Thursday, October 21, 2010

Masa..dibilang Kita sepupuan sama sapi..Gendeng?!


Jika dah baca catatan gw sebelumnya, "Siapa Sih Biang Keladinya..Sehingga Manusia Dikatakan Berasal Dari Kera?!" pasti dah ketemu biang keladinya kenapa manusia dianggap berasal dari Kera. Namun beberapa minggu ini gw merasa lucu karena bahkan ada yang percaya bahwa manusia itu bersepupu dengan sapi!

Ya! ini karena percaya abis ama Richard Dawkins sambil menyodorkan kutipan interviewnya:

    "here's no controversy about the fact we are cousins of monkeys, cousins of cows, cousins of aardvarks. That's completely non-controversial among anyone who knows anything about science"

Walah...?!

Bahkan di 'the origins of spesies'-nya Darwin, ngga pernah tuh dikatakan kita berasal atau bahkan bersepupu dengan Monyet. Buku itu hanya menunjukan adaptasi dan seleksi ilmiah yang direka-reka sendiri oleh Darwin, seorang lulusan naturalis yang ngga punya latar pendidikan lanjutan bologi, gagal di kuliah kedokteran dan malah pindah jurusan sekolah buat jadi pendeta.

Bukunya itu merupakan hasil kepanjangan dari peristiwa mengamati sekumpulan burung sejenis finch di kepulauan Galapagos. Ia melihat bahwa, diantara populasi itu terdapat sedikit perubahan dan tidak ada dua individu yang identik, sehingga ada variasi bersifat turunan dari Individu-individu yang berhasil bertahan hidup. Pengulangan proses ini akan membentuk keragaman dan itupun masih dalam kerangka satu garis keturunan yang sama.

Kemudian bahkan, temuan Fosil-fosil yang selalu dipublikasikan selama ini, ngga pernah ada suatu BUKTI KONFIRMASI bahwa EVOLUSI MANUSIA berasal dari mahluk semacam KERA [atau bahkan SAPI!]..mereka ternyata hanya melakukan PRAKIRAAN aja berdasarkan beberapa KEMIRIPAN FOSIL, tok!

Kesepupuan Manusia dengan monyet dan sapi itu, terutama monyet, bisa jadi karena adanya hasil uji genetis simpanse dan manusia yang berkisar 95% dan malah di sini dikatakan:

    A comparison of human DNA to 12 other animals shows we share more than our genes and helps show that people are more closely related to rats than to cats, scientists reported on Wednesday

    note:
    12 Animals are chimpanzee, baboon, cat, dog, cow, pig, rat, mouse, chicken, zebrafish and two species of pufferfish -- the Japanese delicacy Fugu and Tetraodon -- with human DNA

Kalo mo bicara perbedaan soal genetis, maka jangankan pada binatang, bahkan pada SESAMA SPESIES MANUSIApun terdapat SELISIH sekurangnya 0.5% (99.5% kesamaan) [1, 2, 3, 4].

So, seberapa benar statement Dawkins bahwa Manusia bersepupu dengan Sapi dan Monyet. Untuk itu mari kita lihat ranking taxonomicnya:

    Sapi:
    Kingdom - Animalia
    Phylum - Chordata
    Class - Mammalia
    Order - Artiodactyla
    Family - Bovidae
    Genus - Bos
    Species - taurus

    Simpanse:
    Kingdom - Animalia
    Phylum - Chordata
    Class - Mammalia
    Order - Primates
    Family - Hominidae
    Genus - Panina dan
    species - Troglodytes [Walopun ada perdebatan, namun hingga hari ini ngga ada perubahan posisi GENUS dan SPECIES dari simpanse]

    Manusia:
    Kingdom - Animalia
    Phylum - Chordata
    Class - Mammalia
    Order - Primates
    Family - Hominidae
    Genus - homo
    Species - Homo sapiens

Untuk spesies HOMO SAPIENS aja, masih terdapat SUB SPESIESnya yaitu HOMO SAPIENS SAPIENS, yang anggotanya diantaranya adalah Homo Sapiens Neanderthalensis, Homo Sapiens Idaltu, Homo Sapiens Rhodensis dan kita.

Di lihat dari sudut ranking taxonomik ini aja, maka dah sangat gegabah mengatakan kita bersepupu dengan simpanse apalagi dengan sapi.

Apalagi kalo kita juga melihat suatu fakta sederhana yaitu jutaan turunan ke atas dalam satu sub spesies MANUSIA is tetep aja MANUSIA; SAPI is tetep aja SAPI; MONYET is tetep aja MONYET...ngga ada yang berubah dalam hal ini

Jelasnya sih..konyol banget gitu deh..kalo sampe percaya bahwa manusia itu sepupuan ama sapi, ya toh?!

Mmmmhhh..tapi...karena kita dan Sapi sama-sama mimik susu sapi, maka Sapi ngga pernah boleh kita kawini dan bahkan seharusnya Sapi bukan lagi cuma sepupu kita namun justru Ibu kita juga!!!

Walahh!!!!

Ini sih udah ngga lucu lagi..tapi menjadi serem dan mengerikan malah..karena ternyata..selama ini, kita sudah berkali-kali menyembelih dan memakan ibu kita sendiri!!!!!!!!!!

25 comments:

  1. hahaha... pak eka pak eka.
    ada-ada saja,
    "Sapi bukan lagi cuma sepupu kita namun justru Ibu kita juga"!
    pernyataan yang sederhana tetapi bermakna luas.

    kalau membantu membajak berarti sapi bapak kita donk pak?
    terus kalau kotoranya dijadikan Bio gas berarti sapi adalah Pabrik kita.
    hahahaha...

    ReplyDelete
  2. Promosinya disini ajalah,,, dichat-box_nya gak bisa euy..^^

    http://www.facebook.com/ateisindonesia?ref=ts

    ReplyDelete
  3. saya sangat tertarik berdialog dengan pak eka, tapi tolong dong comment nya bisa ditulis sebagai anonym. kalau pakai gmail agak lama dan ribet. salah2 jadi kehapus!
    anda tidak ada masalah dengan komentator anonym kan? walau pake anonym kan tetep bisa isikan nama

    ReplyDelete
  4. Dear DC HOST,
    Tujuan saya meminta untuk menyampaikan IDENTITAS adalah agar orang yang menulis mulai menyampaikan pendapat dengan KEJUJURAN sebagai ADAB..jika jati diri sendiri saja malu atau sampai MENIPU ia perkenalkan maka ia datang dengan itikad tertentu.

    ReplyDelete
  5. Sapi itu adalah anak kamu, ibu kamu, bahkan diri kamu di masa lampau maupun di masa mendatang...itulah menurut ajaran ngaco Hindu/Budha..yg menganut karma dan reinkarnasi...Hoo hoo hoo hoo
    gila loe wir!

    ReplyDelete
  6. M oon,
    Kalo kamu buka ini maka kamu tau makin taun BUKTI2 adanya kelahiran kembali..makin tak terbantahkan:
    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html#ilmumodern

    Nah,
    untuk tau bagaimana ngaco dan gilanya ajara islam itu, ya baca ini deh:

    Kosmologi Islam: Bumi yang datar ada di atas Ikan Paus [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#kosmologiislam]

    Oce...

    ReplyDelete
  7. Justru quran yang menjelaskan bentuk bumi secara lengkap,

    1) dahaha (didatarkan/dihamparkan, menyembunyikan telur burung unta sehingga menyamarkannya)
    Bentuk sebenarnya bumi adalah bulat lonjong seperti telur burung, namun dihamparkan, bagai hamparan, dibuat SEOLAH-OLAH/BAGAI datar, dengan Allah ciptakan manusia dalam ukuran kecil sehingga bulatnya bumi tak terasa bagi manusia yang hidup di PERMUKAAN bumi, disamarkan/disembunyikan dari bentuk aslinya yang bulat lonjong (pipih di kedua kutubnya).

    2) takwiir, membungkus sesuatu yang bulat, seperti bola/semangka/kepala.
    Dalam ayat quran disebutkan siang dan malam yang saling menutup satu sama lain bagai membungkus (takwiir) sesuatu benda bulat.

    ReplyDelete
  8. Tentang reinkarnasi, inilah penyelewengan ajaran hindu dari ajaran Islam..

    Umumnya umat Hindu percaya apa yg dinamakan “Samsara”, yaitu perputaran kelahiran & kematian berulang kali, yg dikenal dg nama “Reinkarnasi”. Yaitu orang yang sudah mati rohnya akan berpindah pada sosok lain yang akan lahir kembali di dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg lebih baik, tapi bila amalannya jelek ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg buruk atau menjadi makhluk yg lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka mengatakan konsep Samsara inilah yg dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan orang miskin di dunia ini? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu.

    Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yg disebutkan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh / reinkarnasi dalam Weda.

    * Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.

    * Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka yg mirip dg konsep dalam Islam. Surga digambarkan sbg tempat yg sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah2xan bermacam-macam, tempatnya indah, dll. Neraka juga digambarkan mrip dg konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dg gambaran api, dimana di neraka orang akan mengalami penderitaan.

    ReplyDelete
  9. Konsep kehidupan dan kematian dalam Islam

    Terdapat beberapa ayat yg dapat jadi acuan :

    * QS. Al-Baqarah(2) : 28 menyebutkan bahwa manusia pada awalnya adalah mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.
    * QS. Al-Mulk(67) : 2 menyebutkan bahwa Allah yg menciptakan hidup untuk jadi batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.
    * QS. Ali-Imran (3) : 185 menyebutkan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalan manusia. Orang2x yg selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, di sana mereka akan mendapatkan apa yg mereka inginkan di dunia, dunia ini hanyalah berisi permainan dan tipuan belaka.
    * QS. Al-Baqarah (2) : 24 isinya menjelaskan tentang neraka.

    ReplyDelete
  10. M-oon,
    anda katakan:
    Justru quran yang menjelaskan bentuk bumi secara lengkap an tepat,

    1) dahaha (didatarkan/dihamparkan, menyembunyikan telur burung unta sehingga menyamarkannya)
    Bentuk sebenarnya bumi adalah bulat lonjong seperti telur burung, namun dihamparkan, bagai hamparan, dibuat SEOLAH-OLAH/BAGAI datar, dengan Allah ciptakan manusia dalam ukuran kecil sehingga bulatnya bumi tak terasa bagi manusia yang hidup di PERMUKAAN bumi, disamarkan/disembunyikan dari bentuk aslinya yang bulat lonjong (pipih di kedua kutubnya).

    Saya:
    buset goblok banget lo ya..NABI, SAHABAT NABI+ ALLAHMU dah ngomong kalo KOSMOLOGI ISLAM mengatakan BUMI di atas PUNGGUNG ikan paus...Nah kalo bulet..bumi nya ya JATOH, oon!

    ..bego banget..LO TU YA

    nah, Allahmu udah tau kalo bulet jatoh..dan ia udah punya caranya, BACA AJA DISINI:

    Kosmologi Islam: Bumi yang datar ada di atas Ikan Paus
    [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#kosmologiislam]

    untuk DAHAHA, silakan liat di sini:
    [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html#dahaha]

    Nah pelajari perlahan-lahan supaya ngga kesedek..

    OCE...

    ReplyDelete
  11. M-oon:
    2) takwiir, membungkus sesuatu yang bulat, seperti bola/semangka/kepala.
    Dalam ayat quran disebutkan siang dan malam yang saling menutup satu sama lain bagai membungkus (takwiir) sesuatu benda bulat.

    Saya:
    Membungkus benda bulat?

    Ngaco tolol.

    'takwir' di surat 39:5 ngga berhubungan dengan bentuk bumi?

    karena menerangkan bahwa bentuk langit versi islam Berbentuk kubah, matahari dan bulan-lah yang berjalan.

    Bukti arti kata takwir:

    Surat at takwir:1,
    YUSUFALI: When the sun is folded up;
    PICKTHAL: When the sun is overthrown,
    SHAKIR: When the sun is covered,

    Tafsir:
    [..]At-Takwir means to gather one part of something with another part of it (i.e., folding). From it comes the folding of the turban (`Imamah) & the folding of clothes together. Thus, the meaning of Allah's statement, (Kuwwirat) is that part of it will be folded up into another part of it. Then it will be rolled up and thrown away. When this is done to it, its light will go away.

    Sumber: http://www.islambasics.com/view.php?bkID=69&chapter=19

    [..]The word kawwara is derived from Takwir which denotes for the sun 'to lose its light'. (Another meaning of Takwir is 'to fold', & the translation in the text is based on this meaning. The sense of folding the sun is that its function will come to an end, and it will lose its light..
    Muhammad Taqi Usmani) Sayyidna Hasan Basri (RA) has attached this interpretation to it. Another sense of the word is 'to cause to fall'.
    Rabi' Ibn Khaitham (RA) assigns the following interpretation to this verse: The Sun will be thrown into the ocean, and as a result of its heat the entire ocean will turn into fire. The two interpretations are not contradictory. They may be reconciled thus:
    first, its light will be put off and then it may be thrown into the ocean.
    Sahih of Bukhari records from Sayyidna Abu Huharirah (RA) that the Holy Prophet (Sallaho Alaihe Wassallam) said that on the Day of Resurrection the Sun and the Moon would be thrown into the ocean.
    Musnad of Bazzar has the addition that they will be thrown into Hell.
    Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya and Abush-Shaikh stated that on the Day of Resurrection Allah will throw the Sun, the Moon and all stars into the ocean. Then a violent wind will blow over them, as a result of which the entire ocean will turn into fire.

    Thus it is correct to say that the Sun & the Moon will be put into the ocean. It is likewise correct to say that they will be put into Hell, because the entire ocean at that time will have been turned into Hell. [Derived from Mazhari and Qurtubi] [..] [http://www.central-mosque.com/quran/maariful_quran.pdf]

    Jadi ‘takwir’ yang dimaksud menegaskan bahwa langit islam berbentuk kanopi, seperti maksud surat Al baqarah:22,

    YUSUFALI: Who has made the earth your couch, and the heavens your canopy;[..].
    PICKTHAL: Who hath appointed the earth a resting-place for you, and the sky a canopy;[..]
    SHAKIR: Who made the earth a resting place for you and the heaven a canopy[..]
    [http://english.bayynat.org.lb/Quran/AL-BAQARA2.HTM]

    Konyol ya..nyemplung gitu loch...

    ReplyDelete
  12. M oon,
    kalo lo ngga terima Di islam ada reinkarnasi, ya makin terbukti aja Islam itu lapuk, karena Ilmu modern telah membuktikan itu ada:
    [http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html#ilmumodern]

    Kemudian,
    M oon katakan:
    Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yg disebutkan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh / reinkarnasi dalam Weda. Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.

    Saya:
    wuiihhh keren ada cendekiawan hindu..btw yang mana ya..tolong dong di sebutkan nama..biar ngga asbun geto...seperti sebelum2nya

    sekalian gw buktikan asbunnya lo di terjemahan ini: RV 10.16.4-5

    Versi Ralph T.H. Griffith:
    4 Thy portion is the goat: with heat consume him: let thy fierce flame, thy glowing splendour, burn him
    With thine auspicious forms, o Jātavedas, bear this man to the region of the pious.
    5 Again, O Agni, to the Fathers send him who, offered in thee, goes with our oblations.
    Wearing new life let him increase his offspring: let him rejoin a body, Jātavedas.

    lantas mana maksudnya? hehehehe..ngaku2 dan mo nyama2in hindu..kesian amat si lo

    btw hindu itu jelas lho kalo mati bisa masuk surga saat mati, namun Islam? yang bener yang mana..apa nunggu kiamat dulu...ato udah bisa masuk surga? nah..makanya baca komentar2 saya di atas dan sebelumnya..supaya kamu ngga ngaco2 amat ya..

    kesian amat..

    ReplyDelete
  13. Ha ha ha ternyata kamu begitu bodohnya, sampai jungkir balik begitu nalarmu gak bisa nangkep. Baca quran itu jangan dari tafsir, tapi dari ayat aslinya. Takwir itu membungkus sesuatu yang bulat, seperti bumi ini, seperti kepala yg bulat, atau bola. Juga ilmu modern apaan, dikelabuhi jin, penyesatan jin kamu kira ilmu modern, ha ha ha ha dasar idiot!

    ReplyDelete
  14. ngakunya kamu hindu, tapi dengan kitab sucinya sendiri gak ngerti...ha ha ha ha dasar idiot!
    http://www.sacred-texts.com/hin/rigveda/rv10129.htm

    Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5

    4 Thereafter rose Desire in the beginning, Desire, the primal seed and germ of Spirit.
    Sages who searched with their heart's thought discovered the existent's kinship in the non-existent.
    5 Transversely was their severing line extended: what was above it then, and what below it?
    There were begetters, there were mighty forces, free action here and energy up yonder

    ReplyDelete
  15. http://www.sacred-texts.com/hin/rigveda/rv03029.htm

    Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4

    4 In Iḷā's place (BAITULLAH) we set thee down, upon the central point of earth (MEKAH),
    That, Agni Jātavedas, thou mayst bear our offerings to the Gods.

    ReplyDelete
  16. M-oon,
    BIASAKAN menafsirkan berdasarkan HADIS sahih, QURAN, TAFSIR yang diakui kalangan SUNNI [Ibn Kathir, Qurtubi, Ibn abbas, tabari] dan bukan dari pendapat orang ngga jelas model ZAKIR NAIK yang di fatwakan kafir oleh Darul Uloom Deoband, para ulama islam sendiri dan juga Rashid Khalifah yang ngaku2 mendapat wahyu dari jibril sebagai mesias setelah Muhammad dan menyatakan bahwa surat At taubah 9:128-129 adlah palsu hingga ia harus mampus

    hehehehe..

    Kalo membungkus benda maka benda yang dibungkus ngga perlu bulat. Contoh: Kado KOTAK juga bisa dibungkus, oon..

    Tentang Takwir,
    PENDAPAT yang SAYA KUTIP adalah berdasarkan LINK ISLAM SENDIRI; Hadis SAHIH Bukhari; PERNYATAAN dari NABI KAMU SENDIRI berdasarkan riwayat Abu huraira; Pendapat Muhammad Taqi Usmani; Sayyidna Hasan Basri (RA); Rabi' Ibn Khaitham (RA); Musnad Bazzar; Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya dan Abush-Shaikh + 3 Penterjemah Takwir dan tafsir QURTUBI; Mazhari...SEMUA SEPAKAT ngga ada BICARA membungkus BUMI bulat, namun BERKENAAN dengan BENTUK LANGIT yang MENUTUPI [TAKWIR] bumi dengan BENTUK KUBAH ditambah keterangan bahwa saat KIAMAT matahari NYEMPLUNG KE LAUT!..

    Jadi ngga perlu omong kosong, ngibul ngga jelas lagi.

    ***
    Kemudian M-oon,
    Kamu teriak2 saya IDIOT, tapi konyolnya kamu tuliskan Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 tapi ISINYA MALAH link http://www.sacred-texts.com/hin/rigveda/rv10129.htm

    lantas yang kamu mau sampaikan itu apa? cuma mo nunjukin bahwa kamu sangat idiot antara yg ditulis dan di paste aja ngga ngerti, gitu?

    ***
    Dan diulang lagi dengan cara bodoh yang sama, Kamu tulis RV Book 3 hymne 29 ayat 4

    4 In Iḷā's place (BAITULLAH) we set thee down, upon the central point of earth (MEKAH),
    That, Agni Jātavedas, thou mayst bear our offerings to the Gods.

    TIDAK SAMA dengan yang ditulis oleh Ralph T.H. Griffith dan MAX MULLER:
    4 In Iḷā's place we set thee down, upon the central point of earth, That, Agni Jātavedas, thou mayst bear our offerings to the Gods.

    Ngga ada tuh ditulis MEKKAH dan BAITULLAH, malah MUller memberikan keterangan dengan pasnya spt ini:
    3. Place it 1 skilfully into her who lies extended 2. Having conceived she has quickly given birth to the manly one. He whose summit is red—bright is his splendour—the son of Ilâ has been born in the (due) way 3.

    4. In the place of Ilâ, on the navel of the earth we will lay thee down, Gâtavedas, that thou, O Agni, mayst carry the offerings (to the gods).

    note 3, nya tertulis:
    Prof. Pischel (Vedische Studien, I, 301) takes the genitive ílâyâh as dependent on vayúne: 'wurde der Sohn geboren am Orte (Wege) der Opferspende.' To me it seems unnatural not to connect ílâyâh with putráh, which words are connected also by the Sandhi (the Samhitâ text has ílâyâs putró, not ílâyâh putró).

    Ngga nyambung kemana2 dengan Baitullah dan Mekkah...

    Tau yang dimaksud dan arti dari Ila atau ilayah dengan sandi fonetisnya?

    arti ila/ilayah adalah aliran, bumi, kalimat, rahim [kandungan]..dan biasanya digunakan sebagai nama yang artinya bumi.

    Jadi kalo besok2 nyontek..pastikan yang punya artikel paham dikit aja mengenai bahasa..dan pastikan tanggapanmu nanti ngga ngasal lagi

    btw, gw heran ama lo, Ngertiin Islam --> goblok, nyontek --> goblok...Lantas kebisaan lo itu apa sih?

    ReplyDelete
  17. Nalarmu yg nggak nyambung ada teori bahasa tengan sebutan Illah, el (spt israel), dll yg sebenarnya kalau dirunut mengacu pada arti Allah, hanya saja mengalami distorsi pengucapan dan dialek. Kamu itu memang idiot, cara mengkonversi usia nabi Nuh saja kamu nggak ngerti apalagi ini, tapi kamu sudah ngerasa sok tahu. Dan sekali lagi, baca quran itu dari ayat aslinya,bukan dari tafsir MANUSIA, kalau tafsir nabi sih masih mending, nah yang kamu pegang erat2 itu cuman tafsir manusia yang bisa mengalami distorsi akibat pengetahuannya hanya dlm bidang bahasa saja. Benda kotak kalau di bungkus juga akan tetap kotak, tapi yang dimaksud dengan takwiir itu adalah membungkus benda bulat! Seperti kepala,bola, telur, kelereng dll itu. Tak ada kata langit di ayat itu, yg ada adalah siang dan malam yang membungkus (takwiir) bumi yan bulat. Ini juga bukan dr Zakir naek, tapi dr ayat quran yang asli, bukan tafsir dari siapa-siapa, tapi memang begitu maknanya. Coba kamu tanya ke orang arab di dekat amu apa arti takwiir dlm bhs sehari-hari, bukan membungkus kotak atau segiga, TAPI membungkus kepala/benda bulat!

    ttg kisah Dzulkaraen, ayat quran itu ada makna TERSIRAT dan TERSURAT, dalam ayat itu yg dimaksud matahari tenggelam di lumpur hitam itu adalah ciri-ciri tempat Dzulkarain, sang pengembara untuk berhenti, yaitu ketika senja hari di tepi pantai laut hitam, shg apa yg dilihat oleh zulkarnaen(manusia dr permukaan bumi di tepi pantai saat senja) adalah bagai melihat matahari tenggelam di lumpur hitam. Paham?! Yang begini aja kamu nggak nagkep apalagi yg lain-lainnya!

    ReplyDelete
  18. M-oon,
    kamu katakan: "Nalarmu yg nggak nyambung ada teori bahasa tengan sebutan Illah, el (spt israel)"

    Saya:
    Hahahaha..siapa bilang tulisan itu ILLAH, el (spt israel)?
    Yang ditulis itu: Ila / ilayah / Ilayas, oon!
    Artinya: aliran, bumi, kalimat, rahim [kandungan]..ngga ada tuh artinya BAITULLAH..katanya agama sempurna..koq maksa banget sih..pingin disama2in dengan HINDU?

    Kemudian anda katakan:
    "Benda kotak kalau di bungkus juga akan tetap kotak, tapi yang dimaksud dengan takwiir itu adalah membungkus benda bulat!"

    saya:
    Waduh ngaconya..

    Dinamakan At Takwiir dari kata dasar kata ‘’kuwwirat’’ yang terdapat pada ayat pertama surat yang artinya 'terbelah'[wikipedia]

    idzaa alsysyamsu kuwwirat
    1. When the sun Kuwwirat
    1. Apabila matahari digulung

    Translation:
    YUSUFALI: When the sun is folded up[melipat];
    PICKTHAL: When the sun is overthrown[terguling];
    SHAKIR: When the sun is covered[menutupi];

    TAFSIR SUNNI [berikut hadisnya]
    And from his narration on the authority of Ibn 'Abbas that he said regarding the interpretation of Allah's saying (When the sun is overthrown): '(When the sun is overthrown) it is also said that He says: when the sun is turned around as one turns a turban and is then thrown into the veil of light; it is also said this means: when the light of the sun vanishes.[Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs ]

    When the sun is folded away, enfolded and stripped of its light,[Tafsir al-Jalalayn]

    [..]At-Takwir means to gather one part of something with another part of it (i.e., folding). From it comes the folding of the turban (`Imamah) & the folding of clothes together. Thus, the meaning of Allah's statement, (Kuwwirat) is that part of it will be folded up into another part of it. Then it will be rolled up and thrown away. When this is done to it, its light will go away.

    Sumber: http://www.islambasics.com/view.php?bkID=69&chapter=19

    [..]The word kawwara is derived from Takwir which denotes for the sun 'to lose its light'. (Another meaning of Takwir is 'to fold', & the translation in the text is based on this meaning. The sense of folding the sun is that its function will come to an end, and it will lose its light..
    Muhammad Taqi Usmani) Sayyidna Hasan Basri (RA) has attached this interpretation to it. Another sense of the word is 'to cause to fall'.
    Rabi' Ibn Khaitham (RA) assigns the following interpretation to this verse: The Sun will be thrown into the ocean, and as a result of its heat the entire ocean will turn into fire. The two interpretations are not contradictory. They may be reconciled thus:
    first, its light will be put off and then it may be thrown into the ocean.
    Sahih of Bukhari records from Sayyidna Abu Huharirah (RA) that the Holy Prophet (Sallaho Alaihe Wassallam) said that on the Day of Resurrection the Sun and the Moon would be thrown into the ocean.
    Musnad of Bazzar has the addition that they will be thrown into Hell.
    Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya and Abush-Shaikh stated that on the Day of Resurrection Allah will throw the Sun, the Moon and all stars into the ocean. Then a violent wind will blow over them, as a result of which the entire ocean will turn into fire.

    Thus it is correct to say that the Sun & the Moon will be put into the ocean. It is likewise correct to say that they will be put into Hell, because the entire ocean at that time will have been turned into Hell. [Derived from Mazhari and Qurtubi] [..] [http://www.central-mosque.com/quran/maariful_quran.pdf]

    Jadi ‘takwir’ yang dimaksud menegaskan bahwa langit islam berbentuk kanopi, seperti maksud surat Al baqarah:22,

    YUSUFALI: Who has made the earth your couch, and the heavens your canopy;[..].
    PICKTHAL: Who hath appointed the earth a resting-place for you, and the sky a canopy;[..]
    SHAKIR: Who made the earth a resting place for you and the heaven a canopy[..]
    [http://english.bayynat.org.lb/Quran/AL-BAQARA2.HTM]

    Ikutin aja Hadis dan Tafsir resmi..ngga akan ngaco ngga..

    ReplyDelete
  19. otakmu yg ngaco salah tangkep, kalo kamu sulit mikir (maklum deh kalau pinter pasti tak akan jadi kafir), pakai cara simple aja lihat tuh contohnya surban itu menutup apa? KEPALA, kepala kamu itu bulat apa kotak apa segitiga?! lol.

    ReplyDelete
  20. M-oon,
    anda katakan, "surban itu menutup apa? KEPALA, kepala kamu itu bulat apa kotak apa segitiga?! lol"

    Saya: kalo di kepala namanya surban, kalo di meja namanya TAPLAK MEJA, kalo di kado namanya BUNGKUS KADO...

    Pointnya adalah:
    Hadis SAHIH Bukhari; PERNYATAAN dari NABI KAMU SENDIRI berdasarkan riwayat Abu huraira; Pendapat Muhammad Taqi Usmani; Sayyidna Hasan Basri (RA); Rabi' Ibn Khaitham (RA); Musnad Bazzar; Ibn Abi Hatim, Ibn Abid-Dunya dan Abush-Shaikh + 3 Penterjemah Takwir dan tafsir QURTUBI; Mazhari...SEMUA SEPAKAT ngga ada BICARA membungkus BUMI bulat, namun BERKENAAN dengan BENTUK LANGIT yang MENUTUPI [TAKWIR] bumi dengan BENTUK KUBAH ditambah keterangan bahwa saat KIAMAT matahari NYEMPLUNG KE LAUT!..

    Koq maksa sehh..malu ya..

    ReplyDelete
  21. YA BEGITULAH SIKAP PARA EVOLUSIONIST YAITU ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA TUHAN...
    SAYA DALAM HAL INI SEPENDAPAT DENGAN ANDA BOS WIRA...
    MANUSIA KETURUNAN MONYET , SEPUPUNYA SAPI ADALAH GA MASUK LOGIKA AKAL SEHAT...

    ReplyDelete
  22. Ini yang punya blog copas sumber dari situs kafir semua!
    lagian ngapain ngurus agama orang?
    gak ada kerjaan lu ya?
    sini gua kasi kerjaan nyuciin kolor gua!

    ReplyDelete
  23. STT,
    Membedakan situs yg kafir dan tidak saja kamu ngga. Mampu..belaga pantas komentar lagi..

    ReplyDelete
  24. malah berantem,yg sana benar yg sini mau benar,akhirnya setan tepuk tangan

    ReplyDelete
  25. orang kayak gini koq di ladenin, malah makin seneng...wong tujuannya udah beda.../saran: jgn pernah jwb apapun celotehan dia..., type org spti ini semakin diladenin semakin orgasme.>cuh

    ReplyDelete