Sunday, August 16, 2009

Bikini dan Jilbab sama-sama BUKAN Budaya Indonesia! dan Perempuan di Islam


Catatan ini muncul untuk menandai piciknya pikiran Pemuda Indonesia Baru yang akan mengadakan Gerakan Boikot Zivanna Letisha Siregar. Saat ini Zivana Letisha berada pada urutan pertama di ajang Miss Universe. Boikot ini dipicu hanya gara-gara Putri Indonesia 2008 ini memakai Bikini di sesi Pemotretannya!.

Pemuda Indonesia Baru, menyitir sebuah kalimat, "Untuk menguasai Suatu bangsa, hancurkan dulu budayanya". jadi sikap Zivanna Letisha Siregar yang menjadi Putri Indonesia 2008 merupakan suatu bentuk penghancuran budaya indonesia yang dapat merusak mental, harkat dan martabat indonesia. Sekali lagi Zivanna Letisha Siregar bukan Putri Indonesia..!!!!

Budaya Indonesia? Budaya mana yang dimaksud?

Pakaian adat di INDONESIA dari Merauke s/d SABANG: dari MIRIP BIKINI s/d MIRIP JILBAB. Untuk suku jawa aja [suku mayoritas]..kembennya menonjolkan bentuk tubuh dan payudara.

Pulau Bali di jaman dulu, jarang sekali ditemukan para wanita yang memakai baju dan bahkan payudara mereka terlihat, juga di beberapa tempat di nusantara ini, banyak juga kebudayaan dimana para wanitanya telanjang dada, namun para wanita ini aman-aman saja, tidak mengalami gangguan fisik, mata dan/atau keisengan para lelaki di sana.

Para orang asing datang ke Bali (dan beberapa pulau lain di Nusantara ini) untuk berjemur dan bahkan berjalan dalam keadaan memakai bikini, juga tidak mengalami gangguan keamanan dan pelecehan seksual.

Maka, apakah ini menjadikan Bali dan beberapa daerah di Indonesia menjadi tidak berbudaya atau menghancurkan Budaya Indonesia?

Jelas sekali bahwa PIB terlalu GEGABAH membawa kata-kata budaya Indonesia, namun ternyata malah pakaian adat INDONESIA ASLI justru jauh dari bentuk JILBAB atau BURKA dan ada yang mirip BIKINI. Jadi, HAK apa, mereka membawa KATA-KATA bahwa ini merusak BUDAYA INDONESIA?!

Malah Hijab/Jilbab/Burka dan Bikini yang justru bukan budaya Indonesia


Asal usul Bikini:
Usia bikini tercatat lebih dari 3400 tahun!

Pakaian dua potong ('bikini') yang digunakan wanita untuk kegunaan atletik telah ditemukan di lukisan-lukisan Yunani kuno dari tahun 1400 SM.

Bikini atau pakaian renang dua potong adalah sejenis pakaian renang wanita, dengan ciri khas dua bagian—satu menutupi buah dada, satu lagi menutupi kemaluan (dan kadang-kadang juga pantat). Bentuk kedua bagian bikini menyerupai pakaian dalam wanita, dan bagian bawahnya dapat berupa celana dalam yang sangat kecil (g-string) sampai brief atau celana pendek square-cut.

Bikini modern diperkenalkan oleh Louis Réard pada 1946 dan menimbulkan kegemparan ketika dipakai di pantai-pantai Perancis pada 1947. Ia menamakan "bikini" menurut Atol Bikini yang menjadi lokasi pengujian bom atom, karena seperti yang dikatakannya efek yang ditimbulkan oleh bikini ini seperti bom atom. Menurut etimologinya sendiri, Bikini berasal dari bahasa Marshall "Pik" yang berarti 'permukaan' dan "Ni" yang berarti 'kelapa.

Bikini merupakan pakaian renang pantai yang paling banyak digunakan di dunia, namun pada perlombaan-perlombaan renang, jenis pakaian renang untuk wanita yang digunakan biasanya adalah pakaian renang satu potong.


Perempuan dalam Islam
Ada baiknya kita kenali bagaimana posisi Islam dalam memandang Wanita.
    dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu [AQ 33.33]
Anjuran ini walaupun diturunkan Allah untuk para istri Muhammad, namun dalam keterangan quran dinyatakan ini juga berlaku untuk seluruh muslimah.

Mengapa?

Perempuan adalah awrah/aurat:
    Riwayat Abdillah bin Mas'ud - Muhammad SAW berkata,
    "Perempuan adalah awrah, dan jika ia pergi keluar, setan meningkatkan harapannya (menyesatkannya). Ia lebih sulit mendekat pada Allah daripada ketika ia berada di rumah". [Tabarani no.2890, Ibn Hiban no. 5599 dan Ibn Khuzaymah (no.1685, 1686), dinyatakan sahih oleh Albani di Al-Silsilah al-Shahihah, no. 2688, juga oleh Ibn Khuzaima, ibn Hibban dan Al Mundziri; Tirmidhi no.1093 (riwayat Muhammad bin Basyar -'Amr bin 'Ashim - Hammam - Qatadah - Muwarriq - Abu Al Ahwash - Abdullah - Nabi SAW:..; Hasan Gharib); juga diriwayatkan Bazzar; dinyatakan sahih di Al-Irwa’ no. 273 dan Sahihul Musnad 2/36]
Perempuan adalah mainan:
    Riwayat Jabir bin 'Abdullah: Aku ikut dalam penyerbuan Ghazwa dengan Rasul. Aku berkata, “Nabi, aku seorang mempelai lelaki.” Nabi bertanya, “apakah aku menikahi seorang perawan atau seorang janda?”. Aku jawab, “Seorang janda.” Nabi berkata, “Mengapa tidak perawan saja yang bisa bermain denganmu? Lalu kamu bisa bermain dengannya” (aku berkata:) “Nabi! Ayahku dibunuh dan aku punya beberapa adik perempuan muda, jadi aku merasa tidak pantas menikahi seorang gadis muda semuda mereka.” [Bukhari 4.52.211/no.2745; Muslim no.2663-2667].

    Nabi berkata: "Perempuan adalah sebuah mainan, siapapun yang mengambilnya rawatlah (atau seharusnya tidak disia-siakan) [Tuffaha, Ahmad Zaky, Al-Mar'ah wal-Islam "Perempuan dan Islam", Dar al-Kitab al-Lubnani, Beirut, first edition, 1985, p. 180]. Hadis ini juga muncul di aliran Syiah:

      [12685] 15 - الكليني، عن علي بن إبراهيم، عن أبيه، عن النوفلي، عن السكوني، عن أبي عبد الله (عليه السلام) قال: قال رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم): إنما المرأة لعبة من اتخذها فلا يضيعها (5).
      الرواية معتبرة الإسناد.
      ٥) الكافي: ٥ / ٥١٠ ح ٢
      [12685] 15- Al Kulaini, Dari Ali b. Ibrahim -ayahnya (ali) - Nofali - al Sakuni - abi Abdullah (as) berkata: Nabi (SAW) berkata: "benar perempuan adalah mainan, siapapun yang mengambilnya seharusnya tidak disia-siakan." Narasi dengan Isnad (rantai narasi) yang dapat diandalkan. [Juga di: Al Kafi, Shaikh Kulaini (329 AH), Vol 5 Hal. 510, hadis no. 10200; Wasail al Shia by Shaikh Hurr al Amili, Vol. 20, Hal.167, Hadis no. 25324]

      Juga di versi lainnya:
      [26894] 1 ـ محمد بن يعقوب عن محمد بن يحيى ، عن أحمد بن محمد ، عن محمد بن يحيى عن غياث بن إبراهيم ، عن أبي عبدالله ( عليه السلام ) قال : لا بأس أن ينام الرجل بين أمتين والحرتين ، انما نساؤكم بمنزلة اللعب
      Dari Muhammad ibn Yaqub dari Mohammed bin Yahya, dari Ahmad bin Muhammad, dari Muhammad bin Yahya Ghias bin Ibrahim, dari Abu Abdullah berkata: "Bukan merupakan persoalan jika pria tidur diantara budak-budak wanitanya dan wanita merdeka, benar, perempuan-perempuanmu adalah sama dengan mainan" [Al Kafi, Shaikh Kulaini (329 AH), Vol 5, hal. 560, hadis no.10386; Wasail al Shia by Shaikh Hurr al Amili, Vol 21, Hal. 200, hadis no.26894]

    Umar pernah berkata ketika istrinya meneriakinya, Ia berkata padanya: "kamu adalah mainan, jika kamu diperlukan kami akan memanggilmu" [Al-Musanaf (Vol 1, part 2, p. 263), Abu Bakr Ahmad Ibn 'Abd Allah Ibn Mousa Al-Kanadi (Ulama, 557H). lihat juga Ihy'a 'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 52. Juga "Book on the Etiquette of Marriage, ABU HAMID AL-GHAZALI: "Umar meneriaki Istrinya ketika istrinya berkata membelakanginya, "Kamu ini tidak lebih dari sekedar mainan di sudut rumah; Jika kami butuh kamu (kami ambil kamu), jika tidak, duduk diam saja ditempatmu"].
Apakah dalam Islam, perempuan boleh bekerja?

Boleh saja, yaitu ketika bepergian WAJIB menutupi sekujur tubuhnya dan juga harus memenuhi KRETERIA berikut:
  • Menurut Shaykh Muhammad ibn Saalih al-‘Uthaymeen berkata:

      Lapangan kerja yang HANYA BAGI PARA WANITA, misalnya: mengajari anak2 perempuan kecil, dalam administrasi atau bantuan teknik atau bekerja di RUMAH sebagai penjahit baju untuk perempuan dan sebagainya. Untuk pekerjaan yang merupakan lapangan kerja para Pria. TIDAK DIIJINKAN karena membuat dirinya bercampur dengan para PRIA, yang akan menimbulkan fitnah besar (sumber godaan dan masalah) dan SEHARUSNYA DIHINDARI. Dibuktikan dalam sabda Nabi, "Aku menjaga diriku dari fitnah apapun karena itu lebih membahayakan Pria daripada wanita; Fitnah dari kaum Israel berhubungan dengan perempuan" Jadi PRIA seharusnya menjaga KELUARGANYA agar jauh dari tempat-tempat FITNAH dan segala hal yang dapat sebagai penyebabnya dalam berbagai kondisi. [Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah (2/981)]

  • Jika bepergian, harus dengan mahram (suaminya atau lelaki yang dengannya ia tidak dapat menikah menurut jursiprudesi Islam: Ayah, kakak, paman, dsb)

      Riwayat Ibn 'Abbas:
      Nabi berkata, "Perempuan seharusnya tidak bepergian KECUALI dengan Dhu-Mahram dan TIDAK SEORANG PRIApun boleh mengunjunginya KECUALI ada kehadiran Dhu-Mahram" Seorang pria berdiri dan berkata, "O Rasullullah! Aku bermaksud untuk pergi ini dan itu dalam pertempuran dan istriku ingin berhaji" Nabi SAW berkata padanya, "Temani ia" [Bukhari 3.85]

      Riwayat Abu Hurairah:
      "Jangan ijinkan perempuanmu bepergian, KECUALI Ia bersama mahram (Dhu mahram)." (Hadis Muslim, Albani menyatakan ini otentik dalam Sahih Al Jaami' vol. 2, no.7646)

  • TIDAK memakai FARFUM:
    Zaynab, Istri dari ‘Abd-Allah berkata: Rasullullah SAW berkata pada kami: “Jika siapapun dari kalian (perempuan) datang ke Mesjid, jangan memakai farfum” (Muslim no.443). Bahkan untuk shalat di mesjid Nabi berkata, "Rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka" diriwayatkan Abu Dawud (567), dinyatakan sahih oleh Albani dalam sahih abu dawud.
Kekerasan pada perempuan diijinkan Allah di Quran dan Hadis:
    ..Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan hindari (wa-uh'jurūhunna) mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah (wa-iḍ'ribūhunna) mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.. [AQ 4.34]

    ..Dan Kami anugerahi dia keluarganya dan kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah [fa-iḍ'rib] dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah.. [AQ 38.43-44, ttg Nabi Ayyub]

    Riwayat Qutaibah bin Sa'id - Yahya bin Sulaim - Isma'il bin Katsir - 'Ashim bin Laqith bin Shabrah - Ayahnya, Laqith bin Shabrah berkata:..PUKULLAH istrimu jika Ia tidak baik tapi jangan pukul dia seperti budak wanita." [Abu Dawud 1.142]. Riwayat Ahmad bin Abu Khalaf dan Ahmad bin 'Amr bin As Sarh - Sufyan - Az Zuhri - Abdullah bin Abdullah, Ibnu As Sarh 'Ubaidullah bin Abdullah - Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab: Rasulullah SAW: "Janganlah kalian memukul hamba-hamba wanita Allah" Kemudian Umar datang kepada Rasulullah SAW dan berkata; para wanita berani kepada suami-suami mereka. Kemudian beliau memberikan ijin untuk MEMUKULI mereka (kaum perempuan). Kemudian terdapat banyak wanita disekitar keluarga Rasulullah SAW, mengeluhkan suami mereka. Kemudian Nabi SAW berkata: "Sungguh telah terdapat banyak wanita disekitar keluarga Muhammad dan mengeluhkan suami mereka. Mereka bukanlah orang terbaik diantara kalian."[Abu Dawud 11.2141].

    Riwayat Zuhair bin Harb - Abdurrahman bin Mahdi - Abu 'Awanah - Daud bin Abdullah Al Audi - Abdurrahman Al Musli - Al Asy'ats bin Qais - Umar bin Al Khathab Nabi SAW berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya. [Abu Dawud 11.2142, Albani menyatakan ini dhaif. Jalur lain: Riwayat Sulaiman Bin Daud - Abu Daud Ath Thayalisi - Abu 'Awanah - Daud Al 'Audi - Abdurrahman As Sulami - Asy'ats Bin Qais - Umar kemudian dia memegang istrinya dan memukulnya dan dia berkata; "Wahai Asy'ats jaga dariku tiga hal yang telah aku hafal dari Rasulullah SAW, "Jangan kamu tanyakan kepada seseorang tentang hal kenapa dia memukul istrinya..." (Musnad Ahmad no.117). Jalur lain: Riwayat Muhammad bin Yahya dan Al Hasan bin Mudrik Ath Thahhan - Yahya bin Hammad - Abu 'Awanah - Dawud bin Abdullah Al Audi - Abdurrahman Al Musli - Al Asy'ats bin Qais, "Pada suatu malam aku bertamu ke rumah Umar. Saat menjelang tengah malam, dia bangun menuju isterinya dan memukulnya, hingga aku pun melerai keduanya. Dan ketika akan kembali ke tempat tidurnya ia berkata kepadaku, "Wahai Asy'ats, jagalah dariku sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah SAW: "Seorang lelaki tidak akan ditanya kenapa memukul isterinya..(Ibn Majah no.1976)]

    Allah mengijinkanmu untuk mengurung mereka dalam kamar terpisan dan memukul mereka, namun jangan keterlaluan..Perlakukan perempuan dengan baik seperti hewan ternak dan mereka tidak memiliki apapun [Tabari 9.113]. Riwayat Ali bin Abdullah - Sufyan - Hisyam - ayahnya - Abdullah bin Zam'ah: Nabi SAW melarang seseorang menertawakan orang yang keluar angin (kentut: bukhari no.4561), Beliau berkata: "Bagaimana salah seorang dari kalian memukuli isteri sebagaimana memukul kudanya atau budaknya dan menidurinya" Ats Tsauri, Wuhaib dan Abu Mu'awiyah - Hisyam: "Sebagaimana memukuli budak." [Bukhari 8.73.68]. Riwayat Harun bin Sa'id Al Aili - Abdullah bin Wahb - Ibnu Juraij - Abdullah bin Katsir bin Muthallib - Muhammad bin Qais berkata - Aisyah menceritakan: "..Maka beliau [Nabi] pun memukul dadaku dengan keras hingga terasa sakit bagiku. Kemudian beliau berkata, "Apakah kamu masih curiga, Allah dan Rasul-Nya akan berbuat curang kepadamu?" jawabku, "Setiap apa yang dirahasiakan manusia, pasti Allah mengetahuinya pula." [Muslim 4.2127]
Wanita diciptakan Allah menjadi bodoh dan Allah punya kewajiban membuat perempuan berdarah setiap bulannya:
    Riwayat Yunus - Ibn Wahb -Ibn Zayd [mengkomentari Ucapan Allah, "Ia membisikan" (note: AQ 7.20/AQ 20.120)]: Setan membisikan hawa tentang pohon itu dan berhasil membawa Hawa ke sana, kemudian ia membuatnya tampak baik untuk Adam. Ia melanjutkan. Ketika Adam bekerperluan dengannya, Ia memanggilnya, Hawa berkata: Tidak! kecuali engkau pergi ke sana. Ketika Ia pergi, Ia berkata lagi: Tidak! kecuali engkau makan dari pohon ini. Ia melanjutkan. Mereka berdua makan itu, dan bagian-bagian rahasia tubuh mereka menjadi terlihat jelas. Ia melanjutkan. Adam kemudian bersembunyi. Allahnya kemudian memanggilnya: Adam, apakah dari-Ku engkau melarikan diri? Adam menjawab: Tidak, Allahku, tapi aku merasa malu di hadapan Anda. Ketika Allah bertanya apa masalahnya, ia menjawab: Hawa, Allahku. Saat itu Allah berfirman: Adalah kewajiban-Ku membuatnya berdarah sekali setiap bulan, karena Ia membuat pohon ini berdarah. Aku juga harus membuatnya bodoh, meskipun aku menciptakannya cerdas (halimah), dan harus membuatnya menderita karena kehamilan. Ibnu Zaid melanjutkan: Kalau bukan karena kemalangan yang melanda Hawa, kaum wanita di dunia ini tidak akan menstruasi, dan mereka akan cerdas dan ketika hamil, melahirkan dengan mudah. [Tabari, vol.1 hal.280-281]

    Tapi masalahnya ada hadis yang menyatakan bahwa menstruasi adalah dari setan:

      Riwayat Ali bin Hujr - Syarik dari Abul Yaqdlan - Adi bin Tsabit - Ayahnya - kakeknya dia memarfu'kannya (sampai kepada Nabi): "Bersin, ngantuk dan menguap dalam shalat, TERMASUK HAID, muntah dan mimisan SEMUANYA DARI SETAN." Abu Isa berkata; Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Syarik dari Abul Yaqdlan [Tirmidhi no.2672]

    Sementara itu,
    Quran 2.222 berkata JAUHI perempuan yang sedang menstruasi dan JANGAN MENDEKATINYA (fa-iʿ'tazilū al-nisāa fī al-maḥīḍi walā taqrabūhunna).

    Apa alasannya?

    Pengetahuan Allah dan Nabinya menyatakan bahwa berhubungan seks dengan Istri yang sedang menstruasi, akan berakibat sang anak lahir dengan penyakit lepra:

      Riwayat dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah saw kepada menantunya Ali bin Abi Thalib: Pertama: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu pada awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan, karena hal itu mempercepat datangnya penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya. [Kitab Makarimul Akhlaq: 210-212, lihat juga di sini]

      Riwayat Bakr bin Sahl -..- Abu Hurairah - Rasulullah SAW:
      “عنه صلی الله علیه وآله : مَن وَطِئَ امرَأَتَهُ و هِيَ حائِضٌ فَقُضِيَ بَينَهُما وَلَدٌ فأصابَهُ جُذامٌ فَلا يَلومَنَّ إلّا نَفسَهُ”
      “Barangsiapa menyetubuhi istrinya ketika sedang haid, kemudian bagi mereka lahir seorang anak yang terjangkit kusta, maka janganlah ia mencela siapapun kecuali dirinya sendiri”. [At-Tabarani di Al-Mu'jam Al-Awsath no. 3300 atau lihat buku, “CHILDREN in the Quran and the Sunnah”, Mohammad Mohammadi Rayshahri, hal. 65-66, mengutip al-Mu‘jam al-Awsat, vol. ۳, p. ۳۲۶, h. ۳۳۰۰, Riwayat Abu Hurayrah. Kanz al-‘Ummāl, vol. ۱۶, p. ۳۵۲, h. ۴۴۸۸۵.]

        Note:
        Namun ada saja yang mengatakan hadis ini lemah karena perawi Bakr bin sahl, padahal hadis di atas termuat dalam 2 jalur yaitu dari abu huraira dan yang lainnya [di sini dan di sini]

      Bahkan kitab kuning juga memuat hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani dalam kitab Ausath dari Abu Hurairah secara marfu’:

        Rasulullah Saw bersabda:
        ”Barang siapa bersetubuh dengan istrinya yang sedang haid, kemudian ditakdirkan mempunyai anak dan terjangkiti penyakit kusta, maka jangan sekali-kali mencela, kecuali mencela dirinya sendiri” dan Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali berkata, “Bersetubuh di waktu haid dan nifas akan mengakibatkan anak terjangkiti penyakit kusta.” [khazanah kitab kuning yaitu :“Qurotul uyun”, di sini]

        “لكافي عن عذافر الصيرفي: قالَ أبو عَبدِ الله‏ِ علیه السلام : تَرىٰ هٰؤُلاءِ المُشَوَّهينَ خَلقُهُم؟ قالَ: قُلتُ: نَعَم. قالَ: هٰؤُلاءِ الَّذينَ آباؤهُم يَأتونَ نِساءَهُم فِي الطَّمَثِ.”
        al-Kāfi, meriwayatkan dari ‘Adhāfir al-Sayrafi: “Abu ‘Abdullah [al-Sādiq] berkata: “Apakah engkau lihat orang-orang yang mempunyai bagian tubuh menjijikan itu?” Aku jawab: “Ya”. Ia berkata:”Itu karena ayah mereka telah melakukan hubungan seks dengan ibu mereka ketika sedang mens” [“CHILDREN in the Quran and the Sunnah”, hal. 65-66, yang mengutip Al-Kāfi, vol. ۵, p. ۵۳۹, h. ۵. ‘Ilal al-Sharā'i‘, p. ۸۲, h. ۱, narrating from Ibn Abu ‘Adhāfir al-Sayrafi]

      Lucunya,
      ketika Ustadz Maulana berdakwah bahwa "hubungan seks saat menstruasi yang bisa menghasilkan anak berpenyakit KUSTA" [lihat: itoday.co.id, liputan6.com dan liputan 6.com] dan Ia yang menyampaikan kebenaran ucapan nabi ini, malah DI SOMASI :).

      Padahal,
      pandangan Islam tentang hubungan antara KUSTA dan HAID, telah disampaikan dalam SEMINAR BULANAN BERSAMA DINAS KUSTA INDONESIA SURABAYA dan DINKES KOTA KEDIRI, dengan judul: "KUSTA DALAM PERSPEKTIF ISLAM", oleh: Darul Azka, Staf Ahli LBM – P2L (di sini):

      [..]

      V. Fenomena Persetubuhan Di Saat Haid
      ...QS. Al-Baqarah :222
      ...Menurut al Khatib, maksud dari "adza" (kotoran) adalah penyakit bagi anak yang akan terlahir, karena persetubuhan di saat haid akan berakibat anak terkena penyakit kusta.[11] Apa maksud dari statemen semacam ini ? apakah benar persetubuhan semacam itu selalu berakibat kusta ?.

      Ali as-Sa'idi mengungkapkan, bahwa alasan pokok keharaman (larangan) dalam masalah di atas terdapat beberapa pendapat. Pertama, sebagian kalangan memahami alasannya bersifat ta'abudy (dogmatif irasional) dan belum bisa dirasionalkan. Kedua, ada yang memahami hal tersebut dilarang karena dikhawatirkan menimbulkan penyakit kusta, lepra dan sejenis penyakit kulit yang merontokkan rambut (al-Qar'u) pada anak yang akan lahir. Ketiga, memahami larangan itu demi mengantisipasi penyakit yang akan menimpa pelaku.
      ====
      [11] Ayyub al-Zar'i "al-Thiib al-Nabawy" hal. 116 Dar el-Fikr dan Wuzara' al-Auqaf wa al-Syu'un al-Islamiyah bi al-Kuwait "al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah" juz. VIII, hal 116

    Nabi sendiri tercatat tidak mengikuti larangan Allah, beliau TIDAK MENJAUHI, malah MENDEKATI istri dan/atau MENCUMBUINYA ketika sedang haid:

      Riwayat Yahya bin Yahya - Khalid bin Abdullah - asy-Syaibani - Abdullah bin Syaddad - Maimunah: "Rasulullah SAW mencumbui ("يُبَاشِرُ", Yubāsẖiru) isteri-isterinya di atas sarung, sedangkan mereka dalam keadaan haid [Muslim no.442]

      Riwayat Qabishah - Sufyan - Manshur - Ibrahim - Al Aswad - 'Aisyah: "Aku dan Nabi SAW pernah mandi bersama dari satu bejana. Saat itu kami berdua sedang junub. Beliau juga pernah memerintahkan aku mengenakan kain, beliau mencumbuiku sementara aku sedang haid. Beliau juga pernah mendekatkan kepalanya kepadaku saat beliau i'tikaf, aku lalu basuh kepalanya padahal saat itu aku sedang haid." [Bukhari no.290, lihat juga di Muslim no.440]

      Riwayat Isma'il bin Khalil - 'Ali bin Mushir - Abu Ishaq (Asy Syaibani) - 'Abdurrahman bin Al Aswad - Bapaknya - 'Aisyah: "Jika salah seorang dari kami sedang haid dan Rasulullah SAW BERKEINGINAN UNTUK menggauli (يُبَاشِرَ, Yubāsẖira), beliau memerintahkan untuk mengenakan kain, lalu beliau pun mencumbuinya (يُبَاشِرَ, Yubāsẖira)." 'Aisyah berkata, "Padahal, siapakah di antara kalian yang mampu menahan hasratnya sebagaimana Rasulullah SAW." Hadits ini dikuatkan oleh Khalid dan Jarir dari Asy Syaibani." [Bukhari no.291]

      Riwayat Muhammad bin al-Mutsanna - Muadz bin Hisyam - Bapakku - Yahya bin Abu Katsir - Abu Salamah bin Abdurrahman - Zainab binti Ummu Salamah - Ummu Salamah: "Ketika aku berbaring bersama Rasulullah SAW dalam satu selimut, tiba-tiba aku haid, lantas aku keluar secara perlahan-lahan untuk mengambil pakaian khas untuk masa haid. Maka Rasulullah SAW bertanya kepadaku: 'Apakah kamu sedang haid? ' Aku menjawab, 'Ya'. Lalu BELIAU MEMANGGILKU, LALU AKU BERBARING LAGI BERSAMA BELIAU DALAM SATU SELIMUT." berkata, "Ia dan Rasulullah SAW mandi besar dengan menggunakan satu wadah air." [Muslim no.444]

      Riwayat Abu Nu'aim Al Fadll bin Dukain - Zuhair - Manshur bin Shafiyah - Ibunya - 'Aisyah: "Nabi SAW menyandarkan badannya di pangkuanku membaca Al Qur'an, padahal saat itu aku sedang haid." [Bukhari no.288, juga di bukhari no.6994 riwayat dari Qabishah - Sufyan - Manshur - Ibunya - 'Aisyah: "Pernah Nabi SAW membaca Al Qur'an sedang kepalanya di pahaku, padahal aku sedang dalam keadaan haid."]

        note:
        Padahal di AQ 56.79-81, disebutkan,
        "Sesungguhnya (innahu) Al-Quran (laqur'ānun) mulia (karīmun), pada sebuah kitab (fī kitābin) terpelihara (maknūnin), tidak (lā) menyentuhnya (yamassuhu) kecuali (illā) orang-orang yang disucikan (al-muṭaharūna), diturunkan (tanzīlun) dari (min) Rabbil 'alamiin, Maka apakah dengan ini (afabihādhā) pernyataan (al-ḥadīthi) kamu (antum) acuhkan/anggap remeh (mud'hinūna)?"

        Jika yang dimaksudkan ayat adalah KITABnya bukan bacaannya, maka mengapa yang diturunkan sudah berbentuk kitab? dan mengapa kitab ini bisa DISENTUH para kafir yang jelas-jelas tidak suci dan jika yang dimaksudkan bacaannya, mengapa nabi mencontohkan membacanya sambil bersandar pada istri yang sedang haid, padahal Quran menyatakan agar menjauhkan diri dari wanita haid dan hadis juga katakan haid adalah pekerjaan setan

    Jadi mana yang harus diikuti Sunnah: Nabi atau Allah SWT?

    [Lihat juga: "Muhammad and Menstruation, di bagian bawahnya ada kutipan buku karangan Muhammad Gazaoli, mantan penasehat Presiden Libya Muamar Khadafi, yang murtad menjadi Kristen. Baca bukunya: di sini]
Nilai seorang wanita adalah 1/2 dari nilai laki-laki tercantum di Quran baik dari sisi persaksian maupun dari sisi warisan:
  • "..Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki. Jika tak ada dua oang lelaki, maka seorang lelaki dan dua orang perempuan.."[AQ 2.282]
  • "bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan" [AQ 4.11]
  • Dan jika mereka saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan [AQ 4.176]
Wanita merupakan penghuni terbanyak di neraka, kesetaraan kecerdasannya mereka adalah 1/2 lelaki dan kurang dalam hal agama sekalipun:
    Muhammad bin Abdullah bin Numair - bapakku (periwayat) - Abdul Malik bin Abu Sulaiman - Atha` - Jabir bin Abdullah, berkata; Aku telah mengikuti shalat hari raya bersama Rasulullah SAW..Setelah itu beliau berdiri sambil bersandar pada tangan Bilal..Setelah itu, beliau berlalu hingga sampai di tempat kaum wanita. Beliau pun memberikan nasehat dan peringatan kepada mereka. Beliau bersabda: "Bersedekahlah kalian, karena kebanyakan kalian akan menjadi bahan bakar neraka jahannam." Maka berdirilah seorang wanita terbaik di antara mereka dengan wajah pucat seraya bertanya, "Kenapa ya Rasulullah?" beliau menjawab: "Karena kalian lebih banyak mengadu (mengeluh) dan mengingkari kelebihan dan kebaikan suami." Akhirnya mereka pun menyedekahkan perhiasan yang mereka miliki dengan melemparkannya ke dalam kain yang dihamparkan Bilal, termasuk cincin dan kalung-kalung mereka. [Muslim no.1467. Dalam riwayat Ibn Abbas muslim no. 1464, 1465]

    Riwayat Ibnu Abu Maryam - Muhammad bin Ja'far - Zaid (putra Aslam) - 'Iyadh bin 'Abdullah -Abu Sa'id Al Khurdri - Rasullullah SAW (menuju lapangan tempat shalat untuk melaksanakan shalat 'Iedul Adhha atau 'Iedul Fithri): ..Kemudian Beliau mendatangi jama'ah wanita lalu bersabda: "Wahai kaum wanita..kalian adalah yang paling banyak akan menjadi penghuni neraka". Mereka bertanya: "Mengapa begitu, wahai Rasulullah?". Beliau menjawab: "Kalian banyak melaknat dan mengingkari pemberian (suami). Tidaklah aku melihat orang yang lebih kurang akal dan agamanya melebihi seorang dari kalian, wahai para wanita". Kemudian Beliau mengakhiri khuthbahnya lalu pergi. Sesampainya Beliau di tempat tinggalnya, datanglah Zainab, isteri Ibu Mas'ud meminta izin kepada Beliau, lalu dikatakan kepada Beliau; "Wahai Rasulullah SAW, ini adalah Zainab". Beliau bertanya: "Zainab siapa?". Dikatakan: "Zainab isteri dari Ibnu Mas'ud". Beliau berkata,: "Oh ya, persilakanlah dia". Maka dia diizinkan kemudian berkata,: "Wahai Nabi Allah, sungguh anda hari ini sudah memerintahkan shadaqah (zakat) sedangkan aku memiliki emas yang aku berkendak menzakatkannya namun Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa dia dan anaknya lebih berhak terhadap apa yang akan aku sedekahkan ini dibandingkan mereka (mustahiq). Maka Nabi SAW bersabda: "Ibnu Mas'ud benar, suamimu dan anak-anakmu lebih barhak kamu berikan shadaqah dari pada mereka". [Bukhari no.1369/2.24.541. Juga di Ahmad no.8057 dari riwayat Sulaiman - Isma'il - ('Amru -yaitu Ibnu Abi 'Amru)- Abu Sa'id Al Maqburi Abu Hurairah -Nabi SAW (ketika selesai dari shalat subuh beliau datang menuju para wanita di masjid): -kurang lebih sama dengan narasi di atas, namun ada kelanjutanya- kemudian ia berkata; "Wahai Rasulullah, lalu bagaimana menurut Tuan dengan apa yang telah aku dengar dari Tuan ketika Tuan berdiri di depan kami seraya bersabda: "Aku tidak pernah melihat kurangnya akal dan agama yang hilang di hati orang-orang yang berakal selain kalian, " ia berkata lagi; "Lalu apa yang dimaksud dengan kurangnya akal dan agama kami?" maka beliau bersabda: "Adapun yang aku telah sebutkan tentang kurangnya agama kalian adalah haidh yang menimpa kalian, hingga membuat kalian berdiam diri yang sesuai dengan kehendak Allah lamanya, tidak shalat dan tidak berpuasa, maka itulah yang dimaksud dengan kurangnya agama kalian, sedangkan apa yang telah aku sebutkan tentang kurangnya akal kalian adalah bahwasanya kesaksian kalian 1/2 dari kesaksian (laki laki)"].

    Dari riwayat Sa'id bin Abu Maryam - Muhammad bin Ja'far - Zaid (Ibnu Aslam) - 'Iyadl bin 'Abdullah - Abu Sa'id Al Khudri- Rasullullah SAW (di hari raya 'Iedul Adlha atau Fitri, beliau keluar menuju tempat shalat): "Wahai para wanita! ..diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka." Kami bertanya, "Apa sebabnya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian." Kami bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya akal dan lemahnya agama?" Beliau menjawab: "Bukankah persaksian 1 wanita = 1/2 laki-laki?" Kami jawab, "Benar." Beliau berkata lagi: "Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?" Kami jawab, "Benar." Beliau berkata: "Itulah kekurangan agamanya." [Bukhari no. 293/1.6.301, 3.48.826]

    Riwayat Muhammad bin Rumh bin al-Muhajir al-Mishri - al-Laits - Ibnu al-Had - Abdullah bin Dinar - Abdullah bin Umar - Rasulullah SAW: "Wahai kaum wanita!...aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka." Seorang wanita yang pintar di antara mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa kaum wanita yang paling banyak menjadi penghuni Neraka?" Rasulullah SAW: "Kalian banyak mengutuk dan mengingkari (pemberian nikmat dari) suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama..melebihi daripada golongan kamu." Wanita itu bertanya lagi, "Wahai Rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu?" Rasulullah SAW: "Maksud kekurangan akal ialah persaksian dua wanita = persaksian 1 lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga kaum wanita tidak mengerjakan shalat pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan Ramadlan (karena haid). Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama." [Muslim no. 114].

    Riwayat Harun bin Ma'ruf - Ibnu Wahb, [Hayyah - Ibnul Had] - Abdullah bin Dinar - Ibnu Umar - Rasulullah SAW: "Wahai kaum wanita....aku melihat kalian adalah golongan yang paling banyak menjadi penduduk neraka karena disebabkan banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku juga tidak mendapati makhluk berakal yang akal dan dien (agama) nya kurang daripada kalian." Ibnu Umar berkata, "Wahai Rasulullah, apa maksud dari kurang akal dan diennya?" Beliau menjawab, "Kesaksian 2 wanita = kesaksian 1 lelaki, itulah kekurangan akalnya. Adapun kekurangan diennya adalah, ia tidak shalat untuk beberapa hari dan berbuka (tidak berpuasa) pada bulan ramadan." [Ahmad no. 5091]

    Juga riwayat Abu Abdillah Huraim bin Mis'ar Al Azdi At Tirmdzi - Abdul Aziz bin Muhammad - Suhail bin Abu Shalih - bapaknya - Abu Hurairah - Rasulullah SAW (berkhutbah di hadapan para sahabat): (kurang lebih sama isinya) [Tirmidhi no. 2538. Tirmidhi menyatakan dalam bab ini ada hadits dari Abu Sa'id dan Ibnu Umar, Abu Isa berkata; 'Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur sanad ini"]. Juga dari riwayat Muhammad bin Rumh - Al Laits bin Sa'd - Ibnu Al Had - Abdullah bin Dinar - Abdullah bin Umar - Rasulullah SAW: (kurang lebih sama isinya) [Ibn majjah no.3993]
Bahkan untuk urusan kenikmatan seksual di surga pun ada diskriminasi!

Bagian kaum wanita tetaplah tidak sebanyak kaum pria (yang bahkan sampai 72 wanita lebih dan minimum 2 wanita). Kaum wanita dalam Islam memang ditakdirkan untuk tetap dipoligami walau di surga sekalipun:
    Apapun status perkawinan dunianya, maka ketika di akhirat, sang Muslimah hanya akan dapat 1 (satu) suami saja [Al Fatawa Al Haditsiyah, Syaikhul Islam al-Imam Ibn Hajar al-Haitami, I/168 dan 36; Imam nawawi -> syarah Al-Muslim XVII/171]

    • Jika wanita ini membujang hingga akhir hayatnya [atau bercerai dan tidak menikah lagi atau menikah namun suaminya tidak masuk surga], maka Allah akan memilihkan surgawan untuk menjadi suaminya di surga [Majmu Fatawa Syaikh al-'Utsaimin 2/52-53, dengan tambahan kata "jika para surgawannya minat"]
    • Jika wanita ini menikah di dunia dan wafat atau wanita ini menikah berkali-kali (suaminya wafat), maka di surga, ia akan bersama suami terakhirnya yang masuk surga (atau yang terbaik diantara yang pernah bersuami dengannya) [hadits nabi riwayat Anas dari Umi Habibah dan dari Umi Salamah,dari At tabarani; hadis dari Asma' Binti Abi Bakar ->Al Fatawa Al Haditsiyah, Syaikhul Islam al-Imam Ibn Hajar al-Haitami, I/168 dan 36; I/236]

    + Muslimah tersebut akan berbagi suami secara massal dengan puluhan wanita lain.

    Jadi, seorang muslimah yang menikah secara monogami selama hidupnya di dunia, sesungguhnya sudah sangat beruntung, karena kelak saat ia di surga, Ia akan dipoligami.

    Bayangkan sekarang,
    yaitu ketika di dunia, sang muslimah bersuamikan seorang yang kasar, bau dan senang memukul, ketika kemudian mereka masuk surga, sang Muslimah tetap dengan suami yang sama sementara sang suami mendapatkan tambahan dengan puluhan wanita lainnya.
Perempuan kerap dikategorikan sekelas dengan beberapa binatang:
    Riwayat Abu Bakar bin Abi Syaibah - Ismail Ibnu Ulayyah, --Lewat jalur periwayatan lain-- Riwayat Zuhair bin Harb - Ismail bin Ibrahim - Yunus - Humaid bin Hilal - Abdullah bin ash-Shamit - Abu Dzarr - Rasulullah SAW, "..apabila di hadapannya tidak ada sutrah seperti kayu yang diletakkan diatas hewan tunggangan, maka shalatnya akan terputus oleh keledai, wanita, dan anjing hitam.' Aku bertanya, 'Wahai Abu Dzarr, apa perbedaan anjing hitam dari anjing merah dan kuning? Dia menjawab, 'Aku pernah pula menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu menanyakannya kepadaku, maka jawab beliau, 'Anjing hitam itu setan'..." [Muslim no. 789]

    Riwayat Ishaq bin Ibrahim - al-Makhzumi - Abdul Wahid (dan dia adalah Ibnu Ziyad) - Ubaidullah bin Abdullah bin al-'Ashamm - Yazid bin al-'Ashamm - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Yang memutuskan shalat ialah wanita, keledai, dan anjing.." [Muslim no.790]

    Riwayat Utsman bin Abu Syaibah - Jarir - Manshur - Ibrahim - Al Aswad - 'Aisyah berkata, "Apakah kalian menyamakan kami dengan anjing dan keledai? Sungguh, aku pernah berbaring di atas tikar, lalu Nabi SAW datang dan berdiri melaksanakan shalat di tengah tikar. Aku tidak ingin mengganggu beliau, maka aku geser kakiku pelan-pekan dari tikar hingga aku keluar dari selimutku." [Bukhari 1.9.486].

    Riwaya Isma'il bin Khalil - 'Ali bin Mushir - Al A'masy - Muslim (Abu Shubaih) - Masruq - 'Aisyah: telah disebutkan di sisinya tentang sesuatu yang dapat memutuskan shalat, orang-orang mengatakan, 'Yang dapat memutus shalat diantaranya adalah anjing, keledai dan wanita.' Maka 'Aisyah pun berkata, "Sungguh kalian telah menganggap kami (kaum wanita) sebagaimana anjing. Sungguh aku pernah melihat Nabi SAW melaksanakan shalat, sementara aku berbaring di atas tikar antara beliau dan dengan arah biblatnya. Saat aku ada keperluan dan aku tidak ingin menghadapnya, maka aku pergi dengan pelan-pelan." Dan Riwayat Al A'masy - Ibrahim - Al Aswad - 'Aisyah seperti ini." [Bukhari 1.9.490, 493, 498. Juga kalimat yang kurang lebih sama dalam hadis muslim no. 793, dari riwayat Urwa b. Zubair "Perawi berkata, "Kami menjawab, 'Wanita dan keledai!' Kata Aisyah: "Apa wanita itu adalah hewan yang jelek?..". Juga di Muslim no. 794 dengan kalimat: "Sungguh kalian telah menyerupakan kami dengan keledai dan anjing."]
Nah, kira-kira demikianlah Islam memandang wanita dan pandangan ini jelas sangat tidak cocok dengan budaya Indonesia.

Sekarang,
mari kita ketahui lebih lanjut mengenai Hijab, Jilbab dan burqa


Hijab, Jilbab dan Burqa Semua kelengkapan “perlindungan wanita” di dunia Islam, berawal dari dua ayat Qur’an dibawah ini:
  • An Nuur 24:31.
    Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya [furuj], dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain [khimars] kedadanya [Juyub, plural dari jaib], dan janganlah menampakkan perhiasannya [Zenat] kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan [Zenat] yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

    Dalam An Nur terdapat 15 ayat [AQ 24.11-26] sehubungan dengan “dugaan” perzinahan yang dituduhkan kepada Aisyah (turun setelah kewajiban Hijab), yaitu saat penyerbuan ke Bani Mustaliq [tahun 626 M, lihat: Maududi]. Di perjalanan menuju Bani Mustaliq, Aisyah turun hingga Rasulullah SAW selesai perang dan beliau kembali ke Madinah [Muslim no.4974].

      Pada perang ini, Juwariyah yang cantik menjadi tawanan dan dipilih nabi untuk dirinya [Tabari Vol.9, hal.133]

    Ketika hampir dekat dengan Madinah, Beliau mengumumkan untuk beristirahat malam [Bukhari no.2467]. Tatkala mereka tertidur, Aisyah bangun dan berjalan hingga mendahului mereka. Setelah urusan hajatnya selesai, Ia kembali bergabung namun ketika meraba dada, kalung yang berasal dari Zhafar, Yaman, putus. Maka Ia kembali mencari kalungnya yang membuatnya tertinggal rombongan [Muslim no.4974].

      Tampaknya Aisyah sangat bersemangat mencari kalung HINGGA TIDAK MENDENGAR KERIBUTAN RATUSAN ORANG + KUDA + CARAVAN yang mengangkut tangkapan dan harta rampasan melanjutkan perjalanan.

      Hadis lain menyampaikan pula kisah Aisyah kehilangan kalung dalam perjalanan (jika ini bukan kisah yang sama, maka tampaknya Aisyah memang kerap kehilangan kalung dalam perjalanan). Dikisah itu, Nabi dan banyak orang membantu mencarinya. Abu Bakar, ayahnya, sampai jengkel hingga menusuk pinggangnya dengan tangannya [bukhari no.6339, sementara Bukhari no.322 + Nasai no.308: menusuk lambungnya. Muslim no.522: memencet pangkal paha dengan tangan]

    Ia kemudian menunggu hingga tertidur, keesokan paginya, Safwan bin Al-Mu`attal As-Sulami Adh-Dhakwani menemukannya dan merekapun berdua berjalan hingga bertemu rombongan yang tengah beristirahat siang di pantai Azhzhariah.

      Memang agak mengherankan bahwa Nabi dapat lupa bahwa istri beliau tidak bersama rombongannya

    Sesampainya di Madinah, tersebar berita bahwa Safwan dan Aisyah terlibat perselingkuhan dan Aisyah mendadak sakit selama 1 bulan.

      Berita perselingkuhan ini wajar mengingat ada hadis, "Sungguh, tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali pihak ketiganya adalah setan [Tirmidhi no.2091 dan Ahmad no.109]

    Setelah Aisyah sembuh, di satu malam, Ia dan kerabat wanitanya, Misthah bin Utsabah, keluar menunaikan hajat, saat pulang, Nabi telah di rumahnya dan saat itu Aisyah meminta ijin untuk kembali ke orang tuanya dan dikabulkan. Esok harinya, Rasulullah SAW memanggil 'Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid untuk bermusyawarah hendak menceraikan Aisyah dan setelah keramaian antar beberapa suku akibat peristiwa ini, di beberapa malam kemudian, turunlah ayat-ayat Allah yang menjamin kesucian Aisyah [Bukhari no.2467, no.6821. Muslim no.4974].

    Untuk surat AQ 24.30-31, terdapat beberapa Asbabunuzul, satu diantaranya adalah dari riwayat Ibnu Mardawaih - Ali bin Abi Thalib berkata: Seorang sahabat di masa Rasulullah SAW sedang berjalan di suatu jalan di Madinah, melihat seorang wanita dan begitupun sebaliknya sehingga timbul rasa kagum. Pada kejadian berikutnya, lelaki itu sedang berjalan di pinggiran dinding tanpa berkedip melihat wanita yang sama hingga ia menabrak dinding, berdarah dan patah tulang, Ia bertekad tidak akan mengelap darahnya kecuali setelah bertemu Rasulullah Saw. Setelah bertemu, Ia ceritakan kejadiannya dan Nabi bersabda: "Ini balasan dari perbuatanmu dan turunlah surat AQ 24.30-31"

  • Al Azhab 33:59
    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [jalabib]ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Tahun 628M adalah tahun terjadinya perkawinan Nabi Muhammad dan Zainab. Zainab ketika itu berumur 35 tahun dan Nabi Muhammad berumur 59 tahun. Di sekitar pesta perkawinannya, yaitu setelah protes Umar ketika keluar malam berburu perempuan untuk pelampiasan hasratnya dengan cara mengikuti perempuan yang hendak buang hajat dan ternyata itu SAUDAH (lihat paparan Ibn kathir AQ 33.59 di bawah tentang kebiasaan lelaki medina berburu perempuan di malam hari), maka itu ia sampaikan usulan membedakan muslimah vs kafir pada nabi dan turunlah perintah ber-Hijab (jilbab).

    Tafsir Ibn Kathir untuk Ayat 33.59: As Suddi mengatakan bahwa dulu pria Madina suka keluyuran di malam hari untuk mencari wanita-wanita. Para wanita Madina di jaman itu keluar malam-malam untuk menunaikan hajat. ketika mereka melihat wanita-wanita ini memakai jilbab, mereka berkata, "Ini wanita merdeka, tahan diri dari mereka". Jika melihat wanita-wanita tidak memakai jilbab, mereka berkata, "Ini adalah budak wanita" maka mereka mengganggunya. Mujahid berkata, "Mereka berjilbab sehingga mereka dikenal sebagai wanita-wanita merdeka, sehingga mereka tidak diganggu dan digoda" ["Lubaabut tafsiir min ibni katsiir", cetakan ke-1, 1994, Pustaka Imaam Asy-Safi'i, Juz 22, hal.537]

    • Diriwayatkan Aisha:
      'Umar bin Al-Khattab berkata pada Rasul Allah, "Suruh istri2mu berkerudung. " Tapi sang Nabi tidak melakukan hal itu. Istri2 sang Nabi terbiasa buang hajat di malam hari di satu tempat yang bernama Al-Manasi'. Suatu saat, Saudah, anak perempuan Sam'a, istri nabi yang kedua, pergi buang hajat. Dia adalah wanita yang tinggi besar. `Umar bin Al-Khattab melihatnya saat Saudah buang hajat dan berkata, "Aku tahu itu engkau, wahai Saudah!" (Lihat Hadis vol.1 no.148) [Bukhari 8.74.257]

    • Diriwayatkan 'Umar (bin Al-Khattab): Allah setuju denganku akan tiga hal dan Dia mewahyukan ayat2 tentang hal itu, satu diantaranya adalah ayat kerudung bagi wanita (Al Azhab 33:59) [Bukhari 1.8.395]

    Sejak Muhammad menjadi "nabi" [610 M] hingga 18 tahun kemudian, Allah tidaklah pernah menurunkan perintah memakai Hijab (jilbab).

    Jauh sebelum Islam muncul, para wanita suku padang pasir di area Najd dan Sinai, bahkan sudah terlebih dahulu mempunyai kebudayaan menutupi wajah & tubuh. Namun pada suku Turaq, yang terjadi justru sebaliknya, bukan para wanitanya yang menutupi wajah dan tubuh tetapi malah para Prianya.

    Setelah teguran Umar pada "nabi", maka di antara dua kebudayaan di atas, rupanya "Allah" lebih suka meng-adopt kebiasaan suku yang pertama maka sejak itulah hijab resmi menjadi busana muslim atas "perintah" Allah.

    Namun rupanya di setelah turunnya wahyu kewajiban berjilbab, tidak menghentikan kebiasaan Pria Medina untuk keluruyan malam mencari pemuas nafsu, hadis di bawah ini mencatat Umar dan grupnya masih melakukannya dan sekaligus membuktikan bahwa turunya kewajiban berhijab hanyalah sebagai pembeda dengan non muslimah:

      Zakaria bin Yahya - Abu Usamah - Hisyam - Bapaknya- Aisyah; "Pada suatu ketika Saudah keluar untuk hajatnya sesudah diwajibkannya hijab atas para wanita." Ia berkata:

      "Saudah adalah seorang wanita yang tinggi besar sehingga mudah sekali orang mengenalnya." Kemudian Umar melihatnya, dia pun memanggilnya; Wahai Saudah! Sungguh kami (alaynā, " عَلَيْنَا") bisa mengenalimu, jika kamu keluar maka lihatlah bagaimana kamu keluar." Akhirnya Saudah berbalik pulang kepada Rasulullah SAW yang ketika itu beliau sedang makan malam di rumahku, ditangan beliau ada sepotong daging. Saudah pun masuk seraya berkata; Ya Rasulullah, Aku keluar untuk keperluanku, lalu Umar berkata begini dan begitu kepadaku. Aisyah berkata; Lalu Allah mewahyukan kepada beliau dan ketika wahyu telah tersampaikan padanya sepotong daging tersebut masih terdapat di tangan beliau tanpa beliau letakkan. Kemudian beliau bersabda: "Telah diperbolehkan bagi kalian untuk keluar dalam rangka memenuhi hajat kalian." [Bukhari 4421, muslim 4034]

    Di tuturkan juga bahwa Zainab begitu membanggakan kejadian pernikahannya di hadapan istri-istri nabi yang lain bahwa itu adalah perintah yang datang langsung dari Allah, Aisyah dan Zainab ini dua istri saling bersaing satu sama lain [Bukhari 3.829; 5.462]. Kecemburuan tersebut berlanjut seperti diriwayatkan bahwa Hafsah dan Aisyah berkomplot menipu Nabi agar Nabi tidak "mencicipi madu" di tempatnya Zainab [Bukhari 6.434; 7.192; 8.682]
Ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu tata cara berjilbab yang dianggap "benar" dan umum berlaku:
    Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany [1333 M - 1999 M] kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas. [Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)]

    Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya,[Ibnu Katsir [1301 M - 1373 M], Tafsîr al-Qur'ân al'Azhîm, vol. 3 (Riyadh: Dar 'Alam al-Kutub, 1997), 637] sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) [Said Hawa [1935 M - 1989 M], al-Asâs fî Tafsîr, vol. 8, Dar as-Salam, 1999, 4481] yang juga diwajibkan (AQ 24.31). Pendapat ini dianut juga oleh Qardhawi sebagaimana dicantumkan pada kumpulan fatwa kontemporernya [Yusuf Qardhawi, Fatwa kontemporer : Apakah cadar itu bid'ah]
Sekarang kita lihat apa arti sebenarnya dari Jilbab dan beberapa arti kata Arab lain yang berkaitan

Apa arti kasiyatun ‘ariyatun?
    frase tersebut muncul di Imam malik (no.1421, 1422), Musnad Ahmad (No.8311, 9303. Untuk no.6786: Riwayat Abdullah bin Yazid - Abdullah bin 'Ayyasy Al Qitbani - bapaknya - Isa bin Hilal ash Shadafi dan Abu Abdurrahman Al Hubuliy - Abdullah bin 'Amru - Rasulullah SAW: "Di akhir zaman nanti pada ummatku akan terdapat orang-orang yang naik di atas pelana seperti orang-orang yang turun di depan pintu-pintu masjid, kaum wanita dari golongan mereka berpakaian tapi telanjang, di atas kepala mereka seperti punuk unta yang panjang lehernya dan kurus badannya. Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah para wanita yang terlaknat.."). Juga di hadis muslim no. 3971 (riwayat Zuhair bin Harb - Jarir - Suhail - Bapaknya - Abu Hurairah - Rasulullah SAW:.. (2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang..) (atau no.2128), di syarah muslim 9./240, Imam Nawawi mengatakan: Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuh, sengaja menampakkan keindahan tubuh atau memakai pakaian tipis hingga tampak bagian dalam tubuh. Wanita tersebut kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian tapi telanjang)
Apa arti Khimar?
    khimar berasal dari khamr, artinya menutupi. Segala sesuatu yang menutupi sesuatu yang lain disebut khimar. Contoh, suatu ketika Nabi (saw) khawatir ada lalat jatuh ke air di kendi, ia berkata: 'Khammiru aaniyatakum' (tutup kendimu)
Apa arti Juyub?
    Juyub adalah jamak dari jayb, artinya adalah payudara atau dada. AQ surat 28:32 merekam ucapan Allah pada Musa untuk meletakkan tangan di jayb, yang artinya adalah dada, jadi Juyub adalah payudara, bukan berarti tubuh, wajah, leher dan dada!
Apa arti Hijab?
    Hijab berasal dari hajaba, menyembunyikan dari pandangan atau menyembunyikan. Terjemahan Al Qur’an Muhammad Asad memaknainya dari yang tipis hingga sepadat dinding bata. Konsep jilbab dapat didefinisikan sebagai 'apa pun yang memisahkan antara dua hal, atau menyembunyikan, perlindungan dari satu terhadap yang lain. itu bisa berarti penghalang, hambatan, partisi, layar, tirai, atau kerudung

    [Lihat terjemahan AQ 41:5, "Hati kami berada dalam tutupan apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding.." dan AQ 7:46, "Dan di antara keduanya ada batas.."]

    Jadi, konsep hijab adalah konsep menutupi atau perlindungan, apakah itu berupa perban halus sebagai tabir atau dinding beton yang memisahkan Israel dari Palestina; kertas cantik pembungkus hadiah yang sangat berharga, atau karung untuk menyimpan kentang; atau lemari besi bank yang terkunci, kokoh/ aman, atau jaring laba-laba yang tipis.
Apa arti Jilbab?
    jalabib adalah jamak dari jilbab. Jilbab berasal dari tajalbaba, artinya pakaian.

    • Dari kamus bahasa Arab, Lisan al-Arab oleh ibn al-Mandhur: "jilbab adalah pakaian luar, mantel, atau jubah. Jilbab adalah kain luar atau penutup yang digunakan seorang wanita menutupi sekeliling tubuhnya. Menyelimuti tubuh sepenuhnya (Lisan al-Arab, volume 7, page 273).
    • Dari kamus Abu Tahir Al-Fayruzabadi: 'jilbab ... adalah sesuatu yang melapisi pakaian, seperti mantel.
    • dari Kamus Jawhari: "jilbab adalah penutup dan beberapa berkata bahwa itu adalah lembaran. Jilbab disebutkan di hadits dengan arti selembar yang wanita bungkuskan untuk menutupi pakaiannya.

    Pada dasarnya, jilbab adalah mantel atau jubah, pakaian luar, sesuatu untuk diletakkan di luar pakaian sehari-hari ketika seorang muslimah ada di ruang publik.

    Semua ulama sepakat bahwa jilbab adalah sebuah pakaian luar, tetapi tidak ada kesepakatan seberapa banyak tubuh itu di-jilbab-i

    Ulama Syafi'I, Yusuf Qaradhawi dan Salafi Syaikh Muhammad Albani, bersama mayoritas ulama keduanya menerima bahwa jilbab adalah pakaian luar yang menutupi pakaian didalamnya dan juga lekuk tubuh wanita.

    Namun, lainnya, yaitu ulama Hanafi Maududi, ulama Salafi Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab Saudi, menyatakan dalam interpretasi mereka, bahwa jilbab harus juga meliputi wajah kecuali mata. Beberapa lainnya menyatakan bahwa harus menutup tubuh sepenuhnya kecuali satu mata.

    Perlu di diketahui bahwa sebagian besar para ulama ini juga berpendapat bahwa Surah 24:31 memerintahkan menutupi seluruh tubuh kecuali mata termasuk ketika berada di sekeliling orang-orang yang bukan muhrim bahkan juga termasuk jika terdapat wanita Muslim di dalam ruangan yang sama.

    Tafsir Al-Qurtabi dan Drs Hilali dan Khan untuk Surah 33:59, "Hai Nabi! Katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuan dan perempuan-perempuan yang beriman untuk menarik jalabib ke seluruh tubuh mereka (batasi diri mereka sendiri seluruhnya kecuali mata atau satu mata untuk melihat jalan - Tafsir Al-Qurtabi) Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal (sebagai perempuan bebas terhormat) dan tidak diganggu: dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

    Tentang ini terbagi pada dua pendapat

    • harus ditutupi dengan satu pakaian (seperti yang dikenal sebagai abaya dan kerudung), atau
    • kombinasi pakaian dapat dianggap pengganti jilbab. Jika seorang wanita menutup kepala dan leher dengan khimar, maka jilbab tidak perlu menutupi kepalanya, tetap menjadi seperti sebuah mantel, yang hanya menutupi bahu ke bawah. Dan selama kakinya benar-benar tertutup dengan kaus kaki dan sepatu, maka jilbab tidak perlu hingga ke tanah tetapi hanya sampai mata kaki.

    Mereka yang mengatakan wajah dan tangan boleh tidak ditutupi menggunakan dalil:

      Riwayat Ya'qub bin Ka'b Al Anthaki dan Muammal Ibnul Fadhl Al Harrani - Al Walid - Sa'id bin Basyir - Qatadah - Khalid - Ya'qub bin Duraik - 'Aisyah berkata bahwa Asma binti Abu Bakr masuk menemui Rasulullah SAW dengan mengenakan kain yang tipis, maka Rasulullah SAW pun berpaling darinya. Beliau bersabda: "Wahai Asma`, sesungguhnya seorang wanita jika telah baligh tidak boleh terlihat darinya KECUALI ini dan ini -beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya-." Abu Dawud berkata, "Ini hadits mursal. Khalid bin Duraik belum pernah bertemu dengan 'Aisyah" [Abu dawud no. 3580]

    Anda dapat melihat sendiri bahwa hadis ini dhaif alasannya di samping isnadnya terpurus, juga dari rantai perawi Said bin Basyir al Azdi (atau Said al Basri) Abu 'Abd Al Rahman walaupun beberapa ulama hadis menyatakan dia thiqah (dapat di percaya) namun Ahmad, Ibn Ma’een, Ibn al-Madeeni, al-Nasaa’i, al-Haakim dan bahkan Abu Dawood sendiri menyatakan ia: Da’if (lemah). Muhammad bin ‘Abd-Allaah bin Numayr: Hadis darinya ditolak dan bernilai, dan ia tidak kuat dalam hadis. Ia menyampaikan laporan munkar dari qatadah. Ibn Hibaan: Ingatannya buruk dan membuat kesalahan fatal. Al-Haafiz ibn Hajar: Da'if [Fataawa al-Lajnah al-Daa’imah, Majallat al-Buhooth, 21/68. Detail alasan lain, lihat di sini].

    Untuk fatwa bahwa harus tertutup seluruh tubuh bukan cuma wajah namun termasuk tangan (dan kuku jari), lihat fatwa no. 103669, 45869, 11774, 21536 dan 12327.

    Walaupun demikian, tetap saja ada yang menentang, misalnya Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi, yang bahkan menyatakan Al-Azhar akan melarang para siswinya memakai cadar.

    Terkait dengan hal tersebut, 'bayan' Majlis Tinggi Al-Azhar (al-Majlis al-A'la li al-Azhar) menyatakan:

      Pendapat yang mewajibkan cadar adalah pendapat yang aqaliyyah (minoritas) dalam blantika khazanah fatwa fikih, sementara pendapat jumhur ulama menegaskan jika cadar tidak wajib, dan wajah perempuan bukanlah aurat.[Swaramuslim]

    Apakah ada perintah cadar [niqab] harus hingga menutupi muka ada tercantum di Qur'an?

      berdasarkan keterangan-keterangan di atas, Perintah pemakaian cadar [niqab] sebagai penutup muka tidak ditemukan di Qur’an dan Hadis. Juga ngga ada ulama mengutip bahwa khimar seharusnya menutupi seluruh wajah wanita. Jika Allah bermaksud demikan, tentunya Imam Qurtubi dan Ibn Kathir pastinya akan mengatakannya
Apa arti aurat?

    "Dalam sejarah Aceh, Cut Nyak Dien saja tidak memakai jilbab. Jilbab adalah budaya untuk masyarakat Aceh," tegas sang Bunda membela putrinya. [cuplikan berita Putri Aceh, Qory, yang menjadi Putri Indonesia 2009 dan tidak memakai Jilbab, lihat selengkapnya di: Matabumi]

    ‘awrah berasal dari ‘ayn-wâw-râ’. ‘awira / ya‘waru, artinya sebelah mata'. turunan lainnya arti ‘awwara / yu‘awwiru: rusak, cacat, kotor, tidak sempurna, dan lain-lain. Arti ‘awrah sendiri adalah tidak sempurna, kesalahan, kemaluan wanita, kemaluan, kelemahan, titik lemah.

    Bahasa Arab lain untuk wanita adalah imra’ah, nisâ’; Dalam bahasa urdu arti aurat adalah wanita; Bahasa persia: zan; Bahasa sanskrit: strî /mahilâ.

    Hukum Islam memakai arti kemaluan wanita sebagai bagian dari tubuh yang harus ditutupi untuk batas kesopanan. Batas ditutupi tersebut berbeda untuk laki dan perempuan.

    Perlu digaris bawahi sekali lagi bahwa arti semantiknya justru adalah cacat, kelemahan, kelainan [cacat]

    Hadis Bukhari merekam latarbelakang turunnya AQ 33.59 saat perkawinan Nabi dan Zainab [mantan istri anak angkat Nabi, zaid], di mana Umar meminta nabi agar Istri-istri nabi ber-jilbab adalah karena Umar hampir salah target ketika berburu perempuan untuk melampiaskan hasratnya dan ternyata perempuan yang di ikutinya itu, Saudah, istri nabinya sendiri.


Burka:
Burqa (juga ditulis burka atau burqua) (bahasa Arab: برقعة, burqʿah) adalah sebuah pakaian yang membungkus seluruh tubuh yang dikenakan oleh sebagian perempuan Muslim di Afganistan, Pakistan, dan India utara.

Kini pakaian ini jarang terlihat dikenakan di luar Afganistan. Burqa dikenakan menutupi pakaian sehari-hari (seringkali pakaian panjang atau salwar kameez) dan dilepaskan ketika si perempuan kembali ke rumahnya ke tengah keluarganya.

Sebelum Taliban merebut kekuasaan di Afganistan, pakaian ini jarang dikenakan di kota-kota.

Pada masa pemerintahan Taliban, kaum perempuan diwajibkan mengenakan burqa setiap kali mereka tampil di tempat umum.

Pakaian ini tidak diwajibkan oleh rezim Afganistan sekarang, tetapi dalam keadaan yang serba tidak pasti saat ini, banyak perempuan yang memilih mengenakan burqa untuk amannya.


Burqini dan Hijood:
Burqini adalah sejenis pakaian renang (bikini) yang dirancang oleh seorang keturunan Lebanon-Australia Aheeda Zanetti menurut model busana burqa.
Setelan ini cukup untuk menutupi bagian tubuh yang disebut sebagai aurat bagi muslim, namun juga cukup ringan untuk memungkinkan berenang.

Digambarkan sebagai pemecahan sempurna terhadap wanita muslim yang mau berenang tetapi tak enak dengan apa yang "ditampakkan" pakaian renang.

Nama burqini portmanteau (peleburan kata) dari burqa dan bikini. Baju renang hasil disain Zanetti memang menimbulkan kontroversi di Australia, Namun mendapat dukungan dari ulama terkemuka di Australia, Syaikh Taj Aldin al-Hilali.

Pelari jarak pendek 200 M Bahrain, Ruwaya Al Ghasara [rangking 7 dunia], pemenang emas Asian Games in Doha, 2006 berlomba memakai Hijood [hijab" and "hood", kerudung] buatan Australia.


Kepiawaian Pria Taliban memilih Jodoh
Lihat gambar lucu disamping ini, silakan simak bagaimana mungkin pria taliban bisa mengenali wanita yang menjadi jodohnya.

Kelihatannya diperlukan "indera" khusus untuk memilih dan memastikan tanpa melihat wajahnya sama sekali.

Tidak semua laki-laki mampu, bukan?! hehehehe

Semoga semua orang dapat melihat bahwa bukan perempuan dan juga pakaian perempuan yang memicu nafsu namun pikiran yang memicunya.

Seberapa genting "Aurat tak tertutup" dan "Perjinahan" itu mengakibatkan "masuk neraka"?
    Diriwayatkan Abu Dhar:
    Nabi mengatakan, "Jibril mengatakan kepada-ku, 'siapapun yang wafat tanpa memuja tuhan lain selain allah, maka ia akan masuk surga."
    Nabi bertanya, "bahkan jika ia melakukan hubungan seksual illegal atau mencuri sekali-pun?"
    Jibril menjawab, "bahkan itu sekalipun" [Bukhari 4.54.445, 9.93.579]
Hadis diatas sudah sangat menjelaskan bahwa apapun "dosa"-nya, bisa dimaafkan kecuali tidak menyembah Allah! Jika ini benar, maka apa pentingnya lagi pakaian-pakaian ini ngotot diurusi sedemikian melitnya?

48 comments:

  1. Saya baru menemukan arti Aurat, ternyata artinya adalah WANITA!

    [http://vikki76.sulekha.com/blog/post/2006/11/dont-say-aurat-to-woman.htm]:

    Don't say "‘aurat"
    In Persian and Kurdish, the word ‘awrat has been used to mean 'woman'. In Persian, this use of the word is uncommon and a bit archaic. But In Urdu, ‘aurat is practically the only way to say 'woman'. Although it comes from the Arabic word ‘awrah, this word is not used to mean 'woman' in Arabic.

    The original Arabic word ‘awrah comes from the root ‘ayn-wâw-râ’. The basic verb of this root, ‘awira / ya‘waru, means 'to be blind in one eye, to be one-eyed'. One derived verbal form of this root is ‘awwara / yu‘awwiru 'to deprive of one eye; to damage, mar, spoil'. Some nouns derived from this root meaning are ‘awâr 'fault, blemish, defect, flaw, imperfection' and a‘war (m.) ‘awrâ’ (f.) 'one-eyed'.

    The word ‘awrah itself means 'defectiveness, faultiness, deficiency, imperfection; pudendum, genitals; weakness, weak spot'. As a technical term in Islamic law, the extended sense of 'pudendum' has been defined to mean the part of the body that must be covered for the sake of basic decency: for men, from the navel to the knees, and for women, the whole body except for the face, hands, and the feet. Some Muslim jurists over the centuries, with no justification in the sources of Sharî‘ah, increased the definition of woman's ‘awrah to mean the entire woman, with nothing excepted. This fit in with the institution of "purdah" which restricted women to their homes and made them cover their faces. One ruling of the veil, applied in some Arab countries, said that women had to cover one eye and leave the other uncovered to see with (which directly goes back to the original meaning of having only one eye).

    The view of woman as nothing more than something to be completely covered explains how the meaning of the word ‘awrah became transferred from a bodily defect to the very identity of Woman herself. It is a reflection of the social status of woman in India, confined to purdah and completely veiled, that in Urdu Woman can only be spoken of as "she whose entire being is veiled." But what is worse is the original semantic implication still underlying this word: defect, deformity, weakness. It wrongs all womankind to designate them with such a derogatory term. The language we use affects the way we perceive reality. Calling Woman a "defect" is a putdown that continually lowers her social and even existential status. To give women the respect they deserve, Urdu speakers need to stop calling them "‘aurat" and use another word. Given the rich resources from which Urdu draws its vocabulary, that would not be at all difficult. We could use Arabic imra’ah, nisâ’; or Persian zan; or Sanskrit strî or mahilâ. Anything would be better than the present word ‘aurat. Since Persian is the source of most respectful words in Urdu, zan would probably be the best choice. It would then parallel the use of the Persian word mard meaning 'man'. Zan comes from the Proto-Indo-European root *gwen- which also produced Greek gunê and English queen.

    Arti aurat adalah cacat, rusak! yang kemudian diperluas menjadi wanita!

    Jadi, menutupi aurat adalah menutupi wanita, dari ujung keujung, hingga matapun tidak boleh tidak!..

    wow!

    ReplyDelete
  2. Wirajhana said; Hadis Bukhari Volume 4, Book 54, Number 445:
    Diriwayatkan Abu Dhar:
    Nabi mengatakan, "Jibril mengatakan kepada-ku, 'siapapun yang wafat tanpa memuja tuhan lain selain allah, maka ia akan masuk surga."
    Nabi bertanya, "bahkan jika ia melakukan hubungan seksual illegal atau mencuri sekali-pun?"
    Jibril menjawab, "bahkan itu sekalipun" [juga di Hadis Bukhari Volume 9, Book 93, Number 579] Hadis diatas sudah sangat menjelaskan bahwa apapun "dosa"-nya bisa dimaafkan kecuali tidak menyembah Allah!

    Jika demikian, maka apa pentingnya pakaian-pakaian ini ngotot diwajibkan dan di urusi sedemikian melitnya, toh?

    Mengomentari sebagian artikel anda itu;Yang dimaksud hadist diatas adalah "bagi orang yang tidak MEN DUA KAN ALLAH SWT(syirik)".SYIRIK=Dosa besar yang tidak diampuni dan kekal dineraka.
    Sedangkan dosa lain yang disebutkan dalam hadist itu adalah dosa yang bisa diampuni jika "ia bertobat"dan tidak mengulanginya.Jika ia tidak bertobat maka ia harus menjalani hukuman dineraka sesuai dengan dosa-dosanya(tidak kekal dineraka).
    Begitu juga halnya dengan wanita-wanita muslim diwajibkan untuk mengenakan jilbab,apabila tidak maka itu adalah perbuatan dosa walaupun dosa yang bisa diampuni.
    Saran saya kepada anda untuk tidak menggunakan atau memakai suatu hadist atau ayat-ayat AL-QUR'AN"tidak pada pokok persoalannya"
    Tidak semua orang bisa "menafsirkan" arti dari ayat-ayat AL-QUR'AN dan hadist.Bahkan dari kaum muslim sekalipun.Wasallam

    ReplyDelete
  3. Dear Mansyah,
    Terima kasih telah mampir, selain dari sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 445 dapat di baca di Sahih al-Bukhari, Volume 7, Book 72, Number 717, cuplikan bagian akhirnya adalah:

    "This is at the time of death or before it if one repents and regrets and says ‘None has the right to be worshipped but Allah’, he will be forgiven his sins."

    Jika anda perhatikan, kalimat yang ditekankan adalah memuja hanya Allah SAW sebagai indikator satu-satunya masuk Surga/tidak di Islam

    Apapun bisa di lakukan pokoknya selama ia memuja 1 allah saja sebelum mati..maka ia terhindar dari neraka

    Itulah esensinya tidak yang lain.

    Salam.

    ReplyDelete
  4. Dear Wirajhana Eka,
    Dihadist dikatakan"...masuk surga..." bukan "terhindar dari neraka" artinya dosa apapun yang dibuat oleh umat manusia kecuali dosa kerena "syirik" akan masuk surga tapi dia harus menerima ganjaran dosanya dulu dineraka.Dan bisa saja dia terhindar dari neraka apabila dia sempat"bertobat" dan tidak mengulanginya.
    Mudah-mudahan bisa dimengerti.
    Wasallam

    ReplyDelete
  5. Dear Mansyah
    Ya anda benar yang tertulis kalimat masuk surga dan juga tidak tertulis "harus menerima ganjaran dosanya dulu dineraka"


    Apapun dosanya hingga mati pokoknya selama menyembah 1 allah bukan yang lain..he will be forgiven his sins...akan masuk surga..

    salam

    ReplyDelete
  6. Dear Wirajhana Eka,
    Kerana anda hanya berpatokan pada hadist tentang dosa "syirik".Kenapa saya mengatakan "harus menerima ganjaran dosanya dulu dineraka" kerena topik yang kita bahas adalah masalah jilbab yang bukan dosa syirik.Sebelumnya juga sudah saya katakan"Saran saya kepada anda untuk tidak menggunakan atau memakai suatu hadist atau ayat-ayat AL-QUR'AN"tidak pada pokok persoalannya"
    Tidak semua orang bisa "menafsirkan" arti dari ayat-ayat AL-QUR'AN dan hadist.Bahkan dari kaum muslim sekalipun".
    Tapi begini saja pak... sebagai orang yang meyakini adanya Tuhan dan tentu kita tahu bahwa Tuhan itu MAHA KUASA,MAHA TAHU...dan MAHA SEGALANYA.
    Dan tentu bapak juga tahu adanya "Perintah dan Larangannya".Dan kalau Tuhan membiarkan hambanya bebas untuk berbuat dosa dan akan tetap langsung masuk surga mau jadi apa dunia ini.Jadi kacau pak...tidak ada lagi kedamaian.Padahal setahu saya tidak ada sifat Tuhan atau nama Tuhan itu MAHA PENGACAU.
    Wasallam

    ReplyDelete
  7. Dear Mansyah,
    Oke bos, up to you lah...dari hadis itu saya membaca dengan satu arti yang jelas:

    Siapapun ia [bahkan yang melakukan hubungan seksual illegal atau mencuri sekali-pun] wafat tanpa memuja tuhan lain selain allah, maka ia akan masuk surga

    sangatlah jelas...buat apa repot2 lagi soal bikini/jilbab..lha wong zina aja masuk...

    salam

    ReplyDelete
  8. Dear Wirajhana,
    Saya berbicara jilbab kerena menghormati anda,kerena judul yang saya baca diatas adalah " jilbab dan bikini..." yang notabene andalah yang menulis. Atau mungkin saya salah baca dan jika boleh saya kutip sebagian tulisan anda "Jika demikian, maka apa pentingnya pakaian-pakaian ini ngotot diwajibkan dan di urusi sedemikian melitnya, toh?"
    Tapi kalau anda bersikeras dengan pendapat anda silahkan.
    Tapi tolong perhatikan kembali hadist yang bapak tulis"Nabi mengatakan, "Jibril mengatakan kepada-ku, 'siapapun yang wafat tanpa memuja tuhan lain selain allah, maka ia akan masuk surga." (dia tidak syirik)
    Nabi bertanya, "bahkan jika ia melakukan hubungan seksual illegal atau mencuri sekali-pun?"(seksual illegal atau mencuri bukan dosa syirik)
    Jibril menjawab, "bahkan itu sekalipun"(jelas masuk surga tapi tergantung apakah dia bertobat atau belum).
    Makanya saya bilang sebelumnya anda memakai hadist tidak pada pokok persoalannya.
    Kalau kita berbicara "SATU ARTI YANG JELAS"...Oke bos, up to you lah...dari hadis itu saya membaca dengan satu arti yang jelas:...
    Saya mengatakan TAFSIR bukan arti;"Tidak semua orang bisa "menafsirkan" arti dari ayat-ayat AL-QUR'AN dan hadist.Bahkan dari kaum muslim sekalipun."
    Kalau boleh saya bertanya apakah Nabi Adam AS dan Siti Hawa diturunkan kebumi hanya gara-gara makan BUAH KHULDI(arti),tolong tafsirkan apa itu BUAH KHULDI.
    Wasallam

    ReplyDelete
  9. Dear Mansyah,
    Hadis yang di atas itu mencakup 2 hal, yaitu Manusia berdosa bisa masuk surga, diantara dosa itu batasannya cuma 1 yang TIDAK dimaafkan yaitu jika menyembah bukan ALLAH SWT!

    Kebetulan di hadis itu memuat dosa ZINA..dan orang dengan DOSA itupun tetep masuk sorga selama sipelaku Zina tetep nyembah 1 Allah, yaitu ALLAH SWT!

    Nah, jika Zina aja bisa masuk surga..apalagi cuma make bikini?!

    Nah itulah mengapa saya tuliskan, "
    Jika demikian, maka apa pentingnya pakaian-pakaian ini ngotot diwajibkan dan di urusi sedemikian melitnya, toh?"

    Faktanya hadis sahih saja bicara itu, koq?!

    salam..

    ReplyDelete
  10. Dear Wirajhana Eka,
    KATA ANDA;
    Hadis yang di atas itu mencakup 2 hal, yaitu Manusia berdosa bisa masuk surga, diantara dosa itu batasannya cuma 1 yang TIDAK dimaafkan yaitu jika menyembah bukan ALLAH SWT!

    Jawab;
    Anda Betuuuuuuuul.
    ------------------------------------------------
    Kebetulan di hadis itu memuat dosa ZINA..dan orang dengan DOSA itupun tetep masuk sorga selama sipelaku Zina tetep nyembah 1 Allah, yaitu ALLAH SWT!

    Nah, jika Zina aja bisa masuk surga..apalagi cuma make bikini?!

    Kata saya;
    Anda Betuuuuuuuul.
    ------------------------------------------------
    Nah itulah mengapa saya tuliskan, "
    Jika demikian, maka apa pentingnya pakaian-pakaian ini ngotot diwajibkan dan di urusi sedemikian melitnya, toh?"

    Jawab;
    Seorang muslimah yg tdk memakai jilbab artinya berbuat suatu dosa(bukan dosa syirik)

    Contoh(ilustrasi);
    1)Pagi2 sekitar jam 07.30 saya mau keKANTOR,tiba2 TEMAN saya telpon dan bilang :"Mau engga ada BISNIS bagus nih? Kamu ketempat SI ANU dulu ambil PATUNG kemudian bawa ketempat SI ANI". Akhirnya saya TIBA diKANTOR jam 10.00 gara-gara BISNIS itu,padahal biasanya jam 07.55.
    Ket:-*BISNIS = DOSA

    Berbisnis atau tidak berbisnis tetap TIBA diKANTOR.Tapi bila berbisnis terlambat masuk kantor.

    Wassalam

    ReplyDelete
  11. Dear Mansyah,
    Jika anda bisa membaca..anda pasti tau bahwa contoh anda merupakan persepsi sepihak anda yang melebih2kan dari yang dimaksudkan dalam hadis, karena hadis di atas..tidak mengindikasikan MAKSUD bahwa akibat dari mencuri dan jinah namun tetep nyembah Allah mengakibatkan terlambat masuk surga..

    sesimple itu, koq..

    ReplyDelete
  12. haa haaa haaa haaaaa. makin kelihatan begoonya. Pelajari dulu apa itu arti "menyekutukan/dosa syirik" itu! Makanya jgn sok tahu ttg agama orang lain, urusin aja agama kamu yg aneh itu. Makin konyol aja nih kamu.
    Kalau manusia berani melanggar larangan Allah, ini artinya sudah takut dgn hal lain yg membua ia berani dengan Allah, artinya sudah menyekutukan Allah.

    ReplyDelete
  13. M oon,
    nanya ama yang pinteran dikit gih..biar ngga oon banget..

    Dear all,
    Gw punya Quis:

    Jika ada MAHLUK yang mengatakan/mengakui sbb:

    BUMI tidak berbentuk bulatan namun datar,
    Matahari mengelilingi BUMI,
    Bintang alat pelempar setan,
    Bulan, Bintang, matahari saat kiamat nyebur ke laut..
    Menyatakan BULAN terbelah tapi terbukti tidak

    Panteskah mahluk ini disebut cerdas?
    Panteskah mahluk ini diakui sebagai tuhan?

    Kemudian setujukah anda jika para si penyembah mahluk di atas adalah orang2 yang Idiot?

    Silakan jawab dengan jujur..waktu kalian seumur hidup.

    ReplyDelete
  14. Dear Wirajhana Eka,

    Kata anda;
    [..,karena hadis di atas..tidak mengindikasikan MAKSUD bahwa akibat dari mencuri dan jinah namun tetep nyembah Allah mengakibatkan terlambat masuk surga..

    sesimple itu, koq..

    Jawab;
    Itu kerena anda tidak ada ilmunya.Dan anda hanya berpatokan hanya pada satu hadist. Tidak pada hadist yang lain yang lebih jelas dan menjelaskan hadist itu terus. Logikanya,seandainya berbuat dosa(bukan syirik) tidak menghalangi untuk langsung ke sorga, maka umat Islam akan beramai-ramai berbuat dosa.
    Sudahlah pak,ulama kami lebih tahu dari pada anda kerena itu bidang mereka.

    Wassalam

    ReplyDelete
  15. Dear wirajhana Eka,
    Untuk menjawab kuis anda tidak perlu seumur hidup.
    1)BUMI tidak berbentuk bulatan namun datar,
    Matahari mengelilingi BUMI,
    Jawab;
    Itu kalau anda yang mengartikan dan mentafsirkan dan menjelaskannya(AL-QUR'AN).

    2)Bintang alat pelempar setan,
    Bulan, Bintang, matahari saat kiamat nyebur ke laut..
    Jawab;
    Planet itu bertabrakan dulu baru jatuh kelaut
    (kecuali bagi ahli tafsir idiot seperti anda)

    3)Menyatakan BULAN terbelah tapi terbukti tidak
    Jawab;
    Itu kekuasaan ALLAH bagaimana mau dibandingkan dengan ilmu mu yang cetek.

    4)Panteskah mahluk ini disebut cerdas?
    Panteskah mahluk ini diakui sebagai tuhan?
    Jawab:
    Rupanya anda pintar membuat pertanyaan untuk diri anda sendiri.

    4)Kemudian setujukah anda jika para si penyembah mahluk di atas adalah orang2 yang Idiot?
    Jawab;
    Anda lebih tahu kerena anda juga bertetangga berteman dgn mereka(bersosialisasi). Alangkah lebih idiotnya orang yang mau bergaul dengan orang idiot.

    Gampaaaaaaaaaaaaaang!!!!! Apa masih ada ?

    ReplyDelete
  16. Dear Mansyah,
    Anda:
    Itu kerena anda tidak ada ilmunya.Dan anda hanya berpatokan hanya pada satu hadist. Tidak pada hadist yang lain yang lebih jelas dan menjelaskan hadist itu terus. Logikanya,seandainya berbuat dosa(bukan syirik) tidak menghalangi untuk langsung ke sorga, maka umat Islam akan beramai-ramai berbuat dosa.
    Sudahlah pak,ulama kami lebih tahu dari pada anda kerena itu bidang mereka.

    Saya:
    Hahahaha..jika perlu hadis2 lain..buat apa repot2..bahkan dari sebelum Muhammad lahir..tidak semua orang mau melakukan jinah dan mencuri

    cuma Islam saja mempunyai cara sendiri untuk menghalalkan caranya..pokoknya apapun dosanya selama menyembah Allah..masuk surga!

    Tidak mengherankan para pembunuh biadab itu dalam menjalankan aksinya selalu meneriakan Allahuakbar!

    ***

    Kemudian tentang Quis,
    Hahahahaha..Padahal ngga ada tuh saya menuliskan/merujuk kata "ALLAH" di quis tsb..dan anda malah merujuk dan memadankan mahluk itu sosok Allah ya...Hahahahahaha..bener2 konyol..hahahaha

    Untuk Bumi itu tidak bulat, bumi tidak bergerak ya bacalah:
    "Evidence that the Earth is Standing Still.", Pengarang: Sheikh Abdul Aziz Ben Baz, Editor: Islamic University of Medina, tahun: 1395 AH [1975 Masehi], kota: Medina, Saudi Arabia, Hal. 23 dan

    Kemudian,
    AL-ADILLA AL-NAQLIYYA WA AL-HISSIYYA `ALA JARAYAN AL-SHAMSI WA SUKUNI AL-ARD ["The Transmitted and Sensory Proofs of the Rotation of the Sun and Stillness of the Earth"], Ia menyatakan:
    THE EARTh WAS FLAT and DISK-LIKE and that THE SUN REVOLVED AROUND IT
    [http://www.sunnah.org/history/Innovators/ibn_baz.htm]

    Ibn_Baz adalah buta sejak kecil..dan ia HAFAL qur'an dan HADIS..Jadi Isi AQ yang sebenar2nya ia tau tanpa terkontaminasi ilmu sains kafir

    Matahari mengelilingi Bumi, bacalah:
    Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah

    Tertulis fatwa dari: Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin, Tokoh Ahlus Sunnah dari Unaizah ini Dilahirkan di kota Unaizah tanggal 27 Ramadhan 1347 H (1927)- meninggal 15 Syawal 1421 H (10 Januari 2001) dalam usia 74 tahun. Belajar Al-Qur’an dari kakeknya dari ibunya yaitu Abdurrahman Bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah. Guru utama beliau yang pertama adalah Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di, Guru kedua Beliau adalah Abdul Aziz Bin Baaz.

    Ketika Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di wafat, beliau menggantikan sebagai imam masjid jami’ di Unaizah dan mengajar di perpustakaan nasional Unaizah disamping tetap mengajar di ma’had Al Ilmi. Kemudian beliau pindah mengajar di fakultas syari’ah dan ushuludin cabang universitas Al Imam Muhammad Bin Su’ud Al Islamiyah di Qasim. Beliau juga termasuk anggota Haiatul Kibarul Ulama di Kerajaan Arab Saudi. Beliau telah menulis 42 Buku.

    Tentang Bintang sebagai pelempar setan, bacalah yang Qatadah fatwakan dalam tafsir Ibn Kathir surat 67:1-5

    Mengenai bintang bulan dan matahari nyempulung ke Laut saat kiamat..bacalah Komentar surat 81:1 yaitu dari Rabi' Ibn Khaitham; catatan dalam Sahih Bukhari yang berasal dari Sayyidna Abu Huharirah, Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya dan Abush-Shaikh

    Seharusnya orang2 pintar pasti mikir bahwa matahari dan Bintang jika pun benar mendekati bumi dan sebelum nyemplung..maka lautan pun sudah kering!

    Bulan tidak pernah terbelah dan terbukti hanya bualan ketika akhirnya K.O di konfrontasi oleh ilmu2 manusia saat ini.

    Makanya ajaib juga..koq bisa ya mahluk ngga cerdas itu..anda segera padankan dengan Allah

    Hahahahahaha...emang bener mudah sekali dan ngga perlu seumur idup menjawab bahwa mahluk itu sangat tidak cerdas, bukan tuhan dan tidak pantas di sembah.

    Sekarang, sudah jelas, kan..yang idiot itu siapa?

    Hahahahahahaha..

    ReplyDelete
  17. haa haa haaa haaa makin desperate aja nih, haaa haaa haaa haaa

    untuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!

    download ebook ttg kebenaran qur'an di ebook jar disini: http://answering-ff.org/board/post137550.html?hilit=e%20book#p137550

    xii xiii xiii menyembah dewa jin matahari alias surya dan menyembah pohon beringin, perempatan jalan, bahkan tikus dan sapi, dll sesama mahluk ciptaan tuhan kok ilmiah hii hiii hiii hiiih.

    ReplyDelete
  18. Dear Moon,
    Malu ngejawab Quiznya ya..hahahaha..bukannya menjawab lantas membual spt ini:

    untuk bisa memahami dengan cepat apa maksud kandungan dari suatu ayat itu selain keahlian dlm bahasa arab kuno, juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain yg mendukung. contoh: ilmu kedokteran, akuntansi, astronomi, pertanian, geografi, sejarah, ekonomi dll shgdpt dgn mudah dan cepat memahami makna ayat itu secara tepat!

    Saya:
    Hahahahaha..dogol dan munafik!

    ..Muhammad sudah menjelaskan setiap ayat AQ dan didengar oleh rashidun, sahabat..tertuang dalam bentuk Hadis!

    BUKTI maha pintar Allah dengan ilmu yang diturunkan berupa AQ dan sunatullah TELAH di presentasikan dengan sangat baiknya oleh Ibn Baaz!

    Ia infeksi mata di usia 16 dan buta total di usia 20, Ia kemudian belajar bahasa Arab dan sains Islam termasuk penafsiran Qur’an, Sunnah Nabi (saw), Yurisprudensi dan Sejarah Islam hingga tidak ada satupun kitab Islam yang tidak dipelajarinya dengan demikian ia menjadi pakar besar dan dihormati diseluruh Saudi. Tidak ada sains dalam Quran dan hadis yang tidak ia pelajari. Ibn Baz adalah ‘Quran & hadis Berjalan’.

    Ia kemudian menjelaskan mengenai bentuk Bumi yang datar seperti disket, tidak bergerak dan menjadi pusat perputaran matahari!

    Subhan'Allah!

    Allah telah menunjukan kebesarannya! lewat kebutaan ABDUL AZIZ BIN BAZ..Ia LURUSKAN KEMBALI kemurnian ilmu-ilmu asli ISLAM yang suci dari ilmu2 kafir!

    Lantas asal-usul Ilmu-ilmu kafir itu dari mana?

    David E. Duncan, The Calendar, Fourth Estate, London, 1999, pp.150-210 menulis sebagai berikut:

    Pada tahun 773, sekitar 250 tahun setelah kematian Aryabhat (476-550). Suatu delegasi diplomat tiba dari dataran rendah lembah sungai Indus di Ibukota Arab yang baru yaitu Bagdhad. Berpakaian sutra dengan warna cerah, memakai sorban dan dihiasi permata.

    Tiba di luar gerbang kota Al-Mansur (754-775) yang indah, utusan khusus ini membawa seorang ahli astronomi bersama mereka, Kanaka, seorang ahli menenai gerhana, Ia membawa kumpulan kecil pustaka tentang Astronomi India untuk diberikan kepada sang Khalifah, termasuk didalamnya adalah Surya Siddhanta, karya Brahmagupta dan karya Aryabhata. Tidak banyak yang diketahui tentang Kanaka.

    Referesi pertama yang diketahui tentang Kanaka ditulis sekitar 500 tahun kemudian oleh seorang sejarahwan Arab yang bernama Al-Qifti

    Menurut Al Qifti, sang khalifah begitu terpesonannya dengan pengetahuan yang terdapat di tulisan-tulisan bangsa India. Ia kemudian memerintahkan untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa arab dan kemudian dinamakan ‘Sindhind yang besar’ (Sindhind adalah kata Arab untuk kata sangsekertanya Siddhanta).”

    Dimana kemudian Mereka (Arabia) pergi ke eropa yang Kristen melalui syria, dan kemudian menduduki spanyol.

    Pada tahun 1126 Sindhind diterjemahkan kedalam bahasa latin.

    Ini merupakan satu di antara lusinan document penting yang memberikan kontribusi pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendorong eropa pada era modern” tambah Duncan

    … Ketika para penduduk Baghdad mengetahui dari karya Aryabhata bahwa bumi itu Bulat dan berdiameter 8316 mil, berputar pada porosnya. Banyak dari mereka yang kemudian mempercayainya dan berkeinginan juga untuk mengukurnya sendiri.

    Inspirasi yang sama membawa mereka para penduduk Abbasid untuk mengembangkan eksperimen-eksperimen.

    ***

    Demi Allah yang berbentuk batu yang di kelilingi, disembah, di shalati! Ekspansi dan penyeberannya dilakukan dengan melakukan pembantaian, pengambilan paksa harta dan wanita atas nama Allah batu sambil meneriakan, "Allahuakbarrr..Allahuakbarrr!"

    Subhan'Allah!

    P.s: Ayo dong jawab Quiznya..Tanggapi dengan reference..kalo cuma mampu memaki, mencela sih anak2 TK juga bisa..Tapi susah juga kali ya..khas muslim sejati..selalu tanpa pengetahuan namun sok tahu..

    ReplyDelete
  19. Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.

    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.

    ReplyDelete
  20. M oon,
    Anda:
    Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu.

    Saya:
    Wah jadi kalo malu menjawab..quis mudah ini jadi sampah buatmu ya..hahahahaha..ato mungkin kamu dah ngira2 idiotnya penyembah tuhan2 seperti itu, tul ngga?!

    Anda
    Manusianya yg bodoh tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan, haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    Saya:
    Wah maksud anda Ibn Baaz, dan semua periwayat yang mendengar nabi mengucapkan itu di tafsir tentang itu bodoh? wah saya sepakat abis bung!

    Anda:
    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    Saya:
    Apa nya yang benar? Dari dulu Manusia dah tau tuh bumi berbentuk bulatan, berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari, bintang bukan alat pelempar setan dan ia adalah matahari juga, bulan tidak pernah terbelah..

    sejak Allah lewat AQ mengatakan..lantas yang benar jadi salah..eh kemudian mereka dapet contekan kitab2 India dan yunani..membuat para orang barat pintar..eh baru ketahuan konyolnya AQ setelah di demonstrasikan orang buta abad 20 yang fasih abis AQ dan HADIS..untung dia buta jadi ngga terpengaruh sains kafir..jadi bisa mempertunjukan keaslian sains Islam....hahahahaha...Allah koq kalah ama anak tk...hahahaha

    Anda:
    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-lain manusia aja, hiii hiii hii hiih..

    Saya:
    Koq diperempatan jalan di sembah? yang aneh itu batu kotak hitam dan hajar aswad disembah..buang2 uang jauh2 cuma nyembah itu...itukah tuhan? hahahahahaha...kesian amat ya..udah maki2 tuhan lain eh..ternyata tuhannya batu juga..

    hahahahahaha

    ReplyDelete
  21. Hah??? ngapain malu, quiz sampah begitu, haaa haaa haa haaa. Manusianya yg bodoh,terbatas pengetahuannya dan perkembangan tehnologinya, tidak bisa mengartikan ayat, kok tuhan yg disalahkan.

    cuma gara-gara segelintir manusia yg tidak bisa membaca ayat qur'an dgn benar, tidak lantas mengurangi kebenaran qur'an yg telah terbukti dengan sendirinya satu-persatu sesuai kemajuan perkembangan tehnologi yg bisa dicapai manusia dari jaman ke jaman, bagi manusia yg berpikir bisa tahu itu.

    haaa haa haaa haaa, nyampah aja lu bisanya...

    tuh yg mustinya malu tuh kamu, perempatan jalan kok disembah-sembah, mana penjelasan ilmiahnya? pohon pun disembah-sembah, malu-maluin manusia aja, hiii hiii hii hiih..bego dipiara.

    gih belajar dulu, apa arti kiblat (beda dgn ngasih sajen makanan ke perempatan jalan&pohon xiii xiii xiii xiiiii), arti dosa syirik, dll nah baru deh belajar ttg ayat2 qur'an, dgn otak yg digunakan untuk berpikir, bukan dr asal ngikut pa kata asal orang arab, asal hapal ini hapal itu, dll tanpa disertai pengetahuan ttg ilmu terkait yg mendukung, para pakar astronomi jepang pun sdh mengakui ketepatan qur'an, makanya download tuh e-book jar di link di atas, biar gak bego-bego amat lu. Cieh, perempatan jalan kok disembah,lol!

    ReplyDelete
  22. moon,

    Kiblat?
    hahahahaha..gara2 orang yahudi protes memakai tatacara yahudi tapi nyembah batu ratapan..eh muhammad ngga mau kalah dia pilih batu lainnya untuk disembah...
    hahahaha..ilmiah?
    hahahahah

    Perempatan jalan di sembah? hahahahaha..tau ngga mereka ngapain? hahahahaha..ngga berpengetahuan masih aja komentar...sementara pindah nyembah kirain kemana..ternyata dari batu tembok menjadi batu kotak...hahahaha
    ilmiah

    hahahahahahahahahahahahaha...tolol.

    Anda:
    nah baru deh belajar ttg ayat2 qur'an, dgn otak yg digunakan untuk berpikir, bukan dr asal ngikut pa kata asal orang arab, asal hapal ini hapal itu, dll tanpa disertai pengetahuan ttg ilmu terkait yg mendukung.. biar gak bego-bego amat lu.

    Saya:
    Udah tuh Ibn Baaz..ia hafal hadis dan qur'an..eh malah bertentangan sama sains...koq malah bego banget?

    Ilmu kafir koq malah lebih pinter..eh koq malah di mirip2in...hahahahahahaha..

    Teknologi semaju ini..hasil dari sains ISLAM adalah bumi datar? bintang alat pelempar setan? tuhan lagi yang ngomong...hahahahaha tuhan koq kalah ama anak tk sih

    kaya gini mo disembah...bener2 idiot.

    ReplyDelete
  23. ngapain emangnya pohon dan perempatan jalan disembah-sembah, buang2 makanan,pohon &jalanan dikasih makanan manusia,lol, jelas-jelas kamu nggak ngerti apa itu arti kiblat, dll, makanya jgn sok tahu ttg agama orang lain, urus aja agama kamu yg aneh itu, jadi bisa bedain, mana jin, mana tuhan. CPD ngomong ama idiot.

    ReplyDelete
  24. Moon,
    kata siapa perempatan jalan disembah dan pohon disembah? cari tau dulu gih biar komentarmu mutu

    Nah tentang kiblat, jelas tau dong:
    Gara2 orang yahudi protes memakai tatacara yahudi tapi nyembah batu ratapan..eh muhammad ngga mau kalah dia pilih batu lainnya untuk disembah...
    hahahaha..ilmiah?
    hahahahah

    Tercantum dalam kitabmu tuhanmu katakan setan di lempari bintang..kaya gini ilmiah?

    hahahahahahahahaha...oon

    ReplyDelete
  25. ngapain emangnya pohon dan perempatan jalan disembah-sembah, buang2 makanan,pohon &jalanan dikasih makanan manusia,lol, jelas-jelas kamu nggak ngerti apa itu arti kiblat, dll, makanya jgn sok tahu ttg agama orang lain, urus aja agama kamu yg aneh itu, jadi bisa bedain, mana jin, mana tuhan. CPD ngomong ama idiot.
    jin/setan mmg diberi kemampuan alami yg manusia hanya bisa capai lewat peralatan tehnologi, buat jin dgn mudah bisa menjelajah planet dan galaksi tanpa hrs pakai pesawat ulang alik, bahkan bisa mencuri dengar pembicaraan para malaikat di langit atas, makanya bintang di langit atas digunakan untuk melempar para pencuri dengar itu untuk mencegah jin2 menguping pembicaraan para malaikat lalu menyampaikannya ke manusia sbg suatu ramalan. Nih jd yg memberi kemampuan untuk meramal itu Allah, bukan justru kamu sembah jin-nya. bego!

    ReplyDelete
  26. Kiblat:

    Hadits Shahih Bukhari no. 1187
    Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya: "Nabi SAW memasuki kota Mekkah, sedang
    di waktu itu di keliling Ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala."

    QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak
    dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan
    orang.

    QS 17:42. Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan (patung Latta, Uzza & Manah) di
    samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari
    jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."

    ALLAH SWT marah karena dirinya dikawankan dengan patung-patung, dia minta
    dirinya ditauhidkan, dia minta rumahnya dibersihkan dari sekutu-sekutunya yang
    berjumlah 359 itu.

    QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di
    tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu
    pun dengan Aku (=Hajar Aswad) dan sucikanlah rumah-Ku (=Ka'bah) ini bagi
    orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang
    rukuk dan sujud."

    Nah Allahmu ada disitu..ia cuma marah tempatnya sempit..jadi temen2nya di gusuri..kalo yang lain adalah jin..maka allahmu adalah jin juga dong.

    Sekarang buktikan bahwa hindu menyembah pohon dan permpatan jalan..koq ngga semua pohon dan perempatan jalan di sembahi?..silakan komentar dengan mutu. silakan cari tau dulu

    ReplyDelete
  27. sekarang? setelah mengenal ajaran Islam lalu ajaran agama lain ramai-ramai dimirip-miripkan dgn ajaran Islam, nanggung tauk, mendingan buang aja ajaran pagan yg menyembah jin itu! Toh masih juga byk jin2 ditempat lain yg kalian sembah, buku pun disembah, kendaraan sendiri pun disembah, wow ilmiah sekali ajaran kamu itu. hii hii hiii

    baitullah, pelajari jg tuh artinya apa, masih byk yg kamu belum tahu ttg Islam, tp kamu sok tahu. mbedain jin dgn tuhan aja gak bisa, capek ngomong dgn idiot macam kamu itu, biarin aja tersesat selamanya, dikerjain jin. hii hii hii hiih!

    ReplyDelete
  28. Moon,
    sekarang? setelah mengenal ajaran Islam lalu ajaran agama lain ramai-ramai dimirip-miripkan dgn ajaran Islam, nanggung tauk, mendingan buang aja ajaran pagan yg menyembah jin itu! Toh masih juga byk jin2 ditempat lain yg kalian sembah, buku pun disembah, kendaraan sendiri pun disembah, wow ilmiah sekali ajaran kamu itu. hii hii hiii

    Saya:
    Lha maksudmu nyuruh nyembah jin yang ngusir 359 jin lainnya di kabah gitu?
    Yah...sama aja ama goblok dong...

    Nah, setelah tau yang kamu sembah ternyata sama saja dengan jin..wajar saja kalo saat Ibn Baaz yang buta itu ia Hafal qu'an dan Hadis ia berpendirian bahwa bumi itu datar, tidak berputar dan mengelilingi bumi...

    Masih mau di bodoh2i ama tuhan yang kalah ama anak tk?

    mikir!

    ReplyDelete
  29. sebaiknya kamu urus saja agama kamu yg aneh itu, jgn sok tahu ttg agama orang lain.

    bailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan, krn saking banyaknya ibadah yg terkait dgn kabah, spt sholat 24 jam, haji dll, meski ada juga ibadah lain yg tak terkait dgn kabah, spt puasa tidak hrs menghadap kabah saat sahur (beda dgn hindu yg hrs menyembah bangunan pura atau pohon saat memberi sesajen &bakar dupa, haa haaa haa haa aneh). Jadi seolah-olah kabah itu bagaikan rumah Allah saja, padahal hanya orang tolol macam kamu ini yg tak tahu bahwa Allah bisa berada dimana saja sekehendak Allah, tak harus selalu hanya di kabah saja. haaa haa haaa, bego dipiara lu.

    ReplyDelete
  30. M oon,
    Anda katakan:
    bailtullah saja tdk tahu. kenapa kabah disebut rumah Allah, ini hanya perumpamaan..

    Saya:
    Nih saya ajari kamu, biar kamu tau bahwa sebelumnya munculnya surat AQ 2:143-144, 149-150 baitullah [Rumah Allah = Ka'bah] ngga di lirik jadi Rumah Allah!

    Sebelum Isra mira'j, shalat ngga pernah ada, kemudian setelah tawaran dari 50 x jadi 5 x di peristiwa itu, baru ada ritual menyembah allah. Selama 17 Bulan lebih Allah yang disembah itu adalah tembok ratapan di Yerusalem!

    Di AQ 2:143-144, 149-150, terdapat peristiwa perpindahan Qiblat, yaitu dari arah Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.

    KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, menceritakan protesnya Orang yahudi karena Nabi dan pengkutnya sembahyang tidak dengan ritual Yahudi tapi yang disembahnya justru tempat yahudi menyembah!

    Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] dan turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah [lihat: http://tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=3975]

    Tuhan kalian itu tidak dilangit karena hadispun mengatakan spt ini:

    Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0862
    Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit di saat berdoa diharuskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya

    Sahih Muslim Book 4. Prayer. No. 0863
    Abu Huraira melaporkan: Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

    QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
    Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

    Hadjar Aswad itu adalah Tuhan Kalian, atau bagian dari tuhan kalian,

    AQ 22:26
    Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.

    Detailnya baca lagi di komentar tanggal: August 1, 2010 4:33 PM,

    Ia Adalah Allah yang Maha Besar:
    BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
    Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
    Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)

    MUWATTA, Book 20, No. 20.33.113:
    Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

    "The hadith of 'Umar refutes the assertions of those who say that 'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]

    Nah, Selepas dari Blog ini kamu dah tau Jati diri Allahmu yang sejati itu

    ReplyDelete
  31. dasar idiot, justru makin kelihatan begonya, asal lu tahu ya, masjid pun oleh muslim disebut sbg rumah Allah, jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan. wuih-wuih makin ngaco aja dgn main cuplik dan plintir ayat sana sini, kalau baca qur'an itu yg utuh & lengkap, jadi gak jadi sesat macam kamu, yg bebal bin bego itu. dasar idiot.

    ReplyDelete
  32. M oon,
    Anda katakan:
    jelas saat sholat dilarang menengadah, ini mau sholat atau mau nantangin tuhan.

    Saya:
    alasan koq kaya anak TK..Kalo mo ngasih alasan itu ya ambil yang sesuai dengan Hadis sahih dong...

    Nah alasan ngga boleh menengadah ke langit [ato ke atas]adalah sederhana aja yaitu agar matamu NGGA jadi BUTA [Muslim, book 4 no 0862, riwayat dari jabir bin samura dan no.863 riwayat Abu huraira]

    Hehehehe...

    Kalo gw lihat sih sebenernya tuhanmu mo bilang bahwa dia itu ngga mungkin ada di langit..tapi netep di ka bah..makanya ngga akan ada gunanya menengadah..Jadi diri tuhanmu emang disebutkan di hadis yaitu ternyata hadjar aswad..

    BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    kalo versi umar:
    'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]

    Hehehehe...

    ReplyDelete
  33. si wira ini mmg sablenk. nieh gue kasih tahu.

    QS7:54, QS10:3, QS13:2, QS25:59 : "...Allah bersemayam di atas Arasy ..."

    QS9:129: "..Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"

    QS40:7: "..(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy.."

    QS69:17: "..malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka."

    Kalau sholat di dlm kabah juga takharus hadap hajar azwad(batu hitam dr surga), bebas hadap mana saja, krn utara, timur, barat dan selatan semua itu milik Allah.

    ReplyDelete
  34. M oon,
    tanggapanmun selalu ngga nyambung selain ngga nyampe..ya udah itu mungkin udah bakatmu.

    Hadjar Aswad udah kita ketahui sebagai AllahuAkbar dari riwayat Ibn Abbas yang merujuk ucapan nabi [BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697]

    Nah, sekarang gw ajari yang lain yaitu tentang arsy:

    ‘arsy (عَرْش), disebutkan di Qur'an sebanyak 33 x dan umumnya berarti "bangunan", "singgasana", "istana" atau "tahta"

    Tentang pengertian ‘arsy (عَرْش), ulama memberikan penjelasan yang berbeda-beda. Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘arsy (عَرْش) merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada S. Yunus (10): 3, "Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (عَرْش = singgasana)untuk mengatur segala urusan"

    Jalaluddin as-Suyuthi (pengarang tafsir Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma'tsur) menjelaskan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. menciptakan `arsy dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. `Arsy itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut.

    Hehehe..ternyata bukan hanya pejabat dan anggota dewan butuh kursi atau bahkan gedung untuk mengatur segala urusan..ternyata allah juga.

    ReplyDelete
  35. jadi loe emang idiot, salah mengira Allah hanya ada di kabah saja! Padahal Allah bisa berada dimana saja seuai KehendakNya! Kalau orang sdg di dlm kabah juga sholatnya tidark harus menghadap haja azwad(batu hitam dr surga) itu. huh dasar bego. Jangan samakan kita dgn elo yg tukang nyembah batu arca ya, amit-amit deh! Lu tuh penyembah berhala koq bangga, ngaca deh, punya kaca gak seh. haaa haa haa haa......

    ReplyDelete
  36. M oon,
    Oh jadi Allah bisa juga ya keluyuran kemana-mana..ck..ck..ck, keliatannya kamu udah dapet wangsit juga dari jibril juga kali ya...btw, kalo nyembah kenapa mesti ngadep batu item itu mulu ya..dan jadi ngga sah kalo nyembah ngga ngadep batu item itu???

    Heran..heran..heran..

    ReplyDelete
  37. Dasar idiot, udah dijelasin, yg jadi kiblat itu BUKAN hajar aswad(batu hitam dr surga) TAPI kabah-nya. dan ini pun hanya u/ lambang pemersatu muslim di seluruh dunia, kalau lagi diluar angkasa boleh bebas sholat hadap mana aja, juga saat sholat di dalam kabah! Jelas?! dasar bahlul!

    ReplyDelete
  38. M oon,
    Waduh jangan ngomong luar angkasa dulu deh, pengetahuan Allahmu itu baru sampe bentuk bumi seperti "FLAT DISK", matahari mengelilingi bumi, Bintang sebagai alat pelempar setan, SAAT KIAMAT matahari mendekati bumi dgn jarak 1 mil dan manusia masih ada cuma berkeringat doang dan kemudian nyemplung ke laut deh..

    ReplyDelete
  39. omongan orang idiot yg tak mampu membaca ayat. Masih aja nggak tahu diri, main plintir sembarangan kitab suci milik agama orang lain. cieh, gak tahu diri loe!

    mencari pembenaran atas ajaran sesatnya dgn kitab suci milik agama orang lain pula. Idiot sih idiot aja sendiri, gak usah nyari-nyari pembenaran.

    Nih ayat-ayat yg kamu plintir dr sekian ulah konyol loe, dasar idiot gak tahu malu, gak sadar dgn keterbatasannya.

    QS 16. An Nahl
    78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun (bayi, belum tahu dan belum bisa apa-apa), dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
    70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, yaitu berumur panjang hingga tua renta, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya (pikun). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

    QS 36. Yaasiin
    68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)[1271]. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
    [1271]. Maksudnya: kembali menjadi lemah dan kurang akal
    ada manusia yg berumur panjang, tidak mati-mati, sementara teman sebayanya sudah mati semua, namun ia masih hidup hingga tua renta dan menjadi lemah serta pikun (lupa semuanya).

    Kapir mmg lebay and tukang plintir, masak ayat begitu diartikan sbg reinkarnasi, gila kalee.

    http://answering-ff.org/board/reinkarnasi-moksa-dan-karma-ada-yang-bisa-menjelaskan-t4990-135.html

    ReplyDelete
  40. M oon,
    Waduh mabok ya..sampe ngga nyambung kaya gini jawabnya

    makanya boss, dibaca dulu kalo di tanggapi..ngga perlu butek begini

    ini buat kebaikan kamu sendiri..

    Ingat lo:
    Ayahanda dan Ibunda Nabi masuk neraka..sementara hingga di detik Akhirnya nabi saja ia masih belum yakin masuk surga..sehingga memelas minta di ampuni..padahal udah jelas ia bukan kafir

    Nah..bandingkan itu dengan pernyataan Surga/Neraka dibukakan pintunya saat kiamat nanti

    udah bertentangan, nabinya sendiri ngga yakin, ajarannya ngga bisa menyelamatkan ibu dan ayahanda sendiri..

    lah kamu? jika di bandingkan dengan nabimu itu jauhh dong...Beliau utusan allah..masih ragu masuk ato ngga..kamu?

    Nah, untuk ayat2 di atas, buka aja ini baca baik2 dan jangan langsung jawab ya boss..cerna dulu:

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html

    ReplyDelete
  41. udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!

    dan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah. nabi juga tak butuh doa dr manusia, sholawat nabi itu adalah ungkapan terima kasih manusia atas jasa nabi shg manusia selamat dr kesesatan.

    Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa

    ReplyDelete
  42. M oon,
    mumpung kamu masuk ke sini salah sambung lagi karena ngga mampu nanggepin, saya juga mo posting ini biar tau semua orang kalo SURGA/NERAKA islam ngga jelas

    yaitu, katanya orang masuk surga/neraka dibukakan pintunya nanti setelah kiamat..dan tentunya menurut ISLAM dari sebelum nabi MUHAMMAD bahkan hingga hari ini ngga ada yang masuk surga/neraka duoonggg!

    Tapi ternyata..

    Ada dua bukti sahih yang menunjukan Surga/neraka koq malah udah berpenghuni?!

    1. Pristiwa "ajaib" Isra Mi'raj, dikatakan nabi muu bertemu jiwa-jiwa yang ada di sebelah kiri dan kanan Nabi adam, yang kanan adalah penghuni surga dan yang kiri adalah penghuni neraka!

    2. Ibunda dan Ayahanda Nabi SAW di neraka:
    "Dari Anas, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya, "Ya Rasulullah ! Di manakah tempat ayahku ?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Di Neraka!"

    Maka tatkala orang itu berpaling hendak pergi, beliau memanggilnya, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu tempatnya di neraka" [Hadits shahih Riwayat Muslim juz I halaman 132 dan 133. Periksa kitab Qaa'idatun Jalilah At-Tawassul wal Wasilah, halaman 8 cetakan tahun 1977 Lahore-Pakistan, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.]

    "Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ziarah ke kubur ibunya, lalu ia menangis yang menyebabkan orang-orang disekelilingnya (para shahabat) turut menangis.

    Lalu beliau bersabda, 'Aku meminta izin kepada Tuhanku supaya aku dibolehkan untuk memohonkan ampun baginya, tapi tidak diizinkan bagiku.

    Lalu aku meminta izin supaya aku dibolehkan menziarahi kuburnya, maka diizinkan bagiku. Oleh karena itu ziarahilah kubur-kubur itu, karena menziarahi kubur itu dapat mengingat mati" [Hadits shahih Riwayat Muslim (3/65), Abu Daud (no 3234), Nasa'i (2/72), Ibnu Majah (no. 1572), Baihaqi (4/76), Ahmad dan Thahawi (3/189), Periksalah kitab : Tafsir Ibnu Katsir jilid 2 halaman 393, 394 dan 395, Ahkamul Janaaiz halam 187, 188 masalah ke-121 oleh Muhaddits Syaikh Muhammadn Nashiruddin Al-Albani]

    "Dari Buraidah, ia berkata, "Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan/safar, lalu beliau turun bersama kami, sedangkan kami pada waktu itu mendekati seribu orang.

    Kemudian beliau shalat dua rakaat (mengimami kami), setelah selesai beliau menghadapkan wajahnya kepada kami sedangkan kedua matanya mengalir air mata.

    Lalu bangkitlah Umar bin Khaththab menghampirinya dan berkata. 'Ya Rasulullah, mengapakah engkau (menangis)?'

    Beliau menjawab, 'Sesungguhnya aku telah meminta kepada Tuhanku Azza wa Jalla untuk memohon ampunan bagi ibuku, akan tetapi Ia tidak memberiku izin kepadaku, maka dari itulah mengalir air mataku karena kasihan kepadanya yang ia termasuk (penghuni) neraka". [Hadits shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Hakim (1/376), Ibnu Hibban (no. 791), Baihaqi (4/76) dan Tirmidzi]

    mengapa bisa bertentangan semua dari yang diajarkan ya?

    3. Saat menjelang ajal, nabimu saja ngga yakin masuk surga:
    Narrated 'Aisha:
    I heard the Prophet and listened to him before his death while he was Lying supported on his back, and he was saying, "O Allah! Forgive me, and bestow Your Mercy on me, and let me meet the (highest) companions (of the Hereafter)." See the Qur'an (4.69) and See Hadith No. 719 [
    Volume 5, Book 59, Number 715]

    Jadi, M oon..
    Disamping ajaran kalian itu saling bertentangan dan ngga karuan-karuan..maka bagaimana mungkin mempercayai sebuah ajaran yang bahkan
    1. Tidak bisa di pake menyelamatkan IBU dan AYAHnya sendiri!

    2. Yaitu UTUSAN ALLAH yang PALING DISAYANG ALLAH yang jelas-jelas NGGA KAFIR, sampe ngga yakin bisa masuk surga dengan ajarannya sendiri?

    Kepikir ngga di kepala lo yang ngaku ngga idiot ini?!

    ReplyDelete
  43. udah dijelasin, nabi pun tak bisa KKN krn Allah itu mutlak, Maha Kuasa, tak spt tuhanmu yg sesak nafas kena asap dupa aja diem aja tak bisa protes. hii hii hii hiih. tuhan ko letoi kayak gitu....surganya pun surga palsu jadi ya diobral dijual murah haa haa haa . bego lu!

    dan sdh dijelaskan itu krn kerendah hatian nabi saja, padahal sdh ada jaminan dr Allah seluruuuh dosa nabi baik di masa lalu bahkan yg dimasa datang sudah diampuni oleh Allah. nabi juga tak butuh doa dr manusia, sholawat nabi itu adalah ungkapan terima kasih manusia atas jasa nabi shg manusia selamat dr kesesatan.
    pelacur aja diterima obatnya dan Allah masukkan surga, pake tuh otak, apalagi seorang nabi. bego lu!

    apa yg nabi alami selama Isra Mij'rad itu adalah vision, gambaran masa depan. ttg drmana manusia tahu dirinya akan masuk surga/neraka sblm kiamat tiba, ini krn manusia mati di alam kubur sdh diperlihatkan calon tempatnya nanti di akherat kekal, buat para calon penghuni neraka mengalami siksa kubur, buat manusia calon penghuni surga akan mengalami nikmat kubur.

    Nah apa yg tuhan kamu tawarkan sbg surga itu sesungguhnya surga palsu, makanya dijual murah, diobral, pake dsikon lagi. haaa haa haa haa

    ReplyDelete
  44. M oon,
    sekarang komentar apapun dari kamu ngga penting lagi, karena point yang diperlukan siapapun yang baca BLOG ini di artikel ini sudah terpenuhi

    Yaitu, mengenai fakta SURGA/NERAKA di Islam yang membingungkan dan ternyata IBU dan AYAHANDA Nabi yang melahirkan NABI masuk neraka..dan di Saat terakhirnya UTUSAN ALLAH yang paling DISAYANG allah bahkan masih memelas minta surga..sudah cukup untuk memberikan gambaran

    betapa ngerinya nasib kalian nanti yang jelas2 tidak sebanding dengan nabi kalian sendiri

    Tks a lot ya! Hahahahahahaha

    ReplyDelete
  45. ORang waras juga tahu, mana agama yg benar. siapapun itu kalau kafir kayak elu yg nyembah berhala itu ya bakalan masuk neraka!
    biarpun dibungkus spt apa juga sudah jelas agama elo itu menyembah byk dewa, eh skrg main ikut2an Islam dgn mengaku aku cuma menymabh 1 tuhan juga, padahal tak bisa dipungkiri tuhannya banyak sekali, mulai dari sapi, pohon, arca, gunung, bahkan tikus pun disembah!

    haaa haa haa, agama primitif yg sesat!

    tuh ikuti jalan Dewei Huges yg anak pendeta aja mualaf, ini baru cerdas! Haa haaa haa, setan disembah.

    ReplyDelete
  46. M oon,
    Sebelum Isra mira'j, shalat ngga pernah ada, kemudian setelah tawaran dari 50 x jadi 5 x di peristiwa itu, baru ada ritual menyembah allah. Selama 17 Bulan lebih Allah yang disembah itu adalah tembok ratapan di Yerusalem!

    Di AQ 2:143-144, 149-150, terdapat peristiwa perpindahan Qiblat, yaitu dari arah Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.

    KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menceritakan protesnya Orang yahudi karena Nabi dan pengkutnya sembahyang tidak dengan ritual Yahudi tapi yang disembahnya justru tempat yahudi menyembah!

    Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] dan turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah [lihat: http://tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=3975]

    Ka bah sebelumnya ada 360 patung berhala dan orang2 arab itu menyembah patung2 itu di Ka bah.

    QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

    QS 17:42. Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan (patung Latta, Uzza & Manah) di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."

    ALLAH SWT marah karena dirinya dikawankan dengan patung-patung, dia minta dirinya ditauhidkan, dia minta rumahnya dibersihkan dari sekutu-sekutunya yang berjumlah 359 itu.

    QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku (=Hajar Aswad) dan sucikanlah rumah-Ku (=Ka'bah) ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

    Nah Allahmu ada disitu..ia cuma marah tempatnya sempit..jadi temen2nya di gusuri..kalo yang lain adalah jin..maka allahmu adalah jin juga dong.

    Nah alasan ngga boleh menengadah ke langit [ato ke atas]adalah sederhana aja yaitu agar matamu NGGA jadi BUTA [Muslim, book 4 no 0862, riwayat dari jabir bin samura dan no.863 riwayat Abu huraira]

    Hehehehe...

    Kalo gw lihat sih sebenernya tuhanmu mo bilang bahwa dia itu ngga mungkin ada di langit..tapi netep di ka bah..makanya ngga akan ada gunanya menengadah..Jadi diri tuhanmu emang disebutkan di hadis yaitu ternyata hadjar aswad..

    BUKHARI, Vol. 2, Book 26, No. 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    kalo versi umar:
    'The Black Stone is Allah's right hand on earth wherewith He shakes the hands of His slaves."'[Fiqh-us-Sunnah, Volume 5, Page 74b: Sunnah of Tawaf, lihat di: http://www.jamaat.net/ebooks/Fus/fus5_76.html]

    Sekarang,
    Nabi kamu bilang kalo Ibu dan Ayah nabi mu ada di neraka dan saat diperjalanan ke langit ke-1, ia bertemu Adam dan di sisi kiri/kanan adan ada jiwa yang udah masuk surga dan neraka.

    hehehehe...sementara mau merampok, berzina dengan apa saja, mau membunuh siapa aja, berbohong, menculik dll...selama sebelum mati menyembah pada ALLAH SWT masuk surga [ngga jelas yang mana]

    padahal Nabi mu saja, di menjelang kematiannya..ia yang jelas2 mengaku UTUSAN ALLAH, yang jelas-jelas BUKAN KAFIR karena menyembah ALLAH..masih mengemis2 minta ampun dan ngga yakin masuk sorga [Volume 5, Book 59, Number 715]

    Lah selevel nabi aja ngga yakin dengan ajarannya..apa lagi yang bukan selevel itu

    ngeriiiiiii....deh.

    ReplyDelete
  47. sabar aja bli, si moon udah kedoktrin ama ajarannya dalam dalam banget,ampe gak jalan rasionalnya

    ReplyDelete
  48. orang kayak gini koq di ladenin, malah makin seneng...wong tujuannya udah beda.../saran: jgn pernah jwb apapun celotehan dia..., type org spti ini semakin diladenin semakin orgasme.>cuh

    ReplyDelete