Tuesday, February 2, 2010

Sekarang Aku 40 dan Masih Juga "Idup"!!!


Life begins at forty..Ungkapan sangat terkenal itu, entah siapa yang mengawalinya..

Ada yang mengatakan di tulis oleh W B Pitkin (1878-1953), Professor Jurnalis dari Universitas Kolumbia dalam bukunya yang diterbitkan di tahun 1932.

Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah syair yang ditulis oleh pentolan The Beatles yaitu John Lennon dan Ringo Starr yang saat itu hendak menggapai usia ke 40, namun ironisnya, John justru wafat tertembak sebelum usia 40.

Wah..entah mana yang duluan dan benar namun banyak hal lain juga yang bisa dikait-kaitkan dengan umur 40, misalnya:
  • Khadijjah mengawini Nabi Muhammad di usia 40
  • Muhammad menjadi nabi di usia 40
  • Israel terkatung-katung di tanah orang selama 40 tahun
  • Masa pemerintahan Eliyah, Daud, Sulaiman dan..pokoknya masih banyak lagi deh...itupun juga kalo mo disambung2kan sihh..
Mmmhh...Hari pertama di usia ke-40, ku awali dengan rasa kantuk yang masih menghujam dan gendang telinga yang berdenging akibat dua buah alarm yang melengking bersamaan untuk memaksaku segera mengangkat pantat dan menjalani hari-hari lagi seperti biasa..

Maklum, ketika pindah ke rumah ini, sekolah anak-anak menjadi jauh dan kebetulan juga aku pindah kantor..Jadi, tugas antar-mengantar ini sekarang menjadi bagianku..

Ku ingat..ketika ku masih kecil dan bersekolah dulu..Orangtuaku berjibaku membangunkanku tidur agar bersekolah..ehhhhh, sekarang malah..anak2 ini yang berjibaku untuk memastikan aku bangun dan mengantarkan mereka ke sekolah..

Rupanya, keadaan tidaklah berubah banyak..and yup! That's part of my life, now!

Buat ku, usia 40 ini merupakan suatu penanda bahwa Aku termasuk pada kelompok manusia yang super beruntung..

Lho..Koq Bisa??!

Survey yang dilakukan Kementrian kesehatan Jepang, mengatakan bahwa jika seseorang menghabiskan 2 bungkus rokok setiap harinya, maka harapan hidup orang itu rata-rata 38.1 tahun sedangkan mereka yang menghisap 1 bungkus per harinya maka harapan hidupnya rata-rata cuma 39 tahun saja!

Sementara gw nih, telah bertahun-tahun menghabiskan 2 bungkus rokok perharinya..bukan cuma rokok biasa namun rokok kretek..dan sekarang telah berumur 40 tahun!

Kemudian, dampak orang yang telah memasuki usia 40 tahun juga diteliti beragam orang. Salah satu seperti yang dilakukan Bartzokis dari Universitas Kalifornia. Ia meneliti kinerja motorik otak sekumpulan orang-orang yang berusia antara 28-80 tahun. Idenya adalah usia berpengaruh pada insulin tubuh yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja motorik seseorang. penelitian ini dilakukan dengan cara menepuk-nepuk meja selama 10 detik. penelitian menunjukan bahwa orang yang berumur di bawah 39 tahun mempunyai jumlah tepukan lebih banyak dari mereka yang berusia di atasnya.

Setelah membaca penelitian itu..dan tentunya sebelum menulis ini..segera saja aku lakukan eksperimen yang sama dengan menepuk-nepuk meja selama 10 detik-an..dan itupun harus ku ulang lagi karena penunjuk waktunya terjatuh..setelah ku lakukan ternyata yang kudapat hanyalah kesia-sian...karena ternyata artikel itu tidak menuliskan jumlah tepukan rata-rata orang yang dibahwa usia 39 tahun!

Bukan itu saja, diisamping ke sia-siaan, juga kudapatkan rasa pedas di telapak tangan yang beradu dengan meja.

Speaking of kesia-siaan...

Aku teringat pada penggalan syair seperti ini:
    Umurku berkurang setiap hari
    sedang dosa-dosaku terus bertambah
Penggalan syair itu milik seorang Penyair, hedonis, penggemar seks dan juga pemabuk yang hidup di jaman kerajaan Abbasiyah di abad ke 8 M, pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Penyair itu bernama al-Hasan ibn Hani al-Hakami namun dunia lebih mengenalnya dengan nama Abu Nawas, seorang tokoh yang kerap muncul di kisah 1001 Malam.

Syair lengkapnya bisa anda temukan seperti yang biasa dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Sulis dalam album cinta rasul:
    Ya Allah, Aku bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu
    Tidak juga Ku mampu akan siksa api nerakaMu
    Berilah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku
    Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun Yang Maha Agung
    Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai
    Anugrahilah ampunanMu wahai Yang Maha Agung
    Umurku berkurang setiap hari
    sedang dosa-dosaku terus bertambah
    Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu
    mengakui dosa-dosanya dan memohon padaMu
    Ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
    Bila Kau campakkan aku, kepada siapa dan kemana aku mesti berharap selain dariMu?
Syair tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa sesal Abu Nawas yang telah menyia-nyiakan waktu di kehidupannya saat ini.

Syair itu diciptakan dan dilantunkan Abu Nawas dari balik jeruji tahanannya setelah memandang matahari yang perlahan tengah terbenam. Di tempat itu, ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dan menghembuskan nafas karena di racun Ismail bin Abu Sehl.

Entah apakah Abu Nawas tahu atau tidak..bisa jadi pintu ampunan masih terbuka baginya:
    Diriwayatkan oleh Abu Dharr :
    Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), "Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?"

    Dia menjawab, " (Ya), "Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah."
    [sumber: Hadis Sahih Bukhari Vol 9, Book 93, Number 579; Vol 4, Book 54, Number 445]
Tapi..ya ngga tau juga seehh..

Well..sayangnya ketika aku ada di teras rumah dan teringat pada penggalan syair milik Abu Nawas itu, matahari yang kulihat tidaklah seperti yang Abu Nawas lihat..Matahari saat itu, terlihat seolah tersipu malu dan berlindung dibalik tebalnya mendung yang kemudian mengguyur lebat ke permukaan bumi..

Eniwei,
Syair itu adalah pengingat yang baik bagi kita semua untuk segera memanfaatkan waktu yang masih tersisa..tidak untuk terlena..tidak untuk mengejar kesia-siaan..yang toh juga tidak kita bawa ketika ajal menjemput.
    Walaupun seseorang hidup seratus tahun tetapi tidak dapat melihat keluhuran Dhamma (Dhammamuttamam), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat keluhuran Dhamma. [Dhammapada, Syair 115]
Note:
O, ya..Untuk khalayak yang sudah meluangkan waktunya untuk mengucapkan selamat di usiaku yang ke 40 ini..koq rasanya..mengucapkan selamat pada orang yang tengah berkurang umurnya, jadi kelihatan sangat kejam dan sadis, ya?!

Satu lagi sebelum lupa..

Mungkin anda semua bertanya-tanya..koq judul-nya 'Sekarang Aku 40 dan Masih Juga "Idup" '?!

..Salah satu penjelasan jujurnya adalah karena memang benar bahwa aku sekarang berumur 40 tahun dan memang benar bahwa aku masih "Idup"...

1 comment:

  1. Konon karir yang cemerlang dan kepribadian yang mantap biasanya diraih pada usia 40-an. Yang penting memang kualitas hidup, bukan panjangnya umur. Walau diberi usia 1000 tahun namun isinya kosong, jadi sia-sialah hidup di dunia. Usia terus berkurang setiap harinya, menunggu antrian panggilan-Nya.

    ReplyDelete