Minggu, 12 September 2010

Suhu Neraka VS Suhu Surga

DISCLAIMER:
Seluruh tulisan dalam blog ini adalah opini tandingan (counter-opinion), disusun berdasarkan metodologi studi kritis terhadap teks, sejarah, dan sains. Penulis menggunakan referensi primer dari berbagai literatur otoritatif untuk memberikan perspektif alternatif bagi pembaca. Gaya bahasa yang digunakan bersifat provokatif-intelektual guna memicu pemikiran kritis. Tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan personal terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan murni bedah kritis terhadap gagasan dan doktrin. Untuk pembaca yang bermasalah secara emosional dan/atau nalar dalam membedakan antara MELECEHKAN VS MENYAMPAIKAN SESUAI RUJUKAN, maka SANGAT DISARANKAN untuk TIDAK MEMBACA. Untuk jenis pembaca lainnya, selamat membaca.

Jasad manusia terkremasi pada suhu sekitar 680°C dan agar terbakar sampai menjadi abu, memerlukan suhu 800°C - 1000°C dan waktu yang diperlukan adalah 90 menit. Bagaimana jika manusia sehat yang masih hidup, maka berapa lama Ia akan wafat jika dibakar hidup-hidup? Sebuah media, "Wonderful Magazine" memberitakan bahwa di tanggal 28 Mei 1673, seorang wanita dan 16 kucing, ditempatkan secara bersamaan dalam wadah kandang besi yang digantung dan di bawah kandang besi itu, di letakan api. Mereka semua dibakar hidup-hidup dan mati dalam waktu 35-37 menit. ["The Beauties of All Magazines Selected for the Year 1764", vol.3, hal.522-523]. Tentunya untuk kecepatan kematian, banyak faktor yang terlibat, salah satunya suhu, semakin tinggi suhu, semakin cepat kematian, karena semakin cepat kematian, semakin pendek waktu penderitaan akibat dibakar hidup-hidup.

Luka bakar diklasifikasikan ke dalam 4 tingkat. Sejak luka bakar tingkat ke-3, penderita tidak lagi merasakan sakit, karena kerusakan sampai pada jaringan syaraf. Untuk kasus terpapar air panas, luka bakar tingkat ke-3, terjadi di suhu 60°C, untuk 5 detik; Di suhu 49°C , untuk 10 menit. Namun berbeda pada kasus udara kering sauna, walaupun 2x suhu dan waktu tersebut, tidak menyebabkan luka bakar tingkat ke-3, ilustrasi:
    Kapasitas panas spesifik udara kering ± 0,24 BTU/pound/°F (1J/g/°C) dan air ± 1 BTU/pound/°F (4,19J/g/°C). Volume spesifik udara kering ± 0,07pound/feet³ (1,12kg/m³ atau 0,0011g/cc) dan air ± 62,4 lb/feet³ (1.025g/cc). Pada suhu 120°F (49°c): udara kering (120 x 0.24 x 0,07) = 2,016 BTU/feet³ dan air (120 x 1 x 62.4) = 7488 BTU/feet³, jadi panas oleh air ± 4000 x lebih dari udara kering.
Agama mengajarkan bahwa para pendosa akan dibakar di Neraka. Penderitaan yang dirasakan saat dibakar di Neraka adalah hukumannya. Walaupun suhu Neraka dan Surga TIDAK PERNAH tertera di kitab keagamaan, utamanya karena termometer, belum terpikirkan Tuhan saat itu, namun dari 2 ayat alkitab di bawah ini, kita dapat tentukan berapa suhu di Neraka dan Surga:
    "Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." [Wahyu 21.8]

    "Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan 7 kali ganda, yaitu seperti terangnya 7 hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan." [Yesaya 30.26]
Suhu Neraka:
"di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang*)" → HARUS berupa cairan bukan padat apalagi gas. Belerang meleleh dikisaran suhu 116°C - 149°C dengan warna kuning muda, setelah suhu tersebut, mulai 200°C, berangsur menjadi warna merah-coklat dan tetap mendidih cair hingga suhu 444.6°C (717 K), jika suhu lebih tinggi dari ini, sudah BUKAN LAGI cairan dan karena harus "lautan menyala", maka suhu Neraka TIDAK AKAN LEBIH dari 446.6°C

Suhu Surga:
"Terangnya bulan seperti teriknya matahari" → 1x matahari, "Terang matahari 7 kali ganda, seperti terangnya 7 hari" → 7 x 7 = 49x, totalnya 49+1 → 50x. Jadi, radiasi sinar di Surga 50x radiasi sinar Matahari ke bumi. [Lihat juga email Aldrian Gilbert]
    Persamaan Celsius dan Kelvin adalah 0°C = 273 K. Besar suhu permukaan bumi (B) = 15 °C (288 K) - 31 °C (304 K), menurut sejarahnya, tidak pernah lebih dari 300 K (27°C). Suhu Surga (S) didapat dengan menggunakan hukum ke-4 kekuatan radiasi Stefan-Boltzmann (hubungan suhu benda hitam dengan radiasi yang diterima): [S/B]4 = 50x
    Suhu absolut Bumi (B) adalah (300 K)4 = 8,100,000,000 K,
    50x-nya = 405,000,000,000 K,
    Suhu absolute Surga (S) adalah 4√ 405,000,000,000 K = 797.7 K (524.7°C)
Dari dua suhu di atas ini, dapat disimpulkan bahwa suhu Surga 80.1°C LEBIH TINGGI dari suhu Neraka

[Artikel di atas asalnya dari Humor parodi-nya Paul Darwin Foote di tahun 1920 (lihat memoarnya hal.184-185) berjudul "Suhu Surga dan Neraka", tulisannya muncul anonim di applied optics, vol. 11, A14 edisi tahun 1972 (atau di sini dan di sini), juga buku tahun 1962, "The Mathematical Magpie", cetak ulang dari sebuah artikel majalah tahun 1960]

Jawaban suhu Surga dan Neraka yang telah tersirkulasi di net tanpa melibatkan Boyle:

"..Jika menerima dalil Teresa banyan kepadaku, saat kuliah tahun pertamaku, 'Itu akan menjadi hari yang dingin di Neraka sebelum Aku tidur bersamamu' dan faktanya aku menidurinya malam tadi, maka..Aku yakin Neraka itu ..telah membeku..karena Neraka telah beku, tidak lagi dapat menerima jiwa manapun, oleh karenanya telah punah..yang tertinggal hanya Surga, dibuktikan dengan kehadiran mahluk ilahi malam tadi, telah menjelaskan mengapa, Teresa terus menerus menjeritkan, 'Ohhh tuhan..'"

Upaya sanggahan terhadap simpulan Paul Darwin Foote, muncul dalam "Journal of Irreproducible Results" edisi tahun 1979, tulisan dari Dr. Tim Haeley, tapi Ia TIDAK gunakan bahan Alkitab, Ia ambil sebagian bahan dari "A Mathematical Proof of the Non-Existence of Hell", tulisan Neiht, lahir di Brussels tahun 1877 (Neiht dengan hitungan matematiknya membuktikan Neraka tidak logik ada), Dr. Tim Haeley menggunakan persamaan hukum Boyle, menghitung tekanan atmospir untuk jumlah orang di Neraka, yaitu 14.5 x 109 ATM dan menggunakan persamaan Clausius-Cleypeyron, menghitung tekanan atmospir untuk mencairkan belerang di suhu 525°C (798 K), yaitu 2.86 ATM, dari perbedaan tekanan ini, Ia berkesimpulan bahwa Neraka tetap lebih panas. Berikut ringkasan hitungan Dr. Tim Haeley:

  1. Besar tekanan atmosphir sejumlah orang di Neraka dengan hukum Boyle, pada suhu yang konstan = P1V1 = P2V2 → P2 = P1V1/V2). Tekanan atmosphir Neraka (P2 = 14.5 x 109 ATM:

    Volume yang tersedia di Gehenna (V2) = 6 x 107m2 x 2m
    (6 x 107m2 → asumsi luas lokasi Neraka/Gehenna di lembah Gehinnom/Jehoshaphat; 2m → Neraka terdiri dari 2 lapis, untuk perlapisnya = 1m, yaitu mengikuti asumsi tinggi rata-rata orang = 1m);

    P1V1 = 29.422 x 1018 x 0.06m3
    (29.422 x 1018 adalah jumlah orang → asumsi jumlah Nerakawan hingga tahun 2000; 0.06 m2 → asumsi kebutuhan luas ruang Nerakawan = 30cm×20cm= 600cm2 = 0.06m2 x asumsi tinggi rata-rata orang di Neraka, yaitu 1 meter = 0.06m3)

    Karena P2 = P1V1/V2), maka P2 = [29 × 6 × 1016] / [2 × 6 × 107] = 14.5 × 109 ATM

    Note:
    Penggunaan rumus ini, aneh, karena (1) nilai pada tekanan P1 = 29.422 x 1018 BUKAN tekanan gas, tapi jumlah orang. (2) V1 dan V2, keduanya tentang volume Neraka, padahal seharusnya V2 tentang volume Surga. (3) Tidak ada nilai tekanan Neraka (ataupun tekanan Surga) pada persamaan tersebut. Oleh karenanya, nilai 14.5 x 109 BUKAN tekanan atmospir di Neraka.

  2. Besar tekanan atmospir untuk mencairkan belerang di suhu 525°C (798 K) dari persamaan Clausius-Cleypeyron = 2.86 ATM:

    Log P = 7.43287 - (3268.2/T) (persamaan untuk tekanan uap belerang cair dalam Kelvin pada suhu antara 325°C - 550°C, Persamaan ini dari "Programmatic Life Cycle Environmental Assessment for Smoke/Obscurants", vol 5, Juli 1983, Appendix A, hal.94) atau "Part Three-Properties Of Materials Used in Pyrotechnic Composition", Oktober 1963, hal.297), P = tekanan dalam mmhg, di mana 760 mmhg = 1 atm (444.6°C, untuk belerang) dan T = titik didih Kelvin.

    Log P = 7.43287 - (3268.2/798 K) = 7.43287 - 4.095489 = 3.3373813, P = antilog (3.3373813) = 2174.607 mmhg = 2.86 ATM (2174.607 mmhg/760 mmhg). Artinya, tekanan atmospir belerang di suhu 525°C/798 K adalah 2.86 ATM.

    Note:
    Suhu 525°C/798 K (2.86 ATM) adalah tentang belerang cair dan suhu 444.6°C (717 K, 1 ATM) juga tentang belerang cair, bahan yang ada di Neraka bukan di Surga, sehingga tidak ada nilai suhu Surga dengan persamaan ini.

    Persamaan Clausius-Cleypeyron: ln (P1/P2) = (ΔHvap/R) ((1/T2) - (1/T1)) → R = konstanta gas 8.314 J/(K×Mol); T1 = Suhu awal tekanan uap; T2 = Suhu akhir tekanan uap; P1 dan P2 = Tekanan uap di suhu T1 dan T2, membutuhkan ΔHvap (entalpi penguapan/panas laten penguapan), tapi untuk belerang, TIDAK ADA, batasan titik didih belerang 444.6°C (717 K) BUKAN 525°C (798 K).
Pembanding yang LEBIH RELEVAN misalnya menghitung tekanan atmospir jumlah orang di Surga (hingga tahun 2000 atau hingga kiamat) terhadap volume Surga yang berbentuk kubus: 12.000 stadia3 (Wahyu 21.16-17) [1 mil = 10 stadia; 12.000 stadia = 1200 mil; 1 Mil = 1,609.344 m; 12.000 stadia = 1931,2km; Luasnya = 3,73 x 106km2 (0.73% luas Bumi, ⅓ luas USA/RRC); Volumenya = 7.2 x 109km3]. Entah mengapa pembanding yang setara ini, tidak digunakan Dr. Tim Haeley.

Lembah Gehinnom/Jehoshaphat BUKAN Neraka tapi tempat persembahan bagi Ilah Molokh dan Baal [Misal: 1 Raja 11.7, 2 Raja 23.10, Yeremia 32.35], sementara lokasi Neraka justru di permukaan bumi:
    Setelah kebangkitan pertama, ketika iblis dilepaskan dari penjaranya, menyesatkan 4 penjuru bumi beserta para tentaranya, para orang mati di alam kubur dalam bumi, yang naik ke seluruh permukaan bumi dan kemudian dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya
Sehingga, luas Neraka = seluas daratan Bumi = 148.94 x 106km2 (29.2% luas Bumi (510,072,000 km²). Jika dibandingkan luas Yerusalem baru, maka luas Surga 2.5% luas Neraka) dengan tinggi lautan api setinggi api yang turun dari langit. Entah mengapa pembanding yang setara ini, tidak digunakan Dr. Tim Haeley.

Perjanjian lama dan baru, tidak memuat berapa luas taman Eden, namun Talmud ada, misal: Rabbi Rava (280 M): "Luas Dunia 6000 Parasang, Ketebalan langit 1000 Parasang" [Pesachim 94a.9]. Rabbi di baraita: "..Mesir luasnya 400 parasang². Mesir 160 Cush. Cush 160 dunia. Dunia 160 Taman Eden. Taman Eden 160 Eden. Eden 160 Gehenna.." [Tanith 10a; Pesachim 94a.9. 1 Parasang = 4 mil. 1 mil = 960 - 1,152m]. Jarak bumi - langit: "dari bumi ke langkit ke-1 adalah jarak berjalan kaki selama 500 tahun" [Bereshit_Rabbah 6.6.6; Chagigah 13a:3; Jerusalem Talmud Berakhot 1:1:23 dan 9:1:13; Pesachim 94b:2. Jaraknya = 360 hari x 10 Parasang x 500 tahun = 1.8 x 10⁶ Parasang]. Karena luas permukaan Bumi = 510,072,000 km², maka luas taman Eden = 3.06 x 10¹⁰ km² dan Luas Neraka = 1.1 x 10¹⁴ km². Entah mengapa pembanding yang setara ini, juga tidak digunakan Dr. Tim Haeley.

Dapat disimpulkan bahwa Dr. Tim Haeley gagal menyanggah Paul Darwin Foote, sehingga suhu Neraka [444.6°C / 717 K] adalah lebih rendah 80.1°C dari suhu Surga [524.7°C / 797.7 K] atau dengan kata lain, Surga memang lebih panas dari Neraka.

Versi Islam: Suhu Neraka dan Suhu Surga

Quran dan hadis, mencatat tentang teknik pembakaran pendosa di Neraka, tingkat ketinggian Api neraka dibandingkan Api manusia dan apa yang menjadi bahan bakar Neraka:
    Teknik Pembakaran Pendosa di Neraka:
    Riwayat Yazid bin Harun - Jarir bin Hazim - Abu Raja' 'Utharidi - Samurah bin Junub - Rasulullah SAW: (menceritakan mimpinya)... akupun mengikuti mereka, lalu kami melewati sebuah tungku dapur yang di atasnya sempit sedangkan bawahnya sangat luas, di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala, ternyata di dalam tungku tersebut penuh dengan lelaki dan perempuan telanjang, bila api dinyalakan mereka pun menjerit-jerit, hingga hampir keluar, apabila api itu padam, maka mereka kembali ke dalamnya,... yang selalu menyalakan api dan mengobarkan adalah malik, penjaga Neraka. Itulah Neraka.." [Ahmad no. 19306. Syu'aib Al Arnauth: Sanadnya shahih sesuai syarat Syaikhain. hadis semisal, juga di Bukhari no, 1297 riwayat Musa bin Ismail - Jarir bin Hazim - Abu Raja' - Samurah bin Junub]

    Tingkat Api di Neraka dibandingkan Api Manusia:
    Riwayat Isma'il bin Abi Ywais - Malik - Abu Az Zanad - Al A'raj - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Api kalian merupakan bagian dari 70 bagian api Neraka Jahanan.. Ditanyakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, 1 bagian itu saja sudah cukup? Beliau bersabda: "ditambahkan atasnya dengan 69x lipat yang sama panasnya [Bukhari no.3025, juga ada di Muslim no. 5077 dari riwayat Qutaibah bin Sa'id - Al Mughirah bin Abdurrahman Al Hizami - Abu Az Zinad - Al A;raj - Abu Hurairah - Nabi SAW, juga di Tirmizi no.2514 dan no.2515, Ibnu Majjah no.4309. Ahmad no.7025, 7778, 9650, 9811/ Malik Muwatha no. 1579]

    Bahan bakar Neraka:
    Quran:
    " ..alnnaara allatii waquuduhaa alnnaasu waalhijaaratu../api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" [AQ 2.24 dan AQ 66.6]

    Tafsir kata "batu" di AQ 66.6, Ath-Tabari: "..adalah batu kibrit/belerang". [Ath-Tabari, Tahqiq Ahmad Abduraziq Al-Bakri, dkk, Vol.25, hal.247]. Tafsir kata "batu" di AQ 2.24, Ibn Kathir: "..adalah batu api/belerang yang besar dan berwarna hitam, sangat keras dan berbau busuk, yaitu sebuah batu yang paling panas jika membara...". Ath-Tabari: "kenapa disebutkan bahan bakarnya batu secara khusus, disamping manusia? Jawabannya: ia adalah batu korek/belerang, yaitu batu yang menjadi sangat panas jika dibakar, sebagaimana riwayat-riwayat dari: [(riwayat no. 504: Abu Karib - Abu Muawiyah) dan (riwayat no.505: Al Hasan bin Yahya - Abdurrazzaq - Ibnu Uyainah) dan (riwayat no.508: Sufyan bin Waki' - bapakku)] - Mis'ar - Abdul Malik bin Maisarah Az-Zarrad - Abdurrahman bin Sabith - Amru bin Maimun - Abdullah bin Mas'ud: batu korek. Riwayat No.506: Musa bin Harun AI Hamdani - Amru bin Hamad - Asbath - As Suddi dari Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah AI Hamdani, dari Ibnu Mas'ud, dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW: batu di Neraka dari korek hitam." [Ath-Tabari, Op.Cit., Vol.1, hal.454-456]
Api yang menyentuh tungku dapur jaman dulu merupakan lapisan paling luar api, suhu lapisan paling luar api di bawah 1000°C dan api ini berwarna merah, sementara untuk api berwarna jingga, ini berasal dari bakaran kayu, suhunya 1000°C - 1200°C, Hadis tidak menyebutkan warna apinya, hanya teknis pembakarannya, yaitu, api digunakan untuk membakar tungku, sehingga untuk suhu api 1000°C dan suhu absolut Bumi (B) 300 K, meminjam hukum ke-4 kekuatan radiasi Stefan-Boltzmann dengan radiasi Neraka (N) 70x suhu api, [N/B]4 = 70x, maka suhu Neraka tidak akan mencapai 867.75 K (594.75°C).

Di antara mineral untuk pembakaran, terdapat batu berwarna hitam yang telah dikenal jauh sebelum 4000 SM, yaitu batu bara, untuk jenis yang tertinggi: antracite (berwana hitam) dengan titik leleh > 1400°C, lebih rendah lagi: bituminous (warna bisa hitam kadang coklat tua) dengan titik leleh 1192°C s.d 1252°C, kemudian: subitumionous (berwarna kusam, coklat tua hingga hitam) dan yang terendah lignite, namun, batu-bara tidak umum digunakan sebagai bahan korek/batu api. Sejarah mencatat di tahun 577 M, korek api dibuat dengan bahan belerang. Untuk jenis dan warna batunya, Quran tidak ada menyebutkan, Ibn Kathir dan Ath-Tabari menafsirkan batu yang dimaksud adalah batu api/belerang dan belerang meleleh dikisaran suhu 116°C - 149°C dengan warna kuning muda, setelah suhu tersebut, mulai 200°C, berangsur berwarna merah-coklat dan tetap mendidih cair hingga pada suhu 444.6°C (717 K), jika suhu lebih tinggi dari ini, sudah BUKAN LAGI cairan, sehingga suhu Neraka tidak dapat lebih tinggi dari 444.6°C (717 K)

Apalagi kemudian di Quran, Allah telah jelas menyampaikan bahwa para Nerakawan dihukum dengan air dan cairan mendidih:
    Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. [AQ 56.54]
    Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas (samūmin), dan air panas yang mendidih (waḥamīmin), dan dalam naungan asap yang hitam. [AQ 56.41-43]
    ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian di bakar di dalam api (thumma fī l-nāri yus'jarūna) (AQ40.71-72]
    ...sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman (wasuqū) dengan air yang mendidih (māanḥamīman) sehingga memotong (faqaṭṭaʿa) ususnya (amʿāahum)? [AQ 47.15]
    memasuki (taṣlā) api yang sangat panas (nāran ḥāmiyatan), diberi minum (tus'qā) dari sumber yang sangat panas (min ʿaynin āniyatin). [AQ 88.4-5]

    (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya;...biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas (ḥamīmun) dan air yang sangat dingin/nanah (waghassāqun) [AQ 38.56-57]
    ..air yang mendidih (ḥamiman) dan nanah (waghassāqan),..[AQ 78.25]

    Ath-Tabari (AQ 38.56-57):...Terdapat perbedaan qira'at dalam membaca, waghassāqun, Mayoritas ahli qira'at Hijaz, Bashratr, Kufah, dan Syam membacanya dengan tahfif. Menurut mereka lafaz tersebut adalah nama yang dibuat. Mayoritas ahli qira'at Kufah membacanya dengan tasydid, [Jumhur ahli qira' at membaca dengan takhfif pula huruf sin. Hamzah, Al Kisa'i, Hafsh dari Ashim membacanya dengan tasydid pada huruf sin. Ini merupakan qira'at Qatadah, Ibnu Abi Ishaq, Ibnu Watsab, dan Thalhah]. Menurut mereka lafazh tersebut adalah sifat sesuatu yang mengalir. Makna ayat itu, penghuni neraka diberi minuman air panas dan nanah mereka yang mengalir...AhIi takwil berbeda pendapat tentang makna lafal tersebut. Sebagian berpendapat: sesuatu yang mengalir dari kulit mereka seperti nanah dan darah..[Tafsir Ath-Tabari vol.22, hal 226-229]... Ahli takwil lain berpendapat: maknanya air yang sangat dingin, sehingga tidak ada manusia yang mampu menahan dinginnya. [Tabari, Ibid, hal.229-230]... Ahli takwil lain berpendapat: maknanya adalah sesuatu yang berbau busuk. [Tabari, ibid, hal 230]. Tabari: Pendapat yang lebih utama untuk disebut sebagai pendapat yang benar dalam masalah ini menurut saya adalah yang mengatakan bahwa artinya nanah mereka yang mengalir, karena itulah makna umum dari lafaz, meskipun makna lain tetap dapat dianggap sebagai makna yang benar...Dengan demikian maka makna ayat ini, Ini adalah air yang sangat panas dan nanah, maka hendaklah mereka merasakannya!.. [Tabari, Ibid, hal 150]

    ..Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung (nāran aḥāṭa) mereka...mereka akan diberi minum (yughāthū) dengan air (bimāin) seperti besi (kal-muh'li) yang mendidih yang menghanguskan (yashwī) muka (al-wujūha)..[AQ 18.29]

    Ath-Tabari: Ahli talkwil berbeda pendapat tentang maksud ayat al-muh'li. Sebagian berpendapat: segala sesuatu yang dicairkan [Tafsir Ath-Tabari, Vol.17, hal.150]....Ahli takwil lain berpendapat: muntahan dan darah yang hitam [Tabari, Ibid, hal.151-152]..A.hli takwil lainnya berpendapat: sesuatu yang telah memuncak panasnya [Tabari, Ibid, hal.152]. Tabari: semua perkataan ini, meskipun berbeda akan tetapi maknanya berdekatan, sebab setiap timah, emas, atau perak, jika telah mencair berarti telah mencapai puncak panasnya. Begitu juga sesuatu yang dipanaskan di atas api hingga menjadi seperti kedapan minyak, panasnya pasti telah mencapai puncaknya. Sebagaimana dijelaskan dalam Riwayat Ma'mar bin Al Mutsanna" - Al Muntaja' bin Nabhan: "Demi Allah fulan lebih aku benci dari ath-thalya' dan al muhli." kami lalu bertanya bertanya kepadanya, "Apakah keduanya itu?" Ia menjawab,"Tanah yang tandus dan bara yang berjatuhan dari sisi roti yang dipanaskan di atas api, seperti cairan yang kental dan merah, karena dimerahkan oleh api." jadi, al muhli adalah setiap cairan yang dipanaskan dan telah mencapai puncak panasnya atau bukan cairan kemudian mencair karena dipanaskan dan telah mencapai puncak panas (Ibnu Jauzi dalam Zad Al Masir (5/135) [Tabari, Ibid, hal.153]

    di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman (wayus'qā) dengan air (min māin) nanah (ṣadīdin).., [AQ 14-16-17]

    Ath Tabari:...Maksudnya, ia diberi minum air. Allah kemudian menjelaskan air apa itu, yaitu air nanah .....berarti air nanah dan darah [Tafsir Ath-Tabari, Vol.17 hal.472-474]

    Kepada kamu, dilepaskan nyala api dan asap/cairan tembaga (shuwāẓun min nārin wanuḥāsun) maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). [AQ 55.35] Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya (ḥamīmin ānin). [AQ 55.43-44]

    Ath-Tabari (Untuk AQ 55.35):..Firman-Nya wanuḥāsun. Sebagian mengatakan bahwa artinya adalah asap [Tafsir Ath-Tabari Vol.24, hal.407]. Ahli Tafsir lain mengatakan bahwa maksud an-nuhaas pada ayat ini adalah kuningan [Tabari, Ibid, hal.407-409]. Tabari: Dari dua pendapat tersebut, yang benar menurutku adalah yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan an-nuhaas adalah asap. ...dan bangsa Arab menamakan asap dengan nuhaas (dengan huruf nun berharakat dhammmah) dan nihaas (dengan huruf nun berharakat kasrah). Ulama Qira'at sepakat dengan huruf nun berharakat dhammah [Lihat Abu-Hayyan dalam Al Bahr Al Muhith (10/65] [Tabari, Ibid, hal.410]
Belerang meleleh berbentuk cairan berwarna kuning muda terjadi pada kisaran suhu 116°C - 149°C dan mulai berwarna merah-coklat di suhu 200°C, sementara air dan Nanah mendidih di suhu 100°C, berapapun suhu meningkat setelahnya, air berubah bentuk menjadi uap sehingga tidak lagi dapat disebut sebagai cairan mendidih, juga, luka bakar yang menyakitkan akibat cairan panas, hanya terjadi pada tingkat ke-2, karena pada tingkat ke-3, luka bakar tidak lagi menyakitkan (luka bakar tingkat ke-3, terpapar air panas di suhu 49°C selama 10 menit). Oleh karena di Neraka, air mendidih tetap harus ada, maka suhu Neraka tidak dapat lebih dari 100°C.

Di samping itu, terdapat hadis yang menyatakan ketika Matahari mendekati manusia hingga jarak 1-2 mil, suhunya hanya membuat berkeringat deras:
    Al Hasan bin Sawwar - Laits bin Sa'ad dari Mu'awiyah bin Shalih - Abu 'Abdur Rahman - Abu Umamah - Rasulullah SAW: "Pada hari kiamat matahari mendekat seukuran 1 mil, panasnya ditambahkan sekian dan sekian, serangga-serangga akan mendidih layaknya tungku, mereka mengeluarkan keringat berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka, diantara mereka ada yang mencapai dua mata kaki, ada yang mencapai dua betis, ada yang mencapai pertengahannya dan ada yang dikekang keringat." [Ahmad no.21162]

    Riwayat [Tirmidhi: (Suwaid bin Nashr - Ibnu Al Mubarak)/Muslim: (Al Hakam bin Musa Abu Shalih - Yahya bin Hamzah)] - Abdurrahman bin Jabir - Sulaim bin Amir - Al Miqdad bin Al Aswad - Rasulullah SAW: "Pada hari kiamat, matahari didekatkan ke manusia [Tirmidhi: "hingga sebatas 1 atau 2 mil"/Muslim: "hingga sebatas 1 mil"] -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- (Timirdhi: "lalu matahari melelehkan mereka,") lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." [Tirmidhi: "Aku melihat"/Muslim: "Al Miqdad berkata:"] Rasulullah SAW menunjuk dengan tangan ke mulut beliau. [Tirmidhi: + "maksudnya benar-benar tenggelam. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih dan dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Sa'id dan Ibnu Umar"] [Muslim no.5108/40.6852 dan Tirmidhi no.2354/4.11.2421]

    Abdul 'Aziz bin Abdullah - Sulaiman - Tsaur bin Yazid - Abul Ghaits - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: "Pada hari kiamat manusia berkeringat, hingga keringat mereka di bumi setinggi 70 hasta dan menenggelamkan mereka hingga telinga dan mulut." [Bukhari no.6051/8.76.539]
Karena bahkan ketika Matahari sudah dalam jarak 1-2 mil, manusia hanya berkeringat, juga karena semua bentuk hukuman untuk Nerakawan dalam bentuk cairan mendidih, termasuk air dan nanah, maka suhu Neraka Islam seharusnya tidak lebih dari 100°C

Quran menyampaikan bahwa SELURUH MUSLIM masuk NERAKA DULU, TIDAK ADA yang langsung ke Surga:
    Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui (tsumma lanahnu a'lamu) orang-orang yang seharusnya (bialladziina hum awlaa) dimasukkan ke dalam neraka/terbakar di dalamnya (bihaa shiliyyaan). DAN TIDAK ADA SEORANGPUN DARI KALIAN (wain minkum) MELAINKAN (illaa) MENDATANGI/MEMASUKI (waariduhaa) (neraka) INI (kaana). Hal itu bagi Tuhanmu ADALAH SUATU KEMESTIAN YANG SUDAH DITETAPKAN. ('alaa rabbika hatman maqdhiyyaan). Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa (tsumma nunajjii alladziina ittaqaw) dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut (wanadzaru alzhzhaalimiina fiihaa jitsiyyaan). [AQ 19.70-72, Surat Maryam, Al Makiyyah turun di urutan no.44, kecuali ayat no.58 dan no.71 adalah madaniyyah]

    Tafsir Ath-Tabari untuk AQ 19.71:
    Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa lafaz wāriduhā/al-wurud adalah memasuki [Tafsir Ath-Tabari, Vol.17, Pustaka Azzam, hal.647-653], untuk siapa yang dimaksud memasuki neraka:

    1. Sebagian ahli tafsir: orang kafir, bukan orang mukmin [Ibid, hal.653-654]
    2. Sebagian ahli tafsir: orang mukmin dan kafir, hanya saja bagi orang mukmin sekadar lewat sedangkan bagi orang kafir adalah masuk ke dalam [Ibid, hal.654]
    3. Sebagian ahli tafsir: bagi orang mukmin adalah apa yang menimpanya di dunia, berupa demam dan penyakit [Ibid, hal.655]
    4. Sebagian ahli tafsir: seluruh manusia, kemudian orang-orang beriman keluar dengan amal perbuatannya [Ibid, hal. 655-658]

    Abu Ja'far (Tabari): Pendapat yang paling tepat adalah yang mengatakan bahwa semuanya akan memasuki neraka, kemudian orang-orang beriman keluar darinya setelah Allah menyelamatkan mereka. sedangkan orang-orang kafir tetap di dalam neraka [Ibid, hal.658-659].

    Neraka menjadi sejuk bagi kaum Mukmin:
    Riwayat Sulaiman bin Harb - Gholib bin Sulaiman Abu Shalih - Katsir Bin Ziyad Al Busani - Abu Sumayyah: ...lalu saya bertemu Jabir bin Abdullah. Lalu saya berkata: kami berselisih dalam masalah wurud, Sebagian dari kami berkata: orang mukmin tidak akan memasukinya, sedangkan sebagian yang lain berkata: mereka semua akan masuk tanpa terkecuali. Lalu (Jabir bin Abdullah) menaruh jari-jarinya pada kedua telinganya dan berkata: sumbatlah kedua telingamu jika saya tidak mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Al wurud adalah semuanya masuk tidak akan tersisa, orang baik maupun orang berdosa akan mamasukinya namun bagi orang mukmin itu menjadi kesejukan dan keselamatan sebagaimana yang terjadi pada Ibrahim, sampai Neraka atau Jahannam menjadi gaduh karena sejuknya tersebut lalu Allah memanggil orang yang bertakwa dan meninggalkan orang-orang dhalim dalam keadaan duduk. [Ahmad no.13995. Di penjelasan hadis: Al-Hakim mensahihkan rantai perawi. IslamWeb: "Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya, ada yang menganggapnya lemah, dan ada pula yang menganggap baik". Tafsir Ibn Kathir untuk AQ 19.71: ...Abu Sumayya: ....Kemudian saya bertemu Jabir ibnu Abdullah...Jabir menjawab, 'semuanya mendatangi neraka'". Sulaiman ibnu Murrah mengatakan bahwa mereka semua memasukinya. Lalu ia mengisyaratkan kedua jari telunjuknya ke arah kedua telinganya dan mengatakan..(sama seperti hadis Ahmad). Ibn Kathir: Hadis gharib, para ahli hadis tidak ada yang mengetengahkannya selain dari Sulaiman ibnu Murrah]
Apakah Matahari dan Bulan juga ada juga di Surga ataukah di Neraka?

Matahari tidak ada di Surga, Matahari, Bulan dan Bintang di Laut/Neraka:
    Quran:
    "dan matahari dan bulan dikumpulkan (Wajumi'a a(l)sysyamsu waalqamaru)". [AQ 75.9].

    Ath-Tabari dalam tafsirnya mengutip riwayat Ibn Wahab - Sa'id bin Abu Ayyub - Abu Syaibah Al Kufi - Zaid bin Aslam - Atha bin Yassar: keduanya dikumpulkan pada hari kiamat, kemudian dicampakkan ke dalam laut, lalu Ia menjadi api Allah yang besar (Ath Tabari, Ibid, vol 25, hal.801. Hadis ini dari As-Suyuti dalam Ad-Darr Al Mantsur (8/345), disandarkan kepada Ibn Jarir dan Al Mundzir)

    Ibn Kathir dalam tafsir untuk AQ 81.1-14:
    Ibnu Abu Hatim - Abu Sa'id Al-Asyaj dan Amr ibnu Abdullah Al-Audi - Abu Usamah - Mujalid - seorang syekh, dari Bajulah - Ibnu Abhas sehubungan dengan makna izasy syamsu kuwwirat: kelak di hari kiamat Allah menggulung matahari, bulan, dan bintang-bintang di laut, lalu Allah mengirimkan angin dabur dan membakarnya dengan api". Hal yang sama dikatakan oleh Amir Asy-Sya'bi. Ibnu Abu Hatim - ayahku - Abu Saleh - Mu'awiyah ibnu Saleh - ibnu Yazid ibnu Abu Maryam - ayahnya - Rasulullah Saw: "(AQ81.1) lalu beliau Saw: Matahari digulung di dalam Neraka Jahanam". Al-Hafiz Abu Ya'la - Musa ibnu Muhammad ibnu Hibban - Darasat ibnu Ziyad - Yazid Ar-Raqqasyi - Anas - Rasulullah Saw: Matahari dan bulan adalah dua ekor banteng yang (akan) disembelih kedua-duanya di dalam Neraka". Hadis ini daif karena Yazid Ar-Raqqasyi orangnya daif ...Al-Bazzar - Ibrahim ibnu Ziyad Al-Bagdadi - Yunus ibnu Muhammad - Abdul Aziz ibnul Mukhtar - Abdullah Ad-Danaj - Abu Salamah ibnu Abdur Rahman ibnu Khalid ibnu Abdullah Al-Qisri di masjid ini (yaitu masjid Kufah) - Al-Hasan - Abu Hurairah - Rasulullah Saw: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ekor banteng di dalam Neraka yang keduanya disembelih kelak di hari kiamat..." Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa Abu Salamah belum pernah meriwayatkan dari Abu Hurairah melainkan hanya melalui jalur ini. Dan Abdullah ibnu Danaj belum pernah meriwayatkan dari Abu Salamah selain dari hadis ini ... Yazid ibnu Abu Maryam - Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: (AQ 81.2) Nabi Saw: "Bintang-bintang itu berjatuhan ke dalam Neraka Jahanam bersama-sama dengan semua yang disembah selain Allah, semuanya dimasukkan ke dalam Neraka Jahanam,..."/. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dengan sanad yang seperti di atas ... Ibnu Jarir - Ya'qub - Ibnu Aliyyah - Daud - Sa'id ibnul Musayyab - Ali r.a. bertanya kepada seorang lelaki Yahudi,"Di manakah Neraka Jahanam itu?'" Lelaki itu menjawab, "Di laut." Kemudian Ali berkata, bahwa menurutnya lelaki Yahudi itu benar dalam jawabannya, karena Allah Swt. telah berfirman: dan laut yang di dalam tanahnya ada api. (AQ 52.6: "dan laut yang didalam tanahnya ada api") Dan firman-Nya: dan apabila lautan dipanaskan (AQ 81.6)"
Tafsir menegaskan bahwa Matahari dan Bulan, tidak ada di Surga, tapi di Neraka, karena telah diceburkan ke laut dan Neraka kaum Islam ternyata ada di laut. Tampaknya dunia Islam memandang ukuran Matahari dan Bulan JAUH LEBIH KECIL dari luas lautan yang ada di Bumi (padahal, luas lautan pun hanya 71% luas bumi), juga Matahari dunia Islam masih bisa dibakar api.

(Tampaknya, suhu Neraka di dua Agama ini, juga suhu Matahari di Islam, jauh lebih rendah dari suhu Matahari kita, yaitu pada bagian fotosfer (5772 K), pada di bagian luar/korona (5×106 K) dan pada bagian inti (1,57×107 K), yang radiasinya sampai bumi mencapai suhu 300 K)

Terkait apakah ada atau tidaknya Matahari dan bulan di Surga, beberapa ayat Quran, menyatakan bahwa di Surga juga terdapat Matahari:
    Quran:
    "yaitu Surga Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. (AQ 19.61) Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam Surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di Surga itu tiap-tiap pagi dan petang (buk'ratan waʿashiyyan).(AQ 19.62) Itulah Surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa". [AQ 19.63]

    Ibn kathir dalam tafsirnya untuk AQ 19.62:
    Yaitu semisal dengan waktu pagi dan waktu petang. Hal ini bukan berarti bahwa di Surga ada siang dan ada malam, tetapi mereka berada dalam waktu-waktu yang silih berganti, mereka mengetahuinya melalui sinar dan cahaya yang beraneka ragam, (yakni mereka berada dalam alam yang selalu bercahaya dan terang-benderang oleh nur). ... Ad-Dahhak - Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: (AQ 19.62) Bahwa yang dimaksud dengan pagi dan petang adalah perkiraan malam dan siang hari.

    Ibnu Jarir - Ali ibnu Sahl - Al-Walid ibnu Muslim yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Zuhair ibnu Muhammad tentang makna firman-Nya: (AQ 19.62) Maka ia menjawab, "Di Surga tidak ada malam hari, para penghuninya selalu berada dalam cahaya selama-lamanya, tetapi mereka mempunyai perkiraan malam dan siang hari. Hal tersebut diketahui melalui tertutupnya tirai-tirai dan pintu-pintu rumah-rumah mereka. Pertanda siang hari diketahui dengan diangkatnya semua tirai dan dibukanya semua pintu rumah mereka."

    ...Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (AQ 19.62) Di dalam Surga ada dua saat, yaitu saat pagi dan saat sore; tetapi bukan seperti siang dan malam hari di dunia ini, sebab sesungguhnya yang ada di dalam Surga hanyalah sinar dan cahaya, tidak ada kegelapan.

    Mujahid mengatakan, yang dimaksud bukan pagi dan petang, melain­kan mereka diberi hidangan sesuai dengan kesukaan mereka ketika di dunia.

    Al-Hasan dan Qatadah serta lain-lainnya mengatakan bahwa dahulu ada segolongan orang Arab yang hidup serba mewah, biasa makan pagi dan makan malam. Maka turunlah Al-Qur'an sesuai dengan kemewahan yang dialami oleh mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman: (AQ 19.62)

    Ibnu Mahdi - Hammad ibnu Zaid - Hisyam - Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya: (AQ 19.62) Yaitu setiap pagi sampai sore dan setiap sore sampai pagi, tetapi tidak ada malam harinya di dalam Surga...

    Ath-Tabari dalam tafsirnya untuk AQ 19.62:
    ..di Surga tidak ada malam dan siang (hal.626).. Ali bin sahal- Al walid bin Muslim - Zuhair bin Muhammad tentang firman Allah (AQ 19.62): ..Tidak ada malam di Surga mereka berada dalam cahaya terus-menerus. Mereka memiliki kadar waktu malam dan siang, yang mereka ketahui kadar waktu malam dengan ditutupnya hijab dan ditutupnya pintu, sedangkan untuk mengetahui kadar waktu siang adalah dengan hijab dan dibukanya pintu" (Ibnu Hatim dalam tafsir (7/2413)) ... Ibnu Harb - Musa bin Isma'il - Amir bin yasaf - Yahya: "Orang-orang Arab pada masa itu beranggapan bahwa barang siapa di antara mereka memiliki makannan malam dan siang, maka itulah kenikmatan bagi mereka Lalu turun ayat (AQ 19.62) Seperti waktu antara makan siang dan makan sore kalian ketika di dunia" (Al Qurthubi dalam tafsir (11/127))... Al Hasan bin Yahya - Abdurrazzaq Ats-Tsarni - Ibnu Abi Najih - Mujahid: "Bukan berarti pagi dan sore, akan tetapi mereka diberikan makanan itu pada saat seperti ketika di dumia mereka sedang nafsu makan". (Abdrrrazzaq dalam tafsir (2/361) dm ibnu Abi Hatim dalam tafsir (7/2413)). Bisyr bin Mu'adz -Yazid - Sa'id - Qatadah: "(AQ 19.62) Di dalamnya ada dua saat yaitu pagi dan sore, namun hal itu tidak berarti ada malam, akan tetapi ia adalah sinar dan cahaya.(Ibnu Al Jauzzi dalam Zad Al Masir (5/247, 248))" [Tafsir Tabari, vol.17, hal 626-627]
Sungguh menakjubkan pendapat para ulama tradisional ketika menjelaskan maksud "Bagi mereka rezekinya di Surga itu tiap-tiap pagi dan petang (buk'ratan waʿashiyyan)", menjadi tidak ada matahari di Surga, padahal:
    "..(bi)lisaan(in/un) arabiyy(in/un) mubiin(in/un)" (..(dengan) bahasa arab yang JELAS/TERANG) [AQ 16.103, 26.195] juga di: "quraanan 'arabiyyan ghayra dhi iwajin.." (Quran dalam bahasa arab yang tidak bengkok (tidak belok-belok)..)" [AQ 39.28].

    Ibn Kathir dalam tafsirnya:
    "Maksudnya: `Quran ini yang kami turunkan padamu, Kami turunkan dalam kesempurnaan dan kefasihan bahasa arab, sehingga membuat JELAS, tidak ada ruang untuk alasan dan memberi BUKTI JELAS, menunjukan jalan lurus." [AQ 26.195]. Dan: "maksudnya: ini dalam dialek arab yang sederhana/jelas, tanpa kebengkokkan, penyimpangan atau kebingungan. Ini sederhana, bukti jelas. Allah telah membuatnya menjadi seperti ini dan telah diturunkan seperti ini" [AQ 39.28]
Namun terdapat hadis, tentang rombongan pertama di Surga dan juga waktu Adam diturunkan yang mengindikasikan jelas terdapat Matahari di Surga:
    Hadis:
    Riwayat Muhammad bin Rafi' - Abdurazzaq - Mamar - Hammam bin Munabih - Abu Hurairah - Rasullulah SAW: "Rombongan pertama yang memasuki Surga rupa mereka bagaikan bulan di malam purnama mereka tidak neludah, tidak ingusan dan tidak berak didalamnya, bejana dan sisir mereka dari emas dan perak, tempat bara api mereka kayu wangi, .. mereka memahasucikan Allah di pagi dan di sore..."[Muslim no.5065]. Riwayat Abu Al Yaman - Syu'aib - Abu Az Zanad - Al A'raj - Abu Hurairah - Rasulullah SAW: Rombongan pertama yang memasuki Surga rupa mereka bagaikan bulan...yang senantiasa bertasbih pagi dan petang...". Mujahid berkata: 'Al Ibkar artinya awal fajar sedangkan Al-'Asyiyy condongnya matahari ke barat hingga akan terlihat akan terbenam [Bukhari no 3007]. Juga hadis lain yang juga ada dalam tafsir Ibn kathir untuk AQ 19.62: "... Imam Ahmad - Abdur Razzaq - Ma'mar - Hammam - Abu - Rasulullah Saw: Gelombang pertama yang masuk Surga, rupa mereka bagaikan rembulan di malam purnama; .... mereka bertasbih menyucikan Allah setiap pagi dan petangnya". Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Ma'mar dengan sanad yang sama. Imam Ahmad - Ya'qub - ayahku - Ibnu Ishaq - Al-Haris ibnu Fudail Al-Ansari - Mahmud ibnu Labid Al-Ansari - Ibnu Abbas - Rasulullah Saw: "Para syuhada berada di pinggir sungai di dekat pintu Surga di dalam sebuah kemah hijau; dikirimkan kepada mereka rezeki mereka dari dalam Surga setiap pagi dan petangnya". Imam Ahmad dari jalur ini telah meriwayatkannya secara munfarid/sendirian ... Ibnu Abu Hatim - Ali ibnul Husain - Sulaiman ibnu Mansur ibnu Ammar - ayahku - Muhammad ibnu Ziyad (kadi penduduk Syammat) - Abdullah ibnu Hadir - Abu Salamah ibnu Abdur Rahman - Abu Hurairah - Nabi Saw: "Tiada suatu pagi hari pun dari hari-hari Surga yang semuanya adalah bagaikan pagi hari (keindahannya), melainkan disuguhkan kepada seorang kekasih Allah di dalam Surga pengantin wanita berupa bidadari yang bermata jeli, yang paling rendahnya di antara para bidadari itu terciptakan dari za'faran (minyak wangi yang semerbak baunya)". Abu Muhammad mengatakan bahwa hadis ini berpredikat garib lagi munkar]

    Adam diciptakan di hari Jum'at [Muslim no.1410 dari Harmalah bin Yahya - Ibnu Wahb - Yunus - Ibnu Syihab - Abdurrahman bin Al A'raj - Abu Hurairah - Rasululla SAW; juga Muslim no.1411], yaitu saat Ashar [waktunya adalah ketika Panjang Bayangan benda 2x tinggi benda] menurut ucapan Nabi SAW yang berasal dari Abu Huraira [Muslim no.4997/039.6707 (juga di Ahmad no.7991. Juga di Muslim no.4.1856, 1857, Abu dawud no.3.1041, 1042); Imam Ahmad [Tafsir Ibn Kathir pada surat 7.54]; Ibn Abbas - 'Ikrimah - Abu Sa'd al-Baqqal - Abu Bakr b. 'Ayyash - Hannad b. al-Sari [The History of al-Tabari, Volume 1 - General Introduction and from the Creation to the Flood (trans. Franz Rosenthal, State University of New York Press, Albany 1989), pp. 187-193]

    "Adam di Surga selama 1 Jam saja" [Tafsir Ibn kathir AQ 2.35-36]. Tabari: Riwayat 'Abdallah b. Salim dan lainnya - Abu Kurayb-Ibn Idris - Muhammad b. 'Amr - Abu Salamah - Abu Hurayrah - Nabi SAW: "Hari terbaik untuk melihat matahari terbit adalah Jum'at. Di hari itu Adam diciptakan, dimasukan Surga, dan digelincirkan, di hari itu kiamat datang. Lebih lanjut di hari jumat ada satu jam (dengan gerakan tangannya) sangatlah singkat... 'Abdallah b. Salim berkata: Aku tahu jam yang mana itu. Itu adalah jam terakhir di hari jumat. Allah berkata: Manusia diciptakan dengan tergesa-gesa. Aku akan menunjukkan kepadamu tanda-tanda-Ku, tetapi jangan meminta Aku untuk terburu-buru". Juga riwayat Muhammad b. 'Amr (al-Bahili) - Abu' Asim (alNabil) - Isi (b. Maymun) - Ibn Abi Najih - Mujihid, mengomentari firman Allah: "'Manusia diciptakan tergesa-gesa,': (Ini mengacu pada) Penciptaan Adam, pernyataan ketika dia diciptakan setelah segala sesuatu yang lain pada akhir siang hari pada hari penciptaan. Ketika ruh itu menghidupkan matanya, lidahnya, dan kepalanya, tetapi belum mencapai bagian bawah tubuhnya, dia berkata: Ya Tuhanku, cepatlah dengan penciptaanku sebelum matahari terbenam!" [The History of al-Tabari, op-cit, hal.286-287]
Sangat jelas, tanpa ada Matahari di Surga, maka tidak ada pagi, petang dan ashar, juga tidak ada hari Jum'at.

Pernyataan para ulama tradisional ini menyebabkan sulit untuk memastikan apakah ada atau tidak Matahari di Surga, pun jika ada, tampaknya Surga di Islam jauh lebih panas dari suhu dunia tempat kita berada, alasannya: Matahari, Bulan dan Bintang berada di langit terdekat (penyebutan langit dalam bentuk tunggal/samaai), posisi Surga ada juga di langit terdekat dan Surga tada di atas bumi:
    Sesungguhnya Kami hiasi langit [Al-samāa] terdekat/dunia [al-dunyaa] dengan hiasan BINTANG-BINTANG [al-kawākibi]...[AQ.37.6-10]
    Dan pastinya Kami hiasi langit [Al-samāa] terdekat/dunia [al-dunyaa] dengan PELITA-PELITA [mashaabiiha],..[AQ 67.5]
    Dan pastinya Kami jadikan di [fī] langit [al-samāi] HIASAN-HIASAN [burūjan]..[AQ 15.16-18]
    "BerkatNya yang menjadikan di [fī] langit [al-samai] hiasan-hiasan [burūjan] dan menjadikan di situ [fīhā] sebuah lampu [sirājan] dan bulan [waqamaran] bercahaya [munīran].".[AQ 25.61]

    "dan menjadikan padanya [bulan [al-qamara] bercahaya [nūran] dan menjadikan Matahari [al-shamsa] lampu [siraajaan] [AQ 71.16]" + "dan menjadikannya LAMPU [sirajan] yang amat terang/terik [wahhaajaan] [AQ 78.13]".

    Hadis:
    ketika Adam diturunkan dari Surga, kepalanya menyentuh langit sehingga menjadi botak, turunannya mewarisi kebotakannya [Kitab Al-Tabaqat Al Kabir, Vol.1, 1.3.42 (Riwayat Ibn Sa`d - Hisham Ibn Muhammad - Ayahnya - Abu Salih - Ibn `Abbas). Juga di Tabari, Vol.1 hal.297]
Jarak Matahari lebih dekat ke Surga daripada ke Bumi, maka apakah dapat disimpulkan bahwa dunia tempat kita tinggal, jauh lebih sejuk dari Surga dunia Islam?

Namun, Allah di Quran, telah menyampaikan dengan tegas bahwa Ia membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Injil
    Dia menurunkan Al Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan (muṣaddiqan) yang telah sebelumnya (limā bayna yadayhi) dan menurunkan Taurat dan Injil (wa-anzala al-tawrāta wal-injīla), [AQ 3.3]
    "wamuṣaddiqan limā bayna yadayya mina al-tawrāti.. (Dan membenarkan Taurat yang datang sebelumku,.. [AQ 3.50]
Oleh karenanya, adalah wajar jika Allah membenarkan Yesaya 30.26, "Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan 7 kali ganda, yaitu seperti terangnya 7 hari...", terang cahaya dengan suhu 797.7 K (524.7°C), sebagai suhu Surga yang dibenarkan Allah yang walaupun jauh lebih tinggi dari Suhu Neraka, tapi mereka di Surga tidaklah kepanasan dengan suhu ini.

[Gambar di ambil dari: sini, sini dan sini]

Rabu, 08 September 2010

Listrik dan magnet Tubuh, Menghidupkan Anjing Mati, Tuhan, Sakit, Cemas, Takut, The MATRIX dan Kucing

DISCLAIMER:
Seluruh tulisan dalam blog ini adalah opini tandingan (counter-opinion), disusun berdasarkan metodologi studi kritis terhadap teks, sejarah, dan sains. Penulis menggunakan referensi primer dari berbagai literatur otoritatif untuk memberikan perspektif alternatif bagi pembaca. Gaya bahasa yang digunakan bersifat provokatif-intelektual guna memicu pemikiran kritis. Tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan personal terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan murni bedah kritis terhadap gagasan dan doktrin. Untuk pembaca yang bermasalah secara emosional dan/atau nalar dalam membedakan antara MELECEHKAN VS MENYAMPAIKAN SESUAI RUJUKAN, maka SANGAT DISARANKAN untuk TIDAK MEMBACA. Untuk jenis pembaca lainnya, selamat membaca.

Sesuatu yang tidak bisa dideteksi oleh salah satu dari: Indera, alat bantu apapun dan/atau metoda apapun maka disebut tidak ada dan jika sebaliknya disebut ada! Contoh, Medan magnet tidak dapat dideteksi oleh 5 Indera manusia, namun melalui serbuk besi, kita akan lihat bentuknya.

Listrik dan Medan Magnet dalam tubuh
Prof. Galvani ditahun 1780-1791 melakukan percobaan listrik pada kaki katak yang awalnya Ia hubungkan dengan sumber listrik statis namun kemudian Ia gunakan dua lempeng logam tanpa sumber listrik statis dan hasilnya kaki katak tersebut juga bergerak. Ia menduga bahwa tubuh mahluk hidup terdapat listrik dan magnet.

Tidak lama setelahnya, Volta, dengan tujuan untuk menunjukan bahwa potensial (tegangan) listrik adalah berasal karena perbedaan jenis logam, Ia ganti konduktor lembab kaki katak dengan konduktor lain berupa kain lembab berisi cairan garam atau asam cair di antara dua kepingan logam atau karbon sebagai pengganti salah satu logam ternyata juga menghasilkan listrik.Temuan mereka ini membuktikan bahwa energi kimia dapat diubah menjadi energi listrik.

Perkembangan neurofisiologi telah berada pada kesimpulan bahwa efek listrik terdapat di dalam dan pada permukaan tubuh manusia, misalnya kekuatan otot adalah akibat daya tarik-tolak muatan listrik (diukur dengan Elektromiograf/EMG), jantung (diukur elektrokardiograf/EKG) dan system syaraf di otak juga melibatkan aliran arus listrik (diukur dengan elektroensefalograf/EEG).





Tubuh manusia berisi triliunan sel elektrokimia (cairan elektrolisis, berupa: Na+, K+, CL-, protein, asam nukleat, dll), di mana pada bagian dalam sel mempunyai potensial (tegangan) dengan range -50 mv s.d -90 mv (disebut potensial istirahat neuron, rata-rata: -70 milivolts) yang terjadi karena ion negatif lebih pada bagian dalam membran dari bagian luarnya.

Listrik tubuh dari hasil elektrokimia sel berfungsi sebagai kontrol dan operasi syaraf, otot dan organ di mana neuron melalui kontak sinapsis yang terletak di dendrit dengan multi sensornya menerima rangsangan secara fisik maupun kimiawi seperti panas, dingin, cahaya, suara dan bau yang menyebabkan beda potensial (tegangan) antar membran dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal listrik di sepanjang serat-serat saraf/Akson menuju otot, kelenjar dan/atau neuron lainnya. Ketika terjadi perpindahan/difusi ion pada membran yang menyebabkan beda potensial yang menuju pada arah positif voltmeter disebut depolarisasi dan yang menuju arah negatif disebut repolarisasi [lihat:Nervous Systems Part-1].

Mengalirnya aliran listrik akan menimbulkan medan magnet, salah satu medan magnet terkuat tubuh adalah jantung yang terjadi akibat depolarisasi dan repolarisasi.

Di bawah ini adalah percobaan yang dilakukan di Soviet oleh Dr Sergei Brukhonenko tentang membangkitkan kembali beberapa organ anjing yang terpisah mandiri (jantung, paru-paru), kepala anjing tanpa tubuh dan anjing utuh yang telah mati. Dokumentasi percobaan dilakukan pada tahun 1940 dengan durasi 19:31 menit.



Setelah pengantar, disampaikan percobaan pertama yaitu menghidupkan organ-organ tubuh anjing yang terpisah mandiri, yaitu jantung anjing yang bekerja normal dalam kondisi buatan khusus; Paru-paru yang dihubungkan kipas sedot-tiup, dialiri darah ke dalamnya dan saat keluar paru-paru, darah tersebut telah mengandung oksigen.

Percobaan kedua, mulai menit 4:27, yaitu menghidupkan kepala anjing utuh tanpa badan yang terhubung dengan 4 selang (sebagai 2 arteri dan 2 vena), menuju/keluar jantung dan dari jantung ada 2 selang yang menuju/keluar tabung (berfungsi sebagai paru-paru buatan yang berisi darah beroksigen). Aliran darah beroksigen ditarik jantung buatan, dialirkan menuju kepala Anjing, kemudian aliran darah keluar dari kepala anjing menuju jantung buatan dan dialirkan menuju tabung. Kepala anjing itu dibuat hidup selama 1 jam dan diperlihatkan bahwa Indera mata, lidah, telinga, penciuman, peraba yang ada diseputaran kepala anjing tersebut berfungsi normal dalam kondisi tersebut.

Percobaan ke-3, mulai menit 6:50, yaitu menghidupkan kembali anjing utuh. Seekor anjing hidup dalam keadaan telah dianestesi, darahnya dikuras hingga habis hingga mati secara klinis, terlihat dalam plot grafis aktivitas paru-paru dan jantungnya, yaitu detak jantung melemah seiring terkurasnya darah keluar tubuh dan kemudian berhenti. Juga plot grafis nafas normal, melemah, hentakan akhir dan nafas terakhirnya. Anjing itu dibiarkan mati selama 10 MENIT. Kemudian arteri dan vena tubuh anjing, dihubungkan ke mesin jantung-paru (autojektor, cara kerjanya sama seperti percobaan kepala anjing tanpa tubuh). Setelah beberapa saat, aliran darah yang masuk ke tubuh anjing mulai menggerakan detak jantungnya pertama, kedua dan secara perlahan detak jantung kembali normal, kemudian terjadi hentakan nafas pertama, kedua dan secara perlahan pernafasan kembali normal. Setelah pernafasan dan jantung terlihat normal, mesin dimatikan, sambungan selang ke tubuh anjing dicabut, dijahit kembali dalam keadaan teranestesi, diistirahatkan dan pada 10-12 hari kemudian, anjing tersebut berada pada kondisi normal seperti sebelum percobaan dilakukan.

Tidak terdekteksi keberadaan jiwa/roh dipercobaan tersebut kecuali proses kelistrikan dan kimiawi tubuh belaka.

Kemudian,
Karena Tuhan juga tidak dapat terdeteksi oleh panca indera dan alatbantu apapun, maka beberapa telah memaksakan diri membuat beberapa kisah fiktif untuk melogikakan keberadaan tuhan, dengan membawa mengenai ketidaknampakan rasa rasa sakit (berikut penjelasan dari sisi sains mengenainya, juga kecemasan, perasaan bersalah dan ketakutan, dan sekilas mengenai ketidakadaan Roh/Jiwa/Atman kecuali bauran system energi dan materi, Kemudian tentang pikiran dan energi dan ide dari Filem: The Matrix serta terakhir mengenai kejadian seekor Kucing yang mengetahui kapan saat seseorang Meninggal


Cerita fiktif bukti Keberadaan Tuhan
Di bawah ini, saya tampilkan 2 (dua) cerita fiktif yang lumayan sering digunakan untuk menjelaskan keberadaan tuhan (versi hoaxnya bervariasi, terkadang membonceng nama Einstein sebagai tambahan untuk memperkuat efek tipuan) :

  • Cerita tentang seorang professor yang berdebat dengan siswanya, di mana Sang professor tidak percaya tuhan ada karena tuhan tidak terlihat. Sang siswa menyatakan bahwa Profesor tidak punya otak, karena otak Profesor ngga kelihatan juga.

    • Argumen ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya, Tau darimana siswa itu tentang otak? kecuali dari membaca [melihat], mendengar atau dikatakan guru/orang tua [mendengar] atau kalo ia beruntung pernah melihat langsung! Artinya, jika ia tau bahwa manusia memiliki otak kurang lebihnya dan ia memiliki otak maka ia seharusnya tahu bahwa Profesor itu juga memiliki otak. Ini adalah logika sederhana.

      Masalah kedua, argument itu hanya menggunakan indera penglihatan padahal untuk contoh angin, Ia juga ngga terlihat namun dapat dirasakan oleh indera perasa atau melihat berdasarkan bergoyangnya daun-daun dll..

  • Contoh cerita lainnya yaitu kisah Kyai dan santrinya yang minta dibuktikan mengenai keberadaan tuhan, takdir dan mengapa SETAN itu dihukum di neraka padahal kedua-duanya berbahan api.

    Kyai itu tidak menjawab namun lalu menampar si santri kemudian memberikan argumen bahwa sakit itu nyata namun tidak terlihat karena bisa di rasakan; Sebelumnya apakah santri itu bermimpi di tampar, karena santri menjawab tidak dan sekarang kena tampar, nah seperti itulah Takdir; walaupun berbahan kulit yang sama, kulit tangan bertemu dengan kulit pipi namun namun bisa merasakan sakit sehingga api bertemu dengan api maka setan akan merasakan sakit.

    • Argumen tamparan dengan keberadaan tuhan ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya, Pembuktian keberadaan tuhan lagi-lagi melalui indera "penglihatan" padahal indera kita bukan cuma penglihatan, sehingga keberadaan sakit adalah nyata lewat indera perasa, sementara keberadaan TUHAN tidak dapat di scan oleh semua INDERA dan itu adalah fakta.

      Argumen takdir saya lewatkan karena tidak relevan.

      Kemudian, menyatakan dengan persamaan hasil yang sama setan dan neraka yang berbahan api dengan kulit tangan dan pipi yang berbahan kulit adalan absurd dan menyesatkan.

      Kulit adalah material padat, sementara api material temperatur. Keduanya tidak memiliki kesamaan. Jika kulit digebuk kulit dan berdiri sendiri tanpa neuron dan otak maka jelas cerita diatas tidak relevan.

      Alasan kedua, Tidak diketahui apakah setan juga mempunyai neuron, otak dan memproduksi sejenis cairan semacam capsaicin.

        Rasa sakit datang ke otak melalui neuron, sel-sel khusus yang ada di seluruh tubuh mengiriman pesan ke otak. Pada serangkaian percobaan, Hargreaves dan tim penelitinya menemukan bahwa kulit menghasilkan sendiri molekul seperti capsaicin dalam menanggapi rasa sakit.

        Kami mengambil jaringan kulit tikus percobaan, dan memanaskannya pada suhu 43 atau 48 derajat Celcius. Kemudian kita mengamati apa yang dikeluarkan oleh kulit pada kondisi panas itu”, kata Hargreaves

        Panas biasanya menimbulkan rasa sakit pada sekitar 47 derajat Celcius. Ketika sampel kulit itu dipanaskan sampai 48 derajat Celcius, kulit itu memproduksi molekul seperti capsaicin dalam bentuk cairan.

        Kemampuan cairan ini untuk mengaktifkan rasa sakit pada neuron sangat tergantung pada reseptor capsaicin”, jelasnya.

      So, Rasa sakit itu bisa di deteksi dan juga bisa dijelaskan.

Bagaimana dengan kecemasan?
Saat menghadapi kematian manusia bisa jadi akan mengalami kecemasan, Salah satu penelitian berhubungan dengan kecemasan di lakukan oleh Madison Universitas Wisconsin, dalam jurnal “Nature”, yang terbit Rabu (11/8).

    Tim peneliti menguji 238 rhesus monyet muda menggunakan pemindai topografi emisi positron (PET scan) beresolusi tinggi yang menunjukan menunjukkan aktivitas otak tinggi di bagian “amygdala” dan “anterior hippocampus”.

    Sang Manusia “penyusup” dipakai untuk berperan sebagai potensi ancaman dengan berdiri dekat kandang monyet saat para peneliti memperhatikan reaksi mereka dan mengukur aktivitas otaknya.

    Semakin gelisah monyet tersebut semakin tinggi aktivitas di pangkal pusat “amygdala” dan “anterior hippocampus”.

Bagaimana dengan ketakutan?
Misalnya ketakutan akan kesakitan saat "di cabut nyawa". Polling Gallup tahun 2005 pada sekelompok remaja di Amerika serikat menyatakan bahwa ketakutan akan kematian menduduki peringkat ke-3.

    Pada 1920-an, Psikolog Amerika John Watson, melakukan eksperimen yang kelak dinamakan "little Albert", yaitu mengajari seorang bayi bernama Albert untuk takut tikus putih.

    Sebelumnya "Little Albert" tidak takut pada laboratorium uji hewan. Dia menunjukkan kegembiraannya saat melihat tikus-tikus, terutama tikus yang berwarna putih dan selalu mengulurkan tangan untuk mereka.

    Watson dan asistennya mengajarkan Albert menjadi takut terhadap tikus putih. Mereka menggunakan kondisi Pavlovian (klasik), sepasangan stimulus netral (tikus) diberikan efek negatif yaitu tiap kali Albert meraih salah satu tikus itu, mereka membuat suara keras yang menakutkan tepat di belakang anak berusia 11 bulan.

    Albert tidak hanya cepat belajar untuk takut pada tikus putih, menangis dan menjauh setiap kali melihat satu tikus putih, tetapi ia juga mulai menangis jika berhadapan dengan binatang berbulu putih dan sinter klas yang berjanggut putih.
Seperti Albert kecil yang takut pada tikus putih, maka begitupula ketakutan-ketakutan orang pada Tuhan, Setan, neraka yang dikondisikan selama bertahun-tahun pada mereka sendiri. Setelah mereka besar, semua persoalan menjadi terhubung dengan peran tuhan, setan dan neraka.

Bagaimana Ketakutan itu bekerja di dalam pikiran manusia?
Menurut aliran otakisme, maka Ketakutan merupakan reaksi berantai di dalam otak yang dimulai dengan rangsangan stres dan berakhir dengan reaksi kimia yang menyebabkan jantung berdegup, bernafas dengan cepat dan menegangnya otot. Pendorong rangsangan itu bervariasi mulai dari ular, ajaran agama dll

Bagian bagian tertentu otak yang mengambil peranan adalah:

  • Thalamus - memutuskan ke mana harus mengirim data sensori masuk (dari mata , telinga, mulut, kulit)
  • Sensory cortex - menafsirkan data sensoris
  • Hippocampus - menyimpan dan mengambil ingatan sadar; set proses rangsangan untuk membangun konteks
  • Amygdala - mengurai [decode] emosi; menentukan kemungkinan ancaman; menyimpan ingatan akan ketakutan
  • Hypothalamus - mengaktifkan respon "lawan atau lari"
Ada dua jalur di area otak yang konon berjalan bersamaan dalam merespon rasa takut, yaitu Jalan pendek [Hajar dulu, selidiki belakatang] dan jalan panjang [Selidiki dulu baru ambil keputusan].

Untuk jalan pendek, misalnya pada bunyi di pintu [ini adalah rangsangan awalnya]. Segera setelah mendengar dan melihat gerakan di daerah pintu, indera kemudian menyampaikan ke otak dan mengirimkan data indera ke talamus.

Saat ini, thalamus ngga tau apakah sinyal yang diterima itu merupakan tanda bahaya atau bukan. Ini kemudian diteruskan ke amigdala untuk menggali informasi lebih lanjut.

Amygdala menerima impuls syaraf dan mengambil tindakan untuk melindungi; Ia mengirimkan sinyal pada hypothalamus untuk menghidupkan respon "Lawan atau lari" yang berguna menyelamatkan diri ketika yang didengar/dilihat ternyata merupakan bahaya

Masih pada contoh di atas, otak juga memakai satu jalur lainnya [yang konon dinyatakan bersamaan] yaitu dengan mempertimbangkan pilihan yang diketahui berupa apakah itu pencuri, HANTU ataukah angin? Proses panjang terlihat seperti ini:

Ketika mata dan telinga menerima suara dan gerakan di pintu kemudian disalurkan ke talamus. Talamus mengirimkan informasi ini ke korteks sensorik dan ditafsirkan artinya. Korteks sensorik menentukan bahwa ada lebih dari satu kemungkinan pada interpretasi data yang diterima dan diteruskan ke hipokampus untuk membangun konteks.

Pertanyaan yang di ajukan Hippocampus misalnya, "Apakah rangsangan ini pernah terjadi sebelumnya? Jika ya, maka waktu itu rangsangan ini berarti apa, ya?"

Beberapa hal memberikan petunjuk lanjutan misalnya, "ini adalah pencuri atau HANTU atau angin badai?!"

Hippocampus bisa juga mengambil data lainnya di proses ini, seperti sentuhan cabang pohon pada jendela, suara mirip geraman sengau tertahan di luar atau bunyi perabotan di teras yg terpelanting terbang.

Mempertimbangkan informasi tadi, hippocampus menentukan bahwa tindakan pintu kemungkinan besar berasal dari angin dan kemudian hasil itu dikirim ke amigdala bahwa itu bukan ancaman/bahaya. Amigdala kemudian mengirim sinyal ke hipotalamus untuk mematikan respon "lawan atau lari".

Data indera mengenai pintu - rangsangan - mengikuti kedua jalur yang konon dilakukan secara bersamaan namun jalur panjang waktunya lebih lama sehingga kita memiliki waktu atau dua teror sebelum menjadi tenang.

Kemudian, untuk dapat menghasilkan respon "lawan atau lari", Hipotalamus akan mengaktifkan dua sistem, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem-kortikal adrenal:

  • Sistem saraf simpatik dengan jalur saraf memicu reaksi dalam tubuh [agar siaga: nafas, aliran jantung, otot] berupa impuls ke kelenjar dan otot halus, memerintahkan medula adrenal melepaskan adrenalin dan noradrenalin ke aliran darah. Beberapa tegangan hormanal ini menyebabkan beberapa perubahan di tubuh kita termasuk peningkatan denyut jantung dan tekanan darah dan sistem-kortikal adrenal juga menggunakan aliran darah. Dampak gabungan kedua sistem adalah respon "lawan atau lari".

  • Disaat bersamaan Hipotalamus melepaskan corticotropin-releasing factor (CRF) ke dalam kelenjar di bawah otak dan mengaktifkan sistem-kortikal adrenal. Kelenjar hipofisis (a besar kelenjar endokrin ) yang mengeluarkan hormon ACTH (hormon Adrenocorticotropic). ACTH bergerak melalui aliran darah dan akhirnya tiba di korteks adrenal, yang mana akan mengaktifkan 30 hormon berbeda untuk siaga menghadapi ancaman. Banjir tiba-tiba dari epinefrin, norepinefrin dan puluhan hormon lain menyebabkan perubahan tubuh yang meliputi:

    • peningkatan tekanan darah dan denyut jantung
    • Pupil mata melebar agar mendapatkan sebanyak mungkin cahaya
    • pembuluh darah di kulit menyempitkan untuk mengirim lebih banyak darah ke grup otot utama (yang bertanggung jawab untuk aktivitas merinding yang kadang menyertai rasa takut..)
    • tingkat glukosa darah meningkat
    • otot menegang, terenergi oleh adrenalin dan glukosa (menjadi merinding - ketika otot kecil yang melekat pada setiap rambut pada permukaan kulit tegang bulu dipaksa tegak)
    • otot halus mengendur untuk mendapatkan sebanyak mungkin oksigen ke paru-paru
    • fungsi sistem yang tidak penting untuk urusan ini (seperti pencernaan dan sistem kekebalan ) dimatikan sehingga memungkinkan lebih banyak energi pada situasi darurat
    • fokus menjadi bermasalah pada hal-hal kecil(krn otak sedang fokus pada penentuan dari mana ancaman datang)
Semua reaksi fisik untuk bersiap pada situasi berbahaya melalui mekanisme "lawan atau lari" agar dapat menjamin kelangsungan hidup kita. Naluri ini dipunyai setiap binatang.

Untuk hubungan antara Emosi [perasaan bersalah, senang, marah] dan fungsi otak, silakan buka link ini

PIKIRAN dan ENERGI
Buat saya, otak bukanlah tempat berpikir dan tubuh tidak relevan dikatakan tempat roh/jiwa/atman.

Terdapat beberapa kasus orang dengan fungsi otak tidak normal namun dapat hidup baik (beberapa berada pada keadaan vegetatif) dan tetap mampu berpikir dan merasakan, ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan itu ada karena tubuh manusia, sehingga jika tubuh kita mati maka selesai sudah tidak ada kelanjutan dan konsekuensi apapun; atau ada juga pendapat bahwa roh/jiwa/atman-lah yang menggerakan tubuh, sehingga saat tubuh kita mati maka ia menunggu disatu tempat untuk penghukuman/ditidurkan atau ia dengan badan baru.

Buat saya, Otak adalah bagian tubuh sedangkan mind [pikiran/ingatan] ada di seluruh tubuh.

Itulah sebabnya saya tertarik pada temuan Paul pearsall dari Nexus Magazine, Volume 12, No.3 (April - Mei 2005), "Organ Transplants and Cellular Memories" oleh Paul Pearsall, PhD., Gary E. Schwartz, PhD.,Linda G. Russek, PhD [beberapa sample kasusnya saya co-pas dan terjemahkan silakan lihat di sini. Untuk informasi lanjutan, silakan klik: Cellular Memory in Heart Transplants]

Untuk menjelaskan tidak ada roh/atman/jiwa, perlu kita ketahui mengenai materi, energi. Hukum kekelan energi yang mengatakan:

"Energi dapat berubah bentuk [dari satu bentuk ke bentuk lain] tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)"

Sejauh ini yang terbukti secara fisika adalah materi menjadi energi sementara untuk energi menjadi materi masihlah sekedar teori [baca: saya lebih suka menyebutnya sebagai gagasan/ide]. Kesetaraan energi itu bukan dengan materi namun massa [berlaku sebaliknya]

Definisi materi pun berubah-berubah sesuai jaman dan penemuan, yaitu dari hanya massa, kemudian bertambah dengan volume, kemudian menjadi bertambah dengan yang tidak mempunyai massa [leptons dan quarks]. Untuk itu,

  • Suara adalah perambatan dari partikel. dalam quantum mekanik getaran atom dan molekul adalah phonon atau quata atau paket energi atau juga partikel yang merupakan materi
  • Cahaya disamping gelombang elektromagnetik adalah juga materi [photon]
  • Roh/Jiwa/Atma (bagi yang percaya) seharusnya di golongkan sebagai materi, alasannya sederhanya saja yaitu karena ia terperangkap didalam tubuh materi
Sehingga, satu set proses kerja otak ketika menjelaskan rasa sakit, kecemasan, emosi dan ketakutan adalah merupakan aliran energi.

Contoh lainnya mengenai berjalannya prinsip kekekalan energi adalah dengan memperhatikan teknologi sekarang yaitu ketika kita mengirim sesuatu via internet atau bluetoth/infra red dari HAPE, begitu tombol send maka sesuai dengan hukum kekekalan energi, energi itu tidaklah musnah namun hanya berubah bentuk!

Aliran energi itu berubah menjadi pulse/gelombang tertentu yang berisi informasi yang telah diterjemahkan dan diuraikan. Energi tetaplah mengalir!

Atau melalui ide dari film fiksi layar lebar "The matrik":

    Dikisahkan pada 200 tahun kemudian, dunia telah dikuasai oleh sekumpulan komputer yang memiliki intelgensi tinggi yang dinamakan Matrix. Komputer canggih ini menciptakan semacam program dan terhubung dengan seluruh umat manusia saat itu.

    Suatu ketika, ada seorang hacker yang bernama Neo (Keanu Reeves), Ia dikisahkan hidup normal seperti kebanyakan manusia normal lainnya di dunia kita. Di film itu, Ia beranggapan bahwa kehidupan di planet bumi tak lain dari semacam program komputer yang diciptakan oleh suatu mesin canggih yang berhati dengki. Program komputer Matrix itu ternyata ada cacatnya dan terjadi beberapa kesalahan yang membuat Neo keheranan akan ketidakwajaran itu dan kemudian mencari tau. hasil pencariannya mengakibatkan juga ia mengetahui ke adaan sebenarnya kehidupannya dulu. ketika ia terlepas, iapun terkaget-kaget mengetahui bahwa seluruh ras umat manusia terplug-in dengan semacam mesin

    Mesin-mesin itu mengubah semua informasi tentang abad ke-20 menjadi gelombang/getaran/impuls dan terhubung melalui semacam kabel ke system syaraf manusia sehingga menyebabkan seolah2 mereka sendiri mengalami peristiwa Lahir, besar, bekerja, menikah, mempunyai anak dan juga bepergian kemana2 padahal jelas mereka tidak pergi kemanapun dalam keadaan plug-in dengan komputer di lingkungan yang sama hingga mereka mati.

    Setelah mati, tubuhnya itu didaur ulang untuk sebagai energi bagi kelangsungan hidup para super komputer itu dan para super komputer itupun juga di disain untuk dapat melakukan proses re-produksi manusia dan membesarkan mereka dalam lingkungan itu dengan cara yang sama.
Sinopsis di atas memberikan kita gagasan tentang hal-hal yang dikenali 5 INDRIYA dan diterjemahkan dalam sinyal-sinyal listrik yang dikenali pikiran. Video di bawah ini merupakan sample apa yang dapat dilakukan manusia sehubungan dengan listrik dan medan magnet yang ada padanya. (sanggahan dari yang tidak percaya di sini)


Sebagai akhir tulisan, mari kita lihat bahkan binatangpun mengenali perubahan bentuk dari kekekalan energi ini. Di mana, Seekor kucing Oscar memiliki kemampuan mendeteksi pasien yang akan meninggal dunia.
    Dr David Dosa, seorang asisten profesor dari Universitas Brown mengatakan bahwa lima tahun rekaman menunjukkan bahwa kucing Oscar jarang membuat kesalahan berbeda dengan staf medis dari sekolah perawat New England yang seringkali salah mengenai prediksi tentang pasien yang akan mendekati kematian.

    Kucing itu saat ini berumur lima tahun dan sulit bersosialisasi, diadopsi sejak kecil di Sekolah Perawat Steere dan Pusat Rehabilitasi di Providence Rhode Island yang spesialisasi membantu menemani orang yang menderita penyakit gangguan otak.

    Dr Dosa pertama kali mempublikasikan kekuatan Oscar dalam sebuah artikel di jurnal obat New England pada tahun 2007. Sejak itu, kucing tersebut meningkat kemampuanya dua kali lipat dengan berhasil mendeteksi dekatnya kematian dengan perasaannya dan meyakinkan para pegiat rumah sakit bahwa hal tersebut bukanlah isapan jempol semata.
Well, Pastikan dari sekarang..jauh sebelum diri anda meninggal dunia banyaklah berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin dalam kehidupan ini..agar tidak lagi ada yang disesali, dicemasi dan ditakuti.

Setelah itu, biarkan itu terjadi dengan alami...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Mekkah Atau Tetap Aja Greenwich untuk Mean Time, ya..

DISCLAIMER:
Seluruh tulisan dalam blog ini adalah opini tandingan (counter-opinion), disusun berdasarkan metodologi studi kritis terhadap teks, sejarah, dan sains. Penulis menggunakan referensi primer dari berbagai literatur otoritatif untuk memberikan perspektif alternatif bagi pembaca. Gaya bahasa yang digunakan bersifat provokatif-intelektual guna memicu pemikiran kritis. Tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan personal terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan murni bedah kritis terhadap gagasan dan doktrin. Untuk pembaca yang bermasalah secara emosional dan/atau nalar dalam membedakan antara MELECEHKAN VS MENYAMPAIKAN SESUAI RUJUKAN, maka SANGAT DISARANKAN untuk TIDAK MEMBACA. Untuk jenis pembaca lainnya, selamat membaca.

Metrotvnews.com, Makkah: Jam raksasa di puncak menara Abraj Al Bait, Makkah, Arab Saudi, Kamis (12/8), mulai berdenting. Dengan jam itu, pemerintah Arab Saudi akan menggeser Greenwich Mean Time sebagai pusat waktu dunia.

Itulah mimpi para ulama, ilmuwan, pengusaha dan pemerintah Arab Saudi. Namun, mimpi itu menghentak dunia karena dinilai menantang konvensi dunia 1884. Dalam konvensi itu, disepakati greenwich sebagai pusat waktu dunia.

Fakta itu beralasan. Sebab dunia dibagi menjadi 360 garis bujur berdasarkan titik nol greenwich di tenggara London, Inggris. Pembagian yang disepakati konvensi 1884 itu menjadi acuan semua kepentingan bisnis dan penerbangan dunia. [MetrotvNews: Jam Raksasa Makkah Akan Menggeser GMT]

Ambisi Makkah memang bukan sekadar mimpi. Berdasarkan penelitian ilmuwan Mesir, Abdel Baset Al Sayyed:
  • Makkah adalah wilayah tanpa kekuatan magnetik. Karena itu, pengunjung atau warga Makkah lebih sehat karena lebih sedikit dipengaruhi gravitasi bumi [MetrotvNews: Jam Raksasa Makkah Akan Menggeser GMT]
  • Mekah merupakan wilayah tanpa kekuatan magnetik. Pengaruh gravitasi bumi lebih sedikit. Itu membuat orang yang tinggal di Mekah, lebih sehat. Berbekal hasil penelitian itu, mimpi Mekah sebagai pusat waktu dunia lahir [MetroTV News: Akankah Jam Mekah Pusat Waktu Dunia]
Dalam sebuah konferensi di Doha pada 2008, para ulama dan pemikir muslim mempresentasikan argumen ilmiah bahwa Makkah adalah garis waktu global yang sebenarnya. Makkah adalah titik pusat dunia dan merupakan zona nol magnet bumi karena posisinya yang sejajar dengan sumbu magnet utara.[Suara Merdeka: Jam Makkah, Standar Waktu Baru]

Secara geografis, Din mengatakan, posisi Mekkah memang sangat ideal untuk dijadikan patokan waktu dunia. Mekkah nyaris berada di tengah episentrum dunia. Namun Din mengakui untuk mewujudkan hal tersebut, memang tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan panjang. Apalagi ada sentimen Islam di masyarakat Barat [MetroTvNews: Din: Posisi Mekkah Ideal Dijadikan Patokan Waktu Dunia]

Tentang Wawancara dengan ilmuwan Mesir, Abdel Baset Al Sayyed:

Tanggal 16 Januari 2005:



[Klik ini, untuk melihat/menyembunyikan: Transkrip Pembicaraan Video]

    Islamic Science: Neil Armstrong Proved Mecca is the Center of the World

    The following are excerpts from an interview with Dr. Abd Al-Baset Al-Sayyed of the Egyptian National Research Center. Al-Majd TV aired this interview on January 16, 2005

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: The centrality [of Mecca] has been proven scientifically. How? When they traveled to outer space and took pictures of the earth, they saw that it is a dark, hanging sphere. The man said, "Earth is a dark hanging sphere – who hung it?"

    Interviewer: Who said that?

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: [Neil] Armstrong. Armstrong was basically trying to say: Allah is the one who hung it. They discovered that Earth emits radiation, and they wrote about this on the web. They left the item there for 21 days, and then they made it disappear.

    Interviewer: Why did they make it disappear?

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: There was intent there…

    Interviewer: So it may be said that this suppression of information was significant.

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: It was very significant, since…the Ka'ba [in Mecca]… They said it emits radiation. This radiation is short-wave.

    When they discovered this radiation, they started to zoom in, and they found that it emanates from Mecca – and, to be precise, from the Ka'ba.

    Interviewer: My God!!

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: It was said…

    Interviewer: Does this radiation have an effect?

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: They found that this radiation is infinite. When they reached Mars and began to take pictures, they found that the radiation continues beyond. They said that the wavelength known to us… or rather the shortness of the wavelength known to us… This radiation had a special characteristic: It is infinite, and I believe that the reason is that this radiation connects the [earthly] Ka'ba with the celestial Ka'ba.

    Imagine that you are the North Pole and I am the South Pole – in the middle there's what is called the magnetic equilibrium zone. If you place a compass there, the needle won't move.

    Interviewer: You mean that the pull is equal from both sides?

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: Yes, and that's why it's called zero-magnetism zone, since the magnetic force has no effect there. That's why if someone travels to Mecca or lives there, he lives longer, is healthier, and is less affected by Earth's gravity. That's why when you circle the Ka'ba, you get charged with energy.

    Interviewer: Allah be praised.

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: Yes, this is a fact.

    This is a scientific fact…

    Interviewer: Because you are distant from…

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: Earth's magnetic fields have no effect on you in this case.

    There's a study that proves that the black basalt rocks in Mecca are the oldest rocks in the world. This is the truth.

    Interviewer: The oldest rocks? Yes. Has this been proved scientifically?

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: It's been scientifically proven, and the study has been published.

    Interviewer: They took basalt rocks from Mecca…

    Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: …Basalt rocks from Mecca, and investigated the places where they were formed.

    In the British Museum there are three pieces of the black stone [from the Ka'ba] …and they said that this rock didn't come from our solar system.

Tanggal 26 Desember 2006:



[Klik ini, untuk melihat/menyembunyikan: Transkrip Pembicaraan Video]

    Egyptian Researcher Dr. Abd Al-Baset Al-Sayyed Explains the "Science" behind His Demand to Abolish Greenwich Mean Time and Replace It with Mecca Time

    Following are excerpts from an interview with Abd Al-Baset Al-Sayyid, of the Egyptian National Research Center. The interview was aired on Mihwar TV on December 26, 2006.

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: When British colonialism or the British kingdom were in control, and it was "an empire on which the sun never sets," it imposed Greenwich Mean Time. This creates two problems for the world. The first problem is that in Greenwich, the magnetic field of Earth is 8.5 degrees, whereas in Mecca the magnetic field is zero.

    [...]

    Interviewer: Before the break, we talked to Dr. Abd Al-Baset about the centrality of Mecca, and about the importance of measuring time according to the latitude of Mecca, and not according to the latitude of Greenwich... Why is it?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: It has been proven that there is a certain discrepancy if we calculate it according to Greenwich. This discrepancy has been estimated as 8.5 minutes between the northern and southern hemispheres.

    Interviewer: How much?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: 8.5 minutes. Air traffice cannot be organized this way. They are aware of this, and so they try to change it.

    Interviewer: Really?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: Yes. If they calculated time according to Mecca, it would be the same in the northern and southern hemispheres.

    Interviewer: Surely they know this...

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: Yes, but we have to work on these things. We must declare this, and we must convene a large conference with them, and tell them that time must be calculated according to Mecca.

    Interviewer: What other benefits are there to calculating time according to Mecca?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: If you calculate time according to Mecca, those 8.5 minutes... The magnetic field of Earth, for example... What I say is that there are people at the North Pole and the South Pole who cannot come here in multitudes.

    Interviewer: Really?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: This is because the magnetic force is concentrated there, which affects people's blood and the biological movement of life. It has been proven that if magnetism, anywhere, exceeds 1,000 gauss, which equals one tenth of a tesla, it affects the ability of the hemoglobin in the blood to carry oxygen to the body's tissues, the ability of the blood to carry oxygen to the tissues.

    Interviewer: In other words, the ability to live...

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: Yes, to live... This means is that when you are in Mecca, the ability of the blood to carry oxygen to the tissues is greater than anywhere else in the world.

    Interviewer: That's why, when people travel to Mecca, they return full of energy.

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: In Mecca, you don't exert any effort. That's why you may see an old man, who cannot walk, or who walks with crutches, and even though it gets very crowded around the Ka'ba, he is filled with great strength, and he circles the Ka'ba. You do not exert any effort, and you are filled with energy, because you are in a place in which there is no magnetic force.

    [...]

    Anybody who studies human chemistry knows that all circulation in the human body is to the right. All the components are called "dextro-rotatary," which means circulating to the right. They call it dextro-rotatory, which means circulating to the right. When I'm circulating [the Ka'ba] from right to left, anti-clockwise, I increase my body's circulation, and consequently I am filled with energy.

    Interviewer: I get filled with energy too?

    Abd Al-Baset Al-Sayyid: Yes, because the right-to-left circulation in my body increases.

Benarkah Bahwa Neil Amstrong adalah muslim, Mekkah adalah pusat dunia dan Zero Magnetic Field?

Pada judul transkrip tanggal 16 Janurary 2005, tertulis, "Islamic Science: Neil Armstrong[..]"

Neil Amstrong bukanlah Muslim, silakan buka situs ini, ini, ini dan ini, anda akan temukan fakta itu.

[Klik ini, untuk melihat/menyembunyikan: sample salah satu Bukti]

    P 04085 0Z MAR 83 ZEX
    FM SECSTATE WASHD C
    TO ALL DIPLOMATIC AND CONSULAR POSTS PRIORITY
    BI
    UNCLAS STATE 056309

    FOLLOWING REPEAT SENT ACTION ALL EAST ASIAN AND
    PACIFIC DIPLOMATIC POSTS DTD MAR 02.

    QUOTE: UNCLAS STATE 056309
    E.O. 12356: N/A
    TAGS: PREL, PGOV, US, ID
    SUBJECT: ALLEGED CONVERSION OF NEIL ARMSTRONG TO ISLAM
    ---------------------------------------------

    REF: JAKARTA 3281 AND 2374 (NOT ..)

    1. FORMER ASTRONAUT NEIL ARMSTRONG, NOW IN PRIVATE
    BUSINESS, HAS BEEN THE SUBJECT OF PRESS REPORTS IN
    EGYPT, MALAYSIA AND INDONESIA (AND PERHAPS ELSEWHERE)
    ALLEGING HIS CONVERSION TO ISLAM DURING HIS LANDING ON
    THE MOON IN 1969. AS A RESULT OF SUCH REPORTS,
    ARMSTRONG HAS RECEIVED COMMUNICATIONS FROM INDIVIDUALS
    AND RELIGIOUS ORGANIZATIONS, AND A FEELER FROM AT LEAST
    ONE GOVERNMENT, ABOUT HIS POSSIBLE PARTICIPATION IN
    ISLAMIC ACTIVITIES.

    2. WHILE STRESSING HIS STRONG DESIRE NOT TO OFFEND
    ANYONE OR SHOW DISRESPECT FOR ANY RELIGION, ARMSTRONG
    HAS ADVISED DEPARTMENT THAT REPORTS OF HIS CONVERSION
    TO ISLAM ARE INACCURATE
    .

    3. IF POST RECEIVE QUERIES ON THIS MATTER, ARMSTRONG
    REQUESTS THAT THEY POLITELY BUT FIRMLY INFORM QUERYING
    PARTY THAT HE HAS NOT CONVERTED TO ISLAM AND HAS NO
    CURRENT PLANS OR DESIRE TO TRAVEL OVERSEAS TO
    PARTICIPATE IN ISLAMIC RELIGOUS ACTIVITIES.

    [scan dokumen bisa dilihat di sini]

***

Kemudian tentang berita tanggal 16 Januari 2005:
Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid:[..] since the magnetic force has no effect there. That's why if someone travels to Mecca or lives there, he lives longer, is healthier, and is less affected by Earth's gravity.

dan

tanggal 26 Desember 2006:
Interviewer: In other words, the ability to live...
Abd Al-Baset Al-Sayyid: Yes, to live...


dan

Berita MetroTv tanggal 13 dan 14 Agustus 2010, tentang "membuat orang yang tinggal di Mekah, lebih sehat"
----

Dua fakta di bawah ini, ternyata membuktikan sebaliknya dan tidak cocok dengan klaim tersebut di atas yaitu:
  • Situs ini, yang menyadurnya tulisan Forbes Magazine, TIDAK TERTULIS bahwa Arab saudi termasuk dalam 15 Negara "The most healthy countries of the world", Urutan pertama adalah Iceland dan 14 negara lainnya yang cuma terletak di benua Eropa dan Amerika.
  • Hidup lebih sehat membuat harapan hidup manusia lebih tinggi.

    Berdasarkan daftar urutan negara dengan umur hidup tertinggi yang diambil dari CIA FACT BOOK dan wikipedia:

    • Menurut versi United Nation (2005-2010), maka Arab Saudi hanya menempati urutan 33, bukan no.1 (Jepang)
    • Menurut versi CIA FACT BOOK, Arab saudi hanya menempati urutan 69 bukan no.1 (Macau)
***

Kemudian tentang berita tanggal 16 Januari 2005:
Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid:[..]Imagine that you are the North Pole and I am the South Pole – in the middle there's what is called the magnetic equilibrium zone. If you place a compass there, the needle won't move.

Interviewer: You mean that the pull is equal from both sides?

Dr. 'Abd Al-Baset Sayyid: Yes, and that's why it's called zero-magnetism zone, since the magnetic force has no effect there.


dan

tanggal 26 Desember 2006:

Abd Al-Baset Al-Sayyid:[..] he first problem is that in Greenwich, the magnetic field of Earth is 8.5 degrees, whereas in Mecca the magnetic field is zero.

dan

Berita Suara merdeka tanggal 13 Agustus 2010, yaitu "Makkah adalah titik pusat dunia dan merupakan zona nol magnet bumi karena posisinya yang sejajar dengan sumbu magnet utara"

dan

Berita Metro TV tanggal 13 dan 14 Agustus 2010, yaitu "Mekah merupakan wilayah tanpa kekuatan magnetik."
----

Menyatakan bahwa suatu tempat sebagai titik pusat dunia hanya dapat dilakukan jika bumi ini dinyatakan berbentuk lempengan disk yang datar!

Kita tahu bahwa pandangan itu tidaklah benar [Untuk pandangan agama-agama terhadap bentuk bumi, silakan klik ini].

Simulasi pergerakan lempeng benua di samping ini berasal dari situs ini. Sejak jaman dulu telah terjadi pergerakan seluruh lempeng tektonik sehingga bentuk benua-benua dan juga tempat yang kita kenali saat ini tidak lah tetap dan akan terus berubah.

Untuk klaim 8.5 menit [dan juga derajat], bagusnya baca saja analisanya di situs ini.

Untuk klaim zero magnetic field, maka jika kita lihat dari Magnetic Declination [klik tanda-tanda panah di kiri atas...cari kota Mekkah, klik]..akan tertulis:

You clicked here:
Latitude: 21° 17' 21.8" N
Longitude: 39° 59' 24.8" E
Magnetic declination: 2° 56' EAST
Declination is POSITIVE
Inclination: 30° 9'
Magnetic field strength: 40389.8 nT

Atau jika anda ingin lebih yakin lagi berapa sebenarnya nilai Magnetic field kota Mekkah, klik situs ini, isi Nama Negara dan Kotanya serta buktikan sendiri!

Pada situs Geo Magnetic Map, anda akan lihat range magnetik seluruh dunia dan perhatikan range magenetic -10 s/d 10 dengan warna hijau dan hijau sangat muda ada di negara mana saja:



Sangatlah tidak benar bahwa Mekkah merupakan zero magnetic field dan bahkan hampir seluruh wilayah Indonesia berada pada -10 s/d 10!

Disamping itu,
Menurut situs ini dan ini lokasi magnet bumi itu ternyata berubah-ubah, selalu ada pergerakan dan kecepatan pergerakannya pun berubah-ubah pertahunnya! Di situs yang terakhir dituliskan [saya terjemahkan]:
    Bumi memiliki dua kutub geografi yaitu di kutub utara dan kutub selatan. Bumi juga memiliki dua kutub magnetik, yaitu di kutub magnet utara dan kutub magnet selatan.

    Kutub-kutub magnet saling berdekatan namun tidak berada pada tempat yang sama dengan kutub geografi. Jarum kompas menunjuk kearah kutub magnet, yaitu ke arah Utara [atau Selatan jika kita hidup di bagian selatan bumi!].

    Jika kita tinggal di dekat kutub-kutub magnet, maka jarum kompas tidak akan berguna karena ia hanya menunjuk pada kutub magnetik bukan pada kutub geografi.

    Tau ngga; kutub magnetik bumi itu sebenernya bergerak berputaran! Ingat, putaran akibat gerakan dari cairan logam di bagian luar inti bumilah yang membuat medan magnet. Pergerakan tersebut berubah-ubah setiap waktunya.

    Ini Artinya, medan magnetik berubah, jadi kutub magnet bergerak! Di paruh pertama abad ke-20, kutub-kutub itu bergerak sekitar 9 km (5.6 Mil) per tahun. Kemudian, sekitar tahun 1970, mereka bergerak lebih cepat lagi. Di tahun-tahun ini, mereka bergerak sekitar 41 Km (25 mil) pertahun!

    Terkadang medan magnet bumi bahkan bertukaran! Kutub utara dan selatan bertukar tempat. Tidak sering terjadi; sekurangnya sekitar beberapa ratus ribu tahun diantara lompatan ini.

    Tahukah anda bahwa kutub utara magnet sebenarnya adalah kutub selatan! Kita melihat satu ujung kompas menunjuk arah utara [Itu yang mereka katakan sebagai ujung utara dari jarum kompas]

    Manusia belajar tentang magnet yaitu ujung-ujung yang sama [utara x utara; selatan x selatan] akan saling tolak menolak sementara dan ujung yang saling berlawanan [utara x selatan]akan saling tarik menarik.

    Ujung jarum kompas adalah ujung utara dan di tolak oleh ujung utara magnet bumi. Jadi, kutub utara magnet letaknya di Selatan dari medan magnet bumi.
Sehingga bisa saja terjadi bahwa pada suatu ketika mekkah dan/atau suatu tempat di Indonesia akan mengalami zero magnetic field namun itu tidak lah tetap selamanya..ia akan terus berubah-ubah!

Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan pergerakan NOL MAGNETIC FIELD yang saya ambil dari situs ini untuk tahun 1590 s/d tahun 1990:

Jadi, seharusnya Indonesia-lah yang paling cocok untuk mengklaim itu!...mmmhhh atau bisa jadi malaysia kali ya..mau ikutan ajang klaim meng klaim ini juga.

***

Terakhir tentang berita tanggal 26 Desember 2006:

Abd Al-Baset Al-Sayyid: When British colonialism or the British kingdom were in control, and it was "an empire on which the sun never sets," it imposed Greenwich Mean Time.

VS

Berita Metro TV tanggal 13 Agustus 2010, yaitu "[..]konvensi dunia 1884. Dalam konvensi itu, disepakati greenwich sebagai pusat waktu dunia."
----

Berita Metro TV mengenai adanya konvensi dunia tahun 1884 adalah lebih benar. Penetapan Greenwich bukan karena desakan dari kumpulan kolonial jajahan INGGRIS, namun karena adanya konferensi yang di hadiri negara2 di dunia yang ada saat itu. Penetapan tersebut dilakukan secara demokratis dan terkadang dilakukan voting pada beberapa hal sehingga tercatat ada negara yang setuju, tidak dan bahkan abstain saat itu.

Konferensi itu berakhir pada 1 November 1884. Detail kegiatan selama konferensi silakan buka International Meridian Conference. Total negara yang berkonverensi pada saat itu adalah 25 Negara, yaitu:

Austria, Hungary, Mexico, Chili, Netherlands, Colombia, Paraguay, Costa Rica, Russia, Germany, Salvador, Great Britain, Spain, Guatemala, Sweden, Hawaii, Switzerland, Italy, Turkey, Japan, United States, Liberia, Venezuela, San Domingo, Brazil dan France.

Well itulah tanggapannya...untuk kesimpulannya..ya..tarik masing-masing dah....

Sabtu, 17 Juli 2010

Lindungi Kesehatan Anda dengan Merokok..

DISCLAIMER:
Seluruh tulisan dalam blog ini adalah opini tandingan (counter-opinion), disusun berdasarkan metodologi studi kritis terhadap teks, sejarah, dan sains. Penulis menggunakan referensi primer dari berbagai literatur otoritatif untuk memberikan perspektif alternatif bagi pembaca. Gaya bahasa yang digunakan bersifat provokatif-intelektual guna memicu pemikiran kritis. Tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan personal terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan murni bedah kritis terhadap gagasan dan doktrin. Untuk pembaca yang bermasalah secara emosional dan/atau nalar dalam membedakan antara MELECEHKAN VS MENYAMPAIKAN SESUAI RUJUKAN, maka SANGAT DISARANKAN untuk TIDAK MEMBACA. Untuk jenis pembaca lainnya, selamat membaca.

Berbekal segelas coffe latte yang telah berhenti "bicara" dan petunjuk arah lokasi merokok dari sang peracik coffe starbuck, ku bergegas menuju ujung lorong seputaran Gate 508, Bandara Hongkong.

Di penghujung lorong, ku lihat pintu yang begitu menggoda yang seakan meminta ku untuk segera menjamah dan membukanya. Segera pintu itu ku buka dan kudapati pemandangan yang mengejutkan!

Area merokok yang tersedia jauh dari bayanganku, Ia terletak di atas sebuah teras yang super sangat sangat terbuka, tanpa tempat duduk, tanpa canopy yang melindungi perokok dari sengatan sinar matahari [juga hujan] serta derasnya terpaan angin di bulan Juli itu.

Wow! ini merupakan diskriminasi pelayanan dan pelecehan bagi perokok.

Rupanya pemerintah Hongkong telah termakan konspirasi global yang mencap para perokok barang busuk, berbau, berpenyakitan penghabis asuransi dan segudang cap buruk lainnya.

Kelihatannya masih banyak yang tidak mengetahui bahwa sesungguhnya para perokok tidaklah menyia-nyiakan hidupnya!

Okelah, Aku mulai dengan ini:

    Pendekatan sains medis modern memang cenderung reduksionistis. Banyak simplifikasi dan asumsi yang menyertainya. Termasuk ketika melihat rokok, yang dianggap sangat berbahaya karena punya kandungan nikotin dan tar yang bersifat karsinogen (pemicu kanker).

    Dengan cara pandang ini, kretek dinilai lebih berbahaya dibanding rokok filter, lalu kretek filter lebih berbahaya dibanding rokok putih.

    Faktanya, menurut Sutiman, ada 11.000 zat di dalam rokok yang saling terikat dan saling menetralisir. Memang, kalau nikotin dan tar itu berdiri sendiri, mereka bersifat karsinogen, sama seperti asap kendaraan bermotor atau asap bakaran sate. Tetapi jika terikat dengan lainnya, mereka menjadi netral.

    Alumnus Universitas Nagoya Jepang itu menganalogikan, setiap inci persegi kulit manusia mengadung 32 juta bakteri. Tentu mengerikan jika membayangkan seluruh bakteri ini bisa menjadi sumber penyakit. Faktanya, sebagian besar jasad-jasad renik itu justru penting untuk daya tahan hidup kita ["Mungkinkah Penemunya Mendapatkan Nobel?": Wawancara dengan Prof Sutiman dan dr Saraswati, Suara Merdeka.com, 20 September 2011]
Nah loh!!! Mari kita KUPAS HOAX yang selama ini DITUDUHKAN pada para PEROKOK dan asap rokok, karena ternyata:
  • Nikotin TIDAK menyebabkan kecanduan dan bahkan ironisnya nikotin justru membatasi bukan memfasilitasi kebiasaan!
  • Ratusan penelitian pendukung "nikotin menyebabkan kecanduan" ternyata tidak netral dan terdapat benturan kepentingan dari pendanaan penelitian, sponsorship, promosi dan jabatan!
  • Gema baku quote antara Surgeon general [US Department of Health and Human Services] dan Britain [Tobacco Advisory Group of The Royal College of Physicians], mengenai statement:

    • Cigarettes and other forms of tobacco are addicting
    • Nicotine is the drug in tobacco that causes addiction
    • The pharmacological and behavioral processes that determine tobacco addiction are similar to those that determine addiction to drugs such as heroin and cocaine.

    yang banyak di kutip komunitas sains, agent pemerintah, media dan publik ternyata tidak di dukung oleh bukti empiris!
  • Penyesatan informasi itu mengakibatkan banyak perokok menjadi sulit berhenti karena akhirnya malah percaya bahwa mereka ketagihan nikotin dan bukan karena efek psikologisnya!
Ya! Nikotin dapat menyebabkan ketagihan ternyata HOAX!

[Sumber: Journal of Drug Issues 31(2), 325-394, 2001, "Nicotine as an Addictive Substance: A Critical Examination of the Basic Concepts and Empirical Evidence", Dale M. Atrens; A critique of nicotine addiction, Hanan Frenk, Reuven Dar; Nicotine Addiction: Fact or Theory?;Editorial from the journal Addiction]

Kebetulan diantara belantara ilalang penyesatan informasi bahwa merokok merugikan kesehatan, ku temukan alasan kesehatan untuk tetap merokok:
  • Konon merokok dapat menyebabkan kanker Tiroid namun ternyata ini HOAX BELAKA:

    • Hasil penelitian memberikan BUKTI KUAT bahwa Nikotin TIDAK BERTANGGUNG JAWAB pada efek samping yang diamati dari merokok pada tiroid manusia [US National Library of Medicine,National Institutes of Health: "Efek nikotin pada fungsi tiroid pada tikus", Feb 1998]

    • kanker tiroid TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan MEROKOK TEMBAKAU dan MINUM ALKOHOL. Faktor yang BERHUBUNGAN POSITIF dengan kanker tiroid adalah: TINGGI TUBUH, BERAT BADAN [US National Library of Medicine,National Institutes of Health: "Alcohol drinking, tobacco smoking, and anthropometric characteristics as risk factors for thyroid cancer: a countrywide case-control study in New Caledonia", 15 November 2007]

  • Merokok tembakau TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan Kanker Getah Bening Non Hodgkin:
    Hasil penelitian di San Fransisco menyatakan Intensitas dan lamanya MEROKOK TEMBAKAU pada para pria dan wanita TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan SEGALA jenis kasus kanker getah bening NON-Hodgkin (Lymphoma Non-Hodgkin atau disingkat NHL), NAMUN odds ratio antara NHL VS pemakaian produk TEMBAKAU adalah > 1 (artinya: ada kemungkinan terjadi), yaitu: pada pemakai ROKOK TANPA ASAP (4), pemakai ragam jenis rokok NON KRETEK (2.1), pemakai produk tembakau NON ROKOK (1.7) dan pemakai campuran perokok NON KRETEK dan KRETEK (1.4). Disarankan ada analisis lanjutan dengan penelitian yang lebih besar pada produk tembakau NON ROKOK, Tembakau - terkait penandaan biologis dan faktor genetik dalam perkembangan NHL J (artinya: bikin proyek lagi unuk dapat duit dengan objek rokok) [“Tobacco use and non-Hodgkin lymphoma: results from a population-based case–control study in the San Francisco Bay Area, California”, May 2005, vol.16]

  • Merokok DAPAT MENINGKATKAN PROSES INFORMASI MANUSIA:

    • Rokok dengan kadar nikotin yang lebih tinggi menghasilkan peningkatan lebih tinggi [dalam hal mengolah informasi] dibandingkan dengan rokok dengan kadar nikotin yang rendah
    • Nikotin dapat membalikan efek menggangu dari scopolamine [kebingungan, bergejolak, meracau, halusinasi, prilaku paranoid, delusi]
    • Efek merokok dibarengi dengan peningkatan EEG (elektro ensefalo gram) dan penurunan jeda potensi bangkitan komponen positif

    [0574. University of Reading, Department of Psychology (England). Warburton., D.M.; Wesnes, K. “The Effects of Cigarette Smoking on Human Information Processing and the role of Nicotine in These Effects”; [Rusted, J; Graupner, O'Connell, Nicholls (1994-05-05). "Does nicotine improve cognitive function?". Psychopharmacology (Springer-Verlag) (115): 547–549. http://www.springerlink.com/content/75034q53031260j8/?p=afde608485604678839ab0e950be77f9&pi=0. Retrieved 2008-11-15.]

  • Merokok dapat meningkatkan kinerja gerak [motor performance] [0530. London University, Institute of Psychiatry. O’Connor, K.P “Individual Differences in Psychophysiology of Smoking and Smoking Behaviour”]

  • Perokok secara umum lebih langsing dari non perokok, bahkan ketika mereka mencerna lebih banyak kalori [Banyak penelitian, contoh: 0885. Kentucky State University. Lee. C.J.: Panemangalore. M. “Obesity Among Selected Elderly Females In Central Kentucky.” FUNDING: USDA 0942. University of Louisville. Belknap Campus School of Medicine. Satmford, B.A.; Matter, S.; Fell, R.D., et al. “Cigarette Smoking, Exercise and High Density Lipoprotein Cholesterol” FUNDING: American Heart Association.]

  • Perokok memiliki lebih sedikit plak gigi, radang gusi dan gigi goyah dibandingkan non perokok [Veterans Administration, Outpatient Clinic (Boston). Chauncey. H.H,; Kapur, K.K.; Feldmar, R S. “The ongitudinal and Cross-Sectional Study of Oral Health: in Healthy Veterans (Dental Longitudinal Study)]

  • Perokok lebih rendah terkena insiden sumbatan pembuluh darah balik paru-paru akibat bekuan darah pasca operasi (postoperative deep vein thrombosis) di bandingkan non perokok [Guy’s Hospital Medical School (England). Jones, R.M. “Influence of Smoking on Peri-Operative Morbidity.”]

  • Sel darah merah perokok sigaret memiliki lebih banyak glutathione [anti oksidan] dan katalis yang melindungi sel paru endoehelial dari metabolis O2 [dioksida] daripada sel darah merah non perokok [0759. University of Colorado. Refine, J.E.; Berger, E.M.; Beehler, C.J. et al. “Role of RBC Antioxidants in Cigarette Smoke Related Diseases.” Jan 1980 – continuing]

  • "Nikotin bisa jadi merupakan alternatif yang mengejutkan suatu hari nanti dalam mengobati TUBERCULOSIS yg bandel..Kumpulan berhentinya pertumbuhan TBC pada tes-tes laboratorium bahkan terjadi ketika di gunakan sejumlah kecil nikotin", Kata Saleh Naser, associate professor bagian microbiology and molecular biology dari Universitas Sentral Florida..Naser mengatakan Nikotine adalah lebih baik daripada 10 substansi lain yg juga dipakai dalam test" ("Shocker: 'Villain' nicotine slays TB," Robyn Suriano, Orlando Sentinel, 5/22/01)

  • Merokok melindungi dari penyakit parkinson

    "Hasil ini mengindikasikan bahwa dalam dosis yang cukup perawatan kronis dengan nikotin dapat dipertimbangkan sebagai perawatan pharmacological Penyakit parkinson. Ini juga mendemonstrasikan bahwa aksi ini dapat diperluas menjadi termasuk pada penyakit syaraf lainnya..." [1190. Janson, A.M.; Fuxe, K.; Agnati, L.F. Jansson, A. et al. "Protective effects of chronic nicotine treatment on lesioned nigrostriatal dopamine neurons in the male rat." Pub. in Progress in Brain Research 79:257-65, 1989.]

    "Beberapa penelitian melaporkan bahwa merokok memberikan efek nyata perlindungan terhadap resiko penyakit idiopathic Parkinson [IPD]. Obeservasi-obeservasi ini didukung oleh penelitian neurochemical.." Penemuan yang menyatakan hubungan kebalikan antara merokok dan IPD dapat juga diaplikasikan pada penderita NIP (neuroleptic-indiced parkinsonism) [ 4014. Decina, P.; Caracci, G.; Sandik, R.; Berman, W. et al. “Cigarette smoking and neuroleptic-induced parkinsonism.” In Biological Psychiatry 28(6):502-8, Sept. 15, 1990; Penelitian lain diantaranya:

    "Beberapa penelitian epidemilogical mengindikasikan bahwa ADA HUBUNGAN TERBALIK ANTARA MEROKOK dan PENYAKIT PARKINSON" Ada efek perlindungan nyata dari merokok cigar [ 1102. Carr, L.A.; Rowell, P.P. "Attenuation of 1methyl-4-phenyl-1,2,3,6-tetrahydrophyridine- induced neurotoxicity by tobacco smoke." Published in Neuro-pharmacology 29(3):311-4, Mar 1990]

  • Resiko ulcerative collitis (penyakit di saluran cerna khususnya usus besar - anus, ditandai dengan adanya ulkus atau borok) LEBIH TINGGI PADA KALANGAN NON-PEROKOK DAN EX PEROKOK. Bagi yang telah menderita penyakit, ia kumat lagi segera setelah berhenti kebiasaan merokok [4134. Lorusso, D.; Leo, S.; Miscianga, G.; Guerra, V. “Cigarette smoking and ulcerative colitis. A case control Study.” Hepato-Gastroenterology 36(4): 202-4, Aug. 1989; 4101. Prytz, H.; Benoni, C.; Tagesson, C. “Does smoking tighten the gut?” In Scandinavian Journal of Gastroenterology 24(9):1084-8, Nov. 1989]

  • Hypertensi [tekanan darah tinggi] dan postpartum hemorrhage [pendarahan setelah melahirkan] RENDAH DIKALANGAN PEROKOK [0045. University of Tasmania (Australia). Correy, J.; Newman, N. Curran, J. “An Assessment of Smoking in Pregnancy.”;

    Hipertensi yang terjadi pada perokok adalah 3.94%, non perokok adalah 4.9%[0146. Shanghai Institute of Cardiovascular Diseases. Chen, H.Z.; Pan, X.W.; Guo, G. et al. “Relation Between Cigarette Smoking and Epidemiology of Hypertension.]

  • Merokok MEMILIKI EFEK PELINDUNG pada imunologikal abnormal para pekerja yang bekerja dengan asbes [0429. Institute of Immunology and Experimental Therapy (Poland). Lange, A. “Effect of Smoking on Immunological Abnormalities in Asbestos Workers”.]

    Asbes adalah barang tambang kuat, yang tahan api. Jika asbes dipecahkan ada serat halusnya berupa serat tipis yang mudah melayang di udara. Debu tebal asbes merupakan hal biasa di lokasi pembongkaran gedung, pabrik atau bengkel. Debu itu terhirup lewat hidung/tertelan, serat nya kemudian lengket di lapisan paru-paru atau perut yang lama kelamaan menyebabkan radang dan kemudian kanker.

    Hubungan resiko terkena penyakit paru para pekerja dengan asbes adalah tertinggi bagi mereka yang tidak pernah merokok, terendah melanda pada golongan Perokok dan menengah pada eks Perokok. Trend ini signigikan secara statistik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara merokok dan kematian akibat mesothelioma [kanker yang sering muncul di pleura (lapisan paru-paru) atau di sekitar perut dan jantung][0565. University of London, School of Hygiene and Tropical Medicine. "Cancer of the Lung Among Asbestos Factory Workers."]

  • WHO [World Health Organozation] dalam rangka membuktikan bahayanya asap tembakau bagi lingkungan [ETS, environmental tobacco smoke], membiayai penelitian ke-2 terbesar di dunia bagi perokok pasif dan kanker paru, namun penelitian tersebut malah membuktikan bahwa secara tidak terbukti secara statistik bagi perokok pasif dan bahkan menghasilkan effek pelindung bagi yang terkenanya.

    Di paragraph ke-4 laporan WHO tersebut dinyatakan bahwa signifikan secara statistik di temukan peningkatan 16% terkena kanker paru pada pasangan NON Smoking dan bahkan anak-anak yang di pelihara oleh PEROKOK mengalami pengurangan 22% terkena kanker paru.

    Tidak mengherankan, jika dikatakan bahkan WHO menyembunyikan penelitian ini dari Media [klik di sini, kemudian, bukti kecurangan manipulasi hasil statistic oleh WHO dan IARC (International Agency for Research on Cancer) di sini]

  • Study yang dilakukan pada orang-orang Australia menyatakan:

    • Sakit yang diderita dalam jangka panjang [long-term Illness] di alami oleh 91.8% Non perokok dan 89% pada perokok

      • Ketika faktor usia dimasukan, non perokok lebih banyak yang mengalami sakit jangka panjang
      • ketika faktor lamanya tahun merokok dimasukan, eks perokok lebih banyak

    • di antara hal-hal lainnya, yaitu pada individual berusia lebih dari 45 tahun:

      • Penderita sakit jantung: 6.0% perokok, VS 6.7% eks perokok dan 11.4% non perokok
      • Hipertensi: diderita oleh 11.3% perokok, dibandingkan dengan 27% eks perokok dan 29% non perokok
      • Kelebihan berat badan di temukan pada 28.9% kalangan perokok, dibandingkan dengan 49.5% eks perokok dan 44.1% non perokok

    [Australian Bureau of Statistics January 1994 report entitled “1980-90 National Health Survey: Lifestyle and Health Australia”.]
  • Asthma bukan disebabkan karena merokok.
    Penelitian mengatakan bahwa tembakau malah menurunkan resiko kelainan alergi [Atopic Disorder, termasuk asthma didalamnya]

    Penelitian mendemonstrasikan hubungan antara pamaparan asap tembakau dan rendahnya resiko kelainan alergi di perkokok dan kecenderungan serupa pada anak-anak mereka

    [Clin Exp Allergy 2001 Jun;31(6):908-14, Does tobacco smoke prevent atopic disorders? A study of two generations of Swedish residents, Hjern A, Hedberg A, Haglund B, Rosen M., juga: asthma_canada.htm]

[sumber: Forces.org; smith.mn]

Jadi, Peringatan Pemerintah itu seharusnya seperti ini: