Sunday, March 16, 2008

"Seven Sleepers" tertidur 309 Tahun?


Pengantar

Kisah mereka yang tertidur di sebuah gua dan terbangun bertahun-tahun kemudian ternyata memiliki banyak variasi kisahnya yaitu kisah dari sebelum masehi hingga Islam hadir di muka bumi ini:
    Di Jaman Yunani kuno, Aristoteles [384 - 322 SM] mengisahkan 9 orang dari Sardinia yang tertidur, kota yang berada di area yang sama dengan Ephesus, di Asia Kecil/Turki [Physics 4.11, 218b23-26]. Pliny [23-79 M] dan Diogenes Laertius [abad ke-3 M] mengutip karya Theopompus [Abad ke-4 SM] yang , berkisah tentang Epimenides dari Cnossos [abad ke-6 SM], sewaktu masih anak-anak, diperintahkan ayahnya utk mencari beberapa domba yang tersesat, lelah karena kepanasan dan berjalan ia kemudian tertidur di sebuah gua selama 57 tahun. Juga Aristeas dari Proconnesus dari akhir abad ke-7 SM, yang dapat tidur panjang hingga usia tuanya (157 tahun s/d 299 tahun).

    Dalam sumber Yahudi misalnya kisah Abimelech/;Ebed-Melech (seorang Ethiopia dan pegawe Istana) yang menyelamatkan Jerimiah, suatu ketika di saat penghancuran Yerusalem, Ia diminta Jeremiah utk mengambil beberapa keranjang buah ara disebuah gunung untuk yang sakit, Ia capek dan tertidur 66 tahun. Juga kisah Croni [Honi/Onias] di Talmud [Mazmur 126:1/Midrash Tehillim 126.1-2] yang tertidur di saat penghancuran kuil Jerusalem dan terbangun di 70 tahun kemudian di pembangunan kuil yg dihancurkan tsb[ [S. Baring Gould: The seven sleepers] dan banyak lagi kisah serupa di berbagai belahan dunia [Koch, Die Siebenschlafereigende, ihr Ursprung u. ihre Verbreitung (Leipzig, 1883), Hal. 24-40].

    Di kalangan Kristen dan Islam, memiliki kisah tentang 7 pemuda melarikan diri dari seorang raja [Dikyanus] dan kemudian tertidur di dalam gua selama ratusan tahun.

      Dikyanus adalah raja yang berkuasa disekitar efesus, yaitu daerah yang disinyalir tempat gua ashabulkahfi berada. Raja dikyanus diperkirakan berkuasa pada tahun 112 M. raja dikyanus dikenal sebagai raja yang kejam. dalam cerita ashabul kahfi diceritakan bahwa dikyanus mengancam akan menghukum mati siapa saja yang tidak sejalan dengannya. Itulah sebabnya 7 pemuda ashabul kahfi dan 1 anjingnya (bernama Qithmir) lari dari negeri itu. Di kemudian hari raja Dikyanus lengser dan setelah ashabul kahfi terbangun setelah tidur 309 tahun Hijriyah atau 300 tahun Masehi raja yang berkuasa adalah raja theodosius II yang berkuasa sekitar 421 M. [Wikipedia: Dikyanus]

    Nama-nama pemuda itu bervariasi:

    • Kalangan kristen: Maximian, Malchus, Martinian, Dionysius, Yohanes[John], Serapion dan Konstantin ["Buku Para Santo", Di Biara St. Augustine’s di Ramsgate, mereka dikisahkan tertidur 112 tahun (Desius, 250 M s/d Theodosis II, 362 M]
    • Kalangan Islam: Maksalmina, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga. Namun menurut sumber lainnya nama-nama pemuda itu adalah Tamlikha, Miksalmina, Mikhaslimina, Martelius, Casitius, Sidemius, seorang Gembala yang tidak disebutkan namanya dan seekor anjing berwarna hitam yang bisa bicara bernama Qithmir ["Qishasul Anbiya", kitab "Fadha 'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah", Murtadha Al Huseiniy Al Faruz Aabaad]

    Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli Al Qur'an dan Injil berpendapat mereka berasal dari Yordania.

    Dongeng rakyat tentang "Tujuh Orang Ephesus yang Tertidur" ("Seven Sleepers of Ephesus") yang tertidur beberapa waktu lamanya dikenal sekitar akhir abad ke lima Masehi dan dengan cepat dongeng ini menyebar ke seluruh Asia Barat dan Eropa. Para ahli sejarah menduga bahwa dongeng ini ditulis pertama kali oleh Yakub dari Sarug [450-521], seorang Uskup Syria, kemudian

    kisah ini diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gregory dari Tours (sekitar 538-594), dalam bukunya yang berjudul "De Gloria Maryrum". Penulis lain diantaranya adalah gerejawan, "Paul the Deacon's" (720-799) dalam "History of the Lombards"; Seorang Biarawan Dominikan abad ke-13, Jacobus de Voragine (James de Voragine/Iacopo da
    Varazze,1230-1298), dalam "Golden Legend" (legenda Aurea) dan juga beberapa dalam lukisan.

    Menurut legenda Syria, beberapa pemuda Kristen menyelamatkan diri dan berlindung dalam sebuah gua di daerah pegunungan untuk menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan yang diperintahkan oleh Kaisar Decius (Romawi). Para pengejarnya menemukan tempat persembunyian mereka dan lalu menutup rapat lubang gua. Setelah lama berselang, seorang dari mereka di utus keluar [Iamblichus dalam versi James de Voragine] dan diketahui bahwa waktu telah berlalu 112/371/372 tahun [Versi Yakub dari sarug dan James de Voragine adalah 372 tahun].

    Kisah dongeng ini, diduga dihembuskan seorang Pendeta kristen bernama Stephen dari Ephesus yang menjadi Uskup dengan jalan merebut kekuasa setelah menjebloskan uskup sebelumnya ke penjara. Di konsili Chaledeon tahun 451 M, legitimasi keuskupannya juga diragukan dan juga mengakibatkan namanya tidak muncul di versi-versi selanjutkan kisah ini. 7 orang Pemuda dari ephesus itu kemudian dinyatakan sebagai santo/orang suci di dua kalangan, yaitu Nasrani dan Islam.

    Di kalangan Islam, kisah ini ada di Quran surat almakiyah Al-Kahfi 18.9-26, Di antara 7 dari mereka yang tertidur didalam gua itu, anjing salah satunya
    [Wikipedia: Seven Sleepers, Encyclopedia of Religion and Ethics, Bagian 21 Oleh James Hastings; "Pious Long-Sleepers in Greek, Jewish, and Christian Antiquity", oleh Pieter W. van der Horst; SLEEPING TOWARD CHRISTIANITY]
Mengingat Surat Al Kahfi (18:9-26) adalah surat yang diturunkan Allah melalui jibril kepada Nabi, maka terdapat beberapa pertanyaan menarik di antaranya:
  • Mengapa ayat ini muncul di Al Qur’an? (benarkah karena pertanyaan pendeta yahudi)?
  • Seberapa cepatkah Pertanyaan tersebut dijawab nabi? Mengapa?
    Apakah arti dan maksud kata "raqim" (Betulkah sesuai dengan penjelasan di AQ yaitu berarti anjing/sejenis anjing?)
  • Berapa jumlah sebenarnya para pemuda yang tertidur di gua tersebut?
  • Benarkah mereka tertidur 300 tahun (Solar system) atau 309 tahun (lunar system)?


Mengapa Ayat ini muncul di Al Qur’an surat Al Kahfi 9-26?

Menurut rujukan dibawah ini, surat itu muncul karena Pertanyaan dari pendeta Yahudi dan bukan Nasrani kepada nabi Muhammad:
    Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan dari Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan menunjukkan sikap bermusuhan. Dia pernah pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang hikayat raja-raja Persia , hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar. Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan mereka tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang apa yang telah terjadi pada banyak generasi yang telah lalu akan pembalasan yang ditimpakan Tuhan atas kelaliman mereka, Al Nadr mengatakan kepada mereka, "Aku memiliki kisah dan cerita yang lebih baik dan lebih menarik dari yang dia miliki, ikutlah aku”. Kemudian dia mulai menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja Persia , Rustum dan Isbandiya, dan kemudian dia berkata, “Atas dasar apa kalian menganggap Muhammad adalah seorang penutur kisah yang lebih baik dari aku?”. [Sumber: Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua, Muhammad bin Yasar bin Ishaq, Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 200 – 201]

    Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada pendeta Yahudi di Medinah ……. Sang pendeta berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…… Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu ….. kedua, tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat. TANYAKANLAH KEPADANYA TENTANG ROH. Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”. [Sumber: Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua, halaman 201 - 202]


Seberapa cepatkah Pertanyaan tersebut dijawab nabi? Mengapa?
    Untuk menjawab ketiga pertanyaan tersebut, Muhammad SAW mengatakan, "Aku akan memberikan jawabannya besok", namun ternyata beliau baru bisa menjawab setelah lebih dari 15 hari. [Sumber: Ibid, halaman 202 dan Tafsir Ibn Kathir utk surat 18:1-5]
Alasan mengapa 15 harian menurut Al Qur’an adalah:
    walaa taquulanna lisyay-in innii faa'ilun dzaalika ghadaan
    [18:23] Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,

    illaa an yasyaa-a allaahu waudzkur rabbaka idzaa nasiita waqul 'asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadaan
    [18:24] kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".
Kejadian ini cukup janggal mengingat Qur’an yang diturunkan adalah mengikuti suatu kejadian tertentu tanpa jeda waktu yang lama setelah terjadinya suatu kejadian namun rupanya terdapat kekhususan di kisah ini karena bahkan jawaban dari Allahpun datangnya lebih dari 15 hari

Apakah arti dan maksud kata "raqim" dalam surat Al Kahfi (18:9)
    am hasibta anna ash-haaba alkahfi waalrraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajabaan
    [18:9] Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim872 itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

    872: Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan sebagai batu bersurat
Beberapa arti lain dari kata raqim:
    In Islamic tradition, Al Rakim was the dog that guarded the legendary Seven Sleepers and that stood by them all through their long sleep. [Sumber: Wikipedia]

    Menurut Tafsir Ibn Kathir AQ 18:9, "Ar-Rakim adalah nama sebuah tempat, [note: "<-" = dari]:

      Al-'Awfi <- Ibn Abbas: Lembah dekat Ayla. Di Riwayat lainnya:
      'Atiyah, Al-'Awfi, Qatadah. Ad-Dahhak berkata: "Al-Kahf adalah gua dilembah, dan Ar Raqim adalah nama lembahnya."
      Mujahid berkata, "Ar-Raqim mengacu kepada bangunan-bangunan." Yang lainnya berkata itu adalah mengacu ke lembah dimana gua berada.)
      Abdur Razzaq <- Ibn Abbas berkata tentang Ar Raqim: "Ka’b biasa berkata bahwa itu adalah nama kota."
      Ibn Jurayi <- Ibn Abbas berkata, "Ar Raqim adalah nama gunung dimana gua berada."
      Sa'id bin Jubayr berkata, "Ar-Raqim adalah batu tablet yang berisi kisah pemuda-pemuda di Gua dan mereka letakan itu di pintu masuk gua"
Luar biasa bukan?! Bahkan para sahabat nabipun mempunyai penjelasan yang berbeda-beda mengenai arti dari kata ar-raqim. Lantas apa gunanya kata tersebut disampaikan?

Berapa jumlah para pemuda yang tertidur di gua tersebut?
    sayaquuluuna tsalaatsatun raabi'uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab'atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qaliilun falaa tumaari fiihim illaa miraa-an zhaahiran walaa tastafti fiihim minhum ahadaan
    [18:22] Nanti (ada orang yang akan) mengatakan878 (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.

    878: Yang dimaksud dengan "orang yang akan mengatakan" ini ialah orang-orang ahli kitab dan lain-lainnya pada zaman Nabi Muhammad s.a.w.
Alqur'an tidak secara tegas menyatakan jumlah pemudanya, melarang Nabi bertengkar tentang mereka dan melarang bertanya kepada mereka tentang seorangpun, namun di Tafsir Ibn Kathir, utk AQ 18:22, dinyatakan jumlah pemuda itu, yaitu 7 Orang:
    (مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلاَّ قَلِيلٌ)
    (Tidak ada yang mengetahui kecuali sedikit orang) Qatadah <- Ibn Abbas berkata: "Aku adalah salah satu dari yang sedikit yang dimaksud dalam ayat ini; mereka ada tujuh." (Ibn Jurayj <- `Ata' Al-Khurasani <- Ibn Abbas. Ibn Jarir mencatat Ibn `Abbas menyatakan itu dan Sahih)
Jika memang telah mengetahui, mengapa tidak segera disampaikan kepada para penanya yang telah bersabar menunggu lebih dari selama 15 hari tentang jumlah pemuda yang tertidur tersebut?

Di Jaman manakah mereka hidup?
    Menurut Tafsir Ibn Kathir, untuk surat AQ 18:21,

      [..]Mereka [penduduk] berkata pada nya [salah satu dari 7 pemuda] siapa dirinya dan darimana ia dapet uang itu [krn uang itu kuno]. Apakah menemukan hartakarun? Ia kemudian berkata, "Saya berasal dari sini, Saya kemarin hidup di sini dan Desianus adalah Rajanya..

      Ketika sang pemuda menceritakan kisahnya, mereka – raja dan penduduk kota – pergi bersamanya kegua, disana dia berkata, “Biarkan aku masuk dulu dan memberitahukan pada sahabat-sahabatku.” Dikisahkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana sang pemuda masuk kedalam gua, dan bahwa penduduk tidak tahu tentang cerita mereka. Dikisahkan juga bahwa mereka akhirnya masuk dalam gua dan melihat mereka dan sang raja menyambut dan merangkul mereka.

      Tampaknya sang raja adalah seorang muslim, dan namanya adalah Tedosis. Para pemuda sangat gembira bertemu sang raja dan berbicara dengannya, kemudian mereka mengucapkan selamat tinggal kepadanya dan tidur kembali, dan Allah membuat mereka kemudian meninggal

    Satu dari Tiga Raja Romawi dan Byzantium:

    Theodosius I (379–395; "Theodosius yang agung")
    Theodosius II (408–450)
    Theodosius III (715–717) [Check: Roman Emperor]
Apakah kaisar Teodosis seorang Muslim? dan Adakah Kaisar bernama Dikyanus?
    warabathnaa 'alaa quluubihim idz qaamuu faqaaluu rabbunaa rabbu alssamaawaati waal-ardhi lan nad'uwa min duunihi ilaahan laqad qulnaa idzan syathathaan
    [18:14] Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri875, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".

    875: Maksudnya: berdiri di hadapan raja Dikyanus (Decius) yang zalim dan menyombongkan diri.
Sepanjang sejarah kekaisaran Romawi tidak pernah dikenal ada nama Dikyanus yang hidup di 112 M (lihat di: From Augustus to Constantine XI Palaeologus), namun demikian sejarah mencatat bahwa ada seorang Kaisar yang bernama Decius.
    Decius (249 – 251) datang ke Efesus untuk menegakkan hukumnya terhadap orang-orang Kristen… disini dia menemukan tujuh pemuda dari kalangan terhormat yang bernama Maximillian, Jamblichos, Martin, John, Dionysios, Exakostodianos, and Antoninos (menurut Gregory dari Tours : Achillides, Diomedes, Diogenus, Probatus, Stephanus, Sambatus, and Quiriacus) yang beragama Kristen.

    Kaisar mengancam dan memberi mereka waktu untuk mempertimbangkan, hingga dia kembali lagi ke Efesus. Mereka kemudian memberikan harta benda mereka kepada orang-orang miskin, membawa hanya sedikit uang dan pergi ke sebuah gua di Gunung Anchilos untuk berdoa dan menanti kematian. Decius kembali setelah melakukan satu perjalanan dan meminta keterangan tentang ketujuh pemuda tersebut.

    Mereka mendengar kedatangannya dan saat mereka mengucapkan doa terakhir, mereka jatuh tertidur. Kaisar memerintahkan prajuritnya untuk mencari mereka, dan saat menemukan mereka tertidur dalam gua, kaisar memerintahkan untuk menutup mulut gua dengan batu besar, sehingga mereka terkubur hidup-hidup. Namun seorang Kristen datang dan menuliskan nama-nama mereka dan kisah mereka.

    Tahun berlalu, kekaisaran menjadi Kristen, dan Theodosius (apakah Theodosius Agung (379 – 395) atau Theodosium Muda (408 – 450)) berkuasa. Dalam masanya beberapa bidah menentang kebangkitan tubuh.

    Saat kontroversi ini berlangsung, seorang tuan tanah yang kaya bernama Adolios, membuka gua “Seven Sleepers” untuk dijadikan kandang ternak. Kemudian para pemuda terbangun, berfikir bahwa mereka hanya tidur satu malam, dan menyuruh seorang dari mereka (diomedes) ke kota dan membeli makanan, sebelum mereka menyerahkan nyawa mereka.

    Diomedes tiba di Efesus dan terheran-heran melihat gereja-gereja dengan symbol salib dan penduduk tidak dapat mengerti bagaimana dia memiliki uang dari era Decius … akhirnya uskup dan pimpinan kota pergi kegua dengannya dimana mereka menemukan keenam orang lainnya.

    Theodosius kemudian dipanggil, dan ketujuh pemuda menceritakan kisah mereka. Setiap orang bergembira karena inilah bukti kebangkitan tubuh. Para pemuda setelah menuturkan segala sesuatunya dengan panjang lebar kemudian meninggal sambil memuji Tuhan. [Sumber: Catholic Encyclopedia]

    Gaius Messius Quintus Traianus Decius (ca. 201- June 251), Roman emperor (249 - 251), In the last year of his reign he co-ruled with his son Herennius Etruscus until both were killed in the Battle of Abrittus.[sumber: Wikipedia]
Tafsir Ibn Kathir menyatakan bahwa Raja Teodosis adalah seorang Muslim, namun secara fakta tidak satupun dari raja yang bernama Teodosis baik itu I s/d II memeluk agama Islam.

Bahkan, kaisar Theodosius III-pun, masih bukan kaisar yang muslim walaupun Ia menjadi kaisar ratusan tahun setelah wafatnya Muhammad (570an-632).


Benarkah mereka tidur 300 tahun (solar system) atau 309 tahun (lunar system)

Quran surat Al-Kahfi 18:25, menyatakan dengan tegas mengenai kepastian lamanya tidur adalah 309 tahun:
    walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis'aan
    [18:25] Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
Dan AQ 18:26 menyatakan:
    quli allaahu a'lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu alssamaawaati waal-ardhi abshir bihi wa-asmi' maaaa lahum min duunihi min waliyyin wal yusyriku fii hukmihi ahadaan
    [18:26] Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
Hal ini, bisa juga diartikan bahwa ayat 26 merupakan sebuah re-konfirmasi. Senada sebagaimana di sampaikan dalam Tafsir Ibn Katir, untuk ayat 18:25:
    Jika kamu ditanya tentang berapa lama mereka tidur, dan kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya dan tidak ada wahyu dari Tuhan, maka jangan katakan apapun. Lebih baik katakan (Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal)
Surat Al-Kahfi merupakan surat Al makiyyah [Turun sebelum hijrah] sehingga perhitungan tanggal yang masih berlaku saat itu adalah masih Samsyiah [perhitungan berdasarkan peredaran Matahari] dan bukan perhitungan Qomariah [berdasarkan bulan]. Perhitungan berdasarkan Qomariyah mulai di gunakan sejak turunnya At Taubah 9:36, 37.

Banyak tafsir menyatakan bahwa 300 tahun Syamsiah = 309 tahun Qomariah. Di Tafsir Ibn Katsir, para sahabat Nabi, Mujahid dan Mutarraf bin `Abdullah, juga menyatatakan demikian.

Pertama-tama,
Mari kita ketahui terlebih dahulu persamaan untuk menghitung kalender matahari dan Bulan. Mengutip Kisah-Kisah Al-Qur`An 2, Shalah Al-Khalidy, terdapat perhitungan yang berasal dari Ahmad adil kamal, di bukunya,"Jadawil Aat-Taqwim Al-Miilaadi Al Muqaabil, Li At Taqwim Al Hijri":
    1 hari syamsiyah lebih lama 3 menit 59 detik.
    1 Hari bangsa arab = 1 hari terbenam s/d terbenam hari berikutnya.
    1 Bulan qamariah = 29,530588.
    1 Tahun qamariah = 354 hari, 8 jam, 48 menit, 36 detik sedangkan 1 tahun syamsiyah: 365, 6 jam, 9 menit, 9.5 detik.

    Imam Al-Alusi menyatakan perbedaan per 1 tahun syamsiah vs qomariah adalah 10 hari, 21 jam, 1 menit.
    100 tahun =1087 hari, 13 jam, 4 menit [3 tahun, 24 hari, 11 jam, 16 menit].
    300 tahun = 9 tahun, 73 hari, 9 jam, 48 menit.
Perhitungan ini sudah menjelaskan dengan gamblang bahwa TIDAK BENAR 300 tahun Syamsiah adalah 309 tahun Qomariah, karena masih harus ditambah 73 Hari lebih!

Pertanyaan terakhir: Benarkah mereka tidur selama 309 tahun?

Pemerintahan Masa Pemerintahan Tahun Lamanya Tidur
Awal Akhir Awal Akhir
Desius 249 251

Theodosius 1 379 395 146 144
Theodosius 2 408 450 201 199
Theodosius 3 715 717 468 466


Tabel ringkasan diatas sudah menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada satupun angka yang mendekati lamanya tidur sebesar 300 tahun atau 309 tahun!

Kesimpulan kisah Ashaabul Kahfi

Kisah orang-orang yang tertidur di dalam gua versi surat Al Kahfi (18:9-26) tidak akurat dengan fakta sejarah.

Itukan menurut saya dan bagaimana menurut anda?

Referensi:
Pembahasan versi vivaldi

Klik untuk lihat: Al Qur'an Surat Al Kahfi 18: 9-26
    am hasibta anna ash-haaba alkahfi waalrraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajabaan
    [18:9] Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim872 itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
    872: Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan sebagai batu bersurat

    idz awaa alfityatu ilaa alkahfi faqaaluu rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wahayyi/ lanaa min amrinaa rasyadaan
    [18:10] (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

    fadharabnaa 'alaa aatsaanihim fii alkahfi siniina 'adadaan
    [18:11] Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu873,
    873: Maksudnya: Allah menidurkan mereka selama 309 tahun qamariah dalam gua itu (lihat ayat 25 ini) sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apapun.

    tsumma ba'atsnaahum lina'lama ayyu alhizbayni ahsaa limaa labitsuu amadaan
    [18:12] Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu874 yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).
    874: Kedua golongan itu ialah pemuda-pemuda itu sendiri yang berselisih tentang berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu.

    nahnu naqushshu 'alayka naba-ahum bialhaqqi innahum fityatun aamanuu birabbihim wazidnaahum hudaan
    [18:13] Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

    warabathnaa 'alaa quluubihim idz qaamuu faqaaluu rabbunaa rabbu alssamaawaati waal-ardhi lan nad'uwa min duunihi ilaahan laqad qulnaa idzan syathathaan
    [18:14] Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri875, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".
    875: Maksudnya: berdiri di hadapan raja Dikyanus (Decius) yang zalim dan menyombongkan diri.

    haaulaa-i qawmunaa ittakhadzuu min duunihi aalihatan lawlaa ya/tuuna 'alayhim bisulthaanin bayyinin faman azhlamu mimmani iftaraa 'alaa allaahi kadzibaan
    [18:15] Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

    wa-idzi i'tazaltumuuhum wamaa ya'buduuna illaa allaaha fa/wuu ilaa alkahfi yansyur lakum rabbukum min rahmatihi wayuhayyi/ lakum min amrikum mirfaqaan
    [18:16] Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu876.
    876: Perkataan ini terjadi antara mereka sendiri yang timbulnya karena ilham dari Allah.

    wataraa alsysyamsa idzaa thala'at tazaawaru 'an kahfihim dzaata alyamiini wa-idzaa gharabat taqridhuhum dzaata alsysyimaali wahum fii fajwatin minhu dzaalika min aayaati allaahi man yahdi allaahu fahuwa almuhtadi waman yudhlil falan tajida lahu waliyyan mursyidaan
    [18:17] Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

    watahsabuhum ayqaatsan wahum ruquudun wanuqallibuhum dzaata alyamiini wadzaata alsysyimaali wakalbuhum baasithun dziraa'ayhi bialwashiidi lawi iththhala'ta 'alayhim lawallayta minhum firaaran walamuli/ta minhum ru'baan
    [18:18] Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.

    wakadzaalika ba'atsnaahum liyatasaa-aluu baynahum qaala qaa-ilun minhum kam labitstum qaaluu labitsnaa yawman aw ba'dha yawmin qaaluu rabbukum a'lamu bimaa labitstum faib'atsuu ahadakum biwariqikum haadzihi ilaa almadiinati falyanzhur ayyuhaa azkaa tha'aaman falya/tikum birizqin minhu walyatalaththhaf walaa yusy'iranna bikum ahadaan
    [18:19] Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

    innahum in yazhharuu 'alaykum yarjumuukum aw yu'iiduukum fii millatihim walan tuflihuu idzan abadaan
    [18:20] Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya".

    wakadzaalika a'tsarnaa 'alayhim liya'lamuu anna wa'da allaahi haqqun wa-anna alsaa'ata laa rayba fiihaa idz yatanaaza'uuna baynahum amrahum faqaaluu ibnuu 'alayhim bunyaanan rabbuhum a'lamu bihim qaala alladziina ghalabuu 'alaa amrihim lanattakhidzanna 'alayhim masjidaan
    [18:21] Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka877, orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".
    877: Yang mereka perselisihkan itu tentang hari kiamat: apakah itu akan terjadi atau tidak dan apakah pembangkitan pada hari kiamat dengan jasad atau roh ataukah dengan roh saja. Maka Allah mempertemukan mereka dengan pemuda-pemuda dalam cerita ini untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang dan pembangkitan itu adalah dengan tubuh dan jiwa.

    sayaquuluuna tsalaatsatun raabi'uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab'atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qaliilun falaa tumaari fiihim illaa miraa-an zhaahiran walaa tastafti fiihim minhum ahadaan
    [18:22] Nanti (ada orang yang akan) mengatakan878 (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.
    878: Yang dimaksud dengan "orang yang akan mengatakan" ini ialah orang-orang ahli kitab dan lain-lainnya pada zaman Nabi Muhammad s.a.w.

    walaa taquulanna lisyay-in innii faa'ilun dzaalika ghadaan
    [18:23] Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,

    illaa an yasyaa-a allaahu waudzkur rabbaka idzaa nasiita waqul 'asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadaan
    [18:24] kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"879. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".
    879: Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan "insya Allah" (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut "Insya Allah" haruslah segera menyebutkannya kemudian.

    walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis'aan
    [18:25] Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

    quli allaahu a'lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu alssamaawaati waal-ardhi abshir bihi wa-asmi' maaaa lahum min duunihi min waliyyin wal yusyriku fii hukmihi ahadaan
    [18:26] Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".


Klik untuk lihat: The Imperial Index: The Rulers of the Roman Empire

4 comments:

  1. bukan.. bukan tidak cocok dengan fakta sejarah.

    islam dan kata2 muslim baru ada setelah nabi muhammad..

    apakah di Al quran dikatan bahwa mereka bertujuh adalah pemeluk islam? berarti mereka adalah umat muhammad? bagaimana bisa mereka menjadi ummat muhammad sedangkan ummat muhammad belum lahir.?
    hadist mengatakan mereka adalah MUKMIN : mukmin adalah orang yg mendedikasikan hidupnya untuk menyembah TUhan atau Allah atau dalam bahasa ibrani Ellohim atau illah saat yesus / isa a.s berdoa.


    Tuhan / Allah tidak lahir dari karangan Muhammad saw. tapi sudah ada dari permulaan alam semesta ini ada.

    Allah telah disembah dari awal bumi ini tercipta.
    Allah Tuhan dari Adam sampai anda saat ini.. (umm apakah anda bertuhan? hehe)

    nah.. kalau mereka mukmin.
    apakah mereka ummat muhammad?

    bukan..
    mereka adalah umat isa a.s.
    Isa a.s / yesus yg dimaksud bukanlah YESUS YANG DIANGKAT TUHAN OLEh PARA PENDETA DALAM CONCILI NICEA KEMUDIAN DINUBUATKAN MENJADI TRINITAS.
    tapi jesus putra mariam yg diutus TUHAN untuk menyembahNya, dengan umat bani israel.

    penyembah Tuhan yg ESA disebut mukmin.
    yg pada saat itu, orang arab menyebut agama yg mereka anut (agama yg menyembah Tuhan yg ESA ) dengan islam, dari kata salam.
    artinya memuji utk keselamatan / damai

    Tuhan memakai kata2 yg disesuaikan dengan otak dan pikiran orang pada jaman itu.
    apakah nabi perlu menjelaskan panjang lebar ttg umat siapa itu?
    saya rasa pendeta itu lebih tahu :)

    Muhammad mencontek? darimana? sedangkan dia ummi
    mencari tahu? darimana? di jazirah arab yg dipandang mengetahui hanya dia.?
    google? hehe ga mungkin kann.. :)


    ada 2 Garis AGAMA di dunia.

    1. agama langit : yahudi (yahuda), nasrani , islam
    mereka pada dasarnya menyembah 1 tuhan pencipta semesta walaupun dengan cara yg berbeda2 dan setiap kitab dari mereka terkoneksi.

    2.agama bumi : menyembah matahri, api, awan, paganisme dan segalanya yg hanya terhubung dengan bumi.
    contoh.. ehmm masa perlu saya jelaskan :) *colek :D

    ReplyDelete
  2. ehmm boleh ditambah ini Bapak -bapak..
    bahwa memang benar selisih hitungan adalah 9 tahun, 73 hari, 9 jam, 48 menit atau katakanlah 9 tahun lewat 2,5 bulan tapi tentunya dalam Al Quran tidak ditulis sedetil itu. DiQS 18:25 hanya disebutkan "mereka tinggal di dalam gua selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun".
    Sesungguhnya tidaK ada keraguan sedikitpun didalam AlQuran bagi orang-orang yang berpikir.
    Salam/peace

    ReplyDelete
  3. mantap.... AL QUR AN TIDAK ADA KE4RAGUAN

    ReplyDelete
  4. Dalam versi kristenpun mereka mati setelah memuji allah bukan yesus jadi mereka bukan pengikut trinitas !!

    ReplyDelete