Rabu, 08 September 2010

Listrik dan magnet Tubuh, Menghidupkan Anjing Mati, Tuhan, Sakit, Cemas, Takut, The MATRIX dan Kucing


Sesuatu yang tidak bisa dideteksi oleh salah satu dari: Indera, alat bantu apapun dan/atau metoda apapun maka disebut tidak ada dan jika sebaliknya disebut ada! Contoh, Medan magnet tidak dapat dideteksi oleh 5 Indera manusia, namun melalui serbuk besi, kita akan lihat bentuknya.

Listrik dan Medan Magnet dalam tubuh
Prof. Galvani ditahun 1780-1791 melakukan percobaan listrik pada kaki katak yang awalnya Ia hubungkan dengan sumber listrik statis namun kemudian Ia gunakan dua lempeng logam tanpa sumber listrik statis dan hasilnya kaki katak tersebut juga bergerak. Ia menduga bahwa tubuh mahluk hidup terdapat listrik dan magnet.

Tidak lama setelahnya, Volta, dengan tujuan untuk menunjukan bahwa potensial (tegangan) listrik adalah berasal karena perbedaan jenis logam, Ia ganti konduktor lembab kaki katak dengan konduktor lain berupa kain lembab berisi cairan garam atau asam cair di antara dua kepingan logam atau karbon sebagai pengganti salah satu logam ternyata juga menghasilkan listrik.Temuan mereka ini membuktikan bahwa energi kimia dapat diubah menjadi energi listrik.

Perkembangan neurofisiologi telah berada pada kesimpulan bahwa efek listrik terdapat di dalam dan pada permukaan tubuh manusia, misalnya kekuatan otot adalah akibat daya tarik-tolak muatan listrik (diukur dengan Elektromiograf/EMG), jantung (diukur elektrokardiograf/EKG) dan system syaraf di otak juga melibatkan aliran arus listrik (diukur dengan elektroensefalograf/EEG).





Tubuh manusia berisi triliunan sel elektrokimia (cairan elektrolisis, berupa: Na+, K+, CL-, protein, asam nukleat, dll), di mana pada bagian dalam sel mempunyai potensial (tegangan) dengan range -50 mv s.d -90 mv (disebut potensial istirahat neuron, rata-rata: -70 milivolts) yang terjadi karena ion negatif lebih pada bagian dalam membran dari bagian luarnya.

Listrik tubuh dari hasil elektrokimia sel berfungsi sebagai kontrol dan operasi syaraf, otot dan organ di mana neuron melalui kontak sinapsis yang terletak di dendrit dengan multi sensornya menerima rangsangan secara fisik maupun kimiawi seperti panas, dingin, cahaya, suara dan bau yang menyebabkan beda potensial (tegangan) antar membran dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal listrik di sepanjang serat-serat saraf/Akson menuju otot, kelenjar dan/atau neuron lainnya. Ketika terjadi perpindahan/difusi ion pada membran yang menyebabkan beda potensial yang menuju pada arah positif voltmeter disebut depolarisasi dan yang menuju arah negatif disebut repolarisasi [lihat:Nervous Systems Part-1].

Mengalirnya aliran listrik akan menimbulkan medan magnet, salah satu medan magnet terkuat tubuh adalah jantung yang terjadi akibat depolarisasi dan repolarisasi.

Di bawah ini adalah percobaan yang dilakukan di Soviet oleh Dr Sergei Brukhonenko tentang membangkitkan kembali beberapa organ anjing yang terpisah mandiri (jantung, paru-paru), kepala anjing tanpa tubuh dan anjing utuh yang telah mati. Dokumentasi percobaan dilakukan pada tahun 1940 dengan durasi 19:31 menit.



Setelah pengantar, disampaikan percobaan pertama yaitu menghidupkan organ-organ tubuh anjing yang terpisah mandiri, yaitu jantung anjing yang bekerja normal dalam kondisi buatan khusus; Paru-paru yang dihubungkan kipas sedot-tiup, dialiri darah ke dalamnya dan saat keluar paru-paru, darah tersebut telah mengandung oksigen.

Percobaan kedua, mulai menit 4:27, yaitu menghidupkan kepala anjing utuh tanpa badan yang terhubung dengan 4 selang (sebagai 2 arteri dan 2 vena), menuju/keluar jantung dan dari jantung ada 2 selang yang menuju/keluar tabung (berfungsi sebagai paru-paru buatan yang berisi darah beroksigen). Aliran darah beroksigen ditarik jantung buatan, dialirkan menuju kepala Anjing, kemudian aliran darah keluar dari kepala anjing menuju jantung buatan dan dialirkan menuju tabung. Kepala anjing itu dibuat hidup selama 1 jam dan diperlihatkan bahwa Indera mata, lidah, telinga, penciuman, peraba yang ada diseputaran kepala anjing tersebut berfungsi normal dalam kondisi tersebut.

Percobaan ke-3, mulai menit 6:50, yaitu menghidupkan kembali anjing utuh. Seekor anjing hidup dalam keadaan telah dianestesi, darahnya dikuras hingga habis hingga mati secara klinis, terlihat dalam plot grafis aktivitas paru-paru dan jantungnya, yaitu detak jantung melemah seiring terkurasnya darah keluar tubuh dan kemudian berhenti. Juga plot grafis nafas normal, melemah, hentakan akhir dan nafas terakhirnya. Anjing itu dibiarkan mati selama 10 MENIT. Kemudian arteri dan vena tubuh anjing, dihubungkan ke mesin jantung-paru (autojektor, cara kerjanya sama seperti percobaan kepala anjing tanpa tubuh). Setelah beberapa saat, aliran darah yang masuk ke tubuh anjing mulai menggerakan detak jantungnya pertama, kedua dan secara perlahan detak jantung kembali normal, kemudian terjadi hentakan nafas pertama, kedua dan secara perlahan pernafasan kembali normal. Setelah pernafasan dan jantung terlihat normal, mesin dimatikan, sambungan selang ke tubuh anjing dicabut, dijahit kembali dalam keadaan teranestesi, diistirahatkan dan pada 10-12 hari kemudian, anjing tersebut berada pada kondisi normal seperti sebelum percobaan dilakukan.

Tidak terdekteksi keberadaan jiwa/roh dipercobaan tersebut kecuali proses kelistrikan dan kimiawi tubuh belaka.

Kemudian,
Karena Tuhan juga tidak dapat terdeteksi oleh panca indera dan alatbantu apapun, maka beberapa telah memaksakan diri membuat beberapa kisah fiktif untuk melogikakan keberadaan tuhan, dengan membawa mengenai ketidaknampakan rasa rasa sakit (berikut penjelasan dari sisi sains mengenainya, juga kecemasan, perasaan bersalah dan ketakutan, dan sekilas mengenai ketidakadaan Roh/Jiwa/Atman kecuali bauran system energi dan materi, Kemudian tentang pikiran dan energi dan ide dari Filem: The Matrix serta terakhir mengenai kejadian seekor Kucing yang mengetahui kapan saat seseorang Meninggal


Cerita fiktif bukti Keberadaan Tuhan
Di bawah ini, saya tampilkan 2 (dua) cerita fiktif yang lumayan sering digunakan untuk menjelaskan keberadaan tuhan (versi hoaxnya bervariasi, terkadang membonceng nama Einstein sebagai tambahan untuk memperkuat efek tipuan) :

  • Cerita tentang seorang professor yang berdebat dengan siswanya, di mana Sang professor tidak percaya tuhan ada karena tuhan tidak terlihat. Sang siswa menyatakan bahwa Profesor tidak punya otak, karena otak Profesor ngga kelihatan juga.

    • Argumen ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya, Tau darimana siswa itu tentang otak? kecuali dari membaca [melihat], mendengar atau dikatakan guru/orang tua [mendengar] atau kalo ia beruntung pernah melihat langsung! Artinya, jika ia tau bahwa manusia memiliki otak kurang lebihnya dan ia memiliki otak maka ia seharusnya tahu bahwa Profesor itu juga memiliki otak. Ini adalah logika sederhana.

      Masalah kedua, argument itu hanya menggunakan indera penglihatan padahal untuk contoh angin, Ia juga ngga terlihat namun dapat dirasakan oleh indera perasa atau melihat berdasarkan bergoyangnya daun-daun dll..

  • Contoh cerita lainnya yaitu kisah Kyai dan santrinya yang minta dibuktikan mengenai keberadaan tuhan, takdir dan mengapa SETAN itu dihukum di neraka padahal kedua-duanya berbahan api.

    Kyai itu tidak menjawab namun lalu menampar si santri kemudian memberikan argumen bahwa sakit itu nyata namun tidak terlihat karena bisa di rasakan; Sebelumnya apakah santri itu bermimpi di tampar, karena santri menjawab tidak dan sekarang kena tampar, nah seperti itulah Takdir; walaupun berbahan kulit yang sama, kulit tangan bertemu dengan kulit pipi namun namun bisa merasakan sakit sehingga api bertemu dengan api maka setan akan merasakan sakit.

    • Argumen tamparan dengan keberadaan tuhan ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya, Pembuktian keberadaan tuhan lagi-lagi melalui indera "penglihatan" padahal indera kita bukan cuma penglihatan, sehingga keberadaan sakit adalah nyata lewat indera perasa, sementara keberadaan TUHAN tidak dapat di scan oleh semua INDERA dan itu adalah fakta.

      Argumen takdir saya lewatkan karena tidak relevan.

      Kemudian, menyatakan dengan persamaan hasil yang sama setan dan neraka yang berbahan api dengan kulit tangan dan pipi yang berbahan kulit adalan absurd dan menyesatkan.

      Kulit adalah material padat, sementara api material temperatur. Keduanya tidak memiliki kesamaan. Jika kulit digebuk kulit dan berdiri sendiri tanpa neuron dan otak maka jelas cerita diatas tidak relevan.

      Alasan kedua, Tidak diketahui apakah setan juga mempunyai neuron, otak dan memproduksi sejenis cairan semacam capsaicin.

        Rasa sakit datang ke otak melalui neuron, sel-sel khusus yang ada di seluruh tubuh mengiriman pesan ke otak. Pada serangkaian percobaan, Hargreaves dan tim penelitinya menemukan bahwa kulit menghasilkan sendiri molekul seperti capsaicin dalam menanggapi rasa sakit.

        Kami mengambil jaringan kulit tikus percobaan, dan memanaskannya pada suhu 43 atau 48 derajat Celcius. Kemudian kita mengamati apa yang dikeluarkan oleh kulit pada kondisi panas itu”, kata Hargreaves

        Panas biasanya menimbulkan rasa sakit pada sekitar 47 derajat Celcius. Ketika sampel kulit itu dipanaskan sampai 48 derajat Celcius, kulit itu memproduksi molekul seperti capsaicin dalam bentuk cairan.

        Kemampuan cairan ini untuk mengaktifkan rasa sakit pada neuron sangat tergantung pada reseptor capsaicin”, jelasnya.

      So, Rasa sakit itu bisa di deteksi dan juga bisa dijelaskan.

Bagaimana dengan kecemasan?
Saat menghadapi kematian manusia bisa jadi akan mengalami kecemasan, Salah satu penelitian berhubungan dengan kecemasan di lakukan oleh Madison Universitas Wisconsin, dalam jurnal “Nature”, yang terbit Rabu (11/8).

    Tim peneliti menguji 238 rhesus monyet muda menggunakan pemindai topografi emisi positron (PET scan) beresolusi tinggi yang menunjukan menunjukkan aktivitas otak tinggi di bagian “amygdala” dan “anterior hippocampus”.

    Sang Manusia “penyusup” dipakai untuk berperan sebagai potensi ancaman dengan berdiri dekat kandang monyet saat para peneliti memperhatikan reaksi mereka dan mengukur aktivitas otaknya.

    Semakin gelisah monyet tersebut semakin tinggi aktivitas di pangkal pusat “amygdala” dan “anterior hippocampus”.

Bagaimana dengan ketakutan?
Misalnya ketakutan akan kesakitan saat "di cabut nyawa". Polling Gallup tahun 2005 pada sekelompok remaja di Amerika serikat menyatakan bahwa ketakutan akan kematian menduduki peringkat ke-3.

    Pada 1920-an, Psikolog Amerika John Watson, melakukan eksperimen yang kelak dinamakan "little Albert", yaitu mengajari seorang bayi bernama Albert untuk takut tikus putih.

    Sebelumnya "Little Albert" tidak takut pada laboratorium uji hewan. Dia menunjukkan kegembiraannya saat melihat tikus-tikus, terutama tikus yang berwarna putih dan selalu mengulurkan tangan untuk mereka.

    Watson dan asistennya mengajarkan Albert menjadi takut terhadap tikus putih. Mereka menggunakan kondisi Pavlovian (klasik), sepasangan stimulus netral (tikus) diberikan efek negatif yaitu tiap kali Albert meraih salah satu tikus itu, mereka membuat suara keras yang menakutkan tepat di belakang anak berusia 11 bulan.

    Albert tidak hanya cepat belajar untuk takut pada tikus putih, menangis dan menjauh setiap kali melihat satu tikus putih, tetapi ia juga mulai menangis jika berhadapan dengan binatang berbulu putih dan sinter klas yang berjanggut putih.
Seperti Albert kecil yang takut pada tikus putih, maka begitupula ketakutan-ketakutan orang pada Tuhan, Setan, neraka yang dikondisikan selama bertahun-tahun pada mereka sendiri. Setelah mereka besar, semua persoalan menjadi terhubung dengan peran tuhan, setan dan neraka.

Bagaimana Ketakutan itu bekerja di dalam pikiran manusia?
Menurut aliran otakisme, maka Ketakutan merupakan reaksi berantai di dalam otak yang dimulai dengan rangsangan stres dan berakhir dengan reaksi kimia yang menyebabkan jantung berdegup, bernafas dengan cepat dan menegangnya otot. Pendorong rangsangan itu bervariasi mulai dari ular, ajaran agama dll

Bagian bagian tertentu otak yang mengambil peranan adalah:

  • Thalamus - memutuskan ke mana harus mengirim data sensori masuk (dari mata , telinga, mulut, kulit)
  • Sensory cortex - menafsirkan data sensoris
  • Hippocampus - menyimpan dan mengambil ingatan sadar; set proses rangsangan untuk membangun konteks
  • Amygdala - mengurai [decode] emosi; menentukan kemungkinan ancaman; menyimpan ingatan akan ketakutan
  • Hypothalamus - mengaktifkan respon "lawan atau lari"
Ada dua jalur di area otak yang konon berjalan bersamaan dalam merespon rasa takut, yaitu Jalan pendek [Hajar dulu, selidiki belakatang] dan jalan panjang [Selidiki dulu baru ambil keputusan].

Untuk jalan pendek, misalnya pada bunyi di pintu [ini adalah rangsangan awalnya]. Segera setelah mendengar dan melihat gerakan di daerah pintu, indera kemudian menyampaikan ke otak dan mengirimkan data indera ke talamus.

Saat ini, thalamus ngga tau apakah sinyal yang diterima itu merupakan tanda bahaya atau bukan. Ini kemudian diteruskan ke amigdala untuk menggali informasi lebih lanjut.

Amygdala menerima impuls syaraf dan mengambil tindakan untuk melindungi; Ia mengirimkan sinyal pada hypothalamus untuk menghidupkan respon "Lawan atau lari" yang berguna menyelamatkan diri ketika yang didengar/dilihat ternyata merupakan bahaya

Masih pada contoh di atas, otak juga memakai satu jalur lainnya [yang konon dinyatakan bersamaan] yaitu dengan mempertimbangkan pilihan yang diketahui berupa apakah itu pencuri, HANTU ataukah angin? Proses panjang terlihat seperti ini:

Ketika mata dan telinga menerima suara dan gerakan di pintu kemudian disalurkan ke talamus. Talamus mengirimkan informasi ini ke korteks sensorik dan ditafsirkan artinya. Korteks sensorik menentukan bahwa ada lebih dari satu kemungkinan pada interpretasi data yang diterima dan diteruskan ke hipokampus untuk membangun konteks.

Pertanyaan yang di ajukan Hippocampus misalnya, "Apakah rangsangan ini pernah terjadi sebelumnya? Jika ya, maka waktu itu rangsangan ini berarti apa, ya?"

Beberapa hal memberikan petunjuk lanjutan misalnya, "ini adalah pencuri atau HANTU atau angin badai?!"

Hippocampus bisa juga mengambil data lainnya di proses ini, seperti sentuhan cabang pohon pada jendela, suara mirip geraman sengau tertahan di luar atau bunyi perabotan di teras yg terpelanting terbang.

Mempertimbangkan informasi tadi, hippocampus menentukan bahwa tindakan pintu kemungkinan besar berasal dari angin dan kemudian hasil itu dikirim ke amigdala bahwa itu bukan ancaman/bahaya. Amigdala kemudian mengirim sinyal ke hipotalamus untuk mematikan respon "lawan atau lari".

Data indera mengenai pintu - rangsangan - mengikuti kedua jalur yang konon dilakukan secara bersamaan namun jalur panjang waktunya lebih lama sehingga kita memiliki waktu atau dua teror sebelum menjadi tenang.

Kemudian, untuk dapat menghasilkan respon "lawan atau lari", Hipotalamus akan mengaktifkan dua sistem, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem-kortikal adrenal:

  • Sistem saraf simpatik dengan jalur saraf memicu reaksi dalam tubuh [agar siaga: nafas, aliran jantung, otot] berupa impuls ke kelenjar dan otot halus, memerintahkan medula adrenal melepaskan adrenalin dan noradrenalin ke aliran darah. Beberapa tegangan hormanal ini menyebabkan beberapa perubahan di tubuh kita termasuk peningkatan denyut jantung dan tekanan darah dan sistem-kortikal adrenal juga menggunakan aliran darah. Dampak gabungan kedua sistem adalah respon "lawan atau lari".

  • Disaat bersamaan Hipotalamus melepaskan corticotropin-releasing factor (CRF) ke dalam kelenjar di bawah otak dan mengaktifkan sistem-kortikal adrenal. Kelenjar hipofisis (a besar kelenjar endokrin ) yang mengeluarkan hormon ACTH (hormon Adrenocorticotropic). ACTH bergerak melalui aliran darah dan akhirnya tiba di korteks adrenal, yang mana akan mengaktifkan 30 hormon berbeda untuk siaga menghadapi ancaman. Banjir tiba-tiba dari epinefrin, norepinefrin dan puluhan hormon lain menyebabkan perubahan tubuh yang meliputi:

    • peningkatan tekanan darah dan denyut jantung
    • Pupil mata melebar agar mendapatkan sebanyak mungkin cahaya
    • pembuluh darah di kulit menyempitkan untuk mengirim lebih banyak darah ke grup otot utama (yang bertanggung jawab untuk aktivitas merinding yang kadang menyertai rasa takut..)
    • tingkat glukosa darah meningkat
    • otot menegang, terenergi oleh adrenalin dan glukosa (menjadi merinding - ketika otot kecil yang melekat pada setiap rambut pada permukaan kulit tegang bulu dipaksa tegak)
    • otot halus mengendur untuk mendapatkan sebanyak mungkin oksigen ke paru-paru
    • fungsi sistem yang tidak penting untuk urusan ini (seperti pencernaan dan sistem kekebalan ) dimatikan sehingga memungkinkan lebih banyak energi pada situasi darurat
    • fokus menjadi bermasalah pada hal-hal kecil(krn otak sedang fokus pada penentuan dari mana ancaman datang)
Semua reaksi fisik untuk bersiap pada situasi berbahaya melalui mekanisme "lawan atau lari" agar dapat menjamin kelangsungan hidup kita. Naluri ini dipunyai setiap binatang.

Untuk hubungan antara Emosi [perasaan bersalah, senang, marah] dan fungsi otak, silakan buka link ini

PIKIRAN dan ENERGI
Buat saya, otak bukanlah tempat berpikir dan tubuh tidak relevan dikatakan tempat roh/jiwa/atman.

Terdapat beberapa kasus orang dengan fungsi otak tidak normal namun dapat hidup baik (beberapa berada pada keadaan vegetatif) dan tetap mampu berpikir dan merasakan, ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan itu ada karena tubuh manusia, sehingga jika tubuh kita mati maka selesai sudah tidak ada kelanjutan dan konsekuensi apapun; atau ada juga pendapat bahwa roh/jiwa/atman-lah yang menggerakan tubuh, sehingga saat tubuh kita mati maka ia menunggu disatu tempat untuk penghukuman/ditidurkan atau ia dengan badan baru.

Buat saya, Otak adalah bagian tubuh sedangkan mind [pikiran/ingatan] ada di seluruh tubuh.

Itulah sebabnya saya tertarik pada temuan Paul pearsall dari Nexus Magazine, Volume 12, No.3 (April - Mei 2005), "Organ Transplants and Cellular Memories" oleh Paul Pearsall, PhD., Gary E. Schwartz, PhD.,Linda G. Russek, PhD [beberapa sample kasusnya saya co-pas dan terjemahkan silakan lihat di sini. Untuk informasi lanjutan, silakan klik: Cellular Memory in Heart Transplants]

Untuk menjelaskan tidak ada roh/atman/jiwa, perlu kita ketahui mengenai materi, energi. Hukum kekelan energi yang mengatakan:

"Energi dapat berubah bentuk [dari satu bentuk ke bentuk lain] tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)"

Sejauh ini yang terbukti secara fisika adalah materi menjadi energi sementara untuk energi menjadi materi masihlah sekedar teori [baca: saya lebih suka menyebutnya sebagai gagasan/ide]. Kesetaraan energi itu bukan dengan materi namun massa [berlaku sebaliknya]

Definisi materi pun berubah-berubah sesuai jaman dan penemuan, yaitu dari hanya massa, kemudian bertambah dengan volume, kemudian menjadi bertambah dengan yang tidak mempunyai massa [leptons dan quarks]. Untuk itu,

  • Suara adalah perambatan dari partikel. dalam quantum mekanik getaran atom dan molekul adalah phonon atau quata atau paket energi atau juga partikel yang merupakan materi
  • Cahaya disamping gelombang elektromagnetik adalah juga materi [photon]
  • Roh/Jiwa/Atma (bagi yang percaya) seharusnya di golongkan sebagai materi, alasannya sederhanya saja yaitu karena ia terperangkap didalam tubuh materi
Sehingga, satu set proses kerja otak ketika menjelaskan rasa sakit, kecemasan, emosi dan ketakutan adalah merupakan aliran energi.

Contoh lainnya mengenai berjalannya prinsip kekekalan energi adalah dengan memperhatikan teknologi sekarang yaitu ketika kita mengirim sesuatu via internet atau bluetoth/infra red dari HAPE, begitu tombol send maka sesuai dengan hukum kekekalan energi, energi itu tidaklah musnah namun hanya berubah bentuk!

Aliran energi itu berubah menjadi pulse/gelombang tertentu yang berisi informasi yang telah diterjemahkan dan diuraikan. Energi tetaplah mengalir!

Atau melalui ide dari film fiksi layar lebar "The matrik":

    Dikisahkan pada 200 tahun kemudian, dunia telah dikuasai oleh sekumpulan komputer yang memiliki intelgensi tinggi yang dinamakan Matrix. Komputer canggih ini menciptakan semacam program dan terhubung dengan seluruh umat manusia saat itu.

    Suatu ketika, ada seorang hacker yang bernama Neo (Keanu Reeves), Ia dikisahkan hidup normal seperti kebanyakan manusia normal lainnya di dunia kita. Di film itu, Ia beranggapan bahwa kehidupan di planet bumi tak lain dari semacam program komputer yang diciptakan oleh suatu mesin canggih yang berhati dengki. Program komputer Matrix itu ternyata ada cacatnya dan terjadi beberapa kesalahan yang membuat Neo keheranan akan ketidakwajaran itu dan kemudian mencari tau. hasil pencariannya mengakibatkan juga ia mengetahui ke adaan sebenarnya kehidupannya dulu. ketika ia terlepas, iapun terkaget-kaget mengetahui bahwa seluruh ras umat manusia terplug-in dengan semacam mesin

    Mesin-mesin itu mengubah semua informasi tentang abad ke-20 menjadi gelombang/getaran/impuls dan terhubung melalui semacam kabel ke system syaraf manusia sehingga menyebabkan seolah2 mereka sendiri mengalami peristiwa Lahir, besar, bekerja, menikah, mempunyai anak dan juga bepergian kemana2 padahal jelas mereka tidak pergi kemanapun dalam keadaan plug-in dengan komputer di lingkungan yang sama hingga mereka mati.

    Setelah mati, tubuhnya itu didaur ulang untuk sebagai energi bagi kelangsungan hidup para super komputer itu dan para super komputer itupun juga di disain untuk dapat melakukan proses re-produksi manusia dan membesarkan mereka dalam lingkungan itu dengan cara yang sama.
Sinopsis di atas memberikan kita gagasan tentang hal-hal yang dikenali 5 INDRIYA dan diterjemahkan dalam sinyal-sinyal listrik yang dikenali pikiran. Video di bawah ini merupakan sample apa yang dapat dilakukan manusia sehubungan dengan listrik dan medan magnet yang ada padanya. (sanggahan dari yang tidak percaya di sini)


Sebagai akhir tulisan, mari kita lihat bahkan binatangpun mengenali perubahan bentuk dari kekekalan energi ini. Di mana, Seekor kucing Oscar memiliki kemampuan mendeteksi pasien yang akan meninggal dunia.
    Dr David Dosa, seorang asisten profesor dari Universitas Brown mengatakan bahwa lima tahun rekaman menunjukkan bahwa kucing Oscar jarang membuat kesalahan berbeda dengan staf medis dari sekolah perawat New England yang seringkali salah mengenai prediksi tentang pasien yang akan mendekati kematian.

    Kucing itu saat ini berumur lima tahun dan sulit bersosialisasi, diadopsi sejak kecil di Sekolah Perawat Steere dan Pusat Rehabilitasi di Providence Rhode Island yang spesialisasi membantu menemani orang yang menderita penyakit gangguan otak.

    Dr Dosa pertama kali mempublikasikan kekuatan Oscar dalam sebuah artikel di jurnal obat New England pada tahun 2007. Sejak itu, kucing tersebut meningkat kemampuanya dua kali lipat dengan berhasil mendeteksi dekatnya kematian dengan perasaannya dan meyakinkan para pegiat rumah sakit bahwa hal tersebut bukanlah isapan jempol semata.
Well, Pastikan dari sekarang..jauh sebelum diri anda meninggal dunia banyaklah berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin dalam kehidupan ini..agar tidak lagi ada yang disesali, dicemasi dan ditakuti.

Setelah itu, biarkan itu terjadi dengan alami...