Friday, November 2, 2012

Tips menolong KORBAN KECELAKAAN di area MAYORITAS Ajaran Tertentu


Jika anda tinggal di daerah mayoritas AJARAN TERTENTU, maka BERPIKIRLAH ratusan kali jika anda (para pria) hendak menolong wanita yang mengalami kecelakaan.
  1. Jika anda tidak punya ilmu kanuragaan yang dapat mengangkat tanpa menyentuh, maka jangan ditolong, atau

  2. mungkin saja pertolongan dapat dilakukan dengan alat bantu lain, misalnya kayu, sebagai contoh:

      jika anda jalan di suatu tempat, kemudian melihat onggokan yang mirip-mirip pisang goreng tapi anda curiga bahwa itu bukan pisang goreng melainkan tai maka tentunya anda akan check itu TIDAK dengan menggunakan tangan tapi dengan kayu karena siapa tahu, onggokan itu bukan pisang goreng melainkan tai. Jadi tidak rugi bandar.

    Untuk itu, jika masih bersikeras hendak menolong, carilah kayu agar tidak bersentuhan, atau

  3. TANYALAH dahulu AGAMA dari si korban. Jika korban berasal dari AGAMA TERTENTU, maka SEGERA tinggalkan TKP karena salah-salah, setelah menolong, anda akan dianggap melakukan tindak pelecehan seksual, ini dapat berakibat rusuh massal yang berpotensi banyak yang terbunuh nantinya. Biarkan saja korban yang berasal dari AGAMA TERTENTU itu saja yang mati, jangan sampai belas kasihan anda merembet mencelakai orang sekampung (KLIK !)

      Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 09.30 WIB di desa Sidorejo kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan, telah terjadi bentrokan antara warga suku Lampung dan warga suku Bali.

      Kronologis kejadian : Pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012 pukul 17.30 WIB telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di jalan Lintas Way Arong Desa Sidorejo (Patok) Lampung Selatan antara sepeda ontel yang dikendarai oleh suku Bali di tabrak oleh sepeda motor yang dikendarai An. Nurdiana Dewi, 17 tahun, (warga Desa Agom Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan berboncengan dengan Eni, 16 Th, (warga desa Negri Pandan Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan).

      Dalam peristiwa tersebut warga suku Bali memberikan pertolongan terhadap Nurdiana Dewi dan Eni, namun warga suku Lampung lainnya memprovokasi bahwa warga suku Bali telah memegang dada Nurdiana Dewi dan Eni sehingga pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali Nuraga Kec. Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta.

      Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 01.00 WIB, masa dari warga suku Lampung berjumlah + 200 orang melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah milik Sdr Wayan Diase. Pada pukul 09.30 WIB terjadi bentrok masa suku Lampung dan masa suku Bali di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

      Akibat kejadian tersebut 3 (tiga) orang meninggal dunia (1) Yahya Bin Abdul Lalung, 40 tahun..(2) Marhadan Bin Syamsi Nur, 30 tahun..(3) Alwi Bin Solihin, 35 tahun[..]

      Antaranews: sedangkan dalam bentrokan pada hari kedua, Senin (29/10), korban tewas sebanyak 10 orang, dari Desa Balinuraga.

      [Detik: jumlah korban 9 orang dari warga Bali Nuraga, Kalianda: (1) Rusnadi, laki-laki, 45-55th; (2) Pan Malini laki-laki, 50-60 tahun; (3) Ratminingsih laki-laki, 45-56 tahun; (4) Wayan Kare, laki-laki, 40-50 tahun; (5) Muriyati, laki-laki, 55-65 tahun; (6) Gede Semarajaya, laki-laki, 20-30 tahun; (7) Pan Kare, laki-laki, 60-70 tahun; (8) Ketut Buder, laki-laki, 55-65 tahun; (9) Pan Ladri, laki-laki, usia 60 tahun. Semua korban ini di kremasi di krematorium: Lempasing, Yayasan Bodhisattva, Pesiwaran, Lampung]

    Jika korban lebih dari 1 (satu) orang dan tentunya TELAH DITANYA agamanya apa, maka tolonglah korban yang BUKAN BERAGAMA TERTENTU karena kecil sekali kemungkinannya, setelah menolong, anda akan mengalami dampak lanjutan terkena TUDUHAN PELECEHAN SEKSUAL, atau

  4. Jika nurani tetap muncul untuk menolong korban yang berasal dari AGAMA TERTENTU, maka SEBELUM menolong, PASTIKAN tersedia kertas yang TELAH DIBUBUHI MATERAI secukupnya, kertas tersebut HARUS DIPASTIKAN telah ditandatangani oleh korban atau jika tidak ada pulpen, anda dapat memintanya membubuhi cap jempol [gunakan darah korban sebagai tinta] namun TETAPLAH WASPADA untuk TIDAK menyentuh korban.

    Jika korban menyatakan tidak sanggup untuk melakukan tandatangan, MAKA jangan biarkan BELAS KASIHAN anda MENUTUPI RASIO ANDA. Apapun caranya KORBAN mesti bertandatangan [ato cap jempol] pada isi pernyataan:

    1. MEMBEBASKAN diri ANDA dari segala TUDUHAN.
    2. "surat ini ditulis dalam keadaan SEHAT ROHANI dan tidak sedang dan/atau di bawah paksaan/ancaman"

    Setelah ditandatangani, langkah berikutnya adalah: TUNGGU KERING DULU [terutama jika korban menggunakan cap jempol dengan tinta darah]

    Simpan baik-baik surat tersebut jangan sampai hilang [jika perlu, LAMINATINGLAH, karena ada kekhawatiran akan luntur terkena keringat, dan lain sebagainya]

    Nah, setelah selesai dan kering, barulah korban dapat ditolong. [PASTIKAN surat tersebut disimpan di tempat yang tersembunyi dan aman agar TIDAK TERCOPET oleh korban ketika sedang diberi pertolongan].

    Untuk itu, dalam setiap bepergian, siapkan diri anda: KERTAS, MATERAI dan PULPEN
Semoga tips ini berguna.

14 comments:

  1. anak keturunan anjing lagi ngomong gak karuan dasar budha kontol

    ReplyDelete
    Replies
    1. ambang kehancuran umat muslim klo umatnya aja seperti setan... renungkan bos!!! didunia kenapa yg perang pasti melibatkan islam, ga ada agama lain seperti islam(misalnya kristen budha perang atau budha hindu perang)... agama yg lain tidak pernah bersinggungan antar agama lain...

      Delete
    2. jika ingin marah , marahlah secara berseni dgn begitu kemarahan mu bisa org maklumi.
      Tapi jika bahasa marah mu seperti itu berarti kemarahan mu tidak berdasar dan tidak bertujuan. coba pikir siapa yg merasakan efek kemarahan mu adalah diri sendiri tohhhhhhhh

      Delete
  2. Heran gw..
    Udah juga berada dalam kondisi SUSAH MELARAT, eh, para muslim BENGALI masih aja BIADAB. Lagi-lagi oran kafir jadi sasaran mereka..Orang2 HINDU yang barengan tinggal dalam kamp pengungsian di sittwe pun gak luput dari PERKOSAAN, disiksa, dipukuli, di paksa makan daging sapi, dipaksa MASUK ISLAM. Sampe akhirnya 98 orang Hindu ini di selamatkan tidak lagi tinggal dalam kamp pengungsian yg sama [http://rakhapura.com/news/263-98-hindu-refugees-evacuated-from-bengali-muslim-camp]

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merdeka.com dan Balipos:
      Pihak keluarga gadis yang diduga menjadi korban pelecehan sehingga memicu bentrokan antarwarga, justru menyesalkan sampai terjadi bentrok warga Desa Agom, Kalianda dan sekitarnya dengan Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan.

      "Kami sangat menyesalkan kejadian ini, urusan yang seharusnya bisa diselesaikan antar keluarga, malah jadi runyam, kita semua dirugikan akibat bentrok ini," kata Rohaimi (60), ayah gadis yang disebut-sebut sebagai korban tindakan pelecehan seksual, saat ditemui Antara kediamannya Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu.

      Peristiwa dialami kedua gadis itu, kemudian menyebarluas sebagai tindak pelecehan seksual, diduga memicu amarah massa sehingga berkumpul dan melakukan penyerangan hingga bentrokan berdarah tak terhindarkan lagi.

      Rohaimi mengaku terkejut dengan pemberitaan media massa yang menurutnya justru makin memperuncing keadaan.

      Ia menuturkan, awal mula kejadian, anak gadisnya itu bersama keponakannya yang juga wanita, berangkat ke Pasar Desa Patok di Kecamatan Waypanji untuk membeli sesuatu.

      "Saat dalam perjalanan, menurut anak saya, ada sekitar 10 pemuda yang menggunakan sepeda mengganggunya hingga dia terjatuh karena satu sepeda menghadang motor yang dinaiki kedua gadis itu," ujar dia.

      Selebihnya, karena kondisi korban luka-luka saat dibawa berobat ke bidan kampung setempat, disarankan agar kedua gadis tersebut dirawat di rumah sakit terdekat.

      "Yang namanya masuk rumah sakit perlu biaya, jadi saya rundingan sama lurah setempat, untuk menemui pihak keluarga pemuda dari kampung tetangga untuk mempertanggungjawabkan biaya pengobatan anak saya dan keponakan itu," kata dia.

      Dia juga menegaskan, tidak ada pengakuan dari anak gadisnya itu bahwa dia telah menjadi korban yang mendapatkan perlakuan pelecehan seksual.

      "Saya menyesalkan kejadian ini, mengapa hal sepele seperti itu bisa menjadi besar. Bukan saya gembira, kalau pertanggungjawaban itu sepakat saya sudah senang, tapi kenyataannya menjadi besar seperti ini," kata dia lagi.

      Ia mengaku, kini menjadi tidak nyaman menjalankan hari-hari kehidupannya usai konflik antarwarga beberapa desa itu.

      Dia semestinya sudah bisa kembali berusaha, menggarap sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya, bahkan mencari biaya untuk perawatan anak gadisnya di rumah sakit tersebut.

      Namun, justru keadaan menjadi semakin keruh.

      "Makanya saya berharap sama media-media ini, terbitkanlah dan mengeluarkan fakta yang sesungguhnya, jangan ditambah-tambah, karena hal itu menambah suasana semakin meruncing," kata dia lagi.

      Dia berharap terjalin kembali kerukunan antara warga Balinuraga dan Desa Agom serta daerah sekitarnya seperti sebelumnya.

      "Dahulu tidak ada masalah, anak-anak bisa bebas saling melintasi antardesa, bahkan ketika warga dari Balinuraga membeli janur untuk peribadatan mereka, kami mencarikannya, itu tidak ada masalah. Tapi kenapa sekarang seperti ini kejadiannya, sungguh saya sangat menyesalkan," kata dia lagi.

      Delete
  3. Ah ... repot amat. Mending Gue ngungsi ke negara yang tidak didominasi oleh AGAMA TERTENTU. Gue kan MANTAN penganut AGAMA TERTENTU itu. Karena repot and ribet ... mangkanya Gue pindah jadi seorang Buddhis!!!!!!!

    ReplyDelete
  4. Pak Eka yang saya hormati....
    didalam Islam ada dikenal dengan istilah "keadaan Darurat"....Apabila berlaku keadaan itu maka hukum yang berlaku tidak lah sama dengan hukum yang pertama.... misalkan dalam Islam Makan Babi adalah haram, hal itu kalau tidak dalam keadaan terpaksa... apabila terpaksa maka berlaku ayat Al Quran begini :
    Firman Allah:

    "Allah telah menerangkan kepadamu apa-apa yang Ia telah haramkan atas kamu, kecuali kamu dalam keadaan terpaksa." (al-An'am: 119)

    "Barangsiapa terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidak ada dosa atasnya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih." (al-Baqarah: 173)

    Begitupula hukum menyentuh perempuan dalam keadaan kondisi kecelakan, maka berlaku keadaan darurat ciri-cirinya : Tidak ada cara lain yang efektif dan tidak menimbulkan Syahwat...

    untuk kasus seandainya ada kasus pelecehan seksual terhadap korban, hal itu tidak serta merta membikin laki-laki tidak bisa menolong perempuan dalam kecelakaan....karena takut zina sebab semua itu adalah murni tanggung jawab prilaku oknum bukan berarti ada pelarangan untuk menolong... jadi timbul pemahaman antara kedua belah pihak....

    Hormat saya, Wassalam...


    ReplyDelete
    Replies
    1. Meluruskan pandangan keliru adalah berkah, dimana membuat orang yang salah pandangan menjadi objektif. Salam :)

      Delete
  5. budha kontol makan tai wirajhana keturunan anjing

    ReplyDelete
    Replies
    1. komenglah yg sehat bukan asal cuap cuap, mana ada yg ngerti jika bhs mu asing bagi manusia.
      belajar komeng yg pantas jika gak bisa mendingan gak usah cuap2. bahasa mu adalah perbuatan mu

      Delete
  6. Orang apapun yang berbuat tidak baik jangan lantas dikaitkan dengan agamanya, itu orangnya bukan agamanya. Harus dibedakan, makanya kalau tidak objektif seseorang akan mudah dihasut dan sebagainya. Waspadalah...
    Yang namanya kejahatan itu orangnya bukan agamanya, walaupun mengaku perintah agama itu karena salah penafsirannya alias pandangan salahnya orang tersebut.
    Salam damai bagi kita semua, dimana tidak ada kebencian dalam batin kita itulah salah satu kemajuan dalam batin seseorang.

    ReplyDelete
  7. saya rasa artikel ini agak berbau sara....
    pak wirajhana eka atau keluarga atau sahabat pernah kah mengalaminya? jika iya menurut saya pribadi atau kelompok tertentu saja yg berprilaku seperti itu. waspada itu perlu tapi bukan harus dgn cara seperti yg bapak katakan.

    ReplyDelete
  8. membuat tips dgn prasaan frustasi...
    cara penyampaiannya lucu, penuh keputus asaan...

    ReplyDelete