Rabu, 05 Desember 2007

Satu masalah...Bagaimana mengkonversi umat Hindu/Buddha..


Pengantar

Seorang perekrut Kristen/Islam yang mencoba mengkonversikan seorang umat Hindu mendapati dirinya dalam kesia-siaan.
“Masalahnya adalah,” tukas dari si Kristen/Islam yang frustrasi ini, “Anda harus lahir kembali!”.
“Tapi saya sudah lahir kembali!”, desak si Hindu.
“Lagi dan lagi dan lagi....”, sambungnya mempertegas.


Diubah dan ditambah seperlunya dari sumber asli:
Beliefnet.
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/234


Note:
Ada Indikasi bahwa Islam juga mengenal Reinkarnasi

"Kelahiran sekali di dunia ini lebih mengherankan daripada kelahiran dua kali" (VOLTAIRE - 1694-1778)

Sebagai seorang hamba Tuhan, manusia dikaruniai "sesuatu" yang merupakan manifestasi Tuhan. Ada yang menyebutnya "RUH" ( maaf bila salah dalam penulisan), mungkin ada yang menyebut mata bathin, ada yang bilang "kesadaran". ..it's OK.

Nah sebenarnya Tuhan hanya minta kita utk PULANG dengan hati yang muthmainah. Inna Lillahi wa inna ilaihi Rojiun ( bener gak sih). Masalah utamanya tidak semua orang bisa mencapai taraf hati yang mutmainah tsb, krn hijab dari internal maupun eksternalnya. Krn itu RUH memegang peranan penting dalam menuntun langkah kita untuk pulang ( yang menuntun kok bukan kyai/pendeta/ rahib guru ngaji kita knapa??)

Sekarang gimna cara mengenal RUH itu?? apakah hanya membaca kitab atau laku ritual saja?? cukupkah??.. .justru kalo kita sudah dipimpin oleh RUH kita, kita merupakan kitab berjalan, istilah lainnya Ruh merupakan KITAB basah yang selalu menyirami kehidupan BUT bagi mereka yang sudah dipimpinNya.

Utk dapat mengenal RUh kita wajib menengok kedalam diri yang paling dalam " Man Arofa nafsahu faqod arofa Robbahu", barangsiapa yang mengenal "dirinya" maka akan mengenal Tuhannya.

Karena TUHAN maha SUCI maka hanya bisa "disentuh" dengan kesucian itu sendiri, so RUH juga SUCI krn merupakan percikan dari RUH Tuhan itu sendiri, bukan ciptaaan Tuhan.... "...dan Tuhan meniupkan RuhNya kedalam diri Manusia" ( QS 32:9 )

Dalam menggapai dan mengusahakan RUH agar jadi pemimpin hidup kita diperlu kan metode-metode yang terjabarkan secara variatif. Agama Islam adalah salah satu jalannya ( bukan satu-satunya jalan), namun sikap islam, semeleh, berpasrahdiri pada Tuhan menjadi salah satu factor penting dalam mengenal RUH....Maka kenapa Muhammad sebelum diangkat menjadi Rasul, sering ke gua HIRA'.. Berkontemplasi. ..guna bermonolog dengan sang Maha CAHAYA...

Apapun metode yang dilakukan, semua tergantung dari kecerdasan spiritual masing-masing individu/manusia. Semakin cerdas spiritualnya semakin cepat dia mengenal Ruh sendiri. Namun jalan menuju kesana tidak semudah membalikkan tangan, tidak semudah kata terucap, tidak semudah kata tertulis, butuh perjuangan ekstra dan keyakinan tinggi bahwa AKU MENCINTAI TUHAN, AKU RINDU ALLOH, AKU INGIN BERCINTA DENGAN SANG MAHA CAHAYA...

Sayangnya sungguh sayang...kalo "jatah umur" kita hanya 65 - 80 tahun....apa cukup untuk mengenal DIRI SEJATI, SANG SEJATINYA DIRI, BAHKAN GURU SEJATI?? apa minta seratus tahun ya...

Bila sekali hidup di dunia ( 65-80 tahun) dikatakan cukup untuk hanya mengenal dan melapor kepada TUHAN, sungguh beruntung manusia itu...sekedar share aja bahwa kita hidup di Bumi, salah satu planet dalam tata surya kita. Dan ini ada dalam GALAKSI BIMA SAKTI ( MILKY WAY - kata org inggris). Tau gak kita diameternya mencapai 100.000 (ribu) tahun cahaya BOK!! padahal 1 tahun cahaya saja sama dengan 9,46 triliyun kilometer ( hmm subhanalloh) . SO apakah cukup kita butuh sekali hidup di dunia ini dan kemudian mati, nunggu kiamat, dihisab, masuk neraka dan surga...THAT' s IT !!!


Coba perhatikan ayat dari Alquran berikut :

waallaahu khalaqakum tsumma yatawaffaakum waminkum man yuraddu ilaa ardzali al'umuri likay laa ya'lama ba'da 'ilmin syay-an inna allaaha 'aliimun qadiirun

[16:70] Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada kehidupan yang paling lemah, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya/dimilikinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

waallaahu akhrajakum min buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syay-an waja'ala lakumu alssam'a waal-abshaara waal-af-idata la'allakum tasykuruuna

[16:78] Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

waman nu'ammirhu nunakkis-hu fii alkhalqi afalaa ya'qiluuna

[36:68] Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan pada kejadiannya. Apakah kalian tidak menggunakan akal (untuk memahami hal itu)?



Diubah dan ditambahkan sepatutnya dari kiriman asli tresno:
lihat versi lengkapnya di:
http://groups.yahoo.com/group/BeCeKa/message/8421