Jumat, 23 November 2007

Pekerjaan Adalah Tempat Menempa Diri


Melakukan sesuatu yang tidak kita sukai hanya membuat apapun yang kita lakukan menjadi tiga kali lebih berat, yaitu di saat memulai, menjalaninya dan menyelesaikan. Satu-satunya jalan untuk mencapai pembebasan dari jeratan penderitaan ini adalah dengan menemukan cara untuk menikmatinya dan lebur menyatu kedalamnya.

Di Jepang, karena biaya hidup yang tinggi, banyak mahasiswa/i yang mencari tambahan uang dengan bekerja sampingan seusai kuliah. Ada seorang mahasiswi yang bekerja disebuah hotel, bagian cleaning service. Ketika membersihkan kloset di hari pertamanya, dia hampir saja muntah. Tetapi dia terus memaksakan diri untuk bertahan hingga beberapa hari, sampai tiba suatu saat dimana dia sudah tak mampu lagi untuk memaksakan dirinya.

Ketika hendak mengajukan pengunduran dirinya, mahasiswi ini melihat seorang bapak, rekan kerjanya yang berusia lanjut baru saja menyelesaikan pekerjaan membersihkan kloset, dengan tiba-tiba menciduk air dalam kloset itu lalu meminumnya. Melihat kejadian itu si mahasiswi ini terbelalak tanpa dapat mengeluarkan kata-kata. Namun bapak tua sang cleaning service ini malah dengan bangga mengatakan bahwa kloset yang baru saja dibersihkannya bisa dijamin kebersihannya, begitu bersihnya sehingga air yang berada dikloset tersebut layak untuk diminum.

Melalui kejadian tersebut, mahasiswi ini langsung mendapatkan inspirasi yang luar biasa. Mulai saat itu, si mahasiswi ini tidak lagi merasa sangat menderita ketika memasuki toilet, tetapi malah justru menganggap pekerjaan ini sebagai tempat untuk mengangkat dan menempa diri sendiri. Setiap kali selesai membersihkan kloset dia selalu bertanya pada dirinya sendiri,”Apakah saya bisa minum air kloset ini?”

Kita sering mengeluhkan begitu beratnya pekerjaan kita, teman sejawat, atasan dan bawahan, namun jarang memeriksa diri sendiri apakah dalam pekerjaan itu kita mendapatkan peningkatan? Bukankah kita jarang sekali memeriksa sikap dan semangat kita terhadap pekerjaan?

Semangat untuk meningkat dan melampaui dalam pekerjaan adalah pokok dari pencapaian prestasi (keberhasilan). Melampaui taraf yang dicapai itu sendiri sudah merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Sedangkan nama dan keuntungan itu sendiri adalah hasil sampingan, tak dapat dibandingkan dengan semangat diri sendiri untuk melampaui diri sendiri.

Akhir kisah, setelah mahasiswi ini lulus kuliah dan tidak lagi bekerja di hotel tersebut, dia lantas terjun kedalam dunia politik, berkat kesungguhan hatinya, akhirnya dia dipercaya menjabat Menteri Pos dan Telekomunikasi Jepang.

"Seperti rasa asin meresapi air di seluruh samudra, para bhikkhu, begitu pula 'pembebasan' meresapi seluruh ajaran-Ku."
(Buddha Gotama)


Di ubah dan ditambah seperlunya dari sumber asli:
(The Epoch Times/lin)
Jesse Jopie Rotinsulu Jr
Pekerjaan Adalah Tempat Melatih Diri / Erabaru News 23 November 2007