Tuesday, August 11, 2009

Tak Bom Kemana-mana..


Bagi yang belum tahu, ada satu Blog yang menghebohkan banyak orang. Blog tersebut memuat pengakuan ‘Nur Din M Top’.

Berdasarkan pemantauan detikINET, hingga pukul 11.30 WIB, Kamis (30/7/2009), jumlah komentar yang masuk ke Blog itu hampir tembus 1000 postingan

Isinya?

Jangan ditanya, lebih banyak yang mengutuk aksi pengeboman yang mengguncang Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton itu.
    KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA
    ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH
    DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

    اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

    أمَّا بعد

    Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo'idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum'at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap "KADIN Amerika" di Hotel tersebut.

    Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

    Dan sungguh benar firman Allah :
    "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui". (QS. Al Anfal : 17).

    Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta'ala :
    "Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman". (QS. Attaubah : 14).

    Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta'ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

    Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : "SARIYAH DR. AZHARI".

    Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

    الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

    Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia
    Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top
    Hafidzohullah

    KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA
    ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH
    DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

    اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

    أمَّا بعد

    Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo'idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum'at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

    Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

    "Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar". (QS. Ali Imron : 54).

    Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah:

    1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
    2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
    3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
    4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala' (Loyalitas) dan Baro' (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala'nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini
    5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

    Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

    Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : "SARIYAH JABIR"

    الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

    Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia
    Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top
    Hafidzohullah
Silakan anda resapi dahulu isi pengakuan tersebut di atas..

Gara-gara pengakuan itu, saya jadi teringat lagi pernyataanya Imam Samudra, melalui adik kandungnya, Lulu Jamaludin di beberapa hari menjelang Ia di Eksekusi:
    “ Tidak untuk bersedih. Bergembiralah, karena aku dan kawan-kawan telah melakukan transaksi sesuai dengan firman allah. Itulah sebuah kemenangan besar. Sampai maut menjemput aku tidak akan menyesali. Aku tidak akan memohon Grasi kepada hukum kafir. Ku genggam, kugigit kuat-kuat Islam

    …Yang jadi sasaran utama adalah bangsa penjajah seperti Amerika serta para sekutunya yang berkumpul di Bali. Jadi bukannya tempat Sasaran. Adanya pembantaian missal terhadap umat Islam di Afganistan pada bulan ramadhan tahun 2001. Bangsa-bangsa Penjajah membantai bayi-bayi tak berdosa

    …Aku sama sekali tidak gamang atau menjadi takut…kematian hanyalah sepenggal episode. Kemudian, hidup kekal abadi. Para mukmin merasakan penderitaan serta kesakitan dan lara. Begitupula juga yang lain (kaum Kafir). Tapi, ada bedanya. Kaum mukmin mendapat rahmat Allah, mereka tidak. Semoga allah meneguhkanku diatas jalan islam ini, sampai malaikat menjemput. Saksikanlah, kami adalah orang-orang Muslim” [Bali post, Minggu 27 Juli 2008, halaman utama, Imam Samudra tidak menyesal]
Ia dengan TEGAS menyatakan bahwa Inilah Jalan Islam!

Bahkan Amrozy-pun dengan santainya menyatakan bahwa Ia tidak sabar lagi untuk di hukum mati karena 72 bidadari menunggunya di surga.

Wow!

Benarkah tindakan yang dijalankan Amrozy dan seluruh TERORIS muslim di muka bumi ini? Sesuaikah dengan Ajaran Islam?

Mengikuti Muhammad berarti Mengikuti Allah

Di Al fatiha, (surat di urutan ke-1), TELAH DI INGATKAN betapa tingginya derajat Nabi Muhammad! Dikisahkan saat seorang sedang menghadap Allah dalam Sholat, dan Nabi memanggilnya maka Ia WAJIB untuk menghentikan shalatnya! Berikut riwayatnya:
    Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id bin al-Muallat, katanya, "Aku pernah mengerjakan salat, lalu Rasulullah saw memanggilku, tetapi aku tidak menjawabnya, hingga aku menyelesaikan salat. Setelah itu, aku mendatangi beliau, maka beliau pun bertanya, 'Apa yang menghalangimu datang kepadaku?' Maka aku menjawab, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya aku tadi sedang mengerjakan salat'. Lalu beliau bersabda, 'Bukankah Allah Ta'ala telah berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyerumu kepada yang memberi kehidupan kepadamu'. [Al-Anfal: 24]. Dan, setelah itu beliau bersabda, 'Akan aku ajarkan kepadamu suatu surat yang paling agung di dalam Alquran sebelum engkau keluar dari masjid ini'. Maka, beliau pun menggandeng tanganku. Dan, ketika beliau hendak keluar dari masjid, aku katakan, 'Ya Rasulullah, engkau tadi telah berkata akan mengajarkan kepadaku surat yang paling agung di dalam Alquran'. Kemudian beliau menjawab, 'Benar', "Al hamdulillahi rabbil 'alamin", ia adalah as-Sab'ul Matsani dan Alquran al-Azhim yang telah diturunkan kepadaku."

    Demikian juga yang diriwayatkan al-Bukhari, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah, melalui beberapa jalan dari Syu'bah, para ulama menjadikan hadis ini dan semisalnya sebagai dalil keutamaan dan kelebihan sebagian ayat dan surat atas yang lainnya, sebagaimana disebutkan banyak ulama, di antaranya Ishak bin Rahawaih, Abu Bakar Ibnu al-Arabi, Ibnu al-Haffar seorang penganut mazhab Maliki.
Dari uraian diatas maka dapat diketahui bahwa beliau-lah SATU-SATUnya manusia di muka bumi ini yang paling mengerti Al Quran yang diturunkanNya!

Jadi, untuk mengerti Jalan Islam dan Firman Tuhan, maka sangat patut kita simak pesan terakhir Nabi Muhammad menjelang wafatnya. Pesan tersebut seyogyanya merupakan rangkuman keseluruhan isi AQ dan inti dari ajaran Islam yang sebenar-benarnya.

Pesan pertama yang disampaikan oleh beliau sebelum wafat adalah justru mengusir Pagan keluar dari zajirah Arab! Pesan itu disampaikan mendahului 2 pesan lainnya!
    Riwayatkan Said bin Jubair:
    Ibn 'Abbas said, "Kamis! apakah yang terjadi di hari Kamis?" Kemudian dia menangis hingga air matanya membasahi pasir. Aku bertanya kepadanya..Dia berkata: "Pada Hari kamis, sakitnya Rasulullah SAW bertambah parah dan dia berkata: 'Ambilkan aku alat tulis, aku akan tuliskan pada kalian suatu ketetapan yang setelahnya kalian tak akan pernah". Kemudian orang-orang bertengkar padahal tidak sepatutnya mereka bertengkar di hadapan Nabi SAW. Mereka berkata, "Bagaimana keadaan beliau, apakah Rasullullah mengigau?". Nabi berkata, "Tinggalkan aku, keadaanku sekarang lebih baik dari pada apa yang kalian kira.".

    Lalu beliau berwasiat 3 hal:
    Usirlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab, dan perlakukan utusan sebagaimana saya memperlakukan mereka." Tetapi Sa'id tidak menyebutkan wasiat yang ketiga"
    (Ya'qub bin Muhammad berkata, "Aku tanya Al-Mughira bin 'Abdur-Rahman tentang jazirah arab dan ia berkata, 'Tercakup Makkah, Medina Al-Yama-ma dan Yemen." Ya'qub menambahkan, "dan Al-Arj, mulai dari Tihama.") [Bukhari 4.52.288/no.2825; 4.53.393/no.2932 ; 5.59.716/no.4078. Muslim 13.4014/no.3089]
Kalimat pengusiran tersebut lebih tepatnya ditujukan kepada KAUM KAFIR (non muslim) di manapun mereka berada, Sehingga tidak ada tempat bagi KAFIR kecuali atas belaskasihan Umat Islam dengan syarat-syarat tertentu, seperti misal yang tercantum di Hadis Sahih Muslim:
    Riwayat [(Zuhair bin Harb - Ad Dlahak bin Makhlad) dan (Muhammad bin Rafi' - Abdurrazaq)] - Ibnu Juraij - Abu Az Zubair - Jabir bin Abdullah - Umar bin Khattab: Rasulullah SAW bersabda: Aku akan usir para Nasrani dan yahudi dari Jazirah arab dan tidak akan meninggalkan satupun kecuali MUSLIM [Muslim 19.4366/no.3313. Tirmidhi 3.19.1606/no.1531, 1607/no.1532. Ahmad no.196, 210, 214, 14189; Abu Dawud 19.3024/no.2635, 19.3025/no.2635]

    Riwayat Hannad - Abu Mu'awiyah - Isma'il bin Abu Khalid - Qais bin Abu Hazim - Jarir bin Abdullah: Rasulullah SAW mengutus ekspedisi kepada Khats'am, lalu ada beberapa orang Khats'am bersujud namun pasukan ekspedisi tersebut membunuh mereka. Kabar tersebut akhirnya sampai kepada Nabi SAW, lalu beliau pun memerintahkan mereka untuk memberi setengah tebusan", kemudian Beliau bersabda: "Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal bersama orang-orang musyrik." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa?" beliau menjawab: "Tidak pantas rumah mereka saling berhadapan."

    Riwayat Hannad - Abdah - Isma'il bin Abu Khalid - Qais bin Abu Hazim seperti hadits Abu Mu'awiyah, tetapi di dalamnya tidak disebutkan 'dari Jarir', dan ini lebih shahih." Dan dalam bab ini juga ada hadits dari Samurah, Abu Isa berkata; kebanyakan para sahabat Isma'il (meriwayatkannya) dari Qais bin Abi Hazim bahwasanya Rasulullah SAW mengutus sebuah ekspedisi, tanpa menyebutkan di dalamnya dari Jarir.

    Dan diriwayatkan oleh Hammad bin Salamah - Al Hajjaj bin Arthah - Isma'il bin Abu Khalid - Qais dari Jarir semisal hadits Abu Mu'awiyah. Ia (Abu Isa) berkata; saya mendengar Muhammad mengatakan; yang benar hadits Qais dari Nabi SAW kedudukannya adalah mursal. Sedangkan Samurah bin Jundab meriwayatkan dari Nabi SAW Beliau bersabda; "janganlah kalian bertempat tinggal dengan orang-orang musyrik dan jangan pula bergaul dengan mereka, oleh karena itu barang siapa yang bertempat tinggal atau bergaul dengan mereka maka dia seperti mereka." [Tirmidhi 3.19.1605/no.1530, entah mengapa hadis Tirmidhi ini didhaifkan Albani. Namun hadis penguatnya tercantum di Abudawud no. 14.2639/no.2274]

    Riwayat Ibn Umar:
    Bahwa kaum yahudi Banu Nadir dan Quraiza melawan Rasullullah SAW dan Banu Nadir di usir dan membiarkan Banu Quraiza di sana hingga mereka juga berperang melawannya dan Ia membunuh para Prianya, dan membagikan para wanita mereka, anak-anak dan harta benda mereka diantara para muslim, kecuali beberapa dari mereka telah bergabung bersama Rasullullah SAW yang memberikan mereka pengamanan. Mereka masuk Islam. Rasullullah SAW mengusir seluruh Yahudi dari Medina. Banu Qauinuqa (suku dari 'Abdullah b. Salim) dan Kaum Yahudi dari Banu Haritha dan setiap Yahudi yang ada di Medina. [Muslim, 19.4364]
    Riwayat Ibn Umar:
    'Umar b. al-Khattab mengusir para Yahudi dan Kristen dari Tanah Hijaz, dan adalah ketika Rasullullah SAW menaklukan Khaibar Ia ambil keputusan untuk mengusir seluruh yahudi dari situ karena, ketika tanah itu di taklukan, itu menjadi milik Allah dan Rasul-Nya serta milik kaum Muslimin seluruhnya. Kaum Yahudi meminta pada Rasulullah SAW agar membolehkan mereka tetap tinggal di sana untuk meneruskan usaha (pertanian) mereka, dengan ketentuan; 1/2 hasil buah-buahan yang mereka kerjakan. Maka Rasulullah SAW berkata: "Kami izinkan kalian menetap dengan ketentuan tertentu tertentu (Muslim no.2898: Yahudi membiayai sendiri) sampai batas waktu yang kami kehendaki." Maka mereka pun menetap di situ sampai datang waktunya Umar mengusir mereka ke Taima` dan Ariha (di luar Hijaz) [Muslim 10.3763/no. 2899. Bukhari 3.39.531]
Kebencian yang sangat pada kaum Yahudi dan Nasrani, di detik-detik menjelang wafatnyapun tergambar dengan sangat jelasnya pada sahih muslim no.826/4.1082:
    Riwayat Aisyah dan Abdullah:
    menjelang Rasullulah SAW menghembuskan nafas terakhirnya, Ia biasa menarik selimut menutupi mukanya dan ketika merasa tidak nyaman, Ia singkirkan dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Allah bagi orang2 Yahudi dan nasrani yang menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat menyembah. Bahkan Ia ingatkan untuk memerangi mereka atas apa yang mereka telah lakukan” [atau di buku Ibn saad hal.322. Juga bentuk penyampaian berbeda dari perawi Aisyah di hadis muslim no.823/4.1079]
Hadis-hadis lain yang menggambarkan betapa KEBENCIAN yang sangat dari Rasulullah SAW (dan juga kaum Muslim) pada kaum Yahudi:
    لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

    “TAKKAN terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, hingga kaum muslimin membunuhi Yahudi. Sampai2 orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan NGOMONG; 'Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang2 Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia,' kecuali pohon Gharqad, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (hadis imam Ahmad, juga di Sahih Muslim 41.4985; 41.6981; 41.6982; 41.6983; 41.6984; SahihBukhari 4.56.791)
Mari kita kembali sejenak pada Al fatiha di atas, pada ayat terakhir (AQ 1.7), Rasulullah SAW berkata:
    صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

    (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Yahudi adalah orang yang dimurkai, sedangkan Nasrani adalah orang yang sesat.” (Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani, juga di: tafsir Ibn kathir)
Nah, kebencian yang besar itu dilakukan oleh SETIAP muslim yang shalat dan diucapkan sebanyak 17x setiap harinya!

JUTAAN Muslim di seluruh dunia mendoakan kehancuran kaum Yahudi. Herannya, 1400 tahun TELAH berlalu dan FAKTA tak terbantahkannya adalah kaum Yahudi tersebut tetaplah jaya dan baik-baik saja..rupanya doa ajaib itu bener-bener tak manjur :)

So,
Apakah Allah SWT amnesia setiap harinya? Tuli-kah? atau ini merupakan petunjuk jernih bahwa memang tidak ada Allah di muka bumi ini :)

Arti dari ISLAM

Menjelang akhir masa hidupnya, Nabi Muhammad telah mengirimkan surat pada para pemimpin dunia, misalnya Heraclius, dari kerajaan Byzantine/Romawi Timur; Khosrau, dari Persia; Raja Yemen dan beberapa lainnya. [Lings (1987), p. 260; Khan (1998), pp. 250–251; Alford Welch, Muhammad, Encyclopedia of Islam].

Beliau memerintahkan mereka untuk masuk Islam, kalimat "asleem, Taslem" [Menyerah, maka kau akan selamat] ada di akhir surat-surat nabi kepada negeri-negeri tetangga tersebut di atas. Kalimat "Asleem, taslem" merupakan penjelasan terbaik mengenai arti dari Islam [arab: istaslama, tunduk/menyerah (Arab: aslama) [juga pada Allah] dan bukanlah berarti "damai" dari akar kata (saleem, sallama, salama, dan salaam) seperti yang kerap di hembuskan-hembuskan selama ini]

Baiklah, untuk benar-benar meresapi arti Islam sebagaimana dimaksud di atas [tunduk, maka kau selamat], maka marilah kita ambil contoh yaitu ketika perang Al-Riddah [perang melawan yang Murtad] jaman Khalifah Abu Bakar yang memerangi mereka yang:

1. Melakukan shalat tapi ngga mau bayar Zakat atau
2. Murtad dan/atau berpaling ke nabi lain [Al-Hikmah Fid Dakwah Ilallah, h.220]

Semuanya Abu Bakar perangi hingga tunduk!
    Riwayat Qutaibah bin Sa'id Ats Tsaqafi - Al Laits - 'Uqail - Az Zuhri - 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah - Abu Hurairah:

    Rasulullah SAW meninggal dan Abu Bakr diangkat sebagai khalifah setelah beliau dan telah kafir sebagian orang Arab, Umar bin Al Khathab berkata kepada Abu Bakr; bagaimana engkau memerangi orang-orang tersebut padahal Rasulullah SAW telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAH. Barang siapa yang mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAH maka ia telah melindungi dariku harga dan jiwanya kecuali dengan haknya, sedangkan perhitungannya kembali kepada Allah 'azza wajalla."

    Maka Abu Bakr berkata; sungguh aku akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah seandainya mereka menahanku satu 'iqal yang dahulunya mereka tunaikan kepada Rasulullah SAW niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya.

    Kemudian Umar bin Al Khathab berkata; Demi Allah sungguh aku melihat Allah 'azza wajalla telah melapangkan dada Abu Bakr untuk memerangi orang-orang tersebut. Umar berkata; maka aku mengetahui bahwa ia adalah yang benar.

    Abu Daud berkata; dan hadits tersebut diriwayatkan (Rabah bin Zaid dan Abdurrazzaq) - Ma'mar - Az Zuhri dengan sanadnya. Sebagian ulama mengatakan; 'iqal, sedangkan Ibnu Wahb dari Yunus meriwayatkannya, ia mengatakan; anak kambing. Abu Daud berkata (Syu'aib bin Abu Hamzah, Ma'mar dan Az Zubaidi) - Az Zuhri berkata; seandainya mereka menolakku satu ekor anak kambing, sedangkan 'Anbasah - Yunus - Az Zuhri dalam hadits ini, ia berkata; anak kambing. Riwayat (Ibnu As Sarh dan Sulaiman bin Daud) - Ibnu Wahb - Yunus - Az Zuhri hadits ini, ia berkata; Abu Bakr berkata; sesungguhnya haknya adalah menunaikan zakat. Dan ia menyebutkan; 'iqal.

    [Abu Dawud Bab Zakat no.1331. Nasai no.2400. Tirmidhi no.2532. Muslim no.29. Namun di Nasa'i no.3906 dan no.3043 dari riwayat Muhammad bin Basysyar - 'Amr bin 'Ashim - Imran Abu Al 'Awwam - Ma'mar - Az Zuhri - Anas bin Malik -Umar/Abu Bakar menyebutkan sabda Rasulullah: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak Tuhan Yang berhak disembah kecuali Allah dan dan Aku adalah Rasulullah.."]
Jadi, jelas sudah bahwa damai bukanlah maksud/arti dari Islam

Setelah Hudaybiyya (628 M), Nabi Muhammad mengirimkan pasukan menghajar penduduk Khaybar (628 M) dan berlanjut ke banyak ekspedisi, salah satunya ke arah kota Busra dengan tujuan mengajak mereka (Pagan dan Kristen) untuk masuk Islam dan jika menolak maka akan dibasmi, salah satu insiden terjadi di desa Mu’tah yang kemudian dikenal sebagai perang Mu'tah (629M). Latar belakang kejadian, telah disirkulasikan para muslim menurut sumber di bawah ini:
    Waqidi - Rabi'a b. 'Uthman - 'Umar b. al-Hakam berkata: Rasullullah mengirim al-Harith b. 'Umayr al-Azdi, seorang dari Banu Lihb, kepada raja Busra dengan sebuah dokumen. Ketika ia sampai di Mu'ta, Shurahbil b. 'Amr al-Ghassani mencegatnya dan berkata, “Akan pergi kemana anda?” Ia menjawab, “Al-Sham.” Ia Berkata, “Mungkin anda adalah satu dari utusan Rasullullah?” Ia jawab, “Ya. Saya adalah utusan Rasullullah.” Kemudian, Shurahbil memerintahkan agar dia di ikat dengan tali dan dibunuh. Hanya Ia dibunuh karena utusan Rasullullah [The Life of Muhammad: Al-Waqidi's Kitab Al-Maghazi, hal.372]

      Note:
      Problem dari kisah ini ada beberapa: Pertama, berita berasal dari rantai perawi TUNGGAL; Kemudian, perawi Rabi'ah bin Usman, menurut Ibn Hatim adalah periwayat hadis Mungkar (mungkarul hadits). Ibn Saad katakan Rabi'a wafat diusia 77 tahun (tahun 154 AH, jaman khalifah Abu Jaffar) dan Perawi Umar bin Alhakam wafat diusia 80 tahun (tahun 117 AH, jaman Khalifah Hisham bin Abdul Malik) Jadi, pada tahun 37 AH, yaitu ketika Umar bin Al Hakam lahir, kejadian tentang Al-harith telah lewat 30 tahun dan ketika Rabi'a berumur 20 tahun, kejadian ini telah lewat 60 tahun dan TIDAK DIKETAHUI darimana Umar menerima berita itu.

    Jadi, di samping perawinya ada yang mungkar, sumber berita awalpun tidak jelas. Juga terdapat 2 hadis lain yang memuat latar belakang yang berbeda sama sekali dari kisah di atas:
    Waqidi - Muhammad bin 'Abdullah bin Muslim bin 'UbaIdillah bin 'Abdullah bin Syihab (w.154)- Zuhri (w.124 H) berkata Rasullullah mengirimkan Ka'b bin Umair Al-Ghiffari bersama 15 orang ke Dhat Atlath dekat negeri Sham. Mereka menemukan sejumlah besar dan mengundangnya masuk Islam, mereka tidak menjawab dan melemparkan anak panah, sehingga semua tewas, satu yang terluka kembali. Nabi hampir saja mengirimkan penyerbuan namun mereka telah pergi ketempat lainnya.

    Waqidi - Ibn Abi Sabra - Al Harith bin Fudail berkata: Ka'b biasa bersembunyi disiang hari dan berjalan dimalam hari hingga mendekati mereka. Mata-mata mereka melihatnya dan menyampaikan pada kaumnya ada sejumlah orang sahabat Rasul. Kemudian, dengan berkuda mereka mendatangi dan membunuh mereka. [The Life of Muhammad: Al-Waqidi's Kitab Al-Maghazi, hal.372]

      Note:
      Menurut Yahya bin Main: Muhammad bin 'Abdullah bin Muslim bin 'UbaIdillah adalah DHAIF
JELAS SUDAH bahwa sirkulasi yang beredar mengenai latar belakang perang di Mutah sebagai balasan atas kematian para utusan Muhammad adalah BOHONG BELAKA. Sementara itu, dari sumber NON ISLAM, terdapat satu catatan yang diduga sebagai perang Mutah:
    Sebelum Muhammad wafat, Ia menunjuk 4 pemimpin pasukan untuk menyerang kaum Arab kristen. Dan mereka berencana menyerang pagan arab setempat di perayaan hari kurban mereka. Theodore, sang Penanggung jawab area (Vicaous) tersebut, mengetahui hal ini dari Koutabas, seorang pelayannya dari suku Quraish dan kemudian menyusun Pasukan, Ia mencegat mereka di daerah Mothous, berhasil membasmi banyak dari pasukan Saracen (Sebutan umum bagi kaum arab saat itu) dan dari 4 orang pemimpin pasukan, 3 orang berhasil dibunuh namun 1 orang bernama Khalid berhasil melarikan diri (Thopanes sebutkan juga gelarnya, yaitu Pedang Allah). ["The Chronicle of Theophanes", Anni mundi 6095-6305, hal.36]
      Note:
      4 pemimpin yang ditunjuk saat memimpin ekspedisi Mutah ini menurut sumber Islam adalah Zayd bin Harithah (anak angkat Nabi Nuhammad), Jafar ibn Abi Talib (Anak dari Paman Nabi), Abdullah bin Rawahah dan Khālid ibn al-Walīd. Yang berhasil lolos dari kematian hanyalah Khalid bin Walid, saat di Tabuk (632M) Nabi Muhammad berhasil membalas kekalahannya di Perang Mut’ah.

      Khālid ibn al-Walīd, yang dijuluki "pedang Allah yang terhunus". telah menjalani 39 Perang selama hidupnya, 2 perang dijalankan ketika sedang melawan Nabi Muhammad (Uhud, 625 M dan parit, 627 M) dan hanya di Mut’ah ini saja satu-satunya perang yang tidak dimenangkan Khālid ibn al-Walīd

      Pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Setelah pertempuran di Marash yang juga dimenangkannya akhirnya Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi gubernur Qinnasrin. Hal ini dilakukan oleh Usman agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.
Catatan sumber NON MUSLIM ini memberikan satu alur KONSISTEN latarbelakang perang Mutah dengan apa yang diperintahkan Allah dan Nabinya, yaitu memerangi kaum Musyrik dan ahlul kitab yang menolak masuk Islam.

Jadi apa sebenarnya esensi dari wasiat terakhir Nabi itu?

Terror dan perangi hingga tidak ada lagi syirik!
    Riwayat Abdullah bin Muhammad Al Musnadi - Abu Rauh Al Harami bin Umarah - Syu'bah - Waqid bin Muhammad - bapakku (Muhammad bin Zaid bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab) - Ibnu Umar - Rasulullah SAW:

    "Aku diperintahkan untuk MEMERANGI MANUSIA hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah"

    [Bukhari no.24 dan Muslim no.33. Juga di Nasai no.4917 dari riwayat Muhammad bin Hatim bin Nu'aim - Hibban - Abdullah - Humaid Ath Thawil - Anas bin Malik - Rasulullah SAW dengan tambahan kalimat, "..menghadap ke kiblat kita, memakan sembelihan kita, dan melakukan shalat (seperti) sholat kita maka sungguh telah diharamkan atas kita darah dan harta mereka, kecuali dengan haknya. Bagi mereka apa yang menjadi hak kaum muslimin dan atas mereka apa yang menjadi kewajiban kaum muslimin. Juga di Ahmad no. 8188 dari riwayat 'Affan - Abdul Wahid bin Ziyad - Sa'id bin Katsir bin 'Ubaid - bapakku - Abu Hurairah - Rasulullah SAW. Juga Ahmad no 12869, 12583 dari riwayat ('Ali Bin Ishaq dan Al-Hasan Bin Yahya) - Abdullah (Ibnu Mubarak) - Humaid Ath Thawil - Anas Bin Malik - Rasulullah SAW]
    Riwayat Ahmad bin hanbal - Muhammad bin Ja'far - Syu'bah - An Numan - Aus berkata:
    Aku pernah mendatangi Rasulullah SAW yang tengah berkumpul bersama utusan utusan Bani Tsaqif, ketika itu kami berada di suatu bangunan. Lalu orang-orang penghuni bangunan itu berdiri kecuali saya dan Rasulullah SAW. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang memancing kemarahan nabi SAW, lalu nabi berkata; "PERGILAH DAN BUNUHLAH DIA".

    Tapi beberapa saat kemudian nabi SAW bersabda: "Namun bukankah dia mengucapkan kalimah syahadah (Tidak ada tuhan selain Allah)?" Aus menjawab, Ya, tapi dia mengucapkannya hanya sebagai alat untuk menghindarkan diri dari pembunuhan? (Rasulullah SAW) bersabda: "Lepaskanlah dia"

    lalu beliau bersabda: "Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan, "Tidak ada tuhan selain Allah', jika mereka telah mengucapkannya, maka haram bagiku darah dan harta mereka kecuali karena alasan yang dibenarkan." Saya bertanya kepada Syu'bah, 'Apakah dalam hadis terdapat redaksi kemudian ia berkata; bukankah dia bersaksi bahwa 'tidak ada tuhan selain Allah dan saya adalah Rasul Allah? '. Syu'bah berkata; saya pikir begitu, namun saya tidak tahu.
    [Ahmad no. 15573. Juga di Ahmad no.15576 dari riwayat: Ahmad bin hanbal - Abdullah bin Bakr As-Sahmi - Hatim bin Abu Saghirah - An Nu'man bin Salim 'Amr bin Aus - Bapaknya, Aus dan dari riwayat Ahmad bin hanbal - Muhammad bin Abdullah Al Anshari - Abu Yunus, Hatim bin Abu Saghirah - Nu'man bin Salim 'Amr bin Aus- Bapaknya, Aus. Juga di Nasai no.3916Nasa'i no.3917 dari riwayat Muhammad bin Basysyar - Muhammad - Syu'bah - An Nu'man bin Salim - Aus. Juga di Darimi no.2338]
Itu adalah PERINTAH ABADINYA! WASIATNYA!
Itu adalah Jalan Islam dan juga firman allah yang terangkum juga di Filem FITNA yaitu di surat 8:39 (ditayangkan hanya yang dicetak tebal)
    [8:39] Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah611 dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah612. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    611: Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
    612: Maksudnya: Menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.
Memang terlihat sangat memalukan  jika ajaran yang dipeluknya ternyata di-CAP teroris oleh seluruh dunia. Padahal untuk MUTLAK dapat dinobatkan sebagai ajaran teroris, maka ajaran itu harus menebar teror rasa takut, penuh ancaman, ajakan melakukan pembunuhan, perampasan harta, memperbudak dan pemanfaatan seksual sebagai senjata bujukan para pengikutnya.

...Dan hebatnya hanya Islam yang mampu memenuhi kualifikasi luar biasa tersebut.

Pendirinya, Muhammad, mengucapkannya sendiri di kumpulan Hadis:
    Riwayat Abu Hurairah Rasulullah SAW berkata, "Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam perkara: pertama, aku diberi..[..]. Kedua, aku ditolong dengan RASA TAKUT (yang dihunjamkan di dada-dada musuhku) (atau musnad ahmad no. 8969: aku dimenangkan dengan RASA TAKUT musuh). Ketiga, ghanimah (harta rampasan) dihalalkan untukku. Keempat, bumi dijadikan dibuat untuk dalam genggamanku..[..]. Kelima, aku..[..]. Keenam,.." [Sahih Muslim no.812 atau 4.1062, 1063, 1066, 1067. Atau di sahih Bukhari dari perawi Abu Huraira di no. 2755/4.52.220; 9.87.127]

    Riwayat Abu An Nadlr - Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban - Hassan bin 'Athiyah - Abu Munib Al Jurasyi - Ibnu Umar: "Rasulullah SAW bersabda: "Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang hingga hanya Allah yang disembah tanpa ada sekutu bagi-Nya, dan RIZKIKU DITEMPATKAN DI BAWAH NAUNGAN TOMBAK. Kehinaan dan kerendahan dijadikan bagi orang yang menyelisihi perintahku. Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk golongan mereka." [Ahmad no 4869. Juga Ahmad no. 4868 (Riwayat Muhammad bin Yazid (Al Wasithi) - Ibnu Tsauban - Hassan bin 'Athiyah - Abu Munib Al Jurasyi - Ibnu Umar: "Rasulullah SAW bersabda: Aku diutus dengan pedang hingga Allah yang disembah dan tiada sekutu bagi-Nya,..RIZKIKU DITEMPATKAN DI BAWAH NAUNGAN TOMBAK.). Ahmad no. 5409 (Riwayat Abu An-Nadlr - Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban - Hassaan bin Athiyah - Abu Munib Al-Jurasyiy - Ibnu Umar: Rasulullah SAW bersabda: "Saya diutus -dan kiamat sangat dekat sekali denganku- dengan pedang,.RIZKIKU DITEMPATKAN DI BAWAH NAUNGAN TOMBAK.). Juga di Sahih al-Jami’ 2831 dan juga di sini yang menyatakan di Sahih Bukhari p.408 vol.1 juga terdapat hadis ini dari Umar]. Kemudian, di Fatwa 34647, SELAIN hadis ini, juga disampaikan:

      Al-Haafiz berkata:
      Hadis ini menyatakan bahwa harta jarahan adalah halal bagi umat Muslim, dan bahwa rejeki sang Nabi berasal dari jarahan perang dan tidak dari mata pencaharian lainnya. Karena itu, sebagian ulama menyatakan bahwa inilah mata pencaharian yang terbaik.

      Al-Qurtubi berkata:
      Allâh telah memberi nafkah pada RasulNya SAW melalui usaha perangnya dan Dia membuat itu sebagai mata pencaharian terbaik yakni cari nafkah melalui pemaksaan dan kekuatan. Sang Nabi melakukan Perang Badr untuk menghadapi kafilah Abu Sufyan

    Riwayat Ahmad bin 'Amr bin As Sarh - Ibnu Wahb - (Haiwah bin Syuraih dan Ibnu Luhai'ah) - Yazid bin Abu Habib - Aslam Abu Imran berkata;

    kami pergi berperang dari Madinah menuju Al Qusthanthiniyyah, dan kami dipimpin oleh Abdurrahman bin Khalid bin Al Walid, sementara orang-orang Romawi menempelkan punggung mereka pada dinding kota. Kemudian terdapat seseorang yang menyerbu musuh, lalu orang-orang berkata; tahan, tahan! Laa ilaaha illah, ia telah melemparkan dirinya kepada kebinasaan.

    Abu Ayyub berkata; sesungguhnya ayat ini turun mengenai kami, orang-orang anshar. Tatkala Allah membela Nabinya dan memenangkan Islam kami berkata; mari kita mengurusi harta kita dan memperbaikinya. Kemudian Allah ta'ala menurunkan ayat: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." Menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan adalah mengurusi harta kami dan memperbaikinya serta meninggalkan jihad. Abu Imran berkata; Abu Ayyub terus berjihad di jalan Allah hingga ia dikuburkan di Qusthanthiniyyah. [Abudawud no.2151 untuk AQ 2.195]

      Dalam riwayat lain dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Ketika Islam telah berjaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya: "Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?" Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 195) sebagai teguran kepada mereka, jangan menjerumuskan diri pada "tahlukah" (meninggalkan kewajiban fi sabilillah dan berusaha menumpuk-numpuk harta) [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Abi Ayub al-Anshari. Menurut Tirmidzi hadits ini shahih.]
Quran:
    Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. [AQ 7.4]

    Akan KAMI MASUKAN KE DALAM HATI ORANG2 KAFIR RASA TAKUT, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu...[AQ 3.151]

    ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan orang-orang yang telah beriman." KELAK AKAN AKU JATUHKAN RASA KETAKUTAN KE DALAM HATI ORANG2 KAFIR, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. [AQ 8.12-13]

    Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya [AQ 8.60].

    Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. [33.26-27]

    Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [AQ 59.4]. Sesungguhnya KAMU DALAM HATI MEREKA LEBIH DI TAKUTI DARIPADA ALLAH. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. [AQ 59.13]
Nah, cuplikan yang di atas, sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk melihat dasar pijakan ajaran ini. Jadi, semestinya tidak perlu lagi merasa malu di cap sebagai ajaran teroris, apalagi sampai memaksakan diri melawak untuk menyatakan diri sebagai ajaran pembawa kedamaian

kenapa?

Di seluruh dunia, di manapun ada sekumpulan muslim pastilah terjadi peristiwa kekejian: pembunuhan, bom, perampokan, bahkan saking bingungnya mereka, di dalam suatu negara yang jelas-jelas mereka masih menyembah allah dan nabi yang samapun tetep saja saling bunuh, membuat bom bunuh diri terhadap saudara se-imannya.

hanya Islam yang mampu sedahsyat ini memamerkannya..

Bagaimana Aplikasinya?

Rasulullah SAW bersabda: “Perang adalah tipudaya.” (Muttafaq ‘Alaih)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَرْبُ خَدْعَةٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair; telah menceritakan kepada kami Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq dari Yazid bin Ruman dari 'Urwah dari Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Peperangan adalah tipu daya." [Ibn majah no. 2823 atau jalur perawi lain: Muhammad bin Abdullah bin Numair -> Yunus bin Bukair -> Mathar bin Maimun -> 'Ikrimah-> Ibnu 'Abbas di Ibn majjah no.2824]

Ibnu Hajar berkata:
“Asal dari tipudaya adalah menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena dampak negatifnya.

Ibnul ‘Arabi berkata:
Tipuan dalam perang bisa berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal.

Ibnul Munir berkata:
“Makna perang adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab perang frontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat dilakukan tanpa resiko bahaya.” (Fathul Bari [VI/158])

Ya tipu daya adalah jiwa dari ajaran ini!

Kemudian,
Sebagai pengejawantahan dari Syahadat, yaitu Allah sebagai the only one Sesembahan dan bersaksi Muhammad sebagai rasul, maka bagi mereka yang tidak mematuhi, akan terancam implementasi Surat At Taubah.
    [9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah638 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

    638: Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.

    [9:30] Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

    [9:31] Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah639 dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    639: Maksudnya:mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim & rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

    [9:123] Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir mengenai Surat At Taubah terutama no:123 (Rokhmat S. Labib, M.E.I.)
    Dalam Tafsirnya diriwayatkan bahwa surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Surat ini merupakan pengumuman ini disampaikan oleh Saidina 'Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga.tidak terdapat basmalah, karena merupakan pernyataan perang dari Allah dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin.

    Ar-Razi, az-Zuhayli, dan ash-Shabuni menuturkan, ketika Allah Swt. memerintahkan kaum Mukmin untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan. Dia pun mengajarkan metode yang paling tepat dan cocok untuk ditempuh, yakni mereka harus memulai dari yang dekat-dekat, lalu beralih kepada yang jauh-jauh.[Fakhruddin al-Razi, al-Tafsîr al-Kabîr Aw Mafâtîh al-Ghayb, vol. 15 Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990), 181; al-Qinuji, Fath al-Bayan, vol. 5, 427; al-Zuhayli, al-Tafsîr al-Munîr, vol. 11, 80; al-Shabuni, Shafwat al-Tafâsîr, vol. 1, 529.]

    Dengan metode ini, kewajiban untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan dapat tercapai. [Al-Khazin, Lubâb al-Ta'wîl fî Ma'ânî al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 423; Sulaiman al-'Ajili, al-Futuhât al-Ilâhiyyah, vol. 3 (Beirut: Dar al-Fikr, 2003, 239)].
Hal ini sejalan dengan dimaksudkan pada
    Riwayat Ibn 'Umar: Rasullullah SAW berkata: "Aku telah diperintahkan (Allah) untuk memerangi para kaum hingga mereka bersumpah bahwa tidak ada yang layak sembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasullullah, dan melakukan shalat dengan sempurna dan memberikan zakat, Sehingga jika mereka melakukan itu, maka mereka telah menyelamatkan hartanya dari ku kecuali hukum Islam dan pahalanya biar Allah yang menentukan" [Bukhari 1.2.24]
Nah, atas dasar itulah maka:
  • Semua non muslim sudah jelas merupakan orang2 Kafir (9:29-31).
  • Ketidakpatuhan pada Allah dan Nabinya (juga tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi terkahir), maka Ia berada dalam kondisi KAFIR dan di luar Islam, konsekuensinya adalah Mereka wajib diperangi
  • Hidup dalam damai bagi non muslim (Baca: Pagan, Atheis, Hindu, Buddha, Yahudi dan Kristen) dimungkinkan namun hanya dibawah pintu kepatuhan, minoritas, membayar Jiyza (pajak)tergantung dan sangat tergantung dari belas kasihan Mayoritas (Islam)
Untuk itu, ada benarnya bahwa siapapun mereka, yang tidak memihak Imam Samudra, Amrozy, Ali Gufron dan kawan-kawannya serta menyatakan bahwa tidak islami, perlu kiranya melihat isi surat dibawah ini:
    [4:89] Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling330, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    330: Diriwayatkan bahwa beberapa orang Arab datang kepada Rasulullah s.a.w. di Madinah. Lalu mereka masuk Islam, kemudian mereka ditimpa "demam Madinah", karena itu mereka kembali kafir lalu mereka keluar dari Madinah. Kemudian mereka berjumpa dengan sahabat Nabi, lalu sahabat menanyakan sebab-sebab mereka meninggalkan Madinah. Mereka menerangkan bahwa mereka ditimpa "demam Madinah". Sahabat-sahabat berkata : "Mengapa kamu tidak mengambil teladan yang baik dari Rasulullah?" Sahabat-sahabat terbagi kepada dua golongan dalam hal ini. Yang sebahagian berpendapat bahwa mereka telah menjadi munafik, sedang yang sebahagian lagi berpendapat bahwa mereka masih Islam. Lalu turunlah ayat ini yang mencela kaum Muslimin karena menjadi dua golongan itu, dan memerintahkan supaya orang-orang Arab itu ditawan dan dibunuh, jika mereka tidak berhijrah ke Madinah, karena mereka disamakan dengan kaum musyrikin yang lain.

    Dari Tafsir Ibn Kathir AQ 4:88-91:

      Imam Ahmad mencatat, Zayd bin Thabit meriwayatkan bahwa Nabi sedang bersiap berperang menuju Uhud, beberapa orang yang menemani beliau berbalik kembali ke Medinah, Melihat ini para sahabat menjadi terbagi dua, satu menyatakan mereka harus di bunuh, sementara yang lainnya berkeberatan.

      Al Awfi mencatat bahwa Ibn Abbas meriwayatkan berkata bahwa Ayat ini [4:88] turun mengenai beberapa orang di mekkah yang sudah masuk Islam dan bepergian keluar mekkah utk suatu urusan, Ketika yang lain mengetahui, mereka pecah pada dua, yang satu ingin mengejar dan membunuhnya sementara yang lain tidak. Nabi berada diantara mereka dan tidak menghentikan argumen2 mereka sehingga turunlah ayat Allah, yaitu Allahlah yang membalikan mereka menuju kekafiran [Ibn Abi Hatim & Ibn Abbas meriwayatkan demikian] Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

      Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling [Ibn Abbas meriwayatkan. As-Suddi berkata bagian ayat itu berarti "Jika mereka menyatakan kemurtatadannya secara terbuka"]

      Pengecualian jika mereka yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau juga mereka yang Dimmah (mereka yang di bawah perlindungan dengan membayar pajak tahunan [Jizyah]) perlakukan mereka seperti engkau telah berdamai [diriwayatkan As-Suddi, Ibn Zayd and Ibn Jarir].

      Sahih Bukhari merekam kisah Perjanjian Al-Hudaybiyyah, antara kaum Quraish dan Kaum Nabi Muhammad, Ibn Abbas meriwayatkan bahwa ayat pengecualian tersebut telah Di abrogasi [diganti] dengan turunnya ayat, "Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka [QS 9:5]"
Oke, pada saat ini ternyata ucapan dan pola berpikir dari para pembunuh berdarah dingin itu ternyata ada dasarnya dan kuat sehingga BENARlah bahwa yang mereka lakukan adalah merupakan Jalan Islam serta Firman Allah yang sesungguhnya.

Benarkah mereka yang mati karena telah melakukan transaksi sesuai dengan firman allah ganjarannya adalah bidadari-bidadari seperti yang pernah Amrozy ucapkan dan juga jumlah bidadari hadiah baginya itu adalah sebanyak 72 bidadari?.

Janji Allah bagi para Teroris dan penganut Jalan Allah

Menurut ayat AQ di bawah ini:
    [2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan taman-taman/surga-surga (jannaatin) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka (wa+lahum) di dalamnya (fi+haa) pasangan-pasangan (azwaajun) yang suci (mutahharatun) dan mereka kekal di dalamnya

    [3:15] Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa, pada sisi Tuhan mereka ada taman/surga (jannaatun) yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan pasangan-pasangan (wa-azwajun) yang disucikan (mutahharatun) serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

    [4:57] Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam taman-taman/surga-surga (jannatin) yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; untuk mereka (lahum) di dalamnya (fi+haa) pasangan-pasangan (azwaajun) yang suci (mutahharatun), dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

    [36:56] Mereka (hum) dan pasangan-pasangan mereka (wa-azwājuhum) berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

    note:
    Pengugunaan kata "..hum fihaa azwaajun" [misal: AQ 2.25, 4.57]. Akhiran "hum" adalah kata ganti orang ke-3 jamak digunakan pada: 3 pria (atau lebih) atau 1 pria + 2 wanita (atau lebih). Jika pelaku adalah 3 wanita (atau lebih) maka digunakan kata ganti orang ke-3 "hun".

    Kata "azwaaj" (plural, single: zawj) dari 76 x kemunculannya, diartikan: "pasangan" [67x] dan "macam/semacamnya" [9x, yaitu: AQ 22.5, 26.7, 31.10, 37.22, 38.58, 39.6, 50.7, 56.7 dan AQ 75.39]. Kata "azwajun" adalah kata benda, jamak, pria. Kata "muthharatun" (murni/suci) adalah kata sifat, tunggal, feminim

    Jadi ayat ini dapat bermakna:

    • Para pria berpasangan dengan para pria!
    • Para wanita berpasangan dengan para pria!
    • Para pria berpasangan dengan para pria dan wanita!
    • Para wanita berpasangan dengan para pria dan wanita!
    • Para pria berpasangan dengan para wanita!
    • Para wanita berpasangan dengan para wanita! atau
    • Para pria/wanita yang bersama macam-macam bentuk (tidak harus bentuk manusia, bisa bentuk lainnya namun untuk jenis "jin" tampaknya tidak termasuk di sini)
Para ulama tampaknya kurang berminat mengungkapkan fakta bahwa prilaku homoseksual/lesbian/poliandri kelak akan dilakukan para surgawan/wati, mereka hanya berfokus untuk mengeksplore poligami di surga:
  • Para surgawan akan berkekuatan merawani 100 perawan seharinya [Tafsir Ibn kathir 56:27-37: Kumpulan Hadis Abu Dawud At-Tayalisi yang berasal dari Anas. juga kumpulan hadis At-Tirmidhi dan ia nyatakan "Hasan Gharib". Berdasarkan hadis dari Abu Nu`aym dalam "Sifat al-Janna", al-`Uqayli dalam "Du`afa", dan al-Bazzar dalam musnadnya: disamping berkekuatan 100 perawan, juga akan di kawinkan dengan 70 istri].
  • Riwayat Abdullah bin 'Abdurrahman - Nu'aim bin Hammad - Baqiyyah Ibnul Walid - Bahir bin Sa'd - Khalid bin Ma'dan - Al Miqdam bin Ma'di Karib - Rasulullah SAW: ...dinikahkan dengan 72 dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada 70 orang dari keluarganya." Abu Isa: "hasan shahih gharib." [Tirmidhi no.1586]. Ahmad no.10511 (Riwayat Hasan - Sukain bin Abdul Aziz - Al Asy'ats Adl Dlarir - Syahr bin Hausyab - Abu Hurairah - Rasulullah SAW:..ia juga akan mendapatkan sebanyak 72 istri dari bidadari selain dari istri-istrinya di dunia). Perawi yang dianggap bermasalah di hadis ini: Syahr bin Hausyab dan Sukain bin Abdul Aziz. Ahmad no11298 (Riwayat Hasan - Ibnu Lahi'ah - Darraj - Abu Al Haitsam - Abu Sa'id - Rasulullah SAW: "Penghuni surga derajatnya paling rendah memiliki 80.000 pelayan dan 72 istri.."). Perawi yang dianggap bermasalah di hadis ini adalah: Darraj bin Sam'an dan Abdullah bin Lahi'ah. Ibn Majjah no.4326 (Riwayat Hisyam bin Khalid Al Azraq - Khalid bin Yazid bin Abu Malik - ayahnya - Khalid bin Ma'dan - Abu Umamah - Rasulullah SAW: "..Allah akan menikahkan dengan 72 istri, 2 istri dari bidadari dan yang 70 dari warisannya penduduk neraka (isterinya penghuni neraka yang masuk surga), dan tidaklah salah seorang dari mereka melainkan memiliki vagina yang rapat dan ia memiliki penis yang tidak loyo." Khalid bin Hisyam: warisannya penduduk neraka adalah laki-laki yang masuk neraka mewarisi isterinya untuk penghuni surga sebagaimana fir'aun mewarisi isterinya (note: Istri Firaun akan dinikahkah Allah kepada Muhammad [Ibn `Adi in the Kamil, dan al-Bayhaqi di "al-Ba`th wal-Nushur"]). Perawi yang dianggap bermasalah: Yazid bin 'Abdur Rahman dan Khalid bin Yazid. Namun Al-Suyuti menyatakan rantai perawinya “fair” (hasan) di al-Jami` al-Saghir (7989).
  • Melakukan hubungan seks dengan 100 perawan seharinya [Hadis ini dari Abu Huraira, dalam "Al-Sagir dan Al Awsat"-nya Abu Al-Qasim At-Tabarani, Abu Nu`aym dalam "Sifat al-Janna", al-Khatib dalam "Tarikh Baghdad". Abu Dya al-Maqdisi menyatakan ini sahih menurut Ibn al-Qayyim dalam "Hadi al-Arwah" dan Ibn Kathir dalam "al-Fitan wal-Malahim" dan Khaldun al-Ahdab dalam "Zawa'id Tarikh Baghdad (100)"].
  • Akan mendapatkan 70an bidadari disamping istrinya sewaktu di dunia [Warraq, Ibn (2002-01-12). "Virgins? What virgins?"] dan dari riwayat Ibn al sakan menyampaikan hadis nabi dari Hatib ibn Abi Balta`a: dikawinkan dengan 72 perempuan dan 2 berasal dari dunia ini [Ma`rifat al-Sahaba and Ibn `Asakir in Tarikh Dimashq]
  • Mendapatkan 72 bidadari [Hadis Nabi yang diriwayatkan Daraj Ibn Abi Hatim, di mana Abu al-Haytham 'Adullah Ibn Wahb menarasikan dari Abu Sa'id al-Khudhri, "How Many Wives Will The Believers Have In Paradise?" - Questions answered by Islamic scholar Gibril Haddad; Ahmad no. 10511 (17182), Tirmidhi no.1586 (1663), dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3213]
  • Seluruh surgawan SEKURANGNYA beristri 2 orang (Muslim, no.188 Kitâb al-Imân, Bâb adna Ahl al-Jannah manzilatan). Detail lainnya lihat fatawa no. 25843
  • Untuk Para wanita, dalam Islam, sangat wajar terpoligami dunia-akhirat. Apapun status perkawinan dunianya, maka ketika di akhirat, sang Muslimah hanya akan dapat 1 (satu) suami saja [Al Fatawa Al Haditsiyah, Syaikhul Islam al-Imam Ibn Hajar al-Haitami, I/168 dan 36; Imam nawawi -> syarah Al-Muslim XVII/171]

    • Jika wanita ini membujang hingga akhir hayatnya [atau bercerai dan tidak menikah lagi atau menikah namun suaminya tidak masuk surga], maka Allah akan memilihkan surgawan untuk menjadi suaminya di surga [Majmu Fatawa Syaikh al-'Utsaimin 2/52-53, dengan tambahan kata "jika para surgawannya minat"]
    • Jika wanita ini menikah di dunia dan wafat atau wanita ini menikah berkali-kali (suaminya wafat), maka di surga, ia akan bersama suami terakhirnya yang masuk surga (atau yang terbaik diantara yang pernah bersuami dengannya) [hadits nabi riwayat Anas dari Umi Habibah dan dari Umi Salamah,dari At tabarani; hadis dari Asma' Binti Abi Bakar ->Al Fatawa Al Haditsiyah, Syaikhul Islam al-Imam Ibn Hajar al-Haitami, I/168 dan 36; I/236]
Jadi, yang diucapkan oleh Amrozy itu BENAR ADANYA!

Setelah ber-jihad dengan melakukan pemboman diam-diam, membunuh ratusan orang di Bali, melarikan diri dan berusaha sembunyi sebaik-baiknya (Versi Muslim: Penuh strategi; versi Kafir: cara2 pengecut). Akhirnya mereka tertangkap juga dan hukuman mati-pun menanti sudah, Paling tidak, cita-cita mereka akan segera terwujud yaitu dapat hadiah Bidadari dan menggauli sepuas-puasnya

Ayo, siapa lagi yang hendak mengikuti Nurdin M Top, Imam Samudra, Amrozy dan rekan-rekannya…Ingat 72 Bidadari segar dan menggairahkan tengah menanti anda.

17 comments:

  1. Kalau kamu bisa berpikir sedikit, apa mungkin amrozi dkk itu dapat bom C4, mungkin saja mreka mmg berniat mengebom, tapi kekuatan bom mreka itu tak sebesar bom C4, jadi jelas ini ditungganggi oleh kepentingan asing, spt malaysia yg di tahun yg sama sdg meluncurkan program visit malaysia year, diketahui malaysia ini lah negara pemilik bom C4. Ada byk konspirasi di dunia ini yg melakukan fitnah thd Islam, spt rekayasa 9/11 WTC oleh yahudi, baca disini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1083149

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya ayam gw gk mo berkotek,anjing gw gk isa gonggong, kambing gw gak jenggotan lagi...? pasti nih...ulah amrik, yahudi dan antek2 kafir di belakangnya. Kenal ma ketemu ma 1 orang yahudi aza gw gak pernah ehh..gara2 buku ini... nih!! gw jadi ikut2an benci kafir, amrik, yahudi ..nasib- nasiiiib...otak dan masuk mesin cucian.

      Delete
  2. Dear Moon,
    ngga perlu mikir banyak2..cukup ikuti saja transkrip dipersidangan..dan ditambah lagi hingga menjelang di tembak matinya pun ia tidak merasa bersalah membunuh mati ratusan orang...jelas koq ini bukan fitnah..

    sesimple itu..ngga rumit.

    ReplyDelete
  3. Apa benar bom dia yg membunuh hingga ratusan orang itu, atau itu sebenarnya c4? think!

    ReplyDelete
  4. Dear M oon,
    Jika anda bener2 mampu berpikir, coba cerna pelan-pelan:
    Ratusan orang mati terbakar dan tercerai berai..mungkinkah ini hanya terkena pecahan petasan cabe rawit ato terkena ban mobil yang pecah?

    Silakan cerna perlahan..

    ReplyDelete
  5. Hasil penelitian menunjukkan mreka matinya krn bom C4, padahal negara yg punya C4 itu adalah militer Malaysia or Australia, Indonesia tak pakai itu bom C4!
    Jadi sekali lagi pakai tuh otak!

    ReplyDelete
  6. Dear M oon,
    Entah mengapa anda berulang2 membawa2 C4 atau bukan di topik ini

    Yang perlu anda PIKIRKAN adalah
    PARA PELAKU pembunuhan BIADAB karena KEBENCIAN dan alasan JIHAD ala ISLAM telah mengakui KEKEJIANNYA dan TIDAK MERASA BERSALAH sama sekali!

    Apakah anda merasa bangga bahwa ternyata agama anda berhasil membuat manusia menjadi KEJI BIADAB seperti itu?

    Untuk ulasan tentang Bom yang meladak di Indonesia, Silakan baca link ini:

    http://www.radar.co.id/berita/read/3994/2010/Racikan-Senyawa-Penghancur-Manusia

    ReplyDelete
  7. Tipikal muslim ketika mendapat masalah: pasti rekyasa CIA. <:-D seakan-akan mereka ini orang yang gak mungkin melakukan kesalahan dan tidak ada yang pernah berbuat jahat. Entah c4 atau c5 atau c6, yang pasti yang nunggang sama yang ditunggangi sama2 goblok n biadab. bukannya nyalahin umatnya yang salah, malah nyalahin yang nunggang yang belom tau juntrungnya. dasar gebleg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betol... selalu cari kambing hitam. dah jelas2 mereka melakukan sambil teriak2 nyebut nama Tuhan dan merasa gk ada dosa ..kok masih saja nih orang M oon cari pembenaran dan menyalahkan pihak lain..segitu bencinya ya ama ajaran dan bangsa lain..? tolong dech..kalau ada yang mengajarkan kebencian thdp bangsa lain, gak sepaham dengan ajaranya dan budaya /tradisi lain di anggap musryik,kafir, najis atau kata2 yang tidak sepatutnya ada di kitab suci maka jangan kau makan mentah2 itu kata2/ayat2 yang katanya dari langit, kalau sudah tidak sesuai dengan kata hati jangan di paksa-paksakan sampai mencari pembenaran2...pakai Logika M oon...

      Delete
    2. setuju, saya pikir ini agama atau doktrin. sedikit sedikit dosa, sedikit,sedikit haram soal bom bali JELAS MUSLIM pelakunnya ndak ada urusan darimana BOM nya mau C4 atau C1000 Oknum Muslim pelakunya Mau Ngeles apa lagi saya heran ajaran agama ini kok ndak ada damainya sama sekali yah......hadeeeh.

      Delete
  8. moon:
    kalangan lo kalo lg bom pasti dibilang konspirasilah, lo gak ada bedanya sm teroris.. ckckckck

    ReplyDelete
  9. Ini Bukan Teror, Ini Perintah Allah

    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Jumat, 24 September 2010 | 08:07 WIB

    M Sofyan Tsauri adalah polisi yang memilih menjadi teroris. Pangkat terakhirnya brigadir sebelum dipecat pada tahun 2009 akibat melakukan poligami dan desersi.

    Banyak rumor beredar, saya dipecat karena sakit hati lalu cari jalan lain. Itu salah. Saya sebelum menjadi polisi sudah aktif berdakwah.
    -- M Sofyan Tsauri, terdakwa teror

    Tak ada kekecewaan atas pilihan hidupnya itu. Sofyan yang turut mendirikan kamp pelatihan kemiliteran teroris di Jantho justru merasa bangga menjadi teroris. Ia memilih menjadi teroris karena ingin menegakkan syariat Islam di Indonesia.

    Berikut penuturan Sofyan Tsauri alias Abu Ahyass alias Marwan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (23/9/2010), kepada Tribunnews.com:

    Saya bukan penyusup atau intel polisi. Saya adalah buah dari dakwah tauhid. Kalau saya susupan, saya tempatnya bukan di dalam sel.

    Saya ditangkap bersama istri saya. Kalau mau tahu bagaimana saya ditangkap, tanya istri saya.
    Saat penangkapan, suasananya sangat dramatis, ada tembakan di jalan. Saya bukan susupan. Saya sangat menyayangkan kalau ada yang bilang saya intel penyusup.

    Saya sudah memberikan mereka 28 senjata api dan puluhan ribu peluru. Justru saya dikhianati oleh mereka. Saya menjadi kambing hitam atas kegagalan jihad di Aceh.

    Jihad Aceh sudah kami rencanakan. Mungkin mereka tidak crosscheck ke sana. Mungkin mereka minim pengetahuan tentang saya. Bisa di-crosscheck ke Polres Depok, siapa saya.

    Saya itu awalnya ingin menegakkan syariat Islam untuk membawa Indonesia ke jalan yang lebih baik karena hanya dengan syariat Islam, Indonesia akan menjadi lebih baik.

    Tokoh mujahid yang saya suka adalah sosok Dulmatin, dan saya memang sengaja mencari tahu keberadaan dia untuk bergabung. Karena Allah, saya akhirnya bertemu Dulmatin. Kemudian saya dan beliau ketemu di Aceh, lalu mengadakan program latihan di Aceh.

    Saya ketemu Dulmatin di Aceh akhir tahun 2008 dan awal 2009. Saya waktu itu sudah desersi. Saya juga bilang sama Dulmatin kalau saya ini desertir polisi karena bulan Juni 2009 dipecat.

    Banyak rumor beredar, saya dipecat karena sakit hati, lalu cari jalan lain. Itu salah. Saya sebelum menjadi polisi sudah aktif berdakwah. Kemudian karena tuntutan, dan panggilan dakwah tauhid, saya memilih jalan berjihad.

    Saya tidak merasa dikhiananti korps yang thogut (kepolisian). Saya sudah keluar dari polisi, baru saya jadi teroris. Apa yang dilakukan ini bukan tindakan teror. Ini adalah ibadah, ini perintah Allah yang wajib.

    Saya bersama Dulmatin sebulan di Aceh. Berkeliling ke semua wilayah Aceh karena mengumpulkan faksi-faksi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di sana untuk jihad. Kami cari orang GAM yang mau bertempur kembali.
    Banyak yang mau ikut. Ada yang berasal dari pesantren, mantan-mantan GAM juga ada dan banyak dari beberapa elemen. (Bian Harnansa)

    ReplyDelete
  10. lagi-lagi kebodohan si wira, tak mampu membedakan ulah oknum dengan inti ajaran.
    Sudah jelas terorisme itu HARAM. Baca tuh Fatwa MUI tentang haramnya terorisme!
    Di Islam itu perang saja ada ADABnya, al. tak boleh membunuh anak-anak dan wanita, pohon saja dilarang ditebang dll. Apalagi bunuh diri, jelas HARAM di Islam.
    Tolol banget memfitnah ajaran Islam. Justru tuh di India, 6 Desember 1992 Masjid tertua di Idia, masjid Babry, dirobohkan teroris hindu, yang akhirnya kafir hindu itu menjadi buta dan tak bisa disembuhkan oleh para dokter ahli India sekalipun. para petinggi anggota organisasi Gazy Boora di Atar Pradesh yang melatih teroris hindu untuk merobohkan masjid, juga turut menjadi buta.
    di Myanmar, Thailand, para bhiksu budha dan militer budha menyiksa muslim rohingya, dan para pengungsi muslim yang mendarat di thailand. Cara perangnya kafir BIADAB.

    ReplyDelete
  11. Saat Mun'im Idries Ungkap Kelainan Seks Teroris Noordin M. Top
    Ia menemukan kelainan di dubur pentolan teroris Jemaah Islamiyah ini.
    Jum'at, 27 September 2013, 10:10

    VIVAnews - Dari sejumlah kasus yang pernah ditangani ahli forensik Mun'im Idries (66 tahun) semasa hidupnya, salah satu jasad paling penting yang pernah ditangani olehnya adalah Noordin M. Top, pentolan teroris Jemaah Islamiyah.

    Noordin tewas dalam penggerebekan aparat di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah pada 16-17 September 2009. Mun'im lalu diminta untuk mengautopsi jasad gembong teroris itu di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Namun, apa yang ditemukan Mun'im kemudian mengejutkan khalayak. Saat itu Mun'im bersama tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad lelaki yang mempunyai sejumlah istri itu. Kelainan itu adalah duburnya yang berbentuk corong.

    "Ada kerusakan di bagian dubur, berbentuk corong karena biasa disodomi," kata Mun'im saat itu.

    Kenyataan ini memang agak sensitif, namun Mun'im memutuskan untuk membukanya.

    Mun'im, dokter ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, meninggal dunia, Jumat dini hari 27 September 2013. Dia sudah dirawat sejak 7 September 2013 di Instalasi Gawat Darurat RSCM karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

    Mun'im didiagnosa mengidap kanker pankreas. Pada Selasa pekan lalu, ia dioperasi selama enam jam di RSCM. Ia juga diketahui sudah lama menderita penyakit jantung dan diabetes. (Baca juga: Mun'im Idries, Ahli Forensik Penyuka Tantangan)

    ReplyDelete
  12. buat twaanku : saya rasa standar ganda selalu diterapkan dalam ajaran agama anda jika mata anda melek bukankah apa yang dilakukan oknum muslim telah melanggar apa yang semestinya tidak boleh dilakukan dan bila itu dilanggar alsaanya adalah ada yang menungangi, kepentingan yahudi amerika dan bla bla bla. klaupun oknum bukankah ia seorang muslim yang nota bene Meng Amini ajaran Islam mau ngeles apalagi ....!!!!!????

    ReplyDelete
  13. Ulah "oknum" atau memang ada dalilnya dalam ajaran itu? Logikanya, kalau hanya tafsir keliru dari seorang oknum, maka tidak akan berulang dan bisa disebar-luaskan hingga ke ribuan oknum yang lain. Ini juga membuat saya penasaran, sehingga menulusuri ke sumbernya, yaitu ayat2 suci ( yang dianggap suci oleh yang beriman) yang dijadikan dalil oleh ribuan, atau bahkan jutaan, oknum yang bermasalah itu. Bacalah yang original, dalam bahasa aslinya, dan pahami artinya dalam terjemahan yang lugas, tanpa penghalusan.

    ReplyDelete