Nih, lagi2 kamu jg mengartikan sesuai khayalan otak kotor mu sendiri!
Dan makin menunjukkan keidiotan kamu, dgn mengatakan lho sblmnya kan sholat menghadap yerusalem, benar bahkan sblmnya justru Allah membebaskan sholat menghadap ke mana aja. lalu baru diperintahkan menghadap ke yerusalem, untuk apa? agar muslim mengetahui awal mula sejarah Islam, sjk nabi Adam hingga ke nabi Ibrahim dst-nya, ada byk peristiwa sejarah ajaran Isam di yerusalem. Dan bukan yerusalemnya yg disembah, tapi hanya krn taat pd perintah Allah. Lalu pengalihan arah kiblat ke kabah ini bukan krn protes yahudi, tp mmg kehendak Allah utuk memberi kiblat yg lbh bermanfaat bagi muslim sekaligus perintah ibadah tambahan selain sholat, yakni ibadah haji dg thawaf di kabah. Kamu search sendiri di you tube ttg keistimewaan mesir dan lokasi kabah itu! baca juga AFFI, ada penjelasannya di sana! Kala bego itu jgn malas yach!
Ini terakhir kalinya gue sudi berdiskusi dgn orgil bebal dan malas macam kamu.
M oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
ngapain kamu nge-link thread sdg di-link-nya itu sendiri, ini spt orang maturbasi/onani! hih!
Saya:
Karena sudah dijelaskan dan persis seperti maksud AQ dan HADIS bahwa Matahari mengelilingi bumi dan Bumi itu datar...begitu pula arti dahaha..saya sudah tuliskan bahwa ebih dari 10 penafsir qur'an yang sangat fasih arab tidak ada satupun mengartikan telor onta..
ucapan rashid khalifa saja koq dipercayai..
padahal penjahat yang masuk bui itu mencontek lexikon yang sama..tapi ternyata malah tidak utuh di conteknya..sehingganya maksud sebenernya malah keliru..hahahaha telor burung onta..hahahaha
Kamu katakan:
ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya.
Saya:
Hahahahaha..akhirnya kamu akui sex dengan binatang halal..karena FATWA ulama adalah final bagi MUSLIM!
Anda katakan:
Nih ya, untuk yg masih bujang, perintahnya adalah puasa! (bukan zina, baik scr sodomi, baik dg manusia maupaun mahluk apapun, termasuk hewan dan jin dan tanaman!) Paham!
Saya:
Bos oon,
Nih gua ajari lo supaya lo ngerti bagaimana yang halal dan haram bagi yang bujang dan bukan bujang di agama lo..
Yang TIDAK dikategorikan Zina bagi pria muslim adalah jika melakukan hub seks dengan:
1. Istri
2. Gendak
3. Budak belian [termasuk binatang]
2 dan 3 masuk kategori tangan kanan..jadi saat kamu punya budak/binatang..kamu boleh lakukan apapun juga..namun ketika kalo kamu jual/atau kamu biarkan kawin dengan orang lain..jika kamu masih having a seks baru kamu terkena Zina!
Nah, untuk urusan syahwat..islam emang topnya dah!
Untuk pindah nyembah tuhan di yerusalem ke Kabah emang setelah ada protes orang yahudi koq..kenapa mesti ngeles?!
KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menjelaskan bahwa tujuan kiblat ke Baitul Maqdis adalah untuk menjinakkan hati orang-orang Yahudi, karena kiblat mereka adalah Baitul Maqdis dan untuk menarik mereka kepada syari'at Al Qur'an dan agama yang baru.
Namun Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] kemudian lewat perantara malekat jibril, turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah, yaitu di tempat yang sama di mana kaum Arab selama berabad-abad juga melakukan ritual-ritual pada sesembahannya
Nyembah batu = allah?
Supaya tidak salah mengerti sy tidak pernah bilang kl sodomi hewan itu halal, dan TAK ADA satupun hadist yh menghalalkannya! Kamu hanya mengira-ira hadist yg masih meragukan yg kamu kira menyatakan bhw tidak ada hukuman itu sebagai menghalalkan! Halal atau haram itu bukan soal ada atau tidaknya hukuman duniawi! Tapi apakah itu termasuk perbuatan dosa yg dilarang qur'an atau tidak? Dan qur'an jelas-jelas melarangnya!
ReplyDeleteDefinisi budak dlm Islam itu BEDA dgn kafir.
Budak wanita
Dunia Islam: saudara, atau tangan kanan = istri dari beda suku atau mantan tawanan perang.
Dunia Kafir: hamba atau binatang
Bhs Inggris: slave
Bhs Melayu : anak
see! bisa lihat bedanya! sama juga dgn ini:
Tuhan
Dunia Islam : Allah SWT
Dunia kafir : Dewa Jin
Kitab Suci
Dunia Islam : Qur'an
Dunia Kafir : bukan Qur'an, Wedha, bibel dll.
Nah jelas kan, semua kata itu memiliki beda makna antara Dunia Islam dgn Dunia Kafir!
Jadi jgn samakan dan kamu artikan dgn bhs Dunia Kafir untuk menafsirkan Dunia Islam!
Definisimu ttg bumi, matahari, bulan dll dlm Dunia Islam itu juga salah total. Kamu menggunakan imajinasi kamu sendiri untuk mengartikan apa yg tida kamu tahu, apa yg BUKAN duniamu. Jelas salah!
Kamu juga nggak bisa membedakan kiblat dgn menyembah! padahal sdh dijelaskan berkali2, tapi masih saja idiot.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1925673
Sekali lagi, mana jawabanmu ttg ilmiahnya ngasih sesajen ke sembarang pohon dan perempatan jalan itu? Juga menyembah matahari dan bulan itu dimana sisi ilmiahnya?
M oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
Supaya tidak salah mengerti, sy tidak pernah bilang kl sodomi hewan itu halal, dan TAK ADA satupun hadist yg menghalalkannya!
saya:
Plintat plintut! sebelumnya kamu tulis ini:
"ttg hadist2 itu ternyata betul, kamu cuma mentok di ttg hukum duniawinya"
Nih baca ULANG:!
Syiah:
"Tahrirolvasyleh, Iranicised version of its Arabic title 'Tahrir al Wasilah', Khomeini's ramblings on fiqh (Islamic Jurisprudence)."
arabnya:
http://www.ethnikoi.org/tahrir.zip
contoh isi:
A man can have sex with animals such as sheep, cows, camels and so on. However, he should kill the animal after he has his orgasm. He should not sell the meat to the people in his own village, but selling the meat to a neighbouring village is reasonable.
"The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."
Sunni
Sahih Muslim:
02:40 “… Our companions have said that if the penile had has penetrated A WOMAN’S ANUS, or A MAN’S ANUS, or AN ANIMAL’S VAGINA or ITS ANUS then it is necessary to wash whether the one being penetrated is alive OR DEAD, YOUNG OR OLD, whether it was done intentionally or absentmindedly, whether it was done willfully or forcefully. …”
03:11 “… If a woman insert (in her vagina) an ANIMAL’S PENIS she must wash, and if she inserts A DETACHED PENIS (thakaran maktu-an, lit. “a severed male member”; a martial aid perhaps!?) there are two options; the most correct is that she must wash.”
Radd al-Muhtar ala ad-Dur al-Mukhtar, 19th century, Hanafi Scholar Ibn Abidin, contoh:
If someone does jima [intercourse] with an animal or with a dead or a young girl and there is no inzal [ejaculation], then ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab taharah, masail ghusl, aussi Alamgiri, Kitab taharah)
If someone enters the penis of an animal in her vagina or dubur [anus], the ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Dar Mukhtar Kitab Taharah Masail Ghusl)
If someone does wati [intercourse] in the dubur [have anal sex or commit bestiality] of an animal or in his anus and there is no inzal, then Ghusl [bathe] is not wajib [obligatory] (Hidayah kitab taharah)
If someone does wati [intercourse] with a non balighah woman [non adult woman], or with a dead or an animal, there is no hadd [punishment] (Dar Mukhtar Kitab hudud)
Abu dawud 38:4450, dari Ibn Abbas jelas bilang:
There is no prescribed punishment for one who has sexual intercourse with an animal.
Budak = BINATANG cukup ikuti syaratnya:
...Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us is that if a man returns a slave girl in whom he has found a defect & he has already had intercourse with her, he must pay what he has reduced of her price if she was a virgin. If she was not a virgin, there is nothing against his having had intercourse with her because he had charge of her."
Malik said, "The generally agreed upon way of doing things among us regarding a person, whether he is an inheritor or not, who sells a slave, slave-girl, or animal without a liability agreement is that he is not responsible for any defect in what he sold unless he knew about the fault & concealed it..[Malik muwata 31.4.4]
Kamu tulis:
Tapi apakah itu termasuk perbuatan dosa yg dilarang qur'an atau tidak? Dan qur'an jelas-jelas melarangnya!
Saya:
soal dosa, simak percakapan jibril dan nabimu:
Diriwayatkan oleh Abu Dharr :
Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), "Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?" Dia menjawab, " (Ya), "Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah." [Hadis Bukhari Vol 9, Book 93, Number 579]
Berjina dan mencuri pokoknya cukup nyembah allah..pasti masuk surga
menjijikan!
hhh dasar bebal! ttg hadist itu sptnya jg udah pernah aku jelasin deh, cari sana di thread yg lain!
ReplyDeleteHadist orang jgn dipelitir-pelintir! kata-katanya yg tepat adalah begini: "Siapa pun yg tidak pernah menyekutukan Allah, akan masuk surga, sekalipun ia pelacur atau pencuri!"
Hei, jgn edit hadist orang donk! Dasar Idiot penipu!
Dan tak ada juga hadist yg menghalalkan sodomi dgn hewan! Hadist sunni itu hanya mengatur ttg cara bersucinya. Hadist Syiah itu juga hanya mengatur ada tidaknya hukuman duniawinya. Status hadistnya jg nggak jelas kesahihannnya. Dan yg pasti di qur'an, jelas-jelas dilarang berzina, haram, dosa besar, zina dlm bentuk apapun, dengan apapun (baik itu dg sesama manusia, jin, binatang, tanaman, maupun aliens) adalah HARAM! Bahkan mendekati zina aja dilarang,apalagi melakukannya!
HAdist itu maksudnya adalah Allah maha tahu dan Maha pengampun. Jd tahu niat orang itu mencuri krn lapar atau untuk nafsu memperkaya diri spt korupsi dll itu, juga melacurnya krn dipaksa atau atas kesadaran diri dan penuh nafsu. Krn jika krn nafsu bukan krn terpaksa/dibawah ancaman mau dibunuh, atau mencuri terpaksa krn kelaparan dan hanya untuk sekedar bisa makan untuk hari itu saja, ini belum masuk kategori menyekutukan tuhan. Manusia yg menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya itu adalah manusia yg selalu mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kl ia melakukan dosa itu bukan krn paksaan, tapi menghamba pada nafsu kekayaan, menyembah materi, demi kepuasan nafsu maka ini sudah masuk kategori menyekutukan tuhan, tidak menyembah Allah, tidak mematuhi segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Jadi ya gak bisa masuk surga! Dan hanya orang yg selalu mematuhi perintah dan menjauhi laranganNya lah yg bisa mengucap Laa illaha illallah. Jai bisa dipastikan orang ini adalah orang yg tak pernag berzina dan mencuri. Kalaupun para pelacur&pencuri yg terpaksa itu, bisa masuk surga stl menebus dosanya dengan terlebih dulu masuk neraka dulu.
Jadi jelas hukumnya, berzina itu dosa besar, dan mencuri juga dosa, DILARANG!
Kenapa sih pertanyaan gue ttg sisi ilmiah menyembah pohon dan perempatan jalan itu nggak pernah kamu jawab, kenapa? Malu ya sama agama sendiri, ibadah kok malu-malu. haaa haaa haa haa haaaa! Zina dgn ratusan manusia boleh, zina dgn jin juga boleh, sodomi hewan sudah dilakukan, hewannya tak mati, mau sodomi lubang pohon juga boleh, habis itu disembah-sembah dikasih sesaji kembang 7 rupa makanan telur ceplok dan dupa! menjijikan!
M oon,
ReplyDeleteAjaranmu mengatakan silakan saja mau berjinah [termasuk having a seks dengan binatang], mencuri..mmmhhh..berarti termasuk didalamnya juga membunuh sesama manusia, merampok, memperbudak, dll..pokoknya asal sebelum mati menyembah allah..maka masuk surga..
..iihhh..mengerikan kali!
Ini bunyi hadist aslinya:
ReplyDeleteHadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: "Jibril as. mendatangiku dengan membawa kabar gembira bahwa barang siapa di antara umatmu yang TIDAK MENYEKUTUKAN Allah dengan SESUATU,yaitu HANYA takut kepada dan menyembah Allah, maka ia masuk surga. Aku (Abu Dzar) bertanya: Meskipun ia pelacur dan pencuri? Nabi menjawab: Meskipun ia pelacur dan pencuri."
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 137
Jadi jelas syaratnya: TIDAK MENYEKUTUKAN Allah dengan sesuatu.
Nah pikir deh tuh, orang menjadi pelacur dan pencuri itu penyebabnya apa? krn takut miskin, krn takut mati maka ini sama dengan telah menyekutukan Tuhan! karena manusia hanya boleh takut dan patuh, taat kepada Allah saja!
Jadi jelas orang pelacur dan pencuri itu BUKAN orang yang tak menyekutukan Allah! Selain kepada Allah, ia juga takut pada kemiskinan, takut pada kematian, dll yg membuat ia BERANI melanggar perintah dan larangan Allah, jadi ia lebih takut pada hal-hal lain yg membuat ia menjadi berani menyekutukan Allah.
Paham?!
Kalau orang bego sih sulit memahami filosofi, membedakan tuhan dgn jin/setan aja nggak bisa. Pohon dan peempatan jalan kok disembah. xii xii xii xiii....
Jadi jelas, yg bisa masuk surga itu hanyalah orang yg tidak menyekutukan Allah, dan bagi seorang pelacur dan pencuri tentunya sulit dan mustahil untuk tidak masuk dalam kategori sebagai orang yg tidak menyekutukan Allah!
Paham?!
Makanya mendingan sesajiannya tuh dimakan sendiri aja, biar pinteran dikit, spy bisa nangkep, gak kekurangan gizi lagi, lagian makanan kok dibuang-buang di taruh di tengah perempatan jalan, di pohon, jin tuh nggak minum kopi dan nggak makan opor ayam&buah2an tauk! Pohon kok dikasih sajen buah-buahan, emangnya jeruk makan jeruk. hiii hiii hiii hii
M oon,
ReplyDeleteApa bedanya hadis yang anda tulis toh sama saja artinya adalah PENJINAH dan PENCURI..juga!
Ada hadis lainnya yang serupa:
Narrated Abu Dharr:
I came to the Prophet while he was wearing white clothes and sleeping. Then I went back to him again after he had got up from his sleep.
He said, "Nobody says: ‘None has the right to be worshipped but Allah’ and then later on he dies while believing in that, except that he will enter Paradise."
I said, "Even It he had committed illegal sexual intercourse and theft."
He said. "Even If he had committed illegal sexual intercourse and theft."
,in spite of Abu Dharr’s dislikeness. Abu ‘Abdullah said,
"This is at the time of death or before it if one repents and regrets and says ‘None has the right to be worshipped but Allah’, he will be forgiven his sins."
[Sahih al-Bukhari, Volume 7, Book 72, Number 717]
KEMUDIAN,
Penjelasan mu itu adalah PENJELASAN super GOBLOK yang ngga ngerti KONTEKS!, nih gw ajarin:
1. Pencuri dan PELACUR tidak MENYEMBAH UANG/HARTA..ia serakah akan harta
2. Yang dimaksudkan adalah MENYEMBAH ALLAH bukan ILAH lainnya seperti al-'Uzza, atau al-Lat...bukan konteks takut miskin ngga punya duit!
Jadi, ALLAH yang dimaksudkan adalah ALLAH untuk disembah bukan untuk dibelanjakan atau untuk disodomi
Si PEMBUNUH, PELACUR, PENJINAH, PECANDU.."at the time of death or before it if one repents and regrets and says ‘None has the right to be worshipped but Allah"..dapet deh jaminan masuk surga!
MAKA Tidaklah mengherankan para PEMBUNUH BIADAB itu dalam menjalankan aksi biadabnya selalu berteriak "ALLAHUAKBARRRRRRR"
haa haaa haaa haaaaa. makin kelihatan begoonya. Pelajari dulu apa itu arti "menyekutukan/dosa syirik" itu! Makanya jgn sok tahu ttg agama orang lain, urusin aja agama kamu yg aneh itu, mbedain tuhan dgn jin aja nggak ngerti gitu kok. Makin konyol aja nih kamu.
ReplyDeleteKalau manusia berani melanggar larangan Allah, ini artinya sudah takut dgn hal lain yg membuat ia berani dengan Allah, artinya sudah menyekutukan Allah.
M oon,
ReplyDeletenanya ama yang pinteran dikit gih..biar ngga oon banget..
Dear all,
Gw punya Quis:
Jika ada MAHLUK yang mengatakan/mengakui sbb:
BUMI tidak berbentuk bulatan namun datar,
Matahari mengelilingi BUMI,
Bintang alat pelempar setan,
Bulan, Bintang, matahari saat kiamat nyebur ke laut..
Menyatakan BULAN terbelah tapi terbukti tidak
Panteskah mahluk ini disebut cerdas?
Panteskah mahluk ini diakui sebagai tuhan?
Kemudian setujukah anda jika para si penyembah mahluk di atas adalah orang2 yang Idiot?
Silakan jawab dengan jujur..waktu kalian seumur hidup.
haa haa haaa haaa makin desperate aja nih, haaa haaa haaa haaa
ReplyDeleteuntuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!
Manusianya yg bodoh kok menyalahkan tuhan. haaa haaa haaa haaa
download ebook ttg kebenaran qur'an di ebook jar disini: http://answering-ff.org/board/post137550.html?hilit=e%20book#p137550
xii xiii xiii menyembah dewa jin matahari alias surya dan menyembah pohon beringin, perempatan jalan, bahkan tikus dan sapi, dll sesama mahluk ciptaan tuhan kok ilmiah hii hiii hiii hiiih.
Dear Moon,
ReplyDeleteMalu ngejawab Quiznya ya..hahahaha..bukannya menjawab lantas membual spt ini:
untuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!
Saya:
Hahahahaha..dogol dan munafik!
..Muhammad sudah menjelaskan setiap ayat AQ dan didengar oleh rashidun, sahabat..tertuang dalam bentuk Hadis!
BUKTI maha pintar Allah dengan ilmu yang diturunkan berupa AQ dan sunatullah TELAH di presentasikan dengan sangat baiknya oleh Ibn Baaz!
Ia infeksi mata di usia 16 dan buta total di usia 20, Ia kemudian belajar bahasa Arab dan sains Islam termasuk penafsiran Qur’an, Sunnah Nabi (saw), Yurisprudensi dan Sejarah Islam hingga tidak ada satupun kitab Islam yang tidak dipelajarinya dengan demikian ia menjadi pakar besar dan dihormati diseluruh Saudi. Tidak ada sains dalam Quran dan hadis yang tidak ia pelajari. Ibn Baz adalah ‘Quran & hadis Berjalan’.
Ia kemudian menjelaskan mengenai bentuk Bumi yang datar seperti disket, tidak bergerak dan menjadi pusat perputaran matahari!
Subhan'Allah!
Allah telah menunjukan kebesarannya! lewat kebutaan ABDUL AZIZ BIN BAZ..Ia LURUSKAN KEMBALI kemurnian ilmu-ilmu asli ISLAM yang suci dari ilmu2 kafir!
Lantas asal-usul Ilmu-ilmu kafir itu dari mana?
David E. Duncan, The Calendar, Fourth Estate, London, 1999, pp.150-210 menulis sebagai berikut:
Pada tahun 773, sekitar 250 tahun setelah kematian Aryabhat (476-550). Suatu delegasi diplomat tiba dari dataran rendah lembah sungai Indus di Ibukota Arab yang baru yaitu Bagdhad. Berpakaian sutra dengan warna cerah, memakai sorban dan dihiasi permata.
Tiba di luar gerbang kota Al-Mansur (754-775) yang indah, utusan khusus ini membawa seorang ahli astronomi bersama mereka, Kanaka, seorang ahli menenai gerhana, Ia membawa kumpulan kecil pustaka tentang Astronomi India untuk diberikan kepada sang Khalifah, termasuk didalamnya adalah Surya Siddhanta, karya Brahmagupta dan karya Aryabhata. Tidak banyak yang diketahui tentang Kanaka.
Referesi pertama yang diketahui tentang Kanaka ditulis sekitar 500 tahun kemudian oleh seorang sejarahwan Arab yang bernama Al-Qifti
Menurut Al Qifti, sang khalifah begitu terpesonannya dengan pengetahuan yang terdapat di tulisan-tulisan bangsa India. Ia kemudian memerintahkan untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa arab dan kemudian dinamakan ‘Sindhind yang besar’ (Sindhind adalah kata Arab untuk kata sangsekertanya Siddhanta).”
Dimana kemudian Mereka (Arabia) pergi ke eropa yang Kristen melalui syria, dan kemudian menduduki spanyol.
Pada tahun 1126 Sindhind diterjemahkan kedalam bahasa latin.
Ini merupakan satu di antara lusinan document penting yang memberikan kontribusi pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendorong eropa pada era modern” tambah Duncan
… Ketika para penduduk Baghdad mengetahui dari karya Aryabhata bahwa bumi itu Bulat dan berdiameter 8316 mil, berputar pada porosnya. Banyak dari mereka yang kemudian mempercayainya dan berkeinginan juga untuk mengukurnya sendiri.
Inspirasi yang sama membawa mereka para penduduk Abbasid untuk mengembangkan eksperimen-eksperimen.
***
Demi Allah yang berbentuk batu yang di kelilingi, disembah, di shalati! Ekspansi dan penyeberannya dilakukan dengan melakukan pembantaian, pengambilan paksa harta dan wanita atas nama Allah batu sambil meneriakan, "Allahuakbarrr..Allahuakbarrr!"
Subhan'Allah!
P.s: Ayo dong jawab Quiznya..Tanggapi dengan reference..kalo cuma mampu memaki, mencela sih anak2 TK juga bisa..Tapi susah juga kali ya..khas muslim sejati..selalu tanpa pengetahuan namun sok tahu..
Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.
ReplyDeletecuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.
haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...
tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.
M oon,
ReplyDeleteAnda:
Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu.
Saya:
Wah jadi kalo malu menjawab..quis mudah ini jadi sampah buatmu ya..hahahahaha..ato mungkin kamu dah ngira2 idiotnya penyembah tuhan2 seperti itu, tul ngga?!
Anda
Manusianya yg bodoh tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan, haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...
Saya:
Wah maksud anda Ibn Baaz, dan semua periwayat yang mendengar nabi mengucapkan itu di tafsir tentang itu bodoh? wah saya sepakat abis bung!
Anda:
cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.
Saya:
Apa nya yang benar? Dari dulu Manusia dah tau tuh bumi berbentuk bulatan, berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari, bintang bukan alat pelempar setan dan ia adalah matahari juga, bulan tidak pernah terbelah..
sejak Allah lewat AQ mengatakan..lantas yang benar jadi salah..eh kemudian mereka dapet contekan kitab2 India dan yunani..membuat para orang barat pintar..eh baru ketahuan konyolnya AQ setelah di demonstrasikan orang buta abad 20 yang fasih abis AQ dan HADIS..untung dia buta jadi ngga terpengaruh sains kafir..jadi bisa mempertunjukan keaslian sains Islam....hahahahaha...Allah koq kalah ama anak tk...hahahaha
Anda:
tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-lain manusia aja, hiii hiii hii hiih..
Saya:
Koq diperempatan jalan di sembah? yang aneh itu batu kotak hitam dan hajar aswad disembah..buang2 uang jauh2 cuma nyembah itu...itukah tuhan? hahahahahaha...kesian amat ya..udah maki2 tuhan lain eh..ternyata tuhannya batu juga..
hahahahahaha
Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.
ReplyDeletecuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.
haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...
tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.
gih belajar dulu, apa arti kiblat (beda dgn ngasih sajen makanan ke perempatan jalan&pohon xiii xiii xiii xiiiii), arti dosa syirik, dll nah baru deh belajar ttg ayat2 qur'an, dgn otak yg digunakan untuk berpikir, bukan dr asal ngikut pa kata asal orang arab, asal hapal ini hapal itu, dll tanpa disertai pengetahuan ttg ilmu terkait yg mendukung, para pakar astronomi jepang pun sdh mengakui ketepatan qur'an, makanya download tuh e-book jar di link di atas, biar gak bego-bego amat lu. Cieh, perempatan jalan kok disembah,lol!
sebaiknya kamu urus saja agama kamu yg aneh itu, jgn sok tahu ttg agama orang lain.
ReplyDeletebailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan, krn saking banyaknya ibadah yg terkait dgn kabah, spt sholat 24 jam, haji dll, meski ada juga ibadah lain yg tak terkait dgn kabah, spt puasa tidak hrs menghadap kabah saat sahur, ngasih sedekah jg tak hrs hadap kiblat, dll (beda dgn hindu yg hrs menyembah bangunan pura atau pohon saat memberi sesajen &bakar dupa, haa haaa haa haa aneh). Jadi seolah-olah kabah itu bagaikan rumah Allah saja, padahal hanya orang tolol macam kamu ini yg tak tahu bahwa Allah bisa berada dimana saja sekehendak Allah, tak harus selalu hanya di kabah saja. haaa haa haaa, bego dipiara lu.
M oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
bailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan..
Saya:
Nih saya ajari kamu, biar kamu tau bahwa sebelumnya munculnya surat AQ 2:143-144, 149-150 baitullah [Rumah Allah = Ka'bah] ngga di lirik jadi Rumah Allah!
Sebelum Isra mira'j, shalat ngga pernah ada, kemudian setelah tawaran dari 50 x jadi 5 x di peristiwa itu, baru ada ritual menyembah allah. Selama 17 Bulan lebih Allah yang disembah itu adalah tembok ratapan di Yerusalem!
Di AQ 2:143-144, 149-150, terdapat peristiwa perpindahan Qiblat, yaitu dari arah Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.
KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menceritakan protesnya Orang yahudi karena Nabi dan pengkutnya sembahyang tidak dengan ritual Yahudi tapi yang disembahnya justru tempat yahudi menyembah!
Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] dan turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah [lihat: http://tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=3975]
Tuhan kalian itu tidak dilangit karena hadispun mengatakan spt ini:
Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0862
Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit di saat berdoa diharuskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya
Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0863
Abu Huraira melaporkan: Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.
QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Hadjar Aswad itu adalah Tuhan Kalian, atau bagian dari tuhan kalian,
AQ 22:26
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.
Detailnya baca lagi di komentar utk: http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html?showComment=1280945805093, tanggal: August 1, 2010 5:21 PM,
Ia Adalah Allah yang Maha Besar:
BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)
MUWATTA, Book 20, No. 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.
"The hadith of 'Umar refutes the assertions of those who say that 'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]
Nah, Selepas dari Blog ini kamu dah tau Jati diri Allahmu yang sejati itu
dasar idiot, justru makin kelihatan begonya, asal lu tahu ya, masjid-masjid pun oleh muslim disebut sbg rumah Allah, jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan. wuih-wuih makin ngaco aja dgn main cuplik dan plintir ayat sana sini, kalau baca qur'an itu yg utuh & lengkap, jadi gak jadi sesat macam kamu, yg bebal bin bego itu. dasar idiot.
ReplyDeleteM oon,
ReplyDeleteAnda katakan:
jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan.
Saya:
alasan koq kaya anak TK..Kalo mo ngasih alasan itu ya ambil yang sesuai dengan Hadis sahih dong...
Nah alasan ngga boleh menengadah ke langit [ato ke atas]adalah sederhana aja yaitu agar matamu NGGA jadi BUTA [Muslim, book 4 no 0862, riwayat dari jabir bin samura dan no.863 riwayat Abu huraira]
Hehehehe...
Kalo gw lihat sih sebenernya tuhanmu mo bilang bahwa dia itu ngga mungkin ada di langit..tapi netep di ka bah..makanya ngga akan ada gunanya menengadah..Jadi diri tuhanmu emang disebutkan di hadis yaitu ternyata hadjar aswad..
BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
kalo versi umar:
'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]
Hehehehe...
buat mas moon , tiada kewajiban bagi kita untuk meyakinkan orang yg memiliki agama atau keyakinan lain, apalagi memaksakan kebenaran al-quran pada agama lain, jadi biarlah penulis blog ini berbicara sesukanya sedangkan kita tetapa pada jalur Al-quran dan hadist.
ReplyDeletebuat mas wira
saya tidak tahu agama mas wira namun alangkah eloknya untuk tidak membandingkan agama mas wira dengan agama orang lain yang jelas-jelas mas wira belum memahami orang lain itu secara mendalam :)berhentilah mencela apalagi menjatuhkan keyakinan agama lain dengan mempelintir ayat ayatnya sedangkan anda tidak meyakininya :) kembangkan agama anda secara benar jangan mengkaitkan dengan agama orang lain. Jangan membuat kesesatan dengan statement anda tentang ayat Al-quran maupun hadist yang jelas dalam kitab andapun tidak mengajarkan hal tersebut , yaitu mencela agama lain :)
saya yakin Tuhan anda akan sangat marah dengan prilaku anda seperti itu , yg jelas jelas mengatakan bahwa anda harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu :) jadi saya mohon demi toleransi beragama janganlah membandingkan atau menggunakan isi kitab orang lain secara seenaknya :)
bila anda beragama hindu saya dapat pastikan tindakan anda tidak benar karena hindu tidak pernah mengajarkan yang demikian , semoga hati anda tergerak demi kebaikan kita bersama , rakyat indonesia : )
Dear Mas Zul,
ReplyDeleteTks sudah mampir..
Apakah saya memplintir ayat?
Jika sesama Kelompok Muslim saling bertentangan pendapat..tidak dikomentari salah satu dari mereka memelintir ayat..namun begitu ia (baca: saya)non muslim, maka cap MEMELINTIR AYAT segera diberikan.
Padahal,
Seluruh artikel saya tentang AJARAN MANAPUN, sudah di dasari dengan REFERENCE yang berasal dari kalangan ajaran itu sendiri..
REFERENCE dari ajaran itu sendiri adalah MUTLAK diperlukan.
Gunanya?
Agar tidak terjadi PENYESATAN dan/atau PEMELINTIRAN AYAT dan/atau menambah2kan pemikiran yang memang tidak ada MENJADI diada-adakan...yang dilakukan oleh kalangan ajaran itu sendiri dan/atau kalangan di luar ajaran itu sendiri
Anda:
saya yakin Tuhan anda akan sangat marah dengan prilaku anda seperti itu , yg jelas jelas mengatakan bahwa anda harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu :)..
bila anda beragama hindu saya dapat pastikan tindakan anda tidak benar karena hindu tidak pernah mengajarkan yang demikian..
Saya:
Di hindu, tidak pernah saya temukan adanya kalimat:
"..harus pelajari apa yg ada dalam kitab anda dan jangan pelajari diluar dari kitabmu"
[ataupun dengan maksud spt itu]
Mmmh...nasehat anda tentang "memelintir ayat", seharusnya anda gunakan juga untuk diri anda sendiri..
Demikian mas Zul..
si wira ini mmg sablenk. nieh gue kasih tahu.
ReplyDeleteQS7:54, QS10:3, QS13:2, QS25:59 : "...Allah bersemayam di atas Arasy ..."
QS9:129: "..Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"
QS40:7: "..(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy.."
QS69:17: "..malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka."
M oon,
ReplyDeletetanggapanmun selalu ngga nyambung selain ngga nyampe..ya udah itu mungkin udah bakatmu.
Hadjar Aswad udah kita ketahui sebagai AllahuAkbar dari riwayat Ibn Abbas yang merujuk ucapan nabi [BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697]
Nah, sekarang gw ajari yang lain yaitu tentang arsy:
‘arsy (عَرْش), disebutkan di Qur'an sebanyak 33 x dan umumnya berarti "bangunan", "singgasana", "istana" atau "tahta"
Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda. Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada S. Yunus (10): 3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana)untuk mengatur segala urusan"
Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) menjelaskan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. menciptakan `arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. `Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut.
Hehehe..ternyata bukan hanya pejabat dan anggota dewan butuh kursi atau bahkan gedung untuk mengatur segala urusan..ternyata allah juga.
jadi loe emang idiot, salah mengira Allah hanya ada di kabah saja! Padahal Allah bisa berada dimana saja seuai KehendakNya! Kalau orang sdg di dlm kabah juga sholatnya tidak harus menghadap hajar azwad(batu hitam dr surga) itu. huh dasar bego. Jangan samakan kita dgn elo yg tukang nyembah batu arca ya, amit-amit deh! Lu tuh penyembah berhala koq bangga, ngaca deh, punya kaca gak seh. haaa haa haa haa......
ReplyDeleteM oon,
ReplyDeleteOh jadi Allah bisa juga ya keluyuran kemana-mana..ck..ck..ck, keliatannya kamu udah dapet wangsit juga dari jibril juga kali ya...btw, kalo nyembah kenapa mesti ngadep batu item itu mulu ya..dan jadi ngga sah kalo nyembah ngga ngadep batu item itu???
Heran..heran..heran..
Dasar idiot, udah dijelasin, yg jadi kiblat itu BUKAN hajar aswad(batu hitam dr surga) TAPI kabah-nya. dan ini pun hanya u/ lambang pemersatu muslim di seluruh dunia, kalau lagi diluar angkasa boleh bebas sholat hadap mana aja, juga saat sholat di dalam kabah! Jelas?! dasar bahlul!
ReplyDeleteM oon,
ReplyDeleteWaduh jangan ngomong luar angkasa dulu deh, pengetahuan Allahmu itu baru sampe bentuk bumi seperti "FLAT DISK", matahari mengelilingi bumi, Bintang sebagai alat pelempar setan, SAAT KIAMAT matahari mendekati bumi dgn jarak 1 mil dan manusia masih ada cuma berkeringat doang dan kemudian nyemplung ke laut deh..
omongan orang idiot yg tak mampu membaca ayat. Masih aja nggak tahu diri, main plintir sembarangan kitab suci milik agalam orang lain. cieh, gak tahu diri loe!
ReplyDeletemencari pembenaran atas ajaran sesatnya dgn kitab suci milik gama orang lain pula. Idiot sih idiot aja sendiri, gak usah nyari-nyari pembenaran.
Nih ayat-ayat yg kamu plintir dr sekian ulah konyol loe, dasar idiot gak tahu malu, gak sadar dgn keterbatasannya.
QS 16. An Nahl
78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun (bayi, belum tahu dan belum bisa apa-apa), dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, yaitu berumur panjang hingga tua renta, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya (pikun). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
QS 36. Yaasiin
68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)[1271]. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
[1271]. Maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal
ada manusia yg berumur panjang, tidak mati-mati, sementara teman sebayanya sudah mati semua, namun ia masih hidup hingga tua renta dan menjadi lemah serta pikun (lupa semuanya).
Kapir mmg lebay and tukang plintir, masak ayat begitu diartikan sbg reinkarnasi, gila kalee.
http://answering-ff.org/board/reinkarnasi-moksa-dan-karma-ada-yang-bisa-menjelaskan-t4990-135.html
M oon,
ReplyDeleteLha kenapa kamu yang sewot? menurut kamu artinya apa?
Btw, nabi mu sendiri saja saat terakhirnya dia masih bingung masuk surga ato ngga hingga masih meminta-minta agar diberi ampun?
Ibunda dan ayahanda nabimu aja ada dineraka koq..
kamu yang ngga ngaku idiot ini jika dibandingan dengan nabi mu itu? hehehehe..jauhhh deh..ngimpi dengan ajaran ini masuk surga? hehehehe...gampang..ngebom aja kalee..seperti amrozy..lumayan kan bisa dapet 72 bidadari
udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!
ReplyDeletedan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah.
Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa
M oon,
ReplyDeletealasan mu ngga bisa KKN? Hahahahahaha..ngomong surga neraka yang ngga jelas lagi nih..
Katanya orang masuk surga/neraka dibukakan pintunya nanti setelah kiamat..dan tentunya menurut ISLAM dari sebelum nabi MUHAMMAD bahkan hingga hari ini ngga ada yang masuk surga/neraka duoonggg!
Tapi ternyata..
Ada dua bukti sahih yang menunjukan Surga/neraka koq malah udah berpenghuni?!
1. Pristiwa "ajaib" Isra Mi'raj, dikatakan nabi muu bertemu jiwa-jiwa yang ada di sebelah kiri dan kanan Nabi adam, yang kanan adalah penghuni surga dan yang kiri adalah penghuni neraka!
2. Ibunda dan Ayahanda Nabi SAW di neraka:
"Dari Anas, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya, "Ya Rasulullah ! Di manakah tempat ayahku ?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Di Neraka!"
Maka tatkala orang itu berpaling hendak pergi, beliau memanggilnya, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu tempatnya di neraka" [Hadits shahih Riwayat Muslim juz I halaman 132 dan 133. Periksa kitab Qaa'idatun Jalilah At-Tawassul wal Wasilah, halaman 8 cetakan tahun 1977 Lahore-Pakistan, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.]
"Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ziarah ke kubur ibunya, lalu ia menangis yang menyebabkan orang-orang disekelilingnya (para shahabat) turut menangis.
Lalu beliau bersabda, 'Aku meminta izin kepada Tuhanku supaya aku dibolehkan untuk memohonkan ampun baginya, tapi tidak diizinkan bagiku.
Lalu aku meminta izin supaya aku dibolehkan menziarahi kuburnya, maka diizinkan bagiku. Oleh karena itu ziarahilah kubur-kubur itu, karena menziarahi kubur itu dapat mengingat mati" [Hadits shahih Riwayat Muslim (3/65), Abu Daud (no 3234), Nasa'i (2/72), Ibnu Majah (no. 1572), Baihaqi (4/76), Ahmad dan Thahawi (3/189), Periksalah kitab : Tafsir Ibnu Katsir jilid 2 halaman 393, 394 dan 395, Ahkamul Janaaiz halam 187, 188 masalah ke-121 oleh Muhaddits Syaikh Muhammadn Nashiruddin Al-Albani]
"Dari Buraidah, ia berkata, "Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan/safar, lalu beliau turun bersama kami, sedangkan kami pada waktu itu mendekati seribu orang.
Kemudian beliau shalat dua rakaat (mengimami kami), setelah selesai beliau menghadapkan wajahnya kepada kami sedangkan kedua matanya mengalir air mata.
Lalu bangkitlah Umar bin Khaththab menghampirinya dan berkata. 'Ya Rasulullah, mengapakah engkau (menangis)?'
Beliau menjawab, 'Sesungguhnya aku telah meminta kepada Tuhanku Azza wa Jalla untuk memohon ampunan bagi ibuku, akan tetapi Ia tidak memberiku izin kepadaku, maka dari itulah mengalir air mataku karena kasihan kepadanya yang ia termasuk (penghuni) neraka". [Hadits shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Hakim (1/376), Ibnu Hibban (no. 791), Baihaqi (4/76) dan Tirmidzi]
mengapa bisa bertentangan semua dari yang diajarkan ya?
3. Saat menjelang ajal, nabimu saja ngga yakin masuk surga:
Narrated 'Aisha:
I heard the Prophet and listened to him before his death while he was Lying supported on his back, and he was saying, "O Allah! Forgive me, and bestow Your Mercy on me, and let me meet the (highest) companions (of the Hereafter)." See the Qur'an (4.69) and See Hadith No. 719 [
Volume 5, Book 59, Number 715]
Jadi, M oon..
Disamping ajaran kalian itu saling bertentangan dan ngga karuan-karuan..maka bagaimana mungkin mempercayai sebuah ajaran yang bahkan
1. Tidak bisa di pake menyelamatkan IBU dan AYAHnya sendiri!
2. sipembawa ajaranpun, Yaitu UTUSAN ALLAH yang PALING DISAYANG ALLAH yang jelas-jelas NGGA KAFIR, sampe ngga yakin bisa masuk surga dengan ajarannya sendiri?
Kepikir ngga di kepala lo yang ngaku ngga idiot ini?!
udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!
ReplyDeletedan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah. nabi juga tak butuh doa dr manusia, sholawat nabi itu adalah ungkapan terima kasih manusia atas jasa nabi shg manusia selamat dr kesesatan.
apa yg nabi alami selama Isra Mij'rad itu adalah vision, gambaran masa depan. ttg drmana manusia tahu dirinya akan masuk surga/neraka sblm kiamat tiba, ini krn manusia mati di alam kubur sdh diperlihatkan calon tempatnya nanti di akherat kekal, buat para calon penghuni neraka mengalami siksa kubur, buat manusia calon penghuni surga akan mengalami nikmat kubur.
Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa
M oon,
ReplyDeleteIsra miraj vision Hahahahahaha..kebenaran kisah itu aja ngga jelas nyata, mimpi ato bahkan alibi karena ada di rumah sepupunya hingga jauh malam..lo bisa baca di sini:
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/02/benarkah-ada-isra-miraj-dan-batu.html
Lagian bossss
semut, kuda, unta, burung aja..sebagai binatang biasa aja bisa disebutkan keberadaannya di AQ..kemudian MALAIKAT, SETAN juga disebutkan di AQ...eh malah yang namanya BURAQ..ngga ada satupun ayat yang menyatakan itu di AQ
makin ketauan aja kan...
ehh..disana disebutkan dilangit pertama disisi adam ada jiwa2 yang udah di neraka dan surga..
Lha katanya SURGA/NERAKA ada setelah KIAMAT?
trus ada lagi bukti bahwa ibu/bapak yang melahirkan nabi sendiri malah disebutkan dineraka..
Gimana sih ajaran ini jadi bolak balik ngga jelas?!
Malah hingga saat2 terakhir nabi sebelum wafat..Ia yang jelas2 MENGAKU sebagai UTUSAN ALLAH yang PALING disayang..yang jelas-jelas BUKAN KAFIR..memelas minta di ampuni dan dimasukan surga
Lha yang bawa ajarannya aja ngga jelas dia sendiri masuk neraka atau surga...apa lagi yang ngga selevel nabi..
koq berani2nya ngaku masuk surga
iihhh ngeri kali ya..
buat orang waras semua itu tak da yg aneh, kalau buat orang sinting macam kamu sih ya maklum, mbedain jin dg tuhan aja gak bisa, nyembah arca, pohon, sapi yg gila jelas donk ya kamu itu.
ReplyDeletemendingan orang yg rendah hati meski sudah pasti masuk surga drpd elu yg sok yakin bakalan masuk surga eh tak tahunya surganya palsu, justru masuk neraka, nah baru memelas tuh kamu, nangis-nangis minta dihidupin lagi spy bisa masuk Islam, ptuih tp sorry tak ada tuh reinkarnasi, in your dream! haa haa haa haaa
riwayat Tabari itu tak diverifikasi jd belum pasti kesahihan ceritanya, dia cuma asal tampung apa yg penutur ceritakan, lagian kisah nabi itu baru ditulis setelah sekian ratus nabi wafat, jadi pasti banyak distorsinya, jd lu jgn sembarangan ngomong, seolah-olah kamu lihat dg mata kepala sendiri. cieh.
logikanya dipake, kalau pelacur yg ngasih minum anjing aja, diterima tobatnya lalu isa masuk surga, apalagi seorang nabi yg sudah diampuni dosa masa lalu hingga masa datangnya. bego lu piara!
M oon,
ReplyDeleteKa bah sebelumnya ada 360 patung berhala dan orang2 arab itu menyembah patung2 itu di Ka bah.
QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
QS 17:42. Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan (patung Latta, Uzza & Manah) di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."
ALLAH SWT marah karena dirinya dikawankan dengan patung-patung, dia minta dirinya ditauhidkan, dia minta rumahnya dibersihkan dari sekutu-sekutunya yang berjumlah 359 itu.
QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku (=Hajar Aswad) dan sucikanlah rumah-Ku (=Ka'bah) ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."
Nah Allahmu ada disitu..ia cuma marah tempatnya sempit..jadi temen2nya di gusuri..kalo yang lain adalah jin..maka allahmu adalah jin juga dong.
Sekarang,
Nabi kamu bilang kalo Ibu dan Ayah nabi mu ada di neraka dan saat diperjalanan ke langit ke-1, ia bertemu Adam dan di sisi kiri/kanan adan ada jiwa yang udah masuk surga dan neraka.
hehehehe...sementara mau merampok, berzina dengan apa saja, mau membunuh siapa aja, berbohong, menculik dll...selama sebelum mati menyembah pada ALLAH SWT masuk surga [ngga jelas yang mana]
padahal Nabi mu saja, di menjelang kematiannya..ia yang jelas2 mengaku UTUSAN ALLAH, yang jelas-jelas BUKAN KAFIR karena menyembah ALLAH..masih mengemis2 minta ampun dan ngga yakin masuk sorga!
Lah selevel nabi aja ngga yakin dengan ajarannya..apa lagi yang bukan selevel itu
ngeriiiiiii....deh.
yg mengira nggak yakin itu otak idiotmu!
ReplyDeletekafir jelas dan pasti masuk neraka.
Gas Nebula
Tata surya dan bintang-bintang dulunya adalah gas nebula yang terpilin dan berotasi dan akhirnya terjadilah alam yang sekarang ini. James Hanz berkata Sebenarnya materi alam semesta berasal dari gas“
(QS: Fushilat : 11). Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Dulu kita berfikir bahwa dunia ini berbeda dengan benda2 langit. Ternyata ilmu pengetahuan menyatakan kita adalah bagian dari benda2 di angkasa. Malah kita adalah bagian yang sangat kecil dari dunia itu. Bumi kita yang besar ini adalah debu paling kecil di angkasa. Bayangkan, Bumi ini bisa masuk ke pusaran kecil di permukaan Yupiter, itu belum pusaran (noktah merah) yang besar di Yupiter, lalu berapa besar bumi di banding matahari. Lalu bintang2 yang kita lihat di langit sebenarnya juga sebesar matahari malah ada yang berlipat kali besarnya dengan matahari. Padahal ada milyaran bintang di angkasa. Jarak antar bintang dihitung dengan tahun cahaya. Satu tahun cahaya artinya kalo kita punya senter yang kuat, cahaya senter kita nyampai di sana dalam waktu 1 tahun. Padahal bintang paling dekat jaraknya ratusan tahun cahaya. Jadi pasti ada bermilyar bintang yang cahayanya gak nyampe sini. Lalu milyaran bintang itu membentuk galaksi dan terdapat milyaran galaksi yang bisa dilihat. Berapa yang gak bisa dilihat?
(QS: Fushilat : 12). Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
SPACE SHUTTLE
ReplyDeleteBila pesawat terbang bisa mengunakan angin untuk terbang tetapi bila pesawat angkasa harus menggunakan pendorong roket untuk memberi gaya tolak di luar angkasa karena di sana hampa udara. Maka dalam Al Qur’an pun diketahui bahwa manusia akan mampu menembus angkasa dan ke luar angkasa. Al Qur’an juga meramalkan kemampuan manusia menembus bumi (dasar laut goa dst)
(QS: Ar-Rahman: 33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan. 34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Apakah Muhammad dari padang pasir arab yang terpencil dapat membuat buku tentang roket, orbit, astronomi, gas nebula seperti di atas. Apakah ini adalah karya dari seorang yang tidak bisa baca tulis. Sungguh… ini adalah firman Alloh SWT. Firman terakhir bagi kita manusia modern yang mengangungkan iptek dan fakta ilmiah. Mukjizat terakhir sebelum kiamat. Apa lagi yang membuat kita ragu kebenaran Islam?
(QS: Saba: 2). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. dan Dia-lah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.
Jaman nabi dah pada tahu kali ada yang masuk ke dalam bumi dari langit, meteor, hujan, dst, tetapi kenapa Al Qur’an juga bilang ada yang naik ke langit. Yaa itu yang kemarin Rusia dan Amerika berlomba, dan akhirnya Niel Amstrong ke Bulan, Shuttle Galileo, Pathfinder ke Mars. Dah tau tuh Al Qur’an,,,
Oh ya kata ya’ruju artinya ‘naik dengan membelok’ lha ini adalah kalo pesawat luar angkasa mau naik gak bisa tegak lurus, harus mengesuaikan kelengkungan arah…..
Kenapa Pendaki Gunung Himalaya memerlukan Bantuan Oksigen Karena semakin ke atas kadar oksigen semakin tipis.
(QS: An’Naam: 125). Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.
Kok Muhammad bisa tau kadar oksigen segala yaa, padahal di arab gak ada gunung yang tinggi, paling2 Cuma bukit batu. SEBUAH MUKJIZAT MODERN AKHIR JAMAN ABAD ILMIAH
RELATIVITAS WAKTU
ReplyDeleteAKU BACA DI faithfreedom, yang bilang Qur’an Kontradiktif dalam menyatakan kadar waktu 1 hari disisi Alloh dan MalaikatNya dengan berapa hari disisi manusia. Lha Kok berbeda-beda…… wah ini kontradiksi katanya. Bukaaaannnn. Waktu dirasakan berbeda pada orang yang berbeda. Coba bandingkan nunggu bis di pedesaan sama pas main bola. Lama mana?
QS Al Ma’arif (70: 4) Naiknya malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun.
Secara eksplisit Alloh menginformasikan kepada kita bahwa sehari bagi malaikat adalah 50.000 tahun bagi manusia. Kenapa demikian? Karena malaikat memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Ilmu fisika modern menjelaskan bila benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan begerak lamban baginya.
Dalam Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstien lamanya waktu adalah relatif tergantung kecepatan kita. Jika ada 2 orang kembar lalu yang 1 pergi ke planet lain dengan kecepatan cahaya, dia akan pulang dan mendapati saudara kembarnya sudah tua.
Percobaan oleh NASA 2 jam elektron yang satu di taruh di rumah yang 1 dibawa pesawat dengan kecepatan tinggi. Ternyata menunjukkan waktu yang berbedaaaaaaa.
Jadiiiiii ....Maka jangan heran jika di Al Qur’an terdapat banyak informasi tentang relatifitas waktu. QS Al Hajj (22: 47) Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
Jadi jika dlm Quran, Alloh mengatakan kiamat sudah dekat. (QS Anajam: 57-58) 57. Telah dekat terjadinya hari kiamat.58. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
Maka kedekatan itu adalah relatif. Nabi hidup 1500 tahun yang lalu, adalah waktu yang pendek untuk ukuran usia alam semesta. Dalam ilmu fisika para ahli mengukur usia alam semesta adalah 12 milliar tahun. Jadi Yaum dalam bahasa arab bukan hanya berati hari tetapi juga jaman atau masa. Yang kadarnya berubah-ubah tergantung siapa yang merasakannya. Kecepatan malaikat memang berbeda satu sama lain. Dalam Qur’an kecepatan dikiaskan dengan sayap.
QS Al Faatir: 1 : Segala puji bagi Alloh pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat.
Teori Black Hole dan Wormhole
ReplyDeleteAda teori alam ini satu lalu meledak (big bang) dan runtuh lagi dalam black hole dan mengerucut dan keluar atau meledak lagi menjadi alam semesta lagi dan seterusnya:
(QS: Anbiya 21: 104) 104. (yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.
Garis Edar Matahari
(QS:36: 38)Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Dulu orang berfikir matahari berjalan mengelilingi bumi, maka ketika mereka baca ayat diatas mereka berpikiran yang sama, dan mereka menerimanya,. Sekarang telah diketahui bumi mengelilingi matahari. Ayat di atas ternyata juga menunjukkan kebenarannya juga. Faktanya matahari adalah bintang dalam sayap galaksi Bima sakti/milky way yang beredar mengelilingi pusat galaksi. Maha Besar Alloh, yang membuat ayat yang bisa diterima di setiap jaman.
Bulan yang tandus
ReplyDeleteQS: Yaasin: 39). Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Dalam bahasa arab, tandan yang tua artinya tidak lagi berwarna hijau, tidak lagi berair, tidak pula hidup adalah penyerupaan pada sifat permukaan bulan. Kemudian pada ayat 40 Al Qur’am menegaskan bahwa malam dan siang keduanya beredar. Satu sama lain tidak mendahului. Ini adalah indikasi bahwa bumi itu bulat. Juga indikasi bahwa malam dan siang keduanya dalam satu waktu di atas permukaan bumi. Seandainya bumi datar, maka hanya ada satu saja yang akan terjadi antara kedua hal tersebut. yaitu siang saja atau malam saja. Kemudian dikatakan bahwa bulan tidak tersedot ke dalam matahari karena bulan mempunyai garis edar revolusi ke bumi dan besama bumi berevolusi ke matahari.
Matahari mengeluarkan cahaya sedangkan bulan Cuma memantulkan
(QS: Nuh: 16). Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?
Mengapa bila dulu manusia menganggap matahari dan bulan sama2 bercahaya kenapa AlQur’an membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari = pelita (sumber cahaya). Karena Al Qur’an bukan ucapan manusia. Apalagi manusia dari padang pasir arab.
Rotasi Bumi
ReplyDelete(QS: Azzumar: 5). Dia menciptakan langit dan bumi dengan yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Menutup dalam bahasa arab adalah kaur yang juga artinya menggulung. Penemuan ilmiah ini diungkapkan AlQuran dengan bahasa yang sangat dalam seolah2 rahasia tentang berputarnya bumi telah diketahui pada masa turunya Al Quran.
Bumi berputar seperti gangsing. Tetapi sumbu putarnya tidak tegak lurus melainkan 23,5 derajad. Kenapa mesti berputar dan mengapa harus 23,5 derajad.
Seandainya Bumi ini tidak berputar maka bumi dipastikan tidak ada kehidupan,.
Bagian yang menghadap Matahari terus menerus dipastikan akan mengalami pemanasan yang berlebihan. Dalam waktu 100 jam saja air dipermukaan bumi yang menghadap matahari akan mendidih dan 100 jam kemudian air yang itu akan menguap. Dan kehidupan pun mati. Sebaliknya pada bagian yang tidak tersinari matahari akan membeku dan menjadi es.
QS: Al Qashash (28: 71-27)
71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
Komet
Komet mempunyai garis edar yang berbeda dengan planet dalam sistem tata surya. Komet mempunyai elavasi yang amat jauh beredar mengelilingi matahari dalam masa yang lama. Seperti komet Helly yang muncul setiap 76 (?) sekali seakan habis sembunyai di orbit yang jauh.
(QS: At Takwiir) 15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tersembunyi,
16. Yang beredar dan terbenam,
BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS
ReplyDeleteTeori big bang mengatakan bahwa alam semesta yang dikompres ke dalam satu titik lantas tidak stabil dan meledak dengan kekuatan yang luar biasa. Kejadian itu diperkirakan oleh pakar astronomi terjadi sekitar 12 miliar tahun yang lalu. Ini bisa dilihat dalam teleskop bahwa benda2 langit seperti nebula, galaksi, matahari, dll menjauh satu sama lain dengan konstan. Bagai balon udara yang sedang ditiup.
(QS: Anbiya: 30)
30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
(QS: Ad-Dzariat: 47. Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya
KEGUNAAN ATMOSFER
Ratusan meteor jatuh tiap hari dan kita bisa melihatnya pada malam hari, sungguh apabila tidak ada atmosfer apakah kita bisa aman hidup di permukaan bumi. Sinar matahari bila tidak ada atmosfer juga sangat membakar, bumi mempunyai sabuk van hallen yang melindungi badai partikel matahari yang gesekannya menyebabkan aurora. Sungguh, langit bumi (atmosfer) adalah atap yang melindungi kehidupan bumi.
(QS: Al Baqoroh: 22). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu Mengetahui.
Hamparan = dahiya adalah nama lain dari telor, jadi bumi seperti bulat telor
(QS: Al Anbiya: 32). Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
7 lapis atmosfer: Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, termosfer dan Eksosfer. Yang tiap2 lapisan ada fungsinya masing2.
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS; Al Baqoroh: 29)
12. Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. . (QS; Al Fusilat 41: 12)
Memang ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa 7 langit dalam ayat di atas bukan atmosfer tetapi pengertian langit yang lebih besar lagi.
AIR SUMBER KEHIDUPAN
ReplyDeletePara peneliti sedang mangamati Es CO2 di planet mars. Berharap menemukan air kuno yang memungkinkan adanya kehidupan. Memang Air adalah syarat kehidupan
(QS: Anbiya: 30 ………dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
TERJADINYA PERGANTIAN MUSIM AKIBAT GERAK SEMU MATAHARI
Gerak semu matahari akibat revolusi bumi seakan2 matahari menyinari belahan bumi utara lebih banyak dan sebaliknya yang menyebabkan terjadinya perbedaan musim yang juga mempengaruhi timbulnya angin hujan, arus laut dan keseimbangan suhu bumi. Subhanallah….
(QS: Ar-Rahman: 17). Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya[1442]
[1442] dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.
Pergerakan Lempeng Bumi atau Rotasi Bumi?
ReplyDelete(QS: An-Naml: 88. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ada yang mengartikan bahwa ayat diatas tentang pergerakan lempeng bumi yang menggerakkan benua (gunung , lembah, dst) Benua Amerika pernah jadi satu sama afrika, jadi pegunungan andes dan rocky mountain bergerak juga. ada juga yang mengartikan rotasi bumi yang dengan kecepatan tinggi ) jadi gunung bergerak juga./
Kegunaan Gunung
Gunung adalah jalan keluarnya magma yang menggelegak di dalam perut bumi. Bumi akan terguncang jika tidak ada saluran karena tekanan magma. Gunung bagaikan timah penyeimbang pada velg mobil.
QS Luqman (31: 10). 10. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
Langit tanpa tiang diatas maksudnya, atmosfer bumi yang berton-ton melayang diatas kita memberikan perlindungan dan hujan.
M-oon,
ReplyDeleteWuiih..ceritanya mo nyocok2in sains ke ayat2 AQ nih..
Sebelum mulai, saran gw: BIASAKAN dalam menafsirkan berdasarkan HADIS sahih, QURAN, TAFSIR yang diakui kalangan SUNNI [misal: Ibn Kathir, Qurtubi, Ibn abbas, tabari] dan bukan dari pendapat orang ngga jelas model ZAKIR NAIK yang di fatwakan kafir oleh Darul Uloom Deoband, para ulama islam sendiri dan juga Rashid Khalifah yang ngaku2 mendapat wahyu dari jibril sebagai mesias setelah Muhammad dan menyatakan bahwa surat At taubah 9:128-129 adlah palsu hingga ia harus mampus
hehehehe..
***
Anda tuliskan Nebula dengan Al fushilat 41:11-12..
Nebula adalah adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma SEMENTARA menurut tafsir ibn kathir ayat 41:9-p12 Ibn Kathir [http://tafsir.com/default.asp?sid=41&tid=46477] disebutkan BUMI diciptakan duluan, baru kemudian langit [Kathir merujuk pada ucapan sahih bukhari], kemudian di http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam, dapat anda temukan juga kesamaannya:
Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "Ia adalah Yang tunggal yang menciptakan semua bagimu yang ada di muka bumi. Kemudian ia tarik/rentangkan para langit dan dijadikan tujuh langit" Arsy Allah ada di Air. Tidak diciptakan apapun kecuali yang ia ciptakan sebelum Air. Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam." Ikan ada di air.[sisanya liat link di atas]
Nebula?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
Space shuttle dan Ar rachman 55:33-34..hehehehe..
kalo kamu baca baik2 ayat 33 justru allah katakan kamu ngga akan sanggup melintas langit..tapi dengan diciptakan Pesawat maka dipastikan ALLAH SALAH..
Tapi ternyata arti yang dimaksud bukan itu! yang dimaksud adalah: PERINGATAN pada JIN dan MANUSIA bahwa saat nanti tidak ada yang akan lolos dari sangsi kecuali dengan alasan dan bukti [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs] atau ngga akan ada mahluk yang lolos pada saat kiamat kecuali atas wewenang dan putusan Allah, ngga akan bisa mengelak dari aturan dan hukumnya [http://tafsir.com/default.asp?sid=55&tid=51661]
SPACE SHUTTLE?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
mendaki gunung himalaya, kurangnya oksigen merujuk ayat An naam 6:125?
Tafsir Ibn kathir utk AQ 6:125 [http://tafsir.com/default.asp?sid=6&tid=16593] berdasarkan riwayat Al-Hakam bin Aban said that `Ikrimah narrated from Ibn `Abbas that he commented on:
(...as if he is climbing up to the sky),
"Just as the Son of Adam cannot climb up to the sky, Tawhid and faith will not be able to enter his heart, until Allah decides to allow it into his heart.'
'Imam Abu Ja`far bin Jarir commented: "This is a parable that Allah has given for the heart of the disbeliever, which is completely impassable and closed to faith. Allah says, the example of the disbeliever's inability to accept faith in his heart and that it is too small to accommodate it, is the example of his inability to climb up to the sky, which is beyond his capability and power.''
Kurang oksigen?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
sampe sini aja gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...
Lantas kebisaan lo itu apa sih?
M-oon,
ReplyDeletecontekan lo: RELATIVITAS WAKTU vs [Al Ma’arif 70:4 dan AQ 22:47]
Padahal, yg pertama bicara lamanya HUKUMAN saat KIAMAT bagi kafir [http://tafsir.com/default.asp?sid=70&tid=55192]dan 100% bukan KECEPATAN terbang MALEKAT dan roh, oon!
yang kedua bicara 1000 tahun penciptaan = 1 hari yang emang ukuran penyetaraan harinya allahmu [http://tafsir.com/default.asp?sid=22&tid=34358]
Relativitas waktu?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
Black Hole dan Wormhole dan Anbiya 21: 104
Padahal yang dimaksud adalah BUKU tentang catatan perbuatan [sijill] seseorang saat wafat, di gulung dan di gelar saat kiamat tiba, spt kata Ibn `Abbas [juga Ali bin Abi Talhah dan Al-`Awfi, juga Mujahid, Qatadah dan yang lainnya, juga Ibn Jarir] [http://tafsir.com/default.asp?sid=21&tid=33560]
Black Hole dan Wormhole?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
Garis Edar Matahari dgn AQ 36: 38 = bumi mengelilingi matahari?
padahal di tafsir ibn kathir yg berdasarkan hadis sahih:
(The first view) is that it refers to its fixed course of location, which is beneath the Throne, beyond the earth in that direction. Wherever it goes, it is beneath the Throne, it and all of creation, because the Throne is the roof of creation and it is not a sphere as many astronomers claim. Rather it is a dome supported by legs or pillars, carried by the angels, and it is above the universe, above the heads of people.
(the second view) is that this refers to when the sun's appointed time comes to an end, which will be on the Day of Resurrection, when its fixed course will be abolished, it will come to a halt and it will be rolled up..it keeps moving in its summer orbit for a certain time, and it does not exceed that, then it moves to its winter orbit for a certain time, and it does not exceed that.
[http://tafsir.com/default.asp?sid=36&tid=43568]
dari dua model pandangan di atas, malah telak dikatakan MATAHARI yang selalu MOVING [bergerak]
Silakan juga baca FATWA Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin bahwa matahari mengelilingi bumi [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#Fatwa]
***
Bulan yang tandus diebutkan di Yaasin 36:39-40?
Yang dimaksud itu adalah perjalanan bentuk bulan dari awal hingga akhir BULAN! Then it starts to wane until the end of the month, until it appears like the old dried curved date stalk. Ibn `Abbas, said, "This is the original stem (which connects the bunch of dates to the tree).' dengan hingga jumlahnya 10!
Bulan tandus?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
Matahari mengeluarkan cahaya sedangkan bulan Cuma memantulkan dg AQ nuh 71:16?
Ngga tuh..
Malah TELAK sekali dikatakan BERSINAR:
as a light and made the sun as a lamp?, as an illuminating lantern, more powerful than the light of the moon. [Tafsir al-Jalalayn]
a shining light therein, a radiance for the children of Adam [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs]
Sekarang sampe sini nih..masihhh aja gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...
Lantas kebisaan lo itu apa sih?
M-oon,
ReplyDeletecontekan lo:ROTASI BUMI ada di AQ Azzumar 39:5, Al Qashash 28:71-27?
Padahal yang dimaksud adalah Perjalanan MATAHARI dan BULAN mengelilingi bumi, "He makes the sun and moon subservient to the Children of Adam, (each) i.e. the sun and the moon, the day and night (running on for an appointed term) for an appointed time."[Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs ]
He has disposed the sun and the moon, each running, in its course, for an appointed term, until the Day of Resurrection.[Tafsir al-Jalalayn ]
Tabari:
Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "..Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
Dari Imam Abu Jafar Ibn Jarir Diriwayatkan oleh Ibn Bashar, diriwayatkan oleh Yahya, diriwayatkan oleh Sufyan Al-Thuri, diriwayatkan oleh Sulayman Al-Amash, diriwayatkan oleh Abu Thubian, diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang berkenaan, "..Kemudian Allah menciptakan "nun" dan Ia buat uap terangkat yang mana para langit diciptakan dan bumi diletakan DATAR pada punggung nun. Kemudian Nun menjadi gelisah dan [sebagai hasilnya] numi mulai goyang/goncang, namun (Allah) mengencangkan (bumi) dengan gunung-gunung agar bumi tidak bergerak..
ibn baaz di AL-ADILLA AL-NAQLIYYA WA AL-HISSIYYA `ALA JARAYAN AL-SHAMSI WA SUKUNI AL-ARD
["The Transmitted and Sensory Proofs of the Rotation of the Sun and Stillness of the Earth"], he asserted that
THE EARTh WAS FLAT and DISK-LIKE and that THE SUN REVOLVED AROUND IT [http://www.sunnah.org/history/Innovators/ibn_baz.htm]
ROTASI BUMI? Mengada2 tuh!
***
Komet di At Takwiir 81: 15-16?
Padahal yang dimaksud Bintang pun berjalan menyisir langit di malam hari..spt yg dimaksudkan Ibn Jarir dari Khalid bin `Ar`arah berasal dari`Ali yang ditanya ttg (لَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ) (Nay! I swear by Al-Khunnas, Al-Jawar Al-Kunnas.) dan ia jawab, "Ini adalah bintang-bintang yang ngga kelihatan di siang hari dan menyisir melintasi langit pada malam hari" [http://tafsir.com/default.asp?sid=81&tid=57323]
Komet?
KAGAK NYAMBUNG tuh dengan maksud surat!
***
BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS di AQ : Anbiya 21:30 dan AQ Ad-Dzariat 51:47?
Padahal Sa`id bin Jubayr berkata: "Langit dan bumi dulu saling menempel satu dengan yang lainnya dan kemudian langit diangkat naik, bumi menjadi terpisah darinya Al-Hasan and Qatadah berkata: "Mereka bersatu patu dan dipisah dengan udara"' [http://tafsir.com/default.asp?sid=21&tid=32959]
Wasil b. ‘Abd al-A‘la al-Asadi- Muhammad b. Fudayl- al-A‘mash- Abu Zabyan- Ibn ‘Abbas: "..Allah kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu. Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun] dan Bumi kemudian dijalarkan/dihamparkan di atas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi."
Musa b. Harun al-Hamdani - ‘Abdallah b. Mas‘ud dan beberapa sahabat NABI (yang berkomentar): "..Ketika Ia ingin mencipta. Ia ambil uap dari Air. Uap itu terangkat ke atas, air berkumpul di atasnya. Ia kemudian menamakan itu "Langit". Kemudian ia keringkan air, dan membuatnya menjadi 1 bumi. Ia kemudian memisahkannya dan menjadikannya menjadi 7 Bumi pada Minggu dan Senin. Ia ciptakan bumi di atas Ikan [Hut], Itu adalah Ikan (nun) yang disebutkan di Qur'an: "Ikan. Demi Qalam."[http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#kosmologiislam]
BIG BANG dan ALAM SEMESTA YANG MELUAS
Kagak nyambunnnnngg...
so, sampe sini tetep gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...
Lantas kebisaan lo itu apa sih?
M-oon,
ReplyDeletecontekan lo:
ATMOSFER di Al Baqoroh 2:22, Anbiya 21:29,32 dan Fusilat 41:12?
Padahal, Hadis2 dan tafsir mengatakan:
Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun Al Arsy maka dia berupa kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata: “Telah datang menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seorang A’rab dan berkata: “Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,"Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah“[HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 1/252]
Langit berbentuk kubah adalah langit yang solid karena ada isinya yaitu mulai dari langit pertama hingga langit ke-7!
diriwayatkan Abu Dhar, Muhammad berkata, saat ia mencapai Langit pertama. Ia berjumpa Adam bersama jiwa-jiwa anak cucunya pada sisi kanan dan kiri Adam, dimana yang dikanannya merupakan penghuni Surga dan dikirinya adalah penghuni neraka..[Sahih Bukhari vol.1 Buku 8 no.345]
Demikian di setiap langitnya ada penghuni dan barang-barang lainnya seperti pintu dan lain sebagainya hingga ke langit ke 7
"[..]Maka jika kalian memohon kepada Allah, mohonlah Surga “Firdaus” yang tinggi. Karena Surga dan paling atas. Dan diatasnya terdapat “Arsy ar-Rahman. Dari sana sungai-sungai Surga mengalir." -[HR. Al-Bukhari no.2790, 7423; Shahiilil Jaami’ no. 7873; Ahmad (II/335, 339) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 581) atau di Bukhari Volume 8, Book 76, Number 572, dinarasikan oleh Anas; Volume 9, Book 93, Number 519, dinarasikanoleh Abu Hurairah]
Atmospher?
Buset itu sih LANGIT SOLID yang berbentuk kubah!
Aje gile...sampe sini tetep gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...
Lantas kebisaan lo itu apa sih?
M oon,
ReplyDeleteTerakhir ini aja deh kita pastikan ttg Pergerakan Lempeng Bumi atau Rotasi Bumi dan AQ An-Naml: 88?
Kegunaan Gunung dan Luqman (31: 10). 10?
hehehehe...
Kaab al-Ahbar berkata: Ketika Allah berkehendak untuk menciptakan Tanah yang kering, Ia perintahkan angin untuk mengocok ke atas air. ketika menjadi turbulen dan berbusa, gelombang bertambah besar dan beruap. Kemudian Allah merintahkan busa itu memampat, dan menjadi kering. Dalam hari-hari Ia ciptakan langit yang kering di atas permukaan air adalah seperti yang Ia katakan:"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari?" (AQ Fushshilat 41:9).
Kemudian Ia perintahkan gelombang-gelombang ini menjadi diam, dan mereka membentuk gunung-gunung, yang kemudian Ia gunakan sebagai pasak untuk menahan bumi, seperti yang Ia katakan: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka" (AQ Al Anbiyaa' 21:31). Jika tidak karena gunung-gunung, Bumi tidak akan cukup stabil bagi para penghuninya. Pembuluh dari gunung-gunung ini berhubungan dengan pembuluh dari Gunung Qaf, yang berjajar mengellilngi Bumi.
Kemudian Allah menciptakan tujuh lautan.
Yang pertama dinamakan Baytush dan mengelillingi bumi di belakang gunung Qaf, kemudian dibelakangnya berturut-turut bernama Asamm, Qaynas, Sakin, Mughallib, Muannis, dan yang terakhir Baki. Ini adalah tujuh lautan, dan tiap dari mereka mengelilingi lautan yang sebelumnya. Di dalamnya terdapat mahluk-mahluk yang hanya Allah yang tahu jumlahnya. Allah menciptakan makanan bagi para mahluk-mahluk ini dalam hari yang ke-4, seperti yang Ia katakan: "dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. Bagi orang-orang yang bertanya. (AQ Fushshilat 41:10).
Terdapat tujuh Bumi.
Yang pertama dinamakan Ramaka, yang kedua dinamakan Khalada,..Arqa, Haraba, Maltham, Sijjin dan Ajiba. Dan bumi bergoyang-goyang dengan penghuni di dalamnya seperti sebuah kapal, jadi Allah mengirimkan se sosok Malaikat yang luar biasa besar dan kuat dan diperintahkan memanggul bumi di bahunya. Satu sisi tangannya di timur dan yang lain di barat memegang Bumi dari ujung ke ujung. Namun, tidak ada pijakan kaki baginya, jadi Allah ciptakan bebatuan persegi dari jamrut yang memiliki 7.000 lubang. Di setiap lubangnya sebuah laut, gambaran ini hanya di ketahui oleh Allah semata. dan Ia perintahkan Bebatuan itu untuk berdiam di bawah kaki malaikat.
Akan tetapi, bebatuan itu tidak ada yang menyangga, jadi Allah ciptakan banteng besar dengan 40.000 kepala, mata, telinga, cuping hidung, mulut, lidah dan kaki dan diperintahkan memanggul bebatuan di punggungnya dan juga di tanduknya. Nama dari Banteng itu adalah al-Rayyan. Karena Banteng itu ngga punya tempat buat pijakan kakinya, Allah menciptakan Ikan sangat besar..Ikan ini bernama Behemoth.. [Tales of the Prophets (Qisas Al-Anbiya) (Great Books of the Islamic World), Muhammad Ibn Abd Allah Kisai (Author), Wheeler M. Thackston (Author), Al-Kisai (Author, Abad ke 6/13 Masehi) hal 8-10 dan hal 337-338 [Notes to The Text])
Al Tabari
Menurut Ibn Bashshar - Yahya - Sufyan - Sulayman (al-A‘mash?) - Abu Zabyan - Ibn ‘Abbas: "..Kemudian Allah menciptakan IKAN [nun]. Ia kemudian mengangkat uap air dan membagi terpisah para langit dari itu, dan Bumi kemudian di jalarkan/dihamparkan diatas punggungnya [ikan]. Ikan itu menjadi tidak tenang/gelisah yang mengakibatkan bumi menjadi goncang. Yang kemudian di dikokohkan dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.
[The History of Al-Tabari: General Introduction and From the Creation to the Flood, translated by Franz Rosenthal [State University of New York Press (SUNY), Albany, 1989], Volume 1, pp. 218-220]
Hahahahahahaha...gempa bumi karena ikannya KEGELIAN di tempeli BUMI di atas punggungnya?
Sain qur'an emang lain dengan yang lain
hahahahahahahaha....
kamu tuh gak bisa baca quran ya gimana bisa nyambung, kamu cuma bisanya ngandelin terjemahan tafsir pula, BUKAN ayat-ayat quran yang asli, makna ayat-ayat quran itu luas dan dalam, tak dibatasi hanya oleh tafsir manusia yg terbatas pengetahuan dan kemampuannya, tak seperti kitab sucimu yg bisa diedit tiap saat karena tak jelas bahasa aslinya, meragukan, palsu, bikinan manusia.. kebenaran quran mulai terbukti dengan sendirinya seiring kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan yang dicapai manusia dari jaman ke jaman. Kalau seorang manusia yg hidup pada suatu jaman keliu memahami makna quran itu wajar krn pengetahuan manusia terbatas, jadi bukan quran-nya yang keliru, manusianya yang belum bisa menangkap makna yg terkandung dlm suatu ayat quran...
ReplyDeletehttp://www.witness-pioneer.org/vil/Books/MB_BQS/17astronomy.htm#The%20Sun%20and%20the%20Moon
ReplyDeletehttp://www.miraclesofthequran.com/scientific_23.html
http://www.amazinglight.info/fisika-dari-mana-asal-besi.html
http://www.amazinglight.info/fisika-dari-mana-asal-besi.html
http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html
http://www.keajaibanalquran.com/earth_movements.html
http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html
M-oon,
ReplyDeleteTentang bumi diatas ikan paus dalam tafsirARAB ASLINYA baca aja di:
Tafsir Ibn Kathir:
http://www.iid-alraid.de/EnOfQuran/Tafseer/TafseerBooks/kathir/kathir564.htm
Ibn Kathir dan Qurtubi:
http://www.kl28.com/Quran.php?aea=1&sora=68
Jika lo bisa bahasa arab dan BUKAN sok ngaku2..maka akan lo temukan PERSIS seperti yang gw tulis di:
[http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam]
Nah, ucapan tentang hal tersebut berasal dari Nabi mu sendiri dan juga PARA sahabat nabimu.
Jadi, selamat menikmati sains dan kosmologi AQ yang luar biasa itu.
??? tak ada satupun hadist yg menyatakan spt khayalanmu itu, tafsir itu BUKAN ayat quran, dan bisa direvisi tiap saat oleh penafsir lain yang lebih kompeten di setiap jamannya, tafsir bukan barang mati dan bisa salah karena kemampuan manusia itu terbatas, pengetahuannya, seperti penafsiran kafir yang sering keliru dan salah melulu seperti kamu ini, tak berpengatuhan tapi asal menafsir,padahal SALAH BESAR!
ReplyDeletePadahal justru quran yang menerangkan secara lengkap dan tepat mengenai bentuk bumi, yakni bulat lonjong. Baca: http://www.amazinglight.info/astronomy-shape-of-the-earth-is-spherical.html
M-oon,
ReplyDeleteTentang Bumi di atas punggung ikan paus, kamu katakan "tak ada satupun hadist yg menyatakan spt khayalanmu itu,"
Saya:
Wah ketauan bahwa kamu NGGA BACA! ada tuh hadisnya!
Tafsir yang baik adalah mengikuti APAPUN kata NABI yang di riwayatkan oleh NABI dan/atau sahabat2 yang hidup sejaman dengan nabi..dan itu ada tuh di link ini:
[http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kosmologiislam]
Surat 68:1 penjelasannjya menggunakan hadis yang juga disampaikan oleh NABIMU, SAHABAT NABI, IBN JARIR, dan dituangkan juga di tafsir IBN KATHIR, QURTUBI, TUSTARI malah ada juga di SAHIHnya kafi dari SYi'ah
..bumi di atas punggung ikan paus?...busetttttttt deh..
Belajar Alif Ba Ta saja kamu tak bisa, bagaimana mungkin mengulas ilmu Islam yang lebih dalam. Mendingan kamu urus dah toko dupa kamu yang baunya bikin pusing.
ReplyDeleteSTT,
ReplyDeletemodel2 spt anda yang cuma bisa meraung2 tanpa bisa membantah sih banyak..ngga perlu sok..
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete