Saturday, August 11, 2018

ADAM-HAWA PUN BERBAGI MOYANG YANG SAMA DENGAN KERA


Tahun 1937-1941, Karl Landsteiner, ahli Kimia, Austria menemukan penggolongan darah type Rhesus dari hasil percobaan ADA atau TIDAKNYA antigen D (faktor rhesus/Rh atau "D") dan antibodi (anti-Rh) ketika kelinci (belakangan juga tikus Belanda) disuntik sel darah spesies monyet "Rhesus Macaque". Sel darah Kelinci ini menanggapinya dengan membentuk antibodi terhadapnya. Antigen adalah zat/substansi yang dianggap asing atau berbahaya oleh tubuh yang memicu respon imun berupa produksi antibodi. Antibodi kelinci ini kemudian diujikan pada sel-sel merah penduduk kulit putih kota New York dan 85%-nya mengalami penggumpalan/aglunasi. Nama spesies monyet (Rhesus) kemudian lebih dikenal sebagai nama tes ini dan disebut faktor rhesus (atau faktor antigen D).

Protein Rh/"D" sebagai penanda genetik sfesifik ini bukan hanya ditemukan pada spesies monyet Rhesus namun juga pada ordo primata lainnya termasuk Manusia. Ini menunjukkan, ADANYA PERTALIAN WARISAN DARI LELUHUR UMUM SEBELUM kemunculan kera, monyet, dan manusia. [lihat juga: "Evolution of RH genes in hominoids: characterization of a gorilla RHCE-like gene", Blancher A1, Apoil PA; "Human Blood Group", Geoff Daniels, Ch.5.2, hal.197; "The complexities of the Rh system", M.L.Scott; "Rh Blood Group System" dan "Non-ABO blood group systems phenotyping in non-human primates for blood banking laboratory and xenotransplantation"]

Jadi, ketika darah di test dengan protein antigen D, hasilnya:
  • Bereaksi menjadi senyawa faktor penggumpalan darah, ini disebut Rhesus positif (Rh+ atau antigen D) aau disingkat "+" atau "D";
  • Tidak bereaksi, ini disebut Rhesus negatif (Rh- atau d) atau disingkat "-" atau "d".
Masing-masing dari 4 golongan type darah pada system ABO, juga diklasifikasikan sesuai faktor rhesus/Rh, yaitu "-" atau "+", menjadi A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ dan O-. Diantara 8 ini, O- adalah donor paling universal.


Seperti golongan darah, Grup rhesus/Rh atau grup D juga terdiri dari:
  • Rh+/"DD" (homozigot) = "antigen D" diwarisi dari kedua induk;
  • Rh+/"Dd" (heterozigot/hemizigot) = "antigen D diwarisi dari salah satu induk (heterozigot) atau satu induk tidak punya "d" (hemizigot);
  • Rh-/"dd" (nullizigot) = Null atau TIDAK ADA "D" diwarisi dari kedua induk.

  • Kemudian terdapat mutasi genetik yang disebut Du Varian, yaitu hasil seharusnya adalah Rh+ (D), namun karena dalam tes (D) sangat lemah terlihat, ini menjadi terbaca sebagai Rh-/"d"
Secara kasar, dikatakan 85% populasi manusia mempunyai Rh+, sedangkan 15%nya Rh-. ["Rh factor", The Columbia Encyclopedia, 6th ed. dan "Immunology for Pharmacy - E-Book", Dennis Fleherty, hal.26. Wikipedia memuat variasi sejumlah negara dengan Rh+ antara 71% s.d 99 %]

Apa implikasinya dengan Faktor Rhesus di atas?
Abarahamik mengklaim bahwa seluruh manusia berasal dari ADAM-HAWA dan HAWA berasal dari RUSUK ADAM, jika benar demikian, maka mereka ini seharusnya kembar identik dalam susunan DNA, namun masalahnya:
  • Jika benar mereka ini perintis, maka seharusnya, sel darah mereka TIDAK MENGANDUNG "zat yang dianggap asing/berbahaya oleh tubuh" (antigen D), sehingga TIDAK juga ada anti D. tapi TIDAK MUNGKIN KEDUANYA mempunyai Rh-/"dd" (homozigot), karena turunannya menjadi TIDAK AKAN PERNAH mewarisi Rh+/"D"
  • Juga, TIDAK MUNGKIN KEDUANYA mempunyai Rh+/"DD" (homozigot), karena turunannya menjadi TIDAK AKAN PERNAH mewarisi Rh-/"dd"
  • Malah, keduanya PASTI mempunyai Rh+/"Dd" (heterozigot), karena 75% turunannya, akan mewarisi Rh+/"D".
Karena keduanya Rh+/"Dd" (heterozigot) maka TIDAK MUNGKIN mereka manusia pertama, karena mereka-pun harus mewaris gen tersebut dari kedua orang tuanya, oleh karenanya, kedua orang tua mereka-pun, pastilah berbagi LELUHUR YANG SAMA dengan spesies KERA (karena harus Rh+/"D").

Sebelumnya,
Di tahun 1901, Karl Landsteiner, telah menemukan penggolongan dengan system ABO, yaitu ADA atau TIDAKNYA 2 protein yang disebut antibodi A atau antibodi B pada plasma darah/serum DAN ADA atau TIDAKNYA 2 protein yang disebut antigen A atau antigen B pada sel darah merah/eritrosit manusia, hewan pengerat dan kelompok kera (misal: simpanse, bonobo, dan gorila):
  • Disebut golongan darah A adalah karena adanya antigen A dan adanya antibodi B (antibodi ini melawan antigen B/golongan darah B yang reaksinya adalah terjadinya penggumpalan/aglutinasi dalam darah). Golongan darah A merupakan GRUP/KELOMPOK dari warisan gen sepasang induk yang masing-masing memberikan 1 gen A dan/atau O, sehingga warisannya bisa AA atau AO
  • Golongan darah B (antigen B, antibodi A), genotifnya adalah BB dan BO,
  • Golongan darah AB (ada antigen A & antigen B, tidak ada antibodi A & B), genotifnya adalah AA, BB dan AB
  • Golongan darah O (tidak ada antigen A & B, ada antibodi A & B), genotifnya adalah OO. (awalnya namanya bukan "O" tapi "C" sebagai bagian dari ABC tapi kemudian ABC diubah menjadi ABO, dimana O adalah zero/null)

Tidak hanya pada manusia, bahkan primata pun, beberapa diantaranya, punya 4 type darah system ABO (A, B, AB dan O) seperti manusia, sample:
  • Monyet dunia baru, spesies: Cebus apella, Cebus apella apella, Saimiri ustus
  • Monyet dunia lama, spesies: Macaca fascicularis, Macaca mulatta, Macaca irus, Babon Papio anubis
  • Kera/Hominoid, spesies Orang utan Kalimantan: Pongo pygmaeus pygmaeus [Lihat: "Blood ties: ABO is a trans-species polymorphism in primates", lihat tabel hal.41 dan "The ABO blood group is a trans-species polymorphism in primates"]

Konon golongan darah type AB adalah spesial (karena ada yang mengklaim bahwa golongan darah ADAM-HAWA adalah AB), namun selain monyet dan kera di atas, golongan darah type AB juga dipunyai orang utan Sumatera, owa/gibbon, monyet tupai, monyet malam, tamarin Saguinus midas niger.

Golongan darah system ABO pada primata modern semuanya berevolusi dari nenek moyang yang sama, sekitar 20 juta tahun lalu, sebelum terpisah menjadi spesies unik, berevolusi pada leluhur yang sama dan bertahan pada setiap spesies sejak saat itu. ["The ABO blood group is a trans-species polymorphism in primates", Laure S├ęgurel]

Apa implikasi dengan golongan darah system ABO?
Karena dikatakan bahwa HAWA berasal dari rusuk ADAM, maka ADAM-HAWA seharusnya mempunyai susunan DNA yang sama yang mengandung SEMUA jejak genetik untuk kelompok golongan darah dan juga pada SEMUA variasinya, jika tidak, maka HAWA TIDAK MUNGKIN berasal dari rusuknya ADAM, malah:
  • Jika benar mereka ini perintis, maka seharusnya sel darah mereka, TIDAK MENGANDUNG "zat yang dianggap asing/berbahaya oleh tubuh" (antigen), dan itu adalah O, namun yang bergenotip OO, TIDAK AKAN PERNAH turunannya mewarisi golongan darah A, B dan AB
  • Juga, TIDAK MUNGKIN KEDUANYA, entah bergenotif AA atau BB, karena turunannya menjadi TIDAK AKAN PERNAH mewarisi golongan darah O
  • Juga, TIDAK MUNGKIN KEDUANYA, bergenotip AO, karena turunannya menjadi TIDAK AKAN PERNAH mewarisi golongan darah B dan AB
  • Juga, TIDAK MUNGKIN KEDUANYA, bergenotip BO, karena turunannya menjadi TIDAK AKAN PERNAH mewarisi golongan darah A dan AB
  • Oleh karenanya, salah satu dari ADAM atau HAWA, HARUS bergenotip AO dan lainnya BO, agar turunannya, mewarisi golongan darah A, B, AB dan O
Malah, misalkan ADAM bergenotip AO, maka ADAM-pun harus mewarisinya dari kedua orang tuanya, salah satu dari kombinasi pasangan: AA x OO atau AO x OO atau AO x AO atau AO x AB atau AO x BO. Demikian pula HAWA jika bergenotip BO, punya 5 kemungkinan kombinasi pasangan orang tua, namun, di antara kombinasi tersebut, hanya AO x AB dan AO x BO yang berpeluang berketurunan yang bergenotip AO (ADAM) maupun BO (HAWA) dari orang tua yang sama.

Jadi, ADAM-HAWA JELAS TIDAK BERKODE DNA sama atau dengan kata lain, HAWA BUKAN BERASAL dari rusuk ADAM, dan ADAM-pun, BUKAN BERASAL dari KENDI atau TANAH, malah, DAPAT DIPASTIKANADAM-HAWA dan kedua orang tua mereka, juga berbagi leluhur yang sama dengan monyet.

1 comment:

  1. Pak wira,
    Saya merasa semua kepercayaan agama salah, tapi semua ajaran agama baik,
    Saya masih mencari, untuk sementara lebih tertarik atheis/agnostik,
    Karenanya pemirsa terutama p wira/admin, silahkan
    Utarakan pengetahuan agama anda sendiri pakai referensi kitab suci anda, jgn komentari yg lain apalagi campur fitnah, saya tunggu

    ReplyDelete