Thursday, September 13, 2012

Muhammad Di Medina



Artikel ini merupakan kelanjutan "13 Tahun Muhammad SAW di Mekkah hingga periode hijrah". Fokus di artikel ini adalah di menjelang hijrah s/d kejadian di UHUD (tahun ke-3 setelah hijrah).

Agar TIDAK MENJADI BINGUNG ketika membaca, berikut saya sampaikan sistematika kerangka berpikir artikel ini:
  1. Karena anda akan banyak membaca kejadian penyerangan di SETELAH HIJRAH, maka untuk mengetahui dan memahami motifnya, saya sampaikan RINGKASAN KEJADIAN mulai dari pasca wafatnya Khadijah, Abu Thalib dan ISRA' MIRAJ, yaitu ketika Muhammad MENGUNJUNGI setiap KHALIFAH yang datang selama MUSIM HAJI di MEKKAH; Baiat di AQABA ke-1 dan ke-2. Peserta Aqabq selama pembaiatan juga termasuk kaum MEDINA (kelak disebut kaum ANSAR), turunnya PERINTAH PERANG dari Allah dan JERITAN SETAN pada baiat AQABA ke-2: (KLIK! -> untuk membuka bagian yang disembunyikan)

    Pasca Kematian Khadijah, Abu Thalib dan ISRA' MIRAJ; Muhammad rajin mendatangi banyak khalifah yang datang selama musim Haji. Tujuan Muhammad mendatangi mereka itu adalah:

    1. Mencari orang yang siap menolongnya dalam menegakkan Islam dan berjuang dalam menghadapi siapa saja di antara kaumnya [quraish] yang menentang beliau [Ibn Ishaq, Bab.79. hal 381]
    2. Komentar Biharah bin Firas kepada Muhammad memperjelas maksud tujuan Muhammad, "Apakah engkau akan mengarahkan leher-leher kami kepada orang-orang Arab hanya karena membelamu, kemudian jika Allah memenangkanmu, maka urusan ini menjadi milik orang lain selain kami? Kami tidak butuh urusanmu.' [Ibn Ishaq, Bab.80, hal.386]

    Suku Arab Medina yang menjadi Muslim disebut kaum Ansar, mereka berasal dari 2 suku Arab, yaitu suku Aws dan Kazraj. Kedua suku Arab ini punya sejarah beraliansi dengan suku Yahudi. Kaum Aws beraliansi dengan Bani Nadir dan Qurayaza, sementara Kaum Kharaj beraliansi dengan Bani Qaynuqa. Di tahun sekitar wafatnya Khadijah, Abu Thalib dan ISRA' MIRAJ, pernah pecah perang di antara dua suku Arab tersebut yang juga menyeret keterlibatan para aliansinya. Perang ini dinamakan Perang Bu'ats:

    Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar kedatangan Suwaid bin Shamit, beliau menemuinya dan mengajaknya kepada agama Allah dan kepada Islam. Suwaid bin Shamit berkata kepada Rasulullah SAW, 'Barangkali apa yang engkau bawa itu sama dengan apa yang aku bawa.'

    Rasulullah SAW berkata kepada Suwaid bin Shamit, 'Apa yang engkau bawa?'

    Suwaid bin Shamit berkata, 'Lembaran mulia Luqman.'

    Rasulullah Saw berkata kepada Suwaid bin Shamit, 'Coba perlihatkan lembaran tersebut kepadaku!'

    Suwaid bin Shamit memperlihatkan lembaran mulia Luqman kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, 'Ini ucapan yang bagus, namun apa yang aku miliki jauh lebih bagus. Yang aku miliki ialah Al-Qur'an yang diturunkan Allah Ta'ala kepadaku. Al-Qur'an adalah petunjuk dan cahaya.'

    Kemudian Rasulullah SAW membacakan Al-Qur'an kepada Suwaid bin Shamit dan mengajaknya kepada Islam. Suwaid bin Shamit tidak membantah Rasulullah SAW. Suwaid bin Shamit berkata, 'Sesungguhnya ini ucapan yang bagus.'

    Usai berkata begitu, Suwaid bin Shamit pergi dari Rasulullah SAW dan pulang ke Medinah untuk bertemu dengan kaumnya. Tidak lama setelah itu, Suwaid bin Shamit dibunuh orang-orang Al-Khazraj. Orang-orang dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami melihatnya dibunuh dalam keadaan Muslim.' Pembunuhan Suwaid bin Shamit terjadi sebelum Perang Bu'ats." [Ibn Ishaq bab.80, hal.387]

      Haekal:
      [..]Pada waktu membicarakan ini Suwaid sedang berada di Mekah berziarah. Muhammad lalu menemuinya dan diajaknya ia mengenal Tuhan dan menganut Islam.

      "Barangkali yang ada padamu itu sama dengan yang ada padaku," kata Suwaid.

      "Apa yang ada padamu?" tanya Muhammad.

      "Kata-kata mutiara oleh Luqman."

      Lalu Muhammad minta supaya hal itu dikemukakan. "Memang itu kata-kata yang baik," kata Muhammad setelah oleh Suwaid dikemukakan.

      "Tapi yang ada padaku lebih utama tentunya, yaitu Qur'an sebagai bimbingan dan cahaya."

      Lalu dibacakannya ayat-ayat Qur'an itu kepadanya disertai ajakan agar ia sudi menerima Islam. Gembira sekali Suwaid mendengar ini.

      "Memang baik sekali ini," katanya.

      Lalu ia pergi hendak memikirkan hal tersebut. Ada sementara orang yang berkata ketika ia dibunuh oleh Khazraj, bahwa ia mati sebagai Muslim. [Haekal: Aqaba ke-1]

    Note:
    Bagian kutipan dari Ibn Ishaq memberi bukti bahwa Muhammad TIDAK BUTA HURUF, namun Haekal [penulis modern abad 20 ini] menutupi hal yg sebenarnya menurut riwayat!

    Statement keislaman Suwaid juga aneh. Tidak ada tertulis di Ibn Ishaq dan Haekal bahwa Suwaid menyatakan SHADATNYA pada Allah SWT [dan Muhammad]. padahal ketika ABU THALIB, paman nabi masuk Islam berulang kali Nabi meminta pamannya mengakui dirinya Nabi namun tetep tidak mau, kemudian di permudah dengan cukup mengakui Allah SWT tetap saja pamannya tidak mau maka pamannya pun tetep wafat dalam ke adaan kafir, namun anehnya tidak di tulis pada Suwaid

    Bahkan kedua anak suwaid [Julas dan Al-harits] pun belumlah muslim di saat itu namun kemudian mereka berdua menjadi Muslim. Jadi jelas sekali Suwaid ketika terbunuh adalah bukanlah muslim. Pembunuh Suwaid, al-Mujadhdhar saat itupun belumlah menjadi muslim namun kelak juga menjadi muslim. Kelak ketika di Uhud, Al harits yang muslim itu kelak berhasil membalaskan kematian ayahnya namun karena yang dibunuh (al-Mujadhdhar) adalah Muslim juga, maka Al-haritspun kemudian dipenggal di Medina.

      Haekal:
      Memang, terjadinya insiden Bu'ath itu tidak lama sesudah Abu'l-Haisar kembali ke Yathrib. Pada waktu itulah pertempuran sengit antara Aws dan Khazraj terjadi, yang membawa akibat timbulnya permusuhan yang berakar dalam sekali. Setiap golongan lalu bertanya-tanya kalau-kalau mereka itu yang menang: akan tetapkah mereka dengan kawan-kawan mereka itu, ataukah akan dikikis habis. Abu Usaid Hudzair sebagai pemuka Aws, sangat dendam sekali kepada Khazraj.

      Tatkala pertempuran sudah dimulai, pihak Aws mengalami suatu kekacauan. Mereka lari tunggang-langgang ke arah Najd, yang oleh pihak Khazraj lalu diejek. Hudzair yang mendengarkan ejekan itu menetakkan ujung lembingnya ke pahanya; lalu turun dengan mengatakan:

      "Sungguh luarbiasa! Tidak akan tinggal diam sebelum aku mati terbunuh. Wahai masyarakat Aws, kalau kamu mau menyerahkan aku, lakukanlah!"

      Pihak Aws sekarang mau bertempur lagi. Pengalaman pahit yang telah menimpa mereka menyebabkan mereka kini berjuang mati-matian. Khazraj dapat mereka hancurkan. Rumah-rumah dan kebun kurma Khazraj oleh Aws dibakar. Kemudian Sa'd b. Mu'adh al-Asyhadi bertindak melindungi Khazraj. Sementara itu Hudzair bermaksud akan mendatangi rumah demi rumah, membunuhi satu-satu mereka sampai tak ada yang hidup lagi, kalau tidak segera Abu Qais ibn'l-Aslat kemudian datang mencegahnya guna menjaga solidaritas kepercayaan mereka. "Bertetangga dengan mereka lebih baik daripada bertetangga dengan rubah."

      Sejak itu orang-orang Yahudi dapat mengembalikan kedudukannya di Yathrib. Baik yang menang maupun yang kalah dari kalangan Aws dan Khazraj sama-sama berpendapat tentang akibat buruk yang telah mereka lakukan itu. Hal ini yang sekarang terpikir oleh mereka, dan mereka sudah mempertimbangkan pula akan mengangkat seorang raja atas mereka itu. Untuk itu mereka lalu memilih Abdullah b. Muhammad dari pihak Khazraj yang sudah kalah, mengingat kedudukan dan pandangannya yang baik. Akan tetapi karena perkembangan situasi yang begitu pesat, keinginan mereka itu tidak sampai terlaksana. Soalnya ialah karena ada beberapa orang dari Khazraj pergi ke Mekah pada musim ziarah. [Haekal Aqaba ke-1]

    Note:
    Perang Buats telah selesai sebelum Aqaba ke-1.

    Walaupun perang Bu'ats telah usai dan pemimpin yang diangkat berasal dari kaum yang kalah, yaitu dari suku Khazraj, namun bukan berarti dendampun usai!

      Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Allah Azza wa Jalla hendak memenangkan agama-Nya, memuliakan Nabi-Nya dan memenuhi janji-Nya kepada Rasulullah SAW, maka pada musim tahun itu, Rasulullah SAW bertemu dengan beberapa orang Ansar. Beliau menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah Arab seperti yang biasa beliau lakukan pada musim-musim haji sebelumnya.

      Ketika beliau sedang berada di Al-Aqabah, beliau bertemu dengan beberapa orang dari Al-Khazraj, karena Allah menghendaki kebaikan untuk mereka."

      Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari orang-orang tua kaumnya yang berkata, "Ketika Rasulullah SAW bertemu dengan mereka, beliau bertanya kepada mereka, 'Siapa kalian?'

      Mereka menjawab, 'Kami berasal dari Al-Khazraj.' Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, 'Apakah kalian berasal dari teman-teman orang Yahudi?' Mereka menjawab, 'Ya.'

      Rasulullah Saw bersabda, 'Bagaimana kalau kalian duduk sebentar agar aku bisa berbicara dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Ya.' Mereka pun duduk bersama Rasulullah SAW. Beliau ajak mereka kepada agama Allah Azza wa Jalla, menjelaskan Islam kepada mereka dan membacakan Al-Qur'an kepada mereka.

      Di antara hal yang diperbuat Allah kepada mereka sehingga masuk Islam ialah bahwa orang-orang Yahudi menetap bersama mereka di negeri mereka. Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang diberi kitab dan ilmu, sedang orang-orang Al-Khazraj adalah orang-orang musyrik dan penyembah berhala. Orang-orang Yahudi berkuasa atas orang-orang Al-Khazraj di negeri mereka. Jika terjadi persengketaan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Al-Khazraj, orang-orang Yahudi berkata, 'Sesungguhnya zaman kedatangan nabi yang diutus telah dekat masanya. Kita akan mengikutinya dan dengannya kami akan bunuh kalian seperti pembunuhan terhadap orang-orang Ad dan Iram.'

      Ketika Rasulullah SAW berbicara dengan orang-orang Al-Khazraj tersebut dan mengajak mereka kepada Islam, sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Hai kaumku, ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya inilah Nabi yang dijanjikan orang-orang Yahudi kepada kalian. Oleh karena itu, kalian jangan kalah cepat kepadanya dari orang-orang Yahudi.'

      Mereka menerima ajakan Rasulullah SAW kepada mereka untuk membenarkan beliau dan menerima Islam yang beliau tawarkan kepada mereka.

      Mereka berkata kepada Rasulullah SAW, 'Sesungguhnya kami meninggalkan sebuah kaum dan tidak ada kaum yang terlibat permusuhan dan kejahatan sedahsyat mereka. Mudah-mudahan Allah mendamaikan mereka denganmu. Kita akan mendatangi mereka, kemudian mengajak mereka kepada perintahmu dan kami tawarkan kepada mereka agama ini yang kami dapatkan darimu. Jika Allah menyatukan mereka dalam agama ini, maka tidak ada orang yang lebih agung darimu.'

      Usai berkata seperti itu, mereka mohon pamit dari Rasulullah SAW untuk pulang ke negeri mereka dalam keadaan beriman dan membenarkan Rasulullah SAW." [Ibn Ishaq/Hisyam, Jilid.1 bab 82 hal 389-390]

    Hubungan sejarah dendam di antara kedua suku arab (Aws dan Khazraj) dan masing-masing partner Yahudinya adalah penting untuk di ketahui. Karena ketika Muhammad di Medina kelak, jika terdapat keperluan penyerangan dan/atau pembunuhan, maka mereka yang menawarkan diri (dan atau diperintahkan) untuk melakukannya adalah berasal dari lawan sukunya.

    Baiat ke-1 Aqaba
    Karena tidak ada perintah perang, maka disebut bai'at wanita. [ibn Ishaq hal 410]

    Terdapat bukti bahwa kaum kafir pun melakukan HAJI ke MEKKAH sebelum ISLAM ADA, bahkan di ketika itu orang-orang Ansar yang telah masuk Islam pergi haji bersama kaumnya yang masih musyrik [Ibn Ishaq bab 83.hal.391, bab 85, hal.398]

    Baiat ke-2 Aqaba
    Di saat itu, terdapat juga bukti bahwa Muhammad tetap mendapatkan perlindungan dari kaumnya sendiri pasca kematian abu thalib:

      Rasulullah SAW datang ditemani Al-Abbas bin Abdul Muththalib, yang ketika itu masih memeluk agama kaumnya. Ia ingin hadir dalam urusan anak saudaranya dan mendukungnya. Ketika Rasulullah SAW telah duduk, maka orang yang pertama kali angkat bicara adalah Al-Abbas bin Abdul Muththalib. Ia berkata,

      'Hai orang-orang Al-Khazraj--orang-orang Arab menamakan perkampungan Ansar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aws--, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya. Jika kalian yakin bahwa kalian mampu memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian dan kalian melindunginya dari orang-orang yang menentangnya, kalian berhak melakukannya dan menanggungnya. Jika kalian yakin bahwa kalian akan menyerahkannya kepada musuhnya dan menelantarkannya setelah ia bergabung kepada kalian, maka sejak sekarang biarkan dia, karena dia sudah berada dalam perlindungan dan jaminan keamanan dari kaumnya dan negerinya.' [Ibn Ishaq hal.40/41]

    Baiat Aqaba ke-2 ini, di ikuti kaum Khazraj dan kaum Aws.

      Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Ansar berkumpul untuk membaiat Rasulullah Saw, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Ansari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazraj, tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

      Mereka menjawab, "Ya, kami tahu."

      Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membaiat orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam..."

      Mereka berkata, "Kami mengambilnya kendati hal ini mengurangi harta kami dan menewaskan orang-orang terhormat kami. Jika kami melakukan hal tersebut, kami mendapatkan apa wahai Rasululllah?"

      Rasulullah SAW bersabda, "Surga."

      Mereka berkata, "Ulurkan tanganmu!"

      Rasulullah SAW mengulurkan tangannya, kemudian mereka membaiat beliau. Ashim bin Umar bin Qatadah berkata, kemudian mereka membaiat beliau. Ashim bin Umar bin Qatadah berkata, "Demi Allah, Al-Abbas berkata seperti itu untuk menguatkan rantai Rasulullah SAW di leher mereka." [Ibn Ishaq, Jilid 1, hal 404]

      Haekal:
      Tatkala mereka siap akan mengadakan ikrar itu, 'Abbas b. 'Ubada datang menyela dengan mengatakan: "Saudara-saudara dari Khazraj. Untuk apakah kalian memberikan ikrar kepada orang ini? Kamu menyatakan ikrar dengan dia tidak melakukan perang terhadap yang hitam dan yang merah melawan orang-orang itu. [Haekal: Aqaba; cat kaki haekal: hitam dan merah dan melawan orang-orang itu adalah berperang dengan semua orang dan juga quraish]

    Note:
    Perhatikan keanehan perbedaan kalimat dalam dua garis bawah:

      Ibn Ishaq: membaiat untuk memerangi
      VS
      Haekal: membaiat untuk TIDAK memerangi.!

    Mana yang benar dan mana yang berdusta?

    Haekal yang berdusta, karena Haekal sendiri kemudian melanjutkan tulisannya sebagai berikut:

      Akan tetapi pagi itu juga Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar itu. Mereka terkejut sekali. Pagi itu pemuka-pemuka Quraisy mendatangi Khazraj di tempatnya masing-masing. Mereka menyesalkan Khazraj dan mengatakan, bahwa mereka tidak ingin berperang dengan Khazraj. Tetapi kenapa mau bersekutu dengan Muhammad memerangi mereka. Ketika itu juga orang-orang musyrik dari kalangan Khazraj bersumpah-sumpah bahwa hal semacam itu tidak ada sama sekali.

      Sedang Muslimin malah diam saja setelah dilihatnya Quraisy lagaknya akan mempercayai keterangan orang-orang yang seagama dengan mereka itu.

      Sekarang Quraisy kembali tanpa dapat mengiakan atau meniadakan berita tersebut. Tetapi mereka terus menyelidiki, kalau-kalau dapat mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Sementara itu orang-orang Yathrib sudah mengangkat perbekalan mereka dan kembali menuju negeri mereka sebelum pihak Quraisy mengetahui benar apa yang mereka lakukan itu.

      Setelah kemudian Quraisy mengetahui, bahwa berita itu memang benar, mereka berangkat mencari orang-orang Yathrib itu.

    Jelas sekali Haekal telah berdusta dan mengubah-ubah sejarah sirat itu!

    Jeritan Syetan setelah Baiat Al-Aqabah Ke-2
    Ka'ab bin Malik berkata, "Setelah kami membaiat Rasulullah SAW, syetan menjerit dari atas Al-Aqabah dengan teriakan keras yang bisa aku dengar, 'Hai penduduk Al-Jabajib, ketahuilah bahwa Mudzamam (yang ia maksud dengan Mudzamam ialah Rasulullah SAW) dan orang-orang murtad bersamanya telah bersatu untuk memerangi kalian.'

    Rasulullah SAW bersabda, 'Ini Azab, syetan Al-Aqabah. Ini anak Azyab. Dengarkan wahai musuh Allah, demi Allah, aku pasti mematikanmu.' Setelah itu, Rasulullah SAW bersabda kepada kaum Ansar, 'Pulanglah kalian ke pos kalian'."

    Haekal:
    suara itu adalah suara mata-mata dari pihak Quraish

      [Catatan kaki Muir, buku ke-2, bab.6, hal 239:
      Kedua sumber yaitu dari Katib Al wackidi dan Ibn Ishaq/Hisham menyatakan bahwa suara itu adalah suara dari Setan.

      1. Wackidi: "Dan ketika pertemuan itu usai, Iblis berseru dengan suara nyaring - Kalian, orang Mekkah! Apakah kalian tidak memperhatikan Muhammad dan para pengikutnya? Mereka telah bersekongkol untuk memerangi kalian" [Katib al Wackidi, p.42 1/2].

      2. Hishami: Ketika kami telah berikrar diri pada Nabi, Setan berseru dengan suara menusuk bagai menangis yang tak pernah ku dengar sebelumnya, ---- Haik kalian yang berdiam di sekitar! Apakah kalian tidak peduli MUDZAMMAM ("menyalahkan", sebuah julukan bagi Muhammad) dan yang mengikutinya? Mereka telah bersepakat memerangi kalian. Lalu Muhammad berkata; - "Ini adalah iblis dari Acaba, ini adalah Anak Iblis Tidak-kah, kau dengar, musuh Allah? Sesungguhnya Aku akan membiasakan diri denganmu!" [p.151]. kata yang digunakan adalah "Azabb".
        Kemudian, di perang Ahad, Ia yang menangis "Muhammad jatuh," disebut "Iblis Acaba, yaitu Iblis;" Azabb al Acaba yani al Sheitan Hishami p.258. Iblis, juga ada di dewan para Quraish ketika mengusulkan Mati bagi Muhammad, dan itu akan dikenang bahwa kemunculannya adalah dalam rangka menentang Muhammad dan di tempatkan di sudut batu ketika Kabah di bangun kembali [Chapter II. p.89, note.]

        Weil telah keliru menterjemahkan "Izb" atau "Azab" menjadi, "orang cebol" (Mohammad, p.75)]

    Sebagian Orang-orang Ansar Ingin Segera Perang
    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah SAW, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina dengan pedang-pedang kami."

    Rasulullah SAW bersabda, "Kami tidak diperintahkan untuk itu. Pulanglah kalian ke pos kalian."

    Pertemuan Orang-orang Quraisy dengan Kaum Ansar
    Ka'ab bin Malik berkata, "Kemudian kami pulang ke tempat tidur kami dan tidur di dalamnya hingga pagi hari. Esok harinya, tokoh-tokoh Quraisy datang ke tempat kami. Mereka berkata, 'Hai orang-orang Al-Khazraj, kami mendapat informasi bahwa kalian telah datang kepada sahabat kami (Rasulullah SAW) untuk mengeluarkannya dari kami dan kalian telah berbaiat untuk memerangi kami. Demi Allah, tidak ada satu kabilah yang paling kami benci yang membuka perang antara kami dengan mereka daripada kalian.' Kontan kaum kami yang masih musyrik bersumpah, bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Kami tidak pernah bercerita masalah baiat kepada mereka. Sungguh, mereka berkata benar, bahwa mereka tidak mengetahui masalah ini. [Ibn Ishaq hal 405-406]

    Baiat untuk Perang
    Ibnu Ishaq berkata, "Pada baiat untuk perang--ketika Allah mengizinkan Rasul-Nya berperang--terdapat syarat-syarat yang lain selain syarat-syarat pada baiat Al-Aqabah Pertama, karena baiat pertama adalah seperti baiat kaum wanita. Baiat Al-Aqabah Pertama dinamakan baiat kaum wanita, karena Allah Ta'ala tidak mengizinkan Rasul-Nya berperang.

    Ketika Allah Ta'ala telah mengizinkan Rasulullah SAW berperang dan kaum Ansar membaiat Rasulullah SAW di Al-Aqabah Kedua untuk memerangi orang-orang berkulit sawo matang dan merah, maka Rasulullah SAW mengambil untuk dirinya, memberi persyaratan-persyaratan kepada kaum Ansar dan menjanjikan surga untuk mereka jika mereka memenuhi syarat-syarat baiat."

    Ibnu Ishaq berkata bahwa Ubadah bin Al-Walid bin Ubadah bin Ash-Shamit berkata kepadaku dari ayahnya, Al-Walid dari kakeknya, Ubadah bin Ash-Shamit, salah seorang dari naqib yang berkata, "Kami membaiat Rasulullah SAW dalam bentuk baiat perang. Ubadah bin Ash Shamit termasuk dua belas orang yang membaiat Rasulullah SAW di Al-Aqabah Pertama dalam bentuk baiat wanita. [Ibn Ishaq hal 410]

    TURUNNYA PERINTAH PERANG KEPADA RASULULLAH SAW
    Abu Muhammad bin Abdul Malik bin Hisyam berkata bahwa Ziyad bin Abdullah Al-Bakkai berkata kepadaku dari Muhammad bin Ishaq Al-Muththalibi yang berkata,

    "Sebelum terjadinya baiat Al-Aqabah, Rasulullah SAW tidak diizinkan berperang dan darah tidak dihalalkan bagi beliau..Ketika orang-orang Quraisy semakin membangkang kepada Allah Azza wa Jalla, menolak kehendak Allah untuk memuliakan mereka, mendustakan hamba-Nya yang menyembah-Nya, mentauhidkan-Nya, membenarkan Nabi-Nya dan berpegang teguh kepada agama-Nya, maka Allah Azza wa Jalla mengizinkan Rasul-Nya berperang, menahan, mengalahkan orang-orang yang mendzalimi kaum Muslimin dan menindas mereka. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW yang mengizinkan beliau berperang, darah dihalalkan bagi beliau dan memerangi orang-orang yang menindas beliau seperti dikatakan kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dan ulama-ulama lain ialah firman Allah Tabaraka wa Ta'ala,

      'Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (Al-Hajj 22:39-41).

    Maksudnya, Aku (Allah) menghalalkan perang kepada mereka, karena mereka telah mendzalimi dan mereka tidak mempunyai dosa selain karena mereka menyembah Allah. Jika mereka menang, maka mereka menegakkan shalat, membayar zakat, menyuruh kepada hal-hal yang ma'ruf dan melarang dari hal-hal yang mungkar. Mereka yang dimaksud ialah Rasulullah Saw dan sahabat-sahabatnya. Setelah itu, Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat,

      'Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada fitnah lagi.' (Al-Baqarah 2:193).

    Maksudnya, agar orang Mukmin tidak difitnah karena agamanya. Allah juga berfirman,

      'Dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.' (Al-Baqarah 2:193).

    Maksudnya, agar Allah disembah dan Dia tidak disembah bersama yang lain."

      Note:
      Tampak jelas sekali ini mengada-ada. Selama "13 Tahun Muhammad dan pengikutnya di Mekkah" sama sekali tidak ada pengusiran dan penganiayaan [anda bisa klik dan cocokan sendiri dengan sirat rasul tersebut].

      Bahkan ketika mereka KETAHUAN beritikad BURUK seelah berkumpul dan mengeluarkan IKRAR perang SEPIHAK yang anggota-anggotanya juga berasal dari SUKU-SUKU diluar MEKKAH SEKALIPUN, bahkan orang Quraish tidaklah menganiaya dan mengusir mereka dan bahkan ketika peristiwa ini terjadi, HIJRAH belum di lakukan!

    Izin untuk hijrah ke Medinah

      Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Allah Ta'ala mengizinkan Rasulullah SAW berperang, kaum Ansar masuk Islam, menolong beliau dan para pengikut beliau, serta melindungi kaum Muslimin yang datang ke tempat mereka, kaum Muhajirin dari kaumnya dan kaum Muslimin yang lain di Mekkah untuk hijrah ke Medinah dan bergabung dengan saudara-saudara mereka, kaum Ansar. Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untuk kalian saudara-saudara dan negeri yang kalian merasa aman di dalamnya.' Kemudian kaum Muslimin Mekkah hijrah ke Medinah kelompok per kelompok. Rasulullah SAW menetap di Mekkah menunggu izin dari Tuhannya untuk berhijrah dari Mekkah ke Medinah." [Ibn Ishaq BAB 89, hal 421-423]

    Kemudian mereka pun hijrah.

    Inilah ESENSI mengapa HIJRAH itu terjadi, terlihat jelas tidak ada PENGUSIRAN apapun sebagaimana bunyi surat 17:76

      "Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja[863]"
      [863] Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad SAW . diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad SAW. ke Medinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

    Jelasnya adalah karena pasukan telah siap dan PERINTAH PERANG telah diciptakan!

  2. Karena salah satu rujukan di artikel ini adalah "Sejarah Hidup Muhammad", yang ditulis oleh Muhammad Husayn Haykal, Dalam bukunya itu, Haekal menyampaikan justifikasi atas maraknya tindak perampokan karavan dagang Quraish. Untuk itu sesi ini adalah tanggapan saya mengenai hal itu: (KLIK! -> untuk membuka bagian yang disembunyikan)


    1. Haekal:
      Kafilah-kafilah Quraisy ini dikawal oleh penduduk Mekah yang mempunyai hubungan darah dan pertalian kerabat dengan sebagian besar kaum Muhajirin. Jadi tidak mudah bagi mereka itu mau saling bunuh, atau satu sama lain mau melakukan balas dendam, atau akan melibatkan Mekah dan Medinah bersama-sama ke dalam suatu perang saudara, suatu hal yang selama tiga belas tahun terus-menerus, dari mulai kerasulan Muhammad sampai pada waktu hijrahnya, kaum Muslimin dan orang-orang pagan di Mekah sudah mampu menghindarinya.

      Saya:
      Pendapat ini mengabaikan fakta yang terjadi di baiat ke-2, yaitu PERINTAH PERANG kepada MUHAMMAD dan dukungan yang diberikan oleh pengikut MUHAMMAD yang berasal dari MEKKAH dan MEDINA [ANSAR]. Disamping itu, dendam sudah bersemi di antara sesama Quraish, sehingga Hamza, Ubaydah dan beberapa orang lainnya tidak ada keraguan untuk diperintahkan mencegat karavan dagang quraish.

      Yang seharusnya dipertanyakan justru pihak Muhammad. Silakan simak sendiri bagaimana para tokoh Quraisy ketika meminta perjanjian dari Abu Thalib sebelum Kematiannya.

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Al-Abbas bin Abdullah bin Muabbad berkata dari sebagian keluarganya dari Ibnu Abbas yang berkata, "Kemudian orang-orang Quraisy datang kepada Abu Thalib dan berbicara dengannya. Mereka adalah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, Umaiyyah bin Khalaf dan Abu Sufyan dalam rombongan tokoh-tokoh Quraisy.

        Mereka berkata kepada Abu Thalib, 'Hai Abu Thalib, sesungguhnya engkau adalah bagian dari kami seperti telah engkau ketahui dan engkau akan meninggal dunia seperti yang engkau ketahui. Kami khawatir kepadamu. Sungguh engkau telah mengetahui pertentangan antara kami dengan anak saudaramu. Oleh karena itu, panggil dia, kemudian ambillah sesuatu dari kami untuknya dan ambillah sesuatu darinya untuk kita. Agar dengan cara seperti itu, ia menahan diri dari kami dan kami menahan diri dari dia, dia membiarkankan kami pada agama kami dan kami membiarkannya berada pada agamanya.'

        Abu Thalib mengutus seseorang pergi kepada Rasulullah SAW kemudian beliau datang kepada Abu Thalib. Abu Thalib berkata kepada Rasulullah SAW, 'Hai anak saudaraku, orang-orang ini adalah tokoh-tokoh kaummu. Mereka sepakat untuk memberikan sesuatu kepadamu dan sebagai gantinya mereka mendapatkan sesuatu darimu.'

        Rasulullah SAW bersabda, 'Pamanku, hanya ada satu kalimat. Jika mereka memberikannya, maka dengan kalimat tersebut mereka dapat menguasai Arab dan orang-orang non Arab akan tunduk kepada kalian.'

        Abu Jahal berkata, 'Ya, demi ayahmu, sepuluh kaliamat juga tidak apa-apa.'

        Rasulullah SAW bersabda, 'Kalian mengatakan laa ilaaha illallah (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan kalian melepas apa saja yang kalian sembah selain Allah.'

        Tokoh-tokoh Quraisy bertepuk tangan, kemudian mereka berkata, 'Hai Muhammad, apakah engkau ingin menjadikan tuhan-tuhan itu satu saja? Sungguh, ini hal yang janggal.' Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Demi Allah, orang ini tidak memberikan sesuatu yang kalian inginkan. Pulanglah kalian dan berpegang teguhlah kalian kepada agama nenek moyang kalian, hingga Allah memutuskan perkara di antara kita.' Setelah itu, mereka keluar dari rumah Abu Thalib.' [Ishaq/Hisyam, jilid ke-1, bab 78, hal 378]

      Di artikel tantang 13 tahun Muhammad Di Mekkah, terekam jelas bahwa JUSTRU SUKU QURAISH-LAH yang mengalami GANGGUAN BERTUBI-TUBI oleh Muhammad dan pengikutnya, bahkan selama 13 tahun tersebut TIDAK TERDAPAT PERLAKUAN KEKERASAN BERDARAH terhadap MUHAMMAD dan PENGIKUTNYA karena alasan AGAMA dan SESEMBAHAN!

      Ini jelas merupakan STAMINA KESABARAN LUARBIASA dari Kaum QURAISH melalui bukti nyata di sirat kalangan mereka sendiri bahwa TIDAK ADA upaya PEMBUNUHAN dan juga TIDAK ADA usaha PENGUSIRAN pada beliau dan pengikutnya.

    2. Haekal:
      Orang-orang Islam itu sudah mengetahui bahwa Ikrar 'Aqaba dulu itu adalah ikrar pertahanan (defensif), pihak Aws dan Khazraj sama-sama berjanji akan melindungi Muhammad. Mereka tidak pernah memberikan janji kepadanya atau kepada siapapun dari sahabat-sahabatnya bahwa mereka akan melakukan tindakan permusuhan (agresi).

      Saya:
      Keliru. BAIAT di AQABA ke-2 adalah perintah PERANG dan malah kaum Ansar membaiat sekalian untuk melakukan tindakan permusuhan:

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Ansar berkumpul untuk membaiat Rasulullah Saw, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Ansari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazraj, tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

        Mereka menjawab, "Ya, kami tahu."

        Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membaiat orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam..." ![Ibn Ishaq, Jilid 1, hal 404]

    3. Haekal:
      Menurut hemat saya adanya satuan-satuan yang mula-mula ini tidak lain maksudnya supaya pihak Quraisy mengerti, bahwa kepentingan mereka sebenarnya bergantung kepada adanya saling pengertian dengan pihak Muslimin yang juga dari keluarga mereka, yang telah terpaksa keluar dari Mekah, karena mengalami tekanan-tekanan. Pengertian ini berarti bahwa kedua belah pihak harus menghindari adanya bencana permusuhan dan kebencian serta menjamin bagi pihak Islam adanya kebebasan menjalankan dakwah agama, dan bagi pihak Mekah adanya keselamatan dan keamananperdaganganmerekadalam perjalanannya ke Syam.

      Saya:
      kalimat saling pengertian yang Haekal tuliskan ini sangat membingungkan. Di atas telah disampaikan contoh betapa pengertiannya kaum Quraish selama ini. Kemudian, Banyaknya sesembahan di kabah adalah bukti tak terbantahkan bahwa pihak quraish mengenal toleransi beragama. Sirat Nabi dari Ibn Ishaq merekam jelas bahwa Hijrah terjadi bukan atas dasar pengusiran namun sudah terencana baik dan atas perintah Allah. Sama sekali tidak ada pengusiran. Motif melakukan perampokan karavan quraish jelas bukan dimaksudkan agar kaum quraish mengerti namun karena motif balas dendam, harta dan juga kekuasaan. Detail pembuktian lebih lanjut akan tampak di artikel ini.

    4. Haekal:
      Apabila bagi pihak Quraisy sudah pasti bahwa bahaya yang mengancam perdagangan ini datangnya dari anak negeri sendiri yang kini sudah mengungsi ke Medinah, hal ini telah membuatnya berpikir-pikir dalam hal mengadakan saling pengertian dengan mereka, suatu saling pengertian yang memang diharapkan oleh pihak Muslimin, yakni jaminan adanya kebebasan melakukan dakwah agama serta kebebasan memasuki Mekah dan melakukan tawaf di Ka'bah.

      Saya:
      Sebelumnya pihak Quraish tidak mengetahui, bahwa seseorang yang mengaku utusan tuhan akan dapat melakukan perampokan seperti ini. Malah demonstrasi 13 tahunan kesabaran dan pengertian telah ditunjukan pihak QURAISH berupa tidak berkeberatan pada tambahan sesembahan baru, TIDAK MELARANG BERIBADAH, BERDAKWAH selama TIDAK melakukan KERUSUHAN dan tidak menghina sesembahan, nenenkmoyang dan adat istiadat kaumnya sendiri.

    5. Haekal:
      Tetapi saling pengertian demikian ini takkan ada kalau Quraisy tidak dapat memperhitungkan kekuatan pihak Muhajirin dari anak negerinya sendiri itu, yang kiniakanmencegat dan menutup jalan lalu-lintas perdagangannya.

      Saya:
      Suku yang masih mau-maunya membujuk seorang anak negerinya itu dengan kedudukan sebagai pemimpin, menawarinya perempuan untuk kawini dan juga dengan kekayaan hanya agar berhenti menghina sesembahan, adat istiadat sukunya sendiri. Dengan semua hal ini kurang pengertian seperti apa yang dimaksudkan lagi?

      Di tambah si anak negeri ini mengaku dirinya sebagai utusan tuhan, maka tidak akan pernah suku Quraish akan menduga bahwa tindakan tak terpuji lain seperti perampokan karavan dagang akan dilakukan oleh seorang yang mengaku sebagai utusan Tuhan

    6. Haekal:
      Inilah yang menurut penafsiran saya yang menyebabkan Hamzah dan rombongannya dari kalangan Muhajirin kembali, setelah berhadapan dengan Abu Jahl b. Hisyam di pantai Jazirah, begitu keduanya dilerai oleh Majdi b. 'Amr.

      Saya:
      Tujuan HAMZAH ke tempat itu bukannya berdagang namun merampoki dagangan ABU JAHAL. Kembalinya Hamzah adalah hal yang sangat mudah di pahami, yaitu cukup melihat perbandinganjumlah : 30 orang (Muslim) VS 300 orang (Quraish), Ya, wajar saja Hamzah mesti kembali :) Apalagi Hamzah dan kawan2nya tidak berkesempatan untuk melakukan serangan menggelap.

      Justru di sini, orang mesti menaruh HORMAT PADA SUKU QURAISH, karena dengan perbandingan jumlah yang sedemikian besar saja, mereka tetap tidak menyakiti Hamzah dan pengikutnya padahal sudah menunjukan tindakan permusuhan.

    7. Haekal:
      Selanjutnya seringnya satuan-satuan Muslimin itu menuju rute perdagangan pihak Mekah dengan suatu jumlah yang sukar sekali dapat dibayangkan bahwa mereka sedang menuju perang, dapat ditafsirkan demikian. Juga ini pula yang mengartikan betapa besarnya hasrat Nabi - setelah melihat kecongkakan Quraisy dan sikapnya dalam menghadapi kekuatan Muhajirin - ingin mengadakan perdamaian dengan kabilah-kabilah yang tinggal di sepanjang rute perdagangan itu serta mengadakan persekutuan dengan mereka yang beritanya tentu akan sampai juga kepada Quraisy. Dengan itu kalau-kalau mereka mau insaf dan kembali memikirkan perlunya ada saling pengertian dan persetujuan itu.

      Saya:
      Jika menyerang dilakukan secara menggelap maka itu bukanlah perang.
      Kemudian, bagaimana mungkin suku yang toleran dengan banyak sesembahan dan sudah terbukti mempunyai kesabaran besar selama 13 tahunan masih saja dikatakan congkak? Definisi Insyaf ini sangatlah tidak tepat, mengingat tindakan agresif, memusuhi dan menghina sesembahan, adat istiadat sukunya justru dilakukan oleh Muhammad dan pengikutnya. Seorang yang mengaku NABI seharus tidak mengajarkan untuk hidup dengan damai, tidak melakukan keonaran, tidak berpenghidupan dengan MERAMPOK dan berdikari dikaki sendiri dengan melakukan usaha secara halal, namun tidak dilakukannya.

    8. Haekal:
      Pendapat ini kuat sekali landasannya, yakni bahwa dalam perjalanan Nabi a.s. ke Buwat dan 'Usyaira itu tidak sedikit kalangan Ansar dari penduduk Medinah yang menyertainya. Padahal Ansar itu hanya berikrar untuk mempertahankannya, bukan untuk melakukan serangan bersama-sama. Hal ini akan jelas terlihat dalam perang besar Badr, tatkala Muhammad kemudian kembali tanpa melakukan pertempuran, yang juga disetujui oleh orang-orang Medinah. Apabila pihak Ansar memang tidak melihat adanya suatu pelanggaran terhadap ikrar mereka jika Muhammad mengadakan perjanjian dengan pihak lain, ini tidak berarti bahwa mereka juga harus ikut memerangi penduduk Mekah. Bagi ke duanya alasan berperang yang akan dibenarkan oleh etik Arab atau oleh tata hubungan mereka satu sama lain, tidak ada. Meskipun dalam perjanjian-perjanjian perdamaian yang diadakan Muhammad guna memperkuat kedudukan Medinah di samping melemahkan tujuan dagang Quraisy itu merupakan suatu proteksi, namun hal ini samasekali tidak berarti sama dengan suatu pengumuman perang atau sesuatu usaha lain kearah itu.

      Saya:
      Aduh! Justru di BAIAT AQABA ke-2, Perintah perang ini di dukung kaum ANSAR malah mereka saat itu terekam TIDAK SABAR untuk MEMULAI PERANG.

      Para Ansar baru dilibatkan pada penyerangan ke-4 dan setelah itu meningkat jumlahnya. Salah satu prestasi perampokan yang melibatkan Ansar adalah di 17 Ramadhan 2 AH [sekurangnya 5 orang Ansar tercatat sebagai parisipan penyergapan itu: Bashir ibn Sa'ad, Muaaz ibn Amr, Muawwaz ibn Amr, Mu‘awwadh bin Al-‘Afrâ dan Obaidah ibn al-Harith]

      Perlu di tekankan bahwa Muhammad di abwa /Waddan (penyerangan ke-4) telah mendeklarasikan bahwa Semua yang ada di muka bumi ini adalah milik Allah dan rasulnya (Hima)

        Hadis Bukhari 4.52.256:
        Di riwayatkan As-Sab bin Jaththama:
        Nabi aku lewati di tempat yang dinamakan Al-Abwa atau Waddan, dan kami bertanya apakah boleh menyerang para politeis itu di malam hari dengan resiko akan membahayakan kaum wanita dan anak-anak. Nabi menjawab, "Mereka (perempuan dan anak-anak) berasal dari mereka (pagan)" Aku juga mendengar Nabi mengatakan , "Institusi Hima (kepemilikan, perlindungan] adalah tidak berlaku kecuali bagi Alah dan nabinya"

      Ini mengindikasikan bahwa segala hal adalah seumpama bidak catur, jika diperintahkan maju dan berkoban adalah hanya jika diperlukan untuk tujuan lebih besar lagi bagi Allah dan rasulnya.

      Kemudian,
      Apa yang terjadi di Badar bukanlah perang namun hanyalah aksi perampokan lain seperti sebelumnya.

        Diriwayatkan Kab bin Malik:
        Aku tak pernah gagal ikut Rasul Allah selama Ghazawa-nya [Nabi turun langsung dalam penyerangan] kecuali di Ghazwa Tabuk. Namun, Aku tidak ikut ambil bagian di Ghazwa Badar, tetapi tidak ada yang tidak ikut, disalahkan, karena Rasul Allah SUDAH PERGI MENCEGAT KARAVAN-KARAVAN DAGANG (Quraisy, tapi Allah menyebabkan mereka (yaitu muslim) bertemu para musuh mereka secara tak terduga (TANPA ADA NIATAN SEBELUMNYA)[Bukhari vol 5 book 59 no.287]


      Nah demikianlah yang kemudian disebut "perang" Badar yg fenomenal itu yaitu rutinitas mencegati karavan-karavan dagang orang Quraish yang kemudian "tidak sengaja" menjadi bertempur karenanya dan ini terjadi di 17 Ramadhan!

    9. Haekal:
      Jadi pendapat yang mengatakan bahwa keberangkatan satuan-satuan Hamzah, 'Ubaida bin'l-Harith dan Sa'd bin Abi Waqqash hanya untuk memerangi Quraisy, dan menamakannya sebagai suatu penyerbuan, sukar sekali dapat dicernakan. Juga adanya pendapat bahwa kepergian Muhammad ke Abwa', Buwat dan 'Usyaira tidak lain dan suatu penyerbuan, adalah sangat dibuat-buat, yang pada dasarnya sudah tertolak oleh keberatan-keberatan yang kami kemukakan tadi.

      Saya:
      Jika ini mau masuk kategori memerangi, maka seharusnya yang di tuju itu adalah kota Mekah bukan karavan dagang mereka. Faktanya adalah keberangkatan satuan tersebut justru pada karavan dagang Quraish yang lewat. Jadi tepat sudah jika dikatakan ini sebagai perompakan.

    10. Haekal:
      Penulis-penulis riwayat hidup Muhammad yang telah mengambil alih pendapat tersebut tidak lain memperlihatkan bahwa mereka menulis peri hidup Muhammad itu baru pada akhir-akhir abad kedua Hijrah, dan bahwa mereka sangat terpengaruh oleh adanya peperangan-peperangan yang terjadi kemudian sesudah perang besar Badr. Segala bentrokan-bentrokan yang terjadi sebelum itu, yang tujuannya bukan untuk berperang, lalu mereka anggap sebagai peperangan, yang dikaitkan pula pada peristiwa-peristiwa kaum Muslimin masa Nabi.

      Saya:
      Laporan para penulis biography abad ke-2 AH adalah berasal dari dokument-dokument sebelumnya lagi serta pengetahua umum yang dikenal luas di masyarakat saat itu. Jika laporan ini saja di ragukan maka seluruh Hadis 6 koleksi aliran sunni yang hadir lebih belakangan lagi yaitu Bukkhari, Muslim, Abu Dawud, Malik Muwatta, Tirmidhi dan Ibn Majjah Lebih meragukan lagi. Padahal dari situ pulalah mereka melakukan: verifikasi kesahihan, pengumpulan qur'an, petunjuk melakukan shalat, rajam dan lain sebagainya. Jika tulisan mereka di ragukan maka atas dasar apa pula mempercayai buku Haekal ini?

      Kemudian peristiwa sebelum Badar (2 AH) tercatat pula di banyak Hadis sahih dan sunan. Ini mengindikasikan kisah-kisah tersebut bukan terpengaruh oleh adanya peperangan-peperangan yang terjadi setelah badar namun berdasarkan uji verifikasi atas laporan.

      Dalam laporan mereka semua terekam jelas bahwa selama berbulan-bulan suku Quraish Mekkah tidak melakukan agresi permusuhan apapun baik di sebelum dan sesudah hijrah malah segala upaya permusuhan dilakukan oleh kaum Muslim. Sementara yang Haekal sebutkan sebagai "mereka-mereka" itu sudah melembutkan bahasa karena kejadian perompakan sebelum perang Badar tidak dituliskan sebagai perompakan namun ditulis EKSPEDISI :).

    11. Haekal:
      Rupanya tidak sedikit kalangan Orientalis yang memang sudah mengetahui adanya sanggahan demikian ini, meskipun tidak mereka sebutkan dalam buku-buku mereka itu.

      Saya:
      Para orientalis itu bertujuan menuliskan biography dan bukan novel jadi harus dilandasi dokumen-dokumen bukan khayalan. Jadi apa yang dituliskan sekurangnya dapat di telusuri dasarnya

    12. Haekal:
      Adapun yang membuat kita menduga mereka sudah mengetahui hal ini - disamping usaha mereka menyesuaikan diri dengan ahli-ahli sejarah dari kalangan Islam mengenai tujuan Muhajirin dan terutama Muhammad dalam menghadapi pihak Mekah sejak mula-mula mereka tinggal di Medinah - ialah karena mereka sudah menyebutkan, bahwa satuan-satuan yang mula-mula ini tujuannya tidak lain ialah merampok barang-barang dagangan kafilah dan bahwa kebiasaan merampok sudah menjadi watak orang-orang pedalaman dan bahwa penduduk Medinah hanya tertarik pada barang rampasan dalam mengikuti Muhammad dengan melanggar janji mereka di 'Aqaba.

      Ini adalah pendapat yang terbalik, sebab penduduk Medinah - seperti juga penduduk Mekah - bukanlah orang-orang pedalaman yang hidupnya dari menjarah dan merampok. Disamping itu sesuai dengan watak orang yang hidup dari hasil pertanian, merekapun
      lebih suka tinggal menetap dan samasekali mereka tidak tertarik melakukan perang kecuali jika ada alasan yang luarbiasa

      Saya:
      Fakta yang tetap tak terbantahkan adalah sasaran serangan mereka bukanlah kota mekah namun justru karavan dagang Quraish. Jadi bagaimana mungkin ini bisa disebut perang?

      Banyak kaum muslim yg setelah hijrah tidur di penampungan dan kelaparan karena tidak mempunyai pekerjaan. Fakta yang juga tak terbantahkan adalah adanya keributan pembagian harta jarahan di peristiwa Badar hingga turunya AQ 8.41 menunjukan motivasi atas tujuan "ekspedisi" adalah harta jarahan.

      Ketidak sabaran orang Ansar untuk berperang tampak nyata di setelah ikrar Aqabah ke-2. Jadi, ketika kaum Ansar tidak ada di 4 perompakan pertama adalah bukan karena alasan untuk menjaga kota Medina namun karena belum di perintahkan Nabi.

      Bahkan dalam butir "Piagam Medina" yang melibatkan hubungan antara Muhajirun dan Ansar ada disebutkan pembayaran dan pembagian uang tebusan. Ini sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan, bukan?

    13. Haekal:
      Sebaliknya kaum Muhajirin, mereka berhak membebaskan harta-benda mereka dari tangan Quraisy.

      Saya:
      HIJRAH tersebut sebagai sesuatu yang terencana, dikehendaki oleh kaum muslim sendiri dan bahkan BANYAK KELUARGA MEREKA pun masih menunggu di MEKKAH ketika mereka Hijrah!

      Barang-barang kaum MUSLIM yang dititipkan pada Nabi saja di perintahkan dikembalikan. Beliau memerintah Ali untuk mengembalikannya pada mereka [Ibn Ishaq hal. 339, 446]. Abu Bakar membawa seluruh kekayaannya yang berjumlah lima ribu dirham atau enam ribu dirham. Dan meninggalkan sekarung batu untuk Kakeknya [Ibn Ishaq hal.400].

      Umar bin Khattab, menyatakan dirinya di Medina: "Aku berkata kepada Ayyasy bin Abu Rabi'ah, 'Demi Allah, engkau sudah tahu bahwa aku orang Quraisy yang paling kaya. Engkau aku beri separuh hartaku dan sebagai gantinya engkau tidak usah pergi bersama Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam." [Ibn Ishaq hal.428].

      Shuaib malah dengan sukarela menyerahkan kekayaan: "Ketika Shuhaib hendak hijrah, orang-orang Quraisy berkata kepadanya, 'Engkau datang ke tempat kami dalam keadaan miskin dan hina, kemudian engkau kaya di tempat kami dan engkau menjadi terhormat. Apakah setelah itu engkau akan pergi dengan membawa kekayaanmu dan dirimu? Demi Allah, ini tidak boleh terjadi.' Shuhaib berkata kepada mereka, 'Apakah kalian tidak mengganggu perjalananku jika kekayaanku aku serahkan kepada kalian?' Mereka menjawab, 'Ya.' Shuhaib berkata, 'Sesungguhnya semua kekayaanku aku berikan kepada kalian.' Hal ini didengar Nabi SAW bersabda, 'Shuhaib telah beruntung. Shuhaib telah beruntung'." [Hal.431]

      Juga para Bani yang lain yang keluar dari Mekkah dengan kekayaannya diantaranya: Bani Madz'un dari Bani Jumah, Bani Jahsy bin Riab sekutu Bani Umaiyyah, Bani Al-Bukair dari Bani Sa'ad bin Laits sekutu dari Bani Adi bin Ka'ab. [hal.451]

      Bahkan rumah Bani Jahsy bin Riab yang diributkan di rampas dan dijual Abu Sofyan bin Harb sendiri adalah terjadi setelah rumah tersebut kosong karena di tinggal pergi dan bahkan jashy bin riab sendiri merupakan anak pamannya [hal.452] Abu Sofyan sendiri justru kemudian menjadi Muslim dan Ia termasuk salah satu suri teladan dalam Islam. Keturunan Abu Sofyan sendiri yang pada akhirnya berjaya dengan mendirikan Bani Ummayah

      Di luar mereka yang telah menitipkan hartanya terlebih dahulu ada Nabi, Bahkan di sebelum Hijrah dan setelah hijrah sendiri terekam jelas bahwa banyak pengikut Muhammad yang memang tidak berharta dari awalnya atau mereka sendiri meninggalkan hartanya tersebut tanpa ada ancaman kecuali kehendak sendiri dan kemudian menumpang di berbagai tempat selama perjalanan ke Medina [hal.432]

    Demikian selintas beberapa alasan pengingkaran yang dilakukan Muhammad Husein Haekal dalam bukunya tersebut.

  3. Karena anda akan banyak membaca kata "PIAGAM MEDINA" [Wathiqat al Medinah], klaim bahwa alasan penyerangan pada suku Yahudi adalah karena melanggar perjanjian dan Perjanjian ini merupakan toleransi beragama di Islam. Maka sesi ini mengulas tentang PIAGAM MEDINA, polemik tanggal pembuatan, apa benar semua nama suku Yahudi tercantum di perjanjian dan benarkah bahwa perjanjian ini adalah bukti adanya toleransi beragama di Islam (KLIK! -> untuk membuka bagian yang disembunyikan)

    Ibn Ishaq: "Kemudian Rasullulah membuat kitab antara Muhajirun dan Ansar yang mana Ia membuat sebuah perjanjian dan sebuah kontrak dengan para Yahudi menegaskan hak-hak mereka yang berkenaan dengan agama dan kepemilikan mereka menentukan kewajiban-kewajiban dan hak-hak mereka."

    "Piagam Tertulis (sahifah)"

    1. Kitab ini ditulis oleh Nabi Muhammad antara mu'minun (beriman) dan muslimun dari Quraisy dan Yatsrib dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka.
    2. Sesungguhnya mereka (mulai sekarang) bukan lagi suku terpisah (min duni'l-nasi) namun sebuah umma (komunitas).
    3. Kaum Muhajirin dari Quraisy mempunyai kewajiban membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
    4. Kewajiban atas pembayaran tebusan pada tawanan milik mereka akan di bagikan kepada mereka dan seluruh mu'minum dengan secara resmi dan terbuka
    5. Kaum Banu 'Awf utamanya mempunyai kewajiban membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
    6. Kewajiban atas pembayaran tebusan pada tawanan milik mereka akan di bagikan oleh seluruh suku dan seluruh mu'minum dengan secara resmi dan terbuka [Di sini, perjanjian berlanjut dengan versi yang sama bagi suku-suku: Banu ‘Amr b.‘Auf, Banu Al-Harith b. Sa'ada; B. Jusham; Banu ‘Amr b.‘Auf; Banu al-Nabit; dan Banu Al-‘Aws]
    7. Namun mu'minun tidak akan mengabaikan satu di antara mereka dan menyediakan mereka secara resmi dengan apa yang mereka butuhkan untuk menebus atau membayar uang tebusan darah
    8. Tidak seorang pun dari mu'minun dibolehkan membuat persekutuan dengan mu'min lainnya dan juga tidak dengan teman sekutunya.
    9. Segenap mu'minun yang bertaqwa pada Allah harus menentang siapapun yang berbuat kesalahan, melanggar ketertiban, penipuan, permusuhan atau pengacauan terhadap seorang di antara mu'minun. Walaupun terhadap anak-anak mereka sendiri.
    10. Mu'min tidak boleh membunuh mu'min lainnya lantaran seorang kafir
    11. Mu'min tidak boleh membantu seorang yang kafir melawan Mu'min lainnya.
    12. Allah memberikan perlindungan yang sama untuk semua. Bahkan pada orang yang paling lemah sekalipun
    13. Mu'minun harus saling bersetiakawan pada sesamanya dan tidak lagi (berlindung pada) suku-suku
    14. Para Yahudi yang akan mengikuti jalan kita ("man tabi-ana": mengikuti jalan kita -> menjadi mualaf), berhak mendapatkan bantuan dan perlindungan dari kita dan tidak boleh hendak diperlakukan tidak adil dan berkomplot melawan mereka.
    15. Mu'minun hanya akan berdamai secara bersama. seorang mu'min tidak boleh berdamai tanpa melibatkan Mu'minun selama mereka berjuang dalam perang di jalan Allah. Semua hal dilakukan atas dasar persamaan dan keadilan.
    16. Dalam setiap penyerbuan yang kita terlibat di dalamnya, para Mu'minun harus berbagi tunggangan selama mereka menumpahkan darah mereka dalam perang di jalan Allah, Ketaqwaan Mu'minun adalah menurut yang terbaik dan paling pantas di ikuti
    17. Tidak satupun kafir yang diijinkan untuk melindungi harta atau nyawa dari Bani Quraish dan mreka tidak boleh menunjukan kecondongan pada seorang yang bukan mu'min daripada seorang mu'min.
    18. Barangsiapa yang melukai dan membunuh mu'min dengan kesengajaan, harus membayar dengan nyawanya, kecuali jika wali (keluarga yang berhak) dari si terbunuh bersedia menerima ganti kerugian (diyat). Segenap Mu'minun harus melawannya dalam satu kesatuan bulat.
    19. Terlarang bagi mu'min yang mengakui piagam ini dan percaya kepada Tuhan dan hari akhir, membantu pemberontakan dan perlindungan baginya. Siapapun yang memberikan bantuan atau perlindungan,akan mendapat kutukan dan murka Allah di hari kiamat nanti, dan tidak akan di tebus atau tidak di ampuni.
    20. Setiap perbedaan pendapat di antara kalian dalam suatu soal, Bawa penyelesaiannya pada Allah dan Muhammad SAW.
    21. Selama Mu'minun berperang, para Yahudi membayar bagian pembiayaannya.
    22. Para Yahudi dari banu 'Awf adalah milik umma Mu'minun
    23. Para Yahudi beranggung jawab pada keuangan mereka dan para Muslimun bertanggungjawab pada keuangan dari klien mereka juga kewajiban keuangan mereka sendiri. ["wali'l-muslimiina daynuhum mawaaliihim wa-anfusihim", kata "d-y-n" di maksudkan "dayn" = kewajiban keuangan hutang dan bukan "din" = agama. lihat moshe gil hal.39]; Tapi untuk perbuatan jahat atau kejahatan ["al-birru duuna'l-ithmi"], Hanya si kriminal dan keluarganya yang bertanggungjawab [Apa yang di sampaikan di sini adalah mengenai Banu 'Awf (dan juga para Ansar) tidak ikut buang nyawa; Ini sehubungan dengan para yahudi yang berhubungan dengan klan arab lainnya di Medina] Untuk Suku Jafna yang bertalian darah Banu Tha‘laba berstatus yang sama. Banu al-Shutayba, mempunyai status yang sama dengan Banu 'Awf dalam hal-hal kebaikan bukan kejahatan. Klien (Pengikut/budak bebas) Banu Tha‘laba berstatus sama dengan mereka sendiri. Bitana (keturunan, pembela) para yahudi adalah bsrstatus seperti mereka semua
    24. Para Yahudi tidak diperkenankan keluar dari Yatrib (Medina) tanpa ijin dari Muhammad SAW. Tak ada pelepasan kompensasi atas luka yang dilakukan penyerang atau dari kaumnya, terpisah dari tindak kejahatannya
    25. Tuhan yang akan menentukan atas ganjaran yang sebenarnya
    26. Kaum Yahudi memikul bagian dari biaya mereka, Kaum Muslimun akan memikul bagian biaya mereka. Para Yahudi dan kaum Muslimun akan saling bahu membahu melawan mereka yang memerangi para pihak dalam piagam ini dalam macam dan hanya cara-cara tapi tidak dalam kejahatan. Untuk itu terlarang melakukan perbuatan melawan sekutu dan seorang harus menolong mereka yang teraniaya dari kejahatan
    27. Kaum Yahudi akan memikul biaya bersama-sama kaum Muslimun, selama mereka (kaum muslimun) terlibat dalam perang.
    28. Areal tengah kota di kota Yatrib adalah haram bagi para pihak dalam perjanjian ini
    29. Klien adalah sama seperti pelindungnya tapi tidak dalam hal ketidakpantasan atau kejahatan.
    30. Perlindungan tidak diberikan kepada perempuan (dalam hal perkawinan) kecuali seijin sukunya
    31. Setiap tindak kejahatan yang berat atau kebejatan yang dilakukan diantara Masyarakat yang tersebut dalam perjanjian ini, jika ada bahkan upaya atau pelanggaran segera disampaikan di hadapan Allah dan Muhammad utusan-Nya.
    32. Allah menjadi satu-satunya yang dengan sebenarnya memahami kebenaran dan itikad asli atas segalanya yang disebutkan dalam dokumen ini
    33. Adalah terlarang memberikan perlindungan pada Quraisy, begitu juga orang-orang yang membantu mereka.
    34. Kaum Mu'minun secara bersama berhadapan dengan agresor manapun yang menyerang Yathrib. Apabila ada ajakan perdamaian, Ini di alamatkan pada kaum mu'minun yang berjuang. Setiap orang akan mendapatkan bagiannya pada setiap bagian dimana ia ikut berjuang.

    Mulai dari no.35 saya tidak mendapatkan scan dokumen Ibn Ishaq yang diterjemahkan Moshe Gil. Untuk itu, sisanya saya sampaikan terjemahan buku Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, jil.1 bab 91, Hal 456-457. Untuk penomoran perjanjian, yaitu no. 35 s/d no. 39 merupakan tambahan saya sendiri

    1. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Al-Aws; budak-budak mereka dan jiwa mereka mempunyai hak yang sama dengan orang-orang yang berada dalam perjanjian ini, termasuk berbuat baik kepada orang-orang yang berada dalam perjanjian ini
    2. Sesungguhnya kebaikan itu berbeda dengan keburukan. Jika seseorang mengerjakan sesuatu, itu untuk dirinya sendiri.
    3. Sesungguhnya Allah membenarkan isi perjanjian ini dan meridhainya.
    4. Barangsiapa keluar dari Medinah, ia aman. Barang siapa menetap di Mekkah, ia aman, kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa.
    5. Sesungguhnya Allah melindungi orang yang berbuat baik dan orang yang bertakwa, serta Muhammad adalah Rasulullah (utusan Allah) SAW'.

    6. [Terjemahan dari Ibn Ishaq aslinya tanpa angka nomor, lihat DI SINI. Dua tulisan ini merupakan bagian dari Sirat Ibn Ishaq (nomor merupakan tambahan]: "The Life of Muhammad — A Translation of Ishaq's Sirat Rasul Allah", A. Guillaume, Oxford University Press, Karachi, 1955; pp. 231-233. Isi piagam versi 47 nomor adalah karya Dr Hamidullah [AJ Wensinck, Muhammad and the Jews of Medina, 1908, tr. WH Behn, Berlin 1982, p.51-61]. Terdapat pula Piagam Medina dengan versi 57 nomor. Sementara Dr Muhammad Tahir-ul-Qadri menuliskannya sampe 63 nomor]

    Dari piagam perjanjian di atas, anda akan segera menyadari, bahwa:

    1. Perjanjian itu merupakan perjanjian antara mu'minun (beriman) dan muslimun dari Quraisy dan Yatsrib dan orang-orang yang mengikuti mereka dan hadir di Baiat AQABA ke-1 dan 2 yang terjadi di sebelum HIJRAH [detail nama suku yang hadir di baiat tersebut terdapat di sirat Ibn Ishaq, Bab 82,hal 389 s/d Bab 89, hal 432].

      "Piagam" mengatur ketertiban bagaimana kaum MUSLIM ketika berurusan dengan kaum Yahudi terutama yang bukan Muslim, karena begitu mereka menjadi Muslim maka statusnya menjadi berubah bukan lagi kaum Kafir namun menjadi kaum Muslim.

    2. Tulisan di atas, menyatakan Muhammad sebagai nabi. Padahal saat itu dan beberapa tahun kemudian, Tidak ada 1 (satu) suku Yahudi NON MUSLIM manapun, yang menyatakan Muhammad sebagai nabi mereka.

    3. Walaupun terdapat beberapa nama-nama suku-suku Yahudi, namun TIDAK ADA NAMA dari 3 (tiga) suku Yahudi NON MUSLIM di dalam "piagam" tersebut, yaitu: Banu Qaynuqa [Di serbu pada Syawal, 2 AH], Banu Nadir dan Banu Qurayza, padahal ke-3 suku tersebut merupakan suku yang penting di kala itu dan juga tinggal di YATRIB.

      Terdapat laporan lain yaitu dari Mugrizi menyatakan dalam "Imta'ul-Asma" (1/49) bahwa Nabi melakukan perjanjian dengan suku Qaynuqa, Nadir dan Qurazya. Namun laporan itu tanpa rantai perawi.

        "Ibnu Ishaq berkata, "Sesungguhnya Allah menimpakan hukuman kepada orang-orang Quraisy di Perang Badar, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengumpulkan orang-orang Yahudi di Pasar Bani Qainuqa' setibanya beliau di Medinah. Beliau berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, masuk Islamlah kalian sebelum Allah menimpakan hukuman seperti yang telah Dia timpakan kepada orang-orang Quraisy.' [Ibn Ishaq/Hisyam, jilid ke-1, Bab 102, Hal 514]

      Kemudian di saat lainnya yaitu ketika Muhammad ke Baitul Midras (Tempat orang Yahudi mengajar) [Hal. 515], juga Abu bakar pada kesempatan lainnya ke Baitul Midras [hal. 522].

      Jika benar mereka ada dalam perjanjian itu, maka tindakan Nabi jelas: tidak pantas, melanggar perjanjian dan tidak bertoleransi pada ajaran lain sebagaimana rencana yang tertulis di perjanjian Medina, KECUALI mereka tidak terlibat dalam perjanjian Medina.

      Namun laporan Muqrizi dapat dipastikan tidak benar, karena ketika Nabi melakukan penyerbuan ke Bani Nadir dan Qurayza, terkuak alasan dari tindakan itu sebagaimana terekam dalam beberapa hadith di bawah ini yaitu dalih penyerbuan untuk memaksa mereka membuat perjanjian dengan Nabi:

        Rasullulah menyerbu Banu al Nadir dan berkata: “Aku tidak akan menjamin keselamatanmu kecuali jika kau membuat perjanjian dengan ku dan berjanji mematuhinya” Mereka menolak membuat sebuah perjanjian dengannya, Kemudian Rasullulah memimpin para muslim memerangi mereka seharian.

        Hari berikutnya ia tinggalkan Banu al Nadir dan menuju ke Banu Qurayzah dengan pasukan berkuda. Ia undang Banu Qurayzah untuk membuat perjanjian bersamanya; Mereka kemudian melakukan dan Ia tinggalkan mereka.

        Hari berikutnya Ia kembali ke Banu al Nadir dengan pasukannya, dan memerangi mereka hingga mereka bersedia menerima pengusiran, dengan kondisi yaitu apapun yang mereka bisa angkut dengan onta, kecuali persenjataan.

        Banu al Nadir membawa milik mereka sebanyak yang mereka bisa bawa dengan onta, termasuk pintu-pintu rumah mereka; mereka hancurkan rumah-rumah mereka sendiri dan ambil darinya kayu-kayu terbaik.[Abd al Razzaq. al Musannaf, 5/358-361; Abu Dawud, al Sunan, 3/404-7; al Bayhaqi, Dalail al Nubuwwah, 3/446-8; juga lihat Ibn Hajar, Fath al Bari, 7/331]

        Dalam laporan Ibn Maduwaryh [di sahihkan Ibn hajar dalam Fath al Bari (15/202), Bab. Maghazi], De Mahdi Rizqullah Ahmad dalam catatan kaki di "Biography of the Prophet" hal.364 menyampaikan bahwa suku Qurayzah memperbaharui perjanjian dengan merujuk juga laporan Abd Al Razzaq di atas, namun kita ketahui narasi di atas tidak menyebutkan kata memperbaharui perjanjian namun membuat perjanjian.

      Hadis di atas dan penyerbuan yang dilakukan untuk memaksa membuat perjanjian, seharusnya sudah lebih dari SANGAT MENJELASKAN mengapa ketiga suku diatas TIDAK ADA dalam piagam Medina.

    4. Memperhatikan isi Perjanjian dan tindakan penyerbuan yang terekam dalam hadis di atas, juga sangat menjelaskan mengapa Para Yahudi dalam perjanjian TIDAK BERADA di posisi sejajar dan seimbang sebagai sesama penduduk Yatrib dan lebih sebagai "bawahan" dan/atau pihak yang dalam pengaruh.

    5. Penggunaan kata uang tebusan dan juga pembagian pembayaran di antara mereka dibutir perjanjian di atas adalah suatu keanehan, jika ini dimaksudkan untuk mempertahankan kota Medina dari serangan musuh.

      Di catatan kaki "A Biography of the Prophet of Islam" hal.378-379, De Mahdi memberikan informasi menarik:

        Musnad Ahmad "Sesampainya Muhammad di Medina, delegasi Suku Juhayna datang bertemu Nabi dan mengatakan, "Engkau sekarang berada di antara kita, kami ingin mendapatkan jaminan agar engkau tidak bersikap bermusuhan pada kami" Kemudian mereka membuat perjanjian dan mereka mulai masuk Islam".

        Ibn Sa'd At-tabaqat (1/270), tanpa rantai perawi, mengatakan Nabi membuat perjanjian dengan Banu Zura'ah dan Banu Dub'ah dari suku Juhayna, yang isinya agar ada jaminan bahwa bahwa Property mereka aman dari serangan muslim dan di bantu jika diserang kecuali untuk urusan agama.

        Ibn Sa'd juga dalam (1/271-272), tanpa rantai perawi, menyatakan Nabi membuat perjanjian dengan banu Huraqah dan Jurmuz dari suku Juhaynah dan dalam klausulnya ada pembagian HARTA JARAHAN dan tidak boleh ada riba dalam pinjaman [Musnad Ahmad (3/70/Shakir), Shakir mengatakan sanad ini lemah karena tidak bersambung, namun Bayhaqi dalam Ad Dala'il (3/15) mempunyai rantai bersambung namun tidak menyebutkan suku Juhaynah datang. Ibn kathir dalam Al Bidayah (3/272) menyebutkan suku ini]

      Informasi di atas adalah menarik karena demontrasi pelaksanaan pemisahan harta jarahan untuk Nabi yaitu 1/5nya, dilakukan pengikut Nabi sebelum peristiwa Badar, yaitu ketika sariyyah di Nakhlah yang di pimpin oleh Abdullah bin Jash terhadap karavan dagang suku Quraish mendapatkan hasil perolehan yang signifikan. Memang di laporkan Nabi belum mau menerima bagiannya (Serangan itu menimbulkan korban jiwa dari pihak Quraish, nabi dan pengikutnya mendapatkan kecaman pihak Quraish karena dilakukan di bulan-bulan suci kaum Arab, Namun Allah SWT menyampaikan pembenaran atas tindakan itu melalui AQ 2.217). Pembagian Harta Jarahan baru disahkan Allah setelah Peristiwa Badar [2 AH] melalui ayat AQ 8.41

    6. Terdapat penggunaan kata "perlindungan" untuk kota YATRIB/Medina, padahal hal kata perlindungan itu di ungkapkan Nabi di setelah penyerbuan ke Khaybar [4 AH]

        Di riwayatkan oleh Anas B. Malik:
        Rasullulah berkata pada Talha, ''Panggil satu dari anak-anakmu untuk melayaniku.'' Abu Talha menjinjingku dibelakangnya (di tunggangan) dan membawaku (kepada nabi). Hingga aku terbiasa melayani rasuululah kapanpun Ia tidak berkuda (tinggal di satu tempat)..Aku tetepa melayani hingga kami kembali dari penyerbuan Khaibar.

        Nabi kemudian membawa Safiyya bint Huyai yang ia dapatkan sebagai jarahan dari dari kemenangan penyerangan...Ketika kamu mencapai As-Sahba'..;..Then nabi melanjutkan, dan ia melihat pengunungan Uhud, dan berkata, ''Gunung ini mencintaikita, dan kita mencintainya.'' Ketika kamu sampai di Medina, Ia berkata, ''O Allah! Aku buat area antara dua gunung ini sebagai perlindungan seperti Abraham membangun Mekkah sebagai perlindungan. O Allah! Berkatilah Mudd and Sa (satuan unit untuk ukuran).' [Bukkhari vol.7 no.336; vol.8 no.374, vol 4. no.139, 143]

    Sehingga,
    Autentifikasi keabsahan dan keberadaan piagam Medina ini menjadi perdebatan yang tidak kunjung selesai hingga di abad ini dan bahkan kalangan muslim sendiri pun malah banyak yang meragukan keasliannya. Mereka di antaranya adalah:

    1. Catatan kaki di wikipedia tentang Piagam medina:

        Montgomery Watt:
        Berpendapat bahwa Perjanjian awal, tak lama setelah hijrah dan dokument di amandement di waktu kemudian terutama setelah perang badar (2 AH/624 Masehi) ["Muhammad at Medina". Watt, Montgomery, 1956, Oxford University Press pp. 227-228]

        R.B. Serjeant:
        Berpendapat bahwa piagam berisi 9 perjanjian berbeda yang bertanggal sesuai kejadian yang berlangsung di medina dengan perjanjian pertama ditulis tak lama setelah kedatangan Muhammad ["The Sunnah Jami'ah, Pacts with the Yathrib Jews, and the "Tahrim" of Yathrib: Analysis and Translation of the Documents Comprised in the So-Called Constitution of Medina"]

        J. Wellhausen:
        Berpendapat bahwa dokument itu merupakan perjanjian tunggal yang disepakati tak lama setelah Hijrah [Skizzen und Vorabeiten, Julius Wellhausen, Book IV, Berlin: Reimer, 1889, hal. 82f].

        Merupakan tahun pertama Muhammad menetap di Medina, sebelum perang Badar 2 AH/624 Masehi. Kesimpulan Wellhausen didasari pada 3 pertimbangan: Muhammad tidak percaya diri akan posisinya, Ia menerima Politeis diantara umma dan memelihara para Suku Yahudi sebagai sekutu para Ansar [lihat: Excursus dari Wellhausen, hal. 158]

        Moshe Gil:
        berpendapat bahwa ini ditulis 5 bulan sejak kedatangan Muhammad di Medina ["The Constitution of Medina: A Reconsideration." Israel Oriental Studies 4 (1974), Moshe Gil., hal.45].

        Muhammad Hamidullah:
        Piagam medina, tidak di susun dalam perjanjian tunggal. Ia membagi dokument dalam dua bagian. Bagian ke-1 [pasal 1-23) berisikan hubungan timbal balik sesama muslim. Bagian ke-2.(Pasal 24-47) berisi aturan yang mengatur hubunan antar komunal diantara Muslim dan Yahudi ["Majmu al-Watha’iq al-Siyasiyya fi al-Ahd al-Banawi wa al-Khaliafa al-Rashida, Muhammad Hamidullah, 1941]

    2. Thesis "PRINCIPLES OF COEXISTENCEWITHIN THE GUIDELINES OF AL MedinaH CHARTER", Ghada Abdulaal Atwan Mahroq, Faculty of graduated studies, University of jordan, May 2011., hal 19-22:

        Yusuf ‘Ish mengomentari Wellhausen di "Al Dawlah al 'Arabiyyah wa Suqūtuha" (kerajaan Arab dan kejatuhannya). Ini [Piagam] meskipun secara legislatif penting, namun tidak tercantum di yurisprudensi atau sumber-sumber hadis otentik. Ibn Ishāq meriwayatkan tanpa isnad. Ibnu Sayyid al Nas meneruskan piagam itu dari-nya [dari Ishaq], kemudian menambahkan bahwa Kathīr Ibn ‘Abd Allah ibn ‘Amr al Muznī menyatakan bahwa ini berasal dari ayahnya dan kakeknya. [Ibn Abi Khaythamah dari Ahmad ibn Janab Abu al-Walīd dari 'Isā ibn Yunus dari Kathir ibn 'Abd Allah ibn 'Amr al-Muzani dari ayahnya dari kakeknya]

        Ibn Hibbān al Bustī mengkritik Kathir al Muznī melaporkan versi ini sebagai pemalsuan dari ayah dan kakeknya. Hal ini tidaklah dibenarkan untuk memasukan Piagam ini kedalam kitab atau menyampaikannya dengan cara tersebut, kecuali untuk mengekspresikan kekaguman ["The Arab Kingdom and its fall", terjemahan Yūsuf ‘Ish, Damascus: Maţba‘it al Jāmi‘ah al Sūriyyah, hal.21].

        Pendapat 'Ish bahwa Ibnu Ishaq bersandar pada narasi Kathir dan tanpa rantai perawi, Komentar Akram Ḍiyyā' Yusuf 'Umari: Penelitian piagam ini bersandar hanya pada dua narasi, yaitu Ibn Ishaq dan Ibn al Sayyid Nas narasi. Riwayat-riwayat ini tidak memiliki isnad meskipun Ibnu Sayyid al Nas menyandarkan laporannya itu dari Ibnu Khaythamah yang melaporkan dari Kathir al Muznī dan itulah sebabnya Ish Yusuf menyimpulkan bahwa kedua narasi yang dibuat karena mereka mengandalkan Kathir al Muznī sebagai narator lemah. Namun, Akram Diyyā 'al' Umari menambahkan dari dua sumber lebih dengan rantai perawi yaitu Abū 'ubayd Al Qasim dan Ibnu Zanjawayh yang berasal dari al Zuhri. Dengan ini al 'Umari membantah dugaan Yusuf Ish tentang pemalsuan Piagam [‘Umarī, Akram Diyā’, "Medinan Society at the Time of the Prophet Its Characteristics and Organization", hal.100-101]

        'Arif Hasūnah[a] menyampaikan 7 (tujuh) narasi tentang Piagam ini sehubungan dengan Ibn Ishaq[b], Ibnu Khaythamah[c], Ibnu Abi Hatim al Razi[d], dua narasi dari Abū ‘Ubāyd Al Qāsim[e] dan yang lainnya dua dari Al Bayhaqī[f]. Setelah ia selidiki secara menyeluruh, Ia berada pada kesimpulan riwayat-riwayat ini memiiki rantai yang lemah namun dapat saling memperkuat dan naik sampai tingkat yang baik. Oleh karenanya ini meningkatkan tingkat kehandalan dan keaslian Piagam.

        ----
        note:

          [a] Ḥasūnah,‘Arif, (2001), Şaḥīfat al Madīnah fī al ‘Ahd al Nabawī Dirāsah Fiqhiyyah Muqāranah, Dissertasi Master yang tidak diterbitkan, University of Aāl al Bayt, Mafrak. p. 55-58.

          [b] Merujuk pada Bayhaqī, Abī Bakr Ahmad, (T. 458), al Sunan al Kubrā, (1st Edition), (8), Dā’irat al Ma‘ārif al ‘uthmāniyyah, Ḥaydar Abād, 1354, p.106.

          "Ia menarasikan bahwa Abū ‘Abdullah al Ḥāfiẓ, Abū Abbās Muhammad bin Ya‘qūb, Ahmad bin Abdulljabbār dan Yūnus bin Bakr melaporkan dari ibn Ishāq yang berkata bahwa, ‘uthmān bin Muhammad bin ‘uthmān bin Al-Akhnas bin Sharīf menyampaikan: Aku dapatkan kitab ini dari Aāl al Khatāb dengan kitab Sadaqah….".

          Juga, Ia marasikan bahwa Abū Abdullah al Hāfiẓ dan Abū Bakr al Qāḍī melaporkan dari Abū Abbās Muhammad bin Ya‘qūb dan Muhammad bin Ishāq al Şan‘ānī bahwa Mu‘āwiah bin ‘amr melaporkan dari Abī Ishāq from Kathīr bin Abdullah berkata…".

          [c] Merujuk pada Ibn Sayid al Nās, Mohammad Mohammad, (1992), ‘Uyūn al Athar fī Funūn al Maghāzī wa al Shamā’il wa al Siyyar, (Ed. pertama), Medina: Maktabit Dār al Turāth, Damascus Beirut: Dār Ibn Kathīr, hal.318-320.

          "Ia menarasikan dari Ibn Ishāq bahwa, Nabi SAW menulis kitab antara…" Ini disebutkan Ibn Ishāq juga oleh Ibn Abī Khaythamah sebagai berikut: Ahmad Ibn Khabāb Abū al Walīd menarasikan bahwa, ‘īsa Ibn Yūnus menarasikan ini dari Kathīr Ibn ‘Abdullah Ibn ‘mr al Muznī bahwa, Nabi menulis sebuah kitab…"

          [d] lihat Rāzī, Abī Ḥātim, (T. 327 H./938 M), Kitāb al Jarḥ wa al Ta‘dīl, Dā’irat al Ma‘ārif al ‘Uthmāniyyah, 1952. See Ḥasūnah,‘Arif, Şaḥīfat al Madīnah fī al ‘ahd al Nabawī Dirāsah Fiqhiyyah Muqāranah, hal. 65.

          [e] See Salām, Abū ‘Ubayd al Qāsim, (224 H.), Kitāb al Amwāl, (Ed. pertama), (Khalīl Muhammad Ḥarāsh), Maktabit Al Kuliyyah al Azhariyya, Egypt, 1986.

          "Ia menarasikan Piagam itu sebagai berikut: yahyā Ibn ‘Abdullah Ibn Bakr dan ‘Abdullah Ibn Sālih menarasikan pada ku bahwa al Layth Ibn Sa‘d menarasikan bahwa ‘uqayl Ibn Khālid menarasikan dari Ibn Shihāb yang berkata: "Ku dengar bahwa Utusan Allah...menetapkan perjanjian ini.." Hal.290, Hamīd Ibn Zanjawayh, (251H.), Kitāb al Amwāl li Hamīd Ibn Zanjawayh, (revised by Shākir Dhīb Fayyāḍ),2/466, Markiz al Malik Fiysal li al Buḥūth wa al Dirāsāt. Ia menarasikan dengan Isnād yang sama dari Abū ‘ubaīd from ‘Abdullah Ibn Sālih.

          [f] Inti dari narasinya adalah tentang Ibn Ishāq. See Bayhaqī, Abī Bakir Aḥmad, (T. 458), al Sunan al Kubrā, (1st Edition), (8), hal.106.

    Beberapa mencoba menggali yurisprudensi dan sumber-sumber otentik Islam, yaitu hadis-hadis Bukhari, Muslim, Musnad Ali, Sunan Abu Dawud, menyandarkan apa yang disampaikan Ali bin Abi Thalib dan ayah Ibrahim At Tamii, yang isi diantaranya adalah jumlah unta yang diberikan sebagai ganti uang darah, Medina adalah tempat perlindungan, agar menghormati mereka yang meminta suaka pada seorang Muslim, aturan seorang Budak merdeka yg mengambil tuan selain tuan lamanya.

    Jadi, keberadaan piagam Medinah dianggap ada karena tercantum kata "Medinah adalah tempat perlindungan" dan beberapa aturan yang mengaturnya, seperti termaktub dalam hadis-hadis berikut:

    1. Kami tidak mempunyai hal lain selain Kitab allah dan tulisan ini yang berasal dari Nabi [dimana didalamnya tertulis]: "Medina adalah sebuah suaka" dari gunung air hingga tempat ini dan itu, dan siapapun yang mengubah itu didalamnya suatu bidah atau melakukan dosa, atau memberikan perlindungan pada si pengubah akan mendapat laknat Allah, malaikat dan seluruh umat, tidak akan diterima taubat dan tebusan darinya. Dan suaka di berikan oleh semua Muslim agar di hormati oleh muslim lainnya; dan siapapun yang menghianati seorang muslim pada perjanjiannya akan mendapat laknat Allah, malaikat dan umat dan tidak akan diterima taubat dan tebusan darinya, dan barang siapa [budak bebas] menghambakan diri selain darituannya tanpa ijin darinyalaknat Allah, malaikat dan umat dan tidak akan diterima taubat dan shalat darinya. [Di narasikan oleh 'Ali di Hadis Bukhari 3.30.90]

    2. Kepada Kami, Ali bin Abi Thalib yang ketika itu berdiri di atas mimbar batu, membawa pedang yang tergantung sebuah gulungan, berkata”, “Demi Allah, kami tidak memiliki buku untuk dibaca kecuali Kitab Allah dan apa yang ada di sahifah (secarik kertas) ini". Dan kemudian ia membuka gulungan itu, dan memegangnya. Di situ tertulis seperti jumlah unta yang diberikan sebagai ganti uang darah. Dan ada juga tertulis di dalamnya: 'Medinah adalah sebuah tempat perlindungan yang terbentang dari gunung' Air (gunung) hingga tempat ini dan itu sehingga siapa pun yang menggubah itu suatu Bidah atau melakukan dosa di dalamnya maka atasnya laknat Allah, Malaikat dan seluruh manusia, tidak akan diterima taubat dan tebusannya. "Ada juga ditulis di dalamnya: 'Suaka (dzimmah, jaminan perlindungan) kaum muslimin itu sama dan berlaku pula oleh orang yang terendah harus dijamin dan dihormati oleh semua muslim lainnya, dan siapa pun mengkhianati seorang Muslim dalam hal ini (dengan melanggar janji) akan di laknat Allah, malaikat, dan semua orang, dan tidak akan diterima taubat dan tebusannya 'Ada juga tertulis di dalamnya: ". Barangsiapa (budak yang merdeka) mengambil tuan selain tuan aslinya tanpa seizin mereka akan dilaknat Allah, malaikat, dan seluruh umat, dan tidak akan diterima taubat dan tebusannya" [narasi dari ayah Ibrahim At Tamii, di Bukhari 9.92.403; juga lihat hadis bukhari No.94, Vol.3]

    3. Juga terdapat kalimat yg kurang lebih serupa di: Sahih Muslim 2/994 no. 1370 2/1146 -> tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi; juga di Musnad Ahmad 1/151 no.1297 -> tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnaut dan berkata “hadis shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarah Musnad Ahmad no.1297 menyatakan sanad ini adalah sanad yang paling shahih
    []
Setelah membaca semua hal di atas, sekarang saatnya bagi kita untuk mengetahui alasan yang mendasari mengapa Kaum Yahudi akhirnya menjadi sasaran kaum muslim.

Sama seperti di Mekkah, pemicu keributan ini juga bukan dari Kaum Yahudi Medina namun dari Muhammad dan pengikutnya. Muhamad dan para Muhajirun Mekkah diterima baik oleh para politeis dan Yahudi Medina namun kebaikan ini kemudian di balas dengan tindakan refresif verbal maupun perbuatan, baik secara halus maupun keras yang bertujuan agar mereka menjadi mualaf.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Medina di antaranya adalah perampokan karavan dagang kaum Quraish, klaim-klaim ajaran, perintah pembunuhan pada pihak kafir dan tindak kekerasan pada kaum Yahudi. Periode artikel ini, saya batasi hanya pada awal Medina s.d Uhud (tahun ke-3 setelah hijrah), Di lain waktu, jika saya tidak sedang malas, maka tulisan ini akan berlanjut hingga wafatnya Muhammad.

***

Klaim turun temurun yang dicekoki para Ulama, tempat pendidikan, mesjid, buku-buku, artikel dan kemudian tersirkulasi adalah:
  1. Dari Qur'an dan hadis disampaikan bahwa Yahudi menyembunyikan kandungan taurat dan tidak memperbolehkan untuk dilihat, mengubah-ubah isi taurat dan nama Muhammad disebutkan dalam kitab-kitab Sebelumnya.
  2. Islam mempunyai toleransi terhadap ajaran lain di Medina (dalam kasus ini adalah ajaran Yahudi) namun kaum Yahudi-lah yang memulai berperkara dengan memusuhi Islam dan melanggar perjanjian

      "Ketika itulah, para rahib Yahudi melancarkan permusuhan terhadap Rasulullah SAW karena dengki dan dendam, sebab Allah mengistimewakan orang-orang Arab dengan memilih salah seorang dari mereka menjadi rasul. Para rahib Yahudi didukung orang-orang Al-Aws dan Al-Khazraj yang tetap bertahan pada kejahiliyahannya. Orang-orang Al-Aws dan Al-Khazraj tersebut adalah orang-orang munafik dan menganut agama nenek moyang mereka; syirik dan mendustakan Hari Kebangkitan, namun Islam mengalahkan mereka dengan kemunculannya, dan kesepakatan kaum mereka untuk masuk Islam. Kemudian mereka menampakkan diri masuk Islam, dan menjadikan Islam sebagai tameng dari pembunuhan, padahal mereka munafik dalam hati mereka. Hati nurani mereka bersatu dengan orang-orang Yahudi karena pendustaan mereka kepada Rasulullah SAW dan ketidakmauan mereka untuk masuk Islam.

      Para rahib Yahudi itulah yang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, menyakiti beliau, dan datang kepada beliau membawa kerancuan karena mereka ingin mencampur aduk kebenaran dengan kebatilan. Kemudian Al-Qur'an turun mengisahkan tentang mereka, tentang apa yang mereka tanyakan kepada Rasulullah SAW, sedikit tentang hal-hal halal, dan hal-hal haram yang ditanyakan kaum Muslim...Mereka semua rahib-rahib Yahudi, orang-orang jahat, orang-orang yang memusuhi Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya, orang-orang yang banyak bertanya, dan memusuhi Islam karena ingin memadamkannya, kecuali Abdullah bin Salam bin Mukhairiq [Ibn Ishaq/Hisyam, jilid 1, bab 95, Hal. 467-hal.469]
Mari kita check kebenaran klaim tersebut.

Awal di Medina, Muhammad dan Islam tidak dimusuhi kaum Yahudi, sekurangnya dibuktikan dengan penerimaan terhadap beliau sebagai pihak di dalam "Perjanjian Medina" namun penolakan kaum Muslim terhadap Yahudi sekurangnya telah ada pada saat baiat di Aqaba ke-2, yaitu ucapan dari kaum ANSAR dan Muhammad yang dapat menjadi petunjuk atas apa yang akan di alami Kaum Yahudi Medina kemudian:
    Abu Al-Haitsan bin At-Tayyahan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita mempunyai hubungan dengan orang-orang (orang-orang Yahudi) dan kami akan memutusnya. Jika kami telah melakukannya, kemudian Allah memenangkanmu, maka apakah engkau akan pulang kepada kaummu dan meninggalkan kami?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tersenyum, kemudian beliau bersabda, 'Tidak. Darah (kalian) ialah darah(ku), Kehormatan (kalian) adalah kehormatan(ku). Aku bagian dari kalian dan kalian bagian dari diriku. Aku memerangi siapa saja yang kalian perangi dan berdamai dengan orang-orang yang kalian berdamai dengannya.' [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, jilid 1. Bab. 85 Hal.401]
Kemudian di sirat yang memuat "Perjanjian Medina":
    Ibn Ishaq:"Kemudian Rasullulah membuat kitab antara Muhajirun dan Ansar yang mana Ia membuat sebuah perjanjian dan sebuah kontrak dengan para Yahudi menegaskan hak-hak mereka yang berkenaan dengan agama dan kepemilikan mereka, menentukan kewajiban-kewajiban dan hak-hak mereka. [Ibn Ishaq/Hisyam, jilid 1, bab.91 hal.454]
Terdapatlah klaim bahwa perjanjian itu adalah bukti bahwa Islam bertoleransi pada ajaran lain (Yahudi). Namun jika saja anda baca butir-butir perjanjian itu, anda akan temukan hal-hal yang aneh di antaranya adalah tulisan Muhammad sebagai Nabi, Hal ini tidak mungkin di akui oleh kaum Yahudi; Klausul tentang Kaum Yahudi jika keluar dari Medina harus seijin Muhammad; Tidak adanya nama 3 Suku Yahudi (Qainuqa, Nadir dan Quraiza) dan jika benar-benar di baca maka terdapat ketidaksetaraan posisi diantara dua pihak yang mengadakan perjanjian, serta masih banyak lagi.

Juga kemudian terdapat klaim bahwa penyerbuan terhadap kaum Yahudi adalah karena mereka melanggar perjanjian. Untuk jelasnya, sebelum anda meneruskan membaca ke bawah, sebaiknya baca dulu Perjanjian Medina [] agar lebih memahami apa dan bagaimana yang kita bicarakan.

***

Terdapat perbedaan yang mendasar antara TERCANTUM/TIDAK dalam KITAB, MERUBAH-RUBAH ISI KITAB dan KEBOHONGAN ORANG ketika menyampaikan isi yang tercantum di KITAB.

Saya ambil contoh di kisah perajaman, Quran tidak menyebutkan adanya hukum rajam bagi pezina, namun hadis memberitakan banyak kisah perajaman dan diantaranya adalah kisah di mana Muhammad diminta untuk memutuskan hukuman pada pria dan wanita yahudi yang berzina, dengan menyatakan "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar.", kemudian satu Yahudi menutupi tangannya di TAURAT Nabi Musa, yaitu pada ayat tentang rajam [Ulangan 22.22-23]. Setelah membongkar kebohongan yahudi itu, muhammad menampilkan diri bak pahlawan dengan berkata, "Kalau begitu, aku orang yang pertama kali menghidupkan hukum Allah, Kitab-Nya, dan pelaksanaannya" dan Yahudi laki perempuan itupun di putuskan hukuman rajam. Ketika di gali lebih dalam, ternyata hadis-hadis yang memberitakan kisah perajaman ini cilakanya tidak konsisten dan saling bertabrakan satu sama lainnya:

Bagaimana awalnya sampai sepasang Yahudi tersebut di adili untuk di rajam?
    Muhammad DIDATANGI dan DISERAHI untuk mengadili [Bukhari no.6320, 1243, 4190, 6787, 6988. Muslim no.3211. Abu Dawud 3856, 3859, 3860, 3862. Malik no.1288. Ahmad no.4269, 4437]
    VS:
    Muhammad KEBETULAN LEWAT dan MENEGUR PELAKSAAN hukuman zina BUKAN di rajam YANG SEDANG BERJALAN [Muslim no. 3212. Abu Dawud no.3857, 3858. Nasai no.2548. Ahmad no.17794]
Apakah PENZINA ini TELAH menerima hukuman lain, SEBELUM dirajam?
    LANGSUNG di HUKUM RAJAM [Bukhari 3363, 3212. Abu Dawud no.3859, 3860, 3862. Malik no.1288. Ahmad no.4269, 4437]
    VS:
    SETELAH hukuman LAIN DIJALANKAN (hukum cambuk dengan cat hitam + diarak dengan muka menghadap bokong tunggangan) bertemu Muhammad dan ditambah di RAJAM [Bukhari No. 6320, 1243, 4190, 6336. Muslim 3211, Abu Dawud no. 3857, 3858. Nasai no.2548. Ahmad 17794]
Kitab Taurat merajam penzina (TIDAK DIBEDAKAN menikah/tidak: ULANGAN 22.22-23), mengapa kaum yahudi area itu TIDAK melaksanakannya?
  • SENGAJA MENUTUPI bagian rajam yang ada di taurat namun diketahui dan ditegur oleh:

    • Abdullah bin Salam [Bukhari no.6320, 6336, 3363, 4190. Muslim no.3211. Abu Dawud no.3856. Malik no.1288]

    • VS:
    • Muhammad SAW [Bukhari no.6988, Ahmad no.4269: Abu suriya yang menutupi tanganya pada taurat]
  • VS:
  • TIDAK MENUTUP-NUTUPI:

    • Disampaikan seorang ulama yahudi lainnya (BUKAN Abu salam):
      "Beginikah hukuman zina yang kalian dapati dalam kitab Taurat kalian?" mereka menjawab, "Ya benar." Lalu beliau memanggil seorang laki-laki yang tergolong dari ulama mereka, beliau bertanya: "Aku mengharap kamu mau bersumpah dengan nama Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa, betulkah begini caranya hukuman zina yang kalian dapati dalam kitab tauratmu?" dia menjawab, "Tidak, seandainya anda tidak menyumpahku dengan nama Allah, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada anda. Dan yang kami ketahui dalam kitab Taurat, hukumannya adalah rajam, akan tetapi biasanya hukuman itu tidak berlaku bagi pembesar-pembesar kami, jika yang tertangkap itu dari pembesar, maka kami biarkan begitu saja, akan tetapi jika yang tertangkap rakyat kecil maka kami tegakkan hukum sesuai Taurat. Akhirnya kami bermusyawarah, membicarakan hukum yang dapat kami tegakkan bagi pembesar dan rakyat biasa. Lalu kami putuskan untuk membuat hitam tubuh dan mendera pelaku zina sebagai pengganti hukum rajam." Setelah laki-laki itu selesai bicara, maka Rasulullah SAW bersabda: "Ya Allah, sesungguhnya akulah orang yang pertama-tama menghidupkan kembali sunnah-Mu setelah mereka hapus perintah tersebut." Setelah itu, beliau memerintahkan supaya Yahudi yang berzina itu dihukum rajam [Muslim no. 3212. Abu Dawud no.3857, 3858. Nasai 2548. Ahmad no.17794]

    • VS:
    • Disampaikan 2 orang anak suriya:
      "Hukuman apa yang kalian dapatkan dalam kitab Taurat berkenaan dengan kedua pezina ini?" keduanya menjawab, "Kami mendapatkan dalam kitab taurat; jika ada 4 ORANG SAKSI yang MENYATAKAN bahwa MEREKA MELIHAT kemaluan si pria masuk ke kemaluan perempuan seperti pena celak masuk ke botolnya, maka mereka harus dirajam." Beliau bertanya lagi: "Lalu apa yang menghalangi kalian untuk merajam mereka berdua?" keduanya menjawab, "Kekuasaan kami telah hilang, maka kami takut untuk dibunuh." Rasulullah SAW lantas meminta di DATANGKAN BEBERAPA ORANG SAKSI, mereka lalu datang dengan membawa 4 ORANG SAKSI yang kemudian menyatakan kesaksiannya, BAHWA MEREKA MELIHAT kemaluan si lelaki masuk ke kemaluan perempuan layaknya pena celak masuk ke dalam botolnya. Maka, Rasulullah SAW kemudian memerintahkan untuk merajam keduanya." [Abu Dawud no.3862, dan ada Riwayat Wahb bin Baqiyyah - Husyaim - Mugirah - Ibrahim dan Asy Sya'bi - Nabi SAW sebagaimana hadits tersebut. TIDAK tidak disebutkan, 'beliau lalu minta didatangkan empat orang saksi, lalu mereka pun bersaksi."]
Sekarang saatnya anda perhatian kalimat: "Katakanlah: "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar." [AQ 3.93]. Quran menuliskan kalimat tersebut untuk urusan MAKANAN HARAM/HALAL, namun di hadis, ayat itu malah berubah jadi urusan perselangkangan [Bukhari no.6988, Ahmad no.4269]

Bagaimana mungkin  parade KETIDAKKONSISTENAN di atas ini merupakan sebuah kebenaran?

Hadis juga menginformasikan ketidakkonsistenan di keputusan perajaaman Ma’iz bin Malik, seorang yang telah menikah dan berzina. yang ketika sedang di rajam hampir saja dapat kabur namun tertangkap kembali dan perajaman dilakukan hingga ia wafat. Ketika hal ini dilaporkan kepada Muhammad, Ia berkata, "Kenapa tidak kalian biarkan dia?". [Ahmad no.9433, 15004, 15990, 16027, 22091. Darimi no.2251, 2544. Tirmidhi 1348] atau "Kenapa kalian tidak membiarkannya, siapa tahu ia bertaubat dan Allah menerima taubatnya." [Abu Dawud no. 3886. Ahmad no.20885, 20887].

Tampaknya karena case ini sekarang melanda kaum muslim yang memiliki kualitas tertentu, Nabi memberikan isyarat adanya pengampunan, namun tidak ketika kasus pada pasangan penzina Yahudi sebelumnya. Disamping itu, Islam mengubah syariat Allah dengan melakukan pengecualian pelaksanaan rajam pada pria bujang (mengganti hukum rajam dengan hukuman cambuk dan pengasingan) sementara di taurat (ulangan 22.22-23) tidak.

Ketika Muhammad meminta penjelasan pada otoritas pemegang kitab tentang hukuman yang Allah berikan di taurat, maka ini merupakan indikasi jelas bahwa Muhammad percaya bahwa taurat menuliskan perintah Allah. Namun sekarang, Muhammad malah meninggalkan hukum Allah, padahal hukum tersebut telah ia ketahui bunyinya.

Pertanyaan lanjutannya adalah jika benar nabi yang mengawali pelaksanaan hukum rajam itu, namun mengapa di AQ pelaksanaan ayat rajam tidak ada dan malah dilaporkan hilang? Mengapa orang yang bersetubuh dengan binatang tidak di rajam, padahal Taurat jelas memuat hukuman bagi bestiality? [Detailnya, silakan baca: Selangkangan]

Sekarang kita tahu, bahkan kalimat Allah di Quranpun telak terbukti tidak sama lagi dengan di jaman Nabi. Mereka yang mampu berpikir seharusnya menyadari bahwa ini merupakan bukti ketidakmampuan Allah dalam menjaga kalimatnya sendiri di Quran. Jika demikian maka mengapa kita harus percaya bahwa yang ditulis di dalamnya adalah benar dan tanpa pertentangan?

***

Klaim bahwa Muhammad ada di kitab-kitab Yahudi, salah satunya berasal dari Abdullah bin salam, seorang rahib yahudi pertama yang masuk Islam (ada yang mengatakan ia masuk Islam BUKAN di tahun awal Medinah tapi di tahun ke-8 hijrah). Ia merupakan saksi yang disebutkan dalam AQ 46:10 dan salah satu penyebab turunnya ayat AQ 2:97, yaitu ketika mengatakan bahwa jibril adalah musuh para Yahudi:
    Ibnu Ishaq berkata, "Abdullah bin Salam adalah uskup dan ulama. Pembahasan tentang dirinya dan keislamannya ketika ia masuk Islam, maka salah seorang keluarganya berkata kepadaku dari ia (Abdullah bin Salam) yang berkata, "Ketika aku mendengar Rasulullah SAW, aku pun mengetahui ciri-ciri beliau, nama beliau, dan zaman kemuculan beliau yang kami tunggu-tunggu. Aku rahasiakan hal ini dan mendiamkannya hingga beliau tiba di Medinah.

    Ketika beliau singgah di Quba' di Bani Amr bin Auf, seseorang datang memberi tahu kedatangan beliau. Pada saat itu, aku bekerja di atas pohon kurma, dan bibiku, Khalidah binti Al-Harts duduk di bawahku.

    Ketika aku mendengar kedatangan beliau, aku bertakbir.

    Ketika bibiku mendengar takbirku, ia berkata kepadaku, 'Semoga Allah menggagalkanmu! Demi Allah, jika engkau mendengar kedatangan Musa bin Imran, engkau tidak akan menambah takbirmu.'

    Aku katakan kepada bibiku, 'Bibi, demi Allah, beliau (Rasulullah SAW) adalah saudara Musa bin Imran, seagama dengannya, dan diutus membawa seperti yang dibawa Musa bin Imran.'

    Bibiku berkata, 'Hai anak saudaraku, apakah dia nabi yang diberitahukan kepada kita bahwa dia akan diutus pada zaman sekarang?'

    Aku berkata kepada bibiku, 'Ya.'

    Bibiku berkata, 'Kalau begitu, dialah nabi itu.'

    Setelah itu, aku pergi kepada Rasulullah SAW dan menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Setelah masuk Islam, aku pulang ke rumahku, dan menyuruh keluargaku masuk Islam, dan mereka pun masuk Islam.

    Aku rahasiakan keislamanku dari orang-orang Yahudi. [note: aneh sekali bukannya bangga tapi takut :)]

    Aku menghadap kepada Rasulullah SAW, dan berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat kebohongan. Aku ingin engkau memasukkanku ke sebagian rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Setelah itu, engkau tanyakan kepada mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan kepadamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku.'

    Rasulullah SAW memasukkanku ke dalam salah satu rumah beliau, dan pada saat yang sama orang-orang Yahudi masuk menemui Rasulullah SAW. Mereka berbicara dengan beliau dan bertanya kepada beliau.

    Setelah itu Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kedudukan orang yang bernama Al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?'

    Orang-orang Yahudi menjawab, 'Ia pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia uskup kami dan ulama kami.'

    Usai mereka berkata seperti itu, aku keluar menemui mereka, dan aku berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapati beliau tertulis di kitab kalian di Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau utusan Allah, beriman kepada beliau, membenarkan beliau, dan mengenal beliau.'

    Mereka berkata, 'Engkau berkata bohong.' Mereka pun mencaci-makiku.

    Aku berkata kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, bukankah aku telah jelaskan kepadamu bahwa mereka adalah kaum yang pandai membuat kebohongan, berkhianat, berdusta, dan jahat?' Aku tetap memperlihatkan keislamanku dan keislaman keluargaku. Bibiku, Khalidah binti Al-Harts juga masuk Islam dan keislamannya bagus." [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam bab.96 hal 470-471, Mubarakpuri hal 117, Haekal]

    Bukhari 4.55.546 (juga di: 5.58.275; 6.60.007 dan Muslim 3.614):

    Ketika 'Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Nabi di Mekkah, Ia datang padanya dan berkata, "Aku akan bertanya padamu 3 hal yang tidak ada yang tau kecuali seorang Nabi:

    Apakah tanda pertama terjadinya hari kiamat?
    Apakah makanan pertama bagi para penghuni syurga?
    Kenapa anak menyerupai ayahnya dan mengapa ia menyerupai paman dari pihak ibu?

    Rasullulah berkata, "Jibril baru saja memberitahuku jawaban-jawabannya"

    'Abdullah berkata, "Ia (jibril), Dari seluruh Malaikat, adalah musuh para yahudi."

    Rasullulah berkata, "Tanda pertama terjadinya kiamat adalah munculnya api yang mengumpulkan manusia dari belahan timur hingga barat.
    Dan makanan pertama bagi para penghuni surga adalah hati ikan.

    Untuk anak yang menyerupai orangtuanya, jika laki laki lebih dahulu orgasme dari wanita, anak akan menyerupai bapaknya dan jika perempuan lebih dahulu orgasme laki-laki maka anak akan menyerupai ibunya”

    [Utk jawaban no 3 dalam Inggris: "As for the resemblance of the child to its parents: If a man has sexual intercourse with his wife and gets discharge first, the child will resemble the father, and if the woman gets discharge first, the child will resemble her". Dalam bahasa Arab: "وَأَمَّا الشَّبَهُ فِي الْوَلَدِ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَشِيَ الْمَرْأَةَ فَسَبَقَهَا مَاؤُهُ كَانَ الشَّبَهُ لَهُ، وَإِذَا سَبَقَ مَاؤُهَا كَانَ الشَّبَهُ لَهَا"]

    Untuk jawaban itu 'Abdullah bin Salam berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasullulah" 'Abdullah bin Salam berkata lebih lanjut, "Oh Rasulllulah! Para Yahudi adalah pembohong, dan jika mereka mendapat tau aku beralih ke Islam sebelum engkau tanya mereka (tentang ku), mereka akan berdusta mengenai ku."

    Para Yahudi datang ke Rasullulah dan 'Abdullah masuk ke dalam rumah. Rasullulah bertanya, "Orang seperti apa 'Abdullah bin Salam di antara kalian?" mereka menjawab, "Ia adalah yang paling tahu diantara kita dan terbaik di antara kita dan anak terbaik di antara kita" Rasulluah berkata, "Bagaimana menurutmu juga ia masuk Islam?" Para Yahudi menjawab, "Semoga Allah menyelamatkannya dari itu." Kemudian 'Abdullah bin Salam keluar dan di depan mereka berkata, "Aku bersaksi tiada yang patutu di sembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasullulah" Kemudian mereka berkata, "Ia yang terkeji diantara kita dan ia adalah anak yang terkeji diantara kita" dan terus berlanjut mengatakan hal buruk tentangnya.
Mari kita bahas dulu pada jawaban-jawaban atas 3 pertanyaan itu. Untuk jawaban atas pertanyaan no.1, mari kita skip karena susah sekali pembuktiannya.

Jawaban pertanyaan no.2, sangat menarik, mengingat ISLAM menyatakan bahwa BUMI ada DI PUNGGUNG ikan PAUS!

Jawaban pertanyan no.3, juga menarik mengingat dunia sains ternyata tidak sepakat.

Konteks yang dibicarakan dalam hadis itu adalah ketika melakukan hubungan seksual, yaitu: ada cairan yang keluar (muslim: "مَاؤُهَا مَاءَ"), cairan lelaki berwarna putih dan cairan wanita berwarna kuning (Muslim: "مَاءُ الرَّجُلِ أَبْيَضُ وَمَاءُ الْمَرْأَةِ أَصْفَرُ").

Informasi dari 4 hadis nabi yang saling menerangkan ini mengandung beberapa kekeliruan:
  1. Penampakan kasat mata cari Warna Cairan Vagina yang dapat dilihat para rabbi dan Nabi:

    - Normal & Sehat : Warnanya bening jernih sampai keputih-putihan
    - Tidak Normal : Agak terlihat abu-abu, hijau atau kuning

  2. Faktor kemiripan tidak ditentukan dari siapa yang duluan orgasme dan bukan karena cairan saat berhubungan. Bahkan jikapun ada yang berdalih bahwa ini adalah faktor genetika yang dibicarakan dengan menyatakan kata yg digunakan seharusnya "dominan", maka ini pun tetep tidak nyambung, karena kemiripan saja sudah memerlukan percampuran GENETIK dari kedua belah pihak, jadi tidak ada menang kalah disini. Bahkan dalih itupun tidak valid, mengingat adanya kata "cairan" dalam hadis. Pun jika ini membicarakan sperma dan ovum, maka sain mengatakan waktu kemunculan ovum sekurangnya per 15 menitan!

      "The release of an egg was considered a sudden, explosive event, but his pictures, to be published in Fertility and Sterility, show it taking place over a period of at least 15 minutes."

  3. Penentuan jenis kelamin yang dikaitkan dengan masalah siapa yang duluan atau bahkan siapa yang lebih dominan adalah tidak nyambung sama sekali, karena kromoson "XY" yang bawa selalu dari pihak pria dan peluangnya jika mengikuti itungan mendel adalah 50:50.

  4. Jikapun masih beranggapan bahwa jika ayah yang orgasme duluan maka bayi nya akan berjenis kelamin lelaki, maka silakan lihat artikel di blog ini, yang menyampaikan beberapa faktor yang dianggap dapat menjadikan jenis kelamin bayi sesuai yang di inginkan. Beberapanya merupkan pendapat dari Dr. Landrum Shettles, MD dan yang menariknya satu faktor tentang orgasme justru berkebalikan dengan kata nabi, yaitu:

      Jika menginginkan seorang bayi perempuan
      Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.

      Jika menginginkan bayi laki-laki
      Upayakan istri dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan.

    Bahan lain yang patut di baca yang berhubungan dengan bagaimana cara untuk mendapatkan jenis kelamin bayi yang di inginkan silakan buka: di sini, di sini dan di sini

    Tentang sains islam yang berhubungan dengan jenis kelamin dan perkembangan bayi :) silakan juga buka: di sini (ide-ide itu juga didapatkan dari Taurat dan Yunani), di sini dan di sini

  5. Quran, Hadis dan tafsir menyampaikan bahwa selama 40 hari (atau 42 hari/45 hari) air mani tidak berubah di dalam perut ibunya, terdapat 4 tahapan per 40 hari dan disetiap tahapan ada malaikat yang dikirim:

    Quran:
      Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (nuthfatan) dalam tempat yang kokoh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ('alaqatan), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghatan), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang ('izhaaman), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging (lahman). Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik [AQ 23.13-14. Di AQ 2.234 disebutkan bahwa masa tunggu (iddah) perempuan sebalum digauli oleh suami lainnya adalah 4 bulan 10 hari = 4 x 29/30 hari + 10 hari. Jika dibagi 3 = 42 - 43.3 hari]

      Arti Al-Alaq/Alaqah: "Al-Alaq digunakan untuk kekentalan (karena pengeringan) darah dan bagian dari itu disebut Alaqah. Dan "Al-Alaqah" juga digunakan untuk lintah (juga tempayak dan belatung) yang hidup di dalam air dan menghisap darah" -(lexicon "Mukhtar al-sihah") atau "Al-Alaq adalah pemadatan darah sebelum itu kering seluruhnya. Bagian dari itu disebut Alaqah. Dan 'Alaqah' juga di gunakan untuk serangga berwarna merah di dalam air" - ("Kitab Al-‘ain". Arti Alaqah yang sama disampaikan 'Al-Misbah al-Muneer')

    Hadis:
    • Riwayat Abu an-Nu'man - Hammad bin Zaid - 'Ubaidullah bin Abu Bakr bin Anas - Anas bin Malik - Nabi SAW: "Allah menugaskan 1 malaikat dalam rahim seseorang. Malaikat itu berkata; "Wahai Rabb, sekarang baru sperma (nuftah), wahai Rabb, segumpal darah ('alaqah), wahai Rabb (sekarang jadi) segumpal daging (Mudhghah)". Maka bila Allah menghendaki menciptakan janin itu, malaikat itu berkata; "Wahai Rabb, laki-laki, wahai Rabb (atau) perempuan, Wahai Rabb sengsara atau bahagia, bagaimana rezekinya, kapan ajalnya. Demikianlah ditulis ketetapannya selagi berada di dalam perut ibunya". [Bukhari no.3086, 6106, 307. Muslim no.4785. Ahmad no.12042]

    • Riwayat Husyaim, Riwayat Ali bin Zaid - Abu Ubaidah bin Abdullah - Abdullah - Rasulullah SAW bersabda:"..Sesungguhnya air mani (nuftah) berada di dalam rahim selama 40 hari (1) tidak berubah, bila berjalan 40 hari akan berubah menjadi segumpal darah (Alaqah) (2), kemudian menjadi segumpal daging (mudhghah) selama itu pula (3) kemudian menjadi kerangka tulang selama itu pula (4). Maka bila Allah berkehendak untuk menyempurnakan ciptaanNya, Dia mengutus malaikat kepadanya, lalu malaikat berikutnya bertanya: Wahai Rabb, apakah dia laki-laki atau perempuan?.."[Ahmad no. 3372]

    • Riwayat Hammad - Abu Mu'awiyah - Al A'masy - Zaid bin Wahb - 'Abdullah bin Mas'ud Rasulullah SAW: "..di dalam perut ibunya selama 40 hari. Kemudian ia menjadi darah pada 40 kemudian. Lalu 40 hari kemudian segumpal darah. Dan barulah pada saat itu, diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepanya. Kemudian ia diperintahkan dengan empat hal. Ditulis rezkinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia akan bahagia ataukah sengsara. [Tirmidhi no. 2063. Bukhari no. 2969 ("..kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan empat ketetapan dan dikatakan kepadanya, tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya.."). Bukhari no. 6900 (selama 40 hari atau 40 malam). Muslim no. 4781. Muslim no.4782 ("Sesungguhnya malaikat akan mendatangi nuthfah yang telah menetap dalam rahim selama 40 atau 45 malam.."). Muslim no.4783 ('Ketika nuthfah telah berusia 42 malam, maka Allah akan mengutus satu malaikat mendatangi nuthfah tersebut.."). Abu Dawud no.4085]

    Tafsir:
    • (Kemudian tempatkan setetes (benih) di penyimpanan yang aman) di rahim ibunya selama 40 hari; (Kemudian Kami membentuknya) maka Kami ubah (tetesa) menjadi (gumpalan) selama 40 hari, (dan kami membentuknya) maka Kami ubah (gumpalan) menjadi (benjolan kecil) selama 40 hari, (dan kami membentuknya) Kami ubah (benjolan kecil) menjadi (tulang) tanpa daging, (kemudian tulang dibungkuskan dengan ) sendi-sendi, pembuluh darah dan hal-hal lain, (dan kemudian jadikan itu ciptaan lain), kemudian Kami ditempatkan di dalamnya roh. (Jadi terpujilah Allah, yang terbaik dari pencipta) yang terbaik dari pengubah! [Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs UTK AQ 23.13,14:]

    • Imam Ahmad meriwayatkan dari `Abdullah - Ibn Mas`ud - Rasullullah SAW, yang beliau adalah orang yang selalu jujur dan dibenarkan: (Sesungguhnya salah sesorang di antara kalian di kumpulkan penciptaannya di dalam perut (rahim) ibunya selama 40 hari berupa nutfah (air mani), kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (empat puluh hari), lalu menjadi gumpalan seperti sekerat daging, selama itu juga, kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia (Malaikat) meniupkan ruh padanya dan Malaikat itu diperintahkan untuk (mencatat) empat perkara....(Bukhari and Muslim)) [Ibn kathir di AQ 23.12-16 (atau Lubaabut Tafsiir Min Ibni Katsiir "Tafsir Ibn katsir", penyusun: Dr Abdullah bin Muhammad bin Abdurahman bin Ishaq Al-Sheikh, Penerbit: Mu-assasah Daar Al-Hilaal Kairo, cetakan ke-1, th 1414 H/1994 M, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, juz 18 hal. 576)]

    Fakta kedokteran:
    BELUM 40 hari berakhir yaitu di minggu ke-5 (35 hari) TIDAK LAGI BERUPA sperma, namun telah terjadi pembentukan awal jantung, tulang, dan cikal spinal cord. Juga dikatakan bahwa jantung mulai berdetak di minggu ke-5 [lihat: di sini dan di sini]. Di minggu ke-8 (56 hari) telah terjadi pembentukan tulang yang ada didalam bungkusan kulit dan daging :) Ini menunjukan bahwa Islam bertentangan dengan Ilmu kedokteran.
Sekarang anda sendiri telah menjadi saksi bahwa pengetahuan Allah, Muhammad, Abdullah bin Salam, sahabat nabi lainnya dan para ulama islam adalah sungguh mengharukan, bukan :)

***

Klaim menyembunyikan dan tidak mau menjelaskan taurat:
    Ibnu Ishaq berkata, "Muadz bin Jabal saudara Bani Salimah, Sa'ad bin Muadz saudara Bani Abdul Asyhal, dan Kharijah bin Zaid saudara Bani Balharits bin Al-Khazraj bertanya kepada beberapa orang Yahudi tentang sebagian kandungan Taurat, namun mereka menyembunyikannya dari mereka, dan menolak menjelaskannya kepada mereka. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang sikap orang-orang Yahudi tersebut,

    'Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat.'(Al-Baqarah: 159). [Ishaq hal.513]
Padahal ternyata TAURAT saja sudah pernah di pegang oleh Umar dan MALAH NABI yang melarang membacanya :)
    Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu menuturkan:

    أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أهل الْكُتُبِ. فَقَرَأَهُ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ فَقَالَ: أَمُتَهَوِّكُوْنَ فِيْهَا، يَا ابْنَ الْخَطَّابِ؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمِ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، لاَ تَسْأَلُوْهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوْكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوْا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوْا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِي

    “Umar ibnul Khaththab RA datang kepada Nabi SAW dengan membawa sebuah kitab yang diperolehnya dari sebagian ahlul kitab. Nabi SAW pun membacanya lalu beliau marah seraya bersabda: “Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa agama yang putih bersih. Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepada mereka (ahlul kitab), sehingga mereka mengabarkan al-haq (kebenaran) kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut. Atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Nabi Musa masih hidup niscaya tidaklah melapangkannya kecuali dengan mengikuti aku.” (HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/387 dan Ad-Darimi dalam muqaddimah kitab Sunan-nya no. 436. Demikian pula Ibnu Abi ‘Ashim Asy-Syaibani dalam kitabnya As-Sunnah no. 50. Hadits ini dihasankan oleh imam ahlul hadits di jaman ini Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani v dalam Zhilalul Jannah fi Takhrij As-Sunnah dan Irwa`ul Ghalil no. 1589.)

    Dalam riwayat Ad-Darimi hadits di atas datang dengan lafadz:

    أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَتَى رَسُوْلَ اللهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِِنُسْخَةٍ مِنَ التَّوْرَاةِ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هذِهِ نُسْخَةٌ مِنَ التَّوْرَاةِ. فَسَكَتَ، فَجَعَلَ يَقْرَأُ وَوَجْهُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَغَيَّرُ. فَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ: ثَكِلَتْكَ الثَّوَاكِلُ ، مَا تَرى مَا بِوَجْهِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَنَظَرَ عُمَرُ إِلَى وَجْهِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ غَضَبِ اللهِ وَغَضَبِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِحُمَّدٍ نَبِيًّا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ بَدَالَكُم مُوْسَى فَاتَّبَعْتُمُوْهُ وَتَرَكْتُمُوْنِي، لَضَلَلْتُمْ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيْلِ، وَلَو كَانَ حَيًّا وَأَدْرَكَ نُبُوَّتِي لاَتَّبَعَنِيْ

    ‘Umar ibnul Khaththab RA datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa salinan dari kitab Taurat. Ia berkata: “Ya Rasulullah, ini salinan dari kitab Taurat.” Rasulullah SAW diam, lalu mulailah ‘Umar membacanya dalam keadaan wajah beliau berubah. Melihat hal itu Abu Bakar berkata kepada ‘Umar: “Betapa ibumu kehilangan kamu, tidakkah engkau melihat perubahan pada wajah Rasulullah SAW?” Umar melihat wajah Rasulullah SAW (dan ia menangkap perubahan tersebut), maka ia berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari kemurkaan Allah dan RasulNya. Kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.” Rasulullah SAW berkata: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Nabi Musa muncul kepada kalian kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkan aku, sungguh kalian telah sesat dari jalan yang lurus. Seandainya Musa masih hidup dan ia menemui masa kenabianku, niscaya ia akan mengikutiku.
Jadi apa perlunya lagi mengklaim Yahudi menyembunyikan dan tidak mau menjelaskan taurat jika bahkan telah diberikan Taurat tidak mau/tidak boleh di baca? Dan salah satu hadis menunjukan Muhammad bisa membaca, jadi mereka yang selama ini mengatakan Muhammad buta huruf jelas kacau sekali.

Terdapat perbedaan besar antara Nabi Musa vs Muhammad. Diantara kedua nabi tersebut hanya Nabi Musa yang pernah bertemu dan berbicara langsung dengan Allah. Sedang Muhammad tidak. Malah Muhammad pun terecord tidak mampu membedakan suara siapa yang ia dengar. Qur'an, hadis dan tafsir merekam insiden ini di surat Al Hajj 22:52 [turun di urutan ke-103]. Surat ini turun sehubungan dengan Muhammad SAW menarik kembali pengakuannya pada 3 tuhan Quraish sebagaimana di sebutkan di surat AQ 53:19-20 [turun di urutan ke-23], dengan alasan bahwa itu adalah karena ulah setan.
    "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat"
Tafsir Jalalyn untuk surat 22:52-53
    Nabi, dalam satu pertemuan dengan kaum Quraish setelah melafalkan surat al Najam, "Have you considered Lāt and ‘Uzzā? And Manāt, the third one?" [53:19-20] ditambahkan, SEBAGAI AKIBAT SETAN masuk kedalam lidahnya tanpa NABI menyadarinya [Dengan kata berikut], "those are the high-flying cranes (al-gharānīq al-‘ulā) and indeed their intercession is to be hoped for", dan kaum Quraish merasa gembira. Gabriel menyampaikan kepadanya bahwa Setan yang menyatakan itu, Ia bersedih. Namun kemudian Allah menentramkannya dan menganulirnya kembali, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.[Kisah ini juga ada di Tabari Vol.1, yang di translasikan oleh G. R. Hawting, "The Idea of Idolatry and the Emergence of Islam: From Polemic to History", Hal 131-132, juga di The History of al-Tabari, translated and annotated by W. Montgomery Watt and M.V. McDonald [State University of New York Press (SUNY), Albany 1988], Volume 6, pp. 107-112]
Di buku "PROCEEDINGS OF THE PANEL ON "CORRECTION OF ERRONEOUS INFORMATION PUBLISHED ON ISLAM AND MUSLIMS" THE CASE OF THE SATANIC VERSES - by The Islamic Educational, Scientific, and Cultural Organization - ISESCO, 1413 AH/1992 AD, dikatakan:
    Pada hal.100, dikatakan kalo Al Najm (no.53) turun di di tahun ke-5 kenabian dan surat Al Hajj [no.22] ada di tahun ke 13 (akhir periode Mekkah) atau periode awal Medinah. [Ini artinya peristiwa pengakuan 3 Dewa itu berlangsung hampir 8 tahun lamanya!]

    Pada hal 107, kisah SETAN yang ikut serta menurunkan ayat Di Al Najm (no.53) yang kemudian dilanjutkan dengan pencabutan kembalinya oleh Allah di Al Hajj (no.22), dinyatakan autentik dan sahih oleh Al-Tabari, B. Hajar dan B. Taimiya.
Quran telah dinyatakan sebagai wahyu yang diturunkan Allah via malaikat, namun tampaknya bahkan Nabi sendiri tidak mampu membedakan antar pemilik "suara gaib" itu. Sementara itu, Di kitab perjanjian lama orang-orang nasrani [dan tentu saja para orang Yahudi] terdapat kata-kata seperti ini:
    Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. [Ulangan 18:20]
Terbayangkah pada anda sekarang, betapa lidah tak bertulang dan betapa riskannya mempercayai bahwa semuai ini adalah kebenaran dari Allah?

***

Ada satu insiden lucu yang masuk dalam 2 ayat di Qur'an, yaitu insiden dan "Kami mendengar tetapi tidak mentaati" dan "raina" :)
    Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati (sami'naa wa'ashaynaa)". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat). [AQ 2.93]
Dalam sahih muslim 1.228, dari riwayat abu huraira, setelah turunnya AQ 2.284, "..Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya..". Para sahabat nabi datang kepada Nabi dan menyampaikan keluhannya atas ayat itu karena mereka telah melakukan berbagai kewajiban spt shalat, puasa, berperang di jalan allah, zakat. Nabi berkata, "Apakah kalian bermaksud mengatakan seperti kaum dari dua buku sebelum kalian yang berkata: "Kami mendengar dan tidak mentaati?"

Kemudian, 2 ayat qur'an mengulangi lagi dan kali ini ada kata "ra'ina"
    Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : "Kami mendengar tetapi tidak mentaati (sami'naa wa'ashaynaa)". Dan : "Dengarlah, kamu yang tidak mendengar" (wa(i)sma' ghayra musma'in). Dan: "Raa'ina (wara'ina, perhatikan/lihat/pelihara)", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan mentaati (sami'naa wa-atha'naa), dan dengarlah (wa(i)sma), dan perhatikan kami (waunzhurnaa)", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.[AQ 4:46]

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina ('رَاعِنَا')", tetapi katakanlah: "Unzhurna ('انظُرْنَا', perhatikan)", dan "dengarlah (wa(i)sma'uu)". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih [AQ 2:104]
Perhatikan kalimat arab: "sami'na wa'asayna" (AQ 4.46; 2.93) vs kata Ibrani: "shama'nu ve'asinu" atau "na'aseh venishma" (ulangan 5.27. Keluaran 24.7).

Kedua kata Ibrani ini, arti secara garis besarya adalah, "kami mendengar dan mematuhi" namun "na'aseh venishma" memiliki penekanan kemauan yang lebih kuat lagi daripada "shama'nu ve'asinu"

Ketika Nabi Musa turun dari gunung dan memberikan aturan-aturan, Quran dan Hadis menyatakan bahwa orang Yahudi mengatakan: "kami mendengar namun tidak mematuhinya" ADALAH BERTENTANGAN dengan FAKTA di Ulangan 5.27 (v’shamanu v’asinu = mendengarkan perintahnya dulu baru kemudian melakukannya) (lihat bagian bawah artikel di link atau lihat: Di sini dan Di sini)

Jika ini adalah benar Allah yang sama bagi ke-3 ajaran, maka Allah saat itu telah mengalami Amnesia berat!

Kenapa?

Karena kalimat ibrani di atas BUKANLAH berarti TIDAK MEMATUHI, namun ingin mendengarkan perintah-perintah yang dibawa Nabi Musa dulu dan kemudian melakukannya. Bahkan keyakinan orang yahudi itu dipertegas lagi di keluaran 24.7 dengan kata "na'aseh venishma", yang artinya "kemauan melakukan dan memperhatikan perintah bahkan sebelum mendengar"!

Secara eksplisit ayat-ayat di atas ini membuktikan bahkan ALLAH dan Jibril (konon ini adalah Allah yang sama juga yang menurunkan Taurat/tanakh dalam bahasanya Nabi Musa) (juga Muhammad) tidak berkemampuan berbahasa Ibrani!

Kemudian untuk 2 ayat yang mengguakan kata "ra'ina", Tafsir mengatakan seperti ini
    Jalalyn:
    (rā‘inā bentuk perintah yang lebih keras dari murā‘āt = mempertimbangkan) berasal dari al-ru‘ūna [‘ketidakbijaksanaan’].

    wakidi:
    (O kalian orang beriman, Jangan katakan (Pada Nabi): “Dengarkan kami” [ra‘ina] …) [2:104]. Kata Ibn ‘Abbas berdasarkan riwayat dari ‘Ata’: “Ini karena para arab biasa menggunakan ekspresi ini [ra‘ina], Ketika para Yahudi mendengar mereka menggunakan ekspresi itu pada Nabi SAW, mereka menyukainya. Ini ekspresi yang sama yang di gunakan para Yahudi dalam percakapan yang berkonotasi untuk melecehkan. mereka berkata: ‘Dulu, kami biasa pakai untuk lecehkan nabi secara sembunyi-sembunyi. Sekarang, Engkau bisa lecehkan dia secara terbuka karena ekspresi ini di gunakan dalam kotbah mereka’. Maka dari itu, mereka biasa datang menghampiri Rasullulah SAW, dan berkata: ‘O Muhammad! ra‘ina’, dan kemudian mereka tertawa. Seorang Ansar — Sa‘d ibn ‘Ubadah yang mengerti baik bahasa ibrani dan mengerti maksud tujuannya. Ia berkata pada mereka: ‘Hai Musuh Allah! Semoga Allah mengutukmu. Darinya yang memegang jiwa Muhammad, Aku akan penggal setiap orang yang menyatakan ekspresi itu’. Mereka berkeberatan, berkata: ‘Namun bukankah engkau gunakan ekspresi yang sama terhadapnya?’ Oleh karena itu Allah, Yang maha agung, menurunkan ayat, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan..…").

    Ibn Kathir:
    "Ar`ina samak" (adalah penghinaan). Ibn Abu Hatim berkata bahwa itu disampaikan oleh Abu Al-`Aliyah, Abu Malik, Ar-Rabi` bin Anas, `Atiyah Al-`Awfi dan Qatadah menyatakan yang sama.

    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa dua orang Yahudi bernama Malik bin Shaif dan Rifa'ah bin Zaid, apabila bertemu dengan Nabi SAW mereka mengucapkan: "was ma' ghaira musmai'in (Semoga kau budek)." Kaum Muslimin mengira bahwa kata-kata itu adalah ucapan ahli Kitab untuk menghormati Nabi-nabinya. Mereka pun mengucapkan kata-kata itu kepada Nabi SAW. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2:104) sebagai larangan untuk meniru-niru perbuatan kaum Yahudi. (Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari as-Suddi. juga dari Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam)

    Tabari:
    'Ata mengatakan bahwa kata "Ra'ina" adalah perkataan para Ansar pada jaman Jahiliyah. 'Al-Rabi ibn Anas dari riwayat Abu al-aliyah menyatakan ketika para Arab berbicara dengan sesamanya meraka mengatakan "Ar'ani" (Arahkan kupingmu pada ku) [Tabari vol II hal. 461-462].

    Artikel di sini mengatakan arti "ra'ina" adalah (tolong ulangi yang perkataanmu)
Ternyata kata ra'ini ini memiliki arti yang beragam, bahkan pendapat di kalangan para sahabat Nabi sendiri bervariasi:
  1. Ibn 'Abbas dan Ibn Zayd: "isma' la sumi'ta = dengar, engkau yang tidak mendengarkan" + al-Hasan dan Mujahid: "ghayra musma 'in = orang yang ucapannya tidak dapat di terima (annahughayr maqbulminka)"(Abul Hasan 'Ali b. Muhammad al-Mawardi, Al-Nukat wal-'Uyun, 6 vols. (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyya, n.d.), 1:493; Ibn Kathir, 2:306. Tafsir Mujahid has ghayr maqbul ma taqul ya Muhammad, hal 282).

    Tabari mengutip 2 interpretasi: "wasma'ghayra musma'in = 'dengar, engkau yang tuhan tidak sampaikan (isma' la asma'aka Allah)" [Tabari vol 5:118-119].

    Pickthall: "Mendengar yang tidak ada"(Muhammed Marmaduke Pickthall, The Meaning of the Glorious Koran (New York: Mentor, n.d.).
    Asad: "mendengar tanpa mendengarkan" (Muhammad Asad, The Message of the Qur'an (Gibraltar: Dar al-Andalus, 1980), p. 112, note 59).
    Dawood: "Semogaengkau kehilangan pendengaran"(N.J. Dawood, The Koran (Middlesex: Penguin, 1974), p. 371).
    Bell+Yusuf Ali+ Ben-Shemesh: "mendengar apa yang tidak ada" (ichard Bell, 46:48 in his versification; Yusuf Ali, The Meaning of the Glorious Qur'an (Cairo: Dar al-Kitab al-Misri, n.d.); Aharon Ben-Shemesh, HaQur'an (translation into Hebrew; Tel Aviv: Karni, 1978). [Sumber: di sini]

    -> Memperhatikan arti yang sangat bervariasi ini maka secara singkat dapat dikatakan mereka semua ini cuma "sok tau!"

  2. Gembala: "وَارْعَوْا, wair'aw" (AQ 20.7); "الرِّعَاء, Para penggembala" (AQ 28.23); atau dari bahasa syria: "re'yono, re'yana, pengembala". Karena quran juga memuat variasi kata itu sehingga wajar ada juga: "رَاعُونَ, -> memelihara" (AQ 23.8 dan 70.32), "رَاعِنَا, peliharalah " (AQ 2.104), "رِعَايَتِهَا, pemeliharaan" dan "رَعَوْهَا, memeliharanya" (AQ 57.27) dan "وَرَاعِنَا, memelihara" (AQ 4.46)

    -> Mungkin karena sewaktu kecil beliau sempat menjadi penggembala kambing, jadi merasa terhina.

    Namun dalam buku "The Qur'an: Misinterpreted, Mistranslated, and Misread. The Aramaic Language of the Qur'an" Gabriel Sawma, Ia menyatakan dalam konteks syria-aramic, Ia, mengartikan "re'yono, re'yana" = keinginan, memperhatikan, hadir, condong, dll yang artinya dalam bahasa syria-aramic adalah tidak negatif.

    Kemudian masih di buku yang sama hal.215, dalam bahasa syiria, yaitu dari "ru" = "meninggikan teriakan" (Jud 15.14); "Hri'u" = "Berteriak keras ketika memuji tuhan" (Ezr 3.11), "Hr'u" ="Teriakan keras dalam perang" (1 sam 17.20)

    -> Jadi Qur'an menyatakan, "Mereka sedang berteriak keras-keras"

  3. ada yang mengartikan "ra" = buruk, jahat, setan. Jadi ra'ina = "satu yang jahat". Namun permasalahan utamanya adalah orang Yahudi tidak menyembah tuhan dengan sebutan "Ra" maka intepretasi ini kelewatan sekali.

    Dalam Blog ini, saya temukan arti "Ra" dalam dialek Hadramawt, area selatan Arabia, yaitu Ra'ah راعه = death , destruction. Di Naskah kuno Arabic "Naskah kuno yemeni". Konsonan (R) adalah setengah lingkaran dan Konsonan (A') adalah lingkaran. Bentuk "bulan sabit dan bulatan" merupakan simbol suci beberapa ajaran di dunia.

Jelas sekali variasi artinya begitu banyak dan bahkan bisa berasal dari bahasa lain, namun mengapa tuduhan negatif itu harus di alamatkan kepada kaum Yahudi saja?

***

Contoh lainnya tentang salah kaprah pengartian, yaitu sebagaimana di sampaikan di hadis Bukhari (8.74.273, 274, 275) tentang penggunaan salam pembuka: "As-salamu alaika" dan jawabannya: "Wa `alayka". Salam pembuka ini adalah pinjaman dari bahasa lainnya entah itu dari bahasa Syiria: "Shlomo ʻlaikhon" atau mungkin saja Yahudi: "Shalom aleikhem/sholom aleikhem" dan jawabannya: "aleikhem shalom".

Tuduhannya lagi-lagi dialamatkan ke kaum Yahudi yang dikatakan mengganti salam itu menjadi "as-samu 'Alaika". Kata samu/sam diartikan sebagai racun/kematian. Nabi rupanya "cerdik" dan tetap menjawab "wa'alayka". Masalahnya jika tuduhan itu benar, bukankah para Yahudi juga memahami arti jawaban balasan ketika salam itu di ucapkan, sehingga jika itu artinya adalah buruk seperti yang dituduhkan, maka arti yang buruk juga yang mereka terima sebagai jawabannya, bukan?.

Ternyata kata samu/sam juga berarti "dengar" berasal dari samu+el yang artinya "bisa di dengar tuhan atau "mendengar tuhan". Dengan arti seperti ini maka bukankah ini adalah pujian? Apalagi mereka juga tau jawaban salam baliknya "Wa `alayka" juga akan berimbas pada mereka!

Sungguh sukar di percaya jika seorang Nabi dan para sahabatnya berpikir seburuk itu pada kaum lainnya atau ini juga mengindikasikan bahwa Allah/Jibril lagi-lagi tidak mengerti bahasa Ibrani!

Kita sekarang makin mengetahui bahwa Allah ternyata tidak se-mahatahu google baik dari sisi pengetahuan maupun bahasa-bahasa dunia :)

***

Selain dari riwayat dari Abdulah Ibn salam di atas, klaim nama Muhammad di Taurat, juga tercantum seperti ini:
    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abdullah bin Salam mengajak dua anak saudaranya, Salamah dan Muhajir untuk masuk Islam dengan berkata: "Kau berdua telah mengetahui, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman di dalam Taurat, bahwa Ia akan mengutus dari keturunan Ismail, seorang Nabi bernama Ahmad. Barangsiapa yang beriman kepadanya, ia telah mendapat petunjuk dan bimbingan, dan barangsiapa yang tidak iman kepadanya, akan dilaknat. Maka masuk Islamlah Salamah, akan tetapi Muhajir menolak. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 130) yang menegaskan bahwa hanya orang-orang bodohlah yang tidak beriman kepada agama Ibrahim (Diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 174) dalam peristiwa berikut: Pemimpin dan ulama kaum Yahudi biasa mendapat persembahan dan sanjungan rakyat bawahannya. Mereka mengharap agar Nabi yang akan diutus itu diangkat dari kalangan mereka. Ketika Nabi Muhammad SAW diutus bukan dari kalangan Yahudi, mereka takut kehilangan sumber keuntungan, kedudukan dan pengaruh. Mereka ubah sifat-sifat Muhammad yang di kitab Taurat, dan mengumumkan kepada para pengikutnya dengan berkata. "Inilah sifat Nabi yang akan keluar di akhir zaman dan tidak sama dengan sifat Muhammad ini." (Diriwayatkan oleh at-Tsa'labi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

    Ibnu Ishaq berkata, "Pada suatu hari, Abu Bakar memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di salah seorang dari mereka yang bernama Finhas; ulama dan rahib mereka. Finhas ketika itu ditemani rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya'. Abu Bakar berkata kepada Finhas, 'Celakalah engkau wahai Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk Islamlah!

    Demi Allah, engkau telah mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang kepada kalian dengan membawa kebenaran dari sisi Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di Taurat dan Injil.' [Ibn Ishaq/Hisyam, jilid 1, bab. 102 hal.522-523]

    حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَعَفَّانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ عَفَّانُ عَنْ أَبِيهِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
    إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ابْتَعَثَ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِإِدْخَالِ رَجُلٍ إِلَى الْجَنَّةِ فَدَخَلَ الْكَنِيسَةَ فَإِذَا هُوَ بِيَهُودَ وَإِذَا يَهُودِيٌّ يَقْرَأُ عَلَيْهِمْ التَّوْرَاةَ فَلَمَّا أَتَوْا عَلَى صِفَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسَكُوا وَفِي نَاحِيَتِهَا رَجُلٌ مَرِيضٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكُمْ أَمْسَكْتُمْ قَالَ الْمَرِيضُ إِنَّهُمْ أَتَوْا عَلَى صِفَةِ نَبِيٍّ فَأَمْسَكُوا ثُمَّ جَاءَ الْمَرِيضُ يَحْبُو حَتَّى أَخَذَ التَّوْرَاةَ فَقَرَأَ حَتَّى أَتَى عَلَى صِفَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَّتِهِ فَقَالَ هَذِهِ صِفَتُكَ وَصِفَةُ أُمَّتِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ مَاتَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ لُوا أَخَاكُمْ

    (Diceritakan dari Rauh dan 'Affan Al-Makna berkata keduanya: menceritakan Hammad bin Salamah dari 'Atha' bin Saib dari 'Ubaid bin 'Abdillah bin Mas'ud, berkata 'Affan dari ayahnya Ibnu Mas'ud berkata:"Sesungguhnya Allah telah mengutus NabiNya saw. untuk memasukkan seorang lelaki (seorang yahudi yang sakit) ke Surga. Kemudian Rasulullah menuju ke sebuah tempat ibadah kaum Yahudi dan menyaksikan mereka tengah membaca Kitab Taurat Nabi Musa. Ketika mereka melihat Rasul Allah datang, mereka diam dan tidak melanjutkan pembacaan Taurat. Rasullullah bertanya kepada mereka, "Mengapa kalian menghentikan bacaan kalian?" Semua mereka diam dan tidak menjawab. Di salah satu sudut kuil Yahudi itu seorang lelaki yang tengah sakit berbaring. Ketika ia melihat teman-temannya terdiam, ia bangun dari tempat pembaringannya dan berkata, "Wahai Muhammad, bacaan mereka itu tadi telah sampai pada bagian yang berbicara tentang ciri-cirimu. Ketika mereka melihat kau datang, mereka tidak ingin membacakannya dengan kehadiranmu dan sahabatmu, karena yang demikian itu akan merupakan dukungan kepada risalahmu."

    Kemudian orang itu mengambil sebuah kitab Taurat dan dengan susah payah membacakannya di depan Nabi, semua yang berkenaan dengan keutamaan Nabi. Lalu ia berkata, "Wahai Muhammad, inilah sifat-sifat dan ciri-cirimu, serta ajaran dan umatmu. Saat ini juga aku bersaksi bahwa Tuhan adalah satu dan engkau adalah utusan-Nya." Kemudian ia berhenti dan tampak semakin kepayahan seraya tersengal-sengal, lalu ia menghembuskan nafasnya yang terakhir..[MUSNAD AHMAD NO. 3755]

    Ibnul Qayyim: “Taurat yang berada di tangan orang-orang Yahudi di dalamnya terdapat tambahan, perubahan/penyimpangan dan pengurangan yang kentara bagi orang-orang yang mendalam ilmunya. Dan mereka (ahlul ilmi) yakin secara pasti bahwa hal itu tidak terdapat dalam Taurat yang Allah turunkan kepada Nabi Musa. Demikian pula Injil yang berada di tangan orang-orang Nasrani. Di dalamnya terdapat tambahan, perubahan/ penyimpangan dan pengurangan yang tidak bisa disembunyikan dari orang-orang yang ilmunya dalam. Dan mereka yakin secara pasti bahwa hal itu tidak terdapat dalam Injil yang Allah SWT turunkan kepada Al-Masih `Isa AS.” (Hidayatul Hayara fi Ajwibatil Yahudi wan Nashara, hal. 101
Kata yang mirip dengan "Ahmad" dan "Muhammad" memang ada di Perjanjian lama, namun benarkah itu dimaksudkan untuk penyebutan seorang bernama Muhammad?

Dalam kasus "rajam", telah kita temukan sendiri bahwa Muhammad mengikuti apa yang taurat katakan, artinya ia mempercayai Taurat tidak berubah, namun kali ini saya akan gunakan pendekatan lain bahwa klaim ini sungguhlah mengada-ada.

Kata Ibrani: "machmad (baca: makh-mawd') itu muncul 12 x di perjanjian lama (dengan variasinya).

Untuk memuaskan selera mereka yang mengklaim itu, maka ayat-ayat di bawah ini, semua kata ibrani: machmad / hamad / machmud / machmadim (jamak) saya ganti dengan "MUHAMMAD" (kecuali untuk Mahmud, tidak saya ganti dan jika jamak saya tulis dobel):
  1. Hai anak Adam, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu "MUHAMMAD" seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. (Yeh 24:16)
  2. Sebab walaupun mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka. Rumput akan menutupi barang-barang perak "MUHAMMAD"; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka. (Hos 9:6)
  3. tetapi besok kira-kira pada waktu ini, aku akan menyuruh pegawai-pegawaiku kepadamu dan mereka akan menggeledah rumahmu dan rumah pegawai-pegawaimu, maka segala yang mereka lihat "MUHAMMAD" akan mereka ambil dan mereka bawa. (1Raj 20:6)
  4. Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, "MUHAMMAD" bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. (Yeh 24:21)
  5. Dan engkau, anak Adam, bukankah begini akan terjadi? Pada hari Aku mengambil dari mereka benteng mereka, perhiasannya yang menggirangkan hatinya, "MUHAMMAD" matanya dan yang dirindukan jiwanya, anak-anak mereka lelaki dan perempuan, (Yeh 24:25)
  6. Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh segala "MUHAMMAD" mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api.(Rat 2:4)
  7. Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, Aku akan mematikan buah kandungannya "MUHAMMAD".(Hos 9:16)
  8. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya "MUHAMMAD". (2Taw 36:19)
  9. Si lawan mengulurkan tangannya kepada segala "MUHAMMAD"; bahkan harus dilihatnya bagaimana bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya, padahal Engkau, ya TUHAN, telah melarang mereka untuk masuk jemaah-Mu.(Rat 1:10)
  10. Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala "MACHMUD" yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya.(Rat 1:7)
  11. Oleh karena kamu telah mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan telah membawa "MUHAMMAD" yang berharga yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, (Yl 3:5)
  12. Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu "MUHAMMAD-MUHAMMAD" Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. (Kid 5:16) (note: machamadim adalah plural)
Anda lihat sendiri, dengan menggunakan teknik "paksamologi" ala muslim, artinya malah menjadi sangat runyam, bukan?

Namun, rupanya kaum Muslim pun sudah siap dengan bantahannya:
    Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah berkata: “Yang Allah maksudkan dengan firman-Nya ini adalah orang-orang Yahudi Bani Israil yang telah melakukan tahrif atas Kitabullah. Dan mereka menulis sebuah kitab berdasarkan penakwilan/ penafsiran menyimpang yang mereka buat, menyelisihi dengan apa yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Musa. Kemudian orang-orang Yahudi ini menjual kitab karangan mereka itu kepada suatu kaum yang tidak memiliki ilmu tentang penakwilan tersebut, tidak pula memiliki pengetahuan dengan apa yang terdapat dalam Taurat, dan kepada orang-orang bodoh yang tidak mengetahui apa yang terdapat dalam kitabullah. Mereka, orang-orang Yahudi melakukan hal ini, karena ingin mendapatkan dunia yang rendah.” (Jami’ul Bayan fi Ta`wil Ayil Qur`an 1/422)
Masalahnya, Muhammad sendiri terbukti mengikuti apa yang dituliskan di Taurat. Jadi alasan itu akan saling bertabrakan dengan hadis- dan sumber-sumber islam sendiri, bukan?

Namun seyogyanya yang menjawab itu mestinya mampu berpikir:
  1. Taurat di tulis sebelum kedatangan Isa dan Muhammad. Taurat konsisten menyatakan bahwa ke-2 orang itu bukan tuhan dan/tau nabi. Klaim sepihak kaum Nasrani tentang kemunculan Yesus-pun, Para Yahudi konsistensi menolak apalagi dengan kemunculan Muhammad dengan teknik klaim yang sama.
  2. Kaum Yahudi tersebar di banyak wilayah di dunia ini dan jaraknya pun bisa sangat jauh dari Medina. Hingga hari inipun, Tidak ada bukti bahwa para yahudi seluruh dunia, di sebelum itu melakukan rapat darurat utk merubah-rubah isi tauratnya khusus dalam rangka menghadapi Muhammad dengan klaim "paksamologi"-nya
  3. Berdasarkan bukti manuscript tertua (yang juga dianggap perjanjian lama oleh kaum Nasrani), seharusnya SANGAT MUDAH bagi KALANGAN AKEDEMISI mana saja untuk membeberkannya, bukan? atau tinggal mencocokan sendiri dengan taurat manapun di muka bumi untuk memastikan benar/tidaknya nama muhammad dihilangkan paksa atau disembunyikan atau di ubah-ubah.
Mudah, bukan?

Konsekuensi dari hoax-nya klaim adalah kebenaran yang di usung menjadi sangat patut diragukan atau bahkan patut ditinggalkan

Untuk detail lainnya silakan anda buka: V'khulo machamadim atau di sini. O ya, saya sampaikan sebagai bocoran bahwa ternyata nama ALI SINA di Perjanjian Lama malah dapat ditemukan jauh lebih banyak lagi daripada nama Muhammad, tapi untunglah Ali Sina ini tidak memaksakan diri ingin disebut sebagai Nabi :)

***

Kemudian untuk klaim mendustakan yang batil dan haq:
    Abdurrazzaq Ash-Shanani meriwayatkan dalam Mushannafnya (no. 19212) dari jalan Huraits bin Zhuhair, ia berkata: Abdullah (yakni Ibnu Masud) berkata :

    لاَ تَسْأَلُوْا أَهْلَ الْكِتَابِ عَنْ شَيْءٍ، فَإِنَّهُمْ لَنْ يَهْدُوْكُمْ وَقَدْ أَضَلُّوا أَنْفُسَهُمْ، فَتُكَذِّبُوْنَ بِحَقٍّ أَوْ تُصَدِّقُوْنَ بِبَاطِلٍ

    Janganlah kalian bertanya tentang sesuatu kepada ahlul kitab karena sesungguhnya mereka tidak akan memberikan petunjuk/ hidayah kepada kalian. Mereka sendiri telah menyesatkan diri mereka. [dikhawatirkan] kalian akan mendustakan yang haq atau membenarkan yang batil (Al-Hafizh Ibnu Hajar menghasankan sanadnya dalam FathulBari 13/408)
Ayat itu jelas bertentangan dengan:
    فَاسْأَلِ الَّذِيْنَ يَقْرَؤُوْنَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ

    (“Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Al-Kitab sebelummu.” (Yunus: 94)
Namun tentu saja masih ada bantahan dari kaum muslim dalam menyikapi perentangan di 2 ayat ini, yaitu maksud "bertanya kepada ahlul kitab" adalah kepada ahlul kitab yang telah beriman dan larangan bertanya ditujukan pada ahlul kitab yang belum beriman. (Fathul Bari 13/408)

Sementara itu dalam asbabunuzul (sebab turunya ayat) AQ 2:102, malah pihak Yahudi mengklaim sebaliknya, yaitu Muhammad lah yang batil:
    Ibnu Jarir meriwayatkan dari Syahr bin Hausyab, dia berkata, "Orang-orang Yahudi berkata, 'Perhatikanlah Muhammad, dia mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Dia mengatakan bahwa Sulaiman adalah nabi seperti nabi-nabi yang lain, padahal Sulaiman adalah seorang penyihir yang dapat terbang di atas angin.' Maka Allah menurunkan firman-Nya, 'Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan....'" (al-Baqarah: 102) [Di ambil dari: "Sebab Turunnya Ayat", Jalaludin As-Suyuti, hal.42]
Perlu di ketahui,
Hingga kinipun belum ada bukti langsung penemuan arkeologi yang membuktikan eksistensi Sulaiman ini bukan hoax. Berita penemuan arkeologi pertambangan sang "raja sulaiman" barulah sebatas dugaan [lihat: National Geographic di sini (27 Oktober 2007), di sini (2010) dan skeptisme kebenaran dugaan: di sini, di sini (2010) dan di sini].

Seharusnya ini sangat mengherankan mengingat Sulaiman di klaim sebagai NABI dan/atau RAJA yang besar, kayaraya dan luas cakupan kekuasannya!

Sebagai pembanding dengan tokoh-tokoh jaman dulu, maka bukti eksistensi Alexander Yang Agung saja berserakan banyaknya, Raja-raja mesir yang tahun kehidupannya ratusan/ribuan tahun lebih dulu dari "Sulaiman" saja malah ada banyak temuan peninggalannya, padahal mereka ini kan cuma manusia biasa-biasa saja?

Lantas mengapa Sulaiman yang mendapat jamin Allah SWT bahwa Ia itu bukan hoax, koq malah selama ribuan tahun sebelumnya dan juga kedepan, sangat sulit sekali ditemukan bukti eksistensinya?

Demikianlah sekilas pembuktian tidak benarnya tuduhan kaum muslim terhadap kaum Yahudi. Sebagai simpulan latar belakang semua contoh di atas, maka saya kutip kalimat Dr. M. Khan, penterjemah Sahih Bukhari dan Quran dalam bhs Inggris tentang pola pikir Islam:
    "Allah menurunkan dalam Sura Bara’at (Repentance, IX) [perintah untuk mengabaikan (semua) kewajiban (perjanjian dsb), dan memerintahkan muslim untuk bertempur melawan Pagan dan juga melawan ahlul kitab (yahudi dan kristen) jika mereka tidak masuk Islam, sampai mereka membayar Jizya dengan patuh dan mereka dalam keadaan tunduk (seperti yang diturunkan dalam S 9:29). Jadi muslim tidak diijinkan untuk menghentikan “perang” melawan mereka (pagan, yahudi dan kristen) dan tidak diijinkan untuk berdamai dengan mereka dan tidak diijinkan untuk berhenti bersikap keras terhadap mereka sampai waktu yang tidak terbatas pada waktu mereka kuat dan memiliki kemampuan untuk bertempur melawan mereka. Jadi pada awalnya, “perang” dilarang, kemudian diijinkan, dan setelah itu menjadi keharusan/kewajiban” [Introduction to English translation of Sahih Bukhari, hal.xxiv.]
Sekarang sudah saatnya kita tengok IMPLEMENTASI surat AQ 22:39-41, yang memberikan IZIN berperang bagi nabi di Medina. Sebagai sample, maka saya batasi hingga periode 3 tahunan saja, yaitu sampai peristiwa Uhud.
  1. 6/7 (enam) Bulan pertama setelah Hijrah [1 AH/28 Juni 622 M - Desember 622 M], Membeli tanah dan yang memabayari adalah Abu Bakar, membangun Mesjid [sisinya kurang lebih 100 hasta = 50 meteran], rumah bagi beberapa sahabat beserta dan keluarga mereka dan rumah untuk istri Muhammad, Aisyah dan Saudah. Kelak dengan meningkatnya jumlah Istri-istri Muhammad, maka akan bertambah dengan jumlah rumah bagi Istri-istrinya. Bagi mereka yang memang datang dalam keadaan miskin dan tidak mampu, mereka tidur di Mesjid dan tempat-tempat lain. Mereka ini yang kerap sakit dan kelaparan. Kemudian di sela-sela itu terjadi Demam Medina yang di derita oleh kebanyakan pengikut Muhammad [termasuk melanda Abu bakar dan keluaranya]. Kejadian ini adalah efek dari musim panas [Juni-Sep]. [muir., Bab 8 hal.12-22].

    Sampai sejauh ini berikut derita sakit yang melanda mereka, Muhammad dan kawanannya tidak juga mendapatkan gangguan dan serangan baik dari luar maupun dari Mekkah sendiri. [muir hal.63]. Ini membuktikan bahwa orang-orang Mekkah memang tidak pernah mengganggu Muhammad dan yang terjadi justru sebaliknya.

  2. Memasuki Bulan ke-7 setelah Hijrah dan seterusnya, Dimulailah upaya untuk memusuhi Quraish kembali di awali dengan menyerang & merampoki karavan quraish, yaitu:


  3. Terdapat dua kubu pendapat mengenai 2 misi sariyyah (atas perintah nabi) di bawah ini, yaitu: salah satu misi ke-1/ke-2 di sebut sebagai misi Ke-1 dan ke dua misi dikatakan tidak mengikut sertakan kaum Ansar.

    ke-1,
    Muir, Ch.11 hal.64 -> Dec 622 M,
    Mubarakpuri. Hal 243 -> Bulan Ramadhan 1 H/623 M, Nama misi: Saiful Bahr
    Pimpinan: Hamza ibn 'Abd al-Muttalib
    Personel Muslim 30 orang. Quraish Mekkah 300 orang. Pihak Quraish di pimpin oleh Abu Jahl. kedua belah pihak di tengah-tengah Majdi bin Amr al-Juhani. Dialah yang mendamaikan kaum Muslimin dan kaum musyrikin. Kemudian kedua belah pihak pulang ke tempatnya masing-masing dan tidak terjadi perang antara mereka. (Ishaq/Ibn Hisyam, jilid ke-1, Bab 107, hal 567)

    ke-2,
    Muir, Ch.11 hal.65 -> Shawwal 1 H/Jan 623M,
    Mubarakpuri. Hal 243 -> Shawwal 1 H/April 623M, Nama misi: Rabiqh
    Pimpinan: Ubaydah ibn al-Harith.
    Pasukan Muslim 60 s.d 80 orang. Pasukan Quraish tidak disebutkan jumlahnya dan dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Lokasi: mata air di Hijaz di bawah Tsaniyyatul Marah, perang tidak meledak, Sa'ad bin Abu Waqqash melesatkan anak panahnya. (Ishaq/Ibn Hisyam, jilid ke-1, Bab 107, hal 567)

    ke-3,
    Muir, hal.66 -> Feb 623 M,
    Mubarakpuri. Hal 244 -> Dhul Qa'dah May 623 H, Nama misi: kharrar
    Pimpinan: Sa'd bin Abi Waqqas

    ke-4,
    Muir, hal 67 -> 1 AH/Jun 623 M,
    Mubarakpuri. Hal 244 -> Safar 2H/623 H
    Invasi ke Waddan/Al Abwa, dipimpin Muhammad. Yang mengherankan Allah rupanya tidak membantu Nabinya di sini, Karavan Quraish lolos di sini [Di waktu perang ini kemudian dilakukan pakta perjanjian dengan Banu Dhamra/Dhamri]

      Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW keluar dari Medinah hingga tiba di Waddan. Perang Waddan adalah Perang Al-Abwa'. Rasulullah SAW berniat menyerang orang-orang Quraisy dan Bani Dzamrah bin Bakr bin Abdu Manat bin Kinanah, namun beliau berdamai dengan Bani Dzamrah di Al-Abwa' tersebut. Dalam perdamaian tersebut, Bani Dzmrah diwakili salah seorang dari mereka, yaitu Makhsyi bin Amr Adz-Dzamrah. Ia pemimpin Bani Dzamrah pada zamannya. Setelah itu, Rasulullah SAW pulang ke Medinah dan tidak mendapatkan perlawanan. Rasulullah SAW menetap di Medinah hingga akhir bulan Shafar dan awal bulan Rabiul Awwal."

      Ibnu Hisyam berkata, "Perang Waddan adalah perang pertama kali yang dilakukan Rasulullah SAW" [Sirat Ibn Ishaq/Ibn Hisham, bab.106 hal.106]

      Hadis Bukhari 4.52.256:
      Di riwayatkan As-Sab bin Jaththama:
      Nabi aku lewati di tempat yang dinamakan Al-Abwa atau Waddan, dan kami bertanya apakah boleh menyerang para politeis itu di malam hari dengan resiko akan membahayakan kaum wanita dan anak-anak. Nabi menjawab, "Mereka (perempuan dan anak-anak) adalah juga mereka (pagan)" Aku juga mendengar Nabi mengatakan , "Institusi Hima (kepemilikan, perlindungan] adalah tidak berlaku kecuali bagi Alah dan nabinya"

    ke-5,
    Muir, hal. 67 -> I Rabi 1H/July 623M
    Mubarakpuri. Hal 243 -> Rabiul Awal 2H/623 M
    Invasi ke Buwat, dipimpin Muhammad. Kali ini dengan 200 personil. Sekumpulan karavan Quraish dengan 2500 onta dan dijaga 100 orang, mampu lolos mengambil rute yang tidak diketahui para Muslim.

    Namun sepulangnya dari merompak, di Medina, kaum muslim mendapatkan balasannya, karena suporter kaum quraish, Kurz bin Jabir al-Fihri membalasnya dengan mengambil sekawanan ternak kelompok muhammad, Muhammad memerintahkan sekitar 70 Muslim, mengejarnya ke Safwan, pinggiran Badar. Tetapi Ia berhasil lolos. [Mubarakpuri, hal 245 -> misi ke Safwan adalah misi ke-6].

      Catatan kaki Muir hal. 68:
      Kurz adalah bangsa Fihrite [cabang dari suku quraish] dan kemungkinan satu dari zowahir, atau quraish padang pasir: vol. i. p. ccii. Ia masuk Islam tak lama setelahnya dan di 6 H, Ia memimpin ekspedisi mengejar sekelompok orang bani Urainah. K. Wackidi, 118.]. Kurz bin Jabir wafat saat penaklukan kota Mekkah (Bukhari no.3944)

      Mengenai ekspedisi pimpinan Kurz bin Jabir:
      jumlah orang yang dikejar adalah 8 orang (Bukhari no.2785, nasai no.3958) dari suku Ukail/Urainah (Bukhari no. 226], mereka bangsa miskin dan tidak berkecukupan [Ahmad no.12207, 12276]. Mereka membuat tenda-tenda di Madinah [Ahmad 12276] dan kemudian sakit.

      Mengenai permasalahan unta:

      • Rasullullah SAW yang memberikan Unta:
        Rasulullah SAW memberikan beberapa unta agar dibawa pergi sebagai bekal, diminum air dan susunya [Ahmad 12276], Rasulullah SAW memerintahkan agar mereka diberi sekitar 10 unta dengan syarat hengkang dari Madinah. Lalu mereka bermukim di Harrah [Ahmad 12207] VS
      • Mereka memberikan Unta pada Rasullullah:
        "Wahai Rasulullah, bantulah kami untuk mendapatkan susu unta". Rasullullah berkata: "Aku tidak dapat membantu kalian kecuali jika kalian memberikan sekitar 3 s.d 10 ekor unta". Maka mereka berangkat mencarinya lalu mereka meminum air seni unta-unta itu dan susunya hingga mereka menjadi sehat dan menjadi gemuk-gemuk [Bukhari no.2795]

      Mengenai untanya:

      • mereka mengusir bintang ternaknya [Bukhari no.4244] VS
      • mereka mencuri untanya [Bukhari no.226, 1405]

      Mereka dikejar karena:

      • membunuh penggembala [Bukhari 226, 4244, 1405]/anak gembala unta dan kafir [Bukhari no.2795] VS
      • Tidak membunuh gembalanya namun menyerang (أَغَارُوا/أَغَارَ, "Ạảgẖārūạ"/"Ạảgẖāra") unta milik nabi [Ibn Majjah no.2569, Nasai no.3969, 3970, 3971]

      Nabi mengutus rombongan mengejar, setelah tertangkap, maka di siang hari terik:

      • Rasullulah memerintahkan tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, dibuang ke pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi [Bukhari no226] atau Beliau memerintahkan untuk membawa paku yang dipanaskan, mereka dipaku dan dijemur dibawah panas terik mereka meminta minum namun tidak diberi hingga mati [Bukhari no.2795] VS
      • Rasullulah sendiri yang: memotong tangan dan kaki mereka, mencongkel mata-mata mereka [Bukhari 1405, 5254, 6306] dengan: besi panas [Bukhari no.1405] atau paku yang dipanaskan [bukhari no.6306], menjemur mereka dibawah panas dan ditindih dengan bebatuan [Bukhari 1405] tidak menghentikan penghukuman mereka, dibuang di harrah, Mereka minta minum namun tidak diberi hingga tewas [Bukhari no.6306]

      Qatadah: Peristiwa tersebut terjadi sebelum turunnya ayat tentang hudud (hukuman). [Bukhari no.5254, Ahmad 13572], jadi ketika nabi membunuh mereka secara brutal, para tertuduh itu tidak pernah diberi berkesempatan mendapatkan pilihan (dari keluarga gembala yang terbunuh, versi hadis yang menyatakan ada gembala yang dibunuh) apakah: keluarga/wakil terbunuh itu memilih Diyat (ganti uang darah) atau balas bunuh (qisas)

      Anas bin Malik: Nabi membunuh mereka secara brutal karena mereka menjadi kafir lagi [Nasai no.304, 3967]

    ke-6,
    Muir, hal. 68 -> 2nd Jumad, IH/Oktober 623M
    Mubarakpuri. Hal 245 -> Jumad awal/Jumad Ahir 2H/nov - Des 623 M
    dipimpin Muhammad/Abu salamah. Misi: Dhil Ushairah, gagal merampoki Caravan Quraish, namun mendapatkan sekutu baru Banu Mudlij

    ke-7,
    Muir, hal.70 -> Rajab 2H/Nov 623 M,
    Mubarakpuri. Hal 245 -> Rajab 2H/Jan 624 M
    Pimpinan: Abdulah bin Jash, Misi Nakhla

    Dari Bulugh al-'Arab fi Ahwal al-Arab, kita ketahui bahwa 4 bulan suci Rajab, Dhul Qa'da, Dhul Hijja dan Muharram, dinyatakan suci selama jaman pra-Islam [Jahiliya]. Semua pembantaian, balas dendam, perang, perkelahian dan pertengkaran dilarang. Jika selama bulan ini, seseorang bertemu musuh yang telah membunuh ayah/kakak/adiknya, Ia tidak boleh berkelahi dengannya..selama bulan suci ini, masyarakat dibatasi tidak melakukan perkelahian atau pembantaian dan melepas kepala tombaknya sebagai tanda bahwa mereka menghindarkan diri dari perkelahian

    Event perampokan kali ini justru dilakukan di bulan puasa[a] dan suci suku Arab! Bukan cuma itu, saat itulah terjadi insiden berdarah yang dilakukan kubu Muhammad. Insiden itu yang kemudian menjadi dasar turunnya AQ 2:217 yang intinya menganulir peraturan larangan perang suku arab di 4 bulan suci mereka:

      “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitna/syirik lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”

    Hadis Ibn Hatim dalam tafsir Ibn Kathir ayat AQ 2:217, mengatakan: Mereka menyerang TANPA MENGETAHUI saat itu adalah BULAN HARAM

    Turunnya ayat AQ 2:217, sudah merupakan bukti pengakuan tersendiri bahwa saat itu adalah bulan haram untuk perang seperti kebiasaan seluruh jazirah Arab.[a]. Riwayat turunnya ayat tersebut:

    Muhammad SAW mengirim Abdullah bin Jahsy Asadi [sepupunya dari pihak Ibu] ke Nakhla untuk memimpin 12 Muhajirin dengan 6 ekor unta dan memberikan surat yang hanya boleh dibuka setelah sampai di lembah Mallal [2 hari Perjalanan].

    Setelah sampai, Abdullah membuka surat itu dan membacakannya dihadapan rekan-rekannya [Muir. hal 70], yaitu "Atas berkat dan rahmat Allah, lanjutkan menuju Nakhla [antara Mekah dan Taif], Namun jangan memaksa pengikutmu yang berkeberatan. Lanjutkan dengan orang-orang yang mau menyertaimu. Setibanya di lembah Nakhla, bertiarap menunggu kafilah-kafilah dari Quraish"[b]

    Setelah membaca instruksi, Abdullah bin Jahsh, mengatakan pada rekan-rekannya bahwa siapa memilih jalan syahid bergabung dengannya dan yang tidak untuk kembali ke Medina. "sementara saya sendiri", Ia menambahkan, "akan memenuhi perintah Nabi" Semua sepakat mengikutinya [Muir. hal.72]

    (beberapa penulis menuliskan 2 orang memutuskan kembali ke Medina).

    Sa'd bin Abi Waqqas dan Utbah bin Ghazwan kehilangan seekor unta yang mereka kendarai secara bergiliran. Unta ini tersesat dan pergi ke Buhran, jadi mereka pergi mencari unta itu ke Buhran dan berpisah dari kelompok.

    Salah satu anak buah Abdullah bin Jahsy, yaitu Ukas bin Mihsan, mencukur kepalanya untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya perjalanan mereka dan untuk menipu Quraisy dengan memberi kesan bahwa mereka akan melaksanakan haji kecil (Umrah), karena saat itu merupakan bulan Rajab, bulan PUASA, saat itu, seluruh suku asli tengah menahan diri dari peperangan, pembalasan dendam apalagi perampokan.

    Ketika orang Quraisy melihat kepala gundul Ukas, mereka pikir kelompok tersebut sedang dalam perjalanan haji, mereka merasa lega dan mulai mendirikan kemah. Karena saat itu sedang bulan Rajab, baik awal/akhir Rajab (pendapat para ahli sejarah berbeda-beda) adalah satu dari empat bulan suci larangan total berpeperang dan pertumpahan darah di Semenanjung Arab

    Abdullah bin Jahsy pada awalnya ragu untuk menyerang kafilah Mekkah itu. Namun, setelah berunding para Muslim tidak ingin kafilah itu melarikan diri. Jadi mereka memutuskan melakukan perampasan harta jarahan. Ketika kaum Quraisy sedang sibuk-sibuknya menyiapkan makanan, para Muslim menyerang mereka dan kaum Quraisy kemudian melawan.

    Dalam pertempuran itu, Waqid bin Abdullah membunuh Amr bin Hadrami, pemimpin kafilah Quraisy, dengan panah. Naufal bin Abdullah melarikan diri. Para Muslim menawan Usman bin Abdullah dan al-Hakam bin Kaysan. Abdullah bin Jahsy kembali ke Medina dengan jarahan dan 2 tawanan Quraisy. Kedatangan mereka membawa banyak jarahan, tawanan. Muhammad memarahi mereka karena berperang di bulan suci: "Saya tidak pernah memerintahkan engkau berperang di bulan suci"

    Abdullah dan rekannya merasa malu dan sedih, orang-orang juga mencela perbuatan mereka. Tapi Muhammad tak mau mengecilkan hati para pengikutnya, tak lama kemudian, Ia mengumumkan wahyu yang membenarkan PERBUATAN itu yang dilakukan selama bulan suci untuk penyebaran iman, sebagai kejahatan yang lebih rendah dari penyembahan berhala dan bertentangan dengan agama Islam: "Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi..dst" (AQ 2:217)

    Setelah ayat turun, Muhammad, membagikan jarahan pada yang mengusahakannya, membayar tebusan dan uang darah, setelah menyisihkan 1/5 bagian untuk Muhammad, sisanya dibagi di antara mereka[c]. [Jarahan tersebut bernilai 20.000 Dirham, sehingga bagian untuk nabi adalah 4000 dirham (Rp. 0.96 Milyar). Harga tebusan dua tawanan adalah senilai 1600 Dirham]

    -----------
    Catatan kaki:

      [a] Catatan kaki Muir di Hal.74-76:
      [..]ada yang mengatakan terjadi menjelang Jumadi 2 (Oktober) dan awal Rajab, Yang disampaikan Abdallah kepada Muhammad sekembali dirinya: "Kami menyerang kafila di hari itu, dan pada malam harinya kami melihat bulan baru Rajab, dan kami tidak pasti tahu apakah kami menyerang mereka di Rajab atau pada hari terakhir dari Jumadi 2. " Wackidi, 8.

      Ini adalah keinginan untuk menghilangkan skandal serangan yang dilakukan selama bulan haram. Ekspedisi ini, selalu dinyatakan dilakukan di bulan rajab dan di buktikan berangkat dari Medina menjelang akhir bulan itu dan awal mula berikutnya (Shaban, atau December)

      [b] Catatan kaki Muir hal.71:
      Terjemahan harfiah dari Wackidi, hal. 8. adalah singkat dan tidak memuaskan. Hishami dan Tabari, mengikuti Ibn Ishaq; masukkan klausul pada penutupan: --- "dan amati apa yang mereka lakukan" Weil (p.99) menunjukkan hal ini ada tambahan palsu. Selain tidak pada tempatnya, tidak sesuai dgn pidato Abdullah (seperti yang disampaikan perawi yang sama) pada pembukaan surat, yaitu. : --- "Mari siapapun yang berharap mati syahid ikut dgn ku". Pidato ini sama palsunya, terhadap pemikiran ttg kemartiran dalam pertempuran belum muncul hingga perang Badar. Juga tidak konsisten dgn perundingan yang dilakukan Abdullah tepat sebelum penyerangan kafilah.

      [c] Catatan kaki Muir. hal.74
      Turunan Abdallah's menambahkan tentang kejadian ini, sebagai antisipasi atas turunnya perintah 1/5 bagian bagi nabi. beberapa berkata, bahwa jarahan rampokan tidak dibagi dan terjadi setelah perang Badar. Setelah perintah turun bahwa 1/5 bagian selalu disampaikan untuk Nabi. Porsi bagian bagi pemimpin arab adalah yg ke-4. Wackidi, 10. juga lihat vol. i. ccxxi. bagian catatan.

      Catatan kaki Muir di Hal.76:
      [..]Penebusan para tawanan lama terjadi setelah kembalinya ekspedisi (sejak Sad dan Otba tidak datang kembali ketika utusan itu tiba dari Mekah), dan tidak setelah Badar, yaitu dua bulan kemudian.

    Pada Sha'ban 2 AH/624 H, terjadi perubahan Kiblat Shalat dari menghadap Yerusalem (Baitul Maqdis) menjadi menghadap Mekkah (Masjidil Haram) [AQ 2:143-144, 149-150]

    KH.Drs.A. Masduqi Machfudh menjelaskan bahwa tujuan kiblat ke Baitul Maqdis adalah untuk menjinakkan hati orang-orang Yahudi, karena kiblat mereka adalah Baitul Maqdis dan untuk menarik mereka kepada syari'at Al Qur'an dan agama yang baru.

    Namun Orang-orang Yahudi itu berkata: "Muhammad menyalahi agama kita tetapi mengikuti kiblat kita". Sikap orang-orang Yahudi tersebut membuat Nabi Muhammad saw tidak senang [Khulashatul Kalam fi Arkanil Islam, Sayyid Ali Fikri, KH.Drs.A. Masduqi Machfudh, Ramadlan 1416 H] kemudian lewat perantara malekat jibril, turunlah perintah pindah kiblat Baitul Maqdis ke Ka'bah, yaitu di tempat yang sama di mana kaum Arab selama berabad-abad juga melakukan ritual-ritual pada sesembahannya, Di antara banyak suku arab tersebut, suku Quraish adalah salah satunya. Diantara para sesembahan yang ada saat itu, Allah SWT adalah salah satunya. Allah SWT merupakan tuhannya kaum Quraish.

    Ibn kathir di tafsir AQ 2:114, menjelaskan bahwa setelah penaklukan Mekkah para penyembah berhala [termasuk Yahudi dan Nasrani] yang kedapetan masuk Masjidil Haram akan dijadikan budak atau dibunuh kecuali mereka masuk Islam. Nabi Muhammad menyatakan bahwa dua agama [Nasrani dan Yahudi] tidak boleh ada semenanjung Arab dan harus di usir keluar.

    ke-8,
    Muir Ch.12 -> 17 Ramadhan 624 M
    Mubarakpuri, hal. 251-278 -> 17 Ramadhan 624M.

    Apa yg dimaksud perang Badar?

      Diriwayatkan Kab bin Malik:
      Aku tak pernah gagal ikut Rasul Allah selama Ghazawa-nya [Nabi turun langsung dalam penyerangan] kecuali di Ghazwa Tabuk. Namun, Aku tidak ikut ambil bagian di Ghazwa Badar, tetapi tidak ada yang tidak ikut, disalahkan, karena Rasul Allah SUDAH PERGI MENCEGAT KARAVAN-KARAVAN DAGANG (Quraisy, tapi Allah menyebabkan mereka (yaitu muslim) bertemu para musuh mereka secara tak terduga (TANPA ADA NIATAN SEBELUMNYA)[Bukhari vol 5 book 59 no.287]

    Nah demikianlah yang kemudian disebut "perang" Badar yg fenomenal itu yaitu rutinitas mencegati karavan-karavan dagang orang Quraish yang kemudian "tak sengaja" menjadi bertempur karenanya!

      Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka. Kafilah dagang Abu Sufyan bin Harb ini terdiri dari 30 atau 40 orang dari orang-orang Quraisy..Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda, 'Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka!'

      Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan mereka kepada kalian!

      Kaum Muslimin merespon ajakan Rasulullah SAW. Sebagian kaum Muslimin merasa ringan tanpa beban untuk berangkat, dan sebagian lain merasa berat hati untuk berangkat, karena mereka TIDAK MENYANGKA kalau Rasulullah SAW mendapat perlawanan." [Ibn Ishaq/Hisyam, bab 115 Hal.582]

    Terdapat beberapa hal yang menarik selain urusan harta sebagai motivasi Invansi caravan Quraish di Badar ini:

    1. Beberapa tawanan ada yg dibunuh dan tidak dibunuh..yang tidak dibunuh adalah dari keluarga Bani Hasyim [keluarga Muhammad]

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Al-Abbas bin Abdullah bin Ma'bad berkata kepadaku dari salah seorang dari keluarganya dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat ketika itu, "Sungguh aku tahu, bahwa banyak sekali orang-orang dari Bani Hasyim dan selain Bani Hasyim dipaksa keluar untuk perang. Mereka tidak mempunyai keperluan berperang dengan kita.

        Oleh karena itu, barangsiapa bertemu dengan: salah seorang dari Bani Hasyim..Abu Al-Bakhtari bin Hisyam bin Al-Harits bin Asad..Al-Abbas bin Abdul Muththalib paman Rasulullah SAW, maka jangan bunuh dia, karena ia dipaksa keluar untuk berperang."

        Abu Hudzaifah berkata, "Kita bunuh ayah-ayah kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, dan keluarga kita, kemudian kita biarkan Al-Abbas begitu saja? Demi Allah, jika aku bertemu dengannya, aku pasti membunuhnya."

        Hal ini didengar Rasulullah SAW, kemudian ia bersabda kepada Umar bin Khaththab, "Hai Abu Hafsh!"

        Umar bin Khaththab berkata, "Demi Allah, saat itulah untuk pertama kalinya Rasulullah Saw memanggilku dengan nama Abu Hafsh."

        Sabda Rasulullah SAW lebih lanjut, "Bolehkah paman Rasulullah SAW dipukul dengan pedang?"

        Umar bin Khaththab menjawab, "Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya (Abu Hudzaifah)! Demi Allah, dia telah munafik."

        Abu Hudzaifah berkata, "Sejak saat itu, aku tidak merasa aman dengan ucapanku tersebut. Aku selalu dihantui ketakutan karenanya, namun aku tetap berharap ucapanku tersebut bisa dihapus dengan mati syahid." Abu Hudzaifah gugur sebagai syahid di Perang Yamamah."

        ***

        Ibnu Hisyam berkata, "Rasulullah SAW melarang pembunuhan terhadap Abu Al-Bakhtari, karena ia orang yang paling bisa menahan diri dari mengganggu Rasulullah SAW ketika beliau tinggal di Mekkah. Abu Al-Bakhtari tidak pernah menyakiti Rasulullah SAW, dan tidak pernah mengucapkan sesuatu yang menyakiti beliau. Abu Al-Bakhtari termasuk orang yang membatalkan shahifah (nota perjanjian) yang diterapkan orang-orang Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib.

        Di Perang Badar, Al-Mujadzdzar bin Dziyad Al-Balawi sekutu kaum Al-Ansar, kemudian dari Bani Salim bin Auf bertemu dengan Abu Al-Bakhtari, dan berkata kepada Abu Al-Bakhtari, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarangku membunuhmu."

        Ketika itu Abu Al-Bakhtari sedang berdua dengan temannya yang keluar bersamanya dari Mekkah, yaitu Junadah bin Mulaihah binti Zuhair bin Al-Harits bin Asad. Junadah berasal dari Bani Laits. Nama asli Abu Al-Bakhtari ialah Al-Ash. Abu Al-Bakhtari bertanya kepada Al-Mujadzdzar, "Bagaimana dengan temanku ini?"

        Al-Mujadzdzar menjawab, "Tidak. Demi Allah, kita tidak membiarkan temanmu, karena Rasulullah SAW hanya melarang pembunuhanmu saja!"

        Abu Al-Bakhtari berkata, "Tidak. Demi Allah, kalau begitu, aku akan mati bersamanya, agar wanita-wanita Quraisy tidak membicarakanku bahwa aku membiarkan temanku dibunuh dan aku lebih suka hidup."

        Kemudian Abu Al-Bakhtari bertempur melawan Al-Mujadzdzar, dan Al-Mujadzdzar berhasil membunuhnya.[Ibn Ishaq/IbnHasyim, Bab.117 hal 605]

    2. Kisah bilal yang berhasil membalas dendam,

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdul Wahid bin Abu Aun berkata kepadaku dari Sa'ad bin Ibrahim dari ayahnya dari Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu yang berkata,

        "Umaiyyah bin Khalaf berkata kepadaku ketika aku memegang tangannya dan tangan anaknya, 'Hai Abdul Ilah, siapakah orang di antara kalian yang diberi tanda dengan bulu unta di dadanya? Aku menjawab, 'Dia Hamzah bin Abdul Muththalib.' Umaiyyah bin Khalaf berkata, 'Dialah orang yang berbuat banyak hal terhadap kami.' Demi Allah, aku menuntun Umaiyyah bin Khalaf dan anaknya, Ali bin Umaiyyah.

        Tiba-tiba Bilal melihat Umaiyyah bin Khalaf bersamaku.

        Umaiyyah bin Khalaf inilah orang yang menyiksa Bilal di Mekkah agar Bilal meninggalkan Islam. Umaiyyah bin Khalaf membawa Bilal ke padang pasir Mekkah ketika sedang panas membara, membaringkannya, dan menyuruh batu besar diletakkan di atas dada Bilal. Umaiyyah bin Khalaf berkata kepada Bilal, 'Engkau terus dalam keadaan seperti ini atau engkau meninggalkan agama Muhammad!' Bilal menjawab, 'Ahad (Allah Maha Esa). Ahad (Allah Maha Esa).'

        Ketika Bilal melihat Umaiyyah bin Khalaf, ia berkata, 'Ini dia gembong kekafiran, Umaiyyah bin Khalaf. Aku tidak selamat jika dia selamat.' Aku berkata kepada Bilal, 'Hai Bilal, bukankah dua orang ini tawananku?'

        Bilal berkata, 'Aku tidak selamat jika dia selamat.'

        Aku berkata kepada Bilal, 'Apakah engkau tidak mendengar suaraku, hai anak si Hitam?'

        Bilal berkata, 'Aku tidak selamat jika dia selamat.'

        Bilal berteriak dengan suara terkerasnya, 'Hai para penolong Allah, ini dia gembong kekafiran. Aku tidak selamat jika dia selamat'."

        Abdurrahman bin Auf berkata, "Kemudian para sahabat mengepung kami, hingga mereka menjadikan kami seperti berada di lingkaran. Aku tetap berusaha melindungi Umaiyyah bin Khalaf. Seseorang mencabut pedangnya dari sarung pedangnya, dan pada saat yang bersamaan seseorang memukul anak Umaiyyah bin Khalaf hingga ia jatuh tersungkur. Melihat anaknya jatuh tersungkur, Umaiyyah bin Khalaf berteriak dengan teriakan yang tidak pernah aku dengar sebelumnya.

        Aku berkata kepada Umaiyyah bin Khalaf, 'Selamatkan dirimu, karena tidak ada keselamatan bagimu. Demi Allah, sedikit pun aku tidak dapat melindungimu.'

        Para sahabat memotong-motong keduanya dengan pedang mereka. Abdurrahman bin Auf berkata, 'Semoga Allah merahmati Bilal. Baju besiku hilang. Ia menyakitiku dengan cara menyakiti kedua tawananku'."

      Padahal ketika Bilal mengalami siksaan dari majikannya ketika di mekkah, Ia BUKANLAH MUSLIM.

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Hisyam bin Urwah berkata kepadaku dari ayahnya yang berkata,

        "Ketika Bilal sedang disiksa, dan mengatakan, 'Ahad, Ahad.' Waraqah bin Naufal berjalan melewatinya.

        Waraqah bin Naufal berkata, 'Demi Allah, Ahad, dan Ahad, wahai Bilal.'

        Waraqah bin Naufal menemui Umaiyyah bin Khalaf dan orang-orang dari Bani Jumah yang menyiksa Bilal.

        Waraqah bin Naufal berkata kepada mereka, 'Aku bersumpah dengan nama Allah, jika kalian membunuh Bilal dalam keadaan seperti ini, pasti aku akan menjadikan tempat kematiannya sebagai tempat mencari keberkahan.' ...

        Itulah yang terjadi, hingga Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu berjalan melewati mereka yang sedang menyiksa Bilal.

        Rumah Abu Bakar berada di Bani Jumah. Abu Bakar berkata kepada Umaiyyah bin Khalaf, 'Kenapa engkau tidak takut kepada Allah dari orang miskin ini? Sampai kapan engkau menyiksanya?'

        Umaiyyah bin Khalaf berkata, 'Engkaulah yang merusak orang ini. Oleh karena itu, selamatkan dia kalau engkau mau!'

        Abu Bakar berkata, 'Ya, aku mempunyai budak hitam yang lebih kokoh daripada dia, dan lebih kuat memegang agamamu. Aku serahkan budak tersebut kepadamu.' Umaiyyah bin Khalaf berkata, 'Aku terima.' Abu Bakar berkata, 'Budak tersebut menjadi milikmu.' Kemudian Abu Bakar memberikan budaknya kepada Umaiyyah bin Khalaf dan ia mengambil Bilal kemudian memerdekakannya."[Ibn Ishaq hal. 277-278]

      Pendidikan yang dilakukan ini jelas BUKAN karena Bilal MUSLIM namun karena terindikasi Bilal-lah yang melalaikan pekerjaannya. Ini jelas merugikan majikannya secara ekonomi. Pertukaran budak membuat majikannya tidak mengalami kerugian!

      Anda lihat nama Waraqah bin Naufal? Siapakah dia?

      Setelah Muhammad menerima wahyu di gua Hira, Ia bersama Khadijah bertemu dengan Waraqa bin Naufal. Waraqa wafat beberapa hari kemudian dan wahyu terputus selama beberapa saat [Ibn Ishaq hal.204-206, juga di: Sahih Bukhari 1.1.3 dan 9.87.111. Artikel: "Pre-Islamic Arab Convertsto Christianity in Mecca and Medina: An Investigationinto the Arabic Sources", Ghada Osman. Note no.29: Ibn Bakkar, Jamhara, 412; Ibn al-Athir, al-Kamil, 1:663].

      Muslim pertama selain Khadijah adalah Ali bin Abu Talib, setelah itu adalah Zaid bin Haritsah [Ibn Ishaq hal.203, 209, 211]. Abu bakar merupakan muslim pertama di luar keluarga Muhammad [Ibn Ishaq hal.213].

      Abu Bakar masuk Islam adalah setelah turunnya surat Al Dhuhaa AQ 93:1-11, yaitu surat yang turun lagi setelah wahyu sempat terputus selama beberapa saat [Ibn Ishaq hal.204-206]. Ini artinya:

      1. Waraqa SUDAH WAFAT sebelum surat Al Dhuhaa AQ 93:1-11 turun!
      2. Abu Bakar belumlah menjadi muslim, ketika Waraqa meminta Umaiyyah bin Khalaf menghentikan menyiksa Bilal!

      Jadi, ketika Waraqa meminta Umaiyyah bin Khalaf menghentikan menyiksa Bilal, Abu bakar saja belumlah muslim. Karena mereka saja saat itu BUKANLAH muslim maka Bilal apalagi, ia saat itu BUKANLAH muslim!

      Bilal malah menjadi lebih kejam setelah menjadi muslim.

      Kekejaman memaksa seseorang menjadi Muslim pun tercord setelah di Badar ini.

      Umair bin Wahb adalah salah satu Quraisy yang anaknya Wahb menjadi tawanan di Di badar. Safwan bin Umayyah yang ayahnya [Umayyah bin khalaf] dan saudaranya [Ali bin Khalaf] dibunuh Bilal dan para ansar kemudian membujuk Umair bin Wahb untuk Membunuh Nabi dengan janji jika Umair terbunuh maka hutangnya menjadi hutangnya dan keluarganya menjadi tanggungannya.

      Umair setuju kemudian dengan membawa pedang, namun Ia kemudian di tangkap Umar dan dibawa dihadapan Nabi, setelah di interogasi tujuannya dan juga terutama karena terpukau bahwa Muhammad dengan "ajaibnya" tahu pembicaraan rahasia dirinya dan Safwan, Umair kemudian menjadi mualaf dan setelah belajar Islam, Ia minta ijin kepada Nabi bahwa dulu ia sering menyakiti pengikut Alla namun sekarang ia ingin mengajak orang Mekkah masuk Islam yang jika tidak bisa dengan hidayah dari Allah maka ia akan membuat mereka masuk Islam dengan cara menyiksa mereka seperti dulu Ia menyiksa pengikut Allah. Muhammad mengijikannya dan Iapun kembali ke Mekkah melakukan persis yang dijanjikannya [History of Tabari vol.7, "The Foundation of the Community" hal.80]

        Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Umair bin Wahb telah tiba di Mekkah, ia menetap di sana guna mengajak manusia kepada Islam, dan menyiksa dengan siksaan keras siapa saja yang menentangnya. Banyak sekali orang-orang yang masuk Islam karena dakwahnya." [Ibn Ishaq/Ibn Hisham, bab 119 hal 638]

      Wow, tidak terlihat terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menjadi Islam, bukan?

    3. Pembagian harta rampasan caravan yang menuai keributan sehingga perlu turun surat untuk itu.

        Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar rampasan perang yang berhasil dikumpulkan para sahabat dikumpulkan di barak beliau, namun mereka berselisih paham tentang rampasan perang tersebut. Para sahabat yang mengumpulkannya berkata, 'Rampasan perang tersebut milik kami.' Sedang para sahabat yang bertempur melawan musuh berkata, 'Demi Allah, tanpa kami, mustahil kalian dapat mengumpulkannya. Kami lebih sibuk memerangi musuh sehingga tidak mempunyai waktu mengumpulkannya.' Para sahabat yang mengawal Rasulullah SAW karena khawatir beliau diserang musuh berkata, 'Demi Allah, kalian tidak lebih berhak atas rampasan perang daripada kami. Kami ingin membunuh musuh, tapi tiba-tiba Allah memberikan pundak-pundak mereka kepada kami. Tadinya kami ingin mengumpulkan rampasan perang ketika tidak ada orang yang mengawal Rasulullah SAW. Namun kami khawatir musuh berbalik menyerang Rasulullah SAW. Oleh karena itu, kami melindungi beliau. Jadi kalian tidak lebih berhak atas rampasan perang tersebut daripada kami'." [Ibn Ishaq/Hisyam Bab 119 hal.618]

      Statement ini memberikan gambaran lebih jelas tentang apa tujuan dibalik penyerangan karavan-karavan dagang ini dan memperlihatkan watak asli mereka. Keributan rebutan harta jarahan itu memicu turunnya AQ 8.41

        Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah/Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa[615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

        Dalam tafsir surat ini, pembagiannya seperlima untuk Allah & Muhammad, adalah: Nabi (dan keluarganya), Kerabat (dari Banu Hasyim dan Muthalib); Anak Yatim; Fakir miskin dan Mereka yang dalam perjalanan [Ibnussabil].

      Pembagian seperlima di atas ternyata sama dengan kebijakan yang disampaikan oleh Abdullah bin Jahsy pada insiden di Naklah sebelumnya.

    4. Perlakuan terhadap tawanan:

      Pembunuhan terhadap An-Nadhr bin Al-Harits dilakukan di tempat pembagian jarahan yaitu di Ash-Shafra:

        Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW tiba di Ash-Shafra', beliau memerintahkan pembunuhan terhadap An-Nadhr bin Al-Harits. Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits dibunuh Ali bin Abu Thalib seperti dikatakan kepadaku oleh ulama Mekkah." [Ibn Ishaq/Hisyam Bab 119 hal.620. Juga dalam "The Life of Muhammad", A. Guillaume, hal.360, terdapat puisi kedukaan Qutayla d. al-Harith, adik al-Nadr b. al-Harith]

      W. Muir (mengutip para penulis kaum Muslim), Muhammad Husayn Haykal dan Safi-Ur-Rahman al-Mubarakpuri, menambahkan KLAIM mengapa Nadhr Al Harith pantas dibunuh, misal:

        Tetapi Nadzr dan ‘Uqba ini keduanya merupakan bahaya yang selalu mengancam Muslimin selama di Mekah dulu. Setiap ada kesempatan kedua orang ini selalu mengganggu mereka. Terbunuhnya Nadzr ini ialah tatkala mereka sampai di Uthail..

        Nadzr berkata kepada Mushiab b. ‘Umair: “Katakan kepada temanmu itu supaya aku dipandang sebagai salah seorang sahabatnya. Kalau ini tidak kaulakukan pasti dia akan membunuh aku".
        Mushiab: "Tetapi dulu kau mengatakan begini dan begitu tentang Kitabullah dan tentang diri Nabi. Dulu kau menyiksa sahabat-sahabatnya".
        Nadzr: "Sekiranya engkau yang ditawan Quraish, kau takkan dibunuh selama aku masih hidup,”
        Mushiab: “Engkau tak dapat dipercaya dan lagi aku tidak seperti engkau. Janji Islam dengan kau sudah terputus.”

        Sebenarnya Nadzr adalah tawanan Miqdad, yang dalam hal ini ia ingin memperoleh tebusan yang cukup besar dan keluarganya. Mendengar percakapan tentang akan dibunuhnya itu ia segera berkata: “Nadzr tawananku,” teriaknya. “Pukul lehernya,” kata Nabi a.s. “Ya Allah. Semoga Miqdad mendapat karuniaMu.” Dengan pukulan pedang kemudian ia dibunuh oleh Ali b. Abi Talib ["Sejarah hidup Nabi Saw", Muhammad Haekal, hal.228 atau "life of Mahomet", Muir, Ch.12, hal 115-116]

      Perlu dicatat, TIDAK 1 pun penulis muslim yang menuliskan"sejarah nabi" ini MENDETAILkan bagaimana cara dan MUSLIM MANA yang pernah disiksa Nadhir.

      Kemudian,
      Muir juga menyampaikan bahwa di Hunain, pada 8 AH (6 tahun setelah peristiwa Badar), An Nadhr bin Al Harith termasuk salah seorang dari beberapa yang mendapatkan persembahan 100 unta dari Muhammad [catatan kaki, "life of Mahomet", Vol.4, hal.151]. Juga di "A Critical Exposition of the Popular Jihad", Moulavi Geragh Ali, hal.77-79, di Sidenote: 59: An Nadir adalah salah satu pengungsi MUSLIM yang pergi ke Abyssinia.

      Jadi ini bisa saja 2 orang An-Nadir bin Harith yang berbeda (Satu Muslim dan yang lain bukan) atau bahkan tidak ada hukuman mati di Badr padanya.

      Pembunuhan terhadap Uqbah bin Abu Mu'aith:

        Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW terus berjalan. Ketika beliau tiba di Irqi Adz-Dzabyah, beliau memerintahkan pembunuhan terhadap Uqbah bin Mu'aith." [Ibn Ishaq/Hisyam Bab 119 hal.620-621]

      Untuk alasan pembunuhan ini, Mubarakpuri (1942-2006), mengklaim seperti ini:

        Dalam perjalanan pulang mereka kembali ke Medina, di sebuah bukit pasir yang besar, Nabi (SAW) membagi jarahan perangnya sama rata pada para pejuang setelah ia ambil seperlima bagiannya (Al-Khums). Ketika mereka sampai di As Safra, Beliau perintahkan 2 orang tawanan untuk dibunuh. mereka adalah An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abi Mu'aith, sebab mereka menyiksa orang2 Islam di Mekkah[1], dan menanamkan kebencian mendalam pada Allah dan Rasul Nya (SAW). Singkatnya, mereka adalah penjahat perang dalam istilah modern, dan eksekusi mereka adalah pelajaran berharga buat para penindas. Uqbah lupa terhadap harga dirinya dan merengek "siapa yang akan menjaga anak2 ku wahai Rasulullah?" Nabi saw menjawab "api (neraka) (Sunan Abu Dawud dengan Aunul Ma'bud 3/12)[2]". Tidakkah Uqbah mengingat hari dimana dia menjatuhkan isi perut domba ke atas kepala Nabi ketika Nabi melakukan sholat, dan Fatimah datang membersihkannya dari Nabi?[3] dia (Uqbah) juga pernah menjerat Nabi saw dengan jubahnya, jika saja Abu Bakar ikut campur dan membebaskan Nabi SAW[4]. Kepala kedua kriminal itu dipenggal oleh Ali bin Abi Thalib."

        Note:
        [1] TIDAK 1-pun dari para penulis klaim ini yang mendetailkan bagaimana cara dan siapa muslim pengikut Nabi yang disiksa Uqbah dan bahkan para penafsir Qur'an sendiri ketika menjelaskan AQ 25.27 (misal: Jalalayn, Tafsir ibn Abbas, Waqidi dan lainnya) menyatakan bahwa Uqbah pernah masuk ISLAM! Jadi klaim menyiksa para muslim ini adalah PALSU belaka dan lebih tepat untuk kasus Utbah, ia dibunuh lantaran Murtad.

        [2] Uqba bin Mu'aith tidak merengek:

          Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW memerintahkan pembunuhan terhadap Uqbah bin Mu'aith, ia berkata, 'Hai Muhammad, anak kecil menjadi milik siapa?' Rasulullah SAW menjawab, 'Neraka.' Uqbah bin Mu'aith dibunuh Ashim bin Tsabit bin Abu Al-Aqla' Al-Ansari, saudara Bani Amr bin Auf--seperti dikatakan kepadaku oleh Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir.

          Hadis Abu Dawud no. 2311: Ali bin Al Husain Ar Raqqi - Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi - 'Ubaidullah bin 'Amr - Zaid bin Abu Unaisah - 'Amr bin Murrah - Ibrahim: "Adh Dhahhak bin Qais berkeinginan untuk memberikan jabatan pada Masruq, kemudian 'Umarah bin 'Uqbah berkata kepadanya; apakah engkau akan memberikan jabatan kepada orang yang merupakan diantara sisa pembunuh Utsman? Maka Masruq berkata kepadanya Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Nabi SAW: tatkala hendak membunuh ayahmu yang berkata siapakah yang akan mengurus anak ini? Beliau berkata; api. Aku telah ridha sebagaimana keridhaan Rasulullah SAW

        [3] Tentang orang yg melempar dan apa yg dilempar saja tradisi ini bermasalah:

          Hadis muslim 019.4421 Dari Ibn Mas'ud: Yang melempar Abu Jahl, yang dilempar mayat bayi unta. Hadis muslim 019.4422 dari Abdullah bin Ibn Mas'ud: yang melempar Uqba b. Abu Mu'ait, yang dilempar mayat bayi unta.

          Sirat Ibn Ishaq/Hisyam Bab 77, hal 376:
          Ibnu Ishaq berkata, "Orang-orang yang mengganggu Rasulullah SAW di rumah beliau ialah Abu Lahab, Al-Hakam bin Al-Ash bin Umaiyyah, Uqbah bin Abu Mu'aith, Adi bin Hamra' Ats-Tsaqafi dan Ibnu Al-Ashda' Al-Hudzail. Mereka semua adalah tetangga Rasulullah SAW dan tidak ada di antara mereka yang masuk Islam kecuali Al-Hakam bin Abu Al-Ash. Salah seorang dari mereka--seperti disampaikan kepadaku--melemparkan isi perut kambing kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang shalat. Salah seorang dari mereka melemparkan isi perut kambing tersebut ke batu yang dipasang untuk beliau hingga beliau membuat batu yang melindungi beliau dari mereka jika ingin shalat. Seperti dikatakan kepadaku oleh Umar bin Abdullah bin Urwah bin Az-Zubair dari Urwah bin Az-Zubair, bahwa jika beliau dilempari mereka, beliau keluar dengan membawa ranting pohon kemudian berdiri di pintunya sambil berkata, 'Hai Bani Abdu Manaf, hubungan tetanggaan seperti ini?' Setelah itu, beliau bertemu dengan orang yang bersangkutan di jalan."

        Di sini malah yang melempar tidak diketahui, tidak melempari badannya tapi ke batu, yang dilempar adalah isi perut kambing [bukan bayi onta, bukan domba] dan bahkan tidak ada Fatima :)

        [4] Tentang membelit leher, perlu diketahui awal mula perkaranya:

          Ketika pengikut nabi beremigrasi, Nabi tetap di Mekkah ia tetap berkotbah secara rahasia dan terbuka, dilindungi oleh Allah melalui Pamannya, Abu Talib dan oleh mereka yang menjawab panggilannya. Ketika Kaum Quraysh melihat itu Mereka TIDAK menyerangnya secara FISIK, mereka menyatakan dirinya penyihir, penenung, dan sinting, dan penyair..Berkenaan hal ini, terdapat laporan kekerasan terburuk yang terjadi ketika itu:

          Abu Salamah b. ‘Abd al-Rahman berkata pada ‘Abdullah b. ‘Amr b. al-‘As, "Apa Kekerasan terburuk yang engkau lihat yang dilakukan kaum Quraish pada Nabi ketika mereka secara terbuka mereka menunjukan permusuhannya?" Ia menjawab, "Aku tengah berada dengan para orang terhormat mereka di satu hari di Hijr tengah mebicarakan Nabi. Mereka berkata, "kita ngga pernah menyaksikan seperti apa yang kita terima bertubi-tubi dari orang ini. Ia telah mencomooh nilai-nilai tradisi kita, melecehkan nenek moyang kita, mencerca agama kita, menyebabkan perpecahan dikalangan kita semua, dan menghina tuhan2 kita. Kita telah menerima bertubi-tubi banyaknya dari dia"..

          Ketika mereka berkata ini, Nabi tiba-tiba muncul dan berjalan dan mencium BATU HITAM. Ketika ya melewati mereka sambil melakukan ritual mengitari, dan sebagaimana yang ia lakukan maka mereka melakukan gerakan2 ejekan tentang dirinya. Aku dapat melihat dari wajah Nabi yang Ia dengar dari mereka, namun ia jalan terus. Ketika ia lewat ke 2xnya, mereka juga membuat gerakan yang sama, namun ia terus berjala.

          Ketika Ia lewat ke 3xnya, dan mereka melakukan gerakan yang sama, namun kali ini Ia berhenti dan berkata, "Dengar, orang2 Quraish. Atas nama Ia yang nyawa Muhammad ditangannya, Aku membawa pembantaian padamu". Mereka kemudian menggengam atas apa yg telah Ia katakan..sangat menohok mereka..bahkan pada mereka yang telah sangat keras menghimbau padanya sebelumnya dengan cara yang damai kepadanya menggunakan ekspresi tersopan dan berkata, "berjalanlah di tuntunan yang benar, Abu al-Qasim; Demi Allah, engkau tidaklah bodoh"

          "Nabi pergi dan keesokan harinya mereka berkumpul kembali di Hijr dan aku (‘Abdullah b. ‘Amr b. al-‘As) juga ada. Mereka berkata satu sama lainnya, "Engkau membicarakan tindakan tak menyenangkan yang bertubi2 engkau alami dan hal-hal yang Muhammad telah lakukan pada kalian namun ketika Ia secara terbuka menyatakan sesuatu yang tidak enak engkau takut padanya" Ketika mereka berkata ini, Nabi tiba-tiba muncul, mereka loncat kedepannya, mengelilinginya dan berkata, " Benarkah engkau mengatakan ini dan itu?" mengulangi apa yang mereka dengar atas ucapannya dan juga tentang tuhan dan agamanya. nabi berkata "Ya, sayalah yang mengatakan itu"

          Kemudian Aku lihat satu diantara mereka mencengkram jubahnya, namun Abu Bakar berdiri didepannya menangis dan berkata, "terkutuklah kalian semua! Apakah kalian akan membunuh orang karena ia berkata tuanku adalah tuhan?" Mereka kemudian meninggalkannya dan itu adalah hal terburuk yang pernah aku lihat kaum Quraish lakukan padanya"["The History of al-Tabari", translated and annotated by W. Montgomery Watt and M.V. McDonald [State University of New York Press (SUNY), Albany 1988], Vol. 6. hal 101, Riwayat Ibn Humayd — Salamah — Muhammad b. Ishaq — Yahya b. ‘Urwah b. al-Zubayr — his father ‘Urwah—‘Abdullah b. ‘Amr b. al-‘As]

          Abu Salamah b. 'Abd Al Rahman berkata pada ‘Abdullah b. ‘Amr, "Apa Kekerasan terburuk yang engkau lihat yang dilakukan kaum Quraish pada Nabi" Ia menjawab,"'Uqbah b. Abi Mu’ayt datang ketika Nabi ada di Ka'bah, membelit jubah disekeliling leher nabi dan memitingnya secara keras, Abu Bakar berdiri yang berdiri dibelakangnya, mendorongnya menjauh dari Nabi. dan berkata, "Tuhanku ialah Allah?..sampe pada kalimat "Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas, pendusta?"[Ibid, Hal.102, Riwayat Yunus b. ‘Abd al-A’la — Bishr b. Bakr — al-Awzai — Yahya b. Abi Kathir — Abu Salamah b. ‘Abd al-Rahman:] (AQ 40:28, urutan ke-60)]

      Selain dari pesoalan dendam kesumat sepele antar tetangga ini, ada hal lain yang melandasi perjalanan panjang dendam kesumat ini:

        Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian tokoh-tokoh Quraisy dari setiap kabilah (seperti disampaikan kepadaku oleh sebagian orang berilmu dari Sa'id bin Jubair dan dari Ikrimah, mantan budak Ibnu Abbas dari Abdullah bin Abbas RA) seperti Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Sufyan bin Harb, An-Nadhr bin Al-Harts bin Kildah saudara Bani Abduddaar, Abu Al-Bakhturi bin Hisyam, Al-Aswad bin Al-Mututhalib bin Asad, Zam'ah bin Al-Aswad, Al-Walid bin Al-Mughirah, Abu Jahl bin Hisyam (semoga dikutuk Allah), Abdullah bin Abu Umaiyyah, Al-Ash bin Wail, Nubaih, Munabbih (keduanya anak Al-Hajjaj), Umaiyyah bin Khalaf, dan lain-lain mengadakan pertemuan setelah matahari terbenam di samping Ka'bah.

        Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Pergilah salah seorang dari kalian kepada Muhammad kemudian bicaralah dengannya, dan berdebatlah dengannya hingga kalian bisa mengajukan alasan-alasan kepadanya.' Mereka mengutus seseorang dengan membawa pesan untuk disampaikan kepada Rasulullah SAW, 'Sesungguhnya kaummu sedang berkumpul membahas perihal dirimu. Mereka ingin bicara denganmu. Oleh karena itu, datanglah engkau ke tempat mereka!' Rasulullah Rasulullah SAW mendatangi mereka..Ketika beliau telah duduk bersama mereka, maka salah seorang berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, sungguh kami telah mengirim orang untuk berbicara denganmu.

        Demi Allah, kita belum pernah melihat ada seseorang dari Arab yang lancang kepada kaumnya melebihi kelancanganmu kepada kaummu. Sungguh engkau telah menghina nenek moyang. Engkau mencela agama dan melecehkan tuhan-tuhan. Engkau membodoh-bodohkan mimpi-mimpi dan memcah belah persatuan. Tidak ada hal yang jelek, melainkan engkau bawa dalam kaitan hubunganmu dengan kami (atau seperti yang mereka katakan). Jika dengan pembicaraan ini semua, engkau menginginkan kekayaan, kami akan mengumpulkan seluruh kekayaan kami hingga engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami. Jika..engkau menginginkan kehormatan, maka kami menjadikan engkau sebagai pemimpin kami. Jika engkau menginginkan menjadi raja, kami mengangkatmu sebagai raja kami. Jika apa yang engkau alami adalah karena faktor jin yang tidak mampu engkau usir, kami akan mengeluarkan seluruh kekayaan kami sebagai biaya untuk mencari dokter hingga engkau sembuh darinya.'

        Rasulullah Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, 'Apa yang kalian katakan tentang aku? Apa yang aku bawa kepada kalian tidak dengan maksud ingin mendapatkan kekayaan dari kalian, atau kehormatan di mata kalian, atau kekuasaan atas kalian. Namun Allah mengutusku kepada kalian sebagai Rasul, menurunkan Al-Kitab kepadaku, dan memerintahkanku menjadi pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan bagi kalian. Aku sampaikan pesan-pesan Tuhanku kepada kalian dan memberi nasihat kepada kalian. Jika kalian menerima apa yang aku bawa, itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian menolaknya, aku bersabar terhadap perintah Allah hingga Dia memutuskan persoalan di antara kita, -- atau seperti yang disabdakan Rasulullah SAW.'

        Tokoh-tokoh Quraisy berkata, 'Hai Muhammad, jika engkau tidak menerima satu tawaran pun yang telah kami ajukan kepadamu, ketahuilah, bahwa tidak ada seorang pun yang lebih sempit daerahnya, dan lebih sedikit persediaan airnya, dan lebih keras kehidupannya dari kami.

        Oleh karena itu, berdoalah kepada Tuhanmu yang mengutusmu dengan membawa apa yang engkau bawa ini agar Dia:

        1. menggoncang gunung-gunung yang terasa sempit bagi kami,
        2. meluaskan daerah kami, mengalirkan sungai-sungai seperti Sungai Syam dan Irak untuk kami di dalamnya,
        3. membangkitkan nenek moyang kita, dan pasti, dan pastikan bahwa di antara nenek moyang yang dibangkitkan untuk kita adalah Qushai bin Kilab, karena ia orang tua yang benar, kemudian kita bertanya kepadanya apa yang engkau katakan; benar atau salah?

        Jika nenek moyang kita membenarkanmu dan engkau mengerjakan apa yang kami pintakan kepadamu, maka kami membenarkanmu, mengakui kedudukanmu di sisi Allah, dan bahwa Allah mengutusmu sebagai Rasul seperti yang engkau katakan.'

        Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, 'Aku diutus kepada kalian tidak untuk seperti itu. Sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian dengan membawa apa yang aku bawa. Sungguh, apa yang telah diutus kepadaku telah aku sampaikan kepada kalian. Jika kalian menerimanya, itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian menolaknya, aku bersabar dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala hingga Dia memutuskan persoalan di antara kita.'

        Mereka berkata, 'Jika engkau tidak mau mengerjakan permintaan kami, maka bangunlah untuk dirimu. Mintalah Tuhanmu:

        1. mengutus malaikat bersamamu yang membenarkan apa yang engkau katakan dan meminta pendapat kami tentang dirimu.

        2. memberikan untukmu taman-taman, istana-istana, dan kekayaan dari emas dan perak hingga engkau menjadi kaya dengannya, karena engkau berada di pasar seperti halnya kami dan mencari kehidupan seperti kami.

        Ini semua agar kami mengetahui kelebihanmu dan kedudukanmu di sisi Tuhanmu jika engkau betul-betul seorang Rasul seperti pengakuanmu.'

        Rasulullah Saw bersabda kepada mereka, 'Aku tidak akan melakukan itu semua, dan aku tidak akan meminta itu semua kepada Tuhanku, serta aku tidak diutus kepada kalian dengan itu semua. Namun Allah mengutusku sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan--atau seperti yang beliau sabdakan. Jika kalian menerima apa yang aku bawa, itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian menolaknya, aku bersabar dalam menjalankan perintah Allah hingga Allah memutuskan persoalan di antara kita.'

        Tokoh-tokoh Quraisy berkata, 'Kalau tidak begitu jatuhkan untuk kami gumpalan dari langit karena engkau mengatakan bahwa jika Allah berkehendak, Dia pasti melakukannya. Sungguh, kita tidak beriman kepadamu jika engkau tidak melakukannya.'

        Rasulullah SAW bersabda, 'Jika itu kehendak Allah pada kalian, pasti Dia melakukannya.'

        Tokoh-tokoh Quraisy berkata, 'Hai Muhammad, apakah Tuhanmu mengetahui bahwa kami akan duduk bersamamu, kami menanyakan ini semua kepadamu, dan meminta ini semua kepadamu, kemudian Dia datang kepadamu untuk mengajarimu sesuatu yang bisa engkau jadikan sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan kami dan Dia menjelaskan kepadamu tentang apa yang akan Dia kerjakan terhadap kami jika tidak menerima apa yang engkau bawa? Sungguh, kami telah mendapatkan informasi bahwa engkau diajari seseorang dari Yamamah yang bernama Ar-Rahman. Demi Allah, kami tidak beriman kepada Ar-Rahman. Hai Muhammad, kami telah mengajukan banyak hal kepadamu. Demi Allah, kami tidak membiarkanmu dan apa yang engkau sampaikan kepada kami hingga kami berhasil membinasakanmu atau engkau membinasakan kami.'

        Salah seorang dari tokoh-tokoh Quraisy berkata, 'Kami menyembah para malaikat, karena mereka adalah anak-anak wanita Allah.'

        Salah seorang dari mereka berkata, 'Kami tidak beriman kepadamu hingga engaku bisa mendatangkan Allah dan para malaikat berhadapan dengan kami.'

        Ketika mereka usai berkata seperti itu kepada Rasulullah SAW, beliau berdiri dan diikuti Abdullah bin Abu Umaiyah bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum yang tidak lain adalah saudara misannya, dan suami Atikah bin Abdul Muththalib.

        Abdullah bin Abu Umaiyyah berkata kepada Rasulullah SAW, 'Hai Muhammad,

        1. kaummu telah mengajukan banyak tawaran kepadamu, namun semua tawaran mereka engkau tolak.
        2. Mereka memintamu memberi hal-hal agar dengan yang demikian mereka mengetahui kedudukanmu di sisi Allah seperti pengakuanmu.
        3. Mereka memintamu, dan mengikutimu, namun engkau tidak mengabulkannya.
        4. Mereka memintamu mengambil sesuatu untuk dirimu sehingga dengan sesuatu tersebut, mereka mengetahui kelebihanmu atas mereka dan kedudukanmu di sisi Allah, namun engkau tidak mengabulkannya.
        5. Mereka meminta percepatan siksa yang engkau ancamkan kepada mereka, namun engkau juga tidak mengabulkannya--atau seperti dikatakan Abdullah bin Abu Umaiyyah.

        Demi Allah, sampai kapan pun aku tidak beriman kepadamu hingga engkau membangun tangga ke langit, kemudian engkau naik ke langit melalui tangga tersebut dan aku melihatmu tiba di sana, setelah itu engkau mengambil tempat malaikat yang memberi kesaksian untukmu bahwa apa yang engkau katakan memang benar. Demi Allah, jika engkau tidak mau melakukannya, jangan berharap aku membenarkanmu.'

        Kemudian Abdullah bin Abu Umaiyyah berpaling dari Rasulullah SAW dan beliau sendiri pulang kepada keluarganya dengan perasaan sedih, dan berduka karena tidak tercapainya keinginan beliau pada mereka ketika mendakwahi mereka, dan karena melihat mereka menjauh dari beliau. [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, bab56, hal 248-251]

      Sebuah permintaan yang sangat wajar sebagai bukti, bukan?! Namun tentu saja ini tidak mungkin dapat diberikan Muhammad. Bahkan di Al Quran Allah menyampaikan tantangannya kepada kaum Kafir, yaitu

        Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.[AQ 2.23-24]

        Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar. [AQ 52.33-34]

      Cilakanya, tantangan sepele dari Allah ini telah dijawab dengan baik oleh An Nadhr bin Al-Harits, dengan menciptakan dongeng yang sama di tempat manapun setelah Muhammad menyampaikan dongengannya:

        ..Jika Rasulullah SAW duduk di satu tempat untuk mengajak kaumnya ingat kepada Allah, mengingatkan mereka tentang hukuman Allah yang diterima orang-orang sebelum mereka, dan beliau beranjak dari tempat tersebut, maka An-Nadhr bin Al-Harits duduk di tempat yang sama, kemudian berkata, 'Demi Allah, wahai orang-orang Quraisy, aku lebih bagus ucapannya daripada Muhammad. Sekarang kalian ke marilah, niscaya aku katakan kepada kalian perkataan yang jauh lebih bagus daripada perkataan Muhammad!' Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits bercerita kepada mereka kisah-kisah tentang raja-raja Persia, Rustum, dan Isfandiyar. Ia berkata, 'Dengan apa Muhammad lebih bagus ucapannya daripada saya?' " Ibnu Hisyam berkata, "An-Nadhr bin Al-Harits inilah (sama seperti disampaikan kepadaku) orang yang berkata, 'Aku akan menurunkan ayat seperti yang diturunkan Allah'" [Sirat Nabawiyah Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, Jilid I, Bab.56, Hal.253-264]

      An Nadirlah tampaknya memahami bahwa Muhammad bukanlah NABI, Ia juga menyatakan bahwa Muhammad juga bukan: penyihir, dukun, penyair dan orang gila. [Ibid, hal. 252-253]. Ia memberikan ide pada kaum Quraish untuk membuktikan Muhammad adalah pembohong melalui pengetahuan para rahib Yahudi. Kaum Quraish kemudian menugaskan dirinya dan Uqbah bin Abu Mu'aith kepada rahib-rahib Madinah dan Rahib Yahudi memberikan solusi berupa 3 pertanyaan yang jika Muhammad mampu menjawab 3 hal tersebut, maka ia seorang Nabi dan jika tidak, maka Ia pembohong, yaitu perihal:

      • Pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan informasi tentang mereka?
      • Seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat
      • Roh; apakah roh itu?

      3 hal itu ditanyakan pada Muhammad yang kemudian berjanji akan menjawab esok paginya namun bahkan sampai 15 malam Muhammad tidak mendapatkan wahyu tentang itu (tentu saja, ada alasan pembelaan tentang ini, yaitu karena Muhammad saat berjanji tanpa mengatakan insya Allah)

        Mereka berkata, 'Muhammad menjanjikan jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan 15 malam, namun tidak ada jawaban atas pertanyaan kita.'..

      Mereka mentertawakan Muhammad dan tampak jelas bahwa An-Nadhr sukses merubuhkan seluruh klaim Muhammad bahwa ia adalah nabi.

      Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau membawa surat Al-Kahfi (no.18) dari Allah swt yang berisi informasi perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara dan permasalahan roh [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Bab 56. hal.252-264].

      Namun walaupun Allah sebagai sandarannya, ke-3 Pertanyaan itu tetap saja dijawab Muhammad dengan NGAWUR:

      1. Ashabul Kahfi (Penghuni Gua), tercantum di AQ 18:9-26 [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Bab 56. hal.252-264]

        Ternyata Allah, Jibril dan Muhammad) bahkan tidak tahu bahwa kisah pemuda itu HANYALAH DONGENG BELAKA. Untuk jelasnya, silakan anda buka '"Seven Sleepers" tertidur 309 Tahun?' :)

      2. Dzu Al-Qarnaini, tercantum di AQ 18:83-98 [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Bab 56. hal.264 - 255]. Bahkan di sini, Allah memberikan pengetahuan disisi Allah yang sangat kuno dengan mengklaim bahwa tempat matahari terbenam adalah di mata air/lumpur Hitam :). Bukan cuma itu, dalam perjalanan sejarah, dunia Islam pun mengalami kebingungan mengenai siapakah Dzu Al-Qarnaini:

        Pendapat-pendapat ulama abad ke 20an seperti: Maududi [1903 – 1979, tafsir quran surat al kahf], Javed Ahmed Ghamidi [lahir tahun 1951], Maulana Abul Kalam Azad [1888 – 1958], Allameh Tabatabaei [1904-1981, Tafsir aliran Syiah, tafsir al-Mizan, vol 26] and Naser Makarem Shirazi [Lahir 1924, Tafsir Aliran syiah, Bargozideh Tafseer-i Nemuneh (برگزیده تفسیر نمونه), Vol 3, p69], menyatakan bahwa Dhul Qarnayn adalah Koresh yang Agung (atau Cyrus the great, 576 SM–530 SM)

        Menyatakan bahwa Dhul Qarnayn Cyrus adalah masalah besar.

        Kenapa?

        Cyrus merupakan pagan pemuja Mithra [Di puja juga di roma dengan nama "Mithraic_mysteries"]. Setelah wafatnya, penenerusnya yaitu Darius memaksakan zoroastrian sebagai agama resmi negara. Alkitab mencatat 30 x nama Cyrus muncul dan sangat jelas disebutkan bahwa Ia adalah raja persia Pagan yang malah di klaim oleh kitab mereka bahwa Allah mengakuinya sebagai "gembala" tuhan Yahudi alias mashiah = Mesias [Yesaya 44:28] dan beberapa malah mencomot Daniel 8.21- 22 sebagai ramalan kedatangannya [Padahal di mimpi Daniel itu, domba yg bertanduk 2 itu kalah di hajar kambing dari barat].

        Di samping itu, Cyrus tidak pernah tercatat membangun dinding pembatas bangsa lainnya



        Pendapat lainnya,
        Dhul Qarnayn adalah Alexander yang Agung. Pendapat ini adalah pendapat yang lebih di ikuti karena di dukung sumber-sumber islam, seperti Sirah nabi tertua, hadis dari nabi dan sahabatnya, komentator para ahli tafir quran dari masa-masa awal:

        Sirah Ibn Ishaq/Ibn Hisyam:

        Ibnu Ishaq berkata bahwa orang yang mendapatkan hadits-hadits dari orang-orang non Arab berkata kepadaku, Dzu Al-Qarnaini berasal dari Mesir. Nama aslinya Marzaban bin Mardziyah Al-Yunani. Ia berasal dari anak keturunan Yunan bin Yafits bin Nuh.

        Ibnu Hisyam berkata, "Nama aslinya Iskandar. Dialah yang membangun kota Iskandariyah, kemudian kota Iskandariyah diberi nama dengan namanya." [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Bab 56. hal.264-265]

        Hadis nabi:

        "THE PROPHETS, THEIR LIVES AND THEIR STORIES", Abdul-Sâhib Al-Hasani Al-'âmili, dengan mengutip banyak sumber menyatakan Dhul Qarnayn adalah alexander. Tabari juga menyampaikan dari rantai perawi Utbah ibn Amr ketika SEKELOMPOK orang Yahudi bertanya kepada Nabi SAW tentang Dhul-Qarnayn, Nabi SAW menjawab bahwa ia adalah anak muda dari romawi yang membangun Alexandria.

        Juga dari sumber lain dengan sanad yg di curigai lemah karena dalam rantai perawinya ada Ibn Lahi’ah disampaikan bahwa SESEORANG bertanya kepada Nabi SAW tentang Dzulqarnain. Beliau mengatakan: “Dia dari Romawi, lalu dia diberi anugerah kerajaan hingga ke Mesir. Dialah yang membangun kota Iskandariyah (Alexandria). Setelah selesai, seorang malaikat mendatanginya dan mengangkatnya ke langit dan berkata: ‘Lihat apa yang ada di bawahmu.’ Dia menjawab: ‘Aku hanya melihat sebuah kota.’ Malaikat itu berkata: ‘Itu adalah bumi seluruhnya. Hanya saja Allah SWT ingin memperlihatkan kepadamu. Dan sungguh Allah SWT telah menjadikan kekuasaan untukmu di bumi. Maka lakukanlah perjalanan dan ajarilah orang yang tidak tahu, perkokohlah orang yang berilmu’.”

        Tafsir:

        1. Tafsir Jalalayn, "Dan mereka, para Yahudi, menanyaimu mengenai Dhū’l-Qarnayn, yang mempunyai nama Alexander; Ia bukan Nabi...
          Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (‘ayn hami’a: [mata air] berisi ham’a, yaitu lumpur hitam)...Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat, yang bernama para Negro (zanj) yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari.."

        2. Tabari,"كان شاباً من الروم، فجاء فبنى مدينة مصر الإسكندرية" (Dia adalah seorang pemuda Romawi, dia membangun kota alexandriya-mesir)

        3. Al-Zmakhshari,"ذو القرنين: هو الإسكندر الذي ملك الدنيا" (Zulkarnain: Alexander adalah raja dunia.)

        4. Razi,"أنه هو الاسكندر بن فيلبوس" Ini adalah Alexander yang agung dari Yunani

        5. Qurtuby,"فأما اسمه فقيل: هو الإسكندر الملك اليوناني المقدوني،" (Adapun nama-Nya dan diberitahu: Alexander adalah Raja Yunani Makedonia,)

        6. Dan masih banyak lagi yang anda bisa KLIK sendiri untuk membuktikannya. kemudian dalam artikel Shammoun, disampaikan pendapat Yusuf Ali, sebagai berikut:"...Dalam apenedixnya, Ali dengan jelasnya menyatakan bahwa KONSENSUS dari para ALIM ULAMA berpandangan pada Alexander adalah Zul-Qarnayn:

          "Sekarang secara umum dunia Islam telah menerima bahwa Alexander yang agung adalah seseorang yg dimaksudkan sebagai julukan Zul-qarnain. Namun beberapa ulama menyampaikan keraguan mengenai ini dan membuat beberapa ." (Ali, Qur'an suci, Appendix VII, p 760). Juga disampaikan penemuan koin yang menunjukan bahwa alexander dengan dua tanduknya.

        Menyatakan bahwa Dhul Qarnayn adalah Alexander adalah masalah besar.

        Kenapa?

        Alexander adalah seorang PAGAN penyembah Ammon-Zeus dan juga menyatakan dirinya sebagai anak dari Ammon. Ia jelas bukan Muslim.

        Disamping kekacauan mengenai sesembahan, kekacauan lain yang prinsipil dari klaim ttg Dhul Qarnayn [baik itu sebagai: Cysrus ataupun Alexander] adalah baik Cyrus dan Alexander TIDAK HIDUP sejaman dengan Ibrahim!

        Kemudian,
        Allah, Jibril dan Nabi menyatakan bahwa Matahari terbenam di air :)

        :

          "Mereka menanyaimu [wayas-aluunaka] tentang Dzulkarnain. Katakanlah Aku bacakan [qul sa-atluu] padamu [ʿalaykum] cerita tentangnya. Sesungguhnya telah diberikannya kekuasaan [makkannaa lahu] di bumi, dan Kami telah berikan [waaataynaahu] dari tiap suatu [min kulli shayin] jalan [sababaan].

          Maka iapun berjalan [fa-atba'a sababaan].

          Hingga [ḥattaa] ketika [idhaa] sampai [balagha] di tempat terbenam [maghriba] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] terbenam [taghrubu] di [fii] mata air yang berlumpur hitam [ayyin hamiatin], dan mendapati [wawajada] DI DEKAT ITU/SEKITAR/SISI [indahaa] segolongan umat [qawman]...

          Hingga ketika sampai ke tempat terbit [mathli'a] matahari [al shamsi], MENDAPATI itu [WAJADAHAA] menyinari [tathlu'u] pada ['alaa] segolongan umat [qawmin]...

          Hingga ketika sampai [balagha] di antara [bayna] dua gunung [alssaddayni], MENDAPATI [WAJADA] di [min] sebelahnya [duunihimaa] suatu kaum [qawman].." [AQ 18.83-86, 90, 93]

        Karena Allah sendirilah yang menceritakan perjalanan Zulkarnaen: hingga sampai ke ufuk barat, hingga sampai ke ufuk timur dan hingga sampai di antara dua gunung. Di mana, di setiap area itu, Ia bertemu tiga kaum yang berbeda, maka ini bukanlah sebuah kiasan.

        Tafsir ibn kathir AQ 18.86 menyatakan "Ia menemukan matahari terbenam di laut hitam, bukan KIASAN karena ia menyaksikan sendiri. kata "al hami-ah" di ambil dari salah satu dua arti yaitu dari AQ 15.28, "lumpur hitam" (ini pendapat ibn Abbas). Ali bin abi thalhah "zulkarnaen mendapati matahari terbenam di laut yang panas" (juga pendapat Al Hasan Al basri). Ibn Jarir mengatakan keduanya benar yang mana saja boleh.

        Selain di Quran, juga disampaikan di hadis Qudsi dan Hadis nabi:

        Imam Ahmad
        91. Abu Dharr meriwayatkan, "Suatu ketika aku bersama nabi (naik) seekor keledai yang berpelana atau dengan beludru. Itu saat matahari terbenam. beliau berkata kepadaku, 'Hai Abu Dharr, apakah engkau tau dimana ini tenggelamnya?' Aku berkata, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. "Beliau berkata,' Ini tenggelam di mata air yang keruh, (kemudian) ia menuju dan sujud di hadapan Tuhannya, Yang Perkasa dan teragung, di bawah tahtanya. Dan ketika waktunya pergi keluar, Allah mengijinkannya untuk keluar dan dengan demikian ia terbit. Namun ketika ia ingin terbit di tempatnya terbenam, Ia terkunci. Matahari kemudian berkata, "O Allahku, Jaraknya jauh untuk berjalan ke sana" Allah berfirman, "Terbitlah dimana dimana engkau terbenam" Itu (akan terjadi) ketika tak ada jiwa (kafir) yang mendapatkan kebaikan untuk percaya nantinya'"(Ahmad) (Terjemahan berasal dari: Lima puluh hadis dari Jame Al-Uloom Wal-Hakim (“A Compilation of Knowledge and Wisdom”), kompilasi oleh Ibnu Rajab al-Hanbali (736 H-795 H), diterjemahkan dan disoroti oleh Yasin Ibrahim al-Sheikh (Vol. 1), sebuah pilihan Hadis Qudsi (Suci) Authentik, diterjemahkan oleh Muhammad M. 'Abdul-Fattah, diedit oleh Reima Youssif Shakeir (Vol. 2) [Dar Al -Manarrah untuk terjemahan, Penerbitan & Distribusi], hlm 319-320. Lihat versi: Arab untuk Musnad Ahmad 20948.1)

        Dan Abu Dawud:

        (3991) Abu Dzar berkata: Aku duduk di belakang Rasul Allah yang mengendarai keledai saat matahari terbenam. Dia bertanya: Apakah kau tahu di mana ini terbenam? Aku jawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau berkata: INI TENGGELAM DI MATA AIR YANG HANGAT (hamiyah)3408 (Prof Ahmad Hasan, Sunan Abu Dawud - Terjemahan Bahasa Inggris Dengan Penjelasan [SH. Muhammad Ashraf, Penerbit, Lahore, 1984], Volume III Bab 1338 - 1890, XXV Kitab Al-Ahruf Wa Al-qira'at [Kitab Dialek dan Bacaan Qur'an], Bab 1498, hal.1120).

        3408 Qur'an, xviii. 86. kata hami'ah dalam ayat ini memiliki dua pembacaan. Abu Ja'far, Abu 'Amir, Hamzah, al-Kisa'i dan Abu Bakr membacanya hamiyah dengan vokal "a" yang panjang. Hamiyah berarti air hangat. Yang lain membaca hami'ah ini artinya air yang keruh. (Ibid.)

        Hadis berbeda dari Abu Dawud:

        4002. Diriwayatkan Abu Dzar yang berkata: "Aku berkendara di belakang Rasulullah ketika ia berada di atas keledai, dan matahari terbenam. Dia berkata: "Apakah kau tahu di mana ini (matahari) tenggelam?" Aku berkata: 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.'Beliau Berkata: 'INI TENGGELAM DI MATA AIR YG HANGAT (fa innaha taghrubu fi' Ainin hamiyah) '" (Sahih) (Terjemahan bahasa Inggris dari Sunan Abu Dawud, Disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman Hafiz bin Asy'ats - Dari hadis no 3242-4350, hadis diedit dan direferensikan oleh Hafiz Abu Tahir Zubair 'Ali Za'i, diterjemahkan oleh Nasiruddin al. -Khattab (Canada), review akhir oleh Abu Khaliyl (USA) [Darussalam Publishers & Distributors, Edisi Pertama: Juli, 2008], Volume 4, 29 The Book Of The Tilawah Dan Pembacaan Qur'an, hlm 375. Lihat link Arabnya)

        Atau Hadis Nabi dari Abu Dharr:
        Ketika senja [magrib], Nabi bertanya padaku, "Apakah kau tau kemana Matahari itu pergi (saat Magrib)?!
        Aku jawab, "Allah dan rasulnya yang lebih tau."
        Ia jawab, "Ia berjalan hingga berhenti pada tempatnya di bawah Arsy lalu menyungkur sujud dan mohon ijin untuk terbit kembali, dan diijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba) dia minta agar terus saja bersujud namun tidak diperkenankan dan minta izin namun tidak diizinkan dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah ke tempat asal kamu datang" dan ia akan terbit dari tempatnya terbenamnya tadi (barat). [Bukhari: no.2960/4.54.421, no.4428/6.60.327, no.6874/9.93.520 dan no.6881/9.93.528. Juga Muslim: no.228/1.297]

        Penjelasan lain tentang Al Kahfi 18:82-99, baca: di sini, di sini, di sini, di sini, di sini dan di sini

      3. Jawaban Allah dan Rasulnya tentang Roh.

        • Ibnu Ishaq berkata Allah Ta'ala berfirman tentang pertanyaan mereka seputar roh,
          'Dan mereka bertanya kepadamu tetang roh. Katakanlah, 'Roh termasuk urusan Tuhanku, dan kalian tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit." (Al-Isra': 85)
          Ibnu Ishaq berkata bahwa aku diberi tahu dari Ibnu Abbas yang berkata, "Ketika Rasulullah SAW tiba di Medinah, rahib-rahib Yahudi bertanya, 'Hai Muhammad, tahukah engkau ucapanmu, 'Dan kalian tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.'
          Siapakah yang dimaksud dengan kalian tersebut; kami atau kaummu?'
          Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak.'
          Para rahib Yahudi berkata, 'Engkau sudah membaca apa yang engkau bawa, bahwa kami diberi Taurat. Di dalamnya terdapat penjelasan segala sesuatu.'
          Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Taurat dalam ilmu Allah adalah sedikit sekali. Namun kalian mempunyai sesuatu yang jika kalian laksanakan, maka sesuatu tersebut sudah memadai untuk kalian'." [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Bab 56. hal.265]

        Ya! Hanya demikian saja alias 0 (nol) penjelasan kecuali itu adalah rahasia Allah dan kitab taurat milik kaum Yahudi hanya sedikit isinya :)

        Jika itu adalah rahasia Allah dan tidak diketahui nabi, maka buat apa Muhammad berbicara dengan mayat-mayat yang di buang di dalam sumur seperti berikut ini:

          Aisyah berkata, "Ketika pelemparan mayat-mayat kaum musyrikin ke dalam sumur telah selesai, Rasulullah SAW berdiri di atas mereka, dan bersabda, 'Hai para penghuni sumur, apakah kalian telah melihat bahwa apa yang dijanjikan Tuhan kepada kalian itu benar? Sesungguhnya aku telah melihat bahwa apa yang dijanjikan Allah kepadaku itu benar'."

          Aisyah berkata, "Para sahabat-sahabat berkata kepada Rasulullah SAW, 'Kenapa engkau berbicara dengan kaum yang telah mati?'

          Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh mereka telah mengetahui, bahwa apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka itu benar.' Para sahabat bertanya, 'Apakah mereka mendengar apa yang engkau katakan kepada mereka?' Padahal Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh mereka telah mengetahui'."

          Ibnu Ishaq berkata bahwa Humaid Ath-Thawil berkata kepadaku dari Anas bin Malik yang berkata, "Para sahabat Rasulullah SAW mendengar Rasulullah SAW berkata di pertengahan malam, 'Hai penghuni sumur, hai Utbah bin Rabi'ah, hai Syaibah bin Rabi'ah, hai Umaiyyah bin Khalaf, hai Abu Jahal bin Hisyam--Rasulullah SAW menyebutkan beberapa nama orang-orang Quraisy--, apakah kalian telah melihat bahwa apa yang dijanjikan Allah kepada kalian itu benar? Sungguh aku telah melihat bahwa apa yang dijanjikan Tuhanku kepadaku itu benar.' Kaum Muslimin berkata, 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau memanggil kaum yang telah menjadi mayat? Rasulullah SAW bersabda, 'Kalian tidak lebih mendengar terhadap apa yang aku katakan kepada mereka, hanya saja mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku'." [Ibn Ishaq/Hisyam hal.613]

    5. Apa yang terjadi dengan tawanan lain yang tidak dibunuh?

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Nubaih bin Wahb saudara Bani Abduddaar berkata kepadaku, ketika para tawanan perang telah datang, maka Rasulullah Saw membagi-bagikannya kepada para sahabat. Beliau bersabda, 'Berbuat baiklah kepada para tawanan perang.' Abu Azid bin Umair bin Hasyim, saudara kandung Mush'ab bin Umair yang berada dalam tawanan perang berkata, 'Saudaraku, Mush'ab bin Umair berjalan melewatiku bersama salah seorang kaum Ansar yang menawanku. Mush'ab bin Umair berkata, 'Pegang kuat orang ini, karena ibunya kaya raya."..Ibn Hisyam: Kemudian ibu Abu Aziz bin Umair bertanya tentang tebusan tawanan termahal bagi orang Quraisy, lalu dikatakan kepada ibu Abu Aziz bin Umair, 'Tebusan tawanan perang terbesar ialah.' Ibu Abu Aziz menebus Abu Aziz dengan uang tebusan sebesar empat ribu dirham [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, Bab 119. Hal 621 - 622]

        Kebiasaan untuk tidak meratap yang wafat ternyata warisan dari orang musryrik Quraish Mekah. Beberapa dari mereka menunda penebusan ditawan agar tidak akan meminta uang tebusan banyak [Ibid, Hal 624]. Ibnu Ishaq berkata, "Di antara para tawanan ialah Abu Wada'ah bin Dhubairah As-Sahmi. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Abu Wadah di Mekkah mempunyai anak yang cerdas dam pedagang kaya. Sepertinya ia pergi kepada kalian untuk menebus ayahnya.'..Al-Muththalib bin Abu Wada'ah berangkat dari Mekkah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tiba di Medinah, kemudian menebus ayahnya dengan uang tebusan sebesar empat ribu dirham, kemudian ia pulang bersama ayahnya."[Ibid hal. 624-625]. Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian orang-orang Quraisy mengirim utusan untuk menebus tawanan mereka...[Ibid hal. 625]

        Ibnu Hisyam berkata, "Jumlah tebusan orang-orang musyrikin ketika itu ialah empat ribu hingga seribu dirham per satu tawanan, kecuali tawanan yang tidak mempunyai apa-apa, maka Rasulullah SAW membebaskannya tanpa uang tebusan." [Ibn Ishaq/Hisyam, hal.635]. Pengganti uang tebusannya adalah mereka di minta mengajarkan sepuluh anak Ansar baca dan tulis [Mubarakpuri hal 276; Al-Suhayli: Al-Rawd Al-Anif 3/135]

      Ada cerita menarik tentang Abu Sufyan, yaitu walaupun anaknya Hanzalah sudah terbunuh dan Amr masih di tawan, Ia tidak mau menebus Amr. Ia kemudian menawan Sa'ad bin An-Nukman bin Akkal yang merupakan Shaykh bani Amr bin Awf [Ibid, hal.626-627] dan dipertukarkan dengan anaknya.

      Bukan itu bagian menariknya.

      Abu Sufyan tahu bahwa Anak Muhammad dari Khadijah yaitu Zainab ada di Mekkah sehingga seharusnya bisa saja Ia menawan Zainab namun tidak dilakukannya!

      Zainab bersuamikan orang kafir bernama Abu Al-Ash. Ia juga tawanan orang Muslim, setelah Zainab membayar tebusan dengan kalung dari Khadijah, Muhammad kelihatannya malu [di sirat disebutkan trenyuh] dan kemudian memerintahtahkan untuk membebaskan Abu Al-Ash dan mengembalikan kalung dan mengadakan perjanjian dengan Abu Al-Ash,agar setibanya di mekkah agar menyuruh Zainab ke Medinah.

      Kejadian bebasnya Abu Al-Ash ini dituliskan Ibn Ishaq/Ibn Hishyam adalah 1 bulan (atau hampir 1 bulan setelah peristiwa di Badar).

      Muhammad ketika membebaskan suami Zainab, meminta Zaid bin Haritsah, menunggu di kabilah Ya'jij sehingga ketika nanti telah bertemu Zainab agar membawanya ke tempat Nabi. Ketika Abu Al-Ash tiba di Mekkah, ia memerintahkan istrinya pergi menyusul ayahnya, kemudian Zainab mengadakan persiapan untuk pergi ke Medinah.

        Setelah Abu Aisyah berkata, "Ketika Zainab telah selesai melakukan persiapan, maka saudara ipar Zainab, Kinanah bin Ar-Rabi', saudara suaminya memberikan unta kepadanya. Kinanah bin Ar-Rabi' mengambil busurnya dan tabung tempat anak panah. Kemudian di siang hari, Kinanah bin Ar-Rabi' berjalan menuntun unta Zainab, sedang Zainab berada di sekedupnya [pelana atau tempat duduk dr kayu yg dipasang di punggung unta]. Hal tersebut menjadi bahan pembicaraan orang-orang Quraisy, kemudian mereka pergi mengejar Zainab. Mereka berhasil bertemu dengannya di Dzi Thawa. Orang yang pertama kali menyusul Zainab ialah Habbar bin Al-Aswad bin Abdul Muththalib bin Asad bin Abdul Uzza Al-Fihri. Habbar bin Al-Aswad menteror Zainab di sekedupnya dengan tombak. Menurut para ulama, ketika Zainab sedang hamil. Karena mendapat teror dari Habbar bin Al-Aswad, maka bayi di kandungan Zainab keluar. Kinanah bin Ar-Rabi' berhenti, kemudian ia mengeluarkan anak panahnya dan berkata, 'Demi Allah, jika salah seorang dari kalian mendekat kepadaku, aku pasti melesatkan anak panahku padanya.' Orang-orang Quraisy pu pulang kembali ke Mekkah.'

        Aisyah berkata, "Abu Sufyan bin Harb bersama tokoh-tokoh Quraisy tiba di lokasi Zainab dan Kinanah bin Ar-Rabi'. Abu Sufyan bin Harb berkata kepada Kinanah, 'Hai si Fulan, tahanlah anak panahmu dari kami, sehingga kami bisa bicara denganmu!' Kinanah bin Ar-Rabi' menahan anak panahnya, kemudian Abu Sufyan bin Harb datang kepadanya hingga berdiri di dekatnya. Abu Sufyan bin Harb berkata kepada Kinanah bin Ar-Rabi', 'Engkau bertindak tidak benar, karena engkau keluar bersama seorang wanita secara terang-terangan dilihat manusia. Engkau telah tahu musibah, dan petaka yang menimpa kami, serta apa yang dimasukkan Muhammad kepada kami. Jika engkau tetap memaksa keluar bersama putri Muhammad dengan terang-terangan dilihat orang-orang, maka orang-orang berpendapat bahwa itu karena kehinaan yang menimpa kita akibat musibah yang menimpa kita, dan itu adalah kelemahan kita. Aku bersumpah bahwa kami tidak mempunyai kepentingan menahan putri Muhammad, sehingga ia tidak bisa bertemu ayahnya. Kami tidak ingin balas dendam terhadap Zainab dengan menahannya. Namun pulanglah dengan putri Muhammad. Jika suara-suara telah mereda dan orang-orang berkata bahwa kami telah mengembalikan putri Muhammad kepada Muhammad, pergilah engkau bersama putri Muhammad dengan diam-diam dan susulkan dia kepada ayahnya!' Kinanah bin Ar-Rabi' menerima saran Abu Sufyan bin Harb, kemudian Zainab tinggal di Mekkah hingga beberapa malam. Ketika suara-suara telah mereda, maka pada suatu malam, Kinanah bin Ar-Rabi' keluar dari Mekkah bersama Zainab, kemudian Kinanah bin Ar-Rabi' menyerahkan Zainab kepada Zaid bin Haritsah dan sahabatnya. Zaid bin Haritsah dan sahabatnya tiba di tempat Rasulullah SAW dengan membawa Zainab'."

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Abu Habib berkata kepadaku dari Bukair bin Abdullah bin Al-Asyaj dari Sulaiman bin Yasar dari Abu Ishaq Ad-Dausi dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang berkata,

        "Rasulullah SAW mengirim sariyyah (ekspedisi perang) dan aku ikut dalam sariyyah (ekspedisi perang) tersebut. Rasulullah SAW bersabda kepada kami, 'Jika kalian bisa menangkap Habbar bin Al-Aswad atau orang lain yang tiba duluan di tempat Zainab (Ibnu Hisyam berkata, 'Ibnu Ishaq berkata bahwa orang yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits di atas ialah Nafi' bin Abdu Qais.'), bakarlah keduanya'." Abu Hurairah berkata, "Esok paginya, Rasulullah SAW pergi ke tempat kami dan beliau bersabda, 'Sebelum ini aku memerintahkan kalian membakar dua orang tersebut jika kalian berhasil menangkap keduanya. Aku berubah pikiran bahwa siapa pun tidak boleh menyiksa orang lain dengan api kecuali Allah saja yang diperbolehkan melakukannya. Jika kalian berhasil menangkap kedua orang tersebut, bunuhlah keduanya!' " [ibid. 630-632. Juga di "The Muslim Empire and the Land of Gold", Rodney Philips

      Nah, sekarang anda tinggal bandingkan saja sendiri perbedaan watak kedua orang ini!

      Abu Sufyan yang bahkan ketika itu sedang mengalami musibah karena anaknya baru saja terbunuh dan yang lainnya sedang menjadi tawanan TIDAK SERTAMERTA membalas dendam membuta dengan menawan/membunuh anak dari musuhnya! Sementara Muhammad yang mengklaim diri nabi utusan Allah ini, Saat sedang mengalami kemenangan dan anaknya tidak terbunuh malah gapah sekali memberikan perintah pembunuhan.

      Habbar bin Al Aswad, dalam banyak situs Islam dinyatakan masuk ke dalam daftar 10 orang Mekkah yang halal di bunuh oleh muslim mana saja yang menemukannya namun dikemudian hari Ia dikabarkan diampuni.

      Tentang daftar nama orang yang Halal di bunuh, ternyata banyak hadis memuat variasi PERBEDAAN versi dari nama dan jumlah orang yang halal di bunuh (KLIK!)

        The Prophet's Directive Regarding Not Giving Respite to Some of the Rejecters

        روي أنه لما كان يوم فتح مكة أمن رسول الله الناس إلا أربعة نفر وامرأتين. وقال: اقتلوهم وإن وجدتموهم متعلقين بأستار الكعبة. ]وهم[ عكرمة بن أبي جهل وعبد الله بن خطل ومقيس بن صبابة وعبد الله بن سعد بن أبي السرح وقينتان كانتا لمقيس تغنيان بهجاء رسول الله

        فأما عبد الله بن خطل فأدرك وهو متعلق بأستار الكعبة فاستبق إليه سعيد بن حريث وعمار بن ياسر فسبق سعيد عمارا وكان أشب الرجلين فقتله

        وأما مقيس بن صبابة فأدركه الناس في السوق فقتلوه

        وأما عكرمة فركب البحر فأصابتهم عاصف فقال أصحاب السفينة أخلصوا فإن آلهتكم لا تغني عنكم شيئا هاهنا فقال عكرمة والله لئن لم ينجني من البحر إلا الإخلاص لا ينجيني في البر غيره اللهم إن لك علي عهدا إن أنت عافيتني مما أنا فيه أن آتى محمدا حتى أضع يدي في يده فلأجدنه عفوا كريما فجاء فأسلم

        وأما عبد الله بن سعد بن أبي السرح فإنه اختبأ عند عثمان بن عفان. فلما دعا رسول الله الناس إلى البيعة جاء به حتى أوقفه على النبي. قال: يا رسول الله بايع عبد الله. قال فرفع رأسه فنظر إليه ثلاثا كل ذلك يأبى، فبايعه بعد ثلاث. ثم أقبل على أصحابه فقال: أما كان فيكم رجل رشيد يقوم إلى هذا حيث رآني كففت يدي عن بيعته فيقتله. فقالوا وما يدرينا يا رسول الله ما في نفسك هلا أومأت إلينا بعينك؟ قال: إنه لا ينبغي لنبي أن يكون له خائنة أعين

        وأما قينتان قتلت إحداهما وأفلتت الأخرى وأسلمت

        It is narrated that on the day that Mekkah was conquered, the Prophet (pbuh) granted general impunity except to four men and two women.1 He said: Kill them, even if you find them hanging on to the curtains of the Ka`bah. [These people who were not granted impunity were:] Ikramah ibn Abi Jahal, Abd Allah ibn Khat'l, Maquees ibn Sabbabah and Abd Allah Ibn Sa`d ibn Abi Sar'h and there were two slave girls of Maquees, who used to [write and] sing hate-inspiring songs against the Prophet (pbuh).

        As for Abd Allah ibn Khat'l, he was seized sticking to the curtains of the Ka`bah, Sa`eed ibn Hurayth and Ammar ibn Yasir raced each other towards him and being a young man, Sa`eed beat Yasir in reaching him, and he killed Abd Allah ibn Khatal.

        As for Maquees ibn Sabbabah, he was apprehended by a group in the market and they killed him.

        As for Ikramah, he escaped to ride the sea. [While he was on the ship], they were faced with a severe storm. The people of the ship called out: 'Call upon the One God only, as your false gods shall not benefit you, in the least out here'. Hearing this call, Ikramah thought: 'If nothing would save me except my call to the one true God, out here in the sea. Then, indeed, nothing besides Him would save me on the land either. My Lord, I promise you, if you save me from what I am in today, then I shall go to Muhammad, so I can put my hand in his [indicating my allegiance to him]. I am sure that I shall find from him an extremely respectable forgiveness.

        As for Abd Allah ibn Sa`d ibn Abi Sar'h, he hid himself at the house of Uthman ibn Affaan. Subsequently, when the Prophet (pbuh) called the people for pledge of allegiance, Uthman brought him and stood him by the Prophet (pbuh) and said: 'O Prophet, accept the pledge of Abd Allah.' The Prophet (pbuh) raised his head and looked at Abd Allah three times and each time [silently] refused to accept his pledge. Then he accepted his pledge after the third time. Then [after Abd Allah left], the Prophet turned towards his companions and said: 'Is there no sensible person among you who could have stood up and killed this man, after seeing me refrain from accepting his pledge?' They said: 'O Prophet, we did not know what you were thinking. Why did you not give us a signal with your eye?' The Prophet said: 'It is not appropriate for a prophet to secretly make signals with his eyes.'

        As for the slave girls, one of them was killed while the other was released and she accepted Islam.

        ***************

        General Notes:

        1 In some historical reports the total number of persons who were not granted impunity was nine - six men and three women (see: Zaad al-Ma`aad, Vol. 3, Pg. 411) - while in some others it was ten - six men and four women (see: Al-Tabaqaat al-Kubraa Vol. 2, Pg. 136) rather than six, as given in the stated text. The names of these people have been reported as: Abd Allah ibn Sa`d ibn Abi Sar'h, Ikramah ibn Abi Jahal, Abd Allah ibn Khat'l, Al-Haarith ibn Nufail or Al-Huwayrith ibn Nufaidh, Maquees ibn Sabbabah, Habbar ibn al-Aswad, Hind bint Utbah, Ibn Khat'l's two slave girls and another slave girl named Sarah. Of these Abd Allah ibn Khat'l, Maquees ibn Sabbabah, Al-Haarith ibn Nufail, and one of the two slave girls was killed, while the others were pardoned.

        All these people were not only guilty of rejecting the call of the messenger, even after the Truth had become completely apparent to them, but also of hindering people from accepting the truth by their poisonous and false propaganda against the Prophet (pbuh) and of prompting and inciting them to fight against the Prophet (pbuh) and the Muslims. Their provocations resulted in the wars and the loss of life that these wars entailed. These people were sentenced to death as per the directives of the Qur'an, which rendered them a subject to God's special law relating to the leaders of the rejecters of His messengers[1].

        In addition to the above, some historical accounts also show that some of these people were also guilty of some other crimes against the Muslims as well. For instance:

        Maquees ibn Sabbabah was killed on the charge of killing a Muslim by deception. He had gone to Medinah, as if he had accepted Islam, and requested the Prophet (pbuh) for the blood money for the murder of his brother. The Prophet (pbuh) awarded him the blood money. After pocketing his claim, Abd Allah ibn Khat'l jumped at the first opportunity to kill the person who had already paid him the blood money and subsequently returned to Mekkah. (Al-Bidayah wa al-Nihayah, Vol. 4, Pg. 299)

        Al-Haarith ibn Nufail or Al-Huwayrith ibn Nufaidh was guilty of breaking an international treaty when he attacked the caravan taking Faatimah and Umm Kulthoom to Medinah (Al-Seerah Al-Nabawiyyah, Vol. 5, Pg. 69 - 72).

        Abd Allah ibn Khat'l was guilty of killing a Muslim servant only because he had not prepared his meal on time, while they were on a journey (Al-Bayhaqiy, narrative no. 16657)

        Habbar ibn al-Aswad like Al-Haarith was guilty of breaking an international treaty when he attacked the caravan that was taking Zaynab (ra) - the daughter of the Prophet (pbuh) - to Medinah. As a result of the attack Zaynab (ra) fell from her carriage and hit a rock and, as a result, lost her unborn child.

        Notes on the Text of the Narrative

        This narrative has been reported with some variations in Bukhariy (narrative no. 1749, 2879, 4035), Muslim (narrative no. 1357), Malik (narrative no. 946), Abu Dawood (narrative no. 2684, 2685, 4358), Tirmidhi (narrative no. 1693), Nassaiy (narrative no. 2867, 4067, 4069), Ahmad Ibn Hanbal (narrative no. 12087, 12704, 12955, 13437, 13461 and 13542), Daarimiy (narrative no. 1938, 2456), Ibn Khuzaymah (narrative no. 3063), Ibn Hibban (narrative no. 3719, 3721), Nassaiy's Sunan al-Kubraa (narrative no. 3530, 3532, 3850, 8584), Bayhaqiy (narrative no. 9621, 12633, 13056, 13151, 16606, 16639, 16655, 16656, 16657, 18059, 18060, 18560, 18561, 18562), Abu Ya`laa (narrative no. 757, 3539, 3540, 3541, 3542) and Ibn Abi Shaybah (narrative no. 36913, 36914).

        Unless otherwise specified, the preferred words have been reported in Nassaiy's narrative no. 4076.

        In some narratives, as in Bayhaqiy's narrative no. 18562, the words "اقتلوهم وإن وجدتموهم بأستار الكعبة" (i.e., 'Kill them, even if you find them hanging on to the curtains of the Ka`bah') have been differently reported as "أربعة لا أومنهم في حل ولا في حرم" (i.e., 'Four people shall not be spared under any circumstances').

        In some narratives, as for instance in Bayhaqiy's narrative no. 18562, the name of Ikramah ibn Abi Jahal has been omitted and in his place Al-Huwairith ibn Ma`bad (الحويرث بن معبد) has been mentioned; while in Bayhaqiy's narrative no. 18059, the name of Ikramah has been replaced with Ibn Nafeez or Ibn Nufaiz (ابن نفيذ), who has also been named as Al-Harith ibn Nafeez or Al-Harith ibn Nufaiz in Bayhaqiy's narrative no. 18060 (الحارث بن نفيذ), while in Zaad al-Ma`aad (Vol. 3, Pg. 411), the name has been given as Al-Harith ibn Nufail (الحارث بن نفيل). While the name Abd Allah ibn Khatal (عبد الله بن خطل) has also been reported as Halal ibn Khatal (هلال بن خطل) in Bayhaqiy's narrative no. 18562; as ِAbd Allah ibn Halal ibn Khatal (عبد الله بن هلال بن خطل), in Al-Tabaqaat al-Kubraa (Vol. 2, Pg. 136) and as Abd al-Aziz ibn Khatal (عبد العزيز بن خطل) in Akhbar Mekkah (Vol. 5, Pg. 220); and as Abd al-`Uzaa ibn Khatal (عبد العزى بن خطل) in Zaad al-Ma`aad, Vol 3, Pg. 411. In some places, as for instance at Seerah al-Nabawiyyah Vol. 5, Pg. 69 - 72, the name Maquees ibn Sabbabah (مقيس بن صبابة) has been reported as Maquees ibn Habbabah (مقيس بن حبابة).

        The words "وقينتان كانتا لمقيس تغنيان بهجاء رسول الله" (i.e., 'two slave girls of Maquees, who used to [write and] sing defamatory songs against the Prophet (pbuh)') have been reported in Bayhaqiy's narrative no. 18562. Ibn Taymiyyah in his book Al-Saarim al-Maslool Vol. 2, Pg. 251, has given the names of these slave girls as Faratniy and Qareebah or Arnab. In some historical narratives, as in Zaad al-Ma`aad Vol. 3, Pg. 411, it is reported that these slave girls belong to Abd Allah ibn Khat'l.

        In some narratives, as for instance, Bayhaqiy's narrative no. 18060, it is mentioned that the two slave girls were not owned by Maquees, but by Ibn Khatal.

        In some narratives, as for instance, in Bayhaqiy's narrative no. 18562, It is mentioned that Al-Huwairith ibn Ma`bad (who is not even mentioned in the preferred text) was killed by Ali (ra); while in Bayhaqiy's narrative no. 18059, Ibn Nafeez or Ibn Nufaiz was killed by Ali (ra).

        According to Abu Dawood's narrative no. 2685, it was Abu Barzah al-Aslamiy (أبو برزة الأسلمي) who killed Ibn Khatal; while according to Bayhaqiy's narrative no. 18562, Ibn Khatal - named as Halal ibn Khatal - was killed by Al-Zubair ibn Al-`awam (ra).

        In some narratives, as in Bayhaqiy's narrative no. 18562, it is mentioned that Maquees (مقيس) was killed by his cousin Laha (لحا).

        According to some narratives, as for instance Bayhaqiy's narrative no. 18562, Abd Allah ibn Abi Sar'h was a foster brother of Uthman.

        The information relating to the fate of the two slave-girls is given in Bayhaqiy's narrative no. 18562.

        In some narratives, as for instance in Bukhariy's narrative no. 4035, a similar subject has been narrated as follows:

        أن النبي دخل مكة يوم الفتح وعلى رأسه المغفر فلما نزعه جاءه رجل فقال بن خطل متعلق بأستار الكعبة فقال اقتله.

        It is narrated that the Prophet (pbuh) entered Mekkah on the day it was overtaken, while he wore a helmet. When he took it off, a man came to him and said: Ibn Khat'l is seen holding the curtains of the Ka`bah. The Prophet said: Kill him.

        In some narratives, as in Abu Dawood's narrative no. 4358, the case of Abd Allah ibn Sa`d ibn Abi Sar'h has been reported as under:

        كان عبد الله بن سعد بن أبي سرح يكتب لرسول الله فأزله الشيطان فلحق بالكفار فأمر به رسول الله أن يقتل يوم الفتح فاستجار له عثمان بن عفان فأجاره رسول الله.

        Abd Allah ibn Sa`d ibn Abi Sar'h used to be one of the scribes of the Prophet. Then Satan deceived him and he reverted back to polytheism and joined the rejecters. On the day Mekkah was conquered, the Prophet ordered that he be killed. However, Uthman ibn Affan gave him refuge and later the Prophet of God granted him forgiveness too.

        (This write-up is prepared by the Hadith Cell of Javed Ahmad Ghamidi)
        -----

        [1] As a part of the law of Itmam al-Hujjah - i.e., removal of all excuse to reject the call of the messenger of God - such leaders of the rejecters were sentenced to death and were not given any more chances to accept the Truth.

      Namun demikian, terdapat berita tentang Habbar bin Al Aswad yang mati terbunuh dalam 2 (dua) hadis di bawah ini:

        Ubaydallah b. Sa'id [al-Zuhril-his uncle [Ya'qub]-Sayf [b. 'Umar]-Hisham b. Urwah-his father: The Messenger of God waged war against the false prophets by sending messengers. He sent a messenger to some of the descendants of the Persian soldiers in the Yemen (al-abna') instructing them [to get rid of] al- Aswad by artful contrivance . He [further] instructed them to seek help of some people whom he named from the Banu Tamim and Qays, sending [word] to the latter to help the former . They did [as instructed]. The means of [escape] for those who apostatized were cut off, and they were attacked [while they were] in a state of waning. Since they were isolated, they were occupied with themselves. Al-Aswad was killed while the Messenger of God was [still] alive, a day or a night before the latter's death. Tulayhah, Musaylimah and the likeness of them were driven away by the messengers. [Al-Tabari, Vol. 9, p. 167, dari wiki Islam]

        Narrated Ubaidullah bin Abdullah bin Utba: We were informed that Musailima Al-Kadhdhab had arrived in Medina and stayed in the house of the daughter of Al-Harith. The daughter of Al-Harith bin Kuraiz was his wife and she was the mother of 'Abdullah bin 'Amir. There came to him Allah's Apostle accompanied by Thabit bin Qais bin Shammas who was called the orator of Allah's Apostle. Allah's Apostle had a stick in his hand then. The Prophet stopped before Musailima and spoke to him. Musailima said to him, "If you wish, we would not interfere between you and the rule, on condition that the rule will be ours after you... The Prophet said, "If you asked me for this stick, I would not give it to you. I think you are the same person who was shown to me in a dream. And this is Thabit bin Al-Qais who will answer you on my behalf." The Prophet then went away. I asked Ibn Abbas about the dream Allah's Apostle had mentioned. Ibn Abbas said, "Someone told me that the Prophet said, "When I was sleeping, I saw in a dream that two gold bangles were put in my hands, and that frightened me and made me dislike them. Then I was allowed to blow on them, and when I blew at them, both of them flew. Then I interpreted them as two liars who would appear.' One of them was Al-'Ansi who was killed by Fairuz in Yemen and the other was Musailima Al-Kadhdbab." [Sahih Bukhari 5:59:662. wiki Islam]

    6. Mari kita hitung kasar sedikit berapa perolehan Nabi dari hasil merompak Karavan uraish di Badar ini:

      1. Di sebutkan diluar barang-barang yang dikategorikan umum terdapat 115 onta, 14 kuda, banyak kulit dan lain-lain.
      2. Tawanan berjumlah 49 (ada yang menyebutkan 70 orang). [Muir, ch 12, hal 107, 111]. Ibn Abbas menyebutkan jumlah tawanan 70 (beberapa mengatakan 44) (Bukkhari Vol 5 Book 59, No 330).
      3. Harga Unta: Hadis dari riwayat Imam Muhammad Baqir: Pasukan Aiysah membeli unta seharga 700 dirham ketika mereka hendak berkonfrontasi dengan Imam Ali. Anggap saja harga rata2nya 500 dirham. Harga Kuda: 300 s/d 800 dirham. Anggap saja harga rata-ratanya 500 Dirham.
      4. Harga tebusan perkepala adalah 1000 dirham s/d 4000 dirham. Jumlah total penerimaan dari tawanan adalah 250.000 Dirham.
      5. Selain dari hal tersebut terdapat tambahan penghasilan berdasarkan hadis dari riwayat Qais: Para mujahid Badar diberikan masing-masing 5000 dirham pertahun."[Vole 5, Book 59, No.357, juga di "The Muslim Empire and the Land of Gold",Rodney J. Phillips].

      Jadi, secara kasar jatah 1/5 untuk Muhammad adalah: 23 Onta, 2 kuda, banyak kulit dll + 50.000 dirham, yang jika dikonversikan kedalam rupiah:

        1 dirham = 1/10 dinar;
        1 dinar = 4.235 gram emas
        1 gram Emas 24 karat = Rp 570.000an/g

        Unta+kuda: 25 x 50 dinar = 1250 dinar x 4.235 = 5.294 kg emas atau Rp. 3,02 Milyar
        Tawanan: 5000 dinar x 4.235 = 21.175 kg gram emas atau Rp. 12,07 Milyar
        Total di luar kulit dll = Rp. 15,09 Milyar

      Jumlah menggiurkan inilah yang merupakan insentif terkuat bagi kaum Muslim dalam meningkatkan kinerja merompaknya di setelah Peristiwa Badar ini.

    Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah Badar hingga Uhud:

    Pembunuhan Asma bt. Marwan
    Seusai Badar, Nabi berada seminggu di Medina. Lima hari menjelang berakhirnya Ramadhan, Nabi memerintahkan pembunuhan terhadapa seorang perempuan warga Medina yang bernama Asma binti Marwan. Ia berasal dari Bani Aws, menikah dengan Yazid bin Zayd yang berasal dari Bani Khatma, punya lima anak laki dan seorang bayi yang masih menyusui.

    Dr Gustav Weil menyatakan ayahnya adalah seorang Yahudi. Mantan suami sebelum yang sekarang bernama Umayr b. Adiy al-Khatmi [si pembunuhnya].

    Perempuan ini secara terbuka menyuarakan ketidaksukaannya melalui beberapa syair gurindam [Muir, vol. 3, bab 13, hal.130-132; "Muhammad at Medina",W Montgomery Watt, Oxford At The Clarendon Press, 1956, hal. 15,18, 178; Haekal, Hal 261-263] :

      Ku Pandang rendah Bani Malik dan Al Nabit
      Dan auf dan bani Khazraj
      Kalian patuhi si asing yang bukan dari kaummu
      seorang yang bukan Murad atau Madhhij (suku asli Yaman)
      Kalian berharap kebaikan darinya setelah pembunuhan para pemimpinmu
      Bagai seorang lapar menantikan kaldu?.
      Tak adakah yang punya harga diri menyerangnya dalam kejutan
      Dan patahkan harapan mereka yang berharap sesuatu darinya?


      [..]

      Ketika Rasullulah mendengar apa yang Asma katakan ia berkata, "Siapa yang hendak menyingkirkan anak perempuan Marwan dariku?" Umayr b. Adiy al-Khatmi yang tengah bersamanya mendengarnya, dan malam itu Ia pergi ke rumah Asma dan membunuhnya. Paginya Ia datang ke hadapan Rasullulah dan menceritakan apa yang telah dilakukannya dan dia [Muhammad] berkata, "Kau telah membantu Allah dan RasulNya, O Umayr!" Ketika ia bertanya apakah ia harus menanggung konsekuensi buruk Rasul berkata, "Dua kambing tak kan saling beradu kepala tentangnya.", Kemudian Umayr kembali kekaumnya..["The Life of Muhammad". sebuah translasi dari "Sirat Rasul Allah"-nya Ishaq, hal 675, A. Guillaume, Oxford University Press, 1955]

      "Kalian ikuti seorang asing yang menghasut kalian membunuh demi jarahan.
      Kalian adalah orang-orang serakah.
      Tak adakah kehormatan di diri kalian?
      "

      'Setelah mendengar bait ini Muhammad berkata,'Tak ada orangkah yang bersedia menyingkirkan wanita ini dari ku? 'Umayr, seorang Muslim yang teguh, Memutuskan untuk menjalankan harapan Nabi. Malam itu ia mengendap ke rumah penyair yang tengah berbaring tidur dikelilingi oleh anak-anaknya yang masih muda. Satu sedang menyusui. Umayr pindahkan bayi yang menyusu dan Ia tusukan pisau kepada si penyair. Esok harinya di masjid, Muhammad, yang mengetahui menyadari adanya pembunuhan ini, berkata, "Kau telah membantu Allah dan RasulNya" Kata Umayr. "Ia punya lima anak, Haruskah Saya merasa bersalah?" "Tidak," jawab Nabi. 'Membunuhnya adalah sama tak berartinya seperti dua kambing yang saling menyeruduk kepala.'" ["The Life of Muhammad". sebuah translasi dari "Sirat Rasul Allah"-nya Ishaq, hal 676, A. Guillaume, Oxford University Press, 1955]

      "Kemudian (terjadi) dalam Sariyyah [Atas perintah Nabi] dari Umayr ibn adi Ibn al-Khatmi Kharashah terhadap Asma Binti Marwan dari Bani Umayyah Ibnu Zaid, Di lima malam menjelang akhir Ramadhan, Pada awal bulan ke-19 sejak Hijrah Rasulullah. Asma adalah istri Yazid Ibn Zaid Ibn Hisn al-Khatmi Ia biasa melecehkan Islam, menyinggung Nabi dan menghasut (orang) melawan Nabi. Ia menulis puisi. Umayr Ibn Adi di malam hari memasuki rumah Asma. Anak-anaknya sedang tidur di sekitarnya. Satunya sedang menyusui. Ia meraba dengan tangan karena buta, dan memisahkan bayi dari Asma. Ia menghujamkan pedangnya di dada Asma sampai tembus punggung. Kemudian ia ditawarkan shalat subuh bersama Nabi di Medinah. Rasullulah berkata: "Apakah Kau membunuh anak perempuan Marwan". jawabnya: "Ya. Apakah ada hal lain untuk ku yang harus dilakukan?" Dia [Muhammad] berkata:"Tidak. Dua kambing akan beradu kepala tentangnya". Ini adalah kata yang pertama yang di dengar dari Rasullullah. Rasullulah memanggil Umayr, "Basir" (yang melihat). [Ibn Sa'd' Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Translasi oleh S. Moinul Haq, vol. 2, Hal. 31]

    Wow, event perintah pembunuhan ini terjadi lagi di bulan Ramadhan, kali ini bukan atas nama perang namun atas nama penghinaan! Inilah ciri termudah untuk mengenali kaum beradab dan bukan yaitu ketika menghadapi perbedaan pendapat.

    Kenapa?

    Suku quraish telah 13 tahunan mendengar langsung caci maki atas sesembahan, adat-istiadat dan leluhur kaumnya dari Muhammad dan pengikutnya, namun suku Quraish tidaklah melakukan dan memerintahkan pembunuhan karena dan dengan cara seperti ini.

    Beberapa kalangan entah mengapa alergi sekali dengan kisah yang tercantum di atas ini, bahkan demi mempertahankan reputasi sang nabi digunakanlah argument kesahihaan hadis :) dan kemudian mengatakan bahwa kisah di atas adalah palsu. Berikut komentator Hadis [Lihat: di sini dan di sini], menyatakan :

    1. Untuk sirat Ibn Ishaq, yaitu pada riwayat yang bersumber dari Ibn Abbas, yang dalam rantai perawinya ada Muhammad ibn al-Hajjaj al-Lakhmi. Mereka menuduh Al Lakhmi memalsukan hadis ini dan hadis lainnya, yaitu di antaranya: Ibnu Adi (w. 976 M): "... isnad (rantai perawi) bukan dari Mujalid tetapi dari Muhammad ibn al-Hajjaj al-Lakhmi dan mereka semua (perawi lain dalam rantai) menuduh Muhammad Ibnu Al-Hajjaj memalsukan itu". Ibn al-Jawzi (w. 1.201 M) menyatakan hal yang serupa dalam Al-'ilal-nya. Al-Bukhari: "hadis itu diabaikan". Yahya ibn Ma'een: "pembohong yang memaksa" dan pernah berkata:. "Tidak dapat dipercaya". Al-Daraqutni mencelanya sebagai pembohong.
    2. Untuk Kitab Ibn Saad, yaitu pada riwayat yang bersumber dari Al-Harits bin al-Fudayl, yang dalam rantai perawinya ada Al-Waqidi. Al Waqidi dikatakan tak dapat di percaya sehingga riwayatnya ditinggalkan oleh mayoritas ulama hadits. Yahya ibn Ma'een: "Al-Waqidi meriwayatkan 20.000 palsu hadits tentang nabi". Al-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal dan Al-Albani: "Al-Waqidi adalah pembohong", sementara Al-Bukhari mengatakan di hadis hasil karyanya, ia tidak memasukan satupun hadis dari Al-Waqidi. Disamping itu, isnadnya terhenti (Mudal) di Al-Harits bin al-Fudayl karena Ia tak pernah bertemu dengan sahabat Nabi yang manapun.

    Yup! ada benarnya bahwa kehandalan berita seharusnya merupakan prasyarat mutlak.

    Persoalannya sekarang adalah 6 Koleksi Hadis aliran sunni ini justru dibuat 200an tahun setelah wafatnya Muhammad. Sehingga:

    1. Bagaimana mungkin mereka yakin bahwa nama-nama selama 200an tahun lebih itu benar, jujur sebagaimana diyakini dan event itu pernah/tidak pernah terjadi? Tentunya dalam memastikan, mereka akan mencari pada dokument2 yang terdekat dengan kejadian dan melihat apakah nama dan narasi itu ada. Jika beberapa dokument saat ini dilaporkan hilang namun tentunya tidak pada jaman mereka, bukan?

    2. Dokumen terdekat dengan kejadian untuk verifikasi nama dan kejadian yang nantinya muncul di karya-karya abad belakangan (200an tahun kemudian) sih ada, masalahnya mereka ini saja meragukan sirat dari Ibn ishaq!

      Jika Ibn Ishaq sendiri yang menuliskan itu berada di jaman yang lebih dekat lagi dengan tahun dan tempat kejadian, yaitu hanya 100 tahunan saja TIDAK DIPERCAYA, maka atas dasar apa kita harus percaya penulis-penulis yang muncul di ratusan tahun kemudian? Padahal dalam pelaporannya tentunya Iapun melakukan riset berdasarkan dokumentasi sebelum jamanya baik itu biography, hadis-hadis yang ada di sebelum jamannya

    3. Ibn Ishaq memang tidak mencantumkan isnad pada beberapa kisah yang Ia sendiri dan juga masyarakat lain sudah umum ketahui di jaman itu. Jadi ada kewajaran Ia merasa tidak perlu lagi menuliskan Isnadnya.

      Toh kisah ini tidak pernah menjadi problem buktinya hal ini juga ditulikan oleh penulis jaman dulu dan sekarang, baik itu Islam maupun bukan. Bahkan pun jika kisah ini dianggap buruk dari kacamata Islam, lantas buat apa pula Ibn Hisyam sebagai editor karya Ibn Ishaq, yang juga hidup tidak jauh dari jaman Ibn Ishaq malah menuliskan hal yang sama?

    Bahkan Qadi 'Iyad Musa al-Yahsubi (RA), Penulis Klasik yang sangat disegani dari Mazhab maliki saja mencantumkan kejadian pembunuhan ini dalam "Ash-Shifa’ bi-ta’rif huquq Mustafa" yaitu pada sesi 2, "Bukti perlunya membunuh siapa saja yang mengutuk Nabi atau menemukan kesalahan padanya" dan di catatan kaki tertulis jelas nama usma bint marwan!.

    Bahkan Shaykh al-Islam Ibn Taymiyah dalam karyanya "al-Saarim al-Maslool", hal 285-286, juga menyebutkan pembunuhan anak perempuan Marwan dan karya itu pun dikutip dalam Fatawa tentang "hadis tentang orang buta yang membunuh budak wanita yang melahirkan anak baginya (umm walad) karena budak wanitanya itu melecehkan Nabi. Bahkan fatwa itu juga merujuk lagi fatawa lainnya tentang dalil-dalil halalnya pembunuhan terhadap mereka yang menyinggung Nabi.

    Jika mereka yang disebutkan namanya di atas jika tidak mampu mengenali palsunya hadis, lantas buat apa mereka tuliskan juga?

    Namun rupanya,
    kisah perintah pembunuhan Asma bint Marwan di atas masih memiliki laporan hadis yang mempunyai sumber rantai perawi bersambung dan penguat lain yang handal, sebagaimana disampaikan pada catatan kaki "A Biography of the Prophet of Islam" In the Light of Original Sources: An Analytical Study, by Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad, translated by Syed Iqbal Zaheer [Darussalam Publishers and Distributors, Riyadh, Jeddah, Sharjah, Lahore, London, Houston, New York; First Edition: November 2005], Volume 1, Chapter 6: Events and Expeditions between Badr and Uhud, pp. 431-432, sebagai berikut:

    1. Sebagaimana dilaporkan Ibnu Ishaq - Ibn Hisham (4/379), melalui rantai yang ia tidak sebutkan secara jelas apakah dia mendengar sendiri. Ini adalah bagian dari riwayat tentang kematian 'Asma', dan juga lemah. Namun ini mendapatkan penguatan dari narasi terpecaya di Abu Dawud seperti termaktub dalam catatan berikut.
    2. Ibid. Kisah ini juga terdokumentasi dalam Sunan Abu Dawud (4/528-29) kitab Hudud, aturan-aturan bagi yang menghina Nabi. Ia sampaikan rantai perawi selain dari Ibnu Ishaq melalui rantai bersambung dan dapat diandalkan sebagaimana aturan Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram (2/241). Nasa'i juga menyampaikan dalam Sunannya (7/107-108) sebagaimana juga Tabarani dalam Kabir-nya. [Lihat juga pembahasan total: di sini dan di sini. Untuk Abu Dawud no. 3795 (Riwayat Abbad bin Musa Al Khuttali - Isma'il bin Ja'far Al madani - Isra'il - Utsman Asy Syahham - Ikrimah - Ibnu Abbas). Untuk Abu Dawud no.3796 (Riwayat Utsman bin Abu Syaibah dan Abdullah Ibnul jarrah - Jarir - Mughirah - Asy Sya'bi - Ali). Untuk Nasai no. 4002 (Riwayat Utsman bin Abdullah - 'Abbad bin Musa - Isma'il bin Ja'far - Israil - Utsman Asy Syahham -Ikrimah - Ibnu Abbas)]

    Dengan adanya hadis di atas, maka mereka yang menuduh kisah ini palsu patutlah disebut sebagai muslim palsu karena tak mampu mengenali indahnya Islam bahwa tindakan itu sesuai perintah Allah di AQ 2.217, yaitu membunuh kafir di bulan-bulan haram kaum jahiliyah saja sudah diperbolehkan dan bahkan di bulan suci Islam, Ramadhan pun sudah dilakukan, yaitu ketika merompak karavan dagang Quraish di Badar baru lalu.

    Perintah Muhammad membunuh Asma Bint Marwan [serta banyak lainnya] jelas bertentangan sendiri dengan perintah Allah di AQ 3.186, namun tentu saja Allah telah menggantinya dengan ayat yang lebih baik lagi yaitu AQ 9.12 yang detail penjelasannya pun tercantum di Bukhari 8.73.226.

    Contoh lain pembunuhan di Bulan Ramadhan:

      Pembunuhan terhadap tawanan wanita yang sudah tua (Umm Qirfah/Fatimah bt Rabi'ah b.Badr) ketika Sariyah (penyerbuan atas perintah nabi) pimpinan Zayd b. Haritsah ke Banu Farazah.

      Riwayat Ibn Humaid (Muhammad bin Humaid bin Hayyan) - Salamah (ibn Fadl al-Ansari) - Ibn Ishaq - ' Abdallah b. Abi Bakr:

      Rasulullah mengutus Zayd b. Haritsah ke Wadi al-Qura da berhadapan dengan Banu Fazarah. Beberapa teman-temannya terbunuh dan Zayd pulang dalam keadaan terluka. Salah seorang yang tewas adalah Ward b.'Amr dari Bani Sa'ad b. Hudhaym: Ia dibunuh oleh seorang dari Banu Badar [b. Fazarah].

      Ketika kembali, Zaid bersumpah bahwa tidak akan mencuci [untuk membersihkan dirinya] kotoran di kepalanya hingga ia membasmi Fazarah.  Setelah ia sembuh dari lukanya, RASULULLAH MENGIRIMNYA dengan pasukan menyerbu Banu Fazarah.

      Ia bertemu mereka di Wadi al-Qura. Qays b. al-Musahhar al-Ya'muri membunuh Mas'adah b. Hakamah b. Malik b. Badr dan menawan Umm Qirfah (Namanya Fatimah bt. Rabi'ah b. Badr, menikah dengan Malik Bin Hudzaifah bin Badar dan berusia sangat tua), putri Umm Qirfah dan 'Abdallah b. Mas'adah. Zayd b. Haritsah memerintahkan Qays membunuh Umm Qirfa dan IA MEMBUNUHNYA DENGAN KEJAM. KEDUA KAKINYA DIIKAT TALI, KEMUDIAN DITARIK DUA EKOR UNTA HINGGA TUBUHNYA ROBEK MENJADI DUA.

      Kemudian mereka membawa putri Umm Qirfah dan 'Abdallah b. Mas'adah kepada Rasulullah. Putri Umm Qirfa menjadi milik Salamah b. 'Amr b. al-Akwa', yang telah menawannya - Ia (putri qirfah) adalah keluarga terpandang diantara kaumnya. orang-orang Arab sering berkata, "Apakah kamu lebih kuat dari Umm Qirfah, Kamu tidak bisa lebih lagi". Rasulullah kemudian memintanya dari Salamah dan memberikannya pada paman dari pihak ibu, Hazn b. Abi Wahb dan ia melahirkan 'Abd al-Rahman b. Hazn.

      [Tabari: "The Victory of Islam", terjemahan dari Michael Fishbein, State University of New York Press (SUNY), Albany 1997, Vol.8, hal. 95-97. Pendapat beberapa ulama tentang Humaid bin Hayyan bin Al razi (Yahya bin Ma'in: Tsiqah. Ahmad bin Hanbal: memuji Humaid. Al Bukhari: Fiihi Nadzor (perlu tinjauan lagi). An Nasa'i: laisa bi tsiqah. Adz Dzahabi: Hafizh. Ibnu Hajar al 'Asqalani: Hafidz Dhaif). Kisah pembantaian ini juga dimuat Ibn Hajar dalam "Fath ul Baari". Juga di "Sirat rasul Allah"nya Ibn Ishaq, A.Guillaume, hal 664-665. Hadis Muslim 19.4345 dari riwayat Salama (b. al-Akwa) hanya menceritakan Pemimpin penyerangan adalah Abu Bakar, Salama mendapat bagian tawanan perempuan, yaitu anak Umm Qirfah namun kemudian diminta Nabi untuk tebusan Muslim yang jadi tawanan di Mekkah]

      Banyak Muslim berusaha menyangkal kisah ini terutama karena pembunuhan terhadap wanita tua ini dilakukan terlalu kejam dan beralasan mutilasi tidak diperkenankan Nabi. (Yang tidak dipekenankan adalah memutilasi mayat)

      Pendapat ini keliru,
      mengingat tindak mutilasi hidup-hidup juga dilakukan Nabi pada satu kejadian sebagaimana yang di catat Bukhari 1.4.234 (Riwayat Abu Qilaba) dan 2.24.577 (Riwayat Anas, dalam Indonesia: Bukhari no.1405), Rasullulah membuat tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel besi panas, kemudian dijemur di bawah panas dan ditindih bebatuan. Abu Qilaba berkata: Orang-orang ini mencuri, membunuh, menjadi kafir setelah masuk Islam, melawan Allah dan Nabi.

    Contoh lain pembunuhan terhadap kaum lemah yang terekam di hadis Abu Dawud:

      4338 Riwayat Ali ibn AbuTalib:
      Seorang wanita Yahudi kerap melecehkan Nabi (saw) dan merendahkannya. Seorang pria mencekiknya sampai Ia meninggal. Rasul Allah (saw) menyatakan tidak ada balasan untuk hutang darahnya.

      4338 Dikisahkan Abdullah Ibn Abbas:

      Seorang pria buta yang punya budak, seorang ibu, yang biasa melecehkan dan merendahkan Nabi (saw). Pria ini melarang tapi tidak berhenti. Ia menegur tapi kebiasaannya tidak berhenti. Suatu malam Ia mulai melecehkan dan merendahkan Nabi (saw). Jadi dia mengambil pisau, menusuk perutnya dan membunuhnya. Seorang anak yang datang di antara kedua kakinya terciprat darah. Ketika pagi datang, Nabi (saw) diberitahu tentang hal itu.

      Dia mengumpulkan orang-orang dan berkata: Saya minta demi Allah orang yang telah melakukan ini dan atas hak pada saya, untuk menyumpahiya dan ia harus berdiri. Melompati leher rakyat dan gemetar orang itu berdiri.

      Ia duduk di depan Nabi (saw) dan berkata: Rasul Allah! Saya tuannya, dia biasa melecehkan dan merendahkan Anda. Aku melarangnya, tapi dia tak berhenti, dan aku menegurnya tapi dia tak meninggalkan kebiasaannya. Aku punya dua anak lelaki seperti mutiara darinya, dan Ia adalah pendampingku. Tadi malam Ia mulai melecehkan dan merendahkan Anda. Jadi saya mengambil belati, menusukkan ke perutnya sampai aku membunuhnya.

      Kemudian Nabi (saw) mengatakan: Oh jadilah saksi, tak ada pembalasan dibayarkan untuk darahnya

    Contoh lain: Pembunuhan Abu Afak
    6 (enam) Penulis biography[1] kehidupan Muhammad menyatakan telah terjadi pembunuhan terhadap Abu Afak, seorang yang berasal dari B. Amr b. Auf dari suku B. Ubayda. Hisham menyatakan motifnya adalah ketidakpuasan ketika rasul membunuh al-Harith b. Suwayd b. Samit[2]:

      Telah Lama ku hidup tapi tak pernah ku lihat
      sekumpulan atau kelompok orang
      yang lebih patuh ketika melakukan
      dan pada sekutu mereka ketika diperintah
      daripada seperti anak Qayla[3] ketika mereka berkumpul,
      Para pria yang menaklukkan gunung dan tak pernah menyerah,
      seorang penunggang yang datang pada mereka memisahkan mereka menjadi dua (mengatakan) "Dihalalkan", "Diharamkan", atas segala hal.
      pun jika kau percaya kemuliaan atau martabat kau kan ikuti Tubba[4].


      Rasulullah bersabda, "Siapa yang akan berurusan dengan bajingan ini untuk ku?" Kemudian Salim b. Umayr saudara laki-laki B. Amr b. Auf, salah satu dari “yang berduka”, pergi dan membunuhnya. Umama b. Muzayriya berkata mengenai hal itu:

      Kau sampaikan dusta pada agama Allah dan orang yang bernama Ahmad! (Muhamad)
      Dari Ia yang menjadi ayahmu, Dosa adalah anak yang dihasilkannya!
      “Hanif” memberimu dorongan di waktu malam dengan ucapan
      “Ambilah Abu Afak ini terlepas tentang umurnya!”
      Walaupun ku tahu apakah itu perbuatan orang atau jin
      Yang membunuhmu di kegelapan malam (ku takkan beri tahu)
      ["The Life of Muhammad". sebuah translasi dari "Sirat Rasul Allah"-nya Ishaq, hal 675, A. Guillaume, Oxford University Press, 1955].

      Kemudian terjadi serangan (“sariyyah”) oleh Salim Ibn Umayr al-Amri terhadap Abu Afak, orang Yahudi pada (bulan) Shawwal dipermulaan dari bulan ke duapuluh dari hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani Amr Ibn Awf dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120 tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah menghasut orang-orang untuk menentang Rasulullah, dan menyusun bait-bait puisi yang bersifat menyindir (Muhammad).

      Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling berduka yang berpartisipasi dalam perang Badr berkata, “Saya bersumpah bahwa saya harus membunuh abu Afak atau mati dihadapannya.” Dia menunggu kesempatannya sampai suata malam yang panas datang, dan Abu Afak tidur di ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini, sehingga dia menusukkan pedangnya pada hati Abu Afak dan menekannya sampai tembus ke kasurnya. Musuh Allah berteriak dan orang-orang yang menjadi pengikutnya segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya dan menguburkannya. [Ibn Sa'd' Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Translasi oleh S. Moinul Haq, vol. 2, Hal. 32]

        Catatan kaki di: "A Biography of the Prophet of Islam", De Mahdi Rizqullah Ahmad:

        Ibn Ishaq melaporkan ini dengan rantai yang terputus (Mu'allaq) — Ibn Hisham Ibn Hisham (4/376-377), dan juga Ibn Hajar dalam Al-Isabah (4/238) juga (Mu'allaq), dan Al Waqidi (1/174-175) yang menyebutkan bahwa ia iri dengan Nabi atas kemenangan di Badar dan juga Ibn Sa'ad (2/28) tanpa rantai perawi.

        Tanpa rantai perawi? Ibn Sa'ad:


      Abu Afak, seorang lelaki yang berumur tua (dikatakan 120 tahun) dibunuh karena Ia melakukan kecaman pada Muhammad dalam bentuk tulisan. Pelakunya adalah Salem b. Omayr berdasarkan perintah Nabi, yang bertanya, "Siapa yang hendak menghadapi bajingan ini buatku?" Pembunuhan pada pria uzur ini mengusik penyair wanita, Asma b. Marwan, menciptakan syair yang tidak menaruh hormat pada Nabi, dan iapun di bunuh" ["23 YEARS: A STUDY OF THE PROPHETIC CAREER OF MOHAMMAD", Ali Dashti, Translated by F.R.C. Bagley, page 100]

    Beberapa catatan pada peristiwa pembunuhan Abu Afak ini:

      [1] Penulis lainnya yang menyampaikan adanya kejadian pembunuhan Abu Afak selain dari Ishaq/Hisyam, Sa'ad dan Ali Dasti, yaitu : Muir, vol. 3, bab 13, hal.132-133; "Muhammad at Medina",W Montgomery Watt, Oxford At The Clarendon Press, 1956, hal. 15,18, 178; Haekal, Hal 261-263.

      [2] Dalam Catatan kaki Muir ditulis:

        Hishami tampaknya melakukan kesalahan, ketika ia katakan Abu Afak mulai menampilkan permusuhan melawan Islam sewaktu Muhammad menghukum mati Harits, anak dari penyair Suweid bin Samit (Lihat catatan vol.1 hal.233.) Harit dieksekusi karena di pertempuran Uhud ia membalas pembunuhan atas ayahnya, --- Peristiwa yang baru terjadi setahun kemudian. Wackidi, 287 ½. Hishami juga menyatakan bahwa permusuhan Asma disebabkan karena pembunuhan Abu Afak, - sedangkan catatan yang paling dapat diandalkan menempatkan diri Asma di bunuh duluan. [Muir hal.133

      Peristiwa pembunuhan al-Harith b. Suwayd b. Samit dilakukan di Medina di depan Mesjid oleh Utsman b Affan.

      Al-harith saat di Uhud membunuh dua orang Muslim (Al-Mujadhdhar b. Dhiyad al-Balawi dan Qays b. Zayd, sebagai balas dendam karena al-Mujadhdhar pernah membunuh ayahnya

      Ibnu Hisyam berkata, "Al-Majdzar bin Dziyad sebelumnya membunuh Suwaid bin Shamit dalam salah satu perang yang terjadi antara Al-Aws melawan Al-Khazraj. Pada Perang Uhud, Al-Harits bin Suwaid mencari kelengahan Al-Majdzar bin Dziyad untuk ia bunuh sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, kemudian dibunuh Al-Majdzar bin Dziyad sendirian. Hal ini dikatakan tidak saja oleh satu ulama. Bukti bahwa Al-Harits bin Suwaid tidak membunuh Qais bin Zaid bahwa Ibnu Ishaq tidak memasukkan Qais bin Zaid dalam daftar para syuhada' Perang Uhud."

      Dan mengetahui bahwa Muhammad akan membunuhnya karena membunuh seorang Muslim, meskipun ia memiliki beberapa pembenaran untuk melakukan kejahatan, ia segera melarikan diri ke Mekkah. Ibnu Ishaq menurut riwayat Ibn Abbas menyatakan sebagai berikut (Ishaq/Hisyam Jilid 1. Bab 89, Hal. 474-475):

        Sekarang sang rasul, sebagaimana yang mereka katakan, telah memerintahkan Umar untuk membunuhnya [Al-Harits]..tapi dia melarikan diri dan berada di Mekkah.

      Ibnu Ishaq, menurut riwayat Ibnu Abbas, menyatakan bahwa mengirim Al-Julas (saudaranya) kepada Nabi untuk memohon ampunan (Ini menunjukan bahwa Al Harits, tidaklah pernah Murtad). Muhammad mengijinkannya kembali, tapi Ia bimbang tentang nasibnya, dan memilih untuk membuat keputusan setelah kembali dari Hamra al-Asad. Kemudian turunlah Ayat AQ 3:86-87:

        "Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim..Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la'nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya,"

      Ayat 3:86-87 jelas menunjukan bahwa Allah tidak memaafkannya.

      Keraguan Al-harits rupanya berdasar namun ia telah salah mengambil keputusan kembali, karena setelah Ia kembali ke Medina, Muhammad memerintahkan Utsman b Affan memotong kepala Al-Harith karena pembunuhan Al-Mujaddzir.

      Turunnya surat AQ 3:856-87, yang dikaitkan dengan peristiwa ini, menurut saya cukup lucu mengingat Al-harith sama sekali tidak murtad pada Allah dan tidak melawan Nabi, namun melakukan pembalasan atas pembunuhan Ayahnya. Rupanya, Allah tidak menyangka Ia akan membunuh Al Mujaddzir :) Dan bukankah di AQ 14:4, 16:93, 35:8, 13:27, jelas-jelas Allah menyatakan, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya"

      Lah, jika konon Allah sendiri yang menyesatkan siapapun, lantas buat apa lagi perlu bersandiwara dengan banyak nyawa seperti ini??? :) [lihat juga: di sini dan di sini]

      [3] Anak-anak Qayla adalah ibu dari dua suku Azd dan Aws-Khazraj

      [4] Tubba nama pemimpin dari Yemen yang menyerbu yang merupakan bagian dari Saudi Arabia sekarang ini. Qaylite menentang mereka

    Contoh lainnya: Pembunuhan Ka’b b. Ashraf

    Kab bin Ashraf merupakan keturunan Yahudi Bani Nadhir.

      Ibnu Ishaq berkata, “Informasi seputar Ka’ab bin Al-Asyraf ialah bahwa ketika orang-orang Quraisy menderita kekalahan memalukan di Perang Badar, Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah tiba di Medinah sebagai utusan yang dikirim Rasulullah SAW untuk memberi kabar gembira kepada kaum Muslimin di Medinah tentang pertolongan Allah Azza wa Jalla dan terbunuhnya orang-orang musyrikin..Ketika musuh Allah, Ka’ab bin Asyraf, meyakini kebenaran informasi kedua sahabat tersebut, ia keluar dari Medinah dengan tujuan Mekkah dan singgah di Al-Muththalib bin Abu Wada’ah bin Dhubairah As-Sahmi yang beristrikan Atikah binti Abu Al-Ish bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf yang kemudian menjamu dan memuliakannya.

      Ka’ab bin Al-Asyraf memprovokasi orang-orang Quraisy untuk memerangi Rasulullah SAW, melantunkan syair-syair, dan menangisi penghuni Sumur Badar, yaitu orang-orang Quraisy yang tewas di Perang Badar..Setelah itu, Ka’ab bin Al-Asyraf pulang ke Medinah dan memuji-muji istri-istri kaum Muslimin hingga mereka terganggu karenanya.

      Rasulullah SAW bersabda – seperti dikatakan kepadaku oleh Abdullah bin Al-Mughits bin Abu Burdah -, ‘Siapa yang siap bertindak terhadap Ka’ab bin Al-Asyraf mewakiliku?’

      Muhammad bin Maslamah, saudara Bani Abdul Asyhal berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya siap membunuhnya.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Silahkan engkau lakukan, jika engkau sanggup melakukannya.’..Kemudian terkumpullah sejumlah orang untuk membunuh Ka’ab bin Al-Asyraf. [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, jilid 2. Bab 135, Hal.13-19]

      Hadis Bukhari:

        Ditulis Jabir bin Abdullah:
        Rasul Allah berkata “Siapakah yang mau membunuh Ka`b bin al-Ashraf yang telah menyakiti Allah dan RasulNya?”

        Berdirilah Maslama dan berkata,”O Rasul Allah! Maukah kamu agar aku membunuhnya?”

        Sang Nabi berkata,”Iya”.

        Maslama berkata, “Maka izinkan saya untuk berkata sesuatu (yang menipu Ka`b).”

        Sang Nabi berkata, “Silakan katakan.”

        Maslama mengunjungi Ka`b dan berkata,”Orang itu (Muhammad) menuntut Sadaqa (zakat) darim kami, dan dia telah menyusahkan kami, dan aku datang untuk meminjam sesuatu dari kamu.”

        Ka`b menjawab, “Demi Allah, engkau akan merasa lelah berhubungan dengan dia!”

        Maslama menjawab,”Sekarang karena kami sudah mengikuti dia, kami tidak mau meninggalkan dia kecuali dan sampai kami melihat bagaimana nasibnya akhirnya.

        Sekarang kami mau engkau meminjamkan dua ekor unta dengan satu atau dua buah bekal makanan.”

        Ka`b berkata, “Iya, tapi kalian harus menggadaikan sesuatu denganku.”

        Maslama dan kawannya berkata,”Apa yang kau inginkan?”

        Ka’ b menjawab, “Gadaikanlah istri2mu padaku.”

        Mereka menjawab, ”Bagaimana kami dapat menggadaikan istri2 kami padamu sedangkan kamu adalah orang yang paling tampan diantara orang2 Arab?”

        Ka`b berkata, "Kalau begitu gadaikan anak2 lakimu padaku.”

        Mereka berkata, “Bagaimana kami dapat menggadaikan anak2 laki kami padamu? Nanti mereka akan diejek orang2 yang mengatakan ini dan itu dan mereka telah digadaikan dengan seekor unta penuh bekal makanan. Ini akan membuat kami sangat malu, tapi kami mau menggadaikan senjata2 kami padamu.”

        Maslama dan kawannya berjanji pada Ka`b bahwa Maslama akan kembali padanya. Dia kembali pada Ka`b pala malam harinya bersama saudara angkat Ka`b, yakni Abu Na'ila. Ka`b mengajak mereka ke bentengnya dan dia pergi bersama mereka. Istrinya bertanya, "Hendak ke manakah kau selarut ini?"

        Ka`b menjawab,"Maslama dan saudara (angkat) ku Abu Na'ila telah datang."

        Istrinya menjawab, "Aku mendengar suara seperti darah mengucur dari dirinya."

        Ka`b menjawab, "Mereka tidak lain adalah saudaraku Maslama dan saudara angkatku Abu Na'ila. Orang dermawan seharusnya menjawab permintaan (untuk datang) di malam hari meskipun (permintaan itu) adalah undangan untuk dibunuh."

        Maslama pergi dengan dua orang dan berkata pada mereka, "Jika Ka`b datang, aku akan menyentuh rambutnya dan mengendusnya (menghirup bau rambutnya), dan jika kalian melihat aku telah mencengkeram kepalanya, tusuklah dia. Aku akan biarkan kalian mengendus kepalanya."

        Ka`b bin al-Ashraf datang pada mereka, pakaiannya membungkus badannya dan menebarkan bau parfum. Maslama berkata, "Aku belum pernah mencium bau yang lebih enak daripada ini."

        Ka`b menjawab, "Aku kenal wanita2 Arab yang tahu bagaimana menggunakan parfum kelas atas."

        Maslama minta pada ka`b, "Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?"

        Ka`b menjawab, "Boleh."

        Maslama mengendusnya dan mengajak kawannya melakukan hal yang sama. Lalu ia minta pada Ka`b lagi, "Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?"

        Ka`b berkata, "Ya".

        Ketika Maslama berhasil mencengkeram kepala Ka`b erat2, dia berkata (pada kawan2nya), "Bunuh dia!"

        Lalu mereka membunuhnya dan pergi melaporkan hal itu pada sang Nabi. [Bukhari 5.59.369; Muslim 19.4436; juga di Ibn Ishaq, hal.368; Tabari, vol.7, hal.94-97]

      Catatan kaki Muir hal.132:

        Pada suatu hari, Ketika Marwan menjaba Gubernur Medinah, ia bertanya kepada Benjamin, seorang mualaf dari Bani Nadhir (sukunya Ka'b) bagaimana cara kematian Ka'b.

        "Dengan tipu muslihat dan pengkhianatan," kata Benjamin.

        Saat itu, putra Maslama, yaitu Muhammad sudah sangat tua, sedang duduk: ia berseru, - "Oh, Apa Marwan! Apa kau pikir, Rasullulah bersalah dari penghianatan? Demi Tuhan! Kami tidak membunuhnya kecuali atas perintah Nabi. Aku bersumpah tidak ada atap mesjid yang dapat menyelamatkan aku dan kau sekaligus" Kemudian, memandang ke Benjamin, ia bersumpah bahwa jika ia ada pedang di tangannya, ia akan penggal kepalanya.

        Sejak itu, Si Benjamin malang tak dapat lagi keluar rumahnya tanpa terlebih dahulu mengirimkan pembantunya untuk melihat apakah Muhammad ada di jalanan.

        Pada suatu hari, di sebuah pemakaman di Backi al Gharcad, musuhnya menangkapnya, dengan seikat ranting cabang dari seorang wanita yang lewat, mereka patahkan dari mulai wajah dan punggung Benyamin. Demikianlah gerutuan kesalahan terhadap Nabi dibungkam pada masa awal Islam. Wackidi, 192.

    Contoh lain: Pembunuhan Ibn Sunayna

    Sehari setelah pembunuhan terhadap Ka'b, terjadi pembunuhan terhadap seorang pedagang yahudi dan itupun karena dia adalah yahudi!

      Ibnu Ishaq berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang bisa mengalahkan Yahudi, bunuh dia!" Kontan Muhaishah (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Muhaiyyishah) bin Mas'ud bin Ka'ab bin Amir bin Adi bin Majda'ah bin Haritsah bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aws menangkap Ibnu Sunainah (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Ibnu Subainah."), salah seorang pedagang Yahudi yang biasa menjual pakaian dan barang-barang lainnya, kemudian membunuhnya.

      Huwaiyyishah bin Mas'ud (kakak Muhaishah) ketika itu belum masuk Islam dan lebih muda daripada Muhaiyyishah. Ketika Muhaiyyishah membunuh Ibnu Sunainah, Huwaiyyishah memukulnya dan berkata, "Hai Musuh Allah, kenapa kau bunuh Ibnu Sunainah? Demi Allah, itu barangkali karena lemak di perutmu berasal dari hartanya!"

      Muhaiyyishah berkata, "Demi Allah, aku diperintahkan untuk membunuhnya oleh orang yang jika ia menyuruhku membunuhmu, aku pasti penggal lehermu."

      Muhaiyyishah berkata lagi, "Demi Allah, itulah sebab awal keislaman Huwaiyyishah."

      Huwaiyyishah berkata, "Demi Allah, seandainya Muhammad menyuruhmu membunuhku, apakah engkau akan membunuhku?"

      Muhaiyyishah menjawab, "Ya, demi Allah, seandainya beliau menyuruhku membunuhmu, aku pasti penggal lehermu."

      Huwaiyyishah berkata, "Demi Allah, sungguh agama yang membawamu sampai pada ketinggian ini betul-betul menakjubkan."

      Setelah itu Huwaiyyishah masuk Islam.

      Ibnu Ishaq berkata, "Hadits tentang hal di atas diceritakan kepadaku oleh mantan budak Bani Haritsah dari putri Muhaiyyishah dari ayahnya, Muhaiyyishah. Tentang kejadian di atas, Muhaiyyishah berkata,

      Anak ibuku mengecamku jika aku diperintahkan untuk membunuhnya
      Ku pasti potong tulang di belakang telinga dengan pedang mematikan
      Pedang seperti warna garam yang putih cemerlang
      Jika pedang tersebut ku ayunkan, maka tak pernah meleset
      Aku sangat bahagia karena ku bisa membunuh ibnu Sunainah karena taat (kepada Rasulullah SAW)
      Dan kita berhak atas apa yang di antara Bushra dan Ma'arib'.
      [Ibn Ishaq/Hisyam, jilid 2. Bab.135, hal.19-20]

      Sunan Abu Dawud:

        2996 Diriwayatkan Muhayyisah:
        Rasullulah (saw) mengatakan: Jika kau mendapatkan kemenangan dari orang-orang Yahudi, bunuh mereka. Jadi Muhayyisah menyergap Shubaybah, seorang dari para pedagang Yahudi. Ia memiliki hubungan dekat dengan mereka. Ia kemudian membunuhnya. Saat itu Huwayyisah (kakak Muhayyisah) belumlah memeluk Islam. Ia lebih tua dari Muhayyisah. Ketika ia membunuhnya, Huwayyisah memukulnya dan berkata: O musuh Allah, aku bersumpah demi Allah, Kau punya banyak lemak di perutmu karena hartanya.

    Muir, hal. 150:
    Setelah pembunuhan Ka'b dan Ibnu Sunainah, Orang-orang Yahudi hidup dalam ketakutan yang ekstrim. Tak ada lagi yang berkeliaran di luaran. Setiap keluarga hidup dalam ketakutan akan ada serangan di tiap malamnya dan mengalami nasib Kab dan Ibnu Sanina. Seorang pria yang datang komplain kepada Muhammad tentang dibunuhnya Ka'b tanpa ada kesalahan dan sebab yang jelas, Muhammad jawab, "itu karena kelakuan Ka'b sendiri atas apa yang ia lakukan. Ia tidak akan digorok, tapi dia lakukan pelecehan menyinggung ku melalui hasutan dan puisi jahatnya Dan jika salah satu di antara kalian berbuat yang sama, pedang yang sama sesungguhnya akan lagi terhunus". Pada saat yang bersamaan kemudian ia minta mereka membuat perjanjian dan mereka menyetujuinya. Namun demikian, tambah Wackidi, sejak itu kaum Yahudi hidup, mungkin, dalam keadaan depresi dan ketakutan [Wackidi; 191; K. Wackidi 94 ½]

    Sementara beberapa dari mereka di atas ini di bunuh hanya karena puisi yang mereka buat mengutarakan sindir pada Allah dan nabinya, Nabi sendiri malah menyuruh Hassan bin Tsabit membuatkan puisi untuk mencerca, melecehkan kaum pagan termasuk nenek moyang mereka.

      Di riwayatkan Al-Bara:
      Nabi berkata kepada Hassan, "lecehkan mereka (kaum kafir pagan) dengan puisi, dan jibril bersamamu." (Bukhari 8.73.174)

      Dikisahkan Al-Bara:
      Nabi berkata kepada Hassan, "Hina mereka (dengan puisimu), dan Gabriel bersamamu (mendukungmu)." (Melalui kumpulan sub perawi lain) Al-Bara bin Azib berkata, "Pada hari itu Quraiza (di kepung), Rasullulah berkata kepada Hassan bin Tsabit, 'Hina mereka (dengan puisimu), dan Gabriel bersamamu (yaitu mendukungmu)'". (Bukhari 5.59.449)

      Di riwayatkan 'Aisha:
      Hassan bin Thabit meminta izin Rasullulah untuk mencerca orang-orang kafir (dalam puisi). Rasullulah berkata, "Bagaimana dengan nenekmoyangku?" Hassan berkata (kepada Nabi) "Aku akan mengluarkan anda dari mereka bagai rambut yang diambil dari adonan."

      Diriwayatkan Hisyam bin 'Urwah bahwa ayahnya berkata, "Aku panggil Hassan dengan nama buruk di depan' Aisha." Aisha berkata, "Jangan panggil dia dengan nama buruk karena ia digunakan untuk membela Rasullulah (melawan orang-orang kafir)." (Bukhari 8.73.171)

    Rupanya, tidak di Mekkah, tidak di Medina, Nabi tetap melakukan cercaan pada Kaum pagan dan lawan-lawannya, bedanya di Mekkah, 13 tahunan di ssana dengan cercaan dan hinaanya pada sesembahan, lelhur dan adat istiadat kaumnya sendiri, tidak ada kaum quraish membunuhnya dan di medinah Ia mendengar orang mencercanya lewat puisi, Ia perintahkan membunuh si penyair tersebut.

    Perlukah lagi contoh-contoh lainnya lagi untuk menggambarkan betapa indahnya Islam? Saya rasa ini pun sudah lebih dari cukup, bukan?

    Tugas anda adalah mencocokan tulisan ini dan anda akan tau dengan sendirinya bahwa tulisan ini adalah sesuai dengan sumber-sumber Islam dan BUKAN bualan dan/atau fitna.

    Ke-9,
    Nabi Muhammad tidak lah menyia-nyiakan waktu, Setelah kembali dari Badar dan seminggu Di Medina, Bani Salim/Sulaym di sapunya dan mendapatkan hasil jarahan 500 onta [lihat asumsi konversi di atas, makan nilainya adalah Rp 12.07 Milyar]

      “Ibnu Ishaq berkata, "Setibanya di Medinah dari Perang Badar, Rasulullah SAW hanya menetap tujuh hari di dalamnya, karena setelah itu, beliau berangkat memerangi Bani Sulaim..Ketika Rasulullah SAW di salah satu mata air Bani Sulaim yang bernama Al-Kudri, beliau bermukim di sana selama tiga hari, kemudian pulang ke Medinah karena tidak mendapatkan perlawanan dari mereka. Setelah itu, Rasulullah SAW menetap di Medinah selama sisa bulan Syawwal dan bulan Dzulqa’dah. Dalam jangka waktu dua bulan tersebut, sebagian besar tawanan Quraisy ditebus.” [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, Jilid 2, Bab 129. Hal.1, al-Tabari vol.7 hal.88-89. Jarak Qarqarat Al Kudr = 6 mil di luar Khaybar (Al-Tabari vol.14 hal.140). Jarak Kahybar-Medina adalah 175 km atau kurang lebih setengah jarak Mekkah-Medina yang berjarak 340 Km]

      Haykal:
      Bani Salim dan Ghatafan menuju ke Medinah, Muhammad sesampainya di Qarqarat Al Kudr mereka hanya menemukan jejak-jejak onta namun tidak menemukan orang. Muhammad segera memerintahkan sejumlah orang menuju ketinggian. Sambil menunggu mereka bertemu seorang anak bernama Yassar dan bertnya kemana para "musuh". Anak itu menjawab bahwa mereka pergi ke mata air yang ada di ketinggian bukit yg ekstrim di bukit. Muhammad kemudian menahan 500 onta tersebut dan membagikannya (setelah di potong 1/5) kepada yang lain dan masing-masing mendapatkan 2 ekor onta.

      Kemudian Muhammad mendengar lagi suku Tha'labah dan Muharib berkumpul dai Dhu Amarr dengan rencana agresif. Kemudian Muhammad memimpin 450 pasukan menuju kesana. Di jalan ia bertemu dengan orang dari suku Tha'labah dan bertanya kemana para "Musuh", Ia menjawab bahwa mereka lari ketinggian pegunungan dan menjadikan dirinya seorang penunjuk jalan :). "Musuh" mendengar Muhammad mendekat dan mereka menarik diri ke pegunungan.

      Kemudian tahu bahwa sejumlah besar pasukan Bani salim/sulaim dari bahran bergerak menuju Medina, mereka bergegas dengan 300 pasukan menuju kesana. Dalam jarak 1 harian dari bahran mereka bertemu 1 orang dan menyatakan para suku itu bubar dan kembali pulang [Haykal, hal 267/268]

    Cerita kaburnya bani salim ini versi Haekal ini sangat merendahkan nalar orang yang baca. pertama jika jumlah onta adalah 500 maka pasukan Bani sulaiyn berjumlah sekurangnya 500 orang.

    Berapa jumlah pasukan muhammad?

    laporan mengatakan 450 dan 300 ini jelas mengada-ada. jika 1 orang kebagian 2 onta setelah di potong bagian Muhammad yg 1/5nya itu maka 400/2 adalah 200 orang.

    Suku-suku arab jika benar menuju Medinah dengan 500 orang untuk berperang maka tidak ada ceritanya mereka kabur takut dengan jumlah pasukan 201 orang.

    Anak kecil itu melaporkan mereka [Bani Salim] menuju ke mata air di Bukit sementara Seorang anggota suku Tha'labah menyatakan ia adalah penunjuk jalan ke pegunungan padahal suku salim sendiri adalah suku yang tinggal di area itu, lantas buat apa penunjuk jalan lagi? Jika kemudian mereka bertemu sang "penunjuk salan ini" maka "pasukan musuh" itu tentunya telah berjalan kaki [krn meninggalkan tunggangan mereka", jaraknya harusnya tidak terlalu jauh, mengapa mereka tidak dapat menemukannya bukankah mereka telah menemukan "sang penunjuk jalan" dan jangan lupa ada Allah dan Jibril yang siap sedia "memberikan petunjuk"?

    Kisah yang digarap Haekal ini jelas omong kosong belaka yang mencampurkan satu kejadian dengan kejadian lainnya.

    ke-10,
    Muir dan De mahdi menuliskan penyerangan ada Bani Qainuqa ini terjadi setelah pembunuhan Abu Afak. Maxima Rodinson mengatakan bahwa Bani Qainuqa ini adalah yang terlemah di antara 3 suku [Qurayza, Nadir dan Qainuqa]. Dalam berbagai biography sekurangnya ada 3 kejadian yang dianggap pencetus penyerangan ini:

    1. Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mengumpulkan orang-orang Yahudi di Pasar Bani Qainuqa' kemudian bersabda kepada mereka, 'Hai seluruh orang-orang Yahudi, takutlah allah menurunkan hukuman seperti yang Dia turunkan kepada orang-orang Quraisy dan masuk Islamlah kalian, karena kalian telah mengetahui bahwa aku Nabi yang diutus. Ini dan perjanjian Allah kepada kalian telah kalian dapati di kitab kalian.'

      Orang-orang Yahudi berkata, 'Hai Muhammad, apakah engkau kira kami lemah hingga engkau dapat mengalahkan kami dengan mudah? Engkau jangan sok kuat! Engkau hanya menghadapi kaum yang tidak mempunyai pengetahuan tentang perang sedikit pun. Oleh karena itu, tidak heran kalau engkau menang atas mereka. Demi Allah, jika kami memerangimu, engkau pasti tahu bahwa kami manusia terkuat'." Kemudian turun AQ 3:12-14

        Note:
        Kalimat yang di garisbawahi di atas menunjukan dua hal saja:

        • TIDAK BENAR adanya klaim toleransi terhadap NON muslim
        • TIDAK ADA tujuan kaum Qaynuqa memusuhi dan berperang dengan muslim Medina, bukan?

    2. Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa Bani Qainuqa' adalah pemukim Yahudi pertama yang membatalkan perjanjiannya dengan Rasulullah SAW dan berperang melawan beliau setelah Perang Badar dan sebulan sebelum Perang Uhud.

        Note:
        Di sesi sebelumnya telah kita lihat bersama bahwa 3 suku yahudi tidak ada dalam perjanjian Medina

    3. Ibnu Hisyam berkata bahwa Abdullah bin Ja'far bin Al-Miswar bin Makhramah berkata dari Abu Aun yang berkata, "Sebab Perang Bani Qainuqa' ialah seorang wanita Arab datang membawa barang untuk dijual di Pasar Bani Qainuqa' kemudian duduk bersebelahan dengan tukang emas dan perak. Orang-orang Yahudi meminta wanita Arab tersebut membuka wajahnya, tapi ia bersikukuh menolak mengabulkan permintaan mereka. Tukang emas dan perak mendekat ke ujung pakaian wanita Arab tersebut dan mengikatkannya ke punggung wanita Arab tersebut. Ketika wanita Arab tersebut berdiri, terbukalah auratnya dan orang-orang Yahudi pun tertawa terpingkal-pingkal karenanya. Mendapatkan perlakuan seperti itu, wanita Arab tersebut berteriak keras, kemudian salah seorang dari kaum Muslim meloncat ke tukang emas dan perak yang Yahudi itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya tidak tinggal diam. Mereka menarik orang Muslim tersebut dan membunuhnya. Karena kejadian tersebut, keluarga orang Muslim yang terbunuh berteriak memanggil kaum Muslimin sembari menyebutkan ulah orang-orang Yahudi. Kaum muslimin pun marah besar kemudian terjadilah perang antara mereka melawan orang-orang Yahudi.

      Di bukunya Haekal:

        "Ada seorang wanita Arab datang ke pasar Yahudi Banu Qainuqa' dengan membawa perhiasan. Ia sedang duduk menghadapi tukang emas. Mereka berusaha supaya ia memperlihatkan mukanya. Tapi wanita itu menolak." [terjemahan Indonesia]

      Kelihatannya kisah ini tidak bermasalah, bukan?

        "They persistently ask her to remove her veil, but the woman refuse." [terjemahan Inggris]

      Seperti anda lihat, Kedua dari kalimat ini sama-sama bermasalah!

      Terjemahan Indonesia ini berusaha menyembunyikan kata JILBAB sementara kesalahan dari tulisan inggrisnya adalah menggunakan kata JILBAB.

      Aturan ber-JILBAB (veil) baru diturunkan Allah SWT melalui surat AQ 33.59, yaitu di tahun 628M (6 tahun kemudian), di waktu perkawinan Nabi Muhammad dan Zainab. Ketika itu Umar protes pada nabi Muhammad yang risih melihat istri nabi, Saudah, buang Hajat maka turunlah perintah ber-Hijab (jilbab). (saya tidak mengerti mengapa Umar perlu melihat Saudah buang hajat dan saya tidak mengerti mengapa perlu bertahun-tahun setelah kenabian beliau surat jilbab ini baru turun)

      Apakah wanita arab ini Muslimah?

      Ya, karena dinyatakan dalam kalimat-kalimat selanjutnya:

        "Kemudian Muhammad minta kepada mereka ini supaya jangan lagi mengganggu kaum Muslimin dan supaya tetap memelihara perjanjian perdamaian dan ko-eksistensi yang sudah ada. Kalau tidak mereka akan mengalami nasib seperti Quraisy. Akan tetapi peringatan ini oleh mereka diremehkan."

      Ini pun lagi-lagi bermasalah!

      3 Suku yahudi (Qainuqa, Nadir dan Qurayza) tidak tercantum dalam PERJANJIAN MEDINA dan terdapat hadis yang menyatakan bahwa suku Nadir dan Qurayza saja tidak mempunyai perjanjian (lihat di bagian: Perjanjian Medina)

      Dari semua penulis jaman modern tentang biography Muhammad, Apa yang di tulis Haekal-lah yang sangat tidak dapat diandalkan.

      Muir dalam catatan kaki hal.135 mengkomentari biographi-nya Katib Waqidi:

      Kisah gadis Arab dan pembunuhan Muslim sepenuhnya dihilangkan dalam bukunya Katib Wackidi..Wackidi hanya berkata, bahwa setelah kemenangan Badar, bani Qainuqa karena cemburu dan permusuhan, melanggar perjanjian, kemudian turun AQ 8.61..surat ini setidaknya baru turun 3 tahun kemudian, yaiitu ketika bani Qurayza di serang

      Ibn Ishaq:

        Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku, "Kemudian Rasulullah SAW mengepung orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' hingga mereka menerima keputusan beliau. Abdullah bin Ubai bin Salul--ketika Allah memberinya kedudukan di atas orang-orang Yahudi--menghadap Rasulullah SAW dan berkata, 'Hai Muhammad, berbuat baiklah kepada para pengikutku --mereka adalah sekutu Al-Khazraj--. 'Rasulullah SAW diam tidak memberi jawaban hingga Abdullah bin Ubai bin Salul berkata untuk kedua kalinya, 'Hai Muhammad, berbuat baiklah kepada para pengikutku.' Rasulullah SAW memalingkan muka dari Abdullah bin Ubai bin Salul, kemudian Abdullah bin Ubai bin Salul memasukkan tangannya ke saku baju besi Rasulullah SAW"

        Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Abdullah bin Ubai bin Salul, 'Kirim mereka kepadaku!' Rasulullah SAW marah hingga wajah beliau menghitam karena ucapan dan perbuatan Abdullah bin Ubai bin Salul. Rasulullah SAW bersabda lagi, 'Celakalah engkau, kirim mereka kepadaku! Abdullah bin Ubai bin Salul berkata, 'Tidak, demi Allah, aku tidak akan mengirimkan mereka kepadamu hingga engkau berbuat baik kepada para pengikutku, yaitu empat ratus tentara tanpa baju besi dan tiga ratus tentara berbaju besi yang telah melindungiku dari orang-orang berkulit merah dan orang-orang negro, namun engkau bunuh mereka di satu pagi. Demi Allah, sungguh aku orang yang paling takut malapetaka.' Rasulullah SAW berkata, 'Mereka menjadi milikmu'." [Ishaq/Hisyam, Jilid ke-2, bab 133 hal.6-10]

      Muir menjelaskan upaya penyelamatan Abdullah bin Ubai bin Salul seperti ini:

        "Bani Qainuqa dikepung ketat oleh Muhammad selama lima belas hari, ketika, putus asa menanti bantuan sekutu mereka, Khazraj, mereka menyerah menerima keputusan[10]. Satu persatu mereka dikeluarkan dari benteng dengan tangan terikat di belakang punggung mereka, di persiapkan untuk eksekusi[11]. Tapi Abdallah ibn Obey, dari bani Khazraj, tak lagi bisa bertahan melihat sekutu setia mereka akan di bantai Muhammad dengan darah dingin. Mendekati Muhammad, ia memohon belas kasihan untuk mereka, tetapi Muhammad memalingkan wajahnya. Abdallah bertahan..menyandera Muhammad, karena ia bersenjata.. "Lepaskan aku!" teriak Muhammad, tetapi Abdallah tak mengendurkan genggamannya. Tanda-tanda kemarahan terpasang di wajah Nabi, dan sekali lagi ia berseru keras, "Orang celaka, lepaskan aku!"

        "Tidak!" kata Abdullah, Aku tak akan melepaskanmu, sampai kasih sayang kau berikan pada teman-temanku, 300 tentara bersenjata berbaju besi, dan 400 tanpa baju besi, - mereka melindungiku dari setiap musih di medan perang Bu'ath. Engkau memembunuh mereka dalam satu hari, O Muhammad?". Aku sesungguhnya orang yang takut dengan malapetaka. Karena Abdallah masih terlalu kuat bagi Muhammad untuk dapat di abaikan permohonannya hingga dengan segera Ia katakan "lepaskan mereka". dengn muka masam ia berkata, "Allah mengutuk mereka, dan Allah mengutuk mu pula" Jadi Mahomet membebaskan mereka dari kematian, dan memerintahkan bahwa mereka usir [Muir, Ch 13, Hal 134-137]

        Catatan kaki Muir:
        [10] Kondisi menyerah adalah harta mereka di serahkan, wanita dan anak-anak di ampuni
        [11] menunggu hukuman mati itu ada di nyatakan Tabari (p. 825) dari riwayat of Wackidi dan Muhammad ibn Salih, melalui Omar ibn Cutada.."

      Tentang pembagian harta setelah penyerangan bani Qaynuqa:

        "Allah memberi mereka barang2 orang Yahudi sebagai barang jarahan bagi RasulNya dan orang2 Muslim. Orang2 Banu Qaynuqa tidak punya tanah karena mereka adalah ahli pandai besi. Rasul Allah mengambil banyak persenjataan yang mereka miliki dan peralatan kerajinan emas mereka untuk berdagang." [Tabari, vol.vii, p.87]. Nabi Muhammad selain mengambil bagian 3 busur panah, 3 pedang dan 3 jubah besi, juga menerima 1/5 dari jarahan (Ibn Sa'ad 2/92, tanpa perawi; Muir hal. 137)
    ke-11,
    Di bulan Dzulhijjah [setelah lewat syawal], yaitu bulan di mana masih pada proses penebusan tawanan Badar [Jika badar terjadi di 17 Ramadhan, sehari setelahnya hingga akhir ramadhan adalah 12 hari (anggap saja saat itu 30 hari+ 29 hari (syawal) = 41 hari kemudian untuk mencapai bulan Dzulhijjah]:

      Abu Muhammad bin Abdul Malik bin Hisyam berkata bahwa Ziyad bin Abdullah bin Al-Bakkai berkata kepadaku dari Muhammad bin Ishaq Al-Muththalibi yang berkata, “Pada bulan Dzulhijjah, Abu Sufyan bin Harb berangkat dari Mekkah ke Perang As-Sawiq (Tepung).”

      Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, Yazid bin Ruman, dan orang yang tidak aku ragukan kejujurannya berkata kepadaku dari Abdullah bin Ka’ab bin Malik – orang Ansar yang paling pandai - , “Ketika Abu Sufyan bin Harb tiba di Mekkah dan dalam waktu yang bersamaan orang-orang Quraisy lari dari Badar dalam keadaan morat-marit, maka ia bernadzar tidak akan menggauli istrinya hingga ia menyerang Rasulullah SAW. Oleh karena itu, pada suatu hari, ia keluar dari Mekkah dengan 200 tetara Quraisy untuk mewujudkan nadzarnya. Abu Sufyan bin Harb berjalan melewati tanah tinggi yang sulit, hingga tiba di depan kanal (terusan) menuju Gunung Tsaib yang berjarak kurang lebih 12 mil dari Medinah.

      Pada suatu malam di tengah malam yang gelap, Abu Sufyan bin Harb pergi ke Bani An-Nadhir.

      Ia tiba di rumah Huyai bin Akhthab dan mengetuk pintu rumahnya, namun Huyai bin Akhthab menolak membuka pintu rumah untuk Abu Sufyan bin Harb, karena takut kepadanya. Kemudian Abu Sufyan bin Harb beralih pergi ke rumah Sallam bin Misykam.. mengizinkan dirinya masuk rumah..menjamu Abu Sufyan dan memberi banyak informasi kepadanya.

      Pada akhir malam, Abu Sufyan bin Harb keluar dari rumah Sallam bin Misykam ke tempat sahabat-sahabatnya, kemudian ia kirim beberapa anak buahnya ke Medinah.

      Anak buah Abu Sufyan bin Harb tersebut tiba di Al-Uraidh kemudian membakar perkebunan kurma di sana. Di Al-Uraidh, mereka bertemu salah seorang Ansar dan sekutunya yang sedang bekerja di sawah, kemudian mereka membunuh keduanya.

      Setelah itu, mereka pulang ke tempat mereka semula, namun beberapa orang mencium kedatangan mereka.”

      Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Rasulullah SAW keluar untuk mengejar orang-orang Quraisy tersebut hingga tiba di tanah rendah Al-Kudri, kemudian meninggalkannya, karena tidak bias mengejar Abu Sufyan bin Harb dan anak buahnya. Di Al-Kudri, para sahabat menemukan perbekalan orang-orang Quraisy yang dibuang di sawah untuk meringankan pelarian mereka. Ketika para sahabat pulang ke Medinah bersama Rasulullah SAW, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau menginginkan perang untuk kita?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya’.”

      Ibnu Hisyam berkata, “Selama kepergian Rasulullah Saw ke Perang As-Sawiq (Tepung), beliau menunjuk Basyir bin Abdul Mundzir yang tidak lain adalah Abu Lubabah sebagai imam sementara di Medinah.” [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, Jilid 2, Bab 130. Hal.2]

      Ibnu Ishaq berkata, “Sepulangnya dari Perang As-Sawiq (Tepung), Rasulullah SAW menetap di Medinah di sisa bulan Dzulhijjah atau hampir sebulan, kemudian pergi ke Najed untuk memerangi Ghathafan. Itulah Perang Dzi Amar.” [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, Jilid 2, Bab 131. Hal.2]

      Dalam "A Biography of the Prophet of Islam", De Mahdi Rizqullah Ahmad hal.439, De Mahdi menuliskan kedatangan Abu Sufyan dari Mekkah menuju dekat Medina adalah tangga 05 Dzulhijjah 2 AH

    Cerita ini mempunyai alur ruwet yang bertabarakan:

    1. Orang yang sudah bernazar karena kehilangan anaknya dalam perang dan juga sudah menempuh ratusan KM tapi hanya pulang setelah membakar kurma saja :) dan malah tidak jadi berperang, kemudian di kejar namun meninggalkan tepung bawaan mereka :). Ini saja sebenarnya sudah cukup untuk menyangsingkan kebenaran kisah ini
    2. Perlu diketahui jarak Qarqat Al-Kudr adalah sekitar 175 km dari mekkah, jika naik kuda secepat2nya saja maka butuh waktu 3 harian sehingga pulang pergi sekurangnya 1 minggu.
    3. Laporan sebelumnya dari Ibn Ishaq mengatakan bahwa Muhammad tidak keluar dari Medinah sampai Dzulhijjah berakhir. Juga dilaporkan sebagian besar tawanan ditebus hingga berakhirnya bulan Dzulhijjah
    4. Ketika Abu Al-Ash, suami Zainab (anak perempuan Muhammad) di bebaskan, terjadi di 1 bulan (atau hampir 1 bulan setelah badar) -> 17 Syawal.
    5. Jarak Mekkah-Medinah adalah sekitar 340 Km atau 10 s/d 15 hari menggunakan Kuda/Onta. Walaupun tidak ada ketergesa-gesaan pada perjalanan mereka, namun anggap saja mereka menempuh 10 hari perjalanan, jadi saat sampai di Mekkah saja saja sudah hampir 40 hari kemudian (27 Syawal)

      Zainab tidak langsung bisa pergi, mengikuti saran Abu sufyan, ia tidak pergi dulu hingga beberapa malam [anggap saja 3 s/d 7 hari, kita ambil 3 hari]. Artinya saat kepergian Zainab saja sudah masuk minggu pertama Dzulhijjah (01 Dzuhijjah) !

      [Saat itu, minggu pertama Dzulhijjah, Abu Sufyan jelas masih di Mekkah dan tidak terlihat marah sama sekali malah karena membiarkan anak Muhammad pergi]

      Anggap saja ketika Zainab pergi maka Abu sofyan juga pergi.

      Karena Zaid sendiri selama perjalanan itu tidak menemukan adanya kemungkinan gerakan kuda 200 orang pasukan Abu Sufyan, maka Abu Sufyan adalah benar mengambil rute yang berlainan dan tentunya lebih memutar daripada rute Zainab!

      Sehingga minggu pertama Dzulhijjah (01 Dzulhijjah) + (10 hari s.d 15 hari perjalanan lagi) = 16/21 Dzulhijjah! Ini saja sudah masuk minggu ke-2/ke-3 Dzulhijjah.

      Jika ini untuk keperluan berperang dengan Muhammad, maka berkuda menuju ke Medina dengan sangat cepatnya, yaitu 3 harian penuh tanpa peduli kekuatan kuda dan orang untuk berperang, maka ini jelas taktik yang super bodoh. Sehingga tentunya ia akan berjalan lambat sampai Medinah atau memerlukan waktu 10 harian juga + tinggal semalaman + 1 hari membakar dan kembali lagi dari Medina maka saatitu sudah tanggal 18/23 Dzulhijjah. Jika ia kembali lagi dengan tergesa-gesa kabur (adalah sangat lucu, mengingat ia sudah bersumpah) maka anggap saja 3 harian ini sudah masuk tgl 21/26 Dzulhijjah.

    Sehingga Muhammad tinggal selama Dzulhijjah adalah benar dan kejadian Sawiq ada di bulan Dzulhijjah bisa jadi kurang tepat. Kemungkinan yang terjadi adalah peristiwa itu terjadi di setelah Dzulhijjah (peristiwa tepung dan juga Dzi Amar) kemudian dilanjutkan ke Najd selama 1 bulan penuh. Ini lebih masuk akal mengigat rute yang dilalui Abu sufyan adalah rute timur menuju arah Najd juga (Muir hal.139)

    ke-12,
    Tahun ke-3 H, di Al-Qaradah, mata air di Najed, sariyya pimpinan Zaid bin Haritsah berhasil merampok kafilah dagang Quraisy Abu Sufyan bin Harb. (tujuan Irak/Syam). Berita Kafilah Quraish membawa barang seharga 100.000 dirham disampaikan penduduk Madina, Nu’aim bin Mas’ud al-Asyja’i  [Kelengkapan Tarikh Edisi Lux Jilid 2, Moenawar Chalil, K.H., hal.84]. Kelak, Nu'aim, ditugasi Muhammad menyebarkan fitnah mencegah persatuan Quraish (dan Ghaffan) dan Qurayza dalam perang Khandaq.

    Seseorang dari Bani Bakr bin Wall yang bernama Furat bin Hayyan (Ibnu Hisyam berkata, "Furat bin Hayyan bin Ijl, sekutu Bani Sahn.") disewa menjadi pemandu perjalanan mereka. Tidak ada tawanan yang ditangkap kecuali mendapatkan barang dagangan mereka [Ibn Ishaq/Ibn Hisyam, jilid.2 bab.134 hal.11].

    Nilai uang dan perak 100.000 dirham ini 1/5nya, yaitu 20.000 Dirham (atau setara dengan Rp. 4.828 Milyar) adalah bagian Nabi [Muir vol 13.ch.13, hal. 141-143; Haekal; Muparakpuri; Fiqh As-Seerah p.190; Rahmat-ul-lil'alameen 2/219; "Biography of the Prophet", Shaykh Abdullah ibn Muhammad ibn Abdul-Wahhab; "Muhammad at Medina",W Montgomery Watt, Oxford At The Clarendon Press, 1956, hal. 20]

    Hadis Bukhari 5:59:627 dan Muslim (19.4330-4332) hanya menyebutkan nabi mengirim sariyah ke Najd dan mereka mendapatkan jarahan. Furat bin Hayyan kemudian menjadi tawanan dan dilepaskan tanpa tebusan itupun karena Furat mau masuk Islam [Sunan Abu dawud 14.2672 dan Tabari Tabari, vol vii, p.99] .

    Ke-13,
    Ramadhan, A.H. III. pertengahan Januari 625, di Uhud.

      Riwayat 'Amru bin Kholid - Zuhair - Abu Ishaq - Al Bara' bin 'Azib:
      ..Abu Sufyan berkata: "Perang ini sebagai balas bagi perang Badar karena dalam perang kemenangan memang silih berganti. Sungguh kalian akan dapatkan kaum memutilasi jasad dan mencincang korban yang aku tidak memerintahkannya tapi aku juga tidak merisaukanku". Kemudian Abu Sufyan mulai menyenandungkan sya'ir: "(A'lu Hubal, A'lu Hubal) Agunglah Hubal, Agunglah Hubal". Maka Nabi SAW berkata: "Mengapa kalian tidak membalasnya?". Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang harus kami katakan?". Beliau berkata: "(qulu allahu a'laa) Ucapkanlah: Allah Yang lebih agung". Abu Sufyan berkata lagi: "Kami punya tuhan Hubal sedangkan kalian tidak". Maka Nabi SAW berkata lagi: "Mengapa kalian tidak membalasnya?". Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang harus kami katakan?". Beliau berkata: "Ucapkanlah: Allah Pelindung kami sedangkan kalian tidak punya". [Bukhari no.2812, no.3737]

    Di Uhud ini, rupanya Allah kalah agung dibandingkan Hubal, Allah juga gagal melindungi kaum muslim dan bahkan Muhammadpun sampai babak belur berdarah-darah hingga melarikan diri dari medan perang, menghilang ke area pegunungan. Di bawah ini akan kita temukan bahwa yang melindungi Muhammad ternyata baju besi, sekelompok pemanah dan orang yang melindunginya menjauh dari medan perang Uhud dan serangkaian ucapan penyemangat dan janji-janji yang disampaikan Muhammad agar mereka mati-matian berjibaku melindunginya

    Ketika di Badar, Rasulluah SAW memberikan dorongan pada Auf bin Harits seperti ini:

      Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa Auf bin Al-Harits anak Afra' berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang membuat Tuhan berbahagia dengan hamba-Nya?" Rasulullah SAW bersabda, "Ia tancapkan Tangan-Nya pada musuh tanpa menggunakan baju besi." Kemudian Auf bin Al-Harits melepas baju besinya, membuangnya, mengambil pedangnya, dan menyerang musuh, hingga tewas sahid.(Ibn Ishaq/Hisham, jilid ke-1, bab 117 hal 604)

    Kematian Auf, rupanya membekas sangat dalam dalam benaknya, hingga ketika di Uhud, Muhammad sampai memakai 2 lapis baju besi dan mengandalkan bantuan 50 orang pemanah bersamanya:

      Ibnu Ishaq berkata, "..Ketika itu, Abdullah bin Jubair diberi sandi pakaian putih dan jumlah pasukan pemanah adalah lima puluh orang. Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin Jubair, 'Lindungi kami dari pasukan berkuda orang-orang Quraisy dengan anak panah kalian...hendaklah engkau tetap diposisimu. Kita tidak akan didatangi dari belakangmu! Rasulullah SAW merapatkan kedua baju besinya..." (Ibn Ishaq/Hisham, jilid ke-2, bab 136 hal 28)

    Jika di perang Badar, konon Malaikat saja ikut berperang, dan jumlahnya sampai 1000 (AQ 8.9) namun rupanya Allah sangat percaya diri di Uhud ini, dikatakan mereka juga hadir di Uhud ini, namun hanya sebagai cheerleaders:

      Ibnu Ishaq berkata bahwa orang yang tidak aku ragukan kejujurannya berkata kepadaku dari Misqam dari Ibnu Abbas RA yang berkata, "Para malaikat tidak ikut perang di selain Perang Badar. Pada perang-perang selain Perang Badar, mereka menjadi penambahan jumlah dan tidak ikut bertempur secara langsung."(Ibn Ishaq/Hisham, jilid ke-1, bab 117, hal 609-610)

    Di Perang Uhud ini, Muhammad SAW berhasil membunuh Ubayy Bin Khalaf dengan tangannya sendiri:

      (dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.…) [8:17]. 'Abd al-Rahman ibn Ahmad al-'Attar - Muhammad ibn 'Abd Allah ibn Muhammad al-Bayya' - Isma'il ibn Muhammad ibn al-Fadl al-Sha'rani - Kakeknya - Ibrahim ibn al-Mundhir al-Hizami - Muhammad ibn Fulayh - Musa ibn 'Uqbah - Ibn Shihab - Sa'id ibn al-Musayyab - Ayahnya berkata: "Pada hari perang UHUD..Rasullullah SAW melihat tulang selangka (clavicle) di sela baju besi Ubayy, dan ia tikam itu dengan tombak. Tidak ada darah keluar pada lukanya namun Ubayy jatuh dari kudanya dan patah tulang rusuk..Ubayy kemudian wafat sebelum mencapai Mekkah Dan Allah menurunkan ayat ini.

      Safwan ibn 'Amr - 'Abd al-Rahman ibn Jubayr sehubungan dengan hari penaklukan Khaybar, Rasullullah SAW, meminta sebuah busur, dan mereka bawakan busur yang panjang. Ia berkata, "Ambilkan yang lain" dan Ia dibawakan sebuah busur yang pegangannya sebesar kepalan orang. Rasullullah SAW kemudian melepaskan sebuah panah ke arah benteng, mengenai dan membunuh Kinannah bin Al-Huqayq yang saat itu sedang ada dipembaringannya, dan allah menurunkan ayat ini..[Asbab Al-Nuzul, Al-Wahidi AQ 8.17, juga lihat GF Haddad]

      Note:
      Dalam The Life of Muhammad, A Translation of Ibn Ishaq Sirat Rasul Allah, A. Guillaume, hal.403, disebutkan Di perang Uhud ini ada 2 orang dari Bani Jumah yang dibunuh Nabi SAW:

      ..Dari B. Jumah b.'Amr: 'Amr b.'Abdullah b.'Umayr b.Wahb b.Hudhafa b.Jumah dikenal dengan Abu Azza yang dibunuh rasullullah ketika menjadi tawanan dan Ubayy b.Khalaf b.Wahb b.Hudhafa b.Jumah yang rasul bunuh dengan tangannya sendiri..

      Khusus tentang Abu Azza/Abu Izzah Al-Jumahi, di Sirat Nabawiyah Ibn Ishaq/Hisyam, jilid ke-2, oleh penterjemah berbeda (penerbit: Darul falah):

      Bab 145, hal.70 disampaikan:
      Muhammad SAW menyuruh orang memenggal Abu Azza ketika dirinya menjadi tawanan sewaktu Abu Azza minta dirinya dibebaskan, masalahnya Ibn Hisyam menyampaikan 2 riwayat yang tidak singkron mengenai alasan dan juga siapa yang memenggalnya, yaitu dari riwayat Abu Ubaidah, yang memenggal adalah Zubair namun dari riwayat Sa’id bin Al-Musaiyyib yang memenggal adalah Ashim bin Tsabit.

        Ibnu Hisyam berkata, "Abu Ubaidah berkata kepadaku bahwa sebelum pulang ke Madinah, Rasulullah SAW menangkap...dan juga Abu Izzah Al-Jumahi. Tadinya Rasulullah SAW menawan Abu Izzah Al-Jumahi di Perang Badar, kemudian membebaskannya. Abu Izzah Al-Jumahi berkata, ‘Wahai Rasulullah, bebaskan aku!’ Rasulullah SAW bersabda. ‘Tidak, demi Allah, engkau tidak lagi bisa membasuh kedua sisi badanmu di Makkah dan tidak lagi bisa berkata, ‘Aku telah menipu Muhammad 2x. Penggal lehernya, hai Zubair.’ Zubair pun memenggal kepala Abu Izzah Al-Jumahi.”

        Ibnu Hisyam berkata, “Aku mendengar dari Sa’id bin Al-Musaiyyib yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Izzah Al-Jumahi, ‘Sesungguhnya orang Mukmin tidak bisa disengat dari satu lubang hingga 2x. Penggal kepalanya, hai Ashim bin Tsabit.’ Ashim bin Tsabit pun memenggal kepala Abu Lzzah Al-Jumahi.”

      Di bab 136, hal.23, disampaikan alasan Abu Azza bergabung dengan kaum mekkah melawan Muhammad:

        Ibnu Ishaq berkata, "Abu Izzah Amr bin Abdullah Al-Jumahi dibebaskan tanpa tebusan oleh Rasulullah SAW di Perang Badar, karena miskin dan mempunyai tanggungan keluarga yang banyak. Pasca Perang Badar, ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku orang miskin dan mempunyai tanggungan keluarga yang banyak seperti engkau ketahui, maka bebaskanlah aku, mudah-mudahan Allah memberi shalawat dan salam kepadamu.' Rasulullah SAW membebaskan Abu Izzah Al-Jumahi. Beberapa hari sebelum Perang Uhud, Safwan bin Umayya (w. 41 AH/661 M) berkata kepada Abu Izzah Al-Jumahi, "Hai Abu Izzah, engkau penyair, oleh karena itu, bantulah kami dengan lidahmu dan keluarlah bersama kami!' Abu Izzah Al-Jumahi menjawab, 'Sesungguhnya Muhammad telah membebaskanku dan aku tidak ingin membantu orang-orang yang hendak memeranginya.' Safwan bin Umayya berkata, 'Bantulah kami dengan dirimu. Demi Allah, jika engkau tidak terbunuh maka aku berjanji akan membuatmu kaya dan jika engkau terbunuh maka anak-anak perempuanmu mendapat jatah seperti jatah anak-anak perempuanku di saat sulit dan mudah.' Akhirnya Abu Izzah Al-Jumahi berangkat dalam rombongan orang-orang Tihamah dan mengajak orang-orang Bani Kinanah..

      Tampaknya Abu Azza dibunuh bukan karena fisiknya digunakan memerangi muslim namun karena dirinya adalah penyair dan miskin sehingga tidak akan ada yang membayar tebusannya. Jadi tanpa diberi kesempatan di ajak untuk masuk Islam,  ia dibunuh.

    Kemudian,
    Pertahanan para Muslim jebol dan rupanya 2 baju besi Muhammad juga tidak cukup dan hampir saja Ia terbunuh:

      Ibnu Hisyam berkata, Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Sa’id Al-Kudhri berkata dari ayahnya dari Abu Sa’id Al-Kudhri bahwa di Perang Uhud:

      1. Utbah bin Abu Waqqas melempar Rasulullah SAW hingga memecahkan gigi antara gigi depan dengan gigi taring sebelah kanan bagian bawah dan melukai bibir bawah beliau.
      2. Abdullah bin Syihab Az-Zuhri melukai kening Rasulullah SAW.
      3. Ibnu Qami’ah melukai bagian atas pipi yang menonjol hingga dua rantai besi perisai masuk ke dalam bagian atas pipi beliau
      4. Rasulullah SAW terperosok ke salah satu lubang yang dibuat Abu Amir agar kaum Muslimin terperosok ke dalamnya tanpa sepengetahuan mereka..(hal 42-43)

    Kemudian, disamping baju besi dan 50 orang pemanah, Ia pun masih dilindungi oleh 9 orang lagi:

      Anas b. Malik berkata (ketika musuh berada di atas angin) pada hari Perang Uhud, Rasulullah SAW ditinggalkan dengan hanya tujuh orang dari Ansar dan dua orang dari Quraisy. Ketika musuh maju ke arahnya dan kewalahan, ia berkata: Siapa saja yang dapat menjauhkan musuh dari kita akan mendapat surga atau akan menemaniku di surga. Seorang pria dari Ansar maju ke depan dan berjuang sampai ia terbunuh. Musuh maju dan kewalahan lagi dan Ia mengulangi kata-kata: Siapa saja yang dapat menjauhkan musuh dari kita akan mendapat surga atau akan menemaniku di surga. Seorang pria dari Ansar maju ke depan dan berjuang sampai ia terbunuh. Keadaan ini berlanjut hinga satu persatu ke-7 orang Ansar itu tewas (Hadis Muslim 19.4413)

        Note:
        Mereka tidak akan pernah menyangka ketika Allah dan rasulnya menjanjikan surga yang kekal (misal: AQ 3.136,198; AQ 4.13, 57, 122; AQ 5.85, 199) ternyata kekekalannya pun hanya sebatas "selama ada langit dan bumi" [AQ 11.106-108]

    Menariknya, Muhammad sendiri tidak tertarik dan menghidari Surga di saat itu. Dan malah, seorang yang bernama Abu Dujana, juga melindunginya, padahal sebelumnya, gaya jalannya saja sempat Rasullulah komentari seperti ini, "Sesungguhnya gaya jalan seperti ini adalah gaya jalan yang dibenci Allah kecuali gaya jalan seperti itu di tempat ini" (Ibn Ishaq/Hisham, jilid ke-2, bab 136 hal 30), Ia yang dikomentari itu mengorbankan diri dan membentengi Muhammad dari hujan panah musuh:

      Abu Dujanah membentengi Rasulullah SAW hingga panah mengenai punggungnya..banyak sekali panah yang mengenai dirinya. Sa’ad bin Abu Waqqash berkata, ‘Sungguh aku lihat Rasulullah SAW mengambil anak panah untukku sambil bersabda, ‘Lemparlah, ayah-ibuku menjadi tebusannya.’” (Ibn Ishaq/Hisham, jilid ke-2, bab 136 hal 44-45)

      Tafsir Ibn kathir AQ 3.149-153:
      Sa`id bin Al-Musayyib berkata, "Ku dengar Sa`d bin Abi Waqqas berkata, Rasullulah memberiku panah-panahnya dari tempat anak panahnya pada saat di peristiwa Uhud dan berkata, `Tembak, Biar ku korbankan Ayah dan ibuku untuk mu.''' Al-Bukhari juga mengkoleksi hadis ini. Dua hadis menyatakan bahwa Sa`d bin Abi Waqqas berkata, "Pada saat di peristiwa Uhud, Aku melihat dua lelaki memakai baju putih, satu di kanan nabi dan satunya di kiri, yang sedang bertahan dengan kuatnya. Ku tak pernah melihat pria-pria ini sebelum dan sesudah hari itu.'' Artinya malaikat Jibril dan Mika'il

    Cilakanya ucapan Muhammd saat itu adalah ucapan kosong belaka, karena ayah dan Ibu dari Nabi tidaklah di Surga namun di neraka..karena kafir.

    1. Riwayat Musa bin Isma'il - Hammad - Tsabit - Anas: Seorang laki-laki bertanya, "Ya Rasulullah! Di manakah ayahku?" beliau menjawab, "Di Neraka!" [Abu Dawud no.4095/41.4700]. Ketika orang itu pergi, beliau memanggilnya seraya berkata, "Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka" [Muslim no.302/1.398 (Riwayat Abu Bakar bin Abu Syaibah - Affan - Hammad - Tsabit - Anas). Ahmad no.11747, 13332, Juga "Qaa'idatun Jalilah At-Tawassul wal Wasilah", Cetakan 1977, Hal.8, Lahore-Pakistan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah]

    2. "Riwayat Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb - Muhammad bin Ubaid - Yazid bin Kaisan - Abu Hazim - Abu Hurairah: Nabi SAW menziarahi kubur ibunya, lalu beliau menangis sehingga orang yang di sekelilingnya pun ikut menangis. Kemudian beliau berkata: "Aku mohon izin Rabb-ku untuk memintakan ampunan baginya, namun tidak diperkenankanNya, dan Aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya lalu diperkenankanNya. Karena itu, berziarahlah kubur karena akan mengingatkan kalian akan kematian" [Muslim no.1622/4.2130, 1621/4.2129, Abu Daud no.2815/20.3228, Nasa'i no.2007/3.21.2036, Ibnu Majah no.1561/1.6.1572, Ahmad no.9311, Baihaqi (4/76). Tafsir Ibnu Katsir jilid 2 hal.393-395]

    3. Riwayat Hasan bin Musa dan Ahmad bin 'Abdul Malik - Zuhair - Zubaid bin Al Harits - Muharib bin Ditsar - 'Abdullah bin Buraidah - ayahnya: Kami bersama Nabi SAW, beliau singgah di tempat kami, saat itu beliau bersama sekitar seribu tentara berkuda, beliau shalat dua rakaat kemudian beliau menghadapkan wajah ke arah kami bercucuran air mata. Umar bin Al Khaththab menghampirinya berkata: Wahai Rasulullah! Ada apa denganmu? Rasulullah SAW berkata: "Aku memintakan ampunan untuk ibuku pada Rabbku AzzaWaJalla tapi Ia tidak mengizinkanku, aku pun bercucuran air mata karena iba padanya dari Api (Neraka) (مِنْ النَّارِ)" [Ahmad no.21925, Ibnu Abi Syaibah, Hakim (1/376), Ibnu Hibban (no. 791), Baihaqi (4/76) dan Tirmidzi]

    4. Juga dari 2 (dua) hadis mursal di bawah ini, sebagai asbabunuzul AQ 2.119,

    5. "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka"

      Hadis Mursal:

      1. Rasulullah SAW bersabda: "Betapa inginnya aku tahu nasib ibu bapakku." Maka turunlah ayat (AQ 2.119). Rasulullah SAW tidak menyebut-nyebut lagi kedua ibu bapaknya hingga wafatnya [Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari atTsauri, dari Musa bin 'Ubaidah yang bersumber dari Muhammad Ibnu Ka'b al-Qarzhi]
      2. Rasulullah SAW pada suatu hari berdoa. "Di mana kedua ibu bapakku kini berada?" Maka Allah turunlah ayat (AQ 2.119) [Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraiz yang bersumber dari Dawud bin Abi 'Ashim]

    Setelah mengorbankan banyak orang,
    Muhammad berhasil melarikan diri mencari selamat dari perang dahsyat ini dan menghilang ke gunung Uhud bersama kawanannya:

      Kemudian beliau pergi ke jalan ke Gunung Uhud bersama mereka dengan dikawal Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Kaththab, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair, Al-Harits bin Ash-Shammah, dan beberapa orang lainnya dari kaum Muslimin.” [hal. 46] mendakinya dalam keadaan badan mulai lemah, dan mengenakan baju besi di depan dan belakang badannya. Beliau berusaha mendaki gunung tersebut, namun gagal, kemudian Thalhah bin Ubaidillah duduk di bawah beliau dan berdiri dengan beliau hingga beliau berdiri tegak. Ketika itulah Rasulullah SAW – seperti dikatakan kepadaku oleh Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az-Zubair dari ayahnya dari Abdullah bin Az-Zubair dari Az-Zubair—bersabda, “Thalhah wajib masuk surga.’ (hal.47)

    ..dan luka yang di deritanya ini juga membangkitkan Murka Allah:

      Beliau membersihkan darah dari wajahnya dan menyiramkan air tersebut ke kepalanya sambil bersabda, ‘Allah sangat marah kepada orang melukai wajah nabinya’.”(hal.48)

    Sangat wajar jika Allah marah, karena Muhammad, rasullulah yang perkasa ini telah memakai 2 lapis baju besi, sekumpulan orang sudah mengorbankan diri mati satu persatu agar ia selamat kabur dari medan perang, belum lagi dengan tambahan 2 personel malaikat (jibril dan mikael) yang ada di sisi kanan dan kirinya turut serta tapi masih saja Muhammad terluka parah dan kalah padahal ketika di Badr, yaitu ketika berhasil merampoki karavan quraish dan jelas bukan dalam kondisi berhadap-hadapan, Allah bicara seperti ini:

      karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. (AQ 8.13)

    Di Uhud ini,
    Muhammad, Rasul Allah yang perkasa, malah terluka di wajah terkena lemparan batu yang entah kenapa dua malaikat yang ada di sisi kanan dan kiri Muhammad dan tentunya juga Allah bisa-bisanya luput menangkap batu itu dan juga banyak muslim yang terbunuh serta termutilasi.

      Ibnu Ishaq berkata, “Hindun binti Utbah dan wanita-wanita Quraisy lainnya mencincang-cincang korban dari sahabat-sahabat Rasulullah SAW – seperti dikatakan kepadaku oleh Shalih bin Kaisan – dan memotong telinga-telinga dan hidung-hidung mereka. Bahkan, Hindun binti Utbah menjadikan telinga-telinga dan hidung-hidung korban dari para sahabat sebagai gelang kaki dan kalung, sedang gelang kaki, kalung, dan cincinnya ia berikan kepada Wahsyi budak Jubair bin Muth’im. Tidak cukup itu, Hindun binti Utbah membelah hati Hamzah bin Abdul Muththalib, mengunyah, dan ingin menelannya namun tidak mampu, kemudian memuntahkannya...Setelah itu, Hindun binti Utbah naik ke atas batu yang tinggi, kemudian berteriak dengan suara terkerasnya,

      Kami balas kemenangan kalian di Badar
      Dan perang demi perang tetap menyala
      Aku tidak bisa bersabar atas kematian Utbah,
      Saudaraku, pamanku, dan anak sulungku
      Aku telah menyembuhkan diriku dan melaksanakan nadzarku
      Engkau telah menyembuhkan kemarahan hatiku, hai Wahsyi
      Aku berterima kasih kepadamu, hai Wahsyi, sepanjang umurku
      Hingga tulang belulangku remuk di kuburanku

      Aku sembuhkan sakitku dengan Hamzah di Uhud
      Ketika aku belah perut dari hatinya
      Itu semua menghilangkan sengatan kesedihan dariku
      Perang menghujani kalian dengan kucuran deras hujan yang dingin
      Kami maju kepada kalian bak singa-singa’.


      Tentang Mutilasi Hamzah, berikut rujukan lain selain dari Ibn Ishaq (klik !)

      Answering-ansar

      Imam Ibn Hajar Asqalani records in his commentary of Sahih Bukhari namely Fathul Bari, Kitab al-Maghazi:

      “Hind and other women went out to decapitate the dead, cutting their ears and noses, until she made a necklace of them (ears & noses) then Hind gave her necklaces to Wahshi as a reward for killing Hamza. Hind (then) ripped (Hamza's body) to get Hamza's liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”
      Fathul Bari, Volume 11 page 375 (from Islamport.com)
      Fathul Bari, Kitab al-Maghazi (from al-eman.com)

      The same has been recorded by Allamah Badruddin al-Aini in his commentary of Sahih Bukhari, Umma datul Qari, Volume 17 page 143. Imam of Ahle Aunnah Ibn Habban has also recorded in his book of authentic narrators ‘Al-Thuqat’ Volume 1 page 231:

      وكانت هند واللاتي معها جعلن يمثلن بالقتلى من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يجدعن الآذان والآناف حتى اتخذت هند قلائد من آذان المسلمين وآنفهم وبقرت عن كبد حمزة فلاكته فلم تستطعمه فلفظته

      “Hind and other women who were with her, decapitated the dead amongst the companions of Prophet (s), cutting their ears and noses, until she made a necklace of ears and noses of Muslims, then she pierced (Hamza'z body) ) to get his liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”

      Imam Qurtubi in his commentary of the Holy Quran also stated:

      “Ibn Ishaq said: Hind pierced (Hamza's body) for his liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”
      Tafseer Qurtubi, Surah 3 verse 122

      Allamah Ibn Atheer Jazari records:

      وجعل نساء المشركين‏:‏ هند وصواحباتها يجد عن أنف المسلمين وآذانهم ويبقرون بطونهم، وبقرت هند بطن حمزة رضي الله عنه فأخرجت كبده، فجعلت تلوكها فلم تسغها فلفظتها،

      “And the polytheist women, Hinda and her mates began to cut the nose and ears of the Muslims, and pierced their stomachs. Hinda pierced the stomach of Hamzah (ra), took out his liver and chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”
      Asadul Ghaba fi Marifat al-Sahabah, Volume 3 page 48, under the topic: Hamzah bin Abdul Muttalib

      Ibn Atheer in his another book ‘Tarikh Kamil’ Volume 2 page 160 has similarly recorded:

      “Hind and the women went out to decapitate the dead, Hind made bracelets and necklaces of the ears and noses of the men, and gave the bracelets and necklaces to Wahshi, then she ripped (Hamza's body) to get to his liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”
      Tareekh Kamil, Volume 1, Dhikr Ghazwa Uhud (from al-eman.com)

      The animalistic traits of Muawiya’s mother have also been recorded by Imam Ibn Abdul Barr:

      لما كان يوم أحد جعلت هند بنت عتبة النساء معها يجدعن أنوف المسلمين ويبقرن بطونهم ويقطعن الآذان إلا حنظلة فان أباه كان من المشركين و بقرت هند عن بطن حمزة فأخرجت كبدة وجعلت تلوك كبده ثم لفظته

      “On the day of Uhud, Hinda bint Utbah and her friends began to cut the nose and ears of the martyrs, they pierced their stomachs except Hinzalah because her father was amongst the polytheists and Hinda pierced the stomach of Hamzah then she took out his liver and started to chew on it and then threw it”
      Al-Istiab fi Isma al-Ashaab, Volume 1 page 274

      The incident has also been recorded by one of the staunch lovers of Muawiyah namely Dahabi in his famed work Tarikh al-Islam, Volume 2 page 205:

      “Hind and other women went out to decapitate the dead, Hind made bracelets and neckleces of the ears and the noses of the men, she then gave the bracelets and necklaces to Wahshi. She then peirced (Hamza's body) to get to his liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”

      We read in Al-Mukhtasar fi Tarikh al-Bashar, Volume 1 page 87 by Allamah Abu al-Fida:

      “Hind and the women who were with her decapitated the dead of the messenger of Allah’s companions, cutting their ears and noses, until she made a necklace comprised of the ears and noses, then she peirced (Hamza'z body) ) to get to his liver, she chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”
      Tareekh Abul Fida, Volume 1 page 87

      Shaykh Shu'aib al-Arnaoot in his column of Imam Dhahabi’s book, Siar alam al-Nubala, Volume 3 page 141 states:

      “The son of liver eaters: Mu'awiya, because his mother Hind pierced (Hamza's body) to get to Hamza's (ra) liver after his martyrdom in the battle of Uhud , she then chewed on it but couldn’t eat it, so she spat it out”

      On margin of Siar alam al-Nubala, Volume 1, page 180, Sheikh Shu'aib al-Arnaoot affirmed the incident to be authentic. Imam Ahmed bin Hanbal records in Musnad Ahmed bin Hanbal, Volume 1 page 463 Hadith 4182:

      Ibn Masoud narrated: “... They (Muslims) saw that Hamza’s stomach had been ripped open and Hind took his liver and chewed on it but she couldn’t eat it, then the Messenger of Allah asked: ‘Did she eat some thing from it?’. They (Muslims) answered: ‘No’. He (s) said: ‘God would not allow a part of Hamza to enter Hell’. Then the prophet placed Hamza before Him (s) and prayed over him…..”
      Musnad Ahmed bin Hanbal, Volume 1 page 463 Hadith 4182

      In their respective margins of Musnad Ahmed bin Hanbal, Shaykh Shu'aib al-Arnaoot declared this tradition ‘Hasan’ while Shakyh Ahmed Muhammad Shakir (d. 1958) declared it ‘Sahih’.
      Musnad Ahmed bin Hanbal, vol 4 pages 250-251 Tradition 4414 (margin by Shaykh Ahmed Shakir)

      Insiden ini juga tercatat di:

      1. Seerat Ibn Hasham, Vol 3 hal. 391 (Cairo)
      2. Seerat al-Halabiyah, Vol. 6 bagian 10 hal. 181 (Delhi)
      3. Sheikh al-Mudira, Mahmoud Abo Raya, hal. 160
      4. Tazkara Sahabiyat, Talib Hashmi, hal. 361 (Lahore)
      5. Khutbaat-e-Qasmi (the leader of Sipah-e-Sahabah), Vol 1 hal. 49 (Faisalabad).
      6. Zakhair al Uqba, Vol. 1 hal. 182
      7. Tafsir Samarqandi, Vol 1 hal. 319 (AQ 3.140)
      8. Tafseer Khazin, Vol. 1 hal. 470 (AQ 3.144)
      9. Tafseer Al-Baab, Ibn Aadil, Vol 4 hal. 351 (AQ 3.144
      10. Tabaqat Ibn saad, Vol 3 hal. 12
      11. Subal Huda wal Rashad, Vol 4 hal. 241
      12. Sirah Nabawiyah, Ibn Kathir, vol 3 hal. 74
      13. Tafsir Ibn Kathir, vol 8 hal. 98 (AQ 60.12)
      14. Tafsir Tabari, vol 23 hal. 341 (AQ 60.12)
      15. Tafseer Dur al Manthur, Vol 8 hal. 134
      16. Rauz al Anaf, Vol 3 hal. 276 oleh Imam Saheli (w. 581 H)
      17. Tahreer wal Tanweer, Vol 1 hal. 4396 oleh Muhaamd Tahir bin Ashur al-Tunsi (w. 1393 h) AQ 60.12

    Apa yang terjadi berikutnya adalah menciptakan serangkaian alasan penjelasan tentang kekalahan di Uhud sebagaimana termaktub dalam surah Al Imran. Alasan yang paling mantap yang Allah sampaikan adalah mengulangi lagi ide Abu Sufyan bahwa kalah/menang bergiliran dan juga tambahan dari allah yang juga unik adalah kekalahan ini merupakan ujian dari Allah:

      Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) (AQ 3.140) Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik.(AQ 3.167)"

    Entah kenapa, tidak seorangpun yang bertanya, "koq bisa-bisanya Allah yang maha tahu ini sampai tidak lagi berkemampuan membedakan mana yang kafir dan yang bukan dan/atau mana yang munafik dan yang bukan?", Bukankah jelas-jelas Allah sendiri menyatakan bahwa, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya"?? [AQ 14:4, 16:93, 35:8, 13:27]

    Sebagai kesimpulan artikel,
    saya sampaikan kutipan Wawancara dengan Nawabzaada Nabiullah Khan, pengikut IDEOLOGI JAMAAH ISLAMIYAH PAKISTAN dan BUKTIKAN SENDIRI pola pikirnya, Ia ini benar-benar seorang pengikut Nabi Muhammad sejati! dan anda akan tahu bahwa Islam tidaklah berubah walaupun belasan abad telah berlalu, apapun cara akan dilakukan agar semua orang menjadi patuh dan Islam. (KLIK! -> untuk membuka bagian yang disembunyikan)

      Wawancara dengan Nawabzaada Nabiullah Khan, seorang yang mengikuti IDEOLOGI JAMAAH ISLAMIYAH di PAKISTAN, yang diterbitkan di majalah bulanan Baluchi pada edisi “Jamhooria Islamia” Februari 1999



      Mengapa para Bangladesh di bagian bawah foto berlaku brutal seperti itu? Untuk memahaminya, silakan baca baik-baik bahan lama yang sangat "menggugah" di bawah ini:

      ---------- Forwarded message ----------
      Date: Sun, 01 AUG 1999 23:57:13 GMT
      From: nanafadnavis@my-deja.com
      Newgroups: soc.culture.sri-lanka, soc.culture.burma, soc.culture.nepal
      Subject: Islamic plan for genocide of Hindus and Buddhists

      Wawancara ini diterbitkan dalam edisi “Jamhooria Islamia” Februari 1999, sebuah majalah bulanan Baluchi yang diterbitkan dalam bahasa Panj-gar. Ini diterjemahkan hanya untuk tujuan informasi. Poster tidak berarti mendukung gagasan-gagasan dalam wawancara ini.

      Terima kasih kepada Jamil Baloch dan Omar Nasr-Ullah yang telah menerjemahkan.

      Wawancara dengan Nawabzaada Nabiullah Khan di-wawancara oleh Jalil Amir.
      ---------------


      Q: Mohon ceritakan tentang kebersamaan anda dengan Qazi Hussain Ahmed

        A: Qazi memiliki dua bungalow di Peshawar. Kami menghabiskan sebagian besar waktu di kedua rumah itu. Rumah pertama adalah tempat tinggal bagi keluarganya dan rumah kedua adalah kantor dan rumah peristirahatannya. Tetapi ia biasanya menjumpai teman-teman dan kerabatnya dan para pekerja politik hanya di rumah keluarganya. Ia memastika bahwa sedikitnya 3 hari dalam seminggu, Qazi dan sahabat-sahabatnya biasanya melewatkan waktu di rumah peristirahatannya. Tidak seperti rumah keluarga, rumah peristirahatan itu dilengkapi dengan segala fasilitas yang dapat dibayangkan, televi 36-inch. 2 piringan satelit untuk menerima segala siaran dari seluruh penjuru dunia. Ia membuat banyak catatan tentang semua siaran itu. Kami biasanya mendiskusikan segala sesuatu di bawah cahaya matahari di dalam rumah peristirahatannya. Saya memiliki kebiasaan meminum sedikit anggur. Qazi tidak minum ataupun merokok. Qazi mengetahui kelemahan saya terhadap anggur. Ia menasihati saya agar berhenti minum dan meminta saya agar mengikuti jejak kaki Nabi Mohammad (SAW). Walaupun saya memiliki kebiasaan meminum hanya sedikit anggur sebelum makan malam, karena desakan Qazi, saya meninggalkan kebiasaan itu. Ketika saya sedang duduk di bangku kuliah, saya telah memulai kebiasaan merokok. Saya meninggalkan kebiasaan itu setelah Qazi menasihati agar berhenti merokok.

        Saya tinggal dengan Qazi selama hampir 6 tahun di Peshawar. Saya tidak menyetujui beberapa startegi yang digunakan oleh JI selama setelah tahun-tahun Zia. Qazi adalah seorang yang praktis sedangkan saya adalah seorang yang lebih idealis pada masa itu. Saya mendesak bahwa JI seharusnya tidak mengandalkan kartu suara sebagai satu-satunya jalan menuju kekuasaan. Qazi memaksakan bahwa kartu suara adalah satu-satunya cara bagi JI untuk berkuasa di Pakistan. Hal ini memicu suatu perselisihan antara Qazi dan saya. Oleh sebab itu ketika saya pergi ke Baluchistan untuk menemui orang tua saya, saya menetap di sana dan tidak kembali ke Peshawar. Walaupun hampir setiap minggu kami berbicara melalui telepon, Qazi tidak pernah meminta saya untuk menetap dengannya dan saya mendapatkan pekerjaan sebagai guru Jemaat di Quetta di mana saya menetap bersama orang tua dan keluarga saya. Akan tetapi, tahun-tahun bersama Qazi di Peshawar dan di seluruh dunia adalah tahun-tahun yang peling memuaskan hidup saya secara intelektual


      Q: Bagaimanakah pandangan Qazi atas Islam dan Nabi Mohammad (SAW)

        A: Qazi adalah seorang pemuja dan murid Nabi Mohammad (SAW), IA MENIRU SELURUH PIKIRAN dan KEHIDUPANNYA dari KEHIDUPAN DAN AJARAN-AJARAN NABI MUHAMMAD (SAW). Saya sering kali terkejut oleh Qazi ketika ia melakukan suatu hal kecil, ia akan segera membandingkan insiden tersebut dengan insiden yang terdapat dalam Al-Hadith dan menjelaskan bahwa ia melakukan apa yang dilakukan Nabi Mohammad (SAW) 10 abad lalu. SAYA BELUM PERNAH BERTEMU DENGAN ORANG YANG MENIRU SELURUH KEHIDUPANNYA DARI UCAPAN DAN AJARAN NABI MUHAMMAD (SAW) seperti Qazi.


      Q: Isu perempuan sangat kontroversial dewasa ini. Taliban dan beberapa organisasi fundamentalis membatasi kebebasan para perempuan. Sementara beberapa intelektual progresif Muslim berpendapat bahwa perempuan adalah setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Bagaimanakah pandangan Qazi terhadap perempuan?

        A: Seperti yang saya katakana sebelumnya, Pandangan Qazi terhadap perempuan adalah persis sama dengan Pandangan Nabi Mohammad (SAW). KESETARAAN LAKI-LAKI dan PEREMPUAN ADALAH KEBODOHAN. Apa yang dapat dilakukan oleh laki-laki, perempuan tidak dapat melakukannya dan apa yang dapat dilakukan oleh perempuan, laki-laki tidak dapat melakukannya. Para perempuan lemah secara fisik dan batin dibandingkan dengan laki-laki. Untuk hal ini kita tidak memerlukan bukti apa pun selain hanya dengan melihat laki-laki dan perempyan. Laki-laki harus menjaga perempuan sepanjang waktu. Jika perempuan tidak memiliki saudara laki-laki, maka mereka harus mencari seorang laki-laki dan menikahinya agar ia dapat menjaganya. PEREMPUAN TIDAK BOLEH MEMILIKI KEHIDUPAN DILUAR KELUARGA. Pendidikan boleh diberikan kepada mereka tetapi TIDAK BOLEH MENYAINGI LAKI-LAKI DI DEPAN PUBLIK. Mereka juga TIDAK BOLEH TURUT BERTEMPUR dalam peperangan juga TIDAK BOLEH DIGUNAKAN DALAM POLITIK PADA MASA DAMAI.

        QAZI PERNAH BERKATA BAHWA BEGITU JI BERKUASA DI PAKISTAN, IA AKAN MENGHAPUSKAN HAK PILIH PARA PEREMPUAN dan KAUM MINORITAS. HANYA MUSLILIM YANG BOLEH BERPARTISIPASI DALAM PEMILIHAN UMUM atau DIPILIH.

        Ketika saya meminta bukti dari Hadiths. Ia mengutip banyak Hadith untuk mendukung hal tersebut. Saya bertanya kenapa hal tersebut tidak pernah dibicarakan secara terbuka di depan publik oleh Jamaat. Qazi mengatakan bahwa petunjuk ini terdapat di segala tempat. Tetapi JI tidak mempersoalkan hal ini karena para perempuan yang saat itu memiliki hak pilih akan memilih melawan JI dalam pemilihan jika hal demikian diungkapkan secara terbuka. Dalam hal ini saya tidak sependapat. Saya berpendapat, karena semua pemimpin utama Jamaat meyakini bahwa para perempuan tidak akan memiliki hak pilih setelah mereka berkuasa, maka mereka seharusnya mengatakan hal itu secara terbuka. Jika engkau tidak mengatakannya sekarang dan kelak engkau menghapuskan hal pilih mereka ketika engkau berkuasa, maka hal itu akan menciptakan kemarahan orang banyak. Tetapi Qazi tetap pada pendapat bahwa JI tidak boleh mengatakannya sekarang.


      Q: Hal itu membawa kita pada pertanyaan tentang kaum minoritas. Apakah mereka harus membayar pajak Jizya?

        A: Ya. Mereka harus membayar pajak. Seperti dijelaskan oleh Qazi, gagasan JIZYA BUKALAH MELINDUNGI UANG. MELAINKAN SUATU DORONGAN KEUANGAN PADA NON-MUSLIM UNTUK BERALIH PADA ISLAM. BEGITU JAMAAT BERKUASA, KAUM MINORITAS AKAN DI DORONG (DIPAKSA) UNTUK MENJADI MUSLIM APAKAH MELALUI KEUANGAN ATAUPUN FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS.

        JI TELAH MENYAMAKAN INDIA DENGAN HINDU SEHINGGA KAUM HINDU PAKISTAN AKAN DIPAKSA MENJADI MUSLIM. INI ADALAH STRATEGI YANG SANGAT BERHASIL SELAMA KERUSUHAN MASJID BABRI. JI SECARA AKTIF TERLIBAT DALAM MENGHANCURKAN KUIL-KUIL HINDU di PUNJAB dan SINDH. KAMI MEMERINTAHKAN PENGHANCURAN RUMAH-RUMAH MILIK KELUARGA HINDU JUGA.

        TUJUAN UTAMA KAMI ADALAH MENGHANCURKAN KUIL-KUIL HINDU. KAMI MENULISKAN SELEBARAN BAHWA MENGHANCURKAN SETIAP KUIL BERHALA AKAN MEMBUAT SEORANG MUSLIM LEBIH DEKAT PADA SURGA ALLAH. Kami menggunakan Hadith dalam semua selebaran. Babar menghancurkan Kuil Ram di Ayodhya. Karena ia adalah seorang pengikut sejati. CARA YANG SAMA HARUS DILAKUKAN OLEH SETIAP MUSLIM UNTUK MENGHANCURKAN KUIL-KUIL HINDU DI PAKISTAN. GAGASAN KAMU ADALAH UNTUK MENDORONG MUSLIM INDIA AGAR JUGA MENGHANCURKAN KUIL-KUIL HINDU DI INDIA. Tetapi hal ini tidak berhasil karena polisi India mulai menyerang kaum Muslim yang sedang melakukan pekerjaan Allah.


      Q: Pemerintahan seperti apakah yang direncanakan oleh JI untuk Pakistan?

        A: Pemerintahan Sharia. Sharia akan menjadi undang-undang kami sehingga para terpelajar Muslim yang unggul yang telah menyelesaikan pendidikannya di Madrassa akan diangkat menjadi Hakim di setiap persidangan. Qazi ingin membentuk presidium dengan model yang sama seperti Khalifa. Saat ini gagasan kami adalah bahwa keseluruhan pemimpin tinggi JI serta seluruh tiga jenderal militer akan menjadi bagian dari presidium yang mana Qazi akan menjadi Sang Khalifa. Kami menyaksikan kemajuan Taliban dengan seksama dan belajar darinya. Kami terkesan dengan Taliban pada persoalan perempuan, kaum minoritas dan hukum dan persoalan lainnya. Mullah Omar adalah sahabat Qazi. Omar sering mengunjungi rumahnya. Dalam beberapa pembicaraan, kami telah memutuskan untuk membentuk Persatuan Pakistan dan Afghanistan begitu kondisi yang sesuai tercipta di Pakistan (yaitu pemerintahan JI di Pakistan). SEMBOYAN KAMI ADALAH JIHAD TANPA HENTI. GAGASANNYA ADALAH UNTUK MEMPERTAHANKAN PAKISTAN DALAM KONDISI JIHAD TERUS MENERUS SEPANJANG WAKTU.

        Visi Qazi adalah bahwa Pakistan akan menjadi pusat Kerajaan Islam yang baru YANG MERENTANG DARI BURMA HINGGA AFGANISTAN DAN DARI SRILANKA HINGGA TAJIKISTAN TERMASUK KASHMIR. PADA AKHIRNYA, JAMAAT AKAN MENGGUNAKAN SEMUA TAKTIK TERORISME DI WILAYAH-WILAYAH YANG DIKUASAI KAFIR untuk bernegosiasi di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Muslim. PARA PIMPINAN JAMAAT DARI BANGLADESH DAN INDIA TELAH MENERIMA KEPEMIMPINAN PAKISTAN DALAM HAL INI.


      Q: Apakah mereka datang ke Pakistan?

        A: Ya. Kami telah membuat kesepakatan di Peshawar dan pada waktu lainnya di Multan pada masa Zia. Tetapi pemahamannya masih ada bahkan hingga hari ini.


      Q: BAGAIMANA DENGAN SRILANKA dan BURMA?

        A: Keduanya adalah Negara Buddhis. Untuk urusan ini bahkan Baluchistan dan Afghanistan adalah Buddhis pada zaman dulu sementara Sindh dan Punjab adalah Hindu. Kaum Buddhis umumnya lebih lemah dalam hal keyakinan. OLEH SEBAB ITU, KAMI HARAP MEREKA AKAN MENJADI MUSLIM DENGAN SEDIKIT TEKANAN. Tetapi hal itu akan terjadi hanya setelah Jamaat pertama-tama menaklukkan Pakistan dan kemudian India.


      Q: Bagaimana rencana untuk India? Tampaknya keseluruhan kebijakan Jamaat di India berpusat di sekitar Kashmir.

        A: Ya itu benar. Tetapi untuk alasan yang sangat bagus. Kashmir adalah bagaikan batu landasan yang terletak di puncak lengkungan. Benar bahwa lengkungan itu menahan keseluruhan beban batu landasan itu. Tetapi jika batu landasan itu dipindahkan, maka keseluruhan lengkungan itu akan runtuh. Itulah sebabnya maka disebut batu landasan. Kashir adalah batu landasan bagi India. Begitu engkau memindahkannya, maka India tidak dapat lagi menjadi sekuler dan juga tidak akan menjadi Negara yang bersatu. Bagaikan batu-batu pada lengkungan, semua bata akan runtuh. Qazi mengingatkan gagasan ini pada Zia. Oleh sebab itu Zia memulai operasi Topac. Operasi Topac adalah lebih jauh lagi. Tujuan utama Operasi Topac adalah untuk memecah India menjadi satu juga bagian sehingga memudahkan bagi Pakistan untuk menelan India bagian demi bagian. Itulah sebabnya mengapa Pakistan mendorong gerakan pertempuran di seluruh India. Begitu Kashmir dikuasai, gerakan pertempuran ini akan memecah India dengan menuntut kebebasan yang sama bagi Nagaland, Kerala, Mizoram, Meghalaya, Manipur, Assam, Jharkand, Tamil Nadu, Bengali Barat, dan Khalistan. Tetapi Benazir merusak seluruh rencana kami dengan menyerahkan rincian operasi Topac kepada pemerintahan India yang dipimpin oleh Rajiv Gandhi. Itu adalah kemunduran besar pada visi kami. Akan tetapi kami terus maju.


      Q: Saya mendengar bahwa ia hanya menyerahkan rincian tentang gerakan Khalistan.

        A: Itu benar. Pendapat saya, itulah sebabnya maka saya berpikir bahwa kerusakannya terbatas. India memikirkan dan sibuk dengan gerakan-gerakan separatis di berbagai bagian India seolah-oleh semua itu adalah gerakan sebenarnya bahkan hingga saat ini. Dengan demikian, saya katakan, kerusakannya terbatas.


      Q: Apakah anda berpendapat jika Negara-negara bagian di India menjadi Negara-negara merdeka, maka tidak ada gerakan serupa yang akan timbul di Pakistan sendiri?

        A: Tidak, gerakan Jiye Sindh dan gerakan separatis kecil di Baluchistan dan Peshawar dapat dikendalikan. Kami tidak akan memperlakukan gerakan separatis di Pakistan seperti India memperlakukan kaum separatis. Hal ini akan menjadi gaya Taliban. Sebenarnya kami tidak meramalkan posisi apa pun yang akan menentang kekuasaan JI di Pakistan. Oleh sebab itu para pemimpin BNP dan Pakhtoonkwa akan menjadi tidak relevan.


      Q: Kembali pada titik yang sama. Jika India menjadi banyak Negara bagaimana engkau memperlakukan masing-masing Negara-negara Hindu? Mereka bahkan bisa menjadi musuh besar Pakistan. Atau mungkin mereka akan bersatu kembali untuk melawan Pakistan.

        A: Qazi dan banyak orang lain telah mendiskusikan kemungkinan ini. Kami berpendapat, hal demikian tidak mungkin terjadi karena perbedaan bahasa dan budaya antara Negara-negara di India sangatlah besar. Tidak ada bahasa seperti Urdu yang menyatukan seluruh India. Bahasa Inggris dan bukan Bahasa Hindi adalah bahasa yang umum antara Negara-negara di India.

        Oleh sebab itu kami telah merencanakan untuk memulai kerusuhan di setiap Negara bagian terhadap Negara tetangganya sehingga Negara-negara bagian akan selalu dalam keadaan perang. Misalnya ada banyak kaum Kannadiga di TamilNadu dan kaum Telugu di Madras. Kami akan memulai kerusuhan anti Telugu di Madras, yang akan mempertahankan keadaan perang antara Andhrapradesh dan TamilNadu.

        JIKA KAMI MENEMPATKAN SEBUAH BOM DI BIOSKOP DI TELUGU DI MADRAS DAN SEBUAH BOM DI BIOSKOP TAMIL DI ANDHRA, MAKA PEPERANGAN ANTARA TAMILNADU DAN ANDHRA, MAKA PEPERANGAN ANTARA TAMIL NADU DAN ANDHRA AKAN BERLANGSUNG SELAMANYA.

        Hal-hal serupa dapat dilakukan di pusat budaya Assam di Bengali dan Hindi Prachar Sabha di Orissa. Dengan perbedaan antara kewarganegaraan di India, maka pilihan-pilihan bagi Pakistan tidak terbatas.

        VISI QAZI ADALAH UNTUK MENJADIKAN SELURUH INDIA 100% NEGARA MUSLIM. Suatu India Bersatu, di mana kaum Hindu adalah mayoritas adalah suatu rintangan untuk hal itu. SEPERTI HALNYA NABI MUHAMMAD (SAW) MENGUBAH KAUM BERHALA ARAB MENJADI MUSLIM, QAZI JUGA INGIN MENGUBAH KAUM BERHALA INDIA MENJADI MUSLIM.


      Q: Ini adalah visi besar karena hal ini bahkan tidak mungkin bagi dinasti Muslim dan Mogul yang memerintah India selama 700 tahun terakhir.

        A: Benar. Hal ini karena mereka tidak pernah benar-benar membentuk Kerajaan Muslim. Walaupun raja-raja adalah Muslim, namun mereka memberikan posisi kekuasaan pada kaum Hindu. Jika engkau membuat suatu pernyataan jelas bahwa hanya kaum Muslim yang berhak memilih dan menyatakan bahwa India adalah Republik Islam, maka secara otomatis orang-orang akan menjadi Muslim. Sedikit teror harus dilakukan pada jantung Hindu dan KRISTEN.

        Saya akan memberikan contoh terbaik. PORSI SEKARANG YANG MEMBENTUK PAKISTAN TERDIRI DARI 25% populasi Hindu sebelum kemerdekaan. SETELAH KEMERDEKAAN BANYAK KAUM HINDU YANG PINDAH KE INDIA. NAMUN SETELAH PINDAH, POPULASI HINDU PAKISTAN MENJADI 15%.

        TAHUKAH ENGKAU BERAPA PERSEN SEKARANG? KURANG DARI 1%.

        Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Bagaimana kaum Hindu beralih ke Islam dalam waktu sesingkat 20 tahun sementara selama 700 tahun mereka tidak beralih ke Islam? HAL ITU MURNI KARENA TERROR PERBATASAN. TERROR ITU MEMAKSA KAUM HINDU YANG MENETAP DI PAKISTAN UNTUK MENJADI MUSLIM. Murni dan sederhana. JI menggunakan teknik serupa di Punjab dan Sindh setiap kali kerusuhan terjadi di India, kami menggunakan dalih untuk melancarkan teror di antara kaum Hindu, kristen, dan Ahmadiah. Teror serupa akan teringat oleh semua kaum non-Muslim, baik Hindu, maupun kristen, pada tahun-tahun mendatang di seluruh India.

        Qazi adalah seorang analis jenius yang mengetahui setiap strategi yang akan dan seharusnya digunakan Nabi Muhammad (SAW) di India untuk mencapai kepatuhan total pada Allah.


      Q: Apakah engkau melihat kemungkinan bahwa ketika Kashmir menjadi bagian dari Pakistan, maka akan terjadi kerusuhan skala besar di India melawan Muslim India? Oleh sebab itu, Kashmir dapat mengarah pada lebih banyak kematian Muslim India dan kerusakan Umat Islam.

        A: Ya, itu adalah suatu kemungkinan. TETAPI IDEOLOGI KAMI ADALAH BERDASARKAN QUR'AN DAN HADIS. NABI MUHAMMAD (SAW) DALAM BANYAK HADIS DAN ALLAH DALAM QUR'AN MENGATAKAN BAHWA SETIAP MUSLIM YANG BERGAUL DENGAN SEORANG POLYTHEIS ADALAH SEORANG POLYTHEIS. KAUM MUSLIM TIDAK BOLEH BERGAUL DENGAN NON-MUSLIM. INI TERMASUK KRISTEN, YAHUDI dan HINDU.

        Juga Muhammad (SAW) mengatakan bahwa bahkan jika penguasa Muslim tidak baik, kaum Muslim harus tetap pada penguasanya daripada pergi ke negeri non-Muslim. Hadith dan Qur’an sangat eksplisit sehubungan dengan hal ini.

        SEMUA MUSLIM YANG TIDAK PINDAH KE PAKISTAN SELAMA PEMISAHAN, PADA INTINYA ADALAH ORANG HINDU. Mereka boleh menganggap bahwa mereka adalah Muslim. Tetapi tidak di hadapan Allah. Mereka sama khilafnya seperti kaum Ahmadiah yang menganggap mereka adalah Muslim padahal semua orang tahu bahwa mereka bukan Muslim. Oleh sebab itu kaum Muslim India yang telah memutuskan menetap di India selama masa pemisahan adalah bukan Muslim, dan keturunan mereka juga bukan Muslim (karena mereka tidak pindah ke tanah Muslim).

        Hal lain yang saya perhatikan dalam perjalanan saya di India adalah bahwa para petani Hindu umumnya mempersembahkan seluruh panen mereka kepada dewa-dewa mereka di akhir musim panen. Hal ini membuat keseluruhan panen ini haram bagi kaum Muslim. Namun kaum yang mengaku Muslim di India dipaksa untuk memakan makanan ini yang telah dipersembahkan kepada Tuhan lain selain Allah thallah. Hal ini secara eksplisit dilarang dalam Qur’an. Dan ini adalah salah satu persoalan serius hidup dalam Negara-negara non-Muslim. Nabi Muhammad (SAW) mengetahui hal-hal demikian; itulah sebabnya ia memerintahkan kepada Muslim agar tidak menetap di wilayah-wilayah non-Muslim. Walaupun mengetahui hal ini, kaum yang mengaku Muslim ini, tetap tinggal di India. Kemudian semua Muslim yang pindah ke Negara lain dan Amerika adalah non-Muslim. Hanya Muslim yang berkeinginan untuk kembali adalah Muslim, bukan mereka yang memutuskan untuk tinggal di Negara-negara demikian.

        OLEH SEBAB ITU KITA TIDAK PEDULI JIKA KAUM MUSLIM INDIA DEMIKIAN TEWAS DALAM KERUSUHAN.

        TETAPI KARENA ALASAN STRATEGI, kami memiliki hubungan baik dengan kaum Muslim ini. SEMUA MUSLIM YANG BEKERJA DEMI PAKISTAN dan DEMI KEMENANGAN UMAT ADALAH MUSLIM SEJATI. MEREKA ADALAH PRAJURIT GARIS DEPAN DI NEGARA-NEGARA NON-MUSLIM. OLEH SEBAB ITU KAMI HARUS MENGIRIMKAN SENJATA dan AMUNISI KEPADA MUSLIM-MUSLIM SEJATI INI SEANDAINYA KERUSUHAN MENDATANGI MEREKA.

        Sedangkan Muslim Kashmir adalah Muslim sejati yang berjuang di bawah kekuasaan Hindu. Mereka adalah korban konspirasi internasional untuk mempertahankan mereka di bawah kekuasaan Hindu. Persoalan itu adalah bagian dari pemisahan yang tidak lengkap. Sedangkan kaum Muslim India telah menerima pemisahan dan dengan sadar menetap di India.


      Q: Namun pergolakan yang terkenal di Kashmir adalah kegagalan di tahun 1965 dan 1948.

        A: Itu benar. Hal itu mungkin karena keteguhan Sheik Abdullagh dari Kashmir selama perang 1948. Sebenarnya populasi Muslim di Jammu Kashmir hanya sedikit lebih banyak dari Hindu. 58% Muslim dan 42% non-Muslim. Oleh sebab itu operasi Topac ditujukan untuk menghapuskan kaum Pandit Kashmir dari lembah. Kami berpikir bahwa mereka semua akan pergi ke India. Sebaliknya banyak yang pergi ke Jammu dan hanya sangat sedikit yang pergi ke India. Oleh sebab itu kami terpaksa meminta Harkatul untuk mulai meneror kaum Hindu di Jammu. Kami juga mengharapkan perang skala besar melawan di Muslim di Jammu serta di seluruh bagian India karena pembunuhan-pembunuhan itu. Pemerintah India menahan informasi ini. Hal lain yang belum dilakukan adalah pemusnahan total kaum Buddhis dan Hindu dari Jammu dan Kashmir. Kami hanya dapat melakukannya di Lembah dan bukan di Jammu dan Ladakh. Oleh sebab itu populasi Muslim di Kashmir dan Jammu adalah hanya sekitar 65% menurut Harkatul.


      Q: Ceritakan tentang kunjunganmu ke Saudi Arabia.

        A: Kami berangkat dari Umra sebagai sebuah tim pemimpin JI. Tentu saja, Zia telah mengatur segala kenyamanan bagi kami. Kami menetap di Rumah seorang Sheik. Ia adalah seorang kontraktor paling kaya di Saudi Arabia. Ia juga memiliki beberapa toko emas di Qatar. Sheik adalah seorang sahabat Zia Ul Haq. Selama masa Zia, kami tidak aktif secara politis. Karena Zia telah melakukan segala yang diinginkan Qazi, juga kekuatan politis tidak diperlukan. Oleh sebab itu kami memiliki banyak waktu. Itu adalah alasan utama mengapa kami menetap selama tiga bulan penuh di istana Sheik.

        SHEIK INI BERASAL DARI KELUARGA BADUI DI BARAT DAYA ARAB. IA MEMILIKI KEBIASAAN MEMINUM AIR KENCING ONTA dan SUSU ONTA DI PAGI HARI. Saya bertanya kepadanya mengapa ia melakukan hal itu? IA MENJAWAB BAHWA ITU ADALAH TRADISI KELUARGA SERTA PRAKTIK ISLAM YANG DI DUKUNG OLEH NABI MUHAMMAD (SAW). Saya terkejut. Tetapi Qazi menjelaskan bahwa hal itu benar. Ia memberitahukan tiga atau empat Hadith yang mana meminum air kencing onta dan susu Onta disarankan. Maka Qazi ingin meminum air kencing onta dan susu onta bersama Sheik. Karena saya tidak mampu meminum air kencing onta, maka saya hanya meminum susu onta segar, yang pekat dan berbusa. Tetapi Qazi meminum air kencing onta dan susu onta dalam jumlah yang sama seperti yang diminum oleh Sheik. Qazi mengejutkan saya dalam insiden ini. Saya terheran dengan fakta bahwa Qazi siap melakukan apa saja untuk menyesuaikan hidupnya dalam ajaran-ajaran sang nabi.


      Q: Apakah ia terus melakukan hal itu bahkan sampai hari ini?

        A: Tidak. Ia memberli seekor onta setelah kembali ke Pakistan. Tiga tahun kemudian ia memiliki masalah batu ginjal. Atas nasihat dokter ia harus berhenti meminum air kencing itu sementara ia terus meminum susu onta. Dokter menasihatinya untuk berhenti meminum susu onta juga karena susu onta mengandung lebih banyak kalsium daripada susu sapi. Saya pikir ia berhenti meminum segala susu atau produk-produk dari susu. Tetapi ia pernah berkata bahwa begitu JI berkuasa di Pakistan, ia akan mempopulerkan kebiasaan meminum susu onta dan air kencing onta di Pakistan. Tetapi saya ragu ia dapat melakukan hal itu. Saya berpendapat, hanya susu onta yang dapat dipopulerkan.


      Q: Itu baru berita bagi saya. Kalau begitu bagaimanakah kunjunganmu ke Arab?

        A: Pertama-tama saya harus mengatakan bahwa Saudi Arabia, sebagai nama Negara, adalah kesalahan. Seharusnya hanya Arab. Hanya saja keluarga Saudi memerintah beberapa bagian Arab. Anda tidak menempatkan namamu di depan sebuah tanah suci seolah-olah anda memiliki tanah itu. Jika Nawaz memerintah Pakistan, akankah Pakistan disebut Sheriff Pakistan dan besok Bhutto memerintah dan akankah Pakistan disebut Bhutto Pakistan?

        Namun demikian, satu hal yang kami perhatikan adalah bahwa kaum Arab memiliki budak-budak. WALAUPUN ALLAH MENGATAKAN BAHWA PARA BUDAK HARUS DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK, NAMUN IA TIDAK MENYARANKAN PENGHAPUSAN PERBUDAKAN. JIKA PERBUDAKAN ADALAH BURUK MENURUT PANDANGAN DUNIA MASA KINI, ALLAH TENTU AKAN MENGATAKAN BAHWA PERBUDAKAN ADALAH SALAH. Nabi Mohammad (SAW) juga mengatakan bahwa para budak harus diperlakukan dengan baik dan para budak harus sering diberi kebebasan. Tetapi jika tidak ada perbudakan bagaimana mungkin seseorang dapat membebaskan para budak? OLEH SEBAB ITU MENGHIDUPKAN KEMBALI PERBUDAKAN DI PAKSITAN ADALAH SALASAH SATU RENCANA MASA DEPAN JEMAAT.

        SEMUA KAUM HINDU INDIA DAN SRILANKA YANG DITANGKAP AKAN DIJADIKAN BUDAK YANG BEKERJA UNTUK KAUM MUSLIM PAKISTAN. Setiap Muslim Pakistan yang kokoh dalam Tuhan akan mendapatkan budak-budak begitu kami menaklukkan India. Semua Budak yang merangkul Islam akan dibebaskan. PERBUDAKAN ADALAH SIFAT ISLAMI. Jamaat hanyalah partai politik, yang tidak menyuarakan pertentangan atas perbudakan Keledai (yang kalah) di Pakistan.

        Kami berkeliling di seluruh Arab. Kami heran mengetahui bahwa ada beberapa kaum Hindu di Yaman. Kaum Hindu Yaman ini bukanlah orang India. Saya berpendapat, orang-orang Hindu ini adalah para pedagang dari India di masa lalu. Saya juga heran mengetahui bahwa mereka memiliki sebuah kuil Siwa di Yaman. Qazi tidak senang akan hal ini. Ketika ia berbicara dengan para pemimpin Yaman, ia mengungkapkan persoalan ini. Tetapi para pemimpin Yaman menolak saran Qazi untuk mengalihkan secara paksa orang-orang ini menjadi Islam. Saya tidak tahu mengapa mereka menolak. Saya pikir mungkin karena populasi Hindu India yang cukup besar yang bekerja di Yaman dan Arab. Ia tidak menyukai kepemimpinan sekarang di Arab karena alasan ini. Ia berpendapat, Arab seharusnya tidak memperbolehkan non-Muslim memasuki tanah suci Arab. Arab seharusnya 100% murni.

        Banyaknya kaum Hindu di Arab merusak Arab. Walaupun mereka hidup sebagai kontraktor, mereka berpotensi merusak pikiran orang-orang Arab. Salah satunya adalah kehadiran orang Arab dalam kuil Hindu Qatar. Pertama-tama raja memperbolehkan kaum Hindu membangun sebuah kuil dan gereja di tanah suci di sana dengan mengotori Tanah Suci. Ke dua adalah bahwa anggota keluarga kerajaan mengunjungi kuil itu untuk meresmikan kuil tersebut. Qazi ketakutan ketika ia mengetahui bahwa salah satu anggota penting keluarga kerajaan Qatar adalah seorang pengikut dewa yang disebut Aavanppan. Berita ini membuat Qazi memutuskan untuk seribu kali memerangi kekuatan jahat.


      Q: Hal demikian terjadi di Pakistan masa kini. Maksud saya seorang teman saya mengunjungi Kuil Hindu. Teman lainnya mengunjungi pertemuan-pertemuan gereja.

        A: Ya. Salah satu kerabat Qazi ingin menjadi seorang Hindu. Ia tidak memiliki anak selama bertahun-tahun dan tampaknya ia telah berdoa pada Dewa Hindu dan memiliki anak. Oleh sebab itu ia bersyukur pada dewa itu dan ingin menjadi seorang Hindu. Qazi mengetahui hal ini dan memanggilnya dan mengancamnya dengan akibat yang mengerikan. Kerabat itu tidak menjadi seorang Hindu. Tetapi insiden itu membuat Qazi membaca lagi tentang kemurtadan. QURAN dan HADIS JELAS MENGATAKAN BAHWA HUKUMAN BAGI MENINGGALKAN ISLAM ADALAH KEMATIAN. Karena Sharia bukanlah hukum di Pakistan, dan undang-undang Pakistan yang sekarang memberi hak untuk mengubah agama, adalah benar secara hukum untuk menyatakan diri sebagai Hindu atau kristen. Tetapi begitu JI mengambil alih pemerintahan, JI akan menjadikan Sharia sebagai undang-undang. Maka Pakistan juga sah secara hukum untuk mengeksekusi setiap orang yang meninggalkan Islam dan bergabung dengan Ahamddiah, kristen atau Hindu dengan cara yang sama seperti Iran dan Taliban memperlakukan orang-orang murtad-nya. IA JUGA BERPENDAPAT BAHWA KEHADIRAN KUIL-KUIL HINDU DIPAKISTAN ADALAH SUMBER MASALAH dan OLEH SEBAB ITU KAMI INGIN MENGHANCURKAN SEMUA KUIL HINDU dan GEREJA DI PAKISTAN.


      Q: Hal ini membawa kita ke wilayah lain. Saat ini internet telah menyebar luas. Bahkan Saudi Arabia terhubung dengan dunia luar. Menghancurkan kuil-kuil mungkin baik tetapi bagaimana kita dapat sepenuhnya melindungi Pakistan dan orang-orang Muslim dari pengetahuan yang merusak?

        A: JI mengambil posisi prinsipil atas persoalan ilmu pengetahuan dan agama. Agama adalah jauh lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan. Apa pun yang perlu diketahui ada dalam Quran dan Hadis. Mengetahui lebih banyak akan menciptakan masalah seperti bom atom dan televisi. Quran dan Hadis jelas mencela gambar. Namun godaan Setan dalam bentuk fotografi dan televisi memakan kehidupan kita. Sebelumnya musik hanya terdapat dalam bentuk nyanyian vokal. Sekarang ilmu pengetahuan dan teknologi membuat musik menyebar dengan harga yang murah. Ini adalah godaan Setan. Kita harus waspada terhadap hal-hal haram ini. Oleh sebab itu lebih banyak ilmu pengetahuan dan teknologi adalah buruk bagi peradaban. Saya telah menyelesaikan kuliah teknik sipil. Oleh sebab itu saya menguasai pengetahuan ilmiah. Saya dapat memberitahu anda betapa merusaknya hal itu. Hal itu bahkan membuat anda mempertanyakan keagungan Quran.

        ADA BANYAK HADIS, YANG MENYATAKAN BAHWA BUMI DATAR. Tetapi semua ilmu pengetahuan akan mengatakan bahwa bumi adalah bulat. Tetapi anda tidak dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang sama seperti teori relativitas untuk membuktikan bahwa bumi adalah datar. Kasus serupa berlaku pada evolusi. Tetapi intinya adalah bahwa keragu-raguan ditanamkan dalam pikiran orang-orang atas kebenaran Quran sebagai kata-kata Tuhan.

        Semakin banyak kita bekerja keras dalam membuktikan kebenaran ilmiah Quran, maka semakin banyak orang yang akan memahami kebenaran Quran. Ini adalah hal yang tidak disukai. Itulah sebabnya maka ketika kita membicarakan tentang pendidikan, yang kita maksudkan adalah pendidikan agama dan bukan pendidikan ilmiah. Benar bahwa ilmu pengetahuan berkembang setelah revolusi Nabi di Arab. Itu adalah dimulainya ilmu pengetahuan. Sekarang setiap ilmu pengetahuan diisi dengan hal anti-tuhan. Jika anda ingin menjadi dokter, anda harus membaca tentang evolusi. Jika anda harus membaca tentang teknik apa pun maka anda harus mempercayai teori alam semesta yang berusia jutaan tahun yang secara efektif mengatakan bahwa manusia muncul di dunia dalam satu atau dua juta tahun yang lalu.


      Q: Tetapi kita masih memerlukan senjata dan pengetahuan dunia barat, yang mempercayai ilmu pengetahuan. Dan sekali lagi anda merujuk televisi sebagai kejahatan. Jika kita menghapuskan fotografi bagaimana kita dapat memiliki pasport sebagai kartu identitas?

        A: Benar. Itu adalah strategi. Dengan bantuan Allah, kita akan memberikan minyak kepada mereka untuk menjalankan mobil dan kita memperoleh senjata dengan itu. Kita akan menggunakan senjata mereka untuk menghancurkan mereka pada waktunya. Sehubungan dengan foto, hal itu akan dilarang seperti yang dilakukan di Afghanistan. Jika tidak ada keperluan bagi orang-orang untuk keluar dari Pakistan, untuk apa ada pasport? Bagi mereka yang harus melakukan perjalanan ke Negara-negara lain seperti para pemimpin revolusi, maka mereka akan diberikan pasport dengan foto. Untuk itu, kami akan memperbolehkan izin fotografi terbatas hanya kepada pemerintah. Dan kerusakan terbesar dalam Pakistan masa kini adalah TV Satelit India dan film-film India dan lagu-lagu India. Kami akan menghapuskan ini juga.


      Q: Saat ini kita menghadapi banyak pertentangan dari kaum Mohajir sehubungan dengan persyaratan. Kebijakan persyaratan apakah yang diberlakukan JI di Pakistan?

        A: Kami melihat persoalan itu sebagai persoalan bahasa. Kaum Muslim berbahasa Urdu dan Muslim berbahasa Sindhi sedang berperang sekarang. Kami berencana untuk menghapuskan semua bahasa-bahasa daerah seperti Pashto, Sindhi, Baluchi, Urdu, Punjabi dan Brahvi. Kami ingin semua orang Pakistan berbicara dalam Bahasa Arab yang merupakan bahasa surgawi kita. Hal ini akan membuat semua orang setara di hadapan semua orang lainnya dan dengan demikian tidak diperlukan persyaratan bahasa atau kedaerahan. Kami juga berharap bahwa hal ini akan membuat Quran dan Hadith menjadi lebih mudah dimengerti dan akan membuat orang-orang mengikuti Quran dan Hadith hingga ke huruf-hurufnya.


      Q: Akan ada kerusuhan bahasa. Seperti kerusuhan bahasa yang terjadi di Bangladesh.

        A: Bangladesh bukan kerusuhan bahasa. Gagasan bahwa mereka adalah Muslim akan mengubah Bahasa Bangladesh menjadi Bahasa Arab. Kami telah menyediakan anggaran besar untuk memberikan kursus-kursus Bahasa Arab di seluruh India, Bangladesh dan Pakistan. Dari Maroko hingga Irak berbahasa Arab, saya tidak melihat ada alasan mengapa dari Maroko hingga Burma kita tidak dapat membawa Bahasa Arab kepada orang-orangnya. Bahkan Bangladesh akan mulai berbicara dalam Bahasa Arab. Pada saat itu tidak akan ada Bangladesh yang mana nama Negara itu sendiri adalah nama bahasa. Ya. Saat ini tujuan kami hanyalah menyatukan tanpa menyentuh persoalan bahasa Bengali. JI Bangladesh sedang mengupayakan tujuan ini.


      Q: Para jurnalis sekuler Pakistan menentang JI. Misalnya Dawn and News sangat kritis terhadap JI. Bagaimanakah anda melihat peran mereka di masa depan?

        A: Ardheshir cowasjee dapat bekerja hanya karena undang-undang Pakistan sekarang. Ketika Sharia menjadi undang-undang, ia bahkan tidak dapat mendekati pengadilan, karena ia adalah seorang kafir. Kami melihat para jurnalis sekuler adalah musuh utama kami dalam usaha kami memperoleh kekuasaan. Para jurnalis sekuler ini menggali pernyataan-pernyataan kami yang kami nyatakan selama hari-hari sebelum kemerdekaan dan berusaha untuk menyerang kami. Tentu saja kami menentang pembentukan Pakistan pada masa jajahan Inggris. Tetapi itu adalah Jamaat yang berbeda. Sejarah kami dimulai sejak kemerdekaan. Para Jurnalis bukanlah Muslim walaupun beberapa di antara mereka menggunakan nama Muslim. Biarlah mereka mendatangi kami dan bertanya tentang Quran dan Hadith. Kami akan membuktikan bahwa segala yang kami nyatakan adalah bersumber dari Quran dan Hadith. Biarlah mereka membuktikan bahwa apa yang kami nyatakan adalah salah dari sudut pandang Quran. Maka kami akan menerima mereka. Tetapi mereka tidak mampu melakukannya. Mereka tidak dapat menandingi kami dalam setiap debat sehubungan dengan Quran dan Hadith. Kami dapat secara komprehensif membuktikan bahwa mereka sebenarnya bukanlah Muslim. Mereka seperti kaum Quadian yang mengatakan bahwa Muslim tidak perlu melakukan Jihad sebagai suatu kewajiban. Itu sama sekali omong kosong.


      Q: Bagaimana rencanamu di Quetta?

        A: Saya memiliki keluarga di Panj-gur. Saya bekerja di Quetta. Oleh sebab itu saya selalu bepergian. Walaupun saya adalah seorang sahabat Qazi, dan walaupun ia meninta saya untuk melakukan tugas-tugas organisasi, saya menolaknya karena saya tidak mahir dalam pekerjaan organisasi. Ada orang-orang baik yang terampil dalam pekerjaan organisasi di Quetta. Saya puas dengan kedekatan saya dengan Qazi dan dengan menjadi seorang Ideolog JI. Kadang-kadang saya berbicara dalam pertemuan Jamaat. Selebihnya saya menghabiskan waktu saya dengan membaca dan mengirim catatan kepada Qazi.


      Q: Terima kasih atas waktu anda

        A: Semoga Berkat Allah bersama anda.

      ---------------

      Sumber:

        TheNepalDigest, Islam-Watch

        Foto di bagian atas di ambil pada berita 23 November 2009

        Foto bagian bawah berasal dari 18 Agustus 2012: Kerusuhan Assam/Lucknow, Uttar Paradesh, yg menghanguskan 500 desa dan 26 mati Serta secara lucunya, para bangladesh ini, merusak patung tanpa tau beda antara patung: BUDDHA VS MAHAVIRA [Pendiri Jainism, atau lihat berita sekaligus foto DI SINI]

        foto gabungannya berasal dari SINI

      -----

    Setelah membaca wawancara di atas dan membandingkan dengan Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, tentunya kita sekarang semakin memahami betapa indahnya ajaran ini, bukan?

84 comments:

  1. Bapak Wirajhana
    Saya tidak berniat mengomentari artikel anda diatas, biarlah artikel tersebut dinikmati oleh orang2 yg hatinya dibutakan oleh kebencian meluap-luap seperti anda.

    Bolehkah saya bertanya tentang hal mendasar ini :
    1) Apa yg mendasari kebencian anda umumnya pada agama2 rumpun Ibrahim ?
    2) Apakah anda merasa diri anda dalam segala hal lebih mulia daripada nabi2 dari rumpun agama Ibrahim sehingga anda begitu mudah menjelek2kan mereka ?
    3) apa yg menyebabkan anda secara khusus begitu membenci Islam ?
    4) Apakah anda merasa diri anda dalam segala hal lebih mulia daripada Nabi Muhammad SAW sehingga anda begitu gencar berusaha menjelek-jelekan beliau ?

    ada lagi yg perlu saya tanyakan :
    mohon maaf, dalam blog anda ini saya melihat refleksi fatal error dari keadaan batin dan moral bapak.
    Di banyak artikel bapak menulis panjang lebar tentang keagungan moralitas dalam ajaran dan cerita2 yg bersumber dari agama Buddha
    Sementara di artikel2 lain bapak banyak menulis panjang lebar tentang segala yg bapak anggap keburukan dari agama2 selain Buddha, meskipun dalam hal itu anda tidak segan2 untuk memfitnah, menafsirkan sepihak, menyembunyikan informasi, melakukan penyesatan, dan segala aktivitas negatif demi menunjang opini pribadi anda.

    Pertanyaan saya :
    1) Apakah benar anda seorang Buddhist ?
    2) Apakah anda seorang penghayat ajaran Buddhist ?
    3) Bermanfaatkah ajaran2 Buddha bagi perbaikan kondisi batin dan moral anda saat ini ?
    4) Apakah anda mendedikasikan blog anda ini untuk mengagungkan syiar / dakwah agama Buddha di Indonesia ?


    Terima kasih atas perhatiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam..

      Andi:
      1) Apa yg mendasari kebencian anda umumnya pada agama2 rumpun Ibrahim?

      Gw:
      kebencian?
      Motif gw menuliskan dan menyelesaikan artikel ini adalah di dorong rasa BELAS KASIHAN dan bertekad TIDAK MENULISKAN KEBOHONGAN pada yg BACA, makanya gw selesaikan ini dengan melampirkan FAKTA-FAKTA RUJUKAN tulisan agar para pembaca sendiri bisa telusuri lebih lanjut kebenarannya.


      Andi:
      2) Apakah anda merasa diri anda dalam segala hal lebih mulia daripada nabi2 dari rumpun agama Ibrahim sehingga anda begitu mudah menjelek2kan mereka ?
      +
      4) Apakah anda merasa diri anda dalam segala hal lebih mulia daripada Nabi Muhammad SAW sehingga anda begitu gencar berusaha menjelek-jelekan beliau ?

      GW:
      Apakah ketika andi baca itu + andi cross check rujukannya apakah tampak JELEK? Opini andi..Ya harus sy hormatilah. Poinnya adalah fakta dan rujukan bisa di cross check sudah saya lampirkan, jadi masing2 orang bisa menarik kesimpulan sesuai penalarannya masing2.
      mulia/tidaknya bagaimana mendefinisikannya?

      ttg mulia..apakah DEFINISI MULIA itu karena MELAKUKAN dan/atau MENGANJURKAN:

      1. pembunuhan = mulia?
      2. perompakan = mulia?
      3. mengiming-imingi surga agar seseorang mau melakukan pembunuhan, penyerangan, berdusta dgn iming2 masuk surga = mulia?
      4. menyerang area lain karena beda ajaran dan/atau menolak masuk ajarannya + membunuhi + mengambil hartanya + memperbudaknya setelah di taklukan = mulia?

      note:
      sahih Bukhari memberikan informasi mengenai apa yang hendak disampaikan nabi SAW, sebagaimana diriwayatkan Ibn Abbas:

      ‘Kamis! Betapa mengenangkannya kamis itu! Penyakit nabi semakin memburuk dan ia berkata, “ambilkan aku sesuatu untuk kutuliskan agar kaliant tidak tersesat”
      Orang-orang yang hadir disana berbeda pendapat mengenai ini, tidak pantas berbeda pendapat di depan nabi.
      Beberapa berkata, ‘Ada apa dengannya? Apakah sakitnya serius? Tanyailah ia”.
      Jadi mereka bertanya pada Nabi untuk bertanya lagi.
      Nabi berkata, ‘Tinggalkan aku, keadaan ku lebih baik dari apa yang kalian bicarakan”
      Kemudian ia perintahkan mereka untuk melakukan tiga hal. Ia berkata ‘

      a. Usir orang2 Pagan keluar dari jazirah arab; [Sahih Muslim 13:4014, Said bin Jubair menggunakan kata Politeis; Sahih Muslim 19:4366, diriwayatkan 'Umar b. al-Khattib bahwa Ia mendengar Nabi berkata, ‘Aku usir Yahudi dan Nasrani dari Jaizirah arab dan hanya ada Muslim; Abu dawud vol 2 no 2999: Mengusir Yahudi dari Medina; Abu dawud vol 2 no 3023, 3024, 3026: Mengusir Politeis]

      b. Hormati dan beri bingkisan pada delegasi asing seperti engkau lihat bagaimana aku berhadapan dengan mereka” [Sahih Muslim 13:4014, Said bin Jubair menggunakan kata hormatilah para delegasi asing]

      c. Said bin Jubair, yang ikut meriwayatkan berkata bahwa Ibn Abbas tetap diam mengenai perintah ketiga, atau ia katakan, ‘saya lupa)

      Ya'qub bin Muhammad berkata, "Aku Tanya pada Al-Mughira bin 'Abdur-Rahman mengenai Jazirah arab dan ia berkata, 'Itu terdiri dari Mekkah, media, Al-Yama-ma dan Yemen." Ya'qub menambahkan , "dan Al-Arj, the beginning of Tihama." [Sahih Bukhari 4:52:288, Ucapan sejenis tercatat juga di Sahih Bukhari 4:53:393, Sahih Bukhari 5:59:716]
      ---

      Jika itu maksud dari "mulia" terutama di point 1, 2, 3, 4, dan huruf a., maka saya JELAS KALAH MULIA TOTAL dariNabi SAW :).


      Andi:
      3) apa yg menyebabkan anda secara khusus begitu membenci Islam ?
      +
      4) Apakah anda mendedikasikan blog anda ini untuk mengagungkan syiar / dakwah agama Buddha di Indonesia ?

      GW:
      Blog sy ada justru sebelum sy menjalankan Buddhism dan sebelumnya malah sudah banyak tulisan2 ttg ajaran lain..check aja blog sy apakah ay khusus hanya bicara Islam, tok? Atau bicara Buddhis tok? apa yg saya tulis ttg Buddhism anda juga bisa check sendiri dan riset sendiri, koq.


      Andi:
      1) Apakah benar anda seorang Buddhist ?
      +
      2) Apakah anda seorang penghayat ajaran Buddhist ?

      GW:
      KTP sy hindu dan saya sedang mencoba menjalankan Buddhism.


      Andi:
      3) Bermanfaatkah ajaran2 Buddha bagi perbaikan kondisi batin dan moral anda saat ini ?

      Gw:
      Yup.

      makasi kembali andi.

      Delete
  2. sial buang buang waktu w baca artikel ini,,ternyata artikelnya benar2 menyesatkan.....

    ReplyDelete
  3. Bapak Wirajhana

    ANDA TELAH MENULIS :
    kebencian?
    Motif gw menuliskan dan menyelesaikan artikel ini adalah di dorong rasa BELAS KASIHAN dan bertekad TIDAK MENULISKAN KEBOHONGAN pada yg BACA, makanya gw selesaikan ini dengan melampirkan FAKTA-FAKTA RUJUKAN tulisan agar para pembaca sendiri bisa telusuri lebih lanjut kebenarannya.

    Tanggapan saya :
    Anda hanya menulis dengan mengambil sepenggal2 ayat / fakta dari bebagai sumber asli yg kemudian anda tafsirkan menurut NAFSU ANDA SENDIRI.
    Mungkin anda bisa mengatakan “bertekad TIDAK MENULISKAN KEBOHONGAN pada yg BACA”, tetapi sebenarnya yg terjadi adalah “anda telah MENCIPTAKAN KEBOHONGAN pada yg BACA”.
    Cara seperti itu yg anda klaim sebagai dorongan rasa BELAS KASIHAN ?
    Belas kasihan pada siapa ? pada orang lain atau pada diri anda sendiri ?



    ANDA :
    Apakah ketika andi baca itu + andi cross check rujukannya apakah tampak JELEK? Opini andi..Ya harus sy hormatilah. Poinnya adalah fakta dan rujukan bisa di cross check sudah saya lampirkan, jadi masing2 orang bisa menarik kesimpulan sesuai penalarannya masing2.
    mulia/tidaknya bagaimana mendefinisikannya?

    Tanggapan saya :
    Kalau anda mengakui dengan fakta dan rujukan yg sama sekalipun setiap orang bisa saja mempunyai opini yg berbeda, dan anda mengaku menghormati opini saya atau juga mungkin opini orang lain, tetapi mengapa dalam setiap artikel yg anda buat, ketika orang lain tidak sependapat dengan opini anda, dan mereka mencoba membuat klarifikasi terhadap artikel anda, tampak jelas sekali, anda malah menyerang dengan sengit dan menjelek2kan pendapat orang2 tsb, seakan2 opini anda sendirilah yg paling benar ?
    Apakah memang anda menganggap opini yg anda buat adalah yg paling benar dibandingkan opini orang lain ?
    Apakah anda bisa menjamin opini anda benar ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggapan Andi:
      Anda hanya menulis dengan mengambil sepenggal2 ayat / fakta dari bebagai sumber asli yg kemudian anda tafsirkan menurut NAFSU ANDA SENDIRI.
      Mungkin anda bisa mengatakan “bertekad TIDAK MENULISKAN KEBOHONGAN pada yg BACA”, tetapi sebenarnya yg terjadi adalah “anda telah MENCIPTAKAN KEBOHONGAN pada yg BACA”.
      Cara seperti itu yg anda klaim sebagai dorongan rasa BELAS KASIHAN ?
      Belas kasihan pada siapa ? pada orang lain atau pada diri anda sendiri ?

      GW:
      wah tuduhan baru nih..mending sampaikan contoh PENGGALAN tafsir spt apa maksudnya supaya ucapan anda bukan merupakan kebohongan..dan kita buktikan disini..apakah saya yg menafsirkan nyeleneh atau anda yang tidak mampu menerima kenyataan ini.


      Andi:
      Kalau anda mengakui dengan fakta dan rujukan yg sama sekalipun setiap orang bisa saja mempunyai opini yg berbeda, dan anda mengaku menghormati opini saya atau juga mungkin opini orang lain, tetapi mengapa dalam setiap artikel yg anda buat, ketika orang lain tidak sependapat dengan opini anda, dan mereka mencoba membuat klarifikasi terhadap artikel anda, tampak jelas sekali, anda malah menyerang dengan sengit dan menjelek2kan pendapat orang2 tsb, seakan2 opini anda sendirilah yg paling benar ?
      Apakah memang anda menganggap opini yg anda buat adalah yg paling benar dibandingkan opini orang lain ?
      Apakah anda bisa menjamin opini anda benar ?

      GW:
      Fakta anda beropini..masa saya LARANG? aneh amat anda ini..sementara diantara opini tentunya ada yg berdasar ada yg asal, bukan? Nah, kalo pada kenyatakaanya opini saya berdasar dan tidak asal spt yg anda lakukan diatas ini, masa secara membuta opini asal anda diterima...hehehehe..ada2 aja.

      Delete
  4. ANDA :
    ttg mulia..apakah DEFINISI MULIA itu karena MELAKUKAN dan/atau MENGANJURKAN:

    1. pembunuhan = mulia?
    2. perompakan = mulia?
    3. mengiming-imingi surga agar seseorang mau melakukan pembunuhan, penyerangan, berdusta dgn iming2 masuk surga = mulia?
    4. menyerang area lain karena beda ajaran dan/atau menolak masuk ajarannya + membunuhi + mengambil hartanya + memperbudaknya setelah di taklukan = mulia?


    Tanggapan saya :
    Mulia atau tidaknya tergantung perspektif dan posisi anda menempatkan diri.
    Bagi seorang pecinta minuman keras, segala peraturan yg berkaitan dengan pelarangan minuman keras akan dianggap perbuatan ngawur. Bagi pezina, aturan penutupan lokalisasi merupakan pemerkosaan terhadap hak asasi. Bagi pengedar narkoba, hukuman mati bagi mereka yg tertangkap itu tidak manusiawi. Bagi pengingkar Tuhan, segala perintah Tuhan dipandang sebagai omong kosong belaka.


    Mencegah kerusakan yg lebih luas itu lebih diutamakan daripada berbuat kebaikan untuk diri sendiri.
    Kalau anda tidak bisa memahami kaedah ini, selamanya anda akan tenggelam dalam mimpi kehidupan yg harmonis tanpa ada noda sedikitpun.
    Ingatlah, anda masih hidup di alam dunia, tempat dimana kebaikan dan kejelekan saling berusaha mengungguli, anda sama sekali belum hidup di alam surgawi / nibbana dimana keburukan tidak mendapat tempat sama sekali didalamnya.



    ANDA :

    a. Usir orang2 Pagan keluar dari jazirah arab; [Sahih Muslim 13:4014, Said bin Jubair menggunakan kata Politeis; Sahih Muslim 19:4366, diriwayatkan 'Umar b. al-Khattib bahwa Ia mendengar Nabi berkata, ‘Aku usir Yahudi dan Nasrani dari Jaizirah arab dan hanya ada Muslim; Abu dawud vol 2 no 2999: Mengusir Yahudi dari Medina; Abu dawud vol 2 no 3023, 3024, 3026: Mengusir Politeis]

    b. Hormati dan beri bingkisan pada delegasi asing seperti engkau lihat bagaimana aku berhadapan dengan mereka” [Sahih Muslim 13:4014, Said bin Jubair menggunakan kata hormatilah para delegasi asing]


    Tanggapan saya :
    Kalau anda menolak ide Ketuhanan, tidaklah sepatutnya anda mengulas tentang berbagai hal dalam keyakinan orang lain yg berketuhanan, berdasarkan ajaran kitab2 suci mereka, karena hasilnya akan bias kemana2. Bukan kebenaran yg anda sampaikan tetapi malah menjadi pembohongan menurut orang lain.

    Kalau anda mempermasalahkan sejarah generasi awal Islam, untuk menjaga obyektivitas anda, sebaiknya anda mengulasnya dari perspektif politik, bukan dari perspektif keimanan. Dengan begitu anda bisa menciptakan area diskusi yg fair. Kecuali kalau anda memang berniat membuat fitnah terhadap keyakinan orang lain tentunya.


    Disamping itu, hadist yg anda rujukkan diatas mempunyai arti yg berbeda 180 derajat dengan anggapan anda pada ajaran Islam.
    Point a, berisi perintah pengusiran orang2 pagan dari seluruh jazirah Arab
    Point b, berisi perintah memuliakan delegasi asing.
    Bagaimana pendapat anda jika para delegasi asing itu dari bangsa2 pagan, yahudi atau nasrani ? apakah mereka juga harus diusir dari jazirah arab ?
    Apakah anda pernah membaca Nabi hanya mau menerima delegasi asing dari bangsa2 yg beragama Islam saja ?
    Itu bukti bahwa dalil hadist diatas harus dibahas dengan perspektif politik dan melihat latar belakang sosial disekitar peristiwa tsb, tidak bisa digeneralisir sebagai ajaran kebencian dalam Islam, seperti kata anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggapan andi:
      Mulia atau tidaknya tergantung perspektif dan posisi anda menempatkan diri.
      Bagi seorang pecinta minuman keras...Bagi pengingkar Tuhan, segala perintah Tuhan dipandang sebagai omong kosong belaka.

      GW:
      Trus, definisi mulianya mana? koq gak dijelaskan? Bukankah udah saya nyatakan, JIKA MULIA adalah spt DI SINI maka saya KALAH MULIA TOTAL dari nabi anda.

      Anda:
      Mencegah kerusakan yg lebih luas itu lebih diutamakan daripada berbuat kebaikan untuk diri sendiri.
      Kalau anda tidak bisa memahami kaedah ini, selamanya anda akan tenggelam dalam mimpi kehidupan yg harmonis tanpa ada noda sedikitpun.[..]

      GW:
      Justru "Mencegah kerusakan yg lebih luas itu lebih diutamakan daripada berbuat kebaikan untuk diri sendiri." yg sedang saya lakukan dengan TANPA melakukan dan menganjurkan utk PEMBUNUHAN, MEROMPAK, MEMPERBUDAK, MENGUSIR ORANG-ORAN yg tidak SEAGAMA dan menolak kafir

      Andi:
      Kalau anda menolak ide Ketuhanan, tidaklah sepatutnya anda mengulas tentang berbagai hal dalam keyakinan orang lain yg berketuhanan, berdasarkan ajaran kitab2 suci mereka, karena hasilnya akan bias kemana2. Bukan kebenaran yg anda sampaikan tetapi malah menjadi pembohongan menurut orang lain.

      GW:
      Dulu saya bertuhan, keluarga, teman2 saya yg lain jg bertuhan..jadi SAH-SAH saja saya beropini selama berdasar..jika tanpa dasar maka itu PEMBODOHAN dan BERBOHONG spt yg kalangan kalian lakukan KLAIM nabi disebutkan kitab x, membuat photo2 DUSTA, dll

      Andi:
      Kalau anda mempermasalahkan sejarah generasi awal Islam, untuk menjaga obyektivitas anda, sebaiknya anda mengulasnya dari perspektif politik, bukan dari perspektif keimanan. Dengan begitu anda bisa menciptakan area diskusi yg fair. Kecuali kalau anda memang berniat membuat fitnah terhadap keyakinan orang lain tentunya.

      GW:
      Tulisan sy berdasarkan sirat nabi, hadis, quran anda ada sebagai acuan. Anda bisa cross check sendiri..dan ini bukan fitna.

      bersambung..

      Delete
    2. lanjutan..

      Andi:
      Disamping itu, hadist yg anda rujukkan diatas mempunyai arti yg berbeda 180 derajat dengan anggapan anda pada ajaran Islam.

      gw:
      Ah masa sih? mari kita lihat..


      Andi:
      Point a, berisi perintah pengusiran orang2 pagan dari seluruh jazirah Arab

      GW:
      Sudah sy BOLD utk mempertegas konteks benar/tidak yg anda maksudkan mulia itu dengan upaya2 MELAKUKAN dan/atau MENGANJURKAN:

      1. pembunuhan = mulia?
      2. perompakan = mulia?
      3. mengiming-imingi surga agar seseorang mau melakukan pembunuhan, penyerangan, berdusta dgn iming2 masuk surga = mulia?
      4. menyerang area lain karena beda ajaran dan/atau menolak masuk ajarannya + membunuhi + mengambil hartanya + memperbudaknya setelah di taklukan = mulia?

      So, apakah tindakan itu merupakan PERBUATAN mulia?


      Andi:
      Point b, berisi perintah memuliakan delegasi asing.

      Gw:
      yup. Sengaja HADIS saya tampilkan lengkap agar anda yg tidak tau isinya secara lengkap menjadi tau. Padahal bisa saja saya cuma kutip bagian yan relevan dalam penegasan maksud pengertian mulia yg anda maksudkan itu spt apa?


      Andi:
      Bagaimana pendapat anda jika para delegasi asing itu dari bangsa2 pagan, yahudi atau nasrani ? apakah mereka juga harus diusir dari jazirah arab ?

      GW:
      Ini adalah bukti, jika tidak difokuskan pada hal relevan yg dimaksudkan malah jadi melebar.

      So, Pendapat saya?

      Sebagai muslim, pertanyaan anda ini sungguh kacau dan parah sekali.

      Yang di usir jelas disebutkan di point a. yaitu mereka yg bukan delegasi tinggal di JAJIRAH ARAB dan bukan MUSLIM. untuk itu ada point B, sebagai pengecualian. sehingga jia ia delegasi, nabi berpesan agar bersikap baik.

      Pertanyaan anda di atas ya emang konyol.

      [sekarang seharusnya sudah semakin jelas bagi anda mengapa di beberapa bagian hanya yang RELEVAN dengan pembahasan yg saya kutip adalah untuk menghindari pertanyaan2 konyol spt anda, yaitu "delegasi di usir ato gak". dan terus terang ini juga menunjukan cara anda membaca hadis anda..parah sekali.]


      Andi:
      Apakah anda pernah membaca Nabi hanya mau menerima delegasi asing dari bangsa2 yg beragama Islam saja ?

      Gw:
      Sudah tidak memahami hadis, malah makin melebar lagi. Masa iya anda tidak pernah baca orang2 kresten suku najran bertemu nabi anda. konyol juga anda ini.


      Andi:
      Itu bukti bahwa dalil hadist diatas harus dibahas dengan perspektif politik dan melihat latar belakang sosial disekitar peristiwa tsb, tidak bisa digeneralisir sebagai ajaran kebencian dalam Islam, seperti kata anda.

      GW:
      bukti? waduh yg anda tulis ini, malah cuma membuktikan pikiran anda kacau balau sekali dalam membaca hadis anda sendiri.

      Delete
    3. halo,,,budha kontol,,,ini cerita baru kemarin temanku datang dari thailand membawa patung budha telanjang hik,,,hik,,,hik tititnya kecil bijinya gede banget....wkwkwkwkwk ehhhh wirajhana entah siapapun namamu aku dari kehidupan masa lalu aku pernah berzinah dgn sidartha gautama waktu di pohon jengkol sambil onani untuk meleps samsara kata dia untuk melepaskan penat di hati,,tapi aku ingat dia kena rajasinga

      Delete
    4. hehehehe..sungguh muslim sekali bahasamu..hehehehe..bener2 pengikut muhammad sejati :) bagus! cocok!

      Delete
    5. Coba saya. Tau siapa anda pasti saya tidak pikir panjang untuk membunuh andah

      Delete
  5. ANDA :
    Jika itu maksud dari "mulia" terutama di point 1, 2, 3, 4, dan huruf a., maka saya JELAS KALAH MULIA TOTAL dariNabi SAW :).


    Tanggapan saya :
    Jelas disini definisi MULIA dalam pemahaman anda terlalu sempit, sehingga wajar anda selalu bersikap seperti tergambar dalam blog anda ini.
    Saya yakin anda banyak membaca Al quran maupun berbagai kitab hadist, dan disana anda dapat menemukan keterangan tentang pribadi Nabi Muhammad SAW adalah Al Quran berjalan, disamping ada ratusan hadist yg menggambarkan keseharian perilaku beliau dalam segala bidang.
    Kecuali kalau bagian2 tersebut anda lewati dan anda anggap tidak ada, karena anda memang tidak memerlukan itu untuk memupuk kebencian anda.

    Apakah anda masih merasa lebih mulia dari beliau sehingga dengan enteng menjelek2kan pribadi beliau dalam artikel2 yg anda buat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andi:
      [[ttg pertanyaan sy:Jika itu maksud dari "mulia" terutama di point 1, 2, 3, 4, dan huruf a., maka saya JELAS KALAH MULIA TOTAL dariNabi SAW :).]]

      Jelas disini definisi MULIA dalam pemahaman anda terlalu sempit, sehingga wajar anda selalu bersikap seperti tergambar dalam blog anda ini.

      GW:
      Wah saya bertanya, bukan dijawab anda malah menuduh..jika anda sampe sekarang tidak kunjung jelaskan maksud anda ttg mulia itu spt apa..maka SESUAI dengan yg terekam dalam hadis2 anda dalam periode di artikel ini, maka yg dinajurkan oleh nabi anda ya emang itu, sih.

      Jadi, tolong jelaskan yg anda maksudkan mulia itu apa? kenapa tidak dijawab?


      Andi
      Saya yakin anda banyak membaca Al quran maupun berbagai kitab hadist, dan disana anda dapat menemukan keterangan tentang pribadi Nabi Muhammad SAW adalah Al Quran berjalan, disamping ada ratusan hadist yg menggambarkan keseharian perilaku beliau dalam segala bidang.

      GW:
      Persoalannya yg perlu anda jawab adalah apakah tindakan MENGANJURKAN PEMBUNUHAN, MEROMPAK MEMEPEBUDAK TINDAKAN MULIA/tidak? jika tidak nyatakan tidak..jika ya nyatakan ya..tidak perlu bertele2 gak jelas.


      Andi
      Kecuali kalau bagian2 tersebut anda lewati dan anda anggap tidak ada, karena anda memang tidak memerlukan itu untuk memupuk kebencian anda.

      GW:
      anda rupanya tidak membaca artikel ini. ARTIKEL INI menunjukan PEMBUKTIAN apakah Yahudi itu adalah a, b, c sesuai dengan FAKTA dan BUKTI? Ternyata bertolak BELAKANG..dan diteruskan dengan PEMBUNUHAN, PENYISAAN, PENGISIRAN, PERAMPASAN...Jadi apa yg saya lewati lagi dalam PEMBUKTIAN KLAIM ini?


      Andi:
      Apakah anda masih merasa lebih mulia dari beliau sehingga dengan enteng menjelek2kan pribadi beliau dalam artikel2 yg anda buat?

      Gw:
      Spt yg saya sampaikan di atas..APA DEFINISI ANDA ttg MULIA?

      Apakah melakukan KLAIM tidak benar +

      1. pembunuhan = mulia?
      2. perompakan = mulia?
      3. mengiming-imingi surga agar seseorang mau melakukan pembunuhan, penyerangan, berdusta dgn iming2 masuk surga = mulia?
      4. menyerang area lain karena beda ajaran dan/atau menolak masuk ajarannya + membunuhi + mengambil hartanya + memperbudaknya setelah di taklukan = mulia?dan menganjurkan PEMBUNUHAN, PEROMPAKAN,

      masa saya NYATAKAN bahwa saya KALAH MULIA TOTAL dari nabi anda.

      Apalagi masalah anda? kan tinggal dijawab?

      Delete
  6. Bapak Wirajhana,
    Anda mengatakan ajaran Buddha saat ini telah bermanfaat dalam menempa kondisi batin dan moral anda seperti saat ini
    Terima kasih anda telah mau mengakuinya.
    Jadi hanya sebegitukah pengaruh ajaran Buddha bagi diri anda ?


    Maaf jika ada kata2 yg kurang berkenan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat saya sih jelas bermanfaat..krn Buddha tidak melakukan dan tidak menganjurkan membunuh/menyakiti mahluk hidup, tidak mengambil apa yg tidak diberikan, menjaga indria dari perbuatan yg tidak patut, tidak menyatakan yg tidak benar, tidak makan/minum yg memabukan.

      ajarannya dan orang yg menyampaikan berlaku sesuai spt yg disampaikan, maka ketika penganutnya tidak melaksanakan ya problemnya di penganut...dan tidak saya temukan anjuran yg konsisten di lakukan dan diajarkan spt itu oleh pembabarnya di ajaran manapun lagi.

      Delete
  7. budha lahir spt anjing wirajhana kontol budha tai budha kontooooooooooooollllllll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini dia pengikut asli ajaran Muhammad baru muncul..bener2 kamu ini Islami banget :)

      Delete
    2. Klo satu orang umat buda ky babi lo mau semua umat buda dibilang babi kagakan jing

      Delete
  8. Bapak Wirajhana :

    Anda bertanya tentang kemulian ?
    Saya telah berkata di komentar terdahulu, tergantung pada perspektif dan diposisi mana anda meletakkan diri sebagai pengamat.
    Di posisi kaum yg berTuhan atau di sisi mereka yg tidak bertuhan.
    Tolong hal itu anda tentukan terlebih dahulu.

    Bahasan artikel anda memfokuskan diri pada kaum yahudi dan muslim,
    Posisi mereka dalam hal ini adalah kaum yg mengakui keberadaan Tuhan,
    Mendefinisikan “kemulian” dalam hal ini harusnya sama dengan perspektif mereka.
    Kalau anda memang mau memahami tentang hal itu, mau tidak mau anda harus menyamakan perspektif terlebih dahulu, mengakui Tuhan dan segala aturanNya sebagai petunjuk yg utama dan pertama.
    Bukankah seharusnya begitu ?

    So, bila kita anggap anda mau (meskipun terpaksa / pura-pura) menyamakan perspektif sebagai orang yg menerima prinsip ketuhanan,
    Anda akan dihadapkan pada prinsip paling utama : perintah Tuhan sebagai dasar / sumber dari segala hukum.

    Konsekuensinya akan anda pertanyaan pada anda :
    1) Kalau Tuhan memerintahkan atau melarang sesuatu, apakah harus dijalankan ?
    2) Bagaimana statusnya kalo point 1 diatas tidak dijalankan / dilanggar ?
    3) Kemulian sejati itu diukur menurut pandanganTuhan atau pandangan manusia ?
    4) Apakah Tuhan tidak boleh memerintahkan seseorang untuk berperang, membunuh, membinasakan orang lain karena sebab2 tertentu ?
    5) Apakah aturan Tuhan bisa digantikan begitu saja oleh aturan buatan manusia ?


    Namun bila anda menolak untuk menyatukan perspektif pandangan , atau menyatakan memilih perspektif dan posisi yg berseberangan dengan perspektif, Yahudi, Kristen maupun muslim, sudah terlihat jelas motif apa dibalik setiap penulisan artikel anda tentang agama2 rumpun Ibrahim. Tidak ada yg lain kecuali kebencian dan pembodohan baik terhadap pembaca yg serupa dengan anda, maupun pembodohan pada diri anda sendiri.


    Terima kasih
    Mohon maaf kalau ada kata2 yg tidak berkenan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andi,
      ttg tuhan..dan Perintahnya..membunuh..
      sebelum kamu gapah menggunakan kata tuhan dan mengklaim itu berasal dari tuhan..mending kamu pikirkan bener gak mahluk antah berantah itu ada ato cuma ciptaan nabimu saja ato itu yg mau dia percayai padahal gak ada?

      Ada hal abstrak yang tidak dapat di scan 5 Indera namun namun dapat diketahui keberadaannya, misalnya perasan tidak nyaman. Tidak bisa di buktikan keberadaannya oleh seluruh ilmuwan canggih mana saja. Ketika di tanya, "apa-nya kamu yang tidak nyaman?" kulit? kuku? kaki? tangan? rambut? telinga? betis? Tidak mampu ditunjukan namun akan tetap di-iya-kan karena keberadaanya NYATA dirasakan!

      Perasaan tidak nyaman tidak bisa di scan oleh mata, telinga, lidah, hidung dan kulit tapi nyata adanya! NYATA ADANYA bukan karena dicekoki oleh buku-buku yang dibaca dan ceramah-ceramah yang didengar, tapi diketahui oleh indera pikiran. Seluruh manusia TAHU itu NYATA ADANYA karena pernah mengalaminya.

      Mahluk halus tidak bisa di scan keberadaannya oleh seluruh indera (6 indera). Memang banyak yang mengklaim mampu melihatnya dan para ilmuwan pun sudah mampu mendeteksi keberadaannya. Mereka tidak mendefinisikan tapi hanya memberitahu bahwa ada sesuatu.

      Cilakanya ketika bicara tentang TUHAN, di samping ilmuwan tidak mampu membuktikan keberadaannya, 6 indera pun tidak mampu men-scan keberadaannya.

      Jadi, sulit untuk memaksakan ini ada, bukan?!

      Terdapat beberapa eksperiment dalam sejarah peradaban manusia yang dilakukan untuk mengetahui asalmuasal penggunaan bahasa untuk menyampaikan sesuatu, yaitu apakah ini terjadi begitu saja, karena tuhan atau karena diajari oleh manusia lainnya?

      Berdasarkan sumber ini (dan juga ini), experiment dilakukan dengan cara mengisolasi beberapa bayi dari kontak pergaulan manusia di jangka waktu tertentu, kemudian dilihat kemampuannya dalam berbahasa dan pengertiannya mengenai beberapa hal, misalnya:

      1. Dalam catatan Sejarah Herodotus. Ia mencatat raja Mesir, Psammetichos (664 SM – 610 SM), mengasingkan 2 bayi dan di 2 tahun kemudian ditunggu apa kata pertama yang keluar dari mulut mereka.

      2.Raja frederik II abad ke-13, melakukan percobaan yang dicatat oleh Salimbene di Adam, namun percobaannya gagal.

      3.Di abad ke 14/15, James IV dari Skotland, melakukan dengan 2 orang manusia yang diasuh oleh orang bisu.

      4.Di abad ke-15/16, Akbar, raja mughal melakukan percobaan, dengan asumsi bahwa kemampuan bercakap muncul dari pendengaran, jadi manusia yang dibesarkan tanpa pernah mendengar suara manusia akan tuli. Hasilnya, tidak ada satupun dari anak-anak yang dikurung tersebut dapat berbicara dengan jelas.

      Dari 4 sample di atas, jika dibuka linknya, anda akan temukan satu pesan sederhana yaitu MANUSIA yang mengajarinya.

      yg diajarinya ya membunuh dst...

      jadi kalo itu definisi mulia versimu..kan saya dah bilang..saya KALAH MULIA TOTAL dari nabimu.

      Delete
    2. KAMU KALAH MULIA DI BANDING ANJING WIRAJHANA TITIT BUDHA KENA RAJASINGA.....WKWKWKWKW KWK WWK

      Delete
  9. budha k on tol tau darimana gw muslim agam lo sempalan dari agama gw m anusia kasta rendahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malu ama minder ya buat ngaku jadi pengikut Muhammad? ya wajar sih.. :)

      Delete
    2. Wir malu ama minder ama gue ya? koq ga dijawab pertanyaan gue mala mbalas kicauan orang gila...
      Apa nunggu bala bantuan datang? he..he..

      Delete
  10. BUDHA....KOOOOOOOOOOOOOONNNNNNNTTTTTTTOOOOOOOL LLLLL

    ReplyDelete
  11. BUDHA NYODOM I WIRAJHANA WKWKWKWK WK...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga2 km digampar bolak balik oleh Allahmu

      Delete
  12. hai wira... sorry sekedar mampir!
    mau nanya Mas kalo TUHAN memang di vonis tidak ada karena tidak ada yang bisa buktikan dan 6 indera tidak mampu men-scan keberadaannya, lalu gimana dengan NIBANA apa bisa di-scan jg? pastinya nasibnya sama aja deh dengan TUHAN, jadi loe dan gue sama guoblokknya khan?

    tolong di jawab! tks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. NA..
      Nibanna itu bukan tuhan/ketuhanan dan nibanna juga bukan surga.

      Nibanna hubungannya dengan perhatian (reaksi) pada kemunculan perasaan setelah kontak indriya.

      Arti nibanna adalah padam.

      Karena hubungannya dengan perasaan makanya nibanna bisa di scan oleh indriya..untuk dapat menscan maka butuh latihan, yaitu dengan 3 latihan:

      berdana (melepas)+
      melatih sila (pengendalian diri, melatih rasa malu berbuat tidak patut dan enggan untuk berbuat tidak patut: dari pikiran, ucapan dan perbuatan)+
      Meditasi (latihan pada upaya, perhatian dan keterpusatan konsentrasi pada kemunculan perasaan dan persepsi agar dapat mengenali dan terkendali)

      Ilmuwan saat ini bisa menunjukan perbedaan ritme gelombang otak seorang yg terlatih meditasi dan tidak terlatih.

      Latihan pengendalian yang tekun memunculkan kebiasaan untuk terkendali, kebiasaan terkendali memunculkan kemahiran dan prilaku yang terkendali.

      Skemanya:
      Indera bersentuhan dengan objek indria memunculkan Kesadaran.
      Indera+objek+kesadaran = kontak.
      kontak memunculkan perasaan

      Jika setelah kontak:
      1. muncul perasaan menyenangkan, perhatian agar tidak melekat dan menerima itu sebagai bagian dari perasaan.
      2. muncul perasaan menyakitkan, perhatian agar tidak menolak dan menerima itu sebagai bagian dari perasaan.
      3. muncul perasaan bukan menyakitkan+bukan menyenangkan (netral), perhatian agar tidak melekat dan tidak menolak dan menerimanya sebagai bagian dari perasan.

      Karena padamnya reaksi setelah perasaan, maka faktor penunjang kemunculan kesadaran setelah Indria bersentuhan dengan objek pun padam. Padamnya kesadaran adalah Nibanna.

      Delete
    2. he..he..he.. jawaban Anda sama sekali tidak netral atau ilmiah, semuanya bersumber dari dogma ajaran budha Anda, tetep aja Nibanna adalah antah berantah dan cuma ciptaan orang macam kamu saja, kalo jawaban Anda seperti ini maka saya juga bisa buktikan kalo Tuhan itu ada, Tuhan hubungannya juga dengan perasaan dan Tuhan bisa discan dengan indera utama yaitu pikiran yang merupakan kendali semua indera tanpa pikiran semua indera padam Bos..
      Untuk menscan dg pikiran Tuhan itu ada latihannya :
      1. Sholatlah (latihan pada upaya, perhatian dan keterpusatan konsentrasi pada kemunculan perasaan dan persepsi agar dapat mengenali dan terkendali) karena sholat adalah cara berkomunikasi dengan Tuhan, dengan sholat hati akan menjadi tenang dan prilaku terkendali karena sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
      2. Beramallah yang baik (pengendalian diri, melatih rasa malu berbuat tidak patut dan enggan untuk berbuat tidak patut: dari pikiran, ucapan dan perbuatan)+ menolong dan melakukan hal yang bermanfaat. karena tujuan utama dari keberadaan kita adalah siapa yang terbaik amalnya.

      Orang yang benar sholatnya lebih hebat lagi dari yang bermeditasi karena ilmuwan sudah bisa menunjukan dengan hasil yang bisa dilihat oleh indera orang yang sholat benar lebih sehat baik pikiran dan tubuhnya dari orang biasa.

      Orang yang baik sholatnya akan yakin dan mengenal Allah maka hasrat duniawinya akan padam, tidak akan dihinggapi rasa takut, menyesal ataupun sedih dan hati dan jiwanya akan selalu tenang dan selalu bahagia karena Allah-lah tempat bergantung dan meminta pertolongan, itulah bukti Allah bisa discaning.

      Delete
    3. NA,
      kbbi mengatakan:
      ilmiah: "bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan".
      Ilmu: "pengetahuan suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu"
      empiris: "berdasarkan pengalaman (terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan)"

      So, Nibanna disampaikan oleh orangnya yg TELAH mencapai nibanna, metodanya didetailkan. Tahapannya juga didetailkan..penyimpangan kenapa tidak mencapai juga didetailkan. Dalam kitab2nya dan sejarahnya sampe kurun waktu tertentu setelah guru pembimbingnya wafat, tercatat mereka-mereka yang mengikuti METODA TERSEBUT mengalami berbagai tahapan kemajuan hingga Nibanna.

      sementara ttg allah,
      Muhammad yang menyampaikan adanya Allah aja gak pernah bertemu allah hingga wafatnya, kemudian teknik2 yg kamu sampaikan spt sholat, beramal juga tidak terbukti dalam catatan agamamu dapat merasakan, melihat, mendengar adanya allah kecuali makin buas dan makin berhalusinasi akan mendapatkan seperti yg dijanjikan. Malah deket wafatnya aja nabimu masih juga merengek2 minta surga :)

      Jadi kalo membual..ya seperti biasa, muslim emang gak ada lawannya.

      Delete
    4. Mas Wira Tumimbal lahir/reinkarnasi aja yg udah loe jelaskan dengan detail dan katanya ilmiah dll, ternyata juga tidak memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, mustahil mensinkronkan tumimbal lahir dengan kepunahan species, rekayasa genetik dan budidaya species, anda sendiri sampai skrg ga bisa menjelaskan hubungan antara kepunahan, rekayasa genetik dan budidaya species, Nibanna sama aja nasibnya ga ada beda hanya bualan aja 100% bersembunyi dibalik kedok ilmiah, metode dan tetek bengek lainnya.

      Mengenai orang yang telah mencapai nibanna dari kalangan umat loe juga masih banyak yang pada bingung mempercayainya, ttp anda dengan gegabahnya menyakini hal yang masih diawang-awang ini.. HEBAT... :) kalo membual loe emang ga ada lawannya.
      Sy mau nanya apakah ada pernyataan/klaim dari buddha gautama sendiri bahwa beliau telah mencapai nibanna?

      Tentang Allah anda salah besar, Nabi Muhammad bertemu dengan Allah saat miraj dan menerima perintah langsung tentang sholat, kalo yang anda maksud "melihat" Allah jawabannya balik lagi ke statemen sy sebelumnya bahwa Allah tidak bisa discan oleh panca indera tapi bisa di scan oleh pikiran, yang dilihat Nabi saat miraj adalah tanda-tanda/bukti yang paling besar dari keberadaan Tuhan/Allah.

      Delete
    5. NA,
      di atas saya udah kasih satu definisi dari KBBI ttg ilmiah, ilmu dan empiris, yang mengindikasikan adanya METODA yg jika di lakukan hasilnya akan sama sesuai metoda.

      Untuk Nibanna sudah di sampaikan di atas..jadi itu kamu percaya/tidak ya itu masalahmu dan bukan masalah saya.

      Utk spesies dan rekayasa genetik dan kelahiran kembali :), Kamu pikir kalo darwin bilang "manusia berasal dari monyet" -> Ini saja udah tidak benar. Kemudian memaksakan itu proses kelahiran kembali di konsep Buddhism, ya jaka sembung bawa golok, bosss..dengan cara pikir itu, lantas apa yg perlu lagi sy terangkan?? :) [bahan pengingat: DI SINI dan DI SINI]

      Utk tumimbal lahir/reinkarnasi,
      Saya, kamu dan skeptism gak bisa bantah lagi adalah karena Ilmuwan modern saat ini telah mempunyai metoda utk pembuktian dan ketika di uji oleh ribuan ahli berbeda di puluhan negara, menyatakan hasil = ada [lihat DI SINI dan DI SINI]. Jadi jangankan kamu..bahkan saya pun gak bisa bantah.

      Kemudian,
      Utk dongeng muhammad pernah melihat allah :)
      Nah kamu baca pelan-pelan di sini, tertulis pertentangan di dalam hadis sahih (juga ini sbg bukti bhw kisah ini cuma bualan):

      Dimana Nabi saat mulai Isra' Miraj?

      1. di rumah saudari sepupunya sampai fajar menjelang (Saat itu hindun, baru saja ditinggal wafat oleh suaminya dan menurut Tabari Hindun (Umm' Hani, sempat dipinang oleh Nabi namun tidak jadi)
      2. di rumahnya (Bukhari Volume 1, Book 8, Number 345, Volume 4, Book 54, Number 429)
      3. berbaring antara Al-Hatim or Al-Hijr (Bukhari Volume 5, Book 58, Number 227)

      Saat peristiwa itu terjadi apakah Nabi apakah tertidur, diantara keduanya atau dalam keadaan sadar?

      1. Tertidur/mimpi, disebut di Volume 9, Book 93, Number 608,
      2. Diantara keduanya:Bukhari Volume 4, Book 54, Number 429
      3. Tidak tidur/Sadar disebut di Ibn Sa'd's Al-Tabaqat Al-Kabir Volume I, Bukhari Volume 1, Book 8, Number 345, Volume 5, Book 58, Number 228, Volume 5, Book 58, Number 227, Tafsir Ibn Kathir: pg. 572-573)

      Jadi ini mimpi ato gimana nih :)

      Kemudian setelah itu,
      TIDAK ADA 1 pun bukti Muhammad punya metoda membuktikan Allah ada, kecuali berdasarkan pengakuan sepihaknya sendiri (tanpa jelas terbukti iapun pernah melihat) dan tidak ada 1-pun pengikutnya telah terbukti melihat/mendengar Allah :) hehehe..

      Delete
    6. Wira, anda tetap tidak mampu menjawab pertanyaan saya yang anda lakukan hanyalah bikin "iklan kecap no.1 " untuk tumimbal lahir dan nibanna, pertanyaan sy ttg rekayasa genetik, kepunahan species dan budidaya adalah nyambung untuk memvalidasi benar atau tidaknya ajaran tumimbal lahir karena semuanya menyangkut apa yang disebut kelahiran.

      Untuk masalah darwin ok sy detilkan karena walaupun teori darwin hanya menyatakan kemungkinan manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama lalu menurut anda siapakah nenek moyang manusia dan kera itu? manusiakah atau monyetkah? apa ini benar menurut anda? penganut teori darwin atau evolusionis menggambarkan skema dari monyet ke manusia untuk evolusi manusia apakah menurut anda ini benar? menurut saya teori darwin dan tumimbal lahir hanya sampah informasi yg ga perlu dilestarikan..

      Dan kalo anda ga menjawab pertanyaan saya mengenai apakah buddha gautama pernah mengklaim bahwa beliau telah mencapai nibanna, maka jelas kesimpulannya buddha gautama sendiri ga pernah bilang dia telah mencapai nibanna, gimana orang lain dapat mengatakan dia mencapai nibanna kasusnya persis nabi isa ga pernah ngaku tuhan tapi dikatakan orang lain dia adalah tuhan.
      makin dipelajari makin jelas persamaan budha dan kristen, disesatkan oleh penganutnya sendiri... kasihan dech.

      Tentang Allah/Tuhan sudah dijelaskan di QS.6:103 bahwa Allah tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, hanya orang goblok saya yg ngotot ingin melihat Tuhan, dan ini membuktikan anda belum mempelajari Allah-nya Islam secara baik sehingga masih membuat kesalahan.
      Kalo anda meminta bukti Allah itu ada maka buktinya adalah Al-Quran, kitab yang dibuat oleh Allah, tantangan Allah kepada orang yang tidak percaya Al-Quran tidak berasal dari Allah yang menciptakan seluruh alam dan isinya adalah buatlah semisal Al-Quran kalau kamu adalah orang-orang yang benar.
      Hasilnya tidak ada yang bisa bikin semisal Al-Quran sampai sekarang... tidak ada kitab suci lain yang memberi tantangan seperti Al-Quran.
      dan di QS.15:9 menyatakan bahwa Allah yang menurunkan dan menjaga Al-Quran, dan ini terbukti sampai sekarang bahwa Al-Quran merupakan buku paling tebal yang dapat dihafal oleh paling banyak manusia dalam kurun waktu yang paling lama sejak awal diturunkan sampai saat ini.
      tidak ada kitab atau buku best seller sekalipun dan dapat mengunggulinya, kalo anda ga bilang WOW LUAR BIASA ke Al-Quran maka tunjukan kitab/buku lain yang bisa dihafal oleh paling banyak orang dalam kurun waktu yang lama lebih dari 14 abad, mampu?
      Kalo ada orang mengatakan kitabnya hebat dan Al-Quran tidak maka itulah orang yang 100% tolol.

      Delete
    7. NA,
      Udah saya katakan bhw anda emang buta soal darwinism..di link itu aja, dah saya sarankan agar anda gak belajar teori darwin dari harun yahya..ini ibarat belajar menghargai perempuan ama orang butahuruf yg hobi memperkosa perempua..ya jelas gak nyambung, bos..

      ttg kelahiran kembali dst, sudah dibahas di link itu.

      ttg nibanna..Anda tinggal buka sutta Buddhism dan akan anda temukan Buddha mencapai nibanna...lagian, anda juga lucu...Lah kalo buddha gak mencapai nibanna, darimana dia tau kata itu? darimana dia bisa detailkan cara2nya metodanya dstnya..dan membuat banyak [baca: ribuan dari ribuan] murid2nya yang mencapai itu dengan metodanya..dan bahkan setelah wafatnya-pun dengan detail metoda yg sama juga bisa?..yg tidak mencapaipun menemukan manfaat sesuai uraian lainnya...hehehehe..kesian juga jadinya.

      btw, salah satu syarat mencapai nibanna itu salah satunya adalah tau bahwa tuhan = omong kosong..lah anda sendiri percaya tuhan yg omong kosong itu, gimana caranya bisa ngerti yg bukan omong kosong?

      ato sekurang2nya jika anda mau tau, apakah anda sanggup tidak bergerak dalam meditasi selama 1 jam aja? kalo itu sanggup..baru bicara hal yg lebih berat lagi deh..

      Ttg allahmu,
      di atas sekali yaitu di link ini, udah saya sampaikan yg namanya tuhan itu gak bisa dideteksi oleh 6 indera jadi bukan cuma mata aja. So, sesuatu yg gak bisa di deteksi ama indera = omong kosong.

      Btw,
      BUKANKAH yg ngomong muhammad udah lihat allah itu anda sendiri..hehehehehe..begitu dikuliti detail hadisnya..tau2 saling tabrakan dan ternyata hanya bualan semata..setelah itu andapun mengubah jurus kelitan dengan ngutip quran bhw allah gak bisa dilihat dengan mata..hehehehehe

      O ya, sy dah ulas abis keajaibannya di sini, dan emang ajaib sih quranmu itu :). Kalo cuma sekedar manghafal, maka "little red book" mao zedong jutaan orang yg mampu ngapalin di China dan jelas itu tidak sertamerta menjadikan "little red book" merupakan kitab dari Allah dan bukti keajaiban :)

      Btw, kalo benar allah anda mampu menjaga Quran..koq detail pelaksanaan rajamnya raib gak tentu rimba :)

      Jadi Islam itu keliatannya cuma nyambung dengan yg mencintai kekerasan dan kekejaman aja dan gak nyambung dengan yg cinta damai.

      kayanya itu aja kali yah..gak ada lagi yg dari kamu yg perlu sy tanggapi..sampe ketemu di lain topik ya boss.

      Delete
    8. ha.. ha.. ha..
      makin jelas aja anda dan konsep budhis anda ga bisa jawab, dan hanya mencoba mengalihkan topik ke hal-hal ga ga perlu, mau digimanaan lagi teori darwin ga akan bisa benar, sama dengan teori tumimbal lahir dan nibanna.
      sy hanya perlu anda tunjukin dimana buddha gautama mengatakan dirinya mencapai nibanna! itu saja simpel kalo ga kejawab berarti nibanna hanya kibulan belaka. pake otak loe kalo loe bikin suatu tuduhan ke agama lain kenapa kalo tuduhan itu dikembalikan ke ajaran yang loe anut loe mala mengelak, inikan TOLOL..

      Dan pernyataan loe "sesuatu yg gak bisa di deteksi ama indera = omong kosong" adalah adalah benar-benar suatu kebodohan, saya tidak bisa mendeteksi kamu wir dengan panca indera saya lalu apa saya harus berkesimpulan kamu tidak ada? sy bisa buktikan bahwa kamu ada lewat tulisan kamu ini dan sy bisa buktikan Allah ada juga lewat tulisanNya yaitu Al Quran.
      Sayang mata hati anda tetap buta akan Al-Quran, dan little red book yg loe unjukin ga nendang sama sekali untuk menggusur Al-Quran.
      Dan untuk tuduhanmu ttg ayat rajam dan tentang Islam yang mencintai kekerasan itu masalahnya ada di anda yang kurang belajar ttg Al-Quran dan kaidah kaidah didalamnya.

      nih sy kasih link untuk lihat keajaiban Al-Quran sebagai salah satu bukti bahwa A-Quran bukanlah buatan Nabi Muhammad tetapi dari Tuhan Sang Pencipta.
      http://www.symmetricbook.com/
      ini adalah penelitian modern yg membuktikan bahwa Al-Quran adalah seimbang secara matematis diturunkan dijaman yang notabene mengakui Nabi Muhammad bukanlah seorang pakar matematis, dan lakukan hal yang sama dengan sutta sutta kebanggaan loe bisa sama ga, ini penelitian bisa anda buktikan sendiri tinggal beli kitab Al-Quran dan cocokan sendiri di rumah ga perlu latihan meditasi atau melatih sila dan tetek bengek lainnya yang bikin repot dan pusing, anda bisa secara instan memvalidasi penelitian tersebut, CUKUP SEDERHANA.

      Delete
    9. NA:
      [..] mau digimanaan lagi teori darwin ga akan bisa benar, sama dengan teori tumimbal lahir dan nibanna.

      GW:
      DI SINI, kamu bilang: "sesuai ajaran darwinisme manusia berasal dari monyet/kera" -> gak tau DARWIN aja masih NGIBUL!. Sekarang perbaiki dengan:

      "ok sy detilkan karena walaupun teori darwin hanya menyatakan KEMUNGKINAN manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama"

      GW:
      buku apa dan hal berapa dia mengatakan itu..pse gak perlu ngibul lagi deh.

      NA:
      "lalu menurut anda siapakah nenek moyang manusia dan kera itu? manusiakah atau monyetkah? apa ini benar menurut anda? penganut teori darwin atau evolusionis menggambarkan skema dari monyet ke manusia untuk evolusi manusia apakah menurut anda ini benar? menurut saya teori darwin dan tumimbal lahir hanya sampah informasi yg ga perlu dilestarikan"

      GW:
      Hah..kenapa lo nyanya gw dan marah2 gak jelas?! Btw, saya kasih kamu INFO ttg sampah:

      [5:60] Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut ?"

      [2:65] Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu59, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".

      Rupanya kalian marah2 gak jelas ama darwin sampe mlintir tulisan darwin utk masalah ini toh..hahahaha..Allahmu yg mahapintar itu bilang monyet dan babi berasal dari MANUSIA!

      Padahal,
      Bahkan dari ranking (baca: PENGGOLONGAN) taxonomik ini aja, maka sangatlah gegabah bilang kita berasal monyet ato sebaliknya. Fakta sederhana yaitu jutaan turunan ke atas dalam satu sub spesies MANUSIA is tetep aja MANUSIA; SAPI is tetep aja SAPI; MONYET is tetep aja MONYET...ngga ada yang berubah dalam hal ini..juga jutaan turunan ke bawah

      Nah, sampah itu juelass berasal dari ALLAHMU, koq.

      bersambung..

      Delete
    10. lanjutan..

      NA:
      sy hanya perlu anda tunjukin dimana buddha gautama mengatakan dirinya mencapai nibanna! itu saja simpel kalo ga kejawab berarti nibanna hanya kibulan belaka. pake otak loe kalo loe bikin suatu tuduhan ke agama lain kenapa kalo tuduhan itu dikembalikan ke ajaran yang loe anut loe mala mengelak, inikan TOLOL..

      GW:
      Waduh, kalo gak mampu nyari, ya mohon baik2 dong..bukannya bertingkah khas muslim dengan maki2 dan nuduh2! Nih, baca di antaranya di sini

      NA:
      Dan pernyataan loe "sesuatu yg gak bisa di deteksi ama indera = omong kosong" adalah adalah benar-benar suatu kebodohan, saya tidak bisa mendeteksi kamu wir dengan panca indera saya lalu apa saya harus berkesimpulan kamu tidak ada?

      GW:
      yah..kesian..emang lo GAK SEDANG BERKOMUNIKASI dengan gw ketika MATAMU BACA tulisan gw, kamu jawab dan gw juga jawab secara tertulis?..mikir!


      NA:
      sy bisa buktikan bahwa kamu ada lewat tulisan kamu ini dan sy bisa buktikan Allah ada juga lewat tulisanNya yaitu Al Quran.

      GW:
      Lah gimana sih! Gw kan terbukti ada krn bisa komunikasi dengan lo dan saling jawab dengan tulisan yg sama? ..Lahhh Allah khayalan lo bisa? dah gitu pake alasan konyol allah ada krn quran nulis gitu..hahahahaha..Allah mu itu cuma bualan Muhammad doang. Faktanya Muhammad sendiri gak pernah lihat Allah..hehehehe jadi inget ketika kamu membual muhammad lihat Allah, saat disodori fakta hadis yg saling gebuk itu..lantas berkilah Quran bilang allah gak bisa dilihat..hahahahaha


      NA:
      Sayang mata hati anda tetap buta akan Al-Quran, dan little red book yg loe unjukin ga nendang sama sekali untuk menggusur Al-Quran.

      GW:
      wah bos..kalo cuma bukti menghafal..LBR sih dah lebih dari cukup membantai kilahan kalo menghafal adalah bukti keajaiban.


      NA:
      Dan untuk tuduhanmu ttg ayat rajam dan tentang Islam yang mencintai kekerasan itu masalahnya ada di anda yang kurang belajar ttg Al-Quran dan kaidah kaidah didalamnya.

      GW:
      DI SINI, orang yg kamu anggap mampu menerangkan sudah mengatakan telah TIDAK ADA KOQ..dan bukti perintah kekerasan tertulis nyata dalam QURAN, HADIS dan SIRAT..tuh ARTIKEL INI BUKTINYA dan gak MAMPU KAMU BANTAH.

      Terakhir ttg linkmu, mending kamu BUKA DI SINI, tuh saya kasih bukti KEASLIAN QURAN AJA SANGAT MERAGUKAN!

      Bener-benar mengharukan :)

      Delete
    11. Neh wir mengenai teori darwin loe baca disini dech
      http://www.thedarwinpapers.com/oldsite/number9/Darwin9.htm
      plototin tuh bener-bener ada tuh disitu bukunya apa dan halamannya berapa pernyataan Darwin bahwa manusia dan monyet satu turunan so... tuduhan Harun Yahya benar adanya sedang tulisanmu mengada-ada, TERBUKTI LOE YG TUKANG PLINTIR WIR.. (waduh kayanya hampir disetiap artikel pasti ada yang loe plintir ya :)

      Dan pernyataan loe "Bahkan dari ranking (baca: PENGGOLONGAN) taxonomik ini aja, maka sangatlah gegabah bilang kita berasal monyet ato sebaliknya. Fakta sederhana yaitu jutaan turunan ke atas dalam satu sub spesies MANUSIA is tetep aja MANUSIA; SAPI is tetep aja SAPI; MONYET is tetep aja MONYET...ngga ada yang berubah dalam hal ini..juga jutaan turunan ke bawah"
      he..he..he.. bikin gue ngakak tau, loe percaya monyet is monyet tapi ajaran tumimbal lahirmu aja meyakini kalo dulunya monyet bisa saja lalu lahir lagi jd manusia, atau sebaliknya dan ini loe percayai juga inikan ANEH???

      Dan link yg loe kasih sdh kubaca sekilas, dan memang makin dipelajari makin ga masuk akal konsep budha loe, orang hidup bisa mencapai nibbana lalu mengapa bisa keluar lagi? inikah aneh.. berarti orang yang mati masuk nibbana ga menutup kemungkinan bisa keluar lagi (lahir kembali) berarti konsep tumimbal lahir loe makin ancur aja, lalu apa bedanya nibbana dengan alam-alam lainnya kalo bisa keluar masuk? karena kalo nibbana yang dimasuki saat orang masih hidup atau setelah mati sama maka hasilnya harus sama yaitu jalan 1 arah ga ada jalan lagi untuk pulang dan kalo beda maka makin ancur aja nibbana loe.. saya saranin loe belajar progamer wir biar bisa tahu bahwa ajaran luh banyak "bug"-nya. ajaran tumimbal lahir / nibbana tidak aplikabel.

      Tentang kesimpulanmu yang menyatakan "sesuatu yg gak bisa di deteksi ama indera = omong kosong" emang 100% salah saya memang ga bisa deteksi kamu , bentuk phisik loe gimana tinggi apa pendek; rupa loe kaya apa jelek ato ganteng; denger suara loe kaya gimana cempreng atau ga, emangnya wirajhana itu berbentuk tulisan apa? logikanya dipake boss...

      Dan mengenai LBR tuh jauh lebih tipis dari Al-Quran boss, apalagi ngapalinnya karena terpaksa takut dipenjara, digebukin dan siksaan lainnya itu yang loe banggain? ternyata loe emang yang doyan akan kekejaman dan kebiadaban dan kekerasan. makanya ngaca boss..

      Mengenai Al-Quran jangan takut buka link tsb, ga perlu bisa baca arab koq bos, karena sebagian besar hanya membahas angka angka saja, di simmetric book sudah jelas Al Quran adalah sempurna tidak ada yang hilang atau bertambah. Yuk nak ga usah takut-takut.

      Benar-benar mengharukan juga :)

      Delete
    12. NA,
      kalo nyajiin BUKTI BENER/GAK plintiran harun yahya dan lo bhw "sesuai ajaran darwinisme manusia berasal dari monyet/kera" ya pake BUKUnya DARWIN dong, masa buku orang lain di pake sbg ref..mikir dikit napa sih?

      Coba lo check DI SINI dan bandingkan sendiri sama linkmu, tertulis kata

      "But we MUST NOT FALL INTO THE ERROR OF supposing that the early progenitor of the whole Simian stock, including man, was identical with, or even closely resembled, any existing ape or monkey. On the Birthplace and Antiquity of Man.—We are naturally led to enquire where was the birthplace of man at that stage of descent when our progenitors diverged from the Catarhine stock..But it is useless TO SPECULATE on this subject, for an ape nearly as large as a man, namely the Dryopithecus of Lartet, which was closely allied to the anthropomorphous Hylobates, existed in Europe during the Upper Miocene period; and since so remote a period the earth has certainly undergone many great revolutions, and there has been ample time for migration on the largest scale."

      -> Wadooh, koq gak sama ama PLINTIRAN KALIAN bahwa manusia berasal dari MONYET, yahh? Kesian deh.

      Sekurangnya sekarang, sejak lo aktif belajar di blog ini..lo dah tambah pinter..dah gak bisa lagi di goblok2in gak karuan ama yg mlintir bhw darwin bilang manusia berasal dari monyet, ya toh :)

      Dan malah..fakta taxonomi yg gw beberkan itu TELAK MENGHAJAR bualan QURAN..karena GAK MUNGKIN manusia BISA BERUBAH jadi babi dan kera..APALAGI saat idup, pula..hehehehe..

      Penggolongan itupun TIDAK RELEVAN disandingkan dgn tumimbal lahir, karena tumimbal lahir bicara ketika dah MATI dan bukan dari barang idup dengan perubahannya. Kesian amat sih membedakannya yg IDUP BERUBAH vs yg MATI LAHIR ntah di mana gak mampu. :)


      NA:
      Dan link yg loe kasih sdh kubaca sekilas, dan memang makin dipelajari makin ga masuk akal konsep budha loe, orang hidup bisa mencapai nibbana lalu mengapa bisa keluar lagi? inikah aneh.. berarti orang yang mati masuk nibbana ga menutup kemungkinan bisa keluar lagi (lahir kembali)

      GW:
      Yakin lo ini mampu baca tulis? koq beda dengan yg tertulis di link..Coba tampilkan di sini yg mengartikan demikian..Masa sih lo pake jurus kuno plintiran ala ajaran Nabi lo yg emang tukang melintir2 kitab2 lain, utk lo sajikan depan gw..salah orang, boss.


      NA:
      emang 100% salah saya memang ga bisa deteksi kamu..logikanya dipake boss...

      GW:
      Waduh..jangan2 gw sekarang sedang ber komunikasi ama setan kali ya..koq bisa2nya saling berbalas tanggapan..untung aja gak ada mesin waktu..coba kalo ada..nabi lo ia lihat depan komputer gini..bisa2 dia sembah komputer ini dan dijadikan Allah itu bernama WIRAJHANA!!! :)

      Halaman LBR emangnya berapa? 1 halaman?...hahahaha..Lihat sendiri: DI SINI. Jadi kalo jutaan yg mampu hafal = keajaiban, maka LBR patut disebut bukti KEAJAIBAN MAO dong yah :)

      btw di buka/belum yg DI SINI? Koq JUMLAH HURUF di QURAN bisa beda2? Yakin kalo Quran yg lo pegang ini yg asli? Yg konon allah jaga itu quran yg mana yah?!

      hehehehe..

      Delete
    13. Wir.. wir.. yang gue tunjukin tuh bukunya Darwin sendiri "The Descent of Man" sangat jelas disitu tertulis "There can, consequently, hardly be a doubt that man is an off-shoot from the Old World Simian stem; and that under a genealogical point of view he must be classed with the Catarrhine division."
      tahu apa arti kata dari Catarrihine? situs "http://www.thefreedictionary.com/catarrhine" mengartikan kata itu dengan yaitu old world monkeys, apes, gorilla. dan manusia HARUS digolongkan kesitu ama Darwin. (he..he.. jd ketahuan kan siapa yg mlintir?)

      Dan tulisan Darwin yang loe kutip tsb merupakan "missing link" periode yg harus diselidiki yaitu waktu saat manusia mulai berbeda/menyimpang dari Catarrhine. dan missing link inilah yg dimanfaatkan oleh para evolusionis dengan penemuan fosil peralihan yang di buktikan oleh Harun Yahya semuanya adalah palsu... Darwin sadar dan menjadi ragu tetapi para evolusionis malahan menyakini teori yg diragukan sendiri oleh pembuatnya.

      He..he.. tentang nibanna gue yakin 100% bos.. kan loe sendiri juga yang menyakini bahwa orang hidup bisa mencapai nibbana, kalo saya tanya adakah yang lebih penting dari nibbana? sampai orang yang sudah mencapai nibbana mau kembali hidup normal lagi yang notabene pasti akan merasakan hal baik dan buruk lagi.

      Dan kalo loe mengatakan bisa menscan sy dengan inderamu maka coba gambarkan dengan benar diri saya? :)

      Ha..ha..ha mengenai LRB mao di link yg loe kasih apaan tuh? 600 halaman tapi di previewnya tiap lembar ada 1 halaman kosong jadi isinya kan cuma setengahnya (300 halaman) dan halaman yg terisi juga isinya tulisan segede-gede gajah.. :) orang namanya aja udah little mau digimanain juga ya little bos..

      Dan artikel selangkanganmu dah ga bermutu males gue bacanya,.. :)

      Oh ya memang blog loe bikin gue pinter, hujatan yg loe buat ke agama Islam ga bikin orang Islam melepas agamanya, mala semakin yakin agamanya benar dan agama loe salah. jadi terakhir gua ucapin terima kasih untuk hujatan loe.

      Delete
    14. NA:
      Wir.. wir.. yang gue tunjukin tuh bukunya Darwin sendiri "The Descent of Man"

      GW:
      Mo ngibul apa lagi lo?
      lo rujuk ini. Tau siapa yg NULISNYA? BUKAN DARWIN tapi JM. Foard.

      Buat mastiin yg nulis aja gak becus, apa lagi urusan lain :)
      Nah karena tau muslim spt mu adalah pembohong maka lo gw kasih link BUKUNYA DARWIN ,"the DECENT of MAN, ch.6" supaya lo gak bisa lagi di goblok2in penulis dan tulisan manapun yg mlintir dan nipu2 bhw darwin bilang manusia berasal dari kera.


      NA:
      sangat jelas disitu tertulis "There can, consequently, hardly be a doubt that man is an off-shoot from the Old World Simian stem; and that under a genealogical point of view he must be classed with the Catarrhine division."

      GW:
      lagaknya masih sok kopas inggris ngerti aja lo gak :) kalo kamu bener2 baca dan bukan asal cuap NYONTEK, maka lo akan tau Ia bicara apa.

      hal 195:
      Ia BICARA THESISnya Huxley, yg membagi primata menjadi 3 sub-order: Anthropidæ (manusia sendiri); Simiadæ (MONYET dan segala jenisnya) dan Lemuridæ (lemurs). Ia bilang: sejauh dari perbedaan struktur maka manusia tidak diragukan lagi masuk ke sub order tersebut; namun kerendahan kalo liat dari sudut mentalitas dan ketinggian kalo dilihat sudut genealogical.

      Kemudian hal 195-196, ia katakan untuk penilaian kepala, maka manusia mesti melihat klasifikasi Simiadæ (primata tingkat tinggi = Anthropidæ). Yang oleh hampir seluruh Naturalis di bagi menjadi dua kelompok, yaitu:

      1. Catarhine (kata = turun; rhine=idung, old world monkeys), dengan karasteristik hidung kebawah dan 4 gigi geraham belakang (premolar) disetiap rahang, tidak berekor panjang dan
      2. platyrrhine [plat=rata; rhin= idung; new world monkey), dengan lubang hidung berbeda, 6 gigi geraham belakang disetiap rahang, dan berekor panjang.

      Ia bilang bahwa manusia merupakan cabang kelompok old world Simian dan dalam sudut pandang genealogical masuk ke divisi Catarhine.

      Lihat sampe ke CONTEKAN, yg kamu comot saja, 100% dia gak pernah bilang manusia berasal dari MONYET! makanya BACA biar gak mudah di GOBLOK2in oleh para penipu.

      kemudian ia lanjutkan ada pembagian anthropomorphous (atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia) dan NON-anthropomorphous, dimana anthropomorphous kera2, yaitu gorila, simpanse, orangutan, dan Hylobates, dipisahkan sebagai sub-kelompok yang berbeda dari old world monkey yang lain oleh kebanyakan naturalis kebanyakan.

      JIKA anthropomorphous kera-kera diakui membentuk kelompok sub-alami, maka sebagai manusia (ia) setuju dengan mereka (naturalis), tidak hanya di semua karakter yang dia miliki kesamaan dengan kelompok Catarhine keseluruhan, tetapi dalam karakter khusu lainnya, seperti ketiadaanekor..kita dapat menyimpulkan bahwa beberapa anggota kuno dari kelompok sub-anthropomorphous [Catat di sini, ia TIDAK MENGGUNAKAN KATA KERA] melahirkan manusia. Hal ini TIDAK MUNGKIN bahwa anggota lebih rendah dari SUB-GRUP seharusnya, melalui analogi hukum variasi, telah memunculkan makhluk mirip manusia, menyerupai antropomorfus kera yg lebih tinggi dalam banyak hal.

      bersambung..

      Delete
    15. lanjutan..

      Tak di ragukan lagi manusia, dibandingkan dengan sebagian besar sekutunya, telah mengalami sejumlah modifikasi luar biasa, terutama karena otaknya sangat berkembang dan posisi tegak, namun kita harus ingat bahwa ia "adalah satu dari beberapa pengecualsalah bentuk-bentuk para Primata".

      --> lagi-lagi sampe sini darwin tidak pernah bilang bahwa manusia berasal dari MONYET.

      Setiap naturalis, yang percaya pada prinsip evolusi, akan menyampaikan dua divisi utama Simiadæ, yaitu Catarhine dan monyet Platyrhine, dengan sub-kelompoknya, semuanya berjalan dari satu nenek moyang yang sangat kuno. Keturunan awal pendahulu ini, sebelum mereka menyimpang sampai ke batas tertentu satu sama lainnya, masih akan membentuk grup alami tunggal...

      Dan sebagai manusia di bawah sudut pandang genealogical masuk di Catarhine atau STOK Old world, kita harus menyimpulkan, namun banyak kesimpulan mungkin menyinggung pride kita, bahwa pendahulu kita terdesign dengan benar. Tapi KITA TIDAK HARUS JATUH PADA KESALAHAN PENGANDAIAN bahwa pendahulu awal kelompok stok keseluruhan Simian, termasuk manusia, adalah identik dengan, atau bahkan mirip dengan setiap kera ada atau monyet.

      --> Bahkan sampe ke hal.199 pun..DARWIN TIDAK PERNAH BILANG manusia berasal dari MONYET!

      Makanya baca biar gak gampang di GOBLOK2in ama para PENIPU maca HARUN YAHYA..kalo lo gak mampu BACA lah NGAPAIN PUNYA MATA?

      nah kalo mau tau sampah yg bener2 itu yg ini:

      [5:60] Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut ?"

      [2:65] Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu59, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".

      ternyata Allahmu yg mahapintar itu berkat dialah, maka monyet dan babi itu berasal dari MANUSIA!

      Begonya si alloooh ini, bahkan jika di lihat dari ranking (baca: PENGGOLONGAN) TAXONOMI, jutaan turunan ke atas dalam satu sub spesies MANUSIA is tetep aja MANUSIA; SAPI is tetep aja SAPI; MONYET is tetep aja MONYET...ngga ada yang berubah dalam hal ini..juga jutaan turunan ke bawah

      Nah, itulah sampah dari allloooh yang lo sembah2 itu.

      bersambung..

      Delete
    16. NA:
      He..he.. tentang nibanna gue yakin 100% bos..

      GW:
      apanya? lo nyari contekan aja gak becus..Minta link, tapi pas dikasih link aja masih gak becus dengan bilang, "orang hidup bisa mencapai nibbana lalu mengapa bisa keluar lagi? inikah aneh.. berarti orang yang mati masuk nibbana ga menutup kemungkinan bisa keluar lagi (lahir kembali)"

      jadi, kaya gini nih hasil dari baca link yg lo minta? hahahahahaha..Pantes aja lo jadi sangat mudah di goblok2in harun yahya :)


      NA:
      kan loe sendiri juga yang menyakini bahwa orang hidup bisa mencapai nibbana, kalo saya tanya adakah yang lebih penting dari nibbana? sampai orang yang sudah mencapai nibbana mau kembali hidup normal lagi yang notabene pasti akan merasakan hal baik dan buruk lagi.

      GW:
      baca aja gak becus lantas yg lo mau ketengahin apa?
      koq jadi cuap2 gak jelas..
      kalo gak ngerti BACA bukan CUAP2 gak jelas.


      NA:
      Dan kalo loe mengatakan bisa menscan sy dengan inderamu maka coba gambarkan dengan benar diri saya? :)

      GW:
      Mudah.
      Lo ada karena lo terbukti mampu BERKOMUNIKASI dengan GW.
      Lo bisa mengetik, maka lo punya jari, tangan, lengan, bahu, karena lo bisa baca, maka lo punya mata dan digunakan buat mikir utk nanggapin, maka lo adalah MANUSIA.
      Karena lo pedih baca tulisan gw ttg Muhammad di Medina dan gampang di GOBLOK2in HARUN YAHYA..maka lo pastilah muslim :)


      NA:
      mengenai LRB mao di link yg loe kasih apaan tuh? 600 halaman tapi di previewnya tiap lembar ada 1 halaman kosong jadi isinya kan cuma setengahnya (300 halaman) dan halaman yg terisi juga isinya tulisan segede-gede gajah orang namanya aja udah little mau digimanain juga ya little bos

      GW:
      susah juga ketemu orang yg kuper tapi sok pinter :) buku MAO tse tung ini 9 volume dan yg namanya little red book itu adalah 33 topik dengan 427 kutipan. Nah ini di hafal hampir 1 milyard orang china. Buku ini jelas lebih ajaib dari cuma sekedar Quran, yang Allah dengan PeDe dan lucunya menyatakan bahwa babi dan kera berasal dari manusia :)

      btw,
      yang yang mana sih QURAN yang ASLI dari sekumpulan variasi jumlah huruf yang ada di quran, misalnya 340.740 huruf / 323.015 huruf / 321.530 huruf / 321.180 huruf yg disebutkan di Tafsir Ibn kathir dan Tafsir Qurtuby?

      kaya gini quran yg di jaga alloooh? koq gak jelas mana yg asli?

      kesian deh.

      Delete
  13. Bpk Wirajhana


    Tentang Tuhan,
    siapa bilang Tuhan tidak bisa discan keberadaannya oleh manusia ?
    orang yg mampu mensucikan jiwanya mampu merasakan keberadaan dan babkan berinteraksi dengan Tuhan.
    hanya saja karena keterbatasan kemampuan manusia dan kemaha besaran Tuhan, Dia tidak pernah bisa digambarkan dengan kata2 atau bentuk2 apapun.

    kalau orang2 semacam anda tentu saja tidak mungkin bisa. Itu pasti.
    sehingga alasan penolakan anda tentang keberadaan Tuhan, sama sekali tidak mendasar.

    Ok. sekarang tentukan posisi dan perspektif anda dimana.
    tolong jangan berbelit-belit


    Terima kasih
    mohon maaf jika ada kata yg tidak berkenan.

    ReplyDelete
  14. Andi:
    Ok. sekarang tentukan posisi dan perspektif anda dimana.
    tolong jangan berbelit-belit

    GW:
    udah dijawab di sini. Sy sama sekali tidak percaya keberadaan allahmu. Kemunculan Allahmu hanya merupakan ciptaan nabimu semata yang digunakan sebagai alat politik mendapatkan kekuasaan dan kekayaan duniawi.

    ReplyDelete
  15. halooo...budha kontolllll.....budha anjing wirajhana ibunya tadi di sodomi sama babi di bayar goceng noh....wkwkkwkwkwkw

    ReplyDelete
  16. orang spt wirajhana entah siapa gw rasa ibunya pelacur pas di pake tamunya lupa pake kondom bunting lahir deh babi wirajhana

    ReplyDelete
  17. Bpk Wirajhana

    Bagus, terima kasih atas keterus terangan anda untuk mengakui kalau anda orang yg tidak mengakui keberadaan Tuhan.
    Sekarang sudah terlihat jelas motif dari segala artikel yang anda buat, tidak ada motif yg lain selain kebencian semata pada agama2 rumpun Ibrahim pada umumnya, dan pada Islam pada khususnya.
    Pengakuan anda terdahulu, faktor belas kasihan ternyata hanya nol besar.

    Yang menarik untuk diketahui, apa sejatinya yg membuat anda begitu membenci agama2 rumpun Ibrahim ?
    Mungkin anda terlalu miris hati dengan makin mendominasinya agama2 itu, dan mengancam agama anda yg jaman dahulu kala pernah berjaya diseantero bumi ?

    Mempersoalkan ajaran “kekerasan” dalam agama Islam sebenarnya hanya masalah kesalah pengertian anda terhadap keseluruhan ajaran Islam. Anda orangnya sok mengerti, padahal tidak.
    Memang anda banyak membaca, sayangnya anda tidak bisa memahami apa yg anda baca.

    Anda tidak bisa membandingkan keseluruhan ajaran Islam dengan buddha, karena Islam bukan sekedar agama, ia adalah ideologi yg memberi aturan perikehidupan penganutnya di segala bidang .
    Buddha hanya terbatas pada ajaran moral spiritual semata, tidak lebih. Bahkan Hindu -yg anda tinggalkan- lebih kaya dalam aturan perikehidupan dibanding agama anda sekarang ini.
    Seorang dengan qualifikasi mirip sang Buddha dijamin tidak akan becus diserahi tugas kepemimpinan untuk menciptakan dan memelihara ketertiban , keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dalam suatu negara.
    Karena ajaran buddha menganjurkan pengikutnya untuk melarikan diri dari setiap masalah keduniawian daripada menghadapinya dengan nyata.

    Lebih jauh lagi, mengapa anda begitu getol menyorot perang2 dalam sejarah awal Islam, padahal perang yg lebih sadis lagi juga diperintahkan kepada orang2 Yahudi oleh Tuhan dalam sejarah mereka ?
    bahkan dalam agama Hindu, tercatat bahkan Tuhan sendiri dalam rupa Krisna memerintahkan Arjuna yg sedang galau hatinya tentang benar tidaknya berperang, untuk tidak ragu2 maju ke medan laga membunuh para musuh, sebagai bagian dari darmanya Ksatria.
    Sungguh aneh, semua agama di dunia ini bisa bertoleransi dengan perang atau penghilangan atas nyawa orang lain dengan sebab2 tertentu, hanya Buddha yg tidak.
    Apakah anda bisa menjelaskan apa penyebabnya ?


    Terima kasih
    Mohon maaf kalau ada kata yg tidak berkenan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah! jadi kalo sy membeberkan sesuai fakta = kebencian gitu?!!! kecuali anda bisa memberikan fakta sebaliknya dan menyatakan semua AQ, Hadis dan SIRAT yg isinya semua penyerangan itu adalah salah..maka itu adalah potret islam yg seasli2nya..check aja apa yg dilakukan muhammad di Mekkah dengan segala upaya penghinaannya thd sukunya sendiri, kemudian penyerangan khalifah dan penghinaan terhadap yahudi, disambung dengan pengusiran, pembunuhan dan perampokan.

      btw, hindu emang lebih kaya dari Islam, maka itu dengan tidak malu2 Islam mengklaim disebutkan dalam kitab suci mereka..dan benar Muhammad disebutkan dalam dongeng (purana) Check: DI SINI.

      Tentang sang Buddha..waduh jangan lupa bos dia ini dulunya PANGERAN dan meninggalkan kekayaan, wanita dan duniawi..beda bumi langit sama muhammad yg malah mencari kekuasaan, wanita bejibun yang didapat dengan jalan kekerasan dan juga hasil kekayaan dari rampasan dan merompak. Disamping itu dari jaman sang Buddha pemerintahan yg Buddhis juga banyak tuh..dan bahkan sampe hari ini juga ada...hehehehe..helllo....mana aja nih?!

      ttg perang dalam ajaran lain selain Islam..ya beda lah..Dan lucunya anda mencoba menggeneralisir agama lain dengan kekejian islam dengan kalimat, "semua agama di dunia ini bisa bertoleransi dengan perang atau penghilangan atas nyawa orang lain dengan sebab2 tertentu, hanya Buddha yg tidak. "

      Waduh...ajaran lain beda total bos alasannya..krn non muslim melakukan perang karena di jajah dan/atau karena kekejian yg dilakukan pada BANGSA MEREKA..sementara islam tidak malah terhadap sukunya sendiri pun di hajar :) Non Muslim melakukan perang2an secara terang-terangan sementara islam tidak dan malah melakukannya dengan MERAMPOKI KARAVAN dan cara diam2. Islam dengan bengisnya membunuhi dan menyetubuhi tawanan perang disamping itu kalo perlu membasmi anak2 dan wanitanya..Islam terlalu sadis, Suku/bangsa/agama mana saja yg tidak mau mengakui Allah dan nabi mereka akan diperangi hingga tunduk dan membayar jizya...gila emang.

      Lucunya anda akui dengan bangga bahwa benar ajaran anda bertoleransi dengan perang danpenghilangan atas nyawa orang lain dengan sebab2 tertentu (yg ternyata cuma masalah kekuasaan, harta dan wanita!)...namun lucunya ketika saya beberkan itu dengan fakta2 dari kalangan anda sendiri malah anda anggap sebagai kebencian :)

      koq jeruk makan jeruk sih komentnya bosss :)

      Delete
  18. ah...keturunan pelacur nih wirajhana...gak jelas

    ReplyDelete
  19. eh wirajhana atau siapapun nama lo ibu lo ngewe sama babi yah,,,,terus lahir lo yahwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  20. Selamat Sore Pak Eka......

    Salam hormat,
    mendiskusikan kata "Mulia" yang diberikan terhadap seseorang memang perlu didalami....
    orang yang mulia sering kita artikan adalah orang yang ramah, sopan santun, baik hati, pemaaf, suka menolong jauh dari dosa atau orang yang shaleh....

    Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang Mulia disisi Allah dan telah diakui oleh manusia yang mengenalnya :
    Berikut kutipan yang saya ambil dari saudara Muhammad Luqman Firmansyah :

    "Saudaraku yg kumuliakan, mereka ini saudara saudara muslimin kita yg dangkal dalam pemahaman Syariah, cuma menggunting ayat lalu memaksakan pemahaman mereka dg kemauaun mereka. ayat ayat tsb adalah kekerasan orang mukmin kepada kuffar adalah kepada kafir harby yg memerangi muslimin, sedangkan kafir yg tidak memerangi muslimin maka Rasul saw berlemah lembut pada mereka, hal itu jelas pada belasan bahkan puluhan ayat dan riwayat shahih.

    Islam adalah kesatria, bukan pengecut, jika musuh memerangi dg senjata maka perangi dg senjata, jika dg siasat maka perangi dg siasat, jika dg harta maka perangi dg harta, lalu bagaimana dg pemuda yahudi yg berkhidmat dirumah Rasul saw dan Rasul saw menerimanya berkhidmat, bagaimana seorang kafir yahudi itu masuk kerumah Rasul saw bahkan diterima sebagai khadim beliau saw, Rasul saw tidak menghardik dan mengusirnya atau memaksanya masuk islam, adakah orang yg lebih benci pada kekufuran melebih Muhammad saw?, namun beliau menerimanya bahkan tinggal dirumah beliau saw, sampai kemudian pemuda itu sakit, Rasul saw menjenguknya dan ia disakaratulmaut, dan ia masuk islam, demikian dalam shahih Bukhari
    .
    Juga kemarahan Rasul saw terhadap muslim yg menampar yahudi yg mengatakan Nabi Musa lebih mulia dari Nabi Muhammad saw, maka muslim itu menamparnya, maka Rasul saw menegur keras muslim tsb (Shahih Bukhari).

    Lalu bagaimana dg Abu Lahab yg menggali lobang untuk perangkap Nabi saw dan ia sendiri yg terjatuh kedalamnya, tangan mulia Rasul saw yg menolongnya keluar dari perangkapnya sendiri, kenapa Rasul saw menolong gembong kafir jahat yg sudah dilaknat oleh Allah swt dalam Alqur'an ini?

    Lalu bagaimana dg Doa Rasul saw pada penduduk Thaif yg melemparinya dan menganiayanya : Wahai Allah beri hidayah PADA KAUMKU, sungguh mereka tidak mengerti. bagaimana Rasul saw mengatakan kepada kafir jahat itu KAUMKU..??

    Lalu bagaimana dg kejadian perang Uhud saat panah besi menembus rahang beliau saw, dan Ibunda Agung Fathimah ra binti Rasul saw dan Sayyidina Ali kw membersihkan luka dan darah diwajah beliau saw, dan Rasul saw malah sibuk menjaga agar darah tidak jatuh ketanah dari wajah beliau saw, maka para sahabat berkata : Wahai Rasulullah, biarkan dulu darah itu, kita benahi lukamu terlebih dahulu.., Rasul saw berkata : Demi Allah, jika ada setetes darah dari wajahku menyentuh bumi maka Allah akan menumpahkan azab pada mereka (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari).
    Demikia Nabi saw menjaga musuh musuhnya agar tidak terkena azab dari Allah.. lalu bagaimana dg Nabi saw yg mendoakan orang Yahudi dg doa beliau : Yahdiikumullah wayushlih Baalukum, (semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).

    Lalu bagaimana dg perbuatan Nabi saw pada sahabatnya yg mencaci seorang munafik, lalu Rasul saw berkata kenapa kalian mencacinya munafik?, para sahabat berkata : Sungguh perbuatannya dan ucapannya adalah sebagaimana perbuatan kaum munafik, maka Rasul saw berkata : Jangan kalian mencacinya, Sungguh Allah telah mengharamkan api neraka bagi mereka yg mengucap Laa ilaaha illallah karena ingin mendapat ridho Allah (Shahih Bukhari).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M.Afnaf yg sy hormati,
      bisa gak didetailkan dengan no hadis/link hadis mana karena buanyak pemalsu2 cerita :) contohnya satu cerita yg gak singkron adalah spt yg ini:

      quote:
      Juga kemarahan Rasul saw terhadap muslim yg menampar yahudi yg mengatakan Nabi Musa lebih mulia dari Nabi Muhammad saw, maka muslim itu menamparnya, maka Rasul saw menegur keras muslim tsb (Shahih Bukhari).
      ----

      Saya temukan di hadis bukhari spt ini:
      3 hadis dari riwayat Abu Said Al-Khudri [vol 6 no 162; vol.9 no.52; vol.3 no.595 ] tidak menyatakan memarahi muslim.

      5 hadis dari riwayat Abu huraira [vol. 3. no. 594; vol.4 no.620,626; vol.8 no.524; vol.9 no.564] hanya 1 yg bilang marah yg lain tidak.

      Nabi anda memberitahu bahwa semua nabi derajatnya sama

      NAMUN di hadis lain ia malah meng-agulkan dirinya lebih tinggi dari Musa:

      Dari Ad-Darami:
      "[..]Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Nabi Musa muncul kepada kalian kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkan aku, sungguh kalian telah sesat dari jalan yang lurus. Seandainya Musa masih hidup dan ia menemui masa kenabianku, niscaya ia akan mengikutiku.

      dan dari Jabir bin Abdillah:
      "[..]Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Nabi Musa masih hidup niscaya tidaklah melapangkannya kecuali dengan mengikuti aku.”

      (keduanya ada di HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/387 dan Ad-Darimi dalam muqaddimah kitab Sunan-nya no. 436. Demikian pula Ibnu Abi ‘Ashim Asy-Syaibani dalam kitabnya As-Sunnah no. 50. Hadits ini dihasankan oleh imam ahlul hadits di jaman ini Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani v dalam Zhilalul Jannah fi Takhrij As-Sunnah dan Irwa`ul Ghalil no. 1589.)
      ----

      Contoh ini saja memperlihatkan perbedaan pernyataan dan juga menunjukan ALASAN mengapa orang muslim jadi marah pada yahudi, krn emang diajarkan spt itu. Dan inikah mulia :)

      Nah, utk hadis2 lainnya yang DI KLAIM silakan cantumkan nomornya dan kalo bisa dengan link dari NOMOR hadisnya untuk check dan re-check..saya khawatir itu juga bermasalah spt yg ini.

      Sudah cukup banyak kisah2 abal2 yg disampaikan janganlah lagi ditambah2i lagi...sangat memalukan sebenernya kalo ketahuan..

      Delete
  21. Sambungan.....

    Lalu bagaimana dg seorang pemabuk yg dihukum lalu ia mabuk lagi, dihukum lagi, lalu mabuk lagi, maka Umar ra melaknatnya dan Rasul saw menghardik Umar ra dan berkata : Jangan kau caci ia, Sungguh ia mencintai Allah dan Rasul Nya (Shahih Bukhari).

    Lalu bagaimana dengan Abdullah bin Ubay bin Salul, gembong munafik di madinah yg berhati kufur, berkedeok islam, ia selalu mengabarkan rahasia muslimin pada kuffar quraisy, jika Rasul saw berangkat berjihad maka ia berusaha menghalangi dg kata kata fitnah, ini musim panas, ini musim dagang, pasukan kuffar terlalu kuat, dlsb, namun diam diam ia kabarkan bahwa pasukan muslimin berjumlah sekian, dan seluruh rahasia kepada kuffar quraisy, jika Rasul saw pulang selamat maka ia menyambut Nabi saw dg sambutan hangat, menangis gembira, dan mohon ampunan karena tak ikut peperangan, namun ia tetap dalam kemunafikannya. saat ia sakratulmaut dan wafat maka Rasul saw datang menyolatinya, menguburkannya, dan anaknya yg juga bernama Abdullah adalah orang yg beriman, dan meminta baju Rasul saw untuk dikafankan pada ayahnya yg munafik itu, Rasul saw memberikannya, lalu turun ayat bahwa Allah tak akan mengampuni Abdullah bin Ubay bin Salul, Rasul saw berkata pada Umar ra : Allah melarangku memohonkan pengampunan untuknya, walau 70X kuistighfari pun dia tak akan diampuni Allah, namun jika seandainya Allah akan mengampuninya jika kuistighfari lebih dari 70X, maka aku akan kuistighfari ia lebih dari 70X agar ia diampuni Allah, namun aku mengetahui memang Allah tak mau memaafkannya (Shahih Bukhari)

    jadi menilai dari hadist2 di atas sepertinya bertolak belakang dengan hadist yang pak eka posting, namun apakah hadist yang satu itu menafikkan ahlak, pribadi yang mulia dari Rasullullah SAW.... tentunya tidak demikian ya Pak....

    Memang metode /cara bertindak Rasullullah SAW terhadap kaum kafir berbeda tergantung kondisi seperti yang telah disebutkan di atas (kafir Harbi ataukah kafir yang tidak memerangi Islam)

    terhadap kafir Harbi diberikan standar peperangan bukanlah standar kemulian hubungan manusia....
    standar peperangan memaklumkan upaya pengusiran, bunuh-membunuh, perampasan harta dll karena melalui logika berfikir apabila standar kemuliaan manusi universal diberlakukan tentulah akan mengalami kekalahan.... kita tidak boleh membunuh, maka kita akan dibunuh, kita tidak ada upaya pengusiran maka kita akan diusir seperti konflik Israel dan Palestina sekarang ini, kita tidak merampas harta, mAKA tentunya akan bisa dipergunakan kembali oleh kaum kafir harbi sebagai modal perang....dan disini bicara perang dan membela kebenaran....

    Seandainya indonesia diperangi oleh negara lain.... tentunya konsep kemulian tidak bisa dipakai pada kondisi ini...

    dilain sisi apakah kita menghakimi tuhan dari ajaran agama manapun tidak "Mulia" karena menyiksa orang dengan sakit, adanya kemiskinan, bencana alam dan kematian dimana-mana?.... Sesungguhnya Allah SWT Maha Mulia atas segala sesuatu....

    Salam Hormat saya,

    Wassalam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Utk case Abdullah bin Ubaid,
      Anda perlu melihat, satu2nya orang yg bikin keributan terhadap Muhammad tanpa muhammad berani hanya dirinya..ini menunjukan kekuasaan Ubaid di medina.

      "Bani Qainuqa dikepung ketat oleh Muhammad selama lima belas hari, ketika, putus asa menanti bantuan sekutu mereka, Khazraj, mereka menyerah menerima keputusan[10]. Satu persatu mereka dikeluarkan dari benteng dengan tangan terikat di belakang punggung mereka, di persiapkan untuk eksekusi[11]. Tapi Abdallah ibn Obey, dari bani Khazraj, tak lagi bisa bertahan melihat sekutu setia mereka akan di bantai Muhammad dengan darah dingin. Mendekati Muhammad, ia memohon belas kasihan untuk mereka, tetapi Muhammad memalingkan wajahnya. Abdallah bertahan..menyandera Muhammad, karena ia bersenjata.. "Lepaskan aku!" teriak Muhammad, tetapi Abdallah tak mengendurkan genggamannya. Tanda-tanda kemarahan terpasang di wajah Nabi, dan sekali lagi ia berseru keras, "Orang celaka, lepaskan aku!"

      "Tidak!" kata Abdullah, Aku tak akan melepaskanmu, sampai kasih sayang kau berikan pada teman-temanku, 300 tentara bersenjata berbaju besi, dan 400 tanpa baju besi, - mereka melindungiku dari setiap musih di medan perang Bu'ath. Engkau memembunuh mereka dalam satu hari, O Muhammad?". Aku sesungguhnya orang yang takut dengan malapetaka. Karena Abdallah masih terlalu kuat bagi Muhammad untuk dapat di abaikan permohonannya hingga dengan segera Ia katakan "lepaskan mereka". dengn muka masam ia berkata, "Allah mengutuk mereka, dan Allah mengutuk mu pula" Jadi Mahomet membebaskan mereka dari kematian, dan memerintahkan bahwa mereka usir [Muir, Ch 13, Hal 134-137]
      ---

      Setelah bertahun2 kemudian pun..Muhammad mengetahui betapa riskannya memusuhi orang ini, itulah mengapa ia hadir di pemakamannya.

      Jadi jelas bukan karena urusan mulia bukan?

      makanya janganlah ambil sepotong2 cerita, galilah..anda juga akan tahu mengapa demikian.

      Delete

  22. Pak Eka yang saya hormati...
    Mendiskusikan keberadaan Allah memang perlu pemahaman yang mendalam....

    Didalm ajaran Islam disebutkan bahwa Allah Maha Ghaib, Maha Halus memang tidak akan pernah dapat dideteksi dengan alat super canggih sekalipun mengapa demikian karena kita Mahluk berbeda dengan Tuhan yang menciptakan.....

    Bagaimana membuktikan bahwa Allah itu ada, Dia Maha Esa, Maha Menciptakan, Maha Perkasa, Maha Segala-galnya...Tanpa ada Permulaan dan Akhir, Tidak beranak dan diperanakkan....
    sebuah ilustrasi :
    kita sepakat untuk pengertian
    Mahluk = benda, orang yang diciptakan Tuhan...
    Tuhan = yang menciptakan Mahluk.....
    Dimisalkan disuatu tempat ada seseorang yang kaya Raya, mempunyai kerajaan yang besar, pengaruh yang luas, ia jenius,dapat menciptakan pesawat terbang, gedung yang super megah, mempunyai kekuatan Supranatural yang hebat, Memiliki Banyak Talenta diberbagai bidang, menguasai berbagai macam ilmu.....sehingga akhirnya ia memplokamirkan diri sebagi tuhan.... namun ia lupa ia sendiri hadir didunia ini dilahirkan dari ibunya, atas jasa ayahnya dan ia tidak dapat menciptakan seekor hewanpun, tetumbuhanpun, ia butuh makan-minum serta tidur maka kesimpulannya orang ini bukan tuhan, karena ia masih tergolong mahluk yang lemah.....
    lalu siapakah tuhan??? apakah ayah ibunya, kakek moyangnya, Adam dan Hawa... tentulah bukan ...apakah Matahari, Bulan, Planet, Gunung2..... semua itu juga bukan karena masih dikategorikan Mahluk..... Lalu Tuhan itu siapa.....???
    jadi logikanya Harus ada Yang menciptakan Alam Semesta ini, harus ada Tuhan yang tidak diciptakan, Tidak ada Permulaan dan Akhir Tidak Beranak dan Diperanakkan.... Harus Ada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Menciptakan Maha Segala-galanya..... karena Dialah Tuhan = yang menciptakan Mahluk....Dialah Allah SWT.....

    Statemen ini ada dalam ajaran Islam Lailahaillallah Muhammadarurrasullulah..... Tiada Tuhan Selain Alllah, Nabi Muhammad utusan Allah....tidak pernah kita jumpai di ajaran agama manapun selain Islam...

    Mengapa mahluk seperti kita tidk bisa mendeteksi Tuhannya?, karena sandal,sepatu, baju, HP, gedung bertingkat, pesawat terbang dll tidak akan bisa mendeteksi keberadaan penciptanya (kita ini),betulkan pak?

    Terima kasih Pak Eka.... Salam Hormat saya, Wassalam.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hormat pak M. Anaf,
      kalo tidak ada maka wajar tidak terdeteksi namun lucunya justru dikatakan wujud Allah ada ref potongan dari AQ 42:11, yaitu "TIDAK ADA SESUATUPUN YANG SERUPA DENGAN DIA"

      TIDAK ADA SERUPA denganNya BUKAN berarti TIDAKADA dan BUKAN JUGA TIDAK DAPAT dilihat KEMIRIPANNYA

      Untuk jelasnya saya ambil contoh penciptaan kera dari manusia oleh Allah:

      "Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina"'. [AQ 2:65]

      Dengan mata telanjang kita bisa LIHAT kemiripan bentuk kera dan manusia...MIRIP namun TAK SAMA, bukan?

      Sekarang mari kita check di AQ dan Hadis mengenai bentuk Allah:

      Hadis:
      Allah menciptakan Adam menurut RupaNya [Sahih Muslim 40.6809; 32.6325, dari riwayat Abu Hurairah, silakan lihat fatwa: 20562

      Allah itu mempunyai tangan dan kaki dan jelas bukan kiasan.

      Kaki Allah:
      Diriwayatkan Anas dan Abu huraira, dinyatakan Nabi berkata “Orang yang akan di ceburkan ke Neraka dan akan dikatakan, ‘masih ada yang lain?’ 50:30 hingga Allah menjejakan KAKINYA di atas Neraka dan dikatakan ‘Qati! Qati! (cukup..cukup)!’ [Bukhari 6.60.371, 372]

      Tangan Allah:
      [38:75] Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TANGAN-Ku [biyadayya =(بِيَدَيَّ)]. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"

      Abdul-Qadir Gilani [1077–1166 masehi] menulis di "Al-Ghunya li-talibeen tariq al-haqq", memberikan gambaran tentang bentuk tangan ALLAH itu spt ini, "Ia mempunyai dua tangan [yadan], dan setiap dari kedua tangannya adalah tangan kanan." [atau lihat Bulletin Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 43/Th. II tgl 12 Dzulqo’dah 1425 H/24 Desember 2004 M, penulis Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed, judul asli "Mengimani bahwa Allah Ta'ala memiliki Tangan"]

      Ada manusia yg mempunyai dua tangan dan kaki namun kanan semua:

      "Ezekiel Burroge moved from Halifax to Calgary in 1887 and purchased farmland southeast of town. He had been born with two right hands and two right feet and was generally shunned by his neighbours because of these differences."

      bersambung...

      Delete
    2. lanjutan..

      Bisa kita lihat bentuk kera sangat mirip dengan bentuk manusia, Kera diciptakan dari Manusia. Allah menciptakan manusia dari Rupanya, maka bentuk manusia tentunya sangat mirip dengan Allah, dan dapat kita lihat pertaliannya bahwa: bentuk Allah juga mirip kera ato bentuk kera mirip Allah

      ...TIDAK SERUPA tapi mirip.

      Bicara kemiripan maka:
      Kera, manusia bisa marah vs Allah juga (4.93; 43.55); Kera,manusia bisa suka, Allah juga (2.222). Kera, manusia punya 2 tangan, Allah juga (AQ 38.75). Kera,manusia punya kaki, Allah juga (Bukhari 6.60.371, 372), Kera menyerupai manusia, Allah menciptakan manusia menurut gambarnya (Muslim 40.6809, 32.6325).

      Kemiripan itu juga seharusnya membuat kita utk membaca tanda-tanda di alam agar mengenal maksud beliau ttg kenikmatannya, untuk itu jika kita tidak bisa membayangkan kegiatan surgawan di surga

      [2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki BUAH-BUAHAN dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka DI BERI BUAH-BUAHAN yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya

      [36:56] Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

      Kemiripan tingkah laku, ya perhatikan saja kelakukan binatang primata hutan misal: Gorila, babon dan beberapa jenis kera juga berprilaku sama yaitu makan buah2an, mempraktekan poligami dan punya harem jg loh [bonobo, sex]

      mirip bukan?!

      Nah, Allah itu dikatakan bentuknya ada..namun koq tidak pernah ada :)

      Delete
  23. Selamat Sore Pak Eka....

    Pak Eka yang saya hormati,....

    Insya Alah Pak hadis yang sy posting benar adanya...sebelum sy mengcopy dari link http://hamidz-coretanku.blogspot.com/2009/08/akhlak-mulia-nabi-muhammad-saw-betolak.html....

    Pak Eka, ntuk mencari sebuah kebenaran tentulah kita mesti mencari sumber kebenaran itu sendiri yang tentunya kebenaran itu telah terbukti melalui sejarah dan tidak disangsikan kebenarannya. kalau kita bicara Hadist, siapapun bisa berkomentar bahwa hadist tentang pribadi Rasullullah ini mungkin karangan belaka,karena tidak dapat dibuktikan, namun kalau kita bicara kebenaran Alqur an tentunya kita dapat 'tercerahkan'....

    Setelah melakukan Riset Ilmiah, 5 ilmuwan ini menjadi Muslim.... berdasarkan postingan http://belajar-cracking.blogspot.com/2012/08/setelah-melakukan-riset-ilmiah-5.html :
    "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". (QS Ali Imron : 190-191.)
    Ayat di atas menjelaskan tentang kebesaran Allah; bahwa keberadaan dan kebesaran-Nya dapat dibuktikan melalui adanya alam semesta. Orang-orang yang berakal (ulul Albab/cendekiawan) yang disebutkan dalam ayat itu dapat membuktikan keberadaan Allah melalui penelitian terhadap ciptaan-Nya.
    Sehingga tidak mengherankan, tidak sedikit manusia yang pada mulanya berada dalam kejahiliyahan, akhirnya memeluk Islam dan menjadi muslim yang teguh setelah menemukan kebenaran pernyataan Alquran tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
    Dalam Alquran sendiri, meski baru diturunkan 14 abad yang lalu, sudah banyak mengungkap fakta-fakta alam semesta secara ilmiah. Satu persatu fakta-fakta itu terbuktikan kebenarannya sehingga melahirkan beragam ilmu pengetahuan.
    Pada abad modern ini, pembuktian kebenaran Alquran banyak dilakukan oleh ilmuwan non-muslim. Bahkan tidak sedikit di antara mereka akhirnya yang dengan keikhlasan mengucap dua kalimat syahadat. Ada banyak ilmuwan dunia yang akhirnya mengakui kebenaran Alquran setelah melakukan penelitian di bidangnya.
    Berikut 5 Ilmuwan Yang Menjadi Muslim Setelah Melakukan Riset Ilmiah :

    1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir'aun

    Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975. Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian. Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.
    Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut? Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern', dengan judul aslinya, 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M.Ahmad yg sy hormati,
      Sama seperti anda MINTA orang lain utk bicara berdasarkan QURAN, HADIS, maka sebagai MUSLIM seharusnya anda taati ATURAN itu dan MULAI melampirkan NO.HADIS [linknya], saya saja sbg non MUSLIM sudah memberikan contoh bagaimana MENGUPASNYA di atas mengenai KEGANJILAN ttg yahudi yg di tampar, dan TIDAK BENAR nabi anda menyatakan semua NABI sama saja, dan terbukti dalam HADIS [yg ada nomornya dan perawinya] menyatakan dirinya lebih superior dibandingkan MUSA :)

      mampukah anda berpendapat spt itu? silakan MASIH SAYA TUNGGU.

      kemudian klaim ttg masuk islam:
      1. Maurice Bucaille sama sekali BUKAN MUSLIM, malah saya ulas sekalian kebohongan musa membelah laut:) malah saya TULISKAN sekalian APA yg SEBENARNYA ia maksudkan di dalam bukunya itu.

      Disana blog sy itu juga anda akan temukan tulisan saya yg menyatakan bahwa sampai dengan akhir hayatnya di tahun 1998, Bucaille tetaplah non-Muslim. Anda akan temukan buktinya di sini, di sini juga [di sini dan Ia tidak tercantum sebagai Muslim di sini]

      salah satu sample bukti sy quote:
      Found in the catalog of the Islamic publisher and book distributor Pak Books in April 1998:

      BUCAILLE, M BIBLE, QUR'AN AND SCIENCE 1996 254 P 5.95 1749

      Dr.Bucaille's study of scientific information in scriptures gave him high regard for Qur'an and recognition of contradictions in Christian scriptures. Yet he remained a Christian, but deeply respectful of Islam.

      An invaluable work!

      I would certainly not see Dr. Bucaille as a Christian [where does he claim so?] but am glad that Mr. Ali Campbell, Manager of Pak books recognizes that Dr. Bucaille did not convert to Islam. Incidentally, the above is the cheapest price of this book that I have seen so far!

      I have seen many books by Muslim authors, and even several Christian ones, containing the claim that Dr. Bucaille converted to Islam. But that was always a statement from others about him, who seemingly on the basis of his books concluded that he must be a convert. But I have never seen or heard a confession of conversion by Dr. Bucaille himself, whether on tape or in any of his writings. On the other hand we do have the above clear statement by himself that he is NOT converted. It is over 15 years old, but I have no newer and contrary information coming from his own mouth or pen
      --

      So,
      apakah anda ini emang gak pernah UPDATE pengetahuan anda, pak?

      Delete
  24. Lanjutannya....
    Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: "Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini".
    Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M,

    sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

    Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.
    Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

    Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut

    seraya membuka Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya:
    "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92).
    Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille.
    Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".

    2. Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam

    Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910.
    Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,
    tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya.
    Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
    Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.
    Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya.
    Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

    Ayat itu berbunyi: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing".

    Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
    " Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M. Anaf yg saya hormati,

      Untuk hoax ttg penemuan maurice bucaille yg ia sendiri nyatakan maksud sebenernya apa :) silakan anda baca sendiri di sini:

      Kemudian ttg Jaquest Yves cousteau berikut klaim2 dalam dunia Islam :) ini bener2 konyol, jika saja anda mau buka tafsir Ibn kathirnya :)

      kebohongan klaim itu dunia islam selalu punya jawabannya di Quran untuk cocoklogi:), misalnya versi republika :)

      1. manis dan tawar beda arti, tapi gak pentinglah ..toh, cuma permasalahan penterjemahan bahasa. :)
      2. apakah sungai di capetown ato laut gibraltar vs mediterania..Ah, gak penting yg penting gambarnya sama :)
      3. dan Jaques Yves Cousteau lagi-lagi masuk islam namun sekarang masuknya diam-diam :)

      Di mana sih lokasi foto itu sebenernya? wah buanyak tempat, koq

      Alaska :)
      1. dari berbagai sudut:
      2. dari sudut yg mirip situs2 islam klaim:

      Fenomena apa ini? Halocline .

      Bagaimana dengan Jaques Yves Cousteau [JYC]?
      Foto pertemuan dua lautan yang banyak di klaim itu ternyata bukan foto milik JYC, tapi karya Anatoly Beloschin :)

      Bahkan JYC tidak pernah masuk islam:
      Jacques-Yves Cousteau died on 25 June 1997 in Paris, aged 87. Despite persistent rumors, encouraged by some Islamic publications and websites, Cousteau did not convert to Islam, and when he died he was buried in a Roman Catholic Christian funeral.[14] He was buried in the family vault at Saint-André-de-Cubzac in France.

      ato lebih serunya liat di sini, sekaligus memperhatikan beberapa hoax lainnya :)

      o ya Foto dan kalimat dua lautan dan lokasi2 yang berubah2 dan bercampur-campur ini dah berkali2 dan juga bertahun-tahun muncul di net, bahkan bantahannya pun dah banyak beredar lamaaaa sekali, salah satunya ttg gibraltar dan mediterania di sini, di sini, atau versi indonesianya : di sini

      Apa isi Al furqon sebenernya? lihat tafsir Ibn kathir, disebutkan:

      Air manis itu spt sungai, mata air dan sumu, yaitu seger, manis. ini adalah pandangan Ibn Jurayj dan Ibn Jarir, dan ini adalah arti yg tanpa keraguan bahwa TIDAK ADA ciptaan ada laut dimana ada manis dan segar...Antara yg air yg asin dan manis ada penghalang yaitu daratan kering sebagai pembatas untuk mencegah satu dengan yang lainnya saling bertemu

      itu aja tuh..gak ada neko2 :)

      Sekarang ini dah jaman internet pak gak jamannya nipu2 orang dengan hoax2 beginian :) cobalah baca Quran, hadis, tafsir dan sirat anda lagi supaya lebih memahami Islam.

      Delete
  25. Sambungannya....

    Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.

    3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat
    Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika.
    Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.
    Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus. Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
    Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan "kekuatan penggerak" yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.
    Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat.
    Artinya bahwa "gerak" perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat. Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

    Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam.

    Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buset deh Pak..demen banget ngumpulin kisah2 hoax :)
      coba deh anda baca di sini, disini, disini dan disini. Jika anda buka, maka anda akan temukan bahwa itu adalah HOAX TULEN :), Detail kekacauan itu, saya kutip sebagian dari LINK INI:

      quote:
      Pertama-tama, nama Professor Demitry Bolykov dan teorinya “gerak integral elektro magno-dinamika” tidak dapat ditemukan di situs dan jurnal ilmiah manapun. Pencarian terhadap nama Nicolai Kosinikov juga tidak membuahkan hasil. Penelusuran di google hanya menunjukkan tautan dari situs-situs blog yang melaporkan kemualafan sang professor. Dari sini sudah cukup mencurigakan dan sudah merupakan modus hoax untuk mengarang nama seseorang yang tampak ahli.

      Kemudian, apabila membaca pemaparan teori sang professor, tampak bahwa professor itu, kalaupun memang ada, merupakan professor gadungan karena kontennya penuh dengan kesalahan. Mari kita ulas satu per satu...." --> Nah, untuk KELANJUTANNYA silakan di BACA SENDIRI ya boss :)

      Sekali lagi pak..ilmu2 TAQIYYA dan memajang foto2 hoax, informasi hoax hanya semakin menunjukan bahwa menjadi muslim itu hanya akan menjadi PENDUSTA semata.

      Delete
  26. 4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia.
    Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal. Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia.
    Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.
    Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena posisi sujud akan mengalirkan darah yang kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
    Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.
    5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih
    Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih. Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor.
    Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim. Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar.
    Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan. Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.
    Sang peneliti muslim kemudian membaca ayat dalam Alquran yang berbunyi : "Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun," (QS Isra: 44).
    Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris. Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan : "Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain," demikian ungkapan William.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak H Ahnaf,
      sekarang ttg Fidelma o'leary. Ya dia emang MUSLIM, tapi itu bukan saat melakukan penelitian, namun telah menjadi muslim SEKURANGNYA 32 tahun YANG LALU [lihat video yg di upload tahun 2007, tidak tahu kapan di buatnya, terkaan terbaik saya adalah di sekitar tahun 2003, sepulangnya dari Mekkah dan di wawancarai National geographic di tahun yg sama], Anaknya di tahun 2003 saja udah 22 tahun (sekarang 31 tahun). Jadi sangat jelas video itu MENUNJUKAN KAPAN ia menjadi MUALAF, yaitu saat MUDA dan saat itu ia BUKAN SCIENTIS dan TIDAK TENGAH atau TELAH melakukan penelitian tsb. Kemungkinan ia menjadi muslim di menjelang ke US dan saat menikah.

      Dan tentu saja tulisan selanjutnya ttg manfaat sujud oleh Fidelma O'leary adalah CAMPURAN yang merupakan BUALAN BELAKA.

      JIKA PIKIRAN ANDA DI GUNAKAN..seorang shalat itu 5x sehari..apa lantas otaknya terisi darah sempurna hanya saat itu? silakan google dan akan anda temukan bahwa darah TETAP mengalir secara sempurna ke otak untuk memberikan suply oksigen dan glukosa.

      belajarlah utk TIDAK MENELAN HOAX mentah2..apalagi yg berbau TAQIYYA spt ini

      Kemudian ttg Prof Willian.
      ini adalah HOAX, karena Prof William ini meninggal dalam keadaan KRISTEN bukan muslim

      quote:
      A private funeral was held in Brown’s honor on July 20 at Sixth Presbyterian CHURCH in Squirrel Hill. A campus memorial service will take place in the fall.

      kemudian ttg QS 17.44 itu COCOKLOGI gak jelas :) Silakan buka Penelitian ini, yg menunjukan pergerakan cairan kimiawi yg divibrasikan lewat tanah yg memicu bunyi tsb.

      quote:
      "Everyone knows that plants react to light, and scientists also know that plants use volatile chemicals to communicate with each other, for instance, when danger - such as a herbivore - approaches," Dr. Gagliano said in a university news release.
      ---

      Ilmu dalam islam itu menyatakan BUMI yg 7 dan LANGIT 7, dimulai setelah bersatupadunya bumi dan langit, dimana saat bersatupadu itu TIDAK DIKATAKAN diciptakan, namun sudah ada saat di klaim Allah, "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya." -> lihat tidak ada kata penciptaan saat diKLAIM ditemukan Allah, bukan?

      Setelah itu baru dipisah, dibuat bumi dulu. spt AQ 41.9-12, yaitu

      Pertama,
      (41:9) Bumi di ciptakan dalam 2 masa

      Kedua,
      (41:10) Segala isi BUMI di ciptakan total dalam 4 masa

      Ketiga,
      (41:11) Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."

      Surat diatas jelas menunjukan bahwa kedudukan BUMI dan LANGIT adalah SEDERAJAT, yaitu BUMI yang BUKAN merupkan anggauta LANGIT. Bumi diciptakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian ALLAH menyelesaikan Langit dan itu dibuktikan di ayat selanjutnya

      Keempat,
      (41:12) Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang. [..]

      Tujuh langit satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR. menjadi 7 lapis bertumpuk satu dengan yg lainnya berbentuk KUBAH [AQ 66.12]

      Nah, sekarang coba aja anda pikir sendiri ttg ini..masuk akal, kah?

      Nah sebagai mahluk berakal sehat apakah anda terima ini dan masih menyatakan Allah itu ada dan mencipta :)

      itulah yang sebenar2nya sains islam yg dikatakan Allah dan Nabi anda sendiri.

      Delete
  27. Sambungan.....
    Begitulah Pak Eka....mereka ilmuwan membuktikan sendiri kebenaran AlQuran dan Hadist Nabi (oleh Demitry Bolykov)

    Kesimpulannya bagaimanakah mungkin Muhammad SAW yang terkenal sebagai sesorang yang UMMI (buta huruf) dapat menyampaikan isi Alquran dan Alhadist yang berisi ilmu pengetahuan modern yang baru terbukti oleh ilmuwan yang notabene seorang yang 'jenius'....
    apakah mungkin semua berita tersebut semata-mata atas pengetahuan Nabi Muhammad sendiri?
    disini dapat kita simpulkan bahwa tidak ada keraguan lagi terhadap Islam dan hal ini ditegaskan pula oleh Allah swt, dalam Surat Al Baqoroh ayat 2:

    “Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya”

    Demikian Pak eka....

    Salam hormat selalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M Ahnaf,
      Kopasan anda di atas menunjukan:

      a. Dari 5 orang, maka 4 bukan muslim dan 1 menjadi mualaf ketika remaja :)
      b. menjadi muslim MENJADIKAN dirinya PENDUSTA dan ber-TAQIYYA, yg tujuannya menipu agar menjadi Muslim [aplikasinya lihat VIDEO INI]

      Speaking of ummi,
      Kata Ummi bukan hanya berarti buta huruf namun juga BUTA PENGETAHUAN Taurat.

      Ibnu Ishaq berkata, "..Qrang2 Quraisy mengirimkan An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith kepada rahib2 Medinah. Orang2 Quraisy berkata kepada keduanya, 'Bertanyalah kalian pada rahib2 Yahudi..KARENA MEREKA ADALAH ORANG2 YG PERTAMA KALI DIBERI KITAB MEMPUNYAI PENGETAHUAN PARA NABI YG TIDAK KITA KENAL' [Ibn Ishaq bab 56 hal 252-264]

      Kata "ummi" di AQ 7.157-158, "orang2 yg mengikut Rasul, Nabi yg ummi yang (namanya) mereka DAPATI TERTULIS DI DALAM TAURAT DAN INJIL YG ADA DI SISI MEREKA...maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yg ummi yg beriman kepada Allah dan kepada kalimat2-Nya (kitab2-Nya).."

      -> TIDAK MERUJUK arti Muhammad TAK MAMPU Baca-tulis NAMUN merujuk pada yg diajak bicara di surah tsb, yaitu kaum yahudi, yg dikatakan bhw mereka mendapati nama Muhammad yg ummi ada di taurat dan injil mereka.

      [tentu aja ini hanya klaim sepihak kaum muslim krn TIDAK ADA 1 pun itu + nama muhammad ada di taurat dan injil]

      Pengunaan kata ummi utk arti TIDAK BERPENGETAHUAN KITAB ada di:

      AQ 2.78 [Dan diantara mereka ummiyyūna (أُمِّيُّونَ) tidak mengetahui Al Kitab..]
      AQ 3.20 [Dan katakanlah kepada orang2 yg diberi Al Kitab dan kepada wal-umiyīna (وَالأُمِّيِّينَ)..]
      AQ 3.75 [tidak ada dosa bagi kami terhadap al-ummiyyîna (الأُمِّيِّينَ)..]
      AQ 62.2 [Dia-lah yg mengutus kepada al-ummiyyîna (الْأُمِّيِّينَ)]

      Sangat jelas bhw ummi di atas merujuk pada arab kebanyakan yg tidak paham Tauhid dan/atau literatur taurat dan alkitab.

      Bukti Muhammad TIDAK buta huruf justru tercantum di Quran, hadis dan sirat:

      Quran menyatakan bahwa Muhammad:

      bisa baca tulis: AQ 25-4-5;
      bisa membaca: AQ 5.27, 6.151, 13.30, 17.106, 27.91-92, terutama di 33.33-34.

      Hadis:
      Amir ibn Shahr meriwayatkan:
      ..Rasulullah SAW MENULIS dokumen utk Dhu Marran……" [Abu Dawud 19.3021]

      Qaylah bint Makhramah:
      ..He then said: Rasulullah SAW menuliskan sebuah dokumen utk kami, memberikan kami tanah yg terbentang antara kami dan Bani Tamim di ad-Dahna' [Abu dawud 19.3064]

      Yazid ibn Abdullah meriwayatkan:
      "Kami berada di Mirbad. Datanglah seorang dengan rambut terurai dan memegang selembar kulit merah ditangannya...Kami kemudian bertanya: Siapa MENULISKAN dokumen ini untuk mu? Ia menjawab: Rasulullah SAW." [Abu Dawud 19.2993]

      Ibn Abbas berkatam "Pada saat penyakit Rasulullah semakin parah, beliau berkata, "Bawakan Aku kertas dan Aku akan MENULIS pernyataan sehingga kau tidak tidak tersesat" (Bukhari 1.3.114, 4:52:288, 4:53:393, 5:59:716. Muslim 13:4014]

      Sirat nabawiyah:
      [..] Rasulullah Saw berkata kepada Suwaid bin Shamit, 'Coba perlihatkan lembaran tersebut kepadaku!' Suwaid bin Shamit MEMPERLIHATKAN LEMBARAN MULIA LUQMAN kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, 'INI UCAPAN YG BAGUS, namun apa yg aku miliki jauh lebih bagus. [Ibn Ishaq bab.80, hal.387]

      contoh lain ketika menuliskan piagam medina,

      "Kitab ini DITULIS oleh Nabi Muhammad antara mu'minun (beriman) dan muslimun dari Quraisy dan Yatsrib dan orang2 yg mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka" [ibid, bab 91, Hal 456-457]

      Fakta-fakta di atas menunjukan Muhammad bisa baca dan tulis umum.

      Namun,
      jika melihat pengetahuan nabi ttg: Penciptaan, bintang [yg juga matahari] utk pelempar setan, matahari tenggelam di lumpur hitam, saat kiamat matahari akan mendekati bumi dlm jarak 1 mil :) -> ini menunjukan ciri orang TIDAK BERPENGETAHUAN dan/atau memiliki ALLAH yg BUTA PENGETAHUAN.

      Sehingga sangatlah pantas bagi yg berpengetahuan utk meragukan kebenaran Islam, bukan :)

      Delete
  28. Baiklah Pak Eka.... Semua kebenaran itu dikembalikan kepada hati nurani bersama, tidak akan bersatu suatu jalan pemikiran, apabila niat untuk hati yang terbuka tidak diberi kesempatan....
    sekarang tergantung kita sendiri, maukah kita membuka hati untuk sebuah kebenaran yang akan dikembalikan buat diri kita sendiri....maupun orang lain sebagai sesama manusia.....
    dan sy doakan semoga Pak Eka dapat menemukan kebenaran yang sejati.....

    ReplyDelete
  29. Selamat Pagi Pak Eka....

    Pak Eka, untuk membuktikan kebenaran Al Quran itu bukan karangan Nabi MUHAMMAD SAW melainkan langsung berasal dari ALLAH SWT adalah sebagai berikut :

    1. FENOMENA BUNGA MAWAR DIANGKASA

    dunia sepakat bahwa astronom telah menemukan fenomena alam, singgungan/tumbukan/saling interaksi antara pasangan galaksi yang bernama arp 273 yang berada dikonstelasi andromeda, 300 juta tahun cahaya dari bumi.
    dengan bantuan teleskop HUBBLE mereka menemukan fenomena BUNGA MAWAR yang merekah diangkasa pada saat itu.

    sedangkan di Alquran telah dijelaskan 14 abad yang lalu tanpa Teleskop HUBBLE tentunya :
    QS. Ar-Rahman [55:37]
    فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ) الرحمن:
    Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS. 55:37).

    bagaimana mungkin Nabi MUHAMMAD bisa melihat 'BUNGA MAWAR' diangkasa? TANPA TELESKOP HUBBLE. Kesimpulannya semua itu berasal dari sang pencipta yaitu ALLAH SWT.

    2. FENOMENA PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (TEORI BIG BANG)

    Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori BIG BANG), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik.

    Fenomena besar tersebut sudah dijelaskan didalam Quran surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:
    أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا*ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ*ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ (٣٠)
    “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

    Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:
    ثُمَّ اسۡتَـوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡاَرۡضِ ائۡتِيَا طَوۡعًا اَوۡ كَرۡهًا ؕ قَالَتَاۤ اَتَيۡنَا طَآٮِٕعِيۡنَ‏ ﴿۱۱
    “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

    Bagaimana mungkin ini karangan Nabi MUHAMMAD SAW?

    Bersambung.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M.Ahnaf,
      apakah anda tidak pernah membuka Quran anda? jika anda buka, anda akan temukan:

      1. kondisi 55.37 adalah saat kiamat.
      2. tertulis "menjadi merah mawar" BUKAN melihat bunga mawar.

      Foto yg dipakai 100% cocoklogi dan taqiya belaka.

      Jika anda google,"cat eye nebula" anda akan temukan variasi warna dan juga bentuk yg bahkan tidak mirip mawar dan bukan merah.

      Malah jika anda buka, "hubblesite.org" Anda akan temukan 3 Gambar dan dengan WARNA ASLI foto adalah HITAM dan PUTIH.

      quote:
      "Nebula Mata Kucing" berisi gas bercahaya yang memancar ke angkasa luar dari BINTANG yg sekarat. masing2 unsur kimia di nebula memancarkan cahaya di panjang gelombang yg sangat spesifik.

      Tiga gambar HITAM-PUTIH biasa digunakan sbg gambaran menjelaskan cahaya dari atom hidrogen, atom oksigen dan ion nitrogen (atom nitrogen menghilangkan satu elektron).

      Ketiga gambar memberikan tampilan berbeda dari cahaya merah, jadi kami tingkatkan dengan warna berbeda untuk membuat struktur halus nebula menjadi lebih jelas.

      Dalam hal ini, cahaya dari atom hidrogen ditampilkan dalam warna merah, cahaya dari oksigen diperlihatkan dengan warna biru, dan cahaya dari nitrogen ditampilkan dalam warna hijau.
      --

      Jadi pewarnaan itu jelas emang sengaja di buat utk MEMBEDAKAN bukan warna tangkapan ASLINYA.

      Paham?

      Kemudian,
      Apa maksud "warda dihan" dalam AQ 55:37?

      Penjelasan dalam Tafsir ibn kathir:
      (Dan itu menjadi Wardah seperti Dihan.) Ini berarti mereka akan meleleh seperti endapan dan perak yang meleleh saat dipanaskan. Dan mereka akan menjadi berwarna, seperti sesuatu noda yg tertinggal, kadang-kadang merah, kadang kuning, atau biru, atau hijau. Hal ini menunjukkan tingkat kengerian di saat kiamat. As-Suddi berkata, "Ini akan menjadi berwarna merah dan kotoran minyak'. Mujahid berkata (Seperti Dihan), "Seperti warna pewarna".

      Ini sama sekali GAK NYAMBUNG kemana-mana dengan tangkapan foto dan foto itu sengaja di tampilkan untuk MENYESATKAN orang.

      Sudah jelas mengapa menjijikannya taqiyya yg dilakukan kaum muslim ini?

      Delete
    2. Pak M.Ahnaf,
      Ttg klaim BIGBANG dan AQ 21.30 dan AQ 41.11.

      Darimana dongeng bumi dan langit berpadu ini di contek?

      Islam menconteknya dari Rig Veda ttg cosmig egg..padahal yg dimaksud cosmic egg sangat jauh bertentangan dan hindupun tidak menerima big bang.

      Sementara dalam Islam,
      LANGIT dan BUMI yang PADU itu emang udah ada sedari dulu dan BUKAN CIPTAAN ALLAH. Gak percaya? Bacalah (Iqra):

      "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.." [AQ 21.30]

      -> ADAKAH disebutkan di ayat ini (dan di seluruh QURAN) bhw LANGIT-BUMI YG PADU ITU diciptakan ALLAH? Tidak.

      Barang ITU ternyata EMANG UDAH ADA tanpa diciptakan ALLAH.

      Tafsir Ibn Kathir atas ayat 21:30:
      ...Tidakah mereka mengetahui bahwa Langit dan bumi dulunya bersatupadu yakni pada awalnya mereka satu kesatuan, terikat satu sama lain. Bertumpuk satu diatas yang lainnya, kemudian Allah memisahkan mereka satu sama lain dan menjadikannya Langit itu tujuh dan Bumi itu tujuh, meletakan udara diantara bumi dan langit yang terendah..

      Saidbin Jubayr mengatakan ‘langit dan Bumi dulunya jadi satu sama lain, Kemudian Langit dinaikkan dan bumi menjadi terpisah darinya dan pemisahan ini disebut Allah di Al Qur’an’

      Al hasan dan Qatadah mengatakan,’Mereka Dulunya bersatu padu, kemudian dipisahkan dengan udara ini’

      Setelah itu,
      Allah mengklaim bhw Ia memisahkan keduanya dan mengerjakan sampai yang urutan pengerjaannya ada di AQ 41.9-12:

      Pertama,
      (AQ 41.9) Bumi di ciptakan dalam 2 masa

      Kedua,
      (AQ 41.10) Segala isi BUMI di ciptakan total dalam 4 masa

      Ketiga,
      (AQ 41.11) Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."

      Surat diatas jelas menunjukan bahwa kedudukan BUMI dan LANGIT adalah SEDERAJAT, yaitu BUMI yang BUKAN merupkan anggota LANGIT. Bumi diciptakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian ALLAH menyelesaikan Langit dan itu dibuktikan di ayat selanjutnya

      Ia yang menjadikan segala sesuatunya untuk mu di Bumi. Kemudian Ia meninggikan (Iswata ila) langit dan dijadikanNya tujuh langit. [AQ 2.29]

      Keempat,
      (AQ 41.12) Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang. [..]

      Maksud dari Masa adalah Hari. Di mana 1 hari = 1000 tahun [AQ 22.47 dan AQ 32.5]. Hadis Sahis dari riwayat Abu Huraira menyampaikan detail hariannya sebagai berikut:

      Nabi menggenggam tangan ku dan berkata: Allah yang Maha Agung dan Mulia menciptakan :

      Tanah liat pada hari SABTU,
      Gunung pada hari MINGGU,
      Pepohonan pada hari SENIN dan
      Segala yang berkaitan kelengkapan pekerjaan pada hari SELASA,
      cahaya pada hari RABU,
      menyebarkan Binatang pada hari KAMIS dan
      Adam setelah ashar pada hari JUMAT, ciptaan terakhir pada hari Jum’at antara Sore dan Malam

      [Sahih Muslim 39.6707, 4.1856, 4.1857. Di Abu dawud 3.1041, 3.1042. Versi Indonesia Muslim (4997) dan Ahmad (7991)]

      tentang 7 langit dan 7 bumi dalam Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk surat 65:12, disampaikan (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR.

      Tau bagian yang paling MENYEDIHKAN dari Informasi AQ di atas?

      1. HIPOTESIS BIGBANG mengindikasikan SEMUA belum ada dulu!
      2. Udara itu ada karena matahari, sementara BINTANG [yg juga matahari] baru ada nanti RIBUAT tahun lagi setelah selesai TANAMAN di buat.
      2. Sementara TANAMAN ada dulu padahal belum ada LANGIT dan MATAHARI

      Jika orang yg menggunakan nalar dengan baik, maka ia tau PENGETAHUAN dalam QURAN ini sesat.

      Delete
  30. 3. ALLAH SWT lah yang telah menciptakan bumi dengan 7 lapisan

    Kita sepakat bahwa bumi terdiri dari 7 macam lapisan di dalam atmosfer kita...

    Berdasarkan Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan yang berikut ini bertumpukan, bergantung pada suhu.

    1.Lapisan pertama TROPOSFER:
    Lapisan ini mencapai ketebalan 8 km di kutub dan 17 km di khatulistiwa, dan mengandung sejumlah besar awan. Setiap kilometer suhu turun sebesar 6,5°C, bergantung pada ketinggian. Pada salah satu bagian yang disebut tropopause, yang dilintasi arus udara yang bergerak cepat, suhu tetap konstan pada –57°C.

    2.Lapisan kedua STRATOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 50 km. Di sini sinar ultraviolet diserap, sehingga panas dilepaskan dan suhu mencapai 0°C. Selama penyerapan ini, dibentuklah lapisan ozon yang penting bagi kehidupan.

    3.Lapisan ketiga MESOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 85 km. Di sini suhu turun hingga –100°C.

    4.Lapisan keempat TERMOSFER:
    Peningkatan suhu berlangsung lebih lambat

    5.Lapisan kelima IONOSFER: Gas pada lapisan ini berbentuk ion. Komunikasi di bumi menjadi mungkin karena gelombang radio dipantulkan kembali oleh ionosfer.

    6.Lapisan keenam EKSOSFER: Karena berada di antara 500 dan 1000 km, karakteristik lapisan ini berubah sesuai aktivitas matahari.

    7.Lapisan ketujuh MAGNETOSFER: Di sinilah letak medan magnet bumi. Penampilannya seperti suatu bidang besar yang kosong. Partikel subatom yang bermuatan energi tertahan pada suatu daerah yang disebut sabuk radiasi Van Allen.

    coba kita lihat AYAT AL'QURAN :
    “Allah-lah yang menciptakan TUJUH langit dan seperti itu pula bumi.” (QS. Ath-Thalaq:12)

    PERTANYAANNYA.... Bagaimana mungkin di dalam ALQURAN begitu tepat memberitahukan jumlah/ angka 7 terhadap penciptaan bumi ini??? mengapa tidak 6, 8,9 dsb....

    coba Pak Eka tolong dijawab dengan hati nurani...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak M.Ahnaf,
      Kita bicakan sekilas jumlah atmosper dulu baru dikemudian akan kita kuak apa yg SEBENERNYA allah maksudkan 7 lapis langit

      Jumlah lapisan Atmospher itu relatif.
      Bisa 2 lapisan dengan batas Turbopause, yaitu Homosphere [dibawah turbopause] dan heterosphere [diatas turbopause]; Bisa juga 6 lapis [Tropo, strato, meso, thermo, iono dan ekso] ato 5 lapisan MINUS IONOSPHERE (adalah mesosphere, thermosphere dan exospheredan) Jadi, JELAS BUKAN FIX 7 lapis:

      a. Antara tropospher (1) - Stratospher (3), ada 1 lapisan dan disebut tropospause (2), tebal lapisan itu +/- 2 km

      b. Antara Stratospher (3) - Mesophere (6), 2 lapisan dan disebut:

      b.1 Ozone layer (4), lokasinya di 20 km s.d 30 km
      b.2 stratopause (5), ketinggiannya 50-55 km.

      c. Antara Mesophere (6) - Thermophere (9), ada 2 lapisan.

      c.1 mesopause> (7), di ketinggian +/- 85 km s.d 100 k.m
      c.2 turbopause (8), di ketinggian 100 Km dekat mesopause.

      d. Antara Thermosphere (9) - eksophere (11) ada 1 lapisan dan disebut thermopause (10) atau exobase, di ketinggian 500-1000km.

      Anda lihat sendiri,
      ISLAM itu 100% gak nyambung dengan pengetahuan modern dan sangat bertentangan malah.

      Sekarang,
      Apa yg dimaksud dgn 7 langit dalam Islam?

      Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs untuk surat 65:12, disampaikan (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) satu di atas yang lainnya seperti KUBAH, (dan seperti itu pula bumi) tujuh bumi tapi mereka DATAR.

      Di jaman awal Islam,
      Mujahid, Qatadah and Ad-Dahhak dalam tafsir Ibn Kathir untuk surat 32:4-6 yang di kutip lagi oleh Ibn kathir untuk tafsir surat 13:2-4, dinyatakan bahwa jarak Bumi dan lapisan langit serta antar lapisan langit adalah 500 tahun [jadi sekitar 3500 tahun]. Jelas sudah bahwa 7 langit adalah bukan atmosfir.

      Kemudian,
      LANGIT TERDEKAT dihiasi bintang-bintang (padahal bintang itu juga matahari], sebagai pelempar setan [AQ 37.6, AQ 67. 5, AQ. 15.16-18] (apakah anda tau BESARNYA BINTANG itu?).

      Dalam Tafsir Ibn kathir utk ayat 37.6-7 dikutip pendapat Qatadah yang berkata,

      ‘Bintang-bintang diciptakan hanya untuk tiga kegunaan, yaitu: Hiasan di langit, Alat pelempar setan dan petunjuk Navigasi, Jadi siapapun yang mencari interpretasi lain tentang bintang selain ini maka itu jelas merupakan opini pribadi, Ia telah melebihi porsinya dan membebani dirinya dengan hal-hal yang ia sendiri tidak punya pengetahuan tentang ini. [Ibn Jarir dan Ibn Hatim mencatat riwayat ini]

      Karena bintang ada dilangit terdekat :) maka jelas atmosphir bukan langit yg dimaksud dan kopasan anda hanyalah cocoklogi dan taqiya belaka.

      Melihat cara menyatakan bentuk bumi yg datar dan langit berbentuk kubah serta bintang sebagai alat pelempar setan, maka ini udah lebih dari cukup utk menilai betapa kacaunya pengetahuan Allah anda, bukan :)

      Delete
    2. Baiklah ini semua kontra dari anda Pak Eka..... tetapi jangan lupa terlepas dari tuduhan Bpk atas fakta yang dikemukakan di atas... tentunya semua orang akan SETUJU betapa hebatnya ALQURAN yang telah mengupas penemuan DASYAT tersebut walaupun Bpk tidak mengakuinya......

      sekarang coba tolong Pak Eka sebutkan di dalam Kitab suci mana sajakah yang bisa menandingi Fenomena di atas (BUNGA MAWAR, BING BANG dan penciptaan BUMI dengan 7 LAPISAN)? atau fenomena2 lain yang disebutkan terdahulu dan masih banyak yang lainnya......

      kita anggap saja ini sebuah perbandingan...

      Delete
    3. Pak M Ahnaf,
      sudahkah anda buka LINK2nya yg saya lampirkan sbg bukti?
      Jika sudah maka 100% akan tahu pasti bhw itu bukan tuduhan sy semata namun fakta nyata yg terjadi.

      Dan anda lihat sendiri tidak ada hebat2nya AQ anda itu.

      Btw,
      jika anda emang bener2 mau tau besarnya dunia ini..maka mulailah mencari di kitab2 lain..misalnya dari tradisi India dan Yunani [Utk hinduism: Sruti dan smerti termasuk dongeng2 dalam hindu (baca: purana)] punya buanyak pengetahuan yg di contek abis2an oleh Islam, termasuk: Penciptaan semesta [bukan cuma bumi, anda bisa klik link yg sy berikan di atas (utk hindu)], bagaimana kiamat terjadi, bagaimana gempa terjadi, bagaimana detail mingguan bayi dalam kandungan, jumlah tulang dan sendi, hitungan hari, bumi yg bulat, bumi yg berotasi, bgmn ttg tumbuh2an, perhitungan hari, jamnya, dstnya..

      Sangat banyak..yg anda perlukan cuma membaca dan mencari.

      Repotnya jika anda meremehkan, tidak mau mencari tau..anda hanya tenggelam di tempurung yg sama saja.

      salam.

      Delete
  31. Maksud saya tolong di beritahu sepengetahuan Pak Eka isi kitab-kitab HINDU, BUDHA, NASRANI dan YAHUDI dengan REDAKSIONAL LENGKAP seperti Bpk coba mengupas ALQURAN dengan detil yang mohon maaf saja Sangat Jauh dari KEBENARAN.....
    tolong berikan contoh-contohnya terhadap UPDATE pengetahuan saat ini sehingga mendukung KEBENARAN KITAB itu sendiri.....ataukah ternyata ALQURAN SEMPURNA KEBENARANNYA.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contoh lain tolong Pak Eka sebutkan di dalam KITAB SUCI mana sajakah yang memuat pernyataan makan babi itu adalah haram/dilarang? mengapa diharamkan dan apa saja bahayanya bagi kesehatan dan perilaku apabila mengkonsumsi daging babi bisa dikonfirmasi melalui Link dibawah ini

      http://answeringkristen.wordpress.com/jawaban-telak-mengapa-babi-haram/

      PERTANYAANNYA? Bagaimanakah mungkin semua fakta yang diungkap pengetahuan modern tersebut adalah karangan NABI MUHAMMAD SAW Ribuan Tahun yang lampau, orang tentunya berfikir kembali ternyata Islam memang diturunkan oleh ALLAH sang Maha Pencipta...

      Lalu balik lagi pada permasalahan di awal, KITAB SUCI MANAKAH yang dapat MENANDINGI ALQURAN???

      Delete
  32. saya dulu sangat takjub dengan islam dan alquran. Ketika muslim sanggup menjungkir balikkan logika jawa yang terkesan otak-atik gatuk (cocoklogi) saya termasuk yang mempercayainya. Sekarang beda. Islam dan alquran bagi saya tak ubahnya orang jawa dengan babad tanah jawanya, jawa dengan mitos-mitosnya dan jawa dengan doktrin-doktrinya.Bedanya di Jawa semua dikemas dalam tataran tradisi sedang pada islam dikemas dalam iman. Karena cara beragama islam saya sekarang sudah berbeda jadi saya tidak perlu mencari pembenaran membabi buta. Saya tidak harus kebingungan menyelamatkan Allah (dalam arti sempit dalam islam) dari desakralisasi.Saya memutuskan mencintai islam dengan APA ADANYA. Dengan nabinya yang tega mengawini gadis usia 9 tahun, Nabiy ang membagi-mbagi hasil rampasan perang, Nabi yang menganjurkan membunuh orang murtad. Yah.....begitulah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Slamet Widodo,
      jika benar anda muslim..maka pandangan anda ini sangat saya hormati..dan sungguh senang saya membaca komentar anda!!!

      Semoga anda berbahagia dengan keadaan anda Pak..Salam.

      Delete
  33. perlu diketahui... slamet widodo itu orang nyamar jadi muslim...
    orang yang jiwanya setengah-setengah atau bukan laki-laki benar, maka bingung dalam hidupnya... seperti budha dia seorang bukan laki-laki (maaf, burungnya tdk berfungsi)... jadi dia frustasi apa gunanya sebagai pangeran tetapi tdk bisa ngentot, seperti kosong dunia ini... maka dia mencari cara dengan mengasingkan diri dihutan dan ketemu dengan makhluk sebangsa iblis.. disitulah dia berguru sama iblis/jin/syetan...

    ReplyDelete
  34. gimana seandainya guwa balikabel.co.id dapat proyek instalasi kabel selama 13 tahun , wuihhhhhh pasti rekening guwa gendut.

    ReplyDelete
  35. Wirajhana: Melihat cara menyatakan bentuk bumi yg datar dan langit berbentuk kubah serta bintang sebagai alat pelempar setan, maka ini udah lebih dari cukup utk menilai betapa kacaunya pengetahuan Allah anda, bukan :)

    GW: wow... komentar yang sangat berani... sudah dong saling menjelek2kannya... terasa risih di kuping (padahal saya baca, gak dengerin... hehe...) lagian itu bukan Al Qur'an, tapi cuma tafsirnya, yang mana merupakan interpretasi ulama'... dan wajar klo gak masuk di akal, karena memang ilmunya belum nyampe, belum mengenal teknologi seperti sekarang. setau saya Al Qur'an bukan kitab sejarah. bukan kitab ilmu hayati. bukan kitab hukum. bukan kitab puisi. jadi wajar klo isyarat2 yang ditunjukkan pada ayat2nya gak dipahami secara terlalu mendalam. namun perlu diakui bahwa pada jamannya dahulu, interpretasi ayat2 itu sudah merupakan lompatan teori pengetahuan yang mengagumkan (mu'jizat) bagi mereka yang menyangkal kebenarannya.

    diakui atau tidak, memang banyak hal yang bisa dikritik dari islam, terutama umatnya yang gak maju2... :D begitu juga dari agama2 lain. saya sendiri meyakini klo Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu menghina sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghina Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan …” (QS. Al-An‘am [06]:108).

    jadi gak ada gunanya saling menghina. malah lebih baik klo tulisan diatas diterbitkan dan dipublikasikan, sehingga bisa menjadi pengetahuan (bagi sebagian orang) atau malah penghinaan (bagi sebagian yang lain), yang nantinya akan semakin banyak yang menanggapi, membantah, mengkritik, atau menguji teori tersebut di forum ilmiah yang lain.

    peace.. :D

    ReplyDelete