Wednesday, August 17, 2011

Berteriak "AllahuAkbar" di ganjar KARTU MERAH dan SKORSING 2 TAHUN!!!


Tanggal 25 Juli 2011, Seorang striker Bodrino, berusia 18 tahun dan berasal dari Bosnia, Ali Hajic, tak kuasa menahan kegembiraannya ketika berhasil mencetak gol untuk timnya. Ia kemudian bersujud di tanah dan berteriak "Allâhu Akbar, Allah Maha Besar".

Namun, akibat dari kata-kata itu, Wasit memberikan "KARTU MERAH", membatalkan pertandingan hari itu dan lebih lanjutnya Federasi Sepak bola SERBIA menskorsing Ali Hajic tidak dapat bermain bola selama 2 (dua) Tahun.

Wow...

Berita ini, kemudian menjadi komoditi eksloitasi untuk kepentingan mereka. Misalnya Arabic News Digest, 29 Juli 2011, menuliskan:
    This was a typical incident depicting the Christian western world's fear of the expression 'Allahu Akbar'," said the writer.
    [..]
    The severe punishment reveals the extent of Islamophobia in the consciousness of western communities where any expression of Islamic belief is directly related to Osama bin Laden and Al Qaeda.
Hehehehe..no comment deh.
Namun, eksploitasi yang paling konyol justru berasal dari global muslim:
    [..]Sekilas, ini mungkin tampak hanya sebuah berita tentang ketidakadilan dalam sepakbola. Namun sebenarnya ini merupakan adegan perang melawan Islam yang dipimpin oleh negara-negara kolonial besar. Bahkan hal ini memperlihatkan dendam yang mendalam yang mendorong negara-negara tersebut untuk memusuhi kaum Muslim di seluruh dunia dan dalam semua bidang kehidupan.

    Negara-negara besar telah melancarkan perang terbuka terhadap kaum Muslim di Irak dan Afghanistan, dan yang lain tidak secara terbuka namun melalui pengkondisian suasana yang diwarnai sikap anti-Islam dan kaum Muslim, yang menjadikan pelaksaan simbol-simbol Islam, di mata masyarakat sebagai sebuah kejahatan, dan kaum Muslimnya sebagai “teroris”. Sementara larangan jilbab dan pembangunan menara; pembakaran al-Quran; pelecehan terhadap pribadi Nabi Muhammad Saw melalui gambar karikatur; dan pernyataan Paus Vatikan yang menyerang Islam, maka semua ini merupakan bukti nyata tentang sejauh mana kebencian yang disponsori oleh negara-negara besar untuk memusuhi Islam dan kaum Muslim.

    Setiap saat, negara-negara besar tersebut selalu berusaha membuat dalih palsu untuk membenarkan tindak kejahatan yang didorong oleh dendam yang mendalam terhadap Islam, juga berusaha membenarkan pelanggaran hukum, pelanggaran atas klaim kebebasan serta hak asasi manusia, ketika persoalannya terkait dengan Islam dan kaum Muslim, serta berusaha mengklasifikasikan peristiwa itu sebagai peristiwa yang bersifat pribadi.

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa perang peradaban yang dipimpin oleh negara-negara besar terhadap Islam adalah karena takut akan bangkitnya kembali Islam dan tegaknya kembali negara Islam. Di mana dengan semua itu, cahaya Islam akan menyingkirkan kegelapan Kapitalisme yang telah mengacaukan tatanan kehidupan dunia. Terkait hal ini, sebelumnya George W. Bush telah menyatakan dengan jelas dan terang bahwa perang di Afghanistan adalah perang salib, yaitu perang untuk mencegah kembalinya Khilafah.

    Bahwa beragam sikap permusuhan terhadap Islam yang dilakukan oleh individu atau berbagai lembaga Barat-jika tidak kita katakan sebagai akibat teori konspirasi dan dukungan dari negara-negara besar secara langsung di balik tindakan-tindakan tersebut-adalah hasil dari pengkondisian keadaan yang segaja dirancang untuk menciptakan kebencian terhadap Islam yang ditebarkan oleh negara-negara besar di tengah-tengah masyarakat, di seluruh penjuru dunia.

    Peradaban Barat benar-benar telah bangkrut di depan peradaban Islam dan ideologinya dalam bidang intelektual dan peradaban, meskipun negara-negara besar yang mengembannya memiliki kekuatan materi yang luar biasa dan mengontrol media-media lokal dan internasional. Sementara ideologi Islam-saat ini-tidak memiliki sepersepuluh pun dari apa yang mereka miliki, bahkan diemban dan dibela oleh negara-negara miskin.

    Negara-negara besar itu menggunakan cara-cara barbarisme dan permusuhan ini untuk memprovokasi masyarakat agar memusuhi kaum Muslim, serta berusaha untuk mengkaburkan hukum-hukum Islam dan citra kaum Muslim. Sementara di saat yang sama, mereka melakukan kejahatan paling keji dan tidak manusiawi dalam penjara-penjara demokrasinya, di Guantanamo, Abu Ghraib dan penjara-penjara rahasia di Eropa, pembantaian terhadap warga sipil di Afghanistan dan Irak, serta mendukung kejahatan dan kekejaman entitas Yahudi terhada warga Palestina yang terisolasi, menduduki tanahnya, membakar masjid-masjidnya, dan terus-menerus menodai tempat-tempat sucinya.

    Sebenarnya negara-negara besar itulah penyebab perselisihan sektarian di tengah-tengah masyarakat. Di dalam rumah mereka sendiri tumbuh subur diskriminasi rasial. Bahkan mereka yang menjarah kekayaan masyarakat yang lemah dan memaksa mereka agar menjadi pelayannya. Negara-negara besar itu melihat bahwa ras Barat (Eropa dan Amerika) lebih tinggi dari seluruh ras di dunia. Kemudian negara-negara besar itu dengan segala kesombongan dan keangkuhannya menuduh Islam melakukan berbagai praktek dan tindakan amoral.

    Padahal, peradaban Islam berabad-abad lamanya telah menyinari dunia dengan keadilannya. Bahkan hal itu disaksikan sendiri oleh kawan dan lawan. Peradaban Islam merupakan surga bagi mereka yang sedang ketakutan, dan tempat meminta pertolongan bagi orang-orang Barat, sebagaimana orang-orang Prancis meminta tolong kepada khalifah Sulaiman al-Qanuni untuk menyelamatkan raja mereka, lalu khalifah pun melakukannya. Sementara ketidakadilan kapitalisme dan keangkuhan negara-negara besar yang mengembannya, penyesatannya terhadap dunia, dan permusuhannya terhadap Islam, tidak akan mampu menghalani kembalinya Islam untuk melenyapkan ideologi zalim yang menyengsarakan umat manusia, yakni kembalinya negara yang akan menyebarkan kebaikan dan menyinari dunia.[..] [pal-tahrir.info/htipress/syabab.com]
Hehehehehe...
Demikianlah yang mereka katakan, namun rupanya mereka lupa satu hal..berita berbahasa perancis di bawah ini, merekam alasan yang sangat jelas dan mendasar mengapa wasit mesti mengeluarkan kartu merah, menghentikan pertandingan dan apa yang terjadi kemudian padanya:
    Après cela, il a dû être escorté en dehors de la pelouse par ses coéquipiers, car l'ire du public grondait [Ia kemudian, di harus kawal rekan2nya keluar lapangan dibawah hujan kemarahan publik] [sumber]
Mengapa begitu dahsyatnya pengaruh Asma Allah ini bagi mereka?

Tahun 1992-1995, di area tersebut telah terjadi kerusuhan, bermula dari kerusuhan etnis dan menjadi perang dengan bau-bau sentimen agama sejak terjadi pembunuhan terhadap seorang etnis Serbia yang sedang menikahkan putranya tanggal 30 Maret 1992 di pusat kota Sarajevo.
    Pada saat acara pernikahan gereja selesai dan iring-iringan sedang menuju tempat parkir kendaraan di depan gereja, pada saat itu beberapa tembakan telah dilepaskan ke arah iring-iringan mempelai tersebut yang menewaskan ayah mempelai putra dan melukai pendeta yang memberkahi perknikahan tersebut. Dalam kejadian tersebut bendera/panji-panji bangsa Serbia yang dibawa salah seorang rombongan dirampas dan dikoyak-koyak oleh si penyerang yang berhasil melarikan diri.

    Akan tetapi hari berikutnya si penyerang berhasil ditangkap dan ternyata adalah dari etnis Muslim Bosnia. Situasi tersebut telah mengakibatkan ketegangan di kalangan penduduk. Pasukan-pasukan Angkatan Bersenjata Yugoslavia mencoba bertindak sebagai penengah, namun, tidak berhasil, malah pos-pos dan tangsi-tangsi Angkatan Bersenjata Yugoslavia di blokade, rintangan-rintangan jalanan dipasang oleh fihak Muslim dan Kroasia yang semenjak semula sudah membentuk koalisi Serbia dan Angkatan Bersenjata Yugoslavia, skenario yang terjadi di Slovenia dan Kroasia terulang, peperangan sporadis, pecah dimana-mana.

    Klimaks konflik terjadi setelah Masyarakat Eropa dan AS mengakui Bosnia Herzegovina sebagai negara merdeka dan berdaulat. Hal ini telah mendorong pimpinan Bosnia-Herzegovina yang terdiri dari etnis Muslim & Kroat menuduh etnis Serbia Bosnia yang sebagai "agresor" terhadap negara merdeka dan berdaulat Republik Bosnia Herzegovina. Pertempuran antara pihak Serbia Bosnia dengan Muslim Bosnia berkecamuk kembali terutama di wilayah Sarajevo, wilayah utara Bosnia Herzegovina dan wilayah bagian timur Bosnia Herzegovina.

    Pertempuran yang terus berlanjut antara Muslim Bosnia Herzegovina dengan Serbia Bosnia Herzegovina di Sarajevo tersebut menjadikan perundingan penyelesaian krisis di Bosnia Herzegovina di antara Faksi-Faksi yang bertikai di Jenewa menjadi tertunda.

    Pertempuran antara pihak Serbia Bosnia Herzegovina dengan Muslim-Kroat bertambah sengit karena pihak Muslim-Kroat mendapat bantuan kekuatan dari tentara reguler Republik Kroasia yang diperkirakan sekitar 40.000 orang dan tentara-tentara asing (Mujahidin). Kekuatan yang berimbang tersebut mengakibatkan alotnya pertempuran namun pada akhirnya pihak Serbia Bosnia lebih banyak memenangkan pertempuran-pertempuran, karena pasukan Serbia Bosnia lebih terorganisir baik dari segi personil maupun perlengkapan militer.

    Hasil pertempuran ternyata hampir 2/3 wilayah Bosnia Herzegovina telah dikuasai oleh pasukan Serbia Bosnia selama 28 bulan terakhir dalam konflik bersenjata yang ada di Bosnia Herzegovina.

    Akibat perang Serbia Bosnia dengan Muslim-Kroat telah menimbulkan korban yang sangat besar jumlahnya yang diperkirakan ratusan ribu tewas (penduduk sipil maupun militer). Gencatan senjata yang disetujui antara pihak Serbia Bosnia Herzegovina dengan Muslim-Kroasia tidak pernah dilaksanakan akibat banyaknya formasi-formasi militer yang tidak di bawah komando tentara reguler yang ada di Bosnia Herzegovina dan juga diperkirakan akibat kurangnya pengaruh pimpinan politik terhadap pihak-pihak militer.

    Perkembangan situasi politik di Bosnia Herzegovina turut memengaruhi perkembangan situasi militer. Kegagalan-kegagalan usaha-usaha perdamaian yang disponsori oleh masyarakat internasional telah mendorong meningkatnya pertempuran-pertempuran di antara pihak-pihak yang bertikai di Bosnia Herzegovina. Persetujuan-persetujuan gencatan senjata tidak mampu menghentikan perang yang berkobar di antara pihak-pihak yang bertikai terutama antara pasukan Muslim Bosnia bersama-sama dengan Kroat Bosnia melawan pasukan Serbia Bosnia.

    Meningkatnya pertempuran antara pasukan Muslim Bosnia dan Kroat Bosnia melawan pasukan Serbia Bosnia, antara lain di samping sebagai akibat terbentuknya Federasi Muslim Bosnia dengan Kroat Bosnia sesuai inisiatip Washington pada bulan Maret 1994, juga dikarenakan adanya persetujuan-persetujuan gencatan senjata yang tidak dipatuhi oleh pihak-pihak yang bertikai. Dengan kata lain, satu pihak mematuhi akan tetapi pihak lainnya melakukan pelanggaran-pelanggaran dan memanfaatkan gencatan senjata sebagai momentum yang baik untuk melancarkan operasi-operasi militernya. [Wikipedia]
Nah, itulah alasannya..dan itulah mengapa 2 tahun dan kartu merah itu adalah sangat murah..karena yang termahal yang pernah dibayar adalah 200.000 Muslim hilang nyawa, 20.000 orang hilang tak tentu rimbanya dan 2 juta orang menjadi pengungsi[sumber] akibat konflik ini...

Malahan Wasit itulah sang malaikatnya, bukan?!


5 comments:

  1. terus yang namanya HAK ASASI MANUNIA(HAM) yg selalu di gembargemborkan apakah tidak berlaku ?

    ReplyDelete
  2. Salim,
    Bicara hak asasi, maka ada satu berita yaitu ttg Anna Kournikova, petenis pro dari Russia: Gara-gara Berteriak Jesus Christ, ia di tegur wasit!

    Menurut gw wasitnya juga bener dan tepat menegur, karena Anna telah mengumpat..walopun make nama yesus ya tetep aja itu adalah umpatan..

    Wasit ini masih untung, dunia nasrani tidak serta merta mengutuk dia yesusphobia ato antek-antek arab atau antek-antek osama dan mengeksploitisir berita ini..Coba, bandingkan dengan wasit pertandingan bola di serbia ini.

    Wasit itu dihujat islamphobia dll..

    Bahkan di artikel di atas udah juga gw sampaikan bahwa beberapa situs [tentu saja situs Islam] malah mengeksploitisir beritanya mulai Islam phobia, persatuan dunia melawan islam..nostalgia khilafah dll yg intinya mengajak orang utk membenci dan membenci non muslim!

    Jika saja yang mengutip mau menuliskan beritanya lebih lanjut, maka di balik itu ada kejadian lanjutan yang menimpa Ali yaitu ia bahkan sampe dikawal keluar lapangan oleh rekan-rekannya dibawah hujan kemarahan publik serbia.

    Sesungguhnya wasitnya justru seperti Malaikat karena tindakan dia telah mengindarkan Ali dan Serbia dari potensi kembali ke neraka perang masa lalu, yang mengakibatkan 200 rb nyawa muslim ludes, 20 rb hilang dan 2 jt orang jadi pengungsi di Bosnia!

    ReplyDelete
  3. Dari kutipan Perang Bosnia versi Wikipedia, terlihat tidak utuh dalam menyajikan data. Coba jangan hanya melihat peristiwa 30 Maret 1992 di Sarajevo, tapi kita tarik lebih awal lagi.

    Perang saudara di Yugoslavia diawali dengan merdekanya Kroasia dan Slovenia pada tanggal 25 Juni 1991. Mereka memisahkan diri dari negara Federasi Yugoslavia. Hal ini membuat Serbia marah karena rencananya mendirikan negara Serbia Raya akan gagal apabila negara–negara bagian Yugoslavia satu per satu memisahkan diri. Serbia tidak tinggal diam. Serbia melakukan penyerangan ke Slovenia dan Kroasia untuk mencaplok kembali wilayah yang sudah meredeka itu menjadi wilayah kekuasaan etnis Serbia.

    Kemudian, lewat kehancuran Komunis pada tahun 1990, parlemen Bosnia dan Herzegovina malakukan pemungutan suara pada tanggal 15 Oktober 1991 untuk mengusahakan pelepasan wilayah ini dari Yugoslavia, dan hasilnya rakyat Bosnia dan Herzegovina sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Bosnia mengumumkan kemerdekaannya di bawah kepemimpinan Ali Izzet Begovic yang memenangkan pemilihan presiden pada tahun yang sama.

    PBB dan negara–negara besar lalu merestuinya, juga lebih dari 120 negara lainnya. Ketika Federasi Yugoslavia itu hancur, tinggallah di Bosnia 60.000 tentara Serbia yang dengan persenjataan dan perbekalan lengkap yang memungkinkan orang–orang Serbia yang minoritas menindas kaum muslimin yang ada di Bosnia.

    Lalu kasus Anna Kournikova dengan Ali Hajic jelas berbeda, krn Anna. K mengumpat sedangkan Ali Hajic hanya mengucapkan sebuah nama sebagai tanda bersyukur.

    Jadi kiranya kita lebih bijaksana dalam mensikapi berita. Bila kita jujur, adil dan objektif maka kita sendiri yang akan mendapat manfaatnya.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete