Friday, November 9, 2007

Surat Buat Tuhan


7 November 2007


Mr / Ms GOD
c/o Angel in Heaven
Jl. Sorga No 666, Kapling I
Planet Sorga 11510 SORGA


Dear Tuhan (GOD),
Perkenankanlah Aku menulis surat secara pribadi untuk ANDA, Tuhan.
Dan sudilah kiranya ANDA sendiri yang membalas surat aku ini, Tuhan.
Biasanya sih surat Aku KAGAK PERNAH ANDA BALAS, tapi YANG NGEBALAS MALAH orang-orang beragama (THEIST) yang seolah-olah dapet "SURAT KUASA" dan "HAK" untuk MENJAWAB dan NGEBALES semua surat-surat yang ditujukan ke ANDA (bener ngak sih Tuhan, ANDA ngasih "SURAT KUASA" kemereka-mereka? ).

***

Tuhan, apakah ANDA benar "ADA"?
Kalo misalnya Aku jadi ANDA (Tuhan), maka Aku lebih memilih jadi "TIDAK ADA" daripada "ADA".

Kenapa?

Karena REPUTASI ANDA sangat sangat BURUK, Tuhan.

***

Membunuh SATU MANUSIA maka anda disebut PEMBUNUH,

Membunuh RATUSAN DAN RIBUAN MANUSIA maka anda disebut PENAKLUK / PENJAHAT PERANG / TERRORIS / ALGOJO / DIKTATOR / DSBNYA,
Membunuh JUTAAN MANUSIA maka anda disebut TUHAN.

PERBEDAAN antara ANDA dengan ADOLF HITLER adalah, ANDA lebih JAGO dalam urusan BUNUH MEMBUNUH manusia secara massal (GENOCIDE).
Ini adalah DAFTAR KERJAAN ANDA selama 100 TAON terakhir.

***

Dalam 100 TAON terakhir ini, ada sekitar 1 JUTA ORANG yang MATI karena GEMPA BUMI dan VOLCANOES.

JUTAAN laennya MATI karena HURRICANES, TYPHOONS, CYCLONES, TORNADOES.

Sekitar 9 JUTA ORANG yang MATI karena BANJIR, dan sekitar 10 JUTA ORANG yang MATI karena BENCANA KEKERINGAN DAN KELAPARAN, BENCANA KEBAKARAN HUTAN, BENCANA TANAH LONGSOR, BENCANA LONGSORNYA GUNUNG ES,

WABAH PENYAKIT MENULAR (EPIDEMIC), DSTNYA DSTNYA DSTNYA..

OK-LAH kalo ANDA mau MENGELES dan MELARIKAN DIRI dari TANGGUNG JAWAB MORAL dengan mengatakan semua BENCANA ALAM itu TIDAK SEMUANYA MURNI kerjaan ANDA, tapi SEBAGIAN adalah karena SALAHNYA si MANUSIA itu sendiri alias (HUMAN ERROR).

TAPI INGAT, bahwa GEMPA BUMI, VOLCANOES, BADAI & TOPAN DISUSUL BANJIR serta BENCANA KEKERINGAN disusul WABAH PENYAKIT, tetap KONTRIBUSI TERBESAR-nya adalah DATANG dari ANDA dan ANDA-lah yang harus MEMIKUL TANGGUNG JAWAB MORAL-nya.

***

Maapkan kelancangan Aku.
Kalimat TUNTUTAN diatas memakai AZAS pra-duga TIDAK BERSALAH, jadi kalo ANDA merasa TIDAK BERSALAH, ya silahkan MEMBELA DIRI.

LOGIKA-nya:

PERTAMA:
ANDA yang DIAKUI (atau MENGAKU) sebagai yang MAHA PENCIPTA, penciptaALAM SEMESTA BESERTA SEGALA ISINYA.

Siapa yang SANGGUP menciptakan BENCANA ALAM yang begitu DAHSYAT-nya kalo bukan si MAHA GEDE, MAHA PENCIPTA, MAHA KUASA?
Dugaan pertama JATUH ke ANDA.
ANDA adalah TERDAKWA utama.

KEDUA:
Kalo ANDA bilang SETAN juga SANGGUP menciptakan TRAGEDI BENCANA ALAM, maka lagi-lagi ANDA yang harus BERTANGGUNG JAWAB, karena ANDA adalah MAHA PENCIPTA dan MAHA KUASA.

SETAN adalah ciptaan ANDA juga (karena ANDA MAHA PENCIPTA segalanya), dan ANDA memiliki TANGGUNG JAWAB MORAL untuk MENGHENTIKAN perbuatan SETAN yang UDAH KETERLALUAN itu, ya toh?

Kalo ANDA bilang TIDAK SANGGUP menghentikan TRAGEDI BENCANA ALAM karya dari SETAN itu, maka ANDA jadi TIDAK MAHA KUASA lagi.
Dan kalo ANDA bilang SANGGUP menghentikan karya SETAN itu, cuman masalahnya BELON MAU alias ANDA TIDAK MAU, maka ANDA lebih keterlaluan lagi karena ANDA jadi TIDAK MAHA PENGASIH & PENYAYANG lagi.

***

TERLEPAS dari soal MAHA PENCIPTA dan MAHA KUASA, yang lebih penting adalah ANDA dikenal sebagai yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG.

Sudah KERING rasanya AIR MATA anak manusia ini MENGALIR dari KELOPAK-nya.
SEDIH dan PEDIH serta KECEWA melihat ANDA yang disebut yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG tapi TEGA ngeliat JUTAAN MANUSIA MATI karena BENCANA ALAM!!
TRAGIS!!

ANDA masih mau MELARIKAN DIRI dari TANGGUNG JAWAB MORAL ini?

Makanya kalo boleh milih, lebih baik ANDA memilih menjadi "TIDAK ADA" dan "TIDAK PERNAH ADA" alias "TIDAK EKSIS dan TIDAK PERNAH EKSIS" sehingga TIDAK PERLU MEMIKUL BEBAN TANGGUNG JAWAB atas REPUTASI YANG SANGAT MEMALUKAN tersebut.

***

Sekian dulu surat Aku ini, karena PERCUMA cape-cape nulis panjang-panjang, kalo udah tahu PASTI tidak akan ANDA jawab, paling-paling ANDA mengutus wakil-wakil ANDA sebagai JUBIR (JURU BICARA) yang BELUM TENTU bener-bener dapet "SURAT KUASA" dan "HAK MENJAWAB" dari ANDA, wahai Sang Tuhan.

***

Akhir kata,
Orang-orang bilang GOD create MAN (Tuhan menciptakan Manusia),

Tapi Tuhan,
Kata Aku dan beberapa teman-teman ATHEIST,
MAN created GOD in his own image (Manusia-lah yang menciptakan Tuhan, sesuai IMAGE yang bisa dibayangkan oleh si Manusia itu sendiri).

Makanya jadi-lah Tuhan dalam bentuk PERSONAFIKASI, yang bisa MEMBIMBING dan MENUNTUN (pake tangan), yang bisa MENDENGAR (pake telinga), yang bisa BERSABDA (pake mulut), dsbnya, dsbnya, dsbnya..

WHO made WHO? (SIAPA yang menciptakan SIAPA?)
ONCE AGAIN LET US REMEMBER, THAT MAN CREATED GOD IN HIS OWN IMAGE.

Tapi Tuhan,
Bisa saja Aku SALAH, dan ANDA bener-bener ADA alias EKSIS.
Makanya NGOBROL dan BALES dong surat Aku ini biar kita semua jelas bahwa ANDA itu beneran EKSIS.
Kalo anda tetep DIAM MEMBISU SERIBU BAHASA, maka ya apa boleh buat, terpaksa dah Aku menunggu SAMPE HARI-nya TIBA.

Dag-dag Tuhan,
Dan SAMPAI JUMPA nanti di SORGA Kapling I, Jl Sorga No 666 (dengan catatan: kalo tanah disono masih belon terlalu mahal dan masih kebeli ama Aku) atau misalkan nanti ternyata aku ditempatkan Tuhan di Neraka, jangan lupa sekali-sekali TENGOKIN aku di NERAKA ya Tuhan ya.


Yours sincerely,

Aku

PS: Teman Aku dari YUNANI, titip CATATAN KAKI untuk TUHAN:

There is nothing to fear from GOD,
There is nothing to feel in death,
Good can be attained,
Evil can be endured.


(THE FOUR HERBS OF EPICURUS, 341-270 BC)

***

--------------------------------------------

Digubah berdasarkan surat aslinya: "vajirasilo Iwan"

--------------------------------------------
BAIK dan TIDAK BAIK bisa dicapai oleh DIRI SENDIRI.

KARENA DIRINYA SENDIRILAH SESEORANG MENJADI BAIK, KARENA DIRINYA SENDIRILAH SESEORANG MENJADI TIDAK BAIK,

BAIK DAN TIDAK BAIK ADALAH TERGANTUNG DIRI SENDIRI DAN BISA DICAPAI OLEH DIRI SENDIRI,

BAIK DAN TIDAK BAIK BUKANLAH PEMBERIAN ORANG LAIN, BUKANLAH PEMBERIAN DEWA-DEWA, BUKANLAH PEMBERIAN TUHAN

SUATU PEMIKIRAN YANG MENGANGKAT HARKAT, MARTABAT DAN HARGA DIRI DARI ANAK MANUSIA

SUATU PEMIKIRAN YANG MENJAUHKAN ANAK MANUSIA DARI KEBIASAAN UNTUK MENJADI SEORANG PEMINTA-MINTA
--------------------------------------------

Asal asli:
http://groups.yahoo.com/group/debat_islam-hindu/message/1383


1 comment:

  1. Jesse Jopie Rotinsulu JrNovember 12, 2007 at 9:44 PM

    Menulis Surat ke Surga

    (Erabaru.or.id) - Di sebuah kota kecil di Inggris, ada seorang pegawai kantor pos yang bernama Fleter. Dia adalah seorang pengantar surat yang handal, semua surat yang alamatnya kurang jelas atau tulisannya yang kabur begitu berada di tangannya, tidak ada sepucuk surat pun yang tidak tepat sasaran, surat yang seharusnya berstatus mati (harus dikirim kembali ke pengirim) pun dapat menjadi surat hidup. Setiap hari Fleter selalu pulang ke rumah dengan kegembiraan dan bertutur pada istrinya tentang penemuan barunya. Sehabis makan malam dia selalu menggandeng anak lelaki dan perempuannya ke halaman depan rumah untuk mendongeng. Begitu cerianya dia bagaikan seorang detektif yang ulung.

    Akan tetapi pada suatu hari yang naas, anak lelakinya jatuh sakit, ia dilarikan ke rumah sakit untuk diselamatkan, namun tidak berhasil dan akhirnya meninggal dunia.

    Sejak kejadian itu jiwa Fleter juga ikut mati, setiap hari dia pagi – pagi bangun dari tidur, bagaikan orang yang mimpi tidur berjalan pergi ke kantor, dia bekerja sambil membisu, sepulang dari kantor setibanya di rumah ia juga makan dengan bungkam seribu bahasa, dan ia selalu berada di atas ranjang saat hari masih sore. Hanya istrinya yang mengetahui bahwa setiap malam dilewati Fleter dengan hanya memandangi langit – langit, segala hiburan dan nasehat dari sanak keluarga tidak berguna sama sekali.

    Hari Natal sudah dekat, suasana kegembiraan di sekitarnya masih tidak bisa mengurangi kepedihan dari keluarga ini. Anak perempuan Fleter yang bernama Maria bersama adiknya sungguh mendambakan tibanya hari besar ini, akan tetapi sekarang ia sudah tidak lagi mendambakannya, dia juga tidak ingin melewati hari besar itu lagi karena dia tahu di hari besar itu ayahnya akan lebih merindukan adiknya, dan akan lebih sedih.

    Hari ini Fleter sedang di depan meja kerjanya memilah-milah surat, dia memungut sepucuk surat yang beramplop warna biru tua. Tertulis di situ dengan beberapa huruf besar : “Kirim ke Surga --- Kepada Nenek”. Saat itu dia berpikir, ini pastilah bukan sembarang orang yang mampu mengirim surat ini, meskipun Detektif Polo dari Belgia didatangkan kesini pun pasti akan kehabisan akal. Fleter menggeleng – gelengkan kepala sambil berpikir hendak mengesampingkan surat itu. Kemudian ia berpikir, tidak masalah jika dibuka untuk dilihat, mungkin ia bisa membantu. Lalu ia buka surat itu dan tulisan di dalamnya :

    Nenek yang tercinta,
    Adik telah meninggal dunia. Aku bersama ayah dan ibu sangat sedih. Ibu bilang, orang baik jika meninggal akan masuk surga, adik sekarang sedang bersama dengan Nenek di surga, apakah dia ada mainan? Kuda – kuda kayu adikku tidak berani aku tunggangi lagi, aku juga tidak bermain mainan balok kayu lagi, aku khawatir kalau sampai mainan – mainan itu terlihat oleh ayah, ayah akan bersedih hati. Ayah sekarang ini, tidak pernah berbicara lagi. Aku senang mendengar dongeng ayah, tapi ayah tidak pernah mau bercerita lagi. Ada suatu waktu ibu menasehati ayah untuk tidak terlalu bersedih, ayah bilang, sekarang ini hanya Tuhan-lah yang mampu menolong diri-nya. Nek, dimana Tuhan berada? Aku harus menemuiNya, aku ingin memohon kepadaNya untuk menolong ayahku keluar dari kepedihan ini, agar ayah berbahagia lagi, agar ayah mau berbicara dan bercerita lagi.
    Cucumu, Maria.

    Hari itu, pulang dari kantor, lampu jalanan sudah menyala. Fleter dengan langkah cepat pulang ke rumah, dia sudah tidak lagi memperhatikan bayangan dirinya berjalan, yang sebentar di depan, lalu menjadi di belakang, karena dia sudah berjalan dengan kepala tegak menatap ke depan. Dia menginjakkan kaki di atas tangga teras di depan pintu rumahnya, dan masuk ke rumah. Dia tertawa seperti dulu terhadap istri dan anak perempuannya yang menyambut kedatangannya, pelan – pelan tersenyum, dan suasana kehangatan yang telah lama tidak mereka jumpai itu pun muncul kembali.

    Xiao Bing/The Epoch Times/lin)
    Erabaru News www.erabaru.or.id | Sabtu 10 November 2007

    ReplyDelete