Wednesday, February 10, 2010

Kambing Hitam itu bernama Global Warming..


Anak ke 3 gw emang rada susah jika disuruh belajar, salah satu alasan aneh yang dikemukakannya adalah dia ngga bisa konsen karena udara sedang panas-panasnya tapi panasnya udara itu tetap saja tidak mengganggu konsentrasinya nongkong depan TV, nonton "Upin dan Ipin".


GLOBAL WARMING [atau pemanasan global] sebagai alasan bukanlah monopoli anak kecil lagi, namun ternyata sudah meng-global dan dipakai untuk kejadian apapun, sebut saja misalnya:
  • Ted Turner: Di populasi manusia yang sangat berlebih ini, Manusia akan menjadi Kanibal
  • Veteran perang dunia ke-2, robert Rines ketika ngga bisa-bisa menemukan Monster lochness;
  • Saintis universitas negeri New Zealand bidang penelitian Air dan atmsfir, Jim Salinger: Kenaikan harga pada minuman bir
  • Pekembangbiakan ular phyton Burma di 1/3 daratan Amerika serikat.
  • Study dari Universitas texas: Peningkatan penderita batu ginjal di kurun waktu 30 tahun ini
  • Para saintis jepang: Paus-paus menjadi lebih kurus setelah terpaksa berpuasa 36 harian akibat karena 80% populasi makanan mereka berkurang. Pemburuan ikan paus cara menyelamatkan paus dari derita kelaparan!
  • George Burgess dari Univeristas Florida: Ikan Hiu menyerang manusia adalah dampak kenaikan temperatur air laut
  • Anggota Kongress Edward Markey dan juga 11 jenderal bintang 3 dan 4 Perubahan Iklim di somalia mengakibatkan perang saudara dan mengakibatkan jatuhnya Blackhawk di tahun 1993
  • Jon Bowermaster, National Geographic: Ribuan anak pinguin yang bulu2nya belum tumbuh, mati beku.
  • Ikan pari, yang telah menewaskan Steve Irwing, pemburu Buaya dari Australia, terlihat muncul di perairan pantai Inggris
Disamping hal-hal di atas, para vegetarian mania juga tidak ketinggalan ikut pada pesta kambinghitam ini dengan menunggangi Global warming mengajak para Omnifora menjadi herbifora yang taat!

Al Gore dan ribuan orang lainnya yang berusaha semaksimal mungkin membombastiskan ini. Simaklah pengakuan Prof. Stephen H. Schneider, seorang ahli Iklim yang juga merupakan penasehat Wa-Pres Albert Gore:
    Untuk melakukan itu [mengurangi resiko potensial terhadap bencana perubahan iklim] kita harus mendapatkan dukungan yang luas, menangkap imaginasi publik. Tentu saja terkait dengan muatan yang di liput media. jadi kita hanya menyediakan skenario yang menakutkan, memberikan pernyataan dramatik sederhana dan memunculkan sedikit keraguan yang mungkin kita punyai. (Discover Magazine, hal. 45-48, October 1989; sumber:"Climate Change: the human influence analysed")
Pokoknya..apapun kejadiannya kambing hitamnya tetap Global Warming!

Global Warming juga dihubung-hubungkan dengan lubang Ozon. Walaupun merupakan dua hal yang berbeda namun saling pengaruhi mempengaruhi melalui keterlibatan gas-gas efek rumah kaca.

Lapisan Ozon di atmosfir kita, berasal dari radiasi sinar Ultra Violet. Sebanyak 90%nya berada di lapisan stratosfir. Fungsi sebagai pelindungi bumi dari sinar UV.

Dulu, orang mengkambinghitamkan Freon sebagai biang keladinya, namun ternyata perubahan lapisan ozon ini disebabkan oleh banyak faktor:
  • Aerosol sulfat yang berasal dari letusan-letusan gunung berapi
  • Siklus 26 bulanan angin stratosfir yang dapat mengangkat senyawa-senyawa yang dapat merusak lapisan ozon [diantaranya CFC dan Halon ini juga dikenal sebagai stratrosfic chlorin]
  • Siklus 11 tahunan sun spots atau bintik matahari atau sinar kosmis. Qing-Bin Lu, profesor fisika dan astronomi menyatakan bahwa faktor comics rays yang lebih dominan daripada sinar Ultra violet. Testimoni Prof. Fred singer, PhD, mengemukakan lebih tegas bahwa penyebabnya bukanlah CFC!
  • Yang lebih penting lagi, situs ini memberikan bukti kuat bahwa sejak dari jaman dulu juga lapisan Ozon itu perfluktuasi meningkat dan menyusut berubah-ubah secara tahunan dan periodik. Misalnya, Ia meningkat di tahun 1962 s/d 1979, Menyusut di tahun 1979 s/d 1986. Sejak tahun 1986-1997, Meningkat di tingkat yang tetap(Easton,166)
O, ya..Berbicara mengenai CFC, Amerika Serikat menetapkan bahwa penjualan CFC termasuk barang haram sejak 31 Desember 2008. Setidaknya 22.9 juta penderita asma terkena dampaknya. Banyak dari ahli Farmasi dan dokter ngga menyadari itu. Pengguna inhaler generik albuterol juga tidak menyadari bahwa inhaler itu ternyata memerlukan CFC untuk menyemprotkannya ke paru-paru mereka yang kemudian baru dapat melegakan pernafasan mereka!

Jadi, sambil menunggu senyawa pengganti lain yang lebih ramah, maka sejak itu, 22.9 juta penderita asma, untuk sementara dilarang asma dulu.

Kembali pada Global warming..

Atmosfir kita ini memiliki komposisi gas dan uap air, yaitu
  • N2 [78%an], O2 [21%an], Ar [0,9%an],
  • Sisanya yang dibawah 0,1 persen adalah CO2 [0.038%], Neon (Ne), Helium (He), Methane (CH4), Krypton (Kr), Hydrogen (H2),Nitrous oxide (N2O), Xenon (Xe), Ozone (O3), Nitrogen dioxide (N2O), Iodine (I), Carbon monoxide (CO), Ammonia (NH3)]
  • Di luar komposisi lapisan kering di atas, uap air [H20] menyumbang 0.4 %nya.
Gas-gas tersebut di atas terbentuk karena proses alami, diantaranya karena radiasi kosmis, semburan gunung berapi, meteor2 yang terbakar di atmosfir, kebakaran hutan akibat petir, tumbuh2an yang mati dan membusuk dll.

Yang disebut dengan gas-gas efek rumah kaca yang mempengaruhi suhu bumi adalah H20, CO2, CH4, N20 dan O3. Di atas sudah kita lihat bersama bahwa jumlah gas-gas dimaksud di atmospir kita sangatlah kecil. Dari jumlah yang cuilikkk itu, Kontribusi gas-gas itu terhadap efek rumah kaca adalah:
  • H20: 36-72%;
  • CO2: 9-26%;
  • CH4: 4-9%;
  • O3: 3-7%,
  • Sisanya, yaitu ethane, CFC atau Freon, Halon, jelas jumlahnya jauhhhh lebih kecil lagi
Diantara kumpulan gas-gas tersebut di atas, yaitu CO2 dan CH4 yang jumlahnya sudah suaangattt cuilikkk itu, masih juga di anggap sebagai biang keladi pemanasan global!

Namun, suatu study memaparkan bahwa tingkat CO2 di udara dan penyerapan yang dilakukan ekosistem dan lautan kita tetaplah konstan dan relatif tetap sejak tahun 1850.

Bukan cuma itu saja, jika saja satu dan lain sebab, dianggap bahwa umat manusia mampu membuat jumlah CO2 menjadi berlipat dua saja [2 x 3000 giga ton], maka peningkatan suhu yang diakibatnya hanyalah sebesar 0.55 derajat Celcius saja!

Tumbuhan-tumbuhan di laut dan darat mampu menyerap CO2 serta memproduksi O2. Peningkatan Oksigen [O2] dapat mengurangi Methane [CH4] di atmosfir yang dioksidasi dan menghasil CO2 dan H20. Tulisan lain yang menggugat pengaruh umat manusia ketika memproduksi CO2 & CH4 terhadap Global warming lihat di sini

Uraian-uraian ringkas di atas seharusnya sudah memberikan kita satu sinyalemen pasti bahwa:
  • Peningkatan jumlah gas CO2 dan CH4, yang berasal dari peternakan, buangan emisi gas kendaraan dan pertambangan ternyata TIDAK RELEVAN untuk dianggap biang kerok kenaikan suhu permukaan bumi.
  • Ajakan untuk menjadi herbifora oleh para vegetarian jelas lebih TIDAK RELEVAN, malah setiap upaya pembunuhan tanaman berarti menghambat kesempatan bumi untuk memperbaiki dirinya sendiri. Seharusnya ajakan yang benar adalah hijaukan bumi!
Jadi, Faktor-faktor yang relevan berpengaruh terhadap perubahan suhu permukaan bumi itu di antaranya:

Sun spots [bintik matahari], yang mempunyai siklus 11 tahunan. Bintik matahari ini berkaitan denga radiasi matahari, angin matahari dan juga loncatan2 magnetik. Jumlah bintik matahari yang sedikit pengaruhnya seperti pada periode maunder Minimum tahun 1645-1715, yang ketika itu bumi mengalami perode jaman es kecil berupa penurunan suhu permukaan bumi.

Ada satu efek lagi yang disebut sebagai haze efek, yaitu kumpulan partikel debu dan abu yang menghalangi sinar matahari dan mempengaruhi pula perubahan suhu bumi. Letusan Gunung berapi merupakan satu faktor yang juga berpengaruh pada perubahan lapisan ozon dan temperatur bumi, contoh:
  • Letusan gunung Laki di Bagian timur Amerika serikat tahun 1783, membuat musim dingin di Amerika serikat 4.8 derajat celcius lebih dingin dari rata-rata selama 225 tahun dan efek itu juga melanda eropa,
  • 2 Letusan gunung di Indonesia yang mempengaruhi dunia, yaitu gunung Tambora di tahun 1815 membuat musim panas di Eropa di bulan Juni s/d Agustus pada tahun 1816 menjadi bersalju dan terjadi gagal panen, kemudian letusan gunung Krakatau di tahun 1883 yang mengakibatkan berbulan2 udara mendingin dan matahari terlihat seperti saat terbenam,
  • Letusan St. Helena pada tahun 1980 mendinginkan suhu global hingga 0.1 derajat celcius, letusan Elchicon di meksiko pada tahun 1982 walaupun kecil namun muatan hempasannya mendinginkan bumi 3 s/d 5 kali letusan St. Helena
  • Letusan gunung Pinatubo di Pilipina dan Hudson pada tahun 1991 membuat suhu turun 1 derajat selama 2 tahunan
Media juga melansir berita tentang permukaan Es di kutub mencair semakin cepat yang diakibatkan oleh Global Warming!

Keadaan ini kelihatannya berkesesuaian dengan konsep Albedo, yaitu Lapisan putih es memantulkan sinar ke luar angkasa sementara air laut menyerapnya. Pemantulan itu berkisar 80%-nya dan penyerapannya berkisar 90%-nya.

Mencairnya es mengakibatkan naiknya permukaan air laut, menyerap lebih banyak sinar, suhu air menjadi semakin panas, lebih banyak lagi es yang mencair, demikian seterusnya hingga es di muka bumi ini hilang!

Namun media juga merekam bahwa selama 115 tahun ini telah terjadi siklus suhu bumi, yaitu Pendinginan bumi [1895-1932], Pemanasan bumi [1929-1969], Pendinginan bumi [1954-1976] dan pemanasan bumi lagi. Bukti rekaman medianya dapat anda lihat di bawah ini:


[Sumber: Fire and Ice]

Ada satu fakta penting yang perlu diperhatikan, yaitu Pencairan es di Artic ternyata tidaklah seburuk tahun 2007. Dr Jock Allison, PhD, ONZM menyatakan bahwa luas permukaan lautan es musim panas:
  • Tahun 1979-2000 adalah 6.7 juta km2,
  • Tahun 2007 adalah 4.1 juta km2,
  • Tahun 2008 adalah 4.7 juta km2 dan
  • Tahun 2009 adalah 5.1 juta Km2
Sehingga telah terjadi peningkatan sebanyak 20% dibandingkan tahun 2007! Sementara Luas lautan es di Artic adalah hanya 0.01% dari seluruh Es yang ada dimuka Bumi.

Ia juga menyatakan bahwa sejak di catat di tahun 1978, lautan es di Antartika mencapai record maximum di tahun 2009, yaitu sebanyak 2 juta km2 lebih banyak dari rata-rata tahun 1979-2000. Juga dikatakan bahwa kutub selatan lebih dingin 0.6 derajat Celcius dibandingkan tahun 1957 dan bahkan peningkatan es di antartika menutupi kehilangan di Artic! dan..sejak tahun 2002 mulai terjadi pendinginan global.

Sementara itu, pada konferensi Iklim Dunia yang diselenggarakan di Genewa bulan September 2009, Prof. Mojib Latif, menyatakan bahwa Bumi tidak menghangat lagi di akhir dekade ini, bahkan di 1 atau 2 dekade ini akan mendingin! [Lihat di sini]

Terakhir, jumlah saintis yang SEPAKAT VS tidak SEPAKAT pada pernyataan bahwa Pemanasan global merupakan ulah umat manusia: 17.000 VS hampir 32.000!

Kalo aja jumlah di atas dapat kita anggap sebagai skors akhir pertandingan, maka para pendukung ide bahwa manusia merupakan mahluk adi utama yang bertanggungjawab terhadap pemanasan global buru-buru-lah untuk insaf dan memohon ampun.

Ya udahlah..Tulisan ini sebenernya cuman buat curhat aja ketika anak ke-3 gw yang hanya gara-gara cuma pingin nonton "upin & ipin" di TV aja, lantas ikut-ikutan mengkambinghitamkan global warming juga

Itu aja..koq…

4 comments:

  1. Ulasan yang sangat menarik sekali tentang pemanasan global. Para pakar di dunia ternyata belum sepakat secara bulat tentang penyebab terjadinya global warming. Semoga saja prediksi Prof. Mojib Latif benar adanya, yaitu bumi tidak menghangat lagi di akhir dekade ini, bahkan 1 atau 2 dekade ini bumi akan mendingin. Kami yang tinggal di lereng Gunung Lawu juga merasakan dampak pemanasan global. Dulu Sarangan Magetan udaranya sejuk dan dingin namun beberapa tahun ini telah berubah tidak seperti dulu lagi. Semoga ada solusi yang tepat, efektif dan nyata dalam mengatasi pemanasan global ini.

    ReplyDelete
  2. Berikut ini merupakan email dari teman [david] tentang "yang bertanggung jawab" terhadap isue global warming:

    1. Profesor Phil Jones adalah termasuk tim yang memunculkan isu global warming dalam penelitiannya : http://en.wikipedia.org/wiki/Phil_Jones_(climatologist)

    2. Profesor Phil jones diberikan hadiah 13 juta poundsterling atas hasil penemuannya itu http://www.telegraph.co.uk/earth/copenhagen-climate-change-confe/6735846/Climategate-professor-Phil-Jones-awarded-13-million-in-research-grants.html

    3. atas penemuannya itu, semua orang dikit2 nyalahin global warming. kertas kudu hemat, makan kudu gak boleh daging, ini mesti begini, itu mesti begitu. produk2 yang dianggap alami dan ramah lingkungan menjadi booming dan yang gak ramah lingkungan jadi korban: http://www.foxnews.com/story/0,2933,472084,00.html

    4. Profesor Phil jones ketahuan salah dan mengakui tidak ada motif konspirasi: http://www.guardian.co.uk/environment/2009/nov/24/climate-professor-leaked-emails-uea

    5. Profesor Phil jones merasa malu dan mau bunuh diri karena tahu dirinya salah: http://www.timesonline.co.uk/tol/news/environment/article7017922.ece

    6. Profesor Phil jones bisa mendapatkan tuntutan hukuman penjara 10 tahun atas tindakan "presentasi palsu" itu: : http://www.climategate.com/climategate-professor-phil-jones-could-face-ten-years-on-fraud-charges

    ReplyDelete
  3. Sangat disayangkan seorang akademisi setingkat profesor (Guru Besar) yang mestinya pernyataannya "digugu lan ditiru" ternyata seperti itu. Kalau sudah seperti ini mestinya konsep global warming yang sebenarnya harus segera diekspose ke seluruh dunia dengan lebih intens.
    Terima kasih infonya yang menarik.

    ReplyDelete
  4. Namanya juga teori pak... teori kita memang selalu berubah sesuai dengan tingkat pemahaman dan bukti empiris yang kita dapatkan. Kadang kita katakan teori A benar.. setelah berlangsung beberapa saat kita katakan salah dan beralih ke teori B.

    Demikian juga dengan penyebab global warming ini. Dulu dikatakan penyebabnya adalah ulah manusia, sekarang karena memang siklus alam, tapi suatu saat mungkin dikatakan karena kerjaan Setan atau mahluk cerdas lainnya... heu..he..he... :D

    ReplyDelete