Wednesday, June 24, 2009

Tanpa Otakpun manusia bisa Pintar dan Hidup Normal!


Jika kita melihat gambar disebelah kiri, maka dengan segera kita akan mengenalinya sebagai gambar otak. Secara umum kita menyatakan itu sebagai otak, Namun sesungguhnya itu merupakan bagian dari sebuah otak. Sebelum kita lanjutkan, ada baiknya kita mengenal secara seklas tentang otak dan beberapa terminology yang berhubungan dengannya

Menurut Paul Maclean, 'triune brain' theory, sederhananya otak manusia terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

  • otak reptil (spinal cord) adalah bagian otak yang meliputi batang otak [brain stem] dan otak kecil [cerebellum] yang mengontrol kelangsungan hidup insting peilaku dan berpikir. Bagian ini mengendalikan otot, keseimbangan dan fungsi otonom (misalnya pernapasan dan detak jantung).

    [note: Penelitian modern menunjukkan bahwa otak kecil juga mempunyai peranan yang lebih luas di sejumlah fungsi kognitif termasuk perhatian dan pengolahan bahasa, musik, dan rangsangan indrawi temporal lainya. Juga baca ini: Thinking With The Spinal Cord?]

  • otak mamalia (limbic system) adalah sistem limbik dan bagian lain di tengah otak. Bagian ini mengatur emosi (mencintai, membenci, memaafkan, bersikap jujur dan adil, gembira dan sedih, menggeram, menggertak, mengerang, menunjukkan perasaan sayang atau perasaan bersalah) dan Naluri (mis. makan, melawan, kabur, dan perilaku seksual).

    Bagian ini terdiri dari: hippocampus, amygdala, hypothalamus dan struktur periventricular. Hypothalamus berhubungan sangat erat, melalui pesan-pesan kimiawi dan listrik, dengan pituitary gland (kelenjar bawah otak) terdekat. Ini merupakan kelenjar induk tubuh yang mengatur hormon, secara langsung atau melalui stimulasi kelenjar lain untuk mengeluarkan hormon.

  • otak rasional (neo-cortex/cerebral cortex) adalah bagian terluar/depan otak meliputi lapisan otak (cortex cerebri), juga disebut bagian superior ada bagian putih dan bagian abu-abunya, juga dibagi menjadi bagian kanan dan kiri otak. Dari gambar diatas, karena yang tampak biasanya ceberal cortex, maka orang menyebut otak adalah bagian yang ini!

    Bagian ini merupakan fungsi Kognitif dan bertugas menganalisa lingkungan eksternal, seluruh aktivitas rasional, mulai dari menerima dan menganalisis rangsang pancaindera, dan meresponsnya secara motorik.

    Celebral cortex terdiri atas lipatan-lipatan, lembah-lembah, dan celah-celah yang memperbesar luas permukaan cortex. Celebral cortex dibungkus oleh ''jaringan abu-abu'' yang berisi bermiliar-miliar neuron.

    Ceberal cortex ini mengandung sekitar 15-33 billion neuron tergantung pada jenis kelamin dan umur, dihubungkan dengan hingga 10.000 sinapis koneksi masing-masing. Setiap kubik milimeter cerebral korteks berisi kira-kira satu miliar sinaps. Permukaan otak besar dipagari dengan struktur berlapis relatif sederhana disebut pallium. Pada mamalia, pallium berkembang menjadi kompleks 6-lapis struktur yang disebut neokorteks.

    Ceberal cortex adalah bagian dari otak yang membedakan mamalia dari vertebrata lain, primata dari mamalia lain, dan manusia dari primata lain. Dapat dikatakan, bagian inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya karena seluruh ruang kebudayaan manusia terjadi pada wilayah otak ini.

    Note:
    • Yang termasuk otak bagian depan pada referensi ini adalah cerebral cortex dan diencephalon [thalamus dan hypothalamus]
    • bagian neocorteks adalah 95% dari hemisphere, pada reference ini, dituliskan berisi 10-20 Billion neruron

  • [lebih detail: Brain Fact and Figure, Brain tutorial, Wikipedia: Brain dan Human Brain]
Jadi, jika orang menyatakan bahwa ceberal cortex adalah otak, maka tidaklah keliru, karena disamping besarnya, terutama karena bagian inilah yang membedakan antara manusia dan primata lainnya.

Apakah ada manusia yang hidup tanpa celebral cortex namun tetap memiliki kesadaran?

Ada dan tidak sedikit!

Suatu ketika dokter kampus Sheffield memeriksa salah satu murid jurusan Matematika yang menderita penyakit ringan. Ia perhatikan bahwa kepala murid tersebut sedikit lebih besar dari keadaan normal. Dokter tersebut kemudian merujuknya pada Prof Lorber untuk pemeriksaan lebih lanjut. Siswa itu dikenal sebagai siswa yang cemerlang secara akademis, mempunyai IQ 126 dan diharapkan lulus.

Ketika dilakukan pemindaian dengan CAT, Lorber menemukan bahwa otak siswa tersebut hampir ngga ada! Pengganti dari Dua tengahan bulatan yang mengisi Craniacal Cavity, biasanya 4.5 Centimeter dari ketebalan jaringan otak antara ventricles dan permukaan cortical, namun yang ditemukan pada siswa itu hanya sedikit lapisan mantel berukuran sekitar 1 milimeter. Lorber memperkirakan berat keseluruhan otak siswa itu adalah 100 gram [berat rata2 otak orang dewasa adalah 1500 gram]. Siswa berprestasi ini memiliki otak yang tidak lebih besar dari yang dipunyai anjing ato hewan!

Note:
"Is your brain really necessary?" di katakan lorber saat membicarakan penemuannya di suatu konferensi Medikal [ada artikel lain yang memakai perkataan lorber dan ditulis oleh Roger lenvin]

Siswa itu menderita Hydrocephalus, kondisi di mana cairan tulang punggung ke otak, bukan beredar di sekitar otak dan masuk ke dalam darah, memenuhi isi otak. Normalnya kondisi seperti ini fatal pada bulan bulan pertama masa kanak2, bahkan seorang yang dapat bertahanpun mengalami cacat serius. Entah bagaimana, siswa Sheffield ini dapat hidup normal dan bersiap menerima gelar kelulusan bidang Matematik.

Keadaan ini bukanlah kejadian langka seperti kelihatannya, Pada tahun 1970, seorang penduduk New York yang meninggal di usia 35, keluar dari bangku sekolah tanpa tanda prestasi, bekerja sebagai pelayan kebersihan bangunan dan juga tokoh yang populer di lingkungannya. Mereka yang tinggal di gedung dimana dia tinggal, menggambarkan kesehariannya dalam bekerja melewati hari-hari yang rutin melakukan fungsi, seperti merawat ketel pemanas dan membaca surat kabar. Ketika dilakukan autopsi untuk menentukan penyebab kematian mudanya itu, ditemukan bahwa ia praktis tidak mempunyai otak sama sekali.

Profesor Lorber telah mengidentifikasi beberapa ratus orang-orang yang memiliki otak yang sangat kecil, normal dan cerdas. Beberapa di gambarkan sebagai ‘otaknya tidak dapat dideteksi/ditemukan’, namun mereka memiliki nilai IQ test hingga 120. Tidak seorangpun tahu bagaimana orang-orang yang 'otaknya tidak dapat dideteksi/ditemukan' dapat melakukan fungsi apapun dan dengan tanpa bantuan siapapun mendapat gelar sarjana Matematik.

Temuan Lorber ini mengingatkan kita pada misteri dari ingatan. Pada awalnya dianggap bahwa ingatan melekat di otak seperti Chips pada PC, tetapi investigasi lebih luas pada otak memberikan fakta yang mengejutkan bahwa ingatan tidak terletak di area manapun. Seperti yang Ahli syaraf ungkapkan bahwa ‘Ingatan ada diseluruh otak tapi entah dimana

Seorang ahli biologi/Biochemist, Dr Rupert Sheldrake, dalam bukunya ‘A New Science of Life Sheldrake’ menolak ide bahwa Otak merupakan sebuah gudang ingatan dan menyampaikan gagasannya bahwa itu seperti radio penerima untuk dapat tune ke masa lalu. Ingatan bukan proses merekam yang mana sebuah media di ubah menjadi tempat penyimpanan, namun sebuah perjalanan pikiran lakukan di masa lalu melalui proses resonansi [Penelitian: John Lorber (1915–1996), Profesor Neurology/paediatrics Universitas of Sheffield, Mind Reality, Unexplained Stuff, Can a person live without a brain?, Where Is Consciousness? I've Lost It!]

Selain dari artikel di atas, contoh lain dari manusia tanpa otak adalah ini:
Cairan yang memenuhi rongga otak mereka itu [terutama pada kasus pemuda dengan IQ 126 dan gadis yang masih hidup di usia 17 tahunan ini], entah bagaimana dapat menggantikan tugas yang seharusnya dilakukan oleh "neuron-neuron" yang normalnya ada di dalam otak manusia!

Terdapat suatu rekaman rekonstruksi genetik mengimplikasikan bahwa otak mungkin telah berkembang secara mandiri lebih dari dua kali dalam berbagai silsilah jalur hewan [kutipan ini merupakan bagian dari artikel: scienceagogo, Xenoturbella]

Bagian kutipan diatas menceritakan species seperti ini:
    "....Xenoturbella [ditemukan di laut baltik] tidak memiliki otak, usus atau gonads, menjadikannya unik di antara binatang hidup, " ujar para peneliti

    Hasil uji genetik Xenoturbella menunjukkan bahwa manusia dan chordates lainnya berbagi leluhur yang sama.

    Moroz: 'Ini menunjukan bahwa leluhur umum kita tidak memiliki otak namun semacam sistem syaraf seperti milik binatang yang tersebar pada permukaan'....
Terdapat juga suatu yang mengejutkan yang mendukung fakta bahwa "otak mungkin telah berkembang secara mandiri", yaitu berdasarkan hasil penelitian dari Dr Thomas DeMarse:
    Di Universitas Florida, Insinyur Biomedical, Dr Thomas DeMarse telah membuat "hidangan otak" yang dapat berinteraksi dengan komputer simulasi penerbangan.

    "otak" adalah bagian kecil dari 25.000 syaraf neuron yang diambil dari otak tikus dan di sajikan dalam piringan gelas.

    "Pada dasarnya sebuah piringan dengan 60 electroda yang diatur dalam bentuk kotak di bagian bawah," ujar DeMarse.

    "Di atasnya kami tempatkan lapisan selaput syaraf hidup dari tikus, yang kemudian dengan cepatnya mulai menghubungkan diri dengan membentuk susunan jaringan sebuah otak"

    Pemindai Multi-elektroda terhubung pada sebuah computer yang menjalankan program simulasi penerbangan. Syaraf-syaraf individu terdistribusikan secara acak di awal percobaan, dan tidak terkait.

    Pesawat terbang simulasinya adalah sebuah pesawat tempur F-22 mengumpankan data kepada pemindai data tentang kondisi penerbangan; apakah pesawat terbang lurus dan "level" ato tidak.

    Syaraf-syaraf tersebut mulai mengorganisasi diri mereka membentuk ke terkaitan hubungan satu sama lain. Syaraf-syaraf tersebut menganalisi data dan merespon dengan mengirimkan sinyal ke pesawat kontrol.

    Pada awalnya, Pesawat yang disimulasi melayang acak. Tetapi, jaringan syaraf belajar dengan perlahan dan akhirya "otak" tersebut dapat mengontrol `pitch' dan `roll' dari simulasi di sebagian besar kondisi cuaca, termasuk badai dan angin topan.
Satu fakta menarik lainnya adalah jantung ikan juga berfungsi seperti alat pacu jantung yang tetap memompakan darah walaupun otaknya rusak.

Jika Pikiran, ingatan dan Kepandaian ternyata tidak benar tersimpan di otak lantas berada di mana?

Aristoteles di jaman Yunani kuno berkesimpulan karena jantung, bergerak, panas dan berkomunikasi dengan seluruh tubuh, maka ia cocok dengan tempat berdiamnya Jiwa.

Penghormatan terhadap jantung sangat terlihat dalam pembalseman di kebudayaan Mesir kuno sementara otak mayat dianggap tidak berharga dan dikeluarkan melalui hidungnya. Penghormatan ini juga terdapat di kebudayaan-kebudayaan India.

Penemuan oleh Yohanes dan Beatrice Lacey, pada 30 tahunan lalu, dari National Institutes of Health menyatakan bahwa ada koneksi langsung antara syaraf jantung dan otak di kepala kita.

Sejak sekitar tahun 1996, Neuro-kardiologi, studi tentang otak dalam jantung, menemukan bahwa sekitar 60 - 65% dari seluruh sel jantung adalah sel syaraf, yang berfungsi persis seperti yang dilakukan oleh sel-sel otak kita.

Tidak ada bedanya diantara keduanya.

Mereka berfungsi dalam Neuro-neuro ganglion, pada pemancar syaraf yang sama, dendrit-dendrit yang sama , dan axon-axons, sel-sel glial yang sama yang memompa ion kalsium ke dalam keduanya dan seterusnya.

Jantung memiliki kecerdasan yang mendalam dan kecerdasan yang jauh lebih tua daripada yang kita miliki dalam otak kita.

Dunia ilmiah sama sekali mengabaikan penemuan Yohanes dan Beatrice Lacey ini dan itu hanya sebagian dari penemuan tentang Neuro-kardiologi.

Yang lainnya adalah jantung merupakan kelenjar endokrin utama/terbesar dari keseluruhan sistem. Ia menghasilkan hormon-hormon yang sangat mempengaruhi operasi otak dan setiap organ tubuh, dan di analisis terakhir, merupakan orkestrator utama dari semua sistem hormon dalam tubuh. Dilakukan melalui otak dan langsung dengan tubuh itu sendiri.
    Dr Armour dan Dr Jeffrey Ardell, salah satu pionir bidang Neuro-kardiologi, menyatakan dalam tulisannya bahwa sistem syaraf Jantung berisi sekitar 40.000 neuron, disebut indra neurites, yang mendeteksi sirkulasi hormon, susunan kimiawi syaraf, denyut jantung dan informasi tekanan yang di terjemahkan ke dalam saraf impuls oleh sistem saraf jantung dan dikirim dari jantung ke otak melalui beberapa jalur-jalur aferen (yang mengalir ke otak).

    Melalui jalur-jalur saraf ini, sinyal rasa sakit dan sensasi perasaan lain dikirim ke otak. Saraf aferen tersebut jalur masuk otak di daerah yang disebut medula, terletak di batang otak.

    Sinyal memiliki peran regulasi atas sinyal-sinyal sistem saraf otonom yang mengalir keluar dari otak ke jantung, pembuluh darah dan kelenjar dan organ lainnya serta ke dalam pusat-pusat lebih dalam dari otak, yang mempengaruhi persepsi, pengambilan keputusan dan proses-proses kognitif lainnya.
Tapi yang paling menarik dari jantung justru adalah faktor ketiga.

Jantung menghasilkan medan elektromagnetik sangat kuat, yang bergerak keluar dari jantung, dalam bentuk Taurus - suatu bentuk fisik matematis tertentu. Kekuatan yang berbentuk donat dengan tiang atau suatu sumbu, yang hampir identik dengan medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh bumi dan matahari itu sendiri. Jantung menghasilkan jenis medan elektromagnetik yang sama persis yang memancar keluar sejarak 12-15 meter jauhnya. [Heartmath: Sains mengenai jantung, Personal life media: Transkrip dialog Duncan campbell dan Joseph Chilton Pearce tentang Perkembangan Jantung dan sebuah tulisan dari Mimi Guarneri M.D, berjudul The Heart speaks]

Paul pearsall Ph.D., adalah seorang ahli Jantung Amerika, seorang Psychoneuroimmunologist. Ia berpendapat bahwa jantung meresonansi kecerdasan ke setiap sel di seluruh tubuh. Paul Pearsall Ph.d., meneliti fenomena perubahan kejiwaan dan kepribadian pada lebih dari 100 pasien cangkok jantung. Perubahan itu diantaranya membawa serta “memory” kehidupan sang pendonor pada penerimanya.

Juga Gary Schwartz, Ph.D. dan Linda Russek, Ph.D dari laboratorium sistem energi manusia, Universitas Arizona, Tucson, berpendapat bahwa jantung mengalirkan pola-pola energi dan informasi keseluruh tubuh.

Berikut dibawah ini saya sajikan 5 dari 10 kasus yang terjadi setelah transplantasi jantung. Kasus-kasus ini saya kutip dari Websitenya Paul pearasall yang diambil dari Nexus Magazine, Volume 12, No.3 (April - Mei 2005), "Organ Transplants and Cellular Memories" oleh Paul Pearsall, PhD., Gary E. Schwartz, PhD.,Linda G. Russek, PhD:
    Kasus 1
    Pendonor adalah remaja pria 18 tahun yang tewas dalam kecelakaan mobil, Penerima adalah Remaja wanita 18 tahun yang di diagnosis endokarditis dan berpotensi ke gagal jantung.

    Ayah sang donor adalah seorang psikiater, berkata:
    "Anakku kerap menulis puisi. Setelah lebih dari setahun kemudian kami baru merapikan kamarnya dan kami temukan sebuah buku puisi yang tidak pernah ia tunjukan pada kami, dan kamipun tak pernah memberitahu siapapun tentang itu. Anakku yang lainnya adalah seorang musisi dan kami temukan sebuah lagu berjudul "Danny, My Heart Is Yours"- yang bercerita bagaimana bagaimana anakku merasa ditakdirkan untuk mati dan memberikan jantungnya pada seseorang. Ketika berusia 12 tahun, ia putuskan untuk menyumbangkan organ-organ tubuhnya”

    Penerimanya melaporkan:
    "Ketika mereka tunjukan foto2 dari putera-putera mereka, aku seketika mengenalinya. Aku akan memilih dia di mana saja. Dia ada di dalam aku. Aku tahu dia ada dalam diriku dan dia jatuh cinta padaku. Dia selalu menjadi kekasihku, mungkin dari lain waktu di suatu tempat. Bagaimana dia bisa tahu di tahun sebelum ia meninggal bahwa ia akan mati dan memberikan jantungnya untukku? Bagaimana dia bisa tahu namaku Danny? Dan ketika mereka memutarkan beberapa musiknya, aku bisa menyelesaikan kalimat-kalimat di lagunya itu. Aku tak pernah memainkan itu sebelumnya, namun setelah transplantasi aku mulai mencintai musik. aku merasa di hatiku harus memainkannya. Aku memberitahu ibuku aku ingin kursus gitar, pegangan alat musik yang sama yang Paul [donor] mainkan. Aku rasakan itu di banyak malam dan merasakan seperti Paul menyenandungi ku"

    Kasus 2
    Pendonor adalah bayi laki-laki berusia 16 bulan yang tenggelam di bath tub. Penerima adalah bayi laki-laki berusia tujuh bulan yang di diagnosa Tetralogi of Fallot [TOF, lubang di septum ventrikel dengan perpindahan dari aorta, pulmonal stenosis dan penebalan ventrikel kanan atau dengan bahasa sederhananya: lubang pada bagian atas bilik jantung, sehingga aliran darah dari jantung ke paru-paru berkurang].

    Ibu pendonor adalah seorang dokter, melaporkan:
    "Ketika Carter [penerima] pertama kali melihat ku, ia berlari ke arahku dan mendorong hidungnya, mengusap dan menggosokannya. Itu persis sam dengan yang biasa kami [Ibu dan pendonor (Jerry)] lakukan. Ketika ia [Carter] memelukku, aku bisa merasakan anakku. Maksudku, aku bisa merasakan dia, bukan hanya simbolis. Dia di sana. Aku merasakan energinya.

    "Aku seorang dokter. Aku dilatih untuk menjadi pengamat kritis dan seorang yang skeptis alami. Tapi ini nyata. Saya tahu orang-orang akan berkata bahwa Aku harus percaya roh anakku masih hidup dan mungkin itu kulakukan. Tapi aku merasa itu. Suami dan ayahku juga merasakan hal itu. Dan aku bersumpah pada Anda dan Anda dapat bertanya pada ibuku, Carter berbicara bahasa bayi yang sama dengan yang dikatakan Jerry. Carter berusia enam tahun, tapi ia berbicara dengan bahasa bayinya Jerry dan bermain dengan hidung seperti yang Jerry lakukan.

    "Kami tinggal dengan ... [Keluarga penerima] pada malam itu. di tengah malam, Carter datang dan minta untuk tidur dengan kami. Ia meringkuk di antara kami persis seperti yang Jerry lakukan, dan kami mulai menangis. Carter meminta kami untuk tidak menangis karena kata Jerry semuanya baik-baik saja"

    Ibu penerima melaporkan:
    "Aku melihat Carter pergi kepadanya [ibu donor]. Dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Ia sangat, sangat pemalu, tapi Ia lakukan itu seperti yang biasa ia lakukan ketika masih bayi. Ketika ia berbisik "It's okay, mama", aku menangis. Ia memanggilnya 'Ibu', atau mungkin itu jantung Jerry [donor] yang bicara. Dan satu hal lagi yang harus kami terima, yang kami ketahui dari ibu Jerry yaitu Jerry menderita cerebral palsy ringan terutama di sisi kiri [gangguan atau kelainan sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat yang terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak, bersifat kronik dan tidak progresif. Terjadi karena kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya]. Carter juga memiliki kekakuan dan sedikit gemetaran pada sisi yang sama. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya dan terjadi setelah transplantasi. Para dokter mengatakan itu mungkin ada hubungannya dengan kondisi medis, tapi aku benar-benar berpikir bahwa ada lebih dari itu"

    "Carter belum pernah bertemu dengan ayahnya Jerry. Suatu ketika, kami pergi ke gereja, Kami datang terlambat dan ayah Jerry sedang duduk dengan sekelompok orang di tengah-tengah jemaat. Carter melepaskan tanganku dan berlari ke arah orang itu. Dia naik ke pangkuannya, memeluknya dan berkata 'Ayah'. Kami terperangah. Bagaimana dia bisa mengenalinya? Mengapa dia memanggilnya ayah? Dia tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu sebelumnya. Dia akan tak pernah melepaskan tanganku di gereja dan tidak pernah lari ke orang asing. Ketika Aku bertanya mengapa dia melakukan itu, ia mengatakan ia tidak melakukannya dan Ia katakan Jerry yang melakukannya dan dia bersamanya [menuju kerah orang itu] "

    Kasus 3
    Pendonor adalah wanita berusia 24 tahun yang menjadi korban kecelakaan mobil. Penerima adalah mahasiswa pasca sarjana berusia 25 tahun yang menderita cystic fibrosis [CF] yang menerima transplantasi jantung-paru [gen yang abnormal menyebabkan lendir menjadi kental dan lengket. Lendir terbentuk pada paru-paru menghalangi saluran-saluran udara, memudahkan bakteri-bakteri untuk berkembang dan menjurus pada infeksi-infeksi paru berulang yang serius]

    Kakak perempuan pendonor melaporkan:
    "Kakakku, seorang yang sangat sensual yang mencintai lukisan. Saat itu, Ia sedang dalam perjalanan ke sebuah toko seni kecil untuk memperkenalkan lukisannya secara solo ketika seorang pemabuk menabraknya. Toko seni itu adalah toko lesbian yang mendukung seniman gay. Adikku tidak benar-benar sangat 'terbuka' tentang ini, namun ia adalah gay. Dia mengatakan bahwa goresan2 lukisan2nya merupakan representative dari sosok ibu atau wanita. Dia seorang yang berbakat"

    Penerima melaporkan:
    "Aku tidak pernah mengatakan pada siapa pun pada awalnya, tapi kupikir aku mendapatkan jantung yang akan membuatku menjadi seorang gay. Sejak operasi, Aku lebih berhasrat daripada sebelumnya dan cewek-cewek tampak lebih erotis dan sensual, jadi kupikir aku mungkin dapat jantung seorang waria. Dokter mengatakan itu hanya energi baruku dan kesempatan hidup yang membuatku merasa seperti itu, tapi aku berbeda. Aku tahu aku berbeda. Aku bercinta seperti aku tahu persis bagaimana tubuh wanita merasa dan merespon hampir seolah-olah itu adalah tubuhku, yaitu aku memiliki tubuh yang sama, tapi aku masih berpikir aku punya cara berpikir seks dari sisi wanita sekarang"

    Pacar penerima berkata:
    "Dia kekasih yang jauh lebih baik sekarang. Tentu saja, ia lebih lemah dari sebelumnya, tapi bukan itu. Dia seperti, maksudku, dia tahu persis tubuh ku seperti aku. Dia memeluk, memegang dengan berlama-lama. Sebelumnya ia seorang kekasih yang baik, tapi tidak seperti ini. Ini berbeda. Dia ingin memeluk sepanjang waktu dan pergi berbelanja. Ya Tuhan, ia tidak pernah ingin untuk berbelanja! Dan kau tahu apa, dia membawa sebuah tas sekarang. dompetnya! Ia silangkan itu di bahunya dan menyebutnya tas, tapi itu dompet. Dia sebal kalau aku katakan begitu, tapi pergi ke mal bersamanya seperti pergi dengan seorang gadis. Dan satu hal lagi, dia suka pergi ke museum. Dia tidak akan pernah, sekali pun, melakukan hal itu. Sekarang dia pergi setiap minggunya. Kadang-kadang ia berdiri selama beberapa menit dan menatap sebuah lukisan tanpa bicara. Dia mencintai goresan-goresannya dan hanya terpaku. Kadang aku hanya meninggalkannya di sana dan kembali lagi nantinya"

    Kasus 4
    Pendonor adalah mahasiswa kulit hitam berusia 17 tahun korban sebuah tembakan nyasar. Penerima adalah Lelaki kulit putih berusia 47 tahun pekerja pengecoran yang di diagnosis stenosis aorta [penyempitan pada lubang katup aorta, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta, Stenosis katup aorta juga bisa disebabkan oleh demam rematik pada masa kanak-kanak. lubang/pembukaan katup menjadi kaku dan menyempit karena terkumpulnya endapan kalsium]

    Ibu donor melaporkan:
    "Anak kami sedang berjalan menuju kelas biolanya ketika ia terkena [peluru nyasar]. Tak ada yang tahu darimana peluru itu berasal dan ia jatuh. Dia mati di sana, di jalanan, memeluk biolanya. Ia mencintai musik dan guru-gurunya berkata ia punya bakat nyata untuk itu. Dia mendengarkan musik dan memainkannya bersamaan. Saya pikir dia akan berada di Carnegie Hall pada suatu hari nanti, tetapi anak-anak lainnya selalu meledek musik yang ia sukai"

    Penerima melaporkan:
    "Aku benar-benar sedih pada orang yang meninggal ini yang memberikanku jantung, tapi aku benar-benar mengalami masalah dengan kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Aku bukanlah rasis. Banyak teman-teman di pabrikku berkulit hitam. Tapi gagasan bahwa ada jantung hitam di tubuh putih tampaknya benar-benar wah, aku tidak tahu. aku beritahu istriku yang ku pikir penisku akan berkembang menjadi sebesar ukuran pria kulit hitam. Mereka bilang orang-orang kulit hitam memiliki penis yang lebih besar, tapi aku tidak tahu pasti. Setelah kami bercinta, Aku kadang-kadang merasa bersalah karena seorang pria kulit hitam bercinta dengan istriku, tapi itu tidaklah benar-benar serius kupikirkan.

    "Aku katakan satu hal, meskipun. Aku dulu membenci musik klasik, tapi sekarang aku menyukainya. Jadi, aku tahu ini tidak berasal dari jantung yang baru, karena orang kulit hitam dari 'gang’ tidak akan menyukai itu. Ini menenangkan hatiku. Aku bermain sepanjang waktu. aku lebih dari menyukainya. Aku tidak menyatakan apapun pada teman2ku bahwa aku punya jantung hitam, tapi aku berpikir banyak tentang ini"

    Istri penerima melaporkan:
    "Dia lebih dari prihatin tentang ide ketika dia mendengar itu adalah jantung pria kulit hitam. Dia benar-benar bertanya apakah dia bisa meminta dokter untuk jantung putih. Dia bukanlah Archie Bunker, tapi mirip-miriplah. Dan dia akan membunuhku jika ia tahu aku mengatakan ini, tapi untuk pertama kalinya dia mengundang teman-teman berkulit hitam dari tempat kerja. Ini seperti ia tidak lagi melihat warna mereka, walaupun ia kadang-kadang masih berbicara tentang hal itu. Dia tampak lebih nyaman dan santai dengan orang-orang kulit hitam ini, tetapi dia tidak menyadarinya.

    "Dan satu hal lagi. Dia membuatku gila dengan musik klasik. Dulu dia ngga tahu judul lagu dan ngga bakalan mau mendengarkan itu. Sekarang, dia duduk berjam-jam lamanya mendengarkannya. Dia bahkan bersiul lagu-lagu musik klasik yang ia tak pernah tahu. Bagaimana dia tahu itu? Anda akan berpikir dia seperti musik rap atau sesuatu karena jantung hitamnya"

    Kasus 5
    Pendonor adalah Wanita berusia 19 tahun yang tewas dalam kecelakaan mobil. Penerima adalah Wanita berusia 29 tahun yang di diagnosis dengan kardiomiopati sekunder untuk endokarditis [Kardiomiopati yang secara harfiah berarti penyakit miokardium, atau otot jantung, ditandai dengan hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah dan berdenyut secara normal]

    Ibu pendonor melaporkan:
    "Saraku adalah gadis yang sangat penuh cintai. Dia punya dan mengoperasikan sendiri restoran makanan kesehatan dan sering memarahiku karena ngga jadi vegetarian. Dia adalah anak yang hebat. Liar, namun hebat. Dia penganut cinta bebas dan punya banyak pria berbeda di beberapa bulannya. Dia biasa menulis beberapa catatan untuk ku ketika sedang sekarat. Dia begitu lepasnya di sana, tapi ia terus berkata bagaimana ia bisa rasakan dampak mobil yang menghantam mereka. Dia bilang dia bisa rasakan itu melalui tubuhnya"

    Penerima melaporkan:
    "Anda dapat beritahu orang tentang ini jika anda ingin, tapi itu akan membuat Anda terdengar gila. Ketika aku mendapatkan jantung baru, dua hal terjadi padaku. Pertama, hampir setiap malam, dan kadang-kadang masih, aku benar-benar merasakan kecelakaan yang melanda pendonorku. Aku bisa rasakan dampaknya di dadaku. Itu memukul ke dalam diriku, tapi dokter mengatakan semuanya tampak baik-baik saja. Selain itu, sekarang aku membenci daging. Aku muak terhadapnya. Dulu, Aku penghasil uang terbanyak bagi McDonald, sekarang daging membuatku muntah. Sebenarnya, bahkan ketika ku cium baunya, hatiku mulai berdegub. Tapi itu bukan masalah besar. Dokterku mengatakan bahwa itu hanya karena obat-obatan yang diberikan padaku.

    "Aku tak dapat mengatakan padanya [sang pacar], tapi apa yang benar-benar menggangguku adalah bahwa aku bertunangan menuju pernikahan sekarang. Dia pria yang baik dan kita saling mencintai. Seksnya hebat. Masalahnya, aku gay. Setidak-tidaknya, aku pikir demikian setelah transplantasi, namun aku bukan.... Aku agak bingung apakah semi-atau gay. Cewek-cewek masih tampak menarik bagiku, tapi teman2ku yang lelaki membuatku bergairah; namun wanita ngga. Aku sama sekali ngga berhasrat dengan wanita. Aku pikir aku mendapat transplantasi jender. "

    Saudara penerima melaporkan:
    "Susie lurus sekarang. Aku serius. Dulu dia itu gay dan sekarang jantung barunya membuatnya lurus. Ia buang semua buku-buk dan berbagai barangnya yang berhubungan dengan gay dan tidak pernah membicarakannya lagi. Dulu, dia benar-benar militan tentang itu. Dia memegang tangan dan pelukan bersama Steven sama seperti temen-temen ku yang wanita lakukan bersamaku. Dia berbicara sebagaimana pembicaraan cewek2 dengan temen-temen ku yang wanita, di mana sebelumnya ia akan memberi kuliah tentang kejahatan-kejahatan seksis para pria. Dan adikku, si ratu Big Mac, membenci daging. Dia bahkan tidak akan memilikinya di rumah"
Anda sekarang bisa melihat Bagaimana ingatan, kesukaan, kecerdasan, pola hidup, proses belajar merubah si penerimanya dan letaknya itu ternyata bukanlah di otak! [Baca pula: The Thinking Heart, Cellular Memory in Heart Transplants, Do cells remember?, Memory is No-Brainer dan Cellular Memory]

Salah satu kitab Buddhisme abad ke-5 kabarnya menyatakan fenomena diatas dengan cara ini:

VATTHU artinya landasan fisik atau tempat di mana kesadaran (citta) dan factor-faktor batin (cetasika) muncul untuk menghasilkan proses kesadaran (citta vithi).

HADAYA sering diartikan sebagai bagian tubuh di rongga dada yang dalamnya terdapat sejumlah darah. [atau organ jantung]

Hadayavatthu = landasan hati
    Hadayanti na hadayavatthu, atha kho hadayamaṃsapesi
    Organ jantung bukan hadayatthu tapi hanya sepotong daging jantung

    Hadayameva manodhātumanoviññāṇadhātūnaṃ nissayattā vatthu cāti hadayavatthu
    Jantung yang (dimaksud) menjadi landasan bergantungnya elemen batin (manodhātu) dan elemen kesadaran batin (manoviññāṇadhātu) yang muncul adalah landasan hati (hadayavatthu)

    Hadayavatthu pana imaṃ lohitaṃ nissāya pavattatīti
    Hadayavatthu berproses tergantung pada darah tersebut (yang beredar dari jantung)

    Hadayavatthu adalah salah satu dari 24 rupa turunan (catuvīsati upādārūpa):

    Manoviññāṇanti ettha dvāraṃ vatthūti vuttaṃ, dvārena vā taṃsahāyabhūtaṃ hadayavatthu vuttaṃ
    Di sana gerbang munculnya kesadaran batin (Manoviññāṇa) disebut landasan (vatthu), atau persekutuan (cittacetasikā) muncul melalui gerbang yang disebut landasan hati (hadayavatthu) [Dikutip dari tulisan cunda: Message: 140199]
Kitab Visuddhi-Magga (Jalan Kesucian), karya Buddhaghosa [abad ke 5 M], kabarnya memaparkan hal ini dengan kata-kata :
    "ini terdapat di bagian jantung. Warnanya seperti bagian belakang dari mahkota bunga teratai. Ukurannya seperti sebuah kuncup teratai dengan bagian mahkota luar telah terbuka ke bawah; halus di bagian luarnya, dan bagian dalamnya mirip sebelah dalam dari Kosataki (loofah gourd). Bagi mereka yang telah memiliki pengertian, benda itu lebih berkembang; bagi mereka tidak memiliki pengertian, tetap seperti kuncup. Di dalamnya terdapat sebuah lubang seukuran sebuah dasar biji punnaga dimana setengah pannasa darah tetap berada, membantu kemunculan unsur batin dan unsur kesadaran batin. Arahnya, ditemui dibagian tengah antara dua dada, di dalam badan. Batasannya, dikeliling oleh sesuatu yang menyusun jantung."

    Jantung itu sendiri bukanlah landasan batin (HADAYAVATTHU). Namun apabila jantung ini dalam hubungan/bersekutu dengan darah murni yang dikandungnya, akan mengkondisikan dan memproduksi suatu tenaga atau kekuatan yang kita sebut Landasan batin (HADAYAVATTHU).

    Oleh karena itu, HADAYAVATTHU itu sendiri bukan sepotong daging dalam dada dimana “Jantung” telah ditetapkan, Walaupun jantung ini sering di identifikasi sebagai HADAYAVATTHU, semata-mata karena dalam hubungannya dengan darah murni yang terdapat di dalamnya, mengkondisikan Landasan (VATTHU), katakanlah, kekuatan atau tenaga dimana batin dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu pula, HADAYAVATTHU hanya merupakan materi yang muncul dalam bagian tubuh ketika jantung, darah murni dan lainnya berkombinasi mengkondisikannya.

    Yam nissaya manodhatu manovinnanadhatu ca, vattanti pancavokare tam vatthu ‘ti pavuccati
    Tergantung pada benda atau sifat itulah unsur batin(manodhatu) dan unsur kesadaran batin(manovinnanadhatu) muncul didalam yang makhluknya memiliki lima kelompok perpaduan(pancavokare-bhava), karena itu kita tidak dapat berpandangan bahwa Jantung merupakan HADAYAVATTHU.

    Landasan Batin (HADAYAVATTHU) merupakan Kammajarupa (materi yang dihasilkan oleh perbuatan), karena materi itu muncul saat konsepsi (patisandhi) bersama dengan kelompok badan jasmani (kaya dasaka kalapa) dan kelompok materi jenis kelamin, tergantung kepada KAMMA (perbuatan) lampau. Oleh karena itu, KAMMA dapat membuat seseorang memiliki Landasan Batin yang lemah atau kuat.

    Contoh :
    Rumah tegangan listrik (gardu listrik)
    Orang biasa, umumnya menganggap “gardu listrik” itu sendiri sebagai sumber tenaga, atau unsur pembentuk. Sebenarnya tidak demikian. “Tenaga” tidak diproduksi oleh “gardu listrik” tetapi oleh seperangkat pembangkit, yg terdiri dari electromagnet, dinamo dan “engkol kontak” (phassa). Jantungpun dapat diibaratkan motor; aliran VATTHU, yang dalam kerjanya dikondisikan pula oleh Otak. Demikian pula, melalui fisik bola mata, terdapat landasan penglihatan (cakkhu vatthu), fisik mata tidak melihat: “melihat” muncul karena pembiasan objek penglihatan, oleh kontak dengan landasan penglihatan (yaitu organ sensitive atau peka, pasada rupa, di dalam mata). Melihat adalah kombinasi dari 3 hal ini, yang memproduksi pikiran/kesadaran.

    Dengan kata lain, di dalam proses kesadaran penuh, otak hanya sebagai bagian dari 'tombol kontak', 'pengungkit', 'operator' dan sebagainya, yang berguna juga untuk pengawasan, pengendalian, memulai, berhenti dan tujuan-tujuan fungsional lainnya. Hadaya vatthu adalah 'keseluruhan rumah tegangan' atau 'perangkat pembangkit' itu sendiri. Inilah yang menyebabkan mengapa seseorang menderita akibat serangan yang disebut 'letih otak' ketika seseorang bekerja berlebihan atau kurang tidur berhari-hari. Pada orang tersebut, otak tak sempurna dalam berfungsi karena tak mampu memberi reaksi positif jika diberi tekanan berlebih dari tenaga yang diperoleh dari 'perangkat pembangkit utama' yaitu hadaya vatthu. Otak gagal untuk berfungsi optimal, demikian pula jantung menjadi letih dan melemah. Oleh karena itu, hadaya vatthu kita adalah dinamo dari proses kesadaran secara lengkap, membawa impuls/dorongan, dorongan berpikir, dan dinamo ini akan berfungsi secara optimal hanya jika 'seluruh' perangkat pembangkit bekerja bersama secara harmoni, dalam persesuaian yang simultan atau bersamaan. [Sumber : Abhidhamma bagi Pemula (Egerto C. Baptist), Dikutip dan dimodifikasi dari tulisan Lily. W: HADAYAVATTHU]
ABHIDHAMMATTHA-SANGAHA [Singkatan (san) kumpulan (Gaha) inti-sari (Attha) Abhidhamma Pitaka, oleh: Ven.Anuruddha cariya Maha Thera], sebagaimana disampaikan oleh Maha Thera Nyanatiloka. Manual of Buddhist Terms and Doctrines, Buddhist Publication Society, first edition 1952.
    Hadaya-vatthu, Jantung, menurut kitab komentar dan juga umumnya di tradisi Buddhis, bentuk landasan fisik (vatthu) dari kesadaran. DI teks-teks kanon, akan tetapi, bahkan juga di Abhidhamma Pitaka, tidak ada ditemukan lokasi landasan macam itu, sebuah fakta yang sepertinya pertama kali ditemukan oleh Shwe Zan Aung [Compendium of Philosophy, hal.277-279]. Di dalam Patthana. Hanya ditemukan berulang-ulang dalam potongan: benda materi yang dimana element-pikiran dan elemen-kesadaran berfungsi; "yam rūpam nissāya manodhātu ca mano-viññāna-dhātu ca vattanti, tam rūpam".

    [juga di 4. The Heart in Pali Buddhism, "The Mind, the Heart and the Brain in Buddhism" An Examination of the Heart Fallacy in Relation to Buddhism and Other Religions, by Dr V. A. Gunasekara]
Juga di dalam "THE WHOLE BODY, NOT HEART, AS 'SEAT OF CONSCIOUSNESS': THE BUDDHA'S VIEW" By Suwands H. J. Sugunasiri;Philosophy East and West; Volume 45, Number 3; July 1995; P.409-430; (C) by University of Hawai'i Press [Di sini atau di sini], Anda akan temukan perubahan makna "HADAYAVATHU". Essay di atas di ambil berdasarkan perbandingan dengan yg tercantum dalam Nikaaya, Abhidhamma, dan kitab komentar dari Buddhagosha, "Vissuddhimagga" (abad ke-5 M) dan Kassapa, "Mohavicchedanii" (Abad ke-12 M). Dimana, disimpulkan bahwa tubuh merupakan "kursi" kesadaran.

Satu konsekuensi dari perkembangan Iptek seperti yang tercantum di link ini:
    Terobosan ilmu pengetahuan membawa hasil luar biasa!!! Para peneliti di Kobe Jepang berhasil menghidupkan kembali tikus mati yg telah dibekukan selama 16 tahun.

    Mungkin tak pernah terpikirkan kalau makhluk hidup yang telah dibekukan 16 tahun, tapi *Dr Teruhiko Wakayama* dan koleganya di Pusat Pengembangan Biologi di Kobe, Japan, telah melakukannya. *Apakah itu bisa diartikan manusia yg telah mati bisa hidup lagi? Sungguh mengerikan!!!

    Terobosan ini membuka pemikiran untuk kemungkinan menghidupkan kembali binatang-binatang purba yg telah punah semacam, mammoth, dll. Atau membuat percobaan terhadap manusia es "Oetzi" yang telah dibekukan selama 5300 tahun.

    Seperti yg diungkap 'dailymail', para ilmuwan berhasil mengklon tikus yang telah mati dan beku selama 16 tahun. Ini merupakan pertama kalinya terjadii di mana para ilmuwan sukses mengklon tikus beku.

    Para peneliti Jepang menyatakan, hasil kerja mereka ini akan menguntungkan umat manusia dan bisa digunakan untuk menghidupkan kembali hewan-hewan yang sudah punah seperti mammoth.
Memberikan satu khazanah referensi bahwa seluruh sel ternyata dapat menjadi tempat letaknya kesadaran! sehingga tidak benar letak kesadaran itu ada di jantung maupun di otak! dan bahkan dapat di aplikasikan bagi mahluk yang tidak mempunyai otak [semacam system syaraf yang terpusat] maupun jantung [semacam system syaraf yang tertutup]

Kitab buddhisme di atas, merupakan satu buku Buddhisme yang berasal dari abad ke 5. Namun demikian, hingga saat ini, saya BELUM MENEMUKAN satu referensipun dari TIPITAKA [kitab ajaran buddhisme, theravada] berupa ucapan-ucapan Sang Buddha yang mendukung/tidak letak kesadaran adalah di jantung atau di sekitar jantung!

Untuk mengenal bagaimana Buddhisme berbicara mengenai kesadaran dan JIWA, silakan lihat di sini

Apakah Semua Mahluk memiliki Kesadaran?

Tumbuhan
kutipan Vasettha Sutta (MN 98 dan SNP 3.9):

"Akan kujelaskan kepadamu - ragam tingkatan (anupubbaṃ yathātathaṃ) – klasifikasi keberadaan kehidupan (Jātivibhaṅgaṃ pāṇānaṃ) karena satu sama lainnya punya kekhususan (aññamaññā hi jātiyo)."

“perhatikanlah pohon dan rumput (Tiṇa-rukkhepi jānātha), tidak mempunyai kesadaran (na cāpi paṭijānare), bermacam karasteristik kemunculan/kelahiran (Liṅgaṃ jāti-mayaṃ tesaṃ) karena satu sama lainnya punya kekhususan (aññamaññā hi jātiyo)"

"Berikutnya serangga, bersayap dan (Tato kīṭe paṭaṅge ca) seterusnya semacam semutrayap (yāva kunthakipillike), bermacam karasteristik kemunculan/kelahiran (Liṅgaṃ jāti-mayaṃ tesaṃ) karena satu sama lainnya punya kekhususan (aññamaññā hi jātiyo)"

Kemudian ketahuilah jenis-jenis binatang kaki empat baik kecil maupun besar..
Ketahuilah binatang-binatang yang perutnya adalah kakinya, Yaitu, kelompok ular berbadan panjang..
Ketahui juga ikan-ikan yang berdiam di air, Habitatnya adalah alam cair..
Berikutnya ketahuilah burung-burung yang mengepakkan sayapnya, Ketika terbang di angkasa raya.."
"Di antara manusia......"


Dalam Vasettha Sutta, tumbuhan adalah bentuk kehidupan ["pāṇā", kehidupan, nafas, bentuk kehidupan/living thing] dan tidak memiliki kesadaran.

Satta/Sattva atau pancakhanda atau namarupa adalah mahluk hidup/sentient beings karena mereka memiliki kesadaran. Sesuatu yang bukan termasuk satta karena tidak memiliki kesadaran maka ketika mati, tidak terlahir kembali. Kelompok pana dan satta ada yang berespirasi ada yang tidak

Apa beda Satta dan Pana?
Bedanya adalah apakah ia mempunyai kesadaran atau tidaknya. Dalam Buddhism, kesadaran didefinisikan berkaitan erat dengan perasaan, persepsi, bentukan pikiran dan material tertentu, sebagai berikut:

Indriya dan objeknya memunculkan kesadaran, ketiga hal ini (Indria, objek dan kesadaran) disebut kontak;
Dengan kontak sebagai kondisi, muncul perasaan [vedana];
Apa yang dirasakan, itulah yang dikenali [sañjānāti];
Apa yang dikenali, itulah yang dipikirkan [vitakketi];
Apa yang dipikirkan, itulah yang dikembangbiakkan [papañceti] pikiran;
Dengan apa yang dikembangbiakkan dipikirannya sebagai: sumber, persepsi dan gagasan [papañca-saññā-saṅkhā], melanda seseorang melalui objek-objek [bentukan, suara,..] masa: lalu, sekarang dan depan yang dikenali 6 Indriya [mata, telinga,..]. [MN 18/Madhupiṇḍikasutta]

Kemudian,
Perasaan, persepsi dan kesadaran, kondisi ini tergabung, bukan terpisah (vedanā yā ca saññā yañca viññāṇaṃ – ime dhammā saṃsaṭṭhā, no visaṃsaṭṭhā), tidak dapat memisahkan kondisi-kondisi ini satu sama lainnya untuk menggambarkan perbedaan antaranya (Na ca labbhā imesaṃ dhammānaṃ vinibbhujitvā vinibbhujitvā nānākaraṇaṃ paññāpetuṃ), karena yang dirasakan, itu yang dipersepsikannya; yang dipersepsikan, itu yang dikenalinya (vedeti taṃ sañjānāti, yaṃ sañjānāti taṃ vijānāti) [MN.43/Mahāvedalla Sutta]

Persepsi dan perasaan menyertai pikiran, kondisi ini terikat dengan pikiran (Saññā ca vedanā ca cetasikā ete dhammā cittapaṭibaddhā),itulah mengapa persepsi dan perasaan adalah bentukan pikiran (Tasmā saññā ca vedanā ca cittasaṅkhāroti) [MN.44/Cūḷavedalla Sutta].

Tumbuhan tidak mempunyai kesadaran, perasaan, persepsi dan juga bentukan pikiran maka tidak dapat digolongkan sebagai pancakhanda.

Sehingga,
Mahluk hidup (sentinent being)/satta disebut pancakhanda karena memiliki: NAMA (kesadaran + perasaan + persepsi + bentukan pikiran) dan RUPA (padat/landasan; rekat/cair/cairan; tekanan/getar/gerak; umur/habis/panas/gelombang partikel + turunannya).

Sementara tumbuhan tidak memiliki kesadaran (NAMA) dan hanya mempunyai RUPA (padat/landasan; rekat/cair/cairan; tekanan/getar/gerak; umur/habis/panas/gelombang partikel + turunannya) [Lihat juga: Uraian mengenai tumbuhan]

Sains melakukan percobaan kesadaran Tumbuhan dengan cara ini:
Pada Tahun 1973, Dorothy Retallack, melakukan eksperiment nada pada tiga kelompok tanaman-tanaman di dalam 3 buah kamar biotronik, Di kamar pertama, tanaman-tanaman itu di berikan nada konstan terus menerus selama 8 jam. Pada kamar kedua, nada diberikan selama 3 jam dan sebentar-sebentar. Pada kamar ke 3, tanpa bunyi sama sekali. Hasilnya adalah, pada kamar pertama, tanaman-tanaman itu mati dalam 14 hari. Pada kamar kedua, tanaman-tanaman itu tumbuh subur dan sehat sekali melebihi dari kamar yang ketiga.

Hasil yang diperolehnya adalah sama dengan percobaan yang dilakukan oleh Muzak Corporation di awal tahun 1940-an, yang menguji music latar belakang pada pekerja pabrik. Pekerja menjadi lebih capai dan sedikit produktif, ketika diputarkan music selama selama 8 jam terus menerus, namun ketika music diputarkan hanya beberapa jam dan beberapa kali sehari, mereka lebih sigap, produktif dan lebih perhatian daripada tanpa music sama sekali

Dorothy juga melakukan beberapa eksperimen lainnya masing-masing dengan tanaman segar yang baru.

Percobaan dilakukan dengan menggunakan dua kamar yang berisi radio yang memutarkan musik berbeda dari dua station, yaitu station musik rock dan station musik lembut. Hasilnya selama 16 hari kemudian adalah ruangan dengan music rock, tanamannya berada pada tahap akhir menuju kematian dan berada pada posisi menjauhi radio, sedangkan ruangan dengan music lembut tanamannya tumbuh subur, tumbuh rata dan membengkok mendekati radio.

Pada eskperimen lainnya ia gunakan 3 kamar dan 3 jenis music berbeda, yaitu musik tradisional India Utara, sitar dan table [semacam perkusi, sepasang drum kecil]. Di kamar kedua music dengan bach organ. Di kamar ke 3, tidak ada musik. Hasilnya adalah tanaman-tanaman itu lebih menyukai musik India, tumbuh lebih condong kearah speaker daripada kamar yang ada bach organnya.[Sumber: The Plant Experiments, juga lihat di: Gandharva Veda: Research Findings ]

Ahli botani jaman dulu cenderung menyatakan bahwa tanaman hanya merupakan organisma sederhana yang tidak memiliki kecerdasan namun saat ini semakin banyak ahli botani yang merubah pandangannya, yaitu tanaman juga memiliki kecerdasan, namun kecerdasan itu tidak termasuk pada bagian besanya yaitu kesadaran diri.[Sumber: New research opens a window on the minds of plants]

Trewavas (2002) menyatakan, sesuai dengan definisi kecerdasan dari Webster; tanaman adalah cerdas karena mereka dapat menyesuaikan perubahan prilaku. Trewavas (1999) menyatakan bahwa tanaman dapat belajar, seperti kecerdasan yang dimaksud pada definisi kamus. [Sumber: Plants Are Indeed Intelligent]

The Secret Life of Plants oleh Peter Tompkins dan Christopher Bird, (Tomkins, Peter. Dan Burung. Christopher: The Secret Life of Plants. New York. Harper & Row. 1973.) Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa tanaman memberikan respon yang kurang baik pada kemarahan, kebencian dan kutukan namun tidak ada respon apapun jika emosi tersebut hanya dibuat-buat. Terdapat energi gelombang elektromagnetik memancar dari perasaan manusia dan emosi merambah pada jarak tertentu mempengaruhi struktur oraganisme mahluk hidup lain. [Sumber: The Electromagnetic Nature Of Life: Magnatherm, Plant Perception (paranormal), Psychic Aspects of Plants dan Plants Have Souls—and Gifts for Humans]

Artikel terkait lainnya:

1 comment: