Tuesday, September 9, 2008

Tidak Ada Yang Mustahil!


Makan, minum, tidur, dan bernafas adalah pilar-pilar dasar yang menopang setiap kehidupan. Sementara organisme-organisme lain dapat bertahan hidup lebih lama tanpa memerlukan hal-hal yang mendasar ini, menurut ilmu pengetahuan, ketahanan manusia tanpa empat faktor yang sangat diperlukan ini adalah tidak mungkin.

Benarkah tidak mungkin?

Tahun 1926 (suatu kasus yang ditiadakan oleh para ilmuwan), seorang wanita bernama Teresa Neumann menjalani hidup selama 35 tahun tanpa makan hingga kematian merenggutnya.

Para peneliti melaporkan bahwa pada 2005 seorang penganut Buddha Nepal yang masih muda, Ram Bahadur Bomjo, lahir di Chaitra Purnima 9 April 1990 telah melakukan meditasi di bawah naungan sebuah pohon besar (mulai 6 May 2005, membuka matanya pada 24 Juli 2005 dan meneruskan hingga 11 maret 2006) Ia tidak mengkomsumsi makanan dan miniuman apapun selama lebih dari 10 Bulan!.

Sebuah pagar memisahkan ratusan penonton/pengikut yang duduk untuk berdoa/memuji dan meneliti manusia yang ajaib ini.

Desa di mana Ram Bahdur Bomjo bermeditasi juga mendapat berkah dari ramainya pengunjung yang datang. Mereka bersedia mengeluarkan uang untuk membeli cenderamata dan donasi untuk menjaga ketenangan Ram Bahdur yang akhirnya menjadi obyek dari komersialisasi desa dan orang-orang disekitarnya (dilaporkan oleh Discovery channel bahwa keluarganya tidak mengambil sedikitpun keuntungan atas hal tersebut)

Derasnya berita Manusia ajaib ini menimbulkan keraguan bahwa berita ini hoax. Maka pada Desember 2005, 9 orang anggota komite yang dibentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Lhama yaitu Gunjaman memperhatikan Bomjon secara seksama selama 48 Jam dan tidak ditemukan bahwa ia mendapatkan/mengambil makanan selama periode pengawasan itu. Sebuah rekaman video dibuat menyertai test itu dari jarak sekitar 3 Meter. Sebuah group Peneliti kesehatan mencoba melakukan penelitian independent namun tidak diperkenankan untuk memasang lampu sorot saat malam.

Pada tahun 2007, the Discovery Channel membuat dilm dokumenter yang berjudul ‘"The Boy With Divine Powers"[15]. Pembuatan filem dokumentasi itu dilakukan Discovery sebanyak 2 kali dan selama 4 hari pengamatan mereka positif menyatakan bahwa Ram tidak mendapatkan/diberi makan diwaktu malam.

Di hari kedua pembuatan Film, Ram dilaporkan mengeluarkan keringat yang banyak, Seorang ahli meditasi lokal yang menyertai crew, mengidentifikasi itu sebagai salah satu metoda yoga disebut ‘tumo’ yaitu orang yang melakukan meditasi mengurangi kehilangan panas tubuh dan mempertahankan suhu tubuh (Demonstrasi mengenai hal itu juga dilakukan sanga ahli dengan bermeditasi didepan Ram). Pada malam hari, suhu udara dilaporkan mencapai 10 derajar C.

Kepada Crew Discovery, penduduk juga melaporkan bahwa beberapa waktu sebelumnya Ram pernah pernah di gigit oleh Ular berbisa yang dapat mematikan manusia seketika, Ram secara simple ‘mengeluarkan racun itu keluar lewat pori-porinya’ sambil terus melanjutkan mediatasinya

Di hari ketiga, terjadi kekacauan, aliran listrik putus, pengambilan film terhenti dan mereka pulang.

Pada upaya kedua beberapa minggu kemudian, kru film bisa memfilmkan Ram nonstop selama 96 jam, siang dan malam, selama itu dia tidak minum atau makan apa pun. Menurut para ilmuwan yang ada di dokumenter, rata-rata manusia diperkirakan akan mati karena gagal ginjal setelah empat hari tanpa minum cairan apa pun. Sebuah inspeksi lebih dekat yang dilakukan kru film di sekitar pohon tempat duduk Ram tidak menunjukkan suplai makanan tersembunyi ataupun pipa air.

Pada Januari tahun yang sama, 59 orang yang mulai kebosanan menemaninya dikejutkan ketika Ram secara spontan mengeluarkan api dari tubuhnya. Kemudian Ia di laporkan meneriaki kakaknya untuk melemparkan handuk basah padanya.

Penduduk desa juga melaporkan bahwa ada Macan yang memasuki kampung, ini diketahui dari jejak-jejak kaki yang di temukan oleh komite keamanan. Keadaan itu membuat Discovery menyimpulkan bahwa kegunaan Pagar yang ada di sekeliling Ram bukan untuk menciptakan Hoax (mitos) namun untuk melindunginya.

Adegan berpindah pada seorang Brahmin Hindu berumur 80 tahun yang mengklaim bahwa dirinya tidak minum dan makan apapun sejak berumur 16 tahun. Selama 10 hari, Ia di test di dalam sebuah ruang isolasi 24/7 dengan banyak kamera dan diawasi oleh seorang ahlibedah syaraf. Bahkan ketika ia Mandi sejumlah air yang diberikannya dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah di pakai untuk menghindari adanya kecurangan.

Ia pun ternyata tidak memerlukan buang air. Tim Medis keheranan ketika menemukan bahwa kapanpun urine terbentuk di saluran kandung kemihnya kemudian menghilang menghilang tanpa jejak dengan cepatnya! Itu terjadi didepan semua bentuk pengamatan, scans, kamera tersembunyi, titik-titik check yang tersembunyi dan semua hal yang terpikirkan oleh tim medis. Skeptis? Ya..pada awalnya namun selekasnya terpaksa berkesimpulan bahwa Ia bukanlah hoax dan mampu bertahan setidaknya 10 hari tanpa makan dan minum.

Ahli bedah syaraf yang bertugas memberikan pendapat bahwa brahmin itu melakukan photosintetis untuk memperoleh energy – Banyak ahli yang tidak sependapat, karena berpijak pada keadaan bahwa tubuh manusia terdiri dari karbon dan sangat absolut tidak mungkin membuat makanan dari sinar matahari.

Lepas dari itu semua, seorang yang melakukan praktek meditasi mungkin saja mendapatkan bentuk energi yang dimakan dari udara yang dihirup dan meng-absorb elemen yang ada di udara.

Mengejutkan?


Biasanya, orang yang semalaman tidak tidur, ketegangan pikirannya cenderung meningkat dan dengan jelas sekali bahwa daya reaksinya akan melambat. Dua malam tanpa tidur nyenyak hanya akan meningkatkan hal seperti ini.

Tetapi berapakah batas resmi dari tanpa tidur itu?

Randy Gardner yang berusia 17 tahun mampu bertahan untuk tidak tidur selama 11 hari pada 1963 akibatnya dia mengalami halusinasi dan hilangnya ingatan jangka pendek. Meskipun Guinness belum mengamati rekor tidak tidur yang baru, banyak orang telah berjuang untuk memecahkan prestasi Gardner.

Namun rentang waktu tidak tidur ini tidak dapat dibandingkan dengan yang dialami oleh seorang petani Vietnam bernama Thai Ngoc, lahir tahun 1942, Desa Trung Ha Village, Distrik Que Son, Quang Nam Province, 25 km Barat daya Kota Hoi An Town.

Thai tidak dapat tidur lagi sejak tahun 1976 selama 35 tahun terakhir tanpa sebab apapun (namun ada juga yang mengatakan bahwa ia terserang demam sebelum itu pada tahun 1973). Banyak obat-obatan digunakannya untuk tidur namun tidak manjur.

Penguasa lokal memberikan konfirmasi bahwa dua agensi asing yaitu dari Inggris dan Thailand pernah mengujinya. Peneliti dari Ingris melakukan 2 hari dan membawanya ke polokilinik Kota Danang untuk di test status mentalnya dan dengan Encephalogram (semacam check otak dengan x-ray), sementara grup dari thailand melakukannya selama 4 hari dilengkapi dengan kamera di tempat tidurnya dan di sawah.

Malam harinya ia tetap bekerja, untuk menguji kewaspadaannya peneliti menempatkan 9 benda yaitu kacamata, mangkok, topi, pakaian di meja yang dapat dia lihat dan kemudian menyembunyikannya. Ketika mereka menanyakan itu Thai Ngoc mampu menjelaskan benda-benda tersebut. Dengan keaadannya itu, selama 35 tahun lebih tidak dapat tidur, Ia tetap sehat dan mampu mengangkat 40 kg kantong sejauh 4 Km jalan kaki setiap harinya.

Mengejutkan?


Tidak bernapas berhari-hari lamanya juga dimungkinkan, Beberapa catatan menunjukkan bahwa para master yoga (Yogi) India dapat bertahan hidup dengan cara memendam diri di dalam tanah atau membenamkan diri ke dalam air selama beberapa hari. Hal ini benar-benar bertentangan dengan pengertian ilmu pengetahuan terhadap teori Molecular Oxygenation.


Menghapal kitab sebanyak (16.000 halaman, kurang lebih 11 x tebalnya Alkitab) dan tidak melupakan lagi seumur hidup adalah Hoax?

Guiness Book of record tahun 1985 justru melaporkan hal ini adalah nyata.

Sayadaw Mingun, seorang Bikkhu dari Desa Mingun Myanmar (Burma) mengalunkan 16,000 halaman kanon teks Buddhist canonical di Rangoon, Burma pada Bulan May 1954. Ia di test secara oral dan tertulis dan hasilnya dibandingan dengan Tripitaka adalah tanpa salah satu huruf-pun! Ia dianugerahi gelar Tipitakadhara Dhammabhandagarika (Pembaca triPitaka dan Penjaga and penjaga Dhamma). Mingun Sayadaw wafat pada tahun 1993, pada usia 82 tahun, setelah melewatkan 62 masa ke-bhikkhu-an (vassa).

Ujian mencapai gelar Tipitakadara dilakukan sejak tahun 1948, Pada tanggal 19 January 2008) adalah merupakan ujian yang ke-60 dan diikuti oleh ratusan peserta.

Mereka yang mampu melakukan seperti Y.M Mingun Sayadaw, tercatat berjumlah 11 bikkhu menyusul 5 Bikkhu baru menyelesaikan 2.5 Pitaka; 13 Bhikku, 2 Pitaka; 114 Bhikku, 1 Pitaka; 1 Bhikku, 1 Pitaka dan Majjhima Nikaya.

Di antara 11 orang Tipitakadhara angkatan-angkatan pertama, 7 di antaranya masih hidup sampai saat ini. Ini juga membuktikan bahwa tradisi menurunkan ajaran Buddha secara ingatan dan oral sebelum Tipitaka dituliskan adalah memungkinkan dan bukanlah isapan jempol belaka.

Yayasan Karaniya dan Ehipassiko Foundation, pernah mendatangkan 2 orang ”legenda hidup” ini, yakni Bhikkhu Indapala (46 tahun) dan Bhikkhu Thondara (51 tahun). Tanggal 16-21 Desember 2006 mereka roadshow di Medan, Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Semarang.



Diambil dari:

4 comments:

  1. Bagi mereka yang telah mencapai konsentrasi pikiran sampai jhana tertinggi dan mengembangkan kekuatan batin. Maka mengingat seluruh kitab Tipitaka yang masih dalam kehidupan saat ini bukan hal yang mustahil. Bahkan kehidupan-kehidupan lampau pun dapat diingat.

    ReplyDelete
  2. Kisah yang sangat menarik.
    Luar biasa !!!!

    ReplyDelete
  3. Pria Ini Mengaku 70 Tahun Hidup Tanpa Makan dan Minum
    Jumat, 30 April 2010 | 13:05 WIB

    Prahlad Jani (Mataji), yang telah berusia 82 tahun, mengaku hidup tanpa makanan dan minuman selama 70 tahun terakhir.

    GURJARAT, KOMPAS.com — Ilmuwan militer India sedang mempelajari seorang pria 82 tahun yang mengaku tidak punya makanan atau minuman selama 70 tahun.

    Prahlad Jani, pria tua itu, kini ditempatkan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, Gurjarat. Telegraph, Kamis (29/4/2010), melaporkan, di situ dia diawasi secara ketat oleh organisasi riset pertahanan India, yang percaya bahwa sang pria mungkin memiliki kualitas istimewa yang dapat membantunya bertahan hidup.

    Dia telah menghabiskan waktu enam hari tanpa makanan atau air di bawah pengamatan ketat dan para dokter mengatakan, tubuhnya belum menunjukkan adanya efek yang merugikan akibat kelaparan atau dehidrasi.

    Jani, yang mengaku telah meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan hidup sebagai pengelana sadhu atau orang suci di Rajasthan, dianggap sebagai breatharian yang bisa hidup dengan melakukan "tapa spiritual". Dia percaya, dirinya ditopang seorang dewa yang menuangkan suatu "obat mujarab" melalui sebuah lubang di langit-langit mulutnya. Pengakuannya itu telah didukung seorang dokter India yang ahli dalam studi tentang orang yang mengaku punya kemampuan supranatural, tetapi ia juga tak diakui sejumlah orang lain yang hanya memandangnya sebagai seorang "penipu dari desa".

    Organisasi Pengembangan Penelitian Pertahanan India, yang ilmuwannya mengembangkan pesawat baling-baling, rudal balistik antar-benua, dan bom-bom jenis baru, percaya bahwa Jani bisa mengajarkan mereka untuk membantu para prajurit bertahan hidup lebih lama tanpa makanan, atau korban bencana untuk bertahan sampai bantuan tiba.

    "Jika klaim itu terbukti, maka hal itu akan menjadi sebuah terobosan dalam ilmu kedokteran," kata dr G Ilavazhagan, Direktur Defence Institute of Physiology & Allied Sciences. "Kami akan bisa membantu menyelamatkan hidup umat manusia yang tertimpa bencana alam, berada di ketinggian, atau melakukan perjalanan laut dan berbagai kondisi alam dan kemanusiaan yang ekstrem. Kami bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik hidup dalam kondisi buruk dengan hanya memiliki sedikit makanan dan air atau tidak ada sama sekali," paparnya.

    Sejauh ini, Jani tampaknya diperiksa dengan cermat. Dia tidak makan atau minum cairan apa pun dalam enam hari, juga belum buang air kecil dan air besar selama waktu itu. Dia tetap bugar dan sehat serta tidak menunjukkan tanda-tanda kelesuan. Dokter akan terus mengamati dia selama 15 hari, suatu periode waktu yang mereka harap dapat melihat sejumlah kelelahan otot, dehidrasi serius, kehilangan berat badan, dan kelelahan yang diikuti kegagalan organ.

    Di India, merupakan hal lumrah bagi orang Jain dan Hindu untuk berpuasa, kadang-kadang selama delapan hari lebih, tanpa efek yang merugikan, yang merupakan bagian dari ritual keagamaan mereka. Kebanyakan orang tidak bisa hidup tanpa makanan selama 50 hari. Berdasarkan catatan, aksi mogok makan terpanjang pernah terjadi selama 74 hari.

    Menurut dr Sudhir Shah, dokter yang memeriksa Jani pada tahun 2003, ia bertahan tanpa makanan atau air selama sepuluh hari dengan kondisi urine tampaknya diserap kembali oleh tubuhnya setelah terbentuk di kandung kemihnya. Keraguan ditujukan pada klaim tersebut setelah berat badan Jani sedikit turun pada akhir uji coba.

    [http://internasional.kompas.com/read/2010/04/30/13050376/70.Tahun.Hidup.Tanpa.Makan.dan.Minum,http://prov.bkkbn.go.id/ntb/old/news_detail.php?nid=1285]

    ReplyDelete
  4. Wow, manusia memang makhluk spesial!

    ReplyDelete